UKDW BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
- Deddy Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Trend akik yang terjadi pada awal 2013 menyebabkan pertumbuhan bisnis batu, salah satunya adalah permata. Berbeda dengan akik, permata merupakan batu mulia yang memiliki harga jual tinggi. Menurut Kay (1964:32) batu yang diklasifikasikan sebagai permata adalah batu dengan tingkat kekerasan di atas 7,00 Skala Mohs. Jenis-jenis permata yang banyak dikenal antara lain adalah berlian, safir, dan mirah. Usaha permata sangat menjanjikan, nilai jual permata selalu naik karena sumber daya permata sangat terbatas. Mulia (2014:2) menyatakan bahwa menjalankan bisnis pemata secara konvensional sangat baik terlebih jika berlokasi di dekat pusat perbelanjaan. Di Yogyakarta, TIM Gems & Carats merupakan salah satu penjual permata yang sering mengadakan pameran di pusat perbelanjaan. TIM Gems & Carats merupakan bagian dari TIM Antique Gallery yang mulai mengikuti pameran sejak trend batu di Indonesia awal tahun Produk yang dijual adalah permata dan perhiasan perak. Lokasi pameran yang pernah diikuti antara lain Jogja Expo Center (JEC), Jogja City Mall, Galleria Mall, dan Hartono Mall Jogja. TIM Gems & Carats menggunakan etalase kaca tipe counter pada saat pameran. Produk yang didisplay adalah permata dalam bentuk loose stone dan permata yang sudah berupa cincin. Kebanyakan dari permata sudah disertifikasi, sertifikasi dapat digunakan sebagai bukti keaslian permata. Setiap pengunjung yang melihat-lihat permata cenderung ingin memeriksa sendiri permata yang diinginkan. Alasan pengunjung memeriksa permata adalah untuk mengetahui keaslian dan kualitas permata. Namun banyak pengunjung yang sedang memeriksa permata tidak sengaja menjatuhkan permata saat proses memeriksa permata. Hal ini terjadi pada saat pengunjung membuka wadah permata karena tutup wadah sulit dibuka atau saat memeriksa dengan penlight dan lup karena permukaan permata licin. Kejadian seperti ini menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran 1
2 pada pengunjung dan penjual karena permata dapat pecah atau retak. TIM Gems & Carats selama ini sudah memberikan penerangan tambahan pada display agar pengunjung yang ingin melihat keaslian dan kualitas permata tidak perlu mengambilnya. Penlight sebagai sarana yang paling sering digunakan untuk memeriksa permata justru menjadi salah satu penyebab permata terjatuh karena pengunjung kerepotan saat memegang penlight dan permata di kedua tangan, terutama saat mengganti posisi tangan ketika berpindah dari menyinari bagian atas permata ke bagian bawah permata. Sedangkan kemasan yang saat ini digunakan dapat membuat permata jatuh karena sistem buka tutup dengan cara ditekan menimbulkan hentakan saat wadah dibuka. Hal ini tidak sesuai dengan yang dikatakan oleh Klimchuk (2007:51) bahwa kemasan harus memenuhi faktor keamanan. Selain itu kemasan juga dapat menjadi ciri khas suatu produk atau perusahaan. Kemasan permata yang baik dapat meningkatkan tampilan permata menjadi lebih indah. Sarana berupa penlight tidak dapat menyelesaikan permasalah tersebut secara tuntas karena penlight tidak dapat mencegah permata terjatuh saat membuka wadah. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pengunjung tidak diperbolehkan untuk menyentuh permata. Oleh karena itu sarana yang dibutuhkan harus tetap memiliki fungsi yang dibutuhkan permata yaitu cahaya untuk memeriksa serat, wadah khusus permata agar tidak retak atau pecah baik waktu didisplay dan disimpan, serta mampu menampilkan nilai jual permata Rumusan Masalah Hasil dari penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan di atas adalah menggunakan penlight saat memeriksa permata dan membuka wadah permata dapat menyebabkan risiko terjatuhnya permata. Hal tersebut mengakibatkan kerugian materil baik bagi pengunjung yang menjatuhkan dan penjual. Bagaimana cara mendisplay dan mengemas permata agar kebutuhan pengunjung untuk memeriksa keaslian dan kualitas permata terpenuhi tanpa 2
