K O T A S E M A R A N G
|
|
|
- Hendri Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENANGGULANGAN KEMISKINAN K O T A S E M A R A N G. Bappeda Kota Semarang 3 Oktober 2017
2 VISI & MISI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA SEMARANG TAHUN Semarang Kota Perdagangan dan Jasa yang Hebat Menuju Masyarakat Semakin Sejahtera MISI: 1. Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berkualitas; 2. Mewujudkan Pemerintahan yang Semakin Handal untuk Meningkatkan Pelayanan Publik; 3. Mewujudkan Kota Metropolitan yang Dinamis dan Berwawasan Lingkungan; 4. Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Keunggulan Lokal dan Membangun Iklim Usaha yang Kondusif.
3 Program/Kegiatan Unggulan dalam mendukung pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang: Database Warga Miskin Kota Semarang; Kartu Identitas Miskin (KIM); Gerbang Hebat; Kampung Tematik.
4 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG Pasal 5 ayat 1 Pemerintah Daerah melakukan pendataan dan penetapan keluarga / warga miskin. Pasal 6 ayat 1 Pendataan keluarga/rumah tangga/warga miskin dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebagaimana diatur pada Pasal 5. Pasal 7 Pendataan, verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, dilaksanakan oleh perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan bidang sosial. *Perda yang lama Perda No 4 Tahun 2008
5 Indikator Warga Miskin: Pangan; Tempat tinggal; Sandang; Pendidikan; Kesehatan; Penghasilan; dan Kepemilikan. *Perwal yang lama Perwal No 18C Tahun 2009
6 Pangan : Mengkonsumsi makanan pokok (nasi, sayur, lauk sederhana) kurang dari 3 (tiga) kali sehari; Frekuensi makan sumber protein hewani daging sapi/kambing/jenis unggas/kelinci/telur/ikan/susu beserta olahannya yang dimakan anggota rumah tangga kurang dari 2 (dua) kali dalam 1 (satu) minggu. Tempat tinggal : Status kepemilikan rumah atau lahan tempat tinggal bukan milik sendiri; Rumah atau tempat tinggal berada di lokasi rawan bencana alam; Luas lantai rumah kurang dari 8 m 2 /anggota keluarga; Kondisi lantai terbuat dari (tanah/kayu/semen/keramik) dengan kondisi tidak baik dan/atau kualitas rendah; Mempunyai dinding rumah terbuat dari (bambu/kayu/tembok) dengan kondisi tidak baik dan/atau kualitas rendah, termasuk tembok yang sudah usang dan/atau berlumut dan/atau tembok tidak diplester; Atap terbuat dari (ijuk/rumbia/genteng/seng/asbes) dengan kondisi tidak baik dan/atau kualitas rendah; Mempunyai penerangan bangunan tempat tinggal bukan dari listrik atau listrik tanpa meteran; Bahan bakar memasak menggunakan kayu bakar/gas bersubsidi. Sandang : Tidak mampu membeli pakaian baru 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun untuk setiap anggota keluarga; Tidak memiliki pakaian berbeda untuk keperluan yang berbeda.
7 Pendidikan : Tidak mampu menyekolahkan anggota keluarga dan/atau anaknya sesuai dengan program wajib belajar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Kesehatan : Tidak mampu atau mengalami kesulitan untuk berobat ke tenaga medis kecuali Pusat Kesehatan Masyarakat atau berobat dengan subsidi pemerintah; Mempunyai sumber air minum hanya berasal dari sumur atau mata air tak terlindung di antaranya (air sungai/air hujan); Tidak mempunyai ketersediaan akses sanitasi yang digunakan secara umum maupun pribadi; Tidak ada anggota keluarga yang merokok; Tidak memiliki jaminan kesehatan mandiri; Memiliki salah satu anggota keluarga yang mengalami disabilitas. Penghasilan : Tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Kepemilikan: Tidak memiliki aset produktif; Tidak mempunyai aset yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan dasar selama 3 (tiga) bulan.
8 TIDAK MISKIN KLASIFIKASI WARGA MISKIN HAMPIR MISKIN MISKIN SANGAT MISKIN *Klasifikasi Tidak Miskin tidak masuk dalam Database Warga Miskin.
9 INSTRUMEN PENDATAAN KUESIONER 1
10 INSTRUMEN PENDATAAN KUESIONER 2 3
11 INSTRUMEN PENDATAAN KUESIONER 4 5
12 GAMBARAN KEMISKINAN KOTA SEMARANG HASIL VERIFIKASI DAN IDENTIFIKASI WARGA MISKIN KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Hasil Verifikasi dan Identifikasi Warga Miskin Kota Semarang Tahun 2015 (Keputusan Walikota Semarang Nomor 050/680/2015 tanggal 13 Juli 2015), sebagai berikut: Sangat Miskin : 39 KK / 105 jiwa Miskin : KK / jiwa Hampir Miskin : KK / jiwa + Total : KK / jiwa Dari rekapitulasi tersebut di atas, didapatkan jumlah warga miskin Kota Semarang Tahun 2015 (yang masuk dalam kategori Hampir Miskin, Miskin, dan Sangat Miskin) adalah sejumlah KK / jiwa. Mendasarkan pada data jumlah total penduduk Kota Semarang yaitu sejumlah jiwa (data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang per 31 Mei 2015), maka didapatkan persentasi jumlah warga miskin Kota Semarang Tahun 2015 adalah sebagai berikut: ( jiwa : jiwa) x 100 % = 20,82 %
13 PETA KEMISKINAN KOTA SEMARANG HASIL VERIFIKASI DAN IDENTIFIKASI WARGA MISKIN KOTA SEMARANG TAHUN 2015
14 DINAMIKA JUMLAH WARGA MISKIN KOTA SEMARANG NO KECAMATAN JUMLAH KELURAHAN JUMLAH GAKIN 2009 (KK / JIWA) JUMLAH GAKIN 2011 (KK / JIWA) JUMLAH GAKIN 2013 (KK / JIWA) JUMLAH GAKIN 2015 (KK / JIWA) 1 SEMARANG BARAT / / / / TUGU / / / / MIJEN / / / / NGALIYAN / / / / TEMBALANG / / / / BANYUMANIK / / / / CANDISARI / / / / GAYAMSARI / / / / SEMARANG UTARA / / / / SEMARANG TENGAH / / / / GAJAH MUNGKUR / / / / GUNUNGPATI / / / / SEMARANG SELATAN / / / / PEDURUNGAN / / / / SEMARANG TIMUR / / / / GENUK / / / / J U M L A H / / / / Sumber : SK Walikota Semarang tentang Penetapan Database Warga Miskin Kota Semarang (Tahun 2009, 2011, 2013, dan 2015)
15 PERSENTASE WARGA MISKIN KOTA SEMARANG ,54 % ,44 % ,49 % ,82 % 2017? Oleh Bappeda Oleh Dinas Sosial
16 PENANDAAN WARGA MISKIN KOTA SEMARANG KARTU IDENTITAS WARGA MISKIN KOTA SEMARANG PERIODE TAHUN Tujuan Penandaan Warga Miskin Kota Semarang adalah memberikan identitas warga miskin yang berwujud Kartu Identitas Warga Miskin sebagai usaha dalam mempermudah pemberian akses warga miskin yang akan memperoleh pelayanan dasar, fasilitas dan program penanggulangan kemiskinan dari Pemerintah Kota Semarang serta monitoring perkembangan dan pergerakan warga miskin.
17 Penyerahan Simbolis KIM Pada Tanggal 20 April 2016 Kepala Bappeda Kota Semarang (1), Walikota Semarang (2), Wakil Walikota Semarang (3), Sekda Kota Semarang (4)
18 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun mengamanahkan bahwa capaian target angka kemiskinan, yaitu: 1. Data Warga Miskin (Bappeda Kota Semarang) : turun dari 20,82 % di tahun 2015 menjadi 16,45 % di tahun Sehingga pada kurun waktu diharapkan terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 4,37 %. 2. Data Warga Miskin (BPS) : turun dari 4,97 % di tahun 2015 menjadi 4,55 % di tahun Sehingga pada kurun waktu diharapkan terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,42 % melalui PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG
19 CAPAIAN DAN TARGET PERSENTASE KEMISKINAN KOTA SEMARANG TAHUN ,00 26,54 26,54 26,44 26,44 25,00 21,49 21,49 20,82 20,82 20,00 19,02 18,30 17,62 17,03 16,45 15,00 Versi Pemkot Semarang Versi Badan Pusat Statistik 10,00 8,56 5,00 5,12 5,68 5,13 5,25 5,04 4,97 4,97 4,94 4,89 4,65 4,60 4,55 0, CAPAIAN TARGET RPJMD
20 Launching GERBANG HEBAT Pada Tanggal 20 April 2016 Ki ka : Kepala Bappeda Kota Semarang, Walikota Semarang, Wakil Walikota Semarang, Sekda Kota Semarang
21 GERBANG HEBAT PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG Gerbang : Tempat masuk suatu kawasan. Hebat : Amat Sangat. SINGKATAN GERakan Bersama PenanggulAngan KemiskinaN dan PenGangguran melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem dan Etos Bersama MasyarakAT filosofi GERBANG HEBAT 1. Pintu masuk dalam suatu ruang lingkup untuk melakukan aktivitas dan sinergitas antara Pemerintah Kota dan masyarakat serta stakeholder yang didasari pada komitmen bersama, semangat yang tinggi, jujur dan ikhlas dalam melaksanakan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di Kota Semarang; 2. Hebat dalam komitmen, sinkronisasi, perencanaan, sinergitas pelaksanaan, serta pemberdayaan masyarakat yang inovatif dalam penanganan program kemiskinan dan pengangguran di Kota Semarang.
22 IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG EKONOMI: Pelatihan Kewirausahaan. Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro. Pelatihan Keterampilan (menjahit, salon, perbengkelan dll). Pengembangan Perikanan Rakyat. Bantuan Ternak (kambing, sapi) Bantuan Warung Desa Vokasi. Bantuan Pangan untuk Rawan Pangan. Distribusi Beras Sejahtera (Rastra). Penyiapan Tenaga Kerja Siap Pakai. Pelatihan Pemagangan Berbasis Masyarakat. Padat Karya Produktif. Pembentukan Wirausaha Baru (WUB). Santunan Kematian bagi Warga Miskin. EDUKASI: Pendampingan BOS. Beasiswa bagi Warga Miskin. Pengembangan Kelurahan Vokasi. Penyelenggaraan Kursus Keterampilan. Fasilitasi Penyelenggaraan Paket A, B, dan C.
23 IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG ETOS: Pelatihan Keterampilan Bagi PMKS. Pendampingan PKH. Pembinaan dan Pengembangan KUBE. Penyediaan dan Pelayanan Alat Kontrasepsi bagi Warga Miskin. Pendampingan Organisasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan. Fasilitasi Penunjang Program TMMD. EKOSISTEM: Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Miskin (Jamkesmaskot). Perbaikan Sanitasi Dasar bagi Warga Miskin. Penanggulangan Kekurangan Protein, Anemia, Gizi, Garam Yodium. Desa Mandiri Pangan. Perbaikan Perumahan Masyarakat Miskin (RTLH). Perbaikan Lingkungan Permukiman. Penanganan dan Penataan Pemukiman Kumuh. Pembuatan Sanitasi Komunal. Pembangunan dan Perbaikan MCK. Pengendalian Dampak Perubahan Iklim. Pembuatan Biopori. Peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Transportasi Murah melalui BRT.
