PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT
|
|
|
- Ivan Chandra
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT Praktikum Kimia Anorganik I I. TUJUAN Memahami dan mengetahui pembuatan natrium tiosulfat dan mempelajari sifat-sifat kimia kimianya. II. TEORI II.1 Prinsip Metoda Pengerjaan Prinsip dari pembuatan natrium tiosulfat ini adalah berdasarkan rekristalisasi. Rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur/pencemarnya. Larutan yang terjadi dipisahkan satu sama lain, kemudian larutan zat yang diinginkan dikristalkan dengan cara menjenuhkannya. Tiosulfat merupakan logam yang mengandung ion S 2 O - 3 dimana satu atom S menggugus atau menukarganti satu atom O. Dalam larutan larutan asam, ion tiosulfat akan terurai menjadi S dan ion sulfit. Oleh karena itu, spesies semacam asam tiosulfat dapat di solvasi. Pembuatan larutan natrium tiosulfat dibuat dari kristalnya yaitu Na 2 S 2 O 3.5H 2 O. larutan tio 0,1N dapat disiapkan dengan melarutkan + 25 gram kristal natium tiosulfat proanalis dalam gelas kimia 1 liter dengan menggunakan aquades. Aquades yang digunakan sebaiknya bebas dari karbondioksida berlebih karena dapat membentuk belerang sesuai dengan persamaan reaksi: S 2 O H + HSO S Larutan tio juga dapat dengan mudah terurai karena pengaruh bakteri (misal, Thiobacillus thioparus) terutama jika larutan didiamkan beberapa lama. Oleh karena itu dianjurkan beberapa penanganan seperti air suling yang digunakan untuk melarutkan larutan tio harus dididihkan terlebih dahulu, jika larutan tio akan disimpan dalam beberapa hari diteteskan 3 tetes/liter kloroform dan dijaga ph pada 9-10 dengan ditambahkan 0,1 g/l natrium
2 karbonat sehingga aktivitas bakteri berada pada aktivitas terendah, dan hindarkan larutan tio terhadap cahaya. Natrium tiosulfat monokristal dalam bentuk prisma yang besar besar dan transparan dengan lima molekul air. Metode yang terpenting untuk membuat natrium tiosulfat yaitu dari natrium sulfit (Na 2 SO 3 ) dan belerang bebas (S) yang reaksinya : 8Na 2 SO 3 + S 8 8Na 2 S 2 O 3 Cara yang didapat kemudian dikristalisasi. Kristal yang terjadi (Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O) langsung dikemas untuk terjadinya off flouroscence. II.2 Sifat Kimia dan fisika Zat Natrium Tiosulfat Sifat fisika natrium sulfit dengan struktur : - Titik leleh (anhydrous) 251,8 o C - Titik leleh (heptahidrat0 33,4 o C - Densitas 1,54 g/ml - Padatan berwarna putih - Sangat larut dalam air Sifat kimia natrium sulfit: - Massa molekul 284,0418 g/mol - Anhydrous : heksagonal
3 Sifat fisika balerang dengan struktur: - Titik didih 444,6 o C - Titik leleh 115,21 o C - Densitas 2,07 g/ml - Padatan berwarna kuning Sifat kimia natrium sulfit: - Massa molekul 256 g/mol - Bisa bentuk siklik atau rantai lurus Sifat fisika dan kimia natriun tiosulfat dengan struktur: Sifat fisika natrium tiosulfat adalah berupa padatan putih dan larut dalam air, sedangkan sifat kimianya beracun, digunakan sebagai peeaksi, larutan standar sekunder, dan mudah teroksidasi oleh udara. II.3 Aplikasi Natrium Tiosulfat Adapun aplikasi dari natrium tiosulfat adalah: - Sebagai pencuci film - Pembuat larutan baku sekunder - Sebagai anti klor (untuk mengganti sisa klor yang dapat merusak sisa tekstil) - Dalam fotografi penyablonan larutan ini dikenal sebagai hipo fiksir (untuk melarutkan senyawa perak halide) - Dalam bidang kedokteran digunakan sebagai penangkal keracunan sianida (bertindak sebagai donor sulfur untuk konvensi sianida tiosianat)
4 - Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan senyawa-senyawa organik. Logam ini dapat di gunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair - Campuran logam natrium dan kalium, NaK, juga merupakan agen heat transfer (transfusi panas) yang penting - Senyawa natrium juga penting untuk industri-industri kertas, kaca, sabun, tekstil, minyak, kimia dan logam. Sabun biasanya merupakan garam natrium yang mengandung asam lemak tertentu. Pentingnya garam sebagai nutrisi bagi binatang telah diketahui sejak zaman purbakala. II.4 Penyiapan Natrium Tiosulfat dan Kestabilannya Natrium tiosulfat Na 2 S 2 O 3.5H 2 O mudah diperoleh dalam keadaan kemurnian tinggi, tetapi ada sedikit ketidakpastian akan kandungan air yang setepatnya, karena sifat efloresen (melapuk-lekang) dari garam itu dan karena alasanalasan lain. Karena itu zat ini tidak sesuai sebagai larutan standar primer. Ia merupakan zat pereduksi berdasarkan reaksi setengah sel : 2-2S 2 O 3 S 4 O e - Sebelum membahas penyiapan natrium tiosulfat, kita perlu membahas tentang kestabilan larutan larutan tiosulfat. Larutan larutan yang disiapkan dengan air konduktivitas adalah sempurna stabilnya. Namun, air suling biasa, biasanya mengandung karbondioksida berlebihan, ini dapat menyebabkan penguraian lambat yang disertai pembentukan belerang. S 2 O H + HSO S Penguraian dapat juga disebabkan oleh kerja bakteri(missal, thiobacilus thioparus), terutama jika larutan telah didiamkan beberapa lama. Karena alasan-alasan ini, maka dianjurkan sebagai berikut: 1. Siapkan larutan dengan air suling yang baru saja dididihkan. 2. Tambahkan 3 tetes kloroform atau 10 mg merkurium (II) iodida per liter, senyawaan-senyawaan ini memperbaiki daya tahan larutan. Aktivitas bakteri paling rendah bila ph terletak antara 9 dan 10.
