Jurnal Bionatural, Volume 2 No. 2, September 2015 ISSN:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jurnal Bionatural, Volume 2 No. 2, September 2015 ISSN:"

Transkripsi

1 Jurnal Bionatural, Volume 2 No. 2, September 2015 ISSN: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW PADA MATERI SISTEM EKSRESI DI KELAS XI IPA1 SMAN 1 MEREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Dewi Andriani 1 Izwar 2 Rufa Hera 3 1 Mahasiswa STKIP Bina Bangsa Meulaboh Jl. Nasional Meulaboh-Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat 23615, [email protected] 2 Dosen STKIP Bina Bangsa Meulaboh Jl. Nasional Meulaboh-Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat 23615, [email protected] 3 Dosen STKIP Bina Bangsa Meulaboh Jl. Nasional Meulaboh-Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat 23615, [email protected] Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa yaitu mencakup prestasi dan motivasi belajar siswa dalam pelajaran biologi pada materi sistem eksresi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas, dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. Populasi dalam penelitian adalah siswa Kelas XI/ SMAN 1 Meureubo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelasxi SMAN 1 Meureubo yang berjumlah 22 siswa, siswa perempuannya 18 sedangkan jumlah siswa laki-lakinya 4 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Random Sampling (sampel acak) dengan cara random yaitu kelas XI/4 yang berjumlah 22 siswa. Instrumen dalam penelian ini adalah observasi dengan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik itu prestasi belajar maupun motivasi belajar siswa pada materi sistem eksresi, dapat dilihat dari penigkatan hasil tes persiklus, pada siklus I jumlah siswa yang tuntas 8 siswa, rata-rata tes formatif 65,22, persentase tuntas (36%). Pada siklus II terdapat peningkatan 20 siswa mendapat nilai ketuntasan dengan rata-rata tes formatif 85,90, persentase ketuntasan (90%). Motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode jigsaw ini cukup bagus, hal ini dapat dilihat dari pengisian angket yang telah diberikan guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode jigsaw terbukti dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar biologi pada materi sistem eksresi. Kata-kata kunci: Kata Kunci : Metode Jigsaw, Hasil Belajar, Sistem Eksresi. 13

2 PENDAHULUAN Percepatan arus dalam era globalisasi saat ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan, dan strategi agar sesuai dengan kebutuhan, dan tidak ketinggalan zaman. Sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi, baik ditingkat lokal, nasional maupun global. Era globalisasi ini menuntut generasi kreatif, mandiri, bersifat terbuka dan demokratis. Padahal proses pembelajaran pada satuan pendidikan seharusnya diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah tentang Standar Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2005, pasal 19 berbunyi bahwa Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model Cooperative Learning merupakan sebuah model pembelajaran dengan menempatkan peserta didik didalam kelompok kecil, dimana peserta didik mengungkapkan ide gagasan mereka dan bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru (Slavin, 2010 : 20). Model kooperatif tipe jigsaw perlu diterapkan dalam pembelajaran, karena tidak adanya persaingan antar siswa atau kelompok. Siswa diharapkan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dan mengatasinya dengan cara pikiran yang berbeda. Siswa dalam kelompok saling bertanggung jawab mengerjakan bagian tugasnya pada anggota kelompoknya. Sesuai dengan tujuan pendidikan, maka tujuan pembelajaran di SMA yaitu menginginkan agar siswanya memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan, serta sikap dan nilai yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Secara menyeluruh mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk memenuhi tuntunan tersebut guru perlu memahami tugas dan tangggung jawabnya. Menurut Amstrong (Sudjana, 2002 : 15) dinyatakan bahwa guru mempunyai lima tanggung jawab, yaitu: 1) dalam proses pembelajaran, 2) dalam memberikan bimbingan siswa, 3) dalam mengembangkan kurikullum, 4) dalam mengembangkan profesi, 5) membina hubungan dengan masyarakat. Menurut Syaodih (2003 : 35) Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara 14

3 keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri didalam interaksi dengan lingkunganya. Pembelajaran biologi di SMA bertujuan agar siswa mampu meningkatkan kesadaran atas tugas harian, kebangggaan nasional dan kebebasan serta kekuatan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, memahami konsep biologi dan kaitannya siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan, serta sikap dan nilai yang ilmiah dalam memecahkan masalahmasalah mengenai alam sekitar. Tujuan dari belajar kooperatif adalah pencapaian hasil belajar, penerimaan keberagaman dan keterampilan sosial (Arends 2001:315). Proses pembelajaran Biologi yang diterapkan di SMAN 1 Meureubo, dimana setelah peneliti melakukan observasi disekolah tersebut disekolah itu masih dominan penerapan pembelajaran konvensional yang hanya berpusat pada gurunya saja, siswanya cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari gurunya yang harus dihafalkan, sehingga siswanya menjadi malas dan bosan. Kondisi yang demikian membosankan dalam diri siswa, pada akhirnya akan menyebabkan motivasi berprestasi rendah dan mempengaruhi kompetensi belajar menjadi rendah. Padahal dalam proses belajar mengajar dimana guru itu harus mampu melatih siswa untuk terlihat secara aktif dalam proses belajar mengajar, karena setiap siswa mempunyai peran untuk bertanya, menerangkan, mengritik dan merangkum dalam kelompoknya. Untuk menciptakan suasana agar siswa lebih aktif belajar, diperlukan kemauan dan kemampuan guru dalam mengambil keputusan yang tepat dengan situasi belajar yang diciptakan, dan mempertimbangkan kondisi pengajaran yang diprediksi dapat mempengaruhi pencapaian kompetensi belajar. Untuk mendesain kegiatan pembelajaan yang dapat merangsang hasil belajar yang efektif dan efesien dalam setiap materi pelajaran, memerlukan metode penyampaian yang tepat dan pengorganisasian materi yang tepat, oleh karena itu guru harus dapat menggunakan berbagai macam metode dan pengorganisasian materi dengan tepat. Sistem eksresi pada manusia dan hewan merupakan salah satu materi biologi yang terdapat disemester genap pada kelas XI IPA SMA N 1 Mereubo, pada materi sistem eksresi ini banyak hasil belajar siswa yang belum tuntas dan motivasinya kurang pada materi ini, padahal siswa dituntut untuk mampu mengaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan penyakit yang terjadi pada sistem eksresi pada manisia dan hewan. Selain itu materi ini akan dipelajari ditingkat lanjut yaitu diperguruan tinggi. 15

4 Apabila materi eksresi pada manusia dan hewan ini tidak dipelajari dengan benar maka kemungkinan besar akan menimbulkan kesulitan pada jenjang yang lebih tinggi. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa pada materi sistem eksresi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. METODE Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang ditandai dengan adanya siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan januari sampai bulan april, pada siswa kelas XI SMAN 1 Mereubo Kecamatan Mereubo Kabupaten Aceh Barat, Desa Paya penaga, pada tahun Subjek dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas XI IPA1 di SMAN 1 Mereubo, dimana jumlah siswa perempuannya 18 sedangkan jumlah siswa laki-lakinya 4 orang, jadi jumlah keseluruhannya adalah 22 orang siwa. Teknik Pengumpulan Data Tes yang digunakan dalam penlitian ini merupakan tes hasil belajar yang terdiri dari pre test dan post test. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai motivasi siswa tentang model pembelajarankooperative tipe jigsaw, pada materi sistem eksresi pada manusia dan hewan. Soal angket disebarkan keseluruh siswa SMAN 1 mereubo kelas XI IPA1. Instrumen Penelitian a. Soal Tes Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes formatif, soal tes dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda pada subkonsep sistem eksresi pada manusia dan hewan. Jumlah butir sebanyak 25 soal. b. Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis angket tertutup, dengan menggunakan kuisioner tertutup dapat memudahkan siswa untuk mengisi dan memberikan jawaban dengan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Teknik Analisis Data 1. Analisis Angket Motivasi Siswa P = F (Sugiyono, 2012 : 136) 16

5 N 2. Analisis tes formatif X = X N (Sutopo, 2002 : 192) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tindakan kelas melalui penerapan model Jigsaw diperoleh dari hasil nontes dan tes. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Pra siklus mereka kurang mengembangkan kemampuan berpikir yang mereka miliki. Aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung yaitu hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa juga terlihat masih kurang fokus dalam memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Tabel 1 Hasil Analisis Nilai Tes Tertulis Biologi Pada Sub Materi Sistem Eksresi Sebelum Perlakuan No Nis Inisial Siswa Skor Ketuntasan A1 10 Belum A2 34 Belum A A4 27 Belum A5 44 Belum A6 53 Belum A7 52 Belum A8 20 Belum A9 25 Belum A10 26 Belum A11 71 Belum A12 15 Belum A13 53 Belum A14 58 Belum A15 20 Belum A16 20 Belum A17 20 Belum A18 20 Belum A A20 20 Belum A21 39 Belum A22 35 Belum Rata-Rata Jumlah 834 Kelas 37,90 Sumber: Data Penelitian (2016) Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Tes Pra Tindakan No Uraian Hasil Pratindakan 1 Jumlah siswa 2 yang tuntas 2 Jumlah siswa 20 yang tidak tuntas 3 Nilai rata-rata 37,90 tes formatif 4 Presentase ketuntasan 9,09 Sumber: Data Penelitian (2016) Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sebelum diterapkan metode pembelajaran Jigsaw diperoleh ketuntasan belajar mencapai 9 % atau ada 2 siswa 17

6 yang sudah tuntas belajar dari 22 siswa. lebih kecil dari persentase ketuntasan yang Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada dikehendaki yaitu sebesar 80%. Oleh pratindakan secara klasikal siswa belum karena itu peneliti memutuskan untuk tuntas belajar, karena siswa yang melaksanakan siklus I sebagai upaya memperoleh nilai 75 hanya sebesar 9 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80%. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melaksanakan siklus I sebagai upaya pertama untuk melakukan perbaikan pembelajaran Biologi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Salah satu upaya yang dilakukan peneliti adalah dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan harapan siswa lebih mudah mengingat materi yang telah disampaikan. Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sebelum diterapkan metode pembelajaran Jigsaw diperoleh ketuntasan belajar mencapai 9 % atau ada 2 siswa yang sudah tuntas belajar dari 22 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada pratindakan secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai 75 hanya sebesar 9 % pertama untuk melakukan perbaikan pembelajaran Biologi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tabel 3 Hasil Analisis Nilai Tes Tertulis Biologi Pada Sub Materi Sistem Eksresi Pada Perlakuan Siklus I No Nis Inisial Skor Ketuntasan Siswa A1 50 Belum A2 71 Belum A A4 63 Belum A A6 60 Belum A A8 50 Belum A9 73 Belum A10 55 Belum A A12 40 Belum A A A15 68 Belum A16 47 Belum A17 35 Belum A18 49 Belum A A20 56 Belum A A22 53 Belum 18

7 Jumlah Rata-Rata Kelas 65,22 Sumber: Data Penelitian (2016) Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa pada siklus I ini dapat diketahui nilai rata-rata prestasi belajar siswa meningkat mencapai 65,22 akan tetapi nilai tersebut masih dibawah KKM yang ditargetkan yaitu 75. Dari seluruh siswa yang berjumlah 22 orang hanya 8 siswa yang tuntas dan 14 siswa belum tuntas. Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I No Uraian Hasil Pratindakan 1 Jumlah siswa 8 yang tuntas 2 Jumlah siswa 14 yang tidak tuntas 3 Nilai rata-rata 65,22 tes formatif 4 Presentase ketuntasan 36,36 Sumber: Data Penelitian (2016) Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran jigsaw diperoleh nilai ketuntasan belajar mencapai 36 % atau ada 8 yang sudah tuntas belajar dari 22 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai = 75 hanya sebesar 36 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan metode pembelajaran jigsaw. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melaksanakan siklus II untuk perbaikan pembelajaran biologi. Tabel 5 Hasil Analisis Nilai Tes Tertulis Biologi Pada Sub Materi Sistem Perlakuan Siklus II Eksresi Setelah No Nis Inisial Skor Ketuntasan Siswa A A A A A A A A A A10 67 Belum A A A A A A16 60 Belum A A A A A A22 75 Rata-Rata Jumlah Kelas 85,90 Sumber: Data Penelitian (2016) 19

8 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran Jigsaw diperoleh ketuntasan belajar siswa mencapai 90 % atau ada 20 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus kedua secara klasikal siswa eksresi cukup bagus, sehingga dengan motivasi belajar siswa tersebut membuat hasil kompetensi belajarnya meningkat, ini berarti bahwa penerapan metode pembelajaran jigsaw cocok digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dari tabel diatas dapat kita lihat telah tuntas belajar, karena ketuntasan bahwa motivasi siswa cukup bagus dapat belajar siswa mencapai 90 % dan kita lihat pada setiap item pertanyaan, memperoleh nilai diatas dari persentase misalnya pada item pertanyaan no tiga yaitu ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80%. Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I No Uraian Hasil Pratindakan 1 Jumlah siswa 20 yang tuntas 2 Jumlah siswa 2 yang tidak tuntas 3 Nilai rata-rata 85,90 tes formatif 4 Presentase ketuntasan 90,90 Sumber: Data Penelitian (2016 Dari hasil pelaksanaan siklus I dan siklus II, telah mencapai standar ketuntasan dan hasil rata-rata kelas sudah tercapai, maka pelaksanaan penelitian di hentikan sampai di siklus II. Dari tabel angket moivasi belajar siswa dapat kita lihat bahwa, motivasi menyelesaikan tugas-tugas dalam pembelajaran ini membuat saya merasa puas terhadap hasil yang telah saya capai pada pertanyaan ini banyak siswa yang menjawab setuju. Hal itu menunjukkan bahwa siswa tersebut termotivasi terhadap model pembelajaran jigsaw, sehingga membuat siswa semangat untuk mengikuti pembelajaran biologi pada materi sistem eksresi, walaupun pada awalnya masih banyak siswa yang belum tuntas belajar tetapi dengan dilanjutkan tindakan selanjutnya hampir semua siswa tuntas ini karena motivasi siswa tersebut baik. belajar biologi siswa pada materi sistem 20

9 Pembahasan: Sebelum dilakukannya penelitian ini, telah ditulis beberapa penelitian mengenai penetapan perhitungan suatu produk menggunakan metode Jigsaw Penelitian-penelitian tersebut yang ada di bawah ini: Penelitian Yuliani (2009) berjudul Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi pada materi Sistem Eksresi di Kelas XI IPA2 SMAN 8 Malang Tahun Ajaran Berdasarkan observasi awal di SMAN 8 Malang yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari sampai 3 Februari 2009 diketahui bahwa skor rata-rata ulangan harian semester 1 adalah 72, dan keberhasilan belajar klasikal hanya mencapai 57%. Selain hasil belajar yang rendah, diketahui bahwa motivasi belajar siswa juga masih rendah yaitu sebesar 25%. Berdasarkan permasalahan yang ada maka peneliti yaitu Yuliani menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 8 Malang pada tanggal 27 Januari sampai dengan 3 Febri Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dirancang dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IPA2 SMAN 8 Malang yang berjumlah 42 siswa. Pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa selama pembelajaran berlangsung, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata motivasi klasikal dengan kriteria B (baik) dari 35% pada siklus I menjadi 66,8% pada siklus II. Hasil belajar meningkat dilihat dari peningkatan keberhasilan belajar klasikal dari (72,5%) pada siklus I menjadi (88%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 SMAN 8 Malang. Penelitian Munira Sartika (2014) berjudul Penerapan Pembelajaran Metode Jigsaw Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Luas Keliling Segi Tiga Pada Siswa Kelas VII SMPN 3 Darul Makmur. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas, dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri dari perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Darul Makmur yang berjumlah 24 orang. 21

10 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan pemahaman materi luas keliling segitiga, dapat dilihat dari peningkatan hasil tes persiklus pada siklus I, jumah siswa yang tuntas 12 siswa, ratarata formatif 59,3, persentase tuntas (50 %). Pada siklus II terdapat peningkatan 24 siswa mendapat ketuntasan dengan rata-rata formatif 74,375, persentase ketuntasan (87,50%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode jigsaw terbuktidapat meningkatkan Hasil belajar matematika materi luas keliling segitiga. Pembahasan dalam penelitin ini diketahui bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran konvensional. Pada pra tindakan, siklus I sampai ke II dari penerapan metode jigsaw setiap siswa mengalami peningkatan, dimana siswa dapat meraih kompetensi yang lebih baik sehingga kompetensi rata-rata kelas dari 37,90 pada pra tindakan naik menjadi 65,22 pada siklus I dan rata-rata 85,90 pada siklus II, ini dapat diartikan bahwa pada putaran/siklus I secara kelompok dengan penggunaan metode Jigsaw pada pembelajaran biologi hasilnya adalah kurang baik. Oleh karena itu peneliti berkeinginan meningkatkan hasil belajar biologi pada siklus II, pada putaran selanjutnya dimana siswa dapat meraih kompetensi yang jauh lebih baik yaitu ratarata 85,90 pada siklus II. Jika dilihat kompetensi belajar biologi sebelum menerapkan metode jigsaw persentase ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 9% pada pra tindakan naik menjadi menjadi 36 % pada siklus I, menjadi 90 % pada kegiatan di siklus II. Perkembangan pada siklus pertama ini dapat dilihat secara klasikal terdapat peningkatan kompetensi yang lebih baik. Kompetensi siswa sesudah menerapkan metode jigsaw pada siklus kedua sudah dapat lebih baik dari kompetensi sebelumnya. Motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode jigsaw ini baik, dapat dilihat dari pengisian angket motivasi yang telah diberikan guru, pada pertanyaan yang positif banyak siswa yang menjawab setuju dan sangat setuju dapat kita lihat dari persentasee yang dihasilkan, jadi metode jigsaw ini mampu menarik perhatian siswa dan membuat siswa termotivasi untuk belajar karena metode pembelajaran ini menuntut siswa harus bertanggung jawab dengan tugas yang telah diberikan dan menyampaikan kepada teman yang lain. Dalam setiap program pembelajaran terdapat kendala atau hambatan dan guru berusaha mengatasi hambatan tersebut, 22

11 sehingga program pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. SIMPULAN Pembelajaran dengan penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu pada pra tindakan 9% yang tuntas rata-ratanya 37,90, siklus I 36% rata-ratanya 65,22 dan siklus II 90% dengan rata-ratanya 85,90. Penerapan pembelajaran metode Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar, hal ini dapat kita lihat dari ketuntasan hasil belajar siswa dan juga dapat kita lihat dari pengisian angket motivasi yang telah diberikan guru. b. Perlu diadakan pelatihanpelatihan tentang penggunaan metode pembelajaran dan memodifikasi berbagai metode pembelajaran dalam cooperative learning sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna bagi siswa. 2. Bagi Siswa a. Siswa harus selalu belajar dan berani mengeluarkan ide-idenya untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. b. Siswa harus bisa bekerja sama dengan orang lain. c. Siswa harus mengetahui dan bisa menumbuhkan motivasi berprestasinya untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Saran 1. Bagi Guru a. Guru IPA perlu menerapkan metode pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran biologi. Metode pembelajaran jigsaw ini juga bisa diterapkan untuk materi bahasan lainnya yang berhubungan dengan peristiwa sehari-hari, sehingga pembelajaran biologi mudah dipahami siswa dan tidak mudah terlupakan. 23

12 DAFTAR PUSTAKA Arends Learning to Teach 5 Edition. Singapore : Mc Grow-Hill Syaodih, S Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Sutopo Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta : UNS Slavin, R. E Koopertif Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung : Nusa Media. Sudjana, N Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo 24

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta).

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta). PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A MATCH PADA MATERI TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) DI KELAS VII SMP N KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE Maulizar STKIP Bina Bangsa Meulaboh,

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK Fandi Kurniawan Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA

PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA Oleh: Leli Dwi Nugraheni, Mujiyem Sapti, Riawan Yudi Purwoko. Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6 ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1, No. 2, Mei - Agustus 2015 STKIP PGRI Banjarmasin UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

Jurnal Bionatural, Volume 3 No. 1,Maret 2016 ISSN:

Jurnal Bionatural, Volume 3 No. 1,Maret 2016 ISSN: Jurnal Bionatural, Volume 3 No. 1,Maret 2016 ISSN: 2355-3790 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAYTWO STRAY TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM

Lebih terperinci

Pengaruh Model Discovery learning Dengan Media Teka-Teki Silang Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Koloid

Pengaruh Model Discovery learning Dengan Media Teka-Teki Silang Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Koloid JURNAL EDUKASI KIMIA e-issn: 2548-7825 p-issn: 2548-4303 JEK Pengaruh Model Discovery learning Dengan Media Teka-Teki Silang Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Koloid Muhammad

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER Zainal Abidin SMP Negeri 1 Meranti, kab. Asahan Abstract: This study uses classroom action research Application

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI COOPERATIVE LEARNING JIGSAW

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI COOPERATIVE LEARNING JIGSAW UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI COOPERATIVE LEARNING JIGSAW PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURING KABUPATEN KEBUMEN Sari Astuti Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Arief Aulia Rahman STKIP Bina Bangsa Meulaboh, Jl. Nasional

Lebih terperinci

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung PENERAPAN MODEL KOOPERATIF THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN KENDALREJO 01 KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI

Lebih terperinci

Kanti Sariati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abstrak

Kanti Sariati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abstrak PENGGUNAAN STRATEGI HEURISTIK MODEL POLYA PADA PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 40 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Kanti Sariati

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 2 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DILENGKAPI

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Opi Pradita, Mestawaty, As, dan Sarjan N. Husain Mahasiswa

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN Oleh: Dyah Ayu Woro Gendari, Mujiyem Sapti, Erni Puji Astuti Program Studi

Lebih terperinci

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene Muh. Jupriadi, Bustamin, dan Lilies Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 20 Tolitoli Dinayanti Mahasiswa Program Guru Dalam

Lebih terperinci

Kata kunci: Model kooperatif tipe STAD, Hasil Belajar.

Kata kunci: Model kooperatif tipe STAD, Hasil Belajar. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MENGGUNAKAN LKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI SISWA KELAS XI IPA SMA SUNAN GIRI TAHUN AJARAN 2012-2013

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

BAB I PENDAHULUAN. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Melalui pendidikan diharapkan akan terbentuk generasi yang beriman dan memiliki ilmu

Lebih terperinci

Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya Alam di Kelas IV SDN FatufiaKecamatan Bahodopi

Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya Alam di Kelas IV SDN FatufiaKecamatan Bahodopi Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 1 No.1 ISSN 2354-614X Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya Alam di Kelas IV SDN FatufiaKecamatan Bahodopi

Lebih terperinci

Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Alat Optik Siswa SMA

Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Alat Optik Siswa SMA Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Alat Optik Siswa SMA MARIA ULFAH, AGUS SUYUDI, EDI SUPRIANA Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang

Lebih terperinci

Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai

Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai Margareta Ni Made Ardani Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG Farraz Putri Febriani, Suminah PP3 Jalan Ir. Soekarno No. 1 Blitar

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: ATIK SETYAWAN NIM : A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

NASKAH PUBLIKASI. Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: ATIK SETYAWAN NIM : A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 03 KEMUNING NGARGOYOSO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

Pendahuluan. Keywords: Scramble, time token, motivation learning, learning outcomes.

Pendahuluan. Keywords: Scramble, time token, motivation learning, learning outcomes. 17 Penerapan Metode Pembelajaran Scramble dan Time Token untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Jember (Pokok Bahasan Sistem Reproduksi Manusia) (Application of Scramble

Lebih terperinci

Bab III Metode Penelitian

Bab III Metode Penelitian 24 Bab III Metode Penelitian 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Arikunto (2008) penelitian tindakan

Lebih terperinci

Reni Rasyita Sari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Reni Rasyita Sari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI IIS 5 SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Reni Rasyita Sari Program Studi

Lebih terperinci

Meningkatkan Self Regulated Learning Siswa Melalui Pendekatan Problem Based Learning dengan Setting Numbered Heads Together

Meningkatkan Self Regulated Learning Siswa Melalui Pendekatan Problem Based Learning dengan Setting Numbered Heads Together SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 M-35 Meningkatkan Self Regulated Learning Siswa Melalui Pendekatan Problem Based Learning dengan Setting Numbered Heads Together Diana Amirotuz Zuraida

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu Pelaksanaan September Oktober November Ket 1 Penulisan Proposal 5 September 2012

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu Pelaksanaan September Oktober November Ket 1 Penulisan Proposal 5 September 2012 5 BAB III METODE PENELITIAN 3. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan Kelas

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI 1 JATEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tanggung jawab terhadap pembentukan sumber daya manusia yang unggul. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. tanggung jawab terhadap pembentukan sumber daya manusia yang unggul. Dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu hal yang harus dipenuhi dalam upaya meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Selain itu pendidikan mempunyai tanggung jawab terhadap

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu Yunius, Siti Nuryanti, dan Yusuf Kendek Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN VCD DALAM MEMPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS IX-1 SMPN 1 PATUMBAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN VCD DALAM MEMPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS IX-1 SMPN 1 PATUMBAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN VCD DALAM MEMPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS IX-1 SMPN 1 PATUMBAK DIANA MANURUNG Guru SMPN 1 Patumbak Email : [email protected]

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD PADA MATA KULIAH GEOGRAFI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2006A DI JURUSAN GEOGRAFI-FIS-UNESA Sri Murtini *) Abstrak : Model pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Deskriptif kuantitatif yaitu hasil penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting 3.1.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Surabaya yang terletak di jalan Danau Towuti Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung.

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE) INTEGRATED READING AND COMPOSITION)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE) INTEGRATED READING AND COMPOSITION) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE) INTEGRATED READING AND COMPOSITION) Oleh : Dr.Iin Nurbudiyani, M.Pd* dan Bertiana ** ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA-KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN PERCOBAAN SEDERHANA BERBASIS BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 MUARA BATU Juwairiah 1) 1 Prodi Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kritis, kreatif dan mampu bersaing menghadapi tantangan di era globalisasi nantinya.

BAB I PENDAHULUAN. kritis, kreatif dan mampu bersaing menghadapi tantangan di era globalisasi nantinya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru merupakan pemegang peran utama dalam proses pembelajaran karena guru mempunyai peranan penting dalam keberhasilan siswa menerima dan menguasai pelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diartikan sebagai suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar dan penting bagi pembangunan suatu negara. Dengan adanya pendidikan maka akan tercipta

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS III SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS III SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS III SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS Ermayanti [email protected] Abstrak. Telah dilakukan Penelitian

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Samriah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

ARTIKEL. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. oleh : Nur Aeni Ratna Dewi

ARTIKEL. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. oleh : Nur Aeni Ratna Dewi PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SEMESTER 2 SEKOLAH DASAR NEGERI KALIGENTONG 01 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di MI Falahiyyah Rowosari yang berjumlah 18 siswa.

BAB III METODE PENELITIAN. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di MI Falahiyyah Rowosari yang berjumlah 18 siswa. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian PTK ini terdiri dari dua siklus dan diawali dengan pra siklus. Setiap siklus terdiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian 3.1.1.1 Lokasi Tempat penelitian adalah SD 6 Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus yang terletak

Lebih terperinci

AGUNG SUPRIYANTO A Dibawah Bimbingan: Drs. Sumanto

AGUNG SUPRIYANTO A Dibawah Bimbingan: Drs. Sumanto EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF DENGAN MODEL BAMBOO DANCING (TARI BAMBU) UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI EKOSISTEM KELAS VII B SMP NEGERI 2 TOROH TAHUN AJARAN 2012/2013 AGUNG SUPRIYANTO

Lebih terperinci

Bismar Yogaswara Universitas Negeri Malang

Bismar Yogaswara Universitas Negeri Malang PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 PURWOSARI KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS HIDROSFER SEMESTER GENAP 2011/2012

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI GERAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI GERAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI GERAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS I.A SD NEGERI 9 KABANGKA TAHUN AJARAN 2014/2015 Nur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar untuk mengamati, menentukan subkompetensi, menggunakan alat dan

BAB I PENDAHULUAN. belajar untuk mengamati, menentukan subkompetensi, menggunakan alat dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk mengamati, menentukan subkompetensi, menggunakan alat dan memilih menggunakan

Lebih terperinci

1. Anis Widarti, S.Pd. 2. Abdul Majid S.Si,M.Si 3. Dra. Maasje C.W.

1. Anis Widarti, S.Pd. 2. Abdul Majid S.Si,M.Si 3. Dra. Maasje C.W. PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE THE LEARNING CELL PADA POKOK BAHASAN KOLOID (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa kelas XI IPA SMAN 16 Samarinda) 1. Anis Widarti,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Penelitian 3.1.1. Setting Penelitian a. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Kelas II SD N Panerusan Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Penelitian

Lebih terperinci

PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (SGD) PADA SISWA KELAS VII

PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (SGD) PADA SISWA KELAS VII PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (SGD) PADA SISWA KELAS VII Dani Nur Khasanah; Nila Kurniasih Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 2 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF Journal of Mechanical Engineering Education, Vol. 3, No. 2, Desember 2016 256 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF Saepuloh 1, Dede Suhayat

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 14 BONEGUNU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TGT

PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 14 BONEGUNU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TGT Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 14 BONEGUNU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TGT Farida

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti sekarang ini, segala sesuatu berkembang secara pesat dan sangat cepat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti sekarang ini, segala sesuatu berkembang secara pesat dan sangat cepat. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti sekarang ini, segala sesuatu berkembang secara pesat dan sangat cepat. Globalisasi ini juga meliputi dalam perkembangan ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 6 No. 6 ISSN 2354-614X PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU Saatima

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian terdiri atas lebih dari satu siklus, tergantung

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Melalui Pemelajaran Kooperatif Model Problem Posing Pada Mata Pelajaran IPS di SDN I Dadakitan

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Melalui Pemelajaran Kooperatif Model Problem Posing Pada Mata Pelajaran IPS di SDN I Dadakitan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Melalui Pemelajaran Kooperatif Model Problem Posing Pada Mata Pelajaran IPS di SDN I Dadakitan Inhar Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Biologi

Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Biologi PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL RANCANGAN ALAT UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI KEBAKKRAMAT ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

Lebih terperinci

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :

Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga

Lebih terperinci

Suharti Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :

Suharti Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PADA SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Suharti Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan bukan pada input kelas, seperti silabus dan materi.

BAB III METODE PENELITIAN. dan bukan pada input kelas, seperti silabus dan materi. 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Menurut Kunandar, (2010 : 66) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas berfokus pada kelas atau proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas

Lebih terperinci

Majalah Ilmiah Inspiratif, Vol.2 No.2 Januari 2016

Majalah Ilmiah Inspiratif, Vol.2 No.2 Januari 2016 Majalah Ilmiah Inspiratif, Vol.2 No.2 Januari 2016 Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sistem Ekskresi Melalui Penerapan Model Pembelajaran SQ4R Bagi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Cepiring Semester

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA 345 EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Woro Sumarni, Soeprodjo, Krida Puji Rahayu Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Kampus

Lebih terperinci

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN-ENDED SMP SULTAN AGUNG PURWOREJO

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN-ENDED SMP SULTAN AGUNG PURWOREJO PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN-ENDED SMP SULTAN AGUNG PURWOREJO Nur Chanifah Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Email: [email protected]

Lebih terperinci

Lathifatus Sa adah 1 Soewalni Soekirno 2 dan Anggit Grahito Wicaksono 3 ABSTRAK

Lathifatus Sa adah 1 Soewalni Soekirno 2 dan Anggit Grahito Wicaksono 3 ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI BANYUANYAR II SURAKARTA

Lebih terperinci

Skripsi Oleh: TITIK DWI RAHAYU NIM X

Skripsi Oleh: TITIK DWI RAHAYU NIM X PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MEDIA TTS (TEKA TEKI SILANG) UNTUK PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SURAKARTA Skripsi Oleh: TITIK DWI

Lebih terperinci

Astri Wahyuni. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UIR

Astri Wahyuni. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UIR ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1, No. 3, September - Desember 2015 STKIP PGRI Banjarmasin PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH (ICM)

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA SMP NEGERI 10 PADANGSIDIMPUAN.

