BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
|
|
|
- Suparman Atmadjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Pemecahan masalah dalam penyusunan skripsi mempunyai beberapa tahapan penelitian yang digunakan. Tahapan tersebut di tuangkan dalam bentuk diagram alir pemecahan masalah yang terdapat pada Gambar 3.1 berikut ini: START Observasi awal : - Studi lapangan - identifikasi masalah - tujuan penelitian Studi pustaka Pengumpulan data: - Data gambaran umum perusahaan, struktur organisasi. - Data-data produksi dept. Die Shop. - Data-data mesin yang dipakai pad depr. Die Shop. - Data proses produksi - Data permintaan produk - Data waktu proses dan metode penjadwalan yang dipakai di dept. Die shop Analisis Sistem berjalan Dept. Die Shop PT. Alakasa Extrusindo Pengolahan data dengan menggunakan metode CDS, Branch and Bound, SPT, dan heuristic Palmer. Untuk kemudian melakukan perhitungan makespan Pemilihan metode penjadwalan dengan melihat makespan terkecil untuk dibuat Laporan Penjadwalan Produksi. Kesimpulan dan saran SELESAI Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pemecahan masalah
2 33 Untuk memperjelas keterangan yang ada pada Gambar 3.1 diatas, berikut adalah penjelasan dari Gambar tersebut: 1. Observasi awal Merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui situasi dan keadaan perusahaan secara lengkap. Tahapan ini merupakan survey untuk melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan di perusahaan dan pengumpulan informasi yang berkaitan dengan perusahaan secara menyeluruh, pengumpulan informasi tersebut dilakukan dengan teknik wawancara kepada pekerja, staff dan manajer perusahaan yang terkait dengan kegiatan produksi. Observasi awal ini meliputi: - Studi Lapangan Melakukan pengamatan di lapangan untk melihat keadaan baik fisik maupun cara kerja dari PT. Alaksa Extrusindo. - Identifikasi Masalah Pada tahap ini akan di lakukan pengidentifikasian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, setelah melakukan wawancara dengan para karyawan dapat disimpulkan bahwa departemen Die Shop mempunyai kendala dalam melakukan penghematan waktu kerja, mengingat keputusan dari pihak manajemen perusahaan yang akan melakukan penghematan biaya operasional perusahaan karena kenaikan harga bahan baku dan energi, sedangkan order bertambah banyak, saat ini departemen Die Shop
3 34 mempunyai keinginan untuk mencari metode penjadwalan produksi yang terbaik untuk menggantikan metode mereka yang lama - Tujuan penelitian. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyususnan skripsi ini adalah untuk mengusulkan suatu metode penjadwalan produksi dengan menggunakan metode CDS, SPT, Branch and Bound, dan Palmer untuk mengurangi makespan pada departemen Die Shop PT. Alakasa Extrusindo. 2. Analisis sistem berjalan pada departemen Die Shop PT. Alakasa Extrusindo Melakukan analisa sistem berjalan di departemen Die Shop PT. Alakasa Extrusindo. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui metode yang digunakan pada departemen Die Shop guna dijadikan pembanding terhadap metode usulan dalam skripsi ini yaitu SPT, Branch And Bound, Palmer, dan CDS. Metode yang dipakai oleh departemen Die Shop ini adalah metode FCFS (First Come First Serve). 3. Studi kepustakaan Studi pustaka merupakan pencarian teori-teori yang terkait dengan topik skripsi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan tahapan penyelesaian masalah, penggunaan referensi yang sesuai dengan masalah yang dibahas dalam skripsi berguna untuk memberikan solusi yang tepat memecahkan permasalahan yang terdapat dalam perusahaan.
4 35 4. Pengumpulan data. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data, Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan informasi seputar Perusahaan dan data dari departemen die Shop yang berupa: Data gambaran umum perusahaan, struktur organisasi. Data-data produksi dept. Die Shop. Data-data mesin yang dipakai pad dept. Die Shop. Data proses produksi Data permintaan produk Data waktu proses dan metode penjadwlan yang dipakai di dept. Die shop 5. Pengolahan data. Setelah data-data telah didapat maka tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pengolahan data dengan menggunakan metode penjadwalan Branch and Bound, SPT, CDS, dan heuristic palmer. Langkah-langkah pengerjaan dalam perhitungan urutan penjadwalan ini adalah sebagai berikut: Metode Branch And Bound 1. Tentukan waktu penyelesaian untuk mesin pertama, yang dilambangkan dengan q 1 untuk setiap job. 2. Tentukan juga waktu penyelesaian untuk mesin berikutnya (dengan menambahkan q 1 dengan waktu proses berikutnya) yang dapat dituliskan sebagai berikut :
5 36 q 2 = q 1 + t 2 atau q 2 = t 1 + t 2 3. Selanjutnya penentuan batas bawah pertama (b 1 ), dengan rumus (2.2). 4. Penentuan batas bawah kedua (b 2 ) dilakukan dengan rumus (2.3). 5. lakukan penentuan batas bawah (bm) sampai dengan m = jumlah mesin. 6. Setelah didapat semua batas bawahnya, dilakukan pemilihan batas bawah terbesar (maksimal) dengan menggunakan rumus (2.5). 7. Setelah menemukan batas bawah terbesar, maka untuk selanjutnya akan dilakukan pemilihan batas bawah paling minimal dari yang maksimal tersebut. 8. Dilakukan iterasi terhadap batas bawah yang ada untuk setiap pekerjaan dan penjadwalan dimulai dari batas bawah yang terkecil. Metode Heuristic Palmer 1. Tentukan slope Index pada tiap job (Sj) dengan menggunakan rumus (2.6) 2. Untuk kemudian tentukan urutan penjadwalan dengan mengunakan urutan berdasarkan aturan (2.7) Metode CDS 1. Pertimbangkan hanya mesin pertama dan mesin terakhir. Pecahkan masalah penjadwalan dengan aturan Johnson, kemudian hitung makespannya. 2. Buat pseudo processor dengan aturan (2.8) kemudian pecahkan penjadwalan dengan aturan Johnson, lalu hitung makespannya.
6 37 3. Buat dua pseudo processor berikutnya dengan rumus yang sama (2.8) 4. Pecahkan masalah penjadwalan dengan aturan Johnson, kemudian hitung makespannya. 5. Teruskan membuat pseudo processor hingga m-1 processor. Untuk pemecahan terakhir. 6. Untuk setiap kali pemecahan penjadwalan, hitung makespannya. Pilih solusi dengan makespan terkecil. Metode SPT 1. Jumlahkan semua waktu operasi dari tiap-tiap job. 2. Setelah mendapatkan jumlah dari tiap-tiap job urutkan job yan gakan di produksi dengan melihat urutan dari total waktu proses yang paling pendek, lihat aturan (2.9). Setelah melakukan perhitungan untuk menentukan urutan produksi dengan menggunkan metode-metode di atas kemudian dilakukan perhitungan maskespan. 6. Penentuan metode terbaik. Dengan melihat hasil makespan dari metode-metode diatas, metode dengan nilai makespan paling kecil merupakan metode pernjadwalan produksi yang dipilih dan paling minimum.
7 38 7. Kesimpulan dan Saran. Akhirnya akan dilakukan penyimpulan mengenai masalah dan pemecahan masalah yang telah dilakukan sebelumnya, serta saran-saran yang sekiranya beramanfaat. 3.1 Ukuran Kinerja Beberapa ukuran kinerja yang dari pelaksanaan yang dilakukan dalam pelaksanaan skripsi adalah sebagai berikut: Makespan Adalah jangka waktu penyelesaian suatu penjadwalan yang merupakan jumlah seluruh waktu proses. Dengan meminimasi makespan bertujuan melakukan penyelesaian pekerjan secepatnya namun tanpa mengurangi dari kegunaan alat ataupun mesin yang dipakai untuk berproduksi, dan tetap menjaga kualitas dari produk yang diproduksi. Jumlah pekerja dan mesin menganggur Dengan berbagai metode yang digunakan dapat meminimasi jumlah pekerja dan mesin yang menganggur, dalam hal ini bukannya untuk memaksa pekerja atau mesin untuk bekerja secara terus menerus namun sekedar untuk memberdayakan sumber daya yang ada dalam perusahaan saja.
8 39 Meminimasi jumlah Job yang terlambat Berusaha untuk memberikan pesanan kepada pemesan sesuai dengan waktu yang ditentukan sehingga pelanggan akan merasa puas dan perusahaan akan lebih efektif. Rata rata keterlambatan Meminimasi rata-rata keterlambatan berarti akan meminimasi dari maksimum rata-rata keterlambatan. 3.2 Teknik Pengumpulan Data Dalam penyusunan skripsi dilakukan beberapa teknik pengumpulan data-data di perusahaan PT. Alakasa Extusindo antara lain yaitu: 1. Studi literatur dan kepustakaan Diperolehnya data-data dengan mempelajari dari literatur-literatur disamping membaca dari sumber-sumber lain yang terdapat di perpustakaan dan melalui internet guna memecahkan dan menyelesaikan masalah serta menyusun landasan teori yang akan dibahas, sehingga akan didapat data secara teoritis yang lengkap. 2. Metode penelitian lapangan Observasi langsung Dilakukannya pengamatan secara langsung terhadap cara kerja di PT. Alakasa Extrusindo, yaitu dengan mempelajari metode yanng dipakai dalam melakukan penjadwalan pada departemen Die Shop di PT. Alaksa Extrusindo,
9 40 selain itu juga dilakukan pencatatan data-data yang dianggap penting dan proses permesinan produk dari dies yang di buat oleh departemen Die Shop. Wawancara Guna mendapatkan data yang langsung dan akurat maka dilakukan tanya jawab langsung kepada staf-staf dari bagian Die Shop dan departemen yang terkait di PT. Alaksa Extrusindo dalam upaya untuk mendapatkan penjelsan yang akurat dari permasalahan yang di bahas dalam penyusunan skripsi ini. 3.3 Analisis Sistem Berjalan Setelah di pelajari dalam penjadwalan produksi yang dilakukan pada departemen Die Shop di PT. Alakasa Extrusindo dalam pembuatan cetakan profil alumunium ditemukan metode penjadwalan FCFS (first come first serve) dimana dalam penjadwalan produksinya pesanan yang paling awal datang akan paling awal juga dikerjakan. Perusahaan dalam menerima pesanan selalu memperhatikan beberapa hal yaitu memperhatikan jenis bentuk cetakan yang dipesan serta batas waktu yang diberikan oleh konsumen. Setelah perusahaan menerima pesanan dari konsumen kemudian departemen Die Shop akan menyesuaikan dengan kapasitas terpasang dan dilakukan penetapan standar waktu proses, untuk selanjutnya dilakukan pemrosesan. Dalam penetapan standar waktu proses dilakukan dengan melihat pesananpesanan terdahulu sebagai acuan dan pembanding.
10 41 Pembuatan dies di Departemen Die Shop PT. Alaksa Extrusindo terdapat dua jenis cetakan yaitu jenis Solid dan Hollow, yang pertama jenis Hollow adalah jenis cetakan yang mempunyai akurasi lebih tinggi karena bentuk profilnya sangat rumit jika dibandingkan tipe Solid yang lebih sederhana. Dalam pembuatan cetakan ini (dies) ini, material yang digunakan adalah baja paduan panas (HI3), material jenis ini didatangkan dari perusahaan pemasok yang khusus mensuplai material sebagai bahan baku cetakan. Berikut ini adalah proses-proses yang dilakukan pada departemen die shop PT. Alakasa Extrusindo: 1. Cutting atau sawing Pada tahap pemotongan ini. bahan baku cetakan masih berbentuk gelondongan (berbentuk silinder/'die blank) dipotong sesuai dengan kebutuhan. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan gergaji dimana pisau gergaji bergerak secara rotasi, penggergajian ini dilakukan oleh sebuah mesin gergaji yang bekerja secara otomatis. 2. l.athe Pada tahap ini, bahan yang telah dipotong dan sesuai ukuran yang diinginkan bahan cetakan ini dibawa ke mesin bubut untuk dibubut. Tahap ini dilakukan untuk mendapatkan diameter cetakan yang lebih presisi dan untuk menyempurnakan permukaan bahan baku cetakan.
11 42 3. Marking (penggambaran) Pada tahap ini, bahan baku yang telah dibubut digambar dengan menggunakan metode penggoresan pada benda kerja. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini, yaitu benda kerja yang telah selesai dibubut, diletakan pada sebuah meja gambar dan kemudian digambar dengan metode penggoresan yang disesuaikan dengan bentuk dan ukuran benda kerja yang didinginkan customer. Penggoresan dilakukan dengan penggores yang berbentuk pahat, yang terbuat dari baja karbon. Pada tahap marking ini juga berlaku toleransi toleransi ukuran antara lain: Standard lnternasional, Australian Standard, dan Japan lnternasional Standard. Bersamaan dengan itu pengeboran dilakukan terhadap benda kerja yang hanya memerlukan satu pengerjaan pengeboran sesuai pada gambar kerja. 4. Milling Pada tahap ini, dilakukan apabila benda kerja memerlukan pengfreisan pada gambar kerjanya, pengefreisan dilakukan untuk membentuk profil pada cetakan. 5. MCCT Tujuan Tahap MCCT ini adalah untuk mengurangi pekerjaan pada bagian marking. drilling, dan milling karena dilakukan dengan menggunakan mesin CNC. Hal ini juga dilakukan untuk mempercepat proses pengerjaan tetapi karena mesin CNC yang dimiliki PT. Alakasa Exstrusindo hanya dua buah mesin, rnaka untuk proses marking. drilling, dan milling juga tetap dilakukan hal ini untuk membantu proses pembuatan dies.
12 43 6. Grinding. Setelah benda kerja melalui proses MCCT atau milling, drilling maka benda kerja masuk pada tahap penggerindaan, penggerindaan dilakukan untuk mendapatkan bentuk lain terhadap benda kerja misalnya berbentuk tirus dan untuk memperhalus benda kerja dari proses awal. Proses grinding ini dilakukan hanya satu tahap, karena benda kerja sudah melalui beberapa proses yang hampir sama fungsi dan cara kerjanya. Kemudian dirakit sesuai tipe dan jenis benda kerja itu sendiri dan proses perakitan yang dilakukan masih secara manual karena dengan cara ini dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, sehingga pada tahap ini perlu penanganan yang sangat teliti untuk mencapai hasil yang maksimal dan hasil yang lebih efisien. 7. Heat Treatment Heat treatment adalah proses pengerasan baja yang dilakukan dengan cara pemanasan dan pendinginan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat kekerasan pada benda sesuai dengan kemempuan benda kerja. Dalam tahap ini dies dipanaskan didalam oven dengan menggunakan brankas diisi kokas setama 4 jam pada 2 jam pertama dies dipanaskan pada suhu 650 C selanjutnya 2 jam berikutnya ditambah suhunya hingga mencapai 1030 C, Kemudian dies tersebut diangkat dan didinginkan menggunakan van selama 2 jam atau dies suhunya sudah mencapai 100 C. Pada kondisi ini kekerasan dies menjadi Hrc. Tempering adalah proses penurunan kekerasan, pada tahap ini dies kembali dipanaskan selama 1-2 jam pada suhu 584 C. Setelah itu dies didinginkan sampai
13 44 benar-benar dingin dengan menggunakan fan, setelah itu kondisi dies diperiksa kekerasannya hingga mencapai Hrc. 8. Surface Grinding Pada tahap ini dies yang telah melalui proses heat Treatment permukaannya harus diratakan dengan menggunakan mesin gerinda. Proses ini dilakukan karena pada permukaan dies terdapat kerak akibat proses pemanasan heat treatment dan tempering. 9. Wire Cut Tahap ini adalah proses pemotongan cetakan bagian die dengan menggunakan kawat yang dikontrol dengan komputer (program fanuc) atau dapat langsung dioperasikan seperti pengoperasian mesin CNC. 10. Electric Discharge Machine (EDM) Pada tahap ini dies dilubangi untuk proses pembentukan type cetakan produk yang akan dihasilkan dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari carbon menggunakan mesin EDM yang proses adalah cetakan carbon tersebut diberikan aliran listrik DC, kemudian cetakan carbon tersebut bergerak turun naik hingga akhirnya dies tersebut berlubang seperti cetakan carbon. dies tersebut berlubang karena akibat proses pengikisan logam.
14 Retemper Setelah dies itu terbentuk lubang cetak, pada tahap ini dies tersebut di panaskan kembali dengan menggunakan oven selama 1 jam yang gunanya untuk melepaskan kerak keras (hard Iayer)akibat dari proses EDM. 12. Finishing Pada tahap ini dies tersebut dipanaskan pada suhu 200 C hal ini dilakukan untuk melapisi kekerasan dies dengan menggunakan garam Durferrit metode yang dilakukan yaitu dengan metode perendaman. 13. Testing Tahap ini dies tersebut diperiksa apakah ukuran cetakan yang diinginkan oleh costumer sudah benar-benar tepat. Pekerjaan ini dilakukan oleh orang yang memiliki ketelitian tinggi karena hasil puncak dari pekerjaan dies tersebut ada pada tahap ini. Dalam proses produksi yang dilakukan Departemen Die Shop PT. Alakasa Extrusindo, Tbk. Proses produksi dilakukan dengan sepuluh tahapan produksi dengan mengunakan sepuluh jenis mesin, masing masing pada tiap proses menggunakan dua buah mesin. Tahapan proses produksi dilakukan seperti tergambar pada Gambar 3.2 berikut ini.
15 46 Diagram Proses Pembuatan Dies Lathe Marking Milling Grinding Heat Treatment Surface Grinding Wire Cut EDM Retemper Finishing Gambar 3.2 Gambar Tahapan Produksi Pembuatan Dies Dalam melakukan proses permesinan tiap mesin (kecuali proses Heat Treatment) di operasikan secara manual oleh satu orang pekerja yang memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menangani mesin tersebut. Dalam pekerjaan yang di lakukan, seorang pekerja diharuskan melakukan pekerjaan tersebut tepat pada waktu yang telah ditetapkan, karena dalam tiap proses permesinan terdapat waktu standar yang menjadi acuan dalam penyelesaian pekerjaannya, data standar waktu kerja di tampilkan pada Tabel 3.1 berikut ini:
16 47 Tabel 3.1 Tabel Waktu Proses Dies bulan September 2005 (dalam jam) Produk Type lathe Mark. Mill Grinding Heat Surf. Wire Total EDM Retemp. Finish. treat Grind. Cut (jam) Hollow Hollow Solid Hollow Solid Hollow Solid Solid Hollow Hollow Penjelasan untuk waktu kerja mesin dan jenis produk untuk selanjutnya akan dinotasikan sebagai berikut: Waktu kerja: - lathe dinotasikan dengan (t1) - Marking dinotasilan dengan (t2) - Milling di notasikan dengan (t3) - Grinding dinotasikan dengan (t4) - Heat Treatment dinotasikan dengan (t5) - Surface Grinding dinotasikan dengan(t6) - Wire cut dinotasikan dengan (t7) - Electric Discharge Machine/EDM dinotasikan dengan (t8) - Retemper dinotasikan dengan (t9) - Finishing dinotasikan dengan (t10)
17 48 - Completion Time (C) merupakan waktu total proses permesinan dalam 1 Job. Jenis produk - Produk di notasikan sebagai job 1 - Produk di notasikan sebagai job 2 - Produk di notasikan sebagai job 3 - Produk di notasikan sebagai job 4 - Produk di notasikan sebagai job 5 - Produk di notasikan sebagai job 6 - Produk di notasikan sebagai job 7 - Produk di notasikan sebagai job 8 - Produk di notasikan sebagai job 9 - Produk di notasikan sebagai job 10
Universitas Bina Nusantara. Analisis Penjadwalan Produksi Flow Shop Untuk Meminimasi Makespan Di Departemen Die Shop PT. Alakasa Extrusindo
Universitas Bina Nusantara Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Skripsi Strata 1 - Semester Ganjil tahun 2005 / 2006 Analisis Penjadwalan Produksi Flow Shop Untuk Meminimasi Makespan Di Departemen Die
BAB I PENDAHULUAN. Penjadwalan produksi merupakan ketepatan suatu perusahaan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penjadwalan produksi merupakan ketepatan suatu perusahaan dalam mengasilkan produk yang telah disepakati sesuai dengan kesepakatan. Penjadwalan produksi sangat erat
BAB lll PEMBUATAN PROFIL ALUMUNIUM
BAB lll PEMBUATAN PROFIL ALUMUNIUM 3.1 PROSES PRODUKSI 3.3.1 DAPUR PELEBURAN (FURNICE) Proses dimana bahan baku akan di panaskan sampai cair dengan suhu tertentu. Bahan baku tersebut terdiri dari 60% ingot
ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK P.T. Indo Extrusions adalah perusahaan yang berskala internasional dan bergerak di bidang pengolahan logam nonferos terutama alumunium. Terletak di jalan Leuwi Gajah No. 134, Cimindi, Cimahi menerapkan
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
42 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Start Observasi Lingkungan Produksi Studi Literatur Identifikasi Masalah Pengumpulan Data (dalam satu periode produksi) Menentukan Waktu Proses Tiap Pesanan Penjadwalan
pekerjaan pada mesin dan penugasan tenaga kerja pada mesin. Sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan perencanaan yang tepat pada saat menerima
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan dunia industri yang semakin pesat, perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dengan para kompetitor dengan menciptakan kredibilitas yang
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Model Perumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Berikut ini merupakan diagram alir yang menggambarkan langkah-langkah dalam melakukan penelitian di PT United Tractor.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Untuk kemudahan penyusunan job-job tersebut kemudian akan disebut sesuai urutan pengerjaan dengan metode perusahaan; dan nama mesin akan dicantumkan sesuai
PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. METINDO ERA SAKTI. Nama : Haga Ardila NPM : Jurusan : Teknik mesin
PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. METINDO ERA SAKTI Nama : Haga Ardila NPM : 23410094 Jurusan : Teknik mesin LATAR BELAKANG Perkembangan teknologinya dilakukan dengan cara melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang CV. Greeng Inspiration merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi, yang menawarkan jasa pembuatan pakaian seperti, kaos oblong, kaos berkerah, polo,
