BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Veronika Halim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian telah di laksanakan di SMK Negeri 4 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. 2. Waktu Penelitian Berikut ini jadwal pelaksanaan penelitian secara rinci yang disajikan dalam bentuk tabel. Tabel 3.1.Rincian Recana Kegiatan,Waktu Dan Jenis Kegiatan Penelitian Tahun No Tahap Kegiatan Sept (2015) Okt (2015) Nov (2015) Jan (2016) Feb (2016) Mar (2016) Apr (2016) Persiapan 2 Pelaksanaan 3 Penyelesaian Pengajuan judul Penyusunan proposal Konsultasi proposal Seminar Treatment Analisis data Penyusunan laporan Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2015-April 2016, tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: a. Tahap Persiapan Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan-kegiatan pengajuan judul kepada pembimbing, pengajuan proposal penelitian, seminar proposal, revisi proposal, menganalisis hasil uji coba dan finalisasi tahap persiapan serta pengajuan permohonan ijin penelitian di SMK Negeri 4 Sukoharjo. Tahap ini dilakukan pada bulan September - November
2 43 b. Tahap Pelaksanaan Penelitian Pada tahap ini peneliti melaksanakan pengambilan data, pengumpulan data, analisis data yang dilakukan selama bulan Januari sampai dengan Februari c. Tahap Penyelesaian Pada tahap ini peneliti melaksanakan penyusunan laporan skripsi yang meliputi penyusunan draf, pengetikan hasil pelaksanaan penelitian, pelaksanaan ujian skripsi dan revisi. Tahap ini dilakukan selama bulan Februari April B. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X PBOSMK N 4 Sukoharjo kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2015/2016. X PBO A&X PBO B 60 siswa Disediakan dari sekolah X PBO A (kelompok eksperimen) 30 siswa X PBO B (kelompok kontrol) 30 siswa Pretest GPAI Integrasi Model Pembelajaran CL dan TG(RPP dari peneliti) Pembelajaran Konvensional(RPP dari sekolah) Obsevasi: Teknik, Taktik, Sosial dan Perilaku Posttest Anakova Gambar 3.2 Bagan Subjek Penelitian
3 44 C. Rancangan Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang tepat sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu penelitian.metode penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan penelitian sehingga dengan penggunaan metode yang tepat, tujuan penelitian dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperiman yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasikan semau variabel yang relevan (Sunarno, 2011: 56). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK). Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK) ini dilaksanakan dengan desain Non- Equivalent Control Group Design. Desain ini terdiri atas satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Ilustrasi desain PEK yang dituju tergambar sebagai berikut: Intact Classes Pretest Treatment Posttest (Experiment Variable) (Dependent Variable) G1 Classes 1 O1 Approach-1(X1) O2 G2 Classes 2 O3 Convensional(-) O4 Keterangan: X1= Treatment with Integration Cooperative Learning Model and Tactical Games Model (-) = Treatment with Convensional Learning O1 dan O3 = Before treatment O2 dan O4 = After treatment G1 Classes 1 = Experiment Group(X PBO A SMK N 4 Sukoharjo) G2 Classes 2 = Control Group(X PBO B SMK N 4 Sukoharjo) Gambar 3.3. Desain Penelitian Eksperimen Kuasi, Non-Equivalent Control Group (Sarwono, 2008: 29)
4 45 Dalam penelitian yang menggunakan metode eksperimen ada tahapantahapan yang harus disusun secara terprogram dan sistematis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada satu sekolah yang terbagi menjadi dua bagian : 1) Satu kelas sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan pembelajaran dengan Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games Model. 2) Satu kelas sebagai kelompok kontrol diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan masing-masing selama 4 pertemuan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan integrasi model pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games dengan materi modifikasi permainan bolavoli menggunakan 16 permainan bolavoli yang dimodifikasi masing-masing 4 permainan pada setiap pertemuan pada kelompok eksperimen. Sesuai dengan tingkat kompleksitas taktik dalam permainan bolavoli dan bentuk latihan-latihanya, maka bahan pelajaran bagi siswa SMA sederajat dapat dipilih bentuk latihan yang pada tingkat kompleksitas sesuai dengan prosentasenya. Tingkat prosentase siswa SMA sederajat adalah 10% permainan level 1, 15% permainan level 2, 20% permainan level 3, 25% permainan level 4 dan 30% permainan level 5. Berdasarkan jumlah permainan yang digunakan penelitian adalah 16 permainan dan dibagi dalam prosentase tingkat kompleksitas taktis dalam permainan bolavoi tersebut maka peneliti membagi menjadi 2 permainan pada level 1, 2 permainan pada level 2, 3 permainan pada level 3, 4 permainan pada level 4 dan 5 permainan pada level 5. Sedangkan pada kelompok kontrol akan diberikan perlakuan dengan metode konvensional dengan menggunakan teknik drill meliputi teknik dasar bolavoli yaitu pasing, servis, smes dan blok yang dilakukan secara terpisah selama 4 pertemuan. 2. Variabel Penelitian Variabel penelitian menurut Sugiyono (2012: 60) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
5 46 ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. a. Variabel Bebas (variabel independen) Variabel Independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannyaatau timbulnya variabel dependent (terikat) (Sugiyono,2012: 61). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games Model dan model pembelajaran konvensional.yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan yang terdiri dari Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games Model pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. b. Variabel Terikat (variabel dependent) Variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karenaadanya variabel bebas (Sugiyono,2012: 61).Variabel terikat (Y) pada penelitian ini adalah Hasil keterampilan bermain bola voli. 3. Definisi Operasional Variabel a. Integrasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dan Tactical Games Model Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model merupakan suatu pengembangan model pembelajaran dengan mengikuti unsur-umsur pembelajaran kooperatif dan pendekatan taktis. Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model untuk permainan bolavoli merupakan suatu cara yang memampukan siswa untuk mengapresiasi kesenangan bermain sehingga mendorong keinginan siswa untuk belajar teknik bermain dan meningkatkan penampilan permainannya. Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model merupakan pengajaran permainan yang berpusat pada bermain itu sendiri.
6 47 Proses tersebut melibatkan pengajaran anak yang menggunakan permainan yang dimodifikasi dan disederhanakan yang cocok dengan jasmani, sosial dan perkembangan mental. Konsep Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model juga lebih menekankan pada keaktifan siswa. Siswa mampu mengembangkan tidak hanya sebagian besar psikomotornya tetapi juga ranah afektif dan kognitifnya berkembang dengan baik. Aktivitas model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model adalah berpusat pada siswa dengan pembentukan kelompok-kelompok atau tim-tim kecil yang terdiri dari 4-6 siswa dalam satu kelompok tersebut dalam aktivitas pembelajaranya. Tugas dari seorang guru dalam integrasi model pembelajaran ini adalah sebagai fasilitator dan menyerahkan tanggung jawab utama kepada siswa dengan pengawasan guru. Aktivitas pembelajaran pada integrasi model pemebelajaran ini adalah bersifat otentik dan dan mencakup perkembangan sosial, fisik dan kognitif siswa. Masalah teknik dalam model pembelajaran ini dipecahkan melalui pendekatan bermain dengan beragam level sesuai dengan tingkatan sekolahnya. b. Pendekatan Konvensional Pendekatan konvensional adalah pendekatan pembelajaran yang sudah terjadi / yang berlaku di sekolah selama ini. Pendekatan pembelajaran konvensional merupakan pendekatan pembelajaran untuk mempelajari suatu teknik cabang olahraga yang dilakukan guru dengan menjelakan teknik dasar bolavoli secara runtut. Siswa harus menerima penjelasan dari guru dan setelah menerima penjelasan siswa diharuskan melakukan tugas ajar yang diperintahkan guru secara berulang ulang. Penggunaan alat peraga atau media pembelajaran sekedar membantu guru dalam melaksanakan tugas agar lancar. Apabila guru telah selesai menyampaikan materi atau mencontohkan suatu gerakan maka siswa di tugaskan untuk meniru atau mencontoh gerakan yang diberikan oleh guru. Teknik drilling menjadi ciri dari pembelajaran
7 48 konvensional tersebut. Dengan demikian pembelajaran dengan pendekatan konvensional tidak menuntut siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal, maka ketrampilan yang dimiliki siswa pun tidak optimal. Terlihat sekali bahwa pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi oleh guru sebagai pentransfer ilmu, sementara siswa lebih bersifat pasif sebagai penerima ilmu. Pembelajaran konvensional dalam proses pembelajarannya didominasi dengan metode ceramah, demonstrasi dan penugasan. Penugasan pada pembelajaran konvensional hanya pada tingkat pemahaman dan aplikasi dan tidak sampai pada tahap berfikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah. c. Hasil KeterampilanBermain Bolavoli Keterampilan bermain bolavoli adalah derajat kemampuan untuk melakukan permainan bolavoli secara tepat dan efektif. Suatu perubahan kemampuanbermain bolavoli yang dicapai siswa setelah memperoleh pembelajaran permainan bolavoli dengan Integrasi model pembelajaran cooperative learning dan tactical games model. Perubahan yang ada dapat dilihat atau diukur melalui tes keterampilan bermain bolavoli dengan membandingkan hasil tes awal (sebelum diberi perlakuan) dengan tes akhir (setelah diberi perlakuan). Selain itu, untuk mengukur variabel antara, akan dilakukan observasi guna mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran. Game Performance Assessment Instrument (GPAI) menjadi penilaian formal untuk berbagai komponen dalam ketrampilan bermain bolavoli. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan selama penelitian dengan menggunakan tertentu.
8 1. Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. a. Data primer Sumber primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2012:225). Data primer ini diperoleh langsung dari objek penelitian. Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari siswa kelas X PBOA dan X PBO B SMK Negeri 4 Sukoharjo. Data yang diperoleh dari siswa adalah hasil belajar bermain bola voli baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. b. Data sekunder Sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini dapat berupa hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain atau dari orang lain (Sugiyono, 2012:225). Data ini digunakan untuk mendukung infomasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara, maupun dari observasi langsung ke lapangan. Peneliti juga menggunakan data sekunder berupa silabus dan RPP mata pelajaran Penjasorkes, daftar nama peserta didik mata pelajaran Penjasorkes. 2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperoleh dari suatu penelitian dengan menggunakan instrumen tertentu. Beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: a. Pengamatan langsung b. Pengumpulan data dengan wawancara c. Pengumpulan data dengan tes (Sunarno, 2011: 98). Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tes baik tertulis maupun tes unjuk kerja dilapangan akan membantu peneliti memperoleh data yang akurat (Sunarno, 2011: 98). 49
9 Game Performance Assessment Instrument (GPAI) dianjurkan untuk penilaian formal untuk berbagai komponen permainan. Instrumen tersebut digunakan untuk memberikan pengukuran yang valid dan reliabel dalam pengukuran penampilan bermain. GPAI terdiri dari tujuh komponen utama yang meliputi semua kategori permainan (invasi, net/wall, striking/fielding, dan target).masing-masing komponen dapat di nilai secara bebas atau dalam kombinasi dengan komponen lainnya. Misalnya pengambilan keputusan (pilihan untuk passing bawah, passing atas, atau smes) dapat dinilai ketika tiap komponen (frekuensi total untuk keputusan yang tepat, gerakan pendukung yang tepat, atau eksekusi keterampilan yang efisien) dapat juga digunakan untuk mengkalkulasi indikator penampilanpermainan tertentu, seperti skor keikutsertaan dalam permainan, index pengambilan keputusan, index pendukung, dan skor keseluruhan permainan. Komponen Base Adjust Tabel 3.2 Komponen GPAI dalam permainan (Sumber : Griffin & Butler, 2005: 131) Komponen- komponen GPAI dalam Permainan Decission made / Pengambilan keputusan Skills Execution / Eksekusi keterampilan Support/ dukungan Cover Guard/mark 50 Definisi Kembalinya pemain yang sesuai pada posisi home atau recovery antara usaha keterampilan Pergerakan pemain, baik secara ofensif atau defensif, sesuai jalannya permainan Membuat pilihan yang tepat tentang apa yang dilakukan terhadap bola (atau objek) selama permainan Penampilan yang efisien dari keterampilan yang dipilih Pergerakan off-the-ball pada posisi menerima operan (atau lemparan) Dukungan defensif pada pemain dengan hati-hati, atau menggerakkan bola (atau objek) Menjaga lawan yang menyerang
10 Variabel Hasil Keikutsertaan dalam permainan Index pengambilan keputusan(decisions made index ) / DMI Indexeksekusi keterampilan(skills Executions Index)/SEI Index dukungan (Suppor index ) / SI Tabel 3.3 Rumus kalkulasi variabel hasil GPAI (Sumber: Griffin & Butler, 2005: 132) Rumus Kalkulasi Variabel Hasil GPAI PenampilanBermain (DMI + SEI + SI) / 3 Komponen Penilaian Pengambilan keputusan ( Decisions made ) Eksekusi keterampilan (Skills Executions) 51 Kalkulasi (total respon yang sesuai) + (jumlah eksekusi keterampilan yang efisien) + (jumlah eksekusi keterampilan yang tidak efisien) + (jumlah pengambilan keputusan yang tidak sesuai) (jumlah pengambilan keputusan yang sesuai) / (jumlah pengambilan keputusan yang tidak sesuai) (jumlah eksekusi keterampilan yang efisien) / (jumlah eksekusi keterampilan yang tidak efisien) (jumlah gerakan pendukung yang sesuai) / (jumlah gerakan pendukung yang tidak sesuai) Tabel 3.4 Penilaian permainan bola voli Penilaian Permainan Bolavoli Tepat / Efisien - siswa berusaha memberi umpan kepada teman. - siswa berusaha melakukan pukulan kedaerah lawan. - siswa berusaha menerima bola dari lawan. - umpan bola yang dapat diterima dengan baik - perkenaan bola yang tepat - mampu menjatuhkan bola kedaerah lawan Tidak tepat / Tidak Efisien - siswa belum berusaha memberi umpan kepada teman. - siswa belum berusaha melakukan pukulan kedaerah lawan. - siswa belum berusaha menerima bola dari lawan. - umpan bola yang belum dapat diterima dengan baik - perkenaan bola yang belum tepat - belum mampu menjatuhkan bola kedaerah lawan Pemberian dukungan (Support) - siswa bergerak menempati posisi yang cocok untuk menerima bola - siswa bergerak menempati posisi yang cocok untuk menerima bola
11 52 Tabel 3.5 Contoh lembar penilaian GPAI Nama Pengambilan keputusan Eksekusi keterampilan Pemberian dukungan T TT E TE T TT Keterangan: T : Tepat TT: Tidak Tepat E : Efektif TE: Tidak Efektif E. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan untuk menjawab atau mengkaji kebenaran hipotesis yang diajukan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varian (Anova). Agar dapat menggunakan analisis ini, perlu adanya uji prasyarat yang harus dipenuhi, selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Pada uji prasyarat meliputi uji keseimbangan rataan, uji normalitas populasi dan uji homogenitas variansi. Berikut akan menjelaskan beberapa uji statistik yang relevan dengan penelitian. Untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis yang diajukan, maka data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial yang dikerjakan menggunakan komputer manual dan program SPSS versi Analisis Statistik Deskriptif Data analisis kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran ini diperoleh melalui lembar observasi. Dalam evaluasi pembelajaran terdiri dari 3 perseptif domain, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam penjasorkes domain psikomotor mendapat penekanan lebih besar dibandingkan domain yang lain. Adapun aspek-aspek yang dinilai dan teknik penilaiannya adalah sebagai berikut:
12 PENILAIAN TEKNIK TAKTIS SOSIAL PERILAKU KOGNITIF Teknik dasar sangat baik Sangat baik dalam Kelompok bekerja sangat Selalu antusias, penuh Mampu menjawab 5 dalam pengambilan baik dan selalu perhatiandanme dengan benar, gerakan keputusan bekerja efetif ningkatkankema runtut dan dengan bola dengan teman. mpuan dalamgerakan. bahasanya mudah dipahami Teknik dasar Baik dalam Kelompok biasanya Menjawab baik dalam gerakan pengambilan keputusan bekerja baik dan secara antusias, sebagian besar dengan runtut benar, tetapi 4 dengan bola bekerja efetif perhatian dan bahasanya sulit dengan teman. mencoba dipahami meningkatkan kemampuan Teknik dasar kompenten secara sepintas dalam gerakan Teknik dasar membutuhka n beberapa perbaikan dalam gerakan Teknik dasar membutuhka n perbaikan yang signifikan dalam gerakan Keterangan Penilaian kompenten dalam pengambilan keputusan dengan bola. Membutuhkan beberapa perbaikan dalam pengambilan keputusan dengan bola. Membutuhkan peningkatan yang signifikan dalam pengambilan keputusan dengan bola. Kelompok bekerja dengan kompenten dan sering bekerja efektif dengan teman. Kelompok bekerja dan kadang - kadang bekerja efektif dengan teman. Kelompok bekerja membutuhkan peningkatan yang signifikan dan jarang bisa bekerja efetif dengan teman. dalam gerakan. sering antusias dan perhatian kurang. Membutuhkan beberapa peningkatan antusias dan perhatian. Membutuhkan peningkatan yang signifikan antusias dan perhatian. Skor : 5 = Baik sekali, 4 = Baik, 3 = Cukup, 2 = Sedang, 1 = Kurang Persentase : Skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal Kategori : = Baik sekali = Baik = Cukup = Kurang <60 = Kurang sekali 53 Menjawab dengan benar tetapi tidak runtut dan bahasanya sulit dipahami Menjawab tetapi kurang benar Tidak bisa menjawab pertanyaan
13 54 Data yang dianalisis untuk mendeskripsikan ketuntasan belajar adalah prestasi akademik yang ditunjukan oleh skor posttest, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (tuntas secara individu) jika skor yang diperoleh siswa dalam kategori cukup, baik dan baik sekali. Ketentuan ketuntasan belajar ditunjukkan melalui norma berikut: P3,59 P 27,43 P72,57 P96,40 Keterangan : Tabel3.6. Ketentuan Ketuntasan Belajar (Atmojo, 2010: ) Selisih Kategori Hasil Belajar Bermain Bolavoli > P96,40 Baik sekali P72,57-P96,40 Baik P 27,43- P72,57 Cukup P3,59-P 27,43 Kurang <P3,59 Kurang Sekali < Analisis Statistik Inferensial Untuk menguji hipotesis penelitian, maka data kemampuan hasil passing atas siswa dalam PEK ini dianalisis dengan statistik inferensial yang meliputi; a. uji Realibilitas, b. Uji prasyarat analisis (uji normalitas, homogenitas, linieritas), c. Uji anakova. Data yang dianalisis adalah data hasil skor pretest dan skor postest. Alasan penggunaan anakova dalam analisis data
14 ini karena dalam PEK ini memakai variabel kovariat sebagai variabel independen yang sulit untuk dikontrol, tetapi dapat diukur bersamaan dengan variabel dependen. Adapun langkah-langkah dalam analisis statistik inferensialdengan menggunakan analisis komputa SPSS 21 adalah: a. Pengecekan Reliabilitas Pengukuran Untuk mengetahui tingkat ketetapan hasil tes yang dilakukan dalam penelitian, maka dilakukan uji reliabilitas. Uji ini dilakukan dengan menggunakan analisis komputasi SPSS 21.Langkah pengujiannya sebagai berikut: Analyze Scale Reliability Analysis, masukkan variabel tes ke kotak items, Model = Paralel, Statistics F Intraklas 1 Way Random kemudianok. b. Uji Prasyarat Analisis 1) Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data kemampuan bermain bolavoli yang diambil berdistribusi normal. Langkah pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut: a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Descriptive Statistics Explore. b) Masukkan variabel X dan Y ke Dependent Test. c) Pada Plots: pilih Normality Plot with Tests. Klik Continue. d) Klik OK. 2) Uji Linieritas (Dengan Teknik Analisis Mean Test) Uji linieritasini dilakukan untuk mengetahui bahwa hubungan variabel X terhadap variabel Y adalah linier. Prosedur pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut: a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Compare Means Means. b) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent List dan variabel X pada posisi Independent List. 55
15 56 c) Pada Option: pilih Test for linearity. Klik Continue. d) Klik OK. 3) Uji Homogenitas (Dengan Teknik Analisis Levene s Test) Uji ini digunakan untuk memperlihatkan bahwa data hasil kemampuan bermain bolavoli siswa dalam kelompok memiliki variansi yang sama. Prosedur pengujian dengan SPSS 21 adalah sebagai berikut: a) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih General Linear Model Univariate. b) Untuk analisis tanpa kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi Dependent Variable dan variabel desian pada Fixed Factor(s). c) Untuk analisis dengan kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi Dependent Variable, variabel desain pada Fixed Factor(s) dan variabel X pada posisi Covariates(s). d) Pada Model: pilih Full Factorial. Klik Continue. e) Pada Option: pilih Homogeneity test. Klik Continue. f) Klik OK. c. Uji Hipotesis Anakova Analisis kovarian (Anakova) merupakan gabungan antara analisis regresi dengan analisis varian (anava). Setelah uji prasyarat analisis terpenuhi yakni untuk mengetahui data yang dianalisis berdistribusi normal, data homogen, dan model regresi linier, maka uji analisis berikutnya adalah anakova atau uji kombinasi analisis regresi dan varians. Anakova adalah analisis kovarian yang mempertimbangkan/memasukkan variabel independen metrik sebagai kovariat ke dalam model. Tujuannya untuk menurunkan error variance dengan cara mengontrol/menghilangkan pengaruh variabel metrik (interval) yang diyakini membuat bias hasil analisis. Hal ini penting khususnya dalam penelitian yang sampel/subjeknya tidak diambil secara acak sebagaimana dalam PEK ini.. Langkah pengujian SPSS 21 untuk uji regresi adalah sebagai berikut:
16 57 1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Regression Linear. 2) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent dan variabel X pada posisi Independent(s). 3) Pada Statistics: pilih Model fit dan Descriptives. Dalam pilihan Regression Coeficient pilih Estimates dan Convidence interval. Dalam pilihan Residual, pilih Durbin-Watson. Klik Continue. 4) Klik OK. Sedangkan langkah pengujian SPSS 21 untuk hasil gambar garis persamaan regresi adalah sebagai berikut: 1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih Regression Curve Estimation. 2) Masukkan variabel Y pada posisi Dependent(s) dan variabel X pada posisi Independent. 3) Pada Model: pilih Linear. Klik Continue. 4) Klik OK. Untuk analisis anakova, langkah pengujian SPSS 21 adalah sebagai berikut: 1) Pada Toolbar pilih Analyze, kemudian pilih General Linear Model Univariate. 2) Untuk analisis tanpa kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi Dependent Variable dan variabel desian pada Fixed Factor(s). 3) Untuk analisis dengan kovariat: Masukkan variabel Y pada posisi Dependent Variable, variabel desain pada Fixed Factor(s) dan variabel X (Pretest dan Jenis Kelamin) pada posisi Covariates(s). 4) Pada Model: pilih Full Factorial. Klik Continue. 5) Pada Option: pilih Descriptive statistics, Estimates of effect size, dan Parameter Estimates. Klik Continue. 6) Klik OK. dan inferensial yang dikerjakan menggunakan komputer manual dan program SPSS versi 21.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di halaman SMP Islam Diponegoro Surakarta, JL.Kapten Mulyadi 221 D, Ps.Kliwon, Kota Surakarta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan eksperimen. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian berasal dari kata Metode yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan Logos yang artinya ilmu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Sugiyono (2010:107) mengatakan bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Eksperimen adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (quasi eksperimen) dengan melihat efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan sebuah metode agar sebuah penelitian dapat dilakukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1) Lokasi Penelitian Hal yang menjadi perhatian pada setiap pelaksanaan kegiatan penelitian adalah data, melalui data akan dapat dinyatakan
BAB III DESAIN PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian BAB III DESAIN PENELITIAN Lokasi penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Bandung. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak dua kelas, yaitu kelas X AP 2 dan kelas X AP 3 dengan jumlah
III. METODE PENELITIAN. Negeri 1 Gadingrejo tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 248 siswa dan
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Gadingrejo tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 248 siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian eksperimen. Kerlinger mendefinisikan eksperimen adalah sebuah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Arikunto (2006: 3) penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2016, hlm. 14) menjelaskan tentang metode penelitian kuantitatif sebagai berikut: Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Eksperimen 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Merujuk pada pendapat Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Indrawan dan Yaniawati (2016, hlm. 51) mengatakan Penelitian dengan menggunakan
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar
22 III. METODE PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 274 siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian Pada sub bab ini penulis akan mengenai jenis penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, desain penelitian dan Perncanaan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi experiment), dengan tujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2010:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2012: 72),
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Menurut Arikunto (2006: 3) penelitian eksperimen adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Arikunto (2006: 3) eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya seperti wawancara, observasi, maupun dokumentasi (Arikunto,
III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester ganjil
20 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester ganjil MAN Krui Kabupaten Pesisir Barat tahun ajaran 2012/2013. Teknik pengambilan
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Merujuk pada pendapat Sugiyono
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah I Pringsewu pada semester genap
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah I Pringsewu pada semester genap tahun pelajaran 2010-2011. B. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen yaitu desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Tempat dan Waktu Penelitiaan 3.1.1 Jenis Penelitiaan Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan
BAB III MODEL PENELITIAN. 3.1.Jenis, Desain, Validitas Internal Eksternal, dan Lokasi Penelitian
BAB III MODEL PENELITIAN 3.1.Jenis, Desain, Validitas Internal Eksternal, dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental research
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dengan membandingkan antara kelompok
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental research), yaitu metode yang mempunyai kelas control, tetapi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 13 Bandarlampung, mulai 22 Oktober
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 13 Bandarlampung, mulai 22 Oktober sampai dengan 19 November 2011. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitian ini merupakan jenis metode penelitian eksperimen. Metode penelitian
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1
18 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pringsewu tahun pelajaran 2010/2011. Populasi yang diteliti sebanyak
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment).
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian eksperimen semu dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksperimen. Menurut Sugiyono (2012, hlm. 14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat beberapa alasan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara hasil belajar kelas eksperimen yaitu yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian dapat diartikan sebagai suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data sebagai bahan dalam mencapai tujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional yang dimaksud yaitu untuk menghindari kesalahan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional Definisi operasional yang dimaksud yaitu untuk menghindari kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam
Gambar 3.1 Macam-macam Desain Metode Eksperimen
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hal ini dikarenakan penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh permainan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. R. W. Monginsidi Karanganyar. Alasan dipilihnya
BAB III METODE PENELITIAN. model pembelajaran Problem Based Instruction terhadap kemampuan analisis
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction terhadap kemampuan analisis
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2016, hlm. 6) mengatakan Metode Penelitian Pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Banyudono yang beralamat di Jembungan, Banyudono, Boyolali adapun alasan dalam pemilihan
METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 15 Bandar Lampung
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 15 Bandar Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 184 siswa dan tersebar dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan langkah-langkah kerja. Langkah-langkah kerja yang akan ditempuh dalam pelaksanaan penelitian yang terdiri dari desain eksperimen, subjek penelitian, variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri A Surakarta yang merupakan salah satu sekolah favorit dengan berbagai pencapaian prestasi
BAB III. Kelas Eksperimen O 1 X O 2. Kelas Kontrol O 3 O 4. Sugiyono (2010)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu Experimental Design karena dalam desain ini, peneliti dapat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2003: 14) penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen1, yaitu jenis Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok eksperimen2,
