BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Devi Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Setelah melakukan observasi melalui beberapa sumber diperoleh data yang akan dimodelkan dalam ontologi DSS MP-ASI. Tabel 4.1 menunjukkan daftar data yang diperoleh dari berbagai sumber. Tabel 4.1. Hasil pengumpulan data No. Sumber Data 1. Ontologi MP-ASI (Athiyah, 2014) Resep makanan Usia bayi Rasa Tekstur Cara olah Bahan 2. Ontologi Nutrisi Anak (Sari, 2014) Nutrisi 3. Pedoman Umum Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) lokal tahun 2006, Depkes RI a Cookbook Healthy Food for Baby and Toodler Australia tahun st E-book Fruit and Vegetable Chart Amerika tahun Pedoman RDA-AI Vitamin Element 2013 Malnutrisi Penyebab malnutrisi Resep makanan Nutrisi bahan makanan per 100 gr Treatment rekomendasi MP-ASI malnutrisi dengan
2 4.2 Hasil Integrasi Ontologi MP-ASI dan Nutrisi Anak Mereview Pemodelan Ontologi MP-ASI dan Nutrisi Anak Pada tahap ini diketahui bahwa sebelumnya sudah pernah ada ontologi dengan domain resep MP-ASI dan ontologi dengan domain nutrisi anak. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kedua ontologi dikaji kembali untuk membentuk ontologi DSS MP-ASI baru yang mengandung informasi kedua ontologi tersebut tanpa menghilangkan value yang ada di dalamnya. Hasil review yang didapatkan dari pemodelan ontologi MP-ASI dan nutrisi anak adalah : a. Diperoleh data konsep (class) untuk digunakan kembali sebagai konsep (class) yang akan membangun ontologi DSS MP-ASI. - Konsep dari model ontologi MP-ASI adalah Bahan_Makanan, Bumbu, Cara_Olah, Jenis_Makanan, Kandungan_Gizi, Nama_Resep, Rasa_Makanan, Tekstur_Makanan, dan Usia_Bayi. - Konsep dari model ontologi nutrisi anak adalah food, food_sources, malnutrition, malnutrition_caution, nutrient, nutrient_function, dan person. b. Diperoleh data properti untuk memberikan makna terhadap konsep yang dibuat. - Properti dari model ontologi MP-ASI adalah hasbahanmakanan, hasbumbu, hascaraolah, hasnamaresep, hasrasa, hasresep, hastekstur, hasusia, isbumbuof, iscaraolahof, isforusia, iskandungangiziof, isnamaresepof, israsaof, isresepof, dan isteksturof. - Properti dari model ontologi nutrisi anak adalah has_caution, has_function, has_source, is_caution_of, dan is_function_of. c. Diperoleh data instance yang merepresentasikan setiap konsep yang digunakan Integrasi Class dan Subclass Penentuan class dan subclass dilakukan berdasarkan pemodelan ontologi MP-ASI dan nutrisi anak. Hasil integrasi class dan subclass yang dilakukan adalah :
3 a. Mengintegrasikan class Bahan_Makanan dengan class food. Integrasi dilakukan karena konsep yang dibangun memiliki kesamaan. Pada class Bahan_Makanan terdapat informasi mengenai bahan makanan yang bisa digunakan atau diolah menjadi MP-ASI. Sedangkan pada class food terdapat informasi mengenai bahan makanan yang bisa diketahui kandungan nutrisinya. Oleh karena itu, kedua class diintegrasikan sebagai class foodsource yang berisi informasi bahan makanan yang bisa diolah menjadi MP-ASI dan dapat diketahui kandungan nutrisinya. b. Mengintegrasikan class Bumbu untuk dimasukkan sebagai subclass flavor dalam class foodsource. Integrasi dilakukan karena bumbu juga merupakan bahan makanan yang diperlukan untuk membuat MP-ASI. c. Mengintegrasikan class Kandungan_Gizi dengan class nutrient menjadi class nutrient. Integrasi dilakukan karena kedua class tersebut mengandung informasi yang sama yaitu informasi mengenai jenis nutrisi. d. Mengintegrasikan class Usia_Bayi dan class person menjadi class babyage. Pada class Usia_Bayi terdapat informasi usia bayi yang masih membutuhkan MP-ASI yaitu usia 6 24 bulan. Sedangkan pada class person terdapat data usia bayi yaitu 6 24 bulan dan data usia anak- anak dari usia 2 13 tahun. Pada penelitian DSS MP-ASI yang akan dibangun akan difokuskan pada bayi yang masih berusia 6 24 bulan, sehingga data usia anak- anak dari model ontologi nutrisi anak tidak digunakan. Class dan subclass lain pada model ontologi MP-ASI dan nutrisi anak tidak diintegrasikan karena class maupun subclass tersebut bersifat unique. Integrasi dilakukan dengan memberikan istilah bahasa Inggris pada setiap class dan subclass yang dibangun, akan tetapi class dan subclass terkait sudah diberikan properti untuk mendefiniskan dalam bahasa Indonesia. Gambar 4.1 menunjukkan class pada model ontologi MP-ASI, gambar 4.2 menunjukkan class pada model ontologi nutrisi anak, dan gambar 4.3 menunjukkan hasil integrasi class pada model ontologi DSS MP-ASI. Deskripsi informasi atas class yang digunakan pada model ontologi DSS MP-ASI ditunjukkan oleh tabel 1 pada lampiran 1. Penggunaan kembali class dan subclass tersebut adalah: a. Class Cara_Olah menjadi class makingprocess b. Class Jenis_Makanan menjadi class foodtype c. Class Nama_Makanan menjadi class food
4 d. Class Rasa_Makanan menjadi class taste e. Class Tekstur_Makanan menjadi class texture f. Class malnutrition g. Class malnutrition_caution menjadi class malnutritioncaution h. Class nutrient_function menjadi class nutrientfunction Gambar 4.1. Class dan subclass pada model ontologi MP-ASI Gambar 4.2. Class dan subclass pada model ontologi nutrisi anak
5 Gambar 4.3. Hasil integrasi class dan subclass pada model ontologi DSS MP-ASI Integrasi Object Property Class Object Property akan membantu pengembang untuk memberikan relasi antara dua konsep, sehingga object property memiliki konsep asal (domain) dan konsep tujuan (range). Integrasi object property yang dilakukan adalah : a. Menggabungkan properti dari model ontologi MP-ASI dan model ontologi nutrisi anak, sehingga properti yang terbentuk adalah : - hascaraolah >< caraolahof - hasrasa >< rasaof - hastekstur >< teksturof - hasusia menjadi hasresep >< isforusia menjadi resepfor - has_caution menjadi hasefek >< is_caution_of menjadi efekof - has_function menjadi hasfungsi >< is_function_of menjadi fungsiof b. Memodifikasi beberapa object property menjadi properti yang lain. - hasbahanmakanan >< bahanmakananof - hasbumbu >< bumbuof - haskandungangizi >< kandungangiziof c. Menghilangkan properti yang tidak digunakan pada model ontologi DSS MP- ASI
6 - hasnamaresep >< isnamaresepof - has_source d. Menambahkan properti baru untuk mengintegrasikan kedua ontologi. Properti baru yang ditambahkan dilakukan untuk memberikan makna atas integrasi model ontologi yang dilakukan. Properti yang ditambahankan ialah hastreatment dengan inverse treatmentof. Properti tersebut digunakan untuk memberikan relasi bahwa suatu tipe malnutrisi tertentu bisa diobati dengan suatu resep MP-ASI. Gambar 4.4 menunjukkan object property dari model ontologi MP-ASI dan nutrisi anak, sedangkan gambar 4.5 menunjukkan hasil integrasi object property pada ontologi DSS MP-ASI. Tabel 4.2 menunjukkan deskripsi dari setiap properti yang dipakai dalam model ontologi DSS MP-ASI. Gambar 4.4. Object property model ontologi MP-ASI (kiri) dan nutrisi anak (kanan) Gambar 4.5. Hasil integrasi object property model ontologi DSS MP-ASI
7 Tabel 4.2. Deskripsi hasil integrasi object property No Object Property Domain Range 1. hascaraolah food makingprocess 2. caraolahof makingprocess food 3. hasefek malnutritioncaution malnutrition 4. efekof malnutrition malnutritioncaution 5. hasfungsi nutrition nutrientfunction 6. fungsiof nutrientfunction nutrition 7. haspenawar malnutrition food 8. penawarof food malnutrition 9. hasrasa food taste 10. rasaof taste food 11. hasresep babyage food 12. resepfor food babyage 13. hastekstur food texture 14. teksturof texture food 15. hastipe food foodtype 16. tipeof foodtype food Integrasi Data Property Class Data property digunakan untuk memberikan hubungan antara dua buah konsep yang memiliki keterangan tambahan setelahnya. Agar data property bisa digunakan dengan baik, maka diperlukan bantuan annotation property sebagai penghubung properti dengan individu yang terkait. Integrasi properti yang dilakukan adalah : a. Menggunakan kembali properti yang diperlukan - Properti has_nutrient menjadi mengandungnutrisi untuk mendefinisikan kadar nutrisi yang dikandung oleh bahan makanan per 100 gr. - Properti needs_nutrient menjadi membutuhkannutrisi untuk mendefiniskan kadar nutrisi yang harus dipenuhi bagi bayi per hari. b. Menghilangkan properti yang tidak digunakan - Properti has_energy
8 - Properti has_normal_length - Properti has_normal_weight - Properti has_old - Properti needs_energy - Properti hasbulan c. Membuat properti baru yang diperlukan dalam model ontologi DSS MP-ASI - Properti kandungannutrisi untuk mendefiniskan kadar nutrisi yang terkandung pada setiap resep MP-ASI. - Properti memerlukanbahan sebagai modifikasi dari object property hasbahanmakanan untuk mendefinikan ukuran bahan makanan yang diperlukan untuk membuat suatu resep MP-ASI. - Properti menghindari_bahan untuk mendefinisikan bahan makanan yang tidak diinginkan dalam resep MP-ASI. d. Membentuk annotation property yang diperlukan - Properti data_memerlukanbahan untuk menghubungkan properti memerlukanbahan dengan instance dari class food dengan class foodsource. - Properti data_membutuhkannutrisi untuk menghubungkan properti membutuhkannutrisi dengan instance dari class babyage dengan class nutrition. - Properti data_mengandungnutrisi untuk mengubungkan properti mengandungnutrisi dengan instance dari class foodsource dengan class nutrition. - Properti data_makanan_nutrisi untuk menghubungkan properti kandungannutrisi dengan instance dari class food dengan class nutrition. - Properti data_menghindari_bahan untuk menghubungkan properti menghindari_bahan dengan instance dari class food dengan class foodsource. - Mengambil properti has_indonesian_term dari model ontologi nutrisi anak menjadi properti mempunyai_istilah_indonesia untuk memberikan definisi bahasa Inggris yang dipakai ke dalam bahasa Indonesia.
