BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR"

Transkripsi

1 SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI PAPUA BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR Jalan Soa-Siu Dok II Jayapura, Telepon / Fax (0967) Website : [email protected] KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Biro Organisasi dan Pendayagunaan aparatur SETDA dapat menyelesaikan penyusunan Renstra SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Tahun Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA adalah merupakan unsur staf yang melaksanakan fungsi administrasi dan berada dibawah Asisten Bidang Umum SEKDA sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPR. Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Tahun memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun berdasarkan pendanaan indikatif, dan berada pada tataran misi ke-2 dari visi Gubernur Papua. Selanjutnya Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua menjadi landasan atau pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), Renja dan penetapan (DPA-SKPD) Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA dan Renstra ini disesuaikan dengan penetapan indikator kinerja utama Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi hingga tersusunnya Renstra ini. Perlu disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan Renstra ini, oleh karena itu masukan serta saran sangat kami harapkan. Jayapura, 18 Desember 2014 KEPALA BIRO, i DANIEL PAHABOL, S.Pd,MM PEMBINA TINGKAT I NIP

2 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan 3 C. Dasar Hukum 4 D. Kedudukan dan Peranan Renstra 6 E. Sistematika 7 BAB II GAMBARAN PELAYANAN A. Pembentukan Organisasi 9 B. TUPOKSI Organisasi 10 C. Susunan Organisasi 27 D. Susunan Kepegawaian E. Keadaan Sarana dan Prasarana 31 F. Kinerja Pelayanan 49 G. Tantangan Masa Depan 49 BAB III ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI A. Kondisi Internal 58 B. Kekuatan-Kekuatan 58 C. Kelemahan-kelemahan D. Peluang.. 65 E. Ancaman 68 F. Faktor Kunci Keberhasilan 69 G. Telaahan Visi dan Misi Gubernur 73 H. Telaahan Renstra 74 I. Penentuan Isu Strategis 74 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN ORGANISASI A. Visi Dan Misi B. Tujuan 79 C. Sasaran 81 D. Strategi/Kebijakan 82 E. Program 83 F. Kegiatan 83 ii

3 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB VI INDIKATOR KINERJA BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD PROVINSI PAPUA iii

4 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyusunan Rencanan Strategis (Renstra) Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Tahun , dilaksanakan Sesuai amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah melaksanakan pembangunan di daerah masing-masing harus menyusun rencana pembangunan. Rencana pembangunan menurut undang-undang tersebut menjadi rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah dan rencana kerja pemerintah daerah untuk rencana kerja Tahunan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang pasal 151 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Rencana strategis yang selanjutnya disebut Renstra SKPD yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Renstra SKPD tersebut dirumuskan dalam bentuk Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja) yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat selanjutnya direalisasikan dalam Rencana Kerja Anggaran SKPD. Renstra digunakan juga sebagai dasar penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Oleh karena itu muatan utama Renstra adalah semua program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro Organisasi dan Pendaya- gunaan Aparatur 1

5 dalam konteks akuntabilitas kinerja dan manajerial yang mencakup kegiatan yang dibiayai dengan dana APBD dan dana dekonsentrasi. Renstra akan menjadi tolok ukur penilaian pertanggunggjawaban Kepala Biro Organisasi dan PA pada setiap akhir tahun anggaran. Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua yang mengemban amanah untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi dan aparatur pemerintahan sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2013 dituntut untuk menjadi pionir (role model) bagi reformasi Biro Organisasi dan PA dan membuktikan diri sebagai organisasi pemerintah yang berkinerja tinggi. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPR, Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA mempunyai tugas merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, ketatalaksanaan, analisis jabatan serta pendayagunaan aparatur. Namun demikian hingga saat ini berbagai program dan kegiatan yang dilakukan oleh Biro Organisasi dan PA bisa dikatakan belum sepenuhnya mampu berkontribusi secara maksimal bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk itu Biro Organisasi dan PA memandang perlu untuk melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan kinerjanya melalui perencanaan strategis yang lebih menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi yang konsisten dengan kebijakan perencanaan pembangunan pemerintah dalam lima Tahun mendatang ( ). Dalam rangka menyusun rencana strategis yang realistis dan sistematis, hal yang pertama dilakukan adalah analisis terhadap perubahan lingkungan strategis. Analisis terhadap kondisi lingkungan strategis ini diarahkan untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, tantangan serta ancaman yang dihadapi Biro Organisasi dan PA dalam upaya meningkatkan peran dan kualitas kinerja instansi. 2

6 Seiring dengan tuntutan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang diberikan mandat dalam pengembangan adminstrasi dan aparatur pemerintahan, menghadapi berbagai permasalahan organisasi yang menyebabkan kinerja Biro Organisasi dan PA belum optimal. Secara umum terdapat dua permasalahan kelembagaan yang dihadapi oleh Biro Organisasi dan PA saat ini, yaitu permasalahan dari sisi internal dan permasalahan dari sisi eksternal. Untuk itu dalam penyusunan renstra Biro Organisasi dan PA dilakukan dengan melibatkan seluruh Pejabat Eselon yang berada dalam lingkungan Biro Organisasi dan PA mengingat Konsep pembangunan bidang aparatur di daerah mencakup aspek yang luas, meliputi penataan, penyempurnaan dan pembaruan serta pendayagunaan unsure dan fungsi manajemen dan administrasi penyelenggaraan pemerintahan menunju tata pemerintahan yang bersih ( Good Gavernance). B. MAKSUD DAN TUJUAN UMUM Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA disusun dengan maksud menyediakan acuan kerja penyelenggaran pembangunan Biro Organisasi dan PA adalam melaksanakan fungsi administrasi selama rentang waktu lima Tahun kedepan, serta bertujuan untuk: 1. Menjamin konsistensi perencanaan dan pemilihan program dan kegiatan sesuai dengan prioritas organisasi. 2. Menjamin komitmen pada program dan kegiatan yang sudah disepakati secara partisipatif dalam organisasi 3. Memperkuat landasan penentuan program dan kegiatan Tahunan secara kronologis dan berkelanjutan. 4. Menyediakan tolok banding (benchmark) dalam pengukuran kinerja Kepala Biro Organisasi dan PA. 3

7 5. Identifikasi Visi, Misi dan sasaran strategis yang bertujuan untuk menentukan kinerja dan atau bentuk pelayanan yang akan dicapai; 6. Identifikasi kinerja Biro Organisasi dan PA serta penamaan program yang didasarkan pada keterkaitan antara indikator program out come sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Biro Organisasi dan PA serta bersifat unik dan tidak duplikatif pada kegiatan antara masing masing Bagian-Bagian. 7. Mencerminkan sasaran kinerja masing masing Bagian sesuai tupoksi. 8. Ouput Kegiatan Biro Organisasi dan PA bersifat spesifik dan terukur serta dapat mendukung pencapaian outcome program. 9. Output kegiatan masing masing Bagian dapat dievaluasi berdasarkan periode. 10. Perencanaan kebutuhan pendanaan program merupakan deteil penjabaran strategis pendanaan yang di biayai dari dari DAU dan Dana Otsus. C. DASAR HUKUM terdiri atas : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2507); 2. Undang-Undang Nomor Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809); 3. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151); 4

8 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara 5. Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4438, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 5

9 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Diundangkan di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2007 ); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89 ); 15. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 16. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Papua ; 17. Peraturan Daerah Nomor 21 tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun ; 18. Peraturan Gubernur Papua Nomor 2 Tahun 2011 tentang Uraian Tugas Dan Fungsi Sekretariat Daerah Dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Papua ; D. KEDUDUKAN DAN PERANAN RENSTRA 1. Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua dibuat untuk menjabarkan RPJMD (Rencana Pembangunan 6

10 Jangka Menengah Daerah) Tahun 2014 s/d Selanjutnya Renstra SKPD menjadi landasan maupun pedoman bagi penyusunan Renja SKPD dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang pada akhirnya akan dilakukan pengukuran kinerja atas capaian keberhasilan/kegagalan atas pelaksanaan Rencana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah(RKA-SKPD) Biro Organisasi dan PA yang diaktualisasikan melalui penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah. 2. Perencanaan strategis dapat membantu organisasi mengatasi situasi yang tidak diharapkan terkait dengan factor internal dan eksternal yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kegagalan dengan menetukan tujuan, sasaran strategis dan indikator penentu dari sasaran dan target akan dicapai. E. SISTEMATIKA. Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur ini memuat rencana program, serta alokasi pendanaannya sampai 5 (lima) Tahun ke depan dengan Sistematika penyusunan sebagai berikut : BAB I. Pendahuluan; Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Landasan Hukum, Kedudukan dan Peranan Renstra; 7

11 BAB II. Gambaran Pelayanan; Pembentukan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi SKPD, Susunan Kepegawaian, Keadaan Sarana dan Prasarana dan Tantangan Masa Depan. BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Oganisasi, Faktor Kunci, Telahaan Visi, Misi dan Program Gubernur dan Wakil Gubernur,Telahaan Renstra dan Penentuan Isue Strategis. BAB IV. VISI, MISI, Tujuan dan Sasaran Strategis dan Kebijakan Penyelenggaraan Tugas Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur. BAB V. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan. BAB VI. Indikator Kinerja Yang Mengacu Pada Tujuan Dan Sasaran RPJMD; Indikator pencapaian kinerja dan keefektifan penggunaan sumber daya. 8

12 BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR A. PEMBENTUKAN ORGANISASI Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang susunan organisasi dan Tata kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Papua secara kelembagaan mempunyai tugas pokok dan fungsi : Merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, ketatalaksanaan, Analisa Jabatan dan pemberdayaan aparatur pemerintah. Biro Organisasi dan PA dipimpin oleh seorang Kepala Biro yang membawahi 4 (empat) Kepala Bagian, yaitu : 1. Kepala Bagian Kelembagaan; 2. Kepala Bagian Ketatalaksanaan; 3. Kepala Bagian Analisis dan Formasi Jabatan; dan 4. Kepala Bagian Pemberdayaan Aparatur. Secara struktural kelembagaan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Umum sesuai PERDA sedangkan rincian tugas pokok dan fungsi masih dalam pengajuan ke Biro Hukum untuk mendapat penetapan, sebagai penganti dari Peraturan Gubernur Papua Nomor 2 Tahun

13 B. RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR Asisten Bidang Umum (1) Asisten Bidang Umum mempunyai tugas membantu Sekda, dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah sesuai lingkup tugasnya serta tugas lainnya yang diberikan pimpinan Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Asisten Bidang Umum mempunyai fungsi: a pengkoordinasian staf dalam rangka perumusan dan penyusunan. kebijakan bidang organisasi dan pendayagunaan aparatur, administrasi umum, serta pengembangan sumber daya manusia papua; b pembinaan dan pengawasan bidang administrasi umum; dan. c. pengkoordinasian dinas daerah, lembaga teknis daerah dan perangkat daerah lainnya. (2) Asisten Bidang Umum membawahi : a. Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur; b. Biro Umum dan c. Biro Pengembangan SDM Papua. 2. Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur 1. Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur mempunyai tugas merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, ketatalaksanaan, analisis jabatan dan pemberdayaan aparatur pemerintah di daerah; 2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur mempunyai fungsi : a. penyiapan bahan perumusan pembinaan penataan kelembagaan perangkat daerah; b. penyiapan bahan perumusan tatalaksana pemerintahan dan pembangunan serta analisis jabatan; 10

14 c. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pendayagunaan aparatur; dan d. pelaksanaan ketatausahaan. 3. Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur membawahi : a. Bagian Kelembagaan; b. Bagian Ketatalaksanaan; c. Bagian Analisis dan Formasi Jabatan; d. Bagian Pendayagunaan Aparatur. Bagian Kelembagaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan kelembagaan organisasi perangkat daerah dan kelembagaan organisasi perangkat daerah kabupaten/kota lingkup Provinsi papua. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Kelembagaan mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan pembinaan kelembagaan organisasi perangkat daerah ; b. penyiapan bahan penyelenggaraan pembinaan kelembagaan organisasi perangkat daerah kabupaten/kota; dan c. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan di bidang kelembagaan orgaanisasi perangkat daerah. Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi; b. Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi mempunyai tugas melakukan penataan kelembagaan perangkat pemerintah propinsi dan perangkat daerah lainnya. 11

15 Uraian Tugas Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan pengolahan dan analisis data sebagai bahan penyusunan kelembagaan perangkat daerah provinsi; c. menyusun dan menganalisis hasil kajian kelembagaan perangkat daerah sebagai bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan; d. melakukan evaluasi penataan kelembagaan perangkat daerah provinsi dan perangkat daerah lainnya; e. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Provinsi; dan f. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota mempunyai tugas melakukan pembinaan dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten/kota. Uraian Tugas Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan pengolahan dan analisis data sebagai bahan pelaksanaan 12

16 kegiatan fasilitasi dan penataan kelembagaan daerah kabupaten/kota; c. melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi penataan kelembagaan perangkat daerah kabupaten/kota; d. melakukan penyiapan bahan dalam rangka evaluasi rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang penyempurnaan, pengembangan pembentukan dan penghapusan organisasi perangkat daerah perangkat daerah kabupaten/kota; e. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota; dan f. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas menyelenggarakan, melaksanakan koordinasi perencanaan umum, keuangan, perlengkapan, aset, kepegawaian, program dan pelaporan. Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Biro sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Tata Usaha Biro berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan penatausahaan koordinasi perencanaan program Biro. c. melakukan pengelolaan administrasi keuangan, pengkajian anggaran belanja, pengendalian administrasi belanja, dan pengelolaan aset. d. melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian, pembinaan jabatan fungsional, penatausahaan, kelembagaan, dan ketatalaksanaan. e. melakukan pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. f. melakukan penyusunan bahan rancangan pendokumentasian perundangundangan; g. melakukan pengelolaan naskah dinas dan kearsipan; 13

17 h. melakukan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; i. melakukan pengkajian bahan Rencana Strategis, rencana kerja, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; j. melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait; k. melakukan pengelolaan informasi Biro; l. melakukan sinkronisasi, koordinasi, evaluasi dan monitoring Biro; m. melakukan pengumpulan bahan dan penyusunan laporan Biro; n. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Tata Usaha Biro; dan o. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan dan penataan sistem tatalaksana pemerintahan, standarisasi sarana dan lingkungan kerja di bidang tatalaksana pemerintahan di daerah Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Ketatalaksanaan mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan pembinaan ketatalaksanaan; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam rangka pembinaan sistem dan prosedur, standarisasi prasarana dan sarana kerja, serta pelayanan publik; dan c. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan di bidang ketatalaksanan. Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas: a. Subbagian Sistem dan Prosedur; b. Subbagian Standarisasi Prasarana dan Sarana Kerja; dan c. Subbagian Pelayanan Publik. 14

18 Subbagian Sistem dan Prosedur mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan sistem dan prosedur organisasi perangkat daerah. Uraian tugas Subbagian Sistem dan Prosedur sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Sistem dan Prosedur berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan kegiatan perumusan, penyusunan dan pembahasan bahan kebijakan sistem dan prosedur kerja perangkat daerah; c. melakukan kegiatan penghimpunan, pengolahan dan penyusunan standar operasional prosedur kerja perangkat daerah; d. melakukan kegiatan pembinaan standar operasional prosedur kerja perangkat daerah; e. melakukan kegiatan pemantauan standar operasional prosedur kerja perangkat daerah; f. melakukan kegiatan evaluasi standar operasional prosedur kerja perangkat daerah; g. melakukan kegiatan penyusunan kebijakan pendelegasian/pelimpahan wewenang; h. melakukan kegiatan penyusunan kebijakan, pembinaan, pemantauan dan evaluasi tata naskah dinas, kode, stempel, kop naskah dinas, papan nama, logo dan motto Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD); i. melakukan kegiatan penghimpunan, pendokumentasian dan penyajian dokumen kebijakan sistem dan prosedur kerja perangkat daerah; j. melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan sistem dan prosedur kerja perangkat daerah; k. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian 15

19 Sistem dan Prosedur; dan l. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. 16

20 Subbagian Standarisasi Prasarana dan Sarana Kerja mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan standarisasi prasarana dan sarana kerja organisasi perangkat daerah. Uraian tugas Subbagian Standarisasi Prasarana dan Sarana Kerja sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Standarisasi Prasarana dan Sarana Kerja berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan kegiatan perumusan, penyusunan, dan pembahasan bahan kebijakan standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/ perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; c. melakukan kegiatan penyusunan standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/ kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; d. melakukan kegiatan pembinaan standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/ kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; e. melakukan kegiatan pemantauan standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/ kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; f. melakukan kegiatan evaluasi standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/ kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; g. melakukan kegiatan bimbingan, konsultasi, pemantauan dan koordinasi standardisasi/pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/ 17

21 peralatan kerja, tata ruang kantor /kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; h. melakukan kegiatan penghimpunan, pendokumentasian dan penyajian dokumen kebijakan standardisasi/pembakuan prasarana/ sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; i. melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan standardisasi/ pembakuan prasarana/sarana/perlengkapan/peralatan kerja, tata ruang kantor/kerja, kendaraan dinas/operasional, pakaian dinas dan atributnya; j. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Standarisasi Prasarana dan Sarana Kerja; dan k. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Pelayanan Publik mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan penyelenggaraan pelayanan publik. Uraian tugas Subbagian Pelayanan Publik sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Pelayanan Publik berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan kegiatan perumusan, penyusunan dan pembahasan bahan kebijakan pelayanan publik perangkat daerah, antara lain meliputi pelayanan perizinan dan pelayanan non perizinan; c. melakukan kegiatan penghimpunan, pengolahan dan penyusunan standar pelayanan minimal pelayanan publik perangkat daerah, antara lain meliputi pelayanan perizinan dan pelayanan non perizinan; d. melakukan kegiatan pembinaan standar pelayanan minimal pelayanan publik perangkat daerah, antara lain meliputi pelayanan perizinan dan 18

22 pelayanan non perizinan; e. melakukan kegiatan pemantauan standar pelayanan minimal pelayanan publik perangkat daerah, antara lain meliputi pelayanan perizinan dan pelayanan non perizinan; f. melakukan kegiatan evaluasi standar pelayanan minimal pelayanan publik perangkat daerah, antara lain meliputi pelayanan perizinan dan pelayanan non perizinan; g. melakukan kegiatan/fasilitasi pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelayanan publik dari instansi pemerintah; h. melakukan kegiatan bimbingan dan konsultasi pelaksanaan kegiatan pelayanan publik; i. melakukan kegiatan penghimpunan, pendokumentasian dan penyajian dokumen kebijakan pelayanan publik perangkat daerah; j. melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan pelayanan publik perangkat daerah; k. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Pelayanan Publik; dan l. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Analisis dan Formasi Jabatan mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan penyelenggaraan analisis dan formasi jabatan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Analisis dan Formasi Jabatan mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan penyelenggaraan pembinaan analisis dan formasi jabatan; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam rangka pembinaan penyelenggaraan analisis dan formasi jabatan, serta pengembangan jabatan fungsional; dan 19

23 c. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan di bidang analisis dan formasi jabatan. Bagian Analisis dan Formasi Jabatan terdiri atas: a. Subbagian Analisis Jabatan; b. Subbagian Formasi Jabatan; dan c. Subbagian Pengembangan Jabatan Fungsional. Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan penyelenggaraan analisis jabatan. Uraian tugas Subbagian Analisis Jabatan sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Analisis Jabatan berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman administrasi pemerintahan kampung dan kelurahan; c. melakukan kegiatan perumusan, penyusunan, dan pembahasan bahan kebijakan analisis jabatan perangkat daerah; d. melakukan kegiatan analisis jabatan perangkat daerah; e. melakukan kegiatan pembinaan analisis jabatan perangkat daerah; f. melakukan kegiatan pemantauan penerapan hasil analisis jabatan perangkat daerah; g. melakukan kegiatan evaluasi penerapan hasil analisis jabatan perangkat daerah; h. melakukan kegiatan penyusunan, pengembangan, evaluasi, pendokumentasian dan sosialisasi standar kompetensi/ persyaratan, klasifikasi, pola karir, formasi, peta, kamus dan kode jabatan; i. melakukan kegiatan penghimpunan, pendokumentasian dan penyajian 20

24 dokumen kebijakan analisis jabatan; j. melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan analisis jabatan; k. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Analisis Jabatan; dan l. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Formasi Jabatan mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan penyelenggaraan formasi jabatan. Uraian tugas Subbagian Formasi Jabatan sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Formasi Jabatan berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan pengumpulan bahan penyelenggaraan evaluasi formasi jabatan; c. melakukan pemantauan penyelenggaraan Formasi Jabatan; d. melakukan penyusunan formasi jabatan, persyaratan administrasi dan teknis kebutuhan jabatan dan jenjang jabatan; e. melakukan pengkajian dan perumusan formasi jabatan struktural, non struktural dan jabatan funsional tertentu dan jenjang jabatan; f. melakukan penyusunan administrasi dan formasi persyaratan administratif dan teknis jabatan staf, teknis dan jabatan fungsional tertentu dalam pelaksanaan tugas jabatan g. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Formasi Jabatan; dan h. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan pembinaan pengembangan jabatan 21

25 fungsional. Uraian tugas Subbagian Pengembangan Jabatan Fungsional sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Pengembangan Jabatan Fungsional berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasikebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan pengumpulan bahan penyelenggaraan evaluasi penataan jabatan fungsional tertentu; c. melakukan pemantauan pelaksanaan pemberdayaan Jabatan fungsional tertentu; d. melakukan penyusunan formasi jabatan fungsional tertentu, persyaratan administrasi, dan teknis jabatan fungsionl tertentu; e. melakukan pengkajian dan perumusan kebutuhan jabatan funsional tertentu pada organisasi perangkat daerah dan perangkat daerah lainnya; f. melakukan pengadministrasian persyaratan administratif dan teknis jabatan fungsional tertentu; g. melakukan penyusunan strata pendidikan umum dan teknis dalam pemenuhan formasi jabatan fungsional tertentu; h. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Pengembangan Jabatan Fungsional; dan i. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Pendayagunaan Aparatur mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan di bidang pendayagunaan aparatur. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Pendayagunaan Aparatur mempunyai fungsi: 22

26 a. penyiapan bahan penyelenggaraan pembinaan pendayagunaan aparatur; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam rangka pembinaan penyelenggaraan pengembangan dan pengendalian aparatur, kinerja aparatur, serta pemberdayaan aparatur; dan c. penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan di bidang pendayagunaan aparatur. Bagian Pendayagunaan Aparatur terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan dan Pengendalian Aparatur; b. Subbagian Kinerja Aparatur; dan c. Subbagian Pemberdayaan Aparatur. Subbagian Pengembangan dan Pengendalian Aparatur mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan penyelenggaraan pengembangan dan pengendalian aparatur. Uraian tugas Subbagian Pengembangan dan Pengendalian Aparatur sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Pengembangan dan Pengendalian Aparatur berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan pengumpulan bahan evaluasi pengembangan dan pengendalian aparatur; c. melakukan penyiapan kajian pengembangan kualitas sumberdaya aparatur; 23

27 d. melakukan penyiapan bahan kajian dan analisis sumberdaya aparatur staf, teknis operasional dan pendukung; e. melakukan penyiapan bahan kajian dan analisis keadaan pendidikan umum, penjenjangan, teknis aparatur organisasi perangkat daerah propinsi dan kabupaten/kota, perangkat daerah lainnya dalam penyelenggraan tugas dan fungsi organisasi; f. melakukan evaluasi sumberdaya aparatur aparatur pemerintah daerah, dari segi kepangkatan, pendidkan formal, pendidikan teknis dan penempatan dalam jabatan struktural, non struktural dan fungsional tertentu; g. melakukan penyusunan pengembangan informasi pengembangan dan pengendalian aparatur daerah; h. melakukan penyusunan petunjuk teknis pembinaan dan pengendalian pendayagunaan aparatur provinsi dan kabupaten/kota; i. melakukan pengelolaan hasil pengembangan dan pengendalian pendayagunaan aparatur; j. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Pengembangan dan Pengendalian Aparatur; dan k. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Kinerja Aparatur mempunyai tugas mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pembinaan kinerja aparatur. Uraian tugas Subbagian Kinerja Aparatur sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Kinerja Aparatur berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; 24

28 b. melakukan pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan Analisa Kinerja; c. melakukan pemantauan penyelenggaraan Evaluasi Kinerja; d. melakukan pemantauan pelaksanaan analisa jabatan dan melaksanakan kegiatan SPIP dan realisasinya; e. melakukan pengumpulan dan pengolahan data sebagai bahan laporan pelaksanaan koordinasi percepatan pemberantasan korupsi; f. melakukan pemantauan penyelenggaraan evaluasi kinerja dan pelaksanaan percepatan pemberantasan korupsi; g. melakukan monitoring pelaksanaan kinerja aparatur; h. melakukan pengumpulan hasil pelaksanaan kinerja aparatur; i. melakukan penyiapan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pemerintah ; j. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Kinerja Aparatur; dan k. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Subbagian Pemberdayaan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pembinaan di bidang pemberdayaan aparatur. Uraian tugas Subbagian Pemberdayaan Aparatur sebagai berikut: a. melakukan penyusunan rencana kegiatan Subbagian Pemberdayaan Aparatur berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi-kebijakan tentang perencanaan program dan kegiatan Sekretariat Daerah sebagai bahan penyusunan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Sekretariat Daerah; b. melakukan penyiapan kajian pendayagunaan sumberdaya aparatur; c. melakukan penyiapan bahan kajian dan analisis pendayagunaan aparatur pada oragnisasi perangkat daerah unsur staf, teknis operasional, dan pendukung; 25

29 d. melakukan penyiapan bahan melaksanakan kajian dan analisis keadaan pendidikan umum, penjenjangan, teknis aparatur organisasi perangkat daerah propinsi dan kabupaten/kota, perangkat daerah lainnya dalam penyelenggraan tugas dan fungsi organisasi; e. melakukan evaluasi sumberdaya aparatur pemerintah daerah, dari segi kepangkatan, pendidkan formal, pendidikan teknis dan penempatan dalam jabatan struktural, non struktural dan fungsional tertentu. f. melakukan penyiapan penyusunan laporan pengembangan pendayagunaan aparatur daerah; g. melakukan penyusunan petunjuk teknis pembinaan dan pengendalian pendayagunaan aparatur provinsi, kabupaten/kota; h. melakukan pengolahan hasil pengembangan dan pengendalian pendayagunaan aparatur; i. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Subbagian Pemberdayaan Aparatur; dan j. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Bagan Struktur Organisasi tergambar pada TABEL 1 (terlampir). 26

30 27

31 C. SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN KELENGKAPAN. Sumberdaya manusia yang mendukung terselenggaranya program dan kegiatan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua terdiri dari 42 (empat puluh dua) Pegawai Negeri Sipil, 3 (tiga) tenaga Kontrak, dengan rincian sebagai berikut : 1) Berdasarkan jenis kelamin adalah : Laki-laki : 18 (delapan belas) orang Perempuan : 24 (dua puluh empat) orang 2) Tenaga Kontrak : sebanyak : 3 (tiga) orang 3) Jumlah PNS yang ikut Ujian Dinas TK. I dan II tahun anggaran 2012, yaitu : Golongan II = 1 (satu) orang 4) Jumlah PNS Pensiun tahun anggaran 2012, yaitu : Golongan II = 1 (satu) orang 5) SDM menurut Tingkat Pendidikan adalah : NO Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase 1 S2 5 12,82 2 S ,41 3 D SMA 11 28,20 5 SLTA 1 2,5 JUMLAH ) Tenaga Kontrak : sebanyak : 3 (tiga) orang 28

32 7) SDM Menurut Eselon : NO Tingkat eselon Jumlah Jabatan kosong 1 II.b 1-2 III.a IV.a 12 1 Rekapitulasi data PNS di lingkungan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur dapat di lihat pada TABEL. 2. di bawah ini. 29

33 TABEL 2 REKAPITULASI JUMLAH PNS MENURUT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN KEADAAN : PER JULI 2013 No Gol Laki-Laki S2 S1 D4 D3 D2 D1 SLTA SLTP SD JML 1 IV/e IV/d IV/c 1 IV/b 1 1 IV/a 1 Jml gol.iv III/d 1 2 III/c 3 III/b 2 III/a 6 Jml gol.iii II/d II/c 1 II/b 1 II/a 4 Jml gol. II 6 4 I/d I/c I/b I/a Jml. Gol. I TOTAL

34 TABEL 3 REKAPITULASI JUMLAH PNS MENURUT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN KEADAAN : PER JULI 2013 No Gol Perempuan S2 S1 D4 D3 D2 D1 SLTA SLTP SD JML 1 IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a Jml gol.iv 2 III/d 1 2 III/c 2 III/b 5 1 III/a 1 1 Jml gol.iii II/d II/c 1 II/b 2 II/a 2 Jml gol. II 5 4 I/d I/c I/b I/a Jml. Gol. I TOTAL D. KEADAAN SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas bagi aparatur di lingkungan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua terlampir pada TABEL 4. Sebagai berikut : 31

35 E. KINERJA PELAYANAN Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur melaksanakan program pembangunan dan rutin lebih bersifat non fisik, maka kinerja pelayanan yang direncanakan dalam kurun waktu 2014 s/d 2018 dengan mengedepankan sistem pelayanan administrasi dalam rangka pencapaian output/outcome kinerja Biro Organisasi dan PA terutama yang berkaitan dengan pencapaian tata pemerintahan yang baik, yang diaktualisasikan melalui Program dan kegiatan untuk Tahun 2014 s/d 2018, sebagai berikut ; a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur c. Program Peningkatan disiplin aparatur d. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur e. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan f. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan F. TANTANGAN DIMASA DEPAN 1. Aspek Kelembangaan dan Analisis Jabatan Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah sebagaimana diatur dalam PP 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dibentuk dengan memperhatikan kriteria besaran Organisasi jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah APBD, dengan tetap memperhatikan karakteristik daerah dan kebutuhan daerah serta memperhatikan potensi dan permasalahan dalam pembangunan daerah. Berkenaan dengan pembagian urusan Pemerintah antar tingkat pemerintahan terdapat pembagian jenis urusan secara spesifik. Urusan Pemerintahan dimaksud meliputi Politik luar dan menjadi urusan urusan yang bersifat concurent atau urusan yang dapat dikelola bersama antara Pusat, Provinsi dan 32

36 . Pembagian urusan Pemerintahan yang bersifat concurrent diatur dalam Pasal 11 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2004 dengan menggunakan kriteria Eksternalitas, Akuntabilitas dan Efisiensi. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan proporsionalitas dam pembagian urusan Pemerintahan antar tingkatan Pemerintahan sehingga ada kejelasan siapa melakukan apa. Dalam urusan bersama yang menjadi kewenangan daerah terbagi dalam dua bentuk urusan yakni Urusan Wajib dan Urusan Pilihan. Arah kebijakan pembangunan bidang kelembagaan kedepan pada intinya ialah menciptakan rasionalisasi struktur organisasi pemerintah daerah yang efisien, efektif, dinamis, dan proporsional sesuai kebutuhan dan beban kerja yang riil (rightsized). Penataan kelembagaan Perangkat Daerah perlu diikuti dengan analisis Jabatan, Analisis Beban Kerja (ABK) sehingga dalam menentukan berapa jumlah personalia, waktu penyelesaian beban tugas, informasi tentang jabatan sampai dengan penempatan kompetensi aparatur dengan jumlah kebutuhan pegawai akan lebih terkendali, sesuai kebutuhan daerah. Kondisi yang ingin dicapai pada masa 1 s/d 5 tahun kedepan (dapat dilihat pada TABEL 10, antara lain sebagai berikut : 1.1. Semua SKPD bekerja sesuai tugas dan fungsi sehingga penyelenggaraan pemerintahan menjadi efisien dan efektif 1.2. telah terbangun pola kerja harmonis tingkat provinsi untuk membangun bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua 1.3. tertatanya OPD 1.4. meningkatnya koordinasi dan singkronisasi setiap 1.5. setiap PNS memahami TUPOKSI unit kerja masing-masing 1.6. tersedianya hasil analisis Jabatan di 33

37 1.7. tersusunnya analisis beban kerja SKPD di lingkungan Provinsi Papua 1.8. tersusunnya standart kopetensi Jabatan di lingkungan Provinsi Papua 1.9. tersusunnya hasil evaluasi jabatan dilingkungan pemerintah provinsi Papua tersedianya penganalisis jabatan tersedianya penganalisis beban kerja di tersedianya penganalisis standart kompetensi jabatan dilingkungan tersedianya tenaga evaluasi Jabatan di lingkungan pem Tersusunnya data formasi jabatan di lingkungan pemerintah Provinsi Papua pada tiap tahun Tersedianya tenaga penyusun formasi jabatan di lingkungan pemerintah Tersusunnya data jabatan fungsional tertentu di lingkungan pemerintah meningkatnya jumlah PNS pada JAFUNG tertentu di tersedianya tenaga analisis pengembangan JAFUNG tertentu di 2. Aspek Ketatalaksanaan Arah kebijakan dalam bidang Ketatalaksanaan diwujudkan melalui penataan dan efisiensi sistem prosedur kerja, percepatan penerapan Standart Pelayanan Minimal (SPM) sesuai bidang urusan, peningkatan indeks kepuasan masyarakat (IKM) melalui peningkatan pelayanan, efisiensi Standart Operasional Prosedur (SOP), serta Penilaian kinerja pelayanan publik yang bermuara pada peningkatan pelayanan prima(kualitas), dan pengelolaan barang/sarana dan prasarana kerja. 34

38 Aspek tatalaksanaan tersebut diatas perlu dioptimalkan melalui program/kegiatan yang dilakukan pada tahun anggaran Kondisi yang ingin dicapai pada masa 1 s/d 5 tahun kedepan (dapat dilihat pada TABEL 10, antara lain sebagai berikut : 2.1. penetapan PERGUB tentang SOP SKPD dilingkungan Pemerintah 2.2. penetapan PERGUB tentang identifikasi nama, kode dan judul SOP SKPD dilingkungan Pemerintah 2.3. penetapan SK Gubernur Papua tentang nomor dan judul SOP pada SKPD di lingkungan 2.4. penggunaan TND dalam birokrasi pemerintahan sesuai Peraturan Gubernur Papua 2.5. tersedianya SPP pada SKPD di lingkungan Provinsi dan 2.6. terfasilitasinya pelaporan atas capaian indikator SPM pada 9 Bidang SPM di lingkungan pemerintah dan 15 SPM di 2.7. Kabupaten yang mendapat penghargaan pelaksanaan pelayanan publik 2.8. penetapan Peraturan Gubernur tentang standart sarana dan prasarana kerja di lingkungan 2.9. tertatanya ruang kerja sesuai ketentuan yang berlaku disiplin pengenaan pakaian dinas PNS dan CPNS sesuai aturan yang berlaku 35

39 3. Aspek SDM Aparatur Arah kebijakan pembangunan yang akan diwujudkan pada aspek SDM aparatur pada intinya ialah penataan dan pengembangan sistem manajemen kepegawaian khususnya dalam rangka menciptakan PNS yang professional dan berakhlak mulia dengan pembinaan karier yang berorientasi pada penerapan sistem merit, peningkatan disiplin aparatur, pengawasan secara berjenjang serta peningkatan akuntabilitas kinerja aparatur. Melalui pengembangan dan pengendalian aparatur diharapkan akan memberikan kontribusi lebih atas pengembangan sistem rekruitmen yang obyektif, berkualitas dan akuntabel, penyusunan rencana kebutuhan dan penempatan tenaga pegawai yang proporsional, pengembangan prestasi kerja, meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan jabatannya, penerapan pola karier yang jelas, pengembangan kreativitas diklat secara terencana sesuai kebutuhan tugas, penataan administrasi kepegawaian, pengembangan pengelolaan sistem informasi kepegawaian yang akurat serta didukung databasenya, upaya meningkatkan kesejahteraan yang memadai, serta meningkatkan akhlak moral, pembinaan etika dan sikap, semangat/etos kerja dan produktivitas kerja,perilaku keteladanan, disiplin kerja yang baik. Aspek Pendayagunaan aparatur yakni keterkaitan dengan kepegawaian, dengan berubahnya jumlah formasi jabatan struktural mempengaruhi perencanaan sumber daya manusia yang pada akhirnya mendesak untuk dilakukan penataan kepegawaian atau manajemen kepegawaian, formasi dan standart kompetensi sejalan dengan upaya penataan aparatur dilingkungan Biro Organisasi dan PA, maka perlu dilaksanakan analisis jabatan dan analisis beban kerja pada setiap satuan organisasi untuk menyusun peta jabatan, kompetensi jabatan dan kebutuhan jumlah pegawai untuk mengisi jabatan struktural dan fungsional umum dan tersebut sesuai beban kerja organisasi dan berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun Tuntutan 36

40 pada era globalisasi bahwa dalam setiap jabatan harus diisi oleh tenagatenaga yang mempunyai keahlian, daya saing dan pengetahuan yang tinggi disamping kecakapan serta perhatian dan minat yang tinggi atas pelaksanaan pekerjaan dalam jabatan, demikian halnya dengan tata kerja dan sistem kerja. Disadari bahwa tingkat pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan kadar disiplin, integritas maupun aklak moral SDM aparatur dalam pembinaan manajemen SDM perlu ditingkatkan dalam melaksanakan fungsi pelayanan, namun dewasa ini dirasakan pula bahwa tingkat kesejahteraan pegawai negeri masih kurang memadai, terlebih bila dikonfersi dengan perkembangan inflasi dan tingkat harga kebutuhan hidup. Kedua factor tersebut berkorelasi terhadap melemahnya disiplin, etos kerja, produktivitas kerja dan kinerja serta motivasi kerja SDM aparatur. Hal-hal yang akan dicapai dalam bidang pendayagunaan aparatur pada kurun waktu 1 s/d 5 tahun kedepan (dapat dilihat pada TABEL 10, antara lain sebagai berikut : 3.1. kualitas aparatur dalam pemahaman SAKIP dalam perencanaan dan pelaporan 3.2. meningkatnya jumlah dan kualitas LAKIP di Provins dan 3.3. meningkatnya disiplin PNS dan CPNS 3.4. meningkatnya kualitas SDM aparatur 3.5. meningkatnya kualitas pelayanan 3.6. Tersedianya jaringan website data kompetensi sumber daya aparatur pada SKPD dilingkungan Pemerintah yang mutakhir dan akurat 3.7. Penghargaan dan Penetapan Wilayah Bebas Korupsi di Provinsi dan 3.8. Penetapan Peraturan Gubernur tentang Indikator Kinerja Utama Pemerintah dan 49 SKPD serta 37

41 3.9. Peningkatan komitmen pimpinan dan seluruh unit dalam pencapaian kinerja melalui penetapan kinerja organisasi pada tiap tahun anggaran. Biro Organisasi dan PA yang mengemban amanah untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi dan aparatur pemerintahan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 dituntut untuk menjadi pionir (role model) bagi reformasi Biro Organisasi dan PA dan membuktikan diri sebagai organisasi pemerintah yang berkinerja tinggi. Namun demikian hingga saat ini berbagai program dan kegiatan yang dilakukan oleh Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua bisa dikatakan belum sepenuhnya mampu berkontribusi secara maksimal bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk itu Biro Organisasi dan PA memandang perlu untuk melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan kinerjanya melalui perencanaan strategis yang lebih menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi yang konsisten dengan kebijakan perencanaan pembangunan pemerintah dalam lima tahun mendatang ( ). Dalam rangka menyusun rencana strategis yang realistis dan sistematis, hal yang pertama dilakukan adalah analisis terhadap perubahan lingkungan strategis. Analisis terhadap kondisi lingkungan strategis ini darahkan untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, tantangan serta ancaman yang dihadapi Biro Organisasi dan PA dalam upaya meningkatkan peran dan kualitas kinerja instansi. Pelaksanaan Bimbingan Teknis, asistensi dan konsultasi tingkat Nasional dan Daerah. Seiring dengan tuntutan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, namun Biro Organisasi dan PA juga menghadapi berbagai permasalahan organisasi yang menyebabkan kinerja Biro Organisasi dan PA belum optimal. Secara umum terdapat dua permasalahan kelembagaan yang dihadapi oleh Biro Organisasi dan PA saat ini, yaitu 38

42 permasalahan dari sisi internal dan permasalahan dari sisi eksternal. Dari sisi internal secara rinci berbagai permasalahan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan 3 (tiga) aspek, yaitu : 1. kelembagaan 2. sumberdaya manusia (SDM) dan 3. manajemen tata kelola. 1.1 Khususnya aspek kelembagaan persoalan yang dihadapi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan PA, saat ini adalah antara lain: adanya ketidakserasian kegiatan antar Bagian kurang seimbangnya struktur organisasi dengan beban kerja belum optimalnya dalam pelaksanaan fungsi pembinaan dan rendahnya mutu penyelenggaraan bimtek aparatur. 2.2 Adapun dari aspek SDM berbagai permasalahan yang dihadapi Biro Organisasi dan PA Saat ini antara lain: Biro Organisasi dan PA belum memiliki perencanaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan Pengadaan CPNS belum didasarkan atas analisis beban kerja dan analisis jabatan Penempatan pegawai belum disertai kompetensi dan kebutuhan Mutasi belum dikaitkan dengan alur karir pegawai Pola pembinaan pegawai belum tertata dengan baik Masih kurangnya kualitas pegawai dilihat dari tingkat pendidikan dan spesialisasi Belum optimalnya penguasaan kompetensi teknis pegawai Belum adanya sistem pengukuran kinerja pegawai yang handal Masih kurangnya pedoman-pedoman di bidang pengelolaan pegawai 39

43 Program dan jenis diklat/bimtek belum sepenuhnya difokuskan pada upaya peningkatan kompetensi teknis pegawai Lemahnya sistem informasi kepegawaian Belum adanya keterkaitan sistem diklat dengan sistem pengembangan karir, dan lainnya Aspek tata-kelola berbagai persoalan yang dihadapi Biro Organisasi dan PA, saat ini antara lain; Belum dilaksanakannya secara optimal berbagai pedoman yang telah dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Sistem perencanaan program kerja kurang terpola secara jelas Lemahnya koordinasi dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program dan; Minimnya penerapan manajemen berbasis teknologi informasi. Dari sisi eksternal berbagai persoalan yang dihadapi Biro Organisasi dan PA, saat ini adalah antara lain: 1. Masih terjadinya overlapping dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan dengan instansi pemerintah yang lain, 2. Adanya ketidakpastian/ kerancuan kedudukan baik dari segi struktur organisasi pemerintahan maupun segi substansi kewenangan. Secara rinci posisi dan kondisi Biro Organisasi dan PA akan dijabarkan pada Bab III. 40

44 BAB III ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI Terkait pencapaian kinerja Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur setelah dilakukan analisis terhadap hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana tersebut dalam Bab II, maka dapat diidentifikasi potensi dan permasalahan sebagai berikut : A. KONDISI INTERNAL Kinerja Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA akan dipengaruhi oleh faktor internal organisasi. Artinya, kekuatan (strength) atau kelemahan (weakness) sumber daya internal akan menentukan tinggi rendahnya atau baik buruknya kinerja dan citra Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA sebagai sebuah institusi pemikir strategis di bidang administrasi dan aparatur pemerintahan. Itulah sebabnya, identifikasi terhadap kelemahan, keterbatasan dan/atau berbagai kekurangan, perlu dilakukan secara cermat. Hal ini dimaksudkan agar terhadap permasalahan atau kekurangan yang ada, dapat dikelola dan ditransformasi menjadi faktor kekuatan. B. KEKUATAN-KEKUATAN (Strengths) 1. Kejelasan Status, Kedudukan, Tupoksi serta visi dan misi Biro Organisasi dan PA Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRP, Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA mempunyai tugas merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, 41

45 ketatalaksanaan, analisis jabatan serta pendayagunaan aparatur. Karenanya, Biro Organisasi dan PA dituntut untuk menjadi pionir (role model) bagi reformasi administrasi dan membuktikan diri sebagai organisasi pemerintah yang berkinerja tinggi. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRP, Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA mempunyai fungsi : (1) penyiapan bahan perumusan pembinaan penataan kelembagaan perangkat daerah; (2) penyiapan bahan perumusan tatalaksana pemerintahan dan pembangunan serta analisis jabatan; (3) penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pendayagunaan aparatur (4) pelaksanaan ketatausahaan. Dengan demikian peran Biro Organisasi dan PA menjadi penting dan strategis yakni memberikan saran kebijakan dan pertimbangan kepada Gubernur melalui Sekda melalui pemanfaatan hasil evaluasi kelembagaan perangkat daerah, memberikan kontribusi melalui data atas kompetensi sumberdaya aparatur guna pengembangan kompetensi dan profesionalitas SDM Aparatur melalui Pembinaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan PNS berdasarkan UU No. 43 Tahun 1999 dan PP No. 101 Tahun Peran tersebut dikuatkan dengan visi dan misi Biro Organisasi dan PA dalam mengaktualisasikan diri mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk jangka waktu 1 s/d 5 tahun yang akan datang. 42

46 2. Adanya Komitmen Pimpinan Keberhasilan atas pelaksanaan program dan kegiatan sangat tergantung pada komitmen para pejabat di jajaran Biro Organisasi dan PA, oleh karena perlu ditingkatkan disiplin yang dimulai dari proses perencaan sampai dengan proses verifikasi, sehingga dapat tercapai target yang ditetapkan dalam sasaran, indikator dan tujuan organisasi. 3. Tersedianya Dana Alokasi dana untuk mencapai visi dan misi Biro Organisasi dan PA dengan melaksanakan program dan kegiatan pada masing-masing bagian dirasakan telah memadai, hal ini dikarenakan Biro Organisasi dan PA sebagai unsur staf hanya melaksanakan fungsi administrasi dan tidak melaksanakan kegiatan teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 4. Networking yang luas Sebagai lembaga/institusi yang menjalankan fungsi staf, Biro Organisasi dan PA memiliki jaringan kerja yang luas terutama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Dalam Negeri R.I. Oleh karena itu Biro Organisasi dan PA dituntut untuk memberikan kontribusi aktif berupa rumusan kebijakan pembangunan administrasi dan aparatur pemerintahan sebagai solusi untuk memecahkan berbagai persoalan yang menyangkut administrasi negara terutama dalam membangun good governance. Sejalan dengan era desentralisasi dan otonomi daerah, Biro Organisasi dan PA memiliki peluang yang semakin besar untuk mengembangkan jejaring kerjanya dengan membangun kemitraan 43

47 dalam peningkatan kapasitas aparatur daerah dan penataan kelembagaan. 5. Tingkat Pendidikan Pegawai Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Secara kuantitas, sampai dengan bulan Mei 2013, jumlah pegawai Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA berjumlah 43 orang. GRAFIK 1 memperlihatkan distribusi pegawai pada Biro Organisasi dan PA menurut jenjang pendidikan. Secara jenjang pendidikan pegawai pada Biro Organisasi dan PA sangat bervariasi, mulai dari yang terendah (SMA) sampai dengan S-2. Komposisi Sumber daya manusia Biro Organisasi dan PA berdasar jenjang pendidikan adalah sebagai berikut: 14% berpendidikan S2, S1 sebanyak 51%, SLTA sebanyak 35%. Dari komposisi ini terlihat sekitar 49% Sumber daya manusia berlatar belakang pendidikan tinggi dengan spesialisasi bidang studi yang beragam, seperti administrasi negara, politik, sosiologi, hukum, ekonomi, kebijakan publik, dan lainnya. 44

48 GRAFIK. I TINGKAT PENDIDIKAN SMA DIPLOMA S1 S2 14% 35% 51% 0% Grafik 1 Komposisi Pegawai Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA berdasarkan Tingkat Pendidikan 45

49 Dalam rangka mendukung pengembangan peran dan fungsi Biro Organisasi dan PA peningkatan sarana dan prasarana menjadi sangat penting. Aspek peningkatan kualitas sarana dan prasarana menyangkut modernisasi sarana dan prasarana, serta pengadaan sarana dan prasarana baru yang dibutuhkan. Modernisasi yang dimaksud adalah salah satunya merupakan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan operasional kantor (e-office). C. KELEMAHAN-KELEMAHAN (Weaknesses) 1. Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagaimana dipaparkan di depan, secara kuantitatif SDM Biro Organisasi dan PA sebenarnya relative memadai. Namun dari sisi manajemen pengembangannya masih terdapat beberapa kelemahan internal yang diidentifikasi sebagai permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah kapasitas SDM internal yang masih relatif kurang optimal jika dikaitkan dengan beban kerja. Sebagai instansi yang sering menyelenggarakan bimbingan tekhnis misalnya, Biro Organisasi dan PA bertanggung jawab terhadap aparatur yang tersebar dalam 43 SKPD dan 29 (dua puluh sembilan) Kabupaten/Kota. Selain itu dari sisi distribusi SDM Biro Organisasi dan PA juga belum merata hingga pekerjaan sering terkonsentrasi pada individu/pegawai tertentu saja. Dampak dari kondisi ini antara lain adalah sulitnya bagi Biro Organisasi dan PA untuk bisa menjawab tuntutan pimpinan secara cepat dan tepat. Dengan kata lain Biro Organisasi dan PA sering ketinggalan gerbong dalam penanganan persoalan-persoalan yang sebenarnya masuk dalam ranah tugas dan fungsi Biro Organisasi dan PA, Seperti permintaan Sekretaris Daerah kepada Inspektorat 46

50 untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 2. Sistem Kelembagaan Di bidang kelembagaan visi bersama (shared vision) belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari kurang terinternalisasi di seluruh jajaran pimpinan dan staf serta antar Bagian Akibatnya kohesivitas dan sinergitas antar Bagian baik secara vertikal, horisontal, maupun diagonal melemah. Selain itu apa yang menjadi tugas pokok yang tercermin dalam struktur organisasi masih kurang jelas, sehingga seringkali menimbulkan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Dalam hal in nomenklatur dalam setiap Bagian perlu dievaluasi kembali. 3. Sistem Ketatalaksanaan Di bidang ketatalaksanaan, koordinasi dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program antar unit/bagian cenderung lemah sehingga menimbulkan ketidakjelasan dalam hal: 1) ukuran tingkat capaian kinerja program menjadi tidak jelas 2) keterkaitan antar program tidak jelas serta 3) peran dan kinerja organisasi menjadi kurang terukur. Program bimtek yang kurang efektif karena tidak dilakukan analisis kebutuhan bimtek secara matang, penyusunan program yang tidak berdasarkan standar kompetensi (competence-based training. Disamping itu mekanisme kerja belum berjalan dengan baik karena tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Belum efektifnya ketatalaksanaan bimtek juga diakibatkan Sistem diklat/bimtek yang tidak connect/inline dengan sistem pengembangan karir. Civil 47

51 effect dari diklat/bimtek terhadap karier menjadi tidak jelas, terutama untuk diklat-diklat teknis.sehingga kecenderungan rormalitas dalam setiap penyelenggaraan bimtek, relatif kuat. Sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas-tugas Biro Organisasi dan PA belum terkelola dengan baik, banyak sarana kerja yang merupakan asset Biro Organisasi dan PA di kuasai atau dipakai oleh pihak lain. 4. Budaya Kerja belum berorientasi kualitas (masih output oriented). Setiap instansi pemerintah pada saat ini semakin dituntut untuk mampu menunjukkan hasil kinerja yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat penggunanya. Namun saat ini budaya kerja instansi pemerintah pada umumnya masih lebih menekankan pada bagaimana menghasilkan output. Demikian pula halnya dengan budaya kerja yang ada di Biro Organisa Dan Pendayagunaan Aparatur SETDA, di mana kecenderungan yang terjadi adalah orientasi kerja pada output saja, tanpa memperhatikan hasil/outcome/berfungsinya output dan nilai manfaat atas dampak dan impak dari hasil kerjanya. D. PELUANG-PELUANG (Opportunities) 1. Tuntutan Reformasi Biro Organisasi dan PA Organisasi Tuntutan masyarakat adanya aparatur yang profesional perlu disiapkan dengan meningkatkan sumber daya manusia, kelembagaan, dan ketatalaksanaan. Biro Organisasi dan PA sebagai instansi yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pengembangan sistem administrasi pemerintahan, dimana Biro 48

52 Organisasi dan PA, mempunyai peran yang besar dalam pengembangan sistem tersebut. 2. Tuntutan Demokratisasi dan Desentralisasi Proses demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia tidak segera memasuki fase konsolidasi yang mantap. Hal ini nampak dari sering berubah-ubahnya aturan main (rule of the game) dan format kelembagaan politik. Rivalitas antar pelaku dan partai politik sering terjadi secara tidak elegant, atau praktek-praktek suap, gratifikasi, dan bentuk-bentuk KKN yang lain, juga masih cukup menggejala dalam kehidupan berpolitik kita. Dengan kata lain, demokrasi Indonesia yang ideal masih terus mencari bentuknya. Dalam hubungan ini, sistem konstitusi NKRI nampaknya juga masih mencari bentuknya. Hal ini terlihat dari adanya keinginan sebagian komponen bangsa untuk melakukan amandemen terhadap UUD Proses demokratisasi ini membutuhkan peran Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur Setda untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam mengembangkan sistem pemerintahan yang dapat membawa masyarakat Papua ke arah yang lebih baik. Agenda utama dalam sistem pemerintahan yang demokratis adalah adanya penguatan partisipasi masyarakat, dalam bentuk tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Peluang lain juga muncul dari wacana desentralisasi yang diperkenalkan sejak 1999 yang telah merangsang kelahiran daerahdaerah otonom baru, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Pada level yang lebih rendah, hal tersebut berimplikasi terhadap bertambahnya unit-unit organisasi. Dengan kata lain, struktur kelembagaan pemerintahan menjadi membesar di tingkat daerah, sebagai implikasi logis desentralisasi secara luas. Selain itu, otonomi 49

53 luas juga membawa transformasi sumber daya secara besar-besaran dari Pusat ke Daerah dalam bentuk transfer kewenangan, SDM pegawai, sumber keuangan/pembiayaan, serta asset/kekayaan pemerintah. Dalam proses transformasi tersebut, Biro Organisasi Dan Pendayagunaan Aparatur Setda memiliki peran yang sangat penting agar tujuan desentralisasi dapat dicapai, melalui pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. 3. Tuntutan Akuntabilitas Publik Korupsi telah menjadi penyakit yang menggerogoti daya tahan dan memperlemah daya saing bangsa. Munculnya berbagai kasus korupsi ini, selain disebabkan oleh praktek penyimpangan yang terlanjur membudaya, juga karena ada struktur yang membiarkan praktek korupsi merajalela, yang kemudian menimbulkan budaya koruptif (intended corruption). Selain itu, korupsi juga disebabkan masih lemahnya mekanisme akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) juga masih dipandang terlalu prosedural dan belum mendasarkan suatu penilaian kinerja berdasar persepsi stakeholders. 4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Administrasi. Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang berkembang secara cepat dan sophisticated telah mempengaruhi perubahan paradigma dan perilaku penyelenggaraan di seluruh dunia. Berbagai konsep administrasi yang berkembang secara massive tersebut telah membuka peluang bagi organisasi publik untuk meningkatkan kinerjanya. Demikian juga perkembangan teknologi administrasi juga telah memberikan peluang yang cukup luas bagi organisasi publik untuk melakukan inovasi dalam perbaikan tata kelolanya. 50

54 Perkembangan yang cepat ini sering tidak didukung oleh kemampuan adaptasi yang tinggi, akibatnya banyak konsep-konsep mutakhir administrasi dan manajemen kurang memberikan output yang optimal. 5. Tuntutan Profesionalisme Penyelenggaraan Bimtek Aparatur. Tuntutan yang sangat tinggi yang dialamatkan pada sektor publik saat ini adalah pemberian pelayanan publik yang berkualitas. Untuk menciptakan pelayanan publik yang berkualitas ini dibutuhkan aparatur negara yang profesional. Salah satu upaya peningkatan profesionalisme tersebut dapat dilakukan dengan penyelenggaraan bimtek yang mampu menjawab kebutuhan organisasinya. Hal ini sejalan dengan kewenangan Biro Organisasi dan PA dalam merumuskan bahan pembinaan kelembagaan perangkat daerah, ketatalaksanaan, analisis jabatan serta pendayagunaan aparatur. 6. Pengawasan Melekat Dinamika pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai peraturan Gubernur Papua menuntut untuk meningkatkan fungsi pelayanan aparatur, yang dilaksanakan secara berjenjang untuk mecapai optimalisasi pelayanan masyarakat. 7. Tuntutan Peningkatan kinerja Dengan Reward Peningkatan kinerja aparatur perlu mendapat penghargaan sejalan dengan prestasi yang dicapai, menjadi hal penting ketika kinerja diberikan rewort guna merangsang, memotifasi dalam menciptakan carakter aparatur yang berinovasi, jujur dan transparan atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi. E. ANCAMAN (Threats) 51

55 b. Disharmoni Kebijakan c. Pengelolaan Dana kurang transparan. d. Regulasi/Penerapan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan OPD masih tumpang tindih. e. Adanya tumpang tindih Tupoksi. F. FAKTOR KUNCI Berdasarkan uraian lingkungan internal dan eksternal di atas, maka dirumuskan faktor-faktor kunci yang menjadi kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang sebagaimana diringkas dalam TABEL 6 berikut : 52

56 TABEL 6 Ringkasan analisis faktor internal dan eksternal Kekuatan (Strengths) Kejelasan status, kedudukan, tupoksi, visi dan misi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda (S1) Networking (S2) Komitmrn Pimpinan(S3) Tersedianya Dana(S4) Tingkat pendidikan SDM memadai (S5) Sarana dan Prasarana memadai (S6) FAKTOR INTERNAL Kelemahan (Weaknesses) Manajemen SDM (W1) Sistem Kelembagaan (W2) Sistem Ketatalaksanaan (W3) Budaya kerja belum berorientasi pada kualitas (W4) FAKTOR EKSTERNAL Peluang (Opportunity) Tuntutan Reformasi Administrasi Negara (O1) Tuntutan Demokratisasi dan Desentralisasi (O2) Tuntutan Akuntabilitas Publik (O3) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Administrasi (O4) Tuntutan Profesionalisme Penyelenggaraan bimtek Aparatur (O5) Adanya Pengawasan melekat (O6) Tuntutan peningkatan kinerja dengan Reward(O7) Ancaman (Threats) Disharmoni Kebijakan(T1) Pengelolaan Dana kurang transparan(t2) Regulasi/Penerapan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan OPD masih tumpang tindih(t3) Adanya tumpang tindih Tupoksi(T4) Faktor-faktor kunci tersebut kemudian dilakukan penilaian untuk menentukan posisi (positioning) Biro Organisasi dan PA khususnya dengan memperhatikan kondisi internal dan juga eksternal. 53

57 TABEL 7 Pemaparan hasil analisis posisi Biro Organisasi dan PA dari sisi internal dan eksternal FAKTOR INTERNAL KEKUATAN Nilai Rata-rata Kejelasan status, kedudukan, tupoksi, visi dan misi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda (S1) Networking yang luas(s2) Komitmrn Pimpinan(S3) Tersedianya Dana(S4) Tingkat pendidikan SDM memadai (S5) Sarana dan Prasarana memadai (S6) KELEMAHAN Manajemen SDM (W1) Sistem Kelembagaan (W2) Sistem Ketatalaksanaan (W3) Budaya kerja belum berorientasi pada kualitas (W4) FAKTOR EKSTERNAL 3.75 PELUANG Tuntutan Reformasi Administrasi Negara (O1) Tuntutan Demokratisasi dan Desentralisasi (O2) Tuntutan Akuntabilitas Publik (O3) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Administrasi (O4) Tuntutan Profesionalisme Penyelenggaraan bimtek Aparatur (O5) Adanya Pengawasan melekat (O6) Tuntutan peningkatan kinerja dengan Reward(O7) ANCAMAN

58 Disharmoni Kebijakan(T1) Pengelolaan Dana kurang transparan(t2) Regulasi/Penerapan peraturan perundang-undangan tentang pembentukan OPD masih tumpang tindih(t3) Adanya tumpang tindih Tupoksi(T4) Catatan:skala 1-5 (sangat lemah-sangat kuat). Berdasarkan penghitungan di atas diperoleh positioning Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda sebagai berikut: T 3,75 Diservikasi Defensif S 2,75 Ekspansi 3,8 O strategi Araond W Turn 12 Gambar VI Posisi Biro Organisasi dan PA Berdasarkan Gambar pada TABEL 6 diatas dan setelah dilakukan analisis : aspek lingkungan internal diketahui bahwa faktor kekuatan (Strenght) lebih dominan dari faltor kelemahan (weakness), sedangkan dari analisis lingkungan eksternal diketahui bahwa faktor peluang (opportunity) lebih dominan dari faktor ancaman ((treats) dapat disimpulkan bahwa kondisi Biro Organisasi dan PA saat ini masih lemah dari sisi internalnya, sedangkan tuntutan sangat besar dialamatkan pada Biro Organisasi dan PA yang terlihat dari banyaknya peluang yang harus dimanfaatkan 55

59 oleh Biro Organisasi dan PA. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, maka dibutuhkan strategi penguatan internal dengan melakukan pembenahan kedalam terlebih dahulu, terutama memperbaiki kelemahan untuk dapat memaksimalkan berbagai peluang yang ada. G. TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR Berdasarkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun yang di terjemahkan dalam visi dan misi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan PA, dapat dijelaskan sebagai berikut : TABEL 8 Telaahan Visi dan Misi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur PEMERINTAH PAPAPUA PROVINSI TELAAHAN BIRO ORGANISASI DAN PA ORGANISASI VISI Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera Mewujudkan organisasi dan pendayagunaan aparatur yang berkualitas menuju ketatapemerintahan yang baik MISI ke-2 Pada point 1 Pada point 5 Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS Mewujudkan aparatur pemerintah yang profesional dan akuntabel Penataan sistem kelembagaan pemerintah daerah yang efektif, efisien dan akuntabel yang mencerminkan kebutuhan fungsifungsi pemerintahan 1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional. 2. Meningkatkan pembinaan Sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif. 3. Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN; 1. Mewujudkan aparatur yang disiplin, ber-etos kerja tinggi, berinovasi dan profesional 2. Mewujudkan aparatur yang berkompetensi 1. Tertatanya struktur kelembagaan perangkat daerah yang tepat ukuran dan tepat fungsi 2. Peningkatan kapasitas kelembagaan perangkat daerah 3. Mewujudkan pembinaan kelembagaan perangkat daerah Kabupaten/Kota 4. Peningkatan fungsi ketetalaksanaan yang efisien dan efektif 56

60 H. TELAAHAN RENSTRA Berdasarkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dan prioritas dari tugas pokok dan fungsi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA, maka program yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan adalah : a. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur b. Program Peningkatan disiplin aparatur c. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur d. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan e. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan I. PENENTUAN ISU STRATEGIS Bertolak dari permasalahan yang ada, telaahan visi misi, serta telaahan Renstra, maka isu strategis yang dihadapi Biro Organisasi dan PA dalam 5 ( lima ) tahun ke depan dan harapan yang akan dicapai pada tahun ke lima dapat dilihat pada TABEL I0 adalah : 4. Bagian Kelembagaan yaitu : b) Tugas Fungsi beberapa SKPD masih tumpang tindih c) Baik Provinsi maupun cenderung mengutamakan kepentingan masing-masing d) Belum optimal pembinaan dan penataan OPD e) belum ada singkronisasi program f) belum dilaksanakan sosialisasi tentang rincian tugas secara resmi dan terbuka g) belum tersusun hasil ANJAB di SKPD Provinsi h) belum tersusun hasil ABK di SKPD Provinsi i) belum tersusun standart kompetensi jabatan di SKPD Provinsi j) belum tersusun hasil evaluasi jabatan di SKPD Provinsi 57

61 k) kurangnya penganalisis jabatan di Kab/kota l) kurangnya penganalisis beban kerja pada Kab/kota m) kurangnya tenaga penyusun standart kompetensi dilingkungan n) kurang tenaga evaluasi jabatan dilingkungan o) belum ada data akurat hasil formasi jabatan di p) kurangnya tenaga penyusun formasi jabatan di q) data semula JAFUNG sebanyak 96 Di r) belum dilaksanakan penyesuaian pengangkatan JAFUNG tertentu di s) belum dilaksanakan penilaian angka kredit dan insentif pusat dan daerah di Provinsi t) belum dilaksanakan Bimtek penyusunan dan penyesuaian Jafung tertentu 5. Bagian Ketatalaksanaan, yaitu : a. sedang menyusun rancangan Peraturan Gubernur tentang indentifikasi judul SOP bagi SKPD dilingkungan Pemerintah b. sedang menyusun SK. Gubernur tentang Nomor dan judul SOP bagi SKPD dilingkungan Pemerintah c. belum semua PNS memahami penggunaan TND di lingkungan pemerintah d. sudah melaksanakan bimtek TND di lingkungan pemerintah Provinsi Papua e. belum melaksanakan Bimtek Standart Pelayanan Publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan f. belum melaksanakan penilaian kinerja pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan g. penyusunan sarana dan prasarana kerja dilingkungan pemerintah Provinsi sedang dilakukan 58

62 h. belum semua ruang kerja pejabat eselon II,III dan IV di lingkungan tertata sesuai ketentuan i. pengenaan pakaian dinas PNS belum sesuai aturan 6. Bagian Pendayagunaan Aparatur, yaitu: a) orientasi hasil pada program dan kegiatan peningkatan kinerja kegiatan belum optimal(out come) b) Penyusunan LAKIP masih bersifat laporan belum terukur karena kurangnya komitmen tentang pentingnya penyampaian LAKIP c) belum ada penegasan dan penegakan PP Nomor 53 Tahun 2010 bagi PNS dan CPNS yang melanggar ketentuan disiplin PNS d) kurangnya penyampaian Telaah Staf oleh pejabat dalam menyelesaikan masalah e) penempatan pejabat pada jabatan belum sepenuhnya sesuai kompetensi. f) Belum adanya penetapan Peraturan Gubernur tentang Indikator Kinerja Pemerintah g) Belum adanya penetapan Kepala Satuan Perangkat Daerah tentang Indikator Kinerja Utama pada masing-masing SKPD. 59

63 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN ORGANISASI A. VISI DAN MISI 1. Visi Biro Organisasi dan PA Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA, adalah : Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur, dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Visi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur merupakan penjabaran dari Visi dan misi Gubernur terpilih Tahun anggaran pada Misi Ke-2 Point ke-1 dan ke-5, dengan mencermati faktor eksternal dan internal dan isue strategis dalam penataan organisasi dan dengan mengacu pada kewenangan, tugas pokok dan fungsi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur maka ditetapkan Visi dan Misi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA melalui rapat dengan melibatkan para pejabat dilingkungan Biro Organisasi dirumuskan sebagai berikut : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) Dari Visi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur mengandung pengertian arah kebijakan pembangunan dan pengembangan Organisasi untuk membangun Papua yang sejahtera dan Mandiri. 60

64 2. Misi Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Provinsi Papua, yakni : Berdasarkan visi yang telah ditetapkan tersebut untuk merealisasikannya diperlukan langkah-langkah dalam peningkatan kualitas kelembagaan, ketatalaksanaan, analisis jabatan dan pendayagunaan aparatur, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sehingga pimpinan dapat mengambil kebijakan secara cepat, tepat dan benar. Meningkatkan kualitas hasil pekerjaan yang tidak mudah karena harus didukung oleh sumberdaya manusia, keuangan, sarana prasarana. Hal tersebut memang merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam penetapan misi organisasi sehingga tidak mungkin misi tanpa kualitas yaitu peningkatan, efektif, efisien, unggul, inovatif dan menunjukan prestasi kerja tinggi. Atas dasar pertimbangan tersebut maka ditetapkan misi sebagai berikut : Misi M1 Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional. Menata organisasi yang rasionalisasi, efisien, efektif, dinamis, dan proporsional sesuai kebutuhan dan beban kerja yang riil (rightsized) melalui analisis Jabatan dan analisis beban kerja. Misi M2 Meningkatkan pembinaan Sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif. Arah kebijakan dalam bidang Ketatalaksanaan diwujudkan melalui penataan dan efisiensi sistem prosedur kerja, percepatan penerapan Standart Pelayanan Minimal (SPM) sesuai bidang urusan, peningkatan 61

65 indeks kepuasan masyarakat (IKM) melalui peningkatan pelayanan, efisiensi Standart Operasional Prosedur (SOP), serta Penilaian kinerja pelayanan publik yang bermuara pada peningkatan pelayanan prima(kualitas) dan pengelolaan barang/sarana dan prasarana kerja daerah. Misi M3 Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN. Meningkatkan Profesionalime SDM aparatur yang didukung oleh sistem rekruitmen dan promosi, serta pengembangan kualitas aparatur yang berbasis kompetensi dan transparan. yang diharapkan mampu mendorong mobilitas antar aparatur daerah di Provinsi dan dengan meningkatkan pengawasan melekat secara berjenjang dan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja Biro Organisasi dan PA. B. TUJUAN. Tujuan tidak selalu harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, namun harus dapat menunjukkan suatu kondisi/keadaan yang ingin dicapai untuk mewujudkan misi sebagaimana telah dirumuskan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, sebagai berikut : Misi M1 Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional. 62

66 Tujuan dari Misi pertama : 1. Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan 2. Meningkatkan pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi unit kerja 3. Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai kompetensi 4. Peningkatan sumberdaya aparatur dibidang analisis jabatan 5. Meningkatkan kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi 6. Meningkatnya pemahaman dan penguasaan teknis tentang penilaian angka kredit dan insentif kinerja 7. Meningkatkan pengetahuan aparatur dibidang JAFUNG Misi M2 Meningkatkan pembinaan Sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif. Tujuan dari misi ke dua adalah : 1. Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif 2. Terbinanya penyelenggaraan pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan 3. Terwujudnya penyusunan laporan SPM pada 9 bidang di Provinsi dan 15 Bidang SPM yang harus diterapkan dan ditetapkan SPM dalam Peraturan Kepala Daerah 4. Terlaksananya penilaian dan peringkatan kinerja unit pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan 5. Terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja dan pengunaan pakaian dinas di Provinsi dan Kab/kota.. 63

67 Misi M3 Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN. Tujuan dari misi ke tiga adalah : 1. terwujudnya SAKIP dilingkungan pemerintah Provinsi dan 2. Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin 4. meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi pemerintahan 5. peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi 6. terwujudnya website data kompetensi Sumber daya aparatur dilingk. 7. peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur 8. Terfasilitasi penyusunan IKU C. SASARAN Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata oleh organisasi dalam jangka waktu tahunan, semester, triwulan, dan bulanan. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai. Tujuan ialah pernyataan umum dari apa yang akan diselesaikan, sedang sasaran adalah pernyataan detail/jelas bagaimana menyelesaikan tujuan, dengan demikian tujuan, sasaran dan kebijakan yang akan dilakukan untuk mencapai visi dan misi Biro dapat dilihat pada lampiran TABEL 9.I, TABEL 9.II DAN TABEL 9.III. 64

68 D. STRATEGI/KEBIJAKAN Dengan memperhatikan kondisi saat ini dan tantangan yang dihadapi dalam kurun waktu 5 Tahun ke depan, dan dengan memperhatikan visi dan misi Biro Organisasi dan PA yang telah dirumuskan, maka pencapaian sasaran dan tujuan memerlukan strategi/kebijakan yang dilakukan, antara lain sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas bahan kebijakan pembenahan Biro Organisasi dan PA dan pemantapan kelembagaan; 2. Membentuk Tim Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi 3. Membentuk Tim percepatan dalam rangka meningkatkan pembinaan sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisien dan efektif (terkait program utama ketatalaksanaan) 4. membangun koordinasi antara pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kab/kota dalam singkronisasi program sesuai peraturan perundangundangan 5. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat/bimtek; 6. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana melalui modernisasi tata kerja dan prasarana fisik; 7. Pemberian asistensi, bimbingan percepatan penerapan SPM/SOP/pelayanan Pablik/penyusunan standarisasi sarana dan prasarana/ikm/ptsp; 8. meningkatkan komitmen di jajaran Biro Organisasi dan PA untuk melakukan reformasi pada bidang ketatalaksanaan; 9. Meningkatkan kualitas SDM Aparatur melalui peningkatan etos kerja dan budaya kerja, akuntabilitas kinerja, disiplin aparatur dan penggunaan IT; 10. membangun komitmen di jajaran Biro Organisasi dan PA untuk melakukan reformasi pada bidang ketatalaksanaan 11. Membentuk Tim evaluasi penyusunan LAKIP SKPD di 65

69 12. Membentuk Tim yang diketuai SEKDA sebagai pejabat pembina kepegawaian dalam pelaksanaan peningkatan disiplin PNS 13. membangun teknologi informasi data kompetensi sumberdaya aparatur kepada SKPD dan Stakholders lainnya 14. Membentuk Tim fasilitasi antara Provinsi dan kementerian PAN dan RB dalam penyusunan IKU Pemda E. PROGRAM 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan disiplin aparatur 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. 6. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan F. KEGIATAN Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi dapat dilihat pada TABEL 9.I, TABEL 9.II DAN TABEL 9.III Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Tahun dan tentang Matriks. I tentang Rencana,Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, kelompok Sasaran dan pendanaan Indikatif. Untuk kegiatan yang dilaksanakan untuk memperlancar tugas-tugas Biro diakomopdir dalam Program sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1) Penyediaan jasa surat menyurat 2) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaran dinas/operasional. 3) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 4) Penyediaan alat tulis kantor 66

70 5) Penyediaan barang cetakan dan pengadaan 6) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 7) Penyediaan makanan dan minuman 8) Rapat -rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1) Pemeliharaan rutin/berkala kendaran dinas/operasional 2) Pengadaan Perlengkapan dan Kegiatan Pengadaan Peralatan 3) Pengadaan peralatan gedung kantor 4) Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor 5) Pengadaan pakaian dinas beserta kelengkapannya 6) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 7) Pendidikan dan pelatihan formal 8) Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 9) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD 10) Penyusunan pelaporan keuangan semesteran 11) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun 12) Penyusunan Renja, RKA dan Perubahan APBD 67

71 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Dengan memperhatikan visi - misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dan Tugas Pokok dan Fungsi Biro Organisasi dan PA dan setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluan dan ancaman, maka tujuan dan sasaran kegiatan selama 5 (lima) tahun ke depan bisa ditentukan. Tujuan, sasaran dan Indikator tergantung dari kegiatan apa yang akan dilaksanakan pada masing-masing Bagian di Biro Organisasi dan PA sesuai prioritas yang ditetapkan, sebagaimana terdapat dalam Bab IV, yang selengkapnya dapat dilihat pada TABEL 9.I, TABEL 9.II DAN TABEL 9.III Renstra Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur SETDA Tahun dan Matriks I tentang Rencana,Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, kelompok Sasaran dan pendanaan Indikatif. 68

72 BAB VI INDIKATOR KINERJA BIRO ORGANISASI DAN PA ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD PROVINSI PAPUA Target capaian indikator kinerja Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur merupakan panduan bagi Kepala Biro dan seluruh Kepala Bagian dalam menentukan rencana strategis dan rencana kinerjanya yang berisikan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan, dapat dilihat pada Matriks I. 69

73 MATRIKS I Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Biro Organisasi dan PA Setda Profinsi Papua*) Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)berbasi s SPM dan IKU dan kegiatan (out put) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (tahun 2011) Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode Renstra SKPD Target Rp. (000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan OPD yang efisien dan efektif 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran Meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan tugas Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan Kabupaten/Kota persentase OPD Pemerintah Provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti 1 Kegiatan Penataan kelembagaan Provinsi Papua dan penataan kelembagaan perangkat daerah lainnya 2 Kegiatan Rapat koordinasi teknis bidang organisasi se terlaksananya penataan OPD Provinsi tersusunnya rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundangundangan 3 Kegiatan rapat pembinaan terfasilitasinya kelembagaan perangkat penataan OPD daerah Kab/kota se Papua Kab/kota sesuai perundangundangan masih ada tupoksi SKPD yang tumpang tindih Baik Provinsi maupun cenderaung mengutamakan kepentingan masing-masing PERDA belum melalui ANJAB % % Bagian Jayapura Kelembagaan % % Jayapura % % s.d.a Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan Kabupaten/Kota Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti 4 Kegiatan rapat kerja tersusunnya belum semua pembinaan kelembagaan rekomendasi yang program pusat yang se Papua disepakati dan dilaksanakan ditindaklanjuti didaerah % % s.d.a peningkatan pemahaman terlaksananya tupoksi Presentase di pelaksanaan aparatur tentang lingkungan SKPD tupoksi unit kerja TUPOKSI unit di lingkungan dengan baik kerja sesuai ketentuan yang berlaku terlaksananya Sosialisasi PERDA tentang Organisasi kelembagaan dan tatakerja kelembagaan perekda dan 5 Kegiatan Sosialisasi Peraturan tentang Organisasi dan tatakerja perekda dan Peraturan Gubernur Papua tentang Rincian tupoksi unit kerja PPERGUB tentang Rincian tupoksi unit kerja 50% aparatur belum paham Tupoksi % % s.d.a Jayapura

74 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Terwujudnya tata Jumlah SKPD yang 6 Kegiatan Penyusunan tersusunya uraian belum tersusun 28,6%( ,5%( ,5%( %( % - 100% Bagian ANJAB kelola jabatan yang dianalisis Jabatan uraian jabatan jabatan pada OPD URJAB SKPD SKPD) 2 SKPD) 2 SKPD) SKPD) baik di dilingkungan pemerintah dilingkungan Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai Tersusunnya hasil Jumlah SKPD yang 7 Kegiatan penyusunan tersusunnya analisis beban dianalisis beban analisis beban kerja analisis beban kerja di lingkungan kerja di Provinsi dilingkungan Pemerintah kerja OPD pemerintah Papua dilingkungan belum tersusun ABK anjab SKPD ,7%(1 8 SKPD) ,7%(1 8 SKPD) %(13 SKPD) % - 100% s.d.a Jayapura Tersusunya standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah jumlah jabatan 8 Kegiatan penyusunan tersusunnya yang memiliki standart kompetensi standart standart dilingkungan pemerintah kompetensi jabatan kompetensi di OPD dilingkungan belum tersusun kompetensi Jabatan SKPD ,7%(1 8 SKPD) ,7%(1 8 SKPD) %(13 SKPD) % - 100% s.d.a Jayapura Peningkatan Tersusunya sumberdaya aparatur dibidang analisis jabatan evaluasi jabatan di lingkungan pemerintah hasil jumlah evaluasi jabatan di hasil 9 Kegiatan evaluasi jabatan tersedianya hasil dilingkungan pemerintah evaluasi jabatan dilingkungan belum tersusun evaluasi Jabatan ,7%(1 8 SKPD) ,7%(18 SKPD) %(13 SKPD) % s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga analisis jabatan di lingkungan pemerintah jumlah penganalisis jabatan lingkungan di II Program peningkatan terwujudnya kapasitas sumber daya kompetensi aparatur Sumber 1 Kegiatan bimtek analisis jabatan dilingkungan pemerintah Kab/kota se Papua Daya aparatur terlaksananya yang bimtek analisis jabatan dilingkungan pem. Kab/kota se Papua kurangnya Tenaga anjab di Kabupaten/kota 28%(8 ) aparatur %(6 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) % s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga jumlah analisis beban penganalisis beban kerja di lingkungan kerja dilingkungan pemerintah Tersedianya tenaga jumlah penyusun penyusun standart standart kompetensi jabatan kompetensi jabatan di lingkungan dilingkungan pemerintah 2 Kegiatan bimtek analisis terlaksananya beban kerja dilingkungan bimtek pemerintah beban dilingkungan pemerintah analisis kerja 3 Kegiatan bimtek terlaksananya penyusunan standart bimtek penyusunan kompetensi jabatan di standart lingkungan pemerintah kompetensi jabatan Kab/kota di lingkungan pemerintah Kab/kota kurangnya tenaga 28%(8 penganalisis beban ) kerja kurangnya tenaga penyusun standart kompetensi jabatan 28%(8 ) %(6 ) %(6 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) % s.d.a Jayapura % s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga jumlah aparatur evaluasi jabatan di pengevaluasi lingkungan Jabatan di pemerintah lingkungan pem. 4 Kegiatan bintek evaluasi terlaksananya kurangnya tenaga jabatan dilingkungan bimtek evaluasi evaluasi jabatan pemerintah Kab/kota jabatan dilingkungan pemerintah Kab/kota 28%(8 ) %(6 ) %(5 ) %(5 ) %(5 ) % s.d.a Jayapura

75 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan terdistribusinya aparatur sesuai kompetensi dalam 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD 392 aparatur Tersusunnya formasi jabatan di lingkungan pemerintah data jumlah formasi jabatan di lingkungan pemerintah Tersedianya tenaga jumlah hasil penyusun formasi formasi jabatan di jabatan di 29 kab/kota lingkungan pemerintah Meningkatnya Tersusunnya data jumlah jabatan kinerja dan efisiensi jabatan fungsional fungsional tertentu organisasi birokrasi tertentu di pada SKPD di lingkungan pemerintah hasil 10 Kegiatan bimtek jabatan terlaksananya belum ada data penyusunan data bimtek penyusunan hasil formasi Formasi Jabatan data Formasi jabatan di Provinsi dilingkungan pemerintah Jabatan Papua dilingkungan pemerintah II Program Peningkatan terwujudnya kurangmya Kapasitas Sumber Daya kompetensi aparatur yang Aparatur Sumber Daya mempunyai aparatur yang kompetensi dalam 5 Kegiatan bimtek terlaksananya kurangnya tenaga penyusunan formasi bimtek penyusunan penyusun formasi jabatan dilingkungan formasi jabatan jabatan pemerintah kab/kota dilingkungan pemerintah kab/kota I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan 11 Kegiatan pengumpulan dan penyusunan data jabatan fungsional tertentu dilingkungan peningkatan kompetensi aparatur dalam jabatan terlaksananya fungsional penyusunan data jabatan fungsional tertentu dilingkungan 26,5%(13 SKPD) ,5%(1 2 SKPD) ,5%(1 2 SKPD) ,5%(12 SKPD) % s.d.a Jayapura 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD aparatur 28%(8 Kab/kota) %(6 kab/kota) %(5 kab/kota) %(5 kab/kota) %(5 kab/kota) 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD aparatur 96 JAFUNG pada 20,4%(10 23 SKPD Di SKPD) ,4%(1 0 SKPD) ,4%(1 0 SKPD) ,4%(10 SKPD) %(10 SKPD) s.d.a % s.d.a Jayapura s.d.a % s.d.a Jayapura Terselenggaranya sosialisasi penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional tertentu jumlah aparatur yang mengikuti penyesuaian pengangkatan JAFUNG tertentu di Meningkatnya Tersedianya tenaga jumlah tenaga pemahaman dan penilaian angka penilaian angka penguasaan teknis kredit dan insentif kredit dan insentif tentang penilaian pusat dan Daerah pusat dan Daerah angka kredit dan insentif kinerja 12 Kegiatan sosialisasi terlaksananya penyesuaian pengangkatan sosialisasi jabatan penyesuaian fungsional tertentu pada pengangkatan Pusat dan Daerah dilingk. jabatan fungsional tertentu pada Pusat dan Daerah dilingk. II Program Peningkatan terwujudnya Kapasitas Sumber Daya kompetensi Aparatur Sumber Daya aparatur yang 6 Kegiatan bimtek kompetitif jumlah dan tenaga pengembangan jabatan penilaian angka fungsional tertentu kredit dan insentif tentang penilaian angka pusat dan Daerah kredit dan insentif pusat dan Daerah belum dilaksanakan 100%(23 SKPD) jumlah aparatur yang mempunyai kompetensi jumlah aparatur belum dilaksanakan %(23 SKPD) % s.d.a Jayapura aparatur s.d.a % s.d.a Jayapura Meningkatkan tersedianya jumlah aparatur pengetahuan aparatur dalam yang mengikuti aparatur dibidang Jafung tertentu Bimtek jabatan fungsional penyusunan dan tertentu penyesuaian Jafung tertentu 7 Kegiatan bimtek jumlah aparatur penyusunan dan yang mengikuti penyesuaian Bimtek pengangkatan jabatan penyusunan dan fungsional tertentu di penyesuaian Pusat dan Daerah Jafung tertentu belum dilaksanakan %(25 SKPD) % s.d.a Jayapura

76 Peningkatan terwujudnya tatalaksana pelaksanaan pemerintahan yang TUPOKSI yang efisien dan efektif efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel Pergub tentang SOP dilingkungan Pemerintah I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan peningkatan ketatalaksanaan pemerintahan yang efisien dan efektif di 49 SKPD 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD Kegiatan Fasilitasi Penyusunan SOP dilingkungan Pemerintah Provinsi dan penyusunan Pergub tentang SOP dilingkungan Pemerintah 49 SKPD sedang menyusun SOP SKPD 50% % % % % % Bagian Tatalak Jayapura Terwujudnya administrasi perkantoran yang baik, tertib, lancar, efisien dan efektif di lingkungan pemerintah SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat jumlah TND yang sesuai dengan Pergub/ peraturan perundang undangan 14 Kegiatan Sosialisasi/Bimtek TND di lingkungan pemerintah Provinsi penyusunan SK. belum ada Gubernur tentang penetapan nama, kode dan SK.Gubernur judul SOP tentang nama, kode dan judul SOP penyusunan SK. pada belum49 SKPD ada Gubernur dalam penetapan SK. bentuk Flowchat Gubernur tentang terlaksananya Sosialisasi/Bimtek TND di lingkungan pemerintah Provinsi bentuk Flowchat hanya 50% PNS yang memahami TND dilingkungan Pemerintah Jayapura Jayapura 50% % % % % % ,00 s.d.a Jayapura Terbinanya tersusunya penyelenggaraan disemua pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan Provinsi dan SKPD se Papua SPP jumlah SPP yang 15 Kegiatan Pembinaan penyusunan SPP SKPD telah disusun dan penyelenggaraan dan penerapannya diterapkan pada pelayanan publik pada SKPD SKPD Provinsi dan dilingkungan Provinsi dan Provinsi dan SKPD SKPD se se Papua se Papua Papua belum pernah dilaks. Bimtek Standart Pelayanan Publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan 50% % % % % % s.d.a Jayapura Terwujudnya penyusunan terwujudnya pelaksanaan Jumlah bidang yang memiliki laporan SPM pada TUPOKSI yang Standar 9 bidang di efisien dan efektif, Pelayanan Provinsi dan 15 responsif, Minimal Bidang SPM transparan dan yang akuntabel harus diterapkan dan ditetapkan SPM dalam Peraturan Kepala Daerah 16 Kegiatan Fasilitasi penyusunan belum semua Penerapan rencana laporan SPM pada laporan 9 Bidang pencapaian SPM 9 bidang di SPM di lingkungan dilingkungan pemerintah Provinsi dan 15 pemerintah Provinsi Provinsi dan Kab/kota se bidang SPM di Papua dan 15 Papua Provinsi dan bidang SPM yang disampaikan kepada Ditjen Otda 50% % % % % % s.d.a Prov/Kab/ Kota

77 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Terlaksananya SKPD/Unit Persentase jumlah 17 Kegiatan Penilaian dan terlaksananya belum pernah 50% % % % % % s.d.a penilaian dan penyelenggara unit pelayanan pemeringkatan kinerja Penilaian dan melaksanakan peringkatan kinerja pelayanan publik pablik yang pelayanan publik pemeringkatan unit pelayanan dilingkungan memiliki kinerja dilingkungan pemerintah kinerja pelayanan publik dilingkungan Pemerintah pelayanan publik Provinsi dan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan yang memuaskan pemerintah Provinsi dan se Papua Provinsi dan terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja dan pengunaan pakaian dinas di Provinsi dan terwujudnya SAKIP dilingkungan pemerintah Provinsi dan terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel Meningkatnya disiplin dan wibawa PNS Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah jumlah SKPD Provindi dan kab/kota yang telah melaksanakan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja jumlah papan nama pejabat struktural yang telah dipasang Pergub Pakaian Dinas PNS di tentang 21 pesertase PNS yang mengenakan pakaian dinas sesuai aturan Presentase OPD yang memahami SAKIP 19 kegiatan Penataan dan penyusunan pedoman tata ruang kantor pemerintah 20 kegiatan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja Kegiatan Fasilitasi penataan standart pakaian dinas PNS dilingkungan pemerintah Provinsi dan terlaksananya penataan dan penyusunan pedoman tata ruang kantor pemerintah tersusunnya standarisasi sarana dan prasarana kerja Provinsi Papua terfasilitasi penataan standart pakaian dinas PNS dilingkungan pemerintah II Program Peningkatan terwujudnya Kapasitas Sumber Daya kompetensi Aparatur Sumber Daya aparatur yang 8 Kegiatan Bimtek Sistem kompetitif dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah dan Kab./Kota terlaksananya bimtek Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah dan belum 100% sarana dan prasarana kerja di 49 SKPD Provinsi dan sesuai aturan pengenaan pakaian dinas PNS belum sesuai aturan jumlah aparatur yang mempunyai kompetensi Penyusunan LAKIP masih bersifat laporan administrasi 50% % % % % % s.d.a 50% % % % % % % % % % % % s.d.a 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD s.d.a 50% % % % % % Bagian Pendayaguna an Aparatur s.d.a Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)

78 Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan 29 berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi pemerintahan peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi terwujudnya website data kompetensi Sumber daya aparatur dilingk. peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur Terfasilitasi penyusunan IKU s.d.a Meningkatnya disiplin aparatur meningkatnya kualitas SDM aparatur meningkatnya kompetensi sumberdaya aparatur Jumlah SKPD yang mengumpulkan LAKIP di Provinsi dan Kab/kota Presentase OPD dengan nilai akuntabilitas ki erja baik persentase jumlah pelanggaran dalam setahun jumlah telaah staf dalam setahun jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah yang memenuhi standart kompetensi jabatan Tersedianya data Jumlah jenis data akurat kompetensi dalam website SDA pada SKPD di meningkatnya kesadaran aparatur dalam tingkah laku, budaya kerja dan pengawasan terhadap bahaya korupsi dan KKN tersedianya informasi kinerja dan ukuran keberhasilan dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi Persentase menurunnya kasus KKN PERGUB tentang IKU Jumlah SKPD yang memiliki IKU 9 Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan LAKIP Provinsi dan Kab./Kota 10 Kegiatan Sosialisasi dalam rangka peningkatan disiplin dan kapasitas sumberdaya aparatur dilingk. Pemerintah Provinsi Papua 11 Kegiatan Bimtek telaah staf paripurna dilingkungan Provinsi dan 12 Kegiatan Bintek Pola karier PNS dilingkungan pemerintah Provinsi Papua I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan 22 Kegiatan Penyusunan Kompetensi sumberdaya aparatur 23 Kegiatan Penyelenggaraan Forkompanda, evaluasi waskat dengan Sub Kegiatan Sosialisasi PERMENPAN dan RB Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pacta Integritas 24 Kegiatan Penyusunan IKU dilingkungan Pemerintah terlaksananya 50% penyusunan bimbingan Teknis LAKIP bersifat Penyusunan LAKIP administrasi Provinsi dan Kab./Kota terlaksananya sosialisasi dalam rangka peningkatan disiplin dan kapasitas sumberdaya aparatur dilingk. Pemerintah terlaksananya bimtek telaah staf paripurna dilingkungan Provinsi dan terlaksananya bintek Pola karier PNS dilingkungan pemerintah peningkatan kompetensi aparatur dalam jabatan Penyusunan Kompetensi sumberdaya aparatur terlaksananya Forkompanda, evaluasi waskat dengan Sub Kegiatan Sosialisasi PERMENPAN dan RB Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pacta Integritas penyusunan IKU Pemerintah Jumlah SKPD yang memiliki IKU aparatur belum memahami PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS penyampaian masalah melalui surat penempatan pejabat belum sesuai kompetensi 65% % % % % % s.d.a 35% % % % % % s.d.a 45% % % % % % s.d.a 70% % % % % % s.d.a 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD SKPD belum maksimal penyediaan data kurangnya ketaatan PNS pada ketentuan belum ada PERGUB tentang IKU pemerintah 65% % % % % % s.d.a 65% % % % % % s.d.a 70% % % % s.d.a Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura

79

80 MATRIKS II Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Biro Organisasi dan PA Setda Profinsi Papua Tahun 2015 dan rencana pada Tahun 2016 ) Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)berbasi s SPM dan IKU dan kegiatan (out put) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (tahun 2011) Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja Pada Target Rp. (000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Target Rp.(000) Unit Kerja SKPD Lokasi (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (18) (19) (20) (21) I Program Penguatan Kapasitas kelembagaan OPD yang efisien dan efektif 49 SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD #REF! Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran Meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan tugas Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan Kabupaten/Kota Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi simplifikasi kelembagaan Kabupaten/Kota persentase OPD Pemerintah Provinsi yang tepat fungsi Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti peningkatan pemahaman terlaksananya aparatur tupoksi Presentase di pelaksanaan tentang TUPOKSI unit lingkungan SKPD tupoksi unit kerja di lingkungan kerja dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku sinergitas indikator persentase jumlah peserta Road Map SKPD peningkatan Sosialisasi dengan Road Map RB pemahaman Penyusunan PEMDA Provinsi peserta tentang PERGUB Papua indikator capaian tentang Road yang harus Map RB dilakukan sesuai PEMDA Road Map SKPD RB PEMDA menciptakan aparatur peningkatan jumlah pezerta yang bersih dan pemahaman pencanangan berwibawa aparatur tentang dan akibat dari pembangunan pelanggaran atas zona integritas 1 Kegiatan Penataan kelembagaan dan penataan kelembagaan perangkat daerah lainnya 2 Kegiatan Rapat koordinasi teknis bidang organisasi se 3 Kegiatan rapat pembinaan kelembagaan perangkat daerah Kab/kota se Papua terlaksananya penataan OPD Provinsi masih ada tupoksi SKPD yang tumpang tindih jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundangundangan Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan dan ditindaklanjuti tersusunnya Baik Provinsi rekomendasi yang maupun disepakati dan cenderaung ditindaklanjuti mengutamakan kepentingan terfasilitasinya masing-masing PERDA penataan OPD belum melalui Kab/kota sesuai ANJAB perundangundangan 4 Kegiatan rapat kerja tersusunnya belum semua pembinaan kelembagaan rekomendasi yang program pusat yang se Papua disepakati dan dilaksanakan ditindaklanjuti didaerah 5 Kegiatan Sosialisasi Peraturan tentang Organisasi dan tatakerja perekda dan Peraturan Gubernur Papua tentang Rincian tupoksi unit kerja 6 Kegiatan Sosialisasi Penyusunan PERGUB tentang Road Map RB PEMDA terlaksananya Sosialisasi PERDA tentang Organisasi kelembagaan dan tatakerja kelembagaan perekda dan PPERGUB tentang Rincian tupoksi unit kerja terlaksananya Kegiatan Sosialisasi Penyusunan PERGUB tentang Road Map RB PEMDA Provinsi Papua 7 Kegiatan pencanangan dan terlaksananya pembangunan zona integritas Kegiatan dilingk. Provinsi dan pencanangan pembangunan zona integritas dan 50% aparatur belum paham Tupoksi belum ada SKPD yang mempunyai Road Map belumada aparatur yang memahami pentingnya kegiatan ini % #REF! Bagian Kelembagaan Jayapura % #VALUE! Jayapura % #REF! s.d.a % #VALUE! s.d.a % #REF! s.d.a Jayapura % #VALUE! s.d.a Jayapura % #VALUE! s.d.a Jayapura

81 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (18) (19) (20) (21) Terwujudnya tata Jumlah SKPD 8 Kegiatan Penyusunan uraian tersusunya uraian belum tersusun 28,6%( ,5%( ,5%( % #REF! Bagian kelola jabatan yang yang dianalisis jabatan dilingkungan jabatan pada OPD URJAB SKPD SKPD) 2 SKPD) 2 SKPD) ANJAB baik Jabatan di pemerintah dilingkungan Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB Tersusunnya hasil Jumlah analisis beban kerja di lingkungan pemerintah SKPD yang dianalisis beban kerja di 9 Kegiatan penyusunan analisis beban kerja dilingkungan Pemerintah tersusunnya analisis beban kerja OPD dilingkungan belum tersusun ABK anjab SKPD ,7%(1 8 SKPD) % #REF! s.d.a Jayapura Tersusunya standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah jumlah jabatan 10 Kegiatan penyusunan tersusunnya yang memiliki standart kompetensi standart standart dilingkungan pemerintah kompetensi jabatan kompetensi di OPD dilingkungan belum tersusun kompetensi Jabatan SKPD ,7%(1 8 SKPD) % #VALUE! s.d.a Jayapura Peningkatan sumberdaya dibidang jabatan Tersusunya hasil jumlah hasil 11 Kegiatan evaluasi jabatan tersedianya hasil belum tersusun aparatur evaluasi jabatan di evaluasi dilingkungan pemerintah evaluasi jabatan evaluasi Jabatan analisis lingkungan jabatan di dilingkungan pemerintah ,7%(1 8 SKPD) % #REF! s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga analisis jabatan di lingkungan pemerintah jumlah penganalisis jabatan lingkungan di 12 Kegiatan bimtek analisis jabatan dilingkungan pemerintah Kab/kota se Papua terlaksananya bimtek analisis jabatan dilingkungan pem. Kab/kota se Papua kurangnya Tenaga anjab di Kabupaten/kota 28%(8 ) %(5 ) % #VALUE! s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga jumlah analisis beban penganalisis kerja di lingkungan beban kerja pemerintah dilingkungan Tersedianya tenaga jumlah penyusun standart penyusun kompetensi jabatan standart di lingkungan kompetensi pemerintah jabatan dilingkungan 13 Kegiatan bimtek analisis beban kerja dilingkungan pemerintah 14 Kegiatan bimtek penyusunan standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah Kab/kota terlaksananya bimtek analisis beban kerja dilingkungan pemerintah terlaksananya bimtek penyusunan standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah Kab/kota kurangnya tenaga penganalisis beban kerja kurangnya tenaga penyusun standart kompetensi jabatan %(5 ) %(5 ) % #VALUE! s.d.a Jayapura % #VALUE! s.d.a Jayapura Tersedianya tenaga jumlah aparatur evaluasi jabatan di pengevaluasi lingkungan Jabatan di pemerintah lingkungan pem. 15 Kegiatan bintek evaluasi terlaksananya jabatan dilingkungan bimtek evaluasi pemerintah Kab/kota jabatan dilingkungan pemerintah Kab/kota kurangnya tenaga evaluasi jabatan %(5 ) % #VALUE! s.d.a Jayapura

82 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (18) (19) (20) (21) Tersusunnya data jumlah hasil 16 Kegiatan bimtek penyusunan terlaksananya belum ada data ,5%( ,5%( % #VALUE! s.d.a Jayapura formasi jabatan di formasi jabatan data Formasi Jabatan bimtek penyusunan hasil formasi 2 SKPD) 2 SKPD) lingkungan di lingkungan dilingkungan pemerintah data Formasi jabatan di Provinsi pemerintah pemerintah Jabatan dilingkungan pemerintah Papua Tersedianya tenaga jumlah hasil penyusun formasi formasi jabatan jabatan di di 29 kab/kota lingkungan pemerintah 17 Kegiatan bimtek penyusunan formasi jabatan dilingkungan pemerintah kab/kota terlaksananya bimtek penyusunan formasi jabatan dilingkungan pemerintah kab/kota kurangnya tenaga penyusun formasi jabatan Meningkatnya kinerja Tersusunnya data jumlah jabatan 18 Kegiatan pengumpulan dan terlaksananya 96 JAFUNG pada dan efisiensi organisasi jabatan fungsional fungsional penyusunan data jabatan penyusunan data 23 SKPD Di birokrasi tertentu di tertentu pada fungsional tertentu jabatan fungsional lingkungan SKPD di dilingkungan tertentu pemerintah dilingkungan %(5 kab/kota) ,4%(1 0 SKPD) % #REF! s.d.a Jayapura % #REF! s.d.a Jayapura Terselenggaranya sosialisasi penyesuaian pengangkatan jumlah aparatur yang mengikuti penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional JAFUNG tertentu tertentu di 19 Kegiatan sosialisasi penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional tertentu pada Pusat dan Daerah dilingk. terlaksananya sosialisasi penyesuaian pengangkatan Meningkatnya Tersedianya tenaga jumlah tenaga 20 Kegiatan bimtek jumlah pemahaman dan penilaian angka penilaian angka pengembangan jabatan penilaian penguasaan teknis kredit dan insentif kredit dan fungsional tertentu tentang tentang penilaian pusat dan Daerah insentif pusat penilaian angka kredit dan angka kredit dan dan Daerah insentif pusat dan Daerah insentif kinerja jabatan fungsional tertentu pada Pusat dan Daerah dilingk. kredit dan insentif pusat dan Daerah belum dilaksanakan % - s.d.a Jayapura tenaga belum dilaksanakan - - angka 100%(23 SKPD) % s.d.a Jayapura Meningkatkan pengetahuan tersedianya aparatur aparatur jumlah aparatur dalam yang mengikuti dibidang jabatan Jafung tertentu Bimtek fungsional tertentu penyusunan dan penyesuaian Jafung tertentu Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel Pergub tentang SOP dilingkungan Pemerintah 21 Kegiatan bimtek penyusunan jumlah aparatur belum dilaksanakan 90% % s.d.a Jayapura dan penyesuaian yang mengikuti pengangkatan jabatan Bimtek fungsional tertentu di Pusat penyusunan dan dan Daerah penyesuaian Jafung tertentu 22 Kegiatan Fasilitasi Penyusunan SOP dilingkungan Pemerintah Provinsi dan penyusunan Pergub tentang SOP dilingkungan Pemerintah 49 SKPD sedang menyusun SOP SKPD 50% % % % agian Tatalaksa Jayapura SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat penyusunan SK. belum ada Gubernur tentang penetapan nama, kode dan SK.Gubernur judul SOP tentang nama, kode dan judul SOP penyusunan SK. pada belum49 SKPD ada Gubernur dalam penetapan SK. bentuk Flowchat Gubernur tentang bentuk Flowchat Jayapura Jayapura

83 (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (18) (19) (20) (21) Terbinanya tersusunya SPP jumlah SPP 23 Kegiatan Pembinaan penyusunan SPP belum pernah 50% % % % #REF! s.d.a Jayapura penyelenggaraan disemua SKPD yang telah penyelenggaraan pelayanan dan penerapannya dilaks. Bimtek pelayanan publik Provinsi dan SKPD disusun dan publik dilingkungan Provinsi pada SKPD Standart Pelayanan dilingkungan se Papua diterapkan dan se Papua Provinsi dan SKPD Publik dilingkungan pemerintah Provinsi pada SKPD se Papua Pemerintah dan Provinsi dan Provinsi dan Terwujudnya terwujudnya SKPD se Papua Jumlah bidang 24 Kegiatan Fasilitasi Penerapan penyusunan belum semua 50% % % % #REF! s.d.a penyusunan laporan pelaksanaan yang memiliki rencana pencapaian SPM laporan SPM pada laporan 9 Bidang SPM pada 9 bidang di TUPOKSI yang Standar dilingkungan pemerintah 9 bidang di SPM di lingkungan Provinsi dan 15 Bidang efisien dan efektif, Pelayanan Provinsi dan Kab/kota se Provinsi dan 15 pemerintah Provinsi SPM yang responsif, Minimal Papua bidang SPM di Papua dan 15 harus diterapkan dan transparan dan Provinsi dan bidang SPM ditetapkan SPM dalam akuntabel yang Peraturan Kepala disampaikan Daerah kepada Ditjen Otda Terlaksananya SKPD/Unit Persentase 25 Kegiatan Penilaian dan terlaksananya belum pernah penilaian dan penyelenggara jumlah unit pemeringkatan kinerja Penilaian dan melaksanakan peringkatan kinerja unit pelayanan publik pelayanan pelayanan publik pemeringkatan pelayanan publik dilingkungan pablik yang dilingkungan pemerintah kinerja pelayanan dilingkungan pemerintah Pemerintah Provinsi Provinsi memiliki kinerja dan pelayanan Provinsi dan publik dilingkungan pemerintah dan se Papua publik yang Provinsi dan memuaskan terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja dan pengunaan pakaian dinas di Provinsi dan berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi pemerintahan terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel jumlah SKPD Provindi dan kab/kota yang telah melaksanakan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja jumlah papan nama pejabat struktural yang telah dipasang Meningkatnya Pergub tentang disiplin dan wibawa Pakaian Dinas PNS PNS di Provinsi Papua Meningkatnya disiplin aparatur meningkatnya kualitas SDM aparatur persentase jumlah pelanggaran dalam setahun jumlah telaah staf dalam setahun 26 kegiatan Penataan dan penyusunan pedoman tata ruang kantor pemerintah 27 kegiatan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja 28 Kegiatan Fasilitasi penataan standart pakaian dinas PNS dilingkungan pemerintah Provinsi dan 29 Kegiatan Sosialisasi dalam rangka peningkatan disiplin dan kapasitas sumberdaya aparatur dilingk. Pemerintah 30 Kegiatan Bimtek telaah staf paripurna dilingkungan Provinsi dan terlaksananya penataan dan penyusunan pedoman tata ruang kantor pemerintah tersusunnya standarisasi sarana dan prasarana kerja Provinsi Papua terfasilitasi penataan standart pakaian dinas PNS dilingkungan pemerintah terlaksananya sosialisasi dalam rangka peningkatan disiplin dan kapasitas sumberdaya terlaksananya bimtek telaah staf paripurna dilingkungan Provinsi dan belum 100% sarana dan prasarana kerja di 49 SKPD Provinsi dan sesuai aturan pengenaan pakaian dinas PNS belum sesuai aturan aparatur belum memahami PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS penyampaian masalah melalui surat % % #REF! s.d.a % % % #REF! s.d.a % % #REF! % % % #REF! s.d.a 35% % % % #REF! s.d.a % % #REF! s.d.a Prov/Kab/ Kota Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura (1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (18) (19) (20) (21)

84 peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi terwujudnya website data kompetensi Sumber daya aparatur dilingk. peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur Terfasilitasi penyusunan IKU ciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa membentuk OPD yang tepat fungsi dan tepat sasaran meningkatnya kompetensi sumberdaya aparatur Tersedianya data akurat kompetensi SDA pada SKPD di jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah yang memenuhi Jumlah jenis data dalam website Tersedianya buku Jumlah buku akurat kompetensi tentang data SDA pada SKPD di kompetensi SDA meningkatnya kesadaran aparatur dalam tingkah laku, budaya kerja dan pengawasan terhadap bahaya tersedianya informasi kinerja dan ukuran keberhasilan dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi meningkatnya komitmen pimpinan dan staf dalam pemberatasan sebagai kajian dalam pembentukan OPD PEREKDA di Persentase menurunnya kasus KKN PERGUB tentang IKU Jumlah SKPD yang memiliki IKU jumlah pejabat yang telah menandatanga ni Pacta persentase peningkatan pemahaman tentang 31 Kegiatan Bintek Pola karier PNS dilingkungan pemerintah 32 Kegiatan Penyusunan Kompetensi sumberdaya aparatur 32 Kegiatan Penyusunan Kompetensi sumberdaya aparatur (KEGIATAN LANJUTAN) 33 Kegiatan Penyelenggaraan Forkompanda, evaluasi waskat dengan Sub Kegiatan Sosialisasi PERMENPAN dan RB Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pacta 34 Kegiatan Penyusunan IKU dilingkungan Pemerintah terlaksananya bintek Pola karier PNS dilingkungan pemerintah Penyusunan Kompetensi sumberdaya aparatur cetak data Kompetensi sumberdaya aparatur SKPD terlaksananya Forkompanda, evaluasi waskat dengan Sub Kegiatan Sosialisasi penyusunan IKU Pemerintah 35 Jumlah SKPD yang memiliki IKU kegiatan Penandatangan Pacta Integritas dilingk.pemda Prov.Papua kegiatan studi banding dalam rangka penataan kelembagaan PEREKDA Prov Papua terlaksananya Penandatangan Pacta Integritas dilingk.pemda terlaksananya kegiatan studi banding dalam rangka penataan II Data dan Informasi tersedianya website data aparatur penempatan pejabat belum sesuai kompetensi belum maksimal penyediaan data belum maksimal penyediaan data kurangnya ketaatan PNS pada ketentuan belum ada PERGUB tentang IKU pemerintah % % % #REF! s.d.a % % % #REF! s.d.a 65% % % #REF! s.d.a % % #REF! s.d.a % % #VALUE! s.d.a % jenis data aparatur dalam website 49 SKPD Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura data aparatur dapat terinformasi dalam website terwujudnya SAKIP dilingkungan pemerintah Provinsi dan Peningkatan tatalaksana pemerintahan efisien dan efektif data aparatur dalam website teraplikasi tersedianya jaringan website Meningkatnya Presentase akuntabilitas kinerja OPD yang instansi pemerintah memahami SAKIP Terwujudnya administrasi yang perkantoran yang baik, tertib, lancar, efisien dan efektif di lingkungan pemerintah jumlah TND yang sesuai dengan Pergub/ peraturan perundang undangan kegiatan pembuatan website terlaksananya pembuatan website III Program Peningkatan terwujudnya Kapasitas Sumber Daya kompetensi Aparatur Sumber aparatur yang 8 Kegiatan Bimtek Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah dan Kab./Kota 14 Kegiatan Sosialisasi/Bimtek TND di lingkungan pemerintah Provinsi Daya terlaksananya bimtek Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah dan terlaksananya Sosialisasi/Bimtek TND di lingkungan pemerintah Provinsi jumlah aparatur yang mempunyai kompetensi Penyusunan LAKIP masih bersifat laporan administrasi hanya 50% PNS yang memahami TND dilingkungan Pemerintah 50% SKPD 49 SKPD SKPD SKPD SKPD #REF! s.d.a 50% % % % #REF! Bagian Pendayaguna an Aparatur Jayapura Jayapura 50% % % % ,00 s.d.a Jayapura

85 TABEL 9.I RENCANA STRATEGIS TAHUN ANGGARAN INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE1 : Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Biaya NO Tujuan Kegiatan Uraian Indikator Kebijakan Program Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Organisasi yang Tepat fungsi dan tepat ukuran presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran 2 Meningkatkan pemahaman tentang Jumlah Rekomendasi yang disepakati pelaksanaan tupoksi SKPD di Provinsi dan ditindaklanjuti Papua 3 Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan Kabupaten/Kota jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang-undangan Meningkatkan kualitas bahan kebijakan pembenahan birokrasi dan pemantapan kelembagaan; Penguatan Kapasitas kelembagaan Penataan kelembagaan s.d.a s.d.a Rapat koordinasi teknis bidang organisasi se s.d.a s.d.a Pembinaan kelembagaan perangkat daerah Kab/kota se Papua 4 peningkatan pemahaman aparatur tentang TUPOKSI unit kerja Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan Kabupaten/Kota terlaksananya tupoksi SKPD di lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti Presentase pelaksanaan tupoksi unit kerja dengan baik s.d.a s.d.a rapat kerja pembinaan kelembagaan se Papua s.d.a s.d.a Sosialisasi Peraturan Provinsi Papua tentang Organisasi dan tatakerja kelembagaan perekda dan Peraturan Gubernur Papua tentang Rincian tupoksi unit kerja

86 NO Tujuan Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Uraian Indikator Kebijakan Program Kegiatan Terwujudnya Terwujudnya tatakelola jabatan Persentase OPD yang memiliki Peningkatan kualitas s.d.a Penyusunan uraian jabatan peningkatan analisis yang baik data uraian jabatan sarana dan prasarana dilingkungan pemerintah jabatan dalam melalui modernisasi penempatan pejabat tata kerja dan sesuai ANJAB prasarana fisik 6 Tersusunnya hasil analisis beban Jumlah SKPD yang dianalisis Meningkatkan kualitas s.d.a Penyusunan analisis beban kerja di lingkungan pemerintah beban kerja di penyelenggaraan kerja dilingkungan diklat/bimtek; Pemerintah 7 Terwujudnya tatakelola jabatan Persentase jabatan yang Membentuk Tim Kerja s.d.a Penyusunan standart yang baik memiliki standar kompetensi dalam melaksanakan kompetensi dilingkungan tugas pokok dan fungsi pemerintah Biaya 8 peningkatan sumberdaya Terwujudnya tatakelola jabatan aparatur yang baik dibidang ANJAB 9 Tersedianya tenaga analisis jabatan di lingkungan pemerintah 10 Tersedianya tenaga analisis beban kerja di lingkungan pemerintah 11 Tersedianya tenaga penyusun standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah Persentase jabatan yang ditempati sesuai dengan standar kompetensi jumlah penganalisis jabatan di lingkungan jumlah penganalisis beban kerja dilingkungan jumlah penyusun standart kompetensi jabatan dilingkungan s.d.a s.d.a Evaluasi jabatan dilingkungan pemerintah s.d.a Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Bimtek analisis jabatan dilingkungan pemerintah Kab/kota se Papua s.d.a s.d.a Bimtek analisis beban kerja dilingkungan pemerintah s.d.a s.d.a Bimtek penyusunan standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah Kab/kota

87 NO Tujuan Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Biaya Kegiatan Uraian Indikator Kebijakan Program Tersedianya tenaga evaluasi jabatan di jumlah aparatur perngevaluasi s.d.a s.d.a Bintek evaluasi jabatan lingkungan pemerintah Jabatan di lingkungan dilingkungan pemerintah pem. Kab/kota 13 Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik Persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan s.d.a Penguatan Kapasitas Kelembagaan Penyusunan data formasi jabatan dilingkungan pemerintah 14 Tersedianya tenaga penyusun formasi jumlah hasil formasi jabatan di jabatan di lingkungan pemerintah s.d.a Peningkatan Bimtek penyusunan Formasi Kapasitas Sumber Jabatan dilingkungan Daya Aparatur pemerintah 15 Meningkatnya kinerja dan Tersusunnya data jabatan fungsional jumlah jabatan fungsional tertentu efisiensi organisasi tertentu di lingkungan pemerintah pada SKPD di birokrasi 16 Terselenggaranya sosialisasi jumlah aparatur yang mengikuti penyesuaian pengangkatan jabatan penyesuaian pengangkatan fungsional tertentu JAFUNG tertentu di Provinsi Papua 17 Meningkatnya pemahaman penguasaan dan teknis tentang penilaian angka kredit dan insentif kinerja 18 Meningkatkan pengetahuan aparatur dibidang jabatan fungsional tertentu Tersedianya tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah tersedianya aparatur dalam Jafung tertentu jumlah tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah jumlah aparatur yang mengikuti Bimtek penyusunan dan penyesuaian Jafung tertentu di s.d.a Pengumpulan dan penyusunan data jabatan fungsional tertentu dilingkungan Provinsi Papua s.d.a Sosialisasi penyesuaian pengkatan jabatan fungsional tertentu pada Pusat dan Daerah dilingk. s.d.a Penguatan Kapasitas Kelembagaan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Bimtek pengembangan jabatan fungsional tertentu tentang penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah s.d.a Bimtek penyusunan dan penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional tertentu di Pusat dan Daerah

88 Sasaran target kinerja sasaran pada tahun ke NO Tujuan Uraian Indikator I II III IV V Tertatanya kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan TABEL 9.I.1. TUJUAN, SASARAN STRATEGIS, INDIKATOR KINERJA DAN CAPAIAN 1 S/D 5 TAHUN KE DEPAN MISI KE 1 OPD Tepat fungsi dan tepat sasaan presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran 2 Meningkatkan pemahaman tentang Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan pelaksanaan tupoksi SKPD di Provinsi ditindaklanjuti Papua 90% 90% 90% 90% 90% 75% 80% 85% 90% 95% 3 Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan jumlah Kab/kota yang tertata OPD Kabupaten/Kota sesuai dengan kaidah serta sesuai perundang-undangan prinsip efektivitas dan efisiensi Terwujudnya koordinasi, integrasi, Jumlah Rekomendasi yang disepakati sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan dan ditindaklanjuti Kabupaten/Kota 60% 70% 80% 90% 95% 65% 70% 80% 90% 100% 4 peningkatan pemahaman aparatur tentang TUPOKSI unit kerja terlaksananya tupoksi di lingkungan SKPD di lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan 5 Terwujudnya peningkatan Terwujudnya tatakelola jabatan yang analisis jabatan dalam baik 6 penempatan pejabat sesuai Tersusunnya hasil analisis beban kerja di lingkungan pemerintah Provinsi Papua 7 Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik Presentase pelaksanaan kerja dengan baik tupoksi unit Persentase OPD yang memiliki data uraian jabatan Jumlah SKPD yang dianalisis beban kerja di Persentase jabatan yang memiliki standar kompetensi 28,6% (14 SKPD) 75% 80% 85% 90% 95% 24,5% (12 SKPD) - 36,7% (18 SKPD) - 36,7% (18 SKPD) 24,5% (12 SKPD) 36,7% (18 SKPD) 36,7% (18 SKPD) 22% (11 SKPD) 30% (13 SKPD) 30% (13 SKPD) peningkatan sumberdaya Terwujudnya tatakelola jabatan yang aparatur dibidang ANJAB baik 9 Tersedianya tenaga analisis jabatan di lingkungan pemerintah Persentase jabatan yang ditempati sesuai dengan standar kompetensi jumlah penganalisis jabatan di lingkungan 28% (8 ) ,7% (18 SKPD) 21% (6 ) 17% (5 ) 36,7% (18 SKPD) 17% (5 ) 30% (13 SKPD) 17% (5 )

89 NO Tujuan Sasaran Uraian Indikator I II III IV V Tersedianya tenaga analisis beban jumlah penganalisis beban kerja 28% 21% 17% 17% kerja di lingkungan pemerintah dilingkungan (8 ) (6 ) (5 ) (5 ) 11 Tersedianya tenaga penyusun standart kompetensi jabatan di lingkungan pemerintah jumlah penyusun standart 28% kompetensi jabatan dilingkungan (8 ) target kinerja sasaran pada tahun ke 21% (6 ) 17% (5 ) 17% (5 ) 17% (5 ) 17% (5 ) 12 Tersedianya tenaga evaluasi jabatan di lingkungan pemerintah 13 Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik 14 Tersedianya tenaga penyusun formasi jabatan di lingkungan pemerintah jumlah aparatur yang mengikuti 28% evaluasi Jabatan di lingkungan (8 ) pem. Persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan jumlah hasil formasi jabatan di Provinsi Papua 26,5% (13 SKPD) 28% (8 ) 21% (6 ) 24,5% (12 SKPD) 21% (6 ) 17% (5 ) 24,5% (12 SKPD) 17% (5 ) 17% (5 ) 24,5% (12 SKPD) 17% (5 ) 17% (5 ) 17% (5 ) - 15 Meningkatnya kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi Tersusunnya data jabatan fungsional jumlah jabatan fungsional tertentu 20,4% tertentu di lingkungan pemerintah Provinsi pada SKPD di (10 SKPD) Papua 20,4% (10 SKPD) 20,4% (10 SKPD) 20,4% (10 SKPD) 18% (9 SKPD) 16 Terselenggaranya sosialisasi penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional tertentu 17 Meningkatnya pemahaman dan Tersedianya tenaga penilaian angka kredit penguasaan teknis tentang dan insentif pusat dan Daerah penilaian angka kredit dan insentif kinerja 18 Meningkatkan pengetahuan aparatur dibidang jabatan fungsional tertentu jumlah aparatur yang mengikuti 100% penyesuaian pengangkatan JAFUNG (23 SKPD) tertentu di jumlah tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah tersedianya aparatur dalam Jafung tertentu jumlah aparatur yang mengikuti Bimtek penyusunan dan penyesuaian Jafung tertentu di - 100% (23 SKPD) % (23 SKPD) -

90 TABEL 9.I.2 MATRIKS KETERKAITAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE1 : Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan Analisis Jabatan mewujudkan organisasi Pemerintah daerah yang rasional NO Tujuan Sasaran Capian Kinerja Uraian Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir Tertatanya penataan OPD yang efektif, efisien dan bersih OPD Tepat fungsi dan tepat sasaan presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran masih ada Tupoksi SKPD tumpang tindih 100% pelaksanaan tugas SKPd sesuai TUPOKSI 3 4 peningkatan pemahaman aparatur tentang TUPOKSI unit kerja 5 Terwujudnya peningkatan analisis jabatan dalam penempatan pejabat sesuai ANJAB Terfasilitasinya penyusunan kelembagaan Kabupaten/Kota sesuai dengan kaidah serta prinsip efektivitas dan efisiensi Terwujudnya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi kelembagaan Kabupaten/Kota terlaksananya tupoksi di lingkungan SKPD di lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik 6 Tersusunnya hasil analisis beban kerja di lingkungan pemerintah jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang-undangan Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti Presentase pelaksanaan tupoksi unit kerja dengan baik Persentase OPD yang memiliki data uraian jabatan Jumlah SKPD yang dianalisis beban kerja di 2 Meningkatkan pemahaman tentang Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan Baik Provinsi maupun pelaksanaan tupoksi SKPD di Provinsi ditindaklanjuti cenderaung Papua mengutamakan kepentingan masingmasing PERDA belum melalui ANJAB belum semua program pusat yang diimplementasikan 50% aparatur belum paham Tupoksi Terbangunnya singkronisasi program tertatanya OPD 29 sesuai ketentuan 70% program program dapat dilaksanakan 100% PNS memahami tupoksi dan bekerja dengan baik tersusun URJAB SKPD 49 SKP{D memiliki analisis Jabatan belum tersusun ABK anjab SKPD 49 SKP{D memiliki analisis beban kerja

91 NO Tujuan Sasaran Capian Kinerja Uraian Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik Persentase jabatan yang memiliki standar kompetensi belum tersusun kompetensi Jabatan 49 SKPD memiliki standart kopetensi Jabatan 8 peningkatan sumberdaya aparatur dibidang ANJAB Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik Persentase jabatan yang ditempati sesuai dengan standar kompetensi SKPD belum tersusun evaluasi Jabatan 49 SKPD memiliki hasil evaluasi jabatan 9 Tersedianya tenaga analisis jabatan di jumlah penganalisis jabatan di kurangnya Tenaga anjab di tersediannya penganalisis lingkungan pemerintah lingkungan Kabupaten/kota jabatan 10 Tersedianya tenaga analisis beban kerja di jumlah penganalisis beban kerja kurangnya tenaga tersedianya 70% tenaga lingkungan pemerintah dilingkungan penganalisis beban kerja penganalisis beban kerja 11 Tersedianya tenaga penyusun standart jumlah penyusun standart kompetensi kurangnya tenaga penyusun tersediannya 2 penganalisis kompetensi jabatan di lingkungan jabatan dilingkungan standart kompetensi jabatan standart kompetensi jabatan di pemerintah Tersedianya tenaga evaluasi jabatan di lingkungan pemerintah jumlah aparatur yang mengikuti evaluasi Jabatan di lingkungan pem. 13 Terwujudnya tatakelola jabatan yang baik Persentase OPD yang memiliki data formasi jabatan 14 Tersedianya tenaga penyusun formasi jabatan di lingkungan pemerintah 15 Meningkatnya kinerja dan efisiensi organisasi birokrasi Tersusunnya data jabatan fungsional tertentu di lingkungan pemerintah Provinsi Papua 16 Terselenggaranya sosialisasi penyesuaian pengangkatan jabatan fungsional tertentu 17 Meningkatnya pemahaman dan penguasaan teknis tentang penilaian angka kredit dan insentif kinerja 18 Meningkatkan pengetahuan aparatur dibidang jabatan fungsional tertentu Tersedianya tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah tersedianya aparatur dalam Jafung tertentu jumlah hasil formasi jabatan di jumlah jabatan fungsional tertentu pada SKPD di jumlah aparatur yang mengikuti penyesuaian pengangkatan JAFUNG tertentu di jumlah tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah jumlah aparatur yang mengikuti Bimtek penyusunan dan penyesuaian Jafung tertentu di kurangnya tenaga evaluasi jabatan belum ada data hasil formasi jabatan di Provinsi Papua kurangnya tenaga penyusun formasi jabatan tersediannya 2 tenaga evaluasi Jabatan di lingkungan 29 data formasi jabatan di lingkungan pemerintah Provinsi Papua tersedia tiap tahun tersedianya 58 tenaga penyusun formasi jabatan di data semula JAFUNG peningkatan jumlah jabatan sebanyak 96 Di Provinsi fungsional tertentu pada 35 Papua dari 43 SKPD SKPD belum dilaksanakan peningkatan jumlah PNS pada JAFUNG tertentu di Provinsi Papua belum dilaksanakan 46 tenaga analisis pengembangan JAFUNG tertentu belum dilaksanakan 46 PNS pada 23 SKPD memahami penyesuaian JAFUNG tertentu

92 TABEL 9.II RENCANA STRATEJIK TAHUN ANGGARAN INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE2 : Meningkatkan pembinaan Sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif NO Tujuan Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Biaya Kegiatan Uraian Indikator Kebijakan Program Peningkatan tatalaksana terwujudnya pelaksanaan Persentase OPD yang memiliki Membentuk Tim percepatan Penguatan Kapasitas Penyusunan SOP pemerintahan yang efisien TUPOKSI yang efisien SOP yang berkaitan dengan dalam rangka meningkatkan Kelembagaan dilingkungan dan efektif dan efektif, responsif, kinerja utama pembinaan sistem Pemerintah Provinsi transparan dan akuntabel ketatalaksanaan Papua pemerintahan yang efisien dan efektif (terkait program utama ketatalaksanaan) SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat 2 jumlah TND yang sesuai dengan Pergub/ peraturan perundang undangan membangun koordinasi antara pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kab/kota dalam singkronisasi program sesuai peraturan Meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat/bimtek s.d.a Sosialisasi/Bimtek Tata naskah dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Papua

93 NO Tujuan Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Uraian Indikator Kebijakan Program Kegiatan Biaya Terbinanya penyelenggaraan tersusunya SPP disemua jumlah SPP yang telah disusun Meningkatkan kualitas SDM s.d.a Pembinaan pelayanan publik SKPD Provinsi dan SKPD dan diterapkan pada SKPD Aparatur melalui peningkatan penyelenggaraan dilingkungan pemerintah se Papua Provinsi dan SKPD etos kerja dan budaya kerja, pelayanan publik Provinsi dan se Papua akuntabilitas kinerja, disiplin aparatur dan penggunaan IT dilingkungan Provinsi dan se 4 Terwujudnya penyusunan terwujudnya pelaksanaan Jumlah bidang yang memiliki Pemberian asistensi, s.d.a Penerapan rencana laporan SPM pada 9 bidang TUPOKSI yang efisien Standar Pelayanan Minimal bimbingan percepatan pencapaian SPM di Provinsi dan 15 Bidang dan efektif, responsif, penerapan dilingkungan SPM yang harus transparan dan akuntabel SPM/SOP/pelayanan pemerintah Provinsi diterapkan dan ditetapkan Pablik/penyusunan dan Kab/kota se 5 SPM dalam Peraturan Kepala Terlaksananya penilaian dan SKPD/Unit Persentase jumlah standarisasi sarana dan unit s.d.a Papua Penilaian dan peringkatan kinerja unit penyelenggara pelayanan pelayanan pablik yang memiliki pemeringkatan kinerja pelayanan publik publik dilingkungan kinerja pelayanan publik yang pelayanan publik dilingkungan pemerintah Pemerintah Provinsi dan memuaskan dilingkungan Provinsi dan se Papua pemerintah Provinsi dan 6 terwujudnya standarisasi terwujudnya pelaksanaan s.d.a s.d.a Penataan dan Jumlah SKPD yang telah sarana dan prasarana kerja TUPOKSI yang efisien penyusunan melaksanakan penataan dan pengunaan pakaian dan efektif, responsif, pedoman tata ruang standarisasi sarana dan dinas di Provinsi dan transparan dan akuntabel kantor pemerintah prasarana kerja 7 jumlah papan nama pejabat struktural yang telah dipasang s.d.a s.d.a Penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja 8 Meningkatnya disiplin dan wibawa PNS Pergub tentang Pakaian Dinas PNS di pesertase PNS yang mengenakan pakaian dinas sesuai aturan s.d.a s.d.a Standart dinas dilingkungan pemerintah Papua pakaian PNS Provinsi

94 TABEL 9.II.1 TUJUAN, SASARAN STRATEGIS, INDIKATOR KINERJA DAN CAPAIAN 1 S/D 5 TAHUN KE DEPAN MISI KE2 NO Tujuan Sasaran target kinerja sasaran pada tahun ke Uraian Indikator I II III IV V Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang efisien dan efektif 50% 60% 70% 90% 100% terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel Persentase OPD yang memiliki SOP yang berkaitan dengan kinerja utama SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat 2 jumlah TND yang sesuai dengan Pergub/ peraturan perundang 3 Terbinanya penyelenggaraan pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan 4 Terwujudnya penyusunan laporan SPM pada 9 bidang di Provinsi dan 15 Bidang SPM yang harus diterapkan dan ditetapkan SPM dalam Peraturan Kepala Daerah 5 Terlaksananya penilaian dan peringkatan SKPD/Unit kinerja unit pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan tersusunya SPP disemua SKPD Provinsi dan SKPD se Papua terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel pelayanan publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan se Papua jumlah SPP yang telah disusun dan diterapkan pada SKPD Provinsi dan SKPD se Jumlah bidang yang memiliki Standar Pelayanan Minimal penyelenggara Persentase jumlah unit pelayanan pablik yang memiliki kinerja pelayanan publik yang memuaskan 50% 65% 75% 90% 100% 50% 65% 75% 90% 100% 50% 65% 75% 90% 100% 50% 65% 75% 90% 100%

95 NO Tujuan Sasaran Uraian Indikator I II III IV V tertatanya sarana dan prasarana kerja dan terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI 50% 65% 75% 90% 100% Jumlah SKPD yang telah pengunaan pakaian dinas sesuai dengan yang efisien dan efektif, responsif, melaksanakan penataan ketentuan yang berlaku transparan dan akuntabel standarisasi sarana dan prasarana kerja 7 Terwujudnya standarisasi sarana dan prasarana kerja bagi pejabat struktural di jumlah papan nama pejabat struktural yang telah dipasang target kinerja sasaran pada tahun ke 50% 65% 75% 90% 100% 8 Meningkatnya disiplin dan wibawa PNS Pergub tentang Pakaian Dinas PNS di Provinsi Papua pesertase PNS yang mengenakan pakaian dinas sesuai aturan 50% 65% 75% 90% 100% 50% 65% 75% 90% 100%

96 INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE2 : Meningkatkan pembinaan Sistem ketatalaksanaan pemerintahan yang efisiensi dan efektif NO Tujuan Sasaran Capian Kinerja Uraian Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir Peningkatan tatalaksana pemerintahan yang terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI Persentase OPD yang 49 SKPD sedang menyusun penetapan PERGUB efisien dan efektif yang efisien dan efektif, responsif, transparan dan akuntabel memiliki SOP yang berkaitan dengan kinerja SOP SKPD tentang SOP SKPD dilingkungan Pemerintah utama SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat 2 jumlah TND yang sesuai dengan Pergub/ peraturan perundang undangan 3 TABEL 9.II.2 MATRIKS KETERKAITAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA Terbinanya penyelenggaraan pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan tersusunya SPP disemua SKPD Provinsi dan SKPD se Papua jumlah SPP yang telah disusun dan diterapkan pada SKPD Provinsi dan SKPD se Papua belum ada penetapan SK.Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP pada 49 SKPD belum ada penetapan SK. Gubernur tentang bentuk Flowchat SOP SKPD hanya 50% PNS memahami penggunaan TND di lingkungan pemerintah belum pernah dilaksanakan Bimtek Standart Pelayanan Publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Provinsi penetapan Papua PERGUB tentang identifikasi nama, kode dan judul SOP SKPD dilingkungan Pemerintah penetapan SK Gubernur Papua tentang nomor dan judul SOP pada SKPD di lingkungan penggunaan TND sesuai Peraturan Gubernur Papua tersedianya SPP pada SKPD di lingkungan Provinsi dan

97 NO Tujuan Sasaran Capian Kinerja Uraian Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir Terwujudnya penyusunan laporan SPM pada 9 terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI Jumlah bidang yang belum semua laporan 9 Bidang tercapainya indikator SPM bidang di Provinsi dan 15 Bidang SPM yang efisien dan efektif, responsif, memiliki Standar Pelayanan SPM di lingkungan pemerintah pada 9 Bidang SPM di yang harus diterapkan dan ditetapkan transparan dan akuntabel Minimal dan 15 bidang lingkungan pemerintah SPM dalam Peraturan Kepala Daerah SPM yang disampaikan dan 15 SPM 4 kepada Ditjen Otda di 5 6 Terlaksananya penilaian dan peringkatan kinerja unit pelayanan publik dilingkungan pemerintah Provinsi dan tertatanya sarana dan prasarana kerja dan pengunaan pakaian dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku SKPD/Unit penyelenggara pelayanan publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan se Papua Persentase jumlah unit pelayanan pablik yang memiliki kinerja pelayanan publik yang memuaskan terwujudnya pelaksanaan TUPOKSI Jumlah SKPD yang telah yang efisien dan efektif, responsif, melaksanakan penataan transparan dan akuntabel standarisasi sarana dan prasarana kerja belum pernah dilaksanakan belum 100% sarana dan prasarana kerja di 49 SKPD Provinsi dan sesuai aturan Terwujudnya standarisasi sarana dan jumlah papan nama pejabat prasarana kerja bagi pejabat struktural struktural yang telah di dipasang 7 8 Meningkatnya disiplin dan wibawa Pergub tentang Pakaian pengenaan pakaian dinas PNS PNS Dinas PNS di Provinsi belum sesuai aturan Papua pesertase PNS yang mengenakan pakaian dinas sesuai aturan Kabupaten yang mendapat penghargaan penilaian kinerja unit pelayanan publik di lingkungan pemerintah penetapan PERGUB Provinsi dan tentang standart sarana dan prasarana kerja di lingk prov papua ruang kerja tertata sesuai ketentuan disiplin pengenaan pakaian dinas PNS dan CPNS sesuai aturan yang berlaku

98 TABEL 9.III RENCANA STRATEGIS ANGGARAN INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE3 : Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Biaya NO Tujuan Kegiatan Uraian Indikator Kebijakan Program terwujudnya SAKIP Meningkatnya Jumlah SKPD yang Meningkatkan kualitas Peningkatan Bimtek Sistem Akuntabilitas dilingkungan pemerintah akuntabilitas kinerja mengumpulkan LAKIP penyelenggaraan kapasitas sumber Kinerja Instansi Pemerintah di Provinsi dan instansi pemerintah di Provinsi dan diklat/bimtek daya aparatur Lingkungan Pemerintah 2 Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan 29 3 berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin 4 meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi 5 peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi Meningkatnya disiplin aparatur meningkatnya kualitas SDM aparatur meningkatnya kompetensi sumberdaya aparatur Kab/kota Presentase OPD dengan nilai akuntabilitas ki erja baik persentase jumlah pelanggaran dalam setahun jumlah telaah staf dalam setahun jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua yang memenuhi standart kompetensi jabatan Membentuk Tim evaluasi disiplin PNS yang diketuai SEKDA sebagai pejabat pembina kepegawaian dalam pelaksanaan peningkatan disiplin PNS dan Kab./Kota Bimbingan Teknis Penyusunan LAKIP Provinsi dan Kab./Kota Sosialisasi dalam rangka peningkatan disiplin dan kapasitas sumberdaya aparatur dilingk. Pemerintah Bimtek telaah staf paripurna dilingkungan Provinsi dan Bintek Pola karier PNS dilingkungan pemerintah

99 NO Tujuan Sasaran Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Biaya Kegiatan Uraian Indikator Kebijakan Program terwujudnya website data Tersedianya data jumlah jenis data membangun teknologi Peningkatan Penyusunan Kompetensi kompetensi Sumber daya akurat kompetensi dalam website informasi data kompetensi kapasitas sumberdaya aparatur aparatur dilingk. Provinsi Papua SDA pada SKPD di sumberdaya aparatur di SKPD dan Stakholders kelembagaan 7 peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur meningkatnya kesadaran aparatur dalam tingkah laku, budaya kerja dan pengawasan terhadap bahaya korupsi dan KKN Persentase menurunnya kasus KKN lainnya membangun koordinasi antara pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kab/kota dalam singkronisasi program sesuai peraturan perundang-undangan Penyelenggaraan Forkompanda, evaluasi waskat 8 Terfasilitasi penyusunan IKU tersedianya informasi kinerja dan ukuran keberhasilan dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis PERGUB tentang IKU Membentuk Tim fasilitasi antara Provinsi dan kementerian PAN dan RB dalam penyusunan IKU Pemda organisasi Penyusunan IKU dilingkungan Pemerintah Jumlah SKPD yang memiliki IKU

100 SOSIALISASI DISPLIN HARUS RUBAH INDIKATOR DLM RENSTRA

101 NO Tujuan Sasaran target kinerja sasaran pada tahun ke Uraian Indikator I II III IV V terwujudnya SAKIP dilingkungan pemerintah Provinsi dan Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Jumlah SKPD yang mengumpulkan LAKIP di Provinsi dan Kab/kota 50% 75% 80% 90% 100% 2 Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan 29 3 berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin 4 meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi pemerintahan 5 peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi 6 terwujudnya website data kompetensi Sumber daya aparatur dilingk. Provinsi Papua 7 peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur TABEL 9.III.1 TUJUAN, SASARAN STRATEGIS, INDIKATOR KINERJA DAN CAPAIAN 1 S/D 5 TAHUN KE DEPAN PADA MISI KE3 Meningkatnya disiplin aparatur meningkatnya kualitas SDM aparatur meningkatnya kompetensi sumberdaya aparatur Tersedianya data akurat kompetensi SDA pada SKPD di meningkatnya kesadaran aparatur dalam tingkah laku, budaya kerja dan pengawasan terhadap bahaya korupsi dan KKN Presentase OPD dengan nilai akuntabilitas kinerja baik persentase jumlah pelanggaran dalam setahun jumlah telaah staf dalam setahun jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah yang memenuhi standart kompetensi jumlah jenis jabatan data dalam website Persentase menurunnya kasus KKN Jumlah SKPD yang memiliki IKU 65% 75% 85% 90% 100% 35% 50% 70% 85% 100% 45% 65% 70% 80% 100% 70% 80% 85% 90% 100% 60% 75% 85% 90% 100% 65% 75% 80% 90% 100% 8 Terfasilitasi penyusunan IKU PERGUB tentang IKU 70% 75% % tersedianya informasi kinerja dan ukuran keberhasilan dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi

102 TABEL 9.III.2 MATRIKS KETERKAITAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA INSTANSI : BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA MISI KE2 GUBERNUR : Mewujudkan Tatakelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan OTSUS VISI : Mewujudkan Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur yang berkualitas Menuju Ketatapemerintahan yang Baik (Good Governance) MISI KE3 : Meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM aparatur yang akuntabel, profesional, bersih dan bebas KKN NO Tujuan Sasaran Capian Kinerja Uraian Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir terwujudnya SAKIP dilingkungan pemerintah Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Jumlah SKPD yang mengumpulkan LAKIP di Provinsi dan Kab/kota Penyusunan LAKIP masih bersifat laporan administrasi Provinsi dan pemerintah 2 Peningkatan jumlah dan kualitas LAKIP di lingkungan Pem.Provinsi dan 29 3 berkurangnya Jumlah pelanggaran disiplin Meningkatnya disiplin aparatur Presentase OPD dengan nilai akuntabilitas kinerja baik persentase jumlah pelanggaran dalam setahun 50% penyusunan LAKIP bersifat administrasi aparatur belum memahami PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS kualitas renstra terukur dengan peningkatan akuntabilitas kinerja instansi meningkatnya jumlah dan kualitas LAKIP di Provins dan meningkatnya disiplin PNS dan CPNS 4 meningkatkan kualitas aparatur dalam menyelesaikan permasalahan di Birokrasi 5 peningkatan kualitas aparatur berbasis kompetensi meningkatnya kualitas SDM aparatur jumlah telaah staf dalam setahun penyampaian masalah melalui surat meningkatnya kualitas SDM aparatur meningkatnya kompetensi sumberdaya aparatur jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah yang memenuhi standart kompetensi jabatan penempatan pejabat belum sesuai kompetensi meningkatnya kualitas pelayanan

103 NO Tujuan Uraian Sasaran Indikator Kondisi Awal Capian Kinerja Kondisi Akhir terwujudnya website data Tersedianya data akurat kompetensi jumlah jenis data dalam website belum maksimal penyediaan data Tersedianya jaringan website data kompetensi Sumber daya SDA pada SKPD di kompetensi sumber daya aparatur pada aparatur dilingk. Provinsi SKPD dilingk. Pemerintah Provinsi Papua Papua yang mutakhir dan akurat 7 peningkatan ketaatan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tupoksi aparatur meningkatnya kesadaran aparatur dalam tingkah laku, budaya kerja dan pengawasan terhadap bahaya korupsi dan KKN Persentase menurunnya kasus KKN kurangnya ketaatan PNS pada ketentuan 8 Terfasilitasi penyusunan IKU tersedianya informasi kinerja dan ukuran keberhasilan dari PERGUB tentang IKU belum ada PERGUB tentang IKU pemerintah pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi Jumlah SKPD yang memiliki IKU Penetapan Wilayah Bebas Korupsi di Provinsi dan penyusunan dokumen anggaran dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah lebih terukur

104 TABEL 10 No. Indikator Kinerja (berbasis IKU dan SPM) Kondisi Kinerja pada Awal Periode Kondisi kinerja pada akhir periode RPJMD RPJMD (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 presentase OPD pemerintah provinsi yang tepat fungsi dan tepat ukuran Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD masih ada Tupoksi SKPD tumpang tindih Target Capaian Setiap Tahun 90% 90% 90% 90% 90% 100% pelaksanaan tugas SKPd sesuai TUPOKSI 2 Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti 3 jumlah Kab/kota yang tertata OPD sesuai perundang-undangan 4 Jumlah Rekomendasi yang disepakati dan ditindaklanjuti 5 Presentase pelaksanaan tupoksi unit kerja dengan baik Baik Provinsi maupun cenderaung mengutamakan kepentingan masing-masing PERDA belum melalui ANJAB belum semua program pusat yang diimplementasikan 50% aparatur belum paham Tupoksi 75% 80% 85% 90% 95% Terbangunnya singkronisasi program 60% 70% 80% 90% 95% tertatanya OPD 29 sesuai ketentuan 65% 70% 80% 90% 100% 70% program program dapat dilaksanakan 75% 80% 85% 90% 95% 100% PNS memahami tupoksi dan bekerja dengan baik 6 Presentase OPD yang memiliki data URJAB 7 Jumlah SKPD yang dianalisis beban kerja di 8 jumlah jabatan yang memiliki standart kompetensi di tersusun URJAB SKPD belum tersusun ABK anjab SKPD belum tersusun kompetensi Jabatan SKPD 28,6% 24,5% (14 SKPD) (12 SKPD) - 36,7% (18 SKPD) - 36,7% (18 SKPD) 24,5% (12 SKPD) 36,7% (18 SKPD) 36,7% (18 SKPD) 22% (11 SKPD) 30% (13 SKPD) 30% (13 SKPD) - 49 SKP{D memiliki analisis Jabatan - 49 SKP{D memiliki analisis beban kerja - 49 SKPD memiliki standart kopetensi Jabatan 9 presentase jabatran yang ditempati sesuai standart kompetensi 10 jumlah penganalisis jabatan di lingkungan 11 jumlah penganalisis beban kerja dilingkungan belum tersusun evaluasi Jabatan kurangnya Tenaga anjab di Kabupaten/kota kurangnya tenaga penganalisis beban kerja 28% (8 ) 28% (8 ) ,7% (18 SKPD) 21% (6 ) 17% (5 ) 21% 17% (6 ) (5 ) 36,7% (18 SKPD) 17% (5 ) 17% (5 ) 30% 49 SKPD memiliki (13 SKPD) hasil evaluasi jabatan 17% (5 ) 17% (5 ) tersediannya penganalisis jabatan tersedianya 70% tenaga penganalisis beban kerja 12 jumlah penyusun standart kompetensi jabatan dilingkungan kurangnya tenaga penyusun standart kompetensi jabatan 28% (8 ) 21% 17% (6 ) (5 ) 17% (5 ) 17% (5 ) tersediannya 2 penganalisis standart kompetensi jabatan di jumlah aparatur yang mengikuti evaluasi Jabatan di lingkungan pem. kurangnya tenaga evaluasi jabatan 28% (8 ) 21% 17% (6 ) (5 ) 17% (5 ) 17% (5 ) tersediannya 2 tenaga evaluasi Jabatan di lingkungan Presentase OPD yang memiliki data FORJAB belum ada data hasil formasi jabatan di Provinsi Papua 26,5% (13 SKPD) 24,5% (12 SKPD) 24,5% (12 SKPD) 24,5% (12 SKPD) - data formasi jabatan di lingkungan pemerintah Provinsi Papua tersedia tiap tahun

105 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 jumlah hasil formasi jabatan di Provinsi Papua 21% (6 ) 15 jumlah jabatan fungsional tertentu pada SKPD di kurangnya tenaga penyusun formasi jabatan data semula JAFUNG sebanyak 96 Di Provinsi Papua dari 43 SKPD 28% (8 ) 20,4% (10 SKPD) 20,4% (10 SKPD) 17% (5 ) 20,4% (10 SKPD) 17% (5 ) 20,4% (10 SKPD) 17% (5 ) 18% (9 SKPD) tersedianya 58 tenaga penyusun formasi jabatan di peningkatan jumlah jabatan fungsional tertentu pada 35 SKPD Provinsi Papua 16 jumlah aparatur yang mengikuti belum dilaksanakan 100% penyesuaian pengangkatan JAFUNG (23 SKPD) tertentu di 17 jumlah tenaga penilaian angka kredit dan insentif pusat dan Daerah belum dilaksanakan - 100% (23 SKPD) peningkatan jumlah PNS pada JAFUNG tertentu di tenaga analisis pengembangan JAFUNG tertentu 18 jumlah aparatur yang mengikuti Bimtek belum dilaksanakan % penyusunan dan penyesuaian Jafung (23 SKPD) tertentu di 19 presenrtase OPD yang memiliki SOP yang berkaitan dengan kinerja utama 20 SK. Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP 49 SKPD sedang menyusun SOP SKPD belum ada penetapan SK.Gubernur tentang nama, kode dan judul SOP pada 49 SKPD SK. Gubernur dalam bentuk Flowchat belum ada penetapan SK. Gubernur tentang bentuk Flowchat SOP SKPD - 46 PNS pada 23 SKPD memahami penyesuaian JAFUNG tertentu 50% 60% 70% 90% 100% penetapan PERGUB tentang SOP SKPD dilingkungan Pemerintah penetapan PERGUB tentang identifikasi nama, kode dan judul SOP SKPD dilingkungan Pemerintah penetapan SK Gubernur Papua tentang nomor dan judul SOP pada SKPD di lingkungan jumlah TND yang sesuai dengan hanya 50% PNS Pergub/ peraturan perundang undangan memahami 21 jumlah SPP yang telah disusun dan penggunaan belum pernah TND diterapkan pada SKPD Provinsi dan dilaksanakan SKPD se Papua Bimtek Standart Pelayanan Publik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan 22 jumlah bidang yang memiliki SPM belum semua laporan 9 Bidang SPM di lingkungan pemerintah Provinsi Papua dan 15 bidang SPM yang 23 Persentase jumlah unit pelayanan pablik disampaikan belum pernah yang memiliki kinerja pelayanan publik dilaksanakan yang memuaskan 24 jumlah SKPD yang telah melaksanakan penataan standarisasi sarana dan prasarana kerja 25 jumlah papan nama pejabat struktural yang telah dipasang belum 100% sarana dan prasarana kerja di 49 SKPD Provinsi dan sesuai aturan 50% 50% 65% 65% 75% 75% 90% 90% 100% 100% penggunaan TND sesuai Peraturan Gubernur tersedianya Papua SPP pada SKPD di lingkungan Provinsi dan 50% 65% 75% 90% 100% tercapainya indikator SPM pada 9 Bidang SPM di lingkungan pemerintah Provinsi Papua dan 15 SPM di 50% 65% 75% 90% 100% Kabupaten yang mendapat penghargaan penilaian kinerja 50% 65% 75% 90% 100% unit penetapan pelayanan PERGUB tentang standart sarana dan prasarana kerja di lingk prov papua 50% 65% 75% 90% 100% ruang kerja tertata sesuai ketentuan

106 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 26 Pergub tentang Pakaian Dinas PNS di pengenaan pakaian dinas PNS belum sesuai aturan 50% 65% 75% 90% 100% disiplin pengenaan pakaian dinas PNS dan CPNS sesuai aturan yang berlaku 27 pesertase PNS yang mengenakan pakaian dinas sesuai aturan 28 Jumlah SKPD yang mengumpulkan LAKIP di Provinsi dan Kab/kota Penyusunan LAKIP masih bersifat laporan administrasi 50% 65% 75% 90% 100% 50% 75% 80% 90% 100% kualitas renstra terukur dengan peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 29 Presentase OPD dengan nilai akuntabilitas ki erja baik 50% penyusunan LAKIP bersifat administrasi 65% 75% 85% 90% 100% meningkatnya jumlah dan kualitas LAKIP di Provins dan persentase jumlah pelanggaran dalam setahun jumlah telaah staf dalam setahun 30 jumlah aparatur dilingkungan Pemerintah yang memenuhi standart kompetensi jabatan aparatur belum memahami PP No 53 tahun 2010 tentang penyampaian disiplin masalah melalui surat penempatan pejabat belum sesuai kompetensi 35% 50% 70% 85% 100% meningkatnya disiplin PNS dan CPNS 45% 65% 70% 80% 100% meningkatnya kualitas SDM aparatur 70% 80% 85% 90% 100% meningkatnya kualitas pelayanan 31 jumlah jenis data dalam website belum maksimal penyediaan data 32 Persentase menurunnya kasus KKN kurangnya ketaatan PNS pada ketentuan 33 PERGUB tentang IKU belum ada PERGUB tentang IKU pemerintah 60% 75% 85% 90% 100% Tersedianya jaringan website data kompetensi sumber daya aparatur pada SKPD dilingk. Pemerintah yang mutakhir dan akurat 65% 75% 80% 90% 100% Penetapan Wilayah Bebas Korupsi di Provinsi dan 70% 75% % penyusunan dokumen anggaran dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah lebih terukur 34 Jumlah SKPD yang memiliki IKU

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI II.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Biro Organisasi Tugas dan Fungsi pada Biro Organisasi berdasarkan pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 58 Tahun

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan

Lebih terperinci

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN 07 BAB I PENDAHULUAN. LATAR BELAKANG Dalam perspektif yang luas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media / wahana

Lebih terperinci

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Bab II Gambaran Pelayanan SKPD 2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Pembentukan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

B a b I I G a m b a r a n P e l a y a n a n S K P D Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

B a b I I G a m b a r a n P e l a y a n a n S K P D Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Bab II Gambaran Pelayanan SKPD 2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Pembentukan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

LAPORAN KINERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam perspektif yang luas Laporan Kinerja Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media/wahana pertanggungjawaban kepada publik atas penyelenggaran Pemerintahan. Untuk

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

Bab I Pendahuluan Latar Belakang Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan demokratis

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA NOMOR : 061 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR SETDA PROVINSI PAPUA NOMOR : 061 TAHUN 2016 TENTANG SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI PAPUA BIRO ORGANISASI DAN PENDAYAGUNAAN APARATUR Jalan Soa-Siu Dok II Jayapura, Telepon / Fax 0967) 532501. Website : http://www.orpa.papua.go.id Email : [email protected]

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II GAMBARAN PELAYANAN BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Biro Organisasi Sekretariat Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan Peraturan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara memuat berbagai perubahan mendasar dalam pendekatan penganggaran. Perubahan-perubahan ini didorong oleh beberapa

Lebih terperinci

LAPKIN RO. ORPA BAB I PENDAHULUAN

LAPKIN RO. ORPA BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Biro Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Provinsi Papua ditetapkan berdasarkan PERDA Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Daerah

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI. III.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI. III.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1. Identifikasi Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD Aspek Kajian Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Biro Organisasi terdapat beberapa

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR,

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TAHUNAN. Sekretariat Daerah Kota Malang 2015 TAHUN BAGIAN ORGANISASI

LAPORAN KINERJA TAHUNAN. Sekretariat Daerah Kota Malang 2015 TAHUN BAGIAN ORGANISASI LAPORAN KINERJA TAHUNAN Sekretariat Daerah Kota Malang 2015 TAHUN BAGIAN ORGANISASI KATA PENGANTAR Puji syukur patut kiranya kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sejalan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung sebagai Lembaga Teknis Daerah berbentuk

Lebih terperinci

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 48 TAHUN 2016

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 48 TAHUN 2016 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 48 TAHUN 2016 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rencana Strategis Satuan Kerja Bagian Umum dan Protokol Setda Kota Semarang Tahun 2010-2015 adalah Dokumen Perencanaan yang substansinya memuat visi, misi dan arah kebijakan

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS 2013-2018 2017-2018 2017 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DAFTAR ISI SURAT KEPUTUSAN BUPATI SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PAPUA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan aparatur negara mencakup aspek yang luas. Dimulai dari peningkatan fungsi utama, kelembagaan yang efektif dan efisien dengan tata laksana yang jelas dan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Oleh karena itu agar langkah dimaksud dapat menjadi prioritas program lima tahun pembangunan kepegawaian ke depan menyongsong ii

Kata Pengantar. Oleh karena itu agar langkah dimaksud dapat menjadi prioritas program lima tahun pembangunan kepegawaian ke depan menyongsong ii i Kata Pengantar Seraya memanjatkan puji dan syukur atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Badan Kepegawaian Daerah telah dapat melalui tahapan lima tahun kedua pembangunan jangka menengah bidang kepegawaian

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 REVISI KE II BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN 1 KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

Lebih terperinci

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 11 Tahun 2007

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 11 Tahun 2007 BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 11 Tahun 2007 tanggal 14 Nevember 2007 tentang Pembentukan Susunan Organisasi

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS. BadanKepegawaian Daerah Kota Bandung Tahun BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

RENCANA STRATEGIS. BadanKepegawaian Daerah Kota Bandung Tahun BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH RENCANA STRATEGIS BadanKepegawaian Daerah Kota Tahun 2013-2018 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH JL. WASTUKANCANA NO. 2 BANDUNG TELP. (022) 4206190 FAX (022) 4206190 BANDUNG BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH JL. WASTUKANCANA

Lebih terperinci

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1. Deskripsi Singkat Instansi Biro Umum Sekretariat Daerah (SETDA) Provinsi Jawa Timur terdiri dari beberapa biro, salah satunya adalah biro umum. Kantor SETDA ini terletak

Lebih terperinci

Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya

Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya 0 I-1 Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 1/D, 2008 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH, SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DAN STAF AHLI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

TENTANG WALIKOTA BEKASI,

TENTANG WALIKOTA BEKASI, BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 35 2010 SERI : D PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 35 TAHUN 2010 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SERTA RINCIAN TUGAS JABATAN PADA SEKRETARIAT DAERAH KOTA BEKASI DENGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai landasan penyusunan Rencana Strategis Bagian Perlengkapan Setda Kota Semarang, adalah :

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai landasan penyusunan Rencana Strategis Bagian Perlengkapan Setda Kota Semarang, adalah : BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2011 Tentang Rencana Pembangunan Jangka

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, 23 Pebruari 2016 SEKRETARIS DAERAH KOTA MALANG, Dr. Drs. H. IDRUS, M.Si. Pembina Utama Madya NIP

KATA PENGANTAR. Malang, 23 Pebruari 2016 SEKRETARIS DAERAH KOTA MALANG, Dr. Drs. H. IDRUS, M.Si. Pembina Utama Madya NIP KATA PENGANTAR Puji syukur patut kiranya kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuknya sehingga penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Daerah Kota Malang Tahun

Lebih terperinci

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor

Lebih terperinci

2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD

2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD GAMBARAN PELAYANAN SKPD Bab ini menjabarkan tentang Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi, Sumber Daya SKPD, Kinerja Pelayanan SKPD, serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD. BAB 2 2.1.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) ( B A P P E D A )

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) ( B A P P E D A ) PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) 2011 2016 ( B A P P E D A ) LUWUK, 2011 KATA PENGANTAR Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Tuhan yang Maha

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG 1 SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAPUAS

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN A. VISI DAN MISI 1. VISI Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah mengemban tugas dalam menjamin kelancaran penyelenggaraan

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN UTARA

GUBERNUR KALIMANTAN UTARA GUBERNUR KALIMANTAN UTARA PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN UTARA NOMOR 07 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

Rencana Strategis. (Revisi )

Rencana Strategis. (Revisi ) Rencana Strategis (Revisi 07-09) SEKRETARIAT DAERAH KOTA PONTIANAK TAHUN 05-09 77 Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-nya, sehingga penyusunan

Lebih terperinci

TABEL RINGKASAN TUGAS DAN FUNGSI PEJABAT STRUKTURAL PADA BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

TABEL RINGKASAN TUGAS DAN FUNGSI PEJABAT STRUKTURAL PADA BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT LAMPIRAN II f : PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TABEL DAN FUNGSI

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan aparatur negara mencakup aspek yang luas. Dimulai dari peningkatan fungsi utama, kelembagaan yang efektif dan efisien dengan tata laksana yang jelas dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 7 Juni 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng 8 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

GAMBARAN PELAYANAN SKPD B A B GAMBARAN PELAYANAN SKPD II 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Struktur Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamandau sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. BAB I PENDAHULUAN 1. PENJELASAN UMUM ORGANISASI a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Siak dibentuk berdasarkan

Lebih terperinci

Rencana Kerja (RENJA ) 2015

Rencana Kerja (RENJA ) 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang - Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU-SPPN) yang telah dijabarkan secara teknis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri

Lebih terperinci

Halaman : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan...

Halaman : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan... BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V Halaman : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Landasan Hukum... 3 1.3. Maksud dan Tujuan... 3 1.4. Sistematika Penulisan... 3 : GAMBARAN PELAYANAN BAGIAN ADMINISTRASI

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N 2 0 1 5 Puji dan syukur kami panjatkan ke Khadirat Allah SWT, atas Rahmat

Lebih terperinci

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016 Kata Pengantar enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 206 ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 204 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun

Lebih terperinci

JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI. Oleh Opong Sumiati. Dasar Hukum

JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI. Oleh Opong Sumiati. Dasar Hukum JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI Oleh Opong Sumiati Dasar Hukum Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Badan Kepegawaian Daerah Kab. Barru Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Badan Kepegawaian Daerah Kab. Barru Tahun BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Pada hakekatnya pembangunan sebagai proses perubahan yang terus menerus berkembang yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju ke arah tujuan yang ingin dicapai dalam

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA INSPEKTORAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA, WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 119 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Badan Kepegawaian dan Diklat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Badan Kepegawaian dan Diklat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Badan Kepegawaian dan Diklat Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu lembaga teknis daerah yang dibentuk

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN 1 KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izinnya

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021

KATA PENGANTAR. i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021 i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-nya, sehingga Badan Pendapatan

Lebih terperinci

Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN

Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dengan pembangunan nasional, yang pelaksanaannya tetap dan senantiasa memperhatikan kondisi, potensi dan sumber daya daerah

Lebih terperinci

Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur

Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Lebih terperinci

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 217-221 DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN MAROS DAFTAR ISI Daftar Isi... i BAB I Pendahuluan... 1 1.1 Latar belakang...

Lebih terperinci

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PAPUA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN WONOSOBO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam rangka penyelenggaraan kepemerintahan yang baik (good governance) memiliki 3 (tiga) landasan utama yaitu : transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Akuntabilitas

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Kepanjen, Januari 2015 SEKRETARIS DPRD KABUPATEN MALANG. Drs. IRIANTORO, M. Si Pembina Tk. I NIP

Kata Pengantar. Kepanjen, Januari 2015 SEKRETARIS DPRD KABUPATEN MALANG. Drs. IRIANTORO, M. Si Pembina Tk. I NIP Kata Pengantar Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-nya, Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT RENCANA STRATEGIS TAHUN 2013-2018 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pemberlakuan otonomi daerah sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang

Lebih terperinci

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI GORONTALO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu BAB I PENDAHULUAN

Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Yang menjadi dasar hukum dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) B PMPT Provinsi Jawa Barat sebagai

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN RENCANA STRATEGIS PERUBAHAN TAHUN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BLITAR 1

BAB I PENDAHULUAN RENCANA STRATEGIS PERUBAHAN TAHUN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BLITAR 1 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Nomor : 188/ /410.202/2015 Tanggal : BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan dinamika lingkungan strategis baik

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA

PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR : 9 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KOTA SAMARINDA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum BAB I PENDAHULUAN A. Pandangan Umum Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas manajerial pada tiap tingkatan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Tebing Tinggi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Empat Lawang,

KATA PENGANTAR. Tebing Tinggi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Empat Lawang, KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridho-nya penyusunan Rencana Kerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Empat tahun

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN CILACAP

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR : 2 TAHUN 2011 T E N T A N G ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BUTON DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BUTON DENGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 243 TAHUN 2014

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 243 TAHUN 2014 BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 243 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SLAMET GARUT DENGAN STATUS POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pemerintah yang baik ( good governance) merupakan isu yang paling mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini sejalan dengan penyelenggaraan otonomi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN II.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP DASAR HUKUM PEMBENTUKAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP Kantor Lingkungan Hidup

Lebih terperinci

PROVINSI PAPUA BUPATI KEPULAUAN YAPEN

PROVINSI PAPUA BUPATI KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA BUPATI KEPULAUAN YAPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Strategis (Renstra) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan Kota Madiun merupakan dokumen perencanaan strategis untuk memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Magelang Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Magelang Tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci