BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ade Lesmana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu unsur yang penting dalam melakukan suatu penelitian. Sutopo (2002:5) dalam Setiadi (2012:106) menjelaskan bahwa metodologi penelitian merupakan bentuk dan strategi penelitian yang digunakan untuk memahami berbagai aspek penelitian atau pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan aktivitas penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen tepatnya kuasi eksperimen. Penggunaan metode penelitian eksperimen didasarkan pada pendapat Maksum (2012:65) yaitu penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahui hubungan sebab akibat di antara variabel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran PBL terhadap peningkatan keterampilan bermain bola basket, khususnya keterampilan bermain bola basket peserta didik pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). 2. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah The matching only control group pretest-posttest design. Pemakaian desain ini didasarkan pada penggunaan dua kelompok subjek, kelompok pertama berperan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kedua berperan sebagai kelompok kontrol. Langkah awal dalam desain penelitian ini adalah pengambilan subjek dari peserta didik yang tergabung ke dalam kegiatan ekstrakurikuler bola basket, kemudian subjek diberi tes awal yang fungsinya untuk melihat kemampuan awal subjek dan penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selanjutnya,
2 31 kedua kelompok diberi perlakuan yaitu kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran PBL sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Kemudian, kedua kelompok tersebut diberikan tes akhir. Desain penelitian adalah sebagai berikut: X 1 M T 1 X 1 T 2 T a X 2 M T 1 X 2 T 3 T b Gambar Desain Penelitian (The matching-only pretest-posttest control group design, Frankel, 2006) Keterangan gambar : T 1 M X 1 X 2 T 2 T 3 : Pretest : Matching : Perlakuan model pembelajaran PBL : Perlakuan model pembelajaran langsung : Posttest kelompok eksperimen : Posttest kelompok kontrol Subjek dalam penelitian ini diberi tes awal dengan melakukan permainan bola basket selama 5 menit, dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal subjek dalam keterampilan bermain basket sebelum diberikan perlakuan. Tes awal tersebut berguna untuk menyusun ranking dari setiap subjek, ranking yang diperoleh subjek digunakan untuk pembentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah-langkah tersebut berfungsi untuk penempatan subjek agar ada kesetaraan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Setelah
3 32 terbentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa PBM dengan menggunakan model pembelajaran PBL, sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan PBM dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Setelah subjek melalui rangkaian pembelajaran, kemudian subjek diberi tes akhir yang prosesnya sama seperti pada saat tes awal, yaitu melalui tahapan pengelompokkan kemudian melakukan permainan bola basket selama 5 menit. Pengelompokkan subjek pada tes akhir didasarkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, artinya subjek dari kelompok eksperimen tidak boleh disatukan dengan subjek dari kelompok kontrol dan sebaliknya. B. Populasi dan Subjek Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 2 Gununghalu tahun ajaran yang tergabung dalam kegiatan pengembangan diri bola basket yang berjumlah 97 orang. Penulis mengambil populasi tersebut dikarenakan bahwa peserta didik yang tergabung dalam kegiatan pengembangan diri bola basket sudah memiliki keterampilan teknik dasar yang lebih baik dibanding peserta didik yang lain. Sehingga, mereka bisa melakukan permainan bola basket dengan cukup baik. Tetapi, penguasaan keterampilan teknik dasar tidaklah cukup dalam permainan bola basket. Setiap pemain harus paham dari pentingnya peragaan taktik, dan untuk mengerti dan memahaminya cukup sulit, sehingga memerlukan sebuah metode yang pas untuk mengajarkannya. 2. Subjek Penelitian Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling atau sampel bertujuan. Alasan peneliti mengambil teknik