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA SMP NEGERI 10 PADANGSIDIMPUAN. UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA SMP NEGERI 10 PADANGSIDIMPUAN. Agus Makmur Dosen Pendidikan Matematika UGN Padangsidimpuan [email protected]

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna memenuhi derajat sarjana S-1 Pendidikan Matematika

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna memenuhi derajat sarjana S-1 Pendidikan Matematika UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI AKTIF CARD SORT (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa kelas VII Semester Genap SMP Negeri 4 Boyolali

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari hari. Pencapaian tujuan pendidikan ini bisa ditempuh

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari hari. Pencapaian tujuan pendidikan ini bisa ditempuh 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan utama yang wajib dipenuhi dalam upaya peningkatan taraf hidup bermasyarakat. Dari pendidikan inilah diperoleh perubahan pengetahuan,

Lebih terperinci

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Mail Handling dengan Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Mail Handling dengan Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Mail Handling dengan Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends Budi Kurniawan SMKN 2 Blitar E-mail: [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 p-issn: e-issn:

Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 p-issn: e-issn: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMPN 7 BANGKALAN PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) R Ida Wahyuni 1 dan Eka Evriani

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN Masdelima Azizah Sormin Dosen Pendidikan Matematika Fakultas

Lebih terperinci

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Tipe Jigsaw Siswa Kelas V

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Tipe Jigsaw Siswa Kelas V Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Tipe Jigsaw Siswa Kelas V Sri Rahyuni, Lukman Nadjamuddin, dan Abduh H. Harun Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Khoirun Nisa Nurul Fitri 1, Lilis Sugiyanti 2 PTE FT UNNES 1, SMA Negeri 2 Ungaran 2

Khoirun Nisa Nurul Fitri 1, Lilis Sugiyanti 2 PTE FT UNNES 1, SMA Negeri 2 Ungaran 2 Dinamika Vol. 4, No. 3, Januari 2014 ISSN 0854-2172 PEMBELAJARAN PROGRAM APLIKASI MICROSOFT WORD MELALUI PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Khoirun Nisa Nurul Fitri 1, Lilis Sugiyanti 2

Lebih terperinci

DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES

DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES PENERAPAN FLIP CHART DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010

Lebih terperinci

PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR-SHARE (TPS)

PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR-SHARE (TPS) PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR-SHARE (TPS) Oleh: Aneng Sih Samitri, Mujiyem Sapti, Nila Kurniasih Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEHNIK TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MA NW TERARA PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEHNIK TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MA NW TERARA PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEHNIK TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MA NW TERARA PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI M Januardi Lutfi Hariyanto Pemerhati Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TUNTANG PADA MATERI SEGITIGA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TUNTANG PADA MATERI SEGITIGA Penerapan Model Pembelajaran Number Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Era Destiyandani, dkk) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Suska Journal of Mathematics Education Vol.2, No. 1, 2016, Hal. 41 51 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIIIb

Lebih terperinci

Kata kunci : pembelajaran aktif, pencocokan kartu indeks, hasil belajar

Kata kunci : pembelajaran aktif, pencocokan kartu indeks, hasil belajar PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MEDIA PENCOCOKAN KARTU INDEKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP N 2 PECANGAAN JEPARA 1) 1 Oleh : Nikmatul Isnaini 2) dan Siti Fatonah 3)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cikampek Barat III Desa Cikampek Barat Kec. Cikampek Kab. Karawang. Alasan dipilihnya

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SEKOLAH DASAR PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SEKOLAH DASAR Vicky Budi Utomo 1, Dedi Kuswandi 2, Saidah Ulfa 3 Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas

Lebih terperinci

Surakarta, Indonesia ABSTRAK

Surakarta, Indonesia ABSTRAK Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 2 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

Lebih terperinci

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika 2 (2), 8-13 (2016)

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika 2 (2), 8-13 (2016) ISSN: 2502-2318 (Online) ISSN: 2443-2911 (Print) Alamat URL http://omega.uhamka.ac.id/ ω o m e g a Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika 2 (2), 8-13 (2016) Upaya Peningkatan Hasil Belajar Fisika dengan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DISERTAI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI TERMOKIMIA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DISERTAI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI TERMOKIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA VI Pemantapan Riset Kimia dan Asesmen Dalam Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP UNS Surakarta, 21 Juni

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA N 1 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Martha Lorinda [email protected] Pendidikan

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING. Rochimah

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING. Rochimah Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 4, Juli 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP SD Negeri

Lebih terperinci