1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka"

Transkripsi

1 1. Pendahuluan Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia [1]. Di tengah masyarakat beredar berbagai macam obat dan fungsinya, bahkan peredarannya semakin bebas didukung dengan kemajuan teknologi sehingga pihak tertentu memanfaatkan teknologi untuk mengedarkan obat yang tidak memiliki standar resmi. BPOM adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan, yaitu sebuah lembaga resmi yang mengatur aspek legal obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Saat ini, BPOM mengelola ribuan data dan informasi produk obat dan makanan di Indonesia. Dalam perkembangan teknologi web saat ini, salah satu upaya dalam mengembangkan aplikasi web yang dapat mencari data berdasarkan berbagai persepsi pengguna adalah dengan menggunakan pendekatan model ontologi. Aplikasi web yang dibangun dengan cara menyimpan dan mengelola pengetahuan melalui konsep model ontologi dapat disebut sebagai web semantic. Dengan dukungan standar XML, RDF dan OWL, web semantik dapat merepresentasikan data di web ke dalam suatu basis pengetahuan yang dapat diproses oleh mesin. Ide awal berasal dari visi Tim Berners-Lee untuk mengembangkan world wide web (WWW) dimana ada tambahan informasi pada konten web yang sering diistilahkan metadata sehingga isi halaman web dapat diproses oleh komputer [6]. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan web semantik pada aplikasi pencarian yang bertujuan untuk membangun pengetahuan dengan berbasis model ontologi pada koleksi data produk obat. Penyimpanan informasi obat berupa model ontologi mampu menyimpan data secara lebih semantik sehingga pengguna dapat melakukan pencarian informasi dengan lebih mudah dan tepat. 2. Tinjauan Pustaka Pada penelitian yang berjudul Aplikasi Pencarian Buku Berbasis Web Semantik untuk Perpustakaan SMK Yadika 7 Bogor, perancangan aplikasi dimulai dengan perancangan ontologi (RDF, OWL) yang digunakan dalam pembuatan struktur semantik perpustakaan. Selanjutnya dilakukan perancangan query serta perancangan tampilan aplikasi. Setelah tahap perancangan, dilanjutkan dengan tahap implementasi yaitu implementasi query (SPARQL) dan implementasi interface menggunakan PHP. Penelitian ini menghasilkan penyimpanan informasi perpustakaan dengan model ontologi sehingga pengguna dapat mencari informasi buku atau artikel sesuai dengan kebutuhannya [2]. Pada penelitian berjudul Penerapan Teknologi Semantic web untuk Menentukan Pilihan Jalur Bis Trans Jogja, dibahas mengenai penerapan teknologi semantic web dalam pencarian informasi bis Trans Jogja sesuai dengan pengetahuan masing-masing pengguna. Pada penelitian ini, pengetahuan-pengetahuan mengenai data jalur bis Trans Jogja disimpan ke dalam model ontology berbasis web ontology language. Kesimpulan yang diperoleh yaitu penyimpanan informasi dengan model ontologi dapat menyimpan data secara lebih semantik sehingga nantinya pengguna dapat melakukan pencarian query atau pemanfaatan kembali data tersimpan sesuai dengan persepsi masing-masing pengguna terhadap informasi [3]. 1

2 Berdasarkan penelitian terdahulu yang membahas tentang penerapan teknologi web semantik, dengan membangun model pengetahuan berbasis ontologi, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang dan menerapkan web semantik pada aplikasi pencarian sebagai alat dalam memperoleh informasi yang semantik dengan maksud mempermudah pengguna dalam mencari informasi yang sesuai dengan pengetahuan pengguna. Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang dapat mencari informasi yang terintegrasi dengan basis pengetahuan informasi produk obat yang terdaftar pada BPOM. Teknik pencarian yang dibahas dalam penelitian ini berupa web semantik. Web Semantik adalah sebuah jaringan yang mewakili hubungan antar konsep. Web semantik biasa digunakan sebagai bentuk representasi pengetahuan. Teknik pencarian dengan menggunakan semantik berarti pencarian dokumen berdasarkan kata kunci penelusuran dan makna yang terkait dengan kata kunci tersebut. Pencarian semantik berusaha untuk meningkatkan akurasi pencarian dengan memahami maksud pencari dan makna kontekstual istilah seperti yang ditampilkan dalam data pencarian [4]. Dengan kata lain, pencarian semantik adalah pencarian suatu konten berdasarkan konteks yang tepat. Konten adalah teks tertulis, sedangkan konteks adalah kondisi keberadaan teks tersebut. Tujuan pencarian semantik adalah mencari konten yang sesuai dengan konteks yang diinginkan pengguna [5]. Pembuatan web semantik dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun web semantik adalah XML, XML schema, RDF, OWL dan SPARQL [6]. XML adalah sebuah "Markup Language" yang memungkinkan penciptaan dokumen-dokumen yang tersusun dari struktur data. Web semantik memberikan arti yang sama atau "semantik" untuk struktur data. XML namespaces menyediakan sebuah cara untuk "markup" dari banyak source. Suatu resource tertentu bersama dengan properti dan nilai dari properti untuk resource tersebut membentuk suatu pernyataan RDF [7]. Ketiga bagian ini disebut Subjek, predikat dan objek, membentuk RDF triple. Objek dapat berupa resource lain, atau berupa literal (string sederhana atau tipe data primitive lain yang didefinisikan oleh XML). Gambar 1 menunjukkan struktur ekspresi dari RDF dalam bentuk Triple atau RDF graph. Subject Predikat Object Gambar 1 RDF Graph Tiap triple mewakili suatu pernyataan tentang hubungan antara dua hal yang digambarkan dalam bentuk node. Setiap triple memiliki tiga bagian yaitu : 1) Subjek, 2) Objek, 3) Predikat (Property), yang menunjukkan suatu hubungan. Contoh Pernyataan 1 yaitu Laporan penelitian sebagai Subyek, Disusun oleh sebagai predikat, Resti sebagai obyek. Jika digambarkan dalam bentuk graf, resource yang berupa URI digambarkan dalam bentuk elips, property digambarkan sebagai tanda panah berlabel, dan obyek 2

3 literal digambarkan dalam bentuk kotak. Gambar 2 menunjukkan bentuk graf untuk contoh Pernyataan _akhir [email protected] Gambar 2 Contoh Graf RDF Sederhana Sebagai contoh, berdasarkan graf pada Gambar 3, sintaks RDF dapat dibuat seperti pada Kode Program 1 Kode Program 1 Sintaks RDF <?xml version="1.0"?> <rdf:rdf xmlns:rdf=" xmlns:terms=" <rdf:description rdf:about=" <terms:iscreatedby rdf:resource=" /> </rdf:description> <rdf:description rdf:about=" <terms:has rdf:instance="[email protected]" /> </rdf:description> </rdf:rdf> Dalam struktur web semantik, setelah dibangun dalam XML dan RDF, web semantik juga dibangun dengan standar OWL. OWL (Web Ontology Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan ontology yang dikembangkan oleh W3C Web Ontology Working Group (WebOnt). OWL memiliki beberapa kelebihan dibandingkan XML dan XML Schema. OWL merepresentasikan pengetahuan, bukan sekedar format pesan. Dalam merepresentasikan konsep pengetahuan pada web semantik, OWL terdiri dari beberapa elemen dasar [8] antara lain Kelas dan individu. Kelas merupakan konsep dasar dari domain yang menjadi titik percabangan daam pohon taksonomi. Setiap individu pada OWL merupakan anggota kelas owl:thing. Karena itu, setiap kelas yang diciptakan oleh pengembang secara eksplisit merupakan anggota owl:thing. Individu (instance) merupakan anggota kelas, tetapi bukan sub kelas. Individu bernilai tunggal dan merupakan titik akhir dari percabangan. Properti tipe data menentukan tipe data dari sebuah individu. Tipe data diambil dari RDF literal dan tipe data XML Schema. Sedangkan property objek menghubungkan dua kelas untuk menciptakan relasi. Tiap kelas yang terhubung didefinisikan sebagai domain dan range. Karakteristik properti terdiri dari 1) TransitiveProperty yaitu jika sebuah 3

4 properti bersifat transitif, dan properti ini menghubungkan kelas a dan b, dan b terhubung dengan c, maka a berhubungan dengan c (P(x,y) dan P (y,z) maka P(x,z)). 2) SymmetricProperty yaitu jika sebuah properti bersifat simetris, dan a berhubungan dengan b, maka relasi yang sama dapat dibentuk dari b ke a (P(x,y) maka P(y,x)). 3) FunctionalProperty yaitu jika sebuah properti bersfat fungsional dan properti ini menghubungkan a dan b serta a dan c, maka dapat disimpulkan bahwa b sama dengan c (P(x,y) dan P(x,z) maka y=z). 4) InversOf yaitu properti ini secara sederhana dapat dilambangkan dengan P1(x,y) dan P2(y,x) merupakan bentuk properti invers. 5) InversFunctionalProperty yaitu Properti ini sifatnya sama dengan properti fungsional, tetapi dengan arah yang berbeda (c(p(y,x) dan P (z,x) maka y = z)). OWL memiliki batasan yang terdiri dari Cardinality yaitu Kardinalitas yang digunakan untuk membatasi nilai maksimum atau minimum dari sebuah nilai properti. Sedangkan hasvalue digunakan untuk mendefinisikan kelas berdasarkan kehadiran nilai properti tertentu. Dalam membangun model ontologi, dibutuhkan sebuah alat yaitu Protégé. Protégé merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membuat sebuah domain ontologi, menyesuaikan form untuk entry data dan memasukkan data. Berbagai format penyimpanannya seperti OWL, RDF, XML dan HTML. Pemrosesan data dalam web semantik yaitu Mereferensikan dan mengatur penyimpanan (Storage) yang dapat diakses, menghubungkan data Web semantik ke penyimpanan yang tersedia, menginterogasi data Web semantik melalui navigasi, pencarian dan query, melakukan reasoning terhadap data Web semantik [9]. Gambar 3 menunjukkan komponan-komponen dasar framework Web semantik. Gambar 3 Komponen-Komponen Dasar Framework [9] Untuk mengakses data dalam web semantik diperlukan SPARQL. SPARQL merupakan akronim rekursif dari SPARQL Protocol and RDF Query Language, merupakan rekomendasi W3C sebagai bahasa standar yang dipakai untuk melakukan query terhadap RDF. Bahasa yang digunakan dalam SPARQL hampir mirip dengan SQL. Misal dimiliki RDF triple sebagai berikut : 1) Subyek berupa < 2) Predikat berupa < 3) Obyek berupa < Dalam bahasa sehari-hari dapat dibaca seperti berikut Resource < memiliki property 4

5 < dengan nilai < Untuk mengetahui creator (property iscreatedby) dari artikel laporan_penelitian pada pernyataan tersebut, dapat digunakan query SPARQL SELECT pada Kode Program 2. Kode Program 2 Query SPARQL untuk Mengetahui Pengarang Suatu Artikel SELECT?creator WHERE (< < Dimana?creator merupakan variabel untuk menampung resultset, sedangkan konstruksi di belakang klausa WHERE merupakan pasangan triple dalam bentuk (S, P, O). Kalimat tersebut dipahami sebagai Tampilkan nilai properti < yang memiliki properti < dan disimpan hasilnya pada variabel?creator. Agar user dapat memanfaatkan data dalam web semantik maka aplikasi antar muka dibangun menggunakan JSP. JSP merupakan teknologi yang didasarkan pada bahasa Java, yang dapat digunakan untuk membentuk halaman-halaman web yang bersifat dinamis, berbasis kepada HTML, XML, atau format dokumen lainnya [10]. Untuk mendukung aplikasi yang dibangun menggunakan web service, JSP dan servlet maka di butuhkan GlassFish 3.1 (GlassFish Enterprise Server v3), GlassFish merupakan server aplikasi komersial Java Platform Enterprise Edition (Java EE) Sun yang sudah kompatibel dengan JavaEE 6. Sun GlassFish Enterprise Server v3 merupakan server aplikasi setingkat enterprise berbasis open source yang difokuskan untuk mengurangi kompleksitas aplikasi dan penggunaan. 3. Metode dan Perancangan Sistem Secara umum penelitian terbagi ke dalam empat tahapan, yaitu: (1) identifikasi masalah, (2) tahap perancangan sistem, (3) tahap implementasi sistem, (4) tahap Pengujian sistem dan analisis hasil pengujian [11]. Identifikasi masalah dan pengumpulan data Perancangan Sistem meliputi Perancangan proses pencarian, perancangan ontologi dalam system Implementasi Sistem Pengujian dan Analisis Sistem Gambar 4 Tahapan Penelitian [11] Tahapan penelitian pada Gambar 4, dapat dijelaskan sebagai berikut. Tahap pertama: identifikasi masalah, yaitu mengidentifikasi masalah-masalah yang akan 5

6 dibahas, serta mendapatkan data dan literatur yang terkait dengan teknologi semantic web untuk proses pencarian; Tahap kedua: perancangan sistem yang meliputi perancangan proses searching, dan proses pembuatan ontologi dalam sistem yang akan dibangun; Tahap ketiga: implementasi sistem, yaitu membuat aplikasi sesuai perancangan proses pada tahap kedua, yaitu misalnya bagaimana aplikasi/program berjalan saat pencarian data; dan Tahap keempat: pengujian sistem dan analisis hasil pengujian, yaitu dilakukan pengujian terhadap hasil pencarian dengan dua kondisi, dengan menggunakan simple searching dan berdasarkan kategori, serta melihat hasil yang diberikan apakah sudah sesuai dengan konsep Web semantik. Gambar 5 Rancangan Arsitektur Aplikasi Web Semantik Arsitektur Aplikasi web semantik ditunjukkan pada Gambar 5, aplikasi akan menggunakan web server yang mendukung penggunaan web service dimana sebuah sistem software yang didesain dapat mendukung interoperabilitas interaksi mesin ke mesin melalui sebuah jaringan. Interface web service dideskripsikan dengan menggunakan format yang dapat diproses oleh mesin (khususnya WSDL). Sistem lain yang akan berinteraksi dengan web service hanya memerlukan SOAP, yang biasanya disampaikan dengan HTTP dan XML sehingga mempunyai korelasi dengan standar Web. Web service dapat diartikan sebagai sebuah metode pertukaran data, tanpa memperhatikan dimana sebuah database ditanamkan, dibuat dalam bahasa apa sebuah aplikasi yang mengkonsumsi data, dan di platform apa sebuah data itu dikonsumsi. Web service dapat menunjang interoperabilitas. Sehingga web service dapat menjadi sebuah jembatan penghubung antara berbagai sistem yang ada. Secara umum, web service dapat diidentifikasikan dengan menggunakan URL seperti hanya web pada umumnya. Namun yang membedakan web service dengan web pada umumnya adalah interaksi yang diberikan oleh web service. Berbeda dengan URL web pada umumnya, URL web service hanya mengandung kumpulan informasi, perintah, konfigurasi atau sintaks yang berguna membangun sebuah fungsi tertentu dari aplikasi. 6

7 Proses pada sistem terdiri dari pemasukkan kata kunci pencarian dan pencarian dengan mengonsumsi web service. Pada proses pencarian maka terlebih dahulu sistem pada web service mencari file owl yang berisi informasi, filter data pada SPARQL berdasarkan kata kunci, lalu mengembalikan nilai dalam bentuk WSDL, yang kemudian dapat dikirim pada halaman web. Gambar 6 Arsitektur Sistem Web Service Pada Gambar 6 menunjukkan Arsitektur sistem web service, yaitu Client mengirim request ke web service berupa input yang diinginkan client, kemudian web service akan mengambil data dari RDF dan pesan akan dikembalikan ke web service, lalu hasil output akan dikirim berupa pesan respon sesuai keinginan client. Perancangan proses pada penelitian ini dilakukan menggunakan UML (Unified Modeling Language) dengan beberapa proses, dijelaskan sebagai berikut. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem, yang menjelaskan keseluruhan kerja sistem secara garis besar dengan merepresentasikan interaksi antara aktor dengan sistem yang dibuat, serta memberikan gambaran fungsifungsi yang diberikan sistem kepada user. Gambar 7 Use Case Diagram untuk User Gambar 7 menunjukkan use case diagram actor, yaitu user dapat melihat menu pencarian dan dapat melakukan pencarian obat berdasarkan tiga kategori yaitu berdasarkan keluhan, nama produk dan nomor registrasi. Setelah user memilih kategori pencarian kemudian user memasukkan kata kunci berdasarkan kategori yang dipilih. Class diagram merupakan diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas yang ada dalam sistem/perangkat lunak yang sedang dikembangkan. Class diagram memberikan gambaran mengenai sistem dan relasi yang ada di dalamnya( user interface, atribut, controller). 7

8 Gambar 8 Class Diagram Sistem Gambar 8 menunjukkan class diagram sistem yang terdapat pada rancangan aplikasi pencarian produk obat-obatan. Terdapat relasi yang terjadi antara kelas view (UiPencarian) terhubung ke kelas controller (UserController). Sedangkan kelas controller mengakses database harus melalui kelas model (OWL). Pada prosedur pencarian informasi, aplikasi menggunakan proses pencarian kata kunci, dimana user akan memilih kategori obat lalu memasukkan kata pencarian sesuai kebutuhan user. Setelah memasukkan kata pencarian lalu sistem akan bekerja dengan cara mengirimkan nilai kategori dan nilai dari kata kunci yang dimasukkan kemudian mencari informasi pada basis data di dalam file owl melalui query Sparql. Jika hasil ditemukan maka server akan mengirim informasi ke halaman hasil pencarian. Hal ini dikarenakan pada metode pencarian dengan menggunakan kategori pencarian dan kata kunci lebih spesifik untuk mencari data dari file ObatSemantik.owl. Setelah user menentukan ingin mencari informasi produk obat sesuai standar BPOM dengan menggunakan kategori pencarian, maka proses pencarian ini berfungsi untuk menggambarkan proses yang terjadi dalam pencarian. Proses pencarian informasi dalam sistem ditunjukkan pada diagram dalam bentuk flowchart pada Gambar

9 2 Gambar 9 Proses Pencarian Informasi Produk Dalam membentuk ontologi, perlu merancang konsep pengetahuan sebuah informasi dengan membuat struktur model ontologi. Model ontologi pencarian produk obat sesuai standar BPOM secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar 10. Gambar 10 Struktur Ontologi data 9

