BAB III SOLUSI BISNIS
|
|
|
- Ridwan Budiono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III SOLUSI BISNIS Peran Sumber Daya Manusia dalam sebuah proses bisnis organisasi atau perusahaan sangatlah penting bahkan bisa dikatakan melebihi unsur unsur yang dipakai dalam perusahaan tersebut. Hampir semua perusahaan yang telah maju dan berkembang selalu melihat Sumber Daya Manusia sebagai salah satu kunci utama dalam keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Perusahaan dituntut memiliki orang orang yang berkompeten dalam mengerjakan seluruh tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh perusahaan. Aspek kompetensi dalam PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten menunjukan bahwa perhatian dan fokus utama terletak pada kompetensi SDM. Kompetensi yang harus dimiliki setiap pegawai menuntut setiap orang harus mempunyai kompetensi sesuai dengan kompetensi jabatan yang dipegangnya. Apabila dilihat dari statistik pegawai, PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten memiliki komposisi pegawai yang tidak seimbang bila dilihat dari segi umur dan jenjang pendidikan. Seperti dapat terlihat pada gambar gambar di bawah ini. Gambar 3.1 Komposisi Pegawai Berdasarkan Umur 25
2 Gambar 3.2 Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan Dapat dijelaskan disini bahwa usia rata-rata terbanyak berada pada usia diatas 40 tahun dan pada jenjang pendidikannya rata rata terbesar berada di level SMA. Hal ini tentunya akan menghambat regenerasi dan kaderisasi pada perusahaan. Dan sebagian besar status pendidikan yang SMA ini tentunya akan menghambat dalam pencapaian visi PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten yang ingin menjadi perusahaan berkelas dunia. Berdasarkan profil kompetensi Sumber Daya Manusia pada setiap jenjang jabatan, peran pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Deskripsi dari level kompetensi yang dibutuhkan diambil dari Direktori Kompetensi PT PLN. Terdapat 2 (dua) jenis soft competency yang terdapat di tubuh PLN, Kompetensi Inti dan Kompetensi Kepemimpinan. Kompetensi Inti adalah kompetensi generik yang harus dimiliki oleh setiap individu pegawai, sedangkan Kompetensi Kepemimpinan adalah kompetensi generik yang diperlukan pada jabatan tertentu di perusahaan baik jabatan manajerial, kepakaran, dan jabatan teknis-operatif yang berjumlah 17 buah, seperti yang tertera menurut Buku Kebutuhan Kompetensi Jabatan PT PLN (Persero) adalah sebagai berikut: 26
3 Tabel 3.1 Kompetensi Inti PT PLN (Persero) No 1 Integritas / integrity (ING) Kompetensi Inti 2 Orientasi Melayani Pelanggan / Customer Service Orientation (CSO) 3 Sikap Profesional PLN / PLN Professional Style (PPS) 4 Kemampuan Beradaptasi dan Kapasitas untuk Berubah / Adaptability and Capacity for Change (ACC) 5 Pembelajaran Berkesinambungan / Continuous Learning (CLE) Tabel 3.2 Kompetensi Kepemimpinan PT PLN (Persero) No Kompetensi Kepemimpinan 1 Memperluas jaringan / Leveraging Network (LNW) 2 3 Membangun hubungan bisnis strategis / Building Strategic Business Relationship (BSB) Kemampuan mempengaruhi secara interpersonal / Interpersonal Persuasiveness Ability (IPA) 4 Kemampuan mempengaruhi / Leader Persuasiveness Ability (LPA) 5 Memaksimalkan kinerja dan mengembangkan orang lain / Maximising Performance and Developing Others (MPD) 6 Membimbing orang lain / Mentoring Others (MOT) 7 Kepemimpinan bervisi / Visionary Leadership (VLS) 8 Penyelesaian konflik dengan kepekaan eksternal / Conflict Resolution with External Sensitivity (CRE) 9 Pendelegasian dan tindak lanjut / Delegation and Follow Up (DFU) 10 Pengendalian manajemen dan pengambilan keputusan / Management Control and Decision Making (MCD) 11 Kolaborasi antar fungsi / Collaboration Across Function (CAF) 12 Pemecahan masalah operasional dan pengambilan keputusan / Operational Problem Solving and Decision Making (OPD) 13 Perencanaan dan pemberian arahan / Planning and Direction Setting (PDS) 14 Pertukaran keahlian / Sharing of Expertise (SET) 15 Kecerdasan bisnis / Business Inteligence (BIN) 16 Pemecahan masalah bisnis / Business Problem Solving (BPS) 17 Keterampilan presentasi dan fasilitasi / Presentation and Facilitation Skills (PFS) 27
4 3.1 Analisis Solusi Bisnis Pada laporan proyek akhir ini menggunakan pendekatan aliran kerja (work flow) sebagai dasar untuk menganalisa permasalahan yang ada. Berdasarkan pendekatan aliran kerja, maka pengembangan model kompetensi khususnya soft competency di PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dapat dibagi ke dalam 3 tahap, yaitu: 3.1. Pada tahap ini pengumpulan data data dan persiapan dilakukan dalam penelitian. Data-data yang dikumpulkan dan dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu antara lain : a. Data data mengenai sejarah perusahaan dari internet, komposisi pegawai, data komsumen dan pemakaian listrik, dll. b. Struktur Organisasi PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten c. Lampiran Lampiran SK GM PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten d. Buku Kebutuhan Kompetensi Jabatan PT PLN (persero) e. Buku Direktori Kompetensi PT PLN (persero) f. Budaya Perusahaan PT PLN (persero) g. Buku Buku referensi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) h. Artikel artikel tentang pelatihan dari internet Melakukan analisis terhadap soft competence yang sudah ada yaitu kompetensi inti dan kompetensi kepemimpinan yang ada di PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dengan membagi kompetensi tersebut kedalam beberapa kelompok atau dimensi berdasarkan kesamaan atau kedekatan definisi. Lalu selanjutnya dilakukan pemberian nama dimensi program pelatihan baru yang disesuaikan dengan beberapa teori dari Spencer 28
5 & Spencer (1993) dan memunculkan jenis materi materi pelatihan yang sesuai dengan kelompok kompetensi tersebut. Terdapat 10 kelompok kompetensi yang berasal dari kompetensi inti dan kompetensi kepemimpinan dan dinilai berdasarkan kedekatan definisi. Tabel 3.3 Kelompok Kompetensi PT PLN (Persero) Modul Kompetensi PLN Pengenalan Diri Membangun Motivasi Mengelola Perubahan Kompetensi PLN Level Integritas / integrity (ING) level -2,- 1,1,2,3,4 Sikap Profesional PLN / PLN level -2,- Professional Style (PPS) 1,1,2,3,4 Kemampuan Beradaptasi dan Kapasitas untuk Berubah / Adaptability and Capacity for Change (ACC) level -2,- 1,1,2,3,4 Pembelajaran Berkesinambungan / Continuous Learning (CLE) Pengambilan Keputusan Individu Komunikasi Efektif Orientasi Melayani Pelanggan / Customer Service Orientation (CSO) Kemampuan mempengaruhi secara interpersonal / Interpersonal Persuasiveness Ability (IPA) Kemampuan mempengaruhi / Leader Persuasiveness Ability (LPA) Keterampilan presentasi dan fasilitasi / Presentation and Facilitation Skills (PFS) level -2,- 1,1,2,3,4 level -2,- 1,1,2,3,4 Membangun Kelompok Mengelola Konflik Kolaborasi antar fungsi / Collaboration Across Function (CAF) Memaksimalkan kinerja dan mengembangkan orang lain / Maximising Performance and Developing Others (MPD) Membimbing orang lain / Mentoring Others (MOT) Penyelesaian konflik dengan kepekaan eksternal / Conflict Resolution with External Sensitivity (CRE) level -2,- 1,1,2,3,4 level -2,- 1,1,2,3,4 29
6 Modul Kompetensi PLN Kekuasaan dan Politik Pengambilan Keputusan Kelompok Kepemimpinan Kompetensi PLN Memperluas jaringan / Leveraging Network (LNW) Membangun hubungan bisnis strategis / Building Strategic Business Relationship (BSB) Pertukaran keahlian / Sharing of Expertise (SET) & Kecerdasan bisnis / Business Inteligence (BIN) Pemecahan masalah bisnis / Business Problem Solving (BPS) Pengendalian manajemen dan pengambilan keputusan / Management Control and Decision Making (MCD) Pemecahan masalah operasional dan pengambilan keputusan / Operational Problem Solving and Decision Making (OPD) Pendelegasian dan tindak lanjut / Delegation and Follow Up (DFU) Kepemimpinan bervisi / Visionary Leadership (VLS) Perencanaan dan pemberian arahan / Planning and Direction Setting (PDS) Level level -2,-1,1,2,3,4 level -2,-1,1,2,3,4 level -2,-1,1,2,3,4 Perancangan program pelatihan baru yang selanjutnya disesuaikan dengan teori dari Spencer & Spencer dapat dikelompokan menjadi 10 kelompok. Berikut adalah keseluruhan dari kelompok perancangan program dan materi pelatihan yang diusulkan, yaitu: 30
7 Kelompok Pengenalan Diri Tabel 3.4 Kelompok Pengenalan Diri 31
8 Kelompok Membangun Motivasi Tabel 3.5 Kelompok Membangun Motivasi 32
9 Kelompok Mengelola Perubahan Tabel 3.6 Kelompok Mengelola Perubahan 33
10 Kelompok Pengambilan Keputusan Individu Tabel 3.7 Kelompok Pengambil Keputusan Individu 34
11 Kelompok Komunikasi Efektif Tabel 3.8 Kelompok Komunikasi Efektif 35
12 Kelompok Membangun Kelompok Tabel 3.9 Kelompok Membangun Kelompok 36
13 Kelompok Mengelola Konflik Tabel 3.10 Kelompok Mengelola Konflik 37
14 Kelompok Kekuasaan dan Politik Tabel 3.11 Kelompok Kekuasaan dan Politik 38
15 Kelompok Pengambilan Keputusan Kelompok Tabel 3.12 Kelompok Pengambilan Keputusan 39
16 Kelompok Kepemimpinan Tabel 3.13 Kelompok Kepemimpinan 40
17 Pada tahap validasi dilakukan wawancara dengan Deputi Manajer Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Bapak Kusnadi serta Staff Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bapak Bobby. Wawancara ini ditujukan untuk menilai tingkat signifikansi terhadap soft competency yang telah dibuat dan juga terhadap perancangan program pelatihan dan pembuatan materi pelatihan yang sesuai dengan kompetensi tiap pemegang jabatan. Hasil wawancara validasinya yaitu: a. Beberapa jabatan yang terdapat di PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten masih belum terisi dikarenakan beberapa jabatan masih bisa dirangkap oleh jabatan lain. b. Kendala dalam pengembangan modul pelatihan masih terkendala dengan masalah kekurangan sumber daya manusia. c. Hasil laporan proyek akhir ini dapat memberikan masukan bagi Bagian Pengembangan Sumber Daya PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten khususnya dan PT PLN (persero) pada umumnya. 3.2 Aplikasi Analisa Terhadap Jabatan di Bagian Sumber Daya Manusia dan Organisasi PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Setelah melakukan penelitian yang tertuang pada bab sebelumnya, maka penulis hendak mengaplikasikannya kepada jabatan-jabatan yang berada di bawah divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Terdapat 5 contoh aplikasi analisa, yaitu 41
18 1.2.1 Tabel 3.14 Jabatan Manajer Sumber Daya Manusia dan Organisasi 42
19 1.2.2 Tabel 3.15 Jabatan Deputi Manajer Pengembangan SDM 43
20 1.2.3 Tabel 3.16 Jabatan Ahli Muda Pratama Pendidikan dan Pelatihan 44
21 1.2.4 Tabel 3.17 Jabatan Ahli Muda Utama Pengolahan Data Administrasi SDM 45
22 1.2.5 Tabel 3.18 Jabatan Ahli Muda Pratama Pengolahan Data Administrasi SDM 46
23
ANALISIS DAN PERANCANGAN SELEKSI PEMILIHAN PEGAWAI UNTUK SUATU JABATAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING. Manfaat
ANALISIS DAN PERANCANGAN SELEKSI PEMILIHAN PEGAWAI UNTUK SUATU JABATAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING Hartatik Manajemen Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta email : [email protected] Abstraksi
KOMPOSISI ASN BERDASARKAN JABATAN
KEBIJAKAN PENGISIAN JPT DALAM PERSPEKTIF UU ASN Oleh: Dr.Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl.SE, M.Eng. Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN dan RB KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI,
Topik Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills
Topik Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills 1 Daftar Isi : Topik In-house Training Outline Materi Training Daftar Klien Profil Fasilitator 2 Anda bisa mendownload file powerpoint presentasi
Developing Effective Leadership Skills
Developing Effective Leadership Skills Slide presentasi berikut merupakan sampel materi training : Leadership Skills. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami. Profil Fasilitator
Effective Leadership Skills
Developing Effective Leadership Skills Slide presentasi berikut merupakan sampel materi training : Leadership Skills. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami. Elemen-elemen
BAB III SOLUSI BISNIS
BAB III SOLUSI BISNIS Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa beberapa materi yang ada di kamus kompetensi saat ini tidak terdapat pada materi yang ada dalam form penilaian saat ini sehingga perlu
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house. Management Skills
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills 1 Daftar Isi : Topik In-house Training Benefit Pelatihan Biaya Pelatihan Outline Materi Training Daftar Klien Profil Fasilitator
BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI
BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI 4.1 Gambaran Umum Camar Resources Canada, Inc. CRC, Inc pada bulan November 2004 membeli 70% saham Indo- Pacific Resources (Java) Ltd. dan menjadi operator
: 138 HARI KERJA (6 BULAN)
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : OPERASI GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER PRAKIRAAN ENERGI : 138 HARI KERJA (6 BULAN) 1. TUJUAN/MANFAAT:
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house. Management Skills
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills 1 Daftar Isi : 1. Topik In-house Training 2. Benefit Pelatihan 3. Biaya Pelatihan 4. Outline Materi Training 5. Daftar Klien 6.
Customer Service Excellence
Customer Service Excellence Slide presentasi ini hanya sampel materi training : Service Excellence. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami. Profil Fasilitator Yodhia Antariksa,
Slide presentasi berikut merupakan sampel materi training : Effective Communication Skills. kegiatan in house training kami.
Developing Effective Communication Skills Slide presentasi berikut merupakan sampel materi training : Effective Communication Skills. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami.
Minggu 01 Sistem Informasi
Minggu 01 Sistem Informasi Sistem Informasi (IS) adalah susunan dari orang, data, proses, dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan sebagai output
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) Disampaikan pada Kongres Nasional IV Assessment Center Bandung, 17 September 2015 Curriculum Vitae Ahmad Gusmar Harahap Tempat/Tgl Lahir : Medan, 26 Agustus 1965
Developing Effective Communication Skills
Developing Effective Communication Skills Slide presentasi berikut merupakan sampel materi training : Effective Communication Skills. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang dilakukan terhadap Dosen Top Performers di Universitas X, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
Building Up PROFESSIONAL ATTITUDE SOFT SKILLS. Membangun Karakter Sukses & Mulia
Building Up SOFT SKILLS & PROFESSIONAL ATTITUDE Membangun Karakter Sukses & Mulia Menurut survei yang diterbitkan National Association of Colleges and Employers (NACE) pada tahun 2002 di Amerika Serikat,
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house. Management Skills
Proposal dan Biaya Pelatihan Manajemen In house Training Management Skills 1 Daftar Isi : 1. Topik In-house Training 2. Benefit Pelatihan 3. Biaya Pelatihan 4. Outline Materi Training 5. Daftar Klien 6.
Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Tim Teknis UPRBN Kementerian PAN dan RB
Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Tim Teknis UPRBN Kementerian PAN dan RB Mataram, 10 12 April 2012 PMPRB 1. PerMENPANRB No. 1 Tahun 2012 tentang Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi
1. TUJUAN/MANFAAT: Membentuk peserta diklat menjadi terampil melaksanakan PDKB Tegangan Menengah yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan unit
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TM : JUNIOR ENGINEER PDKB JARINGAN TEGANGAN MENENGAH
Penyusun. Tim Pengarah. Tim Revisi Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan. Tim Ahli. Narasumber
Penyusun Direktori Kompetensi (khusus Soft Competency) direvisi oleh Tim Revisi Direktori Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan bersama Tim Pengarah dan Narasumber. Berdasarkan Surat Penugasan dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoretis 2.1.1 Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Kompetensi sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan pada tingkat yang memuaskan di tempat kerja, termasuk diantaranya
(PSIKOLOGI SDM) MSDM
PSIKOLOGI PERSONEL (PSIKOLOGI SDM) PSIKOLOGI PERSONEL BERBASIS KOMPETENSI PSIKOLOGI PERSONEL PSIKOLOGI ORGANISASI PSIKOLOGI KONSUMEN PSIKOLOGI KEREKAYASAAN PSIKOLOGI SDM BERBASIS KOMPETENSI Serangkaian
PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB
PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB Moses L. Singgih 1, Sri Gunani Partiwi 2 dan Arum S. Dani 3 Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi
BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Kinerja bursa saham secara tidak langsung mempengaruhi kemajuan perekonomian nasional. Pasar modal kini memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara, baik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini dimana teknologi informasi sangat maju dan terus berkembang, sangat penting bagi perusahaan untuk menerapkannya dalam proses bisnis yang dijalani.
Cust Cu om o er Service Excellence
Customer Service Excellence Slide presentasi ini hanya sampel materi training : Service Excellence. Materi lengkap dapat diperoleh melalui kegiatan in house training kami. Dua Dimensi dari Service Service
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pemustaka. Pustakawan harus dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pemustaka. Salah
Prof. Dr. Irmawati, Psikolog
Prof. Dr. Irmawati, Psikolog Underlying characteristics of individual that is causally related to criterion referenced effective and/or superior performance in a job or situation Spencer & Spencer Sifat-sifat
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada saat ini persaingan didalam dunia bisnis semakin ketat sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada saat ini persaingan didalam dunia bisnis semakin ketat sehingga berbagai cara dilakukan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan para kompetitornya. Salah satu
Manajemen dan Manajer
Manajemen dan Manajer Peta pembelajaran Manajemen dan Manajer (6) Role of manager (1) Manajemen dan Manajer Definisi 3 Poin (5) Keterampilan manajer 4 Poin (4) Kegiatan-kegiatan manajer 8 Poin Manajemen
BAB I PENDAHULUAN. mampu bersaing dalam era tersebut dengan berbekal soft skills, hard skills,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi yang penuh dengan persaingan bisnis yang ketat, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini perusahaan tidak hanya mementingkan peningkatan pendapatan atau kinerja perusahaan saja, kesadaran perusahaan mengenai pentingnya kualitas dari sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam bidang farmasi yang produksinya adalah vaksin dan serum. PT.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. X merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang farmasi yang produksinya adalah vaksin dan serum. PT. X berdiri sejak 6 Agustus
2. PERSYARATAN PESERTA
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TT/TET : JUNIOR ENGINEER PELAKSANA PDKB TT/TET
Manajemen, Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan
Manajemen, Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan Modul ke: Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM. Fakultas Desain & Seni Kreatif Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Fungsi Manajemen Manajemen adalah
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN CATERING DENGAN METODE CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) (Studi Kasus CV.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN CATERING DENGAN METODE CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) (Studi Kasus CV. Edy s Catering) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program
BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi perusahaan, terutama bila dibandingkan dengan sumber daya lainnya. Melalui
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
i ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai model kompetensi pada sales agent di PT. X Kota Bandung. Variabel penelitian ini adalah model kompetensi dengan menggunakan metode
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: SERVICES MARKETING PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN 2015 Nama Mata Kuliah : Services Marketing Kode Mata Kuliah/sks : / 3 sks Program Studi Semester Nama
PROYEK AKHIR. Oleh : JOEHERDI MUHAMMAD YUSUF NIM: Program Magister Administrasi Bisnis. Sekolah Bisnis dan Manajemen
ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JABATAN: STUDI KASUS DI BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA dan ORGANISASI PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN BANDUNG PROYEK AKHIR Oleh : JOEHERDI
PERENCANAAN STRATEGIS di rumahsakit: dengan pendekatan klinik
PERENCANAAN STRATEGIS di rumahsakit: dengan pendekatan klinik Disampaikan oleh: Laksono Trisnantoro Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM STRATEGIC THINKING Orientasi eksternal Analisis
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan laba atau menambah nilainya sendiri. Kualitas dari SDM akan sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan, tanpa manusia maka sumber daya perusahaan tidak akan dapat menghasilkan laba
dan fungsinya. Pada tahapan selanjutnya diharapkan akan terwujud peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat selaku end user.
LAMPIRAN : PERATURAN BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN JABATAN TINGGI PRATAMA DAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN SECARA TERBUKA
Strategi & Upaya Menjadi Sekretaris yang Kompeten dan Profesional
Strategi & Upaya Menjadi Sekretaris yang Kompeten dan Profesional STIKOM, 22 Mei 2012 Dipresentasikan Oleh; PERAN SEKRETARIS SAAT INI > MENGOLAH ARSIP/DATA MENJADI INFORMASI YANG BERMANFAAT MITRA KERJA
1. PerMENPANRB No. 1 Tahun 2012 tentang Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB)
1. PerMENPANRB No. 1 Tahun 2012 tentang Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) 2. Model PMPRB merupakan hasil adopsi dari Model CAF yang telah disesuaikan dengan kebijakan reformasi
Rangkuman SIM Bab 12 MENINGKATKAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN (ENHANCING DECISION MAKING)
Rangkuman SIM Bab 12 MENINGKATKAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN (ENHANCING DECISION MAKING) A. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN SISTEM INFORMASI Dulu, pengambilan keputusan ada di tangan manajemen, tapi kini setiap
WORK TEAMS. presented by : M Anang Firmansyah
WORK TEAMS presented by : M Anang Firmansyah TEAMS VS GROUPS Work Group kelompok yang berinteraksi untuk berbagi informasi dan membuat keputusan untuk membantu setiap anggota kelompok melakukan tanggungjawabnya
Manajemen Strategik. Tommy Kuncara 1
Manajemen Strategik Manajemen Strategik Tommy Kuncara 1 Pengertian Magik Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen strategik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pembuatan model kompetensi ini merupakan salah satu usaha untuk membantu manajemen Camar Resources Canada Inc. dalam mengelola SDM dengan professional yang diharapkan
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI), adalah salah satu bank yang mempunyai sistem informasi dan infrastruktur Information Technology (IT) terbesar dan tersebar di seluruh
Model Kompetensi. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi perilaku seseorang yang sesuai dengan visi, misi & strategi organisasi.
Model Kompetensi Model Kompetensi adalah powerful tool untuk mengidentifikasi knowledge, skills, and personal attributes yang dibutuhkan untuk menjalankan institusi. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi
DASAR-DASAR MANAJEMEN EFEKTIF
DASAR-DASAR MANAJEMEN EFEKTIF By Nina Triolita, SE, MM. By Nina Triolita, SE, MM. Pertemuaan ke 9 Pengantar Bisnis MANAJEMEN EFEKTIF EFEKTIVITAS Pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah
BAB I PENDAHULUAN. terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi ini terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak pihak
Mapping Manajerial Kompetensi
Mapping Manajerial Kompetensi di PT. E-T-A Indonesia Ronny Tanto 1, Jani Rahardjo 2 Abstract: Managerial competencies play an important role in measuring the managers performance. At present, PT E-T-A
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai perancangan model kompetensi ini yang sudah disinggung di bab sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sekilas mengenai model
ABSTRAK. Kata kunci : produktivitas, Malcolm Baldrige dan continuously improvement. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam suasana persaingan yang semakin ketat dan aktivitas perusahaan yang semakin kompleks, setiap perusahaan dituntut untuk menghasilkan laba seoptimal mungkin agar dapat mempertahankan kelangsungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompetensi Setiap organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu untuk mencapai keberhasilan, untuk mencapai keberhasilan diperlukan landasan yang kuat berupa Kompetensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Proyek Konstruksi Menurut Ervianto (2005), suatu proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek.
BAB I. PENDAHULUAN. Terapi untuk anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu kebutuhan
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Terapi untuk anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, dengan diberikannya terapi sedari dini dapat membantu anak menjadi
2. PERSYARATAN PESERTA
BIDANG FORM 1 : KERANGKA KEGIATAN PROGRAM ON JOB TRAINING SMK / SMA TAHUN 2011/2012 PROYEKSI JABATAN WAKTU : OPERASI GI & TRANSMISI : JUNIOR ENGINEER OPERASI REAL TIME : 138 HARI KERJA (6 BULAN) 1. TUJUAN/MANFAAT:
Pengertian Manajemen Dan Peran Manajer 1. George R Terry mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumn
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN BISNIS Pengertian Manajemen Dan Peran Manajer 1. George R Terry mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui kegiatan
Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan
Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan Jika anda menginginkan satu tahun kemakmuran, tanamlah benih. Jika anda menginginkan sepuluh tahun kemakmuran, tumbuhkanlah pohon. Tapi jika anda menginginkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 7 orang terapis dan 4
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 7 orang terapis dan 4 orang staff maka dapat diambil kesimpulan bahwa profil kompetensi yang muncul untuk
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
74 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini memberikan deskripsi mengenai budaya perusahaan yang ada dalam Bahana Group. Bahana group adalah kelompok perusahaan yang bergerak di dalam industry pasar modal
Bab III Profil Perusahaan
Bab III Profil Perusahaan Bagian ini akan mengetengahkan sekilas mengenai profil perusahaan. Berikutnya akan dijelaskan secara singkat mengenai kondisi sumberdaya TI yang ada di perusahaan. III.1 Profil
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS KOMPETENSI
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS KOMPETENSI UU No.4 Tahun 2014 tentang ASN PEMBINAAN KARIR JABATAN DAN JENJANG PANGKAT POLA DASAR KARIR PERPINDAHAN JABATAN POLA KARIR MANAJEMEN KARIR TALENT POOL SDM
SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
ETIK UMB MANFAAT SOFT SKILL. Nabil Ahmad Fauzi, M.Soc.Sc. Ekonomi. Manajamen. Modul ke: Fakultas. Program Studi.
ETIK UMB Modul ke: 13 MANFAAT SOFT SKILL Fakultas Ekonomi Program Studi Manajamen www.mercubuana.ac.id Nabil Ahmad Fauzi, M.Soc.Sc PENGANTAR McKinsey Global Institute, memperkirakan, pada 2030 Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dengan semakin ketatnya persaingan dan perubahan lingkungan eksternal
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin ketatnya persaingan dan perubahan lingkungan eksternal organisasi, banyak organisasi melakukan penyesuaian dalam struktur maupun pengelolaannya
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS Nama : RONI ANDI PANGAJOANG.ST
23111996bygrahitaindonesia Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis yang telah kami lakukan terhadap Sdr. Roni,kami telah PROBLEM SOLVING PLANNING RESPONSIBILITY PRODUCT INOVATION KEPEKAAN MANAJEMEN MEMORI
PT RADANA BHASKARA FINANCE TBK
LEADERSHIP DEVELOPMENT PROGRAM PT RADANA BHASKARA FINANCE TBK By: Muhammad Isarino Waldhemar Head of Learning and Development Department A. Sekilas Radana Finance PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (Radana
7 SUMBER DAYA MANUSIA
7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam
BASIC TALENT MANAGEMENT : MEMAHAMI TALENT SECARA UTUH DAN MENYELURUH OLEH MEI PURWANTO
BASIC TALENT MANAGEMENT : MEMAHAMI TALENT SECARA UTUH DAN MENYELURUH OLEH MEI PURWANTO SELAYANG PANDANG APA ITU TALENT MANAGEMENT? Talent Management/manajemen bakat : suatu proses manajemen/strategi pengelolaan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PROGRAM STUDI PSIKOLOGI F- 0621 Tg; Berlaku : September 2011 Issue/Revisi : Jml Halaman : Mata Kuliah : Psikologi Organisasi Kode Mata Kuliah : PSI-204 Jumlah SKS : 2 Waktu
Developing an IS/IT Strategy: Establishing Effective Process
Developing an IS/IT Strategy: Establishing Effective Process Strategic Information Systems Planning John Ward, 2003 Dikompilasi: Arrianto Mukti Wibowo [email protected], [email protected]
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy
Resume Chapter 2: Charting a Company s Direction: Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy Perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing diharuskan mampu dalam memahami perubahan struktur pasar dan
Interpersonal Communication Skill
Modul ke: 01Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Interpersonal Communication Skill Perkenalan Mata Kuliah, Kontrak Belajar dan pemahaman Soft Skill Eppstian Syah As'ari, M.Si Program Studi Periklanan dan
MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 288-1. NAMA JABATAN : Kepala Subbagian Pengelolaan Kinerja 2. IKHTISAR JABATAN : Melakukan penyusunan, penelaahan, monitoring, dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama, serta
LEADERSHIP DI SUSUN OLEH : HARRY SATRIA PUTRA ERPEN JUANDA
LEADERSHIP DI SUSUN OLEH : HARRY SATRIA PUTRA 112.6211.060 ERPEN JUANDA 112.6211.068 Manajer Vs Pemimpin Manajer Ditunjuk untuk posisinya. Dapat mempengaruhi didasarkan pada wewenang formal yang melekat
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Sejarah Kurikulum Prodi Teknik Informatika Hingga saat ini, Program Studi Teknik Informatika
BAB 2 LANDASAN TEORI. Kecerdasan adalah kemampuan kognitif pada suatu individu untuk memberikan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence) Kecerdasan adalah kemampuan kognitif pada suatu individu untuk memberikan alasan yang baik, belajar dari pengalaman, dan mengahadapi
COMPLETE: Profile Lulusan Undip
COMPLETE: Profile Lulusan Undip P2KKN KKN-PPM Tim I Tahun 2017 COMPLETE: Muncul dari keprihatinan terhadap merosotnya daya saing bangsa Three major issues in the education of young people today Vision:
