Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 924
|
|
|
- Verawati Fanny Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 924 TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMA N 1 KALASAN TEACHER S DIRECTIVE SPEECH ACTS TOWARDS INDONESIAN LANGUAGE LEARNING IN GRADE XI OF SMA N 1 KALASAN Oleh: Alif Annisa Risqi Abdillah, , PBSI, FBS, UNY, [email protected] Abstrak Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk dan (2) fungsi tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia di Kelas XI SMA N 1 Kalasan. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang dihasilkan oleh guru yang mengandung tindak tutur direktif pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan. Sumber data yang digunakan adalah guru bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), teknik rekam, dan teknik catat. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik padan ekstralingual. Hasil penelitian pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA N 1 Kalasan menunjukkan bahwa penggunaan bentuk perintah dan fungsi menyuruh yang digunakan oleh guru lebih banyak digunakan, apabila dibandingkan dengan penggunaan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang lain. Hal tersebut dapat dilihat pada deskripsi hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bentuk perintah dengan fungsi menyuruh lebih dominan dipakai dengan jumlah 267 tuturan dari jumlah 908 tuturan direktif. Bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi jenis perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi fungsi: menyuruh, menginstruksikan, mengharuskan, memaksa, menyilakan, meminta, mengharap, memohon, menawarkan, mengajak, mendorong, merayu, mendukung, mendesak, menagih, menargetkan, menasihati, menganjurkan, menyarankan, mengarahkan, mengimbau, mengingatkan, menegur, menyindir, mengancam, melarang, dan mencegah. Pada penelitian ini tidak ditemukan fungsi meminjam, menuntut, menantang, mengumpat, mengecam, dan marah. Kata kunci: tindak tutur direktif, tuturan guru, pembelajaran bahasa Indonesia
2 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 925 Abstract This descriptive qualitative research aims to describe: (1) the forms and (2) the functions of teacher s directive speech acts towards Indonesian language learning in grade XI of SMA N 1 Kalasan. The data in this research is teacher s speech containing directive speech acts towards Indonesian language learning in grade XI of SMA N 1 Kalasan. The data resource used is Indonesian language teacher of Grade XI of SMA N 1 Kalasan. The data collection methods applied are Simak Bebas Libat Cakap (Uninvolved Conversation Observation), note-taking and recording techniques. Validity of the data is accomplished using triangulation theory, and extra lingual equivalence technique is used for analyzing the data. The study on Indonesian language and literature learning in SMA N 1 Kalasan proves that teacher tends to use imperative form and directive function compared to other speech acts forms and functions. It is revealed on the study results description showing that imperative form with interrogative function is used more dominantly by 267 speeches out of 908 directive speeches. The forms of directive speech acts found include type of command, requirement, invitation, advice, criticism and prohibition. Meanwhile, the functions of directive speech acts found consist of ordering, instructing, requiring, insisting, permitting, asking, expecting, begging, offering, inviting, encouraging, persuading, supporting, urging, demanding, targeting, advising, recommending, suggesting, directing, appealing, warning, admonishing, satirizing, threatening, forbidding and preventing. The functions of borrowing, prosecuting, challenging, swearing, fulminating and being angry are not found in the study. Keywords: directive speech acts, teacher s speech, Indonesian language learning
3 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 926 PENDAHULUAN Tindak tutur terdapat dalam komunikasi bahasa. Komunikasi bahasa terjadi diberbagai aspek kehidupan manusia termasuk dalam pembelajaran di kelas. Di dalam proses pembelajaran, bahasa merupakan alat atau sarana komunikasi yang sangat penting. Masalah-masalah komunikasi di kelas merupakan hal yang menarik untuk diteliti karena interaksi guru dan siswa di dalam kelas merupakan perwujudan proses berbahasa secara alamiah. Menurut Suroso (Kompas, 2009) salah satu masalah guru adalah tidak memiliki kemampuan berbicara yang baik kepada siswa, sehingga siswa merasa malas saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam implementasi kurikulum 2013, guru dituntut aktif dan kreatif dalam menerapkan model pembelajaran saintifik. Model pembelajaran saintifik berusaha mendorong guru untuk mengendalikan murid melalui berbagai perintah karena tuntutan dari siklus kegiatan pembelajaran, yakni 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ mencoba, menalar/ mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Kegiatan ini tentu memanfaatkan tindak tutur direktif guru dalam mengelola pembelajaran, baik pada kegiatan awal, inti, dan akhir. Penggunaan tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu bentuk penggunaan ragam tindak tutur. Guru dapat mempergunakan bentuk tindak tutur direktif secara bergantian yang disesuaikan dengan fungsi ujaran yang sesuai dengan konteksnya. SMA N 1 Kalasan merupakan sekolah unggulan di kabupaten Sleman. Berbagai prestasi yang telah diraih oleh tenaga pengajar maupun siswa, menjadikan SMA N 1 Kalasan sekolah favorit di kabupaten Sleman. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas sekolah, maka kualitas tenaga pengajar harus juga diperhatikan. Salah satunya menyangkut penggunaan tindak tutur direktif dalam proses pembelajaran demi mempertahankan dan
