LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH T.A. 2016
|
|
|
- Susanti Atmadja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH T.A PUSAT KAJIAN REFORMASI ADMINISTRASI DEPUTI BIDANG KAJIAN KEBIJAKAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA Jakarta, Januari 2017
2 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas izinnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Pusat Kajian Reformasi Administrasi Tahun Anggaran 2016 telah selesai disusun sesuai dengan yang direncanakan. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah T.A 2016 Pusat Kajian Reformasi Administrasi merupakan bentuk pertanggungjawaban formal atas semua kegiatan yang dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian sasaran dikaitkan dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Penyusunan laporan kinerja ini merupakan analisis realisasi kinerja capaian sasaran strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi, sekaligus sebagai bahan untuk mengupayakan perbaikan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Dalam LKIP Pusat Kajian Reformasi Administrasi T.A 2016 ini disusun berbagai informasi mengenai hasil/realisasi dari rencana capaian kinerja tahun 2016, untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Penyusunan LKIP ini dilakukan seiring dengan agenda penyusunan laporan diawal tahun Dengan disusunnya LKIP Pusat Kajian Reformasi Administrasi T.A. 2016, diharapkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya seluruh kegiatan dapat terevaluasi guna peningkatan kinerja di tahun-tahun yang akan datang. Dalam penyusunan laporan ini tentunya masih banyak kekurangan maupun kesalahan, sehingga kami berharap adanya saran, kritik dan masukan yang bersifat konstruktif guna menyempurnakan penyusunan laporan di waktu mendatang, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas bantuannya sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan. Jakarta, Januari 2017 Kepala Pusat Kajian Reformasi Administrasi Haris Faozan i
3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR i ii iii iv BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Tugas dan Fungsi 2 C. Analisis Perkembangan Strategik 3 BAB II PERENCANAAN KINERJA 6 A. Rencana Strategis 6 B. Perencanaan Kinerja Tahunan 9 C. Penetapan Kinerja 10 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 12 A. Capaian Kinerja Organisasi 12 B. Analisis Permasalahan dan Upaya Penanggulangan 19 C. Realisasi Anggaran 21 BAB IV PENUTUP 23 A. Kesimpulan 23 B. Saran 24 LAMPIRAN ii
4 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Capaian Perjanjian Kinerja PRAKSIS Tahun Tabel 3.2 Capaian Kinerja PRAKSIS Berdasarkan IKU Tahun Tabel 3.3 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014, 2015 dan Tabel 3.4 Kegiatan Advokasi PRAKSIS Tahun Tabel 3.5 Perbandingan Rencana, Pagu Optimalisasi dan Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun iii
5 DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Konsolidasi Rencana Pengembangan Link-Kebijakan 16 Gambar 3.2 Pelaksanaan Workshop Penyusunan Indeks 17 Gambar 3.3 RB Learning Box yang Terintegrasi dalam K.M 8.7 PUSAKA 18 iv
6 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka mencapai visi reformasi birokrasi yaitu mewujudkan pemerintahan kelas dunia, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuan dari penerbitan Undang Undang ASN ini adalah untuk mewujudkan tata kelola aparatur sipil negara sebagai profesi yang memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan mempertanggungjawabkan kinerjanya serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen aparatur sipil Negara. Kebutuhan pengembangan kompetensi bagi ASN memang menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Sumber daya aparatur perlu disiapkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang ada. Namun kondisi hari ini, kinerja penyelenggeraan pemerintahan belum begitu menggembirakan. Laporan yang dikeluarkan oleh The World Bank terkait Doing Business misalnya, telah menempatkan Indonesia pada peringkat ke 91 dalam peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) pada tahun 2017, hanya sedikit lebih baik dari peringkat 106 pada tahun Masih rendahnya tingkat kemudahan berusaha di Indonesia juga telah menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini. Keseriusan Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan kemudahan berusaha salah satunya ditunjukkan dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi sejak September tahun Sampai dengan September 2016, sudah terdapat 13 Paket Kebijakan Ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintahan Joko Widodo. Lemahnya penyelenggaraan pemerintahan diperkuat oleh buruknya integritas birokrasi. Hingga akhir 2014, Indonesia masih mengalami korupsi yang 1
7 relatif tinggi. Dalam Corruption Perception Index 2014, Indonesia menempati posisi 117 dari 175 negara di dunia dengan skor 34 dari skala (0 berarti sangat korup dan 100 berarti sangat bersih). Dalam data tersebut juga diungkapkan bahwa korupsi menempati urutan teratas dari 18 (delapan belas) faktor penghambat kemudahan berusaha di Indonesia. Terkait permasalahan-permasalahan di atas, maka Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada tahun 2016 melakukan 2 kajian yang saling terkait, yaitu Kajian pedoman pengembangan kompetensi ASN dan kajian pengukuran indeks kompleksitas dalam pelayanan publik. Kajian pedoman pengembangan kompetensi ASN berfokus hanya pada pengembangan kompetensi bagi PNS. Tujuan dari penyusunan pedoman dimaksud adalah: pertama, untuk menjadi panduan umum dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi pengembangan kompetensi PNS yang meliputi kompetensi manajerial, sosio kultural, dan teknis. Kedua, menyusun instrumen dalam pembinaan sumber daya manusia aparatur berbasis kompetensi. Adapun kajian pengukuran indeks kompleksitas dalam pelayanan public bertujuan: pertama, menyusun instrument pengukuran indeks kompleksitas pelayanan administrasi perizinan dalam memulai usaha. Kedua, menyusun rekomendasi kebijakan dan strategi simplifikasi pelayanan administrasi perizinan khususnya dalam memulai usaha. B. Tugas dan Fungsi Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata kerja LAN pasal 52 menyatakan bahwa Pusat Kajian Reformasi Administrasi selanjutnya disingkat PRAKSIS berkedudukan di bawah Deputi Bidang Kajian Kebijakan. Tugas PRAKSIS berdasarkan pasal 53 Peraturan Kepala LAN tersebut adalah meliputi: 1. Melaksanakan penyusunan rencana, 2
8 2. Penelaahan kebijakan, pengkajian, dan evaluasi pelaksanaan program kajian reformasi administrasi, 3. Bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang kajian kebijakan reformasi administrasi, 4. Serta pemberian bantuan teknis dan administratif kepada Pusat dan kelompok jabatan fungsional di lingkungannya. Adapun fungsi Pusat Kajian Reformasi Administrasi berdasarkan pasal 54 Keputusan Kepala LAN adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan rencana program, kegiatan, dan anggaran di bidang kajian kebijakan reformasi administrasi; 2. Pelaksanaan kajian kebijakan di bidang reformasi administrasi 3. Pelaksanaan koordinasi kegiatan di lingkungan Pusat 4. Pengendalian pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pusat 5. Pelaksanaan evaluasi kajian kebijakan di bidang reformasi administrasi 6. Pelaksanaan konsultasi, advokasi dan asistensi di bidang kajian kebijakan reformasi administrasi 7. Penyusunan dan pengembangan sistem informasi 8. Pelaksanaan pemberian dukungan teknis dan administrative kepada Pusat dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat 9. Pembinaan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat; dan 10. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan. C. Analisis Perkembangan Strategik Kelahiran UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2014 merupakan sebuah momentum penting untuk perubahan manajemen ASN di Indonesia. Ditindaklanjuti dengan Sasaran pokok RPJMN Indonesia yang mengamanatkan tercapainya Aparatur negara yang profesional di pusat dan daerah yang mendukung pembangunan nasional, mengarahkan 3
9 pembangunan dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi pada tercapainya sasaran program Reformasi Birokrasi yaitu: 1) Birokrasi yang bersih dan akuntabel; 2) Birokrasi yang efektif dan efisien; dan 3) Pelayanan Publik yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam proses pelaksanaan Reformasi Birokrasi, isu-isu strategik mewarnai Birokrasi dalam RPJMN baik yang berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Permasalahan- permasalahan yang belum tuntas dari faktor internal meliputi : 1) Demokratisasi; 2) Desentralisasi dengan fokus Partisipasi, Pro Rakyat dan keadilan sosial; 3) Birokrasi dengan fokus KKN, Tidak efisien/efektif, Kapasitas Rendah, Politisasi Birokrasi. Adapun dari faktor eksternal meliputi isue 1) Globalisasi dengan fokus Ketidakpastian, Integrasi Ekonomi, Kompetisi Global (Middle Income Trap, AEC, Asian Century); 2) Revolusi ICT dengan fokus Dampak e-government, Faster-Cheaper-Better, Keterbukaan informasi. Isue-isue internal dan eksternal dapat bermuara pada Pelayanan Publik dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara. Pada sembilan Program Nawa Cita yang terkait dengan tugas dan fungsi PRAKSIS adalah: membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya; dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; serta mereformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Selanjutnya, bila perhatian kita diarahkan kepada RPJMN yang relevan dengan tugas dan fungsi PRAKSIS yaitu percepatan reformasi birokrasi dan tatakelola pemerintahan. Di sisi lain, Pidato kenegaran Presiden tahun 2016 mengamanatkan PRAKSIS untuk berperan aktif dalam: (1) sinkronisasi dan harmonisasi kelembagaan; (2) kerangka nasional revolusi mental (ASN); (3) Pembangunan Demokrasi (Pemilu dan Pilkada); (4) Pemantapan peran Indonesia di G20 dan MEA; (5) Kemandirian Ekonomi; dan (6) Meningkatkan kinerja sektoral: Infrastruktur, Kedaulatan Pangan, Kemaritiman, Kesehatan, Ekonomi Kreatif, Penegakan Hukum, Pertahanan Negara, Pemberantasan Korupsi, Pengalihan Subsidi BBM dan subsidi lainnya. Sementara itu, Prolegnas yang berpengaruh dan menjadi landasan pelaksanaan tugas dan fungsi yakni: (1) kebijakan yang telah menjadi undang- 4
10 undang: UU Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara; UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik; UU Nomor 30/2004 tentang Administrasi Pemerintahan; UU Nomor 5/2016 tentang Aparatur Sipil Naegara; (2) kebijakan yang telah selesai draft RUU Etika Penyelenggara Negara; RUU Tata Hubungan Kewenangan antara Pusat dan Daerah; RUU Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan; RUU tentang Akuntabilitas Penyelenggara Negara; dan (3) Kebijakan berupa RUU Tata Pemerintahan Elektronis. Terkait tugas dan fungsi Pusat Kajian Reformasi Administrasi, penyusunan dokumen LKIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan penjabaran dari pelaksanaan fungsi manajemen kegiatan, yakni Pelaporan pelaksanaan kegiatan. Di samping itu, dokumen LKIP ini adalah salah satu media penyampaian informasi capaian kinerja yang telah dihasilkan Pusat Kajian Reformasi Administrasi kepada Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan sebagai bentuk akuntabilitas organisasi. Melalui LKIP 2016 ini, Pusat Kajian Reformasi Administrasi berharap selanjutnya menerima masukan-masukan penting yang dapat digunakan sebagai feedback dan bahan perbaikan kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi unit kajian di waktu-waktu mendatang. Adapun rujukan kebijakan dalam penyusunan LKIP ini adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Berdasarkan rujukan tersebut, informasi yang dimuat dalam LKIP mencakup: 1) rencana kinerja, 2) penetapan kinerja, dan 3) akuntabilitas kinerja. Dari unsur-unsur tersebut diungkapkan tentang sasaran strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi beserta indikator dan targetnya, serta realisasi dan capaian dari masing-masing indikator sasaran tersebut. 5
11 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Berdasarkan Undang-Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Presiden No.2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun telah disusun Renstra LAN Disamping itu, Renstra LAN juga disusun dalam rangka mendukung agenda prioritas NAWACITA. Sesuai dengan mandatnya, LAN mendukung nawacita kedua yakni Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya. Selain itu LAN juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan serta melakukan revolusi karakter bangsa, khususnya Aparatur Sipil Negara. Renstra LAN tersebut telah dikukuhkan dalam Peraturan Kepala LAN Nomer 11 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Lembaga Administrasi Negara Tahun Guna mewujudkan Agenda tersebut, LAN menyatakan Visi nya: Menjadi rujukan bangsa dalam pembaharuan Administrasi Negara. LAN mempunyai Misi Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas aparatur negara dan sistem administrasi negara guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik, melalui: 1. Pengembangan Inovasi Administrasi Negara; 2. Pengkajian Kebijakan; 3. Pembinaan dan Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur negara; 4. Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Administrasi. 6
12 Berkenaan dengan hal di atas, dalam rangka mendukung pencapaian Visi dan Misi-2 LAN, dalam Renstra Kedeputian Deputi Bidang Kajian Kebijakan telah menetapkan visi yang merupakan cascading dari visi LAN. Penyusunan LKIP ini tidak terlepas dari Rencana Strategis (selanjutnya disebut Renstra) yang telah disusun oleh Kedeputian Bidang Kajian Kebijakan dan Pusat Kajian Reformasi Administrasi. Adapun visi dan misi Deputi Bidang Kajian Kebijakan adalah: Menjadi Kampiun dalam Rekomendasi dan Advokasi Kebijakan Misi yang akan dilaksanakan dalam upaya mewujudkan visi tersebut adalah: 1. Penyelenggaraan kajian dan advokasi kebijakan bidang reformasi administrasi. 2. Penyelenggaraan kajian dan advokasi kebijakan bidang desentralisasi dan otonomi daerah. 3. Penyelenggaraan kajian dan advokasi kebijakan bidang sistem administrasi negara dan hukum administrasi negara. 4. Penyelenggaraan pembinaan analis kebijakan bagi peningkatan kualitas kebijakan di Indonesia. 5. Penguatan kapasitas organisasi kedeputian yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah bagi stakeholders. Berkaitan dengan hal di atas, Sebagai cascading dari Visi dan Misi Kedeputian Bidang Kajian Kebijakan terutama misi pada poin (1) dan (5) serta Tujuan, Sasaran dan Indikator (1), Pusat Kajian Reformasi Administrasi memiliki Visi dan Misi sebagai berikut: 1. Visi Menjadi referensi dan mitra yang andal dalam studi reformasi administrasi di Indonesia Visi sebagai cara memandang diri dan menempatkan serta mengambil peran dalam lingkungan strategisnya. Untuk mewujudkan Visi Pusat Kajian 7
13 Reformasi Administrasi (PRAKSIS) Kedeputian Bidang Kajian Kebijakan, dijabarkan dalam misi yang berisikan kejelasan peran, arah dan tolak ukur yang dapat dijadikan pedoman bagi pengelola PRAKSIS dalam menjalankan tugasnya. 2. Misi Dalam rangka mewujudkan visi sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, maka telah dirumuskan misi untuk mendukung terwujudnya visi tersebut yaitu sebagai berikut: 1) Menyediakan pelayanan konsultasi dan advokasi yang user friendly dan berkualitas dalam implementasi program reformasi birokrasi. 2) Menyediakan rekomendasi kebijakan di bidang reformasi administrasi yang handal bagi pemerintah. 3) Menyediakan pelayanan hasil informasi kajian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan rapktek terkait dengan penyelenggaraan reformasi administrasi di Indonesia. 4) Menyediakan pelayanan program bimbingan teknis dan pendampingan bagi instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merancang dan melaksanakan reformasi birokrasi. 3. Tujuan Guna terwujudnya Visi dan tercapainya Misi Pengkajian Kebijakan, dikaitkan dengan ruang lingkup bidang yang dimiliki oleh Pusat Kajian Reformasi Administrasi, terdapat tujuan yang diharapkan yaitu Meningkatkan kualitas hasil kebijakan di bidang Reformasi Administrasi. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan LAN yaitu meningkatkan: 1) Persentase hasil kajian LAN yang didiseminasikan kepada stakeholders; dan 2) Persentase policy paper/ policy brief yang dihasilkan dari kajian kebijakan. 4. Sasaran Ukuran kinerja pencapaian tujuan organisasi dirumuskan dalam sasaran strategis yakni Meningkatnya kualitas hasil kajian kebijakan. Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis digunakan indikator keberhasilan yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis PRAKSIS tahun Sebagai 8
14 cascading IKU Kedeputian Bidang Kajian Kebijakan, telah ditetapkan Indikator Kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi, yaitu jumlah rekomendasi kebijakan administrasi negara yang menjadi wacana publik dan jumlah policy paper/policy brief dibidang reformasi administrasi yang didiseminasikan kepada stakeholders. B. Perencanaan Kinerja Tahunan (Perencanaan Kinerja) Dokumen LKIP Tahun Anggaran 2016 memuat hasil pelaksanaan Perencanaan Kinerja Tahunan Pusat Kajian Reformasi Administrasi Tahun 2016 yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi Tahun Dari sisi sasaran kinerja LAN, sasaran kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi yang relevan adalah Persentase hasil kajian yang didiseminasikan kepada stakeholders dan Persentase policy paper/ policy brief yang dihasilkan dari kajian kebijakan. Pencapaian sasaran tersebut selanjutnya akan diukur melalui indikator jumlah telaahan kebijakan di bidang reformasi administrasi. Indikator tersebut merupakan indikator kinerja utama (IKU) Kedeputian Kajian Kebijakan. Adapun arah kebijakan dan strategi Lembaga Administrasi Negara pada tahun dalam peningkatan kualitas kajian kebijakan adalah Ketepatan perencanaan dan pelaksanaan kajian dan litbang melalui konsolidasi dan kepatuhan pelaksanaan sesuai dengan kaidah akademik dan akuntabilitas. Indikator sasaran strategis tersebut di atas dituangkan dalam perencanaan kinerja yang selanjutnya ditetapkan dalam ketetapan Kinerja Pimpinan unit yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Kajian Reformasi Administrasi dan Deputi Bidang Kajian Kebijakan. Selain itu, Perencanaan Kinerja yang secara formal memiliki implikasi anggaran APBN. Dari sisi kinerja unit PRAKSIS memiliki target-target kinerja yang tidak didasarkan anggaran dan tidak tertuang dalam Penetapan Kinerja namun merupakan amanah LAN yang harus diemban melalui kegiatan Proyek Perubahan. Pada tahun 2016 PRAKSIS menetapkan 3 program inovasi, yaitu: 9
15 1. Lingkaran Kajian Kebijakan (Link-Kebijakan), program ini merupakan forum untuk mensinergikan, memperkuat dan mengoptimalkan keberadaan dan kontibusi unit kelitbangan dan kajian pemerintah melalui penguatan jejaring dan kerjasama baik antara instansi pemerintah di level pusat dan daerah maupun mitra pembangunan lainnya dalam rangka penguatan pemberian rekomendasi kebijakan dan knowledge repository bagi pemerintah dan dan stakeholder. 2. Pengembangan Kapasitas SDM DKK, merupakan rangkaian program pengembangan kapasitas SDM di lingkungan DKK khususnya bagi peneliti, analis kebijakan maupun calon peneliti dan calon analis kebijakan yang dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, bimbingan teknis, maupun kegiatan pengembangan kompetensi lainnya dalam rangka mengakselerasi terwujudnya aparatur pemerintah yang berkelas dunia. 3. RB-Learning Box, merupakan wadah referensi bagi Kementerian, Lembaga, dan Daerah terutama terkait karya ilmiah, instrumen, serta pedoman pelaksanaan program reformasi birokrasi. C. Penetapan Kinerja (Perjanjian Kinerja) Substansi yang dimuat dalam perjanjian kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada hakekatnya adalah substansi dari rencana kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi yang sudah mendapatkan kepastian hukum dari sisi anggaran (dimuat dalam DIPA). Substansi tersebut kemudian menjadi bahan utama yang diperjanjikan antara Kepala Pusat Kajian Reformasi Administrasi dengan Deputi Bidang Kajian Kebijakan, untuk digunakan sebagai tolak ukur kinerja PRAKSIS. Pada tahun anggaran 2016, substansi yang dicantumkan dan besarnya anggaran dalam dokumen penetapan kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi tanggal 11 Januari 2016 adalah sebagai berikut: a. Sasaran strategis awal yang disusun adalah Tersusunnya rekomendasi kebijakan di bidang reformasi administrasi. b. Indikator kinerja adalah sebagai berikut: 1) jumlah laporan pelaksanaan kegiatan Kajian dibidang Reformasi Administrasi yang menjadi wacana 10
16 publik; 2) Jumlah policy brief di bidang Reformasi Administrasi yang menjadi wacana publik. Adapun target dari Kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi tahun 2016 adalah 2 (dua) laporan dengan capaian 100% dan policy brief yang mencapai 100% juga. Dengan total anggaran kegiatan berdasarkan hasil optimalisasi untuk unit Pusat Kajian Reformasi Administrasi yaitu Rp ,- terbilang Satu Milyar Enam Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah. 11
17 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi Kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi tahun 2016 dinilai berdasarkan pencapaian sasaran strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi yang diukur melalui kinerja kegiatannya, yaitu Telaahan kebijakan di bidang Reformasi Administrasi dengan sub kegiatan atau output kegiatan Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik dan Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN. Oleh karena itu, uraian tentang Akuntabilitas Kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada bagian ini merujuk pada Indikator Kinerja dari sasaran strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi, yaitu: a. Tersedianya hasil Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik. b. Tersedianya Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN. Adapun Jumlah output kegiatan Telaahan kebijakan di bidang reformasi administrasi sebagaimana tertuang dalam Rincian Kertas Kerja Satker T.A yaitu sebanyak 2 (dua) buah, yaitu: a. Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik. Indikator output ini berhasil diwujudkan oleh Pusat Kajian Reformasi Administrasi. Output ini diwujudkan dengan adanya laporan Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik. b. Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN, dengan output dokumen Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN. 12
18 Capaian kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi di tahun 2016 sesuai dengan Perjanjian Kinerja Kepala Pusat Kajian Reformasi Administrasi adalah sebagai berikut: No Tabel 3.1 Capaian Perjanjian Kinerja PRAKSIS Tahun 2016 Sasaran Program/ Kegiatan Tersusunnya rekomendasi kebijakan dibidang reformasi administrasi Terlaksananya pengembangan kapasitas organisasi penguatan kompetensi sumber daya manusia dan business process secara berkelanjutan yang berorientasi kepada stakeholders Terlaksananya konsultasi, advokasi dan/atau asistensi dengan stakeholders PRAKSIS Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian % 1. Jumlah laporan 2 laporan 2 laporan 100% pelaksanaan kegiatan Kajian dibidang Reformasi Administrasi yang menjadi wacana publik 2. Jumlah Policy 3 policy 3 Policy 100% Brief dibidang brief brief Reformasi Administrasi yang menjadi wacana publik Jumlah kegiatan % pengembangan kegiatan kegiatan kapasitas organisasi yang diikuti oleh Pegawai dilingkungan PRAKSIS Jumlah konsultasi, advokasi dan/atau asistensi dibidang Reformasi Administrasi 7 kegiatan 7 kegiatan 100% 13
19 Adapun capaian kinerja Pusat Kajian Reformasi Administrasi di tahun 2016 berdasarkan IKU adalah sebagai berikut: No Tabel 3.2 Capaian Kinerja PRAKSIS Berdasarkan IKU Tahun 2016 Sasaran Strategis 1 Tersedianya rekomendasi kebijakan di bidang Reformasi Administrasi Indikator Kinerja Utama Jumlah rekomendasi kebijakan yang menjadi wacana public Jumlah policy brief di bidang reformasi administarsi yang didiseminasikan kepada stakeolders Target Rekomendasi kebijakan Realisasi Rekomendasi kebijakan yang menjadi wacana publik % Capaian % 2 Policy brief 3 policy brief 100% Selanjutnya perbandingan capaian kinerja PRAKSIS antara tahun 2014, 2015 dan 2016 semuanya berhasil dicapai 100%. Dengan rincian dapat dilihat dalam tabel berikut: No Tabel 3.3 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014, 2015 dan 2016 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Realisasi % Capaian 1 Tersedianya hasil kajian Model Reformasi Birokrasi di Indonesia Tersedianya hasil kajian Strategi Tahun 2014 Jumlah laporan 1 laporan 1 laporan 100% kajian Jumlah laporan kajian 1 laporan 1 laporan 100% 14
20 Reformasi Birokrasi Pembangunan Infrastruktur 2 Tersedianya rekomendasi kebijakan di bidang Reformasi Administrasi 3 Tersedianya rekomendasi kebijakan di bidang reformasi administrasi Jumlah rekomendasi kebijakan yang menjadi wacana publik Jumlah policy paper/policy brief di bidang Reformasi Administrasi Jumlah rekomendasi kebijakan di bidang reformasi administrasi yang menjadi wacana publik Jumlah policy brief di bidang reformasi administarsi yang didiseminasikan kepada stakeolders Tahun 2015 Tahun Rekomenda si kebijakan 1 policy paper/ policy brief 2 Rekomenda si kebijakan 2 Policy brief 1 100% Rekomendasi kebijakan yang menjadi wacana publik 7 policy brief 100% 2 Rekomendasi kebijakan yang menjadi wacana publik 100% 3 policy brief 100% Selanjutnya, apabila dikaitkan dengan Rencana Strategis Organisasi, sampai pada tahun 2016 ini target capaian masih sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Walaupun pada perkembangannya terdapat beberapa perubahan Indikator Kinerja Utama, namun pada dasarnya secara capaian target setiap tahunnya telah tercapai dengan baik atau memenuhi target. 15
21 Selain itu, disamping capaian kinerja program yang pembiayaannya teralokasi dalam APBN, PRAKSIS juga telah melaksanakan 3 (tiga) program inovasi yaitu sebagai berikut: 1. Lingkaran Kajian Kebijakan (Link-Kebijakan) Link-Kebijakan merupakan forum untuk mensinergikan, memperkuat dan megoptimalkan keberadaan dan kontribusi unit kelitbangan dan kajian Pemerintah melalui penguatan jejaring dan kerjasama baik antara instansi pemerintah di level Pusat dan Daerah maupun mitra pembangunan lainnya dalam rangka penguatan pemberian rekomendasi kebijakan dan knowledge repository bag Pemerintah dan stakeholder. Dari kegiatan ini telah dihasilkan beberapa hal sebagai berikut: a. Telah terjalinnya komunikasi dan konsolidasi rencana pengembangan Link-Kebijakan yang diinisiasi PRAKSIS-LAN. Pertemuan dihadiri oleh anggota Forum Komunikasi Kelitbangan Kementerian dan Lembaga. b. Dukungan dari stakeholder untuk pembentukan Link-Kajian Kebijakan di Indonesia dengan memanfaakan Forum Komunikasi Kelitbangan. c. Telah disetujuinya gagasan one door policy untuk mengintegrasikan hasil-hasil kajian kebijakan yang dilakukan Kementerian maupun Lembaga. d. Telah tersusunnya Roadmap Inovasi Link-Kebijakan tahun Gambar 3.1 Konsolidasi Rencana Pengembangan Link-Kebijakan 16
22 2. Pengembangan Kapasitas SDM Deputi Bidang Kajian Kebijakan Pengembangan SDM DKK merupakan rangkaian program pengembangan kapasitas SDM di lingkungan DKK khususnya bagi peneliti, analis kebijakan maupun calon peneliti dan calon analis kebijakan yang dilakukan melalui pelatihan, workshop, bimbingan teknis, maupun kegiatan pengembangan kompetensi lainnya dalam rangka mengakselerasi terwujudnya aparatur pemerintahan berkeas dunia. Dai kegiaan ini telah dihasilkan beberapa hal sebagai berikut: a. Terbentuknya program dan PIC pelaksanaan kegiatan pengembangan. b. Terlaksananya pelatihan bahasa inggris secara berkala. c. Terlaksananya pelatihan penulisan di media online. d. Terlaksananya workshop penyusunan indeks e. Tersusunnya Roadmap Inovasi Pengembangan Kapasitas Deputi Bidang Kajian Kebijakan tahun Gambar 3.2 Pelaksanaan Workshop Penyusunan Indeks 3. RB Learning Box RB Learning Box merupakan instrumen dalam melakukan transfer pengetahuan kepada K/L/D terkait pelaksanaan Reformasi Birokrasi (tools, dokumen pendukung, dll). Dengan alasan efisiensi, transfer knowledge dilakukan dengan sistem e-learning dengan coba memanfaatkan free software yang ada, yang kemudian diberi nama RB Learning Box. 17
23 a. Tersedianya informasi-informasi terkait dengan reformasi birokrasi baik dalam bentuk konseptual, yuridis maupun empiris. b. Terciptanya RB Learning Box yang telah terintegrasi dengan web K.M 8.7 sehingga memudahkan stakeholder untuk mengaksesnya. Gambar 3.3 RB Learning Box yang Terintegrasi dalam K.M 8.7 PUSAKA Selain itu, apabila dilihat dari sisi advokasi yang telah dilakukan oleh Pusat Kajian Reformasi Administrasi yang juga merupakan bagian dari kinerjanya, namun tidak dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara PRAKSIS, Pusat ini telah melakukan advokasi ke beberapa Kementerian dan Pemerintah Derah. Beberapa aktivitas advokasi yang telah dilakukan pada tahun 2016 antara lain: Tabel 3.4 Kegiatan Advokasi PRAKSIS Tahun 2016 Kegiatan Fasilitator Penyusunan Manpower Planning Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Fasilitator Penyusunan SOP Pegawai Berprestasi Fasilitator Penyusunan Modul Diklat Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Fasilitator Penyusunan Modul Diklat Peningkatan Daya Saing Daerah Fasilitasi Penyusunan Roadmap Inovasi Pelayanan Publik Kab. Bintan Tahun Sumber Dana KDPDTT KDPDTT Badiklat Provinsi Banten Badiklat Provinsi Banten Pemkab Bintan 18
24 B. Analisis Permasalahan dan Upaya Penanggulangan Dalam pelaksanaan kegiatan selama kurun waktu tahun 2016, tentu PRAKSIS mengalami berbagai hambatan dan kendala, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Pada penyusunan Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas, secara substansi merupakan hal yang cukup baru bagi PRAKSIS sehingga Tim Penyusun harus benar-benar mengetahui terlebih dahulu permasalahan dan metodologi kajiannya. Untuk memahami masalah ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar sehingga membuat skenario kegiatan berubah. Selain itu, dari sisi administratif, terdapat oprimalisasi anggaran yang berdampak pada perlunya penyesuaian kegiatan. Padahal kegiatan telah direncanakan sedemikian rupa sehingga sempat menghambat pelaksanaan kegiatan. 2. Pada penyusunan Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN, secara substansi cukup sulitnya menyamakan persepsi pedoman khususnya dengan stakeholder di Kedeputian Diklat LAN, selain itu diperlukan instrument teknis yang mendukung sehingga diperlukan tenaga ahli yang tepat dan kompeten dari luar PRAKSIS. Sementara dari sisi administratif, sama seperti yang dikemukakan sebelumnya, terdapat penyesuaian anggaran yang membuat skenario kegiatan berubah. 3. Terkait kegiatan advokasi dan fasilitasi, dikarenakan load pekerjaan di internal organisasi, menyebabkan pelaksanaan kegiatan advokasi menjadi terhambat. 4. Terkait program inovasi, pada Link-Kebijakan sulitnya melakukan pertemuan intensif dengan para stakeholder karena kesibukan masingmasing sehingga kegiatan konsolidasi menjadi kurang optimal tindak lanjutnya. Pada kegiatan pengembangan kapasitas, sulit menumbuhkan pentingnya pengembangan kapasitas bagi pegawai yang menyebabkan kurangnya antusiasme dan komitmen peserta. Selanjutnya pada kegiatan 19
25 RB Learning Box, PRAKSIS belum memiliki software tersendiri untuk mengelola RB Learning Box. Selain itu, dari sisi anggaran, karena kegiatan ini merupakan Non APBN, maka biaya kegiatan menjadi sangat terbatas. Berkaitan dengan berbagai permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka terdapat beberapa upaya penanggulangan yang dilakukan oleh PRAKSIS antara lain sebagai berikut: 1. Dalam penyusunan Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik, Tim mengundang para narasumber atau ekspert untuk melakukan transfer knowledge kepada Tim Penulis sehingga membuat Tim memiliki pemahaman yang cukup terkait substansi kajian. Sementara itu, terkait optimalisasi anggaran, Tim berupaya menyesuaikan kembali skenario kegiatan dengan anggaran yang tersedia tanpa mengurangi kualitas capaian produk dan juga dilakukan kerjasama dengan lembaga donor sehingga mampu memberikan kontribusi finansial yang mendukung kegiatan PRAKSIS. 2. Dalam penyusunan Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN, Tim melakukan koordinasi secara intensif dengan Kedeputian Diklat dan pihak terkait untuk menyamakan persepsi. Selain itu, PRAKSIS mengundang Tim Narasumber untuk turut membantu penyusunan pedoman dengan disertai konsultasi secara berkelanjutan dengan pimpinan sehingga substansinya dapat lebih jelas dan terarah. Sementara dari sisi anggaran, Tim berupaya menyesuaikan kembali skenario kegiatan dengan anggaran yang tersedia tanpa mengurangi kualitas capaian produk dan juga dilakukan kerjasama dengan lembaga donor sehingga mampu memberikan kontribusi finansial yang mendukung kegiatan PRAKSIS. 3. Terkait advokasi, agar pekerjaan tetap seimbang antara kegiatan unit dan kegiatan di luar unit, maka PRAKSIS menyusun pembagian Tim Kerja secara proporsional, khusus untuk advokasi atau kegiatan fasilitasi Tim Kerja ini melibatkan pihak di luar PRAKSIS sehingga load pekerjaan dapat dikelola dengan baik. 20
26 4. Terkait program inovasi, pada Link-Kebijakan senantiasa dilakukan koordinasi khususunya bagi tim internal dengan unsur pimpinan untuk mendapatkan arahan yang jelas mengenai visi dan misi Link-Kebijakan. Selanjutnya terkait pengembangan kapasitas, agar menumbuhkan minat peserta, maka program pengembangan kapasitas dipilih berdasarkan kebutuhan kerja sehari-hari dan juga menyeimbangkan antara teori dan praktek. Adapun terkait RB Learning Box, PRAKSIS memanfaatkan software Pusat Pembinaan Analis Kebijakan melalui K.M 8.7, sehingga RB Learning Box terintegrasi dalam web tersebut. Selain itu, dalam Link- Kebijakan dan Pengembangan Kapasitas SDM DKK telah dilakukan penyusunan rencana kerja yang tertuang dalam Roadmap Inovasi tahun , sehingga kegiatan dan capaian per-tahun dapat lebih jelas dan terarah. C. Realisasi Anggaran Pada akhir triwulan 4 dari total anggaran yang dialokasikan yakni sebesar Rp ,- telah diserap dan direalisasikan dalam dua kegiatan sebesar Rp ,- atau sebesar 98,92% dengan capaian target 100% untuk kedua kegiatan. Pagu anggaran sebesar Rp ,- merupakan pagu hasil optimalisasi kegiatan yang semula memiliki budget sebesar Rp ,-. Apabila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu yang serapan anggarannya mencapai 94,55%, pada tahun 2016 ini kemampuan serapan anggaran meningkat 4,37%, namun capaian target tetap berhasil 100% pada dua tahun ini. Kinerja Keuangan Pusat Kajian Reformasi Administrasi dapat dilihat dari Tabel 3. 5 di bawah ini: 21
27 PROGRAM Program Telaahan Kebijakan di bidang Reformasi Administrasi Tabel 3.5 Perbandingan Rencana, Pagu Optimalisasi dan Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2016 KEGIATAN Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik Kajian Pedoman Pengembang an Kompetensi ASN RENCANA TOTAL ANGGARAN (Rp.) PAGU REALISASI OPTIMALISASI (99,07%) (98,75%) (98,92%) SISA KET (0,93%) APBN (1,25%) APBN (1,08%) Jumlah anggaran Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada tahun Anggaran 2016 pagu awal adalah Rp ,-. Kemudian dilakukan optimalisasi anggaran sebesar Rp Dari total anggaran tersebut, berhasil dibelanjakan atau direalisasikan senilai Rp ,- atau sebesar 98,92%. Kinerja keuangan ini diperoleh dari kinerja keuangan masing-masing kegiatan yaitu: a. Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik adalah 99,07% b. Kajian Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN adalah 98,75% 22
28 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan capaian kinerja sasaran strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi Tahun 2016, maka dapat disimpulkan bahwa Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada tahun 2016 memiliki kinerja yang baik. Kinerja tersebut dihasilkan dari pencapaian 100% pada kedua indikator output Pusat Kajian Reformasi Administrasi dalam arti tersedianya dua laporan Program Telaahan Kajian Kebijakan. Sementara dari sisi keuangan, Pusat Kajian Reformasi Administrasi juga menunjukkan kinerja yang baik. Penyerapan anggaran PRAKSIS mencapai 98,92% dari dua kegiatan yang dilaksanakan PRAKSIS. Tingkat penyerapan tertinggi adalah kegiatan Kajian Pengukuran Indeks Kompleksitas dalam Pelayanan Publik sebesar 99,07%, sedangkan kegiatan yang memiliki tingkat penyerapan berikutnya adalah kegiatan Pedoman Pengembangan Kompetensi ASN sebesar 98,75%. Kedua angka tersebut menunjukkan ketepatan perencanaan dengan dinamika pelaksanaan penelitian yang terjadi selama kurun waktu tahun Secara umum, capaian kinerja PRAKSIS telah sejalan dalam mendukung kinerja Kedeputian Bidang Kajian Kebijakan secara khusus dan LAN secara umumnya. Selain itu, upaya pencapaian Sasaran Strategis Pusat Kajian Reformasi Administrasi Tahun 2016 tidak terlalu mengalami hambatan yang berarti. Dalam upaya membangun networking, Pusat Kajian Reformasi Administrasi sebagai unit yang baru 2 tahun terbentuk, telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi Non Pemerintah seperti AIPEG, OECD dan UID. Selain itu, Pada tahun 2016, PRAKSIS juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi seperti Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Pemerintah Provinsi Banten, Kabupaten Bintan dan lain-lain, artinya PRAKSIS juga telah berkontribusi dan berperan aktif dalam membenahi dan membangun tata kelola pemerintahan dalam koridor good governance. 23
29 B. Saran Dalam rangka menjaga kinerja dan bahkan peningkatan kinerja Kajian kebijakan pada masa mendatang, perlu kiranya beberapa hal berikut mendapatkan perhatian, yaitu sebagai berikut: a) Pengembangan kompetensi SDM yang terintegrasi Pengelolaan sumber daya manusia menjadi keharusan dalam setiap organisasi. Organisasi berbasis kompetensi menempatkan pengembangan pegawai sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan kinerja organisasi. Melalui perencanaan pengembangan manusia yang terintegrasi dengan kebijakan SDM lainnya dan sejalan dengan perancanaan strategis organisasi, menghasilkan kompetensi yang dikembangkan sesuai dengan sasaran kinerja organisasi. b) Sinergisitas pelaksanaan kegiatan Perlu adanya sinergisitas antara fungsi kajian dengan fungsi lain di LAN. Hasil kajian belum mampu menunjang kinerja unit kediklatan, sekretariatan, dan unit-unit kajian yang lain. Upaya koordinasi diantara stakeholder perlu dilakukan. c) Peningkatan komposisi SDM Peneliti Komposisi SDM Pusat Kajian Reformasi Administrasi pada tahun 2016 sejumlah 11 orang, dan didalamnya hanya memiliki 2 orang Peneliti. Minimnya jumlah peneliti tentu menjadi hambatan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan kajian, hal ini perlu menjadi perhatian agar beban kerja dan komposisi SDM dapat seimbang. d) Penguatan budaya organisasi LAN telah memiliki nilai-nilai organisasi, yaitu Integritas, Profesional, Inovatif dan Peduli (IPIP). Nilai-nilai ini harus senantiasa diinternalisasikan dalam pelaksanaan kerja sehari-hari baik secara individu maupun kelompok dalam organisasi, sehingga akan tumbuh komitmen dan budaya kerja yang handal dan profesional. 24
30 LAMPIRAN 25
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT KAJIAN SISTEM DAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PUSAT KAJIAN SISTEM DAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 Telp. (021) 3864634 ext. 117-120 Fax.
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat
KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
i KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Rencana Strategis (Renstra) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang
TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri)
TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri) LAPORAN SINGKAT KOMISI II DPR RI ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Tahun Sidang
RINGKASAN EKSEKUTIF RINGKASAN EKSEKUTIF
RINGKASAN EKSEKUTIF disusun untuk menyajikan informasi tentang capaian komitmen kinerja yang telah diperjanjikan Sekretariat Kabinet kepada kepada pimpinan dan stakeholders selama tahun 2015. Laporan Kinerja
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I A. Latar Belakang Tahun 2015 merupakan tahun pertama dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 2019. Periode ini ditandai dengan fokus pembangunan pada pemantapan
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 1.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan SKPD Dalam proses penyelenggaraan pemerintahan sampai sekarang ini
Bab I Pendahuluan Latar Belakang
Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan demokratis
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Keberadaan BKN secara yuridis formal termuat di dalam Undang- Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor
Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah
KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.
KATA PENGANTAR Laporan akuntabilitas kinerja merupakan wujud pertanggungjawaban kepada stakeholders dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KATA PENGANTAR Rencana strategis (Renstra) 2015 2019 Biro Hukum dan Organisasi
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA PERJANJIAN KINERJA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA, 2016 Kata Pengantar Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
UNIT PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PPID RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PELAYANAN INFORMASI PUBLIK Melayani Informasi, Memajukan Negeri 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Salah satu prasyarat penting dalam
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan
PELAYANAN INFORMASI PUBLIK
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM REPUBLIK INDONESIA UNIT PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PPID RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PELAYANAN INFORMASI PUBLIK BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Salah satu prasyarat penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan
0 BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM 1.1.1. Kedudukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.1/2011 tanggal 22 Maret 2011 tentang
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku
Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) serta disusun mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja
Kepala Lembaga Administrasi Negara. Dr. Adi Suryanto, M.Si
PERJANJIAN KINERJA KATA PENGANTAR Penyusunan Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dibuat sebagai perwujudan dan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dengan harapan dapat dipergunakan
User [Pick the date]
RENCANA KERJA KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG TAHUN 2016 User [Pick the date] KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG Jl babakan sari no.177 Bandung telepon (022) 7271101 2015 Rencana Kerja Kecamatan Kiaracondong
DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp. 024-8311729 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur
BAB I PENDAHULUAN Pengawasan Intern pemerintah merupakan unsur manajemen yang penting dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai pelaksana pengawasan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2017 Deputi I Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri
KATA PENGANTAR Ungkapan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat-Nya, sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kedeputian I Bidang Koordinasi Politik Dalam
- 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS
- 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS A. KEMAJUAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sebagai langkah strategis,
BUPATI BLORA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA,
BUPATI BLORA PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM INTERNAL AUDIT (INTERNAL AUDIT CHARTER) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BLORA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA, Menimbang
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 28 Maret 2012 Kepada Nomor : 070 / 1082 / SJ Yth. 1. Gubernur Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota Lampiran : Satu berkas di Hal : Pedoman Penyusunan Program
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun secara
Ikhtisar Eksekutif. vii
Kata Pengantar Laporan Kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi kepada masyarakat (stakeholders) dalam menjalankan visi dan misi
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DAN EVALUASI KINERJA Kedeputian Pelayanan Publik
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DAN EVALUASI KINERJA 2012 Kedeputian Pelayanan Publik Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Akuntabilitas sebagai salah satu pilar tata kepemerintahan
PERJANJIAN KINERJA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA TAHUN 2015
PERJANJIAN KINERJA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil, menjadi keharusan bagi
KATA PENGANTAR. Inspektur Jenderal. M. Sakri Widhianto
KATA PENGANTAR Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, maka diperlukan suatu pedoman dan arahan yang jelas sebagai acuan untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Pedoman dan arahan dituangkan dalam
Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses
B A B I P E N D A H U L UA N A. LATAR BELAKANG Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui langkah-langkah strategis
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi... i... ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2
RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012
RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah
KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun
KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,
KATA PENGANTAR Alhamdulillaah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan petunjuk- Nya kami telah menyusun dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13
INSPEKTORAT KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Kasih sayang-nya sehingga Laporan Inspektorat Kota Bandung Tahun 2015 ini dapat tersusun Laporan ini merupakan
BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN
BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,
Kebijakan Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara a. Umum
emangat reformasi telah mendorong pendayagunaan aparatur Negara untuk melakukan pembaharuan dan peningkatan efektivitas dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan Negara dalam pembangunan,
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh Subhanahu Wa Ta ala, karena
KATA PENGANTAR. Page i. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI Tahun 2014
KATA PENGANTAR Penyusunan Laporan Akuntabilitasi Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Tahun 2014 mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun
BAB I P E N D A H U L U A N
1 BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Arah kebijakan Inspektorat Kabupaten Bandung adalah Pembangunan Budaya Organisasi Pemerintah yang bersih, akuntabel, efektif dan Profesional dan Peningkatan
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017, KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT,
KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2016 ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk
Bab II Perencanaan Kinerja
Di kantor Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Perencanaan 2.1.1. Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang
Biro Perencanaan KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) BIRO PERENCANAAN 2014 BIRO PERENCANAAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja
K E C A M A T A N P A N Y I L E U K A N BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance dan clean government) telah mendorong pengembangan
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 30 Tahun 2005 tanggal 16 Nopember 2005, maka Nomenklatur Badan Pengawas Daerah Kabupaten Banyuasin
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014 TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan
BAB I PENDAHULUAN. Selanjutnya dengan tersusunnya LAKIP Bagian Hukum, maka diharapkan dapat :
BAB I PENDAHULUAN I.1 KONDISI UMUM ORGANISASI B agian Hukum dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala BSN Nomor 965/BSN-I/HK.35/05/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional. Bagian
2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L
No.1236, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKO-KEMARITIMAN. SAKIP. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA DI
BAB II PERENCANAAN KINERJA. mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
BAB II PERENCANAAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2015 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan
KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP
KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.
Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng i
Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng i KATA PENGANTAR Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng disingkat Diskominfo adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terbentuk
2.1 Rencana Strategis
2.1 Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan () telah menyusun suatu Rencana Strategis (Renstra) dengan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 21 Maret 2011 Kepada, Nomor : 050 / 883 / SJ Yth. 1. Gubernur. Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota. Lamp : Satu berkas di - Hal : Pedoman Penyusun Program
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RPJMN 2010-2014 Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka
BAB I PENDAHULUAN. Oleh karena itu SDM harus dibina dengan baik agar terjadi peningkatan efesiensi,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, dengan adanya perubahan yang begitu cepat, suatu organisasi atau lembaga institusi dituntut untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian
RENCANA STRATEGIS PUSAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN
RENCANA STRATEGIS PUSAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2015-2019 BADAN STANDARDISASI NASIONAL 2015 KATA PENGANTAR Rencana Strategis Pusat Informasi dan Dokumentasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya mendorong penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, Majelis Permusyawaratan Rakyat telah menetapkan Tap MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1465, 2015 BPKP. Laporan Kinerja. Pemerintah Daerah. Rencana Tindak Pengendalian Penyajian. Asistensi Penyusunan. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN
2 2015, No Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja U
No.1465, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Laporan Kinerja. Pemerintah Daerah. Rencana Tindak Pengendalian Penyajian. Asistensi Penyusunan. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN
Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Tahun
Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Tahun 2015-2019 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 PENDAHULUAN... 4 Latar Belakang... 4 Landasan Hukum. 5 Tugas Pokok dan Fungsi. 6 SASARAN KEGIATAN
DIREKTORAT USAHA BUDIDAYA
Tuga Pokok Dan Fungsi : DIREKTORAT USAHA BUDIDAYA 1. Merumuskan kebijakan Direktorat Usaha berdasarkan rencana strategis dan program Direktorat Jenderal Perikanan 2. Merumuskan rencana kegiatan Direktorat
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Menurut pasal 373 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pembinaan yang bersifat umum dan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan
BAB II PERENCANAAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 2015 2019 Perencanaan merupakan sebuah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas
BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,
1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR
SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DEPUTI BIDANG ADMINISTRASI
SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DEPUTI BIDANG ADMINISTRASI SEKRETARIAT KABINET 2010 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum Good Governance pada hakekatnya merupakan kepemerintahan
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat
B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 014 Asisten Deputi Bidang Pendidikan, Agama, Kesehatan, dan Kependudukan Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 Kata Pengantar Dengan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016
1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat
LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG
LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG INSPEKTORAT KOTA BANDUNG RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja Inspektorat Kota Bandung
3.4 Penentuan Isu-isu Strategis
Negeri atas tugas pokok dan fungsinya dengan memperhatikan visi, misi, dan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan, serta kondisi obyektif dan dinamika lingkungan strategis,
PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 2015
PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 205 BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 205 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat-nya, atas taufiq, hidayah dan karunia-nya
Kata Pengantar. Kerja Keras Kerja Lebih Keras Kerja Lebih Keras Lagi 1
Kata Pengantar Reformasi birokrasi dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM pada hakikatnya adalah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang
KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN/KOTA
- 2-2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Presiden
1 KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2017 a.n Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan, Kepala Bidang Sinkronisasi Kebijakan
( REVISI I ) KATA PENGANTAR Rencana Strategis Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) 205 209 merupakan turunan dari Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan
KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014
KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI...
LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014
LAPORAN KINERJA BIRO ORGANISASI DAN KEPEGAWAIAN TAHUN 2014 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN Jakarta, Januari 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas
