BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Ade Tedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang harus diwujudkan sebagai salah satu unsur kesejahteraan masyarakat, sesuai yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Dalam hal ini, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan obat merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Indonesia sebagai negara yang rawan wabah penyakit dan bencana alam memerlukan kebijakan khusus dari pemerintah dalam mengelola persediaan obat. Mengingat wabah penyakit dan bencana alam yang tidak dapat diprediksi kedatangannya, ketersediaan obat yang cukup untuk masyarakat harus terjamin setiap waktu. Salah satu upaya yang dapat ditempuh pemerintah dalam menjaga ketersediaan obat adalah dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan farmasi. Dalam kerja sama ini, perusahaan farmasi harus senantiasa memiliki persediaan obat sesuai dengan kebutuhan pemerintah. Persediaan obat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pada keadaan darurat. Pada kerja sama tersebut digunakan sistem Vendor Managed Inventory (VMI), yaitu perusahaan farmasi menyimpan sejumlah obat yang telah dipesan oleh pemerintah. Selain menyediakan obat untuk pemerintah, perusahaan farmasi tetap melakukan produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, untuk menanggulangi adanya pengeluaran biaya yang terlalu 1
2 2 banyak, penting bagi perusahaan farmasi untuk melakukan manajemen persediaan (inventory) obat. Manajemen persediaan (inventory) memegang peranan penting dalam pengaturan stok barang suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan fungsi manajemen persediaan dalam menentukan kebijakan, kegiatan, dan prosedur yang tepat untuk memperoleh jumlah stok barang yang optimal setiap waktu. Stok barang yang optimal ditentukan berdasarkan tujuan dari manajemen persediaan, seperti kepuasan pelanggan atau meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Dalam skripsi ini, akan dibahas mengenai manajemen inventori yang bertujuan untuk meminimumkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pada sebagian besar manajemen persediaan yang ada, diasumsikan bahwa barang tidak memiliki batas waktu layak pakai. Namun, pada pelayanan kesehatan beberapa barang, seperti darah dan obat-obatan, memiliki masa kadaluwarsa. Obatobatan sebagai penunjang kesehatan senantiasa dibutuhkan setiap waktu. Akibatnya, manajemen persediaan sangat diperlukan dalam menentukan waktu ataupun jumlah obat dalam penyimpanan, mengingat masa layak pakainya yang terbatas. Terbukti dengan banyaknya penelitian pada manajemen persediaan untuk barang dengan masa kadaluwarsa seperti obat. Lebih lanjut, hal ini memotivasi penulis untuk membahas mengenai salah satu model yang digunakan dalam manajemen persediaan, yaitu model Economic Production Quantity (EPQ). Dengan asumsi jumlah permintaan konstan pada setiap periode, model ini dapat digunakan untuk menentukan jumlah produksi barang yang optimal, sehingga biaya yang dikeluarkan minimum. Pada kerja sama antara perusahaan farmasi dengan pemerintah dengan sistem VMI, perusahaan harus menyediakan sejumlah obat setiap waktu sesuai permintaan yang telah ditentukan. Artinya, asumsi pada model Economic Production Quantity (EPQ) terpenuhi, sebab jumlah permintaan pemerintah terhadap perusahaan konstan. Akibatnya, Economic Production Quantity (EPQ) menjadi model yang sesuai dalam manajemen persediaan obat pada perusahaan farmasi. Sebagian besar model pada manajemen persediaan menggunakan asumsi barang tahan lama (tidak ada batas layak pakai), begitu pula dengan model Eco-
