BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Herman Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Pada tugas akhir ini digunakan dasar- dasar teori yang menjadi landasan utama penelitian, antara lain sebagai berikut : Decision Support System (DSS) DSS merupakan sistem terkomputerisasi yang didesain sedemikian rupa guna membantu pembuat keputusan untuk memilih satu dari berbagai macam alternatif solusi atas suatu permasalahan. DSS dibuat secara interaktif, fleksibel, dan adaptable pada sistem komputer dengan memanfaatkan decision rules, model, database, dan kemampuan pembuat keputusan untuk mencapai solusi terbaik dari suatu permasalahan. DSS memiliki karakteristik yaitu dapat menangani data informasi yang besar, memproses data dari sumber yang berbeda termasuk data internal maupun eksternal, menyediakan fleksibilitas data sesuai kebutuhan pembuat keputusan, memiliki orientasi grafis dan tekstual (tabel, chart, dan trend line), serta kemampuan analisis data informasi untuk menghasilkan alternatif solusi yang memuaskan bagi pembuat keputusan (Tripathi, 2011). Area pengelolaan dan perencanaan DSS memiliki komponen fundamental untuk memodelkan data, yaitu (Druzdzel & Flynn, 2002): a. Database Management System (DBMS) DBMS berperan sebagai storage data untuk DSS. DBMS menyimpan semua informasi dari dunia nyata untuk diolah dalam DSS. b. Model-base Management System (MBMS) MBMS berfungsi untuk menyediakan model spesifik yang digunakan dalam DSS. c. Dialog Generation and Management System (DGMS) DGMS berperan sebagai interaksi utama antara user dengan DSS. Oleh karena itu, DGMS perlu menyediakan interface yang memberikan kemudahan penggunaan bagi user. 1
2 Ontologi Definisi Ontologi Ontologi berasal dari kata ontos yang artinya sesuatu yang berwujud. Jadi, ontologi adalah teori/ ilmu tentang wujud dan hakikat yang ada (Bakhtiar, 2014). Ontologi merupakan spesifikasi dari sebuah konsep. Ontologi memiliki kemampuan untuk memberikan pemahaman terhadap ambiguitas komunikasi sehingga memudahkan user dalam melakukan pencarian informasi (Smith, 2004). Ontologi tidak memiliki standar khusus untuk disebut salah atau benar. Kualitas ontologi dapat dilihat dari aplikasi yang dibangun. Ketika aplikasi yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan user dan menjawab permasalahan yang ada, maka ontologi dianggap baik. Manfaat membangun ontologi antara lain (Oberle & Volz, 2000): a) Dapat membagi pemahaman umum dari struktur informasi antara manusia atau software agent. b) Memungkinkan reuse, update, dan sharing informasi. c) Menciptakan domain asumsi secara eksplisit atau jelas. d) Dapat memisahkan domain knowledge dari operasional knowledge. e) Dapat menganalisis domain knowledge Komponen Ontologi Penelitian mengenai peran penting berbagai komponen yang ada dalam ontologi dijelaskan sebagai berikut (Stab, 2010) : a. Classes (Kelas/ Konsep) Class dalam ontologi menjelaskan konsep- konsep yang ada pada domain. Class berisi sekumpulan objek- objek. Class juga bisa memiliki subclass yang akan merepresentasikan konsep yang lebih spesifik daripada superclass. Class yang paling umum disebut dengan thing. Himpunan class yang saling berhubungan disebut dengan partition. Apabila objek hanya dapat masuk ke dalam anggota sebagian dari partisi perlu untuk dipisah (disjoint). Apabila sebuah partisi dapat mewakili seluruh objek dalam superclass maka partisi tersebut dinamakan exhaustive partition. b. Relationship (Relasi/ Properti) 2
3 Relasi sangat penting dalam sebuah ontologi untuk menjelaskan hubungan antara objek- objek yang ada. Relasi mengandung atribut dengan nilai objek lain. Kumpulan dari relasi ini akan mendeskripsikan semantik atau arti dari sebuah entitas. Dalam ontologi relasi disebut juga slots. c. Instance (Individual) Individual adalah komponen dasar dari suatu ontologi. Individu akan merepresentasikan konsep yang digunakan. Individu inilah yang akan memiliki relasi dengan individu lain untuk memberikan arti pada konsepkonsep tertentu. Gambar 2.1 adalah contoh dari pemodelan ontologi DSS MP-ASI yang dibangun dalam penelitian ini. Gambar 2.1. Ontologi DSS MP-ASI Bahasa dalam Ontologi Ontologi memiliki struktur bahasa formal dan terdefinisi agar dapat digunakan dengan mudah. Struktut bahasa yang menyusun ontologi adalah : a. XML dan Skema XML XML (Extensible Markup Language) merupakan bahasa markup yang didesain untuk menjadi sarana yang mudah dalam mengirimkan dokumen melalui web. XML memiliki kelebihan yakni membuat tag sendiri dan membentuk DTD (Document Type Definition) yang didefinisikan sendiri. Istilah skema biasa digunakan dalam database dan menunjukkan struktur database yang digunakan. Dengan kata lain, skema xml mendefiniskan 3
4 konstrain dan skema class dari dokumen xml (Valentine, Dykes, & Tittel, 2001). Contoh skema xml untuk mendeskripsikan sebuah resep : d. <xs:schema e. xmlns:xs=" f. <xs:element name="mpasi" type="mpasi"/> g. <xs:complextype name="mpasi"> h. <xs:sequence> i. <xs:element name="food" type="xs:string"/> j. <xs:element name="foodsource" k. type="xs:string"/> l. <xs:element name="foodtype" type="xs:string"/> m. <xs:element name="texture" type="xs:string"/> n. <xs:element name="babyage" type="xs:number"/> o. <xs:element name="makingprocess" p. type="xs:string"/> q. <xs:element name="taste" type="xs:string"/> r. <xs:element name="nutrition" s. type="xs:string"/> t. <xs:element name="nutrientfunction" u. type="xs:string"/> v. <xs:element name="malnutrition" w. type="xs:string"/> x. <xs:element name="malnutritioncaution" y. type="xs:string"/> z. </xs:sequence> aa. </xs:complextype> bb. </xs:schema> Dari skema di atas, dapat terbentuk sebuah dokumen XML: cc. <mpasi dd. xmlns:xsi=" ee. xsi:nonamespaceschemalocation="resep.xsd"> ff. <food>pindang Ikan</food> 4
5 gg. <foodsource>ikan</foodsource> hh. <foodtype>makanan Utama</foodType> ii. <texture>lembut</texture> jj. <babyage>6+</babyage> kk. <makingprocess>dikukus</makingprocess> ll. <taste>asin</taste> mm. <nutrition>asam_folat</nutrition> nn. </mpasi> b. RDF dan Skema RDF RDF (Resource Description Framework) adalah bagian utama dari web semantik yaitu format untuk menyediakan informasi dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin. RDF merupakan model sederhana untuk mendeskripsikan hubungan antar resources. Format RDF memungkinkan pengembang untuk mengkombinasikan dua dokumen tersebut. Sedangkan Skema RDF adalah bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan vocabulary yang digunakan RDF (Koubarkis, 2006). Contoh bentuk RDF dalam suatu ontologi adalah format RDF/XML sebagai berikut: oo. <rdf:rdf pp. xmlns:rdf=" qq. xmlns:dc=" rr. <rdf:description ss. rdf:about=" tt. <dc:nama>pindang_ikan</dc:nama> uu. <dc:bahan>ikan_kakap</dc:bahan> vv. </rdf:description> ww. </rdf:rdf> Mekanisme pendeskripsian resource inilah yang merupakan komponen utama yang dikemukakan oleh W3C dimana perangkat lunak dapat menyimpan, menukar, dan menggunakan informasi yang dapat dibaca mesin dan didistribusikan melalui web, yang pada akhirnya user mampu 5
6 dalam menangani informasi tersebut dengan tingkat efisiensi dan tingkat kepastian yang lebih baik (Ibrahim, 2007). c. OWL Ontology Web Language adalah suatu bahasa yang dapat digunakan untuk aplikasi- aplikasi yang tidak hanya menampilkan informasi pada user, tetapi juga memproses isi informasi. Ontologi sendiri dapat didefiniskan sebagai suatu cara untuk mendeskripsikan arti dan relasi dari istilah- istilah yang ada. Untuk membangun OWL bisa menggunakan aplikasi protege (Horridge, 2011). Berikut ini adalah contoh syntax dalam OWL : xx. <owl:class> yy. zz. <owl:oneof rdf:parsetype="collection"> <owl:thing rdf:about="#animalbased"/> aaa. <owl:thing rdf:about="#plantbasedr"/> bbb. <owl:thing rdf:about="#otherproduct"/> ccc. <owl:thing rdf:about="#flavor"/> ddd. </owl:oneof> eee. </owl:class> Decision Support System Berbasis Pemodelan Ontologi Pada beberapa tahun terakhir, ontologi berhasil diimplementasikan dalam pembangunan DSS untuk proses pembuatan keputusan. DSS yang berperan sebagai sistem informasi bagi user (individu maupun organisasi) dalam aktivitas pembuatan keputusan sudah digunakan untuk membuat keputusan pada berbagai domain seperti kesehatan, legalitas, keamanan komputer, dan manajemen konsumsi energi. Secara abstrak, terdapat tiga tahapan dalam proses membuat keputusan menggunakan pemodelan ontologi : a. Formulasi permasalahan b. Pengumpulan dan penyimpanan data terkait c. Reasoning data untuk membuat keputusan Sejak akhir tahun 1960-an penelitian pada DSS mengalami perkembangan dengan adanya teknologi ontologi yang mulai diadaptasi ke dalam DSS melalui beberapa domain aplikasi. Penggunaan ontologi bertujuan untuk menyediakan data dan untuk me-reasoning data guna menghasilkan keputusan. Keuntungan 6
7 menggunakan representasi ontologi sebagai data utama dalam DSS ialah data tersedia dalam format rdf yang bisa dibaca oleh mesin. Selain itu, pembuatan keputusan bisa dilakukan melalui kondisi art logical reasoning services dengan instance rule engines atau ontology reasoner (Rospocher & Serafini, 2012). SWRL (Semantic Web Rules Language) Pemodelan ontologi sebagai knowledge base dalam pembangunan aplikasi DSS MP-ASI mempunyai aturan bahasa yang disebut SWRL. Meskipun bukan merupakan sistem web, aplikasi DSS MP-ASI bisa disebut sebagai aplikasi semantik karena memanfaatkan pemodelan ontologi. Oleh karena itu, aturan bahasa SWRL bisa diterapkan untuk proses pembuatan keputusan. SWRL didasarkan pada OWL sehingga semua aturan diekspresikan dalam konsep OWL (Class, properties, individual, literals). Contohnya adalah sebagai berikut (O'Connor, 2006): Person(Fred) ^ hassibling(fred,?s) ^ Man(?s) -> hasbrother(fred,?s) Person (Julian)^siblingOf(?s, Fred)^Man(?s)-> property(?s, Fred) Dari script tersebut didapatkan informasi bahwa terdapat seseorang bernama Fred yang memiliki saudara s berjenis kelamin laki- laki. Didapatkan pula informasi bahwa ada seseorang bernama Julian yang merupakan saudara laki- laki dari seseorang yang bernama Fred. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Fred dan Julian adalah bersaudara. Dengan SWRL pengembang dapat mengetahui apakah data ontologi sudah saling terhubung dan memunculkan hasil sesuai dengan yang diinginkan (Fortineau & Paviot, 2012). Usability Testing Nielsen (2012) mengatakan bahwa usability adalah analisa kualitatif yang menentukan seberapa mudah menggunakan antarmuka suatu aplikasi. Suatu aplikasi disebut usable jika fungsi- fungsinya dapat dijalankan secara efektif, efisien, dan memuaskan. Efektivitas berhubungan dengan keberhasilan pengguna mencapai tujuan dalam menggunakan suatu perangkat lunak. Efisiensi berkenaan dengan kelancaran pengguna untuk mencapai tujuan tersebut. Kepuasan berkaitan dengan sikap penerimaan pengguna terhadap perangkat lunak. Pengujian usability dilakukan untuk mengevaluasi apakah sebuah aplikasi sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna atau belum. Pengujian dalam usability meliputi lima aspek utama yaitu (Nielsen, 2012): a. Mudah dipelajari (learnability) 7
8 Untuk mengetahui ukuran bagi pengguna dalam memahami,alasan mengakses, dan mengidentifikasi yang di cari. b. Efisiensi (efficiency) Menjelaskan bagaimana ukuran suatu website yang efisien yang dapat menyajikan informasi dengan cepat. c. Mudah diingat (memorability) Menjelaskan apakah nama- nama menu pada website mudah diingat. d. Kesalahan dan keamanan (errors) Menjelaskan seberapa sering website mengalami kesalahan link. e. Kepuasan (satisfaction) Menjelaskan keinginan pengguna bagaimana pengguna dapat pergi kemana saja dalam sebuah website. Pengujian usability dapat dilakukan dengan melibatkan pengguna atau tanpa melibatkan pengguna. Pengujian dengan melibatkan pengguna dapat memberikan informasi langsung dari pengguna tentang bagaimana pengguna menggunakan sistem serta permasalahan yang dihadapi. Pengujian ini terdiri atas metode Field Observation (observasi langsung), Questionnaire (kuesioner) dan Thinking Aloud (Tarabochia, 2008). Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah Quistionnaire. Metode Quistionnaire dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur kepuasan pengguna dan untuk mengetahui opini pengguna terhadap aplikasi yang digunakan. Setelah kuisoner dibagikan dan sudah mendapatkan apreasi dari responden, maka langkah berikutnya adalah mengevaluasi data hasil pengujian usability. Evaluasi usability testing dihitung menggunakan persamaan berikut (Saputra et al, 2014): Usability = Total Skor Jumlah Responden...[1] 8
9 2.2 Penelitian Terkait Penelitian terkait DSS berbasis pemodelan ontologi dalam hal resep makanan pendamping ASI disertai dengan pengelolaan nutrisi bagi bayi usia 6 sampai 24 bulan khususnya belumlah ada, namun jika dalam hal pemilihan menu makanan maupun pengelolaan nutrisi pada umumnya terdapat beberapa penelitian terkait yang dapat menjadi acuan. Tabel 2.1 menunjukkan keterkaitan beberapa penelitian yang menjadi acuan dalam penelitian pembangunan DSS Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Berbasis Pemodelan Ontologi. 9
10 Tabel 2.1. penelitian terkait Ontologi Menggunakan Teknik SWRL No. Referensi Domain Ontologi Hasil Penelitian Keterkaitan Penelitian 1. (Athiyah, 2014) Resep Makanan Model ontologi MP-ASI Penelitian ini mengandung model Pendamping Air Susu ontologi MP-ASI yang bisa Ibu (MP-ASI) digunakan sebagai knowledge dalam aplikasi DSS MP-ASI. 2. (Sari, 2014) Nutrisi Anak Model ontologi nutrisi anak Penelitian ini mengandung model ontologi nutrisi anak yang bisa diintegrasikan dengan model ontologi MP-ASI untuk dikembangkan menjadi aplikasi DSS MP-ASI. 3. (Doshi, 2015) Kandungan Gizi Informasi gizi yang terkandung Penelitian ini memberikan petunjuk Produk Makanan Hasil Olahan Pabrik dalam suatu produk makanan dan rekomendasi batas konsumsi yang penggunaan teknik SWRL untuk proses pembuatan keputusan pada diperbolehkan. aplikasi DSS menggunakan pemodelan ontologi pada domain gizi. 10
11 4. (Thangaraj & Treatment Makanan Rekomendasi bahan makanan yang Penelitian ini mengandung Gnanambal, 2014) Bagi Penderita bisa dikonsumsi oleh penderita pengetahuan tahapan penerapan Kekurangan Vitamin D kekurangan vitamin D. SWRL dengan instance rules untuk pembuatan keputusan dalam pengembangan aplikasi DSS menggunakan pemodelan ontologi pada domain gizi dan treatment malnutrisi. 5. (Su, Chen, & Menu Diet Sehat Rekomendasi menu diet sesuai Penelitian ini memberikan informasi Chih, 2013) dengan aktivitas seseorang agar mengenai penerapan teknik SWRL tetap sehat dan bugar. dan reasoning data untuk pembuatan keputusan dalam pengembangan aplikasi DSS menggunakan pemodelan ontologi pada domain makanan. 11
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.1 : Pengumpulan Data Integrasi Model Ontologi MP-ASI dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. pengembangan sistem yang menggunakan metode SDLC (System Development
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN A. Implementasi Implementasi adalah suatu proses penerapan rancangan program yang telah dibuat kedalam sebuah pemrograman sesuai dengan rencana yang telah di rancang sebelumnya
Definisi Semantic Web
Semantic Web 1 Definisi Semantic Web Semantic web adalah sebuah visi: ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK 4.1. Gambaran Umum Proyek yang penulis dapatkan berawal dari keperluan untuk membuat website Angel Eyes Cloth yang merupakan UKM yang bergelut di bidang clothing. Briefing yang
Kerangka Acuan SURVEI MAWAS DIRI A. PENDAHULUAN
Kerangka Acuan SURVEI MAWAS DIRI A. PENDAHULUAN Survei Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masyarakat kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokok masyarakat setempat dibawah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dibahas mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji kerja daya sisip dari citra terhadap pesan menggunakan kecocokan nilai warna terhadap pesan berbahasa
SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir
SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir Model Ontologi Ontologi adalah suatu konseptual yang formal dari sebuah domain tertentu yang dipakai bersama oleh kelompok orang. Ontologi merupakan teori tentang
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN Gunawan 1, Fandi Halim 2 Program Studi Sistem Informasi,
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi Fajar Saptono, Idria Maita Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Setelah melakukan observasi melalui beberapa sumber diperoleh data yang akan dimodelkan dalam ontologi DSS MP-ASI. Tabel 4.1 menunjukkan daftar data
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL) Catur Bawa 1), Daniel Siahaan 2) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii INTISARI... xv ABSTRACT...
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK 4.1 Perancangan Desain layout iklan interaktif Cheesy Ria Pzza Hut Praktikan ditempatkan pada bagian desain grafis (Graphic Designer) lebih tepatnya junior designer. Selama
APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK. : Faizal Wijayanto NPM :
APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK NAMA : Faizal Wijayanto NPM : 12112697 PEMBIMBING : Dr. Metty Mustikasari, Skom., MSc LATAR BELAKANG MASALAH Masih kurangnya informasi
BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan dengan menggunakan basis data relasional atau dalam bentuk dokumen terstruktur memiliki
BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan data diberbagai bidang ilmu pengetahuan, bisnis ataupun pemerintahan. Pada proses penyediaan
Subsistem manajemen data terdiri dari elemen-elemen berikut ini:
Nama : Fernanda Celsiliya NIM : 155030207111048 E. KOMPONEN UTAMA DECISION SUPPORT SYSTEM Menurut Carter et. al. (1992) Decision Support System (DSS) memiliki tiga komponen utama atau subsistem utama yang
Sistem Penunjang Keputusan, Pertemuan Ke-3
DECISION SUPPORT SYSTEMS Pengertian. Definisi awalnya adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan. Sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam
DECISION SUPPORT SYSTEMS COMPONENTS
DECISION SUPPORT SYSTEMS COMPONENTS Pengertian Suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan
BAB III PERANCANGANDAN KONSEP VISUAL. 3.1 Strategi Perancangan
BAB III PERANCANGANDAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Untuk menyadarkan pengguna baru motor klasik akan pentingnya perawatan dan penggunaan mesin model lama supaya mesin tetap stabil dalam keadaan
PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM
PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM Muhammad Arief Rahman 1, Faisal Rahutomo 2 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang 1 [email protected],
Pendahuluan: Decision Support system STMIK BANDUNG
Pendahuluan: Decision Support system Yus Jayusman Yus Jayusman STMIK BANDUNG Sistem-sistem yang ada dalam Management Support System (MSS). Pengambilan keputusan, penjelasan sistem, pemodelan, dan masalah
URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma.
APLIKASI PENCARIAN PARIWISATA PERAIRAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEB SEMANTIK ABSTRAK Aplikasi pencarian Pariwisata berbasis Web dengan menggunakan pendekatan Semantic Web ini bertujuan
Lampiran 3. Permohonan Data Awal
1 2 3 Lampiran 3 Permohonan Data Awal 4 Lampiran 4 Permohonan Data BPM 5 6 Lampiran 6 Lembar Observasi 7 8 9 Lampiran 9 Kartu Skor Pudji Rochjati 10 11 Lampiran 10 Satuan Acara Penyuluhan & Leaflet 12
Decision Support System (DSS)
Decision Support System (DSS) source : http://nextgeneration.web.id/?p=48 Seiring perkembangan zaman, manusia dituntut membuat berbagai keputusan yang tepat dalam menghadapi permasalahan yang semakin kompleks.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari persoalan persediaan
PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG
1 PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PENANDATANGANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN KEPADA KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 33 Tahun : 2015
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 33 Tahun : 2015 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG PELAYANAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN
GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/3/KPTS/013/2014 TENTANG SEKRETARIAT PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN RESPONSIF GENDER PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum melakukan implementasi aplikasi administrasi perawatan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Kebutuhan Aplikasi Sebelum melakukan implementasi aplikasi administrasi perawatan pesawat, aplikasi ini membutuhkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
IMPLEMENTASI METHONTOLOGY UNTUK PEMBANGUNAN MODEL ONTOLOGI PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI
IMPLEMENTASI METHONTOLOGY UNTUK PEMBANGUNAN MODEL ONTOLOGI PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI Kadek Dwi Pradnyani Novianti Dosen Program Studi Informasi STMIK STIKOM Bali [email protected]
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Asfahana Asyiqin Binti Mohamad Sahimi Tempat/ Tanggal Lahir : Selangor/ 27 Juni 1987 Agama Alamat Riwayat Pendidikan : Islam : Jln. B. Cempaka 3, No.4, Medan Baru : 1. Sekolah
Key Word. KeyWord yang didapatkan dari hasil analisa yang telah dilakukan adalah : DYNAMIC and EXCLUSIVE. Diagram KeyWord
Key Word KeyWord yang didapatkan dari hasil analisa yang telah dilakukan adalah : DYNAMIC and EXCLUSIVE Diagram KeyWord DefinisiKeyWord dynamic: merujuk pada hasil karya yang penuh semangat dan gerak/laju/sehingga
Bagian Humas dan Protokol Pasal 87
Bagian Humas dan Protokol Pasal 87 (1) Kepala Bagian Humas dan Protokol dipimpin oleh seorang Kepala dan mempunyai tugas pokok merencanakan operasional, mengelola, mengkoordinasikan, mengendalikan, mengevaluasi
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang tugas akhir mahasiswa, permasalahan, serta tujuan pembuatan tugas akhir. Selain itu akan dibahas pula mengenai ruang lingkup tugas akhir, metodologi
Bab 2. Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini, dengan judul Software Support for XML Schema Design Patterns and Pattern Matching of XML Schemas
WALIKOTA BANDA ACEH PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH NOMOR 27 TAHUN 2014
WALIKOTA BANDA ACEH PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KOTA BANDA ACEH DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 kekurangan gizi masih
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1. Latar Belakang Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 kekurangan gizi masih menjadi masalah yang cukup besar dan dapat menjadi penyebab kematian terutama pada kelompok berisiko
MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology)
MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology) Atmoko Nugroho Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract In this time a lot of journal
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencarian Pencarian adalah proses untuk menemukan suatu informasi yang kita butuhkan. Misalnya, kita ingin mencari sebuah kata didalam dokumen digital yang kita miliki. Kita
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) adalah sistem komputer yang saling berhubungan dan menjadi alat bantu bagi seorang
ANALISIS PENGUKURAN FAKTOR USABILITY SISTEM INFORMASI KONFERENSI NASIONAL SISTEM DAN INFORMATIKA STIKOM BALI
ANALISIS PENGUKURAN FAKTOR USABILITY SISTEM INFORMASI KONFERENSI NASIONAL SISTEM DAN INFORMATIKA STIKOM BALI Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja STMIK STIKOM Bali Jl Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar
BUPATI BANGKA Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat Bangka Telp. : (0717) Fax : (0717) 92534
BUPATI BANGKA Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat 33215 Bangka Telp. : (0717) 92536 Fax : (0717) 92534 SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN
P9 Perancangan SPK. SQ Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
P9 Perancangan SPK SQ http://sidiq.mercubuana-yogya.ac.id Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta Teknik Perancangan DSS 2 Teknik Perancangan DSS 1.Perancangan dengan cara cepat
2 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1805, 2014 KEMENPAN RB. Analis Keuangan. Pusat. Daerah. Jabatan Fungsional. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR
GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA
DESAIN RULES UNTUK TRANSFORMASI SINTAKS RDF (TEXT) KE RDF BERBASIS GRAFIK DALAM SEMANTIC WEB
DESAIN RULES UNTUK TRANSFORMASI SINTAKS RDF (TEXT KE RDF BERBASIS GRAFIK DALAM SEMANTIC WEB Aditya Prapanca FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang, Surabaya 60 E-mail: [email protected]
PENERAPAN KONSEP FINITE STATE AUTOMATA (FSA) PADA MESIN PEMBUAT MINUMAN KOPI OTOMATIS. Rizky Indah Melly E.P,Wamiliana dan Didik Kurniawan
PENERAPAN KONSEP FINITE STATE AUTOMATA (FSA) PADA MESIN PEMBUAT MINUMAN KOPI OTOMATIS Rizky Indah Melly E.P,Wamiliana dan Didik Kurniawan PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin modern mengubah pola
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DECISION SUPPORT SYSTEMS (DSS) Sistem pendukung keputusan kelompok (DSS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT,
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 27 TAHUN 2009 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATDAN DESA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB V VISUALISASI KARYA
digilib.uns.ac.id BAB V VISUALISASI KARYA 1. Konsep Logo A. Logo Acara dan Graphic Standard Manual Logo dari event Solo Vape Expo menggunakan logotype yang berupa singkatan dari nama event yaitu SOVAPE.
BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN. Dalam tahap pembuatan nya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN PROSES PERANCANGAN Dalam tahap pembuatan nya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: a. Pra Produksi 1) Pengumpulan Data Mengumpulkan data-data yang mendukung terwujudnya karya
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11 / BPSDMP TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11 / BPSDMP - 2016 TENTANG PENYEMPURNAAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR PK.04/BPSDMP-2014
KUESIONER. Strata Pendidikan yang Sedang Diikuti *) : 1. Semester I 2. Semester III 3. Semester V 4. Semester VII
KUESIONER Identitas Subjek Penelitian (*) Lingkari Salah Satu *) : P / W Pendidikan yang Sedang Diikuti *) : 1. I 2. III 3. V 4. VII Berilah tanda ( ) pada SATU jawaban yang PALING BENAR menurut Anda.
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/43/KPTS/013/2006 TENTANG TIM PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA INVESTASI NON PMDN / PMA PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2006 GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang
PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA LEMBAGA RISET: STUDI KASUS BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA LEMBAGA RISET: STUDI KASUS BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) SKRIPSI PITA LARASATI FAUZIAH NUR 1205007074 FAKULTAS
BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI, Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan
BAB II LANDASAN TEORI. digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys
BUPATI BANGKA. Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat Bangka Telp. : (0717) Fax : (0717) 92534
BUPATI BANGKA Jalan A. Yani (Jalur Dua) Sungailiat 33215 Bangka Telp. : (0717) 92536 Fax : (0717) 92534 SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 28 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN
Sesi Perdagangan Pasar Saat ini Setelah Perubahan Sesi Pra-Pembukaan Reguler s.d s.d Sesi I
PERUBAHAN JAM PERDAGANGAN BURSA Peraturan No II-A Tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Diberlakukan: 2 Januari 2013 Pokok Perubahan 1. Memajukan 30 menit awal waktu perdagangan. 2. Penerapan sesi
IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR
IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang
LAMPIRAN 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian
LAMPIRAN LAMPIRAN Surat Ijin Melakukan Penelitian Lampiran Surat Ijin Melakukan Uji Instrumen Penelitian Lampiran Surat Keterangan Uji Pakar Insrtumen Lampiran 4 Surat Keterangan Melakukan Uji
