BABn TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Hartono Jayadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BABn TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Struktur dan GenomVirus Hepatitis B Hepatitis B virus adalali virus DNA dari famili Hepadnaviridae yang terutama menyerang hati dan sebagian kecil dapat menyerang ginjal, pankreas, dan sel mononuklear. Mikroskop elektron pada serum HBsAg positif menunjukkan 3 bentuk morfologis (Gambar 1). Yang paling banyak adalah partikel sferis berdiameter 32 nm. Partikel kecil ini dibuat khusus oleh HBsAgsesuai dengan bentuknya yang tubular atau filamentous dimana mempunyai diameter yang sama te^i d^)at mempunyai panjang lebih dari 200 nm dan dihasilkan karena produksi berlebihan dari HBsAg. Sedangkan virion yang besar, sferis (juga dinamakan partikel Dane) lebih jarang ditemukan. Pomukaan luar, atau envelope, n^gandung HBsAg dan mengelilii^ inti nukleokapsid bagian dalam (27 nm) yang mengandung HBcAg. Regio untai tunggal pada genom DNA siikuler yang mempunyai panjang bervariasi ini merupakan partikel yang heterogen secara genetik (Flint, Brooks, 2004).''" Gambar 1 : Struktm' VHB. Melalui pemeriksaan mikroskop elektron pada serum penderita hepatitis B kronis d^at ditemukan 3 struktur VHB yattu virion VHB yang disebut partikel Tims (A) berukuran nm dengan 2 la^is seiubung pralein di bt^jan luar dan nukieoki^id atau core dibagian dalam. Nukleok^id mengandung genom VHB bendcuran 3,2 Id) dan pelimoase yang berpoan dalam sintesis DNA di dalam sel yang twii^ksl Selain itu VHB memghasilkan 2 macam subvirion yaitu yang berbentukfiiamentosa (A) dan sferis dengan diameter 20 nm." 3
2 Genom viral (Gambar 2) mengadimg sebagian DNA untai ganda sirkuler yang mempunyai panjang 3200 bp. Isolat VHB yang berbeda-beda mengandung sekitar 90-98% urutan nukleotida yang homolog. DNAfiill-lengthuntai minus (untai L atau long) adalah komplementer dengan semua mrna VHB; untai positif strand (S atau vmtai short) adalah bermacam-macam dan panjangnya antara 50 dan 80% unit.' Terdapat 4 open readingframeyang mengkode 7 polipeptida, yaitu protein struktural pada permukaan virion dan inti; transaktivator transkripsional kecu (X), dan protein polimerase besar (P) yang mengandung DNA polimerase, reverse transcriptase, dan aktivitas Rnase H. Gen S mempunyai three in- frame kodon inisiasi dsn mengkode HBsAg mayor, juga polipeptida mengandung tambahan urutan pre-s2 atau urutan pre-sl dan pre-s2. Gen C mempunyai two inframe kodon inisiasi dan mengkode HbcAg dan protein Hbe yang akan diproses menjadi HbeAg yangteriarut.* Gambar 2 : Genom HVB. Struktur genom VHB berbentuk DNA sirkuler untai ganda parsial. Untai yang lengkeq) mengkode 7 protein dengan 4 open reactingframe (ORF) yang tumpang tindih protein HBsAg, core, polimerase dan X). Jumlah residu asam amino diperlihatkan di dalam kmung, dimana aa menunjuldcan asam amino.^ Stabilitas HBsAg tidak selalu serupa dengan penyebab mfeksiusnya. Tetjq)i keduanya stabil pada -20 d^jat Cdcius untuk lebih dari 20 tahun dan st^ pada looses pembekuan dan pencairan yang berulang. Virus juga stabil pada 37 derajat Celcius untuk 60 menit dan akan tetap hidup sesudah dikeringkan dan disimpan pada suhu 25 derajat Celcius untuk minimal 1 minggu.
3 VHB (tetapi bukan HbsAg) sensitif pada suhu tinggi (100 derajat Celcius untuk 1 menit) atau periode inkubasi yang lebih lama (60 derajat Celcius untuk 10 jam). HBsAg stabil pada ph 2,4 sampai 6 jam, tetapi infektivitas VHB-nya hilang. Sodium hipoklorit 0,5 % dapat menghancurkan antigenisitasnya dalam waktu 3 menit pada konsentrasi protein rendah, tetapi specimen serum yang tidak terdilusi membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi (5%). HBsAg tidak dapat dihaneurkan ol^ radiasi UV pada plasma atau produk darah Imn, dan infdcttvitas viral akstk tetiq> ada.'-'"''^ 22 Siklns Replikasi VHB Virion melekat pada hepatosit (tahap 1) melalui pengenalan oleh reseptor permukaan sel (Gambar 3). Mekanisme pelepasan virus ke dalam sel (2) belum diketahui dan perbaikan gapped (+) DNA strand (3) dilakukan oleh enam yang belum diketahui. DNA ditranslokasikan ke nukleus (4), dimana berada dalam bentuk sirkuler closed secara kovalen yang dinamakan CCC DNA. Negatif ^and pada CCC DNA ini berperan sebagai templat untuk transkripsi oleh RNA polimerase II seluler (5) untuk genom yang lebih panjang daripada panjang RNA yang dinamakan pregenom dan yang lebih pendek (transkrip subgenomik) (Gambar 6), semuanya berperan sebagai mrna. mrna viral ditranspor ke nukleus (6). mrna viral yang lebih pendek ditranslasikan diribosompada retikulum endoplasma (ER) (7), dan protein yang dihasilkan akan menjadi antigen permukaan (HBsAg) pada envelope viral yang akan memasuki jalur secretory.vxe^sdsm RNA ditranslasikan pada efisiensi rendah (8)untuk men^iasilkan protein polimerase 90-kDa, P, yang berperan dalam aktivitas reverse transcriptase? 5
4 Gambar 3 : Siklus replikasi VHB." Protein ini laiu berikatan dengan situs spesifik pada ujung 3' pada transkripnya sendiri, dimana sintesis DNA viral dimulai. Pregenom RNA juga berperan sebagai mrna untuk protein kapsid (9). Bersamaan dengan pembentukan kapsid, kompleks RNA-protein P dikemas (10) dan transkripsi balik dimulai d^an sintesis DNA (-) strand (11). Pada masa awal infdcsi, DNA akan disiikulasi kembali ke nukleus (12), dimana proses ini akan berulang sehingga dihasilkan akumulasi molekul CCC DNA dan bersamaan dei^an naiknya konsentrasi mrna viral. Beberapa waktu kemudian, mungkin sebagai konsekuensi dari akumulasi protem viral tertentu tersebut, nukleokapsid matur akan terbentuk(13). Struktur ini membutuhkan envelope dengan cara budding ke ER, dimana morfogenesis vhal akan dilengb^i (14). Envelope virion progeni lalu dilepaskan dari sel melalui eksositosis (15).' 6
5 23 Genotipe VHB Berdasarkan perbandingan susunan genom lengkap, VHB dapat dikelompokkan menjadi 8 genotipe yaitu genotipe A,B, C, D, E, F, G, dan H. Genotipe VHB ditentukan berdasarkan susunan genom sama dengan atau lebih dari 8 % sedangkan perbedaan gen S antar genotipe adalah 4,1 % atau 4 %.^'^''^ Genotipe VHB mempunyai distribusi geografis tertentu di seluruh dunia, Genotipe A sering ditemukan di negara-negara Eropa Utara, Eropa Tengah, Amerika Utara, dan Afiika Sub- Sahara. Genotipe B dan C hanya ditemukan di Asia. Genotipe D terdistribusi di seluruh dunia tetapi paling sering ditemukan di negara-negara Mediterania. Genotipe E terutama ditemukan di Afrika Barat Genotipe F merupakan genotipe yang paling berbeda diantara genotipe VHB dan hanya ditemukan pada populasi aborigin di Amerika. GCTOtipe G baru ditemukan di Amerika dan Francis. Goiotipe H merupakan genotipe VHB yang baru saja betfaasil diidentifikasi dan telah ditemukan di Nikaragua, Meksiko, dan Califomia."'^*'^ 2.4 Subtipe VHB Subtipe VHB dibedakan berdasarkan perbedaan antigenisitas HBsAg pada permukaan VHB. Semua virus mempvinyai determinan antigenik utama dan merupakan ^itope dominan dari HBsAg, yaitu a. Selain itu, terdapat 2 pasang determinan subtipe lain yaitu d/y dan w/r sehingga terdapat 4 subtipe VHB yang utama yaitu adw, ayw, adr, dan ayr. Determinan d/y ditentukan dari asam amino urutan ke-122, yaitu lisin (d) atau aigimn (y), sedangkan determinan w/r ditentukan dari asam amino urutan ke-160, yaitu lisin (w) atau arginin (r ). Selanjutnya, variasi pada urutan asam amino yang lain men^hasilkan 9 subtipe VHB yang sudah taid«itifikasi yaitu aywl, ayw2, ayw3, ayw4, ayr, adw2, adw4, adrq+, dan adrq-.'^ 2.5 Patogenesis dan Imunitas Setelah masuk ke dalam darah, virus menginfeksi hepatosit dan antigen virus meliputi permukaan sel. Selanjutnya teijadi proses pertahanan tubuh dari sel T sitotoksik yang menyebabkan inflamasi dan nekrosis. Patogenesis hepatitis B mungkin merupakan hasil dari proses ini, karena VHB sendiri tidak menyebabkan efek sitopatik. Kompleks antigen dan antibodi 7
6 r menyebabkan gejala awal berupa arthralgia, arthritis dan urtikaria, serta komplikasi kronik seperti glomerulonefritis, krioglobulinemia dan vaskulitis.'*' Infeksi oleh VHB menyebabkan tiga hal yaitu: - Infeksi akut yang diikuti dengan masa pemulihan dan teijadinya imunitas teihadap reinfeksi (Lebih dari 90% kasm) - Hepatitis fulminan, menyebabkan kegagalan hati dan angka kematiannya hampir mencapai 90 % (Kurang dari 1% kasus) - Infeksi kronis, menyebabkan banyaknya carrier hsu^ virus ini Sekitar 5 % penderita infeksi VHB menjadi karier kronik, yaitu seseorang yang menunjukkan HBsAg positif pada darahnya selama sedikitnya 6 bulan. Karier kronik teijadi karena adanya infeksi persisten pada hepatosit yang menyebabkan adanya VHB dan HBsAg pada darah dalam waktu yang lama. Determinan utama yang menunjukkan bahwa seorang penderita telah bebas infeksi atau menjadi karier kronik adalah adekuat tidaknya respon sel T sitotoksik. DNA VHB terutama berada pada episom sitoplasma sel yang terinfeksi persisten, sedangkan sejumlah kecil copy DNA VHB berintegrasi ke DNA sel inang.***'*^ Karier kronik lebih sering teijadi ketika infeksi terjadi pada bayi baru lahir dibandingkan pada waktu dewasa, kemungkinan karena sistem imun bayi neonatus kurang kompeten dibandingkan orang dewasa. Sekitar 90% neonatus terinfeksi menjadi karier kronik dan berisiko menjadi HCC.**'''^ Imunitas dalam waktu yang lama terjadi sesudah infeksi alami dan diperantarai oleh antibodi humoral teihadap HBsAg. Antibodi teiliadap HBsAg (HBsAb) adalah protektif karena berikatan dengan antigen permukaan virion dan akan moncegah interaksi dei^an reseptor hepatosit. Antibodi terhadap antigen core (HBcAb) tidak bersifat protektif karena antigen core berada di dalam virion sehinggatidak d^t berinteraksi dengannya.*"*^ 8
7 2.6 Epidemiologi VHB ditransmisi dalam darah dan cairan tubuh lamnya termasiik semen dan ASI. Bisa melalui hubungan seksual dan vertikal dari ibu ke bayinya. Transmisi yang lain bisa berasal dari jarum suntik, terutama pada orang-orang yang menyalahgunakan obat-obatan intra vena. Pemeriksaan skrining HBsAg pada darah transfiisi menurunkan angka kejadian hepatitis B yang boiiubungan dengan transfiisi darah. Hepatitis ditemukan di seluruh dunia Prevalensinya dapat diperkirakan dari populasi orang dengan anti HBs atau HBsAg positif, yaitu: - Prevalensi tinggi (10-20%) terdapat di Asia Timur dan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan Afrika. - Prevalensi sedang (2-20%) terd ^ di daerah CIS, subkontinen Indian, sebagian Afiika, Eiopa Timur dan Tei^gara serta sebagian Amerika Latin. - Prevalensi rendah (<1 %) terdapat di Eropa, Australia, New Zealand, Canada dan USA. Diperkirakan 350 juta orang merupakan carrier VHB. Di Eropa, sekitar kasus ditemukan setiap tahunnya, orang menjadi ccarier, orang meninggal karena sirosis dan orang meninggal karena kanker. Di USA insidensi Hepatitis B sekitar dan berhubungan dengan angka mortautas akibat sirosis dan kanker hepatoselular. Insidensi hepatoma yangtinggi juga ditemukan di Asia, sehingga mengindikasikan VHB adalah virus yang bersifat onkogen pada manusia. Imunisasi di Taiwan berfaasil menurunkan hepatoma pada anak-anak, menunjukkan vaksin VHB adalah vaksin pertama yang mencegah kanker pada manusia. 2.7 ManifestasiKUnik Banyak infeksi VHB asimtomatis dan hanya terdeteksi dengan adanya antibodi terhadap HBsAg. Periode inkubasi mta-rata untuk hepatitis B adalah minggu dimana jauh lebih panjang dibandingkan pada hepatitis A (3-4 minggu). Gambaran klinis hepatitis B akut adalah mirip dengan hepatitis A. Tetapi pada hepatitis B cenderung untuk lebih berat dan d ^at te^adi 9
8 hepatitis yang mengancam jiwa. Kebanyakan karier kronik asimtomatis, tetapi beberapa orang menderita hepatitis kronik aktif yang dapat menyebabkan sirosis dan kematian.'^ hifeksi VHB dapat memberikan gambaran klinis yang bermacam-macam. Infeksi akut disertai gejala sampai menimbulbin gejala yang fatal disebut hepatitis fuhninan. Kerusakan sel hati pada infeksi VHB pada umumnya bukan disebabkan tetapi akibat respon imun yang t»:foentuk di dalam tubuh inang melalui perantaraan sel limfosit T sitotoksik. Pada individu dengan status imun tubuh yang normal, biasanya dalam waktu 4-6 bulan setelah infeksi primer tidak ditemukan lagi antigen VHB di dalam darah. Sedangkan pada bayi baru lahir dan anakanak, oleh karena sistem tubuhnya belum matang, jika terjadi infeksi VHB maka tubuh tidak mampu untuk memberikan respon imun yang adekuat Akibatnya terjadi toleransi imun sehingga virus terus bennultiplikasi tai^ adanya kerusakan hati dan individu yang bersangkutan akan menderita hq>atitis kronis. Kira-kira % infeksi VHB akut pada anak-anak dan 98 % infeksi VHB akut pada bayi baru lahir akan berkembang menjadi hepatitis kronis, sedangkan pada orang dewasa hanya 10% saja yang bericembang mmjadi hepatitis kronis. Kriteria hepatitis B kronis adalah infeksi VHB dengan reaksi peradangan dan nekrosis hati yang menetap, ditandai dengan adanya kelainan tes fungsi had, kelainan histopatologis dan HBs Ag yang selalu positif dalam darah yang menet^ selama 6 bulan atau lebih. Penderita hepatitis B kronis mi ada yang menunjukkan gejala kerusakan hati (simtomatts) dan ada yang tidak mentmjukkan gejala kerusakan hati yang disebut sebagai pembawa (karier) hepatitis kronis sehat (asimtomatis). Kedua kelompok ini sama-sama menq>akan sumber penularan VHB yang potensial.'^ 2.8 Diagnosis Laboratorik Penanda serologis VHB terdiri dari beber^^a macam pemeriksaan yang biasanya dilakukan imtuk m^etahui apakah seseorang pemah terinfeksi VHB atau tidak, dan apakah saat ini sedang mengidap infeksi tersebut. Selain itu, penanda serologis VHB juga dapat dipakai untuk memantau perjalanan penyakit infeksi VHB. Penanda serologis VHB antara lain : HBsAg, anti- HBs, anti-hbc, HBeAg dan anti Hbe.''* Metode poneriksaan yang biasa dipakai untuk mendeteksi penanda serologis infeksi VHB dapat berupa RIA (Radio Immuno Assay), ELISA {Enzyme Linked Immuno Absorbent Assay), RPHA {Reversed Passive Haemagltttination Assay), dan PHA {Passive Haemoaglutination 10
9 Assay). RIA adalah metode yang paling sensitif dan spesifik, sedangkan metode RPHA/PHA kurang sensitif bila dibandingkan dengan ELISA. Namun untuk pemeriksaan semikuantitatif yang paling praktis dan murah adalah RPHA. Akhir-akhir mi banyak digunakan kit dei^an hasil yang lebih cepat seperti dipstick atau immunochromatography dengan kepekaan yang hampir sama dengan RPHA.'' Karier HBeAg positif berisiko paling tinggi untuk menjadi HCC, tetapi karier dengan anti- Hbe antibodi juga berisiko menderita kanker. Oleh karena itu, pada penderita hepatitis kronis sebaiknya dilakukan skrining dengan memeriksa serum alpha fetoprotein atau ultrasonografi hati atau keduanya." 2.9 Metode Analisis Genetik VHB Sampai saat ini terdapat beberapa metode analisis variasi genetik VHB, yaitu sekuensing, uji hibridisasi. Polymerase chain reaction (PGR) dengan menggunakan primer spesifik untuk genotipe tertentu. Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP), dan uji serologis. Metode yang paling baik untuk menentukan genotipe VHB adalah dengan sekuensing yang diikuti dengan analisis filogenetik. Namun, sekuensing mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya adalah keterbatasan dalam m^entukan adanya infeksi campuran oleh lebih dari 1 genotipe VHB.'^ Metode RFLP dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi campuran dan penentuan subtipe VHB. Metode PGR dengan primer yang spesifik untuk genotipe tertentu telah dikembangkan secara komersial. Metode yang paling banyak digunakan untuk kepentingan klinis adalsii berdasarican uji hibridisasi dan uji serologis.'^ 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B 2.1.1 Etiologi Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). HBV merupakan famili Hepanadviridae yang dapat menginfeksi manusia.
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus. Telah ditemukan lima kategori virus yang menjadi agen
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah. kesehatan global, terutama pada daerah berkembang.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan global, terutama pada daerah berkembang. Sepertiga dari populasi dunia atau lebih dari dua miliar orang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sikap Sikap merupakan suatu respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak langsung dilihat akan tetapi harus ditafsirkan
BAB I PENDAHULUAN. Insiden penyakit ini masih relatif tinggi di Indonesia dan merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit hepatitis virus masih menjadi masalah serius di beberapa negara. Insiden penyakit ini masih relatif tinggi di Indonesia dan merupakan masalah kesehatan di beberapa
PENDAHULUAN. Latar Belakang. Selama tiga dekade ke belakang, infeksi Canine Parvovirus muncul sebagai salah
PENDAHULUAN Latar Belakang Canine Parvovirus merupakan penyakit viral infeksius yang bersifat akut dan fatal yang dapat menyerang anjing, baik anjing domestik, maupun anjing liar. Selama tiga dekade ke
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B terdistribusi di
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B terdistribusi di seluruh dunia. Penderita infeksi hepatitis B diperkirakan berjumlah lebih dari 2 milyar orang
Hepatitis Marker. oleh. dr.ricke L SpPK(K)/
Hepatitis Marker oleh dr.ozar Sanuddin SpPK(K)/ dr.ozar Sanuddin SpPK(K)/ dr.ricke L SpPK(K)/ Hepatitis Marker Adalah suatu antigen asing a antibodi spesifik thdp antigen tsb. Penanda adanya infeksi, kekebalan
BAB II TINJUAN PUSTAKA
BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B 2.1.1 Definisi Virus hepatitis adalah gangguan hati yang paling umum dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia.(krasteya et al, 2008) Hepatitis B adalah
BAB I PENDAHULUAN I.A. LATAR BELAKANG MASALAH. Infeksi virus hepatitis B (VHB) merupakan salah. satu masalah kesehatan utama dengan tingkat morbiditas
1 BAB I PENDAHULUAN I.A. LATAR BELAKANG MASALAH Infeksi virus hepatitis B (VHB) merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia meskipun vaksin
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus yang dapat. menyebabkan infeksi kronis pada penderitanya (Brooks et
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi kronis pada penderitanya (Brooks et al., 2008). Virus ini telah menginfeksi lebih dari 350 juta
BAB 1 PENDAHULUAN. penduduk dunia terinfeksi oleh Virus Hepatitis B (VHB). Diperkirakan juta diantaranya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Lebih dari dua milyar penduduk dunia terinfeksi oleh Virus Hepatitis B (VHB). Diperkirakan 400-450 juta
TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS
BAB 2 TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS 2.1 Pengenalan Singkat HIV dan AIDS Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, HIV adalah virus penyebab AIDS. Kasus pertama AIDS ditemukan pada tahun 1981. HIV
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). HBV ditemukan pada tahun 1966 oleh Dr. Baruch Blumberg berdasarkan identifikasi Australia antigen yang sekarang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Infeksi Menular Seksual (IMS) atau Sexually Transmited Infections (STIs) adalah penyakit yang didapatkan seseorang karena melakukan hubungan seksual dengan orang yang
BABm METODE PENELITIAN
BABm METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectioned, yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan distnbusi genotipe dan subtipe VHB
BAB I PENDAHULUAN. kronik dan termasuk penyakit hati yang paling berbahaya dibandingkan dengan. menularkan kepada orang lain (Misnadiarly, 2007).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatits B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang termasuk virus DNA, yang menyebakan nekrosis hepatoseluler dan peradangan (WHO, 2015). Penyakit Hepatitis B
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG. Virus hepatitis B (VHB) merupakan penyebab infeksi. hepatitis B yang masih menjadi masalah kesehatan global
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Virus hepatitis B (VHB) merupakan penyebab infeksi hepatitis B yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi.hal
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis B (VHB). Termasuk famili Hepadnavirus ditemukan pada cairan tubuh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit peradangan hati akut atau menahun disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB). Termasuk famili Hepadnavirus ditemukan pada cairan tubuh seperti saliva, ASI, cairan
BAB I PENDAHULUAN. tersering dan terbanyak dari hepatitis akut. Terdapat 6 jenis virus hepatotropik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hepatitis didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan terdapatnya peradangan pada organ tubuh yaitu hati. Hepatitis merupakan suatu proses terjadinya
BAB I PENDAHULUAN. Perbedaan antara virus hepatitis ini terlatak pada kronisitas infeksi dan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan.
BAB I PENDAHULUAN Hati adalah salah satu organ yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamin dan gizi. Memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol, menyaring
BAB I PENDAHULUAN. Penelitian ini dibatasi pada pemeriksaan HBsAg strip test pada perawat di RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekitar 8,98 juta kasus hepatitis di Asia dengan kematian sekitar 585.800 kematian (WHO, 2011.b). Di Asia Tenggara ditemukan kejadian hepatitis B sekitar 1.380.000
Patogenesis Virus Hepatitis B
Tinjauan Pustaka Patogenesis Virus Hepatitis B Donna Mesina R. Pasaribu* *Bagian Mikrobiologi FK UKRIDA Alamat Korespondensi : Jl Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat Abstrak Penyakit hepatitis yang disebabkan
VIRUS HEPATITIS B. Untuk Memenuhi Tugas Browsing Artikel Webpage. Oleh AROBIYANA G0C PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN
1 VIRUS HEPATITIS B Untuk Memenuhi Tugas Browsing Artikel Webpage Oleh AROBIYANA G0C015009 PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNUVERSITAS MUHAMADIYAH SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis B merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B Virus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis B merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Hepatitis B Virus (HBV) yang berpotensi menjadi kronis, sirosis, kanker hati atau dapat berakhir dengan kematian.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang. paling sering disebabkan oleh infeksi virus.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Secara khusus hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) dapat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi permasalahan utama di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang jika tidak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) yang dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis (WHO, 2015). Penularan hepatitis virus
KAJIAN ILMIAH TEMATIK HARI HEPATITIS SEDUNIA 19 MEI 2016
KAJIAN ILMIAH TEMATIK HARI HEPATITIS SEDUNIA 19 MEI 2016 EPIDEMIOLOGI HEPATITIS Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia, yang terdiri dan Hepatitis A, B,
BAB I PENDAHULUAN. dengue. Virus dengue ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengan satu atau lebih virus
BAB I PENDAHULUAN. Hemoglobinopati adalah kelainan pada sintesis hemoglobin atau variasi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hemoglobinopati adalah kelainan pada sintesis hemoglobin atau variasi struktur hemoglobin yang menyebabkan fungsi eritrosit menjadi tidak normal dan berumur pendek.
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR PENDAHULUAN Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit yg disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV : HIV-1 : penyebab
Etiology dan Faktor Resiko
Etiology dan Faktor Resiko Fakta Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif Karena
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit akut, kronis dan juga kematian. Virus ini ditularkan melalui kontak dengan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hepatitis B 2.1.1. Definisi Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh VHB. Hepatitis B yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis B akut
I. PENDAHULUAN. Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Megalocytivirus merupakan salah satu genus terbaru dalam famili Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan kerugian ekonomi serta kerugian
I. PENDAHULUAN. Ekonomi Pertanian tahun menunjukkan konsumsi daging sapi rata-rata. Salah satu upaya untuk mensukseskan PSDSK adalah dengan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketersediaan bahan pangan asal ternak untuk memenuhi konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Data Survei Sosial Ekonomi Pertanian tahun 2007-2011
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum hepatitis ialah peradangan yang terjadi pada liver atau hati. Istilah hepatitis sendiri berasal dari kata hepa (hati/liver) dan itis (peradangan). Hepatitis
I. PENDAHULUAN. wanita di dunia. Berdasarkan data dari WHO/ICOInformation Centre on. jumlah kasus sebanyak kasus dan jumlah kematian sebanyak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering menyerang wanita di dunia. Berdasarkan data dari WHO/ICOInformation Centre on HPV and Cancer, kanker serviks menempati
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu. Penurunan imunitas seluler penderita HIV dikarenakan sasaran utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu infeksi yang perkembangannya terbesar di seluruh dunia, dalam dua puluh tahun terakhir diperkirakan
BAB I PENDAHULUAN. I.A. Latar Belakang. Hepatitis B merupakan penyakit infeksi menular. berbahaya yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB).
BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Hepatitis B merupakan penyakit infeksi menular berbahaya yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Virus ini menginfeksi melalui cairan tubuh manusia secara akut
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hepatitis 2.1.1. Definisi Hepatitis virus adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Dikatakan akut apabila inflamasi (radang) hati akibat infeksi virus hepatitis yang berlangsung
1. ASPEK BIOLOGI MORFOLOGI VIRUS EBOLA:
Virus Ebola menyebabkan demam hemorrhagic. Semenjak dikenal tahun 1976, Virus Ebola menyebabkan penyakit yang fatal pada manusia maupun binatang primata (monyet, gorila dan simpanse). Dinamakan Virus Ebola
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hati Hati adalah organ intestinal terbesar dengan berat rata-rata 1500 gram pada badan orang dewasa dan merupakan pusat metabolisme tubuh dengan fungsi sangat kompleks yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1 Latar Belakang Penyakit human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) disebabkan oleh infeksi HIV. HIV adalah suatu retrovirus yang berasal dari famili
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B,
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Hepatitis B Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, suatu anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi virus dengue merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun kasus dengue di dunia meningkat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. VHB (Virus Hepatitis B) termasuk dalam anggota famili Hepadnavirus
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B VHB (Virus Hepatitis B) termasuk dalam anggota famili Hepadnavirus yang memiliki 3 jenis antigen spesifik yaitu HBsAg, HBeAg dan HBcAg. Protein pada selubung virus
I. PENDAHULUAN. dengan insiden dan mortalitas yang tinggi (Carlos et al., 2014). Sampai saat ini telah
I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan perempuan sehubungan dengan insiden dan mortalitas yang tinggi (Carlos et al., 2014). Sampai saat ini telah tedapat 529.000
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. infeksi akut maupun kronis. Risiko kronisitas tergantung pada usia saat terjadi infeksi
7 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Hepatitis B 1,3 Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan infeksi akut maupun kronis. Risiko kronisitas tergantung pada usia saat
I. PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. sangat akut dan mudah sekali menular. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus
I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Newcastle disease (ND) merupakan suatu penyakit pada unggas yang sangat akut dan mudah sekali menular. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan menyerang berbagai
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Virus Hepatitis B Gibbon Regio Pre-S1 Amplifikasi Virus Hepatitis B Regio Pre-S1 Hasil amplifikasi dari 9 sampel DNA owa jawa yang telah berstatus serologis positif terhadap antigen
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Hepatitis B 2.1.1. Pengertian Hepatitis merupakan suatu proses peradangan (infeksi) pada jaringan hati yang memberikan gambaran klinis yang khas, dan dapat disebabkan
B. KARAKTERISTIK VIRUS
BAB 9 V I R U S A. PENDAHULUAN Virus merupakan elemen genetik yang mengandung salah satu DNA atau RNA yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dan ekstrseluler. Dalam
BAB I PENDAHULUAN. I. A. Latar Belakang. Infeksi virus hepatitis B (VHB) masih merupakan. masalah kesehatan pokok dengan tingkat morbiditas dan
BAB I PENDAHULUAN I. A. Latar Belakang Infeksi virus hepatitis B (VHB) masih merupakan masalah kesehatan pokok dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi di dunia meskipun vaksin dan pengobatan
STRUKTUR, MORFOLOGI, DAN KLASIFIKASI VIRUS. Morfologi dan komponen virus
STRUKTUR, MORFOLOGI, DAN KLASIFIKASI VIRUS Morfologi dan komponen virus Virus merupakan mikroorganisme terkecil yang pernah dikenal. Umumnya tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, kecuali poxvirus.
OUTLINE PENDAHULUAN CIRI-CIRI VIRUS STRUKTUR SEL VIRUS BENTUK VIRUS SISTEM REPRODUKSI VIRUS PERANAN VIRUS
VIRUS FIRMAN JAYA OUTLINE PENDAHULUAN CIRI-CIRI VIRUS STRUKTUR SEL VIRUS BENTUK VIRUS SISTEM REPRODUKSI VIRUS PERANAN VIRUS PENDAHULUAN Metaorganisme (antara benda hidup atau benda mati) Ukuran kecil :
BIOTEKNOLOGI. Struktur dan Komponen Sel
BIOTEKNOLOGI Struktur dan Gambar Apakah Ini dan Apakah Perbedaannya? Perbedaan dari gambar diatas organisme Hidup ular organisme Hidup Non ular Memiliki satuan (unit) dasar berupa sel Contoh : bakteri,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B 2.1.1 Definisi Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan
Darah donor dan produk darah yang digunakan pada penelitian medis diperiksa kandungan HIVnya.
Darah donor dan produk darah yang digunakan pada penelitian medis diperiksa kandungan HIVnya. Tes HIV umum, termasuk imuno-assay enzim HIV dan pengujian Western blot mendeteksi antibodi HIV pada serum,
I. PENDAHULUAN. sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kemungkinan mengakibatkan. berbagai penyakit-penyakit yang dapat dialaminya.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang segala aktifitas hidup seseorang. Namun banyak orang yang menganggap remeh sehingga mengabaikan kesehatan dengan berbagai
Dinamika dan Aplikasi dari Model Epidemologi Hepatitis C Ema Hardika S. ( )
Dinamika dan Aplikasi dari Model Epidemologi Hepatitis C Ema Hardika S. (081112005) Abstrak Jurnal ini membahas tentang simulasi model SEIC pada transimi virus hepatitis C (VHC) yang dibangun oleh Suxia
Asuhan Keperawatan Hepatitis D
Asuhan Keperawatan Hepatitis D Hepatitis D (sering disebut Hepatitis Delta) adalah suatu peradangan pada sel-sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Virus Hepatitis D (HDV) adalah virus
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Uji Serum (Rapid Test) Pada Ikan Mas Yang Diberikan Pelet Berimunoglobulin-Y Anti KHV Dengan Dosis rendah Ig-Y 5% (w/w) Ikan Mas yang diberikan pelet berimunoglobulin-y anti
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terinfeksi Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama kesehatan global. World Health Organization (WHO) memperkirakan sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi Mycobacterium
Termasuk ke dalam retrovirus : famili flaviviridae dan genus hepacivirus. Virus RNA, terdiri dari 6 genotip dan banyak subtipenya
Felix Johanes 10407004 Rahma Tejawati Maryama 10407017 Astri Elia 10407025 Noor Azizah Ba diedha 10407039 Amalina Ghaisani K.10507094 Febrina Meutia 10507039 Anggayudha A. Rasa 10507094 Termasuk ke dalam
Kasus Penderita Diabetes
Kasus Penderita Diabetes Recombinant Human Insulin Marlia Singgih Wibowo School of Pharmacy ITB Sejak Banting & Best menemukan hormon Insulin pada tahun 1921, pasien diabetes yang mengalami peningkatan
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS) adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS) adalah penyakit menular ganas pada babi yang disebabkan oleh virus dengan gejala utama gangguan reproduksi
BAB I PENDAHULUAN. I.A. Latar Belakang. Infeksi hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang. masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh
BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Infeksi hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Imunisasi Hepatitis B Manfaat Dan Kegunaannya Dalam Keluarga
Imunisasi Hepatitis B Manfaat Dan Kegunaannya Dalam Keluarga Chairuddin P. Lubis Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Virus Hepatitis B (HVB) merupakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Hepatitis karena infeksi virus merupakan penyakit. sistemik yang menyerang hepar. Penyebab paling banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hepatitis karena infeksi virus merupakan penyakit sistemik yang menyerang hepar. Penyebab paling banyak dari hepatitis akut yang berhubungan dengan virus pada
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR...... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... INTISARI... ABSTRACT... PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang...
Virus baru : Coronavirus dan Penyakit SARS
Virus baru : Coronavirus dan Penyakit SARS 23 Apr 2003 Kasus sindrom pernapasan akut parah, atau lebih dikenal dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) masih menempatkan berita utama di sebagian
TINJAUAN PUSTAKA. Genus Subgenus Spesies Penyebaran Hylobates. Agilis. Lar. Moloch Muelleri Pileatus Klosii Concolor. Leucogenys Gabriellae.
TINJAUAN PUSTAKA Owa jawa Taksonomi Owa jawa (Hylobates moloch), dikenal pula dengan nama Javan gibbon atau Silvery gibbon, menurut Napier dan Napier (1985), diklasifikasikan sebagai berikut: Ordo Subordo
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Serum dan Kuning Telur Hasil AGPT memperlihatkan pembentukan garis presipitasi yang berwarna putih pada pengujian serum dan kuning telur tiga dari sepuluh ekor ayam yang
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang dalam beberapa tahun ini telah menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Penyakit DBD adalah penyakit
Polimerase DNA : enzim yang berfungsi mempolimerisasi nukleotidanukleotida. Ligase DNA : enzim yang berperan menyambung DNA utas lagging
DNA membawa informasi genetik dan bagian DNA yang membawa ciri khas yang diturunkan disebut gen. Perubahan yang terjadi pada gen akan menyebabkan terjadinya perubahan pada produk gen tersebut. Gen sering
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan pada hepar dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain virus, radikal bebas, maupun autoimun. Salah satu yang banyak dikenal masyarakat adalah
Hepatitis Virus. Oleh. Dedeh Suhartini
Hepatitis Virus Oleh Dedeh Suhartini Fungsi Hati 1. Pembentukan dan ekskresi empedu. 2. Metabolisme pigmen empedu. 3. Metabolisme protein. 4. Metabolisme lemak. 5. Penyimpanan vitamin dan mineral. 6. Metabolisme
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue I, II, III, dan IV yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopticus.
BIO306. Prinsip Bioteknologi
BIO306 Prinsip Bioteknologi KULIAH 7. PUSTAKA GENOM DAN ANALISIS JENIS DNA Konstruksi Pustaka DNA Pustaka gen merupakan sumber utama isolasi gen spesifik atau fragmen gen. Koleksi klon rekombinan dari
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar belakang. orang yang sudah meninggal, kegunaan golongan darah lebih tertuju pada
1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar belakang Golongan darah sistem ABO yang selanjutnya disebut golongan darah merupakan salah satu indikator identitas seseorang. Pada orang hidup, golongan darah sering digunakan
BAB XII. REAKSI POLIMERISASI BERANTAI
BAB XII. REAKSI POLIMERISASI BERANTAI Di dalam Bab XII ini akan dibahas pengertian dan kegunaan teknik Reaksi Polimerisasi Berantai atau Polymerase Chain Reaction (PCR) serta komponen-komponen dan tahapan
ketebalan yang berbeda-beda dan kadang sangat sulit ditemukan dengan mikroskop. Namun, ada bukti secara kimiawi bahwa lamina inti benar-benar ada di
Membran Inti Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Sejak tahun 1972 telah berkembang usaha rekayasa genetika yang memberikan harapan bagi industri peternakan, baik yang berkaitan dengan masalah reproduksi, pakan maupun kesehatan
I. PENDAHULUAN. perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara sedang
I. PENDAHULUAN Kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara sedang berkembang (Emilia, dkk., 2010). Berdasarkan
Virus Hepatitis B Mutan
Virus Hepatitis B Mutan Yuswanto Setyawan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya Email: [email protected] Abstract: It is estimated that there are two billions
ETIOLOGI : 1. Ada 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab: Virus Hepatitis A (HAV) Virus Hepatitis B (VHB) Virus Hepatitis C (CV) / Non A Non B
HEPATITIS REJO PENGERTIAN: Hepatitis adalah inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus dan reaksi toksik terhadap obat-obatan dan bahan kimia ETIOLOGI : 1. Ada 5
BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri patogen penyebab tuberkulosis.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri patogen penyebab tuberkulosis. Secara umum penyebaran bakteri ini melalui inhalasi, yaitu udara yang tercemar oleh penderita
19/10/2016. The Central Dogma
TRANSKRIPSI dr.syazili Mustofa M.Biomed DEPARTEMEN BIOKIMIA DAN BIOLOGI MOLEKULER FK UNILA The Central Dogma 1 The Central Dogma TRANSKRIPSI Transkripsi: Proses penyalinan kode-kode genetik yang ada pada
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis adalah inflamasi pada sel-sel hati yang menghasilkan. kumpulan perubahan klinis, biokimia, serta seluler yang khas
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hepatitis adalah inflamasi pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia, serta seluler yang khas (Baughman, 2000). Hepatitis merupakan suatu
REVERSE TRANSKRIPSI. RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Oleh
REVERSE TRANSKRIPSI RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd Oleh UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. Pendahuluan...1 II. Tinjauan Pustaka...4 III. Kesimpulan...10 DAFTAR PUSTAKA...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. Pendahuluan...1 II. Tinjauan Pustaka...4 III. Kesimpulan...10 DAFTAR PUSTAKA...11 I. PENDAHULUAN Latar Belakang Munculnya uniseluler dan multi seluler
DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI MOLEKULER
DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI MOLEKULER Sunaryati Sudigdoadi Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah Subhanahuwa ta
TUGAS TERSTRUKTUR BIOTEKNOLOGI PERTANIAN VEKTOR DNA
TUGAS TERSTRUKTUR BIOTEKNOLOGI PERTANIAN VEKTOR DNA Oleh: Gregorius Widodo Adhi Prasetyo A2A015009 KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Protein berperan penting untuk perkembangan kecerdasan otak,
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Protein berperan penting untuk perkembangan kecerdasan otak, pemeliharaan stamina tubuh, percepatan regenerasi sel dan menjaga sel darah merah (eritrosit) agar tidak mudah
Proses biologis dalam sel Prokariot (Replikasi) By Lina Elfita
Proses biologis dalam sel Prokariot (Replikasi) By Lina Elfita 1. Replikasi 2. Transkripsi 3. Translasi TOPIK REPLIKASI Replikasi: Adalah proses perbanyakan bahan genetik. Replikasi bahan genetik dapat
