BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Suryadi Darmadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 HASL PENELTAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian dalam skripsi ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek ndonesia (BE) pada periode Perusahaan-perusahaan tersebut juga menerbitkan laporan keuangan yang diaudit serta membagikan dividend tunai tiga tahun berturut-turut sepanjang tahun Jumlah populasi perusahaan yang didapat dari kriteria diatas sebanyak 119 perusahaan dengan klasifikasi 18 perusahaan terdeteksi melakukan dividend smoothing dan 101 perusahaan termasuk dalam kategori non-dividend smoothing. 4.2 Hasil Analisis Data Analisis Deskriptif Hasil analisis deskriptif data penelitian ini bisa dilihat pada tabel berikut ini: 4.1. Descriptive Statistics for Total Sample N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DS NST GOV NSD PUBLC Valid N (listwise) 357 Sumber : data diolah 52
2 Pada tabel statistik deskriptif diatas menjelaskan bahwa variabel yang diukur dengan rasio kepemilikan institusional menunjukan nilai rata-rata sebesar 67,51%. Hal ini berarti perusahaan yang membagikan dividen tiga tahun berturut-turut mempunyai rata-rata saham kepemilikan institusional sebesar 67,51% dari jumlah total saham yang ada di perusahaan. Nilai rasio NST terendah adalah sebesar 5,26% yang berarti nilai NST terendah adalah sebesar 5,26% dari total jumlah saham yang dimiliki perusahaan dan nilai NST yang terbesar mencapai 99% yang berarti nilai tertinggi yang didapat perusahaan sampel adalah sebesar 99% dari total saham yang dimiliki perusahaan. Variabel kepemilikan manajerial yang diukur dengan NSD menunjukan rata rata 2.20%, hal ini berarti bahwa perusahaan yang membagikan dividen tiga tahun berturut-turut mempunyai rata rata saham kepemilikan manajerial sebesar 2,20% dari seluruh total saham yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai NSD terendah adalah sebesar 0% yang berarti di beberapa perusahaan tidak memberikan prosentase kepemilikan saham untuk manajerial. Nilai NSD yang terbesar adalah sebesar 45,91% yang berarti nilai tertinggi kepemilikan saham manajeriak adalah 45,91% dari total jumlah saham yang dimiliki perusahaan. Variabel dispersion of ownership yang diukur dengan PUBLC menunjukan rata rata 28.49%, hal ini bearti bahwa perusahaan yang membagikan dividen tiga tahun berturut-turut mempunyai rata rata saham kepemilikan saham publik sebesar 28,49% dari seluruh total saham yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai PUBLC terendah adalah sebesar 0,67% 53
3 yang berarti kepemilikan publik terendah sebesar 0,67% dari seluruh total saham yang dimiliki perusahaan. Nilai PUBLC yang terbesar adalah sebesar 94,74% yang berarti nilai tertinggi kepemilikan saham publik adalah 45,91% dari total jumlah saham yang dimiliki perusahaan. Variabel dispersion of ownership yang diukur dengan PUBLC menunjukan rata rata 28.49%, hal ini berarti bahwa perusahaan yang membagikan dividen tiga tahun berturut-turut mempunyai rata rata saham kepemilikan saham publik sebesar 28,49% dari seluruh total saham yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai PUBLC terendah adalah sebesar 0,67% yang berarti kepemilikan publik terendah sebesar 0,67% dari seluruh total saham yang dimiliki perusahaan. Nilai PUBLC yang terbesar adalah sebesar 94,74% yang berarti nilai tertinggi kepemilikan saham publik adalah 45,91% dari total jumlah saham yang dimiliki perusahaan. 4.2 Descriptive Statistics for dividend smoothing sample N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DS NST GOV NSD PUBLC Sumber: data diolah Pada tabel statistik perusahaan yang terindikasi melakukan kebijakan dividend smoothing sebanyak 54 sampel (18 data perusahaan selama 3 tahun). Variabel NST menunjukan nilai minimun 15,05 yang berarti kepemilikan institusional paling rendah pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 15,05%. Dan nilai maksimum variabel NST sebanyak 99,0 yang berarti kepemilikan institusional paling banyak pada 54
4 perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 99%. Nilai ratarata dari NST sebesar 67,33 yang berarti rata-rata kepemilikan institusional pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 67,33%. Variabel NSD menunjukan nilai minimum sebesar 0,00 yang berarti kepemilikan manajerial yang terendah di perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 0%. Dan nilai maksimum dari variabel NSD sebanyak 27,77 yang berarti kepemilikan manajerial terbesar pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing adalah sebesar 27,77%. Nilai rata-rata dari variabel NSD sebanyak 3,21 yang berarti rata-rata kepemilikan manajerial pada perusahaan yang melakukan dividend smoohting sebesar 3,21% Variabel PUBLC menunjukan nilai minimum sebesar 1,00 yang berarti kepemilikan manajerial yang terendah di perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 1%. Dan nilai maksimum dari variabel PUBLC sebanyak 84,95 yang berarti kepemilikan manajerial terbesar pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing adalah sebesar 84,95%. Nilai rata-rata dari variabel PUBLC sebanyak 27,38 yang berarti rata-rata kepemilikan manajerial pada perusahaan yang melakukan dividend smoohting sebesar 27,38%. 55
5 4.3 Descriptive Statistics for non-dividend smoothing sample N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DS NST GOV NSD PUBLC Valid N (listwise) 357 Pada tabel statistik perusahaan tidak melakukan kebijakan dividen stabil atau non-dividend smoothing sebanyak 303 sampel (101 data perusahaan selama 3 tahun). Variabel NST menunjukan nilai minimun 5,26 yang berarti kepemilikan institusional paling rendah pada perusahaan nondividend smoothing sebanyak 5,26%. Dan nilai maksimum variabel NST sebanyak 98,65 yang berarti kepemilikan institusional paling banyak pada perusahaan non-dividend smoothing sebanyak 98,65%. Nilai rata-rata dari NST sebesar 67,61 yang berarti rata-rata kepemilikan institusional pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebanyak 67,61%. Variabel NSD menunjukan nilai minimum sebesar 0,00 yang berarti kepemilikan manajerial yang terendah di perusahaan non-dividend smoothing sebanyak 0%. Dan nilai maksimum dari variabel NSD sebanyak 27,77 yang berarti kepemilikan manajerial terbesar pada perusahaan non-dividend smoothing adalah sebesar 45,91%. Nilai rata-rata dari variabel NSD sebanyak 3,21 yang berarti rata-rata kepemilikan manajerial pada perusahaan non-dividend smoohting sebesar 2,02% Variabel PUBLC menunjukan nilai minimum sebesar 1,00 yang berarti kepemilikan manajerial yang terendah di perusahaannon-dividend 56
6 smoothing sebanyak 0,67%. Dan nilai maksimum dari variabel PUBLC sebanyak 94,74 yang berarti kepemilikan manajerial terbesar pada perusahaan non-dividend smoothing adalah sebesar 94,74%. Nilai rata-rata dari variabel PUBLC sebanyak 28,68 yang berarti rata-rata kepemilikan Dari hasil deskriptif untuk sub-sampel dividend smoothing dan nondividend smoothing menunjukan bahwa pada variabel NST nilai rata-rata perusahaan yang melakukan dividend smoothingsebesar 67,33%dan nondividend smoothing sebesar 67,61%. Dari data tersebut tidak menunjukan perbedaan yang tipis, hanya saja pada variabel NST yang dividend smoothing lebih rendah daripada non-dividend smoothing. Hal ini menunjukan bahwa pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing dan non-dividend smoothing mempunyai rata-rata nilai kepemilikan saham institusional yang tidak jauh berbeda. Pada variabel NSD nilai rata-rata perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebesar 3,21%dan non-dividend smoothing 2,02%. ni menunjukan bahwa pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing kepemilikan manajerialnya sedikit lebih besar dari pada perusahaan yang non-dividend smoothing. Pada variabel PUBLC nilai rata-rata perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebesar 27,38%dan non-dividend smoothing 28,68%. ni menunjukan bahwa pada perusahaan yang melakukan dividend smoothing kepemilikan saham publiknya agak lebih rendah dari pada perusahaan yang non-dividend smoothing. 57
7 4.2.2 Analisis Binary Logistic Regression Regresi binary logistik adalah regresi yang digunakan untuk melakukan permodelan suatu kemungkinan kejadian dengan variabel Y (respons) bertipe kategorial dua pilihan (Singgih Santoso, 2010:2006). Dalam penelitian ini variabel dependen Y bertipe kategori atau dua pilihan yaitu perusahaan yang tidak melakukan praktik dividend smoothing (Non-dividend smoothing)=0 dan perusahaan yang melakukan praktik dividend smoothing = 1. Keterangan ini dapat dilihat dalam tabel indentifikasi data: Tabel 4.4 dentifikasi Data Dependent Variable Encoding Original Value nternal Value Non-dividend smoothing 0 Dividend Smoothing 1 Dalam penelitian ini jumlah data yang diproses sebanyak 119 perusahaan selama 3 tahun (N=119*3=357 obeservasi). Untuk melihat kelengkapan data yang diproses dalam penelitian ini dan tidak adanya missing case ditunjukan pada tabel Case Processing Summary: Tabel 4.5 Case Processing Summary Unweighted Cases a N Percent ncluded in Analysis ,0 Selected Cases Missing Cases 0,0 Total ,0 Unselected Cases 0,0 Total ,0 a. f weight is in effect, see classification table for the total number of cases. Sumber: Data Diolah 58
8 Pengujian Model Keseluruhan (Overall Model Fit) Untuk melihat model yang lebih baik untuk mengetahui pengujian pengaruh agency cost mempengaruhi dividend smoothing dilihat dari - 2LogLikelihood. Dari hasil penghitungan -2LogLikelihood sebesar 308,747 terlihat pada: Tabel 4.6 Ketepatan model dalam memprediksi Dividend Smooting teration History a,b,c teration -2 Log likelihood Coefficients Constant 1 308,747-1,395 Step ,419-1, ,371-1,724 a. Constant is included in the model. b. nitial -2 Log Likelihood: 303,371 c. Estimation terminated at iteration number 3 because parameter estimates changed by less than,001. Kemudian hasil penghitungan nilai -2LogLikelihood pada blok kedua (Block Number=1) terlihat nilai -2LogLikelihood sebesar 301,722 terjadi penurunan pada blok kedua (block number=1) yang ditunjukan pada tabel berikut ini: 59
9 Tabel 4.7 Ketepatan Model dalam memprediksi Dividend Smoothing teration History a,b,c,d teration -2 Log likelihood Coefficients Constant NST GOV NSD PUBLC 1 295, Step , , , a. Method: Enter b. Constant is included in the model. c. nitial -2 Log Likelihood: 303,371 d. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than,001. Penilaian keseluruhan model regresi menggunakan - 2LogLikelihood dimana jika terjadi penurunan pada blok kedua dibanding blok pertama maka dapat disimpulkan bahwa model regresi kedua menjadi lebih baik. Seperti yang ditunjukan pada tabel 4.4 dan 4.5. Pada blok pertama (block number = 0) nilai -2LogLikelihood sebesar 303,371 dan pada blok kedua (block number = 1) nilai - 2LogLikelihood sebesar 286,753. Dari data diatas, dapakan bahwa setelah dimasukan variabel NST, GOV, NSD, dan PUBLC, nilai pada -2LogLikelihood turun menjadi 286,753 atau terjadi penurunan sebesar 16,618. Oleh karena 16,618 lebih besar dari nilai kritis χ 2 tabel yaitu 3,99 (4-0,001) maka hal ini menunjukan adanya indikasi model yang baik walaupun untuk kepastiannya diperlukan pengujian statistik dengan menggunakan χ 2 (Chi Square). 60
10 Uji Chi Square Hosmer and Lemeshow Tabel 4.8 Hasil dentifikasi Prediksi Klasifikasi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Df Sig. 1 12,159 8,144 Sumber: Data Diolah Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test menguji hipotesis nol bahwa apakah data empiris cocok atau tidak dengan model. Hasil pengujian pada tabel 4.6 menunjukan nilai Chi Square sebesar 12,159 dengan nilai sig. Sebesar 0,148. Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai sig. > α = 0,05 (Sig. Diatas 0,05), karena nilainya yang tidak signifikan maka ini menunjukan bahwa model fit dengan data observasi penelitian Koefisien Cox & Snell R Square dan Nagelkerke R Square Koefisien Cox & Snell R Squarepada tabel model summarydapat diinterpretasikan sama seperti koefisien determinasi R Square pada regresi linear berganda, tetapi karena nilai Cox & Snell R Square biasanya lebih kecil dari satu sehingga sulit diinterpretasikan seperti R Square(Stasinius, 2006) Tabel 4.9 Koefisien Cox & Snell R Square dan Nagelkerke Q Square Model Summary Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square 1 286,753 a,051, a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than,001.
11 Koefisien Nagelkerke R Square pada tabel model summarymerupakan modifikasi dari koefisien Cox & Snell R Square untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 sampai 1. Dilihat dari tabel 4.9 nilai koefisien Nagelkerke R Square sebesar 0,051 yang menjelaskan bahwa dalam model regresi ini kemampuan nstitutional Ownership, Goverment Ownership, nsider Ownership, dan Dispersion of Ownersip dalam menjelaskan variabel dependen dividend smoothing di ndonesia sebesar 8,9% dan 91,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk didalam model. Nilai R 2 ini kurang besar, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa variabel NST, NSD, dan PUBLC tidak mampu menjelaskan variabel dividend smoothing maupun non-dividend smoothing Ketepatan Prediksi Klasifikasi Untuk melihat ketepatan prediksi klasifikasi yang diamati ditunjukan dengan bantuan tabel berupa predicted values dari variabel dependen dan baris merupakan data aktual yang diamati seperti yang ditunjukan pada tabel 4.10 berikut : 4.10 Hasil dentifikasi Prediksi Klasifikasi Classification Table a Observed Predicted Non-dividend smoothing DV Dividend Smoothing Percentage Correct Step 1 DV Non-dividend smoothing ,0 Dividend Smoothing 54 0,0 62
12 Overall Percentage 84,9 a. The cut value is,500 Menurut prediksi, perusahaan yang tidak melakukan dividend smoothing adalah 303 dari 357 data dalam tiga tahun berturut-turut, yang berarti terdapat 101 perusahaan yang termasuk dalam kategori nondividend smoothing dari 119 perusahaan. Jadi, ketepatan prediksi klasifikasi yang diamati untuk perusahaan non-dividend smoothing sebesar 100%, sedangkan prediksi untuk perusahaan yang membayar dividen hanya 54 data atau 18 perusahaan sebesar 0%. Dari hasil persamaan regresi logistik dalam penelitian ini menunjukan daya klasifikasi ketepatan prediksi keseluruhan sebesar 84,9% dengan klasifikasi untuk kelompok perusahaan yang non-dividend smoothing 100% dan perusahaan yang melakukan dividend smoothing sebesar 0% ini ditunjukan dengan Clasification table pada output SPSS dengan cut-off value 0,500. Tabel 4.11 Hasil Signifikansi Data Variables in the Equation B S.E. Wald df Sig. Exp(B) NST -,006,017,150 1,699,994 GOV 1,536,379 16,401 1,000 4,644 Step 1 a NSD,028,025 1,262 1,261 1,028 PUBLC -,015,018,697 1,404,985 Constant -1,210 1,609,566 1,452,298 a. Variable(s) entered on step 1: NST, GOV, NSD, PUBLC. Sumber: data diolah 63
13 Hasil pengujian diatas menjelaskan bahwa variabel NST (institusional ownership), NSD (institusional ownership), dan PUBLC (dispersion ownership) tidak signifikan karena α >0,05. Hal ini berarti menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh NST (institusional ownership), NSD (institusional ownership), dan PUBLC (dispersion ownership) terhadap dividend smoothing dan non-dividend smoothing. Sedangkan pada variabel GOV (goverment ownership) menunjukan nilai signifikansi yang bernilai dibawah 0,05 (yaitu 0,000 < 0,050) 64
14 Tabel 4.12 Class Plot 65 Step number: 1 Observed Groups and Predicted Probabilities F D R D + E N Q N U N E 80 + DND + N NND C NNN Y NNN 40 + NNN + NNN NNNN NNNNNNN D Predicted Prob: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 1 Group: NNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDDDDDDDDDDDDDDDDDD DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD Smoothing Predicted Probability is of Membership for Dividend The Cut Value is,50 Symbols: N - Non-dividend smoothing D - Dividend Smoothing
15 Class plot ini menggunakan cara lain untuk menilai ketepatan prediksi dengan logistic regression. Sumbu X merupakan probabilitas prediksi dari 0 sampai 1 bahwa variabel dependen dikelompokan sebagai perusahaan yang melakukan dividend smoothing 1. Sumbu vertikal Y adalah frekuensi jumlah kasus yang dikelompokan. Di dalam plot adalah kolom observasi perusahaan yang melakukan praktik dividend smoohing dengan kode D dan observasi perusahaan yang tidak melakukan praktik dividend smoothing dengan kode N. Dalam hal ini, hampir semua kasus diberi kode N perusahaan yang tidak melakukan dividend smoothing. 4.3 Pembahasan Hasil Uji Hipotesis 1 : Terdapat pengaruh positif antara institutional ownership (kepemilikan institusional) terhadap dividend smoothing. Variabel institutional ownership menunjukan nilai koefisien regresi sebesar -0,006 dengan probabilitas variabel sebesar 0,699 diatas signifikansi 0,05 (5 persen). Hal ini mengandung arti bahwa H 1 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa institutional ownership berpengaruh signifikan positif maupun negatif terhadap dividend smoothing. Selain itu pada kolom Exp(B) variabel institutional ownership sebesar 0,994 menunjukan nilai odds ratio yang mendekati 1,0 mengindikasikan bahwa variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen yang ada. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian smoothing yang dilakukan oleh Tepper School of Business (2012) mengatakan bahwa pada hakikatnya dividend smoothing dilakukan dengan tujuan agar dapat 66
16 mengurangi biaya keagenan (agency cost). Lebih lanjut lagi, dalam penelitian tersebut dikemukakan bahwa salah satu mekanisme potensial yang dikutip dari Allen, Bernardo dan Welch (2000) adalah menarik para investor dengan tujuan untuk memonitor seperti investor dari institusi. Lembaga-lembaga ini pada gilirannya mengurangi biaya agen suatu perusahaan dan asimetris informasi melalui pemantauan dan peran pengumpulan informasi. Perbedaan hasil dari penelitian sebelumnya mungkin terjadi karena perbedaan negara yaitu Amerika Serikat dan ndonesia. Kondisi pasar modal di kedua negara ini cukup berbeda. Dalam penelitian Afriani (2010) dikatakan bahwa kondisi pasar di ndonesia modalnya tidak stabil kepemilikan saham domestik di ndonesia kurang dari 1% dan selebihnya dikuasai oleh asing. Hal ini menyebabkan pembayaran dividen pun menjadi tidak stabil. Oleh karena adanya perbedaan perilaku di kedua negara maka perlakukan untuk dividend smoothingnya pun berbeda. Jadi penelitian yang penulis lakukan tidak mampu menjelaskan adanya pengaruh institutional ownership dengan menggunakan kepemilikan saham institusional di ndonesia sebagai pengukuran terhadap dividend smoothing maupun non-dividend smoothing Uji Hipotesis 2 : Terdapat pengaruh positif antara Kepemilikan Pemerintah (goverment ownership) terhadap dividend smoothing. Variabel goverment ownership (GOV) menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 1,536 dengan probabilitas variabel sebesar 0,000 dibawah 67 signifikansi 0,05 (5 persen). Hal ini mengandung arti bahwa H 5 diterima,
17 dengan demikian terbukti bahwa goverment ownership berpengaruh signifikan positif terhadap dividend smoothing. Selain itu pada kolom Exp(B) variabel institutional ownershipsebesar 4,644 menunjukan nilai odds ratioyang mengindikasikan bahwa variabel independen goverment ownership berpeluang 4,64 melakukan dividend smoothing Hasil Uji Hipotesis 3 : Terdapat pengaruh negatif antara insider ownership (pemilik merangkap manajer) terhadap dividend smoothing. Variabel insider ownership menunjukan nilai koefisien regresi sebesar -0,020 dengan probabilitas variabel sebesar 0,261 diatas signifikansi 0,05 (5%). Hal ini mengandung arti bahwa H 3 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa insider ownership berpengaruh signifikan positif maupun negatif terhadap dividend smoothing. Selain itu pada kolom Exp(B) variabel institutional ownershipsebesar 1,028 menunjukan nilai odds ratio yang mendekati atau sama dengan angka 1,0 mengindikasikan bahwa variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen yang ada. Hal ini mendukung pendapat Shinozaki dan Uchida (2012) yang meneliti dividend smoothing menemukan bahwa dividend smoothing secara signifikan lebih sering dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang dikendalikan oleh profesional manajer dibandingkan dengan perusahaan perusahaan yang dikendalikan oleh pemiliknya. Di ndonesia, hampir semua kepemilikan saham manajerialnya (insider ownership) dikendalikan oleh pemilik yang sekaligus memegang jabatan sebagai manajer. Perusahaan yang dikendalikan oleh pemilik dan merupakan perusahaan 68
18 keluarga cenderung tidak melakukan dividend smoothing. Namun disini penulis menyadari bahwa data yang penulis pakai untuk mengukur insider ownershipterhadapdividend smoothing belum mampu menjabarkan secara jelas hubungan diantara variabel independen dan variabel dependen mengingat data yang tidak signifikan terjadi karena kelemahan data (tingkat odds ratio yang melebihi angka 1,00). Jadi dapat disimpulkan bahwa yang penulis lakukan tidak mampu menjelaskan adanya pengaruh institutional ownership dengan menggunakan kepemilikan saham manajerial di ndonesia sebagai pengukuran terhadap dividend smoothing maupun non-dividend smoothing Hasil Uji Hipotesis 4 : Terdapat pengaruh positif antara dispersion of ownership (penyebaran kepemilikan) terhadap dividend smoothing. Variabel dispersion of ownership menunjukan nilai koefisien regresi sebesar -0,007 dengan probabilitas variabel sebesar 0,985 diatas signifikansi 0,05 (5 persen). Hal ini mengandung arti bahwa H 4 ditolak, dengan demikian tidak terbukti bahwa insider ownership berpengaruh signifikan positif maupun negatif terhadap dividend smoothing. Selain itu pada kolom Exp(B) variabel institutional ownership sebesar 0,985 menunjukan nilai odds ratio yang mendekati angka 1,0 mengindikasikan bahwa variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen yang ada. Hal ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shinozaki dan Uchida (2012) yang mengatakan bahwa semakin tinggi 69 kepemilikan publik dalam struktur kepemilikan perusahaan, maka
19 perusahaan cenderung melakukan prakitk deviden stabil agar menghasilkan variabilitas laba yang rendah yang mengindikasikan risiko yang rendah. Risiko yang rendah ini lah yang direspon positif oleh investor untuk menginvestasikan kekayaannya. Hal ini mungkin terjadi karena kondisi pasar modal di ndonesia maupun Amerika atau negara-negara yang lainnya. Menurut Afriyani (2011) bahwa investor lokal di Amerika menguasai lebih dari 35% saham yang beredar dibanding kepemilikan asing, sedangkan di ndonesia kepemilikan domestik kurang dari 1%. Bahkan dalam artikel Berita Satu(2013) menyebutkan bahwa jumlah investor lokal yang jeli memanfaatkan peluang investasi di BE masih relatif sedikit dengan jumlah sekitar subrekening efek, atau kurang dari 0,16 persen yang menjadi investor di bursa dari total penduduk ndonesia.oleh karena adanya perbedaan perilaku di kedua negara maka perlakukan untuk dividend smoothingnya pun berbeda. Jadi penelitian yang penulis lakukan tidak mampu menjelaskan adanya pengaruh dispersion of ownership dengan menggunakan kepemilikan saham publik di ndonesia sebagai pengukuran terhadap dividend smoothing maupun non-dividend smoothing. 70
BAB IV HASIL PENGUJIAN. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sampel perusahaan manufaktur
BAB IV HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Populasi dan Sampel Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang bergerak di industri consumer goods yang ada di Bursa Efek Indonesia
BAB IV ANALISIA HASIL DAN PEMBAHASAN
39 BAB IV ANALISIA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Dari 144 perusahaan manufaktur
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Deskriptif Statistik Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan secara umum berbagai karakteristik data yang telah dikumpulkan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Proses pemilihan sampel menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sampling), dimana
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A.Karakteristik Data Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah 139 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan tingkat total
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
70 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Logistic Regression Binery Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel penelitian.
maksimum, rata-rata, dan deviasi standar tentang masing-masing variabel
BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA 4.1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran tentang nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan deviasi standar tentang masing-masing variabel dalam penelitian.
KUESIONER PENELITIAN. Pengaruh Iklim Kelompok Kerja Terhadap Tingkat Penjualan pada Divisi. Pemasaran PT. X
Lampiran : 1 KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Iklim Kelompok Kerja Terhadap Tingkat Penjualan pada Divisi Pemasaran PT. X Responden yang terhormat, Saya adalah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di
Lampiran 1. Data Kecenderungan Kecurangan Akuntansi
Lampiran. Data Kecenderungan Kecurangan Akuntansi KODE EMITEN KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI 2007 2008 2009 200 20 TMPI 0 0 0 PGAS 0 0 0 0 ISAT 0 0 0 0 TLKM 0 0 0 0 UNSP 0 0 0 0 BNBR 0 0 0 0 BUMI 0
Gambaran Duplikasi Penomoran Rekam Medis. Gambaran Kualifikasi Pendidikan. Gambaran Pengetahuan. Statistics pemberian nomor. N Valid 60.
Gambaran Duplikasi Penomoran Rekam Medis Statistics N Valid 60 Missing 0 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid duplikasi 24 40.0 40.0 40.0 tidak duplikat 36 60.0 60.0 100.0 Total 60
NI - Dep
Lampiran 1. Konservatisma Akuntansi No Kode NI - Dep 1. BTEL 360.509.098.480 569.173.611.827 1.077.665.420.219 1.154.623.609.849 2. EXCL 1.956.191.000.000 3.320.178.000.000 5.411.348.000.000 6.963.259.000.000
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Pada table 4.1 diatas menunjukan bahwa hasil uji statistik deskriptif untuk
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Tabel 4.1 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation IS 81 0 1.23.426 SIZE 81 4.8932 7.4245 6.171004.6447805 NPM 81.0002.2895.093994.0754724
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah perusahaan sektor non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan obligasi
Data Kewajiban Pajak Tangguhan Bersih terkait dengan Komponen Akrual dan Pencadangan atas Pendapatan dan Beban (ND_ACC) Sampel Penelitian
Lampiran 1. Data Kewajiban Pajak Tangguhan Bersih terkait dengan Komponen Akrual dan Pencadangan atas Pendapatan dan Beban (ND_ACC) Sampel Penelitian NO KODE ND_ACC 2009 2010 2011 2012 1 AMFG 0.000000
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sehingga analisis deskriptif dipisahkan dari variabel lain. Tabel 4.1. Statistik Deskriptif
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Penelitian menggunakan lima variabel independen dan satu variabel dependen. Dari kelima variabel tersebut terdapat satu buah variabel yaitu reputasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
51 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek penelitian yang menjadi sampel penelitian ini adalah perusahaanperusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempublikasikan
Lampiran 1. Data Variabel Independen LIQ LEV ROA 1. ANTM ,7676 0, , ARTI ,0626 0, ,5797 1
Lampiran 1 Data Variabel Independen VARIABEL INDEPENDEN NO KODE TAHUN FAMILY LIQ LEV ROA 1 jika kepemilikan >50% 0 jika kepemilikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Perusahaan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indoneisa
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Populasi dan Sampel Penelitian Analisis Statistik Deksriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti nilai minimum, maksimum, rata-rata
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Statistik Deskriptif GC
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan diuraikan mengenai statistik deksriptif dari penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Statistik
Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP KESEDIAAN MEMBAYAR MAHAL DONUT KEMASAN PAKET J.CO DONUTS & COFFEE CABANG PLAZA MEDAN FAIR PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI&BISNIS UNIVERSITAS
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengkajian dan Analisis Data 1. Statistik deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel penelitian. Berdasarkan
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Statistik Deskriptif Kinerja Lingkungan
38 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan diuraikan mengenai statistik deksriptif dari penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1.
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012
Kuisioner Penelitian Pengaruh Harga, Loaksi, Promosi, dan Gaya Hidup Terhadap Minat Pembelian Ulang Ke SOGO Department Store Sun Plaza Medan
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian Kuisioner Penelitian Pengaruh Harga, Loaksi, Promosi, dan Gaya Hidup Terhadap Minat Pembelian Ulang Ke Medan Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh harga, loaksi, promosi,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil pemilihan sampel dengan metode purposive sampling terhadap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil pemilihan sampel dengan metode purposive sampling terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index selama 2012 sampai 2014,
Uji OR dan Regresi Logistik Sederhana
Uji OR dan Regresi Logistik Sederhana Pada kesempatan ini, kita akan mencoba melakukan analisa data pada penelitian case control study dimana analisis univariat menggunakan nilai odds ratio dan analisis
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH PENGETAHUAN DAN MOTIF EKONOMI TERHADAP PENGGUNAAN FORMALIN DAN BORAKS OLEH PEDAGANG
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN PENGARUH PENGETAHUAN DAN MOTIF EKONOMI TERHADAP PENGGUNAAN FORMALIN DAN BORAKS OLEH PEDAGANG DALAM PANGAN SIAP SAJI (BAKSO) DI MEDAN DENAI DAN MEDAN
LAMPIRAN 1. KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN 1. KUESIONER PENELITIAN KUESIONER PENGARUH PUBLIKASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PERIKLANAN TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELIKONSUMEN PADA PRODUK AIR MINERAL AQUA No. Responden
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah berjumlah 120 perusahaan. Sampel
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Objek Penelitian Deskripsi objek penelitian ini adalah meneliti profil perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu perusahaan-perusahaan
Sandi Prianggoro / Pembimbing Sundari., SE.,MM
PENGARUH UKURAN KAP, QUICK RATIO, TOTAL DEBT TO ASSET RATIO, TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET, DAN AUDITOR CHANGES TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI
BAB IV HASIL PENGUJIAN DATA DAN PEMBAHASAN. IV.1.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian
BAB IV HASIL PENGUJIAN DATA DAN PEMBAHASAN IV.1 Gambaran Umum Objek Penelitian IV.1.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah 100 perusahaan kecil yang terdaftar
KUESIONER PENGARUH KARAKTERISTIK KADER TERHADAP PELAKSANAAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU KABUPATEN PIDIE NANGGRO ACEH DARUSSALAM TAHUN 2010
Lampiran 3 KUESIONER PENGARUH KARAKTERISTIK KADER TERHADAP PELAKSANAAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU KABUPATEN PIDIE NANGGRO ACEH DARUSSALAM TAHUN 2010 A. Karakteristik Responden No. Responden :.. - Umur
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Forum for Corporate
68 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum National Center for Sustainability Reporting (NCSR) adalah organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 2005 oleh lima organisasi terkemuka, yaitu Ikatan
KUESIONER. Karakteristik Responden
KUESIONER A. Data Responden Bagian ini berisikan data umum dan untuk itu berikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang tersedia dengan memberi tanda tanda checklist ( ) pada salah satu jawaban yang anda
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Deskripsi Objek Penelitian Kemampuan laba (profitabilitas) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio kemampulabaan akan memberikan
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN STUDI LANJUT PPAK ATAU S-2 PADA BAGIAN STAFF ACCOUNTING DAN FINANCE Kuesioner ini bertujuan untuk keperluan ilmiah semata. Saya memohon kesediaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
50 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statisik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Sebanyak 25 perusahaan yang masuk
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan
LAMPIRAN 1. Hasil Tabulasi Kuesioner Harga (X 1 ) Butir Soal/item No. Responden. Skor Total. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN 1 Hasil Tabulasi Kuesioner Harga (X 1 ) No. Responden Butir Soal/item 1 2 3 1 5 5 5 15 2 4 5 5 14 3 3 2 2 7 4 5 5 5 15 5 5 5 5 15 6 5 5 5 15 7 5 5 4 14 8 5 5 5 15 9 5 5 3 13 10 5 4 4 13 11 5 5
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI RSUD Dr. H. KUMPULAN PANE TEBING TINGGI
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI RSUD Dr. H. KUMPULAN PANE TEBING TINGGI I. Identitas Responden 1. Nomor : 2. Nama : 3. Umur : 4. Jenis Kelamin : 5. Pendidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sektor perbankan dipilih karenakan perusahaan perbankan memiliki
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini memakai obyek penelitian pada perusahaan sektor perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015.
Lampiran Hasil Output SPSS. Statistics. Skor Kepuasan Pasien Rawat Jalan. Valid 200 Missing 0 Mean Skor Kepuasan Pasien Rawat Jalan Frequenc y
1 Lampiran Hasil Output SPSS A. Analisis Univariat 1. Kepuasan Pasien Statistics Skor Kepuasan Pasien Rawat Jalan 200 Missing 0 Mean 46.73 Skor Kepuasan Pasien Rawat Jalan Frequenc y Cumulative 39 4 2.0
LAMPIRAN A :HASIL OUTPUT SPSS UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS
LAMPIRAN A :HASIL OUTPUT SPSS UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS a) Variabel Individu ( X 1) Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Total Correlation
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1. Karakteristik Konsumen Penelitian NO KEPUTUSAN UMUR PENDIDIKAN PENDAPATAN PENGELUARAN PENGALAMAN JENIS (TAHUN) (TAHUN) (Rp) (Rp) MEMBELI (TAHUN) KENDARAAN 1 1 34 12 3.000.000 2.500.000 6 1
3. Lama bekerja sebagai PSK.Tahun
KUESIONER HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP PEKERJA SEKS KOMERSIAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR PROPINSI RIAU Hari/Tanggal : Waktu : Pukul...
KUESIONER. a. Nama Responden : b. AlamatResponden : c. Jenis kelamin : d. Umur Responden : e. Pekerjaan : 1. Bekerja 2.
Lampiran 1. KUESIONER HUBUNGAN KUALITAS UDARA AMBIEN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAFASAN PADA MASYARAKAT SEKITAR PABRIK GULA SEI SEMAYANG (PGSS) KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2014 No. Responden : Tanggal
IDENTITAS RESPONDEN Alamat/Domisili : No Telp/HP :
LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGUNJUNG MENGGUNAKAN KERETA WISATA DI AGROWISATA KAMPOENG KOPI BANARAN BAWEN No. Responden : Tanggal Wawancara
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. perusahaan, financial distress dan opini audit going concern terhadap auditor
39 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, financial distress dan opini audit going concern terhadap
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian KUISIONER PENELITIAN ANALISIS KEMITRAAN PETANI JAHE EMPRIT DENGAN INDUSTRI JAMU
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian KUISIONER PENELITIAN ANALISIS KEMITRAAN PETANI JAHE EMPRIT DENGAN INDUSTRI JAMU A. Data Pribadi Petani 1. Nama : 2. Jenis Kelamin : 3. Alamat : 4. Nomer HP : 5. Usia :
LAMPIRAN A KUESIONER
LAMPIRA A KUESIOER 82 KUESIOER PEELITIA Sehubungan dengan penelitian saya yang berjudul Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Legislatif Kabupaten atau Kota dengan Otonomi Daerah dan Komitmen
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dijelaskan gambaran hasil penelitian, hasil pengujian hipotesis hipotesis, dan pembahasan. Ketiga bagian tersebut dijelaskan secara terpisah. Hasil penelitian
FORMULIR RESPONDEN PENELITIAN. 5. Riwayat Penyakit Dahulu : DM/HT/Jantung/ Ginjal/ lainnya: BMI :... BB:...kg TB:...cm
LAMPIRAN FORMULIR RESPONDEN PENELITIAN 1. No. RM :... 2. Jenis kelamin : L/P 3. Usia :... tahun 4. Status ASA : I/II 5. Riwayat Penyakit Dahulu : DM/HT/Jantung/ Ginjal/ lainnya:... 6. Diagnosis pre operasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Pada sampel penelitian yang digunakan yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode
Lampiran. 1. Kuisioner
Lampiran. 1. Kuisioner FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN LAYANAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA KELOMPOK RISIKO HIV/AIDS DI KLINIK IMS DAN VCT VETERAN MEDAN Petunjuk : a. Isilah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Signifikansi Parameter a. Uji serentak parameter regresi logistik Uji serentak adalah uji yang mempunyai fungsi dimana untuk mengetahui signifikansi
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH LINGKUNGAN, KELUARGA DAN PEER GROUP TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI LOKASI WISATA PEMANDIAN Tj SELAMAT KAB. DELISERDANG A. Indentitas Responden 1. Nomor :.
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KOMPONEN KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PREVENTION MOTHER TO CHILD TRANSMISSION (PMTCT) OLEH BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN KLIEN PADA PELAYANAN VOLUNTARY COUNCELLING AND TEST (VCT)
LAMPIRAN 1 Tabel 1 Hasil Tabulasi Kuisioner Variabel Cara Pelayanan (X 1 ) Butir Soal/Item
LAMPIRAN 1 Tabel 1 Hasil Tabulasi Kuisioner Variabel Cara Pelayanan (X 1 ) No. Butir Soal/Item Skore Responden 1 2 3 4 5 6 Total 1 3 3 3 4 3 3 19 2 3 3 4 3 3 4 20 3 4 4 4 4 4 3 23 4 3 2 3 3 3 3 17 5 3
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek/Obyek Penelitian Populasi penelitian ini terdiri dari semua perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Lampiran 4. Daftar agunan dan nilai likuidasi yang dapat dijaminkan di Bank Muamalat Indonesia berdasarkan regulasi Bank Indonesia.
Lampiran 4. Daftar agunan dan nilai likuidasi yang dapat dijaminkan di Bank Muamalat Indonesia berdasarkan regulasi Bank Indonesia. Jenis Jaminan Maksimal Nilai Cash, deposito 100% Logam mulia 90% Standby
Oleh: Dana Fasily (Dosen Pembimbing: Dra. Vince Rahmawati, M. Si., Ak dan Drs. Azhari S., MA., Ak) Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Riau
PENGARUH RASIO PERPUTARAN KAS, RASIO PERPUTARAN PIUTANG DAN RASIO PERPUTARAN PERSEDIAANTERHADAP TINGKAT KEBUTUHAN MODAL KERJA BERSIH PERUSAHAAN (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Industri Primer dan Perusahaan
2. Berapa nilai pajak yang Bapak/Ibu/Saudara harus bayarkan kekantor pajak
LAMPIRAN 1 KUISIONER PENELITIAN A. Identitas Responden Petunjuk: Berikan Tanda silang (X) pada kotak jawaban ( ) sesuai dengan identitas anda. Wanita B. Harga Properti 1. Berapa harga rumah Bapak/Ibu/Saudara
a. Nama : b. Umur : c. Alamat : d. Pendidikan terakhir : 1. Tidak Tamat SD/ Tamat SD 2. Tamat SMP 3. Tamat SMA 4. Tamat Akademi/Sarjana
KUESIONER PENGARUH KARAKTERISTIK IBU DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI BCG PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AEK RAJA KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2011 A. KARAKTERISTIK RESPONDEN I.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia periode Penelitian ini meggunakan data sekunder yaitu dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek/Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan hasil analisis data dari pengolahan data dengan menggunakan analisis regresi logistik. Objek
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penyeleksian Sampel Berdasarkan Nilai IOS Analisis faktor dalam penelitian ini digunakan untuk mencoba menemukan hubungan antara sejumlah variabel yang saling independen
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP ISTRI SERTA DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PADA IBU PASKA ABORSI DENGAN KURETASE DI RUMAH SAKIT KABUPATEN DELI SERDANG
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan. Perusahaan yang menjadi penelitian
FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN (INFORMED CONSENT)
Lampiran 1 FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Nama Judul Penelitian : Helena Verawaty Tarigan :Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronis pada Pasien yang Menjalani Terapi Haemodialisa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. laporan tahunan selama periode pengamatan yakni Selain itu,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian No Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menerbitkan
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMAKAIAN METODE AMENOREA LAKTASI SEBAGAI KONTRASEPSI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS DATUK BANDAR KOTA TANJUNGBALAITAHUN 2016 Nama Pewawancara : Hari/
Lampiran 1 Populasi, Kriteria Perusahaan, dan Sampel
Lampiran 1 Populasi, Kriteria Perusahaan, dan Sampel No. Nama Perusahaan Kode Kriteria Sampel 1 2 3 Sampel 1. ATPK Resources Tbk ATPK Sampel 1 2 Adaro Energy Tbk ADRO - 3. Ratu Prabu Energy Tbk ARTI Sampel
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh solvabilitas, leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap peringkat
DAFTAR LAMPIRAN. Daftar Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia Periode
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia Periode 2008-2013 N0 NAMA PERUSAHAAN KODE PERSAHAAN 1 PT. Barito Pasific Tbk BRPT 2 PT. Budi Acid Jaya, Tbk BUDI 3 PT. Duta
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Sample Penelitian Skripsi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar dibursa Efek Indonesia (BEI) dan mempublikasikan
BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin (RB) Amanda yang
digilib.uns.ac.id 43 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum RB AMANDA Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin (RB) Amanda yang terletak di dusun Patukan, Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL IBU TERHADAP PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 0-6 BULAN DI KOTA LANGSA TAHUN 2010
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL IBU TERHADAP PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 0-6 BULAN DI KOTA LANGSA TAHUN 00 I. Karakteristik Responden a. Nomor : b. Tanggal Penelitian :
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif berkaitan dengan pengumpulan dan peringkat data yang menggambarkan karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian
LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN. Saya bernama Desi Handayani Lubis adalah mahasiswa S2 Program Studi
Lampiran 1. LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN Saya bernama Desi Handayani Lubis adalah mahasiswa S2 Program Studi Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera
KUESIONER PENGARUH POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) TERHADAP STATUS GIZI PADA BAYI 6-12 BULAN DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS
Lampiran 4 KUESIONER PENGARUH POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) TERHADAP STATUS GIZI PADA BAYI 6-12 BULAN DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS I. IDENTITAS RESPONDEN Identitas Orang Tua 1 Nama KK : 2
Instrumen Penelitian Kuisioner
Lampiran 1 : Instrumen Penelitian Kuisioner PENGARUH PENGAWASAN DAN KEPATUHAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KISARAN
LAMPIRAN. Lampiran 1. Kuisioner Nasabah Responden Kredit Mikro Utama Bank Jabar Banten KCP Dramaga
81 LAMPIRAN Lampiran 1. Kuisioner Nasabah Responden Kredit Mikro Utama Bank Jabar Banten KCP Dramaga ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO (STUDI KASUS : PT BPD JABAR
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai dengan tahun 2015 berdasarkan metode purposive sampling pada. TABEL 4. 1 Prosedur Pengambilan Sampel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang berturut-turut terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010
berikan semata-mata digunakan untuk kegiatan ilmiah. Atas kesediaan Anda meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini, saya mengucapkan terima kasih.
Kuesioner Penelitian Bagian I Responden yang terhormat: Saya adalah mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang sedang melakukan penelitian tentang PENGARUH CATEGORY CHARACTERISTICS,
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 1. Karakteristik Demografi Responden Penelitian
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data A.1. Analisis Deskriptif 1. Karakteristik Demografi Responden Penelitian Demografi responden terdiri dari Jenis Kelamin. Usia, Tingkat Pendidikan, Jumlah
KUESIONER. A. Data Umum. No. : Nama : Umur : Jenis Kelamin : Pendidikan : Alamat : : Kasus/Kontrol **(coret yang tidak perlu) B.
81 A. Data Umum KUESIONER No. : Nama : Umur : Jenis Kelamin : Pendidikan : Alamat : Responden : Kasus/Kontrol **(coret yang tidak perlu) B. Data Khusus Keterangan : Untuk jawaban a diberi nilai 1 Untuk
2 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KEADAAN LINGKUNGAN KERJA DAN RADIASI NON PENG-ION TERHADAP KELUHAN PENYAKIT PADA KARYAWAN TRAVEL DI KOTA MEDAN
Lampiran 2 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KEADAAN LINGKUNGAN KERJA DAN RADIASI NON PENG-ION TERHADAP KELUHAN PENYAKIT PADA KARYAWAN TRAVEL DI KOTA MEDAN No.RESPONDEN : NAMA TRAVEL : ALAMAT TRAVEL : Nama
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1: Analisis Logit Iteration Step 1 1-2 Log likelihoo d Coefficients Iteration History(a,b,c,d) Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 31.228-2.194.035 -.231 -.080 -.014.819 -.660.443.559
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN
36 Lampiran 1 PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN Kepada : Yth. Ibu.. Assalamu alaikum Wr. Wb Dengan hormat, Yang bertanda tangan di bawah ini, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta :
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GURILLA PEMATANGSIANTAR
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GURILLA PEMATANGSIANTAR No. Responden : (diisi oleh peneliti) Tanggal pengisian : I. KARAKTERISTIK
KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2009 No. Responden Tanggal pengisian :
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri manufaktur di Bursa Efek Indonesi (BEI) tahun
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IBU HAMIL TRIMESTER III
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENGALAMI ANEMIA DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HAMPARAN PERAK TAHUN 2013 No. Responden :...
KUESIONER PENELITIAN
71 KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA STIMULASI DI UNIT PENDERESAN PT SOCFIN INDONESIA TANAH BESIH TAHUN 2014 Bersama kuesioner ini, saya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. resmi pemerintahan daerah yang terdapat di internet. Horizon waktu yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah dalam penelitian ini adalah asosiatif kausal yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan yang bersifat