24 Kampung Tematik Kampung Tematik adalah suatu wilayah bermukim di bawah administrasi kelurahan yang menunjukkan jatidiri/identitas/makna atas suatu potensi masyarakat atau wilayah yang diangkat dan ditonjolkan atas hasil kesepakatan bersama. Maksud: 1. Menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran; 2. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman; 3. Mengangkat kearifan lokal dalam mengelola potensi dan memecahkan permasalahan lingkungan; 4. Menambah tujuan atau destinasi wisata. Indikator Kelayakan Tema: 1. Sosial:kantong kemiskinan, memiliki potensi, pemberdayaan masyarakat, dll; 2. Ekonomi: potensi lokal (SDM & SDA), masyarakat produktif, produk unggulan; 3. Infrastruktur: wilayah kumuh, gersang, tidak teratur, penurunan daya dukung.
25 Kampung Tematik Bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah melalui program Arsitek Masuk Kampung (AMK), menempatkan 2 orang personel IAI / kecamatan total 32 orang. Membantu wilayah dari pemetaan potensi, penyusun perencanaan hingga pendampingan pelaksanaan. Pentahapan: kelurahan kelurahan kelurahan Sehingga pada tahun 2018 di Kota Semarang memiliki 177 Kampung Tematik (yaitu 1 Kampung Tematik per 1 Kelurahan). Dukungan Anggaran: Rp ,- (Dua Ratus Juta Rupiah) per kampung tematik (APBD Kota Semarang); Anggaran dari Fasilitasi Musrenbang di Kecamatan, Anggaran OPD-OPD Pendamping; Coorporate Social Responsibility (CSR); Swadaya Masyarakat.
26 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2016: No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik 1 Semarang Tengah Kel. Miroto Miroto Paru-Parune Kutho Kel. Kranggan Kampung Lunpia 2 Semarang Utara Kel. Kuningan Kampung Sehat Ramah Anak Kel. Tanjung Mas Kampung Hidroponik 3 Semarang Selatan Kel. Lamper Tengah Kampung Tahu Tempe Gumregah Kel. Pleburan Kampung Taman Jahe 4 Semarang Timur Kel. Rejomulyo Kampung Batik Kel. Mlatiharjo Kampung Ciliwung Gumregah 5 Semarang Barat Kel. Krapyak Kampung Agro Kel. Gisikdrono Kampung Pelayanan 6 Ngaliyan Kel. Purwoyoso Kampung Serasi Berimbang Kel. Bringin Bringin Berseri 7 Tugu Kel. Mangunharjo Kampung Mangut Kel. Tugurejo Kampung Keset Perca 8 Mijen Kel. Mijen Kampung Anggrek Kel. Wonolopo Kampung Jamu 9 Genuk Kel. Bangetayu Kulon Kampung Jajan Pasar Kel. Bangetayu Wetan Kampung Bebas Jentik 10 Pedurungan Kel. Palebon Kampung Seni Kel. Tlogomulyo Kampung Sari Mulyo 11 Gayamsari Kel. Gayamsari Kampung Kreatif Kel. Tambakrejo Kampung Sentra Bandeng 12 Tembalang Kel. Tandang Kampung Ramah Lingkungan Kel. Sendangguwo Kampung Bunga Ronce 13 Banyumanik Kel. Pudakpayung Kampung Jajan Pasar Kel. Gedawang Kampung Susu Perah 14 Gunungpati Kel. Gunungpati Kampung Alam Malon Kel. Sukorejo Kampung Jawi 15 Gajahmungkur Kel. Lempongsari Kampung Beliksari Kel. Bendan Nduwur Kampung Kamsoli 16 Candisari Kel. Karanganyar Gunung Kampung Home Industry Kel. Wonotingal Kampung Organik
27 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2017: No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Jagalan Kampung Tempo Dulu Kel. Kembangsari Kampung Kerajinan 1 Semarang Tengah Kel. Purwodinatan Kampung Gule Bustaman Kel. Pekunden Kampung Home Industry Kel. Kauman Kampung Kreatif dan Jajanan Kel. Purwosari Kampung Petani Kota Kel. Panggung Kidul Kampung Kuliner Nasi Ayam 2 Semarang Utara Kel. Bandarharjo Kampung Kuliner Ikan Panggang Kel. Bulu Lor Kampung Usaha Kecil Kel. Panggung Lor Kampung Edukasi Ramah Anak Kel. Lamper Lor Kampung Hayu Siwi Kel. Barusari Kampung Viaduct Asri 3 Semarang Selatan Kel. Randusari Kampung Bunga Ronce Dan Bunga Tabur Kel. Peterongan Kampung Criping Kel. Bulustalan Kampung Aneka Upa Karya Kel. Kemijen Kampung Terampil Kel. Kebonagung Kampung Eduwisata Lunpia 4 Semarang Timur Kel. Mlatibaru Kampung Jajanan Tradisional Kel. Rejosari Kampung Kreatif Dan Inovatif Kel. Sarirejo Kampung Tas Leduwi Kel. Salaman Mloyo Kampung Tabulapot Kel. Krobokan Kampung Bandeng 5 Semarang Barat Kel. Manyaran Kampung Pilah Sampah Kel. Tambakharjo Kampung Agromina Kel. Kembangarum Kampung Pertanian Kota Kel. Wates Kampung Jambu Kristal Kel. Kalipancur Kampung Snack Mayangsari 6 Ngaliyan Kel. Gondoriyo Kampung Criping Kel. Ngaliyan Kampung Ramah Keluarga Kel. Tambakaji Kampung Souvenir
28 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2017: No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Mangkang Wetan Kampung Bandeng Kel. Mangkang Kulon Kampung Pilah Sampah 7 Tugu Kel. Jerakah Kampung Ramah Anak Kel. Karanganyar Kampung Jajanan Kel. Randugarut Kampung Ramah Keluarga Kel. Ngadirgo Kampung Anyaman Bambu Kel. Purwosari Kampung Buah 8 Mijen Kel. Bubakan Kampung Durian Kel. Jatibarang Kampung Pandai Besi Kel. Kedungpane Kampung Labu Kel. Karangroto Kampung Buah Mangga Kel. Genuksari Kampung Karya Usaha 9 Genuk Kel. Banjardowo Kampung Mangga Kel. Sembungharjo Kampung Rindang Jambu Kel. Muktiharjo Lor Kampung Jahe Herbal Kel. Kalicari Kampung Serabi Kel. Muktiharjo Kidul Kampung Home Industry 10 Pedurungan Kel. Tlogosari Kulon Kampung Handycraft Kel. Penggaron Kidul Kampung Wingko Dan Donat Kel. Gemah Kampung Santri Kel. Kaligawe Kampung Stabilizer Kel. Pandean Lamper Kampung Rambak 11 Gayamsari Kel. Sambirejo Kampung Tempe Kel. Siwalan Kampung Panganan Jadoel Kel. Sawah Besar Kampung Tas Pandansari Kel. Kramas Kampung Temulawak Dan Jahe Kel. Mangunharjo Kampung Batik Durenan Indah 12 Tembalang Kel. Meteseh Kampung Makram Kel. Sendangmulyo Kampung Jahe Merah Kel. Tembalang Kampung Seni Dan Budaya