4 33 sampling ini karena subjek yang diambil adalah peserta didik SMPN 2 Gununghalu yang tergabung dalam kegiatan pengembangan diri bola basket. dengan alasan bahwa peserta didik yang tergabung pada kegiatan pengembangan diri bola basket dianggap telah mempunyai keterampilan teknik dasar permainan bola basket yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak ikut kegiatan pengembangan diri bola basket. Selain itu, peserta didik yang tergabung dalam kegiatan pengembangan diri bola basket sudah melalui proses seleksi. Proses seleksi tersebut terdiri dari tes teknik dasar dribbling dan passing (chest pass dan bounce pass), tes fisik yang terdiri dari lari 20 m, push up dan sit up, terakhir adalah tes bermain bola basket. Teknik pengambilan subjek tersebut sesuai dengan pendapat Maksum (2012:60) yang menjelaskan bahwa purposive sampling atau sampel bertujuan adalah sebuah teknik pengambilan sampel yang ciri dan karakteristiknya sudah diketahui lebih dulu berdasarkan ciri atau sifat populasi. Selanjutnya Maksum (2012:60) menjelaskan, pada dasarnya, tidak ada jumlah ideal dalam penentuan sampel. Yang justru perlu diperhatikan adalah rambu-rambu penentuan jumlah sampel. Ada empat faktor yang perlu diperhatikan, yaitu (1) Derajat keseragaman, (2) Tingkat akurasi yang dikehendaki, (3) Rencana analisis yang digunakan, dan (4) Tenaga, biaya, dan waktu. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka jumlah subjek yang diambil peneliti adalah peserta didik laki-laki kelas VII yang mengikuti kegiatan pengembangan diri bola basket sebanyak 40 orang. Untuk menentukan subjek yang masuk pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah dengan cara matching (dicocokkan) berdasarkan ranking, yaitu subjek yang berjumlah 40 orang diberi pretest, kemudian nilai yang didapat masing-masing subjek diurut dari nilai yang tertinggi sampai terendah. Langkah-langkah penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan cara pengelompokkan berdasarkan ranking, seperti pada gambar 3.2.
5 34 PEMBAGIAN KELOMPOK Kelompok eksperimen PEMBAGIAN KELOMPOK kelompok kontrol Lanjutan dari halaman Kelompok eksperimen kelompok kontrol Gambar 3.2 Pembagian Kelompok Subjek
6 35 Berdasarkan gambar tersebut, subjek yang mempunyai ranking 1,4,5,8 sampai dengan 45 masuk ke dalam kelompok eksperimen, sedangkan subjek yang mempunyai ranking 2,3,6,7 sampai dengan 43 masuk ke dalam kelompok kontrol. C. Waktu dan Tempat Penelitian Tempat untuk melakukan penelitian adalah SMP Negeri 2 Gununghalu Kabupaten Bandung Barat. Jumlah pertemuan dalam penelitian masing-masing kelompok 16 kali, terdiri dari 2 kali pertemuan untuk melakukan pretest dan posttest dan 14 kali pertemuan untuk melakukan proses perlakuan tiap kelompok, jumlah pertemuan tiap minggu sebanyak 3 kali. Kelompok eksperimen diberi perlakuan tiap hari senin, rabu, dan jum at, sedangkan untuk kelompok kontrol hari selasa, kamis, dan sabtu. Pelaksanaan pretest pada hari selasa tanggal 29 April 2014, sedangkan proses pembelajaran untuk kelompok eksperimen dimulai dari hari jum at tanggal 2 Mei 2014 sampai hari senin tanggal 2 Juni Kemudian untuk kelompok kontrol, proses pembelajaran dimulai dari hari sabtu tanggal 3 Mei 2014 sampai dengan hari selasa tanggal 3 Juni Pelaksanaan posttest pada hari rabu tanggal 4 Juni Jumlah pertemuan yang dilakukan dalam penelitian ini di dasarkan pada pendapat Habbelinck dan Day (1998:28) dalam Febrianto (2012) yaitu, the effects of training can be observed after two or three weeks it is convenient to label them medium term effects. Maksudnya adalah bahwa akibat dari suatu latihan dapat dilihat setelah dua atau tiga minggu berlatih. D. Variabel Penelitian Pada penelitian ini terdapat dua buah variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Yang menjadi variabel bebas pada penelitian ini adalah model
7 36 pembelajaran PBL, sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah keterampilan bermain bola basket. Alur dalam penelitian ini adalah seperti di bawah ini: Populasi Sampel Kelompok kontrol Model Pembelajaran Langsung Tes Akhir Tes Awal Pengolahan Data Kelompok eksperimen Model Pembelajaran PBL Tes Akhir Hasil E. Instrumen Pengumpulan Data Gambar.3.3 (alur penelitian) Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini adalah the game performance assessment instrument (GPAI). Oslin (1998) dalam Memmert (2008) menjelaskan was developedto measure game performance behaviors that demonstrate tactical understanding, as well as the player s ability to solve tactical problems by selecting and applyingappropriate skills. Maksudnya adalah GPAI dikembangkan untuk mengukur keterampilan bermain yang menekankan pada pemahaman taktik dan kemampuan menerapkan keterampilan gerak yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi permainan. Komponen-komponen dalam GPAI meliputi decision making, skill execution, adjust, cover, support, guard/mark, dan base. Keterangan dari komponen-komponen tersebut tercantum dalam tabel 3.1. Tabel 3.1 Komponen GPAI (Mitchel & Oslin, 1999 dalam Pill, 2008)
8 37 No Komponen Deskripsi 1 Decision making Membuat keputusan yang tepat tentang apa yang harus dilakukan ketika sedang dalam permainan 2 Skill execution Peragaan keterampilan yang dipilih dengan efisien 3 Adjust 4 Cover 5 Support 6 Guard/mark 7 Base Pergerakan pemain mencari ruang yang baik selama permainan Memberikan penjagaan, dukungan, atau back up kepada teman untuk merebut bola Memberi dukungan yang tepat kepada tim ketika menyerang, dengan cara menentukan posisi yang baik untuk menerima umpan Menjaga lawan yang melakukan seranga baik yang memegang bola maupun yang tidak Pemain kembali ke daerah bertahan ketika bola lepas dari penguasaan tim. Kriteria tiap komponen dapat dilihat pada tabel 3.2. Kemudian, indeks penilaian tiap komponen dan game performance (keterampilan bermain) dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Keterampilan Bermain No Komponen Kriteria 1 Decision making Bergerak maju ke daerah pertahanan lawan ketika tim sedang melakukan serangan 2 Skill execution Mengoper tepat kepada teman satu tim 3 Support Ikut membantu serangan dengan cara menempatkan posisi yang baik (membuka ruang untuk menerima umpan dan melakukan shooting) 4 Adjust Bergerak ke ruang baru setelah mengoper
9 38 5 Base 6 Cover 7 Guard Kembali ke daerah bertahan ketika bola lepas dari penguasaan tim. Bersiap dalam formasi bertahan dan berusaha untuk merebut bola dari tim lawan Menjaga lawan yang menyerang baik yang memegang bola dan yang tidak Table 3.3 Indeks Penilaian Indeks Decision making index (DMI) Skill execution Index (SEI) Support Index (SI) Adjust Index (AI) Base Index (BI) Cover Index (CI) Guard Index (GI) Penjumlahan Jumlah A DM Jumlah IA DM Jumlah E SE Jumlah IE SE Jumlah A S Jumlah IA S Jumlah A A Jumlah IA A Jumlah A B Jumlah IA B Jumlah A C Jumlah IA C Jumlah A G Jumlah IA G Game Performance (DMI + SEI + SI + AI + BI + CI + GI) 7 Keterangan tabel 3.3: A DM : appropriate decision making (membuat keputusan yang tepat) IA DM : inappropriate decisionmaking (membuat keputusan yang tidak tepat) E SE : efficient skill execution (peragaan keterampilan yang efisien) IE SE : inefficient skillexecution(peragaan keterampilan yang tidak efisien) A S : appropriate support (memberi dukungan yang tepat)
10 39 IA S A A IA A A B IA B A C IA C A G IA G : inappropriate support (memberi dukungan yang tidak tepat) : appropriate adjust (menyesuaikan secara tepat) : inappropriate adjust (menyesuaikan secara tidak tepat) : appropriate base (kembali ke pertahanan secara tepat) : inappropriate base (kembali ke pertahanan secara tidak tepat) : appropriate cover (menjaga pertahanan secara tepat) : inappropriate cover (menjaga pertahanan secara tidak tepat) : appropriate guard (menjaga lawan secara tepat) : inappropriate guard (menjaga lawan secara tidak tepat) 1. Teknik Pengumpulan Data a) Pengambilan Data Pretest Langkah-langkah yang digunakan untuk mengambil data pretest adalah sebagai berikut: 1) Subjek penelitian dibagi kelompok dengan cara dirandom, kelompok yang terbentuk sebanyak 8 kelompok. 2) Tiap kelompok terdiri dari 5 orang. 3) Tiap kelompok dirandom dan saling berlawanan untuk melakukan permainan bola basket, jadi terbentuk 4 kali permainan. 4) Tiap permainan bola basket berlangsung selama 5 menit. 5) Untuk memudahkan pengambilan data, tiap permainan diambil videonya dengan menggunakan handycam. 6) Proses observasi untuk mengambila data, dilakukan dengan cara melihat video. b) Pengambilan Data Posttest Langkah-langkah pengambilan data posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara yang sama, tapi waktu pelaksanaannya berbeda. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengambil data posttest adalah sebagai berikut:
11 40 1) Subjek penelitian dibagi kelompok dengan cara dirandom, kelompok yang terbentuk sebanyak 4 kelompok. 2) Tiap kelompok terdiri dari 5 orang. 3) Tiap kelompok dirandom dan saling berlawanan untuk melakukan permainan bola basket, jadi terbentuk 2 kali permainan. 4) Tiap permainan bola basket berlangsung selama 5 menit. 5) Untuk memudahkan pengambilan data, tiap permainan diambil videonya dengan menggunakan handycam. 6) Proses observasi untuk mengambila data, dilakukan dengan cara melihat video. 2. Prosedur Penghitungan Skor a) Skor yang diambil dari tiap sampel berasal dari 7 komponen keterampilan basket yang ditunjukkan sampel ketika sedang bermain basket. Komponenkomponen tersebut adalah Decision making (DM), Support (S), Skill execution (SE), Adjust (A), Base (B), Cover (C), dan Guard (G). (Tabel 3.1) b) Tiap-tiap komponen keterampilan basket tersebut mempunyai kriteria-kriteria tertentu. (Tabel 3.2) c) Skor tiap sampel yang sesuai dengan kriteria salah satu komponen keterampilan basket dimasukkan ke dalam kolom A (tepat) atau E (efisien) pada kolom komponen yang dimaksud. (Tabel 3.4 dan 3.5) d) Skor tiap sampel yang tidak sesuai dengan kriteria salah satu komponen keterampilan basket dimasukkan ke dalam kolom IA (tidak tepat) atau IE (tidak efisien) pada kolom komponen yang dimaksud. (Tabel 3.4 dan 3.5) e) Skor minimal setiap sampel baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan kriteria komponen keterampilan basket adalah 1. Artinya adalah apabila ada salah satu sampel tidak mendapatkan skor baik itu yang sesuai atau tidak sesuai dengan salah satu kriteria komponen permainan basket, sampel tersebut sudah mempunyai skor awal 1 pada kriteria yang kosong
12 41 tersebut, selanjutnya apabila sampel mendapatkan skor (1,2,3, dst) baik itu yang sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria komponen permainan basket, maka skor sampel tersebut ditambahkan dengan skor awal 1. (Tabel 3.6) f) Langkah poin e dilakukan dengan alasan karena skor kosong (0) tidak bisa dibagi dengan skor lain dan sebaliknya, karena hasilnya akan tidak terhingga atau tetap kosong (0). Alasan lain dari penggunaan skor 1 sebagai skor awal adalah untuk menyelamatkan skor komponen keterampilan bermain basket (DM, S, SE, A, B, C, dan G) agar tetap bermakna. g) Skor akhir pada setiap komponen keterampilan bermain basket (DM, S, SE, A, B, C, dan G) adalah jumlah skor A dibagi jumlah skor IA (A/IA) atau jumlah skor E dibagi jumlah skor IE (E/IE). h) Nilai akhir yang menunjukkan keterampilan bermain (GP) sampel adalah hasil penjumlahan dari skor masing-masing komponen keterampilan bermain basket dibagi jumlah komponen keterampilan bermain basket. i) Dalam setiap komponen terdapat 3 kolom kategori. Komponen SE terdiri dari kolom efficient (E), inefficient (IE), dan efficient/inefficient (E/IE). Sedangkan komponen DM, S, A, B, C, dan G masing-masing terdiri dari kolom appropriate (A), inappropriate (IA), dan appropriate/inappropriate (A/IA). (Tabel 3.4 dan 3.5) j) Kolom A pada tiap-tiap komponen dan kolom E pada komponen SE menunjukkan jumlah kesesuain penampilan individu dalam permainan dengan kriteria masing-masing komponen. (Tabel 3.4 dan 3.5) k) Kolom IA pada tiap-tiap komponen dan kolom IE pada komponen SE menunjukkan jumlah ketidak-sesuain penampilan individu dalam permainan dengan kriteria masing-masing komponen. (Tabel 3.4 dan 3.5)
13 42 l) Kolom A/IA dan kolom E/IE artinya adalah perilaku yang sesuai dibagi perilaku yang tidak sesuai dengan kriteria komponen keterampilan bermain basket. Kolom ini menunjukkan skor akhir dari masing-masing komponen. (Tabel 3.4 dan 3.5) DM (Decision making) Bergerak maju ke daerah pertahanan lawan ketika tim sedang melakukan serangan Tabel 3.4 Lembar Observasi Keterampilan Bermain Ketika Tim Sedang Manguasai Bola SE (Skill execution) Mengoper tepat kepada teman satu tim S (Support) Ikut membantu serangan dengan cara menempatkan posisi yang baik A (Adjust) Bergerak ke ruang baru setelah mengoper A IA A/IA E IE E/IE A IA A/IA A IA A/IA DM= A/IA SE= E/IE S = A/IA A = A/IA Tabel 3.5 Lembar Observasi Keterampilan Bermain Ketika Tim Tidak Sedang Manguasai Bola B (Base) C (Cover) G (Guard) Kembali ke daerah pertahanan jika bola dikuasai lawan Bersiap dalam formasi bertahan ketika di serang Menjaga lawan yang menyerang A IA A/IA A IA A/IA A IA A/IA
14 43 B = A/IA C = A/IA G = A/IA Tabel 3.6 Contoh Pemberian Skor Kolom 1 Kolom 2 A (Adjust) A (Adjust) Bergerak ke ruang baru setelah mengoper Bergerak ke ruang baru setelah mengoper A IA A/IA Menjadi A IA A/IA 9 0 Tak terhingga A = tidak bermakna A = 10 Keterangan : Kolom 1 Kolom 2 : 9 : 0 = tak terhingga (tidak bermakna). : 10 : 1 = 10 (artinya skor akhir sampel pada komponen Adjust adalah 10). F. Prosedur Pengolahan dan Analisis Data Langkah-langkah untuk mengolah dan menganalisis data adalah dengan menggunakan dua cara. Yang pertama dengan menggunakan program software SPSS (Statistical Package for Social Science) 16.0, dan yang kedua dengan cara manual.
15 44 1. Langkah-langkah yang ditempuh dengan menggunakan program software SPSS 16.0 adalah sebagai berikut: a) Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. b) Uji homogenitas menggunakan Levene Statistic. c) Uji beda pretest dengan posttest menggunakan Paired Samples Test (Paired Differences). d) Uji beda posttest kelompok eksperimen dengan posttest kelompok kontrol menggunakan Independent Samples Test (t-test for Equality of Means). 2. Langkah-langkah yang ditempuh dengan cara manual adalah uji liliefors untuk uji normalitas data, kemudian uji homogenitas data, dan uji t. Urutan langkahnya adalah sebagai berikut: a) Menghitung rata-rata kelompok sampel dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: = skor rata-rata yang dicari = jumlah nilai data = jumlah sampel b) Menghitung simpangan baku dengan rumus sebagai berikut: ( ) Keterangan: S = simpangan baku yang dicari n = jumlah sampel ( ) = jumlah kuadrat nilai data dikurangi rata-rata c) Uji normalitas data dengan menggunakan uji normalitas liliefors
16 45 1) Pengamatan X 1, X 2, X n dijadikan bilangan baku Z 1, Z 2,. Z n dengan menggunakan rumus: 2) Untuk bilangan baku ini digunakan daftar distribusi normal baku kemudian dihitung peluang F(Z 1 ) = P(Z 11 ). 3) Selanjutnya menggunakan porsi hitung Z 1, Z 2,. Z n Σ Z i. jika proposisi ini dinyatakan F(Z 1 ) - S(Z i ), jika proposisi dinyatakan S(Z i ), maka: ( ) 4) Menghitung selisih F(Z 1 ) - S(Z i ) kemudian tentukan harga mutlaknya. 5) Ambil harga yang paling besar di antara harga-harga mutlak selisih tersebut. Untuk menolak hipotesis, kita bandingkan L 0 dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar untuk taraf nyata α yang dipilih. Kriteria adalah: tolak hipotesis nol jika L 0 diperoleh dari data pengamatan melebihi L dari daftar table. Dalam hal lainnya nol diterima. d) Uji homogenitas Untuk menguji kesamaan, menggunakan uji homogenitas dengan rumus seperti di bawah ini: Kriteria pengujian adalah: terima hipotesis jika F hitung lebih kecil dari F tabel distribusi dengan derajat kesamaan = (V 1,V 2 ) dengan taraf nyata α = 0,01 e) Uji signifikansi
17 46 Untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus statistik menurut Maksum (2012), yaitu dengan menggunakan t-test. Rumus-rumus yang dipergunakan adalah: 1) Untuk menguji perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, yaitu: ( ) ( ) ( ) Keterangan: N 1 N 2 : Mean pada distribusi kelompok eksperimen : Mean pada distribusi kelompok kontrol : Nilai Varian pada distribusi kelompok eksperimen : Nilai Varian pada distribusi kelompok kontrol : Jumlah individu pada kelompok eksperimen : Jumlah individu pada kelompok kontrol Penggunaan rumus tersebut berguna untuk menguji signifikansi perbedaan mean antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, hal ini sesuai dengan pendapat Maksum (2012) yaitu uji t (t-test) adalah teknik statistik yang dipergunakan untuk menguji signifikansi perbedaan dua buah mean yang berasal dari dua buah distribusi. Skor yang didapat sampel sebelum diolah menggunakan rumus di atas, terlebih dulu dimasukan ke dalam tabel, seperti pada tabel 3.7. Untuk menentukan apakah perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol signifikan atau tidak, t hasil perhitungan dikonsultasikan