3 menyentuh permata? 1.3. Batasan Masalah Digunakan untuk permata dengan diameter maksimal 4 cm. Digunakan untuk memo (gems card), bukan sertifikat. Mampu memperlihatkan serat-serat pada permata Tujuan dan Manfaat Tujuan sarana yang diusulkan di atas adalah: Merancang sarana berupa kemasan yang dapat digunakan untuk melihat keaslian dan kualitas permata menggunakan pencahayaan tanpa menyebabkan permata terjatuh. Manfaat sarana yang diusulkan di atas adalah: Pengunjung tidak perlu menyentuh permata untuk memeriksa keaslian dan kualitas permata 1.5. Metode Desain Permata tidak terjatuh saat tutup wadah dibuka Menjadi identitas dari TIM Gems & Carats Metode desain yang digunakan adalah: Penelitian kualitatif (etnografi) Ulrich (2000) menjabarkan fase pengembangan konsep yang disebut dengan front-end process. Jarang seluruh proses pengembangan secara logis terjadi secara berurutan, menyelesaikan setiap aktivitas sebelum memulai tahapan berikutnya. Kenyataannya seringkali terjadi tumpang tindih dalam satu waktu yang menyebabkan kadang dibutuhkan pengulangan ke proses sebelumnya karena adanya informasi atau hasil baru. 3
4 (CDP) adalah: Aktivitas yang dilakukan selama Concept Development Process Gambar 1.1. Alur Concept Development Process (CDP) 1. Identifying customer needs Sumber: Ulrich Tujuan dari aktivitas ini adalah memahami kebutuhan pengguna. Hasil dari tahap ini adalah pernyataan kebutuhan yang dikonstruksikan secara hati-hati. Cara-cara yang dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna adalah: Pengamatan dilakukan di lokasi pameran permata untuk melihat perilaku dan kebiasaan penjual maupun pengunjung pameran terutama saat memeriksa permata, sehingga dapat diperoleh beberapa potensi desain. Pengumpulan data lapangan Ikut serta dalam pameran baik secara langsung dan tidak langsung untuk mengetahui permasalahan dan jawaban yang dicari, disertai wawancara user untuk mengetahui sudut pandang dari user. Wawancara dengan ahli Wawancara dengan gemologist, orang yang mempelajari dan telah memempuh pendidikan ilmu material permata, alami dan buatan. 2. Establishing target specifications Menentukan hal-hal spesifik yang dibutuhkan pada produk secara tepat. Target ditentukan pada awal proses dan menjadi patokan konsep ke depannya. Hasil dari tahap ini adalah daftar spesifikasi target (batasan produk). 4
5 3. Concept generation Tujuan dari turunan konsep adalah untuk mengeskplorasi konsepkonsep produk yang mungkin dibutuhkan. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan SCAMPER. 4. Concept selection Seleksi konsep dengan cara menganalisa bermacam-macam konsep yang kemudian dieliminasi untuk menghasilkan konsep yang paling menjanjikan. Proses ini membutuhkan beberapa kali pengulangan dan mungkin tambahan konsep. 5. Concept testing Menguji konsep yang dipilih sudah memenuhi kebutuhan, melihat potensi pasar dari produk, dan mengidentifikasi kelemahan yang akan diperbaiki pada pengembangan berikutnya. 6. Setting final specifications Spesifikasi target yang telah ditentukan di awal proses direvisi setelah konsep dipilih dan diuji. Pertimbangan konsep produk dilakukan berdasarkan biaya pembuatan dan performa. 7. Project planning Pada tahap akhir pengembangan konsep ini, dibuat jadwal pengembangan, strategi untuk meminimalisasi waktu pengembangan, dan mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. 8. Economic analysis Membuat sebuah model ekonomis dari produk baru. Model digunakan untuk menilai keberlanjutan dari keseluruhan program pengembangan, seperti biaya pengembangan dan biaya produksi. 9. Benchmarking / competitive products Memahami produk saingan (produk sejenis) merupakan hal yang menentukan kesuksesan penempatan produk dan dapat menjadi sumber ide untuk produk dan proses desain. 10. Modelling & prototyping Proses pembuatan model dan prototype yang dilibatkan dalam setiap 5
6 tahap untuk mempermudah proses pengembangan dan melihat kemungkinan yang terjadi selama pembuatan produk. 6
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting karena lewat membaca seseorang dapat mengenali dunia luar. Membaca sebagai salah satu kegiatan pendorong ilmu pengetahuan
UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Traveling merupakan sebuah kegiatan perjalanan ke suatu tempat. Seorang traveler yang berprofesi sebagai fotografer gemar memotret di lokasi tempat mereka tinggal atau
(Concept Development)
Pengembangan Konsep (Concept Development) Aktivitas pada proses pengembangan konsep : - Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan (Identifying customer needs) - Menetapkan spesifikasi target (Establishing target
BAB II LANDASAN TEORI. skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di
BAB II LANDASAN TEORI Perdagangan Internasional Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Alur Pemecahan Masalah Gambar 3.1 Alur Pemecahan Masalah 87 Studi kepustakaan dilakukan yakni dengan mempelajari pengetahuan teoritis dan non teoritis yang berkaitan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan dan Pengembangan Konsep Produk 2.1.1 Desain Adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisa, menilai, dan menyusun suatu sistem (fisik/ nonfisik) yang optimum
Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak by webmaster - Tuesday, January 05, 2016 http://anisam.student.akademitelkom.ac.id/?p=123 Menurut IEEE, Pengembangan software (software engineering ) adalah :
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MAHASISWA TERPADU DI STIKI MALANG BERDASARKAN KERANGKA KERJA RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MAHASISWA TERPADU DI STIKI MALANG BERDASARKAN KERANGKA KERJA RAPID APPLICATION DEVELOPMENT Eka Widya Sari 1) 1) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Informatika
Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom
Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom Abstraks System informasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan bisnis suatu perusahaan atau organisasi modern. Sehingga system informasi
UKDW. BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bus sebagai salah satu transportasi yang sering digunakan ketika berlibur, terkadang justru memberikan perasaan tidak nyaman bagi travellers. Penyebabnya beragam, salah
Bab 3. Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian Penelitian dimulai dengan melakukan studi pendahuluan untuk dapat merumuskan permasalahan berdasarkan pengamatan terhadap kondisi obyek yang diamati. Berdasarkan permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN. commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tahun 1995 merupakaan awal dimulainya transaksi dengan menggunakan e- commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh sejak pertengahan
METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dibahas mengenai tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan penelitian beserta penjabaran singkat mengenai tahapan tahapan yang dilakukan. Berikut ini
BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan efisiensi kerja para staf estimator untuk melakukan proses estimasi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konstruksi bangunan adalah suatu proses perakitan material bangunan untuk membentuk suatu bangunan. Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan yang bergerak di bidang
USULAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK ASBAK DI RESTORAN CHAKRA
USULAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK ASBAK DI RESTORAN CHAKRA Dino Caesaron 1, Samuel 2 1,2 Program Studi Teknik Industri, Universitas Bunda Mulia, Jl. Lodan Raya No. 2, Ancol, Jakarta ABSTRAK Perusahaan
Proyek Pengembangan Sistem Informasi
Modul ke: Proyek Pengembangan Sistem Informasi Mahasiswa mampu melakukan analisa terhadap system yang berjalan dan memberikan masukan untuk pengembangan system berkelanjutan. Materi pembelajaran meliputi:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini dunia usaha dihadapkan pada suatu era globalisasi dimana banyak orang mulai memanfaatkan media internet sebagai sarana untuk membangun website online.
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( 2 nd week) Siklus Hidup Perangkat Lunak (SWDLC) RAHMAD HIDAYAH /41813120037 FASILKOM / SISTEM INFORMASI DOSEN : WAHYU HARI HAJI, S.Kom, MM Siklus Hidup Perangkat Lunak (Software
PROJECT TIME MANAGEMENT PAKET APLIKASI SEKOLAH (PAS) SMK
PROJECT TIME MANAGEMENT PAKET APLIKASI SEKOLAH (PAS) SMK Disusun oleh: Muhammad Faris Musthafa 5113100131 Ahmad Zaki 5113100155 Teknik Pengembangan: Prototyping Cara kerja: 1. Developer menganalisis kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai aktivitas dalam kehidupan manusia mengalami evolusi. Berbagai aktivitas mengalami perubahan dari cara konvensional
PENDAHULUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
PENDAHULUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI Pengembangan Sistem Pengembangan sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System Development) Pengembangan sistem didefinisikan sebagai
MODEL RAD. Pengertian
MODEL RAD Pengertian Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh PT. Matab Servikatama untuk memajukan perusahaan tersebut dalam bidang akuntansi. Cara mempermudah pelaporan
BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Wahana Kristal Abadi adalah perusahaan yang bergerak didalam usaha penjualan batu kristal yang berlokasi di Jl. Agung Utara Raya Blok VII No. 9 Sunter Agung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerajinan merupakan salah satu bagian dari seni rupa yang sudah ada sejak lama. Kita diperkenalkan dengan kerajinan dan seni rupa sejak kita memulai pendidikan. Kerajinan
Sampaikan pertanyaan dan masukan Anda di Forum TI, di bagian Kerja Praktik I.
PENGUMUMAN Sampaikan pertanyaan dan masukan Anda di Forum TI, di bagian Kerja Praktik I. PANDUAN KERJA PRAKTIK I (63B075) 1. PENDAHULUAN Kerja Praktik I merupakan kegiatan pendidikan aplikasi integral
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada Era Global sekarang ini, sistem basis data sudah menjadi satu hal yang paling penting dan menjadi sorotan utama di dunia. Banyak sekali hal yang terpengaruh oleh
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Business Model Menurut Alan Afuah business model adalah kumpulan aktivitas yang telah dilakukan sebuah perusahaan, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan
PERANCANGAN PRODUK. Chapter 4. Gasal 2014
PERANCANGAN PRODUK Chapter 4 Gasal 2014 Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya e-mail : [email protected] Blog : http://debrina.lecture.ub.ac.id/ 6/10/2014 Perancangan Produk - Gasal
BAB II LANDASAN TEORI. karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan Menurut Stair (2010:5), data adalah fakta atau kenyataan, contoh: nomor karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau
Metode-Metode Pengembangan Desain Aplikasi
Metode-Metode Pengembangan Desain Aplikasi a. Model Waterfall Model waterfall mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan software yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat dan kemajuan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan persaingan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan persaingan yang semakin global saat ini, menuntut setiap individu masyarakat untuk mampu mengembangkan
KRITERIA KEBERHASILAN SUATU PROYEK
KRITERIA KEBERHASILAN SUATU PROYEK MAKALAH MANAJEMEN PROYEK Diajukan untuk memenuhi persyaratan kelulusan Matakuliah TI-4806 Manajemen Proyek Disusun oleh: Nama: Andrian Irawan NIM: 1410003 DEPARTEMEN
SDLC Concepts. Muhammad Yusuf D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo
SDLC Concepts Muhammad Yusuf D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo Http://yusufxyz.wordpress.com Email: [email protected] IVS Task Group Produk terdiri dari : hardware, software, dokumentasi,
Pertemuan 3 Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
Pertemuan 3 Metodologi Pengembangan Sistem Informasi Tujuan : 1. Memahami metodologi pengembangan sistem (System Development) yang sesuai untuk sebuah proyek. 2. Memahami tugas-tugas yang perlu dilaksanakan
UKDW BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk keperluan konstruksi. Kebutuhan kayu yang terus meningkat dan potensi hutan yang terus berkurang menuntut penggunaan kayu secara
BAB I PENDAHULUAN. Penjadwalan merupakan kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penjadwalan merupakan kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat membantu dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Terlebih lagi sebuah instansi atau
Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution Oleh : Shelly Atriani Iskandar P056121981.50 KELAS R50 PROGRAM PASCA SARJANA
METODOLOGI PENGEMBANGAN SOFTWARE
REKAYASA PERANGKAT LUNAK LANJUT METODOLOGI PENGEMBANGAN SOFTWARE Defri Kurniawan M.Kom Content Software Process Software Life Cycle Software Development Process System Development Life Cycle (SDLC) Metodologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Industri farmasi diwajibkan menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.43/MENKES/SK/II/1988 tentang CPOB dan Keputusan
KATA PENGANTAR Pusat Perbelanjaan Batu Permata di Denpasar Bali
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Pusat Perbelanjaan Batu Permata di Denpasar Bali
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan 3 Sistem Informasi Manajemen Komputer: Pengertian Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Latar Belakang Latar
BAB 1 PENDAHULUAN. akan informasi, dan yang mendapatkan informasi dengan cepatlah yang akan dapat
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini arus informasi mengalir dengan begitu derasnya, semua orang butuh akan informasi, dan yang mendapatkan informasi dengan cepatlah yang akan dapat bertahan.
Systems Development Life Cycle (SDLC)
Systems Development Life Cycle (SDLC) OPINI 28 September 2010 14:04 Dibaca: 3263 Komentar: 2 0 SDLC (Systems Development Life Cycle) dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak adalah proses pembuatan
BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Penyakit pada kucing, seringkali membuat pemiliknya merasa bingung karena kurangnya pengetahuan pemilik tentang penyakit binatang tersebut. Permasalahan yang sering
2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.
2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun aplikasi, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar teori yang digunakan. Dasar-dasar teori tersebut digunakan sebagai landasan
BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Produk
BAB I PENDAHULUAN Semua organisasi mempunyai maksud dan tujuan. Mereka membuat dan menjual berbagai produk atau menawarkan jasa-jasa tertentu. Organisasiorganisasi perusahaan harus selalu menyesuaikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek adalah aktivitas sementara dari personil, material, serta sarana untuk menjadikan/mewujudkan sasaran-sasaran proyek dalam kurun waktu tertentu yang kemudian
PERANCANGAN KONSEP KURSI KANTOR BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN DAN STUDI PERBANDINGAN PRODUK PESAING
PERANCANGAN KONSEP KURSI KANTOR BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN DAN STUDI PERBANDINGAN PRODUK PESAING Oleh: I Wayan Sukania [email protected] [email protected] Staf Pengajar Program
http://www.brigidaarie.com INPUT [ Source ] [ Requirements ] Process ACTIVITIES (TASKS), CONSTRAINTS, RESOURCES PROCEDURES TOOLS & TECHNIQUES OUTPUT [ Results ] [ Product ] [ Set of Goals ] [ Standards
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi seperti sekarang ini, tidak dapat di pungkiri lagi peranan teknologi informasi yang semakin berkembang luas dan hampir menguasai seluruh aspek
BAB IV. KONSEP RANCANGAN
BAB IV. KONSEP RANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS Dalam tataran lingkungan, produk rancangan yang dibuat dengan memanfaatkan limbah kayu palet secara maksimal. Palet kayu biasa digunakan sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia teknologi informasi bergerak sedemikian cepat. Dalam konteks global, teknologi informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai
Teknik Informatika S1
Software Process(2) Teknik Informatika S1 Rekayasa Perangkat Lunak 1. Linear Sequential Model 1. Waterfall Model 2. V Model 3. RAD Model 2. Prototyping Model 3. Evolutionary Model 1. Incremental Model
GEDUNG PAMER DAN LAYANAN PURNA JUAL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vespa adalah sebuah kendaraan yang memiliki daya tarik tersendiri dari bentuknya yang khas. Vespa juga memiliki salah satu inspirasi bagi perkembangan teknologi transportasi
SDLC SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE. Materi ke-2. Pengembangan Sistem Informasi 5KA28 // 4KA14
SDLC SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE Materi ke-2 Pengembangan Sistem Informasi 5KA28 // 4KA14 PENGEMBANGAN SISTEM METODE PENGEMBANGAN SISTEM Banyak metode pengembangan sistem yang tersedia Metode yang paling
TUGAS MANAJEMEN PROYEK I SOFTWARE ENGINEERING
TUGAS MANAJEMEN PROYEK I SOFTWARE ENGINEERING Disusun oleh : M. IBNUSARIFUDIN N.D I1A005058 BAHRUDIN IBNU S AJI HENDA WIRADIPUTRA I1A005062 I1A005031 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
Manajemen Proyek. Bima Cahya Putra, M.Kom
Modul ke: 14 Fakultas FASILKOM Manajemen Proyek Sistem Informasi Proyek merupakan sebagai usaha sementara yang dilakukan untuk menciptakan produk layanan, unik atau hasil. Tujuan proyek mendefinisikan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan adalah kekayaan warisan yang harus tetap dijaga, dan dilestarikan dengan tujuan agar kebudayaan tersebut bisa bertahan terus menerus mengikuti perkembangan
BABI PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan sistem informasi (TI/SI) memberikan
1 BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan sistem informasi (TI/SI) memberikan dampak pada berkembangnya proses bisnis. Proses bisnis dengan dukungan TI dapat dilaksanakan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Segala aktivitas manusia selalu dikaitkan dengan teknologi untuk mempercepat dan memaksimalkan
BAB 1 PENDAHULUAN. bervariasi pula jenis makanan yang ditawarkan pada konsumen, sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis bidang kuliner di Indonesia semakin maju dari masa ke masa. Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman yang telah mencapai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari Tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca
PROJECT TIME MANAGEMENT (MANAJEMEN WAKTU PROYEK BAG.1) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK)
PROJECT TIME MANAGEMENT (MANAJEMEN WAKTU PROYEK BAG.1) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia SUF MPPL 2014 Definisi Manajemen
SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI
SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI FIRDAUS SOLIHIN UNIVERSITAS TRUNOJOYO SIKLUS HIDUP SDLC (Software Development Life Cycle) Fase atau tahapan yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara dan menggunakan
BAB II URAIAN TEORITIS. Display Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Pada Batik Kemukten.
BAB II URAIAN TEORITIS A. Peneliti Terdahulu Handayani Srimurni (2007) skripsi berjudul Peranan Kebijakan Display Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Pada Batik Kemukten. Tujuan penelitian ini adalah
3.1. MATERI 1 - GAMBAR DAUN
BAB 3: TANAMAN POHON Dalam proses belajar menggambar, umumnya dapat dimulai dengan belajar menggambar alam benda yang ada di sekitar kita dan yang paling dekat dan sering di temui adalah tanaman pohon,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan adalah pengembangan model (Research and Development). Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang peranan
ANALISIS, DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI
ANALISIS, DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI Cobalah untuk tidak menjadi seorang orang yang sukses, tetapi menjadi seorang yang bernilai, Albert Einstein Dosen: Heru Prasetyo, Mkom DEFINISI DATA:
BAB V PENUTUP. Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Desain Interior Pusat Komunitas Jeep di Sentul dengan Konsep Army Look
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Freelancer adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada klien dalam jangka waktu yang panjang. Kebanyakan freelancer memulai usahanya dengan modal
BAB 1 PENDAHULUAN. dimilikinya. Binus International merupakan salah satu universitas yang dikelola
