BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Benny Hadiman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat serta meningkatnya keinginan konsumen yang mengininkan kemudahan dalam setiap transakti yang mereka lakukan, membuat perusahaan juga harus meningkatkan teknologi yang digunakan untuk dapat meningkatkan kepuasan konsumen agar dapat mempertahankan serta meningkatkan loyalitas konsumen. Penggunaan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam penyediaan transaksi dan mendukung berbagai proses bisnis. Penggunaan teknologi informasi dalam dunia bisnis juga memberikan banyak keuntungan, seperti transaksi yang lebih cepat, sistem bisnis yang terintegrasi, lebih mudah dalam penggunaannya, dan lain-lain. Pada mulanya Technology Acceptance Model ( TAM ) diperkenalkan oleh (Davis, 1985) yang merupakan salah satu model adopsi teknologi yang paling diterima secara luas yang dapat digunakan untuk menjelaskan penerimaan individual terhadap penggunaan sistem teknologi informasi. Banyak penelitian yang telah mengembangkan TAM dengan memasukkan norma subyektif sebagai adopsi teknologi. Norma subjek mengacu pada persepsi seseorang bahwa kebanyakan orang yang penting bagi dia dapat mempengaruhi perilakunya (Lee & Wan, 2010). Menurut (Putit & Arnott, 2007), anggota masyarakat kolektivis lebih peduli tentang pendapat kelompok dan masyarakatnya secara umum dari ide-ide mereka sendiri. Dengan demikian, tampaknya logis untuk mengasumsikan bahwa norma subyektif memiliki pengaruh yang kurang pada niat perilaku dalam masyarakat individualis. Disini peneliti berpendapat bahwa dalam masyarakat yang sangat individualis, seperti budaya Belanda, pendapat pihak ketiga (norma subyektif) tidak akan memiliki banyak pengaruh atas perilaku orang. 1
2 2 Individu dari budaya dengan penghindaran ketidakpastian yang tinggi sering mencoba untuk menimimalkan risiko dengan mengikuri aturan dan norma-norma yang didirikan (Hofstede, 1993). Akibatnya, norma subyektif adalah panduan yang lebih penting untuk perilaku bagi mereka daripada individu dari budaya dimana orang lebih mengandalkan kemampuan mereka sendiri untuk menilai perilaku. Budaya dengan penghindaran ketidakpastian yang tinggi lebih memilih situasi terstruktur dan menganggap bahwa perulaku manusia dapat diprediksi. Sebaliknya, budaya dengan penghindaran ketidakpastian rendah relative nyaman dengan situasi de-terstruktur. Oleh karena itu, kita dapat menyatakan bahwa konsumen dalam masyarakat dengan penghindaran ketidakpastian yang tinggi membutuhkan keahlian tertentu, sumber daya dan pengetahuan untuk membeli secara online. Mereka lebih memilih terhadap sesuatu yang pasti dan akibatnya penghindaran ketidakpastian dan memperkuat hubungan positif antara control dirasakan terhadap kepastian dan niat beli. Dalam penelitian ini juga disertakan technology trust sebagai faktor adopsi. Technology trust penting karena menggunakan teknologi melibatkan sejumlah risiko (Neumann, 1993). Teknologi mungkin tidak bekerja atau mungkin bekerja secara tidak benar. Banyak orang menerima bahwa teknologi akan berfungsi dengan baik dan efisien, dan ada orang yang melihat teknologi dengan kecurigaan. Mereka tidak percaya teknologi sehingga mereka tidak menggunakannya. Penelitian ini akan meneliti pentingnya technology trust dalam penerapannya pada teknologi dalam bidang transportasi. Salah satu bentuk penerapan penggunaan teknologi dalam bidang transportasi adalah penggunaan tiket elektronik yang telah berkembang pesat sejak pertengahan 1990-an karena penghematan biaya distribusi tiket dan biaya penanganan menawarkan dibandingkan dengan tiket kertas. Sebagian besar transportasi telah berusaha untuk membiat tiket elektronik dengan metode ticketing yang standar. Dengan melakukan penerapan e-ticket (tiket elektronik), maka akan memudahkan penumpang dalam melakukan pembelian tiket dibandingkan membeli secara manual. E-ticketing telah diperkenalkan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan pengalaman penumpang. E- ticketing melibatkan kegiatan tiket digital dimana dapat memungkinkan eliminasi pada
