IMPLEMENTASI ALGORITMA ARITHMETIC CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO VIA FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IMPLEMENTASI ALGORITMA ARITHMETIC CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO VIA FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL)"

Transkripsi

1 semantik, Vol.3, No.2, Jul-Des 2017, pp ISSN: (Online) 79 IMPLEMENTASI ALGORITMA ARITHMETIC CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO VIA FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL) Uswatun Hasanah *1, Sutardi 2, Rahmat Ramadhan 3 *1,2,3 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Kendari * 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] Abstrak Teknik kompresi digunakan untuk proses transmisi data (data transmission) dan data penyimpangan data (storage) Bila ditinjau dari sisi penggunaannya, kompresi data bersifat umum untuk segala keperluan atau bersifat khusus untuk keperluan tertentu. Dalam penelitian ini, dibangun sebuah aplikasi kompresi file audio dengan menggunakan algoritma lossless compression, yaitu Arithmetic Coding Pengujian dilakukan untuk mengetahui besar rasio kompresi, waktu kompresi, dan waktu dekompresi. Ada 2 file yang diujikan, yaitu file audio berekstensi *.wav dan *.mp3. Pengujian aplikasi kompresi ini dilakukan dengan menguji file yang mempunyai ukuran berbeda-beda dengan nilai sample rate dan bitrate yang sama dan via FTP (File Transfer Protokol). Hasil pengujian diperoleh, rata-rata rasio kompresi terbaik terdapat pada pengujian file wav yaitu dengan rasio sebesar 11 % dan rasio terkecil pada pengujian file mp3 dengan rasio 2,4 %. file dengan pengujian waktu tercepat terjadi pada file mp3 dimana waktu terbaik pengujian dengan ratarata second. Sedangkan waktu terlama saat pengujian terjadi pada pengujian file wav dengan waktu kompresi rata-rata second. File audio dengan ukuran yang besar membutuhkan waktu lebih lama dalam melakukan proses kompresi. Kata kunci Arithmetic Coding, File Audio, Kompresi, Dekompresi Abstract Compression technique used for data transmission process (data transmission) and data deviation data (storage) When viewed from the side of its use, data compression is general for all purposes or is specific for a particular purpose. In this research, built an audio file compression application using lossless compression algorithm, that is Arithmetic Coding. The test was performed to find out the compression ratio, compression time, and decompression time. There are 2 files tested, the audio file extension *.wav and *.mp3. Testing this compression application is done by testing the files that have different sizes with the same sample rate and bitrate and via FTP (File Transfer Protocol). Test results obtained, the average best compression ratio found in the test file wav is the ratio of 11% and the smallest ratio in the test of mp3 files with a ratio of 2.4%. Files with the fastest time testing occurs on mp3 files where the best time of testing with an average of 2,276 second. While the longest time during the test occurred in the test file wav with compression time average second. Audio files of a large size take longer in the compression process.une 1 st,2012; Revised June Keywords Arithmetic Coding, File Audio, Compression, Decompression Received June 1 st,2012; Revised June 25 th, 2012; Accepted July 10 th, 2012

2 80 Aplikasi Kompresi File Audio Menggunakan Algoritma Arithmetic Coding via FTP 1. PENDAHULUAN P ada dasarnya teknik kompresi digunakan untuk proses transmisi data (data transmission) dan data penyimpanan data( storage ). Bila ditinjau dari sisi penggunaanya, kompresi data bisa bersifat umum untuk segala keperluan atau bersifat khusus untuk keperluan tertentu. Keuntungan data yang terkompresi antara lain; mengurangi bottleneck pada proses I/O dan transmisi data, penyimpanan data lebih hemat ruang, dan mempersulit pembacaan data oleh pihak yang tidak berkepentingan. Arithmetic Coding adalah salah satu algoritma lossless data compression, yang terkenal mempunyai kemungkinan rasio kompresi terbaik daripada algoritma lossless data compression lainnya. Hal ini dikarenakan Arithmetic Coding mempunyai efisiensi yang tinggi dan dapat dengan mudah diimplementasikan pada hardware. Decoder pada Arithmetic Coding menggunakan kode sumber yang hampir sama dengan encoder yang juga membuat implementasinya mudah [1]. File audio adalah salah satu file yang paling sering digunakan untuk transmisi data maupun penyimpanan. File ini mempunyai ukuran yang termasuk besar. Dengan ukurannya ini, akan membuat kesulitan dalam transmisi maupun penyimpanan data. Sehingga dalam penelitian ini akan diimplemetasikan algoritma kompresi, yaitu algoritma Arithmetic Coding yang diujikan untuk mengkompresi berkas file audio via FTP ( File Transfer Protocol ). Penelitian yang dilakukan oleh [2], mengenai perbandingan hasil kompresi berkas dengan menggunakan metode Lempel- Ziv- Welch (LZW), Arithmetic Coding dan Dynamic Marcov Compression (DMC) dengan judul Implementasi Kompresi Data Menggunakan Algoritma Lempel- Ziv- Welch (LZW), Arithmetic Coding dan Dynamic Marcov Compression (DMC) menghasilkan kesimpulan Arithmetic Coding memberikan hasil kompresi yang terbaik untuk berkas audio. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh [3], mengenai kompresi data dengan judul Perancangan Aplikasi Kompresi File Audio Dengan Algoritma Arithmetic Coding menyimpulkan pada sistem terdapat tahap IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page end_page kompresi dan dekompresi. Tahap kompresi bertujuan untuk memampatkan ukuran file audio, sedangkan tahap dekompresi bertujuan untuk mengemblikan ukuran file audio ke ukuran semula. Serta penilitian oleh [4], mengenai Analisis Perbandingan Kompresi Data dengan Teknik Arithmetic Coding dan Run Length Encoding menyimpulkan teknik kompresi dan dekompresi file dokumen menggunakan teknik Arithmetic Coding memiliki kelebihan dalam hal rrasio kompresi tetapi membutuhkan waktu lebih lama. Sedangkan dengan menggunakan teknik run length encoding membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk proses kompresi dan dekompresi dibandingkan teknik arithmetic coding. Penelitian selanjutnya [5], mengenai Analisis dan Implementasi Kompresi File Audio Dengan Menggunakan Algoritma Run Length Encoding (RLE) menyimpulkan dalam proses pemampatan data terdiri dari 2 tahap yaitu tahap kompresi dan dekompresi. Tahap kompresi bertujuan untuk memampatkan ukuran file audio, sedangkan tahap dekompresi bertujuan untuk mengembalikan ukuran file audio ke ukuran semula. 2. METODE PENELITIAN 2.1 Kompresi Kompresi data adalah proses mengubah sebuah inputstream data (sumber stream atau data mentah asli) ke aliran data lain (output, bitstream, atau aliran terkompresi) yang memiliki ukuran lebih kecil. Sebuah stream dapat berupa file, buffer di memori, atau bit individun yang dikirim pada sebuah saluran komunikasi [6]. Ada banyak metode yang dikenal untuk kompresi data. Semuanya didasarkan pada ide yang berbeda, yang cocok untuk berbagai jenis data, dan menghasilkan hasil yang berbeda, tapi semuanya didasarkan pada prinsip yang sama, yaitu mengkompresi data dengan menghilangkan redundansi dari data asli dalam file [7]. Metode pemampatan data atau kompresi data dapat dikelompokan dalam dua kelompok besar yaitu : 1. Lossless Compression Lossless compression disebut juga dengan reversible compression karena data asli bisa dikembalikan dengan sempurna. Akan tetapi

3 Hasanah, Sutardi dan Ramadhan IJCCSISSN: rasio kompresinya sangat rendah, misalnya pada data teks, gambar seperti GIF dan PNG. Contoh metode ini adalah Shannon-Fano Coding, Huffman Coding, Arithmetic Coding dan lain sebagainya. Kebanyakan program kompresi lossless menggunakan dua jenis algoritma yang berbeda: yang satu menghasilkan model statistik untuk input data, dan yang lainnya memetakan data input ke rangkaian bit menggunakan model ini dengan cara bahwa probable data akan menghasilkan output yang lebih pendek dari improbable data. 2. Lossy Compression Pada teknik ini akan terjadi kehilangan sebagian informasi. Data yang telah dimampatkan dengan teknik ini secara umum tidak bisa direkonstruksi sama persis dari data aslinya. Lossy compression disebut juga irreversible compression karena data asli mustahil untuk dikembalikan seperti semula. Kelebihan teknik ini adalah rasio kompresi yang tinggi dibanding metode lossless. 2.2 Audio Audio adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu yang disebut frekuensi. Selama bergetar, perbedaan tekanan terjadi di udara sekitarnya. Pola osilasi yang terjadi dinamakan sebagai gelombang. Gelombang mempunyai pola sama yang berulang pada interval tertentu, yang disebut sebagai periode. a. WAVeform audio (*.wav) WAV adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris WAVeform audio format merupakan standar format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakan standar format container file yang digunakan oleh windows. WAV umumnya digunakan untuk menyimpan audio tak termampatkan (terkompresi), file suara berkualitas CD, yang berukuran besar (sekitar 10 MB per menit). File WAV juga dapat berisi data terkodekan dengan beraneka ragam codec untuk mengurangi ukuran file. File WAV menggunakan struktur standar RIFF dengan mengelompokan isi file ke dalam bagian-bagian seperti format WAV dan data digital audio. Setiap bagian memiliki headernya sendiri-sendiri beserta dengan ukurannya. Struktur RIFF (Resource Interchange File Format) ini merupakan struktur yang biasa digunakan untuk data multimedia dalam Windows. Struktur ini mengatur data dalam file ke dalam bagianbagian yang masing-masing memiliki header dan ukurannya sendiri dan disebut sebagai chunk. Struktur ini memungkinkan bagi program bila tidak mengenali bagian tertentu untuk melompati bagian tersebut dan terus memproses bagian yang dikenal. Data dari suatu bagian bisa memiliki sub-bagian dan seluruh data dalam file berstruktur RIFF selalu merupakan sub bagian dari suatu bagian yang memiliki header RIFF. Gambar 1 menunjukan struktur file audio wav [5]. Gambar 1 Strukur file *.wav [5] The RIFF Chunk descriptor menunjukan file format wav yang terdiri dari 2 subchunk yaitu fmt dan data. ChunkID menunjukan terdiri dari kata RIFF dalam bentuk ASCII, Chunk size menunjukan besarnya ukuran file dalam byte dikurangi 8 byte untuk 2 field yang tidak termasuk dalam hitungan, yaitu ChunkID dan Chunk size, serta format terdiri dari kata wav dalam bentuk ASCII. The fmt sub-chunk menggambarkan format informasi suara di dalam subchunk. SubCunk1ID terdiri dari kata fmt, subchunk1size ukuranya sebesar data format wav 16 byte ditambah dengan ekstra format byte yang diperlukan untuk format wav khusus, Audio Format bernilai pcm = 1(linear quantitation) jika nilai lebih dari 1 mengindikasikan file wav kompresi, Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

4 82 Aplikasi Kompresi File Audio Menggunakan Algoritma Arithmetic Coding via FTP NumChanel menunjukan jumlah chanel yang digunakan dalam file, Sampel rate menunjukan jumlah sampel dalam file per detik. Bit rate mengindikasikan berapa besar bit data wav harus di-stream ke converter digital audio tiap detik sewaktu file dimainkan, Block align menunjukan jumlah byte tiap potong sampel dan Bit per sampel menunjukan jumlah bit yang digunakan untuk mendefinisikan tiap sampel. The data SubChunk2ID berisi ukuran dari informasi suara dan terdiri dari data suara mentah. SubChunk2ID terdiri dari kata data, SubChunk2Size menunjukan besar ukuran data dan data berisi data audio sebenarnya [5]. b. MPEG-1 Audio Layer 3 (*.mp3) MPEG-1 Audio Layer 3 atau lebih dikenal sebagai MP3 adalah salah satu format berkas pengodean suara yang memiliki kompresi yang baik (meskipun bersifat lossy) sehingga ukuran berkas bisa memungkinkan menjadi lebih kecil. Berkas ini dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman Karlheinz Brandenburg. MP3 memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). MP3 mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia. Kelebihan Mp3 ; 1. Merupakan format audio yang sering digunakan yang biasa digunakan sebagai output file audio. 2. Mp3 memiliki kapasitas yang lumayan kecil. 2.4 Algoritma Arithmetic Coding Pada dasarnya algoritma kompresi data melakukan penggantian satu atau lebih simbol input dengan kode tertentu. Berbeda dengan cara tersebut, Arithmetic Coding mengantikan satu deretan simbol input dengan sebuah bilangan Floating Point. Semakin panjang dan kompleks pesan yang dikodekan, semakin banyak bit yang diperlukan untuk keperluan tersebut. Output dari Arithmetic Coding ini adalah satu angka yang lebih kecil dari 1 dan lebih besar atau sama dengan 0. Angka ini secara unik dapat di-decode sehingga menghasilkan deretan simbol yang dipakai untuk menghasilkan angka tersebut. Untuk menghasilkan angka output tersebut, tiap simbol yang akan di-encode diberi satu set nilai probalitas. a. Kompresi Struktur data pada file audio berbeda-beda tergantung format audionya, pada contoh berikut akan dikompresi file audio dengan ukuran 12 byte untuk nilai sampel 1 ( ) dengan sampel rate dan bit rate yang kemudian diubah menjadi bilangan hexadecimal 4a, 10, 4a, 0, 07, 3d, 0, 4a, 0, 07, 07, 4a, 4a, 3d dan 0. Dari sample audio asumsikan nilai chunk audio dari nilai sampel 1 audio (#1) di atas yang datanya akan diencoding Gambar 2 menunjukkan Coding Algortima Arithmetic Coding. Gambar 2 Coding Algortima Arithmetic Coding Langkah awal dari proses tersebut yaitu mencari probabilitas masing-masing data dengan cara membagi jumlah nilai 4a dengan jumlah keselurahan data yang ada yaitu 15. Maka akan dapat dibuat sebuah tabel probabilitas ditunjukan pada Tabel 1 dan persamaan probabilitas oleh Persamaan (1) [2]. Tabel 1 Probabilitas Frekuensi No Nilai Frekuensi Probabilitas 1 4a 5 5/15 = 0, /15 = 0, /15 = 0,20 4 3d 2 2/15 = 0,13 (1) IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page end_page

5 Hasanah, Sutardi dan Ramadhan IJCCSISSN: /15 = 0,26 Selanjutnya akan diperoleh tabel Range Probabilitas dengan menjumlahkan nilai range terendah (low) yang ditunjukkan oleh Persamaan (2) yaitu 0 ditambah 0,33 dilanjutan dengan 0,33 ditambah 0,06. Tabel 2 menunjukkan tabel Range Probabilitas [2]. l ( ) = Low ( ) + P ( ; i = 1,2,...n (2) Diketahui l ( ) adalah range probabilitas data Low ( ) adalah range terendah data dan P ( adalah probabilitas data. Tabel 2 Range Probabilitas Data Sampel No Nilai Frekuensi Probabilitas Range /15 = 0, /15 = 0, /15 = 0,20 4 3d 2 2/15 = 0, /15 = 0,26 0,0 1 < 0,33 0,33 10 < 0,39 0,39 07 < 0,59 0,59 3 < 0,72 0,72 0 < 0,98 Ilustrasi proses partisi pada garis peluang untuk nilai sampel audio 1 (#1) yaitu diawali dengan mencari nilai cr ( ) atau nilai jarak interval karakter kemudian menghitung nilai high ( ) dan low ( ). Data yang diproses adalah data yang range awalnya adalah 0. Data yang pertama diolah adalah -1 dengan nilai low ( ) = 0,0 dan high ( ) = 0,33. Setelah menentukan Cr ( ) = high ( ) low ( ) = 0,33 kemudian menentukan nilai high ( ) dan low ( ), yaitu low ( ) = low ( ) + Cr ( ) * low ( ) = * 0.33 = high ( ) = low ( ) + Cr ( ) * high ( ) = * 0.39 = Secara umum misalkan i = 1,2,, n maka Persamaan (3), (4) dan (5) berturut-turut menunjukkan penentuan cr ( ) low ( ), dan high ( ). cr ( ) = high ( ) - low ( ) (3) low ( ) = low ( ) + cr ( ) * low ( ) high ( ) = low ( ) + cr ( ) * high ( ) Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) (4) (5) Tabel 3 menunjukkan hasil encoding untuk data sampel. Tabel 3 Hasil Encoding Data Sampel No Low High Cr Awal Nilai , ,1089 0,1287 0, , , , d 0,1189 0, , ,1193 0, , ,33 1 Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai low untuk data terakhir adalah nilai batas bawah =0, dengan nilai biner 0, yang akan digunakan untuk menggantikan sampel audio yang telah diencoding yaitu nilai sampel audio 4a, 10, 4a, 0, 07, 3d, 0, 4a, 0,07, 07, 4a, 4a, 3d dan 0. Selanjutnya sampel 1 adalah #1 4a 10 4a d 04a a 4a 3d 0 berubah menjadi #1 0, yang ketika dikonversi ke biner maka menjadi 0, Untuk sampel 2 gantikan dengan nilai batas bawah menjadi #2 0,xxxxxxxxx dan selanjutnya. Pada proses kompresi terdapat perhitungan rasio kompresi. Rasio kompresi menunjukan presentase besarnya kompresi yang dilakukan terhadap file asli. Misalkan = selisih ukuran file kompresi dan file asli dan = ukuran file asli, maka rasio kompresi ditunjukkan oleh Persamaan (6). R = (6) b. Dekompresi Proses kompresi file audio tidak bisa terlepas dari proses dekompresi, dimana file audio yang telah terkompresiharus dapat direkonstruksi kembali agar dapat dijalankan. Pada algoritma Arithmetic Coding file audio yang dikompresi harus dapat dikembalikan seperti file audio aslinya tanpa kehilangan informasi.

6 84 Aplikasi Kompresi File Audio Menggunakan Algoritma Arithmetic Coding via FTP Proses dekompresi file audio pada algoritma Arithmetic Coding akan dilakukan proses decoding dengan cara : 1. Baca nilai coding terakhir. 2. Ambil Encoded-Symbol. 3. Cari range dari symbol yang melingkupi ES. 4. Cetak symbol hingga selesai. 5. Simpan file hasil dekompresi. Proses dekompresi diawali dengan mengolah nilai ES = 0, yang dikurangi nilai low yaitu 0 kemudian dibagi dengan nilai 0,33 menghasilkan 0, Untuk melakukan decoding digunakan Persamaan (7). Tabel 4 menunjukan hasil decoding sampel audio. No = i = 1,2.. n (7) Tabel 4 Hasil Decoding Sampel Audio Encode Symbol (ES) Nilai Batas bawah (Low) Batas atas (High) Jarak interval karakter (cr) 1. 0, ,33 0, , ,33 0,39 0, , ,39 0,59 0,2 4. 0,72 3d 0,59 0,72 0, (Finish) meningkatnya ukuran file yang di kompresi. Serta ukuran file setelah kompresi lebih kecil dari pada ukuran asli file. Gambar 3 Perbandingan ukuran file dan Hasil kompresi untuk sampling rate Hz dan bit rate 1536 Kbps berekstensi *.wav. b. Sampling Rate Hz dan Bit Rate 1536 Kbps Gambar 4 menunjukan perbandingan antara ukuran file dan hasil kompresi. Sama seperti Gambar 2, proses kompresi semakin meningkat sesuai dengan semakin meningkatnya ukuran file yang dikompresi. Serta ukuran file setelah kompresi lebih kecil daripada ukuran asli file. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang digunakan sebagai bahan dalam penelitian ini merupakan 20 file audio yang berekstensi *.wav dan *.mp3 berklasifikasi stereo dengan nilai sampling rate dan bit rate Hz 1536 Kbps, yang untuk setiap pengujian yang digambarkan dalam bentuk grafik dengan membandingkan ukuran file asli dan kecepatan kompresi serta antara ukuran file asli dan rasio kompresi. 3.1 Perbandingan Ukuran File Asli dan Hasil kompresi. a. Sampling Rate Hz dan Bit Rate 1536 Kbps Gambar 3 menunjukan perbandingan antara ukuran file dan hasil kompresi. Tampak waktu yang dibutuhkan untuk proses kompresi semakin meningkat sesuai dengan semakin IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page end_page Gambar 4 Perbandingan ukuran file dan kecepatan kompresi untuk sampling rate Hz dan bit rate 1536 Kbps berekstensi *.mp Perbandingan Rasio kompresi file *.wav dan *.mp3. Gambar 5 menunjukan perbandingan antara rasio kompresi file wav dan mp3. Dari hasil pengujian file wav dan mp3 dapat dilihat dari grafik diatas bahwa hasil rasio kompresi data 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 file wav lebih tinggi daripada data 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 file mp3. Hal tersebut terjadi karena file wav lebih banyak didapati kesamaan bit/karakter didalam datanya dibandingkan dengan file mp3, itu dibuktikan dengan tingginya rasio

7 Hasanah, Sutardi dan Ramadhan IJCCSISSN: kompresi pada data-data file wav tersebut yang dimana hampir semua kompresi tipe lossless bila semakin banyak didapati kesamaan bit/karakter dalam data sebuah file yang akan dikompres maka rasio kompresi akan semakin baik. Gambar 5 Perbandingan rasio kompresi file *.wav dan *.mp3. 4. KESIMPULAN Berdasarkan pengujian dan hasil penelitian yang dilakukan terhadap aplikasi kompresi file audio dengan algoritma Arithmetic Coding, maka dapat disimpulkan; 1. Algoritma Arithmetic Coding dapat diimplementasikan pada proses kompresi dan dekompresi file audio berekstensi.wav berklarifikasi stereo. 2. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa : a. Rata-rata rasio kompresi berturut-turut yaitu 11 % untuk rata-rata rasio kompresi file *.wav dan 2.4 % untuk rata-rata rasio kompresi file *.mp3. b. Besarnya waktu kompresi dan dekompresi naik secara linier sesuai dengan ukuran file. c. Kualitas struktur data antara file sebelum dilakukan proses kompresi dan file setelah didekompresi adalah sama persis. 3. Aplikasi kompresi ini menghasilkan file audio dengan format *.arth yang dapat dijalankan setelah didekompresi terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan terjadi perubahan struktur pada file setelah melewati proses kompresi Dilakukan penelitian lebih lanjut membandingkan antara kompresi Arithmetic Coding dengan metode kompresi yang lain sehingga akan diperoleh sebuah metode kompresi yang benar-benar memiliki kinerja optimal dalam melakukan kompresi. 2. Agar algoritma Arithmetic Coding dapat diimplementasikan untuk proses kompresi file audio berekstensi lainya seperti *.m4a, dan pada file lainnya seperti file citra dan file teks maupun video. DAFTAR PUSTAKA [1] Rahandi. K., Rachmawati. D dan Sembiring. S., 2013, Analisis dan Implementasi Kompresi File Audio dengan Menggunakan Algoritma Run Length Encoding, Ilmu Komputer, Universitas Sumatra Utara, Medan. [2] Nuraisyah, 2013, Perancangan Aplikasi Kompresi File Audio Dengan Algoritma Aritmetic Coding, Informatika, Medan. [3] Bukhari,F, Nurhudayani,S dan Silalahi, B.P., 2003, Pengkodean aritmatika untuk kompresi data teks, ticle.php?article=85675&val=235&title =, diakses: 26 September [4] Gozali.F dan Mervyn, 2004, Analisa Perbandingan Kompresi Data dengan Teknik Arithmetic Coding dan Run Length Encoding, JETri, Nomor 1, Volume 4, Halaman [5] Gunawan,I dan Gunadi, K., 2005, Pembuatan Perangkat Lunak Wave Manipulator untuk Memanipulasi File. 5. SARAN Saran yang dapat penulis berikan untuk pengembangan terhadap penelitian ini yaitu : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

8 86 Aplikasi Kompresi File Audio Menggunakan Algoritma Arithmetic Coding via FTP IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page end_page

APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING

APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING semantik, Vol.2, No.1, Jan-Jun 2016, pp. 29-38 ISSN : 2502-8928 (Online) 29 APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING Annisa Diah Mutiara *1, Sutardi 2, Rahmat Ramadhan 3 *1,2,3

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kompresi File Pada dasarnya semua data itu merupakan rangkaian bit 0 dan 1. Yang membedakan antara suatu data tertentu dengan data yang lain adalah ukuran dari rangkaian bit dan

Lebih terperinci

APLIKASI KOMPRESI FILE CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING BERBASIS JAVA

APLIKASI KOMPRESI FILE CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING BERBASIS JAVA semantik, Vol.1, No.2, Jul-Des 2015, pp. 1-10 ISSN: 2460-1446JCCS, V 1 APLIKASI KOMPRESI FILE CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING BERBASIS JAVA Aan Kurniawan Saputra * 1, Sutardi 2, Ika Purwanti

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO DENGAN ALGORITMA ARITMETIC CODING

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO DENGAN ALGORITMA ARITMETIC CODING PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI FILE AUDIO DENGAN ALGORITMA ARITMETIC CODING Nurasyiah (12110669) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisimangaraja No.338 Simpang Limun

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA SHANNON- FANO UNTUK KOMPRESI FILE TEXT Sutardi Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridarma

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE MP3

IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE MP3 IMPLEMENTASI ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE MP3 Darno Willfrid Midukta Simamora 1, Garuda Ginting 2, Yasir Hasan 3 1 Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma 2,3 Dosen Tetap STMIK

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan teknologi komputer memberikan banyak manfaat bagi manusia di berbagai aspek kehidupan, salah satu manfaatnya yaitu untuk menyimpan data, baik data berupa

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak

Lebih terperinci

REPRESENTASI DATA AUDIO dan VIDEO

REPRESENTASI DATA AUDIO dan VIDEO NAMA : Sarah Putri Ramadhani NRP : 5213100185 REPRESENTASI DATA AUDIO dan VIDEO Definisi Representasi Data Representasi data adalah metode data dan atau informasi ke dalam ukuran yang lebih kecil sehingga

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini penulis memaparkan teori-teori ilmiah yang didapat dari metode pencarian fakta yang digunakan untuk mendukung penulisan skripsi ini dan sebagai dasar pengembangan sistem

Lebih terperinci

PROTOTIPE KOMPRESI LOSSLESS AUDIO CODEC MENGGUNAKAN ENTROPY ENCODING

PROTOTIPE KOMPRESI LOSSLESS AUDIO CODEC MENGGUNAKAN ENTROPY ENCODING PROTOTIPE KOMPRESI LOSSLESS AUDIO CODEC MENGGUNAKAN ENTROPY ENCODING Andreas Soegandi Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Bina Nusantara University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ALGORITMA ARIHTMETIC CODING DAN SHANNON-FANO PADA KOMPRESI CITRA BMP Syahfitri Kartika Lidya 1) Mohammad Andri Budiman 2) Romi Fadillah Rahmat 3) Jurusan Teknologi Informasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kompresi Data Kompresi data sudah ada dalam 20 tahun terakhir ini. Kompresi data memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap berbagai bidang studi sekarang ini. Hal ini terbukti

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kompresi data merupakan suatu proses pengubahan ukuran suatu file atau dokumen menjadi lebih kecil secara ukuran. Berkembangnya teknologi hardware dan software

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kompresi data merupakan salah satu aspek penting perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kompresi data merupakan salah satu aspek penting perkembangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kompresi data merupakan salah satu aspek penting perkembangan teknologi informasi. Kompresi adalah pengubahan data kedalam bentuk yang memerlukan bit yang lebih

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE ARITHMETIC CODING DALAM KAWASAN ENTROPY CODING

NASKAH PUBLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE ARITHMETIC CODING DALAM KAWASAN ENTROPY CODING NASKAH PUBLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE ARITHMETIC CODING DALAM KAWASAN ENTROPY CODING Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kompresi data adalah suatu proses untuk mengubah sebuah input data stream (stream sumber atau data mentah asli) ke dalam aliran data yang lain yang berupa output

Lebih terperinci

Teknologi Multimedia. Suara dan Audio

Teknologi Multimedia. Suara dan Audio Teknologi Multimedia Suara dan Audio SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Kinerja Algoritma Arithmetic coding Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis dan perancangan perangkat lunak pengkompresian file audio yang bertipe wav,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemampatan data (data compression) merupakan salah satu kajian di dalam ilmu komputer yang bertujuan untuk mengurangi ukuran file sebelum menyimpan atau memindahkan

Lebih terperinci

MULTIMEDIA system. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

MULTIMEDIA system. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series MULTIMEDIA system Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Kompresi data teks (Huffman coding, RLE coding, LZW coding, arithmetic coding Representasi dan kompresi data suara dan audio Representasi dan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kompresi 2.1.1 Sejarah kompresi Kompresi data merupakan cabang ilmu komputer yang bersumber dari Teori Informasi. Teori Informasi sendiri adalah salah satu cabang Matematika yang

Lebih terperinci

Analisis dan Implementasi Kompresi File Audio Dengan Menggunakan Algoritma Run Length Encoding (RLE)

Analisis dan Implementasi Kompresi File Audio Dengan Menggunakan Algoritma Run Length Encoding (RLE) Analisis dan Implementasi Kompresi File Audio Dengan Menggunakan Algoritma Run Length Encoding (RLE) Aditya Rahandi 1, Dian rachmawati 2, Sajadin Sembiring 3 Program Studi S1 Ilmu Komputer, FASILKOM-TI

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Citra Digital Citra digital adalah citra yang terdiri dari sinyal-sinyal frekuensi elektromagnetis yang sudah di-sampling sehingga dapat ditentukan ukuran titik gambar tersebut

Lebih terperinci

Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman

Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 26 A-5 Teknik Kompresi Citra Menggunakan Metode Huffman Tri Rahmah Silviani, Ayu Arfiana Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Email:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia modern sekarang ini kebanyakan aktivitas manusia selalu

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia modern sekarang ini kebanyakan aktivitas manusia selalu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam dunia modern sekarang ini kebanyakan aktivitas manusia selalu berhubungan dengan dokumentasi atau data. Data-data yang ada haruslah tersimpan dengan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini membahas teori penunjang dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penerapan algoritma Shannon-Fano untuk kompresi file audio. 2.1 Kompresi Data tidak hanya disajikan

Lebih terperinci

Analisa Perbandingan Rasio Kecepatan Kompresi Algoritma Dynamic Markov Compression Dan Huffman

Analisa Perbandingan Rasio Kecepatan Kompresi Algoritma Dynamic Markov Compression Dan Huffman Analisa Perbandingan Rasio Kecepatan Kompresi Algoritma Dynamic Markov Compression Dan Huffman Indra Kelana Jaya Universitas Methodist Indonesia Medan, Indonesia [email protected] Resianta Perangin-angin

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Setelah membaca bab ini maka pembaca akan memahami pengertian tentang kompresi, pengolahan citra, kompresi data, Teknik kompresi, Kompresi citra. 2.1 Defenisi Data Data adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION. Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode

BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION. Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode BAB III METODE KOMPRESI HUFFMAN DAN DYNAMIC MARKOV COMPRESSION 3.1 Kompresi Data Definisi 3.1 Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat

Lebih terperinci

PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH

PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH PEMAMPATAN DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODA RUN-LENGTH Oleh : Yustini & Hadria Octavia Jurusan Teknik Elektro Politenik Negeri Padang ABSTRACT Data compression can be very effective when we used and store

Lebih terperinci

SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND)

SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) SUARA DAN AUDIO 1 SUARA (SOUND) SUARA DAN AUDIO Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda. getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu

Lebih terperinci

Menjabarkan format audio digital

Menjabarkan format audio digital Menjabarkan format audio digital Mata Diklat : KKM 12 Kelas/Semester : XI Multimedia / II Standart Kompetensi : Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia SUARA DAN AUDIO Suara adalah fenomena fisik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bidang teknologi informasi, komunikasi data sangat sering

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bidang teknologi informasi, komunikasi data sangat sering BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam bidang teknologi informasi, komunikasi data sangat sering dilakukan. Komunikasi data ini berhubungan erat dengan pengiriman data menggunakan sistem transmisi

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER

PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER Dwi Indah Sari (12110425) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma

Lebih terperinci

Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data

Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data Patrick Lumban Tobing NIM 13510013 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10

Lebih terperinci

Kompresi. Definisi Kompresi

Kompresi. Definisi Kompresi 1 Kompresi Bahan Kuliah : Sistem Multimedia PS TI Undip Gasal 2011/2012 2 Definisi Kompresi Memampatkan/mengecilkan ukuran Proses mengkodekan informasi menggunakan bit yang lain yang lebih rendah daripada

Lebih terperinci

ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS

ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS ANALISA DAN PERBANDINGAN ALGORITMA RUN LENGTH ENCODING DAN ALGORITMA LZW ( LEMPEL ZIV WECH ) DALAM PEMAMPATAN TEKS Indra Sahputra Harahap (12110809) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Dalam ilmu komputer, pemampatan data atau kompresi data adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Citra Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dewasa ini menyebabkan saling ketergantungan antara komputer dan telekomunikasi semakin besar. Jaringan-jaringan komputer mempunyai andil

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT

TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT TEKNIK KOMPRESI LOSSLESS TEXT Teknik Elektro Unibraw Kompresi Memampatkan / mengecilkan raw data Kompresi Multimedia: memampatan raw data multimedia Kompresi multimedia adalah mutlak mengingat ukuran raw

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DALAM KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI DEBI MAULINA SIREGAR

ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DALAM KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI DEBI MAULINA SIREGAR ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DALAM KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI DEBI MAULINA SIREGAR 091421018 PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kompresi Data Kompresi adalah mengecilkan/ memampatkan ukuran. Kompresi Data adalah teknik untuk mengecilkan data sehingga dapat diperoleh file dengan ukuran yang lebih kecil

Lebih terperinci

DATA COMPRESSION CODING USING STATIC AND DYNAMIC METHOD OF SHANNON-FANO ALGORITHM

DATA COMPRESSION CODING USING STATIC AND DYNAMIC METHOD OF SHANNON-FANO ALGORITHM Media Informatika, Vol. 5, No. 2, Desember 2007, 129-139 ISSN: 0854-4743 DATA COMPRESSION CODING USING STATIC AND DYNAMIC METHOD OF SHANNON-FANO ALGORITHM Romi Wiryadinata Mahasiswa Sekolah Pascasarjana

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA SHANNON-FANO PADA KOMPRESI AUDIO SKRIPSI MUTIARA NOVELIA RAJAGUKGUK

IMPLEMENTASI ALGORITMA SHANNON-FANO PADA KOMPRESI AUDIO SKRIPSI MUTIARA NOVELIA RAJAGUKGUK IMPLEMENTASI ALGORITMA SHANNON-FANO PADA KOMPRESI AUDIO SKRIPSI MUTIARA NOVELIA RAJAGUKGUK 081402068 PROGRAM STUDI S1 TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pendahuluan

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pendahuluan BAB II DASAR TEORI 2.1 Pendahuluan Kompresi data adalah proses pengkodean (encoding) informasi dengan menggunakan bit yang lebih sedikit dibandingkan dengan kode yang sebelumnya dipakai dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kemajuan teknologi memicu kebutuhan informasi yang semakin besar. Sayangnya kebutuhan informasi yang besar ini berdampak pada kebutuhan storage (media penyimpanan)

Lebih terperinci

KOMPRESI FILE MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

KOMPRESI FILE MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK KOMPRESI FILE MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK Asrianda Dosen Teknik Informatika Universitas Malikussaleh ABSTRAK Algoritma Huffman adalah salah satu algoritma kompresi. Algoritma huffman merupakan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE. Irwan Munandar

PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE. Irwan Munandar PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN ALGORITMA SHANNON-FANO PADA PROSES KOMPRESI BERBAGAI TIPE FILE I. Pendahuluan Irwan Munandar Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah Keterbatasan komputer

Lebih terperinci

KINERJA DAN PERFORMA ALGORITMA KOMPRESSI LOSSLESS TERHADAP OBJEK CITRA DIGITAL

KINERJA DAN PERFORMA ALGORITMA KOMPRESSI LOSSLESS TERHADAP OBJEK CITRA DIGITAL KINERJA DAN PERFORMA ALGORITMA KOMPRESSI LOSSLESS TERHADAP OBJEK CITRA DIGITAL Aditya Wijaya, Suryarini Widodo Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Univesitas Gunadarma Jl. Margonda Raya

Lebih terperinci

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kuliah 13 Kompresi Citra. Indah Susilawati, S.T., M.Eng.

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kuliah 13 Kompresi Citra. Indah Susilawati, S.T., M.Eng. TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Kuliah 13 Kompresi Citra Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Informatika/Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta 2015 KULIAH

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi penjelasan mengenai latar belakang tugas akhir, identifikasi masalah, tujuan tugas akhir, metodologi tugas akhir dan sistematika penulisan tugas akhir. 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

Perbandingan Algoritma Kompresi Terhadap Objek Citra Menggunakan JAVA

Perbandingan Algoritma Kompresi Terhadap Objek Citra Menggunakan JAVA Perbandingan Algoritma Terhadap Objek Menggunakan JAVA Maria Roslin Apriani Neta Program Studi Magister Teknik Informatika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari no 43 55281 Yogyakarta Telp (0274)-487711

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompresi Data Kompresi data adalah proses mengubah sebuah aliran data input menjadi aliran data baru yang memiliki ukuran lebih kecil. Aliran yang dimaksud adalah berupa file

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era komputerisasi ini sudah banyak dikembangkan aplikasi perangkat lunak maupun perangkat keras untuk menghasilkan citra dalam bentuk data. Sebut saja kamera digital,

Lebih terperinci

Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : 640 x 480 = 4800 karakter 8 x 8

Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : 640 x 480 = 4800 karakter 8 x 8 Kompresi Data Contoh : (1) Contoh kebutuhan data selama 1 detik pada layar resolusi 640 x 480 : Data Teks 1 karakter = 2 bytes (termasuk karakter ASCII Extended) Setiap karakter ditampilkan dalam 8 x

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS METODE HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA CITRA DAN TEKS PADA APLIKASI KOMPRESI DATA Shelly Arysanti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menjadi peran yang sangat penting untuk pertukaran informasi yang cepat. Kecepatan pengiriman informasi dalam bentuk

Lebih terperinci

Kata kunci: pohon biner, metode Huffman, metode Kanonik Huffman, encoding, decoding.

Kata kunci: pohon biner, metode Huffman, metode Kanonik Huffman, encoding, decoding. ALGORITMA HUFFMAN KANONIK UNTUK KOMPRESI TEKS SMS Moch Ginanjar Busiri 13513041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan besarnya data yang digunakan pada teknologi informasi saat ini berkembang sangat cepat yang sangat mempengaruhi media penyimpanan dan transmisi data. Hal

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Kompresi data merupakan proses mengkonversi input data stream (aliran

BAB III LANDASAN TEORI. Kompresi data merupakan proses mengkonversi input data stream (aliran BAB III LANDASAN TEORI A. Kompresi Data Kompresi data merupakan proses mengkonversi input data stream (aliran sumber) menjadi aliran data yang lain (output, bitstream, atau aliran terkompresi) dengan ukuran

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 KOMPRESI FILE AUDIO WAV MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh ijazah Sarjana Teknologi Informasi WHYDIA NANDA SARI 091402031 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

ANALISIS KOMPRESI DATA TEKNIK LOSSLESS COMPRESSION

ANALISIS KOMPRESI DATA TEKNIK LOSSLESS COMPRESSION ANALISIS KOMPRESI DATA TEKNIK LOSSLESS COMPRESSION MENGGUNAKAN DATA CALGARY CORPUS 1. Latar Belakang Irwan Munandar Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah Kompresi data merupakan suatu upaya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer semakin pesat dewasa ini, sehingga sangat membantu manusia dalam mengolah data untuk mendapatkan informasi. Aktivitas yang dulunya dilakukan

Lebih terperinci

Sistem Multimedia. Materi : Audio/Suara

Sistem Multimedia. Materi : Audio/Suara Sistem Multimedia Materi : Audio/Suara Definisi i i Suara Suara (Sound) fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah b secara

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA KOMPRESI ARITHMETIC CODING PADA FILE TEKS DAN CITRA DIGITAL SKRIPSI SARIFAH

ANALISIS KINERJA DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA KOMPRESI ARITHMETIC CODING PADA FILE TEKS DAN CITRA DIGITAL SKRIPSI SARIFAH ANALISIS KINERJA DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA KOMPRESI ARITHMETIC CODING PADA FILE TEKS DAN CITRA DIGITAL SKRIPSI SARIFAH 061401090 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menjadi peran yang sangat penting untuk pertukaran informasi yang cepat. Kecepatan pengiriman informasi dalam

Lebih terperinci

Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra

Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra Alvin Andhika Zulen (3507037) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No 0 Bandung,

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI HELBERT SINAGA

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI HELBERT SINAGA ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO SKRIPSI HELBERT SINAGA 131421097 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING

SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING SISTEM ANALISA PERBANDINGAN UKURAN HASIL KOMPRESI WINZIP DENGAN 7-ZIP MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING Pandi Barita Simangunsong Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang

Lebih terperinci

KONSEP. Tujuan Kompresi:

KONSEP. Tujuan Kompresi: Kompresi Data KONSEP Tujuan Kompresi: Mengurangi ukuran file Hasil kompresi mirip dengan sinyal (file) asli Algoritma kompresi dapat di implementasi dengan mudah Handal/ tidak mudah berubah (robust) KOMPRESI

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital dapat didefenisikan sebagai fungsi f(x,y), berukuran M baris dan N kolom, dengan x dan y adalah koordinat spasial dan amplitudo f di titik kordinat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core 1,66 Ghz

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core 1,66 Ghz BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian 1. Spesifikasi laptop yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Processor AMD Turion 64 X2 Dual Core

Lebih terperinci

Kinerja Dan Performa Algoritma Kompressi Lossless Terhadap Objek Citra Digital

Kinerja Dan Performa Algoritma Kompressi Lossless Terhadap Objek Citra Digital The 12th Industrial Electronics Seminar 2010 (IES 2010) Electronics Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, Nopember 3, 2010 Image, Acoustic, Speech And Signal Processing Kinerja

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kepustakaan dan studi laboratorium, di mana penulis mempelajari teori-teori teknik

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kepustakaan dan studi laboratorium, di mana penulis mempelajari teori-teori teknik BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam penulisan ini metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan dan studi laboratorium, di mana penulis mempelajari teori-teori teknik

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan jaman yang semakin pesat membuat komputerisasi pada kehidupan sehari-hari semakin wajar. Data-data yang dahulu hanya disimpan dalam bentuk tercetak, saat

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Dasar Kompresi Pada dasarnya data apapun sebenarnya adalah merupakan rangkaian bit 0 dan 1. Yang membedakan antara suatu data tertentu dengan data yang lain adalah ukuran

Lebih terperinci

Jurnal SCRIPT Vol. 2 No. 2 Juni 2015 PEMBUATAN APLIKASI KOMPRESI FILE WAVE DENGAN METODE ALGORITMA HUFFMAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

Jurnal SCRIPT Vol. 2 No. 2 Juni 2015 PEMBUATAN APLIKASI KOMPRESI FILE WAVE DENGAN METODE ALGORITMA HUFFMAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC PEMBUATAN APLIKASI KOMPRESI FILE WAVE DENGAN METODE ALGORITMA HUFFMAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC Muhammad Syah 1, Naniek Widyastuti 2, Muhammad Sholeh 3 1,2,3 Teknik Informatika, institut Sains & Teknologi

Lebih terperinci

Kompresi Data dengan Algoritma Huffman dan Perbandingannya dengan Algoritma LZW dan DMC

Kompresi Data dengan Algoritma Huffman dan Perbandingannya dengan Algoritma LZW dan DMC Kompresi Data dengan Algoritma Huffman dan Perbandingannya dengan Algoritma LZW dan DMC Roy Indra Haryanto - 13508026 Fakultas Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Program Studi Teknik Informatika Institut

Lebih terperinci

KOMPRESI TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA DAN POHON HUFFMAN. Nama : Irfan Hanif NIM :

KOMPRESI TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA DAN POHON HUFFMAN. Nama : Irfan Hanif NIM : KOMPRESI TEKS MENGGUNAKAN ALGORITMA DAN POHON HUFFMAN Nama : Irfan Hanif NIM : 13505049 Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha No 10 Bandung E-mail : [email protected]

Lebih terperinci

APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK

APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK APLIKASI KOMPRESI TEKS SMS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUFFMAN KANONIK Rozzi Kesuma Dinata (1), Muhammad Al hafizh Hasmar (2) (1)Program Studi Teknik Informatika Universitas

Lebih terperinci

CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.

CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT. CEG4B3 Randy E. Saputra, ST. MT. Suara Bentuk gelombang yang berulang secara teratur = gelombang periodik Bentuk gelombang yang tidak menunjukkan keteraturan = kebisingan (noise) Bentuk gelombang yang

Lebih terperinci

KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN METODE RUN LENGTH ENCODING (RLE) DAN ALGORITMA ARITMETIC CODING

KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN METODE RUN LENGTH ENCODING (RLE) DAN ALGORITMA ARITMETIC CODING Jurnal INFOTEK, Vol, No, Juni 06 ISSN 50-6968 (Media Cetak) KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN METODE RUN LENGTH ENCODING (RLE) DAN ALGORITMA ARITMETIC CODING Khairul Fahmi (009) Mahasiswa Program Studi Teknik

Lebih terperinci

STMIK MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2011/2012

STMIK MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2011/2012 STMIK MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2011/2012 STUDI PERBANDINGAN KINERJA METODE (LEMPEL-ZIV-WELCH) DAN METODE HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA VIDEO DAN

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA HUFFMAN PADA KOMPRESI FILE WAVEDENGAN MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI ABSTRACT

IMPLEMENTASI ALGORITMA HUFFMAN PADA KOMPRESI FILE WAVEDENGAN MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI ABSTRACT IMPLEMENTASI ALGORITMA HUFFMAN PADA KOMPRESI FILE WAVEDENGAN MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI H. Akik Hidayat Prodi Teknik Informatika, Departement Ilmu Komputer Fakultas MIPA UNPAD Jl. Raya Bandung Sumedang

Lebih terperinci

PEMAMPATAN CITRA (IMA

PEMAMPATAN CITRA (IMA PEMAMPATAN CITRA (IMAGE COMPRESSION) PENGERTIAN Kompresi Citra adalah aplikasi kompresi data yang dilakukan terhadap citra digital dengan tujuan untuk mengurangi redundansi dari data-data yang terdapat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Compression 2.1.1 Data Menurut Oxford ( 2010 ),Data dapat diartikan suatu kumpulan angka, karakter, gambar yang sebelumnya tidak memiliki arti apa-apa hingga diproses

Lebih terperinci

PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI

PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI PEMAMPATAN TATA TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE HUFFMAN MENGGUNAKAN PANJANG SIMBOL BERVARIASI Tri Yoga Septianto 1, Waru Djuiatno, S.T., M.T. 2, dan Adharul Muttaqin S.T. M.T. 1 Mahasisawa Teknik

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO MULTIMEDIA. Kompresi. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO MULTIMEDIA. Kompresi. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO MULTIMEDIA Kompresi Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected] 1 Definisi memampatkan/mengecilkan ukuran proses mengkodekan informasi menggunakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Kompresi data atau pemampatan data adalah suatu proses pengubahan

BAB II LANDASAN TEORI. Kompresi data atau pemampatan data adalah suatu proses pengubahan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kompresi Kompresi data atau pemampatan data adalah suatu proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat penyimpanan data dan waktu

Lebih terperinci

BAB 2 Tinjauan Teoritis

BAB 2 Tinjauan Teoritis BAB 2 Tinjauan Teoritis 2.1 Tinjauan Kepustakaan Topik kompresi data ini pernah dikerjakan oleh salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Bandung angkatan 2007 yaitu Andini Ramika Sari [4]. Proses kompresi

Lebih terperinci

SUARA DAN AUDIO. Suara berhubungan erat dengan rasa mendengar.

SUARA DAN AUDIO. Suara berhubungan erat dengan rasa mendengar. SUARA DAN AUDIO SUARA (SOUND) Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra adalah gambar bidang dua dimensi yang juga merupakan keluaran data. Artinya suatu data atau informasi tidak hanya direpresentasikan dalam bentuk teks, namun juga

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DENGAN METODE BILANGAN INTEGER

ANALISIS KINERJA KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DENGAN METODE BILANGAN INTEGER digilib.uns.ac.id ANALISIS KINERJA KOMPRESI FILE AUDIO MENGGUNAKAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DENGAN METODE BILANGAN INTEGER SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Strata Satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data dan informasi dapat disajikan bukan hanya dalam bentuk teks semata, melainkan dalam bentuk gambar (image), audio dan video. Apalagi dilihat sekarang perkembangan

Lebih terperinci

Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra

Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra 249 Implementasi Metode Run Length Encoding (RLE) untuk Kompresi Citra Ahmad Jalaluddin 1, Yuliana Melita 2 1) Univers itas Islam Lamongan 2) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

DIGITAL IMAGE CODING. Go green Aldi Burhan H Chandra Mula Fitradi Mardiyah

DIGITAL IMAGE CODING. Go green Aldi Burhan H Chandra Mula Fitradi Mardiyah DIGITAL IMAGE CODING Go green Aldi Burhan H Chandra Mula Fitradi Mardiyah KOMPRESI LOSSLESS Teknik kompresi lossless adalah teknik kompresi yang tidak menyebabkan kehilangan data. Biasanya digunakan jika

Lebih terperinci