BAB IV HASIL PENELITIAN
|
|
|
- Benny Ari Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Mantingan adalah sebuah desa di Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Desa ini adalah asal mula ukiran jepara yang sangat terkenal itu berasal dan kegiatan seni ukir beserta industrinya menjadi mayoritas mata pencaharian penduduk daerah ini sebagian besar penduduk yang sampai saat ini masih tetap diminati dan mampu bersaing dengan produk-produk modern. Di desa mantingan ini membuka usaha pengolahan kayu mentah menjadi produk kayu jadi seperti meja, kursi, almari, ranjang tempat tidur, dan lain-lain. Dan sebagian besarnya lagi memiliki usaha dari segi penjualan produk-produk olahan kayu yang sudah jadi. Di desa mantingan ini hanya memproduksi produk-produk kayu olahan yang proses produksinya tidak sampai pada tahap finishing yaitu pengecatan ataupun pewarnaan produk melainkan sampai pada tahap pengamplasan produk saja. Setelah proses pengamplasan produk-produk hasil olahan kayu di alihkan ke tempat usaha finishing. Dengan seiring berjalannya waktu kreatifitas para pekerja pengrajin kayu semakin berkembang dan dengan adanya pemintaan dari konsumen sehingga produk-produk yang dihasilkan di masa sekarang lebih menarik di lengkapi dengan design yang modern. Dari masing-masing tempat kerajinan kayu memiliki karyawan bervariasi dari 4 sampai dengan 8 pekerja. Para pemilik usaha kerajinan kayu ada juga yang merangkap sebagai pekerja atau turun langsung dalam 44
2 45 Proses produksi pembuatan produk-produk dari kayu. Lama kerja dalam satu hari para pekerja dari masing-masing industri kerajinan kayu berbedabeda mulai dari 8 jam sampai 9 jam dengan waktu kerja selama 1 jam perharinya dan jumlah hari kerja sebanyak 6 hari. Masa kerja yang lama sebagai seorang pengrajin kayu menjadikan pekerja menjadi lebih kreatif dan terampil dalam membuat produk-produk olahan kayu sehingga lebih menarik dan mengikuti perkembangan. Proses produksi dari masing-masing tempat di industri kayu sama dari tahap awal sampai akhir seperti pembuatan pola ukir, pemahatan, pemotongan, perakitan, dan pengamplasan. Dari semua bagian proses produksi memiliki risiko kecelakaan kerja seperti tangan terkena pisau pahat, jari terkena gergaji, kaki tertimpa kayu, terkena mesin amplas dan serut. B. Analisis Univariat 1. Usia Usia Responden pada saat lahir sampai dengan penelitian dilakukan. dalam penelitian ini adalah pekerja kerajinan kayu yang berada di 17 tempat kerajinan kayu sebanyak 37 sampel sebagai berikut. Tabel 4 1 Distribusi Frekuensi Usia Pekerja Usia Frekuensi Persentase % tahun 13 35, tahun 16 43, tahun 8 21,6 Total
3 46 Usia pekerja pengrajin kayu dari total 37 sampel penelitian sebagian besar berusia tahun dengan persentase 43,2%, sedangkan sebagian kecil pekerja berusia tahun dengan persentase 21,6%.
4 47 2. Jenis Kelamin Tabel 4 2 Distribusi Frekuensi jenis kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase % Laki laki 35 94,6 Perempuan 2 5,4 Total Berdasarkan tabel diatas Jenis kelamin pekerja kerajinan kayu lebih banyak adalah laki-laki sebesar 35 orang dari total 37 sampel dengan persentase 94,6%. Hal ini sesuai dengan jenis pekerjaan yang berat dan membutuhkan kekuatan tenaga yang lebih besar, dan pekerja perempuan hanya bekerja sebagai pengamplas. 3. Bagian Pekerjaan Tabel 4 3 Distribusi Frekuensi Bagian Pekerjaan Bagian Pekerjaan Frekuensi Persentase % Perakitan 6 16,2 Pengeleman 4 10,8 Pengamplasan 5 13,5 Pengukiran 6 16,2 Penyerutan 5 13,5 Pelubangan 3 8,1 Semua bagian 8 21,6 Total ,0 Pada bagian pekerjaan yang paling banyak pekerja lakukan adalah semua bagian dengan persentase 21,6% karena di home industry tidak menuntut pekerja untuk bekerja perbagian tahap proses produksi,
5 48 kebanyakan dari pekerja memiliki kemampuan untuk melakukan semua bagian dari rangkaian proses produksi. 4. Riwayat Pendidikan Tabel 4 4 Distribusi Frekuensi Riwayat Pendidikan Riwayat Pendidikan Frekuensi Persentase % SD 10 27,0 SMP 16 43,2 SMA/SMK 8 21,6 Tidak TamatT SD 2 5,4 Perguruan Tinggi 1 2,7 Total ,0 Berdasarkan tabel diatas dapat di ketahui jumlah 37 reponden banyak dari pekerja berpendidikan terakhir lulusan SMP dengan persentase 43,2%. karena faktor ekonomi sehingga para pekerja tidak melanjutkan pendidikan dan memilih untuk langsung bekerja. 5. Masa Kerja Tabel 4 5 Distribusi Frekuensi Masa Kerja Masa Kerja Frekuensi Persentase % 1-10 tahun 32 86, tahun 5 13,5 Total ,0 Masa kerja sebagai pengrajin kayu dapat diketahui dari 37 jumlah responden sudah bekerja selama 1-10 tahun dengan persentase 86,4%.
6 49 Sedangkan Masa kerja lama selama tahun dengan persentase 13,5%. 6. Lama kerja Tabel 4 6 Distribusi Frekuensi Lama Kerja Lama Kerja Frekuensi Persentase % 8 jam 30 81,1 9 jam 3 8,1 10 jam 4 10,8 Total ,0 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui lama kerja responden dalam satu hari sebanyak 8 jam kerja dengan persentase 81,1%. Pada dasarnya lama kerja sehari adalah 8 jam kerja untuk mengahasilkan kerja yang produktif. Dan terhindar dari bahaya risiko kelelahan kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. 7. Alat Pelindung diri Tabel 4 7 Distribusi Frekuensi Alat Pelindung diri No Pertanyaan Tidak Ya F % F % 1. Apakah alat pelindung diri yang anda gunakan saat bekerja hanya masker? 2. Apakah sarung tangan anda gunakan saat bekerja sebagai alat pelindung diri? 3. Apakah anda menggunakan pelindung mata saat bekerja? 4. Apakah anda menggunakan pelindung telinga saat bekerja? 5. Apakah anda menggunakan baju dan celana panjang saat bekerja? 13 35, , , , ,1 7 18, ,1 7 18, , ,8 6. Apakah anda menggunakan sepatu saat bekerja? 21 56, ,2
7 50 7. Apakah anda merasa nyaman menggunakan alat pelindung diri saat bekerja? 8. Apakah alat pelindung diri itu mengganggu gerak anda saat bekerja? 9. Apakah alat pelindung diri disediakan oleh tempat anda bekerja? 10. Apakah ditempat anda bekerja saat ini diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri? 15 40, , , , , , , ,6 Berdasarkan pada tabel di atas APD yang sering dipakai pada saat bekerja adalah masker dengan peresentase 64,9% dan mereka merasa nyaman menggunakannya 59,5 % Sebagian pekerja beranggapan jika penggunaan APD mengganggu gerak saat bekerja 37,8% dan di tempat kerajinan kayu banyak yang tidak menyediakan APD 59,5%. 8. Pengetahuan Tabel 4 8 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Pertanyaan Tidak Ya No F % F % 1. Siapa yang harus melaksanakan K3 di industri 9 24, ,7 kerajinan kayu? 2. Apa Arti dari kecelakaan kerja? 13 35, ,9 3. Manakah yang merupakan Kecelakaan kerja di 8 21, ,4 industri kerajinan kayu? 4. Perilaku berbahaya di industri kayu yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja? 18 48, ,4 5. Apa kegunaan dari Alat Pelindung diri? 20 54, ,9 6. Yang termasuk Alat pelindung diri di industri 13 35, ,9 kerajinan kayu adalah 7. Apakah anda tahu peran K3 diindustri kayu? 26 70, ,7 8. Bagaimana cara menggunakan mesin/peralatan kerja diindutri kayu dengan aman? 5 13, ,5
8 51 Berdasarkan tabel di atas pengetahuan responden tentang kecelakaan kerja yang mungkin terjadi diindustri kayu dengan persentase 78,4%, dan responden mengetahui tentang apa itu kecelakaan kerja 64,9%, Responden juga mengetahui penggunaan mesin/peralatan kerja yang aman 86,5%. Namun pengetahuan responden terhadap kegunaan APD Kurang 54,1%. 9. Postur Tubuh Tabel 4 9 Distribusi Frekuensi Postur Tubuh No Pertanyaan Ya Kadang- Kadang Tidak F % F % F % 1. Saya nyaman bekerja dengan posisi 12 32, ,4 6 16,2 duduk 2. Saya nyaman bekerja dengan posisi 14 37, ,5 8 21,6 berdiri 3. Saya nyaman bekerja dengan posisi 7 18, , ,7 membungkuk 4. Saya menempatkan peralatan dekat 18 48, ,7 8 21,6 dengan jangkauan saat bekerja 5. Saya mengangkat beban kayu yang berlebihan saat bekerja 20 54, ,4 5 13,5 6. Saya menata kembali mesin/peralatn dengan baik setelah bekerja 34 91,9 3 8,1 0 0 Berdasarkan tabel diatas responden bekerja dengan posisi yang menurut mereka nyaman posisi duduk dengan persentase 51,4%, posisi berdiri 40,5%, posisi membungkuk 51,4%. Pada saat bekerja peralatan kerja selalu diletakan di dekat pekerja dengan tujuan mudah dijangkau saat dibutuhkan 48,6%, Para pekerja sering mengangkat beban kayu yang berlebihan karena lingkungan kerja yang ber dengan kayu 54.1%.
9 Tindakan Berbahaya Tabel 4 10 Distribusi Frekuensi Tindakan Berbahaya No Pertanyaan Tidak Ya F % F % 1 Sebelum bekerja saya selalu memeriksa kondisi peralatan/mesin kerja 11 29, ,3 2 Setiap saya bekerja saya tergesa-gesa/ ingin cepat 13 35, ,9 selesai 3 Setiap saya bekerja suka bercanda dengan teman 19 51, ,6 4 Saya pernah membersihkan atau memperbaiki 30 81,1 7 18,9 peralatan/mesin kerja dalam kondisi mesin hidup 5 Setelah selesai bekerja saya selalu mengembalikan 16 43, ,8 peralatan/mesin ke tempat semula 6 Setiap saya bekerja saya selalu menggunakan alat 15 40, ,5 pelindung diri 7 Saya bekerja bedasarkan aturan yang sudah ada di 14 37, ,2 tempat saya bekerja 8 Saya bekerja sesuai dengan arahan dari pemilik usaha 9 24, ,7 Tindakan berbahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja seperti pekerja tidak mengecek kondisi mesin/peralatan sebelum kerja (29,7%) bekerja dengan tergesa-gesa dengan harapan agara cepat selesai (64,9%). Pada saat bekerja pekerja suka bercanda dengan teman untuk menghilang ketegangan (48,6%), dan saat bekerja dan selalu menggunakan APD saat bekerja (59,5%)
10 Kecelakaan Kerja Tabel 4 11 Distribusi Frekuensi kecelakaan kerja No Pertanyaan Tidak Ya F % F % 1 Apakah selama bekerja menjadi pengrajin kayu anda 11 56, ,2 pernah mengalami kecelakaan kerja (dalam 1 tahun terakhir)? 2 Apakah anda pernah tertimpa/terkena kayu pada saat 13 45, ,1 bekerja? 3 Apakah anda pernah terkena benda tajam saat 19 18, ,1 bekerja? 4 Apakah anda pernah terkena peralatan mesin saat 30 40,5 7 59,5 bekerja? 5 Apakah dampak kecelakaan tersebut meninggalkan bekas pada tubuh anda? 15 63, ,9 Kecelakaan kerja yang pernah dialami responden dalam 1 tahun terakhir dengan persentase 43,2% sebagian besar pernah mengalami kecelakaan kerja dan mengalami luka seperti jari tergores kayu, jari terkena gergaji,kaki terekena mesin serut serta meninggalkan bekas 64,9%. Responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja disebabkan oleh benda tajam dan peralatan mesin. C. Analisis Bivariat Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah ada antara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabal bebas meliputi usia, masa kerja, Alat Pelindung Diri, tindakan berbahaya, pengetahuan, dan postur tubuh terhadap variabel terikat yaitu kecelakaan kerja pada pengrajin kayu di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.
11 54 Tabel 4 12 Hasil Uji Rank Spearman usia, masa kerja, APD, tindakan berbahaya, pengetahuan, dan postur tubuh dengan kecelakaan kerja Variabel bebas Variabel terikat Ρ value α rho Hasil Usia Kecelakaan kerja 0,039 0,05 0,378 Ada Masa kerja Kecelakaan kerja 0,532 0,05 0,029 Tidak ada Alat Pelindung Diri Kecelakaan kerja 0,955 0,05 0,048 Tidak ada Pengetahuan Kecelakaan kerja 0,013 0,05 0,221 Ada Postur Tubuh Kecelakaan kerja 0,153 0,05 0,302 Tidak ada Tindakan berbahaya Kecelakaan kerja 0,005 0,05 0,423 Ada Berdasarkan tabel di atas menggunakan uji korelasi spearman Rho menunjukan bahwa variabel usia, pengetahuan dan tindakan berbahaya ada yang signifikan dengan kecelakaan kerja dan variabel masa kerja, postur tubuh dan APD tidak ada yang signifikan dengan kecelakaan kerja pada pengrajin kayu di Desa mantingan Kecamatan tahunan Kabupaten Jepara.
BAB I PENDAHULUAN. Lingkungan kerja merupakan tempat yang potensial terhadap risiko
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Lingkungan kerja merupakan tempat yang potensial terhadap risiko kecelakaan kerja. Lingkungan kerja ada beberapa macam, salah satunya ialah industri mebel yang merupakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak
SL : Selalu KD : Kadang-kadang SR : Sering TP : Tidak Pernah
No. Responden : KUESIONER PENELITIAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD, PENGETAHUAN TENTANG RISIKO PEKERJAAN KONSTRUKSI PEKERJA KONSTRUKSI DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN APD DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN U-RESIDENCE
Vincentius Lulu NRP
70 Lampiran 1 LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Vincentius Lulu NRP : 9103008027 Adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala
BAB IV HASIL telah berubah lagi menjadi PT. Indo Acidatama Tbk. Indonesia di bawah supervisi dari Krup Industri Teknik GMBH Jerman Barat
BAB IV HASIL A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Perusahaan ini didirikan di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah dengan luas lahan ± 11 Ha. Pada mulanya perusahaan
N. P. Wida Pangestika 1, N.P. Ariastuti 2. Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali, 80232, Indonesia, ABSTRAK
PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERKAIT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PENGRAJIN PATUNG KAYU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I GIANYAR BALI N. P. Wida Pangestika 1, N.P. Ariastuti 2 1 Program
PERILAKU DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA SERTA KELUHAN KESEHATAN PETANI DI DESA URAT KECAMATAN PALIPI KABUPATEN SAMOSIR
62 PERILAKU DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA SERTA KELUHAN KESEHATAN PETANI DI DESA URAT KECAMATAN PALIPI KABUPATEN SAMOSIR A. Data Umum 1. Nomor Responden : 2. Nama : 3. Umur : 4. Jenis Kelamin : a.
BAB IV HASIL PENELITIAN
38 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Tempat Penelitian Rumah sakit Islam Kendal adalah rumah sakit swasta yang dikelola oleh amal usaha muhammadiyah. Rumah sakit tipe C yang sudah terakreditasi
BAB IV HASIL DAN ANALISA
BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1. Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Proyek Penerapan Program K3 di proyek ini di anggap penting karena pada dasarnya keselamatan dan kesehatan kerja
BAB IV HASIL. A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. 1. Profil Home Industry. Sentra Industri Pengrajin Blangkon terletak di Kelurahan
BAB IV HASIL A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Home Industry Sentra Industri Pengrajin Blangkon terletak di Kelurahan Serengan Dusun Protojayan RT 02/06 merupakan industri rumahan yang beroperasi
Laboratorium 7 orang petugas, dan Instalasi Gizi 11 orang petugas. Setiap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan salah satu Rumah Sakit Umum milik yayasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. di posyandu Anyelir A sebanyak 65 anak yang terdiri dari usia 0 sampai 11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Gambaran umum lokasi penelitian Penelitian ini di laksanakan di Posyandu Anyelir A yang merupakan salah satu posyandu yang aktif di Tamantirto,
INFORMED CONSENT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
INFORMED CONSENT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Selva Prasanti dengan Nomor Induk Mahasiswa 2014-31-135 mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul bermaksud melakukan
ANALISIS GENDER TERHADAP TINGKAT PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU BURUH LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN CV TKB
ANALISIS GENDER TERHADAP TINGKAT PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU BURUH LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN CV TKB Tingkat perlindungan tenaga kerja dalam CV TKB dianalisis dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan hasil dan pembahasan penelitian tentang Hubungan peran orang tua terhadap perilaku menggosok gigi pada anak prasekolah di RA Sudirman
PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS
PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS Mata Pelajaran : Keterampilan Vokasional Paket Keterampilan : Seni dan Kerajinan Jenis Ketrampilan : Kriya Kayu SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA TUNA
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KARYAWAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PT HARTA SAMUDRA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON TAHUN
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KARYAWAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PT HARTA SAMUDRA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON TAHUN 2012. Rahwan Ahmad Abstract Alat Pelindung Diri (APD)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN AKSESIBILITAS TERHADAP MEDIA KOMUNIKASI CYBER EXTENSION
69 HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN AKSESIBILITAS TERHADAP MEDIA KOMUNIKASI CYBER EXTENSION Aksesibilitas terhadap media komunikasi cyber extension adalah peluang memanfaatkan media komunikasi cyber
BAB V PEMBAHASAN. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diharapkan dan tidak diduga.
BAB V PEMBAHASAN Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diharapkan dan tidak diduga. yang di maksud pristiwa yang tidak terduga adalah peristiwa tidak terdapat unsur kesengajaan, dan tidak ada unsur
PENDAHULUAN. yang memiliki peran penting dalam kegiatan perusahaan. dari potensi bahaya yang dihadapinya (Shiddiq, dkk, 2013).
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kerja agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan ditempat
HUBUNGAN KEPATUHAN INSTRUKSI KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA CEPER KLATEN
HUBUNGAN KEPATUHAN INSTRUKSI KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA CEPER KLATEN Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN th > 49 th 2 9. Tidak Tamat SD - - Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat Akademi/PT - -
28 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Karakteristik Responden Tabel 4.1 Tabel Karakteristik Responden Petugas Kebersihan Jalan Kabupaten Madiun Tahun 2017 Variabel Frekuensi Persentase Umur 17 48
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka Konsep Variabel Bebas Variabel Terikat Umur Masa Kerja Penggunaan APD Beban Kerja Kejadian Kecelakaan Kerja Variabel Pengganggu 1. Penerangan 2. Kebisingan Gambar
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara
BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN
50 BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN 5.1 Faktor Internal Faktor internal dalam penelitian ini merupakan karakteristik individu yang dimiliki responden yang berbeda satu sama lain. Responden dalam penelitian
PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM BAGIAN TUNA RUNGU ( SMALB-B)
PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA NEGERI CILACAP BAGIAN TUNA RUNGU ( SMALB-B) Mata Pelajaran : Keterampilan Vokasional Paket Keterampilan : Seni dan Kerajinan Jenis Ketrampilan
BAB I PENDAHULUAN. tepat akan dapat merugikan manusia itu sendiri. Penggunaan Teknologi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggunaan teknologi maju sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, namun tanpa disertai dengan pengendalian yang tepat akan dapat merugikan manusia
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PROSES PENCIPTAAN SENI KRIYA KAYU I WAYAN JAGRI DI DESA SINGAPADU
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PROSES PENCIPTAAN SENI KRIYA KAYU I WAYAN JAGRI DI DESA SINGAPADU 1. Pendahuluan Oleh Nama: I Wayan Arissusila Nim : 201 121 001 Minat: Penciptaan Seni Seni kriya merupakan
BAB I PENDAHULUAN. regional, nasional maupun internasional, dilakukan oleh setiap perusahaan secara
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Memasuki perkembangan era industrialisasi yang bersifat global seperti sekarang ini, persaingan industri untuk memperebutkan pasar baik pasar tingkat regional,
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan kerjanya. Resiko yang dihadapi oleh tenaga kerja adalah bahaya
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Tenaga kerja sebagai sumber daya manusia memegang peranan utama dalam proses pembangunan industri. Oleh karena itu peranan sumber daya manusia perlu mendapat perhatian
BAB I PENDAHULUAN. eksis. Masalah utama yang selalu berkaitan dan melekat dengan dunia kerja adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya dunia industri, mengakibatkan munculnya masalahmasalah baru yang harus bisa segera diatasi apabila perusahaan tersebut ingin tetap eksis. Masalah
SL : Selalu KD : Kadang-kadang SR : Sering TP : Tidak Pernah
No. Responden : KUESIONER PENELITIAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD, PENGETAHUAN TENTANG RISIKO PEKERJAAN KONSTRUKSI PEKERJA KONSTRUKSI DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN APD DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN U-RESIDENCE
Tabel 4.16 Sikap jujur terhadap konsumen PT. Cahaya Medika Healthcare Bandung Tabel 4.17 Keamanan dari jasa yang diberikan PT.
DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Operasional Variabel... 55 Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Jawaban Responden... 62 Tabel 3.3 Interval Koefisien... 64 Tabel 4.1 Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 72
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan salah satu. Yogyakarta. RS PKU Muhammadiyah Gamping
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga bulan Juli tahun 2016 di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu
5 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel
BAB III METODE PENELITIAN. mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal dua variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metoda Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal
LAMPIRAN 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (Informed Consent)
LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (Informed Consent) Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan di bawah ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan munculnya berbagai perusahaan-perusahaan baru yang bergerak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dunia bisnis menunjukkan kemampuan yang sangat pesat, salah satunya ditandai dengan munculnya berbagai perusahaan-perusahaan baru yang bergerak pada berbagai bidang.
4. Behavioral ( Kebiasaan ) Saat bermain anak sangat aktif, senang berlarian, melompat, memiliki imajinasi yang kuat, tidak cepat lelah, dan tidak bisa diam dalam satu tempat. C. TUJUAN DAN MANFAAT 1.
BAB V KETERDEDAHAN, PENILAIAN RESPONDEN TERHADAP PROGRAM SIARAN RADIO, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
BAB V KETERDEDAHAN, PENILAIAN RESPONDEN TERHADAP PROGRAM SIARAN RADIO, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA 5.1 Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan faktor yang diduga mempengaruhi
BAB V HASIL PENELITIAN
37 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Gambaran umum Laboratorium Klinik di Cilegon Pelayanan laboratorium klinik merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan
BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif. dan menggunakan desain deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
* Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TUKANG JAHIT DI KOMPLEKS GEDUNG PRESIDENT PASAR 45 KOTA MANADO Nurul Istiana Alimudin*, Johan Josephus*, Rahayu H. Akili* * Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Memasuki perkembangan era global seperti saat ini, persaingan industri untuk memperebutkan pasar baik pasar tingkat nasional, maupun internasional,
BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, khususnya di negara
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tentunya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, khususnya di negara Indonesia. Hal ini membangkitkan
PENILAIAN TERHADAP PELAYANAN YAYASAN DHARMA BHAKTI ASTRA DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
43 PENILAIAN TERHADAP PELAYANAN YAYASAN DHARMA BHAKTI ASTRA DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN Penilaian terhadap Pelayanan Yayasan Dharma Bhakti Astra Penilaian terhadap pelayanan Yayasan Dharma Bhakti Astra,
KHALIMATUS SAKDIYAH NIM : S
HUBUNGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN ASMA PADA PEKERJA INDUSTRI BATIK TRADISIONAL DI KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN Skripsi KHALIMATUS SAKDIYAH NIM : 08.0285.S
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 sampai dengan 31 Juni 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
adalah 70-80% angkatan kerja bergerak disektor informal. Sektor informal memiliki
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri dan produknya baik formal maupun informal mempunyai dampak positif dan negatif kepada manusia, di satu pihak akan memberikan keuntungan, tetapi di pihak
KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO KECACINGAN PADA PETANI DI DESA KATEPUL KECAMATAN KABANJAHE TAHUN 2014
LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO KECACINGAN PADA PETANI DI DESA KATEPUL KECAMATAN KABANJAHE TAHUN 2014 I. IDENTITAS RESPONDEN 1. No. Responden : 2. Nama : 3. Umur : 4. Jenis Kelamin
BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional, yaitu suatu penelitian dimana cara pengukuran variabel
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN Saya Mahasiswi: Nama : Kristina Magdaria NIM : 201131072 Fakultas : Kesehatan Masyarakat (Universitas Esa Unggul) Jurusan : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Jenjang : S1 Bertujuan