3 3 tiket kerta, termasuk juga tenaga kerja, percetakan, shipping, dan biaya akuntasi dan menghindari komisi yang dibayar pada sistem distribusi global dan agen. TransJakarta atau yang umum disebut sebagai Busway adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. TransJakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208km), serta memiliki 228 halte yang terbesar dalam 12 koridor (jalur). Di dalam perjalanannya selama 9 tahun, Transjakarta Busway sudah melayani 12 koridor dengan total panjang lintasan 184,31 km yang merupakan lintasan terpanjang di dunia dalam sistem BRT, serta telah mengangkut penumpang rata-rata orang per hari. (TransJakarta Busway, 2013) Setiap tahunnya, jumlah penumpang bus Transjakarta terus meningkat. (BeritaIndonesia.com, 2005), berdasarkan data Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, bus Transjakarta telah mengangkut sebanyak orang dengan jumlah rata-rata penumpang antara 6-7 juta penumpang per bulan. Menurut salah satu sumber dari pihak TransJakarta, Pak Ferry, bagian Humas, menuturkan bahwa sampai saat ini masih ada mesin e-ticketing yang belum berfungsi, yakni dikoridor 4 dan 6 yang dikarenakan beberapa masalah internal perusahaan. Berikut adalah data penumpang pada koridor 4 dan 6: Gambar 1. 1 Jumlah Penumpang TransJakarta Sumber: (Transjakarta, 2013)
4 4 (JakartaBagus.com, 2005), Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta M. Akbar menuturkan, manfaat yang akan dirasakan dari e-ticket ini bagi masyarakat adalah lebih prakatis dalam bertransaksi. Selain itu dengan adanya e-ticketing maka penumpang tidak perlu lagi mengantri diloket dan dapat bertransaksi dengan lebih cepat, sekaligus akan mengurangi waktu tunggu penumpang saat pembelian tiket kertas di loket. Selain itu, penggunaan smartcard yang dikeluarkan oleh sejumlah bank ini dapat pula digunakan untuk bertransaksi di minimarket, apotik dan SPBU. Sedangkan bagi Manajemen Transjakarta, sistem e-ticket akan lebih aman, transparan dan akuntabel. Bagi pemerintah sendiri manfaatnya adalah menciptakan cashless society. Ketika penggunaan e-ticket memberikan banyak kemudahan bagi penumpang. Pada kenyataannya, permasalahan yang terjadi adalah banyak pengguna TransJakarta yang belum mau memanfaatkan tiket elektronik atau e-ticket TransJakarta. Fakta yang terjadi adalah bahwa trnyata penerapan sistem e-ticket ini terkesan sia-sia. Hal ini dibuktikan dari penuturan salah satu petugas tiket di halte Harmoni yang menjelaskan bahwa jumlah penumpang yang menggunakan e-ticket masih kalah jauh dibandingkan penumpang yang membayar tiket dengan uang cash. Berdasarkan salah satu calon penumpang TransJakarta menyebutkan bahwa alasan tidak memanfaatkan layanan e-ticket adalah karena calon penumpang tersebut tidak mengetahui cara untuk melakukan isi ulang saldo. Selain itu, ada juga pendapat dari penumpang yang menyebutkan bahwa kecemasan penumpang atas saldo yang hangus karena melakukan pembelian e-ticket. Berkaitan dengan hal ini, peneliti Institut Studi Transportasi (Instran), Izzul Waro menuturkan, semenjak diberlakukan e-ticket, diakui memang masih banyak penumpang yang belum terbiasa menggunakannya. Padahal dewasa ini smartcard telah dimiliki banyak orang. Menanggapi sedikitnya pengguna e-ticket ini, koordinator lapangan (korlap) pemasaran e-ticket di Harmoni, Jeffry mengakui, dari 100 persen penumpang busway, ia memperkirakan baru persen saja yang menggunakan e-tiket (JakartaBagus.com, 2005). Dalam kaitannya dengan tersebut maka dalam penelitian ini disertakan familiarity (keakraban) sebagai salah satu faktor adopsi (Lee & Wan, 2010). Keakraban diakui sebagai prediktor kepercayaan (trust). Keakraban mengacu pada pemahaman dari