29 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2017: No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Banyumanik Kampung Industri Rumah Tangga Kel. Jabungan Kampung Empon-Empon 13 Banyumanik Kel. Ngesrep Kampung Kelor Kel. Pedalangan Kampung Hasta Karya Kel. Padangsari Kampung Pengrajin Tempe Kel. Patemon Kampung Wisata Embung Kel. Cepoko Kampung Buah 14 Gunungpati Kel. Jatirejo Kampung Olahan Kolang-Kaling Kel. Pakintelan Kampung Kerajinan Bambu Rotan Kel. Kandri Kampung Aquaponik Kel. Bendungan Kampung Batik Kel. Petompon Kampung Jamu 15 Gajahmungkur Kel. Karangrejo Kampung Jahit Kel. Sampangan Kampung Olahan Tempe Kel. Gajahmungkur Kampung Jajan Pasar Kel. Jatingaleh Kampung Lele Kel. Candi Kampung UMKM 16 Candisari Kel. Kaliwiru Kampung Seni Dan Budaya Kel. Jomblang Kampung Pilah Sampah Kel. Tegalsari Kampung Ndog Asin Welas Asri
30 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2018 (USULAN): No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Brumbungan Kampung Soto Kel. Gabahan Kampung Bakul Gilo-Gilo Kel. Sekayu Kampung Wisata Religi 1 Semarang Tengah Kel. Pandansari Kampung Ramah Lingkungan Kel. Bangunharjo Kampung Jajanan Tempo Dulu Kel. Karangkidul Kampung Kamboja Kel. Pendrikan Kidul Kampung Ramah Iimu Kel. Pendrikan Lor Kampung Fotografi 2 Semarang Utara Kel. Dadapsari Kampung Klitikan Kel. Plombokan Kampung 3 Dimensi Kel. Mugassari Kampung Manisan 3 Semarang Selatan Kel. Lamper Kidul Kampung Tahu Tempe Cempedak Kel. Wonodri Kampung Sirih Asri Kel. Bugangan Kampung Lansia 4 Semarang Timur Kel. Karangturi Kampung Kreatif Kel. Karangtempel Kampung Ramah Anak Kel. Ngemplak Simongan Kampung Ramah Anak Kel. Kalibanteng Kulon Kampung Batik Kel. Kalibanteng Kidul Kampung Rajut Kel. Bongsari Kampung Warna 5 Semarang Barat Kel. Bojong Salaman Kampung Greget Kel. Cabean Kampung Mangga Kel. Karangayu Kampung Pesona Rempah Kel. Tawangsari Kampung Pepaya Pisang Kel. Tawangmas Kampung Cinderamata Kel. Podorejo Kampung Olahan Gadung 6 Ngaliyan Kel. Bambankerep Kampung Sulam Pita Kel. Wonosari Kampung Olahan Singkong
31 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2018 (USULAN): No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Cangkiran Kampung Sayur Kel. Karangmalang Kampung Buah Naga Kel. Polaman Kampung Tape Ketan 7 Mijen Kel. Tambangan Kampung Bibit Kel. Wonoplumbon Kampung Mebel Kel. Jatisari Kampung Herbal Dan Hidroponik Kel. Pesantren Kampung Telo Kel. Kudu Kampung Pengrajin Masker Kel. Gebangsari Kampung Sulam Pita 8 Genuk Kel. Trimulyo Kampung Pemancingan Kel. Penggaron Lor Kampung Aneka Jahit Kel. Terboyo Kulon Kampung Religi Kel. Terboyo Wetan Kampung Keterampilan Merajut Kel. Tlogosari Wetan Kampung Bonggol Pisang Kel. Plamongansari Kampung Rebung 9 Pedurungan Kel. Pedurungan Kidul Kampung Inovasi Seni Dan Pipa Cangklong Kel. Pedurungan Lor Kampung Krupuk Karak/Gendar Kel. Pedurungan Tengah Kampung Tas Dan Sepatu Kel. Rowosari Kampung Pisang Kel. Bulusan Kampung Santri 10 Tembalang Kel. Jangli Kampung Markisa Kel. Kedungmundu Kampung Dolanan Kel. Sambiroto Kampung Bina Usaha
32 KAMPUNG-KAMPUNG TEMATIK TAHUN 2018 (USULAN): No Kecamatan Kelurahan Lokasi Nama Tematik Kel. Srondol Kulon Kampung Segala Olahan Angkringan 11 Banyumanik Kel. Srondol Wetan Kampung Kreatif Kel. Tinjomoyo Kampung Aneka Jahe Kel. Sumurboto Kampung Jajanan Rakyat Kel. Mangunsari Kampung Rias Kel. Plalangan Kampung Go Green Kel. Nongkosawit Kampung Tape Kel. Pongangan Kampung Bonsai 12 Gunungpati Kel. Ngijo Kampung Jeruk Dan Jambu Kel. Sekaran Kampung Olahan Telur Aneka Rasa Kel. Sadeng Kampung Kreatif Sampah Kel. Sumurrejo Kampung Olahan Kedelai Kel. Kalisegoro KampungInggris 13 Gajahmungkur Kel. Bendan Ngisor Kampung Lunpia
33 Kampung Tematik
34 Kampung Tematik
35 Kampung Tematik
36 MATURNUWUN
DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) PER-TPS PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH TAHUN 2013 KOTA SEMARANG
DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) PER-TPS PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH TAHUN 2013 KOTA SEMARANG NO KECAMATAN KELURAHAN TPS DAFTAR PEMILIH LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 1 SEMARANG 1. MIROTO 1 245
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG NOMOR: 45/Kpts/KPU-Kota /2015 TENTANG
KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR: 45/Kpts/KPU-Kota-012.329521/2015 TENTANG REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DAN JUMLAH TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA (TPS) DALAM PEMILIHAN WALIKOTA
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 62 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 62 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
KATA PENGANTAR. Semarang, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA SEMARANG K e p a l a, BADAN PUSAT STATISTIK KOTA SEMARANG.
