Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja
|
|
|
- Yenny Sutedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ICRA Indnesia Rating Feature May 2013 ICRA Indnesia Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja Industri baja memainkan peran yang penting dalam pertumbuhan eknmi. Baja merupakan kmpnen umum pada beberapa sektr utama. Dalam infrastruktur, baja memberikan kntribusi melalui baja struktural yang digunakan dalam pembangunan jembatan, jalan raya, bandara, pelabuhan, kereta api, listrik dan telekmunikasi. Di sektr manufaktur, kntribusi utamanya sebagai bahan baku untuk pembuatan mesin, yang merupakan barang mdal. Baja merupakan bahan baku untuk beberapa jenis industri seperti bantalan peluru, kabel, mbil, kapal, pesawat terbang dan untuk berbagai barang knsumsi seperti kemasan. Selain itu, baja diperlukan untuk beberapa kegiatan penting lainnya seperti penyediaan air, listrik dan gas/bahan bakar yang memiliki implikasi ssial yang besar. Dengan demikian, pertumbuhan sektr baja sangat penting bagi pertumbuhan eknmi serta ssial secara keseluruhan. Secara empiris, terbukti adanya krelasi psitif antara Prduk Dmestik Brut (PDB) per kapita terhadap knsumsi baja per kapita. Knsumsi baja per kapita di Indnesia sebesar 40 kilgram (kg) pada tahun 2012, meningkat 7,2% dari 37,3 kg pada tahun 2011 (Sumber: Assiasi Industri Besi dan Baja Indnesia dan Badan Krdinasi Penanaman Mdal (BKPM)). Knsumsi tersebut rendah dibandingkan dengan rata-rata knsumsi per kapita di negara Asia lainnya dan bahkan sangat rendah dibandingkan dengan rata-rata knsumsi per kapita dunia. Menurut Organisasi Baja Dunia (WSO), tahun 2011 knsumsi baja per kapita di negara Asia (di luar Cina, India, Jepang, Taiwan dan Krea Selatan) sebesar 59,7 kg sedangkan rata-rata knsumsi baja per kapita dunia sebesar 214,7 kg. Ini menunjukkan ptensi besar permintaan baja di Indnesia. Negara berkembang terkemuka seperti Cina (459,8 kg), Rusia (292,2 kg) atau Brazil (123 kg) memiliki knsumsi baja per kapita jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indnesia. Mengingat tingkat pertumbuhan eknmi Indnesia yang sehat, tercatat sebesar 6,2% pada tahun 2012, permintaan baja diperkirakan akan berlipat ganda dan kntribusi sektr baja untuk eknmi selama beberapa tahun ke depan layak diperhatikan. Indnesia menempati urutan ke-36 prdusen terbesar baja di dunia dengan perkiraan prduksi sebesar 3,9 juta tn baja mentah (WSO, 2011). Seluruhnya diprduksi leh PT Krakatau Steel (Perser) Tbk (KRAS) yang merupakan prdusen baja primer satu-satunya di Indnesia. Industri ini juga ditandai dengan kehadiran lebih dari 300 pemain sekunder dengan berbagai ukuran, yang kebutuhan bahan bakunya dipenuhi dengan mengimpr besi bekas, billet, dan lain-lain. Indnesia adalah negara pengimpr baja dengan 7,3 juta tn impr bersih (WSO, 2011) dan mengimpr 70% kebutuhan besi bekas untuk bahan baku (Assiasi Industri Besi dan Baja Indnesia). Namun, pada tahun 2016, industri baja Indnesia diperkirakan akan menghasilkan 12 juta tn baja dengan adanya kapasitas tambahan yang dilakukan leh KRAS melalui jint venture dengan POSCO selama peride tersebut, dan diharapkan dapat mengurangi impr sebesar 3-4 juta tn yang akan memperkuat pasar dmestik. Sektr baja mempekerjakan lebih dari rang di berbagai level dan di seluruh rantai prduksi, dan mampu menghasilkan prduk baja sebanyak 5,5 juta tn per tahun termasuk prduk baja htrlled (batangan, kawat dan pelat) dan prduk baja mentah (billet dan lempengan). Karena tergantung pada pasar internasinal untuk bahan baku, permintaan dan paskan baja menjadi rentan terhadap siklus bisnis industri pengguna akhir serta tren eknmi di pasar dunia. Ini
2 tercermin dalam vlatilitas harga baja dan kerentanan prfitabilitas dan arus kas para pemain industri baja. Ketidakpastian ini merupakan tantangan untuk prses pemeringkatan dalam memprediksi pla arus kas perusahaan di masa depan yang merupakan bagian integral dari analisis tingkat perlindungan kredit, yang mungkin akan banyak dipengaruhi leh psisi siklus industri pada saat dilakukan pemeringkatan. Namun, kerangka pemeringkatan ICRA Indnesia berfkus pada kualitas kredit fundamental perusahaan dan berusaha untuk mengevaluasi prfil risik kredit di berbagai macam siklus industri baja. Kerangka analisis risik untuk perusahaan baja Tulisan ini menyrti beberapa faktr kunci yang secara khusus dievaluasi ketika menilai kualitas kredit dari suatu perusahaan baja. Untuk kemudahan analisis, faktr-faktr ini dapat dikelmpkkan sebagai berikut: Efisiensi Biaya Skala perasi dan keragaman prduk-pasar Risik pryek baru Kesehatan Keuangan Prfitabilitas Hutang dan arus kas Risik yang berhubungan dengan valuta asing Kesenjangan jatuh temp dan risik yang terkait dengan suku bunga dan pembiayaan kembali Rekam jejak pembayaran hutang Kewajiban kntinjensi/ekspsur di luar buku Analisis keuangan knslidasi Kecukupan arus kas masa depan Kualitas manajemen dan tata kella perusahaan Daya saing perusahaan Daya saing biaya Karakter baja yang merupakan prduk dari aktivitas bisnis berbasis kmditas menjadikan efisiensi biaya prduksi faktr penting dalam menentukan kualitas kredit fundamental prdusen baja. Pasar baja Indnesia didasari leh tren baja glbal mengingat psisinya sebagai pengimpr bersih (net imprter). Oleh karena itu, para prdusen baja perlu memiliki biaya yang kmpetitif secara internasinal untuk tetap untung di berbagai siklus bisnis. Selain itu, permintaan baja bergantung pada pertumbuhan eknmi secara umum, siklus bisnis dari industri pengguna akhir dan faktr eksternal lainnya yang tetap dinamis. Akibatnya, prdusen baja secara umum tetap sebagai pengambil harga dari pelanggan mereka yang memiliki psisi tawar yang lebih baik, dan leh karena itu biaya prduksi yang lebih rendah diperlukan untuk menjaga imbal hasil (margin). Secara keseluruhan, biaya bahan baku merupakan kmpnen terbesar dan karena itu menjadi penggerak terpenting bagi prfitabilitas ICRA Indnesia Page 2 f 6
3 perusahaan baja. Kepastian bahan baku melalui hubungan yang baik dengan pemask dan struktur biaya yang terlindung dari fluktuasi harga merupakan kredit yang psitif. Misalnya, harga baja billet tercatat tinggi di USD per tn pada Agustus 2008, sesaat sebelum krisis eknmi glbal, dan turun tajam ke USD 340 per tn dalam sembilan bulan berikutnya. Setelah itu, butuh lebih dari dua tahun untuk mencapai USD 675 per tn pada Oktber Saat ini, harga telah turun lagi menjadi USD 520 per tn (Februari 2013, sumber: Selama peride siklus yang tajam, akan ada perubahan besar dalam struktur biaya prdusen dalam jangka sangat pendek. Dengan demikian, prdusen yang tanpa didukung pesanan dalam prduksinya akan mengalami penurunan margin yang besar. Ketersediaan input tambahan juga memainkan peran penting. Bijih besi (prdusen primer) atau besi spns (prdusen sekunder) adalah salah satu kmpnen penting yang dibutuhkan dalam pembuatan baja. Selanjutnya, prdusen baja sekunder terutama memprduksi menggunakan Electric Arc Furnace (EAF) atau Inductin Furnace (IF) yang membutuhkan sejumlah besar paskan listrik secara terus-menerus, sementara prdusen baja primer terutama menggunakan Blast Furnace (BF) atau EAF dalam pembuatan baja dan secara substansial tergantung pada ketersediaan batu arang secara tepat waktu. Integrasi vertikal ke jaminan bahan baku menghasilkan keuntungan biaya yang signifikan dibandingkan dengan yang tak terintegrasi karena lebih tahan terhadap tekanan harga prduk jadi dalam siklus yang menurun. ICRA Indnesia berfkus pada pengaturan pengadaan bahan baku prdusen baja dan tingkat integrasi vertikal. Harga besi bekas, yang merupakan separuh biaya prdusen baja sekunder, biasanya bergerak seiring dengan harga baja dan dengan demikian pemain sekunder yang prprsi penggunaan besi bekasnya lebih besar memiliki vlatilitas margin yang lebih rendah. Prdusen besi spns, di sisi lain, tergantung pada biaya dan ketersediaan batubara thermal, selain bijih besi. Harga batubara nn cking dmestik telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menekan margin pemain di industri tersebut. Jika pemain besi spns juga memiliki fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar limbah-panas yang dihasilkan, itu dipandang psitif leh ICRA Indnesia karena ketersediaan tenaga murah untuk perasinal mereka. Biaya transprtasi Bisnis baja merupakan bisnis yang padat bahan baku dengan satu metrik tn baja membutuhkan hampir empat metrik tn bahan baku. Hal ini membuat biaya pengiriman merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur biaya keseluruhan suatu perusahaan baja. Kedekatan pabrik baja ke pelabuhan akan menjaga biaya angkut tetap rendah dan dengan demikian mempengaruhi margin keuntungan secara psitif. Untuk prdusen baja primer, kedekatan dengan sumber bahan baku meningkatkan psisi kmpetitif dalam bentuk biaya bahan baku yang lebih rendah dan manajemen persediaan yang lebih baik. Skala usaha dan keragaman prduk-pasar Prdusen baja lebih terhindar dari vlatilitas siklus jika memiliki psisi pasar yang kuat, skala perasi yang besar dan bauran prduk yang beragam. Biasanya skala perasinal yang besar dan terdiversifikasi menghasilkan arus kas yang lebih dapat diandalkan dibandingkan skala perasi yang lebih kecil dengan lini prduk lebih terknsentrasi pada sektr kmditas. Perusahaan dengan basis pendapatan besar memiliki keuntungan skala eknmi yang melekat pada psisi mereka yang membuat mereka lebih tahan terhadap siklus industri. Skala eknmi menghasilkan kntrl biaya yang lebih baik melalui psisi tawar yang lebih tinggi terhadap pemask bahan baku dan pelanggan. Perusahaan besar juga cenderung memiliki akses yang lebih baik ke pasar mdal sehingga mengurangi biaya mdal, memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih tinggi dan dapat mengambil keuntungan yang berasal dari skala eknminya. Industri baja rentan terhadap siklus bisnis pengguna akhir. Namun, knsumen industri ini juga beragam sehingga dampak siklus industri pengguna akhir dapat dikendalikan. Diversifikasi usaha dalam hal segmen prduk, basis pelanggan yang luas secara gegrafis dan dalam hubungan dengan industri pengguna akhir dipandang sebagai faktr psitif. Integrasi ke hilir meningkatkan nilai tambah ICRA Indnesia Page 3 f 6
4 bisnis secara keseluruhan dan mengurangi tekanan persaingan. Selain itu, prdusen baja yang memiliki segmen prduk panjang (lng) dan datar (flat) sekaligus kurang terdampak leh pasang surut industri pengguna akhir tertentu karena kemampuannya untuk melayani berbagai sektr pada waktu yang sama. Terlepas dari kenyataan bahwa baja adalah kmditas, pemberian merek untuk berbagai kelas dipraktekkan leh beberapa pemain di segmen prduk tertentu. Kinerja yang knsisten dari prduk ini menyebabkan pelanggan tetap lengket dan lyal terhadap merek dari waktu ke waktu. Kesesuaian dengan Standar Nasinal Indnesia (SNI), di samping berbagai standar internasinal seperti Sciety f American Engineers (SAE), British Standards, Japanese Industrial Standards (JIS) dan lain-lain akan meningkatkan daya saing perusahaan dan karenanya dipertimbangkan dalam memperkuat prfil bisnis. Risik pryek baru Mengingat knsumsi per kapita yang rendah serta upaya untuk mengurangi ketergantungan besar pada impr, kapasitas baja terpasang di Indnesia diharapkan meningkat dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, pryek baja merupakan pryek sangat padat mdal, dengan sekitar satu miliar USD diperlukan untuk menyiapkan kapasitas awal satu juta metrik tn. ICRA Indnesia mengevaluasi berbagai risik yang terkait dengan pryek-pryek baja besar termasuk risik penyelesaian, pendanaan, teknlgi dan penjualan, dan mengkaji dampaknya untuk memastikan prfil risik kredit secara keseluruhan. Kesehatan keuangan Kekuatan keuangan prdusen baja merupakan suatu pertimbangan penting dalam prses pemeringkatan. Ketika menilai psisi keuangan prdusen baja, ICRA Indnesia mengulas kebijakan akuntansi yang diterapkan leh perusahaan, catatan terhadap akun dan kmentar auditr yang merupakan bagian dari lapran tahunan. Setiap penyimpangan dari Standar Akuntansi Indnesia (dikenal sebagai "PSAK") dicatat dan lapran keuangan perusahaan disesuaikan untuk mencerminkan dampak dari penyimpangan tersebut dan juga untuk dibandingkan terhadap pemain lain di industri. Terlepas dari kuatnya neraca keuangan yang menentukan kemampuan perusahaan untuk menahan siklus penurunan yang dalam, ICRA Indnesia juga mengevaluasi prfitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas serta sumber-sumber fleksibilitas keuangan yang tersedia bagi perusahaan untuk mengevaluasi prfil keuangan secara keseluruhan. Prfitabilitas Prfitabilitas prdusen baja primer utamanya merupakan fungsi dari struktur biaya dan bauran prduk. Namun industri baja memiliki siklus sehingga prfitabilitas bervariasi secara signifikan sepanjang siklus. Dengan demikian, prdusen yang memiliki struktur biaya yang lebih baik daripada pemain lain pada umumnya dapat diharapkan untuk tetap membukukan keuntungan di berbagai siklus. Hutang dan arus kas Seperti pada perusahaan di industri kmditas lainnya yang memiliki siklus harga, tingkat hutang (leverage) yang rendah dipandang psitif bagi prdusen baja. Selain melindungi arus kas prdusen dengan beban pembayaran hutang yang lebih rendah, terutama dalam kndisi tertekan, tingkat hutang yang rendah juga memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar kepada prdusen baja untuk mengakses dana dari sumber-sumber kelembagaan. Selain struktur mdal, ICRA Indnesia memberikan perhatian khusus pada indikatr kecukupan pembayaran hutang (cverage) saat mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan baja termasuk kemampuan membayar beban bunga (interest cverage) serta laba perasi dan kas bersih akrual dibandingkan dengan ttal hutang. ICRA Indnesia sangat memperhatikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam kndisi tertekan. Semakin kuat kinerja perusahaan dalam berbagai skenari pryeksi yang wajar akan semakin baik dari perspektif evaluasi kredit. ICRA Indnesia juga kritis melihat sumber ICRA Indnesia Page 4 f 6
5 fleksibilitas keuangan yang tersedia untuk suatu perusahaan yang bisa dalam bentuk, antara lain, ketersediaan dari prtfli aset keuangan yang liquid, kepentingan strategis perusahaan dalam Grupnya beserta kekuatan keuangan Grup tersebut. Risik yang berhubungan dengan valuta asing Manajemen risik valuta asing memainkan peran penting dalam perasinal prdusen baja Indnesia mengingat fakta bahwa sebagian besar bahan baku termasuk besi bekas masih diimpr. Dalam hal prdusen membeli besi bekas dari pedagang lkal, mereka dapat terlindung dari risik nilai tukar yang meningkat. Harga jual, bahkan jika perusahaan menjual prduk di dalam negeri, terkait dengan nilai tukar, karena biasanya mengacu kepada biaya masuknya impr. Risik mata uang asing juga dapat timbul dari kewajiban yang tidak terlindungi, terutama untuk perusahaan dengan kewajiban yang didminasi dalam mata uang asing nn-usd mengingat pasar valutanya terbatas. Analisis ICRA Indnesia juga berfkus pada kebijakan lindung nilai perusahaan yang bersangkutan dengan knteks jangka waktu dan sifat kntrak dengan rekanan (jangka pendek/jangka panjang, harga tetap/harga variabel). Kesenjangan jatuh temp dan risik terkait dengan suku bunga dan pembiayaan kembali Ketergantungan yang besar pada pinjaman jangka pendek untuk mendanai investasi jangka panjang dapat mengeksps perusahaan pada risik pembiayaan kembali yang signifikan, terutama selama peride likuiditas yang ketat. Keberadaan penyangga berupa aktiva likuid atau fasilitas perbankan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dipandang psitif. Demikian pula sejauh mana perusahaan bisa dipengaruhi leh pergerakan suku bunga dievaluasi. Rekam jejak pembayaran hutang Rekam jejak pembayaran hutang perusahaan merupakan masukan penting untuk setiap pemeringkatan kredit. Setiap keterlambatan atau default di masa lalu dalam pelunasan pembayaran pkk atau bunga mengurangi tingkat kenyamanan sehubungan dengan kemampuan dan kesediaan mmbayar hutang di masa depan. Kewajiban kntijensi/ekspsur di luar buku Dalam kasus ini, kemungkinan pelimpahan kewajiban kntinjensi/ekspsur di luar buku (ffbalance sheet) dan implikasi keuangannya dievaluasi. Analisis lapran keuangan knslidasi Dalam kasus grup yang terdiri dari perusahaan dengan hubungan keuangan dan perasinal yang kuat, berbagai parameter seperti struktur mdal, indikatr kecukupan pembayan hutang dan kebutuhan pendanaan di masa depan dinilai pada tingkat knslidasi/grup. Kecukupan arus kas di masa depan Karena tujuan utama dari pelaksanaan pemeringkatan adalah untuk menilai kemampuan pembayaran hutang perusahaan, ICRA Indnesia membuat pryeksi keuangan perusahaan yang paling mungkin dalam berbagai skenari. Selain itu, ICRA Indnesia memperhitungkan kmitmen perusahaan terhadap perusahaan lain dalam grup, usaha baru dan investasi pada anak perusahaan. Selanjutnya, arus kas dipryeksikan setelah memperhitungkan tingkat penggunaan kapasitas perusahaan dan kemungkinan harga bahan baku dan prduk jadi, perkiraan pertumbuhan, jadwal pembayaran hutang, kebutuhan pendanaan dan pilihan sumber dana yang tersedia untuk itu. Arus kas ini kemudian digunakan untuk menentukan ICRA Indnesia Page 5 f 6
6 kemampuan membayar hutang perusahaan di masa depan dalam berbagai skenari. Selain pryeksi arus kas, rasi lain yang digunakan untuk menilai arus kas adalah kecukupan arus kas perasinal untuk membayar beban bunga (interest cverage), membayar hutang (debt cverage