10 Struktur tabel dalam ontologi pada sistem yang dibangun, akan dijelaskan sebagai berikut : Tabel Slot Class indikasi berfungsi untuk menyimpan data penyakit. Struktur tabel Slot Class indikasi ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1 Struktur Tabel Slot Class Indikasi Property Range Alowed values Type Nama_indikasi Single string Instance datatype hasproduct Multiple obat Instance Object property Tabel Slot Class Obat berfungsi untuk menyimpan data produk Obat Kimia dan tradisional. Struktur tabel Slot Class Obat ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2 Struktur Tabel Slot Class Obat Property Range Alowed Type values Nomor_registrasi Single string Instance Datatype Nama_produk Single string Instance Datatype Komposisi Single string Instance Datatype Jenis_Produk Single Single Instance Datatype owl:one of { Obat kimia Obat Tradisional } Dosis Single string Instance Datatype Efek_samping Multiple Kategori Instance Datatype Asal_produk Single owl:one of Instance Datatype { Lokal Impor } Deskripsi Single String Instance Datatype hasclassification Multiple Klasifikasi Instance Object Property hasindication Multiple Indikasi Instance Object Property HasRegistrant Multiple Pendaftar Instance Object property Tabel slot class klasifikasi berfungsi untuk menyimpan data Klasifikasi organ tubuh yang memiliki indikasi tertentu. Struktur tabel Slot Class klasifikasi ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3 Struktur Tabel Slot Class Klasifikasi Property Range Alowed values Type Nama_klasifikasi Single string Instance datatype hasindication Multiple Indikasi Instance Object Property Tabel slot class pendaftar berfungsi untuk menyimpan data pendaftar. Struktur tabel Slot Class pendaftar ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4 Struktur Tabel Slot Class Pendaftar Property Range Alowed values Type Nama_pendaftar Single string Instance datatype HasRegister Multiple Obat Instance Object Property 10

11 4. Hasil dan Pembahasan Hasil implementasi sistem berdasarkan perancangan yang telah dilakukan, dijelaskan sebagai berikut. Implementasi yang pertama pada tool Protégé yaitu untuk membangun ontologi data dan menghasilkan data dengan format owl. Gambar 11 menunjukkan hierarki class pada protégé untuk membuat file ontologi. Pembentukan Class Ontologi ini berupa Indikasi yaitu keluhan atau penyakit yang diderita oleh pengguna. Klasifikasi merupakan bagian tubuh yang diserang oleh indikasi atau penyakit, klasifikasi terdiri dari dua subclass yaitu organ_dalam dan organ_luar. Obat merupakan produk yang berfungsi menjadi penawar indikasi atau penyakit, informasi obat sesuai standar yang resmi yaitu data pada BPOM. Produk obat terdiri dari dua subclass yaitu obat kimia dan obat tradisional. Pendaftar adalah instansi atau perusahaan yang mendaftarkan produk obat secara resmi pada BPOM. Gambar 11 Pendefinisian Hierarki Class dengan Protégé Setelah ontologi data sudah terbentuk maka informasi obat dapat dimasukkan kedalam ontologi tersebut. Informasi yang sudah terbentuk dapat dicari melalui tab queries untuk mengimplementasikan query dalam merepresentasikan hasil pencarian pada class dan berdasarkan properti yang ada lalu mencari informasi dengan cara menulis kata yang terkandung pada informasi seperti ditunjukkan pada Gambar 12. Gambar 12 Tab Queries Produk Obat Gambar 10 menunjukkan hasil pencarian informasi produk pada class Obat dengan slot hasindication yang mengandung kata Batuk, sehingga menghasilkan produk-produk yang memiliki indikasi batuk. Sebagai contoh implementasi query 11

12 SPARQL sederhana, pada Gambar 13 dan Kode Program 3 menunjukkan query dalam menemukan produk dan nomor registrasi obat yang memiliki indikasi Batuk. Gambar 13 Contoh Query SPARQL Sederhana Kode Program 3 Contoh Query SPARQL Sederhana SELECT?Nama_produk?Nomor_Registrasi WHERE {?cari rdf:type?obat.?cari obat:nama_produk?nama_produk.?cari obat:nomor_registrasi?nomor_registrasi.?cari obat:hasindication?indikasi.?indikasi obat:nama_indikasi "Batuk" } Implementasi yang kedua yaitu membangun web service dengan menggunakan library jena untuk mendukung semantic ontology pada sistem. Web service dibuat untuk mengakses data pada file ontologi yang telah terbentuk. Setelah web service berhasil dibuat, maka selanjutnya adalah membuat interface atau halaman web pencarian dengan membuat client service untuk mengakses web service pencarian tersebut. Hasil implementasi antarmuka ditunjukkan pada Gambar 14 sampai Gambar 20. Gambar 14 Halaman Antarmuka Web Semantik Home.jsp 12

13 Gambar 15 Halaman Antarmuka Pencarian Obat Search.jsp Berdasarkan Keluhan Gambar 16 Halaman Antarmuka Hasil Pencarian Berdasarkan Keluhan 13

14 Gambar 17 Halaman Antar Muka Pencarian Obat Berdasarkan Nama Produk Gambar 18 Halaman Antarmuka Hasil Pencarian Berdasarkan Nama Produk Gambar 19 Halaman Antarmuka Pencarian Obat Berdasarkan Nomor Registrasi 14

15 Gambar 20 Halaman Antarmuka Hasil Pencarian Berdasarkan Nomor Registrasi Pada Gambar 14 menunjukkan halaman antar muka pencarian, terdapat tiga kategori pencarian yaitu pada Gambar 15, pencarian berdasarkan keluhan yang akan menghasilkan informasi obat sesuai dengan keluhan yang dimasukkan oleh user seperti ditunjukkan pada Gambar 16, lalu pada Gambar 17 menunjukkan pencarian berdasarkan nama produk yang akan menghasilkan informasi obat berupa nomor registrasi, jenis produk, asal produk dan nama pendaftar obat tersebut kepada BPOM yang ditunjukkan pada Gambar 18, Pada Gambar 19 menunjukkan pencarian berdasarkan nomor registrasi yang akan menghasilkan nama produk yang terdaftar di BPOM yang ditunjukkan pada Gambar 20. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari sebuah sistem, maka perlu dilakukan sebuah pengujian dengan menggunakan metode tertentu. Pengujian Aplikasi Pencarian Obat-obatan Sesuai Standar BPOM Berbasis Web Semantik menggunakan metode pengujian Blackbox. Hasil pengujian Blackbox Testing dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Hasil Pengujian Blackbox Testing Poin Validasi Data Input Hasil Uji Status Uji Pengujian Pencarian berdasarkan Keluhan Pencarian berdasarkan Nama Produk Pencarian berdasarkan Nomor Registrasi Input Data input Keluhan Sistem akan memberikan peringatan jika textfield pencarian tidak diisi, Aplikasi memberikan hasil pencarian berupa obat yang sesuai dengan keluhan user Data input Data input Nama Produk Nomor Registrasi yang terdaftar pada BPOM 15 Aplikasi memberikan hasil pencarian berupa informasi produk yang dicari oleh user Aplikasi memberikan hasil pencarian berupa informasi obat sesuai nomor registrasi yang dimasukkan oleh Valid Valid Valid

16 user. Hasil Pengujian pada Tabel 5 menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan perancangan dan implementasi yang telah dibangun. Tidak terdapat masalah pada setiap pengujian yang dilakukan. Tabel 6 Hasil Pengujian Sistem Pencarian No Pencarian Hasil Kategori Kata Kunci Nama Produk 1 Keluhan Batuk VICKS FORMULA 44 ANAK- ANAK (STRAWBE RRY) Laserin Flu Nomor Registrasi DTL A1 DTL A2 Jenis obat Kimia Kimia Asal Obat -Lokal -Lokal Pendaftar Dosis Efek Samping -Darya Varia -3x -Mengantuk Laboratoria sehari/sdt -Mecosin Indonesia -3x sehari/tab -Mengantuk 2 Nama Produk 3 Nomor Registra si Procold Flu DTL dan Batuk 1504A1 Locoid Locoid DKL A1 DTL A1 VICKS FORMULA 44 ANAK- ANAK (STRAWBE RRY) DTL A1 Kimia -Lokal -Kalbe -3x -Mengantuk Farma sehari/tab - Kimia -Lokal -Combiphar Tabel 6 menunjukkan hasil pencarian pada system berdasarkan kategori pencarian dan kata kunci yang dimasukkan, ini memperlihatkan bahwa antara proses perancangan dan implementasi sistem tidak ada perbedaan dan sesuai dengan harapan. 5. Simpulan Berdasarkan penelitian, pengujian dan analisis terhadap sistem, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada penelitian ini, pengetahuan mengenai obat dapat disimpan ke dalam kelas Obat, Indikasi, Klasifikasi, Pendaftar serta pendefinisian properti-properti dari masing-masing kelas. Aplikasi pencarian obat-obatan berbasis web semantik pada penelitian ini dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi Java Web Service, library JENA, server Glassfish, JSP, serta Aplikasi memiliki teknik pencarian berdasarkan jenis Obat yaitu Kimia atau tradisional, dan kata kunci berdasarkan Keluhan, Nama produk, dan Nomor registrasi, user dapat memasukkan kata kunci sesuai dengan kebutuhan informasi yang ingin diperoleh. Pengembangan Aplikasi pencarian obat-obatan dengan ontologi sesuai standar BPOM sebagai basis pengetahuan dapat membantu pengguna untuk menemukan informasi mengenai obat yang relevan. 16

17 6. Daftar Pustaka [1] Republik Indonesia Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.Lembaran Negara RI Tahun 2009, No Sekretariat Negara. Jakarta. [2] Zebua, Javier Aplikasi Pencarian Buku Berbasis Web Semantik untuk Perpustakaan SMK Yadika 7 Bogor. Depok : Universitas Gunadarma. [3] Indra, Aji Setyo Wicaksono, dkk Penerapan Teknologi Semantic Web Untuk Menentukan Pilihan Jalur Bis Trans Jogja. Yogyakarta : Universitas Pembangunan Nasional Veteran. [4] Sarno, Riyanarto, dkk Semantic Search Pencarian Berdasarkan Konten. Penerbit Andi. Yogyakarta. [5] Rahutomo, Faisal Penerapan Algoritma Weighted Tree Similarity untuk Pencarian Semantik Wikipedia. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember. [6] Berners-Lee, T., J. Hendler, o. Lasilla The Semantic Web. American Scientific. [7] Lasilla, O., dkk Resource Description Framework (RDF) Model and Syntax Spesification. W3C Recommendation 22 Februari [8] Smith, dkk Web Ontology Language. W3C Recommendation 11 Desember [9] Fisher, dkk Semantic Web Programming. Wiley. [10] Kadir, Abdul Dasar Pemrograman Web Dinamis dengan JSP (Java Server Pages). Penerbit Andi. Yogyakarta. [11] Hasibuan, Zainal, A., 2007, Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi : Konsep, Teknik, dan Aplikasi, Jakarta: Ilmu Komputer Universitas Indonesia. 17

18 18

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencarian Pencarian adalah proses untuk menemukan suatu informasi yang kita butuhkan. Misalnya, kita ingin mencari sebuah kata didalam dokumen digital yang kita miliki. Kita

Lebih terperinci

PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN

PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN Gunawan 1, Fandi Halim 2 Program Studi Sistem Informasi,

Lebih terperinci

Definisi Semantic Web

Definisi Semantic Web Semantic Web 1 Definisi Semantic Web Semantic web adalah sebuah visi: ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan

Lebih terperinci

CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)

CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL) CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL) Catur Bawa 1), Daniel Siahaan 2) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Lebih terperinci

Bab 2. Tinjauan Pustaka

Bab 2. Tinjauan Pustaka Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini, dengan judul Software Support for XML Schema Design Patterns and Pattern Matching of XML Schemas

Lebih terperinci

APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK. : Faizal Wijayanto NPM :

APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK. : Faizal Wijayanto NPM : APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK NAMA : Faizal Wijayanto NPM : 12112697 PEMBIMBING : Dr. Metty Mustikasari, Skom., MSc LATAR BELAKANG MASALAH Masih kurangnya informasi

Lebih terperinci

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang masalah Website merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Sistem Tanya Jawab, Semantic Web, Ontology, domain terbatas. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Sistem Tanya Jawab, Semantic Web, Ontology, domain terbatas. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Informasi telah menjadi bagian yang sangat penting didalam pertumbuhan masyarakat modern. Dengan meningkatnya kebutuhan informasi ini, maka banyak orang memerlukan mesin pencari informasi yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi tentang data dan informasi yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan diuji, yaitu dengan mendalami tentang klasifikasi teks. Selain itu juga membahas

Lebih terperinci

PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang

Lebih terperinci

Andie Hariyadi Supriyatna

Andie Hariyadi Supriyatna APLIKASI PENCARIAN PARIWISATA PERAIRAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEB SEMANTIK Andie Hariyadi Supriyatna Mahasiswa S1 Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma, Jl. Margonda

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem. 3.1 Metode Pengembangan Sistem

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem. 3.1 Metode Pengembangan Sistem Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah Prototype Model. 3.1 Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada Bab ini dijelaskan mengenai analisis terhadap pembangunan ontologi, analisis terhadap informasi yang dibutuhkan dalam membangun ontologi, pembangunan ontologi

Lebih terperinci

Penerapan Teknologi Semantic Web pada Pengarsipan Berita OnLine

Penerapan Teknologi Semantic Web pada Pengarsipan Berita OnLine Penerapan Teknologi Semantic Web pada Pengarsipan Berita OnLine Dewi Novitasari, Ir. Danny Manongga, M.Sc., Ph.D, Hendro Steven Tampake, S.Kom Fakultas Teknologi Informasi Email: [email protected]

Lebih terperinci

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi

Lebih terperinci

SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Daniel Alexander Octavianus Turang Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang JL. Ir H Juanda, No.

Lebih terperinci

SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir

SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir Model Ontologi Ontologi adalah suatu konseptual yang formal dari sebuah domain tertentu yang dipakai bersama oleh kelompok orang. Ontologi merupakan teori tentang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah lembaga yang melaksanakan kebijakan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam bidang pendidikan dan merupakan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK

RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK Ahmad Chusyairi 1), Ema Utami 2) 1,2) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring Road Utara, Condongcatur,

Lebih terperinci

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB UNTUK MENENTUKAN PILIHAN JALUR BIS TRANS JOGJA

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB UNTUK MENENTUKAN PILIHAN JALUR BIS TRANS JOGJA PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB UNTUK MENENTUKAN PILIHAN JALUR BIS TRANS JOGJA Indra Aji Setyo Wicaksono 1, Novrido Charibaldi 2, Herlina Jayadianti 3 1,2,3) Jurusan Teknik Informatika UPN "Veteran" Yogyakarta

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK PADA PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK PADA PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK PADA PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nur Afif Dosen pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar email

Lebih terperinci

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA ENSIKLOPEDIA ALAM Muhammad Arief Rahman 1, Faisal Rahutomo 2 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang 1 [email protected],

Lebih terperinci

PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL

PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL i SKRIPSI S U L H A N 041401025 PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

lainnya. Android juga menggunakan sistem layar sentuh (touch screen) yang memudahkan pelanggan dalam penanganan navigasinya. Para pelaku bisnis telah

lainnya. Android juga menggunakan sistem layar sentuh (touch screen) yang memudahkan pelanggan dalam penanganan navigasinya. Para pelaku bisnis telah APLIKASI PEMESANAN MAKANAN PADA RESTORAN BERBASIS ANDROID DAN PHP MENGGUNAKAN PROTOKOL JSON Anggia Kusumawaty Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 10 November 2012

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari persoalan persediaan

Lebih terperinci

Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi

Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi Fajar Saptono, Idria Maita Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru

Lebih terperinci

I.2 Identifikasi Masalah... I-2. I.3 Rumusan Masalah... I-2. I.4 Tujuan... I-3. I.5 Manfaat... I-3. I.6 Batasan Masalah... I-3

I.2 Identifikasi Masalah... I-2. I.3 Rumusan Masalah... I-2. I.4 Tujuan... I-3. I.5 Manfaat... I-3. I.6 Batasan Masalah... I-3 viii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN... iii ABSTRACT... iv ABSTRAKSI... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR TABEL... xvi BAB I PENDAHULUAN... I-1

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung yang berada di jalan

Lebih terperinci

PENERAPAN SEMANTIK WEB PADA ONTOLOGI LEARNING RESOURCE REPOSITORI

PENERAPAN SEMANTIK WEB PADA ONTOLOGI LEARNING RESOURCE REPOSITORI PENERAPAN SEMANTIK WEB PADA ONTOLOGI LEARNING RESOURCE REPOSITORI Lasmedi Afuan 1, Azhari 2 1 Mahasiswa Program Doktor, Universitas Gadjah Mada 2 Dosen Program Doktor, Universitas Gadjah Mada Email : 1

Lebih terperinci

Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan

Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan R. Rhoedy Setiawan 1, Mukhamad Nurkamid 2 1,2 Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus, Kudus59327 E-mail:[email protected], [email protected]

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Proses jual beli secara online atau biasa dikenal dengan e-commerce semakin marak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. E-Commerce m

PENDAHULUAN Proses jual beli secara online atau biasa dikenal dengan e-commerce semakin marak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. E-Commerce m IMPLEMENTATION OF WEB SEMANTIC-BASED INFORMATION SYSTEM OF PRODUCTS ON E-COMMERCE WEBSITE Zulkipli dan Bambang Wahyudi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. aplikasi pencarian judul buku terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat

BAB III PERANCANGAN. aplikasi pencarian judul buku terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat BAB III PERANCANGAN 3.1 Peralatan Pendukung Peralatan pendukung digunakan untuk menunjang keberhasilan dalam pengembangan software. Peralatan pendukung yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi pencarian

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE

SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE Susan Dian Purnamasari 1), Maulana 2), Fatoni 3) 1), 2) Sistem Informasi Universitas Bina Darma Palembang 3) Manajemen Informatika Universitas Bina

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan

Lebih terperinci

SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET

SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET SISTEM PEMANTAUAN DISTRIBUSI PEMBAYARAN PARKIR MELALUI INTERNET Kartika Megasari Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma [email protected] 29 September 2009 ABSTRAKSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN... I-1

BAB I PENDAHULUAN... I-1 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i SURAT PERNYATAAN... ii ABSTRAK... iii ABSTRACT... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA

PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA ISSN : 2338-4018 PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA Hendro Wijayanto ([email protected]) Wawan Laksito YS ([email protected]) Teguh

Lebih terperinci

URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma.

URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma. APLIKASI PENCARIAN PARIWISATA PERAIRAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEB SEMANTIK ABSTRAK Aplikasi pencarian Pariwisata berbasis Web dengan menggunakan pendekatan Semantic Web ini bertujuan

Lebih terperinci

PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA

PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA PENERAPAN WEB SEMANTIK DALAM PENCARIAN KATALOG BUKU DI PERPUSTAKAAN STMIK SINAR NUSANTARA SURAKARTA 1 Hendro Wijayanto ([email protected]) 2 Wawan Laksito YS ([email protected]) 2 Teguh Susyanto

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan dengan menggunakan basis data relasional atau dalam bentuk dokumen terstruktur memiliki

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya

Lebih terperinci

STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH

STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH Yunizar Fahmi Badron 1*, Fahrul Agus 2, Heliza Rahmania Hatta 3 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi sudah merupakan satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi merupakan suatu kebutuhan

Lebih terperinci

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2011

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2011 PEMBUATAN APLIKASI CONTEXT AWARE PEMANDU TURIS PADA MOBILE DEVICE BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DAN WEB SEMANTIK UNTUK SISTEM PARIWISATA DI INDONESIA Koharudin,Umi Laili Yuhana Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian DSS MP-ASI berbasis pemodelan ontologi ditunjukkan oleh gambar 3.1 : Pengumpulan Data Integrasi Model Ontologi MP-ASI dan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK DENGAN APACHE JENA

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK DENGAN APACHE JENA IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK DENGAN APACHE JENA Bernard Renaldy Suteja Teknik Informatika, Universitas Kristen Maranatha Jalan Surya Sumantri 65 Bandung E-Mail : [email protected] ABSTRACT The information

Lebih terperinci

MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology)

MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology) MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology) Atmoko Nugroho Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract In this time a lot of journal

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas analisa dan perancangan sistem, penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis objek. Analisa sistem meliputi analisa kebutuhan fungsional,

Lebih terperinci

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA APLIKASI PENCARIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS:PERPUSTAKAAN FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA)

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA APLIKASI PENCARIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS:PERPUSTAKAAN FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA) PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB PADA APLIKASI PENCARIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS:PERPUSTAKAAN FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA) Nava atul Fadillah 1), Novrido Charibaldi 2), Herlina Jadianti 3) 1,2,3)

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI ENSIKLOPEDIA TANAMAN OBAT BERBASIS SEMANTIK WEB

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI ENSIKLOPEDIA TANAMAN OBAT BERBASIS SEMANTIK WEB RANCANG BANGUN APLIKASI ENSIKLOPEDIA TANAMAN OBAT BERBASIS SEMANTIK WEB Febri Pradana P 1) Jusak 2) Ignatius Adrian 3) Program Studi/Jurusan Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika Stikom surabaya

Lebih terperinci

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan Overview Web Service (sebagai software) adalah sebuah sistem didesain untuk mendukung mesin interoperabilitas untuk berinteraksi dalam jaringan. Seringnya Web service hanya berupa application programming

Lebih terperinci

bagi para vendor smartphone karena memiliki biaya lisensi lebih murah dan bersifat open source (terbuka). Sifat open source tersebut membuka peluang b

bagi para vendor smartphone karena memiliki biaya lisensi lebih murah dan bersifat open source (terbuka). Sifat open source tersebut membuka peluang b APLIKASI PERPUSTAKAAN ONLINE BERBASIS ANDROID DAN PHP MENGGUNAKAN PROTOKOL JSON Febriani Kusumatuti Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 10 November 2012 Di zaman

Lebih terperinci

II.3.5 Statechart Diagram... II-14 II.3.6 Activity Diagram... II-15 II.3.7 Component Diagram... II-16 II.3.8 Deployment Diagram... II-16 II.3.

II.3.5 Statechart Diagram... II-14 II.3.6 Activity Diagram... II-15 II.3.7 Component Diagram... II-16 II.3.8 Deployment Diagram... II-16 II.3. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA Bab II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian penulis, aplikasi distribusi penjualan barang sudah ada. Dari aplikasi yang sudah ada tersebut penulis ingin mengembangkan lagi

Lebih terperinci

By : Agung surya permana ( )

By : Agung surya permana ( ) By : Agung surya permana (5108100504) Latar belakang Rumusan masalah Permasalahan yang diangkat dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah: Bagaimana mengimplementasikan metode arsitektur SOA dari hasil

Lebih terperinci

BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Aplikasi Web Aplikasi merupakan sekumpulan program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melakukan tugas tertentu. Dengan kata lain, aplikasi bisa disebut juga dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LAPORAN TUGAS AKHIR... ii

DAFTAR ISI. LAPORAN TUGAS AKHIR... ii DAFTAR ISI LAPORAN TUGAS AKHIR... i LAPORAN TUGAS AKHIR... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xiii INTISARI... xiv ABSTRACT... xv BAB

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. AKAKOM yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan Yang dimana

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. AKAKOM yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan Yang dimana BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam usulan penulis yang membedakan dari usulan judul yaitu dimana penelitian ini menggunakan algoritma Dijkstra yang dimana algoritma ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi ini yaitu : 3.1.1 Pembuatan Model Pembuatan sistem aplikasi web

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Teori BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Penelitian yang berhubungan dengan topik yang penulis bahas adalah Sistem Lelang On-Line Perum Pegadaian Jatisrono.(Hidayah, 2013). Pada topik

Lebih terperinci

2.4.4 Activity Diagram... II Sequence Diagram... II Collaboration Diagram... II Implementasi... II PHP...

2.4.4 Activity Diagram... II Sequence Diagram... II Collaboration Diagram... II Implementasi... II PHP... DAFTAR ISI ABSTRACT... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR SIMBOL... xii BAB I... I-1 PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2

Lebih terperinci

Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Negara Modul Administrasi Menggunakan Teknologi Java Server Pages dan PostgreSQL

Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Negara Modul Administrasi Menggunakan Teknologi Java Server Pages dan PostgreSQL Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Negara Modul Administrasi Menggunakan Teknologi Java Server Pages dan PostgreSQL Wahyudiono 5209108718 Sistem Informasi ITS Mengembangkan Sistem Informasi

Lebih terperinci

3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR

3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka merupakan acuan utama pada penelitian ini, berupa studi yang pernah dilakukan orang lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul. Halaman Pengesahan. Halaman Pernyataan. Halaman Persembahan. Halaman Motto INTISARI

DAFTAR ISI. Halaman Judul. Halaman Pengesahan. Halaman Pernyataan. Halaman Persembahan. Halaman Motto INTISARI DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan Halaman Pernyataan Halaman Persembahan Halaman Motto PRAKATA INTISARI ABSTRACT ii iii iv v vi vii xv xvi I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang.............................

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pembahasan pada bab ini berisi tentang analisis dan perancangan sistem, analisis sistem meliputi analisis sistem, analisis kebutuhan fungsionalitas dan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem.

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. BAB II LANDASAN TEORI Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem. 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur

Lebih terperinci

DAFTAR ISTILAH. Activity Diagram

DAFTAR ISTILAH. Activity Diagram DAFTAR ISTILAH Activity Diagram Actor Admin Adobe Dreamweaver AIX Analysis Apache Aplikasi ASP diagram yang digunakan untuk memodelkan aktivitas bisnis pada suatu sesuatu untuk mewakili peran yang dimiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu basis data, pendekatan model data relasional masih banyak dimanfaatkan untuk penyimpanan data dan informasi terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu basis data, pendekatan model data relasional masih banyak dimanfaatkan untuk penyimpanan data dan informasi terhadap BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Sistem informasi merupakan serangkaian prosedur normal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi sebuah informasi yang valid dan kemudian didistribusikan ke para pengguna

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai

Lebih terperinci

Mesin Pencari Cerdas dengan Web Semantik

Mesin Pencari Cerdas dengan Web Semantik Jurnal Generic, Vol. 8, No. 1, Maret 2013, pp. 209~220 ISSN: 1907-4093 (print), 2087-9814 (online) Mesin Pencari Cerdas dengan Web Semantik 209 Aswin Dwiono 1 1 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel

Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas

Lebih terperinci

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal HTML 5 HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah teknologi inti dari Internet. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sisttem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan atau kebijakan dan menjalankan operasional

Lebih terperinci

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

SATIN Sains dan Teknologi Informasi SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No. 1, Juni 2016 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Mengembangkan Sistem Aplikasi Layanan Administrasi

Lebih terperinci

Sistem Basis Data Lanjut. Interoperability & Resource Description Framework (RDF)

Sistem Basis Data Lanjut. Interoperability & Resource Description Framework (RDF) Interoperability & Resource Description Framework (RDF) Tim Penyusun : Pengajar Universitas Gunadarma 2008 Outline Interoperabilitas Metadata Aplikasi Metadata Implementasi Metadata Resource Description

Lebih terperinci

Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel

Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Aplikasi Web Direktori Jurnal Menggunakan Feature Harvester Metadata Artikel Iwan Handoyo Putro 1, Resmana Lim 2, Rocky Y. Dillak 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Radite Purwahana dalam tugas akhirnya telah membuat tugas akhir yang berjudul RAPOR ONLINE SMA N 8 SURAKARTA BERBASIS PHP, MYSQL, DAN SMS

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gereja HKTY Ganjuran adalah salah satu gereja katolik yang terletak di dusun Ganjuran, Sumbermulyo Bambanglipuro, Bantul. Gereja ini dibangun pada tahun 1924

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah d ComPutarE Volume 2 Juni 2012

Jurnal Ilmiah d ComPutarE Volume 2 Juni 2012 PERANCANGAN APLIKASI PENGISIAN KARTU RENCANA STUDY PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO BERBASIS WEB Khairul 1, Darna Basmin 2 Universitas Cokrominoto Palopo 1,2 email:

Lebih terperinci

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Oleh : I G.L.A. Oka Cahyadi P. 5106100061 Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. 132 309 747 Hadziq Fabroyir, S.Kom 051

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda beda. Selain itu terdapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda beda. Selain itu terdapat BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Pengelolaan data seminar dan workshop sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan teknologi yang berbeda beda. Selain itu terdapat

Lebih terperinci

PENERAPAN JAVA SERVER FACES UNTUK DESIGN PATTERN WEB

PENERAPAN JAVA SERVER FACES UNTUK DESIGN PATTERN WEB PENERAPAN JAVA SERVER FACES UNTUK DESIGN PATTERN WEB Yanto (1) Abstrak: J2EE Pattern adalah kumpulan pola-pola yang digunakan dalam menyelesaikan masalah yang umumnya dihadapi oleh setiap programmer Java

Lebih terperinci

PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE

PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE Dwi Sunaryono 1, Wahyu Suadi 2, I Made Krisna Widhiastra 3 1,2,3 Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 60111 E-mail : [email protected],

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Berdasarkan studi kepustakaan dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, telah menemukan kasus yang sama dilakukan oleh peneliti lain sebelumnya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut.

BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem memiliki beberapa definisi yang berbeda-beda menurut pendapat beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut. 1. Menurut Jogiyanto (1999:1), sistem adalah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya,

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Web Pada awalnya aplikasi web dibangun dengan hanya menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan

Lebih terperinci

KBKF53110 WEB PROGRAMMING

KBKF53110 WEB PROGRAMMING RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KBKF53110 WEB PROGRAMMING Disusun oleh: PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER (FILKOM) UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK PADANG LEMBAR PENGESAHAN Rencana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Berdasarkan dengan judul penelitian oleh penulis mengenai Pengembangan Web api Pada Sistem Assesmen Dan Berbasis Tag Sebagai Pembantu Penyusunan Strategi Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Hasil dari perancangan serta uji coba yang dilakukan dari sistem yang telah selesai dan dapat digunakan. Hasil sistem yang dibuat merupakan sistem keamanan dalam pengiriman

Lebih terperinci

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangatlah pesat dan mengalami kemajuan di berbagai bidang mulai dari hardware, software, dan aplikasinya. Dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi 1 Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic. 2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM. Rekayasa Web. Modul 6: Restful API Server & Client Codeigniter. Laboratorium Teknik Informatika Universitas Pasundan

PRAKTIKUM. Rekayasa Web. Modul 6: Restful API Server & Client Codeigniter. Laboratorium Teknik Informatika Universitas Pasundan PRAKTIKUM Rekayasa Web Modul 6: Restful API Server & Client Codeigniter Laboratorium Teknik Informatika Universitas Pasundan Konten modul: 1. Membaca Data Menggunakan Rest API Server & Client 2. Menambah

Lebih terperinci

Pemanfaatan dan Implementasi Library XMLSEC Untuk Keamanan Data Pada XML Encryption

Pemanfaatan dan Implementasi Library XMLSEC Untuk Keamanan Data Pada XML Encryption Pemanfaatan dan Implementasi Library XMLSEC Untuk Keamanan Data Pada XML Encryption Ari Muzakir Universitas Bina Darma Jalan A. Yani No 12 Palembang, Indonesia [email protected] Abstrak Keamanan menjadi

Lebih terperinci