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang
BAB VI ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANGGOTA DAN RELASI GENDER DALAM KOWAR
BAB VI ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANGGOTA DAN RELASI GENDER DALAM KOWAR Karakteristik setiap anggota koperasi berbeda satu sama lain. Karakteristik ini dapat dilihat dari umur, tingkat pendidikan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Luas dan Batas Wilayah. dari kantor Kabupaten Wonogiri sekitar 30 km.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Daerah Penelitian 1. Kondisi Fisiografis a. Letak, Luas dan Batas Wilayah Desa Punduh Sari merupakan bagian dari wilayah administratif di Kecamatan Manyaran
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Responden 4.1.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Seluruh responden penelitian di Kantor Konsultan Pajak HB&P adalah laki-laki dan perempuan
BAB V HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Umum Klinik Herbal Insani Depok. Bulan Maret 2007. Di atas tanah seluas 280 m 2 dengan luas bangunan
BAB V HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini terlebih dahulu akan membahas gambaran umum wilayah penelitian, proses penelitian dan hasil penelitian yang mencakup analisa deskriptif (univariat) serta analisa
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL Kasus Industri Kecil Mebel Kayu di Pekanbaru
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL Kasus Industri Kecil Mebel Kayu di Pekanbaru Ruzikna Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
LOGO. Pengontrolan Kualitas Produksi Mebel Di PT. Majawana dengan Diagram Kontrol Multivariat Atribut Berdasarkan Jarak Chi-Square
Pengontrolan Kualitas Produksi Mebel Di PT. Majawana dengan Diagram Kontrol Multivariat Atribut Berdasarkan Jarak Chi-Square BAGUS YUSWANTANA 1306 1000 30 Dosen Pembimbing : Drs. Haryono, M.Sc LOGO PENDAHULUAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Pada penelitian ini tidak semua variabel pada kerangka teori akan diteliti. Karena peneliti ingin lebih fokus terhadap variabel Sikap, pengetahuan, motivasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan dunia modern, mesin, peralatan dan segala produk sudah dipasarkan kepada seluruh masyarakat agar mereka merasa lebih mudah dan diuntungkan. Pada awalnya,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Wilayah Semarang Timur memiliki tiga pasar yaitu Pasar Gayamsari, Pasar Pedurungan,dan Pasar Parangkusuma. Pada masing masing
PERBAIKAN STASIUN PEMOTONGAN BAHAN BAKU MELALUI PERANCANGAN ALAT BANTU PEMOTONG SPON DENGAN MENGGUNAKAN METODE KREATIF DI IKM PERMATA
PERBAIKAN STASIUN PEMOTONGAN BAHAN BAKU MELALUI PERANCANGAN ALAT BANTU PEMOTONG SPON DENGAN MENGGUNAKAN METODE KREATIF DI IKM PERMATA Ani Umyati 1), Yayan Harry Yadi 2), Dedi Dwi Cahyadi 3) 1),2),3 ) Teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perusahaan sangat diperlukan untuk menjalankan aktivitas organisasinya sebagai pelaksana dalam mengelola produksi agar tercapainya
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA. A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi,
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini terdiri dari latar belakang penelitian yang dilakukan, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan dalam tugas akhir ini. 1.1 Latar Belakang
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KARYAWAN LAPANGAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) BANDUNG TERHADAP KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA
LAMPIRAN 1 42 LAMPIRAN II KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KARYAWAN LAPANGAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) BANDUNG TERHADAP KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA Data Pribadi Usia : Jenis Kelamin
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN
BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Identifikasi Potensi Bahaya Identifikasi bahaya yang dilakukan mengenai jenis potensi bahaya, risiko bahaya, dan pengendalian yang dilakukan. Setelah identifikasi bahaya dilakukan,
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL 3 Yunita Puspasari ABSTRAK Infeksi nosokomial dapat berasal dari pasien,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penambangan Emas Desa Hulawa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Penambangan Emas Desa Hulawa Lokasi penambangan Desa Hulawa merupakan lokasi penambangan yang sudah ada sejak zaman Belanda.