18 47 dengan t tabel. Apabila t hitung lebih besar dari pada t tabel, maka perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol signifikan. 2) Untuk menguji perbedaan antara pretest dengan posttest dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yaitu: ( ) Keterangan: D N : Perbedaan setiap pasangan skor (prestest posttest) : Jumlah Sampel Penggunaan rumus di atas berguna untuk menganalisis perbedaan antara hasil pretest dengan posttest pada masing-masing kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Sebelum diolah menggunakan rumus di atas, skor pretest dan posttest yang didapat oleh masing-masing sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terlebih dulu dimasukan ke dalam tabel, seperti pada tabel 3.7. subjek Tabel 3.7 Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen pretest Keterampilan Bermain Posttest D D 2 1
19 48 15 Σ M Untuk menentukan apakah perbedaan antara skor pretest dengan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan atau tidak, t hasil perhitungan dikonsultasikan dengan t tabel. Apabila t hitung lebih besar dari pada t tabel, maka perbedaan antara skor pretest dengan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1) Lokasi Penelitian Hal yang menjadi perhatian pada setiap pelaksanaan kegiatan penelitian adalah data, melalui data akan dapat dinyatakan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya, penggunaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya seperti wawancara, observasi, maupun dokumentasi (Arikunto,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja yang sistematis yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan, contohnya untuk memahami
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental yaitu mencobakan sesuatu untuk mengetahui pengaruh atau akibat
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini digunakan atas dasar pertimbangan bahwa sifat penelitian eksperimental
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian pasti mutlak diperlukan metode yang akan digunakan. Karena dengan menggunakan metode, maka terdapat cara untuk menyelesaikan sebuah
BAB III METODE PENELITIAN. mengandung arti bahwa metode penelitian begitu penting dalam pengumpulan dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode sangat diperlukan dalam setiap penelitian. Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitian. Hal ini mengandung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan sebuah metode agar sebuah penelitian dapat dilakukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian sangat dibutuhkan dalam sebuah penelitian karena akan memberi petunjuk bagaimana penelitian harus dilaksanakan. Sugiyono (2013, hlm. 6)
BAB III METODE PENELITIAN. menyimpulkan data guna memecahkan suatu masalah melalui cara-cara tertentu yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan data
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian. Merdeka Jombor yang beralamat Jl. Tentara Pelajar, Kecamatan Sukoharjo.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian (treatment) ini dilaksanakan di Lapangan SMA Negeri 1 Tawangsari yang beralamat di Jl. Patimura No. 105,
BAB III METODE PENELITIAN. hendak dicapai dan merupakan jalan bagi keberhasilan arah penelitian. Untuk itu
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah dalam penelitian digunakan suatu metode yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, tujuan yang hendak dicapai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksankan oleh peneliti, lokasi penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang akan digunakan penulis untuk mengetahui pengaruh latihan daya tahan otot sistem set terhadap perubahan kadar lemak tubuh dan massa otot yaitu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara atau teknik yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian. Surakhmad (1990, Hlm. 1) menjelaskan bahwa: Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, peneliti tidak mempunyai keleluasaan untuk memanipulasi subjek, artinya random kelompok biasanya diapakai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Pembangunan Surakarta, untuk pelaksanaan treatment (perlakuan) terhadap latihan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lapangan Manang Sukoharjo sebagai tempat latihan Pembinaan Prestasi Sepakbola Fakultas Keguruan