4 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 927 meningkatkan kualitas pengajar dan peserta didik SMA N 1 Kalasan. Berdasarkan observasi awal penelitian yang dilaksanakan di SMA N 1 Kalasan, ditemukan kecenderungan tindak tutur guru berbentuk tindak tutur direktif dalam bentuk tuturan langsung yang disampaikan dalam pembelajaran. Tindak tutur direktif adalah salah satu tindak tutur yang berpotensi mengancam citra diri pelaku tutur. Keterancaman ini dapat tertuju baik kepada penutur, maupun mitra tutur. Citra diri penutur dapat jatuh jika suruhannya atau perintahnya tidak diperhatikan oleh mitra tutur. Di sisi lain, citra diri mitra tutur dapat terancam karena suruhan atau permohonan yang ditujukan kepada mitra tutur dapat bersifat membebani, memaksa, atau melecehkan mitra tutur (Amir dan Ngusman, 2006:14). Jika guru tidak hati-hati dalam menggunakan tindak tutur direktif, siswa akan kurang memperdulikan guru dari segi penyajian atau penjelasan dari maksud atau pesan yang disampaikan guru termasuk pertanyaan yang diajukan oleh guru. Sesungguhnya, tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran memegang peranan penting. Hal ini akan berdampak pada respon yang diberikan oleh siswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik menganalisis tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Bogdan dan Taylor melalui Moleong, 2014:4). Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah yaitu, melakukan pengamatan dan perekaman selama proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan
5 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 928 berlangsung, mentranskripsi rekaman ke dalam bahasa tulis sesuai dengan cara pengucapannya, mengumpulkan data terkait tindak tutur direktif guru ke dalam kartu data, selanjutnya peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan. Tindak tutur direktif yang diamati yaitu tindak tutur direktif yang diucapkan oleh guru selama proses pembelajaran bahasa Indonesia. Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis bentuk dan fungsinya. Subjek Penelitian Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas XI SMA N 1 Kalasan yaitu Dwi Astuti Indriati, M.Hum.. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) Teknik dasar pada metode ini disebut metode simak bebas libat cakap. Peneliti dalam penelitian ini melaksanakan metode simak bebas lihat cakap karena teknik simak bebas libat cakap atau teknik SBLC ini peneliti tidak terlibat dalam dialog, konversasi, atau imbal wicara, tidak ikut serta dalam proses pembicaraan orang-orang yang saling berbicara (Sudaryanto, 1993:134). Teknik simak bebas libat cakap ini dilakukan dengan cara menyimak dialog anatara guru dan siswa yang terjadi saat pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan untuk menemunkan penggunaan tindak tutur direktif guru. 2. Teknik Rekam Teknik rekam adalah teknik penjaringan data dengan merekam penggunaan bahasa.data yang dapat direkam adalah data yang berbentuk data lisan (Kesuma, 2007:45). Peneliti menggunakan teknik ini untuk merekam semua tuturan yang terjadi pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan. 3. Teknik Catat Teknik ketiga yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pencatatan data dalam bentuk bahasa tulis kartu data.
6 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 929 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data-data pada penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Prayitno. Prayitno (2011: 42) membagi bentuk tindak tutur direktif menjadi 6, yaitu perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan. Berdasarkan keenam bentuk tindak tutur direktif itu Prayitno (2011: 46-84) menggolongkan fungsi dari masingmasing tindak tutur direktif tersebut ke dalam 33 fungsi tindak tutur direktif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) terdapat 6 bentuk tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan dan 2) terdapat 27 fungsi tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan. Pembahasan 1. Bentuk Tindak Tutur Direktif Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMA N 1 Kalasan. a. Perintah Bentuk tindak tutur direktif perintah merupakan bentuk tindak tutur direktif yang paling banyak ditemukan yaitu sebanyak 431 tuturan. Bentuk ini mengindikasikan bahwa kedudukan penutur berada di atas mitra tutur sehingga mitra tutur memiliki alasan yang cukup kuat untuk melakukan tindakan yang dituturkan oleh penutur. Hal ini nampak pada data di bawah ini. (1) Sampah-sampahnya diambil terus dibuang! Nomor Data: 01.8 Para siswa sedang membersihkan kelas, guru berkeliling memantau mereka. Beberapa bungkus plastik dan kertas berserakan di lantai kelas. Guru lalu memerintahkan siswa untuk mengambil sampah sampah tersebut lalu membuangnya di tempat sampah. b. Permintaan Bentuk tindak tutur direktif permintaan ditemukansebanyak 116 tuturan. Indikator dari bentuk ini adalah tuturan yang diucapkan oleh penutur mengandung maksud
7 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 930 permintaan atau perbuatan meminta kepada mitra tutur seperti data di bawah ini. (2) Mas Kevin, tolong nanti kelas ini dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membedah EYD yang halamannya kalau tidak salah antara halaman. Nomor Data: Guru bertanya siapa ketua kelas di kelas tersebut. Lalu guru berbicara kepada ketua kelas untuk meminta tolong membagi siswa di dalam kelas menjadi beberapa kelompok. c. Ajakan Bentuk tindak tutur direktif ajakan ditemukansebanyak 120 tuturan. Tanda yang paling terlihat dari tindak tutur ini adalah penutur ikut melakukan apa yang ia perintahkan kepada mitra tutur seperti pada data di bawah ini. (3) Ayo gerakkan tangannya! Nomor Data: Guru dan siswa bersama-sama senam di dalam kelas. Mereka mengikuti gerakkan yang diputar di depan kelas. Saat melakukan senam guru mengajak mereka untuk menggerakkan tangan bersama-sama. d. Nasihat Bentuk tindak tutur direktif nasihat ditemukan sebanyak 139 tuturan.tuturan dengan bentuk ini berisi kepercayaan akan suatu tindakan yang baik untuk kepentingan mitra tutur. Data di bawah ini merupakan salah satu contohnya (4) Beraniah kalian berkompetisi. Nomor Data: Beberapa siswa telah maju ke depan kelas untuk membacakan puisi miliknya di depan kelas. Pertemuan yang lalu mereka mempresentasikan teks eksplanasi buatan mereka. Namun mereka masih saja takut jika diminta maju ke depan kelas. Guru mengimbau para siswanya agar mereka berani berkompetisi. e. Kritikan Bentuk tindak tutur direktif kritikan ditemukansebanyak 31 tuturan.bentuk ini didasarkan pada kurang maksimalnya mitra tutur di dalam memberikan permintaan penutur. Atas dasar itulah penutur menegur agar mitra tutur melakukan dengan lebih baik lagi dan supaya tidak terulang kembali pada masamasa yang akan datang. Hal ini nampak pada data berikut. (5) Kok tepuk tangannya kurang keras. Nomor Data: Sebelumnya guru memerintahkan para siswa untuk memberikan tepuk tangan kepada temannya yang sudah berani menjawab pertanyaan dari guru. Namun
8 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 931 tepuk tangan yang diberikan para siswa dirasa guru belum cukup keras. Guru lalu menegur para siswa. f. Larangan Bentuk tindak tutur direktif larangan ditemukan sebanyak 71 tuturan.guru mengekspresikanotoritas kepercayaan bahwa ujarannya menunjukkan alasan yang cukup bagi siswa untuk tidak melakukan tindakan seperti pada data di bawah ini. (6) Dilarang berkomentar pada saat ada yang membaca puisi. Nomor Data: Salah satu siswa sedang bersiap membacakan puisi di depan kelas. Guru berkata kepada para siswa lainnya jika mereka tidak boleh berkomentar pada saat temannya membaca puisi. 2. Fungsi Tindak Tutur Direktif Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMA N 1 Kalasan. a. Fungsi Tindak Tutur Direktif Perintah Dalam penelitian ini bentuk tindak tutur direktif perintah guru memiliki fungsi menyuruh sebanyak 267 data, fungsi menginstruksikan sebanyak 34 data, fungsi mengharuskan sebanyak 16 data, fungsi memaksa sebanyak 2 data, dan fungsi menyilakan sebanyak 112 data. Fungsi meminjam tidak ditemukan pada penelitian ini. 1) Fungsi Menyuruh Pada penelitian ini ditemukan penggunaan fungsi menyuruh yang lebih dominan daripada fungsi yang lainnya. Dominannya fungsi menyuruh yang digunakan oleh guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada siswa di dalam kelas. Seperti tampak pada data (7), guru menyuruh kelompok yang sudah selesai mengerjakan tugasnya untuk mengangkat tangan. (7) Angkat tangan kelompok yang sudah selesai! Nomor Data: Waktu untuk mengerjakan tugas kelompok sudah selesai. Guru menyuruh kelompok yang sudah selesai mengerjakan untuk mengangkat tangan. 2) Fungsi Memaksa Fungsi ini membuat mitra tutur mau tidak mau harus melakukan apa yang diperitahkan oleh penutur. Pada penelitian ini guru
9 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 932 jarang menggunakan fungsi memaksa agar siswa tidak merasa terancam atau terbebani karena suruhan yang ditujukan kepadanya. Hal ini nampak pada data berikut. (8) Wis ditulis wae gek cepet. Nomor Data: Salah satu anggota dari kelompok 3 telah berada di depan kelas untuk menuliskan jawaban dari soal kelompok 1. Namun siswa tersebut belum juga menuliskan jawabannya di papan tulis padahal sudah berada di depan papan tulis lama sekali. Guru lalu memaksa siswa tersebut untuk segera menuliskan jawabannya. b. Fungsi Tindak Tutur Direktif Permintaan Dalam penelitian ini bentuk tindak tutur direktif permintaan guru memiliki fungsi meminta sebanyak 72 data, fungsi mengharap sebanyak 27 data, fungsi memohon sebanyak 2 data, dan fungsi menawarkan sebanyak 15 data. 1) Fungsi Meminta Fungsi meminta adalah fungsi yang paling banyak digunakan pada bentuk tindak tutur direktif permintaan. Pada fungsi ini penutur tidak terlalu berharap apa yang diinginkan itu dipatuhi oleh mitra tutur seperti yang nampak pada data di bawah ini. (9) Nah, sekarang ibu minta anakanak amati teks eksplanasi tanah longsor ini supaya kalian menemukan strukturnya. Nomor Data: Para siswa telah selesai membaca teks eksplanasi yang ada di buku paket. Guru lalu meminta mereka untuk mengamati teks eksplanasi tersebut. 2) Fungsi Memohon Guru hanya menggunakan fungsi memohon pada saat akhir pembelajaran untuk memohon maaf kepada para siswanya. Pada fungsi ini penutur menginginkan kebaikan hati atau kerendah hati mitra tutur agar mau melakukan apa yang dikehendaki oleh penutur seperti nampak pada data di bawah ini. (10) Ada salah khilafnya ibu mohon maaf. Nomor Data: Bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi. Guru lalu menutup pelajaran dengan memohon maaf kepada para siswa jika ada salah dalam menyampaikan pelajaran. c. Fungsi Tindak Tutur Direktif Ajakan Dalam penelitian ini bentuk tindak tutur direktif ajakan guru
10 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 933 memiliki fungsi mengajak sebanyak 27 data, fungsi mendorong sebanyak 42 data, fungsi merayu sebanyak 10 data, fungsi mendukung sebanyak 11 data, fungsi mendesak sebanyak 28 data, fungsi menagih sebanyak 1 data, dan fungsi menargetkan sebanyak 1 data. Fungsi menuntut dan menantang tidak ditemukan pada penelitian ini karena guru menjaga citra diri para siswanya agar suasana kelas tetap nyaman bagi mereka. 1) Fungsi Mendorong Fungsi ini banyak digunakan oleh guru agar siswa merasa memiliki kepercayaan diri karena dianggap keberadaannya di dalam kelas. Fungsi ini efektif digunakan untuk memancing respon siswa dan menciptakan situasi pembelajaran yang aktif seperti pada data berikut. (11) Sekarang yang putra ayo maju! Nomor Data: Salah satu siswa putri sudah maju membacakan puisi miliknya di depan kelas. Guru menginginkan gantian siswa putra yang maju. Guru lalu mendorong para siswa yang putra untuk maju tanpa ditunjuk. 2) Fungsi Menagih Fungsi ini diekspresikan penutur untuk menuntut atau menggugat agar mitra tutur memenuhi kewajibannya dalam hal melakukan kegiatan. Pada penelitian ini fungsi menagih hanya ditemukan 1 data. (12) Ayo tugas yang kemarin dikeluarkan. Nomor Data: Pada pertemuan sebelumnya, guru meminta para siswa untuk membuat puisi di rumah. Guru lalu menagih tugas tersebut kepada para siswa agar segera dikeluarkan. d. Fungsi Tindak Tutur Direktif Nasihat Dalam penelitian ini bentuk tindak tutur direktif nasihat guru memiliki fungsi menasihati sebanyak 26 data, fungsi menganjurkan sebanyak 9 data, fungsi menyarankan sebanyak 21 data, fungsi mengimbau sebanyak 50 data, dan fungsi mengingatkan sebanyak 18 data. 1) Fungsi Mengimbau Fungsi mengimbau lebih dominan digunakan oleh guru dibandingkan fungsi yang lainnya. Guru menggunakan fungsi
11 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 934 mengimbau untuk menjelaskan konsep materi pelajaran kepada siswa sehingga mereka tidak mengalami kesalahan dalam memahami materi yang disampaikan dan juga untuk memotivasi merekaseperti pada data berikut. (13) Teruslah menulis. Nomor Data: Semua siswa telah selesai membacakan puisi buatan mereka. Guru lalu mengimbau para siswa supaya mereka terus menulis puisi. e. Fungsi Tindak Tutur Direktif Kritikan Dalam penelitian ini tindak tutur direktif kritikan guru memiliki fungsi menegur sebanyak 23 data, fungsi menyindir sebanyak 7 data, dan fungsi mengancam sebanyak 1 data. Fungsi mengumpat, fungsi mengecam, dan fungsi marah tidak ditemukan dalam penelitian inikarena guru menjaga citra diri para siswanya agar suasana kelas tetap nyaman bagi mereka. 1) Fungsi Menegur Fungsi ini diekspresikan penutur untuk memberikan kritikan kepada mitra tutur agar tidak lagi melakukan sesuatu sebagaimana yang telah dinyatakan oleh penutur. Fungsi ini dituturkan setelah mitra tutur melakukan sesuatu lalu penutur tidak setuju dengan apa yang mitra tutur lakukan sehingga penutur memberikan kritikan seperti data berikut. (14) Eh nomer 2 sayangku, halaman 28. Nomor Data: Salah satu siswa mengangkat tangannya untuk membacakan jawaban nomer 2. Ketika ia membacakan jawaban, guru menegurnya karena jawaban yang ia bacakan tidak sesuai dengan pertanyaan nomer 2. 2) Fungsi Mengancam Fungsi ini digunakan guru untuk memberikan peringatan kepada para siswanya supaya mereka bisa mengontrol diri agar proses pembelajaran di dalam kelas berjalan dengan lancar. Pada penelitian ini hanya ditemukan 1 data fungsi mengancam. (15) Siapa yang berkomentar atau menertawakan sebelum Noval selesai baca puisi, harus gantian baca puisi di depan. Nomor Data: Salah satu siswa membacakan puisi di depan kelas. Saat baru saja membacakan judul, para siswa lainnya menertawakan siswa tersebut. Guru lalu
12 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 935 memberikan peringatan kepada siswa untuk tidak menertawakan temannya. Kalau mereka masih melakukan itu, guru akan menyuruh mereka untuk gantian membaca puisi di depan kelas. f. Fungsi Tindak Tutur Direktif Larangan Dalam penelitian ini bentuk tindak tutur direktif larangan guru memiliki fungsi melarang sebanyak 64 data dan fungsi mencegah sebanyak 7 data. 1) Fungsi Melarang Penggunaan fungsi melarang dimaksudkan untuk mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran. Guru memberikan batasan-batasan kepada para siswa agar mereka lebih disiplin dan memahami konsep materi dengan benar seperti data di bawah ini. (16) Tidak boleh menaruh buku apapun di meja kecuali buku Kreatif. Nomor Data: Para siswa akan melakukan ulangan harian 1. Beberapa buku masih terlihat berada di atas meja. Ada buku bahasa Indonesia, ada juga buku mata pelajaran lain. Guru melarang para siswa menaruh buku apapun di atas meja selain buku Kreatif. 2) Fungsi Mencegah Guru menggunakan fungsi ini untuk menahan siswa saat mereka akan melakukan suatu hal yang tidak dikehendaki oleh guru seperti pada data berikut ini. (17) Sebentar mbak Witri. Nomor Data: Salah satu siswa bersiap membacakan puisi di depan kelas. Saat akan membacakannya, guru mencegah siswa tersebut. SIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang telah disajikan pada bab sebelumnya, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1. Terdapat 6 bentuk tindak tutur direktif guru yang ditemukan pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan berupa tindak tutur direktif perintah sebanyak 431 tuturan, permintaan sebanyak 116 tuturan, ajakan sebanyak 120 tuturan, nasihat sebanyak 139 tuturan, kritikan sebanyak 31 tuturan, dan larangan sebanyak 71 tuturan.
13 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) Pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan ditemukan 27 fungsi tindak tutur direktif guru yang meliputi 267 fungsi menyuruh, 112 fungsi menyilakan, 72 fungsi meminta, 64 fungsi melarang, 50 fungsi mengimbau, 42 fungsi mendorong, 34 fungsi menginstruksikan, 28 fungsi mendesak, 27 fungsi mengajak, 27 fungsi mengharap, 23 fungsi menegur, 21 fungsi menasihati, 21 fungsi menyarankan, 18 fungsi mengingatkan, 16 fungsi mengharuskan, 15 fungsi mengarahkan, 13 fungsi menawarkan, 11 fungsi mendukung, 10 fungsi merayu, 9 fungsi menganjurkan, 7 fungsi menyindir, 7 fungsi mencegah, 2 fungsi memaksa, 2 fungsi memohon, 1 fungsi menagih, 1 fungsi menargetkan, dan 1 fungsi mengancam. Pada penelitian ini tidak ditemukan fungsi meminjam, menuntut, menantang, mengumpat, mengecam, dan marah. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas berikut adalah implikasi yang terdapat pada penelitian ini. Frekuensi penggunaan tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA N 1 Kalasan cukup sering dilakukan. Tindak tutur direktif yang diujarkan oleh guru memiliki kemampuan untuk menyuruh siswa melaksanakan tugas, memancing respons siswa, dan menggiring siswa untuk berpikir. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru bahasa Indonesia sebagai bahan evaluasi dalam menggunakan tindak tutur direktif pada pembelajaran agar terjadi interaksi komunikasi pembelajaran yang efektif dan dapat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kalasan. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan implikasi penelitian di atas berikut adalah saran yang diberikan oleh peneliti. 1. Bagi Guru
14 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 937 Para guru, khususnya guru bahasa Indonesia, diharapkan dapat menggunakan tindak tutur direktif yang lebih bervariasi dalam berbagai bentuk dan fungsi sesuai dengan konteks. Selain itu, guru diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan tindak tutur direktif agar dapat mengelola pembelajaran dengan lebih baik. 2. Bagi Siswa Siswa diharapkan lebih responsif terhadap tindak tutur yang dituturkan oleh guru sehingga guru tidak perlu mengulang tuturannya berkali-kali. Selain itu, siswa diharapkan mampu menyerap materi pelajaran dengan baik melalui tindak tutur direktif yang diujarkan guru. 3. Bagi Peneliti Lain Masalah yang diangkat pada penelitian ini hanya difokuskan pada tindak tutur direktif guru dalam prosespembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI. Peneliti berharap agar peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian mengenai tindak tutur yang terjadi dalam pembelajaran bisa memperluas masalah yang akan dikaji agar menghasilkan penemuan baru tentang varisasi bentuk tindak tutur yang terjadi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. DAFTAR PUSTAKA Amir, Amril dan Ngusman Abdul Manaf Strategi Wanita Melindungi Citra Dirinya dan Citra Diri Orang Lain dalam Komunikasi Verbal: Studi di dalam Tindak tutur Direktif di dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Anggota Kelompok Etnis Minangkabau. Laporan Penelitian. Padang: Fakultas Bahasa dan Seni, UNP. Kompas. (2009). Potensi Guru Minim, Bahasa Indonesia Kurang Diminati Siswa. Diunduh pada 16 Januari 2017 dari Moleong, Lexy Johannes.(2011). Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi.. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Prayitno, Harun Joko. (2011). Kesantunan Sosiopragmatik. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Press.
15 Tindak Tutur Direktif Guru...( Alif Annisa Risqi Abdillah) 938 Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Tehnik Analisis Bahasa (pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik). Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Kesuma, Tri Mastoyo Jati. (2007). Pengantar (Metode) Penelitian Bahasa Yogyakarta. Yogyakarta: Carasvatibooks.
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Diajukan Oleh: SEPTIN ARIYANI A
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Disusun sebagai salah satu syarat menyeleaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
BENTUK DAN FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Diajukan Oleh:
TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA TUTURAN KHOTBAH SALAT JUMAT DI LINGKUNGAN MASJID KOTA SUKOHARJO
TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF PADA TUTURAN KHOTBAH SALAT JUMAT DI LINGKUNGAN MASJID KOTA SUKOHARJO Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Progam Studi Pendidikan Bahasa
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Progam Studi Strata I pada
BAB I PENDAHULUAN. dengan usia pada tiap-tiap tingkatnya. Siswa usia TK diajarkan mengenal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai lembaga untuk belajar mengajar merupakan tempat untuk menerima dan memberi pelajaran serta sebagai salah satu tempat bagi para siswa untuk menuntut
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Rena Anggara 1), Marsis 2), Syofiani 2) 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan
TINDAK TUTUR GURU DI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP N 27 PADANG (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRACT
TINDAK TUTUR GURU DI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP N 27 PADANG (KAJIAN PRAGMATIK) Sri Sundari 1, Wahyudi Rahmat 2, Ria Satini 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
TINDAK DIREKTIF BAHASA INDONESIA PADA POSTER BADAN LINGKUNGAN HIDUP DI TAMAN WISATA STUDI LINGKUNGAN KOTA PROBOLINGGO
TINDAK DIREKTIF BAHASA INDONESIA PADA POSTER BADAN LINGKUNGAN HIDUP DI TAMAN WISATA STUDI LINGKUNGAN KOTA PROBOLINGGO Ventyana Haedar 48, Muji 49, Anita Widjajanti 50 Abstract : Directive speech act is
TINDAK SKRIPSI A Persyaratan
TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF DI KALANGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra
JENIS KALIMAT IMPERATIF PADA TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMK N 1 SAWIT KABUPATEN BOYOLALI
JENIS KALIMAT IMPERATIF PADA TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMK N 1 SAWIT KABUPATEN BOYOLALI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1
REALISASI BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH DAN MENASIHATI GURU-MURID DI KALANGAN ANDIK TK DI KECAMATAN SRAGEN WETAN. Naskah Publikasi Ilmiah
0 REALISASI BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH DAN MENASIHATI GURU-MURID DI KALANGAN ANDIK TK DI KECAMATAN SRAGEN WETAN Naskah Publikasi Ilmiah Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat
BENTUK KALIMAT IMPERATIF OLEH GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MTS MUHAMMADIYAH 4 TAWANGHARJO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI
BENTUK KALIMAT IMPERATIF OLEH GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MTS MUHAMMADIYAH 4 TAWANGHARJO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA NOVEL TRILOGI KARYA AGUSTINUS WIBOWO
SELOKA 4 (2) (2015) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA NOVEL TRILOGI KARYA AGUSTINUS WIBOWO Yuliarti,
PERWUJUDAN TINDAK KESANTUNAN PRAGMATIK TUTURAN IMPERATIF GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMK NEGERI 8 SURAKARTA
PERWUJUDAN TINDAK KESANTUNAN PRAGMATIK TUTURAN IMPERATIF GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMK NEGERI 8 SURAKARTA Naskah Publikasi Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA PADA PERCAKAPAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 GEYER
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA PADA PERCAKAPAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 GEYER NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- I Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia,
KESANTUNAN TUTURAN SISWA KEPADA GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII 8 SMP NEGERI 27 PADANG ABSTRACT
KESANTUNAN TUTURAN SISWA KEPADA GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII 8 SMP NEGERI 27 PADANG Nora Amelia¹, Putri Dian Afrinda², Wahyudi rahmat³ 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
KALIMAT IMPERATIF DALAM BAHASA LISAN MASYARAKAT DESA SOMOPURO KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI
KALIMAT IMPERATIF DALAM BAHASA LISAN MASYARAKAT DESA SOMOPURO KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa
REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR NASKAH PUBLIKASI
REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MTs RIADHUS SHOLIHIN KOTO BARU KABUPATEN SIJUNJUNG
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MTs RIADHUS SHOLIHIN KOTO BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Yossie Ana Welvi, Ermanto, Hasanuddin WS Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
REALISASI TINDAK TUTUR DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI ANAK GURU DI TK PERTIWI 4 SIDOHARJO NASKAH PUBLIKASI
REALISASI TINDAK TUTUR DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI ANAK GURU DI TK PERTIWI 4 SIDOHARJO NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa,
Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
TINDAK TUTUR DIREKTIF DI KALANGAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat
TINDAK TUTUR DALAM DIALOG DRAMA KISAH CINTA 40 MENIT KARYA DIDI ARSANDI
TINDAK TUTUR DALAM DIALOG DRAMA KISAH CINTA 40 MENIT KARYA DIDI ARSANDI NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN IMPLIKASINYA
TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN IMPLIKASINYA Oleh Septia Uswatun Hasanah Mulyanto Widodo Email: [email protected] Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra
ARTIKEL E-JOURNAL. Oleh RASMIAYU FENDIANSYAH NIM JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI PADA GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 TANJUNGPINANG ARTIKEL E-JOURNAL Oleh RASMIAYU
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT PERINTAH GURU DALAM PROSES KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SD NEGERI 09 PANGGANG, KABUPATEN JEPARA
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT PERINTAH GURU DALAM PROSES KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SD NEGERI 09 PANGGANG, KABUPATEN JEPARA NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana
BENTUK IMPERATIF PADA BANNER DAN POSTER DI RUMAH SAKIT SE-KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
BENTUK IMPERATIF PADA BANNER DAN POSTER DI RUMAH SAKIT SE-KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh WARDAH AGUSTIANI 1201040001
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK AISYIYAH DESA KASEGERAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
1 TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK AISYIYAH DESA KASEGERAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF ANTARA GURU MURID. DI MTs SUNAN KALIJAGA KECAMATAN BULUKERTO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF ANTARA GURU MURID DI MTs SUNAN KALIJAGA KECAMATAN BULUKERTO KABUPATEN WONOGIRI NASKAH PUBLIKASI DisusunOleh : RENDIYANTO A 310080062 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GADINGREJO. Oleh
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GADINGREJO Oleh Yuni Setiawati Iqbal Hilal Mulyanto Widodo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan e-mail: [email protected] Abstract
Realisasi Tuturan dalam Wacana Pembuka Proses Belajar- Mengajar di Kalangan Guru Bahasa Indonesia yang Berlatar Belakang Budaya Jawa
REALISASI TUTURAN DALAM WACANA PEMBUKA PROSES BELAJARMENGAJAR DI KALANGAN GURU BAHASA INDONESIA YANG BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai
PERGESERAN TINDAK KESANTUNAN DIREKTIF SISWA DALAM MENYAPA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA
PERGESERAN TINDAK KESANTUNAN DIREKTIF SISWA DALAM MENYAPA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Cara pengungkapan maksud dan tujuan berbeda-beda dalam peristiwa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cara pengungkapan maksud dan tujuan berbeda-beda dalam peristiwa berbahasa. Sebagian orang menggunakan bahasa lisan atau tulisan dengan menggunakan kata-kata yang jelas
LAPORAN HASIL PENELITIAN HIBAH KOMPETENSI
LAPORAN HASIL PENELITIAN HIBAH KOMPETENSI JUDUL KEGIATAN: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KESANTUNAN BERBAHASA DENGAN PENDEKATAN SOSIOPRAGMATIK DI LINGKUNGAN SISWA SD BERBUDAYA JAWA Ketua Tim: Dr. Harun Joko Prayitno
PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA
PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA Himawatul Azmi Nur dan Prembayun Miji Lestari Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, FBS, Universitas Negeri Semarang ABSTRAK Tujuan
Oleh: Endah Yuli Kurniawati FakultasKeguruandanIlmuPendidikan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH UTAMA DALAM FILM KEHORMATAN DI BALIK KERUDUNG SUTRADARA TYA SUBIYAKTO DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENYIMAK DAN BERBICARA DI KELAS X SMA Oleh: Endah Yuli Kurniawati FakultasKeguruandanIlmuPendidikan
BAB I PENDAHULUAN. pokok di dalam pragmatik. Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tindak tutur atau tindak ujar (speech act) merupakan sesuatu yang bersifat pokok di dalam pragmatik. Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik
TUTURAN EKSPRESIF PADA PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA DI BEBERAPA SD NEGERI KECAMATAN KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
TUTURAN EKSPRESIF PADA PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA DI BEBERAPA SD NEGERI KECAMATAN KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai
TINDAK TUTUR IMBAUAN DAN LARANGAN PADA WACANA PERSUASI DI TEMPAT-TEMPAT KOS DAERAH KAMPUS
TINDAK TUTUR IMBAUAN DAN LARANGAN PADA WACANA PERSUASI DI TEMPAT-TEMPAT KOS DAERAH KAMPUS Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA KELAS (KAJIAN MIKROETNOGRAFI TERHADAP BAHASA GURU)
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA KELAS (KAJIAN MIKROETNOGRAFI TERHADAP BAHASA GURU) Oleh Dian Etikasari* Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd Email: [email protected]
Tindak Tutur Direktif Guru Perempuan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA
Tindak Tutur Direktif Guru Perempuan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Oleh: Iros Niya Wati; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL LELAKI YANG MENGGENGGAM AYAT-AYAT TUHAN KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY E JURNAL ILMIAH
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL LELAKI YANG MENGGENGGAM AYAT-AYAT TUHAN KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY E JURNAL ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA
SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) Disusun oleh: RISKI SEPTIANINGSIH
MACAM-MACAM TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK AL-MUHAJIRIN, DESA GUNUNG SIMPING, KECAMATAN CILACAP TENGAH, KABUPATEN CILACAP MEI 2016 SKRIPSI Diajukan untuk
I. PENDAHULUAN. satu potensi mereka yang berkembang ialah kemampuan berbahasanya. Anak dapat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Taman kanak-kanak merupakan salah satu sarana pendidikan yang baik dalam perkembangan komunikasi anak sejak usia dini. Usia empat sampai enam tahun merupakan masa
ANALISIS KALIMAT PERINTAH PADA CERITA ANAK DALAM SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-DESEMBER 2012
ANALISIS KALIMAT PERINTAH PADA CERITA ANAK DALAM SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-DESEMBER 2012 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Pendidikan
TUTUR PUJIAN GURU DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS
TUTUR PUJIAN GURU DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS Ahmad Fadilahtur Rahman Guru Bahasa Indonesia SMPN 4 Situbondo Email: [email protected] Abstract: This study aimed to describe the form
I. PENDAHULUAN. sangat berperan penting di samping bahasa tulis. Percakapan itu terjadi apabila
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Taman kanak-kanak merupakan salah satu sarana pendidikan yang baik dalam perkembangan komunikasi anak sejak usia dini. Usia empat sampai enam tahun merupakan masa
Elok Puji Prayekti, Tindak Tutu Direktif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Islam Al Hikmah Jember
1 TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IX SMP ISLAM AL HIKMAH JEMBER (Direktif Speech Acts Teachers in Indonesian Learning Class IX SMP Islam Al Hikmah Jember) Elok Puji
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DAN RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PAINAN
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DAN RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PAINAN Oleh: Puji Desty Yadita MYD 1, Ngusman 2, Ena Noveria 3 Program Studi Pendidikan Bahasa
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 TANJUNGPINANG
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 TANJUNGPINANG ARTIKEL E-JOURNAL Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
