BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Yulia Kurniawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.. Sejarah Umum Perusahaan PT. Wijaya Karya didirikan pada tanggal Maret 960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 960 dengan nama Perusahaan Bangunan Nagara Widjaja Karya, yang berasal dari Nasionalisasi Perusahaan Pemborong milik Belanda bernama NAAM LOZE VENNOOTSCHAP TECHNISCHE HANDEL MAATSCHEPPIJ EN BOUWBEDRIJF VISEN Co atau disingkat NVVISENCo. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 64 tanggal 29 Maret 96 tentang Nasionalisasi Perusahaan-perusahaan Asing, Perusahaan Bangunan Negara Wijaya Karya berubah menjadi Perusahaan Negara Wijaya Karya. Dengan perkembangan perusahaan, maka pemerintah merubah status perusahaan dari Perusahaan Negara Wijaya Karya menjadi Perusahaan Persero Terbatas (PT) Wijaya Karya dalam Akta Notaris No. 0 tanggal 20 Desember 972 Tujuan mendirikan perusahaan ini didasarkan pada keikutsertaan dalam melaksanakan program pemerintah dalam pembangunan ekonomi yang sehat dan rasional, PT. Wijaya Karya telah tumbuh dari badan usaha kecil yang bergerak di bidang usaha instalasi listrik menjadi perusahaan yang berusaha tumbuh pesat dengan berbagai bidang usaha yang meliputi jasa konstruksi, realti, perdagangan dan industri.
2 Pada tanggal Maret 997 Divisi Produk Beton PT. Wijaya Karya menjadi anak perusahaan dengan nama PT. Wijaya Karya Beton berdasarkan Akta Notaris No. 44. Saat ini PT. Wijaya Karya Beton adalah produsen tiang beton sentrifugal yang terbesar di Indonesia, yang didukung oleh 7 (Tujuh) pabrik yang berlokasi di:. Pabrik Produk Beton Sumatera Utara, Kabupaten Binjai - Sumatera Utara. 2. Pabrik Produk Beton Lampung, Natar - Lampung Selatan. 3. Pabrik Produk Beton Bogor, Cileungsi - Jawa Barat. 4. Pabrik produk Beton Majalengka, Jati Wangi - Jabar. 5. Pabrik Produk Beton Boyolali, Mojosongo - Jawa Tengah. 6. Pabrik Produk Beton Pasuruan, Japanan - Jawa Timur. 7. Pabrik Produk Beton Sulawesi Selatan, Ujung Pandang. Dengan pengalaman pembuatan beton pracetak yang terbesar di Indonesia, PT. Wijaya Karya Beton tetap menjaga kepuasan pelanggan atas mutu, waktu dan biaya atas hasil produk yang dihasilkan. PT. Wijaya Karya Beton (PPB Sumut) ini terletak di jalan Medan Binjai Km 5,5 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dengan luas area M 2. Adapun pertimbangan didirikannya PT. Wijaya Karya Beton dilokasi tersebut adalah :. Kemudahan untuk memperoleh bahan baku yang digunakan 2. Lebih layak dan lebih strategis dalam rangka menjakau pasar 3. Kemudahan untuk perekrutan tenaga kerja
3 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Wijaya Karya Beton adalah perusahaan anak dari PT. Wijaya Karya yang bergerak di bidang produk beton pracetak yang terbesar di Indonesia. PT. Wijaya Karya Beton (PPB Sumut) didalam menjalankan roda perusahaannya memproduksi jenis beton sebagai berikut:. PC Piles (TI), yaitu produk beton yang berbentuk tiang pancang bulat yang di gunakan untuk pondasi bangunan dan gedung bertingkat. 2. PC Piles (TL), yaitu produk beton yang berbentuk tiang listrik yang di gunakan untuk menyangga kabel/kawat yang di aliri listrik dari pembangkit ke konsumen. 3. Railway Concrete Products (RY), yaitu produk beton jalan rel yang merupakan alas besi rel kereta api sehingga besi rel tidak langsung menyentuh tanah. 4. Bridge Concrete Products (BR), yaitu produk beton untuk pondasi jembatan. 5. Retaining Wall Concrete Products (RT), yaitu produk beton untuk dinding penahan tanah Organisasi dan Manajemen Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, sedangkan manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4 Oleh karena itu keberhasilan dari suatu perusahaan banyak ditentukan oleh kemampuan manajemen sumber daya manusia yang baik. Perusahaan yang terdiri dari berbagai aktivitas yang berbeda-beda harus dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai target dan sasaran perusahaan. Dengan adanya organisasi maka setiap tugas dan kegiatan dapat didistribusikan dan dilakukan oleh setiap anggota kelompok secara efisien dan efektif sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Struktur organisasi yang baik harus fleksibel terhadap perubahan dan perkembangan di lingkungannya. Beberapa keuntungan yang dicapai dari penggunaan bagan organisasi adalah sebagai berikut :. Bagan organisasi dapat menunjukkan gambaran kegitan dari perusahaan serta hubungan dari setiap kegiatan yang ada di perusahaan. 2. Bagan organisasi dapat dipergunakan untuk merumuskan rencana kerja ideal sebagai pedoman untuk dapat mengetahui siapa bawahan dan siapa atasan. Struktur organisasi pada perancangan unit pembuatan beton pracetak PT WIKA Beton PPB Sumut menggunakan struktur oganisasi secara matriks. Pada struktur organisasi ini semua seksi menuju ke unit produksi dimana masingmasing seksi dapat menangani seksi lain. Untuk lebih jelasnya struktur organisasi PT Wijaya Karya Beton PPB Sumut dapat dilihat pada Gambar 2.. berikut ini.
5 MANAJER PABRIK SEKSI TEKNIK & MUTU SEKSI PERENCANAAN & EVALUASI PRODUKSI SEKSI PRODUKSI SEKSI PERALATAN SEKSI KEUANGAN & PERSONALIA Gambar 2.. Struktur Organisasi PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut 2.4. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Untuk menggerakkan suatu organisasi dibutuhkan orang-orang yang memegang jabatan tertentu, dimana masing-masing orang melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya dalam uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk masing-masing bagian sesuai dengan struktur organisasi perusahaan. Tanggung jawab yang diberikan harus sesuai dengan wewenang yang diterima. Organisasi yang baik adalah organisasi yang jelas dan teratur sehingga dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
6 setiap pemangku jabatan memiliki gambaran dan batasan tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing staf yang terdapat pada struktur organisasi PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut adalah sebagai berikut : A. Manajer Pabrik (Factory Manajer) Adapun tugas dan wewenangnya adalah :. Memimpin seluruh kegiatan di dalam pabrik 2. Sebagai pengambil keputusan decision maker dalam pelaksanaan kegiatan. 3. Mengendalikan dan mengevaluasi produksi dari segi biaya, mutu dan waktu secara berkala. 4. Melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan produksi sehingga tujuan perusahaan akan tercapai secara efektif. 5. Bertanggung jawab atas pengadaan lokasi dan pengendalian persediaan suku cadang, bahan baku, bahan penunjang dan produk jadi. 6. Mengupayakan peningkatan kualitas hasil kerja meliputi biaya, mutu dan waktu sesuai standar yang telah ditetapkan. 7. Mengupayakan terlaksananya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). 8. Bertanggung jawab atas keamanan semua harta perusahaan yang ada di bawah pengelolaannya. 9. Mengupayakan tertib administrasi dan menyajikan laporan seluruh kegiatan pabrik secara berkala.
7 0. Mengupayakan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang manajemen, keahlian dan keterampilan.. Melaksanakan kerja sama dengan organisasi pemasaran dalam rangka optimasi sumber daya produksi dan distribusi. 2. Mengusahakan terjadinya hubungan yang sehat dan saling menguntungkan dengan pihak-pihak luar atau di dalam perusahaan yang berkaitan dengan ruang lingkup kerjanya. 3. Bertanggung jawab atas kelangsungan pabrik 4. Bertanggung jawab kepada direktur pusat. B. Seksi Teknik dan Mutu Tugas dan wewenangnya adalah :. Menyusun rencana teknik untuk mencapai sasaran mutu produk susuai dengan persyaratan teknis didalam dokumen yang telah disepakati oleh pelanggan dan perusahaan. 2. Bertanggung jawab atas tercapainya tingkat efektifitas pemanfaatan sumber daya di pabrik melalui optimalisasi desain dan metode produksi. 3. Bertanggung jawab terlaksananya dukungan dan pelayanan jasa rekayasa diperlukan di pabrik dan wilayah penjualan dalam rangka pengupayaan percepatan penyelesaian proses produksi dan distribusi. 4. Melaksanakan pengujian standar yang dihasilkan gugus kendali mutu di pabrik dan merekomendasikan hasil pengujian tersebut sebagai standar produk dalam lingkungan pabrik.
8 5. Menyusun rencana pengawasan dan pengujian berupa prosedur, sistem dan pedoman lingkungan pabrik, antara lain meliputi: a) Menetapkan kendali mutu b) Merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan pada saat pengendalian. c) Merumuskan kriteria kendali mutu. d) Merumuskan sistem dokumentasi/sistem informasi e) Merumuskan alat kendali mutu. 6. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 2000 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dikembangkan perusahaan. 7. Melaksanakan penelitian terhadap metode produksi serta rekomendasi peningkatan sistem produksi agar dicapai kualitas yang diinginkan. 8. Melaksanakan pembinaan bawahan yang meliputi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan perusahaan. C. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Produksi Tugas dan wewenangnya adalah :. Melaksanakan dan mengelola administrasi produksi secara berkala. 2. Bertanggung jawab tersusunnya produksi dan kebutuhan sumber daya untuk keperluan seluruh jalur yang ada di pabrik. 3. Mengumpulkan, mengelola dan menyimpan surat permintaan produk beton dari unit penjualan produk beton secara tertib dan mengadminitrasi surat perintah produksi secara tertib dan baik.
9 4. Menerima pesanan dari langganan-langganan dan konsumen. 5. Menyusun rencana produksi produk beton yang disesuaikan dengan rencana distribusi dengan rencana distribusi unit penjualan produk beton. 6. Melaksankan pengendalian, evaluasi dan analisa biaya produksi dan pemanfatan sumber daya pabrik. 7. Mengupayakan peningkatan efektivitas dan efisiensi biaya produksi dan pemanfatan sumber daya tanpa mengurangi waktu yang telah ditetapkan. 8. Menyusun anggaran biaya produksi untuk keperluan seluruh jalur yang ada di pabrik. 9. Melaksanakan administrasi persediaan gudang yang meliputi persediaan bahan baku dan penunjang, persediaan dalam proses, persediaan barang jadi dan suku cadang secara tertib. 0. Membuat dan menyajikan laporan produksi secara berkala.. Bertanggung jawab atas keterpaduan jadwal produksi dengan rencana penyerahan dan distribusi dari waktu ke waktu. D. Seksi Peralatan Tugas dan wewenangnya adalah :. Merencanakan dan melaksanakan pengawasan program perawatan mesin dan peralatan pabrik sesuai dengan standar. 2. Mengupayakan pemanfaatan mesin dan peralatan pabrik secara optimal serta memantau produktivitas pemanfaatan mesin dan peralatan pabrik. 3. Merencanakan, mengendalikan dan mengevaluasi kebutuhan suku cadang mesin dan peralatan pabrik.
10 4. Bertanggung jawab atas keberadaan mesin dan peralatan pabrik. 5. Mempersiapkan sumber daya cetak sesuai dengan rencana produksi yang telah ditetapkan. 6. Bertanggung jawab atas beroperasinya mesin dan peralatan pabrik sebelum dan selama proses produksi. 7. Mengendalikan dan mengevaluasi biaya peralatan pabrik. 8. Bertanggung jawab atas kelengkapan dan berfungsinya mesin dan peralatan yang akan dimobilisasikan ke pabrik. 9. Mengatur pembagian shift kerja regu peralatan dan menentapkan kepala regunya. E. Seksi Keuangan dan Personalia Tugas dan wewenangnya adalah :. Menyusun anggaran biaya dan kas keperluan seluruh kegiatan. 2. Melaksanakan pembayaran kepaa pihak ketiga sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. 3. Melaksanakan pengendalian dan evaluasi biaya langsung dan tidak langsung serta anggaran kas secara berkala. 4. Mengadakan pengadaan lokal dan memantau perkembangan harga dari pemasok agar didapat harga yang bersaing. 5. Mengelola secara tertib kas dan bank, jaminan bank, perpajakan, serta mengendalikan persekot.
11 6. Melaksanakan administrai persediaan kantor yang meliputi persediaan bahan baku dan penunjang, persediaan dalam proses, persediaan barang jadi dan suku cadang secara tertib. 7. Membuat dan menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca dan membuat perhitungan laba rugi secara berkala. 8. Melaksanakan pencatatan, klasifikasi data keuangan serta evaluasinya menjadi info yang akurat. 9. Melaksanakan pengawasan penerapan sistem informasi dalam arti seluasluasnya. F. Seksi Produksi Tugas dan wewenangnya adalah :. Merencanakan jadwal induk produksi dan kebutuhan sumber daya keperluan jalur-jalur produksinya. 2. Mengatur pembagian shift kerja kepala-kepala shift 3. Memimpin regu-regu produksi dalam melaksanakan produksi sesuai dengan jadwal dan pedoman yang telah ditetapkan. 4. Melaksanakan pengaduan lokal dan memantau perkembangan harga. 5. Bertanggung jawab atas kualitas hasil kerja yang meliputi biaya, mutu, waktu sesuai standar. 6. Bertanggung jawab atas tercapainya jadwal dan mutu produk yang telah ditetapkan pada jalur-jalur produksinya. 7. Berdiskusi dengan seksi teknik dan mutu bila terjadi kegagalan produksi. 8. Membuat laporan secara rutin dan tahunan untuk hasil produksi.
12 9. Bertanggung jawab terhadap kelancaran proses produksi 2.5. Tenaga Kerja, Jam Kerja dan Sistem Pengupahan Tenaga Kerja PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut memiliki tenaga kerja yang terdiri dari tenaga kerja produksi dan penunjang produksi. Tenaga kerja produksi adalah karyawan harian yang ditempatkan pada bagian pengolahan, sedangkan tenaga kerja penunjang adalah karyawan yang ditempatkan pada bagian kantor. Jumlah karyawan yang bekerja pada PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut secara keseluruhan 22 orang. Jumlah tenaga kerja diuraikan pada tabel 2.. sebagai berikut :
13 Tabel 2.. Jumlah Tenaga Kerja di Pabrik No. Departemen Jumlah Pendidikan Manajer Pabrik Sarjana 2 Seksi Teknik dan Mutu Kepala Seksi Inspektur K3 QA Lab. Mutu Beton QA Proses dan Kualifikasi QA Material Suku Cadang Adm. Teknik Mutu QA Standarisasi QA Produk Jadi 3 Seksi Perencanaan dan Evaluasi Produksi Kepala Seksi Adm. Produksi Evaluasi Produksi Stock Yard Adm. Gudang Operator Wheel Loader Operator Dum Truk 4 Seksi Peralatan Kepala Seksi Staf Seksi Peralatan Adm. Peralatan Karu Storing Anggota Storing Work Shop Peralatan Operator Boiler Operator Forklif 5 Seksi Keuangan & Personalia Kepala Seksi Kasir Akuntansi Logistik Sekretariat Adm. Personalia Umum Satpam Driver 6 Seksi Produksi Kepala Unit Produksi Kepala Shift KKR KKRS Adm. Produksi Karu Anggota Regu Produksi Total 22 Sumber: PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana
14 Jam Kerja Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dalam melaksanakan tugas guna mencapai tujuan, diperlukan pengaturan waktu kerja yang baik. Jam kerja di PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut diatur sebagai berikut: Jam Kerja Normal Jam kerja normal diberlakukan untuk para staf dan karyawan kantor PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut yang digunakan delapan jam/hari dengan rincian sebagai berikut:. Jam WIB (kerja) 2. Jam WIB (istirahat) 3. Jam WIB (kerja) Jam Kerja Shift Jam kerja shif di berlakukan pada bagian produksi, bagian peralatan dan bagian teknik yang terdiri dari dua shift kerja. Adapun pembagian jam kerja tiap shift adalah sebagai berikut :. Shift I (pagi) : Jam Jam (istirahat) Jam Shift II : Jam Jam (istirahat) Jam
15 Jam Kerja Lembur Untuk perhitungan jam kerja lemburnya perusahaan melakukannya sesuai dengan peraturan pemerintah, yaitu:. Hari Kerja Biasa Perhitungan jam kerja lembur perusahaan untuk hari kerja biasa adalah, setiap jam kerja lembur pertama dikali dengan,5 jam sedangkan jam kedua dan seterusnya dikali dengan Hari Minggu Perhitungan jam kerja lembur perusahaan untuk hari minggu setiap jam nya dikali dengan 2 untuk jam pertama dan seterusnya. 3. Hari Besar Keagamaan dan Hari Besar lainnya. Perhitungan jam kerja lembur pada hari besar keagamaan dan hari besar lainnya, pihak perusahaan mengadakan perhitungan setiap jam pertama dilakukan dengan 3 jam kedua dan seterusnya dikali dengan 4. Sistem Pengupahan Penghargaan terhadap hasil kerja karyawan diwujudkan dengan upah dan fasilitas-fasilitas yang dapat menjamin kesejahteraan karyawan dan keluarganya dengan tujuan meningkatkan kesejahtreaan karyawan dan juga meningkatkan produktivitas kerja. Sejalan dengan maksud di atas, PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut berusaha sedapat mungkin meningkatkan upah karyawan. Pedoman yang diikuti
16 adalah kebijaksanaan tentang Upah Minimum Regional (UMR) yang tela ditetapkan pemerintah. Sistem pengupahan dalam perusahaan ini digolongkan menjadi yaitu : a. Karyawan Tetap Karyawan tetap menerima gaji bulanan sesuai dengan peraturan yang berlaku, disamping juga mendapat fasilitas lainnya seperti pelayanan kesehatan dan asuransi pembayaran gaji dilakukan pada tanggal terakhir bulan berjalan, apabila tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu atau hari besar, maka pembayaran gaji dimajukan pada tanggal sebelumnya. Karyawan yang melebihi hari kerja yang ditentukan undang-undang atau bekerja pada hari Minggu atau hari besar terhitung sebagai over time (lembur). b. Karyawan dengan sistem kontrak Karyawan ini merupakan tenaga yang diperbantukan di perusahaan dan bekerja sesuai dengan lama kontrak kerja tersebut. Kontrak kerja ini dapat diperpanjang. Karyawan kontrak ini berasal dari berbagai profesi, misalnya dokter, sopir maupun tenaga keamanan yang bergaji secara bulanan. c. Karyawan harian Karyawan harian direkrut berdasarkan kebutuhan dan telah pernah bekerja dalam perusahaan. Gaji karyawan harian ini berdasarkan target kerja yang tercapai.
17 Fasilitas Tenaga Kerja Selain upah resmi, perusahaan juga memberikan beberapa fasilitas kepada setiap tenaga kerja antara lain : a. Perusahaan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya). b. Mendapat premi disiplin dan prestasi kerja yang besarnya tergantung pada hasil penilaan secara harian dan dibayar bulanan bersama pembayaran gaji. c. Pengobatan gratis bagi karyawan. d. Memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembalikan kesegaran dan kepentingan pribadi karyawan dengan memberikan cuti kepada karyawan bagi karyawan yang telah bekerja minimum selama satu tahun. e. Untuk seorang manager diberikan kenderaan. f. Adanya jaminan sosial tenaga kerja berupa jaminan hari tua, kecelakaan kerja, kematian, atau kesehatan. g. Pemberian alat-alat pengaman (APD) seperti sepatu, pakaian, kaca mata masker, dan sarung tangan. h. Mushalla di lokasi pabrik. i. Family Gathering Party (acara berkumpul semua karyawan dan keluarga) sesuai dengan keadaan Proses Produksi Dalam proses produksinya PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut selalu memperhatikan mutu produknya. Pembuatan Tiang Pancang, Tiang Listrik,
18 Bantalan Jalan Rel, Jembatan, dan Penahan Tanah memerlukan pengawasan yang baik, mulai dari pengontrolan mutu bahan baku, bahan tambahan, pengontrolan proses sampai pada pengontrolan setelah menjadi produk jadi. Tujuannya adalah agar produk yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar sesuai dengan yang ditetapkan, sehingga konsumen merasa puas akan hasil produk tiang pancang dan tiang listrik keluaran dari pabrik tersebut. Proses produksi dimulai dari proses persiapan tulangan (Reinforcement Preparation), persiapan cetakan beton, pembuatan adukan beton (Concrete Mixing), pembuatan benda uji beton, perakitan tulangan (Reinforcement Assembly), pengecoran adukan beton (Concrete Filling), penutupan cetakan dan penarikan kawat pratekan (Mould Closing and Prestressing), pemutaran cetakan (Mould Spinning), perawatan uap (Steam Curing), pembukaan cetakan (Mould Stripping) dan merek WIKA Beton PPB Sumut, perawatan air dan penyelesaian akhir (Water Curing and Finishing). Selengkapnya mengenai proses produksi dapat dilihat pada blok diagram dan flow process chart Standart Mutu Bahan/Produk Produk bermutu dan memiliki pelayanan yang baik merupakan usaha perusahaan didalam menjual produknya pada konsumen. Keberhasilan perusahaan sangat tergantung dari seberapa jauh perusahaan dapat mengetahui, mengerti dan memahami permintaan pelanggan tersebut. Pengawasan mutu dilakukan terhadap proses produksi yang ditujukan untuk menjaga konsistensi dari mutu produk
19 dengan melakukan pemeriksaan yang selektif terhadap mutu bahan baku yang diterima. Dalam hal mutu tiang pancang dan tiang listrik telah menentukan spesifikasi teknis. Kriteria yang digunakan untuk memberi batasan pada mutu adalah untuk pasir, koral/split, semen, PC wire, besi beton, besi plat sambung,dan zat additive (Kaomighty, Rheobuild 900 i Degusa, Sicament NN, Glenium, Viscocrate). Masing-masing karakteristik tersebut erat kaitannnya dengan barang yang akan dihasilkan. Oleh sebab itu spesifikasi mutu produk sangat menentukan aspek pasar bagi produk itu sendiri. Standar mutu bahan dapat diperlihatkan pada tabel 2.2, tabel 2.3, dan tabel 2.4, berikut ini : Tabel 2.2. Bahan Baku Material Alam No Parameter Standard Pasir Kadar lumpur < 5 % 2 Koral/split Kadar lumpur < 3 % Sumber : PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut Tabel 2.3. Bahan Baku Material Industri No Parameter Standard Semen SNI 2 PC Wire SNI 3 Kawat spiral SNI 4 Besi beton SNI 5 Besi plat sambung SNI 6 cat SNI Sumber : PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut Tabel 2.4. Bahan Tambahan Additive No Parameter Standard Kaomighty SNI 2 Rheobuild 900 i Degusa SNI 3 Sicament NN SNI 4 Glenium SNI 5 Viscocrate SNI Sumber : PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut
20 Bahan yang digunakan Dikarenakan produksi dari perusahaan berdasarkan pesanan, maka PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut (dalam hal ini seksi produksi) merasa perlu untuk meyediakan stock bahan baku. Hal ini untuk menjaga jangan sampai kegiatan produksi terlambat atau terhenti akibat kekurangan bahan baku, apalagi bila terjadi pada beberapa jenis produk sekaligus. Untuk memperoleh dan memenuhi kebutuhan bahan bakunya saat ini, PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut menjalin kontrak dengan suplier didalam pengadaan bahan. Untuk memperlancar penyediaan bahan baku ini, perusahaan juga menyediakan sendiri peralatan-peralatan yang dibutuhkan adalah penanganan bahan baku yang ada di lokasi seperti forklift untuk mengangkut bahan baku dari gudang bahan baku ke setiap jalur lantai produksi, truk untuk mengangkut bahan baku material dari tempat pencucian material split ke bak material setiap jalur, whelloader digunakan untuk memindahkan material alam ke atas truk. Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi di PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut dapat dikelompokkan atas bahan baku, bahan tambahan dan bahan pembantu/penolong sebagai berikut : Bahan Baku Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dengan persentase komposisi terbesar yang membentuk bagian integral dari suatu produk dimana bahan tersebut mudah ditelusuri sampai bahan jadi dan jumlahnya dari waktu ke waktu tidak berubah.
21 Bahan baku yang digunakan untuk proses pembuatan produk beton ini antara lain : a. Material alam. Pasir Pasir ini dipesan dari suplier yang diperoleh dari sungai dengan persyaratan sesuai dengan mutu beton bertulang Indonesia yang telah di standarkan. 2. Koral/split (batu pecah); yang digunakan dengan ukuran Ν (5-20)mm. b. Material Industri. Semen Semen yang digunakan adalah Semen Padang dan Semen Andalas atau tergantung permintaan konsumen sesuai dengan type yang diinginkan. 2. Batangan baja tulangan prategang (Prestressed Concrete Wire/PC Wire). PC wire yang digunakan adalah 7 mm dan 9 mm atau sesuai dengan permintaan konsumen. 3. Besi/plat sambung (Joint Plate) Besi/plat sambung yang digunakan adalah Ν 300 mm, 350 mm, 400 mm, 450 mm, 500 mm, 600 mm. 4. Kawat spiral (Spiral Wire) Kawat spiral yang digunakan adalah Ν 3 mm, 4.2 mm, 5.5 mm. 5. Besi beton Besi beton digunakan untuk membuat cincin kerangka tulangan tiang listrik Ν 4.2 mm dan cincin tiang pancang Ν 5.5 mm.
22 Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah sesuatu yang digunakan atau dipakai sebagai penolong pada produk akhir. Adapun bahan tambahan yang dipakai adalah:. Minyak cetak Fungsi : Memoles bagian dalam mal cetakan agar campuran beton nantinya tidak lengket dan menghasilkan permukaan beton yang halus. 2. Cat semprot Fungsi : Sebagai pembuatan merek WIKA, kode type tiang, dan tanggal produksinya 3. Karet busa Fungsi : Sebagai kebutuhan dalam sisi kanan dan kiri cetakan pada saat penutupan cetakan terkunci dengan rapat yang menghasilkan produk yang mulus. 4. Additive (Kaomighty 50 S, Rheobuild 900 i Degusa, Sicament NN, Glenium, Viscocrete) Fungsi : Sebagai zat additive untuk mempermudah adukan supaya homogen dan mengurangi pemakaian air dalam pembuatan adukan beton dengan tidak mengurangi mutu, tetapi meningkatkan strenght dan dapat mempermudah pekerjaan. 5. Kawat ikat Fungsi : Sebagai kebutuhan proses untuk mengikat spiral ke besi prategang.
23 6. Kawat las Fungsi : Di gunakan untuk menyambung rangkaian besi dan spiral pada sangkar plat sambung Bahan Penolong Bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan ditambahkan kedalam proses pembuatan produk yang mana komponennya tidak tidak terdapat pada produk akhir. Adapun yang menjadi bahan penolong pembuatan tiang beton antara lain :. Water (H 2 O) Fungsi : Sebagai kebutuhan proses mengaduk pada mixing dan membersihkan material yang masih mengandung kadar lumpur. 2. Sangkar plat sambung Tiang Pancang Fungsi : Sebagai kebutuhan proses untuk plat sambung dengan PC Wire sehingga lebih kuat setiap produk 3. Terminal Grounding pada TL Fungsi : berfungsi sebagai arde penghantar arus ke bawah tanah dan sebagai anti petir. 4. Besi penghantar grounding pada TL Fungsi : Sebagai arde penghantar arus ke bawah tanah dan sebagai anti petir. 5. LPG Fungsi : Sebagai sumber energi untuk pemotongan sisa PC Wire yang
24 terdapat pada bagian atas dan bawah produk akhir. 6. Trafo las Fungsi : Sebagai sumber energi untuk menyambung spiral dengan pc wire pada sangkar plat sambung. Besarnya kebutuhan masing-masing bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong dalam kondisi proses produksi yang berjalan normal disesuaikan dengan jenis dan banyaknya pesanan Uraian Proses Produksi Proses produksi adalah metode atau teknik untuk membuat suatu barang atau jasa bertambah nilainya dengan menggunakan sumber tenaga kerja, mesin, bahan baku, bahan penolong dan dana yang ada. Proses produksi pada PT WIKA Beton PPB Sumut dilakukan dalam 5 jalur yaitu: A. Jalur I dan II melakukan produksi dengan sistem sentrifugal yang menghasilkan produk berupa: - Tiang pancang - Tiang listrik B. Jalur III menghasilkan produk berupa bantalan jalan rel C. Jalur IV dan V melakukan produksi dengan sistem pracetak yang menghasilkan produk berupa: - Balok jembatan - Sheet file. Proses pembuatan produk pada PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut
25 terdiri dari beberapa tahap yaitu :. Proses persiapan tulang (Reinforcement Preparation), Adapun material yang akan dirakit dicetakan terlebih dahulu dipersiapkan di workshop tulangan dengan proses sebagai berikut : a. Pengujian PC Wire Sebelum digunakan terlebih dahulu PC Wire diuji di laboratorium independen untuk menguji tegangan tarik PC Wire yang sesuai dengan diameternya. b. Pemotongan PC Wire (cutting) Besi spiral, besi beton dan PC Wire yang akan digunakan dipotong dengan mal potong dengan ukuran panjang atau jumlah lilitan yang diinginkan berdasarkan tipe produk yang akan dibuat sesuai dengan yang terdapat pada spesifikasi tipe produk. c. Pengheadingan Pengheadingan ini adalah merupakan pembentukan ujung PC Wire yang telah dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan menjadi bulat (berkepala) agar pada saat di stressing tidak lolos atau tersangkut pada plat sambung. PC Wire dimasukkan ke lubang pengarah pada mesin heading lalu mesin di opersikan dengan menekan pedal mesin. d. Pembuatan Spiral Spiral digunakan sebagai tulangan dengan melilitkannya pada tulangan prategangnya. Kawat spiral dipasang pada mesin penggulung, dan mesin dioperasikan hingga jumlah lilitan sesuai dengan standar spesifikasi produksi (SSP) dan di potong dengan alat potong besi secara manual.
26 e. Pembuatan cincin Kawat spiral di bentuk menjadi cincin dengan menggunakan mal cincin sesuai dengan SSP, kemudian diikat dengan kawat ikat atau dilas. Cincin pada tulangan berfungsi untuk menahan PC Wire agar tidak melendut pada saat merangkai tulangan dengan spiralnya. f. Pembuatan plat sambung Plat sambung yang telah dipasang keranjang dan secara manual plat sambung dipasang pada kepala PC wire, diameter dari plat sambung itu sendiri disesuaikan dengan diameter produk yang akan dibuat. 2. Persiapan Cetakan Beton Cetakan di atas trolly dibawa ke bagian tulangan dan diangkut dengan hoist ke trostel tulangan. Sebelum melanjut ke proses berikutnya, terlebih dahulu cetakan dibersihkan dari kotoran/sisa adukan beton yang masih melekat dengan kape dan kuas pembersih, lalu pada permukaan cetakan atau mal dioleskan dengan minyak cetak secara tipis dan merata. Minyak cetak terbuat dari minyak kelapa sawit ditambah solar yang fungsinya agar campuran beton nantinya tidak lengket dan menghasilkan permukaan beton yang halus. 3. Pembuatan Adukan Beton (Concrete Mixing) Bahan yang digunakan untuk campuran beton ini adalah pasir, koral/split, semen, air dan zat additive(kaomighty). Sebelum digunakan dalam proses ini, terlebih dahulu mutu bahan diteliti oleh bagian pengendalian mutu. Bahan baku adonan dimasukkan ke dalam tanki mixer dengan menggunakan bucket material. Semua bahan tersebut dicampur dengan komposisi
27 yang telah ditentukan sesuai dengan standart mutu dan jenis produk. Pencampuran beton dilakukan dengan menggunakan mesin pengaduk beton (mixer) di batching plant dan mesin pengaduk beton (fan mixer) sehingga diperoleh adukan beton yang merata. 4. Pembuatan Benda Uji Beton Pengujian mutu beton merupakan aktivitas yang penting dalam pelaksanaan produksi agar produk yang dihasilkan tetap berada dalam standar yang telah ditetapkan. Proses pengujian mutu beton ini dilakukan dengan 2 jenis yaitu : a. Pengujian kekentalan (Slump Test) Pada saat adukan beton telah selesai diproses, diambil sampel adukan secara manual dan dimasukkan kedalam cetakan yang berbentuk silider kerucut dengan ukuran tinggi 30 cm, diamater bawah 20 cm dan diamater atas 0 cm. Adukan beton didalam cetakan mengalami proses pangujian kekentalan dimana akhir dari proses pengujian tersebut adalah adukan beton yang berbentuk cetakan. Tinggi adukan diukur dari dasar adukan, dan selisih antara tinggi adukan yang diukur dan tinggi cetakan yang disebut sebagai nilai slump (kekentalan). Nilai slump yang diizinkan adalah maksimal 5 cm. b. Pengujian kekuatan Pengujian kekuatan dimaksudkan untuk memeriksa kuat tekan beton apakah telah sesuai dengan standar, yaitu > 300 kg/cm 2. Misalnya diketahui 006 KN kuat tekan dan luas kubus 225 cm 2. Dapat dihitung dengan rumus F = Gaya (N), A = Luas Penampang Kubus (m 2 ), P = Tekanan (N/m 2 )
28 Diketahui F =,006x0 6 N = 006x 0 3 N P = 2 A = 225 cm = 2,25 x 0-4 m F A 2 P = 3 006x0 N 4 2,25x0 m 2 = 447 x 0 7 N/m 2 Dari hasil yang diperoleh 447 x 0 7 N/m 2 produk dinyatakan layak untuk dilakukan pemancangan dilapangan. 5. Perakitan Tulang (Reinforcement Assembly) Pada proses ini dilakukan stressing awal pada PC Wire yang berkisar bar, aktivitas ini berfungsi untuk menegangkan PC Wire agar mudah dalam proses pemasangan kawat spiral. Pada proses tulangan ini kemudian dilakukan pemasangan kawat spiral dengan diameter yang bersesuaian dengan type produk. Pemasangan cincin sesuai pengaturan jarak yang ditentukan. PC Wire, kawat spiral dan cincin tulangan diikat dengan kawat ikat menggunakan gancu pengikat agar cukup kuat karena pada bagian ini mengalami benturan dan tekanan yang terkuat pada saat pemancangan di lapangan. Perakitan tulangan ke dalam cetakan ini dilakukan sesuai dengan tipe produk yang ingin dibuat, kemudian cetakan siap untuk dicor dengan adukan beton. Cetakan yang telah siap untuk dicor dengan adukan beton dipindahkan kebagian pengecoran diatas trolly dengan menggunakan hoist.
29 6. Pengecoran Adukan Beton (Concrete Filling) Setelah dipindah ke atas trolly cor, lalu cetakan dicor dengan adukan beton sesuai dengan standard berat masing-masing tipe yang didistribusikan dengan hopper ke dalam cetakan sambil diratakan keseluruh cetakan sebelum cetakan ditutup. 7. Penutupan cetakan dan Penarikan kawat pratekan (Mould Closing and Prestressing). Setelah adonan beton merata, lalu dipasang karet spon dibagian kanan dan kiri cetakan sambil dirapikan. Penutupan cetakan dan bersamaan dengan itu penutup atas dibawa dengan craine hoist. Setelah penutup atas cetakan tepat menutupi cetakan maka seluruh baut cetakan dikunci dengan menggunakan Inpect tool. Bila seluruh baut telah dikencangkan maka dilakukan stressing akhir dengan mengendurkan baut dorong pada end plate. Stressing akhir dilakukan mencapai sekitar 90 bar per PC wire, kadang-kadang mencapai 270 bar, selanj tnya cetakan dibawa dengan trolly ke bagian pemutaran (spinning). 8. Pemutaran Cetakan (Mould Spinning) Pada bagian pemutaran (spinning) telah tersedia roda atau roll pemutar yang akan memutar cetakan. Setalah cetakan dilatakkan diatas roll pemutar maka mesin spinning akan menggerakkan roll. Pemutaran cetakan pada mesin putar (spinning machine) ini bertujuan untuk memadatkan adonan beton di dalam cetakan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh mesin putar. Proses pemadatan dengan gaya sentrifugal ini menjadikan beton lebih padat sehingga memiliki daya tahan terhadap korosi tinggi dan dilakukan secara
30 bertahap untuk mencegah timbulnya rongga pada beton. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:. Tahap I : 500 rpm selama 3 menit 2. Tahap II : 700 rpm selama 2 menit 3. Tahap III : 500 rpm selama 0 menit untuk tiang pancang dan 7 menit untuk tiang listrik. Setelah tahapan spinning selesai maka cetakan diangkat dan dibawa kebak perawatan uap dengan menggunakan craine hoist. Sebelumnya limbah dibuang dari dalam cetakan dengan memiringkan posisi cetakan sehingga limbah dapat keluar dan dialirkan ke bak limbah. 9. Perawatan Uap (Steam Curing) Proses selanjutnya adalah pengeringan dengan menggunakan uap panas yang didistribusikan dari boiler ke bak uap dengan suhu mencapai 60 0 C C, pada suhu tersebut dipertahankan kondisinya sekitar 3,5 jam bertujuan mempercepat waktu pengerasan beton. Setelah itu suhu cetakan diturunkan dan selama setengah jam cetakan dibiarkan mengalami proses pendinginan secara alami, selanjutnya cetakan diangkat ke atas trolly dengan menggunakan craine hoist kemudian dibawa kebagian pembukaan cetakan. 0. Pembukaan Cetakan (Mould Stripping). Setelah cetakan di bawa dengan trolly ke bagian pembukaan cetakan maka seluruh baut pengguna tutup cetakan dilepas dengan menggunakan inpact tool dan lepaskan klem baut serta baut ruth cetakan dilonggarkan. Cetakan yang terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah, dibuka bagian atas
31 cetakan dengan craine hoist dan dibawa ke tiang gantungan cetakan untuk dibersihkan dan dioles minyak cetak dan selanjutnya dibawa ke parkir tutup cetakan. Dan saat yang bersamaan pula produk diinspeksi mutunya dan dibuat label pada produk jadi yaitu dengan cat semprot kompresor diberikan merek WIKA tanggal produksi nomor produk dan kode tipe produk. Contohnya sebagai berikut: a. Label produk tiang pancang WIKA Artinya 30 A2B2.7.W diameter tiang = 30 cm Tipe tiang/klas Model tiang Jumlah PC wire Diameter PC wire = A2 = bottom (B) = 2 batang = 7 mm tanggal produksi = 3 September Kode wilayah pabrik = 8 Nomor jalur = 2 Nomor urut produksi = 3383 b. Label produk tiang listrik WIKA Artinya Panjang tiang = m Diameter atas = 90 Beban horizon = 200 N tanggal produksi = 3 September 2007
32 Kode wilayah pabrik = 8 Nomor jalur = 2 Nomor urut produksi = 3397 Merek cat yang digunakan yaitu Nippon Paint. Cetakan diangkat dengan craine hoist dengan cara dimiringkan untuk mengeluarkan produk jadi ke atas trolly, kemudian dibawa ke stock yard dengan menggunakan trolly.. Perawatan Air dan Penyelesaian Akhir (Water Curing and Finishing). Dalam penanganan produk jadi yang dilakukan adalah proses penumpukan dan perawatan produk di stock yard. Sebelumnya produk diservice dan diolesi minyak solar pada plat sambung serta pengecekan akhir pada lubang tembus dan permukaan tiang. Produk jadi yang memenuhi standart ditumpuk di stock yard (gudang terbuka) dengan cara susunan memanjang simetris dan melebar, dimana diantara batangan produk yang ditumpuk tersebut dibatasi dengan kasu atau kayu balok dan di bagian pinggir diberi penahan segitiga agar susunan produk tidak jatuh. Penahan segitiga terbuat dari coran semen yang dicetak segitiga dengan ukuran x 7 x 7 cm dengan lebar 8 cm. Selanjutnya selama 3 hari dilakukan perawatan air dan hasil cetakan siap untuk didistribusikan. Untuk lebih jelasnya proses produksi untuk jenis tiang pancang bulat dapat dilihat pada gambar 2.2
33 Persiapan Tulangan Persiapan Cetakan Pembuatan Adukan Beton Pembuatan Benda Uji Stressing I PC Wire Penulangan Di Cetakan Pengadukan Beton Pengecoran Adukan Beton Stressing II PC Wire Penutupan Cetakan Pemutaran Cetakan Perawatan Uap Pembukaan Cetakan Perawatan Air dan Penyelesaian Akhir Gambar.2.2. Proses Produksi Tiang Pancang
34 Dalam aktivitas produksinya sehari-hari PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut menggunakan jenis proses produksi yang terus menerus (continue). Hal ini dikarenakan kegiatan produksi dari perusahaan tersebut berlangsung didasarkan atas banyaknya pesanan yang datang setiap harinya dan persediaan untuk permintaan yang datang setiap harinya dan persediaan untuk permintaan yang datang sewaktu-waktu. Untuk memperoleh produk dengan kualitas yang baik, diperlukan pedoman kerja dan tahapan proses yang harus dilaksanakan oleh semua operator. Secara umum proses ini dapat dilihat seperti pada Flow Process Chart (FPC/ Peta Aliran Proses) dalam lampiran 2 dan Flow Sheet dalam lampiran Mesin dan Peralatan Di dalam melaksanakan kegiatan produksinya, PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut menggunakan mesin-mesin buatan luar negeri. Pada umumnya semua mesin dan peralatan dapat diopersikan, tetapi untuk meningkatkan produktivitas dilakukan modifikasi-modifikasi terhadap mesin dan peralatan yang dilakukan oleh bagian seksi peralatan. Adapun mesin dan peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut : Mesin Produksi Beberapa jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi dimana prinsip kerja dari setiap mesin masing-masing berbeda dalam sistem kerja dan hasil dari mesin produksi yang digunakan. Adapun mesin dan peralatan yang
35 digunakan PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut dalam kegiatan produksi tiang pancang adalah sebagai berikut: Tabel 2.5. Mesin Produksi No Nama Mesin Mixer Batching Plant Kegunaan untuk mencampur atau mengaduk pasir, koral/split, semen dan air dengan zat additive selama 80 detik sehingga homogen. 2 Pan Mixer untuk proses pengadukan air, pasir, koral/split, semen, dan zat additive hingga homogen. 3 Motor Bucket Material 4 Motor screw semen 5 Submersib le pump 6 Pompa Air untuk menarik bucket material ke dalam tanki mixer dengan sling untuk mendistribusikan semen dari silo ke timbangan sebelum dimasukkan ketanki mixer. untuk mendistribusikan air dari sumur bor ke tower air untuk mendistribusikan air dari bak ke timbangan dan dicampurkan kedalam tanki air sebelum dimasukkan ke tanki mixer Merek / kapasitas / tegangan / daya / Cos / putaran / buatan / tahun / jumlah mesin Tatchi TSM 5 /,5 m 3 / 380 V / 37KW / 0,9 / 477 rpm / Malaysia / 2004 / 2 unit Seam S92 / 0,5 m 3 / 380 V / 8 KW / 0,9 / 470 rpm / Italy / 992 / 2 unit Electro Adda / 5 ton / 380 V / 7,5 KW / 0,8 / 440 rpm / Italy / 997 / 997 / 4 unit MEZ / 200 kg/min / 380 V / 5,5 KW / 0,8 / 455 rpm / Italy / 999 / 5 unit Grundfos / 20 m3 /hr / 380 V / 7,5 KW / 0,8 / 3000 rpm / German / 2004 / 3 unit Groundfos / 30 m3 /hr / 380 V / 2,5 KW / 0,8 / 2800 rpm / German / 2006 / 8 unit Spare part Box transmisi, timing belt, motor mixer, twin shapt, bearing & rumah bearing, air control, air cylinder. Box transmisi, timing belt, motor mixer, sophel, air control, air cylinder, bearing & rumah bearing. Magnet brake, motor bucket, wire rope, box transmisi Gear box, box transmisi -
36 (Lanjutan) 7 Motor hopper suplay untuk mensuplay cor kehopper distribusi Chenta / 0,6 m3 / 380 V / 7,5 KW / 0,8 / 445 rpm / Taiwan / 2004 / unit Box transmisi, V belt, motor hopper, roda travelling, gear box 8 Steam Boiler Untuk mendapatkan uap panas pada proses perawatan uap (Steam Curing). Ta Cheng Enterprise Co. Ltd / KB 602 /,8 ton /hr / 380 V / 4,6 KW / 0,8 / Taipei Hsien Taiwan / 990 / unit Pressurre gauge, box transmisi, selonoid valve, selonoid coil Steam Boiler 9 Gear Motor Hopper Untuk mendapatkan uap panas pada proses perawatan uap (Steam Curing). Untuk menggerakkan motor hopper. MMI Boiler 2000 PEL/050 / 3,2 ton/hr / 380 V / 7,5 KW / 0,84 / Italy / 2003 / 2003 / unit Teco / 0,6 m3 / 380 V / 5,5 KW / 0,84 / 450 rpm / Singapur / 992 / 6 unit Pressurre gauge, box transmisi, selonoid valve, selonoid coil Gear box, sproket, chain, box transmisi 0 Gear Motor Trolly Untuk menggerakkan motor trolly. Teco / 7,5 ton / 380 V / 7,5 KW / 0,84 / 450 rpm / Singapur / 992 / 0 unit Gear box, sproket, chain, sling, pulley, box transmisi Motor Spinning dan panel Untuk memutar roll spinning agar adukan beton didalam cetakan menjadi padat. Centricon / 460 V / 20 KW / 0,84 / 2000 rpm / German / 2005 / 3 unit Box transmisi, rubber join, V belt, saringan udara, pulley 2 Mesin Tes Tekan Kubus Mesin yang digunakan untuk pengujian kekuatan beton. Controls / 3000 kn(kilo Newton) / 230 V / 0,75 KW / 0,9 / 435 rpm / Italy / 2004 / unit Selang hidrolik, cran, indicator digital 3 Motor Hoist Untuk mengangkat hoist craine dengan sling dan rantai Demag / 8 ton / 380 V / 7, KW / 0,85 / 500 rpm / German / 998 / 6 unit Wire rope, sling, rol spider, kampas brake, gear box, box transmisi
37 (Lanjutan) 4 Crain Hoist 5 Compress or Screw 6 Compress or Piston 7 Mesin Stressing Untuk memindahkan cetakan dengan menggunakan rantai Untuk mendapatkan kekuatan angin didalam pengoperasian. Untuk mendapatkan kekuatan angin didalam pengoperasian Untuk menegangkan PC Wire pada proses penulangan 8 Softener Untuk menyaring air dari zat-zat yang dapat merusak steam boiler 9 Genset dan Panel Induk 20 Bridge Craine 2 Mesin Heading Untuk mendapatkan arus listrik pengganti bila arus dari PLN tiba-tiba terputus Untuk mengangkat cetakan bawah dan end plate dari atas trolly ke tempat perakitan tulangan Untuk membentuk kepala pada PC wire Demag / 2 ton / 380 V / 5 KW / 0,85 / 500 rpm / German / 985 / 6 unit Air Man SAS 22S-58 / 8 bar / 380 V / 22,3 KW / 0,85 / 500 rpm / Jepang / 2006 / unit / Ingersoll-Rand / 2 bar / 380 V /,2 KW / 0,85 / 000 rpm / Singapur / 996 / 4 unit Enerpac / 50 ton / 220 V / HP / 0,94 / 425 rpm / Amerika / 2006 / 4 unit Taiwan Oya /,5 m 3 / - Taiwan / 995 / 2 unit Cummins / 380 V / 750 KVA / 0,8 / 500 rpm / German / 995 / unit Inti total crane / 2 x 8 ton / Indonesia / 995 / 4 unit Parilla / 7/9 mm / 380 V / 380 V / 2,2 KW / 0,8 / 420 rpm / Amerika / 994 / 6 unit Wire rope, sling, rol spider, kampas brake, gear box, box transmisi V belt, oli compressor, saringan udara, pressurre switch V belt, filter udara, pressurre switch Pressurre gauge, selang hidrolik, filter oli, valve Filter oli, ACCU - Ragum, hammer, selang hidrolik, valve
38 22 Mesin Spiral 23 Mesin Vibrator 24 Mesin Conveyor 25 Motor pintu bucket 26 Mesin getar 27 Mesin Bar Cutter 28 End Carriage (Lanjutan) Untuk membuat spiral sesuai dengan SSP Untuk meratakan cor beton pada cetakan Untuk memindahkan split yang telah dicuci ke penampungan Untuk membuka dan menutup pintu bucket material Untuk menggetarkan split Untuk memotong besi PC wire Untuk menggerakkan portal 29 Scraper Untuk menarik material di bak Flander himmel / 380 V / 5,5 KW / 0,84 / 500 rpm / Jepang / 99 / 4 unit MEZ / 380 V / 4 KW / 0,83 / 440 rpm / Italy / 2006 / 4 unit TECO / 6 m3/hr / 380 V / 5,5 KW / 0,8 / 450 rpm / Singapur / 992 / unit TECO / 380 V / 2,2 KW / 0,8 / 425 rpm / Singapur / 997 / unit TECO / 380 V / KW / 0,8 / 425 rpm / Singapur / 997 / unit TECO / 380 V /,5 KW / 0,85 / 425 rpm / Singapur / 2002 / 4 unit Demag / 0 ton / 380 V /,2 KW / 0,82 / 2750 rpm / German / 2003 / 4 unit TECO / 380 V / 7,5 KW / 0,85 / 450 rpm / Singapur / 2002 / 3 unit Gear, sproket Selang vibrator, pulley, V belt Chain, sproket, gear box, motor conveyor, rol conveyor, kain konveyor Gear box Saringan split, belt V belt, mata gunting Gear box, magnet brake, rol spider, as roda, roda end carriage Chaint, sproket, sling Peralatan (Equipment) Pada dasarnya PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut untuk membantu kelancaran lintasan produksi demi tercapainya waktu yang diinginkan sesuai dengan pesanan yang dibutuhkan oleh setiap konsumen digunakan alat angkut trolly dan alat angkat/pamindah yaitu craine hoist.
39 Alat angkut trolly merupakan faktor yang sangat berpengaruh untuk tempat cetakan dalam melakukan proses produksi dan pengiriman produk jadi ke bagian stock yard, sebagai alat angkat/pemindah cetakan dalam setiap stasiun kerja digunakan craine hoist. berikut : Disamping itu alat material handling yang digunakan adalah sebagai Tabel 2.6. Peralatan (Equipment) No Peralatan Fungsi Trolly - Membawa cetakan ke bagian bukaan cetakan dan perakitan - Tempat cetakan yang akan di cor. - Membawa cetakan yang telah di cor ke bagian stressing, penutupan cetakan, dan dibawa ke bagian spinning. - Membawa produk yang telah jadi ke stock yard 2 Silo Semen Tempat penyimpanan semen sementara 3 Tanki Additive Tempat zat additive yang akan didistribusikan kedalam mixer 4 Ember Plastik Sebagai tempat penampungan cor dan diambil sampelnya untuk dicetak di kotak kubus 5 Hopper Suplay Untuk memindahkan adukan beton dari molen ke hopper cor 6 Kotak Kubus Tempat untuk mengambil sampel beton yang akan di uji mutu dan kekuatannya di laboratorium 7 Tebeng cor Alat yang diletakkan diatas cetakan pada sebelah kanan dan kiri untuk menahan cor an yang di supllay dari hopper
40 (Lanjutan) 8 Sendok semen Untuk meratakan coran semen sebelum ditutup 9 Kunci pas ring Untuk mengencangkan dan melonggarkan baut simultan pada ruth 0 Kunci L 24 Untuk mengencangkan dan melonggarkan baut mm pengunci pada cetakan Inpect tools Untuk mengendorkan baut dorong dan membuka seluruh baut pengikat pada cetakan. 2 Sapu cetakan Pada perakitan tulangan untuk membersihkan sisasisa hasil cetakan 3 Kuas cetakan Untuk merapikan seluruh cor sebelum melakukan penutupan cetakan 4 Alat perojok Untuk membersihkan sisa-sisa hasil cetakan 5 Kereta Sorong - Sebagai alat untuk mengangkut limbah ke bak limbah. - Alat mengangkut cor an kebagian pembuatan sepatu beton 6 Scrap/cetok Sebagai alat untuk membersihkan sisa-sisa hasil cetakan yang melekat pada sisi cetakan 6 Sangkar Pengaman Untuk tempat gulungan besi prategang 7 Mal cincin Untuk membentuk cincin sesuai type yang diizinkan 8 Rol spiral Untuk membentuk spiral sesuai type yang diizinkan 9 Mal PC wire Untuk menentukan panjang PC wire yang diinginkan sesuai dengan type 20 Alat potong Untuk memotong spiral dan membentuk cincin PC besi wire secara manual
41 (Lanjutan) 2 Jembatan Timbang Untuk menimbang bahan baku yang masuk dari suplayer 22 Timbangan digital Untuk menimbang bahan baku dan bahan penolong sesuai standar setiap pengadukan. 23 Bucket Untuk tempat menimbang material dan material mendistribusikan ke mixer 24 Roll spinning Untuk memutar cetakan 25 Hopper cor Untuk memindahkan adukan beton dari molen ke cetakan Utilitas Utilitas adalah segala sesuatu yang digunakan agar proses yang terjadi dapat berjalan dengan efektif dan ekonomis guna mendapatkan hasil yang optimal. Sarana utilitas digunakan untuk meningkatkan mutu memelihara peralatan, menjaga keseimbangan dalam proses pengolahan disamping penggunaan pokoknya sebagai penggerak peralatan. Untuk kelancaran kegiatan produksi, maka diperlukan unit pendukung seperti dibawah ini: Tabel 2.7. Utilitas No Peralatan Fungsi Genset Pembangkit listrik/penghasil tenaga listrik pada pabrik dengan menggunakan bahan bakar minyak solar 2 Boiler Penghasil uap untuk didistribusikan ke bak steam curing guna mempersingkat waktu pengerasan produk 3 WCT ( Water cooling Penampung air yang berasal dari sumur untuk tower ) kebutuhan produksi dan pabrik. 4 Air Process Unit Menghasilkan udara bertekanan yang melalui screw compressor
42 (Lanjutan) 5 Transportasi (Sarana Pengangkut) a. Satu unit forklift b.satu unit dum truck c. Tiga unit wheel loader d. Dua unit mobil pick up Untuk memenuhi kebutuhan material alam dan material industri Memindahkan bahan-bahan yang mempunyai volume besar dan berat seperti buttem tiang pancang, drum additive dan Besi untuk produk bantalan rel kereta api serta membawanya dekat lantai produksi. Memindahkan material alam seperti pasir, split dari tempat penumpukan material dan memindahkan limbah pabrik ke sentral penumpukan. Memindahkan material alam seperti pasir, split keatas dum truck dan memindakan limbah keatas dum truck. Memindahkan buttem tiang pancang dan menarik grobak yang berisi tulangan dari work shop tulangan kedekat lantai produksi 6 Work shop cetakan Untuk merawat dan memperbaiki cetakan sehingga menghasilkan cetakan yang bermutu 7 Bak steam curing Untuk proses penguapan dan mempercepat pembukaan produk yang dihasilkan.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Wijaya Karya didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja No. 5 Tahun 1960 dengan nama
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Wijaya Karya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 11 Maret 1960 berdasarkan
1. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang ada di PT Wijaya Karya Beton. 2. Sebutkan produk apa sajakah yang dihasilkan selama tahun 2007?
Kuesioner. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang ada di PT Wijaya Karya Beton sampai saat ini?. Sebutkan produk apa sajakah yang dihasilkan selama tahun 007?. Apakah ada standar ukuran untuk pengadukan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Ocean Centra Furnindo PT. Ocean Centra Furnindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya industri spring bed. Tempat
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan. Adapun alat-alat yang dipergunakan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam pekerjaan proyek konstruksi peralatan sangat diperlukan agar dapat mencapai ketepatan waktu yang lebih akurat, serta memenuhi spesifikasi
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG 4.1. Tinjauan Bahan dan Material Bahan dan material bangunan merupakan elemen terpenting dari suatu proyek pembangunan, karena dari berbagai macam bahan dan
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25 4.1 SYARAT PELAKSANAAN Syarat pelaksanaan diantaranya sebagai berikut: a. Pekerjaan
PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG
PENGENDALIAN MUTU DAN PROSES PEMBUATAN TIANG PANCANG SENTRIFUGAL PADA PT WIJAYA KARYA BETON JL. RAYA BINJAI KM 15,5 DELI SERDANG LAPORAN Ditulis untuk Menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Semester VI
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Sumatra Industri Cat merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi cat. PT Sumatra Industri Cat didirikan pada bulan Juni tahun
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Sumbetri Megah merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan tiang listrik beton pra-tegang. Pada awalnya, perusahaan ini bernama
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Cendana Baru merupakan usaha yang bergerak dibidang perancangan alat yang didirikan oleh Bapak Tut Wuri Handayani, S.T sejak tahun 1990. CV.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Jaya Beton Indonesia dibangun oleh PT. Pembangunan Jaya pada tahun 1978 yang muncul dari aspirasi untuk mengikuti kemajuan perkembangan yang
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN. Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat
BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat signifikan dalam menentukan proses pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan baik, benar, dan
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Visualisasi Proses Pembuatan Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih dahulu harus mengetahui masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit
III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit merek Holcim, didapatkan dari toko bahan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Jaya Beton Indonesia dibangun oleh PT. Pembangunan Jaya pada tahun 1978 yang muncul dari aspirasi untuk mengikuti kemajuan perkembangan
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan, dan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Berdirinya UD. Ponimin pada tahun 1998, UD. Ponimin merupakan industri rumah tangga yang memproduksi tahu. UD. Ponimin ini milik Bapak Ponimin. Awalnya
BAB IV ALAT DAN BAHAN PELAKSANAAN. Pada proyek Lexington Residences hampir semua item pekerjaan menggunakan
BAB IV ALAT DAN BAHAN PELAKSANAAN 4.1 ALAT Pada proyek Lexington Residences hampir semua item pekerjaan menggunakan alat bantu untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan. Pada sub bab ini penulis akan membahas
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan alat-alat kebutuhan rumah tangga. Perusahaan ini didirikan
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Metoda pelaksanaan dalam sebuah proyek konstruksi adalah suatu bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil dan tujuan yang
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam melaksanakan proyek pembangunan maka pastilah digunakan alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat
BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN
BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN 4.1 KONDISI PROYEK 4.1.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan merupakan seluruh rangkaian pekerjaan yang pertama kali harus dilakukan guna memudahkan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Megah Plastik merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. industri beton pracetak di tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Wijaya Karya Beton (Wika Beton) adalah satu dari anak perusahaan yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak dari perusahaan ini merupakan perluasan
BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di
26 BAB III METODE PENELITIAN Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik Universitas Lampung. Benda uji dalam penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek
25 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek Holcim, didapatkan dari toko bahan bangunan
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material. Material Konstruksi meliputi seluruh bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses konstruksi, dari
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 Hollow Core Slab ( HCS ) Suatu terobosan baru dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat telah hadir di Indonesia, yaitu plat beton berongga prategang pracetak (precast
BAB VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN
128 BAB VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada bentuk dan struktur organisasinya. Sistem pengelolaan (manajemen) organisasi perusahaan bertugas
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PILE CAP DAN RETAINING WALL. Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PILE CAP DAN RETAINING WALL 7.1 Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan yang harus direncanakan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT Apindowaja
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari beberapa pekerjaan dasar. Yaitu pekerjaan pengukuran, pembesian,
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS 5.1. Uraian Umum Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang berkaitan didalamnya. Karena semakin banyaknya pihak yang berkaitan, maka makin
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Salix Bintama Prima adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah kayu menjadi bahan bakar pelet kayu (wood pellet). Perusahaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan sparepart mesin produksi kelapa sawit.
BAB IV. PERALATAN dan MATERIAL
BAB IV PERALATAN dan MATERIAL 4.1 Peralatan 4.1.1. Alat Ukur (waterpass) Waterpass adalah suatu alat ukur tanah yang dipergunakan untuk mengukur beda tinggi antara titik-titik saling berdekatan. Beda tinggi
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK 7.1 Pelaksanaan Pekerjaan Balok Balok adalah batang dengan empat persegi panjang yang dipasang secara horizontal. Hal hal yang perlu diketahui
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT 4.1 Bahan Bahan Yang Digunakan meliputi : Bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi a. Beton Ready mix. Beton Ready mix adalah beton
III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut
16 III. METODE PEMBUATAN A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut Amanah, jalan raya candimas Natar, Lampung Selatan. Pembuatan mesin pengaduk adonan
Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan
Lampiran : Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam PT. Bintang Persada Satelit secara garis besar adalah sebagai berikut:. Direktur Direktur
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Peralatan Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dibutuhkannya peralatan-peralatan yang dapat memudahkan para pekerja dalam melaksanakan tanggung jawabnya, peralatan-peralatan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Tiga Bawang merupakan sebuah industri kecil menengah yang bergerak dibidang pembuatan keripik dengan bahan baku ubi kayu. UD. Tiga Bawang adalah
BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Bahan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kreasibeton Nusapersada adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan dan bangunan. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2003 dengan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari suatu struktur suatu bangunan. Fungsi Kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran-1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Kerja pada PT. Sejati Coconut Industri Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari struktur suatu bangunan. Fungsi kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1. Material Perlu diketahui bahwa bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan dan kekakuan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu sistem manajemen yang baik. Berbagai metode dilakukan oleh pihak pelaksana dengan
METODE PELAKSANAAN LIFTING JACK TIANG PANCANG
METODE PELAKSANAAN REHABILITASI PRASARANA PENGENDALI BANJIR SUNGAI CITARUM HILIR WALAHAR MUARA GEMBONG PAKET III DI KAB. KARAWANG DAN BEKASI (BENDUNG WALAHAR W718) "SICKLE" LIFTING JACK TIANG PANCANG LIFTING
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS 5.1. Uraian Umum Metode pelaksanaan proyek konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam mencapai sasaran pelaksanaan
TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan
BAB III TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK 5.1 Uraian Umum Pada setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Ponimin merupakan sebuah industri kecil yang bergerak dalam bidang produksi tahu. UD. Ponimin ini didirikan oleh Bapak Ponimin pada tahun 1998.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Variabel bebas yaitu variasi perbandingan agregat kasar, antara lain : Variasi I (1/1 : 1/2 : 2/3 = 3 : 1 : 2) Variasi II (1/1 : 1/2 : 2/3 = 5 : 1 : 3) Variasi
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran
BAB IV Tinjauan Bahan Bangunan Dan Alat - Alat BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk
BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL. Dalam melaksanakan proyek pembangunan dapat dipastikan digunakan alat-alat
BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL Dalam melaksanakan proyek pembangunan dapat dipastikan digunakan alat-alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut. Alat alat yang digunakan bisa berupa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. TINJAUAN UMUM Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variasi persentase limbah
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Manajemen Konstruksi Dalam sebuah proyek konstruksi, terdapat sangat banyak perilaku dan fenomena kegiatan proyek yang mungkin dapat terjadi. Untuk mengantisipasi perilaku
BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI
BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI Tenaga kerja, material dan perawatan adalah bagian dari industri yang membutuhkan biaya cukup besar. Setiap mesin akan membutuhkan perawatan dan perbaikan meskipun telah dirancang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN SHEAR WALL DAN RAMP. proses pelaksanaan dari suatu item pekerjaan yang harus direncanakan terlebih
BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN SHEAR WALL DAN RAMP 7.1. Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan merupakan salah satu proses pelaksanaan dari suatu item pekerjaan yang
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Cakrawala Elecorindo yang beralamat di Jl. Pancing No. 8 Blok C Komplek Pergudangan MMTC. merupakan salah satu perusahaan yang berbentuk perseroan
JUDUL MODUL II: PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BETON DI LABORATORIUM MODUL II.a MENGUJI KELECAKAN BETON SEGAR (SLUMP) A. STANDAR KOMPETENSI: Membuat Adukan Beton Segar untuk Pengujian Laboratorium B. KOMPETENSI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Sigma Block didirikan pada tahun 2008 oleh Petrus Barus, dan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2008 yang berlokasi di Jl. Ngumban Surbakti
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Lestari Plastik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik menjadi kemasan plastik. Perusahaan ini diprakarsai
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK 6.1 Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan aspek yang harus dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.
2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan pendirian dihadapan Notaris Walter
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK
BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1. Latar Belakang Perusahaan PT. Sinar Jaya Prakarsa merupakan sebuah perusahaan swasta yang berbentuk PT (Perseroan Terbatas), didirikan pada tahun 1982 oleh Bapak Amir Djohan
Lampiran 1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Lampiran 1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab 1. Manager Bunut Rubber Factory Manager Factory merupakan pimpinan tertinggi di pabrik yang mengelola kebijakan di pabrik, penanggung jawab utama atas jalannya
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Asahan Crumb Rubber merupakan suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan karet, yaitu mengolah bahan baku karet yang berasal
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan dan pemenuhan bahan bangunan serta alat kerja pada suatu proyek
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Tinjauan Umum Penyediaan dan pemenuhan bahan bangunan serta alat kerja pada suatu proyek kontruksi memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan PT. Sumbetri Megah adalah salah satu industri pembuatan tiang listrik beton pra tegang yang ada di Sumatera Utara. Perusahaan ini berdiri pada
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V-29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Utama Nusantara (PT. SUN) merupakan perusahaan yang berlokasi di jalan Batang kuis Km 3,8 Desa Telaga Sari, Tanjung Morawa yang didirikan
Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural
SNI 03-3975-1995 Standar Nasional Indonesia Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural ICS Badan Standardisasi Nasional DAFTAR ISI Daftar Isi... Halaman i BAB I DESKRIPSI... 1 1.1
BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK
BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK 6.1 Uraian Umum Pengawasan (controlling) adalah suatu penilaian kegiatan dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana, dengan mengusahakan agar semua yang terlibat
BAB VII TINJAUAN KHUSUS CORE WALL
BAB VII TINJAUAN KHUSUS CORE WALL 7.1. Uraian Umum Core Wall merupakan sistem dinding pendukung linear yang cukup sesuai untuk bangunan tinggi yang kebutuhan fungsi dan utilitasnya tetap yang juga berfungsi
BAB V METODE UMUM PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Metode pelaksanaan di lapangan akan mudah dikerjaan dengan membuat
BAB V METODE UMUM PELAKSANAAN KONSTRUKSI 5.1 Uraian Umum Pada setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Metode
BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL
Proyek Kanins, Kanca, Kanwil BRI PERALATAN DAN MATERIAL Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai peralatan dan material yang digunakan dalam pelaksanaan pembangunan Proyek Kanins, Kanca, Kanwil BRI ini meliputi
BAB IV TINJAUAN ALAT YANG DIGUNAKAN DAN BAHAN BANGUNAN. organisasi yang bagus tetapi juga harus didukung dengan adanya alat, material,
BAB IV TINJAUAN ALAT YANG DIGUNAKAN DAN BAHAN BANGUNAN 4.1. Umum Kelancaran pada proyek tidak hanya dengan adanya manajemen struktur organisasi yang bagus tetapi juga harus didukung dengan adanya alat,
III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: yang padat. Pada penelitian ini menggunakan semen Holcim yang
III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Semen Semen adalah bahan pembentuk beton yang berfungsi sebagai pengikat butiran agregat dan mengisi ruang antar
METODE PELAKSANAAN PENGECORAN PROYEK SUDIRMAN PALACE [MARET 2004]
METODE PELAKSANAAN PENGECORAN PROYEK SUDIRMAN PALACE [MARET 2004] I. TEKNIS a. Persiapan konstruksi yang akan dicor (kontraktor) b. Persiapan pit untuk pembuangan air c. Persiapan lokasi pengambilan dan
Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong
Pengertian bengkel Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Pentingnya bengkel pada suatu
Analisa & Pembahasan Proyek Pekerjaan Pelat Lantai
Analisa & Pembahasan Proyek Pekerjaan Pelat Lantai Soft cor ini dipasang sepanjang keliling area yang akan dicor, dengan kata lain pembatas area yang sudah siap di cor dengan area yang belum siap. 46 Pekerjaan
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1. Material Pondasi Perlu kita ketahui bahwa bahan bangunan atau material bangunan memegang peranan penting dalam suatu konstruksi bangunan ini menentukan kekuatan, keamanan,
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN 5.1 Pekerjaan Bekisting 5.1.1 Umum Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bekisting harus memenuhi syarat PBI 1971 N 1-2 dan Recomended Practice
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pondasi Dalam Pondasi dalam adalah pondasi yang dipakai pada bangunan di atas tanah yang lembek. Pondasi ini umumnya dipakai pada bangunan dengan bentangan yang cukup lebar, salah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III-1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tinjauan Umum Dalam penelitian ini yang digunakan adalah variabel bebas dan terikat. Variabel bebas meliputi prosentase Silica fume dalam campuran beton (5%) dan
PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG
PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG Denny 1,Jonathan 2 dan Handoko 3 ABSTRAK : Dalam dunia konstruksi, balok beton bertulang adalah barang
BAB III METODE PENELITIAN MULAI PERSIAPAN ALAT & BAHAN PENYUSUN BETON ANALISA BAHAN PENYUSUN BETON
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. URAIAN UMUM Langkah-langkah yang mengawali penelitian dilaksanakan berdasarkan peraturan dan standart yang berlaku, dalam hal ini digunakan acuan SK SNI T 15 1990 03 dan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Uraian Umum Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek yang akan berlangsung. Manajemen pelaksanaan bukan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sesuai dengan kebutuhan kehidupan manusia sehari-hari, tempat tidur merupakan salah satu kebutuhan primer. Karena semakin berkembangnya zaman
METODOLOGI PENELITIAN. untuk campuran lapis aspal beton Asphalt Concrete Binder Course (AC-
41 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lampung dengan dasar menggunakan amplop gradasi gabungan untuk campuran
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
III-29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan CV. Super Plates merupakan industri yang bergerak di bidang pembuatan baterai/aki mobil. Usaha ini didirikan pada tahun 1992 oleh Bapak Deny