3 3 nomic Production Quantity (EPQ). Oleh karena itu, penggunaan model Economic Production Quantity (EPQ) pada persediaan obat memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Terlebih pada kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan farmasi dibutuhkan sejumlah obat yang senantiasa tersedia di gudang setiap waktu. Dalam skripsi ini akan dibahas dua model EPQ pada persediaan obat, yaitu EPQ klasik yang disesuaikan untuk persediaan obat (memiliki batas waktu layak pakai) dan EPQ yang dimodifikasi untuk persediaan obat dengan kendala jumlah minimum. Penyesuaian model EPQ dilakukan dengan membagi model menjadi beberapa kasus berdasarkan waktu dan banyak produksi untuk menjaga ketersediaan volume minimum obat. Model EPQ ini akan menghasilkan jumlah optimal produksi sedemikian hingga biaya produksi minimum. Selanjutnya, dilakukan implementasi kedua model pada data perusahaan yang telah dimiliki. Melalui implementasi ini, dapat dibandingkan efektifitas dua model yang dibentuk dalam menentukan jumlah produksi obat agar biaya minimum. Pembahasan dalam skripsi ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai manajemen persediaan obat untuk keadaan darurat yang belum dimiliki oleh Indonesia Rumusan Masalah Berkaitan dengan penjabaran pada latar belakang, pokok bahasan pada tulisan ini meliputi : 1.) Menjabarkan penggunaan model Economic Production Quantity (EPQ) beserta modifikasinya pada manajemen persediaan obat-obatan dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum. 2.) Mempelajari hasil dari modifikasi model EPQ. 3.) Melakukan implementasi dari data yang dimiliki pada model Batasan Masalah Pada skripsi ini, pembahasan terbatas pada persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum yang hanya melibatkan satu perusahaan
4 4 saja. Selain itu, hanya akan dibahas persediaan untuk satu jenis obat dengan tingkat penurunan efektifitas selama penyimpanan diabaikan. Persoalan manajemen persediaan tersebut diformulasikan ke dalam model Economic Production Quantity (EPQ) dengan penyesuaian terhadap masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum. Hasil penyesuaian model EPQ tersebut adalah model EPQ klasik dengan tambahan batas waktu obat berada di gudang dan model EPQ yang dimodifikasi untuk kendala volume minimum yang cukup besar. Dari kedua model EPQ tersebut akan diperoleh jumlah optimal produksi, sehingga didapat biaya yang minimum. Gambaran lebih detail mengenai perbandingan kedua model EPQ di atas akan diperoleh melalui implementasi pada data suatu perusahaan obat Tujuan dan Manfaat Penelitian Penulisan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Strata Satu Program Studi Matematika Universitas Gadjah Mada. Di samping itu, penulisan dilakukan untuk mengaplikasikan wawasan penulis selama menempuh pendidikan Strata Satu Program Studi Matematika dalam masalah di dunia nyata. Skripsi ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pembaca bahwa matematika dapat digunakan sebagai sarana untuk memecahkan berbagai persoalan di kehidupan nyata. Salah satu permasalahan yang dapat dipecahkan dengan matematika adalah masalah manajemen persediaan obat untuk menentukan jumlah produksi suatu perusahaan farmasi yang bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi situasi darurat wabah/bencana. Manajemen persediaan obat dilakukan dengan menggunakan model Economic Production Quantity (EPQ), sehingga diperoleh ketersediaan obat setiap waktu dengan biaya minimum Tinjauan Pustaka Penulisan tugas akhir ini merujuk pada jurnal utama yang berjudul Perishable Inventory Management System with A Minimum Volume Constraint (2011) yang disusun oleh Shen, Dessouky, dan Ordonez. Jurnal tersebut membahas mengenai penggunaan model Economic Production Quantity (EPQ) dan modifikasinya untuk manajemen persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume
5 5 minimum. Cakupan masalah dalam jurnal tersebut terbatas pada persediaan satu jenis obat yang diproduksi oleh satu perusahaan farmasi yang bekerja sama dengan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan obat dalam menghadapi keadaan darurat, seperti wabah penyakit atau bencana alam. Jumlah obat yang diproduksi mengindikasikan pentingnya manajemen persediaan pada perusahaan farmasi agar tidak terjadi kerugian. Hal ini seperti yang disampaikan Waters dalam Inventory Control and Management (2003), bahwa manajemen persediaan memiliki tanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan pada pengaturan stok barang suatu perusahaan. Pemahaman mengenai manajemen persediaan dan penjelasan mengenai model Economic Production Quantity (EPQ) klasik bersumber pada buku Quantitative Analysis for Management (2012) yang ditulis oleh Render, Stair Jr., dan Hanna. Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa model EPQ sebagai perkembangan dari model Economic Ordering Quantity (EOQ) bertujuan untuk meminimumkan pengeluaran perusahaan, sehingga dapat ditentukan jumlah optimal produksi yang harus dilakukan. Lebih lanjut, dalam Quantitative Methods in Supply Chain Management (2012) Christou menjelaskan pembentukan model EPQ dengan menghitung jumlah inventori setiap waktu untuk menentukan biaya produksi dan penyimpanan barang. Kemudian, dibentuk fungsi total biaya yang selanjutnya diminimumkan untuk mendapatkan jumlah optimal produksi. Dalam meminimumkan fungsi total biaya, perlu pemahaman mengenai masalah optimisasi terlebih dahulu. Dalam An Introduction to Optimization (2008), Chong, Żak menjelaskan bahwa masalah optimisasi dapat diselesaikan dengan turunan pertama dan kedua. Turunan pertama digunakan untuk menentukan titik stasioner dari fungsi yang dioptimalkan, sedangkan turunan kedua digunakan untuk memastikan bahwa titik stasioner tersebut merupakan titik optimal. Masalah optimisasi yang dibahas dikhususkan pada masalah meminimumkan. Lebih lanjut, Bazaraa, Sherali dan Shetty dalam Nonlinear Programming Theory and Algorithm (2006) menjelaskan mengenai fungsi konveks. Jika fungsi yang akan dioptimalkan (diminimumkan) adalah fungsi konveks, maka cukup digunakan turunan pertama untuk menentukan titik optimalnya. Pemahaman inilah yang selanjutnya diguna-
6 6 kan untuk menyelesaikan masalah optimisasi dalam model EPQ. Dalam disertasi Shen yang berjudul Routing and Inventory Model for Emergency Response to Minimize Unmet Demand (2008) dibahas mengenai pembentukan model EPQ beserta modifikasinya untuk persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum secara mendetail. Dikemukakan proposisi mengenai penggunaan model dasar EPQ untuk memperoleh jumlah optimal produksi pada persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum agar biaya minimum. Selain itu, dijelaskan pula secara detail mengenai pembentukan modifikasi dari model EPQ yang digunakan pada persediaan obat dengan kendala volume minimum yang cukup besar. Selanjutnya, berdasarkan Sager dan Socolar (2002) dalam Windfall Profits Despite Discounted Price: Small Manufacturing Cost for Cipro Yields Estimated $70 Million Windfall dilakukan implementasi data Perusahaan Bayer yang memproduksi antibiotik Cipro pada model yang telah terbentuk Metode Penelitian Dalam skripsi ini digunakan metode studi literatur dengan cara membedah jurnal mengenai manajemen persediaan barang dengan masa kadaluwarsa yang terkait dengan model Economic Production Quantity (EPQ). Kemudian, penulis melakukan studi mengenai masalah optimisasi, manajemen persediaan, dan model EOQ serta EPQ. Selanjutnya, penulis mempelajari pembentukan modifikasi model EPQ. Selain itu, dipelajari pula penyusunan fungsi biaya beserta cara meminimumkannya dari model EPQ dan modifikasinya yang telah terbentuk. Pada tahapan berikutnya, model EPQ dan modifikasinya yang telah tersusun diimplementasikan pada data suatu perusahaan farmasi. Selain langkah-langkah yang disebutkan di atas, juga dilakukan konsultasi dan diskusi secara rutin kepada dosen pembimbing tugas akhir.
7 Sistematika Penulisan Penulisan skripsi ini dilakukan dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bagian ini dilakukan pembahasan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penulisan skripsi, tinjauan pustaka, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi. BAB II DASAR TEORI Pembahasan pada dasar teori meliputi teori-teori yang berhubungan dengan pemodelan dan penyelesaian manajemen persediaan yang dibahas dalam skripsi ini, diantaranya model optimisasi, masalah optimisasi tanpa kendala, optimisasi fungsi konveks, dan model inventori yang meliputi model EOQ serta EPQ. BAB III MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY UNTUK MANA- JEMEN PERSEDIAAN OBAT Pada bab ini dijabarkan notasi dari variabel-variabel dalam manajemen persediaan obat di perusahaan farmasi. Selain itu, dijabarkan pula proses penyesuaian model EPQ klasik dan pembentukan modifikasi model EPQ untuk persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum guna menentukan jumlah optimal produksi obat sehingga biaya minimum. Lebih lanjut, dilakukan pula implementasi model pada data suatu perusahaan farmasi yang memproduksi antibiotik untuk penyakit antraks. Hasil implementasi dapat digunakan untuk membandingkan efektifitas kedua model dalam menghasilkan total biaya yang minimum. BAB IV PENUTUP Pada bagian ini dipaparkan kesimpulan dari kedua model EPQ pada manajemen persediaan obat dengan masa kadaluwarsa dan kendala volume minimum di perusahaan farmasi. Selanjutnya, diberikan pula saran serta rekomendasi untuk penelitian berikutnya.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada suatu eksperimen atau pengamatan terhadap suatu keadaan, pengambilan data merupakan salah satu bagian terpenting, agar hasil dari eksperimen dapat lebih
BAB I PENDAHULUAN. melakukan pengendalian yang baik dalam pengelolaan persediaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Masalah persediaan merupakan masalah yang penting untuk dikendalikan. Baik persediaan barang di toko untuk dijual maupun persediaan bahan baku untuk proses
BAB I PENDAHULUAN. Seorang produsen penyedia kebutuhan sehari-hari dituntut untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Seorang produsen penyedia kebutuhan sehari-hari dituntut untuk dapat mengatur dan memperkirakan dengan tepat kapan dan berapa jumlah produksi barang
BAB 1. PENDAHULUAN. Pemesanan barang merupakan kegiatan yang sangat penting pada bagian
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemesanan barang merupakan kegiatan yang sangat penting pada bagian pengendalian persediaan barang atau inventory control dalam suatu perusahaan atau organisasi,
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan masyarakat awam lebih banyak dilandasi oleh insting daripada teori
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, sebenarnya orang selalu melakukan optimasi untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi optimasi yang dilakukan masyarakat
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER
Perjanjian No. III/LPPM/2013-03/10-P IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER Disusun Oleh: Alfian, S.T., M.T. Dr. Carles Sitompul Lembaga
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Riani Lubis. Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Teori Inventori Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan dibukanya pasar bebas di kawasan Asia Pasifik menyebabkan persaingan yang semakin ketat dibidang industri. Industri lokal di Indonesia yang sebelumnya hanya
perusahaan. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian dalam suatu negara. Sedangkan perusahaan mempunyai kegiatan yang beragam, mulai perencanaan, proses
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah persediaan merupakan salah satu masalah penting yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Salah satu upaya dalam mengantisipasi masalah persediaan ini adalah
BAB I PENDAHULUAN. Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus, yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus, yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini semakin banyak permasalahan pada kehidupan sehari-hari yang memerlukan pendekatan optimisasi dalam penyelesaiannya. Sebagai contoh, misalkan sebuah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang teknologi informasi mengakibatkan pengolahan data transaksi dapat dilakukan dengan cepat
BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam produk, baik itu berupa barang ataupun jasa. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan dunia industri semakin maju, hal itu terbukti dengan banyaknya bermunculan industri-industri baru yang memproduksi berbagai macam
PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113
PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113 Exponential Smoothing w/ Trend and Seasonality Pemulusan level/keseluruhan Pemulusan Trend Pemulusan Seasonal Peramalan periode t : Contoh: Data kuartal untuk
MANAJEMEN PERSEDIAAN
Modul ke: MANAJEMEN PERSEDIAAN Menentukan Jumlah Persediaan dengan Asumsi Seluruh Data Tetap Fakultas EKONOMI DAN BISNIS M. Soelton Ibrahem, S.Psi, MM Program Studi Manajemen SEKILAS MENGENAI PERSEDIAAN
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi Elis Ratna Wulan 1, a) 2, b) dan Ai Herdiani 1,2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung a) [email protected]
BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen.
BAB III Metode Penelitian 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pt. Anugraha Wening Caranadwaya, diperusahaan Manufacturing yang bergerak di bidang Garment (pakaian, celana, rompi,
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Siska dan Syafitri (2014) mengemukakan bahwa pengendalian persediaan barang merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh suatu perusahaan, di mana sejumlah barang
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan bisnis (Naslund et al., 2010). Manajemen rantai pasok melibatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dari survey yang dilakukan Accenture pada tahun 2010 terhadap sejumlah eksekutif perusahaan, sebanyak 89% menyatakan bahwa manajemen rantai pasok (Supply Chain Management,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT Klip Plastik Indonesia sejak dari Agustus-Desember 2015, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di PT Klip Plastik
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
MODEL INVENTORY Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Pertemuan Ke- 9 Riani L. JurusanTeknik Informatika Universitas Komputer Indonesia 1 Pendahuluan Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas
LAPORAN AKHIR PENGEMBANGAN MODEL VENDOR MANAGED INVENTORY DENGAN BANYAK RETAILER YANG MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN LEAD TIMES
Perjanjian No. III/LPPM/2017-01/19-P LAPORAN AKHIR PENGEMBANGAN MODEL VENDOR MANAGED INVENTORY DENGAN BANYAK RETAILER YANG MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN LEAD TIMES Disusun oleh: Y.M. Kinley Aritonang,
BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan dagang selalu mengadakan persediaan (inventory).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan dagang selalu mengadakan persediaan (inventory). Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada risiko bahwa perusahaannya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan antar perusahaan tidak terbatas hanya secara lokal,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan antar perusahaan tidak terbatas hanya secara lokal, tetapi mencakup kawasan regional dan global sehingga setiap perusahaan berlomba untuk terus mencari
BAB 1 PENDAHULUAN. adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang pesat di bidang ilmu dan teknologi dewasa ini menuntut adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan
DAFTAR TABEL. Tabel 1.1 Keaslian Penelitian Tabel 2.1 Perbedaan Fixed-order dan Fixed-time Tabel 2.1 Tingkat Service Level...
DAFTAR ISI Halaman Judul... i Halaman Hak Cipta... ii Halaman Pernyataan Keaslian... iii Halaman Pernyataan Persetujuan... iv Halaman Persetujuan... v Halaman Pengesahan... vi Halaman Persembahan... vii
BAB I PENDAHULUAN. setiap perusahaan adalah memperoleh keuntungan maksimum. memberikan pelayanan yang baik serta kepuasan kepada pelanggan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Munculnya era globalisasi menyebabkan terjadinya perkembangan di berbagai bidang, salah satunya pada bidang ekonomi. Seiring dengan perkembangan bidang ekonomi di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan jasa atau perusahaan manufaktur pasti memerlukan persediaan. Jika tidak ada persediaan maka perusahaan akan dihadapkan pada risiko tidak
Koordinasi Persediaan Rantai Pasok Desentralisasi dengan Lead Time yang Terkontrol dan Mekanisme Revenue Sharing
Koordinasi Persediaan Rantai Pasok Desentralisasi dengan Lead Time yang Terkontrol dan Mekanisme Revenue Sharing Disusun Oleh: Rainisa Maini Heryanto Winda Halim Koordinasi Persediaan Rantai Pasok Desentralisasi
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan
Penelitian ini bersifat literatur dan disusun berdasarkan rujukan pustaka, dengan pendekatan sebagai berikut: a. Menjelaskan sistem produksi dan hubungan antara pemasok-pembeli. b. Menentukan ukuran lot
MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ke: 04Fakultas Ekonomi dan Bisnis Penentuan Jumlah Persediaan: - Pengenalan Model Deterministik - Aplikasi Model Deterministik dalam Pemesanan Dr. Sawarni Hasibuan, M.T. Program
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diberikan pendahuluan sebelum menginjak pembahasan pokok. Pendahuluan ini meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka,
Aplikasi Perhitungan Jumlah Pesanan Produksi dan Frekuensi Produksi per Tahun dengan Metode Economic Production Quantity
Aplikasi Perhitungan Jumlah Pesanan Produksi dan Frekuensi Produksi per Tahun dengan Metode Economic Production Quantity Production Order and Production Frequency Calculation Using Economic Production
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang jasa maupun manufaktur yang menyebabkan persaingan yang
MATA KULIAH PEMODELAN & SIMULASI
MATA KULIAH PEMODELAN & SIMULASI MODEL INVENTORY Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Pertemuan Ke- 9 Riani L. L JurusanTeknik Informatika Universitas Komputer Indonesia 1 Pendahuluan Inventory merupakan pengumpulan
BAB 4 FORMULASI MODEL
BAB 4 FORMULASI MODEL Formulasi model pada Bab 4 ini berisi penjelasan mengenai karakteristik sistem yang diteliti, penjabaran pemodelan matematis dari sistem, model dasar penelitian yang digunakan, beserta
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN
1 MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN 2 PENDAHULUAN Pengendalian persediaan (inventory) merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan dari waktu ke waktu. Bentuk
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi manajerial yang paling penting dalam sistem operasional suatu perusahaan adalah pengendalian sistem inventori (inventory control), hal ini
Aplikasi Perhitungan Jumlah Pesanan Produksi dan Frekuensi Produksi per Tahun dengan Metode Economic Production Quantity
ISSN : 2442-5826 e-proceeding of Applied Science : Vol.2, No.2 Agustus 2016 Page 661 Aplikasi Perhitungan Jumlah Pesanan Produksi dan Frekuensi Produksi per Tahun dengan Metode Economic Production Quantity
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sistem Pengendalian Manajemen ( Management Control System ) adalah 1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah adalah 1 Sistem Pengendalian Manajemen ( Management Control System ) proses dan struktur yang tertata secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan tugasnya pada pedoman organisasi rumah sakit umum menjelaskan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit merupakan bagian integral dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan. Rumah sakit memiliki fungsi pelayanan medis, penunjang medis, pelayanan dan asuhan
ABSTRAK. Kata kunci: Pengendalian persediaan, bahan baku, Model pengendalian persediaan probabilistik. vii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Matoa Indonesia Digdaya bergerak di bidang manufaktur dengan produk yang dihasilkan berupa jam tangan kayu. Bahan baku utama yang digunakan merupakan kayu sisa yang sudah tidak terpakai. Guna
BAB I PENDAHULUAN. berusaha untuk dapat menghasilkan produk dengan optimal. Namun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi pada zaman sekarang ini sangat pesat, khususnya pada bidang industri. Seiring dengan kemajuan tersebut perusahanperusahaan berusaha untuk
BAB I PENDAHULUAN. tujuan yang diinginkan perusahaan tidak akan dapat tercapai.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara agraris, pengendalian persediaan merupakan fungsi-fungsi yang sangat penting, karena dalam persediaan melibatkan Investasi rupiah terbesarnya
MODEL PROGRAM DINAMIS DALAM PENENTUAN LOT PEMESANAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BATASAN MODAL
MODEL PROGRAM DINAMIS DALAM PENENTUAN LOT PEMESANAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BATASAN MODAL Dana Marsetiya Utama Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik / Universitas Muhammadiyah Malang Kontak person:
MANAJEMEN PERSEDIAAN
Modul ke: MANAJEMEN PERSEDIAAN Fakultas FEB MEILIYAH ARIANI, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi http://www.mercubuana.ac.id MANAJEMEN PERSEDIAAN Persediaan membentuk hubungan antara produksi dan penjualan
Persediaan. Ruang Lingkup. Definisi. Menetapkan Persediaan. Keuntungan & Kerugian Persediaan
EMA402 - Manajemen Rantai Pasokan EMA-402 Manajemen Rantai Pasokan Materi #11 Manajemen Persediaan Definisi Persediaan Sekumpulan produk fisik pada berbagai tahap proses transformasi dari bahan mentah
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengendalian Persediaan Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan dagang, pabrik, serta jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting. Tanpa adanya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki visi utama yaitu mendapatkan laba maksimum serta adanya operasional perusahaan yang lancar dan berkelanjutan. Keberhasilan suatu
MANAJEMEN PERSEDIAAN MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN Manajemen Investasi dan Pasokan Julius Nursyamsi MANAJEMEN PERSEDIAAN Persediaan membentuk hubungan antara produksi dan penjualan produk Persediaan dikelompokan : 1. Bahan baku 2.
KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Manajemen Persediaan Manajemen persediaan adalah menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dengan pelayanan pelanggan (Heizer dan
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ. Hanna Lestari, M.Eng
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ Hanna Lestari, M.Eng 1 Masalah produksi merupakan hal penting bagi perusahaan karena berkaitan dengan pencapaian laba perusahaan. Jika proses
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Model persediaan sederhana sering mengasumsikan bahwa keseluruhan pesanan atau order diterima ke dalam persediaan atau inventori pada suatu waktu tertentu
Persediaan adalah barang yang sudah dimiliki oleh perusahaan tetapi belum digunakan
Persediaan adalah barang yang sudah dimiliki oleh perusahaan tetapi belum digunakan Persediaan merupakan faktor yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan, karena kekurangan/kelebihan persediaan akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manajemen persediaan yang meliputi prinsip, konsep serta teknik dalam perencanaan dan pengawasan aktivitas-aktivitas penanganan barang dalam persediaan memiliki
Metode Pengendalian Persediaan Tradisional L/O/G/O
Metode Pengendalian Persediaan Tradisional L/O/G/O Perencanaan Persediaan Input data yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan jumlah dan periode siklus waktu antar pemesanan/ pembuatan adalah: Total
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Having inventory is cost company money and not having inventory is cost company money (
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persediaan (inventory) dapat diartikan sebagai sumber daya mengganggur (idle resource) yang keberadaanya menunggu proses yang lebih lanjut (Nur Bahagia, 2006),
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pergudangan (inventory) didefinisikan sebagai stok bahan yang tersedia dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi lanjutan, atau kebutuhan konsumen.
BAB I PENDAHULUAN. sehingga perusahaan dapat berjalan dengan lancar. ketepatan dalam merencanakan besarnya produksi yang akan dilempar ke
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengendalian persediaan (Inventory Control) adalah penentuan suatu kebijakan pemesanan dalam antrian, kapan bahan itu dipesan dan berapa banyak yang dipesan secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Rumusan Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bagian ini akan dijelaskan latar belakang dan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, serta sistematika penulisan. 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian Rumah Sakit menurut UU RI No.23 Tahun 1992 adalah sarana kesehatan yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar atau upaya kesehatan rujukan atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persediaan(inventory) merupakan stok barang yang disimpan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Umumnya setiap jenis perusahaan memiliki
Bab 1. Pendahuluan. Persediaan bahan baku dalam perusahaan industri memegang peranan yang
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar belakang penelitian Persediaan bahan baku dalam perusahaan industri memegang peranan yang sangat penting. Dalam perusahaan industri masalah perencanaan, pengaturan serta pengendalian
PENGENALAN WINQSB I KOMANG SUGIARTHA
PENGENALAN WINQSB I KOMANG SUGIARTHA PENGENALAN WINQSB Software QSB (Quantity System for business) atau umumnya juga dikenal dengan nama WINQSB (QSB yang berjalan pada sistem operasi Windows) merupakan
BAB I PENDAHULUAN. sehingga dalam menentukan persediaan perusahan harus selalu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang penelitian Persediaan bahan baku suatu perusahaan adalah salah satu syarat penting dalam melakukan suatu proses produksi barang. Menurut Heizer dan Render (2008), apabila
ANALISIS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG VENDOR MANAGED INVENTORY TERHADAP SUPPLY CHAIN PT SEMEN GRESIK Tbk. ABSTRAK
ANALISIS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG VENDOR MANAGED INVENTORY TERHADAP SUPPLY CHAIN PT SEMEN GRESIK Tbk. Yustina Ngatilah Jurusan Teknik Industri FTI UPN Veteran Jawa Timur ABSTRAK Sistem persediaan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB TINJAUAN PUSTAKA.1 Persediaan.1.1 Pengertian Persediaan Persediaan didefenisikan sebagai bahan atau barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan dapat berbentuk
BAB I PENDAHULUAN. Kawaii Sushi merupakan salah satu restoran Jepang yang berada di kota
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kawaii Sushi merupakan salah satu restoran Jepang yang berada di kota Yogyakarta. Awalnya, usaha ini hanya berupa sebuah tempat kecil untuk berjualan yang berada di
BAB I PENDAHULUAN. sangat cepat dan pesat. Perkembangan teknologi ini menitikberatkan kepada aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sudah menjadi elemen penting yang berpengaruh dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Seiring dengan hal tersebut, maka
Sistem Pengendalian Persediaan Dengan Permintaan Dan Pasokan Tidak Pasti (Studi Kasus Pada PT.XYZ)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Sistem Pengendalian Persediaan Dengan Permintaan Dan Pasokan Tidak Pasti (Studi Kasus Pada PT.XYZ) Ayu Tri Septadianti, Drs. I Gusti Ngurah Rai Usadha,
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tauco di Perusahaan Kecap Manalagi Kota Denpasar Provinsi Bali
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tauco di Perusahaan Kecap Manalagi Kota Denpasar Provinsi Bali IDA BAGUS MANIK BRAHMANDHIKA, RATNA KOMALA DEWI, I KETUT SUAMBA Program Studi Agribisnis Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Jenis sediaan yang ada dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sediaan 1 pada umumnya merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Jenis sediaan yang ada dalam perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persediaan (inventory) merupakan barang yang dijual dalam aktivitas operasi normal perusahaan (Wild dkk, 2004). Oleh sebab itu persediaan adalah salah satu
BAB I PENDAHULUAN. dalam bidang produksi, distribusi maupun retail untuk mengoptimalkan tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada saat bisnis berkembang menjadi dinamis dan kompetitif, seorang manajer yang mengurus persediaan, semakin merasakan tingginya kebutuhan akan sebuah sistem. Sistem
BAB I PENDAHULUAN. logistik sudah digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kebutuhan manusia dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Logistik bukanlah hal yang baru di dunia industri. Sepanjang sejarah logistik sudah digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kebutuhan manusia dan mengirimkannya ke
BAB I PENDAHULUAN. antar perusahaan pun merupakan hal yang sangat penting. Karena jika hal hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam situasi perekonomian yang masih dilanda krisis ekonomi seperti di Indonesia ini, maka setiap perusahaan harus dapat menentukan strategi operasi perusahaannya
BAB I PENDAHULUAN. dua jenis pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit sebagai salah satu sub sistem pelayanan kesehatan memberikan dua jenis pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi.
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Fungsi Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Pengertian persediaan menurut Handoko (1996) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PENUNGGAKAN PESANAN KETIKA TERJADI KEKURANGAN STOK. F. Aldiyah 1, E. Lily 2 ABSTRACT
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PENUNGGAKAN PESANAN KETIKA TERJADI KEKURANGAN STOK F. Aldiyah 1, E. Lily 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengembangan Model Periodic Inventory Routing Problem untuk Penjadwalan Truk Tangki Multi Kapasitas
Pengembangan Model Periodic Inventory Routing Problem untuk Penjadwalan Truk Tangki Multi Kapasitas (Studi Kasus: ISG PT. PERTAMINA UPms V SURABAYA) Oleh : Deni Irawan 2506 100 179 Dosen Pembimbing : Dr.
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Peningkatan persaingan industri baik industri manufaktur maupun industri jasa akibat adanya perdagangan bebas menyebabkan seluruh industri berusaha untuk melakukan
BAB I PENDAHULUAN. dengan pesat di indonesia, pengusaha dituntut untuk bekerja dengan lebih efisien
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini dimana dunia usaha tumbuh dengan pesat di indonesia, pengusaha dituntut untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi
BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Data Penjualan Modem PT. Telkom Indonesia wilayah Jakarta Barat dalam unit
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan informasi dan komunikasi merupakan perusahaan yang sangat penting dalam membantu meningkatkan perkembangan informasi dan komunikasi dalam negeri. PT. Telekomunikasi
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Universitas Komputer Indonesia
MODEL INVENTORY Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Pendahuluan Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan untuk