KATA PENGANTAR Dalam pelaksanaan pembangunan, penduduk merupakan faktor yang sangat dominan karena penduduk tidak saja menjadi pelaksana tetapi juga menjadi sasaran dari pembangunan. Oleh karena itu untuk
KATA PENGANTAR BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA SEMARANG. BADAN PUSAT STATISTIK KOTA SEMARANG K e p a l a,
KATA PENGANTAR Dalam pelaksanaan pembangunan, penduduk merupakan faktor yang sangat dominan karena penduduk tidak saja menjadi pelaksana tetapi juga menjadi sasaran dari pembangunan. Oleh karena itu untuk
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2001 SERI D NOMOR 4 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KOTA SEMARANG DENGAN
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG
LEMBARAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2001 SERI D NOMOR 4 PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI, Menimbang
LATAR BELAKANG PERILAKU BERSEPEDA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
LATAR BELAKANG PERILAKU BERSEPEDA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Alfa Narendra Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229, Telp
Jakarta, 22 Desember Pemerintah Kota Semarang
Jakarta, 22 Desember 2014 Pemerintah Kota Semarang JAWA TENGAH Posisi Strategis Kota Semarang Ibukota Provinsi Jawa Tengah Terletak pada 6 o 50 7 o 10 S dan 109 o 50 110 o 35 E KOTA SEMARANG PDAM West
Masterplan Pengembangan Pola Perpasaran Kota Semarang 1
1. Latar Belakang Kota jika dilihat secara kepentingan ekonomi adalah kehidupan nonagraris, yang memiliki fungsi khas kultural, industri dan perdagangan. Perkembangan suatu kota erat kaitannya dengan perubahan
BAB II GAMBARAN UMUM
BAB II GAMBARAN UMUM 2.1.Sekilas Kota Semarang 2.1.1. Geografis Kota Semarang Secara geografis, Semarang terletak antara 6 50 7 10 Lintang Selatan dan garis 109 35 110 50 Bujur Timur. Kota Semarang memiliki
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 50 TAHUN 1992 (50/1992) TENTANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 50 TAHUN 1992 (50/1992) TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II PURBALINGGA, CILACAP, WONOGIRI, JEPARA, DAN KENDAL
22. URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
22. URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA A. KEBIJAKAN PROGRAM Pembangunan urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diarahkan pada peran serta dan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan wilayah
DATA PENCAIRAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) KOTA SEMARANG PENCAIRAN PEMENUHAN KEKURANGAN TAHUN 2013
DATA PENCAIRAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) KOTA SEMARANG PENCAIRAN PEMENUHAN KEKURANGAN TAHUN 2013 SD/SDLB NO NAMA SEKOLAH KECAMATAN NAMA REKENING (BUKAN NAMA PRIBADI) NOMOR REKENING NAMA BANK
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara geografis Kota Semarang terletak di pantai utara Jawa Tengah, terbentang antara garis 06 o 50 07 o 10 Lintang Selatan dan garis 110 o 35 Bujur Timur. Sedang
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2011 2031 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2011 2031 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG, Menimbang : a. bahwa untuk mengarahkan
DATA PENCAIRAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) KOTA SEMARANG PEMENUHAN KEKURANGAN TRIWULAN 3 & 4 TAHUN 2015
DATA PENCAIRAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) KOTA SEMARANG PEMENUHAN KEKURANGAN TRIWULAN 3 & 4 TAHUN 2015 SD/SDLB NO NAMA SEKOLAH KECAMATAN NAMA REKENING (BUKAN NAMA PRIBADI) NOMOR REKENING NAMA
DAFTAR SATUAN PENDIDIKAN (Sekolah) Yang memiliki NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL (NPSN) : Prov. Jawa Tengah. Unduh pada : 30-Oct :50:49
DAFTAR SATUAN PENDIDIKAN (Sekolah) Yang memiliki NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL (NPSN) Provinsi : Prov. Jawa Tengah Kab./Kota : KOTA SEMARANG Unduh pada : 30-Oct-2012 10:50:49 Total Data : 866 Baris No.
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 11 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG
PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA SEMARANG TAHUN 2005-2010 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG,
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 NOMOR 14 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2011 2031 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai hasil dan pembahasan Penelitian yang terdiri dari hasil analisapeta parameter, peta kerawanan longsor, validasi lapangan, riwayat kejadian
BAB III. DESKRIPSI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SEMARANG No.684/pdt.G/2002/PA.Sm
BAB III DESKRIPSI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SEMARANG No.684/pdt.G/2002/PA.Sm A. Gambaran Singkat Pengadilan Agama Semarang Pengadilan Agama merupakan salah satu badan peradilan yang berada di bawah Mahkamah
URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN
4.1.21. URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN 4.1.21.1 KONDISI UMUM Urusan ketahanan pangan secara substansial ditujukan untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ketersediaan
URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
4.1.22 URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 4.1.22.1 KONDISI UMUM Paradigma desentralisasi dan otonomi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 72 Tahun 2005
seperti UMKM, Posyantek dan Kader Pemberdayaan Masyarakat juga merupakan objek pada urusan pemberdayaan masyarakat.
seperti UMKM, Posyantek dan Kader Pemberdayaan Masyarakat juga merupakan objek pada urusan pemberdayaan masyarakat. 22.2 PROGRAM DAN KEGIATAN Pembangunan urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diarahkan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1976 TENTANG PERLUASAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1976 TENTANG PERLUASAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perkembangan di Propinsi Daerah Tingkat
BAB III GAMBARAN UMUM KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA SEMARANG BARAT
BAB III GAMBARAN UMUM KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA SEMARANG BARAT A. Profil KPP Pratama Semarang Barat Moderenisasi sistem administrasi perpajakan yang di mulai sejak tahun 2002 tidak terasa telah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis dan Hasil 4.1.1 Persebaran Lokasi Tindak Kejahatan Data menunjukkan kejahatan berat yang terjadi di Kota Semarang diantaranya pembunuhan terjadi 12 kasus, perkosaan
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Pertumbuhan penduduk kota yang semakin pesat saat ini harus dapat berjalan seiring dengan peningkatan usaha pemenuhan kebutuhan hidup pnduduk kota itu sendiri. Perumahan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
8 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum PDAM TIRTA MOEDAL kota Semarang. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang merupakan perusahaan milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang
URUSAN WAJIB OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN.
4.1.20. URUSAN WAJIB OTOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN. 4.1.20.1 KONDISI UMUM. Pelaksanaan kewenangan untuk mengatur dan mengurus
DAFTAR SEKOLAH YANG DIUNDANG
Lampiran DAFTAR SEKOLAH YANG DIUNDANG NO SEKOLAH ALAMAT KECAMATAN 1 SDN Ngaliyan 01 Jl. Prof. Dr. Hamka Ngaliyan 2 SDN Purwoyoso 02 Jl. Purwoyoso Ngaliyan 3 SDN Purwoyoso 03 Jl. Sri Wibowo III Purwoyoso
SAMBUTAN. Kepada semua pihak yang telah membantu memberikan dukungan berupa data maupun informasi dalam menyusun buku ini kami ucapkan terima kasih.
SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT dengan telah diterbitkannya BUKU SAKU KOTA SEMARANG TAHUN 2010 yang merupakan hasil kerjasama Badan Pusat Statistik Kota Semarang dengan Badan Perencanaan
Lampiran 1 Produk Jasa Perawatan Kecantikan Yang Ditawarkan Di Showroom Shop Studio Eirys
Lampiran 210 211 Lampiran 1 Produk Jasa Perawatan Kecantikan Yang Ditawarkan Di Showroom Shop Studio Eirys Treatment Cuting Colouring Curly Proses Treatment Potong rambut sesuai model terkini yang diinginkan.
PENEMPATAN TENAGA NON APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG TAHUN 2017
lampiran Pengumuman : nomor : 800/ 4112 Tanggal : 17 Juli 2017 PENEMPATAN TENAGA N APARATUR PIL NEGARA DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG TAHUN 2017 1 10345 101 GURU KELAS SD TI AMAL LIYA SDN
B A B I P E N D A H U L U A N
B A B I P E N D A H U L U A N 1.1. LATAR BELAKANG Dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Terpadu Kota Semarang
BAB 3 GAMBARAN UMUM LOKASI PERENCANAAN
BAB 3 GAMBARAN UMUM LOKASI PERENCANAAN 3.1 Lokasi/ Data Fisik 3.1.1 Kondisi Fisik Lokasi Perencanaan Lokasi perencanaan Pusat Rehabilitasi Pasca-Stroke di Semarang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan
PEMETAAN KAPASITAS ADAPTIF WILAYAH PESISIR SEMARANG DALAM MENGHADAPI GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN PERUBAHAN IKLIM
PEMETAAN KAPASITAS ADAPTIF WILAYAH PESISIR SEMARANG DALAM MENGHADAPI GENANGAN AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN PERUBAHAN IKLIM Adaptive Capacity Mapping of Semarang Offshore Territory by The Increasing
BAB III ISU DI BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA DI KOTA SEMARANG
BAB III ISU DI BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA DI KOTA SEMARANG Penyusunan Rencana Strategis BAPERMAS PEREMPUAN & KB Kota Semarang sangat terkait erat dengan isu yang muncul
Gambar 4.2. Lokasi titik pengukuran gayaberat.
BAB 4 PENGOLAHAN DATA DAN PEMODELAN INVERSI 4.1 Data Pengukuran data gayaberat di Semarang untuk penelitian ini dilakukan sebanyak tujuh kali pengukuran yaitu: Juli 2002, September 2002, Juni 2003, Desember
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa sesuai
BAB I PENDAHULUAN juta orang saat ini diseluruh dunia. Serta diperkirakan sekitar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut WHO, setiap tahun virus dengue menginfeksi kurang lebih 50-100 juta orang saat ini diseluruh dunia. Serta diperkirakan sekitar 500.000 orang dengan penyakit
URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN MASYARAKAT REALISASI PERSEN TASE (%) ANGGARAN (Rp) SKPD. Hal. 325
22. DAN DESA A. KEBIJAKAN PROGRAM Pembangunan urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diarahkan pada peran serta dan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan wilayah melalui: 1. Penguatan kelembagaan masyarakat;
KATA PENGANTAR. Semarang, Juni Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ka.Bid Pencegahan dan Pemerantasan Penyakit, ttd
KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu wa ta ala, atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, penyusunan Buku Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2011 ini telah
PENGUMUMAN PENDIDIKAN LATIHAN DAN PROFESI GURU (PLPG) TAHAP I (28 Oktober s.d 5 Nopember 2011)
KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG FAKULTAS TARBIYAH Alamat : Jalan Prof. Dr. Hamka (Kampus II) Ngaliyan, Semarang Telp. 024-7601295 Kode Pos. 50185 PENGUMUMAN PENDIDIKAN
STUDI IDENTIFIKASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KECAMATAN TEMBALANG, CANDISARI, BANYUMANIK DAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG
STUDI IDENTIFIKASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KECAMATAN TEMBALANG, CANDISARI, BANYUMANIK DAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Nova Henri Rahmawan*), Wiharyanto Oktiawan**), Irawan Wisnu Wardana**) Program
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Lokasi Penelitian Kecamatan Gunungpati terletak di bagian Selatan Kota Semarang, berbatasan langsung dengan Ungaran. Dari pusat Kota Semarang jaraknya sekitar 17 km.
BAB IV GAMBARAN UMUM
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pedurungan adalah sebuah kecamatan yang ada di Kota Semarang, Indonesia. Kecamatan Pedurungan memiliki 12 Kelurahan yang meliputi Kelurahan Gemah,
LAMPIRAN. Pendrikan Kidul. 919 Segiempat Pasif Tm. Rumah Susun Pekunden Pekunden 910 Oval Pasif Tm. Yudistiro Yudistiro
LAMPIRAN. DAFTAR INVENTARIS DINAS KEBERSIHAN DAN PERAN KOTA SEMARANG TAHUN 203 No. NAMA JALAN L O K A S I LUAS (m²) BENTUK JENIS I. KECAMATAN SMG TENGAH Tm. Bubakan MT Haryono Purwodinatan.800 Bulat Pasif
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Puskesmas rawat inap dan enam Puskesmas non rawat inap.
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan mengenai uraian hasil penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas kota Semarang yang terdiri dari tiga Puskesmas rawat
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH
SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang: a.
BAB II GAMBARAN UMUM. berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal di sebelah barat, Kabupaten
BAB II GAMBARAN UMUM 2.1.Gambaran Umum Kota Semarang 2.1.1. Luas dan Batas Wilayah Administrasi Kota Semarang memiliki luas wilayah sebesar 373,70 km2 yang lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten
DAFTAR PESERTA POST TEST DK SD KOTA SEMARANG TGL 21 DAN 22 DESEMBER 2016
PESERTA 1 201510482123 SUHARYADI SD NEGERI JATINGALEH 01 SMA NEGERI 1 SEMARANG LAB-1 21 Des 2016 I 09.00-10.30 ARIS MUNANDAR 2 201511051969 EKO BUDIATI SD NEGERI TEGALSARI 03 SMA NEGERI 1 SEMARANG LAB-1
DAFTAR NAMA GURU PAI PADA SEKOLAH - TAHUN 2011 KOTA SEMARANG - PROVINSI : JAWA TENGAH
1 Karmain Drs L 05/01/67 Non-PNS S1 02/09/97 14 TKS Pembina Gajah Mungkur Kota Semarang Sumiah 2 Siti Zamronah S.Ag P 12/06/72 Non-PNS S1 16/07/08 3 TK Kintelan Semrang Gajah Mungkur Kota Semarang Warsipah
: Ardhian Kuswidyaksono, S.E., M.M. : Atim Bukhori, S.T., M.Si. Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan : Kuncoro Hadi, S.E.
12 Kasi Pelayanan Kasi PDI Kasi Penagihan : Ardhian Kuswidyaksono, S.E., M.M. : Atim Bukhori, S.T., M.Si. : Eko Budiharjo, S.Sos., M.M. Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan : Kuncoro Hadi, S.E. Kasi Waskon
Dinas Penerangan Jalan & Pengelolaan Reklame. Rumah Sakit Umum Daerah. Dinas Tata Kota & Perumahan. Uraian Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Kota
Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Kota Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Bina Marga Dinas PSDA & ESDM Dinas Kebakaran Dinas Tata Kota & Perumahan Dinas Penerangan Jalan & Pengelolaan Reklame 1,113,103,189,641
DATA SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG TAHUN 2013
DATA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG TAHUN 2013 NO KEC. KEL. NAMA LEMBAGA 1 Mijen Tambangan AN NISA BANDUNGSARI, JAWA TENGAH, KOTA SEMARANG,Mijen, TAMBANGAN INDRIYANI K.