WUJUD MAKNA PRAGMATIK TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM FILM KELUARGA CEMARA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP
WUJUD MAKNA PRAGMATIK TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM FILM KELUARGA CEMARA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP Disusun sebagai salah satu syarat menyeleaikan Program Studi
I. PENDAHULUAN. Suatu kenyataan bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu kenyataan bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana komunikasi. Bahasa adalah milik manusia dan merupakan satu ciri pembeda utama umat manusia dengan
Artikel Publikasi KESANTUNAN DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI NONFORMAL DI KALANGAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI SWASTA SE-RAYON SURAKARTA
Artikel Publikasi KESANTUNAN DIREKTIF MEMINTA DALAM INTERAKSI NONFORMAL DI KALANGAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI SWASTA SE-RAYON SURAKARTA Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
TINDAK TUTUR GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK WANGUN SESANA PENARUKAN SINGARAJA
0 ARTIKEL TINDAK TUTUR GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK WANGUN SESANA PENARUKAN SINGARAJA Oleh Made Ratminingsih 0712011084 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan oleh manusia. untuk berinteraksi sosial. Setiap manusia menggunakan bahasa untuk
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan oleh manusia untuk berinteraksi sosial. Setiap manusia menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan sesamanya.
PERILAKU VERBAL GURU DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR
PERILAKU VERBAL GURU DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR Ni Luh Komang Sri Majesty, I Made Sutama, Gede Gunatama Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. tindakan dalam tuturannya (Chaer dan Leoni. 1995:65).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah alat interaksi sosial atau alat komunikasi manusia. Dalam berkomunikasi, manusia saling menyampaikan informasi berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan,
BENTUK, FUNGSI DAN JENIS TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI SISWA DI KELAS IX UNGGULAN SMP PGRI 3 DENPASAR. Ni Nyoman Ayu Ari Apriastuti
BENTUK, FUNGSI DAN JENIS TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI SISWA DI KELAS IX UNGGULAN SMP PGRI 3 DENPASAR Ni Nyoman Ayu Ari Apriastuti Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia Email : [email protected]
III. METODE PENELITIAN
41 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokusnya adalah penggambaran secara menyeluruh tentang representasi kekuasaan pada tindak tutur
BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI
BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1
KAJIAN PRAGMATIK TERHADAP TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU SMA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI KELAS
KAJIAN PRAGMATIK TERHADAP TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU SMA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI KELAS Mulyani SMA Negeri 1 Ponorogo [email protected] Abstrak Tindak tutur guru memiliki karakteristik
ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA KARANGAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SAMBI
ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA KARANGAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SAMBI NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Program Studi Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibedakan menjadi dua sarana,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi dapat dilakukan oleh manusia melalui bahasa. Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibedakan menjadi dua sarana, yaitu bahasa tulis dan bahasa
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN SEPEDA MOTOR DI BOYOLALI. Naskah Publikasi. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN SEPEDA MOTOR DI BOYOLALI Naskah Publikasi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Disusun oleh: BERLIANA NITA KUMALASARI A 310090010 FAKULTAS
ANALISIS WACANA INTERAKSI KELAS BAHASA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII B SMPN 11 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2016/2017
ANALISIS WACANA INTERAKSI KELAS BAHASA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII B SMPN 11 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2016/2017 Sakalia Wirma 1, Suryadi 2, dan Bambang Djunaidi 3 1,2,3 Program
BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian kesantunan bertutur dialog tokoh dalam film Sang
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian kesantunan bertutur dialog tokoh dalam film Sang Kiai karya Rako Prijanto, ditemukan tuturan yang menaati maksim-maksim kesantunan bertutur yang
DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS)
DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa
ANALISIS WACANA PERSUASIF DALAM SPANDUK YANG TERDAPAT DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI
ANALISIS WACANA PERSUASIF DALAM SPANDUK YANG TERDAPAT DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan
TINDAK TUTUR PERLOKUSI PADA PERCAKAPAN PARA TOKOH OPERA VAN JAVA DI TRANS7. Naskah Publikasi Ilmiah
0 TINDAK TUTUR PERLOKUSI PADA PERCAKAPAN PARA TOKOH OPERA VAN JAVA DI TRANS7 Naskah Publikasi Ilmiah Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia
TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH KAKEK DALAM FILM TANAH SURGA
TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH KAKEK DALAM FILM TANAH SURGA SUTRADARA HERWIN NOVIANTO, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENYIMAK, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Oleh: Sri Utami Fatimah Program
Oleh : Ambar Budi Suprihatin ( ) Abstract
UPAYA GURU MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR MELALUI BIMBINGAN BELAJAR DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS RUMAH PADA SISWA KELAS V SDI DIPONEGORO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh : Ambar Budi Suprihatin
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 6 SUNGAI PENUH DALAM PROSES PEMBELAJARAN TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAK TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 6 SUNGAI PENUH DALAM PROSES PEMBELAJARAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Kamaruddin, Aripudin, dan Teja Pratama* FKIP Universitas
TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS X SLB NEGERI 1 PEMALANG
TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS X SLB NEGERI 1 PEMALANG Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 Pada
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Oleh Atik Kartika Nurlaksana Eko Rusminto Mulyanto Widodo Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
PENGGUNAAN KALIMAT TANYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP N 8 YOGYAKARTA
Pengguanaan Kalimat Tanya...(Iryaprima Maharani) 909 PENGGUNAAN KALIMAT TANYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP N 8 YOGYAKARTA EMPLOYING INTERROGATIVE SENTENCES UPON TEACHING AND LEARNING
Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan. pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Diajukan Oleh:
PRINSIP SOPAN SANTUN DALAM WACANA IKLAN PILKADA PADA SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS, JATENG POS, DAN WAWASAN EDISI NOVEMBER-DESEMBER 2015 UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PERSUASI KELAS X SMK Skripsi
CAMPUR KODE GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMAN I PANCUNG SOAL PESISIR SELATAN ABSTRACT
1 CAMPUR KODE GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMAN I PANCUNG SOAL PESISIR SELATAN Dina Oktavia¹, Putri Dian Afrinda², Risa Yulisna² 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Disusun oleh: ISTI JABAHTUL MAULIA
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN GURU DAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KELAS XI JURUSAN BAHASA DI SMA ISLAM TA ALLUMUL HUDA BUMIAYU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Tindak tutur ilokusi novel Surga Yang Tidak Dirindukan karya Asma Nadia (kajian pragmatik)
Linguista, Vol.1, No.1, Juni 2017, hal 6-11 ISSN (print): 2579-8944; ISSN (online): 2579-9037 Avaliable online at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/linguista 6 Tindak tutur ilokusi novel Surga Yang
IMPLIKATUR DAN KESANTUNAN POSITIF TUTURAN JOKOWI DALAM TALKSHOW MATA NAJWA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMK TESIS
IMPLIKATUR DAN KESANTUNAN POSITIF TUTURAN JOKOWI DALAM TALKSHOW MATA NAJWA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMK TESIS Diajukan Kepada Program Studi Magister Pengkajian Bahasa
ANALISIS WUJUD PRAGMATIK IMPERATIF PADA TUTURAN CERAMAH USTADZ WIJAYANTO DI YOUTUBE BULAN FEBRUARI 2017 SKRIPSI
0 ANALISIS WUJUD PRAGMATIK IMPERATIF PADA TUTURAN CERAMAH USTADZ WIJAYANTO DI YOUTUBE BULAN FEBRUARI 2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S-1)
TINDAK TUTUR DIREKTIF LANGSUNG LITERAL GURU PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI KELAS X IPS-3 SMA NEGERI 3 BOYOLALI
TINDAK TUTUR DIREKTIF LANGSUNG LITERAL GURU PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI KELAS X IPS-3 SMA NEGERI 3 BOYOLALI (Literal Directive Speech Act in Exposition Text Learning in Class X IPS-3 SMA Negeri
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK NUSA INDAH BANUARAN PADANG
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI TK NUSA INDAH BANUARAN PADANG Oleh: Winda Elmita 1, Ermanto 2, Ellya Ratna 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Universitas
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM SLOGAN DI WILAYAH KOTA SURAKARTA. Naskah Publikasi
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM SLOGAN DI WILAYAH KOTA SURAKARTA Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah EKO CAHYONO
ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DONGENG ANAK KARYA LIA HERLIANA
ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DONGENG ANAK KARYA LIA HERLIANA SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1) Oleh: Destoro Setyawan 1201040077
ANALISIS TINDAK TUTUR PEDAGANG DI STASIUN BALAPAN SOLO NASKAH PUBLIKASI
ANALISIS TINDAK TUTUR PEDAGANG DI STASIUN BALAPAN SOLO NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Diajukanoleh
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA SANTRI DENGAN USTAD DALAM KEGIATAN TAMAN PENDIDIKAN ALQUR AN ALAZHAR PULUHAN JATINOM KLATEN
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA SANTRI DENGAN USTAD DALAM KEGIATAN TAMAN PENDIDIKAN ALQUR AN ALAZHAR PULUHAN JATINOM KLATEN NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai
REPRESENTASI KEKUASAAN PADA TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. Abstract
REPRESENTASI KEKUASAAN PADA TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Oleh Jully Andry Yanto Nurlaksana Eko Rusminto Wini Tarmini [email protected] Abstract The objective of this research
CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang
CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang Oleh: Murliaty 1, Erizal Gani 2, Andria Catri Tamsin 3 Program Studi Pendidikan Bahasa
TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING
TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING Usulan Penelitian Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa
PEMEROLEHAN KATA ANAK USIA LIMA TAHUN MELALUI PENCERITAAN DONGENG DI TK AISYIYAH PILANG MASARAN SRAGEN NASKAH PUBLIKASI
PEMEROLEHAN KATA ANAK USIA LIMA TAHUN MELALUI PENCERITAAN DONGENG DI TK AISYIYAH PILANG MASARAN SRAGEN NASKAH PUBLIKASI disusun oleh Arifin Ainur Rohman S 200 100 002 PROGRAM STUDI MAGISTER PENGKAJIAN
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PADA TEKS BERITA POLITIK KOLOM POLITIK DAN HUKUM SURAT KABAR KOMPAS
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PADA TEKS BERITA POLITIK KOLOM POLITIK DAN HUKUM SURAT KABAR KOMPAS EDISI JANUARI-FEBRUARI 2017 DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP KELAS VIII SKRIPSI
REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR SKRIPSI
REALISASI TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DAN DIREKTIF GURU DAN ANAK DIDIK DI TK 02 JATIWARNO, KECAMATAN JATIPURO, KABUPATEN KARANGANNYAR SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana
ANALISIS WACANA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PADA HARIAN KOMPAS EDISI AGUSTUS 2015
ANALISIS WACANA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PADA HARIAN KOMPAS EDISI AGUSTUS 2015 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Disusun oleh: UTARI RAHMAYANTI 1101040013
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan sesama.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan wujud yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan sesama. Setiap komunikasi dengan melakukan
BAB V PENUTUP. Kelas Siswa Kelas XI SMA N 1 Sleman, implikasi penelitian ini bagi pembelajaran
BAB V PENUTUP Pada bagian ini akan dibahas mengenai kesimpulan hasil penelitian Analisis Pemanfaatan Prinsip Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Diskusi Kelas Siswa Kelas XI SMA N 1 Sleman, implikasi penelitian
TINDAK TUTUR DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUWANGI
TINDAK TUTUR DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUWANGI Clara Ayu Sasmita email: [email protected] Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana Abstract