9 Gambar 4.6 menunjukkan data property yang dipakai dalam model ontologi MP-ASI dan nutrisi anak. Sedangkan gambar 4.7 menunjukkan data property yang dipakai pada model ontologi DSS MP-ASI. Tabel 4.3 menunjukkan properti dan individu yang terkait. Gambar 4.6. Data property model ontologi MP-ASI (kiri) dan nutrisi anak (kanan) Gambar 4.7. Hasil integrasi data property pada model ontologi DSS MP-ASI Tabel 4.3. Data property pemodelan ontologi DSS MP-ASI No. Nama Properti Annotasi Range 1. memerlukanbahan data_memerlukanbahan foodsource 2. membutuhkannutrisi data_membutuhkannutrisi nutrition 3. mengandungnutrisi data_mengandungnutrisi nutrition 4. kandungannutrisi data_makanan_nutrisi nutrition 5. menghindari_bahan data_menghindari_bahan foodsource Integrasi Instance Pada tahap ini dilakukan penggabungan individu yang ada pada ontologi MP-ASI dan ontologi nutrisi anak. Pada umumnya semua individu pada model ontologi MP-ASI dan nutrisi anak akan digunakan kembali pada model ontologi
10 DSS MP-ASI. Seperti yang sudah dibahas pada poin terjadi integrasi class person dengan class Usia_Bayi menjadi class babyage yang berisi knowledge usia bayi 6-24 bulan. Knowledge usia bayi yang diberikan berupa range usia dari 6-8 bulan, 9-11 bulan, dan bulan. Bentuk ini dipilih karena bagi bayi dengan range usia tersebut memiliki kebutuhan nutrisi yang sama setiap harinya, jenis makanan yang bisa diberikan, tekstur makanan, dan bahan makanan yang boleh diberikan juga memiliki kesamaan. Hasil integrasi individu bisa dilihat pada tabel a.2 lampiran a Validasi Integrasi Ontologi MP-ASI dan Nutrisi Anak Hasil integrasi ontologi MP-ASI dan nutrisi anak telah mendapatkan validasi dari dokter ahli gizi dan dokter spesialis anak. Dengan kata lain, informasi yang tersedia dalam aplikasi DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi dapat diterima secara medis dan sesuai dengan ketentuan dalam pemberian MP-ASI dengan memperhatikan kandungan nutrisi bagi bayi usia 6 24 bulan. Hasil validasi dapat dilihat pada lampiran b. 4.3 Implementasi DSS Berbasis Pemodelan Ontologi Pembuatan Aplikasi Hasil implementasi DSS berbasis pemodelan ontologi setelah melalui dua tahap adalah : a. Penentuan Kriteria Kriteria digunakan sebagai parameter untuk memproses pembuatan keputusan. Berdasarkan pemodelan ontologi MP-ASI dan nutrisi anak sebelumnya, serta setelah berkonsultasi dengan dokter ahli gizi dan dokter spesialis anak, maka diputuskan bahwa kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : 1) Usia bayi Usia bayi dijadikan kriteria yang harus ada untuk mendapatkan rekomendasi resep MP-ASI karena jenis makanan yang bisa dicerna dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak dengan usia 6 bulan, 8 bulan, dan 12 bulan berbeda- beda. 2) Bahan Makanan 1 dan Bahan Makanan 2 Bahan makanan menjadi kriteria selanjutnya untuk menyesuaikan bahan makanan yang tersedia terutama yang disukai oleh anak. Hal ini
11 dikarenakan dalam pemberian MP-ASI bahan makanan harus yang sehat, memiliki rasa dan tampilan fisik yang masih segar. User bisa memilih dua jenis bahan makanan yang paling diminati atau disukai oleh sang buah hati. 3) Malnutrisi Malnutrisi adalah kriteria terakhir yang diberikan pada DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi. Jika anak tidak mengidap malnutrisi maka sistem akan menampilkan semua resep makanan sesuai dengan kriteria usia bayi, bahan makanan, dan rasa. Namun, jika anak menderita suatu malnutrisi maka sistem akan memfilter makanan dan memberikan rekomendasi makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak untuk mengatasi gangguan malnutrisi tersebut. b. Penerapan SWRL Pengolahan data informasi dalam DSS untuk menghasilkan alternatif resep MP-ASI menggunakan teknik SWRL. Rule yang diberikan adalah : Kondisi : Jika bayi (?babyage) memiliki malnutrisi (?malnutrition) Maka bayi (?babyage) memiliki resep MP-ASI (?food) Resep MP-ASI (?food) memerlukan bahan (?memerlukanbahan) Bayi (?babyage) alergi terhadap bahan makanan (?menghindari_bahan) SWRL Instance rule : MP-ASIRecommendation(?M) usia bayi (?babyage) hasmalnutrisi (?malnutrition) hastreatment (?food) hasrasa (?taste) memerlukan bahan (?memerlukanbahan) menghindari bahan (?menghindari_bahan) Instance rule diberikan dengan mempertimbangkan kriteria yang sudah ditetapkan. MP-ASI akan diberikan kepada bayi sebagai langkah penanganan khusus dengan kondisi apakah bayi mengidap malnutrisi atau tidak. MP-ASI yang direkomendasikan juga akan menyesuaikan dengan bahan makanan yang diinginkan ada dalam resep dan bahan makanan yang tidak diinginkan. Contoh hasil penerapan teknik SWRL setelah dibuat instance rules untuk mendapatkan hasil rekomendasi DSS MP-ASI dapat dilihat pada tabel a.3 lampiran a. Hasil pembangunan aplikasi yang diimplementasikan pada bahasa pemrograman java dan menggunakan pengolah ontologi JENA APACHE memiliki dua fitur utama yaitu halaman nutrisi bahan makanan dan halaman
12 rekomendasi MP-ASI. Halaman nutrisi bahan makanan akan memberikan user informasi lengkap mengenai kadar nutrisi yang terkandung pada bahan makanan setiap 100 gr. Sedangkan halaman rekomendasi MP-ASI akan memberikan user informasi mengenai menu MP-ASI apa saja yang paling cocok dengan kebutuhan nutrisi bayi. Tabel 4.4 menunjukkan user interface halaman nutrisi bahan makanan dan tabel 4.5 menunjukkan user interface halaman rekomendasi pada aplikasi DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi. Tabel 4.4. User interface halaman nutrisi bahan makanan aplikasi DSS MP- ASI No. Hasil UI 1. Input bahan yang ingin diketahui kandungan nutrisi : Kandungan nutrisi yang ada pada beras merah :
13 Tabel 4.5. User interface halaman rekomendasi aplikasi DSS MP-ASI No. Hasil 1. Input kriteria yang diberikan user : Hasil rekomendasi MP-ASI sesuai kriteria yang diberikan user : Validasi Aplikasi DSS MP-ASI Hasil implementasi DSS berbasis pemodelan ontologi telah mendapatkan validasi dari dokter ahli gizi dan dokter spesialis anak. Hasil validasi menyatakan bahwa informasi yang diberikan oleh aplikasi sudah memenuhi kebutuhan standar para orang tua untuk memberikan rekomendasi resep MP-ASI sesuai kebutuhan nutrisi bayi. Input dan output aplikasi sudah benar dan sesuai dengan ketentuanketentuan yang perlu diperhatikan dalam memberikan rekomendasi MP-ASI. 4.4 Hasil Pengujian DSS Berbasis Pemodelan Ontologi Pengujian usability terhadap aplikasi DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, aplikasi diujicobakan kepada dokter ahli gizi dan dokter spesialis anak untuk mengevaluasi input dan output dari segi ilmu kedokteran. Tahap kedua, aplikasi diujicobakan kepada masyarakat umum Pengujian oleh Pakar Pengujian oleh pakar mendapatkan hasil resume mengenai aplikasi DSS MP-ASI. Pakar akan mencoba menjalankan aplikasi, kemudian memberikan
14 tanggapan mengenai aplikasi DSS MP-ASI. Resume yang diberikan adalah bahwa aplikasi sudah bagus. Tampilan, fitur, dan langkah- langkah yang perlu dijalankan sederhana sehingga tidak membingungkan dan mudah dipahami. Penggunaan warna dan gambar tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengguna. Secara keseluruhan aplikasi layak untuk dipublikasikan dan diujicobakan kepada masyarakat umum Pengujian Oleh User Pengujian usability aplikasi DSS MP-ASI oleh user dilakukan dengan metode kuisoner. User/ responden akan mencoba menjalankan aplikasi kemudian menjawab setiap pertanyaan yang ada pada kuisoner. Responden yang sudah diseleksi seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan akan memilih salah satu opsi yang diberikan. Merujuk pada tabel 3.2 hasil penilaian user terhadap aplikasi DSS MP-ASI ditunjukkan oleh tabel 4.6. Tabel 4.6. Penilaian user terhadap aplikasi DSS MP-ASI R/K R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 L L Rata- rata Learnability 3.6 E E E Rata- rata Efficiency 3.87 Er Er Rata- rata tidak adanya Error 4.5 M M Rata- rata Memorability 4.0 S S Rata- rata Satisfaction 4.05 Tingkat Usability 4.004
15 Dari tabel 4.6 menunjukkan bahwa aplikasi bisa diterima oleh masyarakat karena 70% responden memberikan nilai tinggi 4 dan 5. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi DSS MP-ASI dapat memberikan informasi mengenai resep MP- ASI yang bisa diberikan kepada bayi mereka sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.1 : Pengumpulan Data Integrasi Model Ontologi MP-ASI dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Pada tugas akhir ini digunakan dasar- dasar teori yang menjadi landasan utama penelitian, antara lain sebagai berikut : Decision Support System (DSS) DSS merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 kekurangan gizi masih
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1. Latar Belakang Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 kekurangan gizi masih menjadi masalah yang cukup besar dan dapat menjadi penyebab kematian terutama pada kelompok berisiko
MODEL ONTOLOGI PADA DOMAIN NUTRISI ANAK
MODEL ONTOLOGI PADA DOMAIN NUTRISI ANAK SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Strata Satu Jurusan Informatika Disusun oleh: DEWI IKA SARI NIM. M0510017 JURUSAN INFORMATIKA
2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN
APLIKASI KECERDASAN BUATAN PENGANTAR SISTEM PAKAR Shinta P. Sari Prodi. Informatika Fasilkom UIGM, 2017 Definisi : Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, seorang individu memiliki berbagai jenis kebutuhan dimana kebutuhan tersebut tidaklah mutlak sama antar setiap individu. Tetapi ada satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah tumbuh kembang merupakan masalah yang masih perlu di perhatikan tidak hanya pada bayi lahir normal melainkan juga pada bayi lahir premature. Di Indonesia, masalah
BAB I PENDAHULUAN. melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi usia 6-12 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Sebelum membangun sebuah program perangkat lunak, dilakukan suatu analisa dan perancangan sistem yang akan diterapkan pada perangkat lunak tersebut. Sehingga pada
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan nutrisinya baik dalam segi mutu ataupun jumlahnya. Untuk bayi 0-
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Bayi memerlukan zat gizi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sejak masa janin berusia 4 bulan, lahir sampai berumur satu tahun (periode
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING 1 Diah Malis Oktaviani (0089), 2 Tita Puspitasari (0365) Program Studi Teknik Informatika Universitas
BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penyakit Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu
BAB I PENDAHULUAN. manusia tidak bisa menikmati hidup. Seiring perkembangan teknologi yang sangat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga, tanpa kesehatan manusia tidak bisa menikmati hidup. Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat pada bidang
Bab 1.Pengenalan MP ASI
Bab 1.Pengenalan MP ASI Apa sih MPASI itu? MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Pendamping ASI, jadi ASI tetap diberikan kepada bayi ya... Hal pertama yang harus kita ingat adalah usia bayi,
BAB I PENDAHULUAN. Tanpa kehadiran mata dalam kehidupan kita, membaca tulisan ini pun menjadi
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Mata adalah salah satu karunia yang diberikan Tuhan pada umat manusia. Tanpa kehadiran mata dalam kehidupan kita, membaca tulisan ini pun menjadi hal yang mustahil.
ARTIKEL SISTEM PEMILIHAN MAKANAN PENDAMPING ASI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
ARTIKEL SISTEM PEMILIHAN MAKANAN PENDAMPING ASI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Oleh: MEILINA MANDASARI 13.1.03.02.0173 Dibimbing oleh : 1. Ahmad BagusSetiawan, S.T.,M.Kom.,M.M 2. Risky AswiRamadhani,
PENGEMBANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
BAB 4 PENGEMBANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN Bab ini mengenai analisis yang dilakukan sebelum membuat aplikasi kesehatan untuk menentukan menu diet dengan model What-If Analyisis serta tampilan sistem
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
64 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Pengertian Sistem Aplikasi Sistem yang akan dibangun merupakan sistem aplikasi mobile web yang bernama Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit. Aplikasi tersebut
Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan Metode CF (Certainty Factor)
Jurnal Komputer Terapan Vol. 2, No. 2, November 2016, 159-168 159 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar. Gizi buruk banyak dialami oleh bayi dibawah lima tahun (balita).
TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database
TAKARIR artificial intelligence backward chaining Data Flow Diagram (DFD) Database Decision Tree expert system forward chaining Flowchart Hardware Input Interface knowladge base Login Logout Output kecerdasan
BAB I PENDAHULUAN. secara eksklusif selama 6 bulan kehidupan pertama bayi. Hal ini dikarenakan ASI
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Status gizi yang baik pada masa bayi dapat dipenuhi dengan pemberian ASI secara eksklusif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. vitamin dan mineral yang merupakan zat-zat yang dibutuhkan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan utama bayi baru lahir adalah kehangatan dan nutrisi. Nutrisi dapat diperoleh dari makanan, makanan utama bayi adalah susu. Sedangkan susu yang terbaik untuk
BAB I PENDAHULUAN. yang besar terhadap kebutuhan skill tenaga kerja. Disamping hal itu, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dewasa ini, memberikan pengaruh yang besar terhadap kebutuhan skill tenaga kerja. Disamping hal itu, perkembangan ilmu pengetahuan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ELEKTRONIK DI POSYANDU SEJAHTERA 1 KABUPATEN BLORA
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS ELEKTRONIK DI POSYANDU SEJAHTERA 1 KABUPATEN BLORA NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Kesehatan Masyarakat Disusun
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang tugas akhir mahasiswa, permasalahan, serta tujuan pembuatan tugas akhir. Selain itu akan dibahas pula mengenai ruang lingkup tugas akhir, metodologi
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Pakar Mendiagnosa Perkembangan Dan Kesehatan Pada Anak yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1
KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Gizi. Disusun oleh : AGUSTINA ITRIANI J
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI POSYANDU MENUR IV KELURAHAN JEBRES KECAMATAN JEBRES SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI HASIL PENELITIAN. Kesimpulan penelitian Manfaat Penyuluhan Gizi dalam Upaya Peningkatan
112 A. Kesimpulan BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI HASIL PENELITIAN Kesimpulan penelitian Manfaat Penyuluhan Gizi dalam Upaya Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Posyandu
BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Arsitektur Sistem Kebutuhan Perangkat Lunak Tabel 4.1
BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Arsitektur Sistem Perancangan sistem untuk aplikasi pencarian resep masakan ini menggunakan UML. Unified Modelling Language(UML) adalah himpunan struktur dan teknik untuk
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB 1 Irman Hariman, M.T. 2 Andri Noviar 1 Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln.
BAB I PENDAHULUAN. gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan dapat pula menyebababkan
Rancang Bangun Visualisasi Silsilah Keluarga Berbasis Ontologi
Rancang Bangun Visualisasi Silsilah Keluarga Berbasis Ontologi Christian Candrabiantara NRP 5109 100 132 Dosen Pembimbing Daniel Oranova Siahaan, S.Kom., M.Sc., P.D.Eng. Umi Laili Yuhana, S.Kom., M.Sc.
Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining
Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining Maria Shusanti F Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung
LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM
LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RANCANG BANGUN SISTEM CERDAS UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT HEPATITIS B BERBASIS WEB BIDANG KEGIATAN: PKM - PENELITIAN Diusulkan oleh: 08.41010.0113
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Rahmat Tullah 1, Syaipul Ramdhan 2, Nasrullah Mubarak Padang 3 1,2 Dosen STMIK
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK
Jurnal Teknik Informatika, Vol 1 September 2012 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PENGINGAT JADWAL IMUNISASI SERTA INFORMASI TEMPAT PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK Veny Alfiandari 1), Juni Nurma
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketersediaan dokter ahli dan tenaga medis relatif masih kurang khususnya di daerah-daerah pelosok dan terpencil. Hal ini membuat masyarakat mengalami kesulitan dalam
BAB XII Perancangan Antarmuka untuk Pencarian
BAB XII Perancangan Antarmuka untuk Pencarian Pertemuan ke : 11 Waktu : 100 Menit Kompetensi Dasar : Mahasiswa Dapat membuat desain untuk pencarian Indikator : 1. Membuat interface pencarian Teori Pendukung
BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah masalah gizi. Gizi adalah komponen kimia yang terdapat dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan manusia adalah bidang kesehatan. Telah banyak kajian dan telaah yang dilakukan dalam bidang kesehatan, salah satunya
BAB I PENDAHULUAN. membantu menjalankan kegiatannya adalah bidang kesehatan.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Teknologi di dunia semakin berkembang dengan pesat. Teknologi dapat membantu mempermudah penyelesaian berbagai macam pekerjaan. Hampir di setiap bidang kegiatan telah
BAB I PENDAHULUAN. Hasil penelitian multi-center yang dilakukan UNICEF menunjukkan bahwa MP-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa bayi antara usia 6 24 bulan merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, masa ini merupakan kesempatan yang baik bagi orang tua untuk
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia selalu mendambakan tubuh yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia selalu mendambakan tubuh yang sehat dan bugar. Hal tersebut disebabkan karena permasalahan kesehatan adalah hal
BAB I PENDAHULUAN. dinding sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus. Tapi kondisi ini
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penyakit crohn adalah salah satu penyakit radang usus dan merupakan kondisi jangka panjang yang mana peradangan bisa terjadi pada seluruh lapisan dinding sistem pencernaan,
Kenaikan Berat Badan Balita Usia 6-12 Bulan Berdasarkan Jenis Makanan Pendamping Air Susu Ibu
Kenaikan Berat Badan Balita Usia 6-12 Bulan Berdasarkan Jenis Makanan Pendamping Air Susu Ibu Liza Chairani* *Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Tahap analisis sistem merupakan salah satu usaha mengidentifikasi kebutuhan dan spesifikasi sistem yang akan diciptakan. Di dalamnya
Sistem Pakar Dasar. Ari Fadli
Sistem Pakar Dasar Ari Fadli fadli.te.unsoed@gmail http://fadli84.wordpress.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DINI GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI PRIA
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DINI GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI PRIA Rapael Pamungkas Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang
BAB I PENDAHULUAN. Makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah berusia 6 bulan sampai bayi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan disebut makanan pendamping ASI, ditinjau dari sudut masalah kesehatan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DI POSYANDU DEWI SRI I KATEGUHAN SAWIT BOYOLALI TAHUN 2016
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DI POSYANDU DEWI SRI I KATEGUHAN SAWIT BOYOLALI TAHUN 2016 Catur Setyorini Akademi Kebidanan Mamba ul Ulum Surakarta ABSTRAK
Rima Nurasmi Program Studi Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan ABSTRAK
IMPLEMENTASI CASE BASE REASONING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KESEHATAN UNTUK PENANGANAN DINI PADA KECELAKAAN DENGAN METODE HERBAL Studi Kasus Dalam Rumah Tangga Rima Nurasmi Program Studi Teknik Informatika
BAB I PENDAHULUAN. yang dapat ditularkan melalui sentuhan fisik melalui kulit. sentuhan kulit sangatlah besar dan sering terjadi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang sangat berharga bagi manusia untuk dapat melakukan segala aktifitasnya dengan baik. Kesehatan kulit juga harus dijaga untuk melindungi
BAB I PENDAHULUAN. hal proses pengolahan data, baik itu data siswa, guru, administrasi sekolah maupun data
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi sangat banyak membantu seperti dalam hal proses pengolahan data, baik itu data siswa, guru, administrasi sekolah maupun
TEGUH HERLAMBANG
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA HAMA PADA TANAMAN CABAI DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS ANDROID SKRIPSI Oleh : TEGUH HERLAMBANG 0734010191 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Rancang Bangun Aplikasi Mobile Sebagai Panduan Perkembangan dan Pemberian Nutrisi untuk Bayi Usia 0-2 Tahun
Rancang Bangun Aplikasi Mobile Sebagai Panduan Perkembangan dan Pemberian Nutrisi untuk Bayi Usia 0-2 Tahun Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Siti Rochimah, M.T. Ratih Nur Esti A.,S.Kom., M.Sc. Kessya Din Dalmi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan. Di dalam bidang kecerdasan buatan, termasuk
BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan yang merugikan kesehatan. Hal-hal ini secara langsung menjadi. anak usia dibawah 2 tahun (Depkes RI, 2009)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keadaan kurang gizi pada bayi dan balita disebabkan karena kebiasaan pola pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat, ketidaktahuan tentang cara pemberian
BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR
SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 3.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer cerdas yang menggunakan knowledge (pengetahuan) dan
(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan
(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan dan interaksi obat yang benar yaitu meliputi cara pemberian
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Mendiagnosa Penyakit Akromegali Dengan Metode
Desain sistem Analisis sistem Implementasi sistem Pemeliharaan Sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Investigasi sistem
5 akuisisi pengetahuan untuk pengambilan keputusan berdasarkan gejala klinis dan gejala yang bersifat fuzzy, serta pembuatan fuzzy inference system (FIS). Dalam pembutan FIS, dinakan representasi fungsi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasien yang menderita suatu penyakit membutuhkan adanya obat sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasien yang menderita suatu penyakit membutuhkan adanya obat sebagai tindakan medis sebagai terapi pengobatan. Dalam memberikan terapi, umumnya terdapat permasalahan
PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang
BAB IV METODOLOGI PERANCANGAN
BAB IV METODOLOGI PERANCANGAN Pembahasan tentang pelaksanaan kegiatan perancangan sistem basis data dan informasi sumber daya air yang akan dilakukan dalam buku ini mengikuti metode yang didasarkan oleh
SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS CLIENT SERVER DI PUSKESMAS KECAMATAN CICURUG, KABUPATEN SUKABUMI ABSTRAK
SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS CLIENT SERVER DI PUSKESMAS KECAMATAN CICURUG, KABUPATEN SUKABUMI Rifki Maulana Rizki, Eneng Tita Tosida, Boldson Herdianto Situmorang Email : [email protected]
Kesehatan balita bisa diketahui salah satunya melalui penilaian status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah
16 khazanah informatika Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika 1* 1 1 Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta *[email protected] Kesehatan balita bisa diketahui salah satunya
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA JENIS GANGGUAN PENCERNAAN BERBASIS MOBILE DEVICE Abstrak Yody
Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem. 3.1 Metode Pengembangan Sistem
Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah Prototype Model. 3.1 Metode
SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Daniel Alexander Octavianus Turang Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang JL. Ir H Juanda, No.
Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Garis-Garis Besar Program Pembelajaran Berbasis Kompetensi Perguruan Tinggi Kompetensi Judul Unit Kompetensi Kode Unit Deskripsi Singkat : POLITEKNIK PIKSI GANESHA : Rekayasa Perangkat Lunak : Bekerja
Pengenalan Obyek. Arna Fariza. Materi
Pengenalan Obyek Arna Fariza Materi Obyek Siklus pengembangan berorientasi obyek Metodologi berorientasi obyek Kelebihan metodologi berorientasi obyek 1 Obyek Obyek adalah tipe data komposit Menyimpan
RANCANG BANGUN APLIKASI DIET SEIMBANG DENGAN METODE FUZZY LOGIC TUGAS AKHIR. Oleh: YOGI FERDIAN
RANCANG BANGUN APLIKASI DIET SEIMBANG DENGAN METODE FUZZY LOGIC TUGAS AKHIR Oleh: YOGI FERDIAN 201110130311028 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2017 KATA PENGANTAR
SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir
SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir Model Ontologi Ontologi adalah suatu konseptual yang formal dari sebuah domain tertentu yang dipakai bersama oleh kelompok orang. Ontologi merupakan teori tentang
BAB I PENDAHULUAN. pelaksana diagnosa digantikan oleh sebuah sistem pakar, maka sistem pakar
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sistem pakar menirukan perilaku seorang pakar dalam menangani suatu persoalan. Pada suatu kasus seorang pasien mendatangi dokter untuk memeriksa badannya yang mengalami
MATERI DAN METODE. Investigasi Sistem. Analisis Sistem. Desain Sistem. Pemeliharaan Sistem. Implementasi Sistem
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor mulai Maret 2011 sampai Mei 2012. Materi Alat
KISI KISI UJIAN PRAKTIKUM. PBO (Pemrograman Berbasis Objek) Ketentuan Ujian :
KISI KISI UJIAN PRAKTIKUM PBO (Pemrograman Berbasis Objek) Ketentuan Ujian : 1. Sifat : Open Modul Online (Close Book + Catatan) 2. Waktu : 90 menit 3. Nomer 3 dan 4 pilih salah satu soal yang dikerjakan
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER 1 Yasidah Nur Istiqomah (07018047), 2 Abdul Fadlil (0510076701) 1 Program Studi Teknik Informatika 2 Program
BAB I PENDAHULUAN. Masalah gizi khususnya balita stunting dapat menghambat proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah gizi khususnya balita stunting dapat menghambat proses tumbuh kembang balita. Balita pendek memiliki dampak negatif yang akan berlangsung dalam kehidupan selanjutnya.
APLIKASI BASISDATA FUZZY UNTUK PEMILIHAN MAKANAN SESUAI KEBUTUHAN NUTRISI. Rani Putriana 1*, Sri Kusumadewi 1
APLIKASI BASISDATA FUZZY UNTUK PEMILIHAN MAKANAN SESUAI KEBUTUHAN NUTRISI Rani Putriana 1*, Sri Kusumadewi 1 1 Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Hasil dari perancangan sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan Mesin Foto Copy dengan Metode Dempster Shafer yang dibangun dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah
ANALISIS PENGUKURAN FAKTOR USABILITY SISTEM INFORMASI KONFERENSI NASIONAL SISTEM DAN INFORMATIKA STIKOM BALI
ANALISIS PENGUKURAN FAKTOR USABILITY SISTEM INFORMASI KONFERENSI NASIONAL SISTEM DAN INFORMATIKA STIKOM BALI Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja STMIK STIKOM Bali Jl Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar
BAB I PENDAHULUAN. Semakin pesatnya perkembangan teknologi, membuat lahirnya perangkat
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, akan diuraikan tentang latar belakang masalah penelitian, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika dalam penulisan laporan. 1.1 Latar Belakang
MODEL REGRESI MENGGUNAKAN LEAST ABSOLUTE SHRINKAGE AND SELECTION OPERATOR (LASSO) PADA DATA BANYAKNYA PENDERITA GIZI BURUK
MODEL REGRESI MENGGUNAKAN LEAST ABSOLUTE SHRINKAGE AND SELECTION OPERATOR (LASSO) PADA DATA BANYAKNYA PENDERITA GIZI BURUK KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH SKRIPSI Disusun Oleh: AULIA PUTRI ANDANA 24010212140067
ALGORITMA RUNUT BALIK UNTUK PENENTUAN JENIS PENYAKIT DIABETES BERDASARKAN GEJALA YANG DITIMBULKAN SKRIPSI
ALGORITMA RUNUT BALIK UNTUK PENENTUAN JENIS PENYAKIT DIABETES BERDASARKAN GEJALA YANG DITIMBULKAN SKRIPSI Oleh : MUHAMMAD RIZKY KUSUMARDANY NPM. 0836010001 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI
Untung Subagyo, S.Kom
Untung Subagyo, S.Kom Keahlian ahli/pakar pengalihan keahlian Mengambil keputusan Aturan kemampuan menjelaskan Keahlian bersifat luas dan merupakan penguasaan pengetahuan dalam bidang khusus yang diperoleh
SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL
SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL Achmad Solichin Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan,
EVALUASI TINGKAT USABILITY WEBSITE PUBLIKASI GEOLOGI
EVALUASI TINGKAT USABILITY WEBSITE PUBLIKASI GEOLOGI (Studi Kasus : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP)) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata
