PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
|
|
|
- Dewi Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas Pattimura Ambon ISBN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON 2016 i
3 PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA TAHUN 2016 Penanggung Jawab : Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unpatti Prof. Dr. W. Mataheru, M.Pd Ketua : Dr. C. S. Ayal, M.Pd Sekretaris : N.C. Huwaa, S.Pd., M.Sc Bendahara. Ch. Matitaputy, S.Pd., M.Pd Editor : F. Sapulete, S.Pd., M.Pd Yohanis M. Apituley, S.Pd Reviewer : Prof. Dr. T. G. Ratumanan, M.Pd Prof. Dr. Th. Laurens, M.Pd Desain Layout Sampul : Y.M. Apituley, S.Pd Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unpatti Ambon (Poka) Jl. Ir. M. Putuhena Gedung Jurusan Pendidikan MIPA ISBN ii
4 KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatnya Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2016 dapat diterbitkan. Prosiding ini merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura dengan Tema. Seminar ini diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus 2016 oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unpatti. Ini merupakan kegiatan rutin yang akan terus dilaksana pada tahun-tahun mendatang. Semoga dengan kegiatan ini Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unpatti dapat terus berkiprah dalam menghimpun temuan-temuan baru yang berkaitan dengan pengembangan Program Studi, serta sekaligus sebagai wahana komunikasi antara akademisi, guru, peneliti, dan pemerhati pendidikan pada umumnya. Semoga semua yang telah diupayakan dalam seminar sampai tercetaknya prosiding ini membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas pada umumnya. Pada kesempatan ini tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unpatti, Dekan FKIP Unpatti, Rektor Unpatti, serta para penyandang dana yang telah mendukung secara penuh pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Matematika hingga terselesaikannya prosiding ini. Ambon, 20 Agustus 2016 Ketua Panitia Dr. C. S Ayal, S.Pd., M.Pd iii
5 SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PATTIMURA PADA SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Assalam Walaikum Warahmatulahi Wabarakatu, dan Salam Sejahtera untuk kita semua. Yang terhormat: 1. Rektor Universitas Pattimura, dalam hal ini diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Bapak Prof. Ir..J. Mosse, PH.D Yang saya hormati, 2. Pembantu-pembantu Dekan pada lingkup FKIP 3. Bapak Prof. Dr. Usman Mulbar, M.Pd. Selamat datang di Universitas Pattimura Ambon. 4. Bapak Prof. Dr. T.G. Ratumanan, M.Pd. 5. Bapak Dr. Rully Charitas Indra Pramana, M.Pd. Selamat datang di Universitas Pattimura Ambon. 6. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA, Bapak Dr. Stev Huliselan, M.Si 7. Para Ketua Program Studi pada lingkup FKIP 8. Staf Dosen pada program studi pendidikan matematika, program studi pendidikan ekonomi, PPKN dan Jurusan Matematika UNPATTI 9. Bapak, Ibu guru peserta Seminar Nasional dan Kontes Literasi Matematika yang berasal dari Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat 10. Para Mahasiswa program studi pendidikan matematika Dan Siswa-siswi peserta lomba Kontes Literasi Matematika di kota Ambon. Selaku orang yang percaya patutlah kita naikan Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan RahmatNYA, sehingga kegiatan Seminar Nasional dan Kontes Literasi Matematika (KLM) dapat dilaksanakan pada hari ini Sabtu 20 Agustus Adapun tema pada kegiatan Seminar ini adalah Pengembangan Penelitian Pendidikan Matematika Untuk Mendukung Peningkatan, dan tema pada kegiatan Kontes Literasi Matematika adalah : Membentuk Siswa yang Kreatif dan Inovaif Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tahun 2016 ini diharapkan menjadi wahana interaksi dan pertukaran informasi dari hasil penelitian maupun pengalaman serta gagasan di bidang matematika maupun pembelajarannya dalam semangat saling asah, asih dan asuh untuk menyikapi tantangan masa depan Maluku yang berdaya saing dengan provinsi lainnya di Indonesia. iv
6 Saya memberikan apresiasi dan penghargaan bagi program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Pattimura yang telah menjadikan Seminar Nasional Pendidikan Matematika sebagai agenda rutin tahunan dan menjadi bagian dari kegiatan akademik program studi dan Kontes Literasi Matematika (KLM) yang di ikuti siswa SMP kota Ambon. Saya berharap seminar nasional pendidikan matematika ini dapat menjadi salah satu media informasi penyampaian hasil-hasil penelitian dan pikiran-pikiran kritis bagi para guru dan calon guru matematika. Semoga seminar ini juga membahas berbagai perkembangan terkini dalam bidang pendidikan secara umum dan pendidikan matematika secara khususnya. Saya berharap para peserta, terutama para guru dan calon guru dapat memanfaatkan seminar ini sebaik mungkin sebagai sarana belajar dan tukar menukar informasi. Melalui seminar ini diharapkan ada kontribusi bagi perbaikan kualitas pembelajaran matematika yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas hasil belajar peserta didik. Mengakhiri sambutan ini, saya menyampaikan terima kasih bagi staf dosen program studi pendidikan matematika dan panitia, juga kepada nara sumber. Dan dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Pengasih, saya membuka secara resmi seminar nasional pendidikan matematika tahun Semoga Tuhan memberkati kita sekalian. Ambon, 20 Agustus 2016 Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Th. Laurens, M.Pd NIP v
7 DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar.. Sambutan Dekan. Daftar Isi... Kecenderungan Penelitian Pendidikan Matematika (Usman Mulbar) Memotivasi siswa dalam pembelajaran matematika ( Tanwey Gerson Ratumanan) Didactic Trajectory Dalam Penelitian Pendidikan Matematika Untuk Menumbuhkan Keterampilan Meneliti dan Menulis Karya Ilmiah (Rully Charitas Indra Prahmana)... Penataan Nalar Siswa SMP Dalam Menganalisis Konsep Bangun-Bangun Segiempat (Juliana Selvina Molle)... Kemampuan berpikir Abstraksi dan Disposisi Matematis Dalam Pembelajaran Matematika (La Moma)... Penerapan Metode Discovery Learning Dalam Pada Materi Tabung Dan Kerucut (Hanisa Tamalene)... Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Materi Kesebangunan Segitiga Di Kelas IX SMP Kristen YPKPM Ambon(T. Litay, W. Mataheru, H. Tamalene)... Perbedaan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Faktorisasi Bentuk Aljabar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Model Pembelajaran Konvensional di Kelas VIII SMP Negeri 4 Ambon ( 1 Nevi Telehala, 2 Carolina Ayal). Hal i iii iv vi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-3 SMP Negeri 12 Ambon Pada Materi Garis Singgung Lingkaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Acilitator And Explaining (SFE) ( 1 Dian Theofani Risakotta, 2 M. Gaspersz) Analisis Model Curah Hujan Di Kota Ambon Menggunakan Metode Box- Jenkins( 1 Lexy Janzen Sinay, 2 Henry W MPatty, 3 Zeth Arthur Leleury) Karakteristik operasi pembagian bilangan neutrosophic Dan polinomial neutrosophic(zeth A. Leleury 1, Henry W. M. Patty 2 ).. Identifikasi Struktur Semialjabar Atas Hemiring (Shergio Jordy Camerling 1, Elvinus Richard ersulessy 2 ) Struktur Grup Dalam Bentuk Graf Identitas (Valiant Carol Leihitu 1, Dyana Patty 2, Henry.W.M Patty 3 ) Struktur Khusus Near Ring Polinomial (Vivin Aprilia Manjaruni 1, Henry W. M Patty 2 ) Struktur Himpunan Lembut (Muhamad Arifin Sangadji) Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) Dalam Membelajarkan Materi Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers Pada Siswa SMA Kelas X(Novalin C Huwaa 1 & Magy Gaspersz 2 ) Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Ipa Sma Negeri 12 Ambon Yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tgt (Teams Games Tournaments) Dan Model Pembelajaran Langsung Pada Materi Limit Fungsi Aljabar (Tryfelma Sanders 1, Wilmintjie Mataheru 2, dan Novalin C Huwaa 3) vi
8 86 PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI TABUNG DAN KERUCUT Oleh Hanisa Tamalene Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura ABSTRAK Kemampuan siswa dalam menguasai dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan lingkungan serta dapat mengkomunikasikan ide-ide merupakan salah satu kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran matematika. Penguasaan tersebut akan memudahkan siswa mengembangkan berbagai kemampuan yang dimilikinya. Namun kenyataannya kemampuan ini kurang dimiliki oleh siswa, karena proses pembelajaran selalu terpusat pada guru yang mengakibatkan lemahnya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. Penulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara teoritis tetntang Metode Discovery Learning. Metode Discovery Learning merupakan salah satu metode yang menitikberatkan pada cara belajar siswa aktif, menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, berpikir analisis dan mencoba memecahkan masalah sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Sehingga metode Discovery Learning akan mempunyai kontribusi yang baik pada kemampuan yang diharapkan. Kata Kunci: Metode Discovery Learning, I. Pendahuluan Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena dengan belajar matematika siswa akan terbiasa untuk berpikir kritis, sistematis, logis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif (Depdiknas, 2006: 9).
9 87 Suwarsono (Jaeng, 2004: 3) mengatakan bahwa matematika masih saja dianggap sebagai suatu bidang studi yang cukup sulit oleh siswa, dan masih banyak siswa yang memperoleh hasil belajar yang kurang memuaskan. Hal ini disebabkan lemahnya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. Oleh karena itu, implementasi tujuan Sistem Pendidikan Nasional menekankan pada kurikulum Pendidikan Dasar yang berkenaan dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah pada kemampuan siswa dalam menguasai dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan lingkungan. Penguasaan tersebut akan memudahkan siswa mengembangkan berbagai kemampuan yang dimilikinya. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi kurikulum, guru dituntut untuk secara professional merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna (menyenangkan), mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif serta menetapkan kriteria keberhasilan (Mulyasa, 2014: 99). Kegiatan belajar mengajar efektif apabila tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Oleh karena itu, dalam pembelajaran guru harus bisa memilih metode mengajar yang cocok untuk diterapkan dan dapat menciptakan suasana yang mendukung proses pembelajaran dikelas. Pemilihan metode pembelajaran yang efektif akan memicu siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka. Metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, dapat membuat siswa tertarik dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, salah satunya melalui metode Discovery learning. Metode discovery learning selain dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa, juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal mengkomunikasikan matematika dan keterampilan sosial. II. Metode Discovery Learning Metode Discovery Learning adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Menurut Ruseffendi (2006: 329) metode discovery learning adalah metode mengajar yang diatur sedemikian rupa sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya tidak melalui pemberitahuan, sebagaian atau seluruhnya ditemukan sendiri dengan bantuan guru. Sejalan dengan hal tersebut Roestiyah (2001: 20) mengemukakan bahwa metode discovery Learning adalah metode
10 88 mengajar yang menggunakan teknik penemuan dan merupakan proses mental (misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa menyesuaikan suatu konsep atau prinsip. Dalam metode ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Sementara Suryosubroto (2002: 191) mengemukakan bahwa salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah adalah metode Discovery Learning. Hal ini disebabkan karena metode ini: 1. Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif; 2. Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan bertahan lama dalam ingatan, tak mudah dilupakan anak; 3. Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain; 4. Dengan menggunakan metode Discovery Learning siswa belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkan sendiri; 5. Dengan metode ini juga, anak belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Syah (2004: 244) langkah-langkah metode discovery learning adalah: a. Langkah persiapan, yaitu: menentukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik siswa. b. Pelaksanaan, meliputi: 1) Stimulus (pemberian rangsangan). 2) Problem statement (mengidentifikasi masalah). 3) Data collection (pengumpulan data). 4) Data processing (pengolahan data). 5) Verifikasi, dan 6) Generalisasi. Kelebihan dan Kekurangan Metode Discovery Learning 1. Kelebihan metode discovery learning Menurut Suherman, dkk (2001: 179) kelebihan metode Discovery Leaning adalah:
11 89 a. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuannya untuk menemukan hasil akhir. b. Siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya, sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat. c. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat. d. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode Discovery Learning akan lebih mampu mentranfer pengetahuannya ke berbagai konteks. e. Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri. 2. Kekurangan metode discovery learning Selain memiliki kelebihan menurut Suherman (2001: 179) metode discovery Learning, juga memiliki kelemahan diantaranya: a. Membutuhkan waktu belajar yang lebih lama b. Kurang cocok untuk kelas dengan jumlah siswa yang banyak. III. Penerapan Metode Discovery Learning Pada Materi Tabung dan Kerucut 1. Menemukan Luas Permukaan Tabung Masih ingatkah kalian tentang unsur-unsur tabung..? atas selimut alas Tabung memiliki unsur-unsur sebagai berikut: 1. Sisi alas dan sisi atas berbentuk lingkaran yang kongruen dan sejajar dengan pusat P 1 dan P 2 2. Selimut tabung, yaitu sisi lengkung tabung. 3. Tabung mempunyai dua rusuk 4. Diameter tabung (d), yaitu ruas garis AB dan CD. 5. Jari-jari lingkaran (r), yaitu ruas garis P 1 A, P 1 B, P 2 C, dan P 2 D. Gambar 1. Tabung
12 90 6. Tinggi tabung, yaitu panjang ruas garis P 2 P 1, DA, dan CB. Pada gambar 2. Dapat dilihat jaring-jaring tabung yang terbentuk. Jaring-jaring tabung terdiri dari lingkaran dan persegi panjang. Bentuk jaring-jaring tersebut dapat dihitung luasnya dengan menjumlahkan luas masingmasing bangun. Dengan demikian Untuk Gambar 2. Jaring-Jaring Tabung menentukan luas permukaan tabung dapat dihitung dengan memperhatikan bangun tersebut. Perhatikan gambar tabung dan jaring-jaring tabung di bawah ini. Temukan rumus luas dari permukaan tabung tersebut! t Selimut lingkaran Tabung t r Keliling lingkaran a b Gambar 3. Tabung dan Jaring-jaring Tabung 1. Luas lingkaran alas tabung = Luas lingkaran tutup tabung = Keliling lingkaran = Luas seluruh permukaan tabung = luas bangun 1 + luas bangun 2 + luas bangun 3 = luas alas + luas... + luas... =
13 91 =... Jadi, rumus luas permukaan tabung adalah Kerjakanlah latihan berikut! Sebuah tabung berjari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm. Hitunglah luas permukaan tabung! Jawab: Diketahui: r =... cm, π =... t =... cm Ditanya: Luas permukaan tabung? Penyelesaian: Luas permukaan tabung = 2πr(r + t) = 2.. ( ) = 2.. (.. ) = 2 = Jadi, luas permukaan tabung adalah... cm 2 2. Menemukan volume tabung Gambar 4. Jenis-Jenis Prisma Gambar 4. Jenis-Jenis Prisma Gambar 4(a) adalah prisma segiempat beraturan (alasnya persegi), prisma ini disebut juga balok. Gambar 4(b) adalah prisma segilima beraturan. Adapun gambar
14 92 4(c) adalah prisma segienam beraturan. Jika pada alas prisma, dibentuk segi beraturan secara terus menerus, misalnya segidelapan, segienambelas, segitigaduapuluh, dan seterusnya maka alasnya akan menyerupai lingkaran seperti gambar 4(d) dan bangun ini dinamakan tabung. Dengan demikian, volume tabung dapat dipandang sebagai volume prisma. Volume Tabung = Volume Prisma Perhatikan kembali gambar-gambar di atas, temukan volume tabung tersebut! 1. Luas lingkaran alas tabung = Volume tabung = volume prisma =.. x.. =... x... =... Jadi, rumus volume tabung =. Kerjakan latihan berikut ini! Sebuah tangki berbentuk tabung dengan jari-jari alas 0,5 m dan tinggi 2 m. Bila tangki tersebut diisi air sampai penuh, maka banyak air di dalam tangki tersebut adalah... liter Jawab: Diketahui: r =... m, π =... t =... m Ditanya: Banyak air dalam tangki? Penyelesaian: Banyak air dalam tangki = volume tabung = πr 2 t = 3,14... = Jadi, banyak air dalam tangki adalah... x 1000 =.. liter
15 93 3. Menemukan Luas Permukaan Kerucut Masih ingatkah kalian unsur-unsur kerucut...? Perhatikan gambar kerucut! Kerucut memiliki unsur-unsur sebagai berikut: 1. Sisi alas yaitu sisi yang berbentuk lingkaran. 2. Diameter bidang alas (d), yaitu ruas garis AB. 3. Jari-jari bidang alas (r), yaitu garis OA dan ruas garis OB. 4. Tinggi kerucut (t), yaitu jarak dari titik puncak kerucut ke pusat bidang alas (ruas garis CO). 5. Selimut kerucut, yaitu sisi kerucut yang tidk diraster. 6. Garis pelukis (s), yaitu garis-garis pada selimut kerucut yang ditarik dari titik puncak C ke titik pada lingkaran. 2 a 1 b Gambar 5. Kerucut Dan Jaring-jaring Kerucut Gambar 5(a) merupakan gambar kerucut dan pada saat gambar 5(a) dipotong sepanjang garis AT, dan keliling alas maka hasilnya dapat kita lihat pada gambar 5(b). Pada gambar 5(b) maka kalian dapat melihat jaring-jaring kerucut yang terbentuk. Dari bentuk jaring-jaring kerucut disusun oleh sebuah lingkaran yang merupakan alas kerucut dan sebuah juring lingkaran yang merupakan selimut kerucut. Bentuk jaring-jaring tersebut dapat dihitung luasnya dengan
16 94 menjumlahkan luas masing-masing bangun. Dengan demikian menentukan luas permukaan kerucut dapat dihitung dengan memperhatikan bangun di atas. Luas Bangun 1 + Luas Bangun 2 Perhatikan gambar kerucut dan jaring-jaring kerucut di bawah ini, kemudian temukan luas permukaan kerucut tersebut! Luas alas kerucut = Panjang jari-jari juring lingkaran = Panjang busur DD 1 = keliling lingkaran 4. Luas selimut kerucut Luas selimut kerucut Luas lingkaran =... = Panjang busur DD Keliling lingkaran Luas selimut kerucut = Luas selimut kerucut = 5. Luas seluruh permukaan kerucut Luas selimut kerucut =. = luas bangun 1 + luas bangun 2 = luas alas + luas... = =... Jadi, luas permukaan kerucut =...
17 95 Kerjakan latihan berikut ini! Diketahui jari-jari alas kerucut 8 cm, tinggi kerucut 15 cm dan π = 3,14. Hitunglah luas permukaan kerucut! Jawab: Diketahui: r =... cm, t =... cm Ditanya: Luas permukaan kerucut? Penyelesaian: S = r 2 + t 2 = = + = = Luas permukaan kerucut = πr(r + s) = 8(8 + ) = = Jadi, luas permukaan kerucut adalah... cm Menemukan Volume Kerucut (a) (b) (c) (d) Gambar 6. Jenis-jenis Limas
18 96 Perhatikan gambar-gambar di atas, gambar 6(a) adalah limas segitiga beraturan (alasnya segitiga), gambar 6(b) adalah limas segiempat beraturan dan gambar 6(c) adalah limas segilima beraturan. Jika pada alas limas, dibentuk segi beraturan secara terus menerus, misalnya segidelapan, segienambelas, segitigaduapuluh, dan seterusnya maka alasnya akan menyerupai lingkaran seperti gambar 6(d) dan bangun ini dinamakan kerucut. Dengan demikian, volume kerucut dapat dipandang sebagai volume limas. Volume kerucut = Volume limas Perhatikan gambar kerucut dibawah ini. Tentukan volumenya! t r s 1. Luas lingkaran alas kerucut = Volume kerucut = volume limas =. x.. =... x... =... Jadi, rumus volume kerucut adalah. Kerjakanlah latihan berikut! Jika jari-jari alas kerucut adalah 7 cm, panjang garis pelukisnya 25 cm dengan 22 π. Tentukan volume kerucut tersebut! 7 Jawab: Diketahui: r =... cm, π =... s =... cm Ditanya: volume kerucut? Penyelesaian:
19 97 ꂒ = s 2 r 2 = = = = Volume kerucut = 1 3 πr2 t = = =.... = Jadi, volume kerucut adalah... cm 3 IV. KESIMPULAN Metode Discovery Learning adalah metode mengajar yang menggunakan teknik penemuan dan merupakan proses mental (misalnya mengamati, menggolonggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa menyesuaikan suatu konsep atau prinsip. Dalam metode ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Metode ini juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa, dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal mengkomunikasikan matematika dan keterampilan sosial.
20 98 DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Departemen pendidikan Nasional. Jaeng, M. (2004). Penerapan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Luas Permukaan Dan Volume Balok. (online). Tersedia: (diakses, 18 maret 2015). Mulyasa. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Bandung: PT Rosdakarya. Roestiyah. N.K. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ruseffendi, E.T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dan Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito. Suherman, E. dkk. (2003). Strategi.Bandung: JICA. Suryosubroto. (2002). Proses Belajar Mengajar Disekolah. (online). Tersedia: (diakses, 18 maret 2015). Syah, M. (2004). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Pengembangan Penelitian Pendidikan Matematika Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Menumbuhkembakan Sikap Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Melalui Pembelajaran Matematika dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sabtu,30 Oktober 2015 Aula Rektorat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Menumbuhkembakan Sikap Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Melalui Pembelajaran Matematika dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sabtu,30 Oktober 2015 Aula Rektorat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Pengembangan Penelitian Pendidikan Matematika Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas Pattimura Ambon ISBN 978-602-99868-3-9 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSDNG SEMNAR NASONAL PENDDKAN MATEMATKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKP Universitas Pattimura Ambon SBN 978-602-99868-3-9 PROGRAM STUD PENDDKAN MATEMATKA FAKULTAS KEGURUAN DAN LMU PENDDKAN
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas Pattimura Ambon ISBN 978-602-99868-3-9 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas Pattimura Ambon ISBN 978-602-99868-3-9 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Sabtu, 20 Agustus 2016 Student Centre FKIP Universitas Pattimura Ambon ISBN 978-602-99868-3-9 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Menumbuhkembakan Sikap Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Melalui Pembelajaran Matematika dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sabtu,30 Oktober 2015 Aula Rektorat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Menumbuhkembakan Sikap Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Melalui Pembelajaran Matematika dalam Implementasi Kurikulum 2013 Sabtu,30 Oktober 2015 Aula Rektorat
Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut...
1. Perhatikan sifat-sifat bangun ruang di bawah ini: i. Memiliki 6 sisi yang sama atau kongruen ii. Memiliki 12 rusuk yang sama panjang Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut... SD kelas 6 -
Luas Sisi Kerucut. Apa yang akan kamu pelajari? Menyatakan luas sisi
2.2 Apa yang akan kamu pelajari? Menyatakan luas sisi Menghitung luas sisi Menyatakan volume Menghitung volume prisma. Kata Kunci: Luas sisi Selimut kerucut Volume kerucut Tinggi kerucut P Luas Sisi ernahkah
KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Mapel Matematika kls VII s/d IX. 1-2
KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Matematika. : SMP/MTs. : VII s/d IX /1-2 Nama Guru
Rumus dan Contoh Soal Bangun Datar dan Bangun Ruang
Rumus dan Contoh Soal Bangun Datar dan Bangun Ruang 2. Menghitung Luas Segi Banyak Bangun datar pada Gambar (a) dan (b) dinamakan juga segi banyak. Bangun (a) dibentuk oleh persegipanjang dan persegi.
15. Metode Discovery
15. Metode Discovery Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan
43. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B)
43. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. matematika. Matematika dapat membekali siswa untuk memiliki kemampuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan formal, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah atas
42. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB A)
42. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB A) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung SMP Kelas 9
Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung SMP Kelas 9 Bangun Ruang Sisi Lengkung - Di dalam postingan ini rumus matematika dasar akan memberikan pembahasan mengenai materi pelajaran matematika untuk kelas 9 SMP
BAB II TABUNG, KERUCUT, DAN BOLA. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya
BAB II TABUNG, KERUCUT, DAN BOLA Tujuan Pembelajaran Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya A. Pendahuluan Istilah tabung, kerucut, dan bola di sini adalah istilah-istilah
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu dapat menarik minat, antusiasme siswa, dan memotivasi siswa agar senantiasa belajar
09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang B. Tujuan
09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
2015 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LOGIS MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI LEARNING CYCLE 5E DAN DISCOVERY LEARNING
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang berperan penting dalam kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), sehingga perkembangan matematika menjadi sesuatu yang
SOAL PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS MATEMATIKA TINGKAT SMP KELAS 8 TAHUN 2014 WAKTU 120 MENIT
SOAL PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS MATEMATIKA TINGKAT SMP KELAS 8 TAHUN 2014 WAKTU 120 MENIT Pilihan 1. Pada gambar berikut, tali busur ditunjukkan oleh A. AO B. CO C. BO D. BC 2. Panjang jari jari suatu
3. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur pada lingkaran adalah
1. Unsur-unsur di bawah ini yang merupakan unsur lingkaran adalah. A. Jari-jari, tali busur, juring dan diagonal B. Diameter, busur, sisi dan bidang diagonal C. Juring, tembereng, apotema dan jari-jari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nurningsih, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran matematika tidak hanya mengharuskan siswa sekedar mengerti materi yang dipelajari saat itu, tapi juga belajar dengan pemahaman dan aktif membangun
Siswa dapat menyebutkan dan mengidentifikasi bagian-bagian lingkaran
KISI-KISI PENULISAN SOAL DAN URAIAN ULANGAN KENAIKAN KELAS Jenis Sekolah Penulis Mata Pelajaran Jumlah Soal Kelas Bentuk Soal AlokasiWaktu Acuan : SMP/MTs : Gresiana P : Matematika : 40 nomor : VIII (delapan)
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran
Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran Apa kabar Saudara? Semoga Anda dalam keadaan sehat dan semangat selalu. Selamat berjumpa pada inisiasi kedua pada mata kuliah Pemecahan Masalah Matematika. Kali ini topik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1 )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1 ) Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas / Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Pertemuan ke Alokasi Waktu : Matematika : SMPN 17 Bandung : IX / I : Bangun Ruang
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 LANGSA SKRIPSI
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 LANGSA SKRIPSI Diajukan Oleh MEYRIS MANILA NIM : 1032010144 FAKULTAS
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses yang harus dilalui individu sehingga dapat meningkatkan kualitas pribadi di masyarakat. Menurut Djumali, dkk (2013: 1) pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang muncul pada kehidupan setiap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang muncul pada kehidupan setiap manusia beragam dari
BAB II KAJIAN TEORITIK
BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Pemahaman Konsep Pemahaman konsep merupakan salah satu aspek dari tiga aspek penilaiaan matematika. Menurut Jihad (2012), ada tiga aspek penilaian matematika
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit CV. Usaha
Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m. Kamar Mandi. 3 m. Kamar Tidur.
Bab 3 Bangun Datar dan Bangun Ruang Sumber: http.serpong.files.wordpress.com Ika tinggal di perumahan Griya Indah. Denah rumah Ika adalah sebagai berikut. 5 m 3 m 1,5 m 3 m 2,5 m 3 m Halaman Depan 3 m
Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola serta menentukan ukurannya
Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut dan bola 2. Menghitung luas selimut dan
II. TINJAUAN PUSTAKA. aktif mengungkapkan gagasan dan ide-ide secara individual maupun kelompok.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Efektivitas pembelajaran Efetivitas pembelajaran dapat dicapai apabila siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa tidak hanya aktif mendengarkan
UAN MATEMATIKA SMP 2007/2008 C3 P13
1. Hasil dari adalah a. 47 b. 52 c. 57 d. 63 2. Suhu di dalam kulkas sebelum dihidupkan 29 C. Setelah dihidupkan, suhunya turun 3 C setiap 5 menit. Setelah 10 menit suhu di dalam kulkas adalah a. 23 C
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia karena merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidupnya. Pendidikan menjadi sarana untuk mengembangkan
MATEMATIKA (Paket 2) Waktu : 120 Menit
MATEMATIKA (Paket 2) Waktu : 20 Menit (025) 77 2606 Website : Pilihlah jawaban yang paling tepat!. Hasil dari A. B. D. 8 5 8 2 2 8 2 adalah. 2. Hasil dari A. B. D. 8 adalah.. Bentuk sederhana dari A. 2
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan era globalisasi yang semakin berat, yaitu diharapkan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH Matematika SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAERAH KHUSUS IBUKOTA (DKI) JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012-2013 KISI KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Jenjang : SMP
BAB II KAJIAN TEORI. hakekatnya adalah belajar yang berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur
9 BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran Matematika Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. lambang yang formal, sebab matematika bersangkut paut dengan sifat-sifat struktural
7 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Penguasaan Matematika Menurut Mazhab (dalam Uno, 2011 : 126) matematika adalah sebagai sistem lambang yang formal, sebab matematika bersangkut
MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : GEOMETRI
MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : GEOMETRI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN. Memahami bangun datar, bangun ruang, garis sejajar, dan sudut, serta menggunakannya dalam
BAB I PENDAHULUAN. Dengan adanya perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 siswa di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Untuk lebih jelasnya buatlah sebuah tabel untuk membuktikan kaidah euler!
BAB V BANGUN RUANG Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut. Permukaan yang dimaksud pada definisi tersebut adalah bidang
BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan atau skill yang dapat mendorongnya untuk maju dan terus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 persaingan dan tantangan di semua aspek kehidupan semakin besar. Teknologi yang semakin maju dan pasar bebas yang semakin pesat berkembang mendorong
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran discovery (penemuan) adalah model mengajar yang
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Model Pembelajaran Discovery Model pembelajaran discovery (penemuan) adalah model mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa, sehingga siswa memperoleh pengetahuan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. lingkup persekolahan. Suherman mendefinisikan pembelajaran adalah proses
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran Matematika Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses pendidikan dalam ruang lingkup persekolahan. Suherman mendefinisikan pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional
SOAL dan Pembahasan UN Matematika SMP Tahun 2013
SOAL dan Pembahasan UN Matematika SMP Tahun 2013 Jawab : Bilangan Bulat dan Pecahan 2 + 1 : 2 = 2 + ( 1 : 2 ) = + ( x ) = + = Jawabannya adalah A = = 3 = 3 Perbandingan Jumlah kelereng Bimo = x 70 = 28
ANALISIS MISPERSEPSI GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR DAN KETRAMPILAN MATEMATIKA SISWA SMP TERBUKA NEGERI 1 MALANG
ANALISIS MISPERSEPSI GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR DAN KETRAMPILAN MATEMATIKA SISWA SMP TERBUKA NEGERI 1 MALANG Sadimin SMP Negeri Malang [email protected] ABSTRAK. Pendidikan dalam
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG A. TABUNG Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua lingkaran yang berhadapan, sejajar, dan kongruen serta titik-titik pada keliling lingkaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia sepanjang hidupnya. Kegiatan inti dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah adalah proses belajar mengajar.
KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA. Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi
KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi K e l a s : 8 (delapan) AlokasiWaktu : 120 menit Banyak : 40 Bentuk : PilihanGanda
KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8
KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8 Dirangkum oleh Moch. Fatkoer Rohman Website: http://fatkoer.co.cc http://zonamatematika.co,cc Email: [email protected] 009 Evaluasi Bab 1 Untuk nomor 1 sampai 5 pilihlah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Kelompok 3 : 1. Afirah Nurhodijah (3115141678) 2. Adetia Suryani Tantry (3115141682) 3. Rifki Alfian Priatna (3115141684) 4. Eliyana
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pembelajaran Guided Discovery (Penemuan Terbimbing) 1. Pengertian Pembelajaran Guided Discovery
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Guided Discovery (Penemuan Terbimbing) 1. Pengertian Pembelajaran Guided Discovery Menurut Shadiq (2009) pembelajaran Guided Discovery (penemuan terbimbing) merupakan
BAB I PENDAHULUAN. taraf pemikiran yang tinggi dan telah melaksanakan pembangunan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan kemampuan manusia agar dapat menghasilkan pribadipribadi manusia yang berkualitas. Masyarakat
KISI-KISI INSTRUMEN TES KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF. : SMP Pasundan 4 Bandung
LAMPIRAN A.1 KISI-KISI INSTRUMEN TES KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF Sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/Semester : SMP Pasundan 4 Bandung : Matematika : Prisma dan limas : VIII/2 Standar Kompetensi
P2 KODE : 01. SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika Pembahasan Latihan Soal Ujian Nasional 2010
Pembahasan Latihan Soal Ujian Nasional 00 Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika P KODE : 0. Jawab: b Operasi dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Oleh : I Putu Agus Indrawan (1013031035) UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN PENDIDIKAN
2015 PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bappenas (2006) mengemukakan bahwa majunya suatu bangsa dipengaruhi oleh mutu pendidikan dari bangsa itu sendiri, karena pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan
SOAL LATIHAN UKK MATEMATIKA KELAS VIII
SOAL LATIHAN UKK MATEMATIKA KELAS VIII SOAL PILIHAN GANDA 1. Perhatikan gambar berikut. Daerah yang diarsir disebut... a. juring b. busur c. tembereng d. tali busur 2. Perhatikan kembali lingkaran pada
PEMBELAJARAN SEGIBANYAK BERATURAN DI SMP. Sumardyono, M.Pd.
PEMBELAJARAN SEGIBANYAK BERATURAN DI SMP Sumardyono, M.Pd. email: [email protected] Konsep segi-n beraturan dengan n suatu bilangan asli lebih dari empat tidak mendapat tempat khusus (secara eksplisit)
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Belajar matematika merupakan salah satu sarana berpikir ilmiah dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika sebagai wahana pendidikan memegang peran penting dalam pendidikan. Belajar matematika merupakan salah satu sarana berpikir ilmiah dan logis serta mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008
Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008 1. Hasil dari 1.764 + 3.375 adalah... A. 53 B. 57 C.63 D. 67 BAB VIII BILANGAN BERPANGKAT 4 2 15 1.764 3.375 4 x 4 16 1 3 1 1 64
Copyright Hak Cipta dilindungi undang-undang
Latihan Soal UN SMP/MTs Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Soal : 0. Hasil dari.7 +.75 adalah. 5 c. 57 d 7. Suhu di dalam kulkas - 0 C. Pada saat mati lampu suhu di dalam kulkas naik 0 C setiap menit.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia bergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan
: Pukul (120 Menit)
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) AHASA INDONESIA, AHASA INGGRIS, MATEMATIKAA DAN IPA PANITIA TES UJIOA KOMPETENSI PESERTA DIDIK (TUKPD)
PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 11 November 2017 FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
ISBN : 978-602-73403-2-9 (Cetak) 978-602-73403-3-6 (On-line) PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA Membudayakan Literasi Matematika di Era Digital Yogyakarta, 11 November 2017
BAB I PENDAHULUAN. dan teknologi bangsa tersebut. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan suatu bangsa berkaitan erat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa tersebut. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut seseorang
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan teknologi, menjadi salah satu ilmu yang diperlukan pada saat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan landasan dan kerangka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi salah satu ilmu yang diperlukan pada saat seseorang harus menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Dengan adanya peningkatan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu ilmu yang sangat bermanfaat, karena penguasaan matematika sangat berguna dalam membantu penguasaan ilmu-ilmu yang lain, baik
II. TINJAUAN PUSTAKA. Seseorang mungkin menggunakan salah satu dari arti kata tersebut sesuai dengan
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka 1. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas merupakan serapan dari bahasa asing yang berasal dari kata effective yang berarti manjur, ampuh, berlaku, mujarab, berpengaruh,
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang telah diperoleh di sekolah. Matematika merupakan salah satu mata
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran matematika di kelas hendaknya tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi untuk menyelesaikan matematis tetapi juga mengaitkan bagaimana siswa mengenali
PROGRAM TAHUNAN. Sekolah : MTs... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : VII / 1 dan 2 Tahun pelajaran : Target Nilai Portah : 55
PROGRAM TAHUNAN Sekolah : MTs.... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : VII / 1 dan 2 Tahun pelajaran : Target Nilai Portah : 55 Standar Sem Kompetensi 1 BILANGAN 1. Memahami sifat-sifat operasi
Krangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013
e-book Definisi Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) Krangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 Oleh : IDHAM, S.Pd http://education-vionet.blogspot.com Page 1 Definisi Model Pembelajaran Penemuan
Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012
Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012 1. Hasil dari 17 - ( 3 x (-8) ) adalah... A. 49 B. 41 C. 7 D. -41 BAB II Bentuk Aljabar - perkalian/pembagian mempunyai tingkat
Copyright Hak Cipta dilindungi undang-undang
Pembahasan Latihan Soal UN SMP/MTs Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Soal : 0 Jawab: b Untuk menentukan hasil dari suatu akar telebih dahulu cari bentuk faktorisasi prima dari bilangan dalam tanda akar.
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mata Pelajaran : Matematika Hari/Tanggal : Rabu, 20 Februari 2013 : Pukul
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) AHASA INDONESIA, AHASA INGGRIS, MATEMATIKA DAN IPA PANITIA TES UJIOA KOMPETENSI PESERTA DIDIK (TUKPD)
Bab 2. Bangun Ruang Sisi Lengkung. Standar Kompetensi. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut, dan bola serta menentukan ukurannya.
Bab Bangun Ruang Sisi Lengkung Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat tabung, kerucut, dan bola serta menentukan ukurannya Kompetensi Dasar 1. Mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut dan bola. Menghitung
KONTRAK PERKULIAHAN (GEOMETRI)
KONTRAK PERKULIAHAN (GEOMETRI) Bobot SKS : 3 SKS Semester : 2 Hari Pertemuan : 16 Dosen Pengampuh : 1. Dra. Nyimas Aisyah, M.Pd., Ph.D. 2. Scristia, M.Pd. 1. Deskripsi Mata Kuliah Macam-macam banguan ruang