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG NOMOR : 420/3271 TENTANG
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG NOMOR : 420/3271 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK REGULER (NON NBI DAN RSBI) DI KOTA SEMARANG TAHUN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil dan Analisis Peta Ancaman Bencana Tanah Longsor Pembuatan peta ancaman bencana tanah longsor Kota Semarang dilakukan pada tahun 2014. Dengan menggunakan data-data
PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI HULU SUNGAI SELATAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memenuhi
MENUJU SEMARANG SEBAGAI KOTA METROPOLITAN YANG DINAMIS DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN. Paparan Calon Penerima Adipura Kencana
MENUJU SEMARANG SEBAGAI KOTA METROPOLITAN YANG DINAMIS DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Paparan Calon Penerima Adipura Kencana 1 Materi Umum Presentasi Adipura Kencana Kota Semarang 1 Visi dan Misi Kota Semarang
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG NOMOR : 420/3271 TENTANG
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG NOMOR : 420/3271 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK REGULER (NON NBI DAN RSBI) DI KOTA SEMARANG TAHUN
54 Universitas Indonesia Efisiensi relatif..., RR. Retno Wulansari, FE UI, 2010.
BAB 4 HASIL PENGOLAHAN DENGAN PENDEKATAN DEA Metode penelitian ini dirancang guna menjawab pertanyaan yang mendasari penelitian, yaitu : (a). Pengukuran efisiensi pada puskesmas-puskesmas di Kota Semarang
BAB II GAMBARAN UMUM. Gambar 2.1. Peta Kota Semarang
49 BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Peta Kota Semarang Gambar 2.1 Peta Kota Semarang Sumber: semarangkota.go.id 2.1.1 Kondisi Geografis Kota Semarang Semarang adalah ibu kota provinsi jawa tengah, sekaligus menjadi
PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN SUMBER DANA APBD KOTA SEMARANG TH 2012
PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN SUMBER DANA APBD KOTA SEMARANG TH 2012 1. DINAS PENDIDIKAN 2. DINAS KESEHATAN 3. DINAS PERTANIAN 4. DINAS KOPERASI DAN UKM 5. DINAS KELAUTAN & PERIKANAN 6. DISPERINDAG
Bag.Pembangunan Setda Kota Semarang Created & Design by Zyam Gazem
Bag.Pembangunan Setda Kota Semarang 2013 Created & Design by Zyam Gazem Kata Pengantar Kemiskinan merupakan masalah yang multi kompleks dan multi dimensi, sehingga diperlukan penanganan secara terpadu
INDIKASI PROGRAM RTRW KOTA SEMARANG TAHUN WAKTU PELAKSANAAN PJM I PJM II PJM III PJM IV NO PROGRAM UTAMA LOKASI
LAMPIRAN V : PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2011 - INDIKASI PROGRAM RTRW KOTA SEMARANG TAHUN 2011- WAKTU AN I LEGALISASI RTRW
BAB III DISKRIPSI INTANSI. A. Sejarah Perjalanan KPP Pratama Semarang Gayamsari
BAB III DISKRIPSI INTANSI A. Sejarah Perjalanan KPP Pratama Semarang Gayamsari Reformasi Birokrasi di tubuh Direktorat Jendral Pajak yang bergulir sejak tahun 2002 membawa perubahan besar. Salah satunya
: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG, Menimbang : a. bahwa tata
TERWUJUDNYA SEMARANG KOTA PERDAGANGAN DAN JASA YANG BERBUDAYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG RPJMD Kota Semarang Tahun 2010-2015 yang telah disusun merupakan dokumen perencanaan komprehensif lima tahunan, yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan
STATUS KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DANA BLM PNPM-P2KP Status data tanggal : 29 Januari 2008
STATUS KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DANA BLM PNPM-P2KP Status data tanggal : 29 Januari 2008 KMW Propinsi Kab/ Kota Kecamatan Kelura EXJW Jawa Tengah Kota Tegal Margadana 33760101 Cabawan 200.000.000
BAB 3 KONDISI UMUM PUSKESMAS DI KOTA SEMARANG
BAB 3 KONDISI UMUM PUSKESMAS DI KOTA SEMARANG Didalam bab ini akan digambarkan mengenai kondisi umum puskesmaspuskesmas yang ada di Kota Semarang pada tahun 2009. Dalam bab ini terdapat pula variable input
Daerah Rawan Genangan Rob di Wilayah Semarang
Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 174-180 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jmr Daerah Rawan Genangan Rob di Wilayah Semarang Apriliawan Setiya Ramadhany,
STUDI IDENTIFIKASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK UNTUK WILAYAH KECAMATAN NGALIYAN, TUGU, SEMARANG UTARA, SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG
2 STUDI IDENTIFIKASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK UNTUK WILAYAH KECAMATAN NGALIYAN, TUGU, SEMARANG UTARA, SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG Muhammad Yuda Pranata, Wiharyanto Oktiawan, ST, MT, ) * Ir. Irawan
BAB III GAMBARAN UMUM KECAMATAN GUNUNGPATI
BAB III GAMBARAN UMUM KECAMATAN GUNUNGPATI Pada bab ini akan dijelaskan gambaran umum mengenai Kecamatan Gunungpati yang mencakup letak administratif Kecamatan Gunungpati, karakteristik fisik Kecamatan
BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
- 125 - BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan untuk mencapai Visi dan Misi selanjutnya dipertegas melalui strategi pembangunan daerah yang akan
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 13 TAHUN 2004 SERI E
LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 13 TAHUN 2004 SERI E PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 13 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA (RDTRK) KOTA SEMARANG BAGIAN WILAYAH KOTA VIII (KECAMATAN
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 32 TAHUN : 2016 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 30 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 39 TAHUN 2011 TENTANG INDIKATOR
I. PENDAHULUAN. pangan dan rempah yang beraneka ragam. Berbagai jenis tanaman pangan yaitu
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya dengan ketersediaan pangan dan rempah yang beraneka ragam. Berbagai jenis tanaman pangan yaitu padi-padian, umbi-umbian,
STUDI PEMETAAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG
Riptek, Vol.2, No.2, Tahun 2008, Hal.: 1 6 STUDI PEMETAAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Unisbank Semarang Abstrak Kemiskinan sampai saat ini masih menjadi
DAFTAR RINGKASAN APBD TAHUN ANGGARAN 2013
LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR : 1 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2013 DAFTAR RINGKASAN APBD TAHUN ANGGARAN 2013 KOD. REK URAIAN JUMLAH 1