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini tempat penelitian di Sekolah Sepakbola (SSB) IPI GS Bandung yang ada di lapangan SMK VIKU kompleks TNI
Bravo s Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan STKIP PGRI Jombang ISSN:
Bravo s Jurnal ISSN: 2337-7674 PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLAVOLI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 JOMBANG TAHUN PELAJARAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah sepakbola PSBUM FPOK UPI jalan PHH. Mustopa Nomor 00 Bandung.. Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya,
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya, penggunaan
III. METODOLOGI PENELITIAN. dihadapi. Menurut Arikunto (1998 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi. Menurut
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran di SMP
6 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 013-014 di SMP Negeri 1 Pagelaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan langkah-langkah bagaimana penelitian dilakukan sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Menurut Sugiyono (2012:3) secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi
4 3. METODE PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment, yang merupakan suatu bentuk eksperimen dengan ciri utamanya adalah tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan pemilihan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam setiap melakukan suatu penelitian, perlulah adanya suatu metode penelitian untuk memperoleh, menganalisis dan menyimpulkan data hasil penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN A.
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian diperlukan metode yang tepat dan sesuai denga masalah dan tujuan yang akan dicapai. Secara umum metode merupakan cara yang hendak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. 1. Tempat Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan di lapangan bola voli Jatisrono Putra Tahun 2016. 2. Waktu penelitian Waktu
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu
8 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu hasil. Sedangkan metode penelitian adalah cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan
III. METODELOGI PENELITIAN. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan keanekaragaman. Terdapat beberapa kunci yang perlu diperhatikan
DAFTAR ISI Deka Angga Irawan, 2015
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMA KASIH...... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... ix DAFTAR BAGAN... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang
Penerapan Modifikasi Permainan Dalam Pembelajaran Dribbling Terhadap Keterampilan Motorik
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN DRIBBLING TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK TEKNIK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET (Studi Pada Peserta Didik Kelas VII (Tujuh) di SMP Negeri 3 Tuban) Shelvy Nurwidyawati
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian dilakukan di Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta
BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN. Populasi penelitian merupakan sebuah kumpulan individu atau objek
BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi penelitian merupakan sebuah kumpulan individu atau objek yang mempunyai sifat-sifat umum. Dalam hal ini Arikunto (2002:102)
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mencapai suatu tujuan. Menurut Surakhmad (1998: 121) menjelaskan bahwa:
48 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian diperlukan suatu metode. Metode perlu dilakukan agar penelitian dapat terarah sehingga dapat menjawab hipotesis yang diajukan
Ejournal JJPKO Volume 08 Nomor 02 Tahun 2017
PENGARU PELATIAN SPIKE DARI SUATU UMPANAN DAN SPIKE DARI UMPANAN KE BELAKANG TERADAP TEKNIK SPIKE Ketut Agus Wipranantha 1, I Kadek appy Kardiawa,S.Pd,.M,Pd. 2, Ketut Chandra Adhinata Kusuma,S.Pd,.M,Pd.
Kelompok Tes Ketegori Rata-rata Simpangan Baku Pretes 5,38 1,44 Kelompok Postes 7,69 1,25 Eksperimen Hasil Latihan 2,31 0,19 Kelompok Kontrol
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengolahan Data Statistika (Manual) Setelah dilakukan penelitian di lapangan maka langkah yang dilakukan peneliti selanjutnya yaitu melakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Rancangan penelitian ini penulis menggunakan desain praeksperimental dengan pola Randomized Control Group Only Design. Dalam rancangan ini sekelompok
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di Universitas Universitas Negeri Semarang. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Eksperimen
3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Suatu hasil dari penelitian harus diuji
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Research (penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Research (penelitian eksperimen semu). Eksperimen semu dilakukan untuk memperoleh informasi, di mana eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun ke lapangan. Penelitian ini mengambil lokasi
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen berfungsi untuk mengetahui pengaruh
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen berfungsi untuk mengetahui pengaruh percobaan/perlakuan terhadap karakteristik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiyono (2008: 3). Bertitik tolak dari permasalahan, rumusan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Pada suatu penelitian penggunaan metode yang dipakai harus tepat dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai
III. METODOLOGI PENELITIAN. aturan-aturan, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan
35 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Negeri I Telaga Biru. Waktu pelaksanaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Negeri I Telaga Biru. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 Bulan sesuai dengan dikeluarkannya
BAB III METODE PENELITIAN. generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
53 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Sugiyono (015:117) menjelaskan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan
Perbandingan Model Pendekatan Taktis Dan Pendekatan Tradisional Terhadap Hasil Belajar Permainan Kasti. Universitas Pendidikan Indonesia
Perbandingan Model Pendekatan Taktis Dan Pendekatan Tradisional Terhadap Hasil Belajar Permainan Kasti Muhamad Willy A. 1, Jajat Darajat KN 2, Arif Wahyudi 3 Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Hasil
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan data
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan dilaksanakan di GOR ATMI, Laweyan, Surakarta. 2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (quasi eksperimen) dengan melihat efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
III. METODELOGI PENELITIAN. Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh
III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap peningkatan power otot tungkai dalam pada siswa
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Ketika seseorang bermaksud melakukan sebuah penelitian tentu diperlukan sebuah langkah-langkah yang dapat menunjang keberhasilan suatu penelitian, seperti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah kemampuan keterampilan tiger sprong siswa yang menggunakan
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Dalam sebuah penelitian diperlukan sebuah sumber data yang digunakan untuk memperoleh data yang sesuai dengan yang diinginkan. Adapun mengenai objek
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono.
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 01-013 sebanyak
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen. Menurut Sugiono (010:109) bahwa penelitian pre-eksperimen hasilnya merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan tempat dalam penelitian akan dilaksanakan pada : Jl. Raya Lembang No. 357 Kab. Bandung Barat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Operasional Penelitian Secara operasional, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran tugas (latihan)
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Tempat pengambilan data tes keterampilan gerak dalam penelitian ini dilaksanakan di SDN Babadan Kec. Balerejo Kab. Madiun Tahun Pelajaran 2014/2015. Pertimbangan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bandarlampung Kota Bandar
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Bandarlampung Kota Bandar lampung. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Bandar lampung semester
BAB III METODE PENELITIAN
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk melakukan sebuah penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian adalah hal yang sangat penting,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian turut menentukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah modifikasi pembelajran menyerupai sepakbola dapat berpengaruh
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Sugiyono (2008:107) Terdapat tiga metode penelitian bila dilihat dari tingkat
NET TRAINING METHOD EFFECT FOR OVERHEAD PASS ABILITY OF BASKETBALL EXTRACURRICULAR MEMBERS IN RANDUDONGKAL SENIOR HIGH SCHOOL, PEMALANG REGENCY
Pengaruh Metode Latihan...(Yoga Wahyu Pradana) 1 PENGARUH METODE LATIHAN MENGGUNAKAN NET TERHADAP KEMAMPUAN OVERHEAD PASS PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan sampel tidak secara random, tetapi menerima keadaan sampel apa adanya. Desain penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di lapangan bola basket SMPN 1 Jatinangor. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 2