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN START
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES KERJA PRAKTIK Secara sistematik langkah pembuatan tempat tidur terapi 2 section dapat diuraikan pada diagram alir, seperti gambar berikut : START MENDAPAT
Analisis Dan Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Pada PT. Muliaglass Container
Analisis Dan Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Pada PT. Muliaglass Container Nama : Putra Octavianus NPM : 35412750 Jurusan Pembimbing 1 Pembimbing 2 : Teknik
PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM
PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM 1 PENJADWALAN (SCHEDULING) Melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien agar tujuan tercapai. Oleh karena itu pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat
I. PENDAHULUAN. Proses permesinan merupakan proses manufaktur dimana objek dibentuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses permesinan merupakan proses manufaktur dimana objek dibentuk dengan cara membuang atau meghilangkan sebagian material dari benda kerjanya. Tujuan digunakan proses
BAB I PENDAHULUAN. Sistem manufaktur adalah kumpulan dari equipment yang terintegrasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sistem manufaktur adalah kumpulan dari equipment yang terintegrasi dan human resource, yang mempunyai fungsi untuk melakukan satu atau beberapa proses operasi
BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH 3.1 Metodologi Pemecahan Masalah Metodologi yang dipakai dalam pemecahan masalah merupakan penerapan dari metode perbaikan proses berkesinambungan (Continuous Prosess Improvement)
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Industri SKRIPSI Semester Ganjil 2005/2006
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri SKRIPSI Semester Ganjil 2005/2006 PENENTUAN METODE PENJADWALAN TERBAIK N JOB M MESIN PADA LINI CUTTING MACHINING - ASSY/WELD - FINISHING DI PT. BASUKI
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE BRANCH AND BOUND PADA PT. XYZ
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE BRANCH AND BOUND PADA PT. XYZ Saiful Mangngenre 1, Amrin Rapi 2, Wendy Flannery 3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, 90245
BAB 2 LANDASAN TEORI
22 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Definisi penjadwalan Secara umum, penjadwalan merupakan proses dalam perencanaan dan pengendalian produksi yang digunakan untuk merencanakan produksi
Indeks Produksi Industri Sedang Besar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah penduduk yang semakin banyak mengakibatkan semakin banyaknya peluang usaha. Semakin banyaknya penduduk semakin banyak pula kebutuhan yang perlu dipenuhi. Industri-industri
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Definisi Umum Penjadwalan Produksi Untuk mengatur suatu sistem produksi agar dapat berjalan dengan baik, diperlukan adanya pengambilan keputusan yang tepat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, perkembangan teknologi di Indonesia terjadi dengan sangat pesat. Hal tersebut berpengaruh terhadap perkembangan badan usaha, perusahaan, organisasi dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengukuran Waktu Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktuwaktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus. Teknik pengukuran waktu terbagi atas dua bagian
SIDANG TUGAS AKHIR PENERAPAN METODE INTEGER PROGRAMMING PADA PENJADWALAN PRODUKSI MAKE TO ORDER DENGAN MESIN PARALEL
SIDANG TUGAS AKHIR PENERAPAN METODE INTEGER PROGRAMMING PADA PENJADWALAN PRODUKSI MAKE TO ORDER DENGAN MESIN PARALEL (Studi Kasus: Bengkel Umum Unit III, PT. Gudang Garam,Tbk.) Dosen Pembimbing: Prof.
PROSES PEMBUATAN PADA ALAT BANTU JIG SLIPPER ETHANOL ( COMA RIGHT & LEFT ) DI PT. SUMBER TEKNIK SENTOSA
PROSES PEMBUATAN PADA ALAT BANTU JIG SLIPPER ETHANOL ( COMA RIGHT & LEFT ) DI PT. SUMBER TEKNIK SENTOSA NAMA : DIDI BACHTIAR NPM : 22412075 JURUSAN : TEKNIK MESIN PEMBIMBING : Irvan Septyan Mulyana, ST.,
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis yang semakin kompetitif membuat perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan bisnis yang semakin kompetitif membuat perusahaan manufaktur tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tetapi juga ketepatan waktu produk sampai ke tangan
BAB I PENDAHULUAN. kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. perusahaan percetakan yang mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penjadwalan produksi merupakan salah satu tahap penting sebelum memulai suatu kegiatan produksi. Penjadwalan produksi ini sangat penting dilakukan pada proses produksi
LAPORAN TUGAS AKHIR STUDY TENTANG CUTTING FORCE MESIN BUBUT (DESAIN DYNAMOMETER SEDERHANA)
LAPORAN TUGAS AKHIR STUDY TENTANG CUTTING FORCE MESIN BUBUT (DESAIN DYNAMOMETER SEDERHANA) Laporan Tugas Akhir ini Disusun Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Jurusan Teknik Mesin
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan untuk selanjutnya dianalisa dalam penjadwalan menggunakan pola kedatangan job secara statis dengan menggunakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan die (die design) Perancangan dan pembuatan die sangat penting sekali dan sangat dibutuhkan dalam aspek proses ekstrusi aluminium. Rancangan die tersebut dipengaruhi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Sistem Produksi Pada sub bab ini akan dibahas mengenai pengertian sistem produksi dari beberapa teori yang sudah ada, serta ruang lingkup sistem produksi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Sejumlah penelitian yang berkaitan dengan penjadwalan produksi telah dilakukan, antara lain oleh Wigaswara (2013) di PT Bejana Mas Perkasa.
PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PT HARAPAN WIDYATAMA PERTIWI UNTUK PRODUK PIPA PVC
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PT HARAPAN WIDYATAMA PERTIWI UNTUK PRODUK PIPA PVC (Planning Production Schedule of PVC Pipe Product in PT Harapan Widyatama Pertiwi)
III. METODE PENELITIAN. Adapun tempat pengerjaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
III. METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Adapun tempat pengerjaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Proses pembuatan spesimen uji impak dilakukan di Laboratorium Teknologi Mekanik Jurusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR.. ix DAFTAR LAMPIRAN... x ABSTRAK.. xi BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Mesin Perkakas Konvensional
Proses manufaktur khusus digunakan untuk memotong benda kerja yang keras yang tidak mudah dipotong dengan metode tradisional atau konvensional. Dengan demikian, bahwa dalam melakukan memotong bahan ada
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
42 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flow Diagram Pemecahan Masalah dan Penjelasannya 3.1.1 Studi Pendahuluan Untuk mengidentifikasi masalah yang akan diteliti di PT. Furin Jaya, maka penulis melakukan
BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT
BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI) BIDANG KOMPETENSI 1. KELOMPOK DASAR / FOUNDATION 2. KELOMPOK INTI 3. PERAKITAN (ASSEMBLY) 4. PENGECORAN DAN PEMBUATAN CETAKAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Peranan Penjadwalan dan Pengaruhnya Penjadwalan adalah proses pengambilan keputusan yang memainkan peranan penting dalam industri manufaktur maupun jasa.
BAB 1 PENDAHULUAN. jumlah tertentu dalam setiap periode waktu tertentu. Untuk itu, perlu dibuat suatu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan manufaktur pasti memiliki bagian khusus yang mengurusi pembuatan jadwal produksi. Suatu perusahaan pasti memiliki permintaan dalam jumlah tertentu
BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan turun ke lantai produksi. Sistem penjadwalan yang kurang baik dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penjadwalan merupakan bagian yang penting dari proses produksi sebelum pekerjaan turun ke lantai produksi. Sistem penjadwalan yang kurang baik dapat memperpanjang
TEORI MEMESIN LOGAM (METAL MACHINING)
TEORI MEMESIN LOGAM (METAL MACHINING) Proses permesinan (machining) : Proses pembuatan ( manufacture) dimana perkakas potong ( cutting tool) digunakan untuk membentuk material dari bentuk dasar menjadi
BAB 2 PROSES-PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM
BAB 2 PROSES-PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM pengecoran masih membutuhkan pekerjaan pekerjaan lanjutan. Benda benda dari logam yang sering kita lihat tidaklah ditemukan dalam bentuknya seperti itu, akan
BAB IIIPROSES PEMBUATAN MOLD GRAB RAIL K15A PROSES PEMBUATAN MOLD GRAB RAIL K15A
BAB IIIPROSES PEMBUATAN MOLD GRAB RAIL K15A PROSES PEMBUATAN MOLD GRAB RAIL K15A 3.1 Deskripsi Molding Injection Mold (cetakan) terdiri dari dua bagian pelat bergerak (core plate) dan pelat diam (cavity
PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER. NAMA : BUDI RIYONO NPM : KELAS : 4ic03
PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER NAMA : BUDI RIYONO NPM : 21410473 KELAS : 4ic03 LATAR BELAKANG MASALAH Dewasa ini perkembangan dunia otomotif sangat berkembang dengan pesat, begitu juga halnya dengan
1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin meningkatnya produktivitas dan kualitas dari produk yang dihasilkan merupakan tantangan bagi industri permesinan masa kini seiring dengan meningkatnya pengetahuan
Bab 1 Pendahuluan Latar Belakang Masalah
1 Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Penjadwalan merupakan suatu proses pengurutan pembuatan produk secara menyeluruh pada sejumlah mesin dalam jangka waktu tertentu. Persoalan penjadwalan pada
Penjadwalan Produksi Job Shop dengan Menggunakan Metode Shifting Bottleneck Heuristic (SHB)
doi: https://doi.org/10.581/zenodo.106337 JURITI PRIMA (Junal Ilmiah Teknik Industri Prima) Vol. 1, No. 1, Juni 017 e-issn: 581-057X Penjadwalan Produksi Job Shop dengan Menggunakan Metode Shifting Bottleneck
BAB I PENDAHULUAN. machining adalah proses pemotongan bahan dengan memanfaatkan energi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Electrical discharge machining (EDM) atau disebut juga spark machining adalah proses pemotongan bahan dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan oleh loncatan
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN LOT TRANSFER BATCH UNTUK MINIMASI MAKESPAN KOMPONEN ISOLATING COCK DI PT PINDAD
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN LOT TRANSFER BATCH UNTUK MINIMASI MAKESPAN KOMPONEN ISOLATING COCK DI PT PINDAD 1 Vita Ardiana Sari, 2 Dida Diah Damayanti, 3 Widia Juliani Program Studi
PROSES PEMBUATAN SAKLAR TOGGLE SHAFT WELDED CIRCUIT BREAKER PADA CV. GLOBALINDO PERKASA ENGINEERING
PROSES PEMBUATAN SAKLAR TOGGLE SHAFT WELDED CIRCUIT BREAKER PADA CV. GLOBALINDO PERKASA ENGINEERING NAMA : SOFIAN OKTAVIARDI NPM : 27412096 JURUSAN : TEKNIK MESIN PEMBIMBING : IRWANSYAH, ST., MT. Latar
I. PENDAHULUAN. industri akan ikut berkembang seiring dengan tingginya tuntutan dalam sebuah industri
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi telah merubah industri manufaktur menjadi sebuah industri yang harus dapat berkembang dan bersaing secara global. Pada dasarnya seluruh elemen dalam
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk memberikan yang terbaik bagi kepuasan dan memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman dewasa ini menuntut berkembangnya perindustrian pula. Perkembangan dunia industri dewasa ini menuntut banyak perusahaan untuk memberikan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian berisi penjelasan mengenai langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam menyusun penelitian. Penyusunan penelitian ini dibagi menjadi 4 tahapan utama yaitu
III. METODE PENELITIAN. waktu pada bulan September 2015 hingga bulan November Adapun material yang digunakan pada penelitian ini adalah:
III. METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Produksi Teknik Mesin Universitas Lampung. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan pada rentang waktu pada bulan September
4.6 Data Waktu Siap Setiap Mesin Pengerjaan Komponenkomponen Screw Conveyor Penentuan Due Date BAB 5 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS
ABSTRAK PT Kerta Laksana merupakan perusahaan manufaktur berskala internasional yang membuat berbagai jenis mesin, dimana setiap pesanan dikerjakan sesuai dengan permintaan dan keinginan konsumen (job
BAB I PENDAHULUAN. masalah keterlambatan selesainya produk yang diakibatkan banyaknya waktu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Untuk Menghindari masalah-masalah yang dihadapi perusahaan khususnya masalah keterlambatan selesainya produk yang diakibatkan banyaknya waktu menganggur (idle
hari sehingga menempatkan metode LPT sebagai metode paling tidak efektif untuk diterapkan di PT. XYZ.
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Analisa Perb bandingan Penjadwalan FCFS, EDD, SPT dan LPT Jika di ilakukan perbandingan antara ke 4 metode yang digunakan, maka akan did dapatkan hasil sebagai berikut : Dari tabel
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Proses Pemesinan Untuk membuat suatu alat atau produk dengan bahan dasar logam haruslah di lakukan dengan memotong bahan dasarnya. Proses pemotongan ini dapat dilakukan dengan
ABSTRAK. Kata kunci: metode First Come First Serve (FCFS), metode Campbell Dudek and Smith (CDS), total waktu produksi, penjadwalan produksi
ABSTRAK CV. Megah Jaya Abadi merupakan perusahaan konveksi dimana penjadwalan produksi saat ini dibuat dengan metode First Come, First Serve (FCFS) yang artinya pesanan dibuat sesuai dengan urutan pesanan
SKRIPSI PEMBUATAN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANGKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT
SKRIPSI PEMBUATAN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANGKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT HELIN CANDRA ISTANTO NIM. 201354053 DOSEN PEMBIMBING Qomaruddin, ST., MT. Ir., Masruki Kabib, MT. PROGRAM
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
10 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Segala peralatan industry yang kita gunakan sehari-hari merupakan hasil dari proses manufaktur atau dapat disebut machining process. Terdapat banyak jenis mesin-mesin
TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
TUGAS AKHIR ANALISA PENGARUH SPHEROIDIZING PADA TEMPERATUR PEMANASAN 700 ºC DENGAN VARIASI HOLDING TIME 8 JAM, 10 JAM DAN 12 JAM TERHADAP KETANGGUHAN MATERIAL HIGH CARBON STEEL Tugas Akhir ini Disusun
BAB I PENDAHULUAN. Electrical discharge machining (EDM) yang merupakan metode
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Electrical discharge machining (EDM) yang merupakan metode permesinan non-tradisional dan mulai dikembangkan diakhir tahun 1940-an, telah banyak digunakan diseluruh
BAB I PENDAHULUAN. produksi yang umumnya ditemukan adalah sistem flow shop dan job shop. Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penjadwalan merupakan hal yang penting dalam sistem produksi. Sistem produksi yang umumnya ditemukan adalah sistem flow shop dan job shop. Dalam industri yang
PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENJADWALAN PRODUKSI DI PT DNP INDONESIA PULO GADUNG
PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENJADWALAN PRODUKSI DI PT DNP INDONESIA PULO GADUNG Suriadi AS, Ulil Hamida, N. Anna Irvani STMI Jakarta, Kementerian Perindustrian RI ABSTRAK Permasalahan yang terjadi
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG)
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG) Yudit Christianta 1, Theresia Sunarni 2 12 Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Musi, Palembang
BAB I PENDAHULUAN. yang dikerjakan pada beberapa buah mesin (Rosnani Ginting, 2009). Pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penjadwalan adalah pengurutan pengerjaan produk secara menyeluruh yang dikerjakan pada beberapa buah mesin (Rosnani Ginting, 2009). Pekerjaan yang akan diselesaikan
BAB III METODE PENELITIAN. oleh pengelola program studi sampai dinyatakan selesai yang direncanakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Jadwal Penelitian Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode pengamatan langsung (survey) penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal pengesahan usulan
BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN
BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN Setelah dilakukan penentuan dimesin cetakan, maka selanjutnya dilakukan proses permesinannya. Untuk mensimulasikan proses permesinan cetakan botol digunakan perangkat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia industri sekarang ini berkembang sangat pesat. Kebutuhan manusia yang semakin banyak dan keinginan manusia untuk selalu praktis menyebabkan persaingan di dunia
BAB 3 DATA UNTUK PENJADWALAN JOB SHOP
BAB 3 DATA UNTUK PENJADWALAN JOB SHOP Bab ini berisi data yang diperoleh dari perusahaan, seperti waktu kerja, pesanan, waktu proses tiap job pada tiap mesin, aliran proses dan rekaman jadwal produksi
BAB 1 PENDAHULUAN. penyelesaian masalah yang memiliki peranan penting dalam industri. yang terbatas terhadap pekerjaan yang berlebihan (Pinedo, 1992).
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penjadwalan (scheduling) dan sequencing merupakan suatu bentuk dari penyelesaian masalah yang memiliki peranan penting dalam industri manufaktur dan jasa. Penjadwalan
JOB SHOP PANDUAN BIG PROJECT
PANDUAN BIG PROJECT SIMULASI KOMPUTER - 2014 DAFTAR ISI 1. Pengertian... 1 2. Tujuan Penjadwalan Workcenter... 2 3. Pengurutan Tugas (Sequencing)... 2 4. Definisi dalam Penjadwalan... 3 5. Karakteristik
PENERAPAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN PERAKITAN DAUN PINTU DI PRODUCTION TRAINING CENTRE
PENERAPAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN PERAKITAN DAUN PINTU DI PRODUCTION TRAINING CENTRE DRAFT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Optimalisasi Kualitas Pemotongan Sudut Pada Mesin Wire Cutting Electric Discharge Machining (Edm)
SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DI INDUSTRI (SENIATI) 2016 ISSN : 2085-4218 Optimalisasi Kualitas Pemotongan Sudut Pada Mesin Wire Cutting Electric Discharge Machining (Edm) Eko Edy Susanto
ABSTRAK. iii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Kerta Laksana adalah perusahaan manufaktur yang membuat berbagai jenis mesin dan komponen mesin sesuai dengan permintaan konsumen atau yang lazim disebut job order. Pesanan yang diterima oleh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
58 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Mulai Data awal: Spesifikasi awal Studi pustaka Persiapan benda uji: Pengelompokkan benda uji Proses Pengujian: Pengujian keausan pada proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Area terhadap hasil rancang bangun alat Uji Konduktivitas Thermal Material.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu 3.1.1. TEMPAT Pengujian dilakukan di laboratorium Prestasi Mesin Universitas Medan Area terhadap hasil rancang bangun alat Uji Konduktivitas Thermal Material.
IMPLEMENTASI PERANCANGAN DIE EKSTRUSI UNTUK MATERIAL ALUMINIUM A6063S
IMPLEMENTASI PERANCANGAN DIE EKSTRUSI UNTUK MATERIAL ALUMINIUM A6063S Laporan Tugas Akhir Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Program Strata Satu (S1) Pada Program Studi Teknik
Diajukan Sebagai Syarat Menempuh Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah. Surakarta. Disusun Oleh : WIDI SURYANA
TUGAS AKHIR ANALISA PENGARUH PROSES SPHERIODIZING DENGAN VARIASI TEMPERATUR TAHAN 650 0 C DAN 700 0 C HOLDING TIME 12JAM TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN BEBERAPA SIFAT MEKANIK HIGH CARBON STEEL Diajukan Sebagai
P E N J A D W A L A N. Pertemuan 10
P E N J A D W A L A N Pertemuan 10 Definisi Penjadwalan Pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi, yang mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan maupun tenaga kerja, dan menentukan urutan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung pada bulan September 2012 sampai dengan
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE N-JOB M-MESIN UNTUK MEMINIMALISASI MAKESPAN PADA PT. HARAPAN WIDYATAMA PERTIWI UNTUK PEMBUATAN PIPA PVC
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Teknik Industri Semester Ganjil 2005/2006 PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE N-JOB M-MESIN UNTUK MEMINIMALISASI MAKESPAN PADA PT. HARAPAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures Jig adalah peralatan yang digunakan untu mengarahkan satu atau lebih alat potong pada posisi yang sama dari komponen yang serupa dalam suatu operasi
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
43 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah adalah langkah-langkah pemecahan masalah yang harus ditetapkan dahulu sebelum melakukan penelitian terhadap pokok-pokok permasalahan yang
PROSES SURFACE FINISHING DAN MACHINING LEVER LEFT STRING HANDLE DI PT. PARTINDO KARYAGUNA SEJAHTERA
PROSES SURFACE FINISHING DAN MACHINING LEVER LEFT STRING HANDLE DI PT. PARTINDO KARYAGUNA SEJAHTERA NAMA NPM JURUSAN PEMBIMBING MT. : ABDUL ROHIM : 20412025 : TEKNIK MESIN : IRWANSYAH, ST., LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penjadwalan diperlukan ketika beberapa pekerjaan harus diproses pada suatu mesin tertentu yang tidak bisa memproses lebih dari satu pekerjaan pada saat yang sama. Penjadwalan
Parkway Street Batam Centre, Batam Jalan Kalimantan No.37, Jember. Jalan Kalimantan No.37, Jember
PENGARUH PARAMETER PROSES CURRENT PULSE, ON TIME, DAN OFF TIME PADA ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING (EDM) DIE SINKING TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA AISI H-13 1 Widodo, 2 Ahmad Arif
PENGARUH KEKERASAN BAHAN TERHADAP KEPRESISIAN HASIL PEMOTONGAN PADA MESIN WIRE CUTTING ELECTRIC DISCHARGE MACHINING (EDM)
PENGARUH KEKERASAN BAHAN TERHADAP KEPRESISIAN HASIL PEMOTONGAN PADA MESIN WIRE CUTTING ELECTRIC DISCHARGE MACHINING (EDM) Budiyanto 1), Sugiyanto 2) Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri, Institut
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2017
PENJADWALAN FLOWSHOP BERDASARKAN ALGORITMA NAWAZ, ENSCORE DAN HAM (NEH) DENGAN PENDEKATAN SHORTEST PROCESSING TIME (SPT) DAN LONGEST PROCESSING TIME (LPT) DI PT GROWTH SUMATRA INDUSTRY, LTD TUGAS SARJANA
ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. X adalah perusahaan yang bergerak dalam industri tekstil yang memproduksi kain rajut. Permasalahan yang ada di perusahaan saat ini adalah adanya beberapa order yang mengalami keterlambatan
BAB II LANDASAN TEORI. atau minimum suatu fungsi tujuan. Optimasi produksi diperlukan perusahaan dalam
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Optimasi Optimasi merupakan pendekatan normatif dengan mengidentifikasi penyelesaian terbaik dari suatu permasalahan yang diarahkan pada titik maksimum atau minimum suatu fungsi