5 5 perilaku orang lain berdasarkan interaksi atau pengalaman sebelumnya. Dengan asumsi bahwa pengalaman sebelumnya memberikan keuntungan. Secara khusus, dalam hal ini peneliti berusaha untuk menganalisis efek utama dalam penerapan e-ticket pada TransJakarta, dengan judul ANALISIS PENGARUH SUBJECTIVE NORM DAN TECHNOLOGY TRUST TERHADAP TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PADA INTENTION TO USE E-TICKETING TRANSJAKARTA. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak perusahaan untuk dapat meningkatkan penggunaan e-ticketing. 1.2 Identifikasi Masalah 1. Bagaimana pengaruh dari Perceived Usefulness terhadap intention to use e- ticketing pada TransJakarta? 2. Bagaimana pengaruh dari Perceived Ease of Use terhadap Perceived Usefulness pada TransJakarta? 3. Bagaimana pengaruh dari Perceived Ease of Use terhadap Trust in ability pada TransJakarta? 4. Bagaimana pengaruh dari Subjective Norm terhadap intention to use e-ticketing pada TransJakarta? 5. Bagaimana pengaruh dari Trust in ability terhadap Perceived Usefulness pada TransJakarta? 6. Bagaimana pengaruh dari Familiarity terhadap Trust in ability pada TransJakarta? 7. Bagaimana pengaruh dari Familiarity terhadap Perceived Ease Of Usepada TransJakarta? 8. Bagaimana pengaruh secara simultan dari Familiarity dan Subjective Norm terhadap intention to use e-ticketing pada TransJakarta? 1.3 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh dari Perceived Usefulness terhadap intention to use e-ticketing pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh dari Perceived Ease of Use terhadap Perceived Usefulness pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh dari Perceived Ease of Use terhadap Trust in ability pada TransJakarta.
6 6 Untuk mengetahui pengaruh dari Subjective Norm terhadap intention to use e- ticketing pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh dari Trust in ability terhadap Perceived Usefulness pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh dari Familiarity terhadap Trust in ability pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh dari Familiarity terhadap Perceived Ease of Use pada TransJakarta. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan dari Familiarity dan Subjective Norm terhadap intention to use e-ticketing pada TransJakarta. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi Perusahaan: 1. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang baik dalam hal pengembangan pemanfaatan e- ticketing. 2. Membantu menciptakan solusi yang lebih baik demi terlaksananya penggunaan Bagi Peneliti: e-ticketing dengan lebih maksimal oleh masyarakat. 1. Sebagai pemahana lebih atas teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengaplikasian secara langsung melalui penelitian ini. 2. Sebagai pembelajaran lebih lanjur dalam memahami tentang pengaruh Subjective Norm dan Technology Trust pada Technology Acceptance Model pada kasus Intention To Use E-Ticketing TransJakarta. Bagi Pembaca: 1. Menyediakan informasi yang membantu pembaca dalam memahami pengaruh Subjective Norm dan Technology Trust pada Technology Acceptance Model pada kasus Intention To Use E-Ticketing TransJakarta 2. Dapat digunakan sebagai sumber informasi pelengkap dalam pemahaman informasi-informasi yang terkait seputar e-ticket.
