PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI
|
|
|
- Herman Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI i
3 KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan pendidikan global, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif, adil dan bermutu, serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Tujuan tersebut untuk menyelesaikan agenda Pendidikan Untuk Semua (PUS) dan Millenium Development Goals (MDGs), serta menjawab sebagai tantangan nasional. Kesepakatan yang dibuat ini lebih dikenal dengan Agenda Pendidikan 2030 Agenda Pendidikan 2030 disusun berdasarkan prinsip bahwa pendidikan merupakan komoditi masyarakat, hak azasi manusia, dan dasar penjaminan hak-hak lainnya. Secara lebih tegas, Agenda pendidikan 2030 memuat komitmen untuk mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, pada seluruh lingkungan dan tingkat pendidikan. Hal ini termasuk penjaminan kepastian bagi semua remaja dan orang dewasa, terutama anak perempuan untuk memperoleh tingkat keterampilan keaksaraan, serta memberikan mereka berbagai kesempatan pembelajaran, pendidikan dan pelatihan. Sejalan dengan Agenda Pendidikan 2030, layanan pendidikan masyarakat memegang peran strategis dan penting. Hal ini disebabkan karena secara nasional masih terdapat sebesar 3,,70% atau penduduk usia tahun buta aksara, dua pertiga di antaranya adalah perempuan (PDSP, Kemdikbud,2015) Agar dapat menjangkau seluruh sasaran tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat berupaya memperluas sekaligus meningkatkan mutu pendidikan masyarakat melalui keragaman layanan program, seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan orang dewasa, dan pendidikan berkelanjutan yang terintegrasi dengan pendidikan kecakapan hidup, peningkatan minat dan budaya baca, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, pengarusutamaan gender bidang pendidikan, dan penataan kelembagaan. Cetakan 1: Tahun Anggaran 2016 ii PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI iii
4 Saya menyambut baik diterbitkannya panduan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan, bahan ajar, dan perangkat belajar lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan orang dewasa dengan meningkatkan kualitas layanan pendidikan masyarakat. KATA PENGANTAR Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Jakarta, Oktober 2015 Direktur Jenderal Ir. Harris Iskandar, Ph.D. NIP Agenda pendidikan tahun 2030, komitmen dunia untuk mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, pada seluruh lingkungan dan tingkat pendidikan. Termasuk penjamin kepastian bagi semua remaja dan orang dewasa, terutama anak perempuan untuk memperoleh tingkat keterampilan keaksaraan fungsional yang relevan dan diakui serta memberikan mereka berbagai kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa. Sejalan dengan itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, memperluas berbagai layanan pendidikan keaksaraan dan kesetara bagi para remaja, orang dewasa, dan komunitas masyarakat dikemas dalam berbagai program antara lain pendidikan keaksaraan, peningkatan budaya baca masyarakat, pendidikan kesetaraan orang dewasa, pendidikan kecakapan hidup perempuan,dan pendidikan berkelanjutan. Dalam rangka pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan keaksaraan dan kesetaraan maka perlu di rumuskan norma, standar, prosedur, kriteria (NSPK) dalam bentuk panduan, petunjuk teknis, bahan ajar, dan perangkat lainnya sebagai acuan di lapangan. Kami memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah menyusun dokumen tersebut, untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan yang lebih berkualitas. Semoga panduan, petunjuk teknis, dan perangkat pembelajaran tersebut yang telah disusun dengan kesungguhan, dan keikhlasan dapat bermanfaat untuk kita semua, semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayahnya kepada kita semua, Amin. Jakarta, Oktober 2015 Direktur Dr. Erman Syamsuddin NIP iv PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IKAN KEAKSARAAN KSARAAN USAHA MANDIRI v
5 DAFTAR ISI Kata Sambutan... iii Kata Pengantar... v Daftar Isi... vi Alur Penyelenggaraan dan Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri. viii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Dasar Hukum... 2 C. Tujuan, Manfaat, dan Dampak... 2 D. Sasaran Pengguna... 3 E. Pengertian... 3 BAB II PERSIAPAN DAN PENGORGANISASIAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI... 5 A. Tujuan Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri... 5 B. Lembaga Penyelenggara... 5 C. Rekruitmen Pendidik, Narasumber Teknis dan Tenaga Kependidikan... 6 D. Orientasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan... 7 E. Rekruitmen dan Penilaian Awal Peserta Didik... 7 F. Penyusunan Program Kerja... 8 G. Penyiapan Sarana dan Prasana... 9 H. Pembiayaan... 9 BAB III PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI A. Kompetensi Lulusan B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar C. Materi Belajar D. Prinsip Pembelajaran E. Perencanaan Pembelajaran F. Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran G. Pemanfaatan dan Pengembangan Media dan Sumber Belajar. 29 H. Pengkondisian dan Memotivasi Belajar Peserta Didik I. Peningkatan Budaya Baca J. Penilaian Selama Proses Pembelajaran K. Tindak Lanjut Pembelajaran L. Penilaian Akhir Pembelajaran BAB IV MONITORING, EVALUASI, DAN PENGAWASAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI A. Monitoring B. Evaluasi C. Pengawasan D. Tindak Lanjut Program E. Kriteria Keberhasilan BAB V PENUTUP Pustaka Acuan Lampiran-Lampiran: Lampiran 1: Contoh Kalender Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri.. 42 Lampiran 2: Contoh Format Administrasi Kelompok Belajar Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Lampiran 3: Contoh Instrumen Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Lampiran 4: Contoh Instrumen Penilaian Sikap Peserta Didik Lampiran 5: Jurnal Pengamatan Sikap Peserta Didik vi PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI vii
6 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengungkapkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah penduduk buta aksara di Indonesia sebagai hasil dan dampak dari penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan dasar. Tahun 2010 masih terdapat sekitar 5,02% jumlah penduduk buta aksara, dan pada tahun 2014 jumlahnya menurun menjadi 3,70% atau orang dari keseluruhan penduduk Indonesia. Mengingat bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang harus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan, maka usaha penuntasan permasalahan buta aksara di Indonesia tidak cukup sampai pada tahap penumbuhan/melek aksara, tetapi harus dilanjutkan sampai kepada tahap pemeliharaan dan pengembangan kompetensi keaksaraannya, supaya mereka tidak menjadi buta aksara kembali. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif untuk menyelenggarakan program pasca pendidikan keaksaraan dasar melalui layanan pendidikan keaksaraan lanjutan yang dikemas dalam program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) dan Multi Keaksaraan yang bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan. Panduan ini, disusun secara khusus untuk memberikan informasi dan penjelasan yang lebih detail dan menyeluruh berkenaan dengan tata kelola penyelenggaraan program dan pembelajaran KUM, dengan harapan dapat memfasilitasi terciptanya program KUM yang mampu meningkatkan dan memelihara kompetensi keaksaraan, serta berkontribusi terhadap tumbuhnya sikap, pengetahuan dan keterampilan berusaha pada peserta didiknya, sehingga lulusan program KUM dapat secara mandiri meningkatkan kualitas dan derajat kehidupannya. Penyelenggara Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Lulusan Program Pendidikan Keaksaraan Dasar ALUR ISI PANDUAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI Persiapan dan Pengorganisasian Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Orientasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Rekruitmen dan Penilaian Awal Peserta Didik Penyusunan Program Kerja KUM Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung Program KUM Monitoring, Evaluasi, dan Pengawasan Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar KUM Silabus Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KUM Prinsip Pembelajaran Pendidikan KUM Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran KUM Media dan Sumber Belajar KUM Peningkatan Budaya Baca Peserta Didik KUM Pengkondisian dan Pemberian Motivasi Belajar Peserta Didik i Karakteristik Lingkungan Alam, Sosial dan Budaya Penilaian Hasil Belajar dan Tindak Lanjut Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Penilaian Proses Pembelajaran KUM Remedial/Pengayaan Pembelajaran KUM Penilaian Akhir Pembelajaran KUM Mutu penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri terjaga sesuai aturan dan akuntabel. Meningkat dan terpeliharanya kompetensi keaksaraan pada peserta didik KUM Tumbuhnya sikap, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha pada peserta didik KUM Peserta didik siap mengikuti penilaian akhir KUM Peserta didik memperoleh SUKMA Lanjutan dan siap mengikuti Program Paket A viii PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 1
7 B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar. 4. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA). 5. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2006 tentang Acuan Pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP- PWB/PBA). 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal. 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Lanjutan. C. Tujuan, Manfaat, dan Dampak 1. Tujuan a. Memberikan pemahaman kepada para penyelenggara supaya mempunyai kemampuan untuk mengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. b. Memberikan pengetahuan kepada para pendidik supaya terampil mengelola pembelajaran keaksaraan usaha mandiri. 2. Manfaat a. Terdapatnya acuan bagi para penyelenggara dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memonitoring, mengevaluasi, mengawasi dan menindaklanjuti program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. b. Terdapatnya acuan bagi para pendidik untuk mempersiapkan, melaksanakan, menilai, dan menindaklanjuti pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri. 3. Dampak a. Terciptanya program yang berkualitas sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup lulusan pendidikan keaksaraan usaha mandiri. b. Terciptanya program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berkontribusi terhadap pelaksanaan program Wajar Dikdas 9 tahun. c. Terciptanya pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang efektif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan dapat memotivasi peserta didik untuk membentuk sikap, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan membaca, menulis, berhitung, serta berusaha secara mandiri. D. Sasaran Pengguna 1. Penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri 2. Pendidik pendidikan keaksaraan usaha mandiri. 3. Pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah yang berkompeten dalam penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. E. Pengertian 1. Pendidikan Keaksaraan Lanjutan adalah layanan pendidikan keaksaraan yang menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik yang telah selesai melaksanakan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan. 2. Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri adalah program pendidikan keaksaraan lanjutan yang disertai dengan pembelajaran kemampuan berusaha bagi peserta didik yang telah selesai melaksanakan pendidikan keaksaraan dasar. 3. Pengelolaan adalah pengaturan kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan keaksaraan lanjutan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan pertanggungjawaban agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan lanjutan. 4. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan/atau sumber belajar pada satuan pendidikan. 5. Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh peserta didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan program, atau menyelesaikan program. 6. Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 2 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 3
8 7. Kompetensi Inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai kompetensi lulusan. 8. Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. 9. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu sekurang-kurangnya mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, indikator, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. 11. Penilaian Pendidikan adalah mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik program pendidikan. 12. Penilaian Pembelajaran adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur capaian pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. 13. Surat Keterangan Melek Aksara Lanjutan (SUKMA-L) adalah sertifikat yang diberikan kepada peserta didik yang telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pendidikan keaksaraan usaha mandiri. BAB II PERSIAPAN DAN PENGORGANISASIAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI A. Tujuan Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri 1. Tujuan Umum Memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan yang disertai dengan kemampuan berusaha secara mandiri bagi warga masyarakat pasca penyandang buta aksara. 2. Tujuan Khusus a. Memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan peserta didik yang telah mengikuti dan/atau mencapai kompetensi pendidikan keaksaraan dasar. b. Meningkatkan kemampuan usaha mandiri untuk mengembangkan dan mewujudkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik. c. Meningkatkan keberdayaan peserta didik melalui peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan berusaha secara mandiri. B. Lembaga Penyelenggara Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri dapat diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Kelompok Belajar (Kejar), Majelis Taklim, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dapat juga diselenggarakan oleh satuan pendidikan nonformal sejenis, seperti: Bimbingan Belajar (Bimbel), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain-lain. Pada kondisi tertentu dapat juga diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal, seperti; Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Adapun persyaratan dan kriteria penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut: 1. Memiliki izin operasional/surat keterangan/surat rekomendasi dari pejabat berwenang dan mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota/Provinsi; 2. Memiliki data calon peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang ditandai kepemilikan SUKMA; 4 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 5
9 3. Menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan dasar pada tahun sebelumnya; 4. Memiliki kesanggupan menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dinyatakan dengan surat keterangan; 5. Memiliki data calon pendidik dan narasumber teknis program pendidikan keaksaraan usaha mandiri; 6. Memiliki sarana dan prasarana pendukung program; 7. Memiliki nomor rekening atas nama lembaga; 8. Memiliki NPWP atas nama lembaga; 9. Diprioritaskan memiliki sertifikat akreditasi, dan; 10. Diprioritaskan memiliki sertifikat evaluasi kinerja lembaga. C. Rekruitmen Pendidik, Narasumber Teknis dan Tenaga Kependidikan Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan keaksaraan usaha mandiri dipimpin oleh seorang ketua pengelola, sebagai penanggung jawab pengelolaan pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berkewajiban untuk merekrut unsur yang kompeten dalam pengelolaan Program, meliputi: 1. Pendidik; bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran keaksaraan usaha mandiri, memiliki kriteria: a. Diprioritaskan pendidikan minimal SMA/sederajat; b. Berdomisili di sekitar lokasi pembelajaran; c. Berpengalaman dalam mendidik/melatih orang dewasa; 2. Narasumber Teknis; berasal dari warga masyarakat sekitar dan atau pengurus lembaga yang memiliki keterampilan teknis tentang jenis usaha/ produk yang menjadi materi belajar/praktik usaha pada pembelajaran keaksaraan usaha mandiri. 3. Tenaga Kependidikan; minimal terdiri atas ketua dan sekretaris, serta disarankan melibatkan penilik dan/atau unsur dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kegiatan evaluasi dan pengawasan. Tenaga kependidikan yang direkrut diprioritaskan memiliki kriteria sebagai berikut: a. Pendidikan minimal SMA/sederajat; b. Berdomisili di sekitar penyelenggaraan program; c. Berpengalaman dalam menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri; d. Pernah mengikuti pelatihan/orientasi yang berkaitan dengan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. Dari hasil rekruitmen pendidik, narasumber teknis, dan tenaga kependidikan, penyelenggara menetapkan struktur pengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang ditandai penerbitan SK (Surat Keputusan) dari ketua/ pimpinan lembaga penyelenggara, disertai dengan penjelasan tentang tugas dan wewenang masing-masing unsur, serta keterangan tentang masa berlaku SK dan masa kerja pengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. D. Orientasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah, serta penyelenggara pendidikan keaksaraan usaha mandiri berkewajiban untuk melaksanakan orientasi pendidik yang ditandai dengan pemberian sertifikat dan bertujuan untuk menumbuhkan atau meningkatkan kompetensi pendidik, terutama berkenaan dengan: 1. Standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan silabus pendidikan keaksaraan usaha mandiri; 2. Pembelajaran orang dewasa; 3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pendidikan keaksaraan usaha mandiri; 4. Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran keaksaraan usaha mandiri; 5. Pengembangan media dan sumber belajar keaksaraan usaha mandiri; 6. Penilaian pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri; 7. Remedial dan pengayaan pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri. Selain itu, orientasi juga sebaiknya diberikan kepada tenaga kependidikan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tertutama berkenaan dengan: 1. Pengembangan kalender pendidikan KUM; 2. Identifikasi, rekruitmen dan penilaian awal peserta didik KUM 3. Monitoring, evaluasi dan pengawasan program KUM. 4. Pengadministrasian dan pelaporan program KUM; E. Rekruitmen dan Penilaian Awal Peserta Didik Pendidik dan tenaga kependidikan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri berkewajiban untuk melaksanakan: 1. Rekruitmen peserta didik; penduduk buta aksara berusia 15 tahun ke atas, diprioritaskan berumur tahun dengan kriteria: a. Lulus pendidikan keaksaraan dasar, ditandai dengan kepemilikan SUKMA; b. Memiliki kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri. 6 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 7
10 2. Penilaian awal; bertujuan untuk: a. Memperoleh informasi tentang kesesuaian kompetensi keaksaraan dasar peserta didik dengan nilai yang terdapat pada SUKMA; b. Memetakan kompetensi keaksaraan yang berguna untuk penentuan prioritas penguatan kompetensi keaksaraan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok belajar. Adapun soal yang dapat dipergunakan untuk melakukan penilaian awal dapat mengacu pada ruang lingkup materi pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri. c. Mengetahui pengalaman dan pengetahuan calon peserta didik dalam kegiatan berusaha. Dari hasil rekruitmen dan penilaian awal peserta didik, penyelenggara wajib menyerahkan data calon peserta didik kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan untuk menjadi data base nasional. F. Penyusunan Program Kerja Penyelenggara bekerjasama dengan pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyusun program kerja pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang terdiri atas: 1. Penyusunan kalender pendidikan; minimal memuat penjelasan tentang rincian waktu, kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajar, waktu belajar efektif dan hari libur (contoh terlampir). Penyusunan kalender pendidikan dapat mengacu pada waktu pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dapat diselenggarakan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan dengan alokasi waktu belajar minimal 86 menit; 2. Penyusunan jadwal belajar; disepakati bersama peserta didik dengan mempertimbangkan kesiapan belajar dan waktu luang peserta didik; 3. Penyepakatan kontrak belajar dan aturan belajar; berisi kesepakatan dan komitmen untuk terlibat aktif, dan aturan-aturan yang harus ditaati selama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri; 4. Penentuan jumlah rombongan belajar; ditetapkan sesuai dengan situasi dan kondisi dengan memperhatikan rasio untuk jumlah pendidik dan jumlah peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri adalah 1:10; 5. Penyepakan jenis usaha yang akan dijadikan sebagai materi pembelajaran keaksaraan usaha mandiri dengan mempertimbangkan: a. Keinginan peserta didik; b. Ketersediaan narasumber teknis yang kompeten; c. Kemudahan memperoleh bahan baku dan peralatan usaha; d. Kepraktisan membuat/mengolah produk usaha; e. Kemudahan memasarkan produk usaha. G. Penyiapan Sarana Prasarana Penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat memanfaatkan sarana yang tersedia di lingkungan sekitar untuk menunjang proses pembelajaran. Sarana tersebut antara lain: 1. Perabot belajar; papan tulis, spidol/kapur, tempat duduk, meja belajar, lemari/ rak; 2. Peralatan pembelajaran; buku tulis, ATK, buku laporan hasil belajar, buku induk peserta didik, kalender pendidikan, jadwal belajar, silabus, RPP, buku tamu, dll (terlampir) 3. Media pembelajaran; bahan ajar, modul pembelajaran, poster, media ajar cetak/audio visual; 4. Sumber belajar; media cetak, kejadian/fakta, pengalaman belajar, dll. Program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dilaksanakan di gedunggedung sekolah, balai desa, tempat ibadah, rumah penduduk atau fasilitas lain yang layak dengan mempertimbangkan kriteria: 1. Berdekatan dengan tempat tinggal peserta didik; 2. Cukup untuk minimal satu rombongan belajar (10 orang); 3. Rapi dan bersih; 4. Cukup cahaya dan sirkulasi udara; 5. Memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran; 6. Dilengkapi papan nama kelompok/rombongan belajar. H. Pembiayaan Penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dibiayai oleh swadaya masyarakat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat. Biaya tersebut dapat dialokasikan untuk biaya operasional, honorarium pendidik dan tenaga kependidikan serta alat dan bahan belajar/praktik. 8 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 9
11 BAB III PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI A. Kompetensi Lulusan Lulusan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, diharapkan: 1. Memiliki perilaku dan etika yang mencerminkan sikap orang beriman dan bertanggung jawab menjalankan peran dan fungsi dalam kemandirian berkarya di masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. 2. Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang pengembangan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memperkuat cara berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan berhitung untuk meningkatkan kualitas hidup. 3. Mampu menggunakan bahasa Indonesia dan keterampilan berhitung secara efektif dalam melakukan pengembangan peran dan fungsi untuk kemandirian berkarya di masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup. B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Sikap Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan Meningkatkan rasa syukur dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas potensi diri yang yang dianutnya sehingga dimiliki. dapat berperilaku dan Menunjukkan sikap jujur sebagai dasar dalam memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik. membangun hubungan sosial. Menunjukkan komitmen untuk membangun kebersamaan dalam mengembangkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat. Pengetahuan Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia. Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana. Menggali informasi dari teks penjelasan tentang pemetaan peluang dan perintisan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana. Menggali informasi dari teks khusus dalam bentuk formulir dan kuitansi sederhana yang berkaitan dengan kegiatan usaha. Mengenal operasi bilangan tentang produk barang atau jasa, dan uang atau usaha lainnya. Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Mengenal operasi bilangan tentang produk barang atau jasa, dan uang atau usaha lainnya. Menggali informasi dari teks tabel atau diagram sederhana yang berkaitan dengan ragam pencatatan keuangan melalui aktivitas berhitung pada kegiatan usaha. Mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang sederhana dari berbagai benda/produk barang dan jasa sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan penyimpanan dan pengemasan produk. Menggali informasi dari teks petunjuk atau arahan yang berkaitan dengan kegiatan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana. Menggali informasi dari teks narasi yang berkaitan dengan kemitraan usaha dalam kegiatan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana. Menggali informasi dari teks laporan yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran suatu produk usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana Keterampilan Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia. Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis. Mengolah teks penjelasan tentang pemetaan peluang dan perintisan usaha yang dikembangkan dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara tertulis. Mengolah teks khusus dalam bentuk formulir dan kuitansi sederhana yang berkaitan dengan kegiatan usaha baik di bidang produk/jasa sesuai dengan potensi setempat. Mempraktikkan kegiatan usaha produk/jasa dengan memanfaatkan peluang dan sumber daya yang ada di sekitarnya. Menggunakan sifat operasi hitung dalam menyederhanakan atau menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan. Menggunakan uang dalam kegiatan usaha produk/ jasa maupun kehidupan sehari-hari. Memperkirakan suatu produk/jasa (lama produksi, berat, dimensi/ukuran) untuk menentukan biaya produksi dan biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya. Menerapkan pecahan sederhana ke bentuk pecahan desimal dan persen pada perhitungan produk barang, jasa, dan uang pada kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya. 10 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 11
12 Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Menggunakan satuan pengukuran luas, panjang, waktu, volume, berat, dan suhu yang berkaitan dengan kegiatan pembuatan, penyimpanan, dan pengemasan produk. Menggunakan hasil pengolahan dan penafsiran data dalam bentuk teks tabel,diagram, dan grafik sederhana untuk memprediksi dan merencanakan jumlah produksi, penjualan, dan pembelian pada kegiatan usaha untuk menentukan laba rugi. Mengolah informasi dari teks narasi yang berkaitan dengan kemitraan usaha dalam kegiatan kewirausahaan di bidang produk/jasa. Mempraktikkan kerjasama dengan mitra usaha di wilayahnya. Mempraktikkan pengemasan produk usaha secara kreatif dan menarik. Mengolah informasi teks laporan yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran dari suatu produk usaha/jasa. Mempraktikkan beberapa strategi penjualan. C. Materi Belajar Materi belajar yang harus dibelajarkan kepada peserta didik program pendidikan keaksaraan usaha mandiri meliputi: 1. Membaca dan menulis a. Teks penjelasan; bacaan yang menceritakan proses yang ditandai dengan kata mengapa dan bagaimana dengan struktur kalimat berisi tentang pengenalan, penjelasan dan penutupan. b. Teks khusus; kata atau kalimat yang dipergunakan untuk mengisi dokumen tertentu, cirinya bersifat resmi atau formal. c. Teks petunjuk atau arahan; bacaan yang berisi petunjuk pengerjaan sesuatu secara berurutan, cirinya berbentuk kalimat perintah dan kata penghubung seperti pertama, berikutnya, lalu, setelah itu, terakhir, dll. d. Teks narasi; bacaan yang berisi cerita mengenai suatu peristiwa atau kejadian serta bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu yang didalamnya terdapat kalimat majemuk yang menggunakan kata dan, tetapi, walaupun, meskipun, dll. e. Teks laporan; bacaan yang berisi laporan hasil pengamatan tentang suatu kejadian secara umum, objektif, dan tidak mengandung prasangka. f. Teks tabel/diagram; data berupa kata, kalimat atau bilangan yang tersusun dengan garis pembatas sebagai kolom-kolom berupa prediksi dan rencana jumlah produksi, penjualan, dan pembelian pada kegiatan usaha untuk menentukan laba rugi. 2. Berhitung a. Bangun datar dan bangun ruang sederhana dari berbagai benda/produk barang dan jasa sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan penyimpanan dan pengemasan produk. b. Penghitungan pecahan sederhana; operasi hitung dalam menyederhanakan atau menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan, serta menerapkan pecahan sederhana ke bentuk pecahan desimal dan persen pada perhitungan produk barang, jasa, dan uang pada kegiatan usaha. c. Penghitungan lama produksi, berat, dimensi/ukuran untuk menentukan biaya produksi dan biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya. d. Penghitungan uang dalam kegiatan usaha produk/jasa dalam kehidupan sehari-hari. e. Pengukuran luas, panjang, waktu, volume, berat, dan suhu yang berkaitan dengan kegiatan pembuatan, penyimpanan, dan pengemasan produk. Penyampaian materi-materi tersebut dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri dilakukan dengan praktik materi; 1. Penumbuhan jiwa wirausaha 2. Pemetaan peluang dan perintisan usaha; 3. Pembuatan produk usaha; 4. Penyimpanan produk usaha; 5. Pengemasan produk usaha; 6. Kemitraan usaha, dan; 7. Pemasaran produk usaha. Penyampaian materi belajar menulis, membaca, berhitung berkenaan dengan kegiatan kewirausahaan diintegrasikan dengan penumbuhan sikap; 1. Melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut; 2. Kepedulian terhadap sesama; 3. Terbuka dalam membangun hubungan sosial; 4. Bertanggung jawab dalam melakukan usaha mandiri; 5. Disiplin dalam menjalankan usaha mandiri; 6. Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri. D. Prinsip Pembelajaran 1. Kegiatan pembelajaran praktis-tematik digunakan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan 12 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 13
13 berhitung untuk mengomunikasikan teks lisan dan tulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia. 2. Proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri harus dikelola secara interaktif, partisipatif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan dapat memotivasi peserta didik dalam membentuk sikap, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan beraksara dan berusaha; 3. Proses pembelajaran KUM harus dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran andragogis, fungsional, belajar sambil melakukan, tematik, dan mempergunakan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik dengan memanfaatkan bahan ajar yang temanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik dan potensi usaha setempat. 4. Pembelajaran kompetensi sikap wirausaha dilakukan secara terintegrasi dengan pembelajaran kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Penanaman sikap dan perilaku wirausaha, dilakukan melalui pembiasaan selama proses pembelajaran, serta dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga maupun di masyarakat. 5. Proses pembelajaran menggunakan berbagai media pembelajaran guna memfasilitasi peningkatan kemampuan beraksara dan kewirausahaan peserta didik. 6. Kontekstual; materi pembelajaran harus sesuai dengan situasi sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat. 7. Konteks lokal; bahan belajar harus digali dari konteks lokal serta bermanfaat bagi kehidupan peserta didik. 8. Desain lokal; unsur-unsur pokok berkaitan penyajian pembelajaran pendidikan keaksaraan seperti tujuan, kelompok sasaran, bahan belajar, sarana belajar, kegiatan belajar, waktu dan tempat, dan unsur-unsur penting lainnya harus dirancang sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi lokal tempat peserta didik berdomisili. 9. Kooperatif dan kolaboratif; mengelola peserta didik belajar dalam kelompok kecil untuk bekerja sama dengan kemampuan bervariasi dan mengutamakan penghargaan pada kerja kelompok daripada perorangan, serta menekankan pembelajaran kegiatan pemecahan masalah. 10. Tematik; tema belajar yang dapat dikembangkan harus relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, supaya hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna, meningkatkan keterampilan berfikir sesuai dengan persoalan dan konteks yang dihadapi peserta didik. 11. Fungsionalisasi hasil belajar; pembelajaran seyogyanya dimulai dari halhal yang telah diketahui dan dapat dilakukan oleh peserta didik, sehingga pengalaman, kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar mereka hendaknya menjadi dasar dalam menjalin hubungan yang harmonis dan dinamis antara pendidik dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. 12. Fleksibel; bisa memodifikasi dan/atau mengubah rencana pembelajaran, waktu pembelajaran yang disesuaikan dengan dinamika, karena kemungkinan terdapat peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah maupun keheterogenan lainnya. E. Perencanaan Pembelajaran 1. Mengembangkan Silabus Pembelajaran Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan telah menyusun silabus pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang bersifat umum, Silabus tersebut masih dimungkinkan untuk dikembangkan oleh pendidik dengan mempertimbangkan kesesuaian karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik, serta karakteristik lingkungan tempat peserta didik. Namun, sebelum mengembangkan silabus, pendidik pertama kali harus melakukan analisis konteks dengan cara: a. Menganalisis hasil penilaian awal yang memperlihatkan tingkat kompetensi keaksaraan awal peserta didik; b. Mencermati setiap kompetensi inti dan kompetensi dasar untuk mencermati tingkat kesukaran, sehingga menghasilkan urutan kompetensi dasar sesuai dengan tingkat kesulitan materi. Setelah melakukan analisis konteks, pendidik akan memperoleh kompetensi dasar yang sebaiknya dibelajarkan terlebih dahulu kepada peserta didik, selanjutnya kembangkan silabus berdasarkan konteks lokal dengan mempergunakan format berikut. Kompetensi Inti Sikap : Kompetensi Inti Pengetahuan : Kompetensi Inti Keterampilan : Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 14 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 15
14 Cara pengisian format silabus pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut: a. Kompetensi dasar dituliskan dengan mengacu pada kompetensi dasar yang telah ditetapkan dan memperlihatkan keterkaitan antara kompetensi dasar pada ranah pengetahuan dan ranah keterampilan; b. Materi pokok ditetapkan dan disesuaikan dengan jenis usaha yang telah disepakati dengan peserta didik; c. Indikator dirumuskan dalam bentuk kata kerja operasional yang relevan dengan ranah pada kompetensi dasar. Satu kompetensi dasar dirumuskan minimal dalam dua indikator; d. Kegiatan pembelajaran berisi penjelasan tentang: 1) Keterpaduan kompetensi inti pengetahuan dengan kompetensi inti keterampilan pada setiap kompetensi dasar; 2) Integrasi kompetensi inti sikap pada setiap kompetensi dasar dalam setiap kegiatan pembelajaran; 3) Metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan: Kesesuaian dengan tujuan belajar; Kesesuaian dengan materi belajar; Ketersediaan media, alat, bahan, dan sumber belajar; Kemampuan dan karakter belajar peserta didik; Ketersediaan waktu; Variasi belajar; Pola interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dan diantara sesama peserta didik. e. Penilaian; minimal berisi penjelasan tentang teknik penilaian dan instrumen untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik; f. Alokasi waktu yang dipergunakan untuk mencapai setiap kompetensi dasar; g. Sumber dan media belajar yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian dan pemahaman terhadap materi belajar. Contoh Silabus Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya sehingga dapat berperilaku dan memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik. KI-2 : Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia KI-3: Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia. Kompetensi Dasar 2.1. Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana 3.1 Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis Materi Pembelajaran Teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan (motivasi melakukan usaha, membuat produk, dsb) Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana Menjawab pertanyaan tentang isi teks 3.1.1Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi Membacakan kembali isi tulisan dengan lancar Tutor melakukan penguatan ten tang pentingnya membaca dan menulis, dan berhitung untuk kegiatan usaha Peserta didik mem baca kali mat sederhana yang diberikan tutor dengan atau tanpa ban tu an gambar berkaitan dengan kegiatan usaha untuk penguatan Peserta didik dengan bimbingan tutor membaca minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan serta menjawab pertanyaan tentang isi bacaan Peserta didik menuliskan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausahaan dengan tulisan yang jelas dan rapi Peserta didik membaca kan hasil tulisan dengan nyaring Tutor memberikan motivasi tentang man faat kegiatan kewira usahaan untuk perbaikan kualitas hidup Sikap Keterbukaan dalam menerima informasi/ wawasan menge nai jiwa kewirausahaan Kerja keras dalam melaksa nakan tugas berkaitan dengan kegiatan mem baca dan menulis (tidak putus asa untuk mencoba terus menerus) Pengetahuan Kemampuan memahami isi teks dengan menjawab pertanyaan Keterampilan Kemampuan membaca lancar teks minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana Kemampuan menuliskan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi Alokasi Sumber Waktu Belajar 8 JP Buku referensi Media cetak Modul KUM 16 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 17
15 2. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) a. Prinsip Penyusunan RPP 1) RPP harus secara utuh memuat penjelasan setiap kompetensi dasar sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 2) 1 (satu) RPP dapat dilaksanakan untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3) Memperhatikan perbedaan dan karakteristik belajar peserta didik. Di dalam RPP pendidik harus menjelaskan penggunaan metode belajar yang bervariasi untuk mengantisipasi terdapatnya perbedaan tingkat kemampuan keaksaraan pada peserta didik. 4) Berpusat pada peserta didik. Pendidik harus menciptakan suasana belajar yang mendorong peserta didik untuk lebih aktif selama proses pembelajaran untuk menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh peserta didik. 5) Mengembangkan kemandirian belajar. Di dalam RPP, pendidik harus menjelaskan tentang penciptaan kondisi belajar yang membimbing peserta didik agar lebih aktif belajar mandiri dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru, menggunakan pengalaman nyata, kerjasama dan partispasi aktif dari semua peserta didik dalam kelompok belajar. 6) Berbasis konteks lokal. Pendidik harus menjadikan lingkungan sekitar sebagai tema yang dikaitkan dengan kegiatan usaha. Hal ini akan memudahkan peserta didik untuk mengenal materi yang akan dipelajari dan menjadi pintu masuk untuk melaksanakan pembelajaran membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi. 7) Memiliki keterkaitan antar kompetensi pengetahuan dengan kompetensi keterampilan yang dipadukan dengan kompetensi sikap dalam setiap kegiatan pembelajaran. 8) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. Di dalam RPP, pendidik harus menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menguatkan penguasaan materi belajar dan kegiatan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kegiatan umpan balik dapat ditentukan berdasarkan hasil penilaian selama proses pembelajaran. 9) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Jika di kelompok belajar sudah terdapat media audio visual yang bisa dimanfaatkan sebagai media atau sumber belajar, maka pendidik harus mencantumkan dalam RPP tentang optimalisasi media tersebut untuk membantu dan mempermudah penyampaian materi, serta untuk menciptakan variasi belajar selama proses pembelajaran. b. Format RPP Nama Lembaga : Nama Rombongan Belajar : Desa/Kelurahan/Subdistrik : Kecamatan/distrik : Kab/kota/provinsi : Tema Belajar Sub Tema Kompetensi inti Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Materi : Tujuan Pembelajaran : Metode Belajar : Media dan Sumber belajar : Alokasi Waktu : Kegiatan pembelajaran Pendahuluan Inti Penutup Penilaian Tindak Lanjut : : : : : Cara pengisian format RPP pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut: 1) Menuliskan identitas lengkap, dari mulai nama lembaga, kelompok belajar, desa/kelurahan/subdistrik, kecamatan/distrik, kabupaten/kota dan provinsi. 18 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 19
