BAB III GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS)
|
|
|
- Handoko Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS) III.1 SISTEM KONTROL PADA VARIABEL GUI III.1.1 Single Feedback Control Contoh variabel yang menggunakan sistem single feedback control adalah 1PIC2001. Diagram blok dari 1PIC2001 adalah sebagai berikut : PIC2001.MAN PIC2001.SP PIC2001 MAN AUTO PIC2001.OUT PV2001 AKTUATOR Proses I PLANT pressure KONTROLER PID PIC2001.MEAS PT2001 DCS Gambar III.1 Diagram blok 1PIC2001 ke FY2001A dan FY2003 III.1.2 Feed Forward Control Contoh variabel yang menggunakan sistem feed forward control (hand control) adalah 1HC2001. Diagram blok variabel tersebut dapat dilihat sebagai berikut : HC2001.MAN HV2001 Proses I flow DCS AKTUATOR PLANT Gambar III.2 Diagram blok 1HC2001 III.1.3 Cascade Control Contoh variabel yang menggunakan sistem cascade control adalah 1PIC2002 dan 1PIC2011. Diagram blok keduanya dapat dilihat sebagai berikut :
2 EMERGENCY SHUTDOWN PHC2002A UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 PHC2002A FIC2016.MAN PIC2002.SP PIC2002 KONTROLER PID MAN AUTO X2 X3 X1 PHS2002A X2 X3 X1 PIC2002.OUT Y1 Y1 PV2002A AKTUATOR PV2002B Proses I PLANT pressure PHS2002B AKTUATOR PIC2002.MEAS PT2002 PIC2011.MAN MAN PIC2011.SP PIC2011 AUTO DCS PT2011 Gambar III.3 Diagram blok 1PIC2002 dan 1PIC2011 Blok Kalkulasi : PHS2002A Tipe : Cascade Control with Selector Switch PHS2002B Tipe : Cascade Control with Selector Switch PHC2002A dipilih saat X1 = 0 (IS 201 aktif ) PHC2002B dipilih saat X1 = 0 (IS 201 aktif) III.1.4 Selector Control Contoh variabel yang menggunakan sistem selector control adalah 1FIC2014 dan 1PIC2006. Diagram bloknya dapat dilihat sebagai berikut :
3 EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2014.MAN FSY2014 FIC2014.SP FIC2014 MAN AUTO FIC2014.OUT X1 FY2014B X2 Y1 FV2014 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI FIC2014.MEAS Y1, Y2 FY2014A X1 FT2014 X3 X2 PIC1001.MEAS TI1001.PNT PT1001 TE1001 pressure temperature PIC2006.MAN MAN PIC2006.SP PIC2006 AUTO DCS pressure PT2006 Proses 3 Gambar III.4 Diagram blok 1FIC2014 dan 1PIC2006 Blok Kalkulasi : FY2014A Tipe : Process Variable Compensation FY2014B YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 60 deg C Pb (Design Base Pressure) : 4,5 kg/cm2g Y1 = nilai tertinggi dari X1 dan X2 Tipe : Selector Control (High Selector) III.1.5 Process Variable Compensation Contoh variabel yang menggunakan sistem process variable compensation adalah 1FIC2001. Diagram bloknya adalah sebagai berikut :
4 EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2001.MAN FSY2001 FIC2001.SP FIC2001 MAN AUTO FIC2001.OUT FV2001 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI FIC2001.MEAS Y1, Y2 FY2001A X1 FT2001 DCS X3 X2 PIC2001.MEAS TI2010.PNT PT2001 TE2010 pressure temperature Blok Kalkulasi : FY2001A Gambar III.5 Tipe : Process Variable Compensation ke FY2001B Diagram blok 1FIC2001 YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 400 deg C Pb (Design Base Pressure) : 40,3 kg/cm2g III.1.6 Ratio Control Contoh variabel yang menggunakan ratio control adalah 1FIC2004. Diagram bloknya adalah sebagai berikut : EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2004.MAN FSY2004 FIC2004.SP FIC2004 MAN AUTO FIC2004.OUT FV2004 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI Y1 FIC2004.MEAS Y1, Y2 FY2004D X1 FT2004 FY2004C X2 X1 X3 X2 X3 X2 PIC9044.MEAS TI9044.PNT PT9044 TE9044 pressure temperature Y1 FY2004B X1 X1 Y1 X1 Y1 FY2004A FFY2004 FFI2004 FY7001 FY2001B DCS X2 X2 FI2004 Gambar III.6 Diagram blok 1FIC2004
5 Blok Kalkulasi : FY2004A Tipe : Bias Control FY2004B Tipe : Process Variable Compensation FY2004C Tipe : Bias Control FY2004D Tipe : Process Variable Compensation FFY2004 Tipe : Dividing (Ratio Control) Y1=Y2=X1+X2 X1,X2 : kg/h YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1=X1-X2 X1,X2 : kg/h YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1 X1xK1 X2xK2 Faktor Skala K1 = 1, K2 = 1 X1 : kg/h, X2 : Nm3/H III.2.7 Bias Control Contoh variabel yang menggunakan sistem bias control adalah 1FIC2006. Diagram bloknya dapat dilihat sebagai berikut : FIC2006.MAN FIC2006.SP FIC2006 MAN AUTO FIC2006.OUT FV2006 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI BLOK KALKULASI FIC2006.MEAS Y1 FY2006B X1 Y1, Y2 FY2006A X1 FT2006 DCS Blok Kalkulasi : FY2006A Tipe : X2 Gambar III.7 X3 X2 PIC9044.MEAS PT9044 pressure TI9044.PNT TE9044 temperature ke FI2006 Diagram blok 1FIC2006 FY7001 X2 1,033 Tb 273 YI Y2 X1x x X3 273 Pb 1,033
6 Process Variable Compensation FY2006B Tipe : Bias Control Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1=Y2=X1+X2 X1, X2 : kg/h Sistem-sistem kontrol yang terdapat pada seksi Primary Reformer adalah sebagai berikut : Tabel III.1 Sistem kontrol pada seksi Primary Reformer No. Tag Single Feedback Control Cascade Control Selector Control Process Variable Compensation Split Range Control Ratio Control Hand Control (Manual Loader) Bias Control 1 FIC FIC FIC FIC FIC FIC FIC FIC FIC2013, PIC FIC2014, PIC FIC2016, PIC PIC PIC2002, PIC PDIC TIC TIC HC HC PIC FHC FIC PIC2017
7 No. Tag Single Feedback Control Cascade Control Selector Control Process Variable Compensation Split Range Control Ratio Control Hand Control (Manual Loader) Bias Control 23 PIC PIC PHC2002A 26 PHC2002B 27 FIC FIC FIC HC PIC PIC PIC PIC SHC4001 III.2. DESKRIPSI UMUM GRAPHICAL USER INTERFACE UNTUK OTS Graphical User Interface (GUI) untuk Operator Training Simulator dikembangkan sebagai sarana interaksi operator dengan komputer pada simulasi pelatihan operator di pabrik ammonia. Disain yang pada tampilan GUI dikembangkan menyerupai tampilan yang ada pada ruang kendali pabrik yang sebenarnya. GUI ini dikembangkan dengan menggunakan interface mode object manipulation. GUI didisain memiliki lima belas jendela. Empat jendela tampilan utama (jendela Primary Reformer Overall, jendela Feed Control and Waste Heat System, jendela Desulphurization, dan jendela Natural Gas Receiving and Distribution), enam jendela untuk fungsi interrupt dan trending (jendela Interrupt Primary Reformer, tiga jendela Interrupt Feed Control and Waste Heat System, jendela Interrupt Desulphurization, dan jendela Interrupt Natural Gas Receiving and Distribution), dan tujuh jendela yang menampilkan diagram blok pada saat terjadi keadaan emergency (dua jendela ESD 1IS201; jendela ESD 1IS202 dan 1IS203; jendela ESD 1IS204, 1I251, dan 1I252; jendela ESD 1IS401; dan 2 jendela 1IS402).
8 Jendela-jendela tampilan GUI menampilkan hubungan antara variabel yang berpengaruh pada proses produksi pabrik. Pada jendela ini terdapat simbol-simbol yang melambangkan alat atau mesin di pabrik, antara lain tungku pembakar (burner), turbin, kompresor, pipa, pemanas (heater), dan valve (katup). Nama variabel, besarnya, dan satuan yang digunakan ditampilkan pada simbol yang bersangkutan. Jendela-jendela interrupt berfungsi untuk mengubah besarnya nilai dari variabel yang berkaitan dengan suatu jendela tertentu. Contohnya variabel pada jendela interrupt Desulphurization menampilkan variabel-variabel pada jendela Desulphurization. Pada jendela ini proses trending dapat dilakukan. Trending adalah proses untuk melihat perubahan nilai variabel terhadap waktu dalam bentuk grafik. Jendela ESD (Emergency Shut Down) menampilkan bagian-bagian yang berada dalam keadaan kritis bila terdapat suatu variabel yang melewati nilai batas tertentu. Hal ini merupakan perwujudan kegagalan (trip) yang terjadi di pabrik yang sebenarnya. Diagram blok proses pendisainan GUI untuk OTS adalah sebagai berikut : Review Spesifikasi Konsep / Perencanaan GUI Penentuan Jalan Cerita Konsep Disain GUI Disain Dasar GUI Variasi Disain Penelitian Fungsi dan Kegunaan Disain Aplikasi GUI Disain Rinci Penelitian Fungsi dan Kegunaan Pengkodean Dokumentasi Perawatan Gambar III.8 Diagram blok pengembangan GUI
9 III.3. REPRESENTASI GUI Jendela-jendela yang ada pada tampilan GUI untuk OTS dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu menu bar, panel tombol jendela, dan tampilan simulasi. Dari tiga bagian tersebut, terdapat dua bagian yang dimiliki oleh semua jendela dengan tampilan yang sama. Dua bagian tersebut adalah menu bar dan panel tombol jendela. Bagian Tampilan Simulasi Menu Bar Panel Tombol Jendela Gambar III.9 Bagian utama tampilan GUI Penjelasan mengenai bagian utama dari tampilan GUI adalah sebagai berikut : 1. Menu Bar Menu bar terletak di bagian paling atas dari tampilan GUI. Menu bar ini secara garis besar memiliki dua buah fungsi, yaitu memberikan informasi mengenai jendela yang aktif dan memberikan pilihan kepada pengguna untuk memodifikasi tampilan dari jendela yang aktif. 2. Panel Tombol Jendela Panel tombol jendela terletak di bagian kiri dari tampilan GUI. Pada panel ini terdapat tombol-tombol yang berfungsi untuk membuka jendela yang sesuai dengan nama yang tertulis di masing-masing tombol.
10 3. Tampilan Simulasi Tampilan simulasi merupakan bagian yang paling penting pada tampilan GUI. Bagian ini terletak di tengah-tengah dan berfungsi untuk menampilkan hasil simulasi sesuai dengan jendela yang aktif. III.3.1 Jendela Primary Reformer Overall Gambar III.10 Tampilan jendela Primary Reformer Overall Jendela Primary Reformer Overall merupakan jendela pertama yang tampil pada tampilan OTS. Pada jendela ini, terdapat variabel-variabel utama yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Primary Reformer Overall, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek :
11 . Tabel III.2 Objects, properties dan states di jendela Primary Reformer Objects Properties dan State I Reachable State Text : Primary Reformer Overall Warna huruf : 0x Ukuran huruf : 10 Primary_Reformer_Overall Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Feed Control and WHS (kiri) ESD 1IS201 bagian 1 (bawah) Natural Gas Receiving and Distribution (kanan) Page Interrupt Primary Reformer (atas) Text : (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Nilai : (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double)
12 Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Text : (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX
13 Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H Gambar dan simbol : (1) Burner (2) Preheater (3) Pipa (4) Valve (5) DCS (6) Atmosfir (7) Aliran data Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (3) (4) Gambar : (1) Burner (2) Preheater Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H (3) Pipa (4) Valve (4) Valve (5) DCS (6) Atmosfir
14 (7) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD III.3.2 Jendela Feed Control and Waste Heat System (WHS) Gambar III.11 Tampilan jendela Feed Control and WHS
15 Jendela Feed Control and Waste Heat System (WHS) merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Primary Reformer. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Feed Control and WHS, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek : Tabel III.3 Objects, properties dan states di jendela Feed Control & WHS Objects Properties dan State I Reachable State Text : Feed Control and Waste Heat System Warna huruf : 0x Ukuran huruf : 10 Feed_Control_&_WHS Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Desulphurization (kiri) ESD 1IS202 1IS203 (bawah) Primary Reformer Overall (kanan) Page Interrupt Feed Control & WHS 1 (atas) Text : (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1-K-201X
16 Nilai : (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Text : (1) Rpm Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX
17 (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H Gambar dan simbol : (1) Burner (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (3) (4) Gambar : (1) Burner Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H
18 (2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD (3) Jendela Interrupt Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD (3) Jendela Interrupt
19 III.3.3 Jendela Desulphurization Gambar III.12 Tampilan jendela Desulphurization Jendela Desulphurization merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Feed Control and WHS. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Desulphurization, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek : Tabel III.4 Objects, properties dan states di jendela Desulphurization Objects Properties dan State I Reachable State Text : Desulphurization Warna huruf : 0x Ukuran huruf : 10 Desulphurization
20 Tombol Navigasi Jendela Text : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Nilai : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Natural Gas Receiving and Distribution (kiri) ESD 1IS204 1I251 1I252 (bawah) Feed Control and WHS (kanan) Page Interrupt Desulphurization (atas) Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna latar : (3) 0x000000FF (4) 0x000082FF Warna huruf : (3) 0x0000FFFF
21 Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Text : (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (4) 0x (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H
22 Gambar dan simbol : (1) Tank (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Gambar : (1) Tank (2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela
23 (2) Jendela ESD III.3.4 Jendela Natural Gas Receiving and Distribution Gambar III.13 Tampilan jendela Natural Gas Receiving and Distribution Jendela Natural Gas Receiving and Distribution merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Desulphurization. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Natural Gas Receiving and Distribution, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek :
24 Tabel III.5 Objects, properties dan states di jendela Natural Gas Receiving and Distribution Objects Properties dan State I Reachable State Text : Natural Gas Receiving and Distribution Warna huruf : 0x Ukuran huruf : 10 Natural Gas Receiving and Distribution Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Primary Reformer Overall (kiri) ESD 1IS401 (bawah) Desulphurization (kanan) Page Interrupt NG RD (atas) Text : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Nilai : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX
25 Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Text : (1) Rpm (2) Kg/cm² G (3) Kg/cm² (4) Nm³ /H (5) % Gambar dan simbol : (1) Turbin dan kompresor (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) Kg/cm² G (3) Kg/cm² (4) Nm³ /H (5) % Gambar : (1) Turbin dan kompresor Warna latar : (5) 0x000000FF (6) 0x000082FF Warna huruf : (5) 0x0000FFFF (6) 0x (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX
26 (2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Aliran data Tombol : (3) Jendela (4) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD
27 III.3.5 Jendela Interrupt Gambar III.14 Tampilan jendela Page Interrupt Primary Reformer Gambar III.15 Tampilan jendela Page Interrupt Feed Control & WHS
28 Gambar III.16 Tampilan jendela Page Interrupt Desulphurization Gambar III.17 Tampilan jendela Page Interrupt NG RD
29 Jendela Interrupt merupakan jendela yang didisain sebagai tampilan yang digunakan untuk mengatur nilai-nilai dari variabel yang terdapat pada jendela utama. Pada jendela ini terdapat rangka tampilan grafik yang akan menampilkan nilai variabel yang dipilih terhadap waktu. Selain tampilan grafik, pada tiap panel variabel terdapat tombol yang berfungsi untuk mengatur nilai-nilai variabel yang ada. Tombol ini merupakan tombol pengatur dari dua fungsi penerimaan data yang tersedia. Fungsi otomatis (ditandai dengan huruf A ) yang akan mengatur penerimaan data dari simulator secara otomatis, dan fungsi manual (ditandai dengan huruf M ) yang akan memberikan operator akses untuk menentukan nilai yang akan digunakan sebagai patokan pada proses. III.3.6 Jendela ESD Gambar III.18 Tampilan jendela ESD 1IS201 bagian 1
30 Gambar III.19 Tampilan jendela ESD 1IS201 bagian 2 Gambar III.20 Tampilan jendela ESD 1IS202 1IS203
31 Gambar III.21 Tampilan jendela ESD 1IS204 1I251 1I252 Gambar III.22 Tampilan jendela ESD 1IS401
32 Gambar III.23 Tampilan jendela ESD 1IS402 Gambar III.24 Tampilan jendela ESD 1IS402
33 Interlock safety group untuk Primary Reformer, IS 201, akan trip oleh beberapa hal berikut : Sinyal trip manual dari control panel. IS 001 aktif (kegagalan utilitas). IS 401 aktif (NG booster compressor 1-K-411 trip). Level air di deaerator sangat rendah (LSLL-601). Flow gas inlet terlalu rendah (FSLL-2002). Flow steam inlet terlalu rendah (FSLL-2005). Rasio flow steam/gas terlalu rendah (FFSLL-2005). Tekanan NG fuel di main header terlalu rendah (PSLL-2008). Draught di dalam furnace 1-H-201 terlalu rendah (PSHH-2012). Level steam drum 1-V-201 terlalu rendah (LSLL-2002). Flue gas blower 1-K-201 A/B shut down. Apabila IS-201 trip, maka akan terjadi hal-hal sbb : Flow utama natural gas ke Primary Reformer akan terhenti (FV-2001 tertutup). Bypass natural gas ke Primary Reformer terhenti (FV-2003). Flow utama steam proses ke Primary Reformer terhenti (FV-2004 tertutup). Flow steam ke Primary Reformer (melalui FV-2006) masih diperlukan untuk melindungi coil-coil dan tube Primary Reformer dari overheating. Flow natural gas fuel ke burner terhenti oleh double block dan bleed (XV-2005, FV-2014 dan FV-2016 tertutup, sedangkan XV-2006 terbuka). Flow mix-gas ke burner terhenti oleh double block dan bleed (XV-2003 dan FV tertutup, sedangkan XV-2004 terbuka). Flow MDEA flash gas ke main header fuel gas terhenti dengan double block dan bleed (XV-2007 dan PV-3008A tertutup, sedangkan XV-2008 tertutup). Flow gas dirogen ke hydrogenator 1-R-201 terhenti (FV-2007 tertutup). HV-2002 terbuka ke nilai preset. Motor flue gas blower 1-K-201 A/B mati. Suction damper untuk flue gas blower PV-2002 A/B tertutup. Damper di waste heat section terbuka (XV-2009 dan XV-2010 terbuka). 1-IS-202 aktif (Secondary Reformer 1-R-203 trip). 1-IS-402 aktif (NG booster compressor 1-K-411 trip).
34 Pada tabel-tabel di atas, empat digit karakter terakhir yang diwakili oleh XXXX melambangkan angka yang berbeda-beda sesuai variabel yang ditunjuk. Format dari nilai varibel pada tampilan GUI sebagian besar adalah 1YYYXXXX. Nilai dari variabel-variabel tersebut besarnya tergantung pada nilai yang dikirimkan oleh OPC. Beberapa contoh variabel yang ada adalah sebagai berikut : Tabel III.6 Contoh nama variabel dan jenisnya Nama Variabel Besaran yang Diwakilkan Jenis Variabel 1FI2016 Flow Diamati 1FI2001 Flow Dikendalikan 1PI2013 Tekanan Diamati 1PIC2001 Tekanan Dikendalikan 1TI2028 Temperatur Diamati 1TIC2007 Temperatur Dikendalikan Variabel-variabel yang terdapat di dalam jendela terbagi menjadi dua jenis, yaitu variabel yang dapat dikendalikan dan variabel yang diamati. Variabel-variabel tersebut ditampilkan dengan format nama variabel, besarnya nilai variabel dan satuan ukuran variabel tersebut. Terlepas dari jenis variabel yang ada, perubahan yang terjadi pada tampilan tiap variabel masing-masing dipengaruhi oleh besarnya nilai maksimum dan nilai minimum yang ditetapkan. Tampilan variabel yang diamati untuk kondisi yang normal diwakili oleh warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar transparan. Untuk kondisi yang belum melebihi batas maksimum atau minimum tetapi sudah melewati rentang nilai yang normal, tampilan akan berubah dengan warna huruf hitam (0x ) dengan latar berwarna jingga (0x000082FF). Untuk kondisi yang sudah melebihi batas yang ditetapkan, tampilan akan berubah dengan warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar berwarna merah (0x000000FF). Contoh dari tampilan yang diamati ini adalah pada variabel 1TI2024, 1PI2013, dan 1FI2006. Untuk variabel-variabel yang dapat dikendalikan, tampilan diwakili oleh warna huruf kuning (0x0000FFFF) dengan latar transparan dan nama variabel yang terdiri dari tiga huruf dengan huruf terakhir C untuk Control. Untuk kondisi yang belum melebihi batas maksimum atau minimum tetapi sudah melewati rentang nilai
35 yang normal, tampilan akan berubah dengan warna huruf hitam (0x ) dengan latar berwarna jingga (0x000082FF). Untuk kondisi yang sudah melebihi batas yang ditetapkan, tampilan akan berubah dengan warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar berwarna merah (0x000000FF). Contoh dari tampilan yang diamati ini adalah pada variabel 1FIC2006 dan 1PIC2001. Beberapa tampilan pada jendela hanya akan muncul bila suatu kondisi tertentu telah dipenuhi. Misalnya tampilan dari huruf L atau LL hanya akan muncul bila nilai dari suatu variabel tertentu telah melewati batas bawah telah ditentukan. Apabila nilai tersebut melebihi batas atas, tampilan LL tadi akan berubah menjadi H atau HH. Bila kondisi ini tidak dipenuhi, tampilan huruf tersebut akan tetap tidak tampak. Gambar yang terdapat pada jendela Primary Reformer didisain agar menyerupai gambar yang terdapat pada tampilan pada ruang kendali pabrik ammonia sebenarnya. Gambar dari burner merepresentasikan adanya suatu burner yang terlibat dalam proses pada Primary Reformer Overall. Gambar dari pipa yang ada juga merepresentasikan hubungan pipa-pipa yang terdapat pada pabrik ammonia. Pipa-pipa didisain dengan menggunakan warna yang berbeda untuk membedakan zat-zat yang dibawa oleh masing-masing pipa. Warna pipa dan zat yang diwakili oleh warna tersebut adalah sebagai berikut : Merah : steam Kuning : gas proses Biru : natural gas atau fuel gas Pink : udara Di ujung masing-masing pipa terdapat tombol berbentuk anak panah yang dapat digunakan untuk menampilkan jendela asal atau sumber masing-masing pipa. Pada beberapa pipa terdapat valve (katup) yang berfungsi mensimulasikan besarnya zat yang lewat dalam pipa. Besarnya bukaan dari tiap valve dapat dilihat dari nilai yang tertera pada valve tersebut dalam hitungan persen. Tampilan dari valve itu sendiri akan berubah mengikuti besarnya bukaan valve. Untuk valve yang dibuka (bernilai di atas nol persen), bagian bawah valve akan berwarna mengikuti warna pipa yang melaluinya, sedangkan untuk valve yang tertutup (bernilai nol persen), bagian bawah valve akan berwarna abu-abu. Pada tampilan simulasi juga terdapat tombol-tombol yang berfungsi untuk menampilkan jendela-jendela yang memiliki kaitan dengan jendela yang aktif. Jendela
36 utama dapat ditampilkan dengan memilih tombol yang terdapat di bagian kiri jendela atau dengan memilih tombol yang terdapat pada ujung-ujung tiap pipa. Tombol untuk menampilkan jendela ESD terletak pada bagian atas masing-masing jendela. Sedangkan tombol untuk menampilkan jendela interrupt dapat dipilih dengan cara memilih variabel yang dapat dikendalikan, karena variabel yang terdapat pada jendela interrupt hanya berupa variabel yang dikendalikan saja. Tampilan dari simbol DCS melambangkan adanya suatu DCS yang terhubung dengan bagian dari pabrik, misalnya valve. Tampilan atmosfir pada jendela mewakili bagian pembuangan gas ke atmosfir pada pabrik ammonia. III.4. FITUR-FITUR YANG TERDAPAT PADA ASPICMP AspicMP merupakan singkatan dari Adaptable System for Process Monitoring and Control Multi Platform. AspicMP merupakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) berbasis komputer untuk otomasi industri, proses monitoring, dan kendali supervisi. AspicMP terdiri dari dua blok utama sebagai berikut : 1. PageServer, yang menghasilkan informasi grafis untuk pengguna. Di bagian ini juga terdapat modul interpretasi ISL. 2. ComServer, yang menangani komunikasi pada AspicMP. Client Informasi Page Server Loop Matematis Data poin Alarm ComServer Data DA OPC DA Server Data HDA OPC HDA Server Gambar III.25 Diagram Blok Sistem AsicMP
37 AspicMP dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung pengembangan GUI untuk OTS. Beberapa fitur yang terdapat pada AspicMP antara lain : 1. Sistem HMI SCADA AspicMP merupakan perangkat lunak HMI SCADA yang didisain untuk mengembangkan aplikasi dan tampilannya yang membutuhkan monitoring, visualisasi, dan kendali proses produksi. 2. Modul Editor Modul Editor merupakan modul yang digunakan untuk mengembangkan tampilan yang akan terlihat pada GUI. 2. Arsitektur Client-Server AspicMP didisain dengan arsitektur yang bersifat client-server sehingga mudah dikembangkan untuk suatu jaringan komputer. 3. Modul komunikasi AspicMP menggunakan OPC untuk memperoleh data secara real, mengirimkan data ke peralatan yang dikendalikan, juga untuk penyimpanan data. Spesifikasi OPC Data Access digunakan untuk mengirimkan data real, sedangkan Spesifikasi OPC HDA (Historical Data Access) digunakan untuk menyimpan dan membaca data historis. Standar komunikasi untuk OPC industri diimplementasikan oleh AspicMP dengan menggunakan modul yang sudah terdapat di dalamnya. Selain itu data yang diperoleh juga digunakan untuk komunikasi antara data poin dan objek visual pada tampilan. 4. Akses Database Aplikasi yang dikembangkan dengan AspicMP memiliki akses untuk setiap database yang mendukung data OPC HDA, OLE DB, dan ODBC. Contoh dari database tersebut antara lain MS SQL dan Oracle. 5. Sistem Modular dan Interface Terbuka Sistem modular dengan interface terbuka pada AspicMP memungkinkan untuk menghubungkan aplikasi yang satu dengan yang lainnya yang dikembangkan oleh pengguna. Aplikasi yang dikembangkan oleh pengguna disimpan dalam format XML (Extensible Markup Language). 6. Internal Scripting Language
38 Pada AspicMP terdapat sebuah modul scripting yang dinamakan MathModule. Scripting untuk GUI ditulis di modul ini, dengan menggunakan bahasa pemrograman ISL yang menyerupai bahasa pemrograman C. Pada modul ini juga dimungkinkan penulisan script untuk prosedur eksekusi yang berdasarkan perubahan (event) dan interval periodik (timer). Kedua hal ini memungkinkan pengembangan GUI yang berorientasi pengguna sekaligus perubahan pada variabel aplikasi. 7. Akses ke karakteristik objek visual Pada modul MathModule, pengguna diberikan akses untuk mendefinisikan sendiri karakteristik dari objek-objek yang terdapat pada GUI. Pada modul ini juga terdapat library yang dapat digunakan untuk menampilkan objek yang telah disimpan atau untuk membuat objek sendiri yang dapat disimpan dan digunakan kemudian. 8. Modul pendukung multi-nasional AspicMP mendukung pengembangan aplikasi pada ke dalam bahasa yang berbeda-beda. Selain itu pengembangan aplikasi juga dapat dilakukan ke dalam unit pengukuran yang berbeda. 9. Modul pendukung layar-sentuh Pada AspicMP terdapat modul yang dapat digunakan untuk mendukung layar monitor yang menggunakan sentuhan sebagai masukannya. 10. Alarm AspicMP mendukung modul alarm. Modul ini dapat diaktifkan untuk memberikan pesan peringatan jika terjadi keadaan-keadaan seperti berikut : - nilai data poin melewati batas yang diijinkan - memori berkurang sampai batas yang ditentukan - kapasitas hard disk berkurang sampai batas yang ditentukan III.5. PERTUKARAN DATA ANTARA GUI DAN OPC Pertukaran data yang terjadi antara operator, GUI, dan OPC dapat diilustrasikan sebagai berikut : informasi data OPERATOR GUI OPC informasi data Gambar III.26 Ilustrasi pertukaran informasi antara Operator, GUI, dan OPC
39 Semua hal yang berhubungan dengan data pada GUI dilakukan melalui data poin. Data poin terbagi menjadi dua bagian, yaitu : 1. data poin yang terhubung dengan sumber data dari luar, yang disebut source. 2. data poin yang hanya terhubung dengan data-data internal, yang disebut memory. Pada GUI, data point dapat digunakan untuk : 1. memperoleh data dari sumber data luar 2. mengubah nilai dari variabel yang terdapat pada GUI 3. mengubah karakteristik pada objek pada saat GUI sedang dijalankan Pertukaran data antara GUI dan OPC menggunakan data poin eksternal. Penghubungan data poin yang ada pada GUI dengan OPC dapat dilakukan apabila terdapat data poin yang sama pada kedua bagian. Satu buah data poin hanya dapat digunakan untuk membawa satu jenis data untuk ditukarkan antara GUI dan OPC. data poin yang terhubung antara GUI dan OPC Gambar III.27 Contoh data poin pada GUI dan OPC Pada GUI yang dikembangkan, terdapat beberapa data poin yang didefinisikan untuk satu variabel. Salah satu contohnya pada variabel 1FIC2009. Untuk variabel ini terdapat data poin sebagai berikut :
40 Data poin 1FIC2009_MEAS 1FIC2009_OUT 1FIC2009_SPT 1FIC2009_sgnl 1FIC2009_X 1FIC2009_Y Tabel III.7 Data poin untuk variabel 1FIC2009 Fungsi data poin nilai 1FIC2009 yang terukur persentase nilai 1FIC2009 nilai batas 1FIC2009 pada keadaan otomatis nilai 1FIC2009 yang mempengaruhi bukaan valve batas bawah 1FIC2009 pada keadaan manual batas atas 1FIC2009 pada keadaan manual Data poin ini bersifat independen dan terpisah. Tiap data poin tidak dapat dipaksakan untuk mengganggu data yang dibawa oleh data poin lain, baik secara langsung maupun dengan menggunakan scripting ISL.
PENGEMBANGAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS)
PENGEMBANGAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS) LAPORAN TUGAS AKHIR disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNIK ELEKTRO oleh : HANDRI HENDARTO NIM :
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN GUI, PENGUJIAN, DAN KINERJA
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN GUI, PENGUJIAN, DAN KINERJA IV.1. HASIL PENGEMBANGAN GUI GUI yang dikembangkan berorientasi pada pengguna, yang hal ini adalah operator. Hal ini dapat dilihat dari poin-poin sebagai
X Sistem Pengendalian Advance
X Sistem Pengendalian Advance KENDALI CASCADE Control cascade adalah sebuah metode control yang memiliki minimal dua buah loop pengontrolan : a. loop pengontrolan primer atau master b. loop pengontrolan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan Simulator Plant dengan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Pengujian dilakukan dengan menghubungkan Simulator Plant dengan menggunakan PLC FX series, 3 buah memori switch on/of sebagai input, 7 buah pilot lamp sebagai output
PERANCANGAN SISTEM KENDALI BERJARINGAN MENGGUNAKAN METODE DECOUPLING DAN KONTROLER STATE FEEDBACK UNTUK SISTEM MIMO PADA BOILER PLANT SIMULATOR
PERANCANGAN SISTEM KENDALI BERJARINGAN MENGGUNAKAN METODE DECOUPLING DAN KONTROLER STATE FEEDBACK UNTUK SISTEM MIMO PADA BOILER PLANT SIMULATOR Dian Samto Bagus Pramana, Rusdhianto Effendie A.K, Joko Susila
: Sistem Kontrol, Instrumentasi, PLC, Pengontrolan
Makalah Kerja Praktek PERANCANGAN SHUT DOWN SYSTEM PADA UNIT BOILER PLANT SIMULATOR MENGGUNAKAN PLC ALLEN BRADLEY SECARA SIMULASI DI LABORATORIUM INSTRUMENTASI PUSDIKLAT MIGAS CEPU Achmad Hermansyah (21060110120008)
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER Oleh : AMRI AKBAR WICAKSONO (2406 100 002) Pembimbing: IBU RONNY DWI NORIYATI & BAPAK TOTOK SOEHARTANTO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA
ANALISA SISTEM KONTROL LEVEL DAN INSTRUMENTASI PADA HIGH PRESSURE HEATER PADA UNIT 1 4 DI PLTU UBP SURALAYA. Disusun Oleh : ANDREAS HAMONANGAN S (10411790) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA
Pembuatan Operator Training Simulator Unit Desulfurisasi Pabrik Amonia Menggunakan DCS DELTA-V Fisher Rosemount
Pembuatan Operator Training Simulator Unit Desulfurisasi Pabrik Amonia Menggunakan DCS DELTA-V Fisher Rosemount Abstrak Yatrizal dan Sutanto Hadisupadmo Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung
BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK
BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK 3.1 Konfigurasi PLTGU UBP Tanjung Priok Secara sederhana BLOK PLTGU UBP Tanjung Priok dapat digambarkan sebagai berikut: deaerator LP Header Low pressure HP header
Gambar 2. front panel dan block diagram
MODUL 2 : Simulasi Pengendalian Laju Aliran Air (Flow) Dengan LABVIEW 2012 I. Tujuan: 1. Praktikan dapat mengetahui konfigurasi hardware Labview DAQ 6009 yang digunakan untuk mengendalikan besarnya Laju
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM SCADA. Untuk memudahkan penggunaan user maka dibuat beberapa halaman penting
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM SCADA 4.1 Halaman Monitoring Untuk Water Level Kontrol diantaranya : Untuk memudahkan penggunaan user maka dibuat beberapa halaman penting Halaman monitoring plant.
Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA SISTEM FLOW CONTROL amdea DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG
Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA SISTEM FLOW CONTROL amdea DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG Bambang Nur Cahyono (L2F008013) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang Jln.
BAB III 1 METODE PENELITIAN
BAB III 1 METODE PENELITIAN 1.1 Prosedur penelitian Berikut ini merupakan tahap-tahap penelitian yang digambarkan dalam diagram alir (flowchart) : MULAI MEMPELAJARI PROSES KONVERSI ENERGI DI PLTU CIREBON
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI FUNGSI KONTROL DCS Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2012 BAB V FUNGSI KONTROL DCS
KONTROL CASCADE GENERALIZED PREDICTIVE UNTUK BOILER DRUM LEVEL BY ASTRIATONO ( )
KONTROL CASCADE GENERALIZED PREDICTIVE UNTUK BOILER DRUM LEVEL BY ASTRIATONO (2210105028) PERMASALAHAN PERUBAHAN JUDUL Pergantian judul hanya mengubah metode kontrol yang digunakan dikarenakan plant boiler
Tujuan Pembelajaran. Saat kuselesaikan bab ini, kuingin dapat melakukan hal-hal berikut.
Tujuan Pembelajaran Saat kuselesaikan bab ini, kuingin dapat melakukan hal-hal berikut. Mengenal contoh-contoh dari tujuh (7) obyektif pengendalian pada proses-proses kimia Menghitung indikator dari variabilitas
Perancangan Sistem Pengendalian Level Pada Steam drum dengan Menggunakan Kontroller PID di PT Indonesia Power Ubp Sub Unit Perak-Grati
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 1 Perancangan Sistem Pengendalian Level Pada Steam drum dengan Menggunakan Kontroller PID di PT Indonesia Power Ubp Sub Unit Perak-Grati Rian Apriansyah,
Perancangan Mobile Application untuk Pemantauan Boiler dan Heat Exchanger Training System Berbasis Web dengan Framework Jquery Mobile
Perancangan Mobile Application untuk Pemantauan Boiler dan Heat Exchanger Training System Berbasis Web dengan Framework Jquery Mobile Abstrak M Zilmi Al Faruqi, Edi Leksono dan Rahmat Romadhon Program
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Secara umum sistem pengendalian ketinggian cairan dalam bentuk level simulator berbasis avr 8535 yang dikendalikan melalui jaringan tcp/ip melalui antarmuka port paralel ini terdiri
BAB III DINAMIKA PROSES
BAB III DINAMIKA PROSES Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa dapat memahami Dinamika Proses dalam Sistem Kendali. Tujuan Pembelajaran Khusus: Setelah mengikuti kuiah ini
PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID
Oleh: Mahsun Abdi / 2209106105 Dosen Pembimbing: 1. Dr.Ir. Mochammad Rameli 2. Ir. Rusdhianto Effendie, MT. Tugas Akhir PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR
Makalah Seminar Kerja Praktek KONTROL TEMPERATUR PADA RICH SOLUTION HEATER (101-E) DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG
Makalah Seminar Kerja Praktek KONTROL TEMPERATUR PADA RICH SOLUTION HEATER (101-E) DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG Lilik Kurniawan (L2F008053) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
QUALITY OF SERVICE PID PREDIKTIF PADA NETWORKED CONTROL SYSTEM DENGAN VARIABEL WAKTU TUNDA DAN KEGAGALAN PENGIRIMAN DATA MONDA PERDANA
QUALITY OF SERVICE PID PREDIKTIF PADA NETWORKED CONTROL SYSTEM DENGAN VARIABEL WAKTU TUNDA DAN KEGAGALAN PENGIRIMAN DATA MONDA PERDANA 2211105052 Ujian Tugas Akhir Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan,
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 PLC (Programmable Logic Controller) Pada sub bab ini penulis membahas tentang program PLC yang digunakan dalam system ini. Secara garis besar program ini terdiri
Makalah Seminar Kerja Praktek Analisis Pressure Control Pada Absorber (101-C1) di CO 2 Removal Field Subang
Makalah Seminar Kerja Praktek Analisis Pressure Control Pada Absorber (101-C1) di CO 2 Removal Field Subang Reza Dwi Imami (L2F008080) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri migas sebagai industry bergerak dalam produksi minyak bumi atau gas alam memiliki sebuah system dalam distribusi produk mereka setelah diambil dari sumur bor
Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S Pendahuluan C++ Builder adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan
1.1. Pendahuluan C++ Builder adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan memanfaatkan keistimewaan konsep- konsep antar muka grafis dalam Microsoft Windows. Aplikasi yang dihasilkan
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada bab ini akan dilakukan implementasi dan pengujian terhadap Aplikasi Power Control. Tahapan ini dilakukan setelah analisa dan perancangan selesai dilakukan dan akan
PERANCANGAN DAN REALISASI BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI Perancangan merupakan sebuah proses yang sangat menentukan untuk merealisasikan alat tersebut. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara mempelajari karakteristik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, selain menggunakan metodologi studi pustaka dan eksperimen, metodologi penelitian yang dominan digunakan
PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU DAN TEKANAN BERBASIS WEB PADA MINIPLANT DI LABORATORIUM WORKSHOP INSTRUMENTASI TEKNIK FISIKA ITS SURABAYA
PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU DAN TEKANAN BERBASIS WEB PADA MINIPLANT DI LABORATORIUM WORKSHOP INSTRUMENTASI TEKNIK FISIKA ITS SURABAYA JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Kontrol Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga atau dalam
BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini kebutuhan manusia akan energi semakin berkembang seiring dengan semakin pesatnya perkembangnya teknologi, berbagai penemuan terbaru yang digunakan
TE SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum
TE145462 SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum Ver. 3. Laboratorium PLC Departemen Teknik Elektro Otomasi Pelaksanaan Praktikum: 1. Harap hadir 5 menit sebelum dimulai. Terlambat
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum pengambilan data dimulai, turbin gas dioperasikan sampai dengan
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pengambilan Data Sebelum pengambilan data dimulai, turbin gas dioperasikan sampai dengan kondisi steady state. Penulis akan melakukan pengamatan satu dari enam unit pembangkit
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari trainer kendali kecepatan motor DC menggunakan kendali PID dan
TE SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum
TE145462 SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum Ver. 3. Laboratorium PLC Program Studi D3 Teknik Elektro Pelaksanaan Praktikum: 1. Harap hadir 5 menit sebelum dimulai. Terlambat
DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR
Abstrak SCADA System sudah banyak digunakan di industri sebagai Supervisory Control and Data Acquisition dari proses-proses industri. Tuntutan hasil produksi yang optimal dengan biaya yang minimum menyebabkan
VIII Sistem Kendali Proses 7.1
VIII Sistem Kendali Proses 7.1 Pengantar ke Proses 1. Tentang apakah pengendalian proses itu? - Mengenai mengoperasikan sebuah proses sedemikian rupa hingga karakteristik proses yang penting dapat dijaga
Sebelum membahas mengenai pemrograman LabVIEW, sebaiknya pembaca mengenal istilah istilah penting berikut ini.
Pemrograman LabVIEW 6.1 Istilah-Istilah Penting Sebelum membahas mengenai pemrograman LabVIEW, sebaiknya pembaca mengenal istilah istilah penting berikut ini. 1. G: dari kata graphical, merupakan sebutan
Makalah Seminar Kerja Praktek CONTROL SYSTEM PADA FURNACE 12F1(FOC I) PT. PERTAMINA RU IV CILACAP
Makalah Seminar Kerja Praktek CONTROL SYSTEM PADA FURNACE 12F1(FOC I) PT. PERTAMINA RU IV CILACAP Indra Permadi (L2F006080) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ABSTRAK Sistem
PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN
PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN Nazrul Effendy 1), Masrul Solichin 2), Teuku Lukman Nur Hakim 3), Faisal Budiman 4) Jurusan Teknik Fisika, Fakultas
BAB 2 LANDASAN TEORI. Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol,
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data dan Informasi Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, bilangan-bilangan, uraian karakter yang mempunyai
Perancangan Graphical User Interface untuk Pengendalian Suhu pada Stirred Tank Heater Berbasis Microsoft Visual Basic 6.0
JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 3, NO. 2, SEPTEMBER 2012: 89-95 89 Perancangan Graphical User Interface untuk Pengendalian Suhu pada Stirred Tank Heater Berbasis Microsoft Visual Basic 6.0 Muhammad Rozali
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Studi Pustaka Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai Pengontrol Suhu Menggunakan Proportional Integral berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535 [3].
Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol
Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mengerti filosopi sistem control dan aplikasinya serta memahami istilahistilah/terminology yang digunakan dalam system control
Kata Kunci : PLC, ZEN OMRON, HP Bypass Turbine System, pompa hidrolik
Makalah Seminar Kerja Praktek SIMULASI PLC SEDERHANA SEBAGAI RESPRESENTASI KONTROL POMPA HIDROLIK PADA HIGH PRESSURE BYPASS TURBINE SYSTEM Fatimah Avtur Alifia (L2F008036) Jurusan Teknik Elektro Fakultas
1. Bagian Utama Boiler
1. Bagian Utama Boiler Boiler atau ketel uap terdiri dari berbagai komponen yang membentuk satu kesatuan sehingga dapat menjalankan operasinya, diantaranya: 1. Furnace Komponen ini merupakan tempat pembakaran
Session 11 Steam Turbine Protection
Session 11 Steam Turbine Protection Pendahuluan Kesalahan dan kondisi tidak normal pada turbin dapat menyebabkan kerusakan pada plant ataupun komponen lain dari pembangkit. Dibutuhkan sistem pengaman untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Boiler Longchuan Boiler Longchuan adalah boiler jenis thermal yang dihasilkan dari air, dengan sirkulasi untuk menyalurkan panasnya ke mesin-mesin produksi. Boiler Longchuan mempunyai
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Visualisasi Visualisasi adalah tampilan pada layar monitor baik dalam bentuk gambar yang bergerak ataupun tidak, serta dapat pula gambar yang disertai dengan suara.
BAB 4 PERANCANGAN PROGRAM
BAB 4 PERANCANGAN PROGRAM 4.1 Spesifikasi Sistem Untuk mengimplementasikan aplikasi ini diperlukan adanya beberapa komponen pendukung, yaitu konfigurasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Krakatau Steel merupakan suatu perusahaan yang memproduksi baja dengan produk yang dihasilkan berupa Hot Roll Coil, Cold Roll Coil dan Wire Rod. Dalam prosesnya,
Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]
1 feedback, terutama dalam kecepatan tanggapan menuju keadaan stabilnya. Hal ini disebabkan pengendalian dengan feedforward membutuhkan beban komputasi yang relatif lebih kecil dibanding pengendalian dengan
STUDI RELIABILITY, SAFETY, DAN QUALITY PADA WASTE HEAT BOILER (WHB) DI PT.PETROKIMIA GRESIK
STUDI RELIABILITY, SAFETY, DAN QUALITY PADA WASTE HEAT BOILER (WHB) DI PT.PETROKIMIA GRESIK Oleh : Andhika Bagus P (NRP. 2406 100 043) Pembimbing: 1. Ir. Ronny Dwi Noriyati, M.Kes 2. Dr. Ir. Totok Soehartanto,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris berasal dari kata computer yang artinya menghitung.
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. pengontrol agar dapat bekerja secara otomatis. Terdapat tiga switch menjalankan
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN 4.1 Sistem Kerja Aktuator-aktuator yang digunakan pada pengolah limbah ini perlu adanya pengontrol agar dapat bekerja secara otomatis. Terdapat tiga switch menjalankan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI FUNGSI DAN CARA KERJA DCS Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2012 BAB III FUNGSI DAN
IX Strategi Kendali Proses
1 1 1 IX Strategi Kendali Proses Definisi Sistem kendali proses Instrumen Industri Peralatan pengukuran dan pengendalian yang digunakan pada proses produksi di Industri Kendali Proses Suatu metoda untuk
PEMBUATAN HMI SCADA MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI DENGAN RTU PLC SLC-500 BERBASIS JARINGAN ETHERNET. Moh. Imam Afandi
PEMBUATAN HMI SCADA MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI DENGAN RTU PLC SLC-500 BERBASIS JARINGAN ETHERNET Moh. Imam Afandi Puslit KIM-LIPI, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314 INTISARI Pemrograman HMI
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
STIKOM SURABAYA BAB IV PEMBAHASAN 4.1. PROSES MESIN AUTOMATIC MIXING
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. PROSES MESIN AUTOMATIC MIXING Mesin automatic mixing adalah suatu sistem yang memproses bahan mentah seperti biji plastik menjadi bahan yang stengah jadi untuk dicetak atau di bentuk
BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, untuk menghasilkan uap dibutuhkan air yang dipanaskan secara bertahap melalui beberapa heater sebelum masuk ke boiler untuk dipanaskan
Testing dan Implementasi
Modul ke: 05Fakultas Dosen Fakultas Imlu Komputer Testing dan Implementasi Sistem Informasi DASAR DASAR PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK (LANJUTAN) : Agung Priambodo, S.Kom, M.Kom Program Studi Sistem Informasi
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL PUSAT TEKNOLOGI AKSELERATOR DAN PROSES BAHAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb, Yogyakarta 55281, Tel (62)(0274) 488435 Ringkasan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Tahap Pertama
Web SCADA untuk Mengendalikan Miniatur Pintu Air
Web SCADA untuk Mengendalikan Miniatur Pintu Air Iwan Handoyo Putro 1), Handy Wicaksono 2), Abdinata Payung Allo 3) 1,2,3) Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Surabaya Siwalankerto 121-131
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah yang ingin penulis angkat dalam rancang bangun 3 dimensi simulasi pembuatan kapal selam berbasis multimedia adalah bagaimana merancang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Simulasi 2.1.1 Pengertian Simulasi Simulasi merupakan salah satu cara untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi di dunia nyata (real world). Banyak metode yang dibangun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Politeknik Negeri Sriwijaya 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi SCADA SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem yang mengacu pada kombinasi telemetri dan akuisisi data. Ini terdiri
Pembuatan Operator Training Simulator Proses Sintesis Pabrik Urea Menggunakan Fasilitas Function Block Pada Distributed Control System
Pembuatan Operator Training Simulator Proses Sintesis Pabrik Urea Menggunakan Fasilitas Function Block Pada Distributed Control System Abstrak Adjie Ridhonmas, Estiyanti Ekawati, dan Agus Samsi Program
Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP
Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP Rika Sustika P2 Informatika-LIPI [email protected] Oka Mahendra P2 Informatika-LIPI [email protected]
BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL
82 BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL Analisa rangkaian kontrol pada rangkaian yang penulis buat adalah gabungan antara rangkaian kontrol dari smart relay dan rangkaian kontrol konvensional yang terdapat
II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II
ABSTRAK Perkembangan dalam bidang industri dewasa ini semakin maju. Sebagian besar bidang industri telah menggunakan teknologi otomasi industri, pengendalian mesin-mesin industri telah dilakukan dengan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 IMPLEMENTASI Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum memulai penggunaan Sistem Kontrol Pendeteksian Kebakaran. Berikut beberapa kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Chevron Corporation merupakan salah satu perusahaan dunia yang bergerak dalam bidang minyak bumi dan gas yang berpusat di California, Amerika Serikat. Di Indonesia
TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :
TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT SISTEM MONITORING PARAMETER UTAMA GENERATOR DAN BOILER DI POWER PLANT PT. DIAN SWASTATIKA SENTOSA Tbk. SERANG BERBASIS CLIENT SERVER Diajukan guna melengkapi
BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI
75 BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI Pada bab IV ada beberapa hal penting yang akan disampaikan terkait dengan perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, terutama mengenai penggantian,
STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai
STEAM TURBINE POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai PENDAHULUAN Asal kata turbin: turbinis (bahasa Latin) : vortex, whirling Claude Burdin, 1828, dalam kompetisi teknik tentang sumber daya air
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK 4.1. Spesifikasi Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak pada wahana bertujuan untuk memudahkan proses interaksi antara wahana dengan pengguna. Pengguna
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN INTERLOCK STEAM DRUM DENGAN DUA ELEMEN KONTROL DI PT. INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN INTERLOCK STEAM DRUM DENGAN DUA ELEMEN KONTROL DI PT. INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK. Seminar Oleh : Wahid Abdurrahman 2409 105 006 Pembimbing : Hendra Cordova
PEMBUATAN APLIKASI SCADA GSM UNTUK PEMONITORAN SISTEM PLANT JARAK JAUH
PEMBUATAN APLIKASI SCADA GSM UNTUK PEMONITORAN SISTEM PLANT JARAK JAUH Oleh: Moh. Imam Afandi * Abstrak Telah dibuat aplikasi SCADA GSM yang mendukung pemonitoran sistem plant jarak jauh. Aplikasi ini
DATABASE SQL SERVER. Database SQL Server Halaman 1
1 DATABASE SQL SERVER Objektif: Mengetahui sejarah SQL Server 7.0 Mengengetahui perbedaan SQL Server dengan Microsoft Access Mengenal program bantu yang ada di SQL Server 7.0 Mengetahui cara membuat database
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL PENGUJIAN
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL PENGUJIAN Pada bab ini akan dijelaskan proses pengujian, hasil, dan analisis dari hasil pengujian. Ada tiga bagian yang diuji, yaitu perangkat keras, perangkat lunak,
STUDI PERFORMANSI SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR, RELIABILITY DAN SAFETY PADA HEAT EXCHANGER PT. PETROWIDADA GRESIK
STUDI PERFORMANSI SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR, RELIABILITY DAN SAFETY PADA HEAT EXCHANGER PT. PETROWIDADA GRESIK NOVAN YUDHA ARMANDA 2409 105 032 DOSEN PEMBIMBING: IR. RONNY DWI NORIYATI M.KES IMAM
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI FUNGSI KONTROL DCS Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2012 BAB IV FUNGSI KONTROL DCS
PENGOPERASIAN COOLING WATER SYSTEM UNTUK PENURUNAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN EVAPORATOR. Ahmad Nurjana Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN
PENGOPERASIAN COOLING WATER SYSTEM UNTUK PENURUNAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN EVAPORATOR ABSTRAK Ahmad Nurjana Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN PENGOPERASIAN COOLING WATER SYTEM UNTUK PENURUNAN
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.
PERANCANGAN PENGENDALIAN KETINGGIAN CAIRAN DALAM BENTUK LEVEL SIMULATOR BERBASIS AVR 8535 YANG DIKENDALIKAN MELALUI JARINGAN TCP/IP
PERANCANGAN PENGENDALIAN KETINGGIAN CAIRAN DALAM BENTUK LEVEL SIMULATOR BERBASIS AVR 8535 YANG DIKENDALIKAN MELALUI JARINGAN TCP/IP Yudhi Gunardi 1, Muhendrik Fakhrudin Arrozi 2 1,2 Jurusan Teknik Elektro,Universitas
BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
4.1 Spesifikasi Perangkat Ajar BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1.1 Perangkat Keras (Hardware) Agar perangkat ajar ini dapat diimplementasikan dengan baik, diperlukan konfigurasi perangkat keras sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam penelitian dan penyusunan laporan ini menggunakan beberapa metode antara lain: 1. Studi Literatur Mencari sumber terkait seperti jurnal atau paper,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer (computer) berasal dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung. Komputer mempunyai arti yang sangat luas dan berbeda untuk orang yang berbeda.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Teori Umum 1.1.1 Aplikasi SMS Lokal Komputer Aplikasi SMS Lokal Komputer digunakan untuk pengiriman SMS ke pelanggan dengan menggunakan PC yang disambungkan dengan Handphone agar
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Program aplikasi ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual C# 2008 Express Edition. Proses perancangan menggunakan pendekatan Object Oriented
OLEH Ir. PARLINDUNGAN MARPAUNG HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI (HAKE)
OLEH Ir. PARLINDUNGAN MARPAUNG HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI (HAKE) 1 1. BOILER 2. PRINSIP KONSERVASI PADA BOILER 3 KASUS Boiler telah dikenal sejak jaman revolusi industri. Boiler merupakan peralatan
Dasar Dasar Sistem kontrol
Dasar Dasar Sistem kontrol Tujuan : 1. Mempelajari dasar dasar system kontrol 2. Mempelajari kontrol lup terbuka dan tertutup 3. Mempelajari prinsip-prinsip disain system kontrol Kompetensi 1. Mampu memahami
