ANALISA IMPLEMENTASI KRITERIA BALDRIGE
|
|
|
- Yuliani Kusumo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISA IMPLEMENTASI KRITERIA BALDRIGE ( STUDI KASUS : PT TELKOM DIVRE IV JAWA TENGAH dan DIY ) TESIS Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan Strata 2 Program Studi Magister Manajemen oleh IRMA YULIANA P PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2006
2 I - 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Daya saing bangsa Indonesia tergantung dari daya saing perusahaan perusahaannya, yang pada gilirannya tergantung dari kemampuan mereka merebut praktek praktek terbaik global. Salah satu praktek terbaik yang merupakan kebutuhan dasar dalam upaya mencapai daya saing global Indonesia adalah keunggulan dalam manajemen mutu. Tidak ada jalan pintas, tidak ada resep mujarab, kita semua menyadari bahwa untuk membangun perusahaan berkinerja unggul dan berdaya saing tinggi, mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kinerja yang unggul memerlukan tumpuan yang kuat, yaitu kualitas, baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan yang dapat dirasakan oleh pelanggan dan stakeholder lainnya. Kualitas harus berangkat dari budaya, dalam hal ini adalah budaya perusahaan dan budaya kerja. Artinya, dibutuhkan sebuah sistem yang mampu membentuk sebuah budaya, yaitu sebuah kerangka berpikir dan berperilaku yang mengarahkan dan menuntun perusahaan mencapai kinerja unggul. Sementara itu reformasi juga tengah terjadi pada sektor telekomunikasi domestik - global (pembongkaran monopoli, gelombang privatisasi dan pembentukan badan regulasi), munculnya fenomena konvergensi digital dan kecenderungan terjadinya hypercompetition dalam industri telekomunikasi telah mendorong TELKOM untuk mengubah secara mendasar pendekatan bisnis dan strateginya. BUMN terbesar di Indonesia ini mulai mengubah strategic intent-nya dengan memperbarui visi untuk menjadi Leading InfoCom Player in the Region dan merombak misinya menjadi one-stop shop service provider (full network services provider, FNSP). TELKOM juga mereposisi bisnis dengan merestrukturisasi portofolio bisnisnya dari POTS (Plain Old Telephone Service) menjadi PMM ( Phone, Mobile, Multimedia), serta melakukan langkah terobosan dengan memulai transformasi dari asset-based company menjadi customer-centric company. Dengan transformasi ini, strategi dan pengelolaan perusahaan tak lagi hanya ditentukan oleh teknologi dan layanan yang dimiliki, namun juga oleh kebutuhan dan harapan pelanggan. Untuk mencapainya, segmentasi, customer relationship management, branding dan custimization menempati posisi sentral
3 I - 2 dalam strategi korporatnya. Tentu saja, perubahan dan arah strategi korporat ini menuntut perubahan seluruh aspek pengelolaan perusahaan mulai dari budaya perusahaan, struktur dan sistem organisasi, pengelolaan SDM, manajemen kinerja, leadership style dan lain lain. Pencapaian terhadap keunggulan dan perbaikan mutu merupakan proses yang evolusioner dan bermuara pada management dan measurement. Bahwa apapun bisnis dan industrinya, setiap organisasi mengelola (manage) aktivitas dan operasinya, dan kemudian mengukur (measure) berbagai aspek lingkungan bisnis dan kinerja operasinya untuk memonitor perjalanannya merealisasikan visi, misi dan tujuan organisasi. Jika sebuah perusahaan tidak mampu mengukur kinerja organisasi, maka dengan sendirinya tidak akan pernah mampu mengelolanya karena tidak ada tolok ukur yang mengindikasikan berhasil atau tidaknya proses yang telah dilalui. Berangkat dari pemikiran sederhana ini, PT TELKOM telah menerapkan beberapa metoda pengukuran kinerja yang salah satunya adalah Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE ). Selanjutnya MBCFPE diadopsi sebagai benchmark penilaian Indonesia Quality Award (IQA) untuk BUMN pada tahun 2006 ini. Demikianlah untuk membangun daya saing ekonomi bangsa dibutuhkan pembenahan lembaga lembaga ekonomi atau corporate institutions yang tertata dan terkelola dengan baik melalui penerapan sistem serta proses manajemen yang efektivitasnya dapat diterima dan diukur secara universal. Sejak era monopoli, perhatian manajemen terhadap pengukuran kinerja perusahaan sesungguhnya sudah muncul dengan diperkenalkannya Gugus Kendali Mutu (Total Quality Management System) dan ISO (International Standard Organization). Hal ini menunjukkan bahwa TELKOM telah menyadari pentingnya sebuah kinerja yang tidak hanya bagus di dalam, tetapi juga bernilai bagi pihak luar. Kinerja perusahaan yang solid bukan hanya ditunjukkan oleh pencapaian internal namun juga membandingkannya dengan pencapaian di pasar. Pada era monopoli pengukuran dengan Kriteria Baldrige dinilai belum terlalu dibutuhkan dan mendesak. Hingga akhir 1980-an yang masih bernuansa monopoli, kriteria yang digunakan adalah Gugusan Kendali Mutu (GKM). GKM menggunakan ukuran yang ditentukan sendiri serta tanpa dibandingkan dengan pesaing, karena pada saat itu memang belum ada kebutuhan untuk dibandingkan
4 I - 3 dengan pesaing. Penerapan GKM kemudian diikuti dengan program ISO 9000 pada akhir 1990-an. Namun, penerapan ISO juga masih dinilai belum dapat memberikan kepuasan di kalangan manajemen. Beberapa alasannya diungkapkan oleh Kartajaya (2004 : ) antara lain sebagai berikut : 1. ISO masih dirasakan kurang komprehensif karena tidak menyentuh semua aspek operasi perusahaan. 2. Pengukuran ISO lebih bersifat ketaatan pelaksanaan kegiatan sehar- hari sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (conformance to standard). ISO sesungguhnya diciptakan untuk memfasilitasi perdagangan internasional yang membutuhkan jaminan dan standar mutu. 3. ISO hanya menetapkan kinerja minimal (acceptable minimum performance) yang dipersyaratkan secara internasional. Seperti halnya GKM, ISO lebih menekankan pada perspektif internal. Disamping GKM dan ISO, manajemen juga mencoba mengembangkan sendiri ukuran kinerja yang mengacu kepada pencapaian TELKOM sebagai World-Class Operator (WCO) atau lebih dikenal dengan Program T Pada saat itu diterapkan sepuluh indikator untuk menjadi WCO yang didominasi oleh kriteria kinerja pelayanan. Seperti yang diperlihatkan pada tabel di bawah ini, secara umum alat ukur kinerja ini juga masih memiliki kelemahan yang mendasar karena indikatornya dinilai belum komprehensif dan belum ada komparansi denganppesaing. Belum genap sisa waktu untuk mencapai predikat sebagai perusahaan kelas dunia, pada tanggal 27 September 2001, TELKOM meluncurkan T-QMS ( TELKOM Quality Management System). Latar belakangnya kurang lebih berangkat dari pertimbangan bahwa untuk menilai pencapaian target kelas dunia tesebut tidak dapat semata mata mengandalkan mekanisme pencapaian target indikator WCO seperti ditetapkan dalam Keputusan Direksi No. 10 Tahun 1996 beserta cara cara penilaiannya. Perlu diterapkan suatu sistem yang benar benar dianggap valid untuk dijadikan sebagai dasar penilaian sebelum menjadi perusahaan kelas dunia. Berawal dari masalah ini, maka muncul konsep dan program T-QMS. Konsep dasarnya merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2000 sebagai platform yang ditopang oleh pilar pilar kriteria Malcolm Baldrige Criteria for
5 I - 4 Performance Excellence (MBCFPE) dan ditujukan untuk mencapai predikat kelas dunia (WCO T-2001) dalam rangka mencapai visi perusahaan. Tabel 1.1 Sepuluh Indikator T-2001/World-Class Operator Sumber : Hermawan Kartajaya (2004:353) 10 Indikator T Waktu pelayanan service baru < 3 hari 2. Tingkat keberhasilan panggil > 80 % 3. Peremajaan data pelanggan < 24 jam 4. Jumlah gangguan 0.5/100SST/bln 5. Penyelesaian gangguan (dalam hari yang sama) > 95 % 6. Ketersediaan Jaringan % 7. Rata rata periode pengumpulan tagihan < 30 hari 8. Kepadatan telepon 7/100 penduduk 9. Pengaduan pelanggan <10/1000SST/bln 10. Produktivitas karyawan 223SST/karyawan Tahun 2001 mulai diterapkan MBCFPE yang menggunakan kriteria penilaian kinerja sangat komprehensif mencakup seluruh dimensi pengelolaan organisasi mulai dari leadership, perencanaan strategis, SDM, pasar dan pelanggan, proses bisnis, hingga hasilnya. Di samping itu, fokus MBCFPE bukanlah sekedar ketaatan, tapi lebih pada bagaimana organisasi mencapai performance excellence. Berbagai pertimbangan lain adalah sebagai berikut : 1. Kriteria yang digunakan MBCFPE berfokus pada hasil (business result), yang mencakup : cutomer-focused result, product & service result, financial & market result, organizational effectiveness result dan governance & social responsibility results. 2. MBCFPE menggunakan kriteria yang bersifat adaptif dan tidak berorientasi pada prosedur (nonprespective), yang mendorong organisasi untuk mengembangkan pendekatan yang kreatif, adaptif dan fleksibel untuk memenuhi requirement dasar yang dipersyaratkan. 3. Sistem ini mampu memungkinkan tercapainya penyelarasan seluruh aktivitas dengan tujuan organisasi (goal alignment). Hal ini terjadi karena ukuran ukuran kinerja yang ditetapkan di dalam MBCFPE diturunkan
6 I - 5 dari proses dan strategi yang dijalankan organisasi, sehingga mampu berfungsi sebagai dasar untuk men-deploy berbagai persyaratan kinerja perusahaan secara konsisten. 4. MBCFPE merupakan alat ukur kinerja yang dinilai paling customercentric, sesuai dengan tujuan PT TELKOM menjadi customer-centric organization. Kriteria Baldrige terdiri atas pilar pilar sebanyak 7 (tujuh) kategori antara lain : kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan dan pasar, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan, fokus pada sumber daya manusia, manajemen proses dan hasil hasil bisnis. Sementara itu TELKOM, dari monopoli ke kompetisi mulai kian dirasakan dengan semakin ramainya pemain baru maupun pemain lama yang mengembangkan kemampuannya. Munculnya ancaman pemain global ini mendorong manajemen untuk mengadopsi sistem pengkuran kinerja yang lebih komprehensif dan terintegrasi serta tidak hanya berdimensi internal, tapi juga eksternal, artinya bisa dibandingkan dengan pesaing lain. Dukungan investasi yang kuat dari para investor diharapkan mampu meningkatkan produk dan layanan yang dapat diunggulkan. Saat ini saham TELKOM tercatat pada beberapa bursa efek, antara lain : 1. Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) 2. Bursa Efek Surabaya 3. Tokyo Stock Exchange (Nikkei) 4. London Stock Exchange 5. New York Stock Exchange (NYSE) Sehubungan dengan saham TELKOM yang terdaftar di New York Stock Exchange, maka PT TELKOM diharuskan menerapkan sebuah sistem pengukuran kinerja lagi yang menekankan pada aspek finansial dan manajemen resiko yang dikenal dengan SOA (Sarbanes Oaxley Act) Tahun Peraturan ini bertujuan untuk melindungi para investor dengan memperbaiki akurasi dan reliabilitas disklosur perusahaan demi mematuhi hukum tentang surat surat berharga dan untuk tujuan lain. TELKOM menyadari adanya kewajiban baru tersebut, maka dihidupkanlah gagasan mengintegrasikan Sistem Manajemen yang berbasiskan ISO 9000, Kriteria Baldrige dan kepatuhan terhadap SOA 2002, dengan istilah
7 I - 6 TELKOM Management Bussines Excellence (TMBE), yang merupakan perluasan dari T-QMS dengan tambahan lingkup SOA 2002 (Sadikin, 2006: 163). B. Perumusan Masalah Proses mengimplementasikan sistem pengukuran kinerja termasuk Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. PT TELKOM sebagai pelopor di Indonesia mulai menerapkan MBCFPE sejak tahun Selama 5 (lima) tahun penerapannya, hingga saat ini telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam kinerja perusahaan, terbukti dengan pencapaian nilai sebesar 524,25 pada tahun 2005 yang termasuk dalam rentang good performance dalam Scoring Band Descriptor. Penelitian ini berangkat dari permasalahan untuk melakukan analisa terhadap evaluasi kinerja berdasarkan ketentuan Kriteria Baldrige. Dasar acuan yang digunakan adalah kerangka kerja Kriteria Baldrige versi bisnis yang mencakup 7 kategori dan akan dijelaskan pada bab selanjutnya. C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebuah alternatif pilihan sistem pengukuran kinerja yang lebih komprehensif dan terintegrasi serta tidak hanya berdimensi internal, tapi juga eksternal dengan menggunakan salah satu uji kinerja berdasarkan MBCFPE. Adapun secara lebih terperinci penulisan tesis ini ditujukan untuk mengamati hal hal sebagai berikut : 1. Menentukan nilai (score) melalui beberapa tahap penilaian (assesment) atas implementasi Kriteria Baldrige di lingkungan DIVRE IV PT TELKOM. 2. Menentukan Opportunity for Improvement ( OFI ) sebagai bentuk umpan balik bagi perusahaan. D. Manfaat Penelitian 1. Memberikan wacana baru sekaligus alternatif solusi yang merupakan bukti nyata bagi peningkatan daya saing suatu perusahaan melalui manajemen mutu, karena dapat mengidentifikasi kekuatan dan peluang, disamping memastikan kesesuaian dengan prosedur.
8 I Mengenalkan proses penilaian kinerja (assesment) berdasarkan kaidah yang digunakan dalam MBCFPE dengan desain khusus yang menempatkan faktor internal maupun eksternal sebagai tolok ukur. 3. Bagi khalayak umum, penelitian ini memberikan harapan baru terhadap peningkatan kualitas jasa ataupun produk yang akan mereka dapatkan (bargain position) dan secara tidak langsung membentuk knowledge based society yang memicu adanya kesadaran publik akan pentingnya menjaga kualitas dan kepercayaan sebagai kekuatan membangun daya saing. E. Pembatasan Masalah Pada penelitian ini penulis membatasi permasalahan pada hasil uji kinerja berdasarkan Kriteria Baldrige versi bisnis, yang mengambil aspek penilaian terhadap proses proses (Kategori 1 s.d 6) dengan menitikberatkan pada Approach (pendekatan), Deployment (penerapan), Learning (pembelajaran) dan Integration (integrasi). Sedangkan business result, dengan mengevaluasi pada empat aspek, yaitu tingkat kinerja perusahaan saat ini, tren (kecenderungan) perbaikan kinerja, posisi tingkat pencapaian kinerja dibandingkan dengan kinerja pesaing atau data benchmark yang sesuai dan hubungan kinerja yang diukur dengan pernyataan pernyataan pada profil perusahaan dan proses proses pendekatan dan penerapan pada kategori 1 sampai dengan 6. Hasil penilaian (scoring) akan menentukan posisi perusahaan dalam Scoring Band Descriptors.
BAB 1 PENDAHULUAN. Peta bisnis telekomunikasi mengalami perubahan sangat cepat dari sisi teknologi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peta bisnis telekomunikasi mengalami perubahan sangat cepat dari sisi teknologi, regulasi, struktur pasar, maupun persaingan. Dari sisi teknologi, diawali dengan munculnya
III. METODE PENELITIAN
40 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Visi dan misi adalah merupakan dasar terbentuknya suatu perusahaan. Hal tersebut dapat digunakan dalam pembuatan perencanaan strategis. Visi dan misi dalam
BAB III SOLUSI BISNIS
BAB III SOLUSI BISNIS Untuk membantu perusahaan dalam mempersiapkan diri mengimplementasikan MBCfPE di dalam organisasi, maka penulis mencoba untuk membuat suatu model yang bertujuan: - Mengidentifikasi
I. PENDAHULUAN. Mutu sudah menjadi isu penting dalam menciptakan keunggulan perusahaan di
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mutu sudah menjadi isu penting dalam menciptakan keunggulan perusahaan di era globalisasi seiring dengan semakin ketatnya tingkat kompetisi yang dihadapi. Kemajuan teknologi
AGENDA. Pendahuluan MBNQA Pelaksanaan Hasil Penelitian Kesimpulan
1 Malcolm Baldrige AGENDA Pendahuluan MBNQA Pelaksanaan Hasil Penelitian Kesimpulan 2 Pendahuluan Pasar /Dunia kerja Mahasiswa Proses Belajar- Mengajar; Riset& PPM Sarjana Apresiasi Masyarakat Luas Pemerintah,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil PT. Telekomunkasi Indonesia, Tbk Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk ( TELKOM, Perseroan, Perusahaan, atau Kami ) merupakan Badan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan bisnis di era globalisasi, kompetisi pasar semakin meningkat. Hal tersebut menuntut seluruh pihak yang terkait untuk dapat menghasilkan
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Pengantar Kerangka Kerja KPKU Tata Nilai KPKU KPKU KPKU BUMN adalah sistem penilaian yang dibuat Kementerian BUMN sebagai panduan untuk membangun, menata dan memperdayakan kesisteman dan sumberdaya Perusahaan
ABSTRAK. Kata kunci : produktivitas, Malcolm Baldrige dan continuously improvement. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam suasana persaingan yang semakin ketat dan aktivitas perusahaan yang semakin kompleks, setiap perusahaan dituntut untuk menghasilkan laba seoptimal mungkin agar dapat mempertahankan kelangsungan
Pengukuran Performansi di PT XYZ dengan MBCfPE pada Kriteria Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol. 1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juni 2013 Pengukuran Performansi di PT XYZ dengan MBCfPE pada Kriteria Pengukuran, Analisis, dan
Pengukuran Performansi Di PT XYZ dengan MBCfPE Pada Kriteria Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol. 1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Pengukuran Performansi Di PT XYZ dengan MBCfPE Pada Kriteria Pengukuran, Analisis, dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Penelitian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau yang biasa di singkat PT. Telkom merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sekilas Tentang PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. 2.1.1 Sekilas Tentang PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah Badan Usaha Milik
BAB II KAJIAN PUSTAKA
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... ii LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... iii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii ABSTRAK... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL...
03/06/2015. Hambatan dalam Pengembangan Sistem Manajemen Kualitas. Sistem Manajemen Kualitas Internasional
Sistem Manajemen Kualitas Internasional Presented by: Nur Hasanah, SE, MSc Hambatan dalam Pengembangan Sistem Manajemen Kualitas Ketiadaan komitmen dari manajemen Ketiadaan pengetahuan atau kekurangpahaman
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian PT. Indosat, Tbk Gambar 1.1 Logo PT. Indosat, Tbk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 PT. Indosat, Tbk PT Indosat Tbk sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk, yang merupakan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan PT. TELKOM CDC PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., yang selanjutnya disebut TELKOM atau Perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom)
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan-perusahaan menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan-perusahaan menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks karena meningkatnya proses globalisasi yang melanda semua Negara, termasuk Indonesia.
KONSEP PERANCANGAN PTPN VII INTEGRATED management system
KONSEP PERANCANGAN PTPN VII INTEGRATED management system Integrated Management System Berbagai Standar Sistem Manajemen ISO a.l: ISO 9001:2008 Manajemen Mutu, ISO 14001:2004 Manajemen Lingkungan, OHSAS
PENGUKURAN KINERJA FAKULTAS DI PERGURUAN TINGGI X MENGGUNAKAN PENDEKATAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE (EDUCATION CRITERIA)
PENGUKURAN KINERJA FAKULTAS DI PERGURUAN TINGGI X MENGGUNAKAN PENDEKATAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE (EDUCATION CRITERIA) Sugih Arijanto, ST., MM., [email protected] Ir.
BAB I PENDAHULUAN. Total Quality Management dengan siklus PDCA (Plan Do Check Action)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan dan organisasi pada umumnya menginginkan kualitas terbaik bagi pelanggannya, baik itu dalam bisnis manufaktur ataupun jasa. Berbagai macam alat atau metode
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan profitability adalah hal yang sangat disukai oleh para investor dan stakeholders perusahaan apapun. Namun kedua hal tersebut dapat menjadi bumerang
Mencapai Kinerja Unggul Dengan Menggunakan Kriteria Baldridge
Mencapai Kinerja Unggul Dengan Menggunakan Kriteria Baldridge Oleh : Desita Silvia D. Sistem manajamen kualitas MBPE (Malcolm Baldridge Performance Excellence) diperkenalkan dan diterapkan sebagai guidline
BAB II KAJIAN LITERATUR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i PERNYATAAN KEASLIAN... ii LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN... iii LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING...iv LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI... v HALAMAN PERSEMBAHAN...vi HALAMAN
3 BAB III PERUMUSAN MASALAH
3 BAB III PERUMUSAN MASALAH 3.1 Alasan Pemilihan Masalah Untuk Dipecahkan 3.1.1 Latar Belakang Masalah Era globalisasi menuntut adanya kesiapan setiap perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan dan
Oleh ADE YOLARDI SAPUTRA H
EVALUASI KINERJA PT. BALAI PUSTAKA (PERSERO) MENGGUNAKAN PENDEKATAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN KINERJA Oleh ADE YOLARDI SAPUTRA H24104126 DEPARTEMEN MANAJEMEN
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan peningkatan kemakmuran bagi para shareholder dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan peningkatan kemakmuran bagi para shareholder dengan menggunakan sumber daya yang
Pengukuran Performansi di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Pelanggan dan Hasil Bisnis *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 [Teknik Industri] Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Pengukuran Performansi di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Pelanggan
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Grizzel dan Blazey (2004) dalam Kumpulan Jurnal Insights to
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Penelitian Terdahulu Grizzel dan Blazey (2004) dalam Kumpulan Jurnal Insights to Performance Excellence dengan judul Alignment of Baldrige with Six Sigma, Lean Thinking,
Reka Integra ISSN: Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol. 02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2014
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol. 02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2014 PENGUKURAN PERFORMANSI BERDASARKAN MBCFPE PADA KATEGORI PROSES PERENCANAAN
ABSTRAKSI APUNG NOERACHMAT
ABSTRAKSI APUNG NOERACHMAT : KINERJA PEGAWAI UNIT PELAYANAN PT. TELKOM DIVISI REGIONAL V JAWA TIMUR DI SURABAYA TIMUR Dalam upaya menjadi perusahaan infokom terdepan di kawasan regional melalui komitmen
DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... vi
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR LAMPIRAN... vi I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 6 1.3. Tujuan Penelitian...
BAB III RERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN. Dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada
BAB III RERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN 3.1. Rerangka Berpikir Dewasa ini penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada kondisi yang belum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan di berbagai
PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE
PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE OLEH SUSANTI KURNIAWATI PENGERTIAN KINERJA Hasil evaluasi proses, produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan yang telah dievaluasi dan dibandingkan dengan tujuan, standar
BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan yang semakin ketat khususnya pada industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam era persaingan yang semakin ketat khususnya pada industri telekomunikasi dan teknologi informasi, perusahaan perlu untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan melakukan
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT Indosat Tbk adalah salah satu perusahaan penyelenggara jasa
50 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN IV.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT Indosat Tbk adalah salah satu perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi dan informasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia) adalah suatu perusahaan yang memberikan layanan di bidang jasa
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Gambaran Umum Objek Penelitian PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (selanjutnya disebut Telkom Indonesia) adalah suatu perusahaan yang memberikan layanan di bidang jasa telekomunikasi
Paradigma baru di bisnis telekomunikasi ini sudah barang tentu juga akan berimbas pada kebijakan dan strategi perusahaan itu sendiri.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dan perubahan lingkungan ekonomi global, liberalisasi dan laju kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika yang berlangsung sangat dinamis, telah mendorong
BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan kita ukur. Dalam penelitian ini
BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang akan kita ukur. Dalam penelitian ini adapun objek penelitiannya adalah Malcolm Baldrige national quality award
RANCANGAN PENILAIAN MANAJEMEN KINERJA BERDASARKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE UNTUK KINERJA TERBAIK (STUDI DI PT. INDONESIA POWER) PROJEK AKHIR
RANCANGAN PENILAIAN MANAJEMEN KINERJA BERDASARKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE UNTUK KINERJA TERBAIK (STUDI DI PT. INDONESIA POWER) PROJEK AKHIR Oleh: ANWAR YANUAR ISHAK NIM: 29106312 Program Magister Administrasi
Jurusan Teknik Industri Itenas No.03 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2015
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.03 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2015 SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) merupakan salah satu
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) merupakan salah satu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi. 2.1 Sejarah Singkat Telkom
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan haruslah mempunyai strategi agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Selain
BAB I PENDAHULUAN. Layanan jasa telekomunikasi di Indonesia telah disediakan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Layanan jasa telekomunikasi di Indonesia telah disediakan oleh perusahaan milik negara mulai tahun 1961. Pengembangan dan modernisasi atas infrastruktur telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN. pertanggungjawaban atas pengelolaan suatu perusahaan. menyediakan layanan InfoCom, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai posisi keuangan perusahaan dan hasil usaha yang dicapai oleh suatu perusahaan.
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA KOPERASI SERBA USAHA SINAR MENTARI KARANGANYAR TAHUN 2008
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA KOPERASI SERBA USAHA SINAR MENTARI KARANGANYAR TAHUN 2008 SKRIPSI Ditulis dan Diajukan Dengan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi
BAB I PENDAHULUAN. informasi dan telekomunikasi (infocomm) serta penyedia jasa dan jaringan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (infocomm) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi
BAB II GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI INFORMASI PLN
BAB II GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI INFORMASI PLN 2.1. Perusahaan Listrik Negara Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Tahun 1975 merupakan awal perjalanan usaha PT Infomedia Nusantara menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia. Di bawah
BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Studi Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Studi Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Sumber: http://www.telkom.co.id/ 1.1.1. Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Prosiding Teknik Industri ISSN:
Prosiding Teknik Industri ISSN: 2460-6502 Pengukuran Kinerja Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung dengan Menggunakan Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence Performance Measurement Faculty
BAB 1 PENDAHULUAN. investasi ini, keberhasilan dan kegagalan suatu perusahan tidak dapat diukur
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja perusahaan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan tersebut telah tercapai. Pengetahuan mengenai kondisi yang terjadi
BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI
BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Berdirinya PT Telekomunikasi Selular Indonesia Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 dan berbasis di Jakarta, Indonesia. PT Telekomunikasi Selular merupakan
BAB I PENDAHULUAN. sektor) menuntut pihak-pihak pelaksana konstruksi meningkatkan mutu dan caracara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya pembangunan fisik (infrastruktur dalam berbagai sektor) menuntut pihak-pihak pelaksana konstruksi meningkatkan mutu dan caracara pelaksanaan proyek
PENGUKURAN PERFORMANSI BERDASARKAN MBCfPE PADA KATEGORI KEPEMIMPINAN SERTA KATEGORI HASIL KEPEMIMPINAN DAN TATA KELOLA DI YAYASAN X *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.2 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional April 2015 PENGUKURAN PERFORMANSI BERDASARKAN MBCfPE PADA KATEGORI KEPEMIMPINAN SERTA KATEGORI
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan umum dari perusahaan adalah untuk mempertahankan laba agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tujuan umum dari perusahaan adalah untuk mempertahankan laba agar kelangsungan hidup perusahaan dapat berjalan terus, untuk mencapai tujuan tersebut manajemen
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU DENGAN MALCOLM BALDRIGE NATIONAL QUALITY AWARD
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN MUTU DENGAN MALCOLM BALDRIGE NATIONAL QUALITY AWARD DI PERUSAHAAN GLOBAL BERSTANDARISASI ISO 9001:2008 (STUDI KASUS : PT. ZEBRA ASABA INDUSTRIES) Wilson Kosasih, Lithrone Laricha,
: IRWAN PURNOMO H
MEMPELAJARI KINERJA PERUSAHAAN DALAM RANGKA MENCAPAI KONDISI EKSELEN DENGAN MENGGUNAKAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE 2007 (STUDI KASUS PT. GARAM-PERSERO) Oleh : IRWAN PURNOMO H24104048
09Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis
Modul ke: Fakultas 09Pasca Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Cecep Winata
Pengukuran Performansi di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Tenaga Kerja dan Hasil Bisnis *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Pengukuran Performansi di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Tenaga
PERANCANGAN MODEL PRE ASSESMENT MANAJEMEN KINERJA UNIVERSITAS MENGGUNAKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE (STUDI KASUS : UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG)
28 PERANCANGAN MODEL PRE ASSESMENT MANAJEMEN KINERJA UNIVERSITAS MENGGUNAKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE (STUDI KASUS : UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG) Agus Prasetyo Utomo, Hari Murti Fakultas Teknologi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi Profil PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi 1.1.1 Profil PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) adalah perusahaan milik Negara (BUMN) yang merupakan perusahaan
Oleh : DHIKA YUDHA PERDANA H
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE 2007(STUDI KASUS PT. ASURANSI EKSPOR INDONESIA JAKARTA) Oleh : DHIKA YUDHA PERDANA H24104113 DEPARTEMEN
BAB I PENDAHULUAN. Setelah beberapa tahun kemudian atau di tahun 1970-an, fakta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berawal dari tahun 1959, pemerintah Indonesia dengan konfrontasi politiknya mulai mengambil alih perusahaan-perusahaan milik Belanda. Namun yang terjadi setelah mengambil
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Objek Studi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Studi Peningkatan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau dikenal pula dengan nama Information and Communication Technology (ICT), khususnya melalui
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi global dan kemajuan teknologi yang demikian cepat membawa dampak timbulnya persaingan usaha yang begitu ketat dan terjadi di semua sektor ekonomi.
BAB III GAMBARAN UMUM PT BANK MEGA TBK. didirikan pada tahun 1969 dan berkedudukan di Surabaya, selanjutnya pada tahun
BAB III GAMBARAN UMUM PT BANK MEGA TBK A. Sejarah PT.Bank Mega Tbk Berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank Karman yang didirikan pada tahun 1969 dan berkedudukan di Surabaya, selanjutnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil PT. Telkom
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil PT. Telkom Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi
PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE DI PT. DAIDO METAL INDONESIA
PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE DI PT. DAIDO METAL INDONESIA Ir. Herlina KN, MT 1, Dian Eko Adi Prasetio, ST 2 Program Studi Teknik Industri
Pengukuran Performansi Berdasarkan MBCFPE Pada Kategori Proses Fokus Tenaga Kerja dan Hasil Fokus Tenaga Kerja di Perguruan Tinggi X *
Reka Integra ISSN : 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.02 Vol. 02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Oktober 2014 Pengukuran Performansi Berdasarkan MBCFPE Pada Kategori Proses Fokus Tenaga
BAB I PENDAHULUAN. dalam tujuannya yaitu mengentaskan kemiskinan dan juga menjadi industry yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perumahan dan permukiman menjadi salah satu program besar pemerintah dalam tujuannya yaitu mengentaskan kemiskinan dan juga menjadi industry yang masih menjanjikan
BAB I PENDAHULUAN. Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sosialisasi dan pengembangan era good corporate governance di Indonesia dewasa ini lebih ditujukkan kepada perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) khususnya
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini, dunia bisnis dirasa semakin berkembang pesat dan kian mendunia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat sekarang ini, dunia bisnis dirasa semakin berkembang pesat dan kian mendunia. Persaingan yang terjadi tidak hanya antar perusahan dalam suatu negara
SKOR Visi dipahami oleh anggota organisasi rumah sakit (sharedvision)
ASPEK KAJI BANDING I KEPEMIMPINAN 1.1. Visi dipahami oleh anggota organisasi rumah sakit (sharedvision) 1.2. Misi-misi rumah sakit dioperasionalkan 1.3. Budaya Organisasi diterapkan dalam semua aktifitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1.! Gambaran Umum Objek Penelitian PT Akses Nusa Karya Infratek
BAB I PENDAHULUAN 1.1.! Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 PT Akses Nusa Karya Infratek PT. Akses Nusa Karya Infratek, secara resmi didirikan pada 2 Juni 2008 adalah sebuah perusahaan Swasta Nasional
BAB III OBYEK PENELITIAN. III.1 Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
BAB III OBYEK PENELITIAN III.1 Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. III.1.1 Sejarah PT Telkom (Persero) Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos
MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000
MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011 MODUL IX SISTEM MANAJEMEN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Profil PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan perusahaan InfoComm yang memiliki layanan paling lengkap dan jaringan
ANALISIS TINGKAT KELARUTAN CORE VALUES & CONCEPTS MALCOLM BALDRIGE DI PT X. Sugih Arijanto, Ambar Harsono, Harsono Taroepratjeka
ANALISIS TINGKAT KELARUTAN CORE VALUES & CONCEPTS MALCOLM BALDRIGE DI PT X Sugih Arijanto, Ambar Harsono, Harsono Taroepratjeka Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Itenas Jl. PHH Mustofa
BAB III TINJAUAN UMUM. didirikan sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di bidang
BAB III TINJAUAN UMUM 3.1 Sejarah dan Profil Perusahaan PT Indosat Tbk. (dahulu bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk) didirikan sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di bidang penyelenggaraan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu manusia dalam memproses data untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. Perkembangan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini, perkembangan dunia bisnis semakin pesat. Seiring dengan perkembangan dunia bisnis, munculnya pesaing, perubahan kondisi lingkungan,
Pengukuran Performansi Di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Operasi dan Hasil Bisnis *
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Pengukuran Performansi Di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE Pada Kriteria Fokus Operasi
TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD
TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD Kelas : LMA3 Andy Gracia 1701498540 Junaidy 1701498534
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Teknologi Informasi (TI) yang berkembang sangat cepat telah memasuki hampir semua bidang kehidupan, salah satunya dalam dunia bisnis. Penerapan TI dalam dunia bisnis
Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol.02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2014
Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol.02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2014 SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT KRITERIA PERENCANAAN STRATEGIS
BAB 1 PENDAHULUAN. TelkomRisTI merupakan unit pendukung PT Telekomunikasi Indonesia yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Profil Perusahaan TelkomRisTI merupakan unit pendukung PT Telekomunikasi Indonesia yang berfungsi sebagai divisi riset dan pengembangan untuk membangun kapabilitas perusahaan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Berdasarkan hasil riset dan survei yang dilakukan oleh lembagalembaga konsultasi IT ternama, ternyata banyak investasi IT yang gagal atau memberikan manfaat