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR 2.1 Technology Acceptance Model (TAM) Beberapa model penelitian telah dilakukan untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi diterimanya penggunaan
Bab 1 Pendahuluan. angkutan darat di mata para penikmat moda transportasi umum di tanah air.saat ini, persaingan
Bab 1 Pendahuluan 1.1.LATAR BELAKANG Industri transportasi jalur darat masih menjadi favorit dari kebanyakan masyarakat di Indonesia sampai saat ini, banyak faktor yang mempengaruhi masih menjadi primadona
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai ibu kota negara Indonesia, Jakarta sering dijadikan pilihan bagi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sebagai ibu kota negara Indonesia, Jakarta sering dijadikan pilihan bagi sebagian besar masyarakat untuk dijadikan tempat mencari nafkah. Hal tersebut dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Teknologi tidak dapat dipisahkan dan telah berpengaruh besar terhadap
BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi merupakan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun untuk sekedar hiburan. Teknologi berkembang
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan pada era modern ini. Dua
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi informasi dan sistem informasi merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan pada era modern ini. Dua hal tersebut seperti
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Tingginya populasi masyarakat Indonesia berimbas pada tingkat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tingginya populasi masyarakat Indonesia berimbas pada tingkat pertumbuhan kendaraan di Indonesia khususnya di Kota Jakarta. Pada jaman yang berkembang pesat
BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan sistem teknologi informasi berkembang dengan pesat. Dimulai dari era akuntansi pada tahun 1950, sampai ke era jejaring global di mulai
BAB I PENDAHULUAN. (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah sistem teknologi informasi (STI) dimulai sejak tahun 1950 (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah berkembang dan banyak
BAB I PENDAHULUAN. Electronic Commerce (e-commerce) (McLeod & Schell, 2004). Menurut Indrajit
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan zaman yang semakin pesat, maka manusia di tuntut untuk mengikuti perkembangan dari dunia itu sendiri, kadang manusia pun tidak memandang waktu
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini sistem informasi dan teknologi informasi adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada zaman modern ini sistem informasi dan teknologi informasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sistem informasi dan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. online. Membahas mengenai tingkat kepuasan online atau dikenal dengan istilah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsumen menginginkan lebih dari sekedar produk yang berkualitas, mereka menginginkan pelayanan memuaskan sepanjang waktu. Pada umumnya konsumen yang merasa
BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang berkualitas merupakan informasi yang strategis untuk
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Seiring perkembangan zaman, semua kegiatan masyarakat semakin akrab bahkan sangat akrab dengan teknologi informasi, termasuk menjalankan sebuah tugas. Salah
BAB I PENDAHULUAN. perubahan informasi yang sudah diproses dan dilakukan penyimpanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi pada masa sekarang sangat cepat. Teknologi Informasi adalah salah satu alat yang digunakan para manajer untuk mengatasi perubahan
BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi berbasis teknologi terjadi begitu pesat di era globalisasi ini. Dengan adanya
Dalam konteks difusi inovasi menuju adopsi final itulah Rogers (1983) menawarkan karakteristik yang dapat membantu mengurangi ketidakpastian tentang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teori difusi inovasi yang dikembangkan Everett M Rogers dikenal luas sebagai teori yang membahas keputusan inovasi. Melalui buku Diffusion of Innovation (DOI), Rogers
BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi, para pelaku bisnis di dunia dihadapkan pada perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi membutuhkan teknologi informasi agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global ini perkembangan internet telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan internet ini diikuti dengan banyak bermunculan toko-toko on-line
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini menerapkan adalah analisis asosiative karena penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan kausal antara variabel independen terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya mencegah kelemahan dari penggunaan uang tunai tersebut, kini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Uang selalu dibutuhkan manusia dalam kegiatan ekonomi. Uang telah lama digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, namun penggunaan uang tunai dirasa memberikan banyak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis daring (online) semakin pesat seiring dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis daring (online) semakin pesat seiring dengan bertambahnya pengguna internet. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet
BAB I PENDAHULUAN. yaitu: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibukota negara Indonesia. Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah kota administrasi, yaitu: Jakarta
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam dunia bisnis ritel ini, setiap saat akan berkembang sehingga menyebabkan berbagai jenis ritel bermunculan dan persaingan di dalam bisnis ritel yang sejenis
BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri telekomunikasi nasional saat ini ditandai dengan tiga tren utama (APJII, 2013). Pertama, tergesernya fitur telepon genggam atau ponsel dengan fungsi
ANALISIS ANTRIAN PADA PENGGUNA JASA ANGKUTAN UMUM TRANSJAKARTA KORIDOR 9 DI SHELTER SEMANGGI JAKARTA SELATAN
ANALISIS ANTRIAN PADA PENGGUNA JASA ANGKUTAN UMUM TRANSJAKARTA KORIDOR 9 DI SHELTER SEMANGGI JAKARTA SELATAN Nama :Budi Santoso NPM : 11210474 Kelas : 3 EA 16 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Manajemen Dosen
BAB 1 PENDAHULUAN. Automatic Teller Machine (ATM) dan electronic banking (e-banking)
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengembangan layanan perbankan tidak lagi hanya dengan slogan layanan yang aman dan terpercaya, namun juga mampu memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia pada saat sekarang ini sangat berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan pendekatan teori perilaku (behavioral theory) yang banyak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Technology Acceptance Model (TAM) Technology acceptance model (TAM) adalah salah satu jenis teori yang menggunakan pendekatan teori perilaku (behavioral theory)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Internet sebagai sebuah media informasi telah berkembang dengan sangat pesat. Dahulu internet hanya bisa digunakan untuk mencari informasi, sekarang internet
BAB I PENDAHULUAN. tetapi merambah pada interaksi yang lebih komplek. Internet membantu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Internet saat ini sudah menjadi sesuatu yang familiar bagi semua kalangan masyarakat. Perkembangan dalam bidang tekhnologi informasi menjadikan internet tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Perkembangan sistem berbasis teknologi khususnya yang berkaitan dengan internet berpengaruh terhadap perusahaan termasuk perbankan untuk berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN. dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Hal yang menarik dari kemajuan dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Hal yang menarik dari kemajuan dan perkembangan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Teknologi informasi telah berkembang dengan cepat dan mempengaruhi berbagai aspek dalam organisasi baik pemerintah maupun lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi adalah usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek (manusia atau barang) dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi akuntansi belakangan ini banyak menyinggung tentang e-commerce dengan berorientasi pada Business-to-Customer (B2C). Saat ini banyak orang yang menggunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih menuntut manusia untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi. Salah satunya adalah internet, hampir
BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak
1 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak institusi menggunakan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam beberapa dekade terakhir terjadi perubahan yang drastis di dalam bisnis khususnya e-business, perkembangan tersebut diantaranya perkembangan komunikasi dan proses
BAB 1 PENDAHULUAN. pandai-pandai menganalisis pasar dengan menggunakan handphone sebagai salah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi ini, teknologi sangat berkembang pesat, terutama handphone. Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kebutuhan akan handphone sangat
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi pengaruh pada perkembangan dibidang pendidikan. Teknologi informasi telah menawarkan paradigma baru di Perguruan Tinggi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penggunaan internet sekarang ini menjadi sebuah alat penyediaan informasi serta pembelian produk. Kemajuan dalam teknologi internet ini memungkinkan konsumen
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.2 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Perkembangan teknologi internet yang begitu pesat memunculkan inovasiinovasi dalam kehidupan masyarakat. Salah satu inovasi yang lahir dari perkembangan
BAB V PENUTUP. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: kegunaan persepsian (perceived usefulness), sedangkan variabel kepercayaan
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta pembahsan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Variabel kenyamanan dan risiko memiliki pengaruh terhadap
BAB I PENDAHULUAN. jasa seperti usaha jasa sewa mobil, pariwisata, transportasi, jasa pihak ketiga dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini, persaingan usaha dalam industri jasa semakin ketat. Dilihat dari banyaknya perusahaan yang menawarkan usaha dalam bentuk jasa
PENDAHULUAN. Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan
PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Era globalisasi telah menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat dan praktis. Munculnya sebuah teknologi baru, khususnya di bidang teknologi informasi
BAB I PENDAHULUAN. Era perkembangan informasi saat ini berkembang sangat pesat seiring
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era perkembangan informasi saat ini berkembang sangat pesat seiring terjadinya ledakan informasi. Hal ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN DAN TINGKAT KEPUASAN 8 KORIDOR TRANSJAKARTA
Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 ANALISIS TINGKAT PELAYANAN DAN TINGKAT KEPUASAN 8 KORIDOR TRANSJAKARTA Najid 1 1 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara,
BAB 1 : PENDAHULUAN PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 : PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, internet sudah menjadi salah satu bagian penting dari hidup kita. Hampir semua kegiatan yang kita lakukan berhubungan dengan internet karena
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia saat ini turut masuk ke Indonesia, menyebabkan berkembang pesatnya kemajuan teknologi dinegara kita.
BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi terus berkembang dan memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting bagi banyak orang
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat kota Padang dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat tinggi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan masyarakat kota Padang dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat tinggi. Salah satunya adalah tranportasi untuk menjalankan mobilitas sehari-hari.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien sehingga
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PENGGUNA BUSWAY Pite Deanda NRP :
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PENGGUNA BUSWAY Pite Deanda NRP : 0421012 Pembimbing : Tan Lie Ing, ST., MT. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Pada zaman sekarang, transportasi merupakan hal yang penting bagi masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di kota besar seperti DKI Jakarta. Bagi
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, & IMPLIKASI. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, & IMPLIKASI Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa simpulan. 5.1 SIMPULAN Simpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian yang telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk berbelanja, belanja sendiri tidak harus dilakukan ketika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, internet telah menjadi suatu kebutuhan atas ketersediaan informasi. Perkembangan internet salah satunya diukur dari semakin meningkatnya pengguna
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 1.1 Tinjauan Pustaka Penelitian tentang persepsi kemudahan penggunaan pernah dilakukan oleh Suhendro pada tahun 2009 bertujuan untuk membuat perceived usefulness
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern ini, penggunaan internet menjadi salah satu aktivitas penting dalam mendukung kehidupan manusia di seluruh dunia. Berdasarkan data dari internetworldstats.com,
LAMPIRAN Kajian Kebijakan Standar Pelayanan Angkutan Umum di Indonesia (Menurut SK. Dirjen 687/2002)
LAMPIRAN Kajian Kebijakan Standar Pelayanan Angkutan Umum di Indonesia (Menurut SK. Dirjen 687/2002) 1. Prasyarat Umum : a) Waktu tunggu rata-rata 5-10 menit dan maksimum 10-20 menit. b) Jarak pencapaian
BAB I PENDAHULUAN. baru memberikan serangkaian kemampuan yang sama sekali baru ke tangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pergeseran perekonomian dari perekonomian tradisonal ke perekonomian baru memberikan serangkaian kemampuan yang sama sekali baru ke tangan konsumen dan pelaku bisnis.
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber: Techinasia, (2014) 1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk berbelanja, belanja sendiri tidak harus dilakukan ketika berada
BAB I PENDAHULUAN. dampak positif bagi pertumbuhan e-commerce. Menurut Asosiasi. Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2013), jumlah pengguna
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tren perkembangan teknologi digital di Indonesia telah membawa dampak positif bagi pertumbuhan e-commerce. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menggunakan perangkat mobile serta jaringan nirkabel (Ayo et al., 2007). Jonker
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Mobile commerce Mobile commerce adalah kegiatan transaksi yang bersifat komersial dengan menggunakan perangkat mobile serta jaringan
BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan teknologi yang terus berevolusi, aktivitas transaksi melalui media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan sudah banyak
BAB I PENDAHULUAN. perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya gaya hiudp masyarakat yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin maju membawa beberapa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya gaya hiudp masyarakat yang menjadi serba
BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI. library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM
5.1. Simpulan BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI Penelitian ini bertujuan untuk menguji model niat perilaku penggunaan M- library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM
BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era persaingan global saat ini, dunia bisnis berkembang dengan pesat, baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN. manusia, termasuk inovasi dalam kegiatan jual beli barang dan jasa. Saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern ini banyak inovasi yang dilakukan demi kemudahan hidup manusia, termasuk inovasi dalam kegiatan jual beli barang dan jasa. Saat ini kegiatan jual dan
BAB I PENDAHULUAN UKDW. dalam setahun terakhir tercatat lebih dari 73 coffee shop tumbuh berkembang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan dunia bisnis terlihat dengan semakin banyak pelaku usaha membuka dan mengembangkan bisnis mereka. Salah satu bidang bisnis di Kabupaten
BAB I PENDAHULUAN. oleh bisnis. Salah satu teknologi yang benar-benar membawa revolusi informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peran teknologi penting dalam meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh bisnis. Salah satu teknologi yang benar-benar membawa revolusi informasi di masyarakat
Aditya Putrantono Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember
ANALISA KAPASITAS RUAS JALAN DAN SIMPANG UNTUK PERSIAPAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) KORIDOR TIMUR - BARAT SURABAYA (STUDI KASUS JL.KERTAJAYA INDAH S/D JL.KERTAJAYA) Aditya Putrantono Jurusan Teknik Sipil
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Minat a. Pengertian Minat Minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan
