Variasi Pohon Pencarian Biner Seimbang
|
|
|
- Yandi Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Variasi Pohon Pencarian Biner Seimbang Tony Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia Abstrak Pohon merupakan struktur data yang sering kali digunakan dalam dunia komputer. Salah satu struktur data yang banyak digunakan karena kecepatannya dalam melakukan operasi tertentu adalah pohon pencarian biner seimbang. Pohon biner seimbang memiliki sangat banyak variasi, yaitu pohon AVL, pohon merah-hitam, pohon AA, pohon splay, pohon 2-3 dan masih banyak lagi. Pada makalah ini akan dibahas dua variasi dari pohon pencarian biner seimbang yang populer, yaitu pohon AVL dan pohon merah-hitam. III. POHON BERAKAR Pohon berakar (rooted tree) merupakan pohon berarah. Pohon yang sebuah simpulnya diperlakukan sebagai akar dan sisi-sisinya diberi arah menjauh dari akar dinamakan pohon berakar[1]. Sisi pohon berakar biasanya digambar tanpa arah sebagai konvensi. Kata kunci Pohon AVL, pohon merah-hitam, pohon pencarian biner seimbang, struktur data. I. PENDAHULUAN Pohon adalah struktur data yang bersifat hirarkis. Pohon biner merupakan struktur data pohon yang banyak di gunakan di keilmuan komputer. Pohon pencarian biner adalah struktur data pohon biner yang simpul-simpulnya tersusun dengan aturan sehingga pohon pencarian biner memiliki suatu keterurutan. Pohon pencarian biner mendukung operasi penambahan, penghapusan, dan pencarian data dengan cepat, yaitu setara dengan tingginya. Namun, dengan dilakukannya operasi penambahan dan pengurangan data, tinggi dari pohon pencarian biner bisa sampai sebanyak banyak data yang ada, sehingga pohon pencarian biner bisa saja tidak lebih sangkil dibanding struktur data tabel. Tinggi dari pohon pencarian biner dapat dipertahankan seminimum mungkin dengan menjaga keseimbangan dari pohon tersebut. Pada makalah ini akan dibahas struktur data pohon pencarian biner yang dapat menjaga keseimbangannya dan variasinya, yaitu pohon AVL dan pohon merah-hitam. II. DEFINISI POHON Graf terhubung yang tidak mengandung sirkuit disebut pohon[1]. Misalkan G = (V, E) adalah graf tak-berarah sederhana dan jumlah simpulnya n. Maka, semua pernyataan ini adalah ekivalen: 1. G adalah pohon. 2. Setiap pasang simpul di dalam G terhubung dengan lintasan tunggal. 3. G terhubung dan memiliki n - 1 buah sisi. 4. G tidak mengandung sirkuit dan memiliki n - 1 buah sisi. 5. G tidak mengandung sirkuit dan penambahan satu sisi pada graf akan membuat hanya satu sirkuit. 6. G terhubung dan semua sisinya adalah jembatan. Gambar 1. Pohon berakar Terminologi pohon berakar berdasarkan Gambar 1: 1. Anak (child) dan orang tua (parent) Simpul b, c, dan d merupakan anak dari simpul a serta simpul b merupakan orang tua dari simpul e. 2. Lintasan (path) Lintasan dari a ke g adalah a, d, g. Panjang lintasannya adalah Keturunan (descendant) dan leluhur (ancestor) Simpul b, e, dan f merupakan keturunan dari simpul a. Simpul a merupakan leluhur dari simpul c, d, g, dan e. 4. Saudara kandung (sibling) Simpul b merupakan saudara kandung dari simpul c dan simpul d. Simpul e bukan saudara kandung dari simpul f maupun g. 5. Upapohon (subtree) Pohon berakar dengan simpul b dan e merupakan upapohon dari pohon berakar dengan simpul a, b, c, d, e, f, dan g. 6. Derajat (degree) Derajat adalah jumlah anak yang dimiliki oleh suatu simpul. Derajat simpul a adalah Daun (leaf) Daun adalah simpul yang berderajat nol. Simpul c, e, f, dan g merupakan daun. 8. Simpul dalam (internal node)
2 Simpul dalam adalah simpul yang memiliki anak. Simpul b dan d adalah simpul dalam. 9. Aras (level) atau tingkat Aras suatu akar adalah 0, sedangkan aras simpul lainnya adalah panjang lintasan dari akar ke simpul tersebut. Aras simpul a adalah 0, aras simpul e adalah Tinggi (height) atau kedalaman (depth) Tinggi adalah panjang lintasan maksimum dari akar ke daun. Tinggi pohon berakar tersebut adalah 3. IV. POHON BINER SEIMBANG Pohon biner merupakan salah satu jenis pohon yang setiap simpulnya paling banyak memiliki dua anak. Pohon biner seimbang adalah pohon biner yang perbedaan tinggi upapohon kiri dan upapohon kanan maksimal satu serta upapohon kiri dan upapohon kanan seimbang. Pohon biner seimbang yang optimal memiliki ketinggian log 2 (n + 1), dengan n merupakan banyak simpul[4]. Operasi dasar diatas memerlukan waktu setara dengan tingginya. Dalam melakukan operasi penghapusan dan penambahan, pohon pencarian biner harus tetap menjaga keterurutan simpulnya. IV. POHON PENCARIAN BINER SEIMBANG Pohon pencarian biner seimbang adalah pohon pencarian biner yang seimbang. Pohon ini memililiki kelebihan, yaitu dalam melakukan operasi dasar hanya memerlukan waktu Θ(log 2 n), dengan n adalah banyak simpul. Setelah melakukan operasi penambahan maupun penghapusan pohon pencarian biner seimbang harus melakukan rotasi jika pohon menjadi tidak seimbang. Rotasi adalah operasi pada pohon biner yang mengubah struktur tanpa mengubah keterurutannya. Ada dua macam rotasi, yaitu rotasi kanan dan rotasi kiri. Gambar 4. Rotasi pohon (sumber: Gambar 2. Pohon biner seimbang (kiri) dan pohon biner tak seimbang (kanan). (sumber: diakses pada 3 Desember 2017 pukul 3.32 WIB) III. POHON PENCARIAN BINER Pohon pencarian biner adalah sebuah pohon biner yang anak nilai dari anak kirinya paling besar sebesar nilainya sendiri dan nilai dari anak kanannya paling kecil sebesar nilainya sendiri. Simpul dari suatu pohon pencarian biner dapat berupa kunci dari suatu data atau data itu sendiri. Suatu himpunan data dapat memiliki lebih dari satu representasi pohon pencarian biner. Dari Gambar 4, rotasi kanan adalah perubahan keadaan struktur pohon atau upapohon dari gambar sebelah kiri menjadi gambar sebelah kanan serta rotasi kiri adalah perubahan dari keadaan struktur pohon atau upapohon dari gambar sebelah kanan menjadi keadaan gambar sebelah kiri. Algoritma operasi umum pada pohon pencarian biner seimbang: 1. Pencarian Berikut algoritma untuk operasi pencarian. Gambar 6. Pseudocode fungsi pencarian dengan rekursif (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 290) Gambar 3. Dua buah pohon pencarian biner yang berbeda, namun memiliki himpunan nilai yang sama. (Sumber: Introduction to Algorithm 3 rd edition, halaman 287) Pada pohon pencarian biner, dapat dilakukan operasi pencarian, penambahan, dan penghapusan dengan cepat. Gambar 7. Pseudocode fungsi pencarian dengan iteratif (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 291)
3 V. VARIASI POHON PENCARIAN BINER SEIMBANG A. Pohon AVL Pohon AVL diberi nama dari penemunya, yaitu G. M. Adel son, Vel skii, dan E. M. Landis. Pohon AVL adalah pohon biner yang selisih tinggi upapohon kiri dan kanan antara -1 dan 1[4]. Terminologi pada pohon AVL 1. Factor keseimbangan (balance factor) adalah nilai dari tinggi upapohon kiri dikurang tinggi upapohon kanan. Pohon AVL dengan n simpul mempunyai tinggi antara log 2 (n + 1) dan 1,44 log 2 (n + 2) 0,328[4]. Setiap simpul pada pohon AVL mempunyai atribut tinggi (height), kunci (key), kiri (left), dan kanan (right).operasioperasi umum pada pohon AVL adalah: 1. Rotasi Fungsi LeftRotation adalah fungsi yang melakukan rotasi ke kiri dan fungsi RightRotation adalah fungsi yang melakukan rotasi ke kanan. Berikut implementasi dari kedua fungsi tersebut. Gambar. Pseudocode untuk fungsi Insert Gambar. Pseudocode untuk fungsi BalanceTree 3. Penghapusan Fungsi Remove melakukan penghapusan terhadap suatu simpul dengan nilai yang diinginkan. Gambar. Pseudocode untuk fungsi rotasi 2. Penambahan Fungsi Insert melakukan penambahan nilai x ke pohon AVL T dan fungsi BalanceTree melakukan rotasi kiri atau rotasi kanan kiri, jika pohon atau upapohon AVL berat ke kanan atau melakukan rotasi kanan atau rotasi kiri kanan, jika pohon atau upapohon AVL berat ke kiri. Berikut kedua implementasi dari fungsi diatas. Gambar. Pseudocode untuk fungsi Remove Untuk setiap operasi pada Pohon AVL, kompleksitas
4 waktunya adalah: 1. Pencarian: O(log 2 N)[4]. 2. Penambahan: O(log 2 N)[4]. 3. Penghapusan: O(log 2 N)[4]. Karena memerlukan banyak operasi rotasi untuk setiap operasi penambahan dan penghapusan, sekarang penggunaan pohon AVL sudah kurang dibanding pohon merah-hitam, salah satu aplikasi dari pohon AVL adalah struktur data set. B. Pohon Merah-Hitam Pohom merah-hitam (red-black tree) ditemukan oleh R. Bayer dan dipelajari lebih lanjut oleh L. J. Guibas dan R. Sedgeeick. Operasi penambahan dan penghapusan pada pohon merah-hitam lebih kompleks dibandingkan dengan pohon AVL serta tinggi maksimum pohon merah-hitam lebih besar dibanding kan pohon AVL, namun operasi rotasi setelah penghapusan pada pohon merah-hitam tidak pernah melebihi 3 rotasi, sedangkan pada pohon AV L bisa sampai log 2 N operasi. Berikut beberapa istilah/terminologi pada pohon merahhitam: 1. Lintasan simpel, adalah lintasan yang hanya memiliki simpul yang unik (dalam lintasan tersebut tidak ada simpul yang mengulang). Gambar. Pseudocode untuk rotasi pada pohon merah-hitam (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 313) 2. Penambahan Pada proses penambahan diperlukan 2 prosedur, yaitu prosedur RB-Insert melakukan penambahan simpul z ke pohon merah-hitam T dan prosedur RB-Insert-Fixup di panggil untuk menjaga keseimbangan pohon merahhitam T, setelah penambahan simpul z. Setiap simpul dari pohon hitam-putih memiliki atribut warna (color), kunci (key), kiri (left), kanan (right), dan p (parent). Jika suatu anak atau orang tua tidak ada, maka atribut penunjuk bernilai NIL. Berikut sifat-sifat dari pohon merah-hitam: 1. Setiap simpul adalah hitam atau merah. 2. Akar adalah simpul hitam. 3. Setiap daun NIL adalah hitam. 4. Jika sebuah simpul merah, maka anaknya haruslah hitam. 5. Untuk setiap simpul, lintasan simpel dari simpul tersebut ke daun keturunannya mempunyai jumlah simpul hitam yang sama. Gambar. Pseudocode untuk prosedur RB-Insert (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 315) Gambar 5. Pohon merah-hitam yang valid. Pada gambar diatas, simpul merah berwarna abu-abu dan simpul hitam berwarna hitam. (sumber: An Introduction to Binary Search Trees and Balanced Trees halaman 140) Lemma 1. Sebuah pohon merah-hitam dengan N buah simpul dalam memiliki tinggi maksimum 2 log 2 N + 1[2]. Operasi pada pohon merah-hitam: 1. Rotasi Dalam melakukan operasi penambahan dan penghapusan, perlu dilakukan rotasi agar pohon merahhitam masih tetap terjaga.
5 Gambar. Pseudocode prosedur RB-Transplant (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 323) Gambar. Pseudocode untuk prosedur RB-Insert-Fixup (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 316) 3. Penghapusan Pada proses penghapusan, diperlukan 3 prosedur, yaitu prosedur RB-Delete melakukan penghapusan terhadap simpul z dari pohon T, prosedur RB-Transplant melakukan perubahan ke pohon T dari simpul u dan v, dan prosedur RB-Delete-Fixup membuat pohon T tetap sesuai dengan aturan/sifat dari pohon merah-hitam. Berikut implementasi dari ketiga prosedur diatas. Gambar. Pseudocode prosedur RB-Delete-Fixup (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 326) Setiap operasi pada pohon merah-hitam, kompleksitas waktunya adalah: 1. Penambahan: O(log 2 N)[2]. 2. Penghapusan: O(log 2 N)[2]. 3. Pencarian: O(log 2 N)[2]. Sekarang pohon merah-hitam lebih banyak digunakan dibandingkan dengan pohon AVL, contoh aplikasi dari pohon ini adalah complete fair scheduler (CFS) di kernel linux, implementasi struktur data map dan set pada standard template library (STL) C++, implementasi HashMap pada bahasa pemrograman Java, struktur data untuk komputasi geometri, dan masih banyak lagi. Gambar. Pseudocode prosedur RB-Delete (sumber : Introduction to Algorithms (3rd ed.) halaman 324) V. PERBANDINGAN Berikut perbandingan antara pohon merah-hitam dan pohon AVL : 1. Tinggi Tinggi pohon AVL antara log 2 (n + 1) dan 1,44 log 2 (n + 2) 0,328, sedangkan tinggi pohon merah-hitam antara log 2 (n + 1) dan 2 log 2 (n + 1). Ini menunjukkan bahwa pohon merah-hitam lebh tinggi dibanding pohon AVL pada kasus terburuk. 2. Penambahan Pohon merah-hitam lebih cepat dikarenakan rata-rata operas rotasi yang di lakukan lebih sedikit dibanding pohon AVL. 3. Pencarian Pogon AVL lebih cepat dikarenakan tinggi maksimal pohon AVL kurang dari tinggi maksimal pohon merah-
6 hitam. 4. Penghapusan Pohon merah-hitam lebih cepat dikarenakan rata-rata operasi rotasi yang di lakukan lebih sedikit dibanding pohon AVL. 5. Implementasi Implementasi pohon AVL jauh lebih mudah dan sedikit dibandingkan implementasi pohon merah-hitam. V. KESIMPULAN Pohon pencarian biner seimbang merupakan struktur data yang cepat untuk operasi-operasi seperti pencarian, penambahan, dan penghapusan dibanding struktur data lainnya. Pohon AVL dan pohon merah-hitam merupakan salah dua dari banyak variasi pohon pencarian biner seimbang. Pohon AVL lebih sangkil jika digunakan untuk hal yang memerlukan operasi pencarian yang banyak, sedangkan pohon merah-hiam lebih sangkil jika digunakan untuk halam memerlukan operasi pennambahan dan penghapusan yang banyak. VII. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu kelancara pembuatan makalah ini. REFERENCES [1] Munir, Rinaldi, Matematika Diskrit, Bandung: Informatika Bandung, [2] Cormen, Thomas H.; Leiserson, Charles E.; Rivest Ronald L.; Stein Clifford, Introduction to Algorithms (3rd ed.), MIT Press & McGraw Hill, [3] Grimaldi, Ralph P., Discrete and Combinatorial Mathematics An Applied Introduction (5th ed.), Pearson Education, [4] Pfaf, Ben, An Introduction to Binary Search Trees and Balanced Trees, Free Software Foundation, [5] diakes pada tanggal 3 Desember 2017 pukul WIB [6] diakses pada 3 Desember 2017 pukul 3.32 WIB PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 3 Desember 2017 Tony ( )
Aplikasi Pohon pada Pohon Binatang (Animal Tree)
Aplikasi Pohon pada Pohon Binatang (Animal Tree) Cilvia Sianora Putri (13512027) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Aplikasi Pohon Pencarian Biner Seimbang sebagai Memo Table Dynamic Programming
Aplikasi Pohon Pencarian Biner Seimbang sebagai Memo Table Dynamic Programming Reinhard Benjamin Linardi, 13515011 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial
Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial Stephen (35225) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem
Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem Arie Tando (13510018) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian
Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian Rita Wijaya/13509098 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser
Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser Dimas Angga 13510046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Pohon Biner dalam Proses Pengamanan Peer to Peer
Penerapan Pohon Biner dalam Proses Pengamanan Peer to Peer Eka Yusrianto Toisutta - NIM : 13504116 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung email: [email protected]
Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013
Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013 Pohon (Tree) Pohon (Tree) didefinisikan sebagai graf terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan graf terhubung, maka pohon selalu
Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking
Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking Krisna Fathurahman/13511006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Pohon Indeks Biner atau Pohon Fenwick untuk menyelesaikan persoalan penjumlahan interval
Pohon Indeks Biner atau Pohon Fenwick untuk menyelesaikan persoalan penumlahan interval Eric 13512021 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Pohon Keputusan pada Pemilihan Rencana Studi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung
Penerapan Pohon Keputusan pada Pemilihan Rencana Studi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Dzar Bela Hanifa Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pohon dan Aplikasinya dalam Bagan Silsilah Keturunan
Pohon dan Aplikasinya dalam Bagan Silsilah Keturunan Edmund Ophie 13512095 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Struktur Data Pohon Untuk Memodelkan Struktur Data Himpunan
Struktur Data Pohon Untuk Memodelkan Struktur Data Himpunan Wiwit Rifa i - 13513073 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
TUGAS MAKALAH INDIVIDUAL. Mata Kuliah : Matematika Diskrit / IF2153 Nama : Dwitiyo Abhirama NIM :
TUGAS MAKALAH INDIVIDUAL Mata Kuliah : Matematika Diskrit / IF2153 Nama : Dwitiyo Abhirama NIM : 13505013 Institut Teknologi Bandung Desember 2006 Penggunaan Struktur Pohon dalam Informatika Dwitiyo Abhirama
I. PENDAHULUAN. 1.1 Permainan Rush Hour
Dimas Angga Saputra 13510046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected] Abstract
Penerapan Pohon dan Himpunan dalam Klasifikasi Bahasa
Penerapan Pohon dan Himpunan dalam Klasifikasi Bahasa Jeremia Jason Lasiman - 13514021 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional
Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional Azby Khilfi M. NIM : 13506018 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail
Pohon. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Program Studi Teknik Informatika ITB. Rinaldi M/IF2120 Matdis 1
Pohon Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Program Studi Teknik Informatika ITB Rinaldi M/IF2120 Matdis 1 Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a
METODE AVL TREE UNTUK PENYEIMBANGAN TINGGI BINARY TREE
METODE AVL TREE UNTUK PENYEIMBANGAN TINGGI BINARY TREE Suwanty 1 Octara Pribadi 2 Program Studi Teknik Informatika 1,2 STMIK TIME 1,2 Jalan Merbabu No. 32 AA-BB Medan 1,2 e-mail : [email protected]
METODE POHON BINER HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA STRING KARAKTER
METODE POHON BINER HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA STRING KARAKTER Muqtafi Akhmad (13508059) Teknik Informatika ITB Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK Dalam makalah ini akan dibahas tentang
DEFINISI. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2
1 POHON DEFINISI Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2 Hutan (forest) adalah - kumpulan
P o h o n. Definisi. Oleh: Panca Mudji Rahardjo. Pohon. Adalah graf tak berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit.
P o h o n Oleh: Panca Mudji Rahardjo Definisi Pohon Adalah graf tak berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Contoh: G 1 dan G 2 pohon, G 3 dan G 4 bukan pohon. 1 Definisi Hutan (forest) Adalah
Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan
Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan Mathias Novianto - 13516021 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Perbandingan Algoritma Pencarian Kunci di dalam Himpunan Terurut Melalui Linear Search dan Binary Search
Perbandingan Algoritma Pencarian Kunci di dalam Himpunan Terurut Melalui Linear Search dan Binary Search Biolardi Yoshogi (13509035) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Aplikasi Pohon Keputusan dalam Pemilihan Penerima Beasiswa UKT
Aplikasi Pohon Keputusan dalam Pemilihan Penerima Beasiswa UKT Renjira Naufhal Dhiaegana 135160141 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penggunaan Pohon Keputusan dalam Menentukan Posisi Terbaik Pemain Sepak Bola Berdasarkan Kemampuan Dasar
Penggunaan Pohon Keputusan dalam Menentukan Posisi Terbaik Pemain Sepak Bola Berdasarkan Kemampuan Dasar Faiz Ghifari Haznitrama 13515010 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Penerapan Struktur Data Pohon dalam Implementasi Algoritma Heapsort dan Tinjauan Kompleksitas Waktunya
Penerapan Struktur Data Pohon dalam Implementasi Algoritma Heapsort dan Tinjauan Kompleksitas Waktunya Paskahlis Anjas Prabowo 13515108 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER DEFINISI POHON (TREE) Pohon (Tree) termasuk struktur non linear yang didefinisikan sebagai data yang terorganisir dari suatu item informasi cabang yang
Lecture Notes On Algorithms and Data Structures. Oleh Thompson Susabda Ngoen
Lecture Notes On Algorithms and Data Structures AVL TREE Oleh Thompson Susabda Ngoen Universitas Bina Nusantara Fakultas Ilmu Komputer 2003 Thompson S.N. AVL TREE 1 AVL TREE Binary Search Tree BST dibuat
Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon
1 Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2 Hutan (forest) adalah - kumpulan pohon
STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER
STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER Pohon (Tree) termasuk struktur non linear yang didefinisikan sebagai data yang terorganisir dari suatu item informasi cabang yang saling terkait Istilah istilah Dalam
Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut
KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Catatan Seorang Kuli Panggul. Makalah ini diajukan
Penerapan Pohon dalam Algoritma Expectiminimax untuk Permainan Stokastik
Penerapan Pohon dalam Algoritma Expectiminimax untuk Permainan Stokastik Jordhy Fernando 13515004 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014
Kode MK/ Nama MK Matematika Diskrit 1 8/29/2014 2 8/29/2014 1 Cakupan Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial Teori graf Pohon (Tree) dan pewarnaan graf 3 8/29/2014 POHON DAN PEWARNAAN GRAF Tujuan Mahasiswa
Pengaplikasian Pohon dalam Sistem Repository Ubuntu Linux
Pengaplikasian Pohon dalam Sistem Repository Ubuntu Linux Ricardo Pramana Suranta / 13509014 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi Jonathan - 13512031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Implementasi Pohon Keputusan untuk Membangun Jalan Cerita pada Game Engine Unity
Implementasi Pohon Keputusan untuk Membangun Jalan Cerita pada Game Engine Unity Winarto - 13515061 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Pemodelan CNF Parser dengan Memanfaatkan Pohon Biner
Pemodelan CNF Parser dengan Memanfaatkan Pohon Biner Jansen 13510611 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Aplikasi Pohon dalam Pengambilan Keputusan oleh Sebuah Perusahaan
Aplikasi Pohon dalam Pengambilan Keputusan oleh Sebuah Perusahaan Ahmad Aidin (13513020) Program Sarjana Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Pohon (TREE) Matematika Deskrit. Hasanuddin Sirait, MT 1
Pohon (TREE) Matematika Deskrit By @Ir. Hasanuddin Sirait, MT 1 Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon
Matematika Diskret (Pohon) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.
Matematika Diskret (Pohon) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon
Aplikasi Pohon dan Logika pada Variasi Persoalan Koin Palsu
Aplikasi Pohon dan Logika pada Variasi Persoalan Koin Palsu Akbar Suryowibowo Syam - 13511048 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan
Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan Lio Franklyn Kemit (13509053) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk terhubung)
POHON (TREE) Pohon Definisi Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk
Penerapan Pohon Keputusan dalam Mendiagnosa Penyakit Jantung Koroner
Penerapan Pohon Keputusan dalam Mendiagnosa Penyakit Jantung Koroner Candy Olivia Mawalim -13513031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Aplikasi Pohon Keputusan dalam PLL Patern Recognition Rubiks Cube
Aplikasi Pohon Keputusan dalam PLL Patern Recognition Rubiks Cube Varian Caesar - 13514041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Kompleksitas Algoritma dari Algoritma Pembentukan pohon Huffman Code Sederhana
Kompleksitas Algoritma dari Algoritma Pembentukan pohon Huffman Code Sederhana Muhammad Fiqri Muthohar NIM : 13506084 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstrak makalah
Algoritma dan Struktur Data. Click to edit Master subtitle style Konsep Tree
Algoritma dan Struktur Data Click to edit Master subtitle style Konsep Tree Basic Tree Concepts Tree berisi himpunan node dan garis berarah yang disebut branch yang menghubungkan dua node. Banyaknya branch
Aplikasi Teori Graf dalam Penggunaan Cairan Pendingin pada Proses Manufaktur
Aplikasi Teori Graf dalam Penggunaan Cairan Pendingin pada Proses Manufaktur Steffi Indrayani / 13514063 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Graf dan Pohon pada Klasifikasi Aplikasi di Play Store
Penerapan Graf dan Pohon pada Klasifikasi Aplikasi di Play Store Amal Qurany 13514078 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
TERAPAN POHON BINER 1
TERAPAN POHON BINER 1 Terapan pohon biner di dalam ilmu komputer sangat banyak, diantaranya : 1. Pohon ekspresi 2. Pohon keputusan 3. Kode Prefiks 4. Kode Huffman 5. Pohon pencarian biner 2 Pohon Ekspresi
STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS
STRUKTUR DATA By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS Literatur Sjukani Moh., (2007), Struktur Data (Algoritma & Struktur Data 2) dengan C, C++, Mitra Wacana Media Utami Ema. dkk, (2007), Struktur Data (Konsep
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF Lutfi Hakim (1), Eko Mulyanto Yuniarno (2) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (1), Dosen Pembimbing (2) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data Reynald Alexander G 13509006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML
Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML Luthfi Chandra Fibrian - 13510047 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Penerapan Teori Pohon Dalam Kajian Struktur Data
Penerapan Teori Pohon Dalam Kajian Struktur Data Khoirush Sholih Ridhwaana Akbar NIM : 13505120 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Organisasi Berkas Sekuensial Berindeks
Organisasi Berkas Sekuensial Berindeks Definisi Organisasi Berkas ini mirip dengan Organisasi Berkas Sekuensial dimana setiap rekaman disusun secara beruntun di dalam file, hanya saja ada tambahan indeks
Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data
MODUL PERKULIAHAN Modul ke: 14Fakultas Agus FASILKOM Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data ADT BINARY TREE Hamdi.S.Kom,MMSI Program Studi Teknik Informatika ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah
Representasi Objek Gambar Dengan Quad Tree
Representasi Objek Gambar Dengan Quad Tree Edwin Wijaya - 13513040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Algoritma dan Struktur Data. Binary Tree & Binary Search Tree (BST)
Algoritma dan Struktur Data Binary Tree & Binary Search Tree (BST) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Outline Tree Binary tree Istilah pada tree Operasi dasar binary tree BST Definisi
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya Muhammad Adinata/13509022 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding
Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding Nama : Irwan Kurniawan NIM : 135 06 090 1) Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10,
Aplikasi Algoritma Traversal Dalam Binary Space Partitioning
Aplikasi Algoritma Traversal Dalam Binary Space Partitioning Pudy Prima (13508047) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Penerapan Pohon Keputusan dalam Pengambilan Keputusan Terbaik dibidang Pemasaran Produk
Penerapan Pohon Keputusan dalam Pengambilan Keputusan Terbaik dibidang Pemasaran Produk Diah Fauziah Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan
Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan Mikhael Artur Darmakesuma - 13515099 Program Studi Teknik Informaitka Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut Mohammad Rizky Adrian 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstract Makalah ini
BAB VII POHON BINAR POHON
BAB VII POHON BINAR POHON Pohon atau tree adalah salah satu bentuk graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan graph terhubung, maka pada pohon selalu terdapat path atau jalur yang
Implementasi Struktur Data Rope menggunakan Binary Tree dan Aplikasinya dalam Pengolahan Teks Sangat Panjang
Implementasi Struktur Data Rope menggunakan Binary Tree dan Aplikasinya dalam Pengolahan Teks Sangat Panjang Edwin Rachman (NIM 0) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Algoritma Prim dengan Algoritma Greedy dalam Pohon Merentang Minimum
Algoritma Prim dengan Algoritma Greedy dalam Pohon Merentang Minimum Made Mahendra Adyatman 13505015 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA
Modul ke: 10 Fitrianingsih Fakultas FASILKOM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA JENIS-JENIS TREE SKom., MMSI Program Studi Sistem Informasi JENIS-JENIS TREE Pohon (Tree) adalah graf terhubung yang tidak mengandung
Pengelompokan Organisme Dengan Menggunakan Algoritma Kruskal
Pengelompokan Organisme Dengan Menggunakan Algoritma Kruskal Alif Raditya Rochman - 151101 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity Aurelia 13512099 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Pengaplikasian Pohon dalam Mekanisme Pengambilan Skill Game Dota 2
Pengaplikasian Pohon dalam Mekanisme Pengambilan Skill Game Dota 2 Girvandi Ilyas / 13515051 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Graf dalam validasi path di Permainan Saboteureun menggunakan DFS
Penerapan Graf dalam validasi path di Permainan Saboteureun menggunakan DFS Hendro Triokta Brianto / 13512081 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON (TREE) ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan Graph terhubung, maka pada Pohon (Tree)
Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem
Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem Halida Astatin (13507049) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi
Aplikasi Pohon dalam Pencarian dan Penempatan Buku di Perpustakaan
Aplikasi Pohon dalam Pencarian dan Penempatan Buku di Perpustakaan Stefan Lauren - 13510034 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking Krisna Dibyo Atmojo 13510075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS
ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS R. Raka Angling Dipura NIM : 13505056 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung
Penerapan Pohon Keputusan dalam Pemodelan Perilaku Otomatis Unit Pasukan Game Bertipe Real Time Strategy
Penerapan Pohon Keputusan dalam Pemodelan Perilaku Otomatis Unit Pasukan Game Bertipe Real Time Strategy Luthfi Kurniawan 13514102 1 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Penggunaan Pohon Biner dalam Binary Space Partition untuk Membuat Dungeon Game Roguelike RPG
Penggunaan Pohon Biner dalam Binary Space Partition untuk Membuat Dungeon Game Roguelike RPG Cliff Jonathan 13513044 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Implementasi Pohon Dalam Permainan Ragnarok Online Valkyrie Uprising
Implementasi Pohon Dalam Permainan Ragnarok Online Valkyrie Uprising Ben Lemuel Tanasale Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON (TREE) ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan Graph terhubung, maka pada Pohon (Tree)
PEMANFAATAN PROOF NUMBER SEARCH DAN AND/OR TREE PADA PENCARIAN SOLUSI TSUME-SHOGI
PEMANFAATAN PROOF NUMBER SEARCH DAN AND/OR TREE PADA PENCARIAN SOLUSI TSUME-SHOGI Iqrar Aminullah 13516126 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Pohon Untuk Menyelesaikan Masalah Labirin
Penerapan Pohon Untuk Menyelesaikan Masalah Labirin Andru Putra Twinanda Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Bandung 40135 email: [email protected]
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf Marvin Jerremy Budiman / 13515076 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Contoh-contoh graf
Quad Tree dan Contoh-Contoh Penerapannya Muhammad Reza Mandala Putra - 13509003 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung
Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data
Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data Winson Waisakurnia (13512071) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Menghitung Ketinggian Rata-Rata Pohon Terurut
Menghitung Ketinggian Rata-Rata Pohon Terurut Archie Anugrah - 13508001 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha nomor 10, Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK
PENERAPAN TEORI GRAF UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH MINIMUM SPANNING TREE (MST) MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL
PENERAPAN TEORI GRAF UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH MINIMUM SPANNING TREE (MST) MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL Swaditya Rizki Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin Jason Jeremy Iman 13514058 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Soal Pendahuluan Modul 3
1. Apa yang dimaksud dengan tree? PENGERTIAN TREE Kumpulan node yang saling terhubung satu sama lain dalam suatu kesatuan yang membentuk layakya struktur sebuah pohon. Struktur pohon adalah suatu cara
Dasar Kerja Pengaplikasian Self-balancing Binary Search Tree untuk Pencarian sebagai Struktur Data yang Lebih Mangkus dan Sangkir
1 Dasar Kerja Pengaplikasian Self-balancing Binary Search Tree untuk Pencarian sebagai Struktur Data yang Lebih Mangkus dan Sangkir Michell Setyawati Handaka (135 08 045) Program Studi Teknik Informatika
Pembuktian Cayley s Formula dengan Prüfer Sequence
Pembuktian Cayley s Formula dengan Prüfer Sequence Muntaha Ilmi (13512048) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Aplikasi Pohon Prefix pada Pencarian Kontak di
Aplikasi Pohon Prefix pada Pencarian Kontak di Database Willy / 13512070 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Tree. Perhatikan pula contoh tree di bawah ini : Level. Level 2. Level 3. Level 4. Level 5
TR (POHON) Tree/pohon merupakan struktur data yang tidak linear/non linear yang digunakan terutama untuk merepresentasikan hubungan data yang bersifat hierarkis antara elemenelemennya. efinisi tree : Kumpulan
Penerapan Graf dan Pohon untuk Sistem Manajemen Bencana Alam
Penerapan Graf dan Pohon untuk Sistem Manajemen Bencana Alam Ghazwan Sihamudin Muhammad - 1351305 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Pembentukan pohon pencarian solusi dan perbandingan masingmasing algoritma pembentuknya dalam simulasi N-Puzzle
Pembentukan pohon pencarian solusi dan perbandingan masingmasing algoritma pembentuknya dalam simulasi N-Puzzle Windarto Harimurti NIM : 13503089 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung
Himpunan dan Pohon dalam Aplikasi Pemilihan Restoran Tujuan
Himpunan dan Pohon dalam Aplikasi Pemilihan Restoran Tujuan Jessica Handayani (13513069) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Pembentukan Pohon Pencarian Solusi dalam Persoalan N-Ratu (The N-Queens Problem)
Pembentukan Pohon Pencarian Solusi dalam Persoalan N-Ratu (The N-ueens Problem) Pradipta Yuwono NIM 350603 Prodi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi andung, Jalan
