3. Kelurahan Gerung Selatan
|
|
|
- Glenna Pranoto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Lombok Barat sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, telah sejalan dengan perkembangan sistem pemerintahan yang mengalami perubahan sejak didengungkannya arus reformasi yang sesuai dengan paradigma baru yang berkembang di masyarakat. Perubahan ini mengharuskan pemerintah untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa, sehingga dituntut terselenggaranya manajemen pemerintahan dan pembangunan yang berdaya guna serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
2 Penyelenggaraan sistem pemerintahan daerah yang demokratis, desentralistik dan berorientasi pada transparansi serta pemberdayaan masyarakat diperlukan suatu sistem manajemen pada seluruh jajaran aparat pemerintah, baik di pusat maupun di daerah dan agar pelaksanaan sistem tersebut dapat berjalan baik, maka perlu adanya suatu perencanaan strategis yang merupakan tolok ukur penilaian pertanggungjawaban kinerja pemerintah dalam kurun waktu tertentu. Kecamatan Gerung merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat, terletak di pusat Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat. Kedudukannnya sangat strategis karena merupakan kota kecamatan yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Lombok Barat. Disamping itu Kecamatan Gerung juga merupakan daerah yang sangat potensial di bidang pertanian karena wilayahnya merupakan kawasan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Kecamatan Gerung terbagi menjadi 14 desa, dan pada tahun 2012 resmi menjadi 11 desa dan 3 kelurahan. Berikut pembagian Desa dan Kelurahan : Desa : 1. Desa Kebon Ayu 2. Desa Gapuk 3. Desa Suka Makmur 4. Desa Beleka 5. Desa Dasan Tapen 6. Desa Banyu Urip 7. Desa Babussalam 8. Desa Tempos 9. Desa Mesanggok 10. Desa Giri Tembesi 11. Desa Taman Ayu Kelurahan : 1. Kelurahan Gerung Utara 2. Kelurahan Dasan Geres 3. Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung terdiri dari 64 Dusun dan 18 Lingkungan dengan Batas-batas Kecamatan Gerung adalah sebagai berikut : - Sebelah Utara : Kecamatan Kediri dan Labuapi - Sebelah Timur : Kecamatan Kediri - Sebelah Selatan : Kecamatan Lembar - Sebelah Barat : Selat Lombok Kondisi geografis Kecamatan Gerung sangat menuntut suatu bentuk pelayanan yang optimal dan kesiapan dari aparat yang melaksanakan pelayanan. Pusat Pemerintahan Kecamatan Gerung ada di kelurahan Gerung Utara. Kecamatan Gerung dipimpin oleh seorang Camat, yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, sesuai dengan Perda Kabupaten Lombok
3 Barat Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Pembentukan susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Barat. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kecamatan diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor : 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Barat. Tugas Pokok dan Fungsi Camat sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tugas Pokok Melaksanakan kewenangan Pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. 2. Fungsi Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Camat mempunyai fungsi: a. Menkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat b. Menkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. c. Menkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. d. Menkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. e. Menkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat Kecamatan. f. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan. g. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa dan atau kelurahan. Adapun susunan organisasi Kecamatan Gerung sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 sebagai berikut : 1. Camat 2. Sekretaris Kecamatan a. Sub Bagian Program b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 3. Kepala Seksi Pemerintahan 4. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban 5. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa 6. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial 7. Kepala Seksi Pelayanan Umum Bagan Struktur Organisasi Pemerintah Kecamatan Gerung
4 Adapun Uraian Tugas dan Fungsi Pokoknya sebagai berikut : 1. Sekretaris Camat Tugas pokok melakukan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi pemerintah Kecamatan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Sekretaris Camat mempunyai fungsi : Menyusun rencana, pengendalian dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi serta memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi pemerintah Kecamatan. Melaksanakan urusan administrasi keuangan Melaksanakan urusan tata usaha, administrasi kepegawain, perlengkapan dan rumah tangga. Sekretariat terdiri dari : a. Sub Bagian Program b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Masing-masing Sub Bagian tersebut berada di bawah dan bertanggung jawab langsung pada Sekretaris. 1) Sub Bagian Program mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan rencana, pengendalian dan evaluasi pelaksanaannya, serta menyusun laporan 2) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan anggaran serta penatausahaan dan menyusun pertanggungjawaban keuangan. 3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melakukan urusan persuratan, kearsipan, kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga. 2. Seksi Pemerintahan : Adalah unsur pelaksana pemerintah kecamatan di bidang penyelenggaraan pemerintahan dan bertanggung jawab langsung kepada Camat. a. Tugas Pokok Seksi Pemerintahan mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan
5 pemerintahan di tingkat Kecamatan, membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan. b. Fungsi Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut seksi pemerintahan mempunyai fungsi : Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertik al di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Melakukan evaluasi dan melaporkan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat Kecamatan kepada Bupati. Melakukan pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan / atau kelurahan. Memberikan bimbingan, supervisi, fasilitasi dan konsultasi pelaksanaan administrasi Desa dan/atau kelurahan Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Kepala Desa dan/atau Kelurahan. Melakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan/ atau Kelurahan di tingkat Kecamatan. Melaporkan pelaksanan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan di tingkat Kecamatan kepada Camat. Menyusun program kerja dan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum dan desa/kelurahan serta administrasi pertanahan. 3. Seksi Ketentraman dan Ketertiban : Adalah unsur pelaksana pemerintah kecamatan di bidang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dan berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada camat. a. Tugas pokok Seksi ketentraman dan ketertiban umum mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. b. Fungsi Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut seksi Ketentraman dan ketertiban mempunyai fungsi : Melakukan koordinasi dengan kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Tentara Nasional Indonesia mengenai program dan kegiatan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kecamatan.
6 Melakukan koordinasi dengan pemuka agama yang berada di wilayah kerja Kecamatan untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah Kecamatan Melaporkan pelaksanaan pembinaan ketentraman dan ketertiban kepada Camat. 4. Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa : Adalah unsur pelaksana pemerintah Kecamatan di bidang penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan dan berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada camat. a. Tugas Pokok Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. b. Fungsi Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan mempunyai fungsi : Mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam perencanaan pembangunan lingkup Kecamatan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di Desa/Kelurahan dan Kecamatan. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap keseluruhan unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja kecamatan. Melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan baik yang dilakukan oleh unit kerja pemerintah maupun swasta. Melakukan tugas-tugas lain di bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundangundangan. Melaporkan pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan kepada camat dengan tembusan kepada satuan kerja perangkat daerah yang membidangi urusan pemberdayaan masyarakat. 5. Seksi Kesejahteraan Sosial : Adalah unsur pelaksana pemerintah Kecamatan di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial, berada di bawah camat dan bertanggungjawab langsung kepada camat. a. Tugas Pokok
7 Seksi Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, tenaga kerja dan transmigrasi, pemberdayaan perempuan, keluarga berencana dan agama di tingkat kecamatan. b. Fungsi Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, seksi kesejahteraan sosial mempunyai fungsi: Melakukan pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan di bidang agama, termasuk urusan haji, serta pendidikan dan kesehatan di kecamatan. Melakukan pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan di bidang sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan. Melakukan pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana di Kecamatan Melaporkan pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial di wilayah kecamatan kepada camat. 6. Seksi Pelayanan Umum Adalah unsur pelaksana pemerintah Kecamatan di bidang penyelenggaraan pelayanan umum, berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada camat. a. Tugas Pokok Seksi pelayanan umum mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum dan melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintah desa atau kelurahan. b. Fungsi Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, seksi pelayanan umum mempunyai fungsi : Malakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan/atau instansi vertikal yang tugas dan fungsi di bidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Melakukan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Melaporkan pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di wilayah kecamatan kepada Bupati Melakukan perencanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan
8 Melakukan percepatan pencapaian standard pelayanan minimal di kecamatan. Malakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan Melaporkan pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan kepada camat Pengertian Buku Profil SKPD Kecamatan Gerung adalah mengambarkan kondisi kecamatan gerung baik kondisi geografis maupun strategis, recana kerja jangka menengah maupun recana kerja jangka panjang mensinergikan program kegiatan dengan pemerintah Kabupaten Lombok Barat 1.3. Maksud dan Tujuan Penyusanan buku profil SKPD ini di maksudkan sebagai pendoman umum dan arah kebijakan pemerintah kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Gerung dan sebagai pengukuran dari pelaksanaan program kegiatan sehingga bisa di jadikan pedoman/tolok ukur keberhasilan. Bagi Pemerintah Menjadi acuan dan panduan efektif, efisien, dan operasional dalam pelayanan kepada masyarakat sehingga menjadi tolok ukur dalam pelayanan dan keselarasan untuk pembangunan khususnya di Kecamatan Gerung. Bagi Masyarakat Dengan tersusunnya buku profi SKPD Kecamatan Gerung diharapkan akan memudahkan pelayanan yang nantinya berguna untuk pengembangan potensi dan sumber daya, serta pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Gerung 1.5. Fungsi Penyusunan buku profil SKPD Kecamatan Gerung memiliki fungsi yaitu : Menjabarkan keseluruhan kegiatan yang didukung dengan keuangan/anggaran guna pencapaian tujuan organisasi kecamatan; Menjadi arah dan pedoman dalam setiap langkah dan gerak organisasi kecamatan agar terorganisir secara baik dalam rangka efektivitas organisasi kecamatan Manfaat
9 1.6. Ruang Lingkup Ruang lingkup penyusunan buku profil SKPD Kecamatan Gerung Tahun 2014 adalah sasaran program kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan organisasi kecamatan yaitu : 1. Pelaksanaan Kegiatan yang Penunjang Kesekretariatan 2. Kegiatan yang menunjang Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa 3. Kegiatan yang menunjang Seksi Pemerintah 4. Kegiatan yang menunjang Seksi kesejahteraan sosial 5. Kegiatan yang menunjang Seksi Pelayanan Umum 6. Kegiatan yang menunjang Seksi Ketentraman dan Ketertiban BAB II DASAR HUKUM Buku profil SKPD Kecamatan Gerung disusun berdasarkan beberapa landasan/dasar hukum sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Daerah-daerah tingkat II dalam wilayah daerah-daerah tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1655); 2. Undang undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; 3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan; 7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 589/IX/6/Y/99 tanggal 20 September 1999 yang kemudian diperbaharui dengan Keputusan Nomor 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP);
10 9. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014; dari Kabupaten Lombok Barat mengingat letaknya yang cukup strategis dan kemungkinan untuk berkembang di masa depan lebih pesat di banding dengan kecamtan lain yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Kecamatan Gerung juga merupakan wilayah dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kecamatan Gerung mewilayahi 11 Desa, 3 kelurahan dan 64 Dusun, 18 lingkungan dengan jumlah penduduk Jiwa. BAB III PROFIL KECAMATAN GERUNG 3.1 Kondisi dan Potensi Kecamatan Gerung Kondisi Fisik Kecamatan Gerung merupakan salah satu dari sepuluh Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Lombok Barat dengan luas wilayah sebesar 62,29 Km2. Kecamatan ini dijadikan ibukota Kondisi Ekonomi Penggunaan lahan di Wilayah Kecamatan Gerung sekarang dipilah menjadi Pemukiman, 845 Ha, Tanah sawah Ha, tanah kering Ha, tanah lain-lainnya 41 Ha. Struktur perekonomian di Kecamatan Gerung masih bercorak agraris yang dibuktikan dengan penggunaan lahan sawah secara optimal oleh masyarakat. Dengan mengetahui potensi ekonomi yang ada di wilayah Kecamatan Gerung, maka strategi pembangunan apa yang dapat dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Disamping hal tersebut, mata pencaharian yang lain ada dari industri kecil, dagang dan buruh bangunan Kondisi Sosial Budaya Struktur penduduk menurut mata pencaharian menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk menggantungkan sumber kehidupannya di sektor pertanian. Sedangkan menurut agama menunjukkan sebagian besar
11 penduduk memeluk agama Islam dan sebagaian beragama Hindu. Kebudayaan daerah di Kecamatan Gerung tidak lepas dan diwarnai oleh kebudayaan masyarakat sasak pada umumnya. Keberagaman Agama di wilayah Kecamatan ini tidak menjadikan konflik yang potensial tetapi justru menjadikan kekuatan yang bersinergi dalam memelihara kelestarian budaya di wilayah Kecamatan Gerung Potensi Wilayah Beberapa modal dasar yang dapat dijadikan modal dasar pembangunan selama tahun mendatang adalah sebagai berikut : 1. Sumbar Daya Alam : lahan/tanah pertanian, perkebunan sangat luas, Gerung merupakan daerah penghasil padi kerena hampir semua Desa di wilayah ini merupakan daerah persawahan disamping juga penghasil kelapa untuk wilayah perkebunan. 2. Potensi Sumbar Daya Manusia : jumlah penduduk yang cukup besar dapat dijadikan modal dasar dalam pembangunan Kecamatan Gerung 3. Letak geografis yang strategis wilayahnya terhampar dari pegunungan sampai ke Pantai dan telah di bangun mega proyek yang prestisius di wilayah Kecamatan Gerung yaitu pembangunan PLN di Jeranjang yang terdapat di desa Taman Ayu dan kini pembangunannya hampir rampung. 3.2 Analisis Dengan memperhatikan stokehoders baik dari internal Kantor Camat Gerung maupun dari instansi lain serta kondisi lingkungan masyarakat mengenai potensi yang ada dengan melakukan analisis dengan menerapkan SWOT Analysis. Berdasarkan atas analysis tersebut, pengamatan terhadap kondisi internal dapat diketahui kekuatan-kekuatan (strenghts) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses) yang dimiliki organisasi. Sedangkan hasil pengamatan terhadap kondisi eksternal akan dapat diketahui kesempatan-kesempatan (opportunities) yang dapat diraih dan ancaman-ancaman (threats) yang dihadapi. Jadi dengan mengetahui kondisi internal dan eksternal organisasi akan dapat dianalisis strategi yang akan dilaksanakan seperti : Strategi mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang; Strategi menggunakan kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman; Strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang; Strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi ancaman.
12 Kekuatan-kekuatan (strenghts) - Sumber Daya Manusia ( SDM ). Sumber Daya Manusia (SDM ) Kantor Camat Gerung pada umumnya mempunyai latar belakang pendidikan formal SLTA sederajat dan Sarjana dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman kerja yang cukup memadai dibidang pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan. Selain itu kemampuannya selalu ditingkatkan melalui diklat baik teknis maupun struktural sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga dapat bekerja secara efektif terutama untuk membawa misi melakukan pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan. - Sarana dan Prasarana. Kantor Camat Gerung sedikit demi sedikit telah mempunyai sarana dan prasarana kerja yang memadai sebagai pendukung kegiatan operasional seperti mebeulair, kursi dan meja, komputer serta kendaraan baik roda empat maupun roda dua Kelemahan-kelemahan (weaknesses) - Kurangnya dukungan dana-dana yang tersedia dalam melaksanakan tugas dirasakan kurang memadai, apalagi dengan sistem anggaran yang berlaku hanya bertumpu pada anggaran rutin semata. Dengan demikian kegiatan-kegiatan pelayanan kemasyarakatan menjadi kurang representatif sebagai akibat dari dana yang tidak memadai. - Lemahnya menejemen SDM. SDM Kantor Camat Gerung apabila dilihat dari kualitas maupun kuantitasnya cukup memadai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi, namun apabila dilihat dari menejemen SDM dirasakan masih lemah terutama dalam hal penempatan pegawainya seharusnya disesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya. Disamping itu pula untuk meningkatkan profesionalisme kinerja aparatur pemerintahan pada Kantor Camat Gerung perlu diadakan diklat teknis maupun manajerial terutama yang menyangkut pelayanan publik. - Kurangnya sarana dan prasarana Dari segi kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kerja yang ada pada Kantor Camat Gerung masih sangat kurang apabila dibandingkan dengan kegiatan yang dilaksanakan. Sarana dan prasarana yang ada sebagian besar kondisinya sudah rusak sehingga belum dapat melaksanakan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
13 Kesempatan-Kesempatan (Opoportunities) - Adanya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan maupun perbaikan manajemen pemerintahan terutama menyangkut transparansi kebijakan-kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan pemerintahan yang bebas KKN merupakan peluang yang dapat diraih. Kantor Camat Gerung memiliki SDM yang mempunyai kualifikasi pendidikan SLTA sederajat dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu, serta mempunyai pengalaman yang cukup dibidang pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan merupakan modal yang cukup penting untuk ikut serta dalam peningkatan manajemen pemerintahan. - Otonomi Daerah Otonomi Daerah yang ketentuannya didasarkan pada UU Nomor 32 Tahun 2004 merupakan paket undangundang yang baru diimplementasikan mulai tahun dengan berlakunya UU Nomor 32 Tahun 2004 maka memberi peluang untuk memperbaiki manajemen pemerintahan dan pengelolaan keuangan yang adil bagi pemerintah pusat dan daerah Ancaman-ancaman (Threats) - Perangkat Hukum Belum diberikannya kewenangan Camat dalam mengambil kebijakan-kebijakan sehingga sangat sulit untuk mengambil keputusan keputusan. Peranan Camat hanya sebagai katalisator dan dinamisator saja, sehingga untuk melaksanakan kebijakan publik perlu dibuat perangkat hukum yang mengatur kewenangan Camat, agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kantor Camat sebagai pelayanan dibidang pemerintahan dan kemasyarakatan dapat terwujud Faktor Penentu Keberhasilan (Critical Success factors) Faktor penentu keberhasilan adalah faktor yang sangat berperan dalam pencapaian organisasi. Faktor ini berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan misi organisasi secara efektif dan efisien. Faktor penentu keberhasilan Kantor Camat Gerung sebagai berikut : a. Komitmen Pimpinan b. SDM Aparatur Pemerintah c. Sarana dan Prasarana pendukung d. Dana yang cukup memadai
14 a. Komitmen Pimpinan Komitmen pimpinan merupakan suatu prasyarat utama bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan karena hal tersebut sangat menopang ruang gerak dan keleluasaan bagi terciptanya suasana yang kondusif bagi terselenggaranya tugas pokok dan fungsi kantor camat. Komitmen yang diharapkan terutama berupa dukungan nyata berupa kebijakan-kebijakan yang tegas terhadap program yang dilaksanakan, pengambilan keputusan yang dilandasi dengan data dan informasi yang jelas dan akurat. b. SDM Aparatur Pemerintah SDM Kantor Camat Gerung pada umumnya mempunyai latar belakang akademis SLTA sederajat dan Sarjana dari berbagai disiplin ilmu namun dalam pelaksanaan tugas sebagai pelaksanaan pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan perlu ditingkatkan kualitasnya untuk mencapai pelayanan yang prima melalui pola diklat berkelanjutan sehingga SDM akan dapat meningkat kemampuan dan pengetahuannya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. c. Sarana dan Prasarana Pendukung Faktor ini mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi penentu keberhasilan karena berhubungan langsung dengan peralatan yang digunakan dalam melaksanakan program dan kegiatan. Sarana dan prasarana yang memadai merupakan syarat mutlak yang harus digunakan dalam pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan sehingga keterlambatan dan keterhambatan klasik karena alasan kurangnya sarana dan prasarana tidak terjadi sehingga akan berpengaruh langsung terhadap pelayanan prima. d. Dana yang cukup memadai Selain faktor penentu keberhasilan tersebut di atas ada satu lagi faktor yang tidak kalah pentingnya adalah faktor dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan. Mewujudkan suatu pelayanan prima baik dibidang pemerintahan maupun kemasyarakatan tidak terlepas dari dukungan dana yang cukup memadai sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat secara optimal. Selama ini Kantor Camat Gerung dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya hanya didukung oleh dana rutin yang peruntukannya telah diatur sedemikian rupa oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sehingga belum menyentuh secara
15 keseluruhan kegiatan-kegiatan kecamatan. Melalui sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini yang dijabarkan dalam Rencana Strategis ini diharapkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam mendukung tugas pokok dan fungsi untuk mewujudkan pelayanan prima sudah seharusnya didukung oleh dana yang cukup memadai. 3.3 VISI DAN MISI KECAMATAN GERUNG Dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Camat adalah sebagai perangkat daerah yang melaksanakan sebagian pelimpahan kewenangan dari Bupati. VISI Visi Kecamatan Gerung adalah Terwujudnya Efektivitas Organisasi Kecamatan Dalam Rangka Pelayanan Prima Kepada Masyarakat MISI Untuk mewujudkan Visi tersebut dirumuskan misi Kecamatan Gerung sebagai berikut : 1. Melaksanakan Pelayanan Umum kepada masyarakat 2. Melaksanakan tugas di bidang Pemerintahan. 3. Melaksanakan tugas-tugas di bidang Pemberdayaan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. 4. Melaksanakan tugas-tugas dibidang Ketentraman dan Ketertiban masyarakat. 5. Melaksanakan tugas-tugas dibidang kesejahteraan sosial. TUJUAN Tujuan dari pada Visi dan Misi tersebut di atas adalah : Misi 1. Melaksanakan pelayanan umum kepada masyarakat, Tujuan 1. Mewujudkan pelayanan prima di bidang pelayanan umum masyarakat, Misi 2. Melaksanakan tugas-tugas dibidang Pemerintahan, Tujuan 2. Mewujudkan dan mengembangkan sistem administrasi Pemerintahan yang efektif, efisien, adil, transparan dan bertanggung jawab, Misi 3. Melaksanakan tugas dibidang Pemberdayaan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Tujuan 3. Mewujudkan masyarakat yang berdaya guna dan peningkatan kwalitas sumber daya manusia untuk melaksanakan pemberdayaan dan pembangunan yang berkelanjutan Misi 4. Melaksanakan tugas-tugas dibidang Ketentraman dan Ketertiban masyarakat, Tujuan 4. Mewujudkan masyarakat yang tertib dan tentram di wilayah kecamatan,
16 Misi 5. Melaksanakan tugas-tugas dibidang kesejahteraan sosial. Tujuan 5. Mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat. SASARAN Yang menjadi sasaran untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan tersebut adalah: Tujuan 1. Mewujudkan pelayanan prima di bidang pelayanan umum masyarakat Sasaran 1 : Pelayanan yang tepat dan cepat Tujuan 2. Mewujudkan dan mengembangkan sistem administrasi Pemerintahan yang efektif, efisien, adil, transparan dan bertanggung jawab Sasaran 2 : Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih berwibawa efektif dan efisien. Tujuan 3. Mewujudkan masyarakat yang berdaya guna dan peningkatan kwalitas sumber daya manusia untuk melaksanakan pemberdayaan dan pembangunan yang berkelanjutan Sasaran 3 : Meningkatnya propesionalisme SDM Aparatur dalam rangka pembinaan pemberdayaan masyarakat Tujuan 4. Mewujudkan masyarakat yang tertib dan tentram di kecamatan, Sasaran 4 : Menurunnya tingkat kriminalitas yang terjadi di masyarakat Tujuan 5. Mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat. Sasaran 5 : Masyarakat kecamatan yang lebih sejahtera STRATEGI Strategi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran. Strategi Kantor Camat Gerung merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya organisasi yang meliputi penetapan kebijakan, program operasional dan kegiatan dengan memperhatikan sumber dana yang dimiliki serta lingkungan yang dihadapi. Strategi ini dimaksud untuk memberikan arah, dorongan dan kesatuan pandang dalam melaksanakan tujuan organisasi. KEBIJAKAN Kebijakan adalah pedoman atau ketentuan-ketentuan tertentu yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan atau pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan
17 sasaran, tujuan, misi dan visi instansi pemerintah. Kebijakan Kantor Camat Gerung terdiri dari kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan instansi dalam hal ini adalah Camat. Jadi kebijakan yang telah ditetapkan tersebut mencakup lebih dari satu sasaran kegiatan yang mendasar pelaksanaan tujuan dan sasaran. - Kebijakan sebagai penjabaran dari sasaran 1 Mengoptimalkan kemampuan aparat dalam pembuatan KK dan KTP - Kebijakan sebagai penjabaran dari sasaran 2 Optimalisasi Pembinaan admnistrasi pemerintahan kecamatan dan desa - Kebijakan sebagai penjabaran dari sasaran 3 Mengikutsertakan dalam pendidikan dan pelatihan dan Mendorong timbulnya swadaya masyarakat dalam pembangunan - Kebijakan sebagai penjabaran dari sasaran 4 Mendorong terbentuknya sistem keamanan desa - Kebijakan sebagai penjabaran dari sasaran 5. Mendorong terbentuknya usaha-usaha kecil menengah PROGRAM Program adalah merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerja sama dengan masyarakat guna mencapai sasaran tertentu. Jadi program atau program kerja operasional merupakan upaya untuk penentuan jumlah dan jenis sumber dana yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Program kerja Kantor Camat Gerung merupakan penjabaran dari sasaran yang telah ditetapkan. Program : 1. Peningkatan Kualitas Pelayanan 2. Pengembangan Kapasitas Aparatur 3. Pemberdayaan Masyarakat Desa 4. Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban 5. Pembinaan Ekonomi Masyarakat KEGIATAN Kegiatan adalah tindakan nyata dalam waktu tertentu yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah sesuai kebijakan dan program yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu. Kegiatan atau aktifitas merupakan penjabaran dari program kerja operasional yang telah dibuat. Kegiatan juga merupakan penjabaran kebijakan yang telah dibuat sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran yang memberikan kontribusi bagi pencapaian visi dan misi organisasi. Kegiatan mempunyai cakupan waktu tidak lebih dari satu tahun. Kegiatan kantor
18 Camat Gerung sebagai penjabaran dari sasaran yang telah ditentukan adalah sebagai berikut : Kegiatan sebagai penjabaran dari program 1: a. Bintek Operator Komputer untuk Pelayanan Umum b. Sosialisasi kepada aparatur Desa untuk pemeliharaan fasilitas umum c. Membuat standart pelayanan minimal untuk segala bentuk pelayanan di kecamatan seperti pembuatan KK, KTP,dan rekomendasi perijinan. d. Evaluasi segala bentuk kegiatan pelayanan yang diberikan kecamatan e. Membuat laporan terhadap keadaan fasilitas umum serta sarana dan prasarana yang ada di wilayah Kecamatan gerung. Kegiatan sebagai penjabaran dari program 2 : a. Pembinaan Administrasi Kecamatan b. Pembinaan Administrasi Desa c. Penyusunan Monografi kecamatan d. Rapat Koordinasi e. Pemilihan Kepala Dusun f. Peningkatan Ketrampilan Perangkat Desa g. Pembinaan BPD h. Penyusunan laporan penduduk secara berkala Kegiatan sebagai penjabaran dari program 3 : a. Bintek Pemberdayaan Masyarakat bagi Aparatur b. Fasilitasi kegiatan-kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat desa seperti PNPM dan P2SPP c. Melaksanakan Musyawarah Perencanan Pembangunan d. Lomba Desa e. Pembuatan profil Kecamatan f. Inventarisasi proyek masuk desa g. Inventarisasi Swadaya Murni Kegiatan sebagai penjabaran dari sasaran 4 : a. Pembinaan Sistem Keamanan Desa b. Pembinaan bagi Hansip c. Pelaksanaan dan penegakan produk hukum d. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kantramtibmas e. Lomba Kebersihan f. Monitoring penduduk pendatang Kegiatan Sebagai penjabaran dari sasaran 5 : a. Fasilitasi pemberian bantuan hibah kepada desa b. Pembinaan kepada kelompok-kelompok usaha kecil/industri rumah tangga di desa. c. Lomba Sekolah Sehat
19 d. Kerjasama dengan TP. PKK Kecamatan mengadakan lomba 10 Program Pokok Kecamatan, Lomba BKB, Posyandu, dan PHBS e. Mengadakan Musabaqoh Tilawatil Qur an ( MTQ ) kinerja kegiatan Kecamatan Gerung, guna memberikan gambaran lebih lanjut tentang : 1. Efisiensi kegiatan yang dilaksanakan pada tahun berjalan 2. Efektivitas kegiatan yang dilaksanakan pada tahun berjalan 3. Pencapaian sasaran pada tahun berjalan Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan antara kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan. Dalam evaluasi diuraikan mengenai hal-hal yang mendukung keberhasilan dan faktor-faktor yang menimbulkan kegagalan (hambatan), serta langkah perbaikan (solusi pemecahan masalah) yang akan dilakukan guna perbaikan di masa yang akan datang. BAB IV EVALUASI KINERJA 1. EVALUASI KINERJA SKPD Evaluasi kinerja SKPD ini dilakukan dengan menghitung pencapaian kinerja dengan cara membandingkan antara rencana kinerja dengan realisasi ditinjau dari aspek input, output, outcome, benefit maupun impact. Evaluasi kinerja kegiatan yang dimaksud di dalam buku profil SKPD ini adalah evaluasi secara internal/mandiri terhadap Efisiensi kegiatan Efisiensi kegiatan adalah kemampuan suatu kegiatan untuk menggunakan input yang lebih sedikit tetapi dapat menghasilkan output yang sama, atau input yang sama dapat menghasilkan output yang lebih besar. Fokus perhatian dalam pengukuran efisiensi adalah indikator input dan output dari suatu kegiatan. Selama tahun 2013, dari sejumlah 23 kegiatan strategis yang dilaksanakan, Kecamatan Gerung telah berhasil melaksanakan semua kegiatan secara efisien yaitu 96,97% dari seluruh kegiatan. Kegiatan yang tidak efisien hanya pada penyediaan sumber daya air dan listrik karena anggaran yang dibutuhkan sangat sedikit dibanding jumlah anggaran yang
20 disediakan. Penyebab ketidakefisienan kegiatan-kegiatan tersebut antara lain disebabkan oleh: Kelemahan dalam penetapan indikator output, yang terlalu tinggi Anggaran tersedia sesuai melebihi kebutuhan, sehingga biaya tidak bisa direalisasikan sepenuhnya. Untuk kegiatan-kegiatan yang tidak efisien ini akan dilakukan evaluasi yang lebih mendalam untuk kelangsungan kegiatan pada tahun berikutnya. Efektivitas Kegiatan Efektivitas kegiatan diartikan sebagai tingkat kemampuan suatu kegiatan untuk mewujudkan hasil yang diinginkan. Pengukuran efektivitas kegiatan difokuskan pada capaian indikator outcome, benefit dan impact dari kegiatan tersebut. Efektivitas kegiatan di bagi atas dua macam, yaitu: a. Efektivitas individual kegiatan; Efektivitas individual kegiatan adalah kemampuan suatu kegiatan mencapai target outcome/ benefit/impact yang telah ditetapkan untuk kegiatan yang bersangkutan. b. Efektivitas terkait sasaran. Sedangkan efektivitas terkait sasaran merupakan kemampuan kegiatan bersama-sama dengan kegiatan lain untuk mewujudkan pencapaian sasaran strategisnya. 2. Kegiatan yang efektif Suatu kegiatan dikatagorikan efektif bila mampu mencapai angka rata-rata outcome/benefit/impact minimal 100 %. Selama tahun 2013, Tingkat pencapaian target atau efektivitas dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan atas DPA SKPD Kecamatan Gerung adalah 96,97% merata untuk masing-masing kegiatan. Tingkat pencapaian 96,97% ini merupakan suatu bentuk pencapaian efektivitas yang sudah lebih daripada baik sehingga secara umum tingkat efektivitas pencapaian kinerja masing-masing kegiatan sudah cukup baik. Faktor-faktor pendukung yang dominan sehingga kegiatankegiatan tersebut dapat terlaksana secara efektif, antara lain adalah, tingginya komitmen para pelaksana/penanggungjawab kegiatan untuk menghasilkan yang terbaik ditambah tersedianya dana dalam yang cukup untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Namun perbaikan-perbaikan masih perlu terus dilakukan, antara lain melalui penyempurnaan kualitas indikator kinerja dan peningkatan validitas data realisasi kinerja. 3. Kegiatan yang Kurang Efektif
21 Selama tahun 2013, dari 23 kegiatan strategis yang di laksanakan oleh Kantor Camat Gerung berdasarkan DPA SKPD semuanya berkategori efektif. Namun perlu disadari bahwa SKPD Kecamatan Gerung tidak hanya melaksanakan kegiatan berdasarkan DPA SKPD Kecamatan saja, namun terbentang luas dan banyak pekerjaan diluar DPA SKPD yang tetap dilaksanakan oleh SKPD Kecamatan Gerung. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah rutin dilaksanakan oleh masing-masing seksi dalam struktur organisasi kecamatan. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD Kecamatan Gerung namun pelaksanaannya belum menemui sasaran yang disebabkan oleh banyak faktor. Kegiatan yang kurang/tidak efektif antara lain disebabkan oleh faktor eksternal yang uncontrolable, lemahnya kemampuan SDM pelaksana/penanggungjawab kegiatan, dan lemahnya pembinaan dari atasan langsung. Bagi SDM yang tidak mempunyai kemampuan dalam pengelola kegiatan, akan dilakukan pembinaan/ peningkatan pengetahuan/ ketrampilan personil melalui kegiatan pendidikan/ pelatihan, mengingat Kecamatan Gerung memandang bahwa SDM merupakan salah satu aset penting yang harus ditingkatkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai misinya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan akan dievaluasi secara lebih mendalam mengenai kelangsungannya. Di samping itu, Kecamatan Gerung akan melakukan langkahlangkah peyempurnaan, antara lain berupa peningkatan pemahaman masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pengendalian dan monitoring, serta peningkatan kemampuan/kualitas atasan langsung dari pelaksana/penanggungjawab kegiatan. 4. Kegiatan yang belum dapat diukur efektivitasnya Kegiatan yang belum dapat diukur efektivitasnya adalah kegiatan yang belum dirumuskan indikator kinerja outcome/benefit/impact nya. Selama tahun 2013 banyak sekali terdapat kegiatan-kegiatan yang termasuk di dalam katagori ini. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan tugas masing-masing seksi yaitu : a. Sekretariat b. Pemberdayaan masyarakat Desa c. Kesejahteraan Sosial d. Pemerintahan e. Pelayanan Umum f. Ketentraman dan Ketertiban yang tidak bisa diukur pelaksanaan kegiatannya mengingat instansi Kantor Camat Gerung adalah instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga apabila masyarakat memerlukan pelayanan dari pemerintah kecamatan tentunya sebagai pelayanan masyarakat pemerintah kecamatan dengan siap sedia untuk melayani.
22 Hambatan dalam penentuan indikator klinerja outcome/benefit/impact adalah kemampuan pengelola kegiatan yang masih rendah dalam merumuskan indikator kinerja kegiatan sesuai pedoman yang berlaku. Disamping itu kegiatan yang dilaksanakan kadang-kadang adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD di Kabupaten sehingga SKPD Kecamatan Gerung hanya sebatas SKPD perantara program dan kegiatan dari Kabupaten sehingga sangat sulit diukur tingkat efektivitasnya. Buku Profil SKPD Kantor Camat Gerung ini tidak terlepas dari segala kekurangan, untuk itu kami sangat mengharapkan evaluasi yang lebih intensif dari semua pihak dalam meningkatkan kualitas penyusunan Buku Profil SKPD ini. Semoga dengan diselesaikannya Buku Profil SKPD kantor camat Gerung ini dapat dijadikan parameter dalam merencanakan program dan kegiatan serta pengambilan kebijakan di masa yang akan datang. CAMAT GERUNG KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas Berkat dan Rahmat-Nya, Buku Profil SKPD Kecamatan Gerung dapat kami susun. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Buku Profil SKPD Kantor Camat Gerung, khususnya kepada seluruh perangkat organisasi Kantor Camat Gerung sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Tersusunya Buku Profil ini diharapkan dapat memberi informasi kepada semua pihak yang membutuhkan Pelayanan Kantor Camat Gerung. BQ. YENI S. EKAWATI, S.Sos Pangkat : Penata TK. I (III/d) NIP DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI. ii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pengertian Maksud dan Tujuan Manfaat 15
23 1.5. Kedudukan dan Fungsi Ruang Lingkup 16 BAB II DASAR HUKUM.. 17 BAB III PROFIL KECAMATAN GERUNG Kondisi dan Potensi Kecamatan Gerung Analisis Visi dan Misi Kecamatan Gerung 29 BAB IV EVAVALUASI KINERJA.. 36 BAB V KESIMPULAN. 42
24 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa, komitmen Kantor Camat Gerung adalah menyatukan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta program dan kegiatan dalam suatu rencana strategi. Semua itu merupakan suatu kesepakatan bersama untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintah dan kemasyarakatan. Komitmen tersebut merupakan landasan dari nilai-nilai profesional, kejujuran dan keinginan kuat untuk lebih maju. Untuk mewujudakan Visi dan Misi tersebut, pada Buku Profil SKPD Kantor Camat Gerung memuat tentang kondisi fisik, ekonomi, sosial budaya dan potensi wilayah. Kedepan diharapkan indikator-indikator tersebut dapat dijadikan modal dasar pembangunan di Kecamatan Gerung, sehingga apa yang menjadi komitmen Kantor Camat Gerung dapat terwujud. Lombok Barat Maju, Mandiri dan Bermartabat Menuju Lombok Barat Bangkit Dilandasi Nilai Patut, Patuh, Patju
25
26 BUKU PROFIL SKPD KANTOR CAMAT GERUNG TAHUN 2014 KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Adapun susunan organisasi Kecamatan Labuapi sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 seperti berikut ini : 1. Camat. 2. Sekretaris Kecamatan. a. Sub
BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang
BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN, terdapat 7 (Tujuh) azas umum penyelenggaraan negara,
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD 42 2008 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD 42 2008 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN JOGOROTO. Pada Bab ini memuat informasi tentang peran (tugas pokok dan fungsi)
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN JOGOROTO Pada Bab ini memuat informasi tentang peran (tugas pokok dan fungsi) kecamatan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak Tahun 2016
BAB I PENDAHULUAN 1. GAMBARAN UMUM a. Kondisi Umum 1. Kedudukan Kecamatan Kandis merupakan bagian dari Kabupaten Siak, yang dibentuk berdasarkan pemekaran dari kecamatan Minas yang diundangkan sesuai Perda
BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO. NOMOR : 30,z TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 30,z TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN Dl LINGKUNGAN KABUPATEN PURWOREJO BUPATI PURWOREJO, Menimbang : bahwa
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KECAMATAN PEMENANG Jln. Raya Pemenang, Telp. ( 0370 ) Kode Pos 83352
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KECAMATAN PEMENANG Jln. Raya Pemenang, Telp. ( 0370 ) 6129323 Kode Pos 83352 RANCANGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI KECAMATAN - TYPE A CAMAT. Camat sebagai penyelenggara pemerintahan
BUPATI POLEWALI MANDAR
BUPATI POLEWALI MANDAR PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN KEWENANGAN BUPATI KEPADA CAMAT DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN KAPUAS
BUPATI MANDAILING NATAL
- 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Pada bagian perumusan isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau ada beberapa isu strategis yang krusial yang
TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 94 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Kota
KEPALA DESA JATILOR KABUPATEN GROBOGAN PERATURAN DESA JATILOR NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN KECAMATAN GODONG DESA JATILOR Jl. Raya Purwodadi-Semarang Km. 13 Jatilor Kode Pos 58162 Website : www.desajatilor.grobogan.go.id Email : [email protected] SALINAN DESA
PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR PROFIL BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR
PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR PROFIL BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR Disusun oleh : BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kami
BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 60 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 60 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DARI BUPATI KEPADA CAMAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMAS
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS, Menimbang : a. bahwa berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kecamatan merupakan salah satu ujung tombak dari Pemerintahan Daerah yang langsung berhadapan (face to
BAB II KANTOR KECAMATAN MEDAN DENAI. Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 2 September 1992 Kecamatan Medan
BAB II KANTOR KECAMATAN MEDAN DENAI A. Sejarah Ringkas Berdasarkan PP. 35 tahun 1992 tanggal 13 Juli 1992 dan diresmikan Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 2 September 1992 Kecamatan Medan Denai terbentuk
BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK UTARA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG
BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK UTARA NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK
TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI)
TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI) Menghadapi era globalisasi dimana tingkat hubungan antar daerah sudah semakin transparan dan saling mempengaruhi, maka dibutuhkan suatu kelembagaan pemerintahan yang memiliki
PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DARI BUPATI KEPADA CAMAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DARI BUPATI KEPADA CAMAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 92 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN
BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 92 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN, Menimbang Mengingat : : a. bahwa
2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD
GAMBARAN PELAYANAN SKPD Bab ini menjabarkan tentang Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi, Sumber Daya SKPD, Kinerja Pelayanan SKPD, serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD. BAB 2 2.1.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD Identifikasi permasalahan dilakukan untuk melihat kompleksitas permasalahan
KEPUTUSAN. NOMOR : 027 / Kep. 002a / Kec.Sur.Ban / 2014 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS KECAMATAN SUMUR BANDUNG KOTA BANDUNG TAHUN
PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN SUMUR BANDUNG Jalan Lombok No. 6 Bandung 40113 Telp: (022) 4205668 Fax: (022) 4205668 email: [email protected] KEPUTUSAN NOMOR : 027 / Kep. 002a / Kec.Sur.Ban /
PEMERINTAH KABUPATEN ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN
PEMERINTAH KABUPATEN ALOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang
KEPUTUSAN CAMAT KEDUNGPRING NOMOR : 188/ /Kep/ /2017 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN
PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN KECAMATAN KEDUNGPRING Jalan Raya Basuki Rahmad No. 21 Kedungpring Kode Pos 62272 Nomor Telp. (0322) 451916 E-mail [email protected] web site www.lamongan.go.id
DAFTAR ISI. Hal DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR. i ii iii PENDAHULUAN BAB I. A. Latar Belakang 1 B C. D.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL KATA PENGANTAR BAB I BAB II PENDAHULUAN Hal A. Latar Belakang 1 B C. D. Visi Dan Misi Landasan Hukum Maksud Dan Tujuan E. Sistimatika Penyajian 7 EVALUASI PELAKSANAAN
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan dari Bupati Kepada Camat; BERITA DAERAH
BUPATI KARO PROPINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS KECAMATAN DI KABUPATEN KARO
BUPATI KARO PROPINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS KECAMATAN DI KABUPATEN KARO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARO, Menimbang
SALINAN KEPALA DESA OLEHSARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA OLEHSARI NOMOR 01 TAHUN 2018 TENTANG
SALINAN KEPALA DESA OLEHSARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA OLEHSARI NOMOR 01 TAHUN 2018 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA
KECAMATAN BRUNO PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO. Jl. Raya Kutoarjo Wonosobo Km.23 Bruno Tlp KEPUTUSAN CAMAT BRUNO NOMOR : 050 / / 2016
PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO KECAMATAN BRUNO Jl. Raya Kutoarjo Wonosobo Km.23 Bruno Tlp.08 222 01 555 45 KEPUTUSAN CAMAT BRUNO NOMOR : 050 / / 2016 TENTANG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKjIP
PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 70 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
S A L I N A N NOMOR 30/D, 2008 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 70 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa
LAKIP KECAMATAN MAPPEDECENG 2016
. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks berimplikasi kepada tuntutan masyarakat yang ingin terlayani
BUPATI PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PONOROGO NOMOR TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PONOROGO NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BAB II KANTOR KECAMATAN MEDAN DENAI. Sumatera Utara pada tanggal 2 September 1992 Kecamatan Medan Denai terbentuk
BAB II KANTOR KECAMATAN MEDAN DENAI A. Sejarah Singkat Kantor Camat Medan Denai Berdasarkan PP. 35 tahun 1992 tanggal 13 Juli 1992 dan diresmikan Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 2 September 1992 Kecamatan
TUGAS POKOK DAN FUNGSI CAMAT CICALENGKA TUGAS POKOK FUNGSI
DAN CAMAT CICALENGKA Melaksanakan Kewenangan Pemerintah yang Dilimpahkan oleh Bupati untuk Menangani Sebagian Urusan Otonomi Daerah dan Menyelenggarakan Tugas Umum Pemerintahan 1. Mengkoordinasikan Kegiatan
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO
SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WONOSOBO, Menimbang
salinan KEPALA DESA JAMBESARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA JAMBESARI NOMOR 1 TAHUN 2018
salinan KEPALA DESA JAMBESARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA JAMBESARI NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 42 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 42 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017
RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...
Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR 10 TAHUN 2008
1958 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TIMOR TENGAH UTARA, Menimbang :
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 228
RENCANA KINERJA TAHUNAN
RENCANA KINERJA TAHUNAN ( R K T ) PEMERINTAH KECAMATAN JEMBRANA TAHUN 2014 KABUPATEN JEMBRANA Pemerintah Kecamatan Jembrana KATA PENGANTAR Dengan segala puja dan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi
MEMUTUSKAN: PERATURAN DAERAH TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA KECAMATAN DALAM WILAYAH KABUPATEN BULUNGAN.
SALINAN SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA KECAMATAN DALAM WILAYAH
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA, Menimbang : a. bahwa proses penataan perangkat
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,
1 BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 40 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,
BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang :
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 126 ayat
BABI PENDAHULUAN. 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi
BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja adalah suatu proses yang berorientasi kepada hasil yang akan di capai dalam jangka waktu 1 (satu) tahun dengan memperhitungkan Potensi, Peluang dan Kendala
BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG
1 BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI
INTISARI PP NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN OLEH : SADU WASISTIONO
INTISARI PP NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN OLEH : SADU WASISTIONO A P R I L 2 0 0 8 KETENTUAN UMUM (Pasal 1) Pembentukan kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014-2019 PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI Alamat : Jalan Hos Cokroaminoto No.1 Slawi i KATA PENGANTAR Review Rencana Strategis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016
RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...
PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN
- 1 - PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN BINTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Camat Tualang Kabupaten Siak Tahun 2016
1 PENDAHULUAN 1. GAMBARAN UMUM a. Kondisi Umum 1. Kedudukan Kecamatan Tualang Kabupaten Siak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung 2.1.1. Struktur Organisasi Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor
BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG 2.1. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG 2.1. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI KECAMATAN GEDEBAGE 2.1.1. TUGAS POKOK Tugas Pokok Kecamatan Gedebage mengacu kepada Peraturan Pemerintah
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 64 TAHUN 2016
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI MUSI RAWAS,
BUPATI BANGKA SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 17 TAHUN 2010 T E N T A N G
BUPATI BANGKA SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 17 TAHUN 2010 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN DAN KELURAHAN DALAM KABUPATEN BANGKA BUPATI BANGKA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya
PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan kepemerintahan
PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan rancangan APBD. Hal tersebut memiliki konsekuensi terhadap semua unit kerja yang ada di Kabupaten
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOM0R : 24 TAHUN : 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOGOR,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 13 TAHUN 1995 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 13 TAHUN 1995 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG DENGAN
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 32 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN SUMBAWA.
PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 32 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : Mengingat : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam
BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG
1 2016 No.42,2016 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. PEMERINTAHAN DESA. Susunan Organisasi. Tata Kerja. Pemerintah Desa. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a.
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 126 ayat (1)
KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan Ujungberung Kota Bandung Tahun 2016,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Nanggalo Tahun 2015 merupakan gambaran program pembangunan di Kecamatan Nanggalo yang direncanakan mengacu pada Rencana Pembangunan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung
214-218 BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung 2.1.1. Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung Berdasarkan
Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pelalawan 2016 BAB. I PENDAHULUAN
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksanaan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab
WALIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS ORGANISASI KECAMATAN
WALIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS ORGANISASI KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PAREPARE, Menimbang : a.
BUPATI PANGANDARAN PERATURAN BUPATI PANGANDARAN NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI KECAMATAN
BUPATI PANGANDARAN PERATURAN BUPATI PANGANDARAN NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANGANDARAN, Menimbang : a. bahwa
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang
BUPATI SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA TAHUN 2014
P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M
P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M SEKRETARIAT DAERAH KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 188.4/747/Org./X/2017 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SEKRETARIAT DAERAH KOTA
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang :
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan
BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : bahwa berdasarkan
BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan. bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun
TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008, tentang Kecamatan Bab I, Pasal 1 angka 5 menyebutkan bahwa Kecamatan atau dengan sebutan lain wilayah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG POLA HUBUNGAN KERJA TERPADU ANTARA STAF AHLI BUPATI DENGAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT
BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a.