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Spesifikasi Buku Berikut rincian spesifikasi buku: Ukuran : 15 cm x 21 cm Jenis cover : Art carton Material : Fancy Bentuk buku : Persegi panjang (portrait) Fungsi
Dibuat Oleh : 1. Andrey ( )
Dibuat Oleh : 1. Andrey (41813120186) FAKULTAS ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2015 Pemodelan Data dalam rekayasa perangkat lunak adalah proses menciptakan
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL i SKRIPSI S U L H A N 041401025 PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
SISTEM INFORMASI. Oleh Iwan Sidharta, MM NFORMASI
SISTEM INFORMASI Oleh Iwan Sidharta, MM NFORMASI Jenis-jenis Keputusan Menurut Herbert A. Simon, ahli manajemen pemenang Nobel dari Carnegie-Mellon University, keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan
1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka
1. Pendahuluan Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PADA DINAS
BAB IV HASIL & PEMBAHASAN
BAB IV HASIL & PEMBAHASAN Projek desain yang diberikan kepada penulis yaitu mendesain seperti (desain majalah, kalender, brosur, pamflet, undangan, dll) tergantung dari job atau pekerjaan yang di dapatkan
EVALUASI TINGKAT USABILITY WEBSITE PUBLIKASI GEOLOGI
EVALUASI TINGKAT USABILITY WEBSITE PUBLIKASI GEOLOGI (Studi Kasus : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP)) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI KULON PROGO,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Multimedia 2.1.1 Pengertian Multimedia Menurut Vaughan(2011,p1), Multimedia adalah kombinasi teks, gambar, suara, animasi dan video yang disampaikan kepada user melalui komputer.
BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web
BAB IV PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGOLAHAN DATA 4.1 Non-Hirarki Cluster (K-Means Cluster) 4.1.1 Print Output dan Analisa Output A. Initial Cluster Center Initial Cluster Centers Cluster 1 2 Kenyamanan 2 5 Kebersihan 3 5 Luas_Parkir
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.182, 2015 BNPB. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Penanggulangan Bencana. Pemberlakuan. Penetapan. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Beberapa lembaga swasta ataupun pemerintah telah membangun jasa layanan online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Salah satu contoh layanan yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.
STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH
STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH Yunizar Fahmi Badron 1*, Fahrul Agus 2, Heliza Rahmania Hatta 3 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK
BAB IV MATERI KERJA PRAKTEK A. Foto Produk Winston 1. Brief Tugas yang diberikan oleh pembimbing lapangan adalah untuk memoto produk Winston dengan teknik fotografi dan selanjutnya foto tersebut diedit
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Lampiran 1 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Ade Irma Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 23 Juli 1989 Agama : Islam Alamat : Jl. Pendidikan No. 20A Dusun III Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING 3.1. STRATEGI KOMUNIKASI Media komunikasi visual, merupakan media yang tepat dan efektif dalam menyampaikan sebuah informasi. Keberhasilan
BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI
BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 28 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS BINA MARGA DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BUPATI BEKASI Menimbang : a.
II Metodologi. 2. Tataran Sistem. a. Cerita. a) Cerita 1
II Metodologi A. Kerangka Berfikir 1. Tataran Lingkungan Media buku cerita fabel edukasi anak ini terlihat sangat ramah, dan dapat berada di lingkungan pengguna tanpa ada efeknya, karena buku tersebut
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengambilan keputusan berkaitan dengan ketidakpastian dari hasil keputusan yang diambil. Untuk mengurangi faktor ketidakpastian tersebut, keputusan membutuhkan informasi
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah Website merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian
BAB I PENDAHULUAN. sistem lain. Dalam hal tersebut, database yang tersebar di suatu instansi atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, berbagai sistem yang berada di suatu instansi atau perusahaan dimungkinkan untuk saling berkomunikasi, dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini membuat perubahan perilaku dalam pencarian informasi yang berdampak bagi lembagalembaga yang bergerak
PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DATA SEMI TERSTRUKTUR (SEMISTRUCTURED DATA) Keberadaan data semi terstruktur dikarenakan adanya kebutuhan akan format data baru yang kemudian ditempatkan kedalam teknologi basisdata