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI CV. A CLASS SURAKARTA
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI CV. A CLASS SURAKARTA Yudha Rahadian 1*, Giusti Arcibal 1, Irwan Iftadi 1,2 1 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Jln. Ir. Sutami 36A,
BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Tempat tidur anak pada umumnya hanya sebagai tempat beristirahat atau tidur, dan kadang digunakan sebagai tempat belajar atau bermain bagi anak-anak, meskipun
TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN ANALISIS GENDER TERHADAP SUMBER DAYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA
TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN ANALISIS GENDER TERHADAP SUMBER DAYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA Tingkat kesejahteraan dalam CV TKB dianalisis dengan analisis gender. Alat analisis gender
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Di negara Indonesia banyak berkembang usaha-usaha dalam industri mebel, dengan memanfaatkan bahan baku kayu hingga
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan pada bidang konstruksi bangunan merupakan salah satu yang berpengaruh besar dalam mendukung perkembangan pembangunan di Indonesia. Dengan banyaknya perusahaan
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berikut ini adalah kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, diantaranya: 1. Berdasarkan analisis konsep 5S yang telah dilakukan, untuk masingmasing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut data yang diperoleh dari International Labour Organization (ILO) pada tahun 2011, didapat setiap 15 detik, 160 pekerja mengalami kecelakaan terkait dengan pekerjaan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Variabel Bebas Variabel Terikat Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Pengetahuan Kejadian TBC Usia Produktif Kepadatan Hunian Riwayat Imunisasi BCG Sikap Pencegahan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode
3 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik yang bertujuan menerangkan masalah penelitian yang terjadi pada anak
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata Pelaksanaan K3 F.45 TPB I 01 BUKU PENILAIAN
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata Pelaksanaan K3 BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode Penilaian oleh
BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Puskesmas Tegalrejo. 2 orang tenaga medis, 3 orang tenaga paramedik, Higienie
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1. Gambaran Umum Puskesmas Tegalrejo Puskesmas Tegalrejo Salatiga didirikan pada tanggal 23 April 1987 di Subinti Tegalrejo Salatiga. Saat itu puskesmas hanya memiliki 12 orang
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR BAGAN DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN SURAT PERNYATAAN BUKAN PLAGIAT ABSTRAK PENGESAHAN SKRIPSI PERNYATAAN PERSETUJUAN RIWAYAT HIDUP KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR BAGAN
ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Perusahaan Nai Shoes Collection merupakan home industry yang bergerak di bidang industri sepatu safety dan sepatu boot yang berlokasi di Jl. Cibaduyut Raya Gang Eteh Umi RT. 2 RW 1 kota Bandung.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Muhammadiyah Gamping merupakan rumah sakit pendidikan Universitas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan salah satu rumah sakit umum milik yayasan Muhammadiyah yang terletak di jalan Wates KM 5,5,
BAB I PENDAHULUAN. pekerjaannya dalam sehari-hari. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi tingkat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan kerja merupakan lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya dalam sehari-hari. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan pegawai sehingga
BAB I PENDAHULUAN. membahayakan terhadap keselamatan dan kesehatan para pekerja di tempat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan industri di Indonesia dewasa ini maju sangat pesat, seiring dengan tuntutan berbagai kebutuhan bermacam produk. Penerapan teknologi berbagai bidang tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. Desain pada penelitian ini adalah penelitian korelasi yang menunjukkan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain pada penelitian ini adalah penelitian korelasi yang menunjukkan hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan tekanan darah sistolik pada mahasiswa
ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT. BISMA KONINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS
ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT. BISMA KONINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS Disusun Oleh: Okky Oksta Bera (35411444) Pembimbing : Dr. Ina Siti Hasanah, ST., MT.
BAB 4. Hasil dan Pembahasan. Profil responden disajikan untuk memberikan gambaran dan juga analisa
33 BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Profil Responden Profil responden disajikan untuk memberikan gambaran dan juga analisa tentang profil data responden yang mencakup tentang jenis kelamin, umur, lama kerja,
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG KAYU
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG KAYU A. Bagan Proses Penciptaan Ide Studi Literatur Eksplorasi - Observasi - Dokumentasi - Pemilihan Media - Teknik Improvisasi Perancangan Bentuk Proses Pembentukan