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bina Nusantara merupakan salah satu institusi pendidikan swasta yang ada di Indonesia yang menawarkan berbagai program studi kepada pelajar-pelajar yang ingin mengembangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Ditahapan desain penelitian dilakukan : 1. Studi Literatur dengan cara mengumpulkan data guna mempelajari dan memahami materi penelitian baik dari buku,
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan 11: Pengembangan Sistem Informasi Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Metodologi Pengembangan Sistem System Development Life Cycle (SDLC)
DESAIN PEMBENTUKAN DAN PENGIKATAN BATU MULIA
DESAIN PEMBENTUKAN DAN PENGIKATAN BATU MULIA Batu mulia merupakan pengertian umum yang mencakup batuan ataupun mineral yang jika telah mengalami pengolahan akan menampakan keindahan sehingga mempunyai
Review of Process Model. SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina*
Review of Process Model SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina* Beberapa Model Proses RPL Linear Sequential Model Evolutionary Software Process Model Incremental Model Spiral Model
Pendekatan-Pendekatan Pengembangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom
Pendekatan-Pendekatan Pengembangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom Abstraks Pengembangan sistem telah berkembang sesuai kebutuhan dan kecepatan pengembangan sistem yang diinginkan oleh pengembang sistem atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Layanan jasa profesional atau biasa disebut Professional Services berkemban g menjadi pasar yang menjanjikan pada era sekarang ini. Bidang usaha ini berkembang karena
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Untuk memecahkan dan membahas permasalahan yang terjadi peneliti menggunakan penelitian deskriptif atau survey dengan metode penelitian studi kasus.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat karena sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dunia bisnis, usaha, pemerintahan,
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
Bekerja dengan Model Pertama
BAB 15 PROTOTIPE Bekerja dengan Model Pertama 15.1. PENDAHULUAN Siapapun yang pernah menyelesaikan proyek software akan sependapat, bahwa masalah pertama adalah memperoleh kebutuhan dari user. Permasalahan
MINGGU 6. Proses Perancangan. Suzan Agustri
MINGGU 6 Proses Perancangan Siklus Hidup Software Prototype Skenario Interface Design Proyek Aplikasi AGENDA SIKLUS HIDUP SOFTWARE Suatu proses perancangan atas program yang akan dibangun untuk mendapatkan
BAB 15 PROTOTIPE. Bekerja dengan Model Pertama
BAB 15 PROTOTIPE Bekerja dengan Model Pertama 15.1. PENDAHULUAN Siapapun yang pernah menyelesaikan proyek software akan sependapat, bahwa masalah pertama adalah memperoleh kebutuhan dari user. Permasalahan
BAB 15 PROTOTIPE. Bekerja dengan Model Pertama
BAB 15 PROTOTIPE Bekerja dengan Model Pertama 15.1. PENDAHULUAN Siapapun yang pernah menyelesaikan proyek software akan sependapat, bahwa masalah pertama adalah memperoleh kebutuhan dari user. Permasalahan
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. ruang tertentu. Untuk mempermudah dalam pem-bacaan informasi.
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Piktogram Dalam perancangan ulang panduan arah terpadu menggunakan piktogram sebagai salah satu unsur identitas untuk mewakili / melambangkan dari objek / ruang tertentu.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi saat ini memiliki peranan yang sangat penting di segala bidang dan aspek kehidupan baik dalam dunia bisnis, politik hingga perekonomian. Hal ini
Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan Sistem Informasi Tujuan Menjelaskan definisi pengembangan sistem dan fase dan kegiatan pada system development lifecycle (SDLC) Menjelaskan perbedaan antara model, teknik, dan metodologi pengembangan
TUGAS KULIAH MANAJEMEN PROYEK
TUGAS KULIAH MANAJEMEN PROYEK SOFTWARE ENGINEERING Oleh: Setyo Bayu P I1A004016 Dwi Ary Asmoro I1A005006 Saputro Arif W. I1A004022 Dimas Noly I1A005010 Ramadhian Fitria D. I1A004054 Ahmad Taufik H I1A005016
BAB 6 METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM
BAB 6 METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM Konsep siklus hidup cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang menjadi matang dan akhirnya mati. Pola ini juga berlaku untuk berbasis komputer seperti