5 3. Hindarkan singkapan terhadap cahaya, karena ia cenderung mempercepat penguraian. Standarisasi larutan tiosulfat dapat dilakukan dengan kalium iodat, kalium dikromat, tembaga dan iod sebagai standar primer, atau dengan kalium permanganate atau serium (IV) sebagai standar sekunder. II.5 Analisis Natrium Tiosulfat Larutan-larutan encer tiosulfat (misalnya 0,001 M) dapat dititrasi dengan larutan encer iod (misalnya 0,005 M) pada voltase luar nol. Agar hasilnya memuaskan, larutan tiosulfat itu hendaknya berada dalam elektrolit pendukung yang berkadar kalium klorida 0,1 M dan kalium iodide 0,004 M. Pada kondisi ini tak terdeteksi arus difusi sampai titik kesetaraan terlewati, pada saat mana kelebihan ion akan direduksi pada elektroda itu akan diperoleh grafik titrasi tipe L terbalik. Dengan kalium iodat pro analisis mempunyai kemurnian sedikitnya 99.9 persen, ia dapat dikeringkan 120 o C. Zat ini bereaksi dengan kalium iodide dalam larutan asam dengan membebaskan iod. - IO I H + 3I H 2 O Ekuivalennya sebagai suatu zat pengoksida adalah 1/6 mol atau 214,00/6, maka suatu larutan 0,1 N mengandung 3,567 g kalium iodat per dm 3. 1 Vogel Kimia analisis Kuantitatif Anorganik ( G.Svehla, 1979 : 439). Natrium sulfat / Na 2 S 2 O 3 suatu zat padat putih dengan d = 1,73, tl= C, terurai pada 48 o C. Mengalami disproporsionasi menghasilkan Na 2 SO 4 dan Na 2 S jika dipanaskan dan basah leleh atas lembab. Natrium tiosulfat dibuat lewat pemanasan / pendidihan Na 2 SO 3 dengan kembang kembang atau serbuk S, atau melewatkan SO 2 ke dalam suspensi belerang dalam NaOH mendidih. Na 2 SO 3 + S Na 2 S 2 O 3 2-4I 2 + S 2 O 3 + 5H 2 O 8I SO H + Dalam larutan yang netral, atau sedikit alkalin, oksidasi menjadi sulfat tidak muncul terutama jika iodine digunakan sebagai titran. Banyak agen pengoksidasi kuat, seperti garam permanganate. Garam dikromat, dan garam
6 serium (IV), mengoksidasi tiosulfat menjadi sulfat, namun reaksi tidak kualitatif. Allotropi belerang adalah: Diantara bentuk fisik belerang yang berbeda, yang dapat diamati Belerang rombik (Sα) yang mempunyai 16 cincin S 8 dalam suatu unit sel dan berubah pada 15,5 0. Belerang monoklinik (Sβ). Belerang monosiklik dibayangakan mempunyai 6 cincin es dalam unit selnya. Mencair pada C. Belerang cair (Sλ) yang tediri dari molekul-molekul S 8 suatu cairan kuning, tembus sinar dan bergerak. Tetapi pada C, cincin S 8 terbuka dan bergabung membentuk molekul berantai spiral yang panjang. Belerang cair (Sµ) yang gelap warnanya, sangat kental. Cairan ini mendidih pada C. Uap belerang, S8 yang terurai menjadi species yang semakin kecil dengan meningkatnya suhu. Belerang plastik terbentuk bila cairan Sµ dituangkan kedalam air dingin. Terdiri dari molekul seperti rantai dan mempunyai kualitas seperti karet ketika mula-mula terbentuk. Tetapi selanjutnya menjadi gampang rusak dan mungkin berubah menjadi belerang rombik Allotropi belerang sebagai fungsi suhu dapat diringkas : 95,5 0 C Sα Sβ Sλ Sµ S 8(g) S 6 S 4 S 2 S Karena kelambanan beberapa peralihan dapat terlihat gejala tambahan. Misalnya, bila belerang rombik dipanasnkan cepat, perubahan menjadi belerang monosiklik gagal dan mencair pada
7 III. PROSEDUR PERCOBAAN 3.1 Alat dan bahan a. Alat 1. Labu 250 ml : untuk mengencerkan larutan. 2. Kondensor : sebagai pendingin. 3. Penyanng Buchner : penyaring kristal. 4. Buret 50 ml : tempat zat pentiter. 5. Gelas piala 250 ml : wadah zat 6. Bak pendingin : wadah air es. 7. Kaca arloji : wadah zat 8. Termometer : sebagai pengukur suhu. 9. Cawan penguap : tempat zat ketika penguapan 10. Erlemeyer : untuk tempat larutan 11. Tabung reaksi : sebagai tempat larutan Praktikum Kimia Anorganik I b. Bahan 1. Natrium sulfat : sebagai sumber Na 2 SO 3 2. Belarang : sebagai sumber S 3. Etanol 95% : sebagai pelarut 4. KIO 3 : sebagai larutan indikator 5. HCl : sebagai pengasaman
8 3.2 Cara Kerja Praktikum Kimia Anorganik I a. Ditimbang 25 gram natrium sulfat, kemudian larutkan dalam 50 ml air dalam tabu 250 ml. b. Ditambahkan kedalam larutan 25 gram belerang yang terlebih dahulu di jadikan pasta dengan etanol, lalu masukkan batu didih. c. Dipotong pendingin pada labu dan panaskan selama satu jam. d. Dinginkan, kemudian larutan disaring. e. Diuapkan larutan dalam cawan penguap sampai bersisa 25 ml. f. Dinginkan larutan yang telah diuapkan dalam es agar terbentuk kristal, kemudian saring kristal dengan kertas saring. g. Hitung rendemen.
9 3.3 Skema Kerja Na 2 SO 3 - Timbang 25 gram - Masukkan dalam labu 250 ml - Larutkan dengan 50 ml air - Tambahkan 25 gram pasta belerang - Masukkan batu didih - Pasang pendingin pada labu Larutan - Panaskan selama 1 jam - Dinginkan dan saring - Uapkan dalam cawan sampai 25 ml - Dinginkan dalam es kristal - Saring dengan kertas saring - Hitung rendemen Rendemen
10 3.4 Skema Alat Keterangan 1. Standar 2. Klem 3. Labu refluk 4. Kondensor 5. Pemanas
11 JAWABAN PERTANYAAN Praktikum Kimia Anorganik I 1. Belerang harus dijadikan dalam bentuk pasta dengan etanol. Dengan adanya etanol struktur S8 dengan bentuk melingkar dalam bentuk crown. Dimana dengan adanya etanol, jarak ikatan pada S akan menjadi lebih renggang, sehingga mudah diputus, maka S akan mudah bereaksi dengan natrium sulfit. 2. Reaksi titrasi natrium tiosulfat secara : a. Secara langsung I e 2 I - 2-2S 2 O 3 S 4 O e I 2 + 2S 2 O S 4 O I - b. Secara Tidak Langsung IO H + + 5e ½ I H 2 O 5 I - 2 ½ I 2 + 5e IO I H + 3 I H 2 O 3. Yang dimaksud dengan : a. Kelarutan, adalah kemampuan antara suatu zat untuk melarut dalam IL pelarut dalam suhu tertentu. b. Larutan jenuh, adalah suatu larutan yang hasil konsentrasi ion-ion dalam larutan sama dengan konstanta hasil kali kelarutan Qc = KSP Disini belum terbentuk endapan. c. Larutan lewah jenuh, adalah suatu larutan yang hasil kali konsentrasi ionion dalam larutannya lebih besar dari konstanta hasil kali kelarutannya Qc > KSP Disini sudah terbentuk endapan. 4. Kelarutan natrium tiosulfat pada suhu 0, 20 dan C adalah berbeda dimana tiap kenaikan suhu kelarutan akan bertambah, karena semakin tinggi suhu, maka energi yang tersedia untuk memutuskan ikatan dalam senyawa tersebut supaya terjadi kelarutan yang semakin besar.
12 5. Reaksi penguraiaan natrium tiosulfat karena pengaruh asam adalah : tanda aqua + 2H + (Aq) H 2 S 2 O 3 (Aq) H 2 SO 3(Aq) + S (s) + 2H + (Aq) H 2 S 2 O 3(Aq) S (s) + SO 2(s) + H 2 O (Aq)
13 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data dan Perhitungan - Massa Na 2 SO 3 = 25 g - Massa S 8 = 25 g - Mr Na 2 SO 3 = 126,0418 gr/mol - Mr Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O = 248,1825 g/mol - Mr S 8 = 256,512 gr/mol - Volume C 2 H 5 OH = 15 ml - Volume H 2 O = 20 ml - Massa kertas saring = 0,72 g - Massa kertas saring + Kristal = 1,9 g - Massa Kristal = 1,18 g Reaksi panah Praktikum Kimia Anorganik I Na 2 SO S8 (s) mol H 2 O/C 2 H 5 OH 373 K Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O (s) mol Na 2 SO 3 = = = 0,1983 mol Massa Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O = mol Na 2 S 2 O 3.5H 2 O x Mr Na 2 S 2 O 3. 5H 2 O = 0,1983 mol Na 2 S 2 O 3.5H 2 O x 248,1825 gr/mol Na 2 S 2 O 3.5H 2 O = 49,2146 gr Na 2 S 2 O 3.5H 2 O % Rendemen = x 100% = 2,397 %
14 4.2 Pembahasan Praktikum Kimia Anorganik I Praktikum kali ini dengan judul yang bertujuan untuk memahami dan mengetahui pembuatan natrium tiosulfat serta mempelajari sifat-sifat kimianya. Metoda yang digunakan dalam pembuatan natrium tiosulfat ini adalah rekristalisasi. Langkah awal yang kami lakukan dalam pembuatan natrium tiosulfat ini adalah menimbang natrium sulfit sebanyak 25 gr lalu menambahkan aquadest. Natrium sulfit guna sumber natrium tiosulfat. Adapun guna dari penambahan aquadest adalah sebagai pelarut natrium sulfit. Kelarutan natrium sulfit dalam air pada suhu kamar kecil sehingga natrium sulfit susah larut. Selanjutnya menambahkan etanol terhadap balerang sehingga berbentuk pasta.lihat pertanyaan. Tujuan dari penambahan etanol disini adalah sebagai pelarut dari baleran. Tujuan dari balerang dijadikan pasta karena balerang yang tersedia adalah S 8, sedangkan balerang yang kita butuhkan adalah S, sehingga ketika dijadikan pasta maka ikatan antara S-S pada S 8 akan terputus. Lalu campurkan balerang dalam bentuk pasta ke dalam natrium sulfit hepta hidrat dalam labu, disertai dengan pemasukan batu didih. Guna batu didih disini adalah untuk mencegah terjadinya Bumping (letupan) ketika dilakukan pemanasan. Lakukan refluks, dengan guna untuk mempercepat terjadinya reaksi, menguapkan etanol yang berlebih selama 1 jam. Lalu didinginkan dan disaring. Tujuan dari penyaringan disini adalah untuk mendapatkan larutan yang bebas dari Kristal-kristal yang tidak larut saat pemanasan. Ketika didapatkan larutan tersebut, lakukan penguapan. Disini bertujuan untuk mendapatkan larutan sebesar 25 ml. lalu di masukkan ke bak es, untuk mendapatkan Kristal, inilah yg disebut rekristalisasi. Disini kami mendapatkan Kristal natrium tiosulfat sebesar 1,18 gr dengan rendemen sebesar 2,397 %. Hasil praktiukum kali ini dipengaruhi oleh beberapa kesalahan. Kesalahan pertama adalah pada waktu membuat pasta kelebihan air sehingga pastanya menjadi lebih encer dan yang kedua pada waktu refluk terlalu lama sehingga banyak zat yang kita inginkan hilang menguap ke udara.
15 V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Praktikum Kimia Anorganik I Dari praktikum yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Metoda yang digunakan adala rekristalisasi (jelaskan) Prinsip yang kita gunkan dalam praktikum kali ini adalah rekristalisasi b. Reaksi yang terjadi adalah : tanda aqua Na 2 SO 3 + 1/8S 8 H 2 O/C 2 H 5 OH Na 2 S 2 O 3. 5H 2 0 c. Rendemen sebesar 2,937 %. Ini berarti Kristal yang didapat kurang murni. 5.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan demi kelancaran pratikum selanjutnya adalah : 1. Etanol yang harus ditambahkan sebanyak 15 ml terhadap balerang agar pasta terbentuk sempurna. 2. Air yang harus ditambahkan terhadap natrium sulfit 50 ml. 3. Lakukan penguapan sampai terbentuk kristal berwarna kuning. 4. Pada waktu distilasi harus diperhatikan betul jangan sampai lebih 1 jam karena akan membuat zat lain akan menguap.
16 DAFTAR PUSTAKA Jasjfi,E. Austin, T. George INDUSTRI PROSES KIMIA. Edisi Kelima. Jakarta. Erlangga. Svehla. G VOGEL KIMIA ANALISA KUANTITATIF ANORGANIK. Jakarta : PT. Kalman Media Pusaka. Underwood.A.L & Day,R.A ANALISA KIMIA KUANTITATIF.Edisi Keenam. Jakarta : Erlangga.
LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT
LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT DI SUSUN OLEH : NAMA : IMENG NIM : ACC 109 011 KELOMPOK : 2 ( DUA ) HARI / TANGGAL : SABTU, 28 MEI 2011
PENENTUAN KADAR CuSO 4. Dengan Titrasi Iodometri
PENENTUAN KADAR CuSO 4 Dengan Titrasi Iodometri 22 April 2014 NURUL MU NISAH AWALIYAH 1112016200008 Kelompok 2 : 1. Widya Kusumaningrum (111201620000) 2. Ipa Ida Rosita (1112016200007) 3. Ummu Kalsum A.L
ANION TIOSULFAT (S 2 O 3
ANION TIOSULFAT (S 2 O 3 2- ) Resume Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Kimia Analitik I Oleh: Dhoni Fadliansyah Wahyu NIM. 109096000004 PROGRAM STUDI KIMIA JURUSAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN
PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT
I. Tujuan Percobaan ini yaitu: PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT Adapun tujuan yang ingin dicapai praktikan setelah melakukan percobaan 1. Memisahkan dua garam berdasarkan kelarutannya pada suhu tertentu
TITRASI PENETRALAN (asidi-alkalimetri) DAN APLIKASI TITRASI PENETRALAN
TITRASI PENETRALAN (asidi-alkalimetri) DAN APLIKASI TITRASI PENETRALAN I. JUDUL PERCOBAAN : TITRASI PENETRALAN (asidi-alkalimetri) DAN APLIKASI TITRASI PENETRALAN II. TUJUAN PERCOBAAN : 1. Membuat dan
Macam-macam Titrasi Redoks dan Aplikasinya
Macam-macam Titrasi Redoks dan Aplikasinya Macam-macam titrasi redoks Permanganometri Dikromatometri Serimetri Iodo-iodimetri Bromatometri Permanganometri Permanganometri adalah titrasi redoks yang menggunakan
JURNAL PRAKTIKUM. KIMIA ANALITIK II Titrasi Permanganometri. Selasa, 10 Mei Disusun Oleh : YASA ESA YASINTA
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II Titrasi Permanganometri Selasa, 10 Mei 2014 Disusun Oleh : YASA ESA YASINTA 1112016200062 Kelompok : Ma wah shofwah Millah hanifah Savira aulia Widya fitriani PROGRAM
Titrasi IODOMETRI & IOdimetri
Perhatikan gambar Titrasi IODOMETRI & IOdimetri Pemutih Tujuan Pembelajaran Mendeskripsikan pengertian titrasi iodo-iodimetri Menjelaskan prinsip dasar titrasi iodo-iodimetri Larutan standar Indikator
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
IODIMETRI Disusun oleh: EKA RATRI NOOR W. INDAH AR YUDHA IKOMA I. TRIAS ISTINA R. ALFIN YUNIARTI VIDIA NISA N. WINDA D. ANANDHIEKA M. TALITHA ARDIYAN SUKMA NIO HOKI PRATIWI JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA
Metodologi Penelitian
16 Bab III Metodologi Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode titrasi redoks dengan menggunakan beberapa oksidator (K 2 Cr 2 O 7, KMnO 4 dan KBrO 3 ) dengan konsentrasi masing-masing
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I (Pembuatan Kalium Nitrat) Penyusun: Sri Rizka Fadila Guci/ 1205735 Kelompok 6 Rizha Virly/ 1205718 Sherly Destia Rahyu/ 1205715 Silvia Utari/ 1205711 Umul Khairi MS/
TITRASI IODOMETRI Oleh: Regina Tutik Padmaningrum Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta
TITRASI IODOMETRI Oleh: Regina Tutik Padmaningrum Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta [email protected] Pendahuluan Titrasi merupakan suatu proses analisis dimana suatu
BAB V METODOLOGI. 5.1 Alat yang digunakan: Tabel 3. Alat yang digunakan pada penelitian
14 BAB V METODOLOGI 5.1 Alat yang digunakan: Tabel 3. Alat yang digunakan pada penelitian No. Nama Alat Jumlah 1. Oven 1 2. Hydraulic Press 1 3. Kain saring 4 4. Wadah kacang kenari ketika di oven 1 5.
PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA
PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA 1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan kadar natrium karbonat dan natrium hidrogen karbonat dengan titrasi
BAB V METODOLOGI. Pada tahap ini, dilakukan pengupasan kulit biji dibersihkan, penghancuran biji karet kemudian
BAB V METODOLOGI Penelitian ini akan dilakukan 2 tahap, yaitu : Tahap I : Tahap perlakuan awal (pretreatment step) Pada tahap ini, dilakukan pengupasan kulit biji dibersihkan, penghancuran biji karet kemudian
BAB IV. HASIL PENGAMATAN dan PERHITUNGAN
BAB IV HASIL PENGAMATAN dan PERHITUNGAN A. HASIL PENGAMATAN 1. Standarisasi KMnO 4 terhadap H 2 C 2 O 4 0.1 N Kelompok Vol. H 2 C 2 O 4 Vol. KMnO 4 7 10 ml 10.3 ml 8 10 ml 10.8 ml 9 10 ml 10.4 ml 10 10
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK I PERCOBAAN VI TITRASI REDOKS
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK I PERCOBAAN VI TITRASI REDOKS O L E H: NAMA : HABRIN KIFLI HS STAMBUK : F1C1 15 034 KELOMPOK : V (LIMA) ASISTEN : SARTINI, S.Si LABORATORIUM KIMIA ANALITIK FAKULTAS MATEMATIKA
Modul 3 Ujian Praktikum. KI2121 Dasar Dasar Kimia Analitik PENENTUAN KADAR TEMBAGA DALAM KAWAT TEMBAGA
Modul 3 Ujian Praktikum KI2121 Dasar Dasar Kimia Analitik PENENTUAN KADAR TEMBAGA DALAM KAWAT TEMBAGA Disusun oleh: Sandya Yustitia 10515050 Fritz Ferdinand 10515059 Maulinda Kusumawardani 10515061 Muhammad
MAKALAH KIMIA ANALIS TITRASI IODIMETRI JURUSAN FARMASI
MAKALAH KIMIA ANALIS TITRASI IODIMETRI JURUSAN FARMASI Di Susun Oleh : Ida Ayu Laksmi Dewi (12330057) Dina Rachmawati (12330060) Ade Andriyani (12330081) Rizky Nasurullah (12330086) Yeni Apri Anwarwati
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2. Titrasi Permanganometri. Selasa, 6 Mei Disusun Oleh: Yeni Setiartini. Kelompok 3: Fahmi Herdiansyah
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 Titrasi Permanganometri Selasa, 6 Mei 2014 Disusun Oleh: Yeni Setiartini 1112016200050 Kelompok 3: Fahmi Herdiansyah Huda Rahmawati Aida Nadia Rizky Harry Setiawan. PROGRAM
LAPORAN PRAKTIKUM STANDARISASI LARUTAN NaOH
LAPORAN PRAKTIKUM STANDARISASI LARUTAN NaOH I. Tujuan Praktikan dapat memahami dan menstandarisasi larutan baku sekunder NaOH dengan larutan baku primer H 2 C 2 O 4 2H 2 O II. Dasar Teori Reaksi asam basa
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA ANALITIK II TITRASI IODOMETRI. KAMIS, 24 April 2014
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA ANALITIK II TITRASI IODOMETRI KAMIS, 24 April 2014 DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha 1112016200028 KELOMPOK 4 1. Annisa Etika Arum 2. Aini Nadhokhotani Herpi 3. Rhendika Taufik
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I REAKSI KIMIA PADA SIKLUS LOGAM TEMBAGA Oleh : Luh Putu Arisanti 1308105006 JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA BADUNG TAHUN 2013/2014
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENTUAN KADAR KLORIDA. Senin, 21 April Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH KELOMPOK 1
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENTUAN KADAR KLORIDA Senin, 21 April 2014 Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH 1112016200040 KELOMPOK 1 MILLAH HANIFAH (1112016200073) YASA ESA YASINTA (1112016200062) WIDYA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perak Nitrat Perak nitrat merupakan senyawa anorganik tidak berwarna, tidak berbau, kristal transparan dengan rumus kimia AgNO 3 dan mudah larut dalam alkohol, aseton dan air.
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan - Siswa mampu membuktikan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat terlarut. - Siswa mampu membedakan titik beku larutan elektrolit
Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan
STOIKIOMETRI Pengertian Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia) Stoikiometri adalah hitungan kimia Hubungan
MAKALAH KIMIA ANALITIK 1. Iodo Iodimetri
MAKALAH KIMIA ANALITIK 1 Iodo Iodimetri OLEH KELOMPOK 5 1. Dwivelia Aftika Sari (1201495) 2. Uswatun Hasanah (1205736) 3. Margarita Claudya Maida (1205696) Dosen Pembimbing: Dr.Mawardi, M.Si JURUSAN KIMIA
Reaksi Dehidrasi: Pembuatan Sikloheksena. Oleh : Kelompok 3
Reaksi Dehidrasi: Pembuatan Sikloheksena Oleh : Kelompok 3 Outline Tujuan Prinsip Sifat fisik dan kimia bahan Cara kerja Hasil pengamatan Pembahasan Kesimpulan Tujuan Mensintesis Sikloheksena Menentukan
BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif
BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif Departemen Farmasi FMIPA UI, dalam kurun waktu Februari 2008 hingga Mei 2008. A. ALAT 1. Kromatografi
PEMBUATAN ETIL ASETAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI
PEMBUATAN ETIL ASETAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI TUJUAN Mempelajari pengaruh konsentrasi katalisator asam sulfat dalam pembuatan etil asetat melalui reaksi esterifikasi DASAR TEORI Ester diturunkan dari
BAB III METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Minyak Atsiri dan Bahan
BAB III METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Minyak Atsiri dan Bahan Penyegar, Unit Pelayanan Terpadu Pengunjian dan Sertifikasi Mutu Barang (UPT. PSMB) Medan yang bertempat
PEMBUATAN REAGEN KIMIA
PEMBUATAN REAGEN KIMIA 1. Larutan indikator Phenol Pthalein (PP) 0,05 % 0,05 % = 0,100 gram Ditimbang phenol pthalein sebanyak 100 mg dengan neraca kasar, kemudian dilarutkan dengan etanol 96 % 100 ml,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kimia Analisis.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kimia Analisis. 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 18 hingga
TITRASI IODOMETRI DENGAN NATRIUM TIOSULFAT SEBAGAI TITRAN Titrasi redoks merupakan jenis titrasi yang paling banyak jenisnya. Terbaginya titrasi ini
TITRASI IODOMETRI DENGAN NATRIUM TIOSULFAT SEBAGAI TITRAN Titrasi redoks merupakan jenis titrasi yang paling banyak jenisnya. Terbaginya titrasi ini dikarenakan tidak ada satu senyawa (titran) yang dapat
TITRASI IODOMETRI. Siti Masitoh. M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana, Ira Nurpialawati PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
TITRASI IODOMETRI Siti Masitoh 1112016200006 M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana, Ira Nurpialawati PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI. Sementara analisis dengan menggunakan instrumen dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu membuat nata dari kulit pisang dengan menggunakan sumber nitrogen alami dari ekstrak kacang hijau. Nata yang dihasilkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari Februari 2014.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari Februari 2014. 2. Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Teknik Pengolahan
BAB III METODE PENELITIAN. selulosa Nata de Cassava terhadap pereaksi asetat anhidrida yaitu 1:4 dan 1:8
34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini diawali dengan mensintesis selulosa asetat dengan nisbah selulosa Nata de Cassava terhadap pereaksi asetat anhidrida yaitu 1:4 dan 1:8
Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap.
A. JUDUL PERCOBAAN Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap. B. TUJUAN PERCOBAAN Mahasiswa diharapkan mampu mempelajari pembuatan dan sifat-sifat garam rangkap kupri ammonium sulfat dan garam kompleks
LAPORAN PRAKTIKUM ASPIRIN
LAPORAN PRAKTIKUM ASPIRIN I. Tujuan Praktikum 1. Melakukan sintesis aspirin dari asam salisilat dan asam asetat anhibrida 2. Menjelaskan prinsip asetilasi II. Landasan Teoritis Reaksi asam salisilat (asam
Disusun oleh: Jamaludin Al Anshori, S.Si
Disusun oleh: Jamaludin Al Anshori, S.Si DAFTAR HALAMAN Manual Prosedur Pengukuran Berat Jenis... 1 Manual Prosedur Pengukuran Indeks Bias... 2 Manual Prosedur Pengukuran kelarutan dalam Etanol... 3 Manual
BAB V METODOLOGI. Gambar 6. Pembuatan Minyak wijen
18 BAB V METODOLOGI 5.1 Pengujian Kinerja Alat Press Hidrolik 5.1.1 Prosedur Pembuatan Minyak Wijen Biji Wijen Pembersihan Biji Wijen Pengovenan Pengepresan Pemisahan Minyak biji wijen Bungkil biji wijen
Blanching. Pembuangan sisa kulit ari
BAB V METODOLOGI 5.1 Pengujian Kinerja Alat Press Hidrolik 5.1.1 Prosedur Pembuatan Minyak Kedelai Proses pendahuluan Blanching Pengeringan Pembuangan sisa kulit ari pengepresan 5.1.2 Alat yang Digunakan
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENRUAN KADAR VITAMIN C MENGGUNAKAN TITRASI IODOMETRI. Senin, 28 April Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENRUAN KADAR VITAMIN C MENGGUNAKAN TITRASI IODOMETRI Senin, 28 April 2014 Disusun Oleh: MA WAH SHOFWAH 1112016200040 KELOMPOK 1 MILLAH HANIFAH (1112016200073) YASA
III. REAKSI KIMIA. Jenis kelima adalah reaksi penetralan, merupakan reaksi asam dengan basa membentuk garam dan air.
III. REAKSI KIMIA Tujuan 1. Mengamati bukti terjadinya suatu reaksi kimia. 2. Menuliskan persamaan reaksi kimia. 3. Mempelajari secara sistematis lima jenis reaksi utama. 4. Membuat logam tembaga dari
LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL
LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL KELOMPOK : 3 NAMA NIM APRIANSYAH 06111010020 FERI SETIAWAN 06111010018 ZULKANDRI 06111010019 AMALIAH AGUSTINA 06111010021 BERLY DWIKARYANI
Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)
Proses Pembuatan Biodiesel (Proses TransEsterifikasi) Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya menggunakan minyak solar. seperti untuk pembangkit listrik, mesinmesin pabrik
Judul Percobaan II. Tujuan Percobaan III. Tanggal Percobaan IV. Selesai Percobaan Dasar Teori:
I. Judul Percobaan : Titrasi Penetralan dan Aplikasinya II. Tujuan Percobaan : 1. Membuat dan menentukan standarisasi larutan asam 2. Membuat dan menentukan standarisasi larutan basa 3. Menentukan kadar
REAKSI SAPONIFIKASI PADA LEMAK
REAKSI SAPONIFIKASI PADA LEMAK TUJUAN : Mempelajari proses saponifikasi suatu lemak dengan menggunakan kalium hidroksida dan natrium hidroksida Mempelajari perbedaan sifat sabun dan detergen A. Pre-lab
JURNAL PRAKTIKUM SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK 12 Mei 2014
JURNAL PRAKTIKUM SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK 12 Mei 2014 Oleh KIKI NELLASARI (1113016200043) BINA PUTRI PARISTU (1113016200045) RIZQULLAH ALHAQ F (1113016200047) LOLA MUSTAFALOKA (1113016200049) ISNY
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 sampai 28 November 2013
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT 1. Waktu Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 sampai 28 November 2013 2. Tempat Laboratorium Patologi, Entomologi, & Mikrobiologi (PEM) Fakultas Pertanian
3. Metodologi Penelitian
3. Metodologi Penelitian 3.1 Bahan dan Peralatan 3.1.1 Bahan-bahan yang Digunakan Bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah metanol, NaBH 4, iod, tetrahidrofuran (THF), KOH, metilen klorida,
I. Tujuan Percobaan Memahami identifikasi beberapa zat dan ion secara kualitatif
I. Tujuan Percobaan Memahami identifikasi beberapa zat dan ion secara kualitatif II. III. Prinsip Percobaan Berdasarkan sensitifitas panca indera Teori Dasar Analisa dapat diartikan sebagai usaha pemisahan
PENENTUAN KADAR KLORIDA DALAM MgCl 2 DENGAN ANALISIS GRAVIMETRI
PENENTUAN KADAR KLORIDA DALAM MgCl 2 DENGAN ANALISIS GRAVIMETRI Tujuan: Menerapkan analisis gravimetric dalam penentuan kadar klorida Menentukan kadar klorida dalam MgCl 2 Widya Kusumaningrum (1112016200005),
BAB III METODE PENGUJIAN. Rempah UPT.Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Jl. STM
BAB III METODE PENGUJIAN 3.1 Tempat dan Waktu Pengujian Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Minyak Nabati dan Rempah- Rempah UPT.Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Jl. STM No. 17 Kampung
Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI )
41 Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI 06-6989.22-2004) 1. Pipet 100 ml contoh uji masukkan ke dalam Erlenmeyer 300 ml dan tambahkan 3 butir batu didih. 2. Tambahkan KMnO
LARUTAN. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak.
LARUTAN Larutan merupakan campuran yang homogen,yaitu campuran yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. Suatu larutan mengandung dua komponen atau lebih yang disebut
METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 dengan
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 dengan tahapan isolasi selulosa dan sintesis CMC di Laboratorium Kimia Organik
Laporan praktikum kimia logam dan non logam
Laporan praktikum kimia logam dan non logam natrium peroksoborat Nama Anggota Kelompok Ebsya Serashi James Marisi Yeshinta Risky Priasmara Putri Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 2 SINTESIS DAN KARAKTERISASI CIS DAN TRANS KALIUM DIOKSALATODIAKUOKROMAT ( III )
LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 2 SINTESIS DAN KARAKTERISASI CIS DAN TRANS KALIUM DIOKSALATODIAKUOKROMAT ( III ) OLEH : NAMA : IMENG NIM: ACC 109 011 KELOMPOK : 2 ( DUA ) HARI, TANGGAL
BAB 3 METODE PENELITIAN. 1. Neraca Analitik Metter Toledo. 2. Oven pengering Celcius. 3. Botol Timbang Iwaki. 5. Erlenmayer Iwaki. 6.
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Alat alat 1. Neraca Analitik Metter Toledo 2. Oven pengering Celcius 3. Botol Timbang Iwaki 4. Desikator 5. Erlenmayer Iwaki 6. Buret Iwaki 7. Pipet Tetes 8. Erlenmayer Tutup
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK VOLUM MOLAL PARSIAL. Nama : Ardian Lubis NIM : Kelompok : 6 Asisten : Yuda Anggi
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK VOLUM MOLAL PARSIAL Nama : Ardian Lubis NIM : 121810301028 Kelompok : 6 Asisten : Yuda Anggi LABORATORIUM KIMIA FISIK JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN A. HASIL PENGAMATAN 1. Standarisasi AgNO 3 terhadap NaCl 0.1 N (Cara Mohr) Kelompok Vol. NaCl Vol. AgNO 3 7 10 ml 4 ml 8 10 ml 4.2 ml 9 10 ml 4.2 ml 10 10 ml 4.3
1. Werthein E, A Laboratory Guide for Organic Chemistry, University of Arkansas, 3 rd edition, London 1953, page 51 52
I. Pustaka 1. Werthein E, A Laboratory Guide for Organic Chemistry, University of Arkansas, 3 rd edition, London 1953, page 51 52 2. Ralph J. Fessenden, Joan S Fessenden. Kimia Organic, Edisi 3.p.42 II.
BAB 3 METODE PERCOBAAN Penentuan Kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) a. Gelas ukur pyrex. b. Pipet volume pyrex. c.
BAB 3 METODE PERCOBAAN Pada analisis yang dilakukan terhadap penentuan kadar dari beberapa parameter pada limbah cair pengolahan kelapa sawit menggunakan beberapa perbedaan alat dan metode, adapun beberapa
MODUL I Pembuatan Larutan
MODUL I Pembuatan Larutan I. Tujuan percobaan - Membuat larutan dengan metode pelarutan padatan. - Melakukan pengenceran larutan dengan konsentrasi tinggi untuk mendapatkan larutan yang diperlukan dengan
I. ISOLASI EUGENOL DARI BUNGA CENGKEH
Petunjuk Paktikum I. ISLASI EUGENL DARI BUNGA CENGKEH A. TUJUAN PERCBAAN Mengisolasi eugenol dari bunga cengkeh B. DASAR TERI Komponen utama minyak cengkeh adalah senyawa aromatik yang disebut eugenol.
II. HARI DAN TANGGAL PERCOBAAN
I. JUDUL PERCOBAAN Titrasi Penetralan dan Aplikasinya II. HARI DAN TANGGAL PERCOBAAN Jum at, 4 Desember 2015 III. SELESAI PERCOBAAN Jum at, 4 Desember 2015 IV. TUJUAN PERCOBAAN 1. Membuat dan menentukan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan yang digunakan Kerupuk Udang. Pengujian ini adalah bertujuan untuk mengetahui kadar air dan
ASIDI-ALKALIMETRI PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT
ASIDI-ALKALIMETRI PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT I. DASAR TEORI I.1 Asidi-Alkalimetri Asidi-alkalimetri merupakan salah satu metode analisis titrimetri. Analisis titrimetri mengacu pada analisis kimia
Pembuatan Larutan CuSO 4. Widya Kusumaningrum ( ), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati.
Pembuatan Larutan CuSO 4 Widya Kusumaningrum (1112016200005), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati. Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Penentuan Kesadahan Dalam Air
Penentuan Kesadahan Dalam Air I. Tujuan 1. Dapat menentukan secara kualitatif dan kuantitatif kation (Ca²+,Mg²+) 2. Dapat membuat larutan an melakukan pengenceran II. Latar Belakang Teori Semua makhluk
Sumber:
Sifat fisik dan kimia bahan 1. NaOH NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain. Sangat basa, keras, rapuh dan menunjukkan
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 PEMBUATAN TAWAS. Penyusun : Muhammad Fadli ( ) Kelompok 3 ( Tiga) : Pinta Rida.
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 PEMBUATAN TAWAS Penyusun : Muhammad Fadli (1301782) Kelompok 3 ( Tiga) : Pinta Rida Serlin Oktavia Ade Amelia NST Dosen :1.Dra. Bayharti, M.Sc 2. Miftahul Khair, S.si
Modul 1 Analisis Kualitatif 1
Modul 1 Analisis Kualitatif 1 Indikator Alami I. Tujuan Percobaan 1. Mengidentifikasikan perubahan warna yang ditunjukkan indikator alam. 2. Mengetahui bagian tumbuhan yang dapat dijadikan indikator alam.
TITRASI KOMPLEKSOMETRI
TITRASI KOMPLEKSOMETRI I. TUJUAN a. Menstandarisasi EDTA dengan larutan ZnSO 4 b. Menentukan konsentrasi larutan Ni 2+ c. Memahami prinsip titrasi kompleksometri II. TEORI Titrasi kompleksometri adalah
2. Eveline Fauziah. 3. Fadil Hardian. 4. Fajar Nugraha
Modul Praktikum Nama Pembimbing Nama Mahasiswa : Kimia Fisik : Bapak Drs.Budi Santoso, Apt.MT : 1. Azka Muhammad Syahida 2. Eveline Fauziah 3. Fadil Hardian 4. Fajar Nugraha Tanggal Praktek : 21 Semptember
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : 19630504 198903 2 001 DIBIAYAI OLEH DANA DIPA Universitas Riau Nomor: 0680/023-04.2.16/04/2004, tanggal
Soal ini terdiri dari 25 soal PG (50 poin) dan 6 soal essay (88 poin)
Bidang Studi Kode Berkas : Kimia : KI-T01 (soal) Soal ini terdiri dari 25 soal PG (50 poin) dan 6 soal essay (88 poin) Tetapan Avogadro N A = 6,022 10 23 partikel.mol 1 Tetapan Gas Universal R = 8,3145
MENYARING DAN MENDEKANTASI
MENYARING DAN MENDEKANTASI MENYARING - Menyaring adalah suatu proses dimana partikelpartikel dipisahkan dari cairan dengan melewatkan cairan melalui bahan permeabel (kertas saring,dll). - Endapan : suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Analisa dan Laboratorium Proses Industri Kimia, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sumatera
TITRASI IODIMETRI PENENTUAN KADAR VITAMIN C. Siti Masitoh. M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana, Ira Nurpialawati PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
TITRASI IODIMETRI PENENTUAN KADAR VITAMIN C Siti Masitoh 1112016200006 M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana, Ira Nurpialawati PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PENENTUAN KADAR ASAM ASETAT DALAM ASAM CUKA DENGAN ALKALIMETRI
PENENTUAN KADAR ASAM ASETAT DALAM ASAM CUKA DENGAN ALKALIMETRI I. CAPAIAN PEMBELAJARAN Praktikan mampu menetapkan kadar CH3COOH (asam asetat) dan asam cuka (HCl) menggunakan prinsip reaksi asam-basa. II.
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN III (PEMURNIAN BAHAN MELALUI REKRISTALISASI)
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN III (PEMURNIAN BAHAN MELALUI REKRISTALISASI) OLEH : NAMA : HANIFA NUR HIKMAH STAMBUK : A1C4 09001 KELOMPOK ASISTEN : II (DUA) : WD. ZULFIDA NASHRIATI LABORATORIUM
Lampiran 1. Pohon Industri Turunan Kelapa Sawit
LAMPIRAN Lampiran 1. Pohon Industri Turunan Kelapa Sawit 46 Lampiran 2. Diagram alir proses pembuatan Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) Metil Ester Olein Gas SO 3 7% Sulfonasi Laju alir ME 100 ml/menit,
TITRASI DENGAN INDIKATOR GABUNGAN DAN DUA INDIKATOR
TITRASI DENGAN INDIKATOR GABUNGAN DAN DUA INDIKATOR I. TUJUAN 1. Memahami prinsip kerja dari percobaan. 2. Menentukan konsentrasi dari NaOH dan Na 2 CO 3. 3. Mengetahui kegunaan dari titrasi dengan indikator
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I NAMA KELOMPOK : MELVIA PERMATASARI (08121006013) MELANY AMDIRA (08121006027) ANIS ALAFIFAH (08121006029) PUTRI WULANDARI (08121006071) MUTIARA BELLA (08121006073) JURUSAN
TITRASI REDUKSI OKSIDASI OXIDATION- REDUCTION TITRATION
TITRASI REDUKSI OKSIDASI OXIDATION- REDUCTION TITRATION HERMAN, S.Pd., M.Si FARMASI UNMUL TITRASI REDUKSI OKSIDASI TITRASI REDUKSI OKSIDASI DEFINISI analisis titrimetri yang didasarkan pada reaksi reduksi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu membuat nata dari limbah cair tapioka dengan menggunakan sumber nitrogen alami dari ekstrak. Nata yang dihasilkan kemudian
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 KEREAKTIFAN LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH 7 Oktober 2014 SEPTIA MARISA ABSTRAK
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1 KEREAKTIFAN LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH 7 Oktober 2014 SEPTIA MARISA 1113016200027 ABSTRAK Kereaktifan Logam alkali dan alkali tanah luar biasa besar. Dalam satu golongan,
DAFTAR PEREAKSI DAN LARUTAN
DAFTAR PEREAKSI DAN LARUTAN Terkadang ketika di laboratorium, ada rasa ingin tahu bagaimana cara membuat pereaksi molisch, barfoed, seliwanoff dan sebagainya. Nah, disini saya mencoba menyajikan bagaimana
HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) NAMA : YUSI ANDA RIZKY NIM : H311 08 003 KELOMPOK : II (DUA) HARI/TGL PERC. : SENIN/08 MARET 2010 ASISTEN : FITRI JUNIANTI LABORATORIUM KIMIA FISIKA
LAPORAN PERCOBAAN. HARI/ TANGGAL PERCOBAAN Hari Jum at/ Tanggal 04 Desember 2015 Pukul WIB
LAPORAN PERCOBAAN I II III IV V JUDUL PERCOBAAN Titrasi Penetralan dan Aplikasinya HARI/ TANGGAL PERCOBAAN Hari Jum at/ Tanggal 04 Desember 2015 Pukul 13.00 WIB SELESAI PERCOBAAN Hari Jum at/ Tanggal 04
Lampiran 1. Prosedur Analisis Karakteristik Pati Sagu. Kadar Abu (%) = (C A) x 100 % B
Lampiran 1. Prosedur Analisis Karakteristik Pati Sagu 1. Analisis Kadar Air (Apriyantono et al., 1989) Cawan Alumunium yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya diisi sebanyak 2 g contoh lalu ditimbang
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK FARMASI PERCOBAAN I PERBEDAAN SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK FARMASI PERCOBAAN I PERBEDAAN SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK OLEH: NAMA : ISMAYANI STAMBUK : F1 F1 10 074 KELOMPOK : III KELAS : B ASISTEN : RIZA AULIA JURUSAN FARMASI FAKULTAS
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II PENENTUAN LAJU REAKSI DAN TETAPAN LAJU
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II PENENTUAN LAJU REAKSI DAN TETAPAN LAJU Nama NIM Prodi Anggota kelompok Disusun oleh: : Edi Siswanto : H13112071 : Kimia : 1. Alpius Suriadi 2. Gloria Sindora 3. Indri
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab IV Hasil dan Pembahasan Kualitas minyak dapat diketahui dengan melakukan beberapa analisis kimia yang nantinya dibandingkan dengan standar mutu yang dikeluarkan dari Standar Nasional Indonesia (SNI).
