Hormon Pengatur Pertumbuhan dan Diferensiasi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hormon Pengatur Pertumbuhan dan Diferensiasi"

Transkripsi

1 BAB V Hormon Pengatur Pertumbuhan dan Diferensiasi 5.1. Kelenjar Adrenal Kelenjar adrenal terdiri atas bagian korteks dan medulla, diamana secara mekanisme embriologi berasal dari perkembangan fibroblas yang berbeda. Bagian korteks adrenal berasal dari mesoderm, sedangkan medulla berasal dari sel-sel ektoderm neural. Kelenjar adrenal terletak pada retroperitoneal (bagian belakang peritoneum), lokasi di bagian atas kedua ginjal. Secara anatomi kelenjar adrenal (suprarenal) merupakan kelenjar endokrin yang memiliki bentuk kecil, tipis, dan terbungkus jaringan lemak. Bentuk kelenjar adrenal kiri berbeda dengan kelenjar adrenal kanan. Kelenjar adrenal kanan berbentuk seperti piramid, sedangkan kelenjar adrenal kiri berbentuk seperti bulan sabit. Kedua kelenjar ini tebalnya kurang lebih 1 cm, lebar di daerah apeks kurang lebih 2 cm, dan lebih dari 5 cm di daerah basal. Masing-masing kelenjar beratnya sekitar 7-10 gram. Kelenjar adrenal merupakan salah satu organ yang sangat kaya akan pembuluh darah. Masing-masing kelenjar 93 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

2 adrenal disuplai oleh arteri yang berasal dari (1) arteri phrenicus inferior, yang nantinya akan berlanjut menjadi arteri suprarenal superior (2) aorta, yang nantinya akan berlanjut menjadi arteri suprarenal bagian medial (3) arteri renalis yang nantinya akan berlanjut menjadi arteri suprarenal inferior. Arteri tersebut akan menembus kapsula adrenal, dan membentuk pleksus subkapsular. Pleksus akan berlanjut menjadi arteri kortikal pendek (short cortical arteries), dimana dalam parenkim kortikal akan membentuk kapiler sinusoid fenestrata (dengan difragma). Diameter pori dinding endotel kapiler fenestrata ini meningkat dari 100 nm di daerah korteks paling luar, sampai 250 nm di daerah korteks bagian dalam dimana kapiler sinusoid akan berlanjut menjadi pleksus vena. Venula-venula kecil akan muncul dari daerah ini dan akan menembus medulla adrenal. Venula akan mencurahkan darah ke vena suprarenalis, yang muncul dari daerah hilus. Vena suprarenalis kanan akan bergabung dengan vena kava inferior, dan vena suprarenalis kiri akan mengalirkan darahnya ke vena renalis kiri. Sebagai tambahan, arteri kortikal panjang (long cortical arteries) tidak bercabang sepanjang menembus korteks menuju medulla. Arteri akan membentuk jaringan kapiler ketika mencapai medulla. Dengan demikian, bagian medulla menerima dua suplai darah yaitu suplai arteri dari arteri kortikal panjang dan sejumlah pembuluh dari jaringan kapiler kortikal (Gartner & Hiatt 2001: ). 94 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

3 Secara organ histologi, kelenjar adrenal dibungkus oleh suatu kapsula fibrosa padat. Secara histologis dan fungsional, kelenjar ini mempunyai dua daerah yang berbeda. Bagian luar berwarna lebih kekuningan dan menempati % kelenjar, disebut korteks. Sedangkan bagian medulla merupakan bagian dalam organ yang berwarna lebih gelap dan kecil. Kedua bagian organ ini berfungsi endokrin, namun berasal dari asal embriologi berbeda dan mempunyai peran yang berbeda-beda pula Korteks Adrenal Korteks adrenal terdiri dari sel parenkim yang langsung mensintesis dan mensekresikan beberapa hormon steroid tanpa menyimpannya terlebih dahulu. Korteks kelenjar ini terbagi menjadi 3 zona, dari kapsul ke arah tengah, yaitu(gartner & Hiatt 2001: ): a. Zona glomerulosa Zona glomerulosa adalah daerah berbentuk cincin konsentris yang terletak tepat di bawah kapsul adrenal. Zona ini menempati kurang lebih 13% total volume kelenjar. Sel-sel silindris kecil menyusun daerah ini dalam bentuk korda dan kelompokan. Kelompokan ini bentuknya mirip dengan glomerulus pada ginjal, sehingga daerah ini disebut sebagai zona glomerulosa (Wonodirekso 2003: 119). Selsel ini mempunyai inti kecil terwarna gelap dengan 1-2 anak inti. Sitoplasmanya asidofilik dengan banyak retikulum 95 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

4 endoplasma halus, mitokondria pendek, kompleks Golgi yang berkembang dengan baik, banyak retikulum endoplasma kasar, dan ribosom bebas. Droplet lemak juga tersebar pada sitoplasma. Terkadang dijumpai desmosom dan gap junction kecil yang menghubungkan sel satu sama lain. Beberapa sel memiliki mikrovili pendek. b. Zona fasikulata Zona fasikulata merupakan daerah terbesar di korteks. Zona ini mencakup diatas 80% total volume kelenjar. Daerah ini mengandung kapiler sinusoid yang tersusun longitudinal di antara kolumna-kolumna sel-sel parenkim. Sel-sel polihedral daerah ini lebih besar ukurannya dibandingkan dengan sel daerah zona glomerulosa. Sel-selnya tersusun kolumna radial, dan terwarna sedikit asidofilik. Sel ini mengandung banyak sekali droplet lemak pada sitoplasmanya. Droplet lemak akan larut saat pembuatan preparat histologis, yang akan mengakibatkan sel tampak mempunyai vakuola. Hal ini yang menyebabkan sel-sel zona fasikulata disebut spongiosit. Spongiosit mempunyai mitokondria yang berbentuk seperti bola dengan krista tubular dan vesikular, banyak retikulum endoplasma halus, lisosom, dan granula yang berisi pigmen lipofuchsin. c. Zona retikularis Zona retikularis adalah daerah korteks yang berbatasan dengan medulla. Zona retikularis menyusun 96 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

5 hanya 7% total volume kelenjar. Sel-selnya sangat asidofilik dan tersusun dalam korda yang saling beranastomosis. Selselnya sama dengan spongiosit zona fasikulata, hanya lebih kecil dan lebih sedikit droplet lemak. Sel-selnya sering mengandung granula pigmen lipofuchsin dalam jumlah besar. Beberapa sel yang berada dekat dengan medulla adrenal tampak gelap, dengan sitoplasma padat elektron dan inti piknotik, yang menandakan pada zona ini mengandung sel parenkim yang berdegenerasi Medulla Adrenal Medula kelenjar adrenal tersusun dari dua macam sel yaitu sel kromafin yang berfungsi mensekresi katekolamin (epinefrin & norepinefrin) dan sel-sel ganglion simpatik yang tersebar di sepanjang jaringan ikat(gartner & Hiatt 2001: ). a. Sel Kromafin Sel kromafin adalah sel epiteloid besar yang yang terdapat berkelompok atau dalam korda pendek. Sel ini mengandung granula yang dapat terwarna dengan baik menggunakan garam kromafin. Granula akan berwarna coklat gelap jika diwarnai dengan garam kromafin, yang menandakan bahwa sel tersebut mengandung katekolamin. Katekolamin adalah transmitter yang diproduksi oleh sel postganglion sistem saraf simpatik. 97 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

6 b. Sel-sel ganglion simpatik Medulla adrenal mensintesis hormon dengan pengaturan sistem saraf simpatik. Hormon yang dihasilkan adalah katekolamin. Katekolamin terdiri atas epinefrin dan norepinefrin. Sumber katekolamin berasal dari sel kromafin. Mekanime pembentukan katekolamin di atur oleh saraf preganglion, simpatik dan splanknik. Fungsi epinefrin yaitu mengoperasikan mekanisme flight or fight untuk persiapan tubuh dari stress dan ketakutan, meningkatkan denyut dan out put jantung, meningkatkan aliran darah ke organ, melepaskan glukosa dari hepar untuk pembentukan energi. Norepinefrin berfungsi meningkatkan tekanan darah pada saat vasokonstriksi. Korteks adrenal berfungsi mensintesis hormon kortikosteroid yang disintesis dari kolesterol. Hormon yang disekresi oleh kelenjaqr adrenal terdiri atas 3 golongan yaitu 1. Glukokortikoid berasal dari sel-sel zona fasikulata, terhadap metabolisme protein, karbohidrat dan lipid. 2. Mineralkortikoid, berasal dari dari sel-sel zona glomerulosa, berperan dalam transport/ keseimbangan elektrolit dan distribusi air dalam jaringan. 3. Androgen dan esterogen, bearasal dari sel-sel zona retikularis dan zona fasikulata, berperan dalam terhadap sifat seks sekunder (lihat bab VII). 98 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

7 5.2. Sel Target Hormon korteks adrenal (hormon steroid) Hormon koteks adrenal semua merupakan golongan steroid,dalam sitoplasma bergabung dengan protein Reseptor spesifik untuk tiap-tiap hormon steroid tersebut. Bisa juga terikat secara kompetitif membentuk kompleks Hormonreseptor. Untuk steroid tertentu kompleks Hormon-reseptor berperan sebagai sebagai pengatur. Kompleks Hormonreseptor masuk ke inti dan terikat pada kromatin (reversibel) DNA yang selanjutnya sebagai bahan untuk membuat mrna pada sintesis protein atau enzim. Steroid pada konsentrasi tinggi bekerja langsung pada aktivitas enzimenzim di membran sel-sel target. Variasi Isomer Steroid terdiri atas 2 yaitu cincin A dan B bisa sis atau trans kecuali estrogen karena cincin A- nya aromatik dan hidrogen atau gugus lain yang melekat pada cincin A atau B dengan orientasi α atau β, Bentuk α gugus di bawah bidang cincin, Bentuk β gugus di atas bidang cincin dan Orientasi α terdapat metil di C17. Orientasi β terdapat gugus metil pada atom C-19 yang berada di atas bidang cincin. Steroid aktif secara fisiologis berjumlah 50 steroid. Steroid terbanyak dalam plasma dalam bentuk bebas (kortisol) antara lain kortison, hidrokortison (kortisol, 17- OH-kortikosteron), aldosteron, androstenedion dan dehidroepiandrosteron (DHA/DHEA). Di alam terdapat pula bentuk sintetik steroid alam. Steroid sintetik ini lebih 99 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

8 potensial memiliki afinitas terhadap reseptor di sitosol lebih besar, terdapat flour pada posisi 9α struktur kortison, kortisol dan kortikosteron. Demikian pula efek retensi garam lebih tinggi contoh pada 9α-flourokortison, deksametason (9αfluoro-16α metil prednisolon). Gambar 10. Biosintesis hormon steroid 100 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

9 Gambar 11. Metabolisme angiotensin Terdapat pula senyawa yang memiliki sifat antagonis terhadap steroid yang terikat pada resptor secara kompetitif, sperti spironolakton (aldakton) yang antagonois terhadap aldosteron dan progesteron yang antagonis glukokortikoid pada beberapa jaringan. 101 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

10 5.3. Mekanisme Pembentukan Hormon Steroid Hormon adrenokortikal (mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen), seluruhnya disintesis dari kolesterol, yang merupakan komponen utama low density lipoprotein. Kolesterol diambil dari darah dan disimpan untuk diesterifikasi dalam droplet lemak di dalam sitoplasma sel-sel kortikal. Ketika sel distimulasi, kolesterol dibebaskan dan digunakan untuk mensintesis hormon di dalam retikulum endoplasma halus. Proses sintesis ini dibantu oleh enzim-enzim. Produk sementara yang dihasilkan akan ditransfer ke retikulum endoplasma halus dan mitokondria sampai produk akhir terbentuk. Regulasi sekresi steroid melalui (1) ACTH meningkatkan pembentukan camp selanjutnya mengaktifkan protein kinase dan meningkatkan hidrolisis, sehingga kolesterol dibebaskan serta membentuk pregnenolon/17α-pregnenolon yaitu reaksi desmolase yang memerlukan NADPH. Dalam hal ini ACTH akan merangsang semua sintetis substrat (2) vitamin C mungkin sebagai pereduksi (reduksi equivalent) untuk enzim-enzim yang memerlukan NADPH (3) camp diperlukan sebagai mediator (4) ion Ca 2+ (5) feedback control untuk kelebihan ACTH, kortisol darah dan pregnenolon (6) aldosteron regulasinya hampir tidak dipengaruhi oleh ACTH, namun dirangsang oleh jumlah Na yang sedikit, pemeberian K +, dan jumlah cairan ekstrasel lebih banyak. Bila Aldosteron meningkat menyebabkan retensi Na, peningkatan cairan 102 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

11 ekstrasel maka akibatnya penghambatan secara feedback. Dalam hal ini sekresi aldoteron di atur oleh renin. Sekresi renin distimulasi oleh volume darah yang menurun. Keberadaan angiotensinogen juga merangsang sekresi aldosteron melalui sistem renin. Sejumlah 90% kortisol dalam darah terikat longgar dengan protein pengangkut corticosteroid binding protein (CBG)/transcortin. Estrogen dapat meningkatkan CBG sehinggan meningkatkan kortisol yang terikat. Progesteron dapat menyebabkan afinitas CBG bebas bersaing dengan kortisol, sehingga kortisol terikat menjadi menurun dan kortisol bebas meningkat. Ekskresi kortisol lengkap (tidak terpecah) 70% melalui urin, 20% melalui feses dan sisanya melalui kulit. Kortikosteroid diinaktifkan di hepar, cincin dan gugus keton pada posisi-3 direduksi oleh NADH/NADPH dhidrogenase. Kortikosteroid dalam urin sebagai derivat tetrahidro dan terkonjugasi dengan glukuronat, 25-50% terdiri dari karboksilat C17 atau C21. Kortikosteroid dalam feses berbentuk terkonjugasi, yang dapat lepas melalui empedu, sirkulasi enterohepatik dan diekskresikan ke urin. Kortikosteroid dalam hepar, sintesis aldosteron sebagian besar dari androstenedion, hanya aktivitasnya rendah, segera direduksi dan berkonjugasi di hepar. Bentuk terkonjugasi ini yang akan terdeteksi dalam darah dan urin. Pemberian hormon steroid/acth terus-menerus akan terjadi hiperglikemia, retensi Na dan air, penurunan kadar kalium sehingga terjadi alaklosis dan hipokalamia, keseimbangan nitrogen menjadi negatif, maskulinisasi dan terjadi penimbunan lemak di tubuh. Pada kasus congenital 103 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

12 Sajian: Kelenjar Adrenal Pewarnaan: Hematoxylin Eosin Perbesaran: 4 x 10 Keterangan gambar: A: Kapsula fibrosa B: Korteks adrenal C: Medulla adrenal D: Zona glomerulosa E : Zona fasikulata F : Zona retikularis adrenal hperplasia (CAH) merupakan tumor adrenal disebabkan tidak adanya C21-hidroksilase, akibatnya kortisol dan kortison tidak dibuat, demikian pula aldosteron 104 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

13 dan lain-lain juga terganggu pada pembentukan feminisasi testis, yang tidak memiliki reseptor di sel-sel target. Sajian: Kelenjar Adrenal Pewarnaan : Hematoxylin Eosin Perbesaran: 10 x 10 Keterangan gambar: C: Medulla adrenal D: Zona glomerulosa E: Zona fasikulata F: Zona retikularis G:Vaskular(Vena medularis) 105 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

14 Sajian Kelenjar Adrenal Pewarnaan: Hematoxylin Eosin Perbesaran: 20 x 10 Keterangan gambar: H: aringan ikat dengan pembuluh darah A : Kapsula fibrosa D : Zona glomerulosa E : Zona fasikulata 106 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

15 Sajian : Kelenjar Adrenal Pewarnaan: Hematoxylin Eosin Perbesaran: 20 x 10 Keterangan gambar: C: Medulla adrenal F: Zona retikularis G: Vaskular (Vena medularis) 107 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

16 5.4. Sekresi Hormon Steroid Hormon steroid sedikit sekali tersimpan dalam kelenjar adrenal atau gonad tetapi disekresikan ke darah. Pembebasan kortisol dilakukan oleh ACTH dengan ritme durnal, dimana kadar kortisol tinggi terjadi pada pagi hari dan terendah pada siang hari dalam darah. Transport homon steroid dalam plasma : (1) glukokortikoid yaitu kortisol dapat terikat pada protein dan juga dalam bentuk bebas di darah, protein α-globulin sebagai transkortikoid yang disebut Coticosteroid binding globulin (CBG). Glukokortikoid diproduksi di hepar, ikatan kortisol pada CGB memiliki halflife 1,5-2 jam. Ikatan kortikodteron psds CGB memiliki halflife kurang dari 1 jam. Deoksikortikosteron dan progesteron dapat terikat pada CGB dengan baik, dapat pula bersifat kompetetif dengan kortisol. Kortisol bebas dalam darah dalam bentuk aktif hanya +8%. (2) mineralkortikoid yaitu aldosteron tidak memiliki protein transporter khusus, sehingga dapat bergabung dengan albumin, tetapi ikatannya lemah. Kortikosteron dan 11-hidroksi kortison punya sifat atau efek seperti mineralkortikoid bila bergabung dengan CBG. Beberapa enzim yang berperan pada sistem hormon steroid antara lain : dibentuk dari kolesterol yang ada dalam plasma dan sedikit dibentuk secara in situ (setempat), yang in situ dibentuk dari asetil koa melewati pembentukan mevalonat dan skualen, sebagian besar kolesterol dehidrogenase adrenal diesterifikasi dan disimpan dalam 108 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

17 bentuk lipid dalam sitoplasma, karena rangsangan adrenal oleh ACTH (atau camp) mengaktifkan esterase dan kolesterol bebas terbentuk serta diangkut ke mitokondria, dalam mitokondria terdapat cyitochrome P450 side chain clearage enzyme (P450 scc) yang mengubah kolesterol menjadi pregnenolon. Pemecahan rantai samping termasuk untai hidroksilasi yang mula-mula C22 berikutnya C20 diikuti oleh pemindahan rantai samping 6 atom C iso kaproaldehid yang menghasilkan steroid C21, protein steroidogenesis acute regulatory (STAR) yang dipengaruhi ACTH diperlukan untuk transpor kolesterol ke P450 sel pada membran mitokondria bagian dalam. Metabolisme dan ekskresi hormon steroid tergantung pada ada tidaknya protein carrier. Pada glukokortikoid dalam hal ini kortisol dan metbolitnya dalam plasma, terdiri atas 8)% 17-OH kortikoid, 20% kortison dan 11- deoksikortisol. Hampir setengahnya kortisol (baik kortison dan 11 deoksikortisol) beredar dalam dalam pembuluh darah dalam bentuk tereduksi (duhidro dan tetrahidro) yang dihasilkan dari reduksi cincim A dengan ikatan rangkap oleh dehidrtogenase dengan NADPH dan dari reduksi dari 3 grup keton oleh dehidrogenase yang reaksinya reversibel. Steroid yang telah terkonjugasi dengan glukoronat atau sulfat akan diekskresi oleh ginjal (dibentuk di hepar) yang mengubah steroid tidak larut menjadi larut lalu diekresikan. Pada tubuh steroid terkonjugasi ini diekresikan ke dalam membran empedu, direabsopsi oleh sirkulasi enterohepatik, 70% diekresikan melalui urin dan 20% melalui fases dan sisanya lewat keringat/kulit. Pada minerlokortikoid dalam hal ini 109 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

18 aldosteron, cepat diambil oleh hepar dari peredaran darah karena tak ada carrier yang mengikat dalam darah. Di hepar terbentuk tetrahidroaldosteron 3-glukoronat yang diekresikan ke urin Glukokortikoid Glukokortikoid disintesis di kortek adrenal, dalam bentuk kortisol dan kortikosteron. Sumber glukokortikoid terdapat dalam sel-sel zona fasikulata (spongiosit). Dalam mekanisme sekresinya memerlukan hormon pengatur yaitu ACTH. Fungsi hormon glukokortikoid antara lain mengatur metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein; menurunkan sintesis protein; meningkatkan kadar asam amino dalam darah; menstimulasi glukoneogenesis dengan mengaktifkan hepar untuk mengubah asam amino menjadi glukosa; melepaskan asam lemak dan gliserol; berperan sebagai agen antiinflamasi; menurunkan permeabilitas kapiler dan menekan respon imun (Gartner & Hiatt 2001: 311) Hormon androgen Adrenal ( dehidroepiandrosteron) Hormon androgen Adrenal dibentuk dari 17-OH pregnenolon, yang dipecah pada rantai sampingnya. Estrogen adrenal berjumlah sedikit serta dapat dibuat dari testosteron (melalui dehidroepiandrosteron (DHEA) dan 17- OH progesteron). Konyugat sulfat DHEA terdapat dalam kelenjar Adrenal. Pregnenolon-sulfat dapat menjadi 110 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

19 dehidroepiandrosteron tanpa melepaskan sulfatnya, berperanan dalam sintesis hormon steroid. Fungsi Metabolisme hormon-hormon glukokortikoid Kortisol dan steroid lain yaitu sintesis enzim sel-sel target, glikolisis bila terjadinya peningkatkan glukosa darah, pada lipolisis bila terjadi peningkatkan asam lemak darah dan metabolisme protein bila terjadi peningkatkan asam amino darah. Pada jaringan perifer di otot, jaringan adiposa dan jaringan limfoid akan terjadi reaksi katabolik oleh DHEA yaitu pada saat pengambilan glukosa (uptake) dan glikolisis oleh sel-sel jaringan menurun akibatnya glukosa menjadi sangat meningkat, sintesis protein menurun dan pemecahan protein meningkat, pada otot mengecil karena cadangan protein otot menurun. Jaringan adiposa terjadi peningkatan lipolisis yang meningkat menyebabkan asam lemak bebas meningkat pula. Gangguan metabolisme glukosa dalam jaringan adiposa akan menyebabkan peningkatan gliserol fosfat serta sintesis lipid berkurang. DHEA pada Hepar terjadi reaksi anabolik, terjadi peningkatan dan sintesis protein, glukoneogenesis, deposisiglikogen, asam amino dirubah menjadi CO2 dan sintesis urea. Efek glukoneogenik disebabkan oleh gliserol, asam lemak dan asam amino yang dibebaskan dari jaringan perifer ke dalam darah selanjutnya masuk ke hepar. Tugas khusus DHEA adalah meningkatkan enzimenzim khusus di hepar yang berperan pada metabolisme asam amino, alanin-α ketoglutarat transaminase, tirosin transaminase, triptofan pirolase. Kelenjar adrenal dapat meningkatkan enzim-enzim glukoneogenesis menjadi 111 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

20 piruvat karboksilase, piruvat karboksikinase, fruktosa 1,6 bisfosfatse, glukosa 6 fosfatase. Pada hepar proses-proses yang meningkat oleh karena kelenjar adrenal adalah perubahan asam amino menjadi glukosa, pembentukan glikogen dan sintesis protein. Pemberian DHEA yang merupakan steroid, dalam jangka waktu lama akan terjadi hiperglikemia, karena peningkatan glukoneogenesis di hepar (juga dari laktat dan gliserol di samping dari asam amino) dan penurunan uptake glukosa di jaringan perifer. Pada jantung, otak dan eritrosit DHEA relatif tidak aktif, efek lainnya dalam : 1. Efek anti-inflamasi, pada dosis tinggi yang penurunan reaksi pertahanan seluler, mengurangi migrasi lekosit ke daerah lesi membentuk kortisol, terjadi penurunan sintesis dan sekresi prostaglandin 2. Efek Imunosupresif penurunan respon imun yang berhubungan dengan infeksi, alergi, reaksi anafilaksis dan penurunan pembentukan zat anti pada trsaplantasi organ yang mencegah reaksi penolakan jaringan. Sebagian besar efek steroid adalah pada limfosit T (Thymus dependent lymphosit) pada Jantung, otak dan eritrosit. 3. Efek Eksokrin peningkatan sekresi HCl dan pepsinogen lambung peningkatan tripsinogen di pankreas 4. Efek Pada tulang penurunan osteoid pada matrix tulang, osteoporosis akibat kehilangan Ca ( pada demineralisasi tulang) 112 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

21 5. Efek pada camp Pada beberapa jaringan : penurunan aktivitas enzim fosfodiesterase menyebabkan camp meningkat 6. Efek tehadap surfaktan Peningkatan sintesis surfaktan (pada bayi prematur) Mineralkortikoid Hormon mineralkortikoid disintesis di kortek adrenal, dalam bentuk aldosteron dan deoksikortikosteron. Sumber mineralkortikoid terdapat dalam sel-sel zona glomerulosa. Dalam mekanisme sekresinya memerlukan hormon pengatur angiotensin II dan ACTH. Fungsi mengatur volume cairan tubuh dan konsentrasi ion dengan mempengaruhi tubulus kontortus distal ginjal, sehingga menyebabkan ekskresi potasium dan resorbsi sodium. Semua kortikosteroid kecuali androgen dapat peningkatan absopsi Na, Cl ( ginjal) dan penurunan Na,Cl (kel keringat, kel liur dan traktus gastrointestinal). Aldosteron merupakan golongan mineralokortikoid dalam darah, memiliki 1000 kali kekuatan dari kortisol dan 35 kali kekuatan dari deoksikortikosteron. Aldosteron memeiliki sifat retensi terhadap N2 dan ekskresi K & Mg, bila cairan ekstra sel lebih banyak maka menyebabkan volume darah lebih banyak (urin juga lebih banyak) dan akibatnya menyebabkan hipertensi. Aldosteron memiliki reseptor disitosol yang selanjutnya akan menuju ke inti bertujuan untuk meningkatan sintesis RNA dalam sintesis protein enzim. 113 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

22 Hormon Mineralkortikoid/ Aldosteron pada sintesisnya perlu hidroksilasi pada C18 oleh enzim hidrosilasenya hanya ada di zona Glomerulus ginjal ( di bawah kapsula bowmann). Sebagian besar hidroksilase steroid ada di adrenal korteks. Struktur aldosteron mirip kortikosteron, hanya pada atom C18 ada gugus aldehid. Deoskikortikosteron (DOC) merupakan prazat aldosteron. Aldosteron sintetis pada strukturnya mempunya gugus asetat dan deoksikortikosteroid asetat (DOCA) Katekolamin (Epinefrin, nor-epinefrin) Hormon yang berperan dalam sistem saraf adalah katekolamin dalam bentuk epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Medula adrenal mengandung granula kromafin (organel dalam sel) yang berfungsi untuk biosintesis, uptake, penyimpanan dan sekresi katekolamin. Senyawa lain yang terdapat dalam granulai ini adalah ATP- Mg 2+, Ca 2+, Dopamin-β-hidroksilase (DBH), dan protein kromogranina. Katekolamin masuk ke dalam granula dengan mekanisme transport dengan ATP dependent ratio katekolamin : ATP = 4 : 1. Norepinefrin disimpan dalam granula, dapat keluar serta mengalami metilasi ujung terminal-n proteinnya sehingga membentuk nor-epinefrin dan selanjutnya masuk ke granula baru. Katekolamin tidak menfasilitasi respon stress sendiri tetapi dibantu oleh hormon glukokortikoid, growth factor, vasopressin, angiotensin II dan glukagon. Katekolamin merupakan derivat 3,4-dihidroksi feniletilamin (dalam 114 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

23 bentuk dopamin, epinefrin, norepinefrin dalam medulla adrenal (sel-sel kromafin). Kelompok sel-sel kromafin ini terdapat juga di jantung, hepar, ginjal dan gonad dan neuronneuron adrenergik system simpatetik postganglion dari susunan saraf pusat. Produk terbesar dalam bentuk epinefrin. Katekolamin dibuat dari tirosin, dikatalisis oleh enzim tirosin hidroksilase dengan kofaktor tetrahidropteridin. Enzim bekerja sebagai enzim oksidoreduktase yang bersifat rate limiting dengan cara feedback inhibition oleh katekolamin dan hambatan kompetitif oleh beberapa senyawa lain antara lain metil tirosin untuk feokromositom dan dipiridil (kelasi Fe yang menyebabkan kofaktor hilang). Katekolamin disintesis dari jaringan saraf medula adrenal. Kelenjar ini merupakan sumber utama dari epinefrin pada sirkulasi darah sirkulasi. Katekolamin disintesis dari tirosin dan kemudian disimpan dalam granula sel medula adrenal. Tirosin diubah menjadi dihidroksifenilalanin (DOPA) oleh hidroksilase tirosin, lalu DOPA diubah menjadi dopamin dalam sitoplasma oleh enzim dekarboksilase. Dopamin kemudian diankut ke dalam membran granula, selanjutnya diubah menjadi norepinefrin, produk akhir katekolamin. Namun, pada lokasi lain dalam medula adrenal ditemukan feniletanolamin- Ometiltransferase (PNMT); dimana pada lokasi ini norepinefrin meninggalkan vesikel untuk kembali ke sitoplasma, selanjutnya PNMT mengubah norepinefrin menjadi epinefrin untuk disekresi. Katekolamin disimpan dalam granula pada kromogranin A dan membuthkan ATP 115 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

24 dalam sekresinya. Katekolamin ini pula segera dibersihkan dengan cepat, dengan waktu-paruh 1-2 menit. Dimanfaat dalam metabolisme selular secara tidak berlebihan, dan hanya sekitar 2-3% dari norepinefrin diekskresikan dalam urin. Katekolamin segera didegradasi melalui katekol-ometiltransferase (COMT) dan monoamin oksidase (MAO) guna mencegah produksi katekolamin yang berlebihan. Tirosin menjadi DOPA disitoplasma dibantu olen enzim tirosin hidroksilase, dan enzim ini dapat dihambat oleh metil-p-tirosin, dopamin dan norepinefrin secara feedback. Enzi mini dapat diaktifkan oleh camp-protein kinase. Dopa menjadi dopamin juga disintesis di sitoplasma dengan bantuan enzim DOPA dekarboksilase dan koenzim B6 fosfat (bukan regulator). Dopamin masuk ke vesikel medulla adrenal dan ke dalam sel-sel neuron. Yang selanjutnya disimpan. Dopamin menjadi norepinefrin dalam granula kromafin dalam vesikel oleh batuan enzim dopamine oksidase. Dalam medulla adrenal norepinefrin menjadi epinefrin dibantu oleh enzim fenil etanolamin-n-metil transferase dan terjadi donor S-adenosil metionin. Dalam vesikel, katekolamin ini disimpan dalam bentuk kompleks dengan ATP dan proteinnya disebut kromogranin. Sifat epinefrin adalah disintesis dan disimpan dalam medulla adrenal, bekerja di jaringan lain dan diangkut oleh darah. Efek epinefrin menyerupai perangsangan simpatik pada organ. Epinefrin penting untuk respon fisiologi yang cepat terhadap dingin (temperature rendah), capek, shock dan lain-lain. 116 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

25 Gambar 12. Metabolisme katekolamin 117 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

26 Norepinefrin disintesis di sel-sel saraf (neuron) dan ditemukan pada saraf simpatis serta bekerja sebagai neurotransmitter. Epinefrin dan norepinefrin dalam mempengaruhi metabolisme dalam menstimulasi terjadinya glikolisis di hepar dan otot, menstimulasi lipolysis di jaringan adiposa guna meningkatkan gula darah dan lemak bebas dalam darah. Norepinefrin yang ada pada organ yang dipersarafi oleh saraf simpatik dibuat di ujung saraf lain yang kemudian dibawa ke organ targetnya melalui sirkulasi darah. Epinefrin dan norepinefrin dapat dibuat dan disimpan di sel-sel lain di medulla adrenal dan jaringan kromafin lain. Sekresi hormon ini menstimulasi eksositosis dan kalsium, sekresi dirangsang oleh pars β-adrenal dan dihambat oleh pars α- adrenal. Epinefrin disekresi ke sel target/ hepar dan dipecah. Nor-epinefrin di sekresi, selanjutnya di ambil kembali oleh sel-sel neuron selanjutnya masuk ke vesikel. Dalam vesikel nor-epinefrin aktif menjadi tidak aktif (bentuk simpanan) dan aktivitas neurotransmiten di hentikan, dalam hal ini perlu energi. Norepinefrin tidak menembus barrier darah ke otak dan selanjutnya disintesis di otak. L-Dopa dapat masuk juga ke otak. Degradasi dan ekskresi katekolamin melalui mekanisme pengeluaran urin. Degradasi di semua jaringan dengan cara (1) metilasi gugus OH-nya oleh enzim katekol- O-metil transferase (COMPT) terjadi disitosol, activator Mg 2+ S-adenosil metionin sebagai donor metil (2) oksidasi rantai cabangnya, dengan enzim monoamine oksidase 118 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

27 (MAO) terdapat dalam mitokondria.tempat terbanyak terjadi pemecahan di hepar. Regulasi epenefrin dan norepinefrin sebagai allosterik inhibisi terhadap sintesisnya sendiri yaitu terhadap tirosin hidroksilase. Stress, makanan, sistem β-adrenal, hiper-hipofisis, ACTH/kortikosteroid dalam jangka panjang terjadi peningkatan sintesis perlahanlahan. Epinefrin berperan dalam glikogenolisis hepar dan otot skelet, laktasidemia, sumber glukoneogenesis hepar, resistensi insulin, lipolisis jaringan lemak, menghambat sekresi insulin oleh sel β, dan merangsang sekresi glukagon oleh sel α. Efek katekolamin pada : (1) sistem saraf pusat merangsang korteks euphoria ( rasa senang atau puas) dan mengurangi persepsi (fatigue) (2) pada pembuluh darah konstriksi artriol kulit dan ginjal, dilatasi pembuluh darah otot skelet (3) pada jantung (peran epinefrin 80% dari norepinefrin), menyebakan peningkatan frekwensi dan kekuatan kontraksi jantung (4) pada sitem respirasi dapat mempercepat frekwensi pernafasan, relaksasi bronkus (5) pada otot skelet dapat memperpanjang masa kontraksi dan dilatasi pembuluh darah karena adanya akumulasi laktat. Regulasi hormon salah satunya melalui epinefrin dan norepinefrin dapat sebagai inhibitor alosterik terhadap sintesisnya sendiri yaitu menghambat enzim tirosin hidroksilase. Stress, makanan, stimulasi β-adrenal, hiperhipofisis, ACTH dalam jangka waktu yang panjang akan meningkatkan sintesis perlahan-lahan. Demikian pula hormon glukokortikoid dapat merangsang enzim etanolamin 119 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

28 N-metil transferase. Asetilkolin juga dapat merangsang sekresi epinefrin dan norepinefrin. Norepinefrin tidak menembus barier darah otak dan disintesisi di otak, sebaliknya L-DOPA dapat masuk ke dalam otak. Mekanisme kerja epinefrin setelah disekresi menuju ke sel target hepar, setelah digunakan sesuai keperluan akan didegradasi. Norepinefrin setelah disekresi diambil kembali oleh sel-sel neuron, masuk ke vesikel, norepinefrin yang tadinya aktif menjadi tidak aktif sebagai bentuk simpanan, serta aktivitas neurotransmiter berhenti, dalam proses ini memerlukan energi. Dalam vesikel, katekolamin disimpan dalam bentuk komplek dengan ATP dengan perbandingan 4:1 dan protein yang disebut kromogranin. Kelompok sel-sel kromafin ini terdapat juga di jantung, hepar, ginjal, gonad dan neuron-neuron adrenergik sistem simpatik postganglion dari sistem saraf pusat, produk terbesar adalah epinefrin. Norepinefrin yang ada pada organ yang dipersarafin sendri sekitar 80%, sisanya dibuat di ujung saraf lain yang kemudian di bawa ke organ targetnya melalui sirkulasi darah. Epinefrin dan norepinefrin dapat dibuat dan disimpan di sel-sel lain di medula adrenal dan jaringan kromafin lain. Enzim DOPA hidroksilase (disemua jaringan) perlu koepiridoksal fosfat. Inhibitor kompetitif α-metil DOPA yaitu senyawa yang mirip metil-dopa antara lain : hifroksi tiramin (tiramin), metil tirosin, metaraminol yaitu obat-obat yang digunakan untuk hipertensi. 120 H o r m o n p e n g a t u r p e r t u m b u h a n d a n

HORMON KORTEKS ADRENAL

HORMON KORTEKS ADRENAL HORMON KORTEKS ADRENAL Korteks adrenal memiliki 3 zona: Zona glomerulosa, memproduksi mineralokortikoid Zona fasikulata Zona retikularis, bersama zona fasikulata memproduksi kelompok hormon glukokortikoid

Lebih terperinci

Rangkuman P-I. dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009

Rangkuman P-I. dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009 Rangkuman P-I dr. Parwati Abadi Departemen biokimia dan biologi molekuler 2009 Untuk tumbuh dan berkembang perlu energi dan prekursor untuk proses biosintesis berubah-ubah pd berbagai keadaan Utk memenuhi

Lebih terperinci

BAB XIII. Kelenjar Adrenal

BAB XIII. Kelenjar Adrenal BAB XIII Kelenjar Adrenal A. Struktur Anatomi Kelenjar Adrenal Kelenjar ini merupakan struktur majemuk yang terdiri atas suatu korteks pada bagian luar dan medula pada bagian dalam. Kelenjar adrenal manusia

Lebih terperinci

Rijalul Fikri FISIOLOGI ENDOKRIN

Rijalul Fikri FISIOLOGI ENDOKRIN Rijalul Fikri FISIOLOGI ENDOKRIN Kemampuan suatu sel atau jaringan untuk berkomunikasi satu sama lainnya dimungkinkan oleh adanya 2 (dua) sistem yang berfungsi untuk mengkoordinasi semua aktifitas sel

Lebih terperinci

Karena glikolisis dan glukoneogenesis mempunyai jalur yang same tetapi arahnya berbeda, maka keduanya hams dikendalikan secara timbal balik.

Karena glikolisis dan glukoneogenesis mempunyai jalur yang same tetapi arahnya berbeda, maka keduanya hams dikendalikan secara timbal balik. 5. GLUKONEOGENESIS Glukoneogenesis merupakan mekanisme dan reaksi-reaksi yang merubah senyawa non karbohidrat menjadi glukosa atau glikogen. Substrat utama glukoneogenesis adalah asam amino glukogenik,

Lebih terperinci

METABOLISME KARBOHIDRAT

METABOLISME KARBOHIDRAT METABOLISME KARBOHIDRAT METABOLISME KARBOHIDRAT DIET BERVARIASI P.U. KARBOHIDRAT > FUNGSI KARBOHIDRAT TERUTAMA SEBAGAI SUMBER ENERGI ( DR. GLUKOSA ) MONOSAKARIDA ( HEKSOSA ) HASIL PENCERNA- AN KARBOHIDRAT

Lebih terperinci

FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar Endokrin Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat

Lebih terperinci

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya

PENGATURAN JANGKA PENDEK. perannya sebagian besar dilakukan oleh pembuluh darah itu sendiri dan hanya berpengaruh di daerah sekitarnya MAPPING CONCEPT PENGATURAN SIRKULASI Salah satu prinsip paling mendasar dari sirkulasi adalah kemampuan setiap jaringan untuk mengatur alirannya sesuai dengan kebutuhan metaboliknya. Terbagi ke dalam pengaturan

Lebih terperinci

PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON)

PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON) Bio Psikologi Modul ke: PERISTIWA KIMIAWI (SISTEM HORMON) 1. Penemuan Transmisi Kimiawi pada Sinapsis 2. Urutan Peristiwa Kimiawi pada Sinaps 3. Hormon Fakultas Psikologi Firman Alamsyah, MA Program Studi

Lebih terperinci

FISIOLOGI HORMON STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN

FISIOLOGI HORMON STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN FISIOLOGI HORMON Fisiologi hormon By@Ismail,S.Kep, Ns, M.Kes 1 STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari kelenjarkelenjar endokrin Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang

Lebih terperinci

Sumber asam lemak Lemak dalam makanan (eksogen) Sintesis de novo dari asetil KoA berasal dari KH / asam amino (endogen)

Sumber asam lemak Lemak dalam makanan (eksogen) Sintesis de novo dari asetil KoA berasal dari KH / asam amino (endogen) METABOLISME LIPID Metabolisme lipid secara garis besar ASAM LEMAK KOLESTEROL Sumber asam lemak Lemak dalam makanan (eksogen) Sintesis de novo dari asetil KoA berasal dari KH / asam amino (endogen) METABOLISME

Lebih terperinci

ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR SUPRARENAL atau ADRENAL

ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR SUPRARENAL atau ADRENAL ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR SUPRARENAL atau ADRENAL Disusun Oleh : Kelompok 7 (S1-2A) 1. Akbar Dwi G (121.0007) 2. Alika Fitrianti (121.0009) 3. Desy Evarani (121.0023) 4. Mustika Larasati (121.0067) 5.

Lebih terperinci

6. PENGENDALIAN KADAR GLUKOSE DARAH

6. PENGENDALIAN KADAR GLUKOSE DARAH 6. PENGENDALIAN KADAR GLUKOSE DARAH GLUKOSE DARAH BERASAL DARI DIET, GLUKONEOGENESIS DAN GLIKOGENOLI S I S Sebagian besar karbohidrat diet yang dapat dicerna akhirnya membentuk glukose. Karbohidrat yang

Lebih terperinci

M.Nuralamsyah,S.Kep.Ns

M.Nuralamsyah,S.Kep.Ns M.Nuralamsyah,S.Kep.Ns Pendahuluan Ginjal mempertahankan komposisi dan volume cairan supaya tetap konstan Ginjal terletak retroperitoneal Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke

Lebih terperinci

METABOLISME HORMONE. Disusun oleh: Ramdaniar Nurdiana 11/311941/KG/08821

METABOLISME HORMONE. Disusun oleh: Ramdaniar Nurdiana 11/311941/KG/08821 METABOLISME HORMONE Disusun oleh: Amiga Rusyida H. 09/280171/KG/08385 Nani Agustiani 11/311774/KG/08813 Nimas Irene Anjani 11/311810/KG/08815 Rizky Syaputra 11/311861/KG/08817 Yohana Setianing 11/311936/KG/08819

Lebih terperinci

PROSES SINTESIS ASAM LEMAK (LIPOGENESIS)

PROSES SINTESIS ASAM LEMAK (LIPOGENESIS) PROSES SINTESIS ASAM LEMAK (LIPOGENESIS) Lipogenesis adalah pembentukan asam lemak yang terjadi di dalam hati. Glukosa atau protein yang tidak segera digunakan tubuh sebagian besar tersimpan sebagai trigliserida.

Lebih terperinci

E N D O K R I N. Hormon Pankreas. Ikbal Gentar Alam

E N D O K R I N. Hormon Pankreas. Ikbal Gentar Alam E N D O K R I N Hormon Pankreas Ikbal Gentar Alam Pankreas Pancreas Pankreas Fungsi utama : Sistem pencernaan Menghasilkan 2 hormon utama yaitu : Insulin Glukagon Hormon lain tapi belum jelas fungsinya

Lebih terperinci

SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK

SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK SEL OLEH: NINING WIDYAH KUSNANIK DEFINISI Sel adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh. Sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung dalam sel. Sel

Lebih terperinci

Jenis hormon berdasarkan pembentuknya 1. Hormon steroid; struktur kimianya mirip dengan kolesterol. Contoh : kortisol, aldosteron, estrogen,

Jenis hormon berdasarkan pembentuknya 1. Hormon steroid; struktur kimianya mirip dengan kolesterol. Contoh : kortisol, aldosteron, estrogen, SISTEM ENDOKRIN Hormon adalah bahan kimia yang dihasilkan oleh sebuah sel atau sekelompok sel dan disekresikan ke dalam pembuluh darah serta dapat mempengaruhi pengaturan fisiologi sel-sel tubuh lain.

Lebih terperinci

SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN)

SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN) SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN) Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin. kelenjar endokrin ialah suatu kelompok sel-sel khusus yang menghasilkan suatu produk kimia organik khas yang

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit kritis merupakan suatu keadaan sakit yang membutuhkan dukungan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit kritis merupakan suatu keadaan sakit yang membutuhkan dukungan BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anak sakit kritis Penyakit kritis merupakan suatu keadaan sakit yang membutuhkan dukungan terhadap kegagalan fungsi organ vital yang dapat menyebabkan kematian, dapat berupa

Lebih terperinci

Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak -oksidasi asam lemak

Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak -oksidasi asam lemak Metabolisme Lipid Metabolisme LIPID Metabolisme LIPID Degradasi Lipid Oksidasi asam lemak Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak -oksidasi asam lemak Biosintesis Lipid Biosintesis asam lemak Biosintesis

Lebih terperinci

Pendahuluan kebutuhan energi basal bertahan hidup Lemak sumber energi tertinggi asam lemak esensial Makanan mengandung lemak Pencernaan

Pendahuluan kebutuhan energi basal bertahan hidup Lemak sumber energi tertinggi asam lemak esensial Makanan mengandung lemak Pencernaan Metabolisme lemak Dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah ilmu biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila Pendahuluan Manusia memiliki kebutuhan energi

Lebih terperinci

REAKSI-REAKSI BIOKIMIA SEBAGAI SUMBER GLUKOSA DARAH

REAKSI-REAKSI BIOKIMIA SEBAGAI SUMBER GLUKOSA DARAH REAKSI-REAKSI BIOKIMIA SEBAGAI SUMBER GLUKOSA DARAH Dr. MUTIARA INDAH SARI NIP: 132 296 973 2007 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN...1 II. III. SUMBER GLUKOSA DARAH...2 PERAN HORMON DALAM PENGATURAN GLUKOSA DARAH...8

Lebih terperinci

Metabolisme Karbohidrat. Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia

Metabolisme Karbohidrat. Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia Metabolisme Karbohidrat Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia LATAR BELAKANG Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat tergantung pada kemampuannya menghasilkan enzim amilase

Lebih terperinci

Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran

Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran yang menonjol ke luar sel Melalui permukaan sel ini,

Lebih terperinci

Pengertian Mitokondria

Pengertian Mitokondria Home» Pelajaran» Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria, Struktur, dan Fungsi Mitokondria Pengertian Mitokondria Mitokondria adalah salah satu organel sel dan berfungsi

Lebih terperinci

Struktur Ginjal: nefron. kapsul cortex. medula. arteri renalis vena renalis pelvis renalis. ureter

Struktur Ginjal: nefron. kapsul cortex. medula. arteri renalis vena renalis pelvis renalis. ureter Ginjal adalah organ pengeluaran (ekskresi) utama pada manusia yang berfungsi untik mengekskresikan urine. Ginjal berbentuk seperti kacang merah, terletak di daerah pinggang, di sebelah kiri dan kanan tulang

Lebih terperinci

Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon)

Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon) Modul ke: Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon) Fakultas PSIKOLOGI Ellen Prima, S.Psi., M.A. Program Studi PSIKOLOGI http://www.mercubuana.ac.id Pengertian Hormon Hormon berasal dari kata hormaein yang berarti

Lebih terperinci

RESPON FISIOLOGIS STRES

RESPON FISIOLOGIS STRES RESPON FISIOLOGIS STRES Oleh: Sb Pranatahadi Disampaikan dalam srawung ilmiah jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY Jum at, 1 Januari 2009 STRES Suatu kondisi yang terjadi jika permintaan dirasa melebihi

Lebih terperinci

organel yang tersebar dalam sitosol organisme

organel yang tersebar dalam sitosol organisme STRUKTUR DAN FUNGSI MITOKONDRIA Mitokondria Mitokondria merupakan organel yang tersebar dalam sitosol organisme eukariot. STRUKTUR MITOKONDRIA Ukuran : diameter 0.2 1.0 μm panjang 1-4 μm mitokondria dalam

Lebih terperinci

b. Badan pankreas Merupakan bagian utama dan letaknya di belakang lambung dan vertebra lumbalis pertama. c. Ekor pankreas Merupakan bagian yang

b. Badan pankreas Merupakan bagian utama dan letaknya di belakang lambung dan vertebra lumbalis pertama. c. Ekor pankreas Merupakan bagian yang PANKREAS Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang 12,5 cm dan tebal + 2,5 cm Pankreas terdiri dari: a. Kepala pankreas Merupakan bagian yang paling lebar, terletak disebelah kanan

Lebih terperinci

Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru

Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru O R G A N P E N Y U S U N S I S T E M E K S K R E S I K U L I T G I N J A L H A T I P A R U - P A R U kulit K ULIT K U L I T A D A L A H O R G A

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kafein banyak terkandung dalam kopi, teh, minuman cola, minuman berenergi, coklat, dan bahkan digunakan juga untuk terapi, misalnya pada obatobat stimulan, pereda nyeri,

Lebih terperinci

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen. Secara kimiawi: OKSIDASI BIOLOGI

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen. Secara kimiawi: OKSIDASI BIOLOGI Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh

II. TINJAUAN PUSTAKA. merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Glukosa Darah 1. Definisi Glukosa Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Glukosa merupakan

Lebih terperinci

A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel

A. Pengertian Sel. B. Bagian-bagian Penyusun sel A. Pengertian Sel Sel adalah unit strukural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup. Sel berasal dari bahasa latin yaitu cella yang berarti ruangan kecil. Seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh

Lebih terperinci

BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati)

BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati) BIOKIMIA NUTRISI Minggu I : PENDAHULUAN (Haryati) - Informasi kontrak dan rencana pembelajaran - Pengertian ilmu biokimia dan biokimia nutrisi -Tujuan mempelajari ilmu biokimia - Keterkaitan tentang mata

Lebih terperinci

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen OKSIDASI BIOLOGI

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen OKSIDASI BIOLOGI Proses oksidasi Peranan enzim, koenzim dan logam dalam oksidasi biologi Transfer elektron dalam sel Hubungan rantai pernapasan dengan senyawa fosfat berenergi tinggi Oksidasi hidrogen (H) dalam mitokondria

Lebih terperinci

Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol

Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol Metabolisme lipid Transport lipid dalam plasma dan penyimpanan lemak Biosintesis lipid Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan

Lebih terperinci

Metabolisme karbohidrat

Metabolisme karbohidrat Metabolisme karbohidrat Dr. Syazili Mustofa, M.Biomed Lektor mata kuliah ilmu biomedik Departemen Biokimia, Biologi Molekuler, dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Unila PENCERNAAN KARBOHIDRAT Rongga mulut

Lebih terperinci

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ STRUKTUR TUBUH MANUSIA SEL (UNSUR DASAR JARINGAN TUBUH YANG TERDIRI ATAS INTI SEL/ NUCLEUS DAN PROTOPLASMA) JARINGAN (KUMPULAN SEL KHUSUS DENGAN BENTUK & FUNGSI

Lebih terperinci

Metabolisme karbohidrat - 4

Metabolisme karbohidrat - 4 Glukoneogenesis Uronic acid pathway Metabolisme fruktosa Metabolisme galaktosa Metabolisme gula amino (glucoseamine) Pengaturan metabolisme karbohidrat Pengaturan kadar glukosa darah Metabolisme karbohidrat

Lebih terperinci

biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. ORGAN EKSKRESI

biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. ORGAN EKSKRESI 15 MATERI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI Pengeluaran zat di dalam tubuh berlangsung melalui defekasi yaitu pengeluaran sisa pencernaan berupa feses. Ekskresi

Lebih terperinci

PENGANTAR BIOKIMIA OLEH : Cerika Rismayanthi, M.Or

PENGANTAR BIOKIMIA OLEH : Cerika Rismayanthi, M.Or PENGANTAR BIOKIMIA OLEH : Cerika Rismayanthi, M.Or PENGERTIAN BIOKIMIA BIOKIMIA : ilmu yang berhubungan dengan berbagai molekul di dalam sel atau organisme hidup sekaligus dengan reaksi kimianya. BIOS

Lebih terperinci

B. SISTEM HORMON / ENDOKRIN

B. SISTEM HORMON / ENDOKRIN B. SISTEM HORMON / ENDOKRIN HORMON SENYAWA KIMIA YANG DIHASILKAN OLEH KELENJAR ENDOKRIN ATAU KELENJAR BUNTU, YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KOORDINASI PADA SEMUA BAGIAN TUBUH Transportasi hormon dilakukan

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1 1. Perhatikan gambar nefron di bawah ini! SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1 Urin sesungguhnya dihasilkan di bagian nomor... A. B. C. D. 1 2 3 4 E. Kunci Jawaban : D

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. meningkatnya tekanan osmotik serta stres panas. Itik akan mengalami kesulitan

PENDAHULUAN. meningkatnya tekanan osmotik serta stres panas. Itik akan mengalami kesulitan I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Itik sangat rentan terhadap cuaca panas ditambah lagi dengan sistem pemeliharaan minim air menyebabkan konservasi air oleh ginjal lebih banyak dan meningkatnya tekanan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Glukosa Darah Karbohidrat merupakan sumber utama glukosa yang dapat diterima dalam bentuk makanan oleh tubuh yang kemudian akan dibentuk menjadi glukosa. Karbohidrat yang dicerna

Lebih terperinci

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel ORGANISASI KEHIDUPAN Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Kata sel berasal dari bahasa latin cellulae, yang berarti bilik kecil.

Lebih terperinci

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009 BAB IV Darah Darah berfungsi sebagai : 1. Alat transport O 2 dari paruparu diangkut keseluruh tubuh. CO 2 diangkut dari seluruh tubuh ke paruparu. Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan

Lebih terperinci

Oksidasi Asam Piruvat

Oksidasi Asam Piruvat Oksidasi Asam Piruvat Apabila ada oksigen, asam piruvat masuk kedalam mitokhondria. Asam piruvat akan mengalami oksidasi dekarboksilasi menjadi asetil-koa Dalam reaksi ini : o o o o o Menghasilkan NADH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi menurut kriteria JNC VII (The Seventh Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and treatment of High Blood Pressure), 2003, didefinisikan

Lebih terperinci

Siklus Krebs. dr. Ismawati, M.Biomed

Siklus Krebs. dr. Ismawati, M.Biomed Siklus Krebs dr. Ismawati, M.Biomed Berfungsi dalam katabolisme dan juga anabolisme amfibolik Katabolisme memproduksi molekul berenergi tinggi Anabolisme memproduksi intermedier untuk prekursor biosintesis

Lebih terperinci

S E L. Suhardi, S.Pt.,MP

S E L. Suhardi, S.Pt.,MP S E L Suhardi, S.Pt.,MP Foreword Struktur sel, jaringan, organ, tubuh Bagian terkecil dan terbesar didalam sel Aktivitas metabolisme sel Perbedaan sel hewan dan tumbuhan Metabolisme sel Fisiologi Ternak.

Lebih terperinci

BAB 2 ANATOMI DAN FUNGSI KELENJAR TIROID. Tiroid berarti organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar tiroid merupakan

BAB 2 ANATOMI DAN FUNGSI KELENJAR TIROID. Tiroid berarti organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar tiroid merupakan BAB 2 ANATOMI DAN FUNGSI KELENJAR TIROID 2.1 Anatomi Tiroid berarti organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar tiroid merupakan organ yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah

Lebih terperinci

METABOLISME dan KATABOLISME KARBOHIDRAT

METABOLISME dan KATABOLISME KARBOHIDRAT METABOLISME dan KATABOLISME KARBOHIDRAT Disampaikan oleh: Sofia Februanti METABOLISME & KATABOLISME KARBOHIDRAT PENGERTIAN KLASIFIKASI METABOLISME DAN KATABOLISME PENGERTIAN KARBOHIDRAT Senyawa organik

Lebih terperinci

Metabolisme (Katabolisme) Radityo Heru Mahardiko XII IPA 2

Metabolisme (Katabolisme) Radityo Heru Mahardiko XII IPA 2 Metabolisme (Katabolisme) Radityo Heru Mahardiko XII IPA 2 Peta Konsep Kofaktor Enzim Apoenzim Reaksi Terang Metabolisme Anabolisme Fotosintesis Reaksi Gelap Katabolisme Polisakarida menjadi Monosakarida

Lebih terperinci

Sistem Ekskresi Manusia

Sistem Ekskresi Manusia Sistem Ekskresi Manusia Sistem ekskresi merupakan sistem dalam tubuh kita yang berfungsi mengeluarkan zatzat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dan zat yang keberadaannya dalam tubuh akan mengganggu

Lebih terperinci

TUGAS 3 SISTEM PORTAL

TUGAS 3 SISTEM PORTAL TUGAS 3 SISTEM PORTAL Fasilitator : Drg. Agnes Frethernety, M.Biomed Nama : Ni Made Yogaswari NIM : FAA 113 032 Kelompok : III Modul Ginjal dan Cairan Tubuh Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya

Lebih terperinci

PENGARUH Agen KIMIA Dan MEKANISME perubahan sel Serta penyakit Yang ditimbulkannya

PENGARUH Agen KIMIA Dan MEKANISME perubahan sel Serta penyakit Yang ditimbulkannya PENGARUH Agen KIMIA Dan MEKANISME perubahan sel Serta penyakit Yang ditimbulkannya 2013 Manusia dikenakan paparan berbagai xenobiotik (bahan kimia) terus. xenobiotik adalah senyawa hadir dalam lingkungan

Lebih terperinci

Metabolisme karbohidrat - 2

Metabolisme karbohidrat - 2 Glukoneogenesis Uronic acid pathway Metabolisme fruktosa Metabolisme galaktosa Metabolisme gula amino (glucoseamine) Pengaturan metabolisme karbohidrat Pengaturan kadar glukosa darah Metabolisme karbohidrat

Lebih terperinci

fosfotriose isomerase, dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1,3- bisfosfogliserat melalui gliseraldehid 3-fosfat.

fosfotriose isomerase, dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1,3- bisfosfogliserat melalui gliseraldehid 3-fosfat. 1. GLIKOLISIS PENDAHULUAN Sebagian besar jaringan membutuhkan glukosa meskipun dalam jumlah minimum, terutama otak dan eritrosit. Glikolisis merupakan jalur utama untuk pemanfaatan glukosa dan di sitosol

Lebih terperinci

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV HASIL DAN PEMBAHASAN 31 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Pemberian Minyak Buah Makasar terhadap Protein Hati Itik Cihateup Rata-rata kadar protein hati pada itik Cihateup yang diberi minyak buah makasar (MBM) pada kondisi

Lebih terperinci

1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah

1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah 1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah A. Selaput mielin B. Sel schwann C. Nodus ranvier D. Inti sel Schwann E. Tidak ada jawaban yang benar Jawaban : A Selaput

Lebih terperinci

GINJAL KEDUDUKAN GINJAL DI BELAKANG DARI KAVUM ABDOMINALIS DI BELAKANG PERITONEUM PADA KEDUA SISI VERTEBRA LUMBALIS III MELEKAT LANGSUNG PADA DINDING

GINJAL KEDUDUKAN GINJAL DI BELAKANG DARI KAVUM ABDOMINALIS DI BELAKANG PERITONEUM PADA KEDUA SISI VERTEBRA LUMBALIS III MELEKAT LANGSUNG PADA DINDING Ginjal dilihat dari depan BAGIAN-BAGIAN SISTEM PERKEMIHAN Sistem urinary adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan mengalirkan urin. Pada manusia, sistem ini terdiri dari dua ginjal, dua ureter,

Lebih terperinci

Sistem Ekskresi. Drs. Refli, MSc Diberikan pada Pelatihan Penguatan UN bagi Guru SMP/MTS se Provinsi NTT September 2013

Sistem Ekskresi. Drs. Refli, MSc Diberikan pada Pelatihan Penguatan UN bagi Guru SMP/MTS se Provinsi NTT September 2013 Sistem Ekskresi Drs. Refli, MSc Diberikan pada Pelatihan Penguatan UN bagi Guru SMP/MTS se Provinsi NTT September 2013 Pengertian & Fungsi Proses Ekskresi Penegrtian : Proses pengeluaran zat-zat sisa hasil

Lebih terperinci

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI)

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI) Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh

Lebih terperinci

Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan

Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan Indikator Pencapaian: MATERI IX SISTEM EKSKRESI Mahasiswa dapat menjelaskan alat ekskresi dan prosesnya dari hasil percobaan Materi Mahluk hidup dalam hidupnya melakukan metabolisme. Metabolisme ini selain

Lebih terperinci

HOMON PANKREAS & TRAKTUS GASTROINTESTINAL

HOMON PANKREAS & TRAKTUS GASTROINTESTINAL HOMON PANKREAS & TRAKTUS GASTROINTESTINAL HORMON PANKREAS Pankreas memiliki 2 fungsi yaitu : Eksokrin, mensekresi enzim-enzim dan ion-ion yang digunakan untuk proses pencernaan ke dalam duodenum Endokrin,

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada setiap sediaan otot gastrocnemius dilakukan tiga kali perekaman mekanomiogram. Perekaman yang pertama adalah ketika otot direndam dalam ringer laktat, kemudian dilanjutkan

Lebih terperinci

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009

Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) 1 RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Glukosa Glukosa merupakan sumber energi utama bagi seluruh manusia. Glukosa terbentuk dari hasil hidrolisis karbohidrat. 1 Karbohidrat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Indeks Massa Tubuh a. Definisi IMT atau sering juga disebut indeks Quatelet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli matematika Lambert Adolphe Jacques Quatelet

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proses pemotongan/penyembelihan dapat mengakibatkan stres hewan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proses pemotongan/penyembelihan dapat mengakibatkan stres hewan, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pemotongan/penyembelihan dapat mengakibatkan stres hewan, sementara stres itu sendiri akan menurunkan kualitas daging. Stres dapat diartikan kegagalan adaptasi

Lebih terperinci

Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol

Metabolisme lipid. Metabolisme lipoprotein plasma Metabolisme kolesterol Metabolisme lipid Transport lipid dalam plasma dan penyimpanan lemak Biosintesis lipid Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Glukosa Darah 2.1.1 Sumber Glukosa Darah Karbohidrat, protein dan lemak merupakan nutrisi penting bagi tubuh. Didalam saluran cerna, masing-masing karbohidrat, lemak dan protein

Lebih terperinci

Tujuan Instruksional. Umum. Khusus

Tujuan Instruksional. Umum. Khusus MEMBRAN SEL Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa FK USU semester 1 akan dapat menjelaskan struktur dan fungsi membran serta protein membran dan hubungannya dengan reseptor. Khusus Mahasiswa akan dapat :

Lebih terperinci

BAB XII. Kelenjar Pankreas

BAB XII. Kelenjar Pankreas BAB XII Kelenjar Pankreas A. Struktur Kelenjar Pankreas Kelenjar pankreas adalah kelenjar lonjong berwarna keputihan terletak dalam simpul yang terbentuk dari duodenom dan permukaan bawah lambung. Panjangnya

Lebih terperinci

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Yupiter Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah A. Bagian-Bagian Darah Terdiri atas apakah darah

Lebih terperinci

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME Metabolisme adalah seluruh reaksi kimia yang dilakukan oleh organisme. Metabolisme juga dapat dikatakan sebagai proses

Lebih terperinci

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP TUGAS MATA KULIAH NUTRISI TANAMAN FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP Oleh : Dewi Ma rufah H0106006 Lamria Silitonga H 0106076 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2008 Pendahuluan Fosfor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan olahraga sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Olahraga banyak diminati oleh masyarakat karena dikenal memiliki berbagai manfaat untuk menjaga kesehatan

Lebih terperinci

BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia

BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia KODE MK: IKF 207 DOSEN: DR.dr. BM.WARA KUSHARTANTI MS RUANG LINGKUP BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia yang terjadi pada makhluk hidup.

Lebih terperinci

ENZIM Enzim : adalah protein khusus yang mengkatalisis reaksi biokimia tertentu

ENZIM Enzim : adalah protein khusus yang mengkatalisis reaksi biokimia tertentu ENZIM Enzim : adalah protein khusus yang mengkatalisis reaksi biokimia tertentu terikat pada satu atau lebih zat-zat yang bereaksi. Dengan demikian enzim menurunkan barier energi (jumlah energi aktivasi

Lebih terperinci

REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT

REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT Morfologi dan fungsi berbagai tipe sel organisme tingkat tinggi berbeda, misalnya: neuron mamalia berbeda dengan limfosit, tetapi genomnya sama Difenrensiasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tikus putih yang memiliki nama ilmiah Ratus novergicus adalah hewan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tikus putih yang memiliki nama ilmiah Ratus novergicus adalah hewan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tikus Putih (Ratus novergicus) Tikus putih yang memiliki nama ilmiah Ratus novergicus adalah hewan coba yang sering dipakai untuk penelitian. Hewan ini termasuk hewan nokturnal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prevalensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, akibat yang ditimbulkannya menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan

Lebih terperinci

BIOSINTESIS HORMON TIROID DAN PARATIROID

BIOSINTESIS HORMON TIROID DAN PARATIROID MAKALAH TENTANG BIOSINTESIS HORMON TIROID DAN PARATIROID Disusun oleh: Sohibul Himam Haqiqi 0710510087 FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2008 PENDAHULUAN 1.1 Sistem endokrin Sistem endokrin,

Lebih terperinci

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc. BIO210 Mikrobiologi Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc. Kuliah 4-5. METABOLISME Ada 2 reaksi penting yang berlangsung dalam sel: Anabolisme reaksi kimia yang menggabungkan bahan

Lebih terperinci

HISTOLOGI URINARIA dr d.. K a K r a ti t k i a a R at a n t a n a P e P r e ti t w i i

HISTOLOGI URINARIA dr d.. K a K r a ti t k i a a R at a n t a n a P e P r e ti t w i i HISTOLOGI URINARIA dr. Kartika Ratna Pertiwi 132319831 SISTEM URINARIA Sistem urinaria terdiri atas - Sepasang ginjal, - Sepasang ureter - Kandung kemih - Uretra Terdapat pula - Sepasang arteri renalis

Lebih terperinci

Metabolisme Protein - 2

Metabolisme Protein - 2 Protein Struktur asam amino Asam amino essensial Metabolisme asam amino Pengaruh hormon dalam metabolisme asam amino Anabolisme asam amino Katabolisme asam amino Keseimbangan nitrogen Siklus urea Perubahan

Lebih terperinci

RESPIRASI SELULAR. Cara Sel Memanen Energi

RESPIRASI SELULAR. Cara Sel Memanen Energi RESPIRASI SELULAR Cara Sel Memanen Energi TIK: Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan cara sel memanen energi kimia melalui proses respirasi selular dan faktorfaktor yang mempengaruhi

Lebih terperinci

7. JALUR PENTOSA FOSFAT DAN JALUR LAIN PADA METABOLISME HEXOSA

7. JALUR PENTOSA FOSFAT DAN JALUR LAIN PADA METABOLISME HEXOSA 7. JALUR PENTOSA FOSFAT DAN JALUR LAIN PADA METABOLISME HEXOSA PENGANTAR Jalur Pentosa Fosfat (Hexosa Monophosphat Shunt = HMS) merupakan suatu lintasan alternatif dari metabolisme glukose. Jalur ini tidak

Lebih terperinci

Struktur bagian dalam ginjal

Struktur bagian dalam ginjal Sitem perkemihan Sistem perkemihan Terdiri atas: dua ginjal, dua ureter, vesika urinaria dan uretra Fungsi ginjal pembentukan urine Yang lain berfungsi sebagai pembuangan urine Fungsi lain ginjal: Pengaturan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lebih dari satu miliar orang di dunia menderita disabilitas. Disabilitas atau kecacatan dapat terjadi akibat kondisi kesehatan, kondisi lingkungan, dan faktor lain

Lebih terperinci

10/30/2015. Protein adalah makromolekul. Mereka dibangun dari satu atau lebih rantai asam amino. Protein dapat mengandung asam amino.

10/30/2015. Protein adalah makromolekul. Mereka dibangun dari satu atau lebih rantai asam amino. Protein dapat mengandung asam amino. Protein Struktur asam Asam essensial Metabolisme asam Pengaruh hormon dalam metabolisme asam Anabolisme asam Katabolisme asam Keseimbangan nitrogen Siklus urea Perubahan rangka karbon asam menjadi zat

Lebih terperinci

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 11. SISTEM EKSKRESI MANUSIALatihan Soal 11.1

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 11. SISTEM EKSKRESI MANUSIALatihan Soal 11.1 . Perhatikan gambar nefron di bawah ini! SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB. SISTEM EKSKRESI MANUSIALatihan Soal. Urin sesungguhnya dihasilkan di bagian nomor... Berdasarkan pada gambar di atas yang dimaksud dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Telah diketahui bahwa ketinggian menimbulkan stress pada berbagai sistem organ manusia. Tekanan atmosfer menurun pada ketinggian, sehingga terjadi penurunan tekanan

Lebih terperinci