16 2) Menjelaskan tema dan sub tema belajar. 3) Menuliskan kompetensi inti untuk menggambarkan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 4) Menuliskan kompetensi dasar untuk menginformasikan seperangkat kemampuan dalam mendukung pencapaian kompetensi inti yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dan sebagai acuan dalam perumusan indikator. 5) Menjelaskan indikator pencapaian kompetensi dengan cara; Memuat perilaku yang terukur dan/atau dapat di observasi; Menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu; Merumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional; Menjelaskan cakupan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 6) Menuliskan materi belajar sesuai dengan yang ditetapkan pada silabus pembelajaran. 7) Menginformasikan tujuan pembelajaran yang berisi penjelasan mengenai hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik. 8) Menjelaskan metode belajar dengan mempertimbangkan: Kesesuaian dengan kompetensi dasar; Kesesuaian dengan materi belajar; Ketersediaan media, alat, bahan ajar, dan sumber belajar; Kemampuan dan karakteristik belajar peserta didik; Ketersediaan waktu; Variasi belajar; Pola interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dan diantara sesama peserta didik. 9) Menginformasikan media dan sumber belajar yang akan dipergunakan untuk memfasilitasi dan mempermudah pencapaian materi belajar. 10) Menuliskan rencana penggunaan alokasi waktu yang sesuai dengan keperluan untuk pencapaian kompetensi dasar dengan proporsi pembagian waktu yang ideal. 11) Menjelaskan kegiatan pembelajaran yang diuraikan dalam bentuk penjelasan prosedur sebagai berikut: Pendahuluan; berisi penjelasan tentang kegiatan: Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Mengaitkan kompetensi yang sudah dipelajari dan yang akan dipelajari. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. Inti; berisi proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik. Selain itu, pada kegiatan inti, pendidik harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari kompetensi inti sikap, antara lain; melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, kepedulian terhadap sesama, terbuka dalam membangun hubungan sosial, bertanggung jawab dalam melakukan usaha mandiri, disiplin dalam menjalankan usaha mandiri, dan bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri. Penutup; berisi penjelasan tentang; a) aktivitas membuat rangkuman atau simpulan pelajaran, b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, dan d) menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. 12) Penilaian; mengungkapkan prosedur dan instrumen penilaian yang terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa Indonesia. 13) Tindak lanjut: menjelaskan bentuk tindak lanjut pembelajaran yang sebaiknya dilaksanakan, baik dalam bentuk remedial maupun pengayaan pembelajaran. Remedial merupakan kegiatan untuk mengatasi kesulitan belajar, tujuannya membantu peserta didik yang mengalami kesulitan atau belum tuntas menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Pengayaan merupakan kegiatan yang diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas belajar untuk menambah pengetahuan atau wawasan peserta didik. 20 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 21
17 Contoh RPP Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Nama Lembaga : PKBM Harapan Indah Nama Rombongan Belajar : Jl. Dipati Ukur No. 9 Rt. 13/07 Desa/Kelurahan/Subdistrik : Senang Hati Kecamatan/distrik : Riang Gembira Kab/kota/provinsi : Bandung/Jawa Barat Tema Belajar : Kewirausahaan Sub Tema : Jiwa Wirausaha A. Kompetensi inti: 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya sehingga dapat berperilaku dan memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik. 2. Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia. 3. Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1.3. Menunjukkan komitmen untuk membangun kebersamaan dalam mengembangkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat. Indikator: Bersikap disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan usaha mandiri Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana Indikator: Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana Menjawab pertanyaan tentang isi teks penjelasan Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis. Indikator: Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi Membacakan kembali isi tulisan dengan lancar. Materi : Teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan Alokasi Waktu : 8 jam Metode Belajar : Penugasan dan Tanya jawab Media dan Sumber Belajar : Gambar yang berkaitan dengan jiwa kewirausahaan Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat: 1. Bersikap disiplin dalam menjalankan aktivitas seharihari yang berhubungan dengan usaha mandiri. 2. Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri. 3. Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana 4. Menjawab pertanyaan tentang isi teks. 5. Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi. 6. Membacakan kembali isi tulisan dengan lancar Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (4 JP) Pendahuluan Pendidik mengajak peserta didik untuk berdoa bersama. Pendidik mengondisikan pembelajaran dengan menanyakan kabar peserta didik. Pendidik menginformasikan kompetensi yang akan dibelajarkan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidik menginformasikan penilaian yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Inti: Pendidik menayangkan gambar yang berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan. Pendidik membacakan kisah sukses seorang pengusaha lokal yang telah sukses. Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang isi gambar dan cerita dengan penekanan pada jiwa kewirausahaan (kerja keras, disiplin, jujur). Pendidik melakukan penguatan tentang pentingnya membaca dan menulis dalam kegiatan usaha. Peserta didik membaca kalimat sederhana yang diberikan pendidik dengan atau tanpa bantuan gambar berkaitan dengan jiwa kewirausahaan. Peserta didik menjawab pertanyaan tentang isi bacaan (minimal tujuh kalimat sederhana) secara lisan. Penutup: Peserta didik dan pendidik menyimpulkan hasil pembelajaran. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan hasil pembelajaran (apa yang sudah bisa dan belum). Pendidik dan peserta didik berdoa bersama. Pertemuan II (4 JP) Pendahuluan Pendidik mengajak peserta didik untuk berdoa bersama. Pendidik mengondisikan pembelajaran dengan menanyakan kabar peserta didik. Pendidik menginformasikan kompetensi yang akan dibelajarkan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidik menginformasikan penilaian yang akan dilakukan dalam pembelajaran. 22 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 23
18 Contoh Instrumen Observasi/Pengamatan Sikap Peserta Didik Inti: Pendidik menayangkan gambar yang berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan. Pendidik membacakan kisah sukses seorang pengusaha lokal yang telah sukses. Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang isi gambar dan cerita dengan penekanan pada jiwa kewirausahaan (kerja keras, disiplin, jujur). Pendidik menayangkan kembali teks jiwa kewirausahaan yang sebagian katanya dihilangkan. Peserta didik dipersilahkan untuk mengisi kata yang hilang pada teks bacaan tersebut. Peserta didik membacakan hasil tulisannya masing-masing. Penutup: Peserta didik dan pendidik menyimpulkan hasil pembelajaran. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan hasil pembelajaran (apa yang sudah bisa dan belum). Pendidik dan peserta didik berdoa bersama. Penilaian: Sikap, melalui observasi tentang: Keterbukaan dalam menerima informasi/wawasan mengenai jiwa kewirausahaan. Kerja keras dalam melaksanakan tugas berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis. Pengetahuan, melalui tes lisan tentang: Kemampuan memahami isi teks dengan menjawab pertanyaan Keterampilan, melalui tes unjuk kerja tentang: Kemampuan membaca lancar teks minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana. Kemampuan menuliskan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi. Tindak Lanjut: Menuliskan dalam 5 (lima) kalimat sederhana tentang pengusaha yang dikagumi. Mengetahui, Pengelola Program KUM Ttd dan stempel (Yusuf Ramdani) Bandung, 19 Agustus 2015 Pendidik, Ttd (Neneng Anggraini) Rombongan Belajar :... Tema Belajar :... Waktu Pengamatan :... Sikap yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah sikap religius, kepedulian, terbuka, disiplin, bertanggung jawab dan bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri Keterangan: 1. K (kurang) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas 2. C (cukup) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten 3. B (baik) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten 4. SB (sangat baik) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten. Instrumen: Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. No Bacalah! Nama Keterbukaan Dalam Menerima Bekerja Keras Informasi K C B SB K C B SB Contoh Instrumen Pengetahuan: Jiwa Wirausaha Hidup perlu usaha. Dalam usaha perlu kerja keras. Perlu juga sikap disiplin. Jujur juga sangat penting. Memang tidak mudah. Tetapi kita harus mencoba. Tidak lupa disertai berdoa. Pertanyaan: 1. Sebutkan hal-hal yang harus dimiliki seorang pengusaha! 2. Mengapa sikap-sikap tersebut harus dimiliki oleh seorang pengusaha? 24 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 25
19 Pedoman penskoran soal no.1: 1. Menjawab 3 nilai (kerja keras, disiplin, jujur) skor 3 2. Menjawab 2 nilai skor 2 3. Menjawab 1 nilai skor 1 4. Tidak menjawab skor 0 Pedoman penskoran saol no.2: 1. Menjawab dalam satu kalimat disertai alasan skor 2 2. Menjawab dalam satu kalimat tanpa alasan skor 1 3. Tidak menjawab skor 0 Contoh Instrumen Keterampilan: Lengkapi kalimat berikut ini! Jiwa Wirausaha Hidup usaha. Dalam... perlu kerja keras. Perlu juga sikap. juga sangat penting. Memang. mudah. Tetapi kita harus. Tidak lupa disertai. Pedoman penskoran soal no.1: 1. Menjawab 7 kata skor 7 2. Menjawab 6 kata skor 6 3. Menjawab 5 kata skor 5 4. Menjawab 4 kata skor 4 5. Menjawab 3 kata skor 3 6. Menjawab 2 kata skor 2 7. Menjawab 1 kata skor 1 8. Tidak bisa menjawab skor 0 F. Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran Dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tujuan utama yang ingin dicapai adalah memelihara dan meningkatkan kompetensi keaksaraan, tidak menjadikan kegiatan praktik berusaha sebagai materi pokok pembelajaran. Materi kewirausahaan digunakan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. 1. Pendekatan dan Strategi Belajar Pendekatan dan strategi yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: a. Pembelajaran berbasis teks; dipergunakan terutama untuk kegiatan membaca dan menulis melalui teks penjelasan, teks khusus, teks tabel dan diagram, teks petunjuk dan arahan, teks narasi, teks laporan. Pendekatan ini dikelola melalui empat strategi belajar; 1) membangun konteks, 2) pemodelan, 3) menyusun teks secara bersama, dan 4) menyusun teks secara mandiri; b. Pembelajaran berbasis proyek; dipergunakan untuk membelajarkan materi berhitung yang berkenaan dengan penggunaan pecahan sederhana, bilangan, dan uang serta penggunaan hasil pengukuran bangun datar, dan ruang sederhana dalam kegiatan usaha. Pembelajarannya dapat diaktualisasikan melalui strategi praktik membuat produk usaha, menghitung bahan dan alat usaha, serta mempresentasikan produk usaha; c. Pembelajaran berbasis masalah, dikelola melalui strategi: 1) Menghimpun masalah berkenaan dengan kegiatan usaha; 2) Menyajikan masalah; 3) Membangkitkan ketertarikan peserta didik pada masalah; 4) Memberi kesempatan untuk memahami masalah; 5) Mendiskusikan gagasan strategi pemecahan masalah; 6) Memandu peserta didik untuk merefleksikan pemecahan masalah, dan; 7) Mengaitkan hasil belajar dengan pelajaran membaca, menulis dan berhitung. 2. Metode Belajar Metode belajar yang dapat dipergunakan untuk mendukung penerapan pendekatan dan strategi pembelajaran KUM, antara lain: a. Singkatan; terdiri atas huruf-huruf awal nama atau istilah yang harus diingat warga belajar. Contoh jika peserta didik hendak mempermudah mengingat nama Garam, Gula, Garpu dan Sendok dapat menyingkatnya dengan GGGS. Pembuatan singkatan sebaiknya dilakukan sedemikian rupa sehingga menarik dan memiliki kesan tersendiri; b. Sistem kata pasak; jenis teknik memori yang menggunakan komponenkomponen yang sebelumnya, lebih dikenal sebagai pasak (paku) pengait memori baru. Kata komponen pasak ini dibentuk berpasangan, seperti merah-darah, panas-api, kata-kata berguna untuk mengingat kata istilah yang memiliki sifat berlawanan seperti, panas-dingin, langit dan bumi, neraka-surga, dll; 26 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 27
20 c. Metode drill; melakukan hal yang sama berulang-ulang secara sungguhsungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu kemampuan supaya menjadi permanen. d. Metode global; sering disebut kalimat kunci adalah bentuk, lafal dan arti dari kalimat, kemudian kalimat diuraikan menjadi kata per kata, suku kata dan huruf. e. Metode asosiasi; huruf dan angka yang diperkenalkan melalui metode ini dikaitkan dengan sesuatu yang telah dikenal oleh warga belajar. f. Ceramah; menyampaikan materi, konsep, pengalaman atau informasi lain yang berkaitan dengan penanaman sikap, wawasan dan pemberian bekal pengetahuan; g. Diskusi; upaya secara bersama-sama memahami suatu konsep belajar menggalang kerjasama dan saling menghargai serta bertukar gagasan atau pengalaman; h. Penugasan; memberikan pengalaman awal, memupuk rasa percaya diri untuk belajar berani melakukan sesuatu dalam situasi sesungguhnya yang berguna untuk menggali alternatif pemecahan masalah; i. Observasi; mengamati secara langsung kepada obyek guna mendapatkan kebenaran informasi teoritis praktis; j. Presentasi; melatih kemampuan mengungkap ide, gagasan dan mengekspresikan diri. k. Bermain peran; memberikan pengalaman untuk menerapkan konsep kewirausahaan, termasuk memberikan masukan mengenai pengamatan sikap dan perilaku kinerja peserta didik dalam kondisi dan situasi seperti sesungguhnya. 3. Teknik Pembelajaran Berikut ini merupakan beberapa contoh teknik yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri: a. Belajar menulis melalui teks khusus; banyak teks khusus yang bisa dipergunakan sebagai sumber belajar, seperti: KTP, formulir pendaftaran, kuitansi, rekening, dll; b. Menulis pengalaman; peserta didik biasanya sudah mempunyai pengalaman dalam kegiatan berusaha atau membuat suatu produk usaha. Pengalaman tersebut bisa dijadikan sebagai stimulus bagi peserta didik untuk menuliskan pengalaman baik atau buruk ketika teribat dalam kegiatan berusaha; c. Memperbaiki tulisan sendiri; mengajarkan peserta didik tentang cara menemukan dan memperbaiki kesalahan tulisan sendiri. d. Meningkatkan keterampilan berhitung; peserta didik diajak untuk menghitung dan mengukur benda atau barang yang biasa dipergunakan dalam kegiatan berusaha/membuat produk usaha. G. Pemanfaatan dan Pengembangan Media dan Sumber Belajar Media belajar yang bisa dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: 1. Poster terbuka, yaitu poster yang hanya berisi gambar tanpa dilengkapi kata atau kalimat, berfungsi untuk menjadi media diskusi dan memancing ide/ gagasan dari peserta didik; 2. Poster tertutup, yaitu poster yang berisi gambar dilengkapi kata atau kalimat, berfungsi untuk menjadi media diskusi dan memancing ide/gagasan dari peserta didik; 3. Poster seri, yaitu poster yang terdiri dari atas serangkaian gambar yang memiliki keterkaitan cerita; 4. Poster lipat, yaitu poster yang terdiri atas satu atau dua lipatan, masing-masing lipatan menggambarkan tentang keadaan yang berlawanan atau mempunyai kesan negatif dan positif; Penggunaan media belajar yang dipilih atau dikembangkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Kesesuaian dengan kompetensi dasar, metode, potensi alam, jenis usaha, dan kondisi sosial peserta didik; 2. Kemudahan untuk dipahami peserta didik; 3. Kemenarikan, disenangi dan membangkitkan minat belajar peserta didik; 4. Kemudahan, mudah membuatnya dan murah ongkosnya; 5. Keikutsertaan, melibatkan secata aktif peserta didik untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Adapun beberapa bentuk/jenis sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: 1. Formulir dan kuitansi fungsional; 2. Artikel di surat kabar/majalah; 3. Media elektronik; 4. Lingkungan alam sekitar; 5. Benda; segala benda yang memungkinkan orang belajar; 6. Orang; memiliki keahlian tertentu; 7. Buku yang dapat dibaca peserta didik; 8. Peristiwa dan fakta yang terjadi. 28 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 29
21 9. Pendidik dapat melakukan pengembangan sumber belajar dengan cara: 10. Mengembangkan bahan belajar mandiri dengan cara: a. Memilih dan mengumpulkan bahan yang tersedia di lapangan dan relevan dengan materi belajar; b. Mengadaptasikan bahan tersebut ke dalam bentuk bahan belajar mandiri dengan mengikuti strategi pembelajaran yang telah disusun dalam RPP. 11. Mengembangkan bahan belajar konvensional, caranya; a. Mengubah berita/informasi di surat kabar/majalah yang relevan dengan materi belajar; b. Menyederhanakan dan memodifikasi bahan ajar yang telah tersedia supaya lebih adaptif dengan karakter peserta didik. H. Pengkondisian dan Memotivasi Belajar Peserta Didik 1. Pengkondisian peserta didik Pengkondisian peserta didik dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri harus disesuaikan dengan tujuan dan metode yang akan dilakukan pada setiap pembelajaran, sehingga tidak terpaku pada rombongan belajar teori atau praktik. Pada saat pembelajaran teori, rombongan belajar dapat dibentuk menjadi kelompok besar (10 orang peserta didik). Sedangkan untuk menggalang kerjasama atau penugasan, peserta didik dapat dikelompokkan dalam jumlah yang lebih kecil (2-3 orang peserta didik). Keanggotaan kelompok kecil sebaiknya ditukar secara berkala agar peserta didik memiliki kesempatan untuk beradaptasi dan saling mengenal secara lebih dalam mengenai potensi sesama rekannya. Demikian pula ketua kelompok diatur secara bergantian agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk memimpin dan dipimpin. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik ketika mengelola pembelajaran dalam rombongan belajar pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: a. Pada setiap akan dimulai atau penggantian tema belajar, pendidik menjelaskan kepada peserta didik tentang materi yang akan dipelajari, tujuan belajar, proses belajar yang akan dilaksanakan dan hasil belajar yang diharapkan dengan mengacu pada silabus; b. Pendidik menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik sesuaidengan tujuan dan proses pembelajaran; c. Volume dan intonasi suara pendidik dalam pembelajaran harus dapat di dengar dengan baik oleh peserta didik; d. Pendidik wajib menggunakan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti oleh peserta didik; e. Pendidik harus menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik; f. Pendidik menciptakan ketertiban, kedisiplinan, dan kenyamanan selama pembelajaran; g. Pendidik memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil belajar peserta didik selama pembelajaran berlangsung; h. Pendidik mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat; i. Pendidik berpakaian sopan, bersih, dan rapi; j. Pendidik selalu menjadi teladan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, terutama dalam mengimplementasikan sikap wirausaha; k. Pendidik memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan dengan mengacu pada RPP. 2. Memotivasi peserta didik Motivasi belajar merupakan hal yang sangat penting bagi pemerolehan kompetensi keaksaraan peserta didik. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban pendidik untuk senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berikut beberapa teknik motivasi belajar yang dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri: a. Memberikan hadiah kepada peserta didik yang menunjukkan kemajuan belajar. Misalnya memberikan hadiah murah tapi bermakna sebulan sekali kepada peserta didik yang nilai belajarnya paling tinggi dari hasil pelaksanaan penilaian formatif, namun harus hati-hati karena berpotensi menciptakan kompetisi; b. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, tidak mendikte dan cenderung mendukung peserta didik untuk berusaha dan belajar sesuai minatnya untuk menumbuhkan motivasi untuk belajar; c. Tidak berorientasi pada nilai, tetapi lebih menekankan pada fungsionalisasi hasil belajar dalam aktivitas kehidupan sehari-hari peserta didik; d. Hindari kompetisi antar pribadi, kurangi peluang dan kecenderungan untuk membanding-bandingkan antara peserta didik satu dengan yang lain; e. Gunakan kata-kata yang positif dalam memberikan komentar. Peserta didik akan lebih termotivasi terhadap kata-kata positif dibanding ungkapan negatif; 30 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 31
22 f. Peduli terhadap peserta didik, perhatikan bahwa mereka mendapatkan proses pembelajaran dan bukan hanya sekedar nilai dan cobalah membangun hubungan yang positif dengan peserta didik I. Peningkatan Budaya Baca Kegiatan membaca dilaksanakan secara rutin di awal, di tengah, atau di akhir setiap sesi pembelajaran dengan tema-tema teks berbeda sesuai dengan materi yang diajarkan. Oleh karena itu, kegiatan membaca perlu dikembangkan secara terencana sebagai usaha untuk mempercepat pencapaian kompetensi keaksaraan peserta didik. Peningkatan budaya baca dalam proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1. Membaca di luar kelompok belajar; bertujuan untuk merangsang peserta didik supaya membaca teks sederhana di luar kelompok belajar dengan harapan dapat menumbuhkan motivasi dan minat baca peserta didik. Langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut: a. Pendidik mempersiapkan teks sederhana, bisa bersumber dari materi ajar maupun bisa bersumber dari surat kabar, maupun membuat sendiri sesuai dengan apa yang terjadi di lingkungan peserta didik; b. Memberikan teks yang telah dipersiapkan kepada peserta didik dan menugaskan peserta didik untuk membaca di rumahnya masing-masing; c. Memberitahukan peserta didik jika pada pertemuan berikutnya, mereka akan diminta untuk menceritakan kembali teks yang dibacanya. 2. Membaca menggunakan buku, cara yang dapat ditempuh antara lain: a. Beri kesempatan pada peserta didik untuk mengetahui isi buku; b. Beri penjelasan singkat tentang buku tersebut, misalnya judul dan isi buku; c. Ajak peserta didik untuk memusatkan perhatian pada salah satu teks yang terdapat pada halaman tertentu pada buku tersebut. Jika bacaan itu disertai gambar, sebaiknya terlebih dulu pendidik bercerita tentang gambar. d. Lakukan membaca teks dalam buku secara kelompok dan/atau perorangan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan peserta didik, asas kebermaknaan, kebermanfaatan, kemenarikan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. 3. Menyelenggarakan lomba membaca dan menulis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik, misalnya lomba membaca dan menulis puisi, lomba membaca dan menulis cerita, lomba membaca dan menulis resep masakan, dan lomba membaca surat kabar. 4. Membaca resep produk; menumbuhkan pengetahuan peserta didik berkenaan dengan produk usaha yang akan dipelajari, dari mulai bahan, alat dan cara membuatnya; 5. Meningkatkan keterampilan membaca melalui artikel usaha; di surat kabar cetak maupun online pasti akan dapat dengan mudah ditemukan artikel yang berkaitan dengan kegiatan dan permasalahan usaha. Artikel tersebut bisa dimodifikasi sebagai media belajar untuk meningkatkan kompetensi membaca peserta didik; J. Penilaian Selama Proses Pembelajaran Penilaian merupakan proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis selama dan setelah proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, pendidik harus melakukan penilaian berkenaan dengan: 1. Kompetensi sikap, dapat dilaksanakan dengan cara: a. Observasi; dilakukan secara berkesinambungan, baik langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati; b. Penilaian diri; meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi keaksaraan. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri; c. Jurnal; berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan perilaku selama mengikuti proses pembelajaran. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi. 2. Kompetensi pengetahuan, dapat dilakukan dengan cara: a. Tes tulis; tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian; b. Tes lisan; pertanyaan yang diberikan pendidik secara lisan sehingga peserta didik menjawab pertanyaan tersebut secara lisan juga. Jawaban dapat berupa kata, kalimat maupun paragraf yang diucapkan; c. Penugasan; berupa pekerjaan rumah, baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya. 32 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 33
23 3. Kompetensi keterampilan, dapat dilakukan dengan cara: a. Penilaian kinerja; meminta peserta didik untuk melakukan suatu tugas; b. Penilaian projek; tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu; c. Portofolio; melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi selama kurun waktu tertentu dalam proses pembelajaran. K. Tindak Lanjut Pembelajaran Tindak lanjut pembelajaran dalam pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dilaksanakan melalui kegiatan remedial dengan cara: 1. Belajar lebih; upaya belajar melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Contohnya pembacaan suatu cerita singkat dalam bentuk teks sederhana secara berulang-ulang untuk menguatkan ingatan peserta didik; 2. Tambahan waku belajar; penambahan alokasi waktu belajar atau penambahan frekuensi aktivitas belajar; 3. Tutor sebaya; meminta bantuan peserta didik yang lebih kompeten untuk membantu peserta didik yang masih mengalami kesulitan; 4. Membimbing; melatih serta memotivasi peserta didik supaya dapat membaca, menulis, berhitung dalam bahasa Indonesia; 5. Memecahkan kesulitan peserta didik dalam menguasai materi belajar secara kelompok, Selain itu, tindak lanjut pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengayaan yang diberikan kepada peserta didik yang telah menyelesaikan ketuntasan belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, baik secara individu maupun kelompok yang dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas membaca, menulis, dan berhitung. L. Penilaian Akhir Penilaian akhir dilaksanakan setelah peserta didik tuntas dibelajarkan semua kompetensi keaksaraan usaha mandiri yang telah ditetapkan yang bertujuan untuk: 1. Memperoleh data tentang penguasaan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam membaca, menulis dan berhitung. 2. Memperoleh informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik dengan mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pendidikan keaksaraan usaha mandiri. 3. Memperoleh informasi tentang jumlah peserta didik yang berhak memperoleh SUKMA Lanjutan. Peserta didik yang berhak dilibatkan dalam penilaian akhir pendidikan keaksaraan usaha mandiri adalah mereka yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Sudah mengikuti proses pembelajaran pendidikan keaksaraaan usaha mandiri selama minimal 86 menit. 2. Telah tuntas mempelajari semua kompetensi keaksaraan usaha mandiri yang telah ditetapkan; 3. Kehadiran minimal 80% dibuktikan dengan daftar hadir dan portofolio kemajuan belajar. Adapun kompetensi keaksaraan yang menjadi aspek penilaian akhir pendidikan keaksaraan usaha mandiri, meliputi dimensi pengetahuan dan keterampilan yang berkenaan dengan kompetensi: 1. Membaca dan menulis; teks penjelasan, teks khusus, teks petunjuk atau arahan, teks narasi, teks laporan, teks tabel/diagram; 2. Berhitung; bangun datar dan bangun ruang, pecahan sederhana (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian bilangan, desimal dan persen), berat, dimensi/ukuran, biaya produksi, uang, luas, panjang, waktu, volume, berat, dan suhu yang berkaitan dengan kegiatan usaha. Penilaian akhir pendidikan keaksaraan usaha mandiri dilaksanakan di masingmasing lembaga penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dan unsur yang menjadi tim pelaksana penilaian akhir ini adalah pendidik atau tenaga kependidikan yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Ditetapkan melalui SK yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kepala Bidang PNF. 2. Berpendidikan minimal SMA/Sederajat, kecuali untuk daerah-daerah tertentu. 3. Terdaftar dalam struktur organisasi lembaga penyelenggara pendidikan keaksaraan dasar. Adapun jenis soal yang dapat dikembangkan dalam instrumen penilaian akhir pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: 1. Soal menjodohkan; memberi tugas kepada peserta untuk menjodohkan atau mencocokan; 2. Soal essai; mengacu pada soal yang jawabannya berupa uraian; 3. Soal pertanyaan; terdiri dari butir-butir soal yang dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang diawali dengan kata tanya; 4. Soal pertanyaan jawaban pendek; jawaban terhadap jenis soal ini diharapkan diberikan secara singkat dan pendek; 34 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 35
24 5. Soal melengkapi; terdiri dari butir-butir soal yang masing-masing berbentuk wacana pendek yang harus dilengkapi oleh peserta pada bagian yang dikosongkan dari teks aslinya. Setiap soal dalam instrumen penilaian akhir harus disertai pedoman penilaian secara rinci (seperti contoh yang terdapat pada sub-bab pengembangan RPP) sehingga tidak diperlukan adanya pembobotan dan dapat mempergunakan skala 100 dengan rumus: Nilai akhir = Jumlah skor menulis+ membaca+berhitung x 100 Jumlah skor maksimum Adapun klasifikasi dan predikat kompetensi keaksaraannya sebagai berikut: Rentang Nilai Klasifikasi Nilai Predikat A Sangat Baik B Baik C Cukup 54 D Kurang Peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berhak memperoleh SUKMA-L, dalah mereka yang memenuhi kriteria: 1. Minimal mendapatkan nilai 55 dengan kriteria cukup, dan; 2. Disertai deskripsi sikap positif berdasarkan penilaian dari pendidik. 3. Disiplin selama mengikuti pembelajaran (80% kehadiran dari 86 jam pelajaran). BAB IV MONITORING, EVALUASI, DAN PENGAWASAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI A. Monitoring Monitoring merupakan kegiatan rutin dan berkala yang bertujuan untuk menggali informasi berkenaan dengan teknis dan dinamika penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang fungsinya untuk mengetahui apakah program berjalan dengan baik atau tidak. Selain itu berfungsi juga untuk memperoleh catatan tentang permasalahan dan saran untuk perbaikan program, supaya jalannya program tidak terganggu. Monitoring dilaksanakan secara rutin oleh pendidik dan tenaga kependidikan dan/atau pemerintah pusat serta pemerintah daerah selama program pendidikan keaksaraan usaha mandiri berlangsung yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program untuk memperoleh catatan tentang kondisi program dan saran/masukan perbaikan program. Adapun sasaran pelaksanaan monitoring antara lain: 1. Program pembelajaran; 2. Pelaksanaan pembelajaran; 3. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran; 4. Motivasi belajar peserta didik; 5. Kegiatan praktik berusaha peserta didik. B. Evaluasi Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memeriksa apa yang sudah dilaksanakan dan bagaimana hasil pencapaiannya dengan cara menilai secara sistematik dan objektif untuk menghasilkan informasi mengenai relevansi dan pencapaian tujuan dari program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dilaksanakan secara berkala oleh pendidik dan tenaga kependidikan, pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah. 36 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 37
25 Adapun sasaran dari pelaksanaan evaluasi program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: 1. Pencapaian SKL; 2. Kesesuaian RPP dengan silabus, KI-KD dan kondisi lokal; 3. Tingkat keterlaksanaan RPP; 4. Kinerja pendidik, tenaga kependidikan dan narasumber teknis; 5. Tingkat partisipasi peserta didik; 6. Kemajuan belajar peserta didik; 7. Tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik. 8. Kondisi dan kebermanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran; 9. Penggunaan biaya program C. Pengawasan Pengawasan merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dari unsur Penilik dan/atau unsur Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, serta penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu melaksanakan program secara lebih baik, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pengawasan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain dapat dilaksanakan dengan cara diskusi, dialog, curah pendapat, dan bimbingan teknis D. Tindak Lanjut 1. Penyelenggara berkewajiban untuk menyusun laporan perkembangan dan laporan akhir program untuk diteruskan kepada unsur-unsur yang kompeten, antara lain; Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, dan/atau mitra terkait. 2. Melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait untuk memfasilitasi program pasca pembelajaran keaksaraan usaha mandiri, terutama untuk memfasilitasi dan memotivasi lulusan pendidikan keaksaraan usaha mandiri untuk mengikuti program Paket A. 3. Melaksanakan pengembangan usaha peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri. E. Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat diukur dari: 1. Pembelajaran berjalan kurang lebih 3 (tiga) bulan dengan struktur program belajar minimal 86 jam@60 menit; 2. Tingkat kehadiran peserta didik minimal 80 % dibuktikan dengan daftar kehadiran dan kemajuan belajar; 3. Terdokumentasikannya dokumen pembelajaran dan portofolio hasil kemajuan belajar peserta didik; 4. Minimal 80% peserta didik lulus dan memperoleh Surat Keterangan Melek Aksara Lanjutan (SUKMA-L); 5. Lulusan termotivasi untuk mengikuti program Paket A. 6. Lulusan memiliki keterampilan berusaha dan melaksanakan usaha secara perseorangan maupun kelompok. 38 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 39
26 BAB V PENUTUP PUSTAKA ACUAN Keberadaan panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang transparan, akuntabel, dan berkualitas sehingga dapat mendorong terciptanya pembelajaran efektif, partisipatif dan menyenangkan. Panduan ini juga berguna untuk mendorong tercapainya hasil belajar peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dan dapat menjadi katalisator mempersiapkan warga masyarakat yang termotivasi untuk menjadi peserta didik program Paket A dalam rangka mendukung gerakan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di Indonesia. Apabila terdapat hal-hal yang belum jelas dalam panduan ini, dipersilahkan untuk mencari dan mempelajari referensi lain yang relevan atau dapat menghubungi: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, u.p. Subdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Alamat: Kompleks Kemdikbud. Gedung E Lantai 8 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta, Telepon (021) Faksimili (021) Abu, Ahmadi. (2003). Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Ahmad, Kasina. (2003). Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Bahasa Indonesia di Kelas III SD. Jurnal penelitian : Teknodik Arief, Zaenuddin. (1994). Andragogi. Bandung: Angkasa. Ambary, Abdulla. (1986). Intisari tatabahasa Indonesia. Bandung:Jatnika Depdiknas. Budiningsih, Asri. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djudju, Sudjana. (2000). Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Falah Produksi. Dwijawiyata. (1970). Cakap membaca dan menulis. Yogyakarta: Kanisius Kusnadi, (2005), Pendidikan Keaksaraan, Filosofi, Strategi dan Implementasi. Jakarta: Dit. Dikmas, Ditjen PLS, Depdiknas. Lunandi, A.G. (1987). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Gramedia. Sardiman A.M. (1986). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali. Slameto. (1988). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara. Taqiyuddin. (2005). Pendidikan Untuk Semua. Bandung: Mulia Press 40 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 41
27 LAMPIRAN-LAMPIRAN: Lampiran 1. Contoh Kalender Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri JULI AGUSTUS SEPTEMBER M S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S... a 1 a 2 b 3 b c f 9 f d 9 d d d d d d g e Lampiran 2. Contoh Format Administrasi Kelompok Belajar Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri 1. Buku Induk Peserta didik Buku yang dipergunakan untuk menginventarisir/mencatat tentang keadaan dan biodata yang berkaitan dengan peserta didik. No No Tempat Pendidikan Nama Pas Foto Nama L/P Agama Alamat Ket Urut Induk Tgl Lahir Terakhir Ortu 3X OKTOBER NOPEMBER DESEMBER M S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S l h m 6 m 7 m j j m i k k k a b c d e f g Penyusunan struktur h Hari besar waisak/ libur kepengurusan dan orientasi pendidik Rekuitmen dan penilaian awal i Penilaian hasil belajar 2 peserta didik Hari pertama mulai belajar j Penilaian hasil belajar 3 Liburan idul fitri k Persiapan penilaian hasil belajar Hari pertama mulai belajar setelah l Pelaksanaan penilaian hasil belajar liburan Praktik keterampilan m Penyusunan laporan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri Penilaian hasil belajar 1 n Penyerahan laporan akhir program pendidikan keaksaraan usaha mandiri Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No. Urut Cukup Jelas 2) No. Induk Isikan No. Induk Peserta Didik 3) Nama Cukup Jelas 4) Jenis Kelamin Cukup Jelas 5) Agama Cukup Jelas 6) Tempat Tanggal Lahir Cukup Jelas 7) Pendidikan Terakhir Isikan Pendidikan Terakhir Peserta Didik 8) Nama Orang Tua Isikan Nama Ayah Peserta Didik 9) Alamat Isikan dengan Alamat Peserta Didik 10) Foto Cukup Jelas 11) Keterangan Isikan tentang keterangan yang penting 42 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 43
28 2. Buku Daftar Hadir Peserta didik Merupakan buku yang digunakan untuk mencatat kehadiran peserta didik pada setiap kegiatan pembelajaran. No. Nama Urut Peserta No. Tanggal Didik Induk dst Buku Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Buku yang dipergunakan untuk menginventarisir/mencatat hal-hal yang berkaitan dengan keadaan pendidik dan tenaga kependidikan. No Urut Nama L/P Agama Tempat Tgl Lahir Pendidikan Terakhir Alamat Pas Foto 3X Ket Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No. Urut Cukup Jelas 2) No. Induk Isikan No. Induk Peserta Didik 3) Nama Cukup Jelas 4) Tanggal Isikan dengan tanda titik (.) atau centrang (V) jika hadir; (I) Jika Ijin, (S) Jika Sakit, (A) Jika tanpa keterangan/alpa 3. Buku Daftar Nilai Peserta Didik Buku yang dipergunakan untuk mencatat nilai-nilai hasil penilaian akhir yang mencakup tes formatif, tes sumatif, dan nilai tugas dari peserta didik. Kelompok Belajar : Tahun : No. Nama L/P Nilai dst Keterangan No. Urut Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No. Urut Cukup Jelas 2) Nama Cukup Jelas 3) Jenis Kelamin Cukup Jelas 4) Agama Cukup Jelas 5) Tempat Tanggal Lahir Cukup Jelas 6) Pendidikan Terakhir Isikan pendidikan terakhir peserta didik 7) Alamat Isikan dengan alamat peserta didik 8) Foto Cukup Jelas 9) Keterangan Isikan tentang keterangan yang penting 5. Buku Daftar Hadir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Merupakan buku yang digunakan untuk mencatat kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan pada setiap kegiatan pembelajaran. Nama Tanggal dst Jumlah...,... Mengetahui Tutor, Ketua (..) (..) Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No. Urut Cukup Jelas 2) Nama Cukup Jelas 3) Tanggal Isikan dengan tanda titik (.) atau centrang (V) jika hadir; (I) Jika Ijin, (S) Jika Sakit, (A) Jika tanpa keterangan/alpa 44 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 45
29 No 6. Buku Rencana Pembelajaran Buku rencana/agenda pembelajaran adalah buku yang digunakan untuk mencatat kegiatan proses pembelajaran. Hari, Tanggal Nama Pendidik Tema Pembelajaran Tujuan Khusus Pembelajaran Waktu Paraf Pendidik Ket No 8. Buku Inventaris Barang Buku tempat mencatat segala macam barang inventaris yang sudah/pernah dimiliki oleh kelompok belajar. Jenis Barang Asal Barang Kedatangan Barang Awal Tahun... Kedatangan Barang Akhir Tahun... Rusak Baik Rusak Baik Ket No. Urut Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No Cukup Jelas 2) Hari, Tanggal Cukup Jelas 3) Nama Pendidik Cukup Jelas 4) Tema Pembelajaran Isikan pokok bahasan yang dibahas 5) Tujuan Pembelajaran Isikan tujuan pembelejaran 6) Waktu Isikan dengan jam pelajaran 7) Paraf Pendidik Isikan dengan tanda tangan pendidik 8) Keterangan Isikan tentang keterangan yang penting 7. Buku Tamu Buku yang dipergunakan untuk mencatat setiap tamu/kunjungan yang datang ke kelompok belajar Hari, Tanggal Nama Alamat Instansi Jabatan Maksud/ Tujuan Kesan dan Pesan Tanda Tangan Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No Cukup Jelas 2) Jenis Barang Isikan dengan nama barang 3) Asal Barang Isikan dari mana barang tersebut didapat 4) Keadaan Barang Isikan kondisi barang pada awal dengan Awal Tahun... memberi tanda (V) 5) Keadaan Barang Isikan kondisi barang pada akhir dengan Akhir Tahun... memberi tanda (V) 6) Keterangan Isikan keterangan yang penting 9. Buku Kas Umum Buku yang dipergunakan untuk mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran biaya yang ada di kelompok belajar. No Tanggal Uraian No. Bukti Penerimaan Pengeluaran Saldo Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No Urut Cukup Jelas 2) Hari, Tanggal Cukup Jelas 3) Nama Cukup Jelas 4) Alamat Instansi Isikan alamat kantor/instansi 5) Jabatan Isikan jabatan pengunjung/tamu 6) Maksud/Tujuan Isikan apa maksud kedatangan 7) Kesan dan Pesan Isikan kesan dan pesan selama kunjungan 8) Tanda tangan Isikan dengan tanda tangan pihak/tamu yang berkunjung Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No Cukup Jelas 2) Tanggal Isikan tanggal transaksi 3) Uraian Isikan uraian transaksi 4) No. Bukti Isikan dengan nomor kuitansi/nota 5) Penerimaan Isikan jumlah dana yang diterima 6) Pengeluaran Isikan jumlah dana yang dikeluarkan 7) Saldo Isikan jumlah sisa dana 46 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 47
30 No. Urut 10. Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar Buku ini dipergunakan untuk mencatat setiap surat keluar ataupun surat masuk/yang diterima oleh kelompok belajar. No. Surat Tanggal Surat Perihal M/K Pengirim Tujuan Surat Keterangan Data Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Narasumber Teknis Nama Kelompok/Rombongan Belajar : Desa/Kelurahan : Kecamatan : NO. NAMA L/P TEMPAT, TGL LAHIR PENDIDIKAN ALAMAT KETERANGAN Petunjuk Pengisian: Kolom Isian 1) No. Urut Cukup Jelas 2) No. Surat Cukup Jelas 3) Tanggal Surat Cukup Jelas 4) Perihal Surat Cukup Jelas 5) MK Isikan dengan huruf M jika surat masuk dan huruf K jika surat keluar 6) Pengirim Isikan dengan asal surat 7) Tujuan surat Isikan dengan alamat/instansi yang dituju 8) Keterangan Isikan tentang informasi penting tentang surat yang diterima/ dikirim, misalnya: penting, segera ditindaklanjuti, dll. 11. Papan Nama Mengetahui Penilik/Dinas Pendidikan Kab/Kota...,..... Ketua Penyelenggara KELOMPOK/ROMBONGAN BELAJAR.. Desa/Kelurahan Kecamatan. (..) (..) Menyelenggarakan Program: Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri Di bawah Binaan Dinas Pendidikan Kab/Kota Provinsi.. 48 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 49
31 Lampiran 3 Contoh Instrumen Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri 1. Instrumen Monitoring No. Aspek Monitoring 1 Peserta Didik 2 Kinerja Pendidik 3 Tenaga Kependidikan 4 Sarana Prasarana 5 Program Kerja 6 Proses Pembelajaran 7 Pembiayaan Kondisi/ Keaadaan 2. Instrumen Evaluasi dan Pengawasan Masalah Kesesuaian RPP dengan silabus, KI-KD dan kondisi lokal No Aspek Deskripsi 1 Kesesuaian dengan kondisi lokal 2 Kesesuaian SKL, KI, KD dan Silabus 3 Penyusunan tema/ subtema RPP sesuai dengan kondisi alam daerah. RPP sesuai dengan situasi sosial dan budaya daerah. RPP Sesuai dengan sarana dan prasarana pendukung Rumusan aktivitas dalam RPP sederhana, mudah dipahami dan operasional. Sesuai dengan kondisi kehidupan peserta didik RPP sudah mengacu pada silabus dan KI-KD. Silabus sudah disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah Menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan silabus dan KI-KD. Tema/subtema yang dipilih sudah bersifat aktual, kontekstual, dan menarik. Tema yang dipilih berkaitan dengan dinamika kehidupan peserta didik. Alternatif Pemecahan Masalah Kondisi Ya Tidak Keterangan No Aspek Deskripsi 4 Komponen RPP a. RPP minimal memuat:» Identitas kelompok belajar, tema/subtema, dan alokasi waktu.» KI-KD dan indikator pencapaian kompetensi.» Materi pembelajaran.» Kegiatan pembelajaran meliputi pendahuluan, inti, dan penutup.» Penilaian dan program tindak lanjut.» Media, alat, bahan, dan sumber belajar. b. Perumusan indikator telah memenuhi hal-hal:» Satu KD dirumuskan minimal dalam dua indikator.» Perumusan indikator dalam bentuk kata kerja operasional.» Rumusan indikator memberikan arahan bentuk kegiatan pembelajaran sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas rombongan belajar. c. Materi pembelajaran sesuai dengan tema/subtema dan KD. d. Kegiatan pembelajaran bersifat kontekstual dan memuat aktifitas diskusi, praktek kerja mandiri/ kelompok, pemecahan masalah dalam mendukung pencapaian kompetensi. e. Memuat penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam bentuk observasi perilaku, tes tertulis, dan tes praktek atau tes uraian/pemecahan masalah sederhana untuk mengungkap gagasan peserta didik. f. Memuat kriteria pembelajaran remedial berdasarkan hasil penilaian. g. Memuat alat, media, dan sumber belajar sesuai tema, kompetensi dan kapasitas rombongan belajar. Tingkat keterlaksanaan RPP No Aspek Deskripsi 1 Kegiatan pendahuluan Diawali dengan kegiatan berdoa Memotivasi peserta didik Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari Menyampaikan cakupan materi pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan Menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan sebagai bahan penilaian Kondisi Ya Tidak Kondisi Ya Tidak Keterangan Keterangan 50 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 51
32 No Aspek Deskripsi 2 Kegiatan inti Memuat aktivitas peserta didik secara mandiri dan kelompok dalam mencapai kompetensi. Pendidik memperhatikan dan membangun sikap positif peserta didik selama proses pembelajaran. Memuat aktifitas mencoba, mempraktekkan, simulasi, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan percobaan, mengumpulkan data. Memuat aktifitas komunikasi melalui laporan secara lisan dengan atau tanpa alat bantu presentasi, terkait dengan tema/subtema dan KD-KD yang harus dicapai. 3 Kegiatan penutup 4 Alat, media, bahan dan sumber belajar Memuat rangkuman/simpulan dari materi yang dipelajari. Melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Membuat kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial atau tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik. Menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya Peralatan pembelajaran dan media belajar yang tersedia didayagunakan. Bahan ajar dan buku yang tersedia didayagunakan. Kondisi Ya Tidak Keterangan Proses pencapaian SKL No Aspek Deskripsi 1 Program remedial 2 Kelengkapan tugas Memberikan bantuan khusus pada peserta didik yang memiliki kesulitan belajar tertentu. Memberikan tugas-tugas yang bervariasi untuk memperkuat penguasaan kompetensi. Melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan program pembelajaran remedial. Melakukan diagnosis untuk mengidentifikasi jenis dan sifat kesulitan dan merancang kemungkinan bantuan. Membuat dan melaksanakan program tindak lanjut remediasi. Melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan program pengayaan. Melakukan diagnosis dan merumuskan tugas pemecahan masalah kontekstual dan sederhana dalam bentuk kerja kelompok, kerja mandiri, atau pemberian pembelajaran untuk kompetensi tertentu yang belum dipelajari. Merancang bentuk pembelajaran yang sesuai untuk belajar kelompok dan belajar mandiri. Kondisi Ya Tidak Keterangan Tingkat partisipasi peserta didik No Aspek Deskripsi 1 Kehadiran Mengikuti keseluruhan program pembelajaran secara tepat waktu. Tempat belajar strategis yang memungkinkan peserta didik hadir secara aktif. 2 Kelengkapan tugas 3 Keaktifan dalam kegiatan belajar Melaksanakan dan menyelesaikan tugas mandiri dan kelompok secara lengkap. Hasil kerja pelaksanaan tugas sesuai kriteria yang ditetapkan dalam RPP Serius mengikuti seluruh proses belajar. Tugas yang diberikan pada peserta didik menarik dan menantang sesuai kapasitas peserta didik. Aktif melakukan interaksi pendidik-peserta didik dalam bentuk tanya jawab, diskusi untuk mencapai kompetensi. Kondisi Ya Tidak Keterangan 52 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 53
33 Lampiran 4 Contoh Instrumen Penilaian Sikap Peserta Didik Rombongan Belajar :... Tema Belajar :... Waktu Pengamatan :... Sikap yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah sikap religius, kepedulian, terbuka, disiplin, bertanggung jawab dan bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri Keterangan: 1. K (kurang) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas 2. C (cukup) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten 3. B (baik) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten 4. SB (sangat baik) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten. Instrumen: Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. Lampiran 5 Jurnal Pengamatan Sikap Peserta Didik Kelompok Belajar :... Tema Belajar :... Waktu Pengamatan :... No Nama Kepedulian Jujur Bertanggung jawab Disiplin Kerja Keras No. Nama Keterbukaan Dalam Menerima Informasi Bekerja Keras K C B SB K C B SB PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI 55
34 CATATAN: 56 PANDUAN PENYELENGGARAAN DAN PEMBELAJARAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN LANJUTAN
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN LANJUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Sikap Wirausaha Seri 2 Pandai Mencari Peluang Usaha Seri 3 Terampil Membuat Produk Usaha Seri 4 Terampil Menghitung Biaya Produksi Usaha Seri 5
2 Menetapkan : Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); 3
No. 1264, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDIKBUD. Pendidikan Keaksaraan Dasar. Pedoman. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI
PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI i KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Pasca tahun 015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan pendidikan global,
PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR
PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR i KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan pendidikan global, yaitu
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Sikap Wirausaha Seri 2 Pandai Mencari Peluang Usaha Seri 3 Terampil Membuat Produk Usaha Seri 4 Terampil Menghitung Biaya Produksi Usaha Seri 5
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Sikap Wirausaha Seri 2 Pandai Mencari Peluang Usaha Seri 3 Terampil Membuat Produk Usaha Seri 4 Terampil Menghitung Biaya Produksi Usaha Seri 5
Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan. Agenda pendidikan tahun 2030, komitmen dunia untuk mendukung kesempatan
i KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat KATA PENGANTAR Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO
Bahan Ajar Keaksaraan Dasar Tema Kehutanan
Bahan Ajar Keaksaraan Dasar Tema Kehutanan Seri 1 Membaca dan Menulis Huruf Seri 2 Membaca, Menulis Angka dan Kalimat Sederhana Seri 3 Belajar Berhitung Permulaan Seri 4 Membaca dan Menulis Teks Sederhana
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Seri 2 Seri 3 Seri 4 Seri 5 Seri 6 Seri 7 Sikap Wirausaha Pandai Mencari Peluang Usaha Terampil Membuat Produk Usaha Terampil Menghitung Biaya
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan 32 SILABUS PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Seri 2 Seri 3 Seri 4 Seri 5 Seri 6 Seri 7 Sikap Wirausaha Pandai Mencari Peluang Usaha Terampil Membuat Produk Usaha Terampil Menghitung Biaya
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian
Bahan Ajar Keaksaraan Usaha Mandiri Tema Pertanian Seri 1 Sikap Wirausaha Seri 2 Pandai Mencari Peluang Usaha Seri 3 Terampil Membuat Produk Usaha Seri 4 Terampil Menghitung Biaya Produksi Usaha Seri 5
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP. Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP
EDISI : 2. PENGEMBANGAN RPP Modul : Pengembangan RPP Soal-soal seputar RPP Mekanisme Pengembangan RPP 1. Perencanaan Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
(Contoh) DESAIN PEMBELAJARAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C UPT SKB KABUPATEN BANDUNG
(Contoh) DESAIN PEMBELAJARAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C UPT SKB KABUPATEN BANDUNG UPT SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KABUPATEN BANDUNG 2017 DESAIN PEMBELAJARAN Oleh: Yaya Sukarya,
Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
95 Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan
i KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Pasca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan pendidikan global, yaitu memastikan pendidikan yang
2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.71, 2013 PENDIDIKAN. Standar Nasional Pendidikan. Warga Negara. Masyarakat. Pemerintah. Perubahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
Panduan Teknis Apresiasi Layanan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Melalui. Lomba Keberaksaraan Warga Belajar Pendidikan Keaksaraan Tahun 2017
Panduan Teknis Apresiasi Layanan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Melalui Lomba Keberaksaraan Warga Belajar Pendidikan Keaksaraan Tahun 2017 DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DAN KESETARAAN
Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas Terkait Akreditasi PAUD dan PNF
Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas Terkait Akreditasi PAUD dan PNF Harris Iskandar Direktur Jenderal Disampaikan pada Rapat Koordinasi BAN PAUD dan PNF dan BAP PAUD dan PNF Tahun 2017 Bogor, 23 November
Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
Prinsip dan Langkah-Langkah Pengembangan Silabus A. Prinsip Pengembangan Silabus Prinsip-prinsip pengembangan silabus adalah: 1. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus
PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG
PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa untuk membina dan mengembangkan
WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA Nomor : 14 Tahun 2008 Lampiran : - TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN NON FORMAL DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,
BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis
67 BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di SMP Muhammadiyah 3 Ampel Boyolali Perencanaan adalah proses dasar
RPP. Pengertian RPP. Komponen RPP
RPP Pengertian, Komponen dan Prinsip Penyusunan RPP Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu
MONITORING DAN EVALUASI
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN NSPK Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria PETUNJUK TEKNIS MONITORING DAN EVALUASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,
2016, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L
No. 1449, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPORA. Sentra Pemberdayaan Pemuda. PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG SENTRA PEMBERDAYAAN PEMUDA DENGAN
Penataan Kelembagaan PKBM
Penataan Kelembagaan PKBM Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) serta
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 2 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
Kelompok Materi: Pokok
Silabus Pelatihan SILABUS PELATIHAN Kelompok Materi: Pokok 127 Materi Pelatihan: 2.3.b. Review Hasil Praktik Pembelajaran dan Penilaian Alokasi Waktu: 2 JP ( 90 menit) No Kompetensi Uraian Materi Kegiatan
KEBIJAKAN DITJEN PAUD DAN DIKMAS DALAM PENGEMBANGAN MUTU SATUAN PENDIDIKAN PAUD DAN DIKMAS
KEBIJAKAN DITJEN PAUD DAN DIKMAS DALAM PENGEMBANGAN MUTU SATUAN PENDIDIKAN PAUD DAN DIKMAS Ir. Agus Pranoto Basuki, M.Pd KEPALA BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PAUD
KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas
KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal PNFI Depdiknas i Pendidikan diselenggarakan secara berkeadilan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat baik lokal, nasional, maupun global sehingga mampu mewujudkan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 2 : Tugasku Sehari-Hari di Sekolah Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Berdasarkan : Permendikbud no. 22/2016 Tentang Standar Proses endidikan Dasar &
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PEMBIMBING PADA KURSUS DAN PELATIHAN
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PEMBIMBING PADA KURSUS DAN PELATIHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
II. TINJAUAN PUSTAKA. sebagai ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Sedangkan
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Profil Guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:1386), profil didefinisikan sebagai ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Sedangkan guru adalah
RPP. Pengertian RPP. Komponen RPP
RPP Pengertian, Komponen dan Prinsip Penyusunan RPP Pengertian RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu
Bansos Peningkatan Kapasitas Tempat Uji Kompetensi
1 i ii SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kebijakan pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan
KEBIJAKAN DAN KOORDINASI KEGIATAN DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT TAHUN 2015
KEBIJAKAN DAN KOORDINASI KEGIATAN DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT TAHUN 2015 Disampaikan pada Temu Koordinasi Penyelenggara Program Pendidikan Masyarakat Bandung, 30 April 2015 oleh: Dr. Ir.
BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN
BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Dalam bab ini diuraikan proses pengembangan model penilaian otentik dalam pembelajaran membaca pemahaman yang telah
Kelompok Materi: Pokok
Silabus Pelatihan Silabus Pelatihan Kelompok Materi: Pokok 119 Materi Pelatihan Alokasi Waktu : 2.3.a. Praktik Pembelajaran dan Penilaian : 6 JP ( 270 menit) No Kompetensi Uraian Materi Kegiatan dan Teknik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.174, 2014 PENDIDIKAN. Pelatihan. Penyuluhan. Perikanan. Penyelenggaraan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5564) PERATURAN PEMERINTAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan
Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas dalam Penguatan dan Pemanfaatan Hasil Akreditasi
Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas dalam Penguatan dan Pemanfaatan Hasil Akreditasi Harris Iskandar Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Disampaikan pada Rakornas BAN PAUD dan PNF Tahun 2018 Yogyakarta, 22
REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat
REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat PRODI ILMU SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 REVIEW
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU A. Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Sarjana
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI. A. SIMPULAN Berdasarkan temuan dan hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan studi
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI A. SIMPULAN Berdasarkan temuan dan hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan studi pendahuluan, uji coba terbatas, uji coba lebih luas dan uji validasi,
A. KUALIFIKASI PEMBIMBING
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2009 TANGGAL 30 JULI 2009 A. KUALIFIKASI PEMBIMBING STANDAR PEMBIMBING PADA KURSUS DAN PELATIHAN Standar kualifikasi pembimbing pada kursus
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
PERAN PENTING SAKA WIDYA BUDAYA BAKTI DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PAUD DAN PNFI
PERAN PENTING SAKA WIDYA BUDAYA BAKTI DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PAUD DAN PNFI Disampaikan pada Kegiatan Workshop Saka Widya Budaya Bakti Di Pekanbaru Riau tgl 9 April 2015 DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 733 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN NON FORMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 733 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN NON FORMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang BUPATI GARUT, : a. bahwa sehubungan dengan telah
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 3 : TUGASKU SEHARI-HARI Nama Sekolah : Kelas / Semester : II / 1 Nama Guru NIP / NIK : : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
GUBERNUR GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG KURIKULUM MUATAN LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG KURIKULUM MUATAN LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR GORONTALO, Menimbang Mengingat : a. bahwa pendidikan
BUPATI MESUJI PERATURAN BUPATI MESUJI NOMOR TAHUN 2017
BUPATI MESUJI PERATURAN BUPATI MESUJI NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN PARTISIPATIF DI LINGKUP DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MESUJI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia. Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
1. BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT PEMBERANTASAN TRIBUTA DAN PENGANGKATAN MURID PUTUS SEKOLAH KABUPATEN BANYUWANGI Menimbang
P Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
P Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan engembangan program pendidikan keaksaraan dan kesetaraan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat di luar sistem persekolahan, sebagai
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN TEMU KOORDINASI PENYELENGGARA PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN TEMU KOORDINASI PENYELENGGARA PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT Ida M Kosasih Kepala Sub Direktorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat Bindikmas DIREKTORAT JENDERAL
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP KD Bagian D 4.12 Memerankan isi fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar Indikator
Nama : Moch. Hasan Bhasri Prodi : Pendidikan Bahasa Indonesia NIM : 170141004 Nama Sekolah : SMK Bhasri Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/2 Alokasi Waktu : 8 JP RENCANA PELAKSANAAN
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 41 SERI E
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 41 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PROFESIONAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN
PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 4 : Tugasku Dalam Kehidupan Sosial Pembelajaran Ke : 2 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Standar Isi BSNP yang diterapkan di SD Kreatif The naff Deskripsi dan analisis data penelitian ini menggambarkan data yang diperoleh di lapangan melalui instrumen
PANDUAN PENGEMBANGAN RPP
PANDUAN PENGEMBANGAN RPP 1. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.539,2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN KRISTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK
KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN. M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate)
1 KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate) I. Pendahuluan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG, Menimbang : a. bahwa bidang pendidikan merupakan
-2- Mengingat : Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REP
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2017 PEMBANGUNAN. Konstruksi. Jasa. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6018) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Panduan Penyusunan KTSP jenjang Dikdasmen BSNP KURIKULUM 2013? (Berbasis Scientific Approach)
BAB I PENDAHULUAN. masih mengalami hambatan sehingga program-program yang diluncurkan untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah buta aksara sebagai suatu masalah nasional sampai saat ini masih belum tuntas sepenuhnya. Berbagai usaha dalam upaya penanggulangannya masih mengalami
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data MAN Purwodadi adalah Madrasah Aliyah Negeri yang terletak di kabupaten Grobogan jawa tengah, tepatnya di jalan diponegoro no. 22 Purwodadi. Sekolah tersebut
KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2
KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : SDN MANUKAN KULON Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru NIP / NIK : EKO BUDIYONO
BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK
BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK A. Latar Belakang Pemikiran Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keragamannya yang terdapat
RPP Theory A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN. Oleh: Fitta Ummaya Santi
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN Oleh: Fitta Ummaya Santi Fitta Ummaya Santi SASARAN Peserta didik program pendidikan keaksaraan dasar adalah penduduk buta aksara, usia 15-59 tahun Tutor Memiliki
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Warga masyarakat yang buta aksara merupakan penghambat utama baginya untuk bisa
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Warga masyarakat yang buta aksara merupakan penghambat utama baginya untuk bisa mengakses informasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap positifnya. Akibatnya,
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
131 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Keterampilan sosial dalam pembelajaran IPS aspek perilaku yang berhubungan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 5 : 1 x Pertemuan (6 x 35
Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi
Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi 1 Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi i ii Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Setifikasi Kompetensi SAMBUTAN Direktur
DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK TAHUN KODE JUKNIS : 28-PS NAMA PROGRAM : BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang Mengingat : a. bahwa pendidikan
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa pendidikan nasional
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN DAN PENETAPAN CAPAIAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI KABUPATEN PASURUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) HANDOUT PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK TAHUN 2015
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) HANDOUT PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK TAHUN 2015 DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
BAB I PENDAHULUAN. tantangan yang lebih terbuka, sehingga sangat dibutuhkan kehadiran setiap
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Kehidupan masa mendatang cenderung semakin kompleks dan penuh tantangan yang lebih terbuka, sehingga sangat dibutuhkan kehadiran setiap insan yang kompeten
LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016
` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 1 Penegasan Istilah Istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan terutama untuk
LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016
` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR
Kegiatan Pembelajaran
C. Sosiologi Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG
SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG Kegiatan Belajar 5 : Med PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Penulis: Prof. Dr. Sunardi, M.Sc Dr. Imam Sujadi, M.Si Penelaah: Prof. Dr. rer. nat. Sadjidan,