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu unsur yang penting dalam melakukan suatu penelitian. Sutopo (2002:5) dalam Setiadi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah-langkah atau cara-cara yang akan dilakukan oleh peneliti. Metode penelitian ini lebih sebagai suatu pertanggung jawaban cara-cara atau langkah-langkah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.mengenai metode eksperimen ini, Arikunto (1990:272) menerangkan, bahwa Penelitian eksperimen
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian 1. Kemampuan Awal Siswa Dalam penelitian ini seperti telah dijelaskan pada bab III, analisis tentang data kemampuan awal digunakan
Materi Kuliah Metode Penelitian. Uji Asumsi
Materi Kuliah Metode Penelitian Uji Asumsi Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan
UJI VALIDITAS KUISIONER
UJI VALIDITAS KUISIONER Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu ada atau tidaknya pengaruh yang diberikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini berisi analisis instrumen penelitian, uji keseimbangan pretest dan uji beda rerata posttest, deskripsi data hasil belajar, normalitas data hasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen. Sugiyono, (2010: 107) penelitian Eksperimental (Experimental Research),
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian telah dilaksanakan di SMA Negeri Karangpandan kelas X tahun pelajaran 2012/2013 yang beralamat
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian berasal dari kata Metode yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan Logos yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi metode
BAB III METODE PENELITIAN. sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi experiment atau eksperimen semu. Quasi experiment mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Peneliti memilih SD Negeri
BAB III METODE PENELITIAN
0R2R : 0R3R : 0R4R : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Kuasi eksperimen menurut Sugiyono (2011:77)
Tabel 3.1 Populasi Penelitian No Kelas Jumlah Siswa 1 VIII A 29 siswa 2 VIII B 28 Siswa 3 VIII C 28 Siswa 4 VIII D 28 Siswa
39 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Antara lain membahas tentang lokasi penelitian, populasi penelitian, sampel penelitian, desain penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam penelitian agar kita tidak salah penafsiran kita perlu memahami arti metode penelitian yang akan memandu penelitian
Sujono, Yezinta Dewimaharani. Kata-kata Kunci: open ended, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar.
Sujono, Dewimaharani; Pengaruh Penerapan Pembelajaran Open Ended Terhadap Hasil Belajar Siswa Yang Memiliki Kemampuan Berpikir Kritis Pada Kompetensi Kejuruan Basis Data di Kelas XII TKJ PENGARUH PENERAPAN
BAB III DESAIN PENELITIAN. Bandung. Variabel bebas atau independent varabel dalam penelitian ini yaitu
50 BAB III DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (Berpikir Berpasangan Berbagi) terhadap hasil belajar siswa pada Kompeteni
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan masalah penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dipilih penulis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam melakukan penelitian, hal ini diperukan oleh peneliti agar dapat menjelaskan maksud dari penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis, Subyek, Waktu dan Tempat Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010) pendekatan penelitian
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN Inovasi Pembelajaran untuk Pendidikan Berkemajuan FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 7 November 2015
PERBEDAAN RERATA HASIL BELAJAR BASIS DATA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPLICIT INSTRUCTION DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN KELAS XII SMK PGRI 4 NGAWI Khusnul
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen menurut Sukardi (2008: 109) adalah proses penelitian yang melibatkan dua
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penjelasan dari setiap variabel yang diperoleh dari penelitian dalam data akan dijelas secara rinci pada tiap-tiap variabel. Hasil penelitian
BAB III Metode Penelitian
43 3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian BAB III Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research).
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukoharjo yang beralamat di JL. Pemuda no 38, Sukoharjo.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berikut ini akan dibahas mengenai metode dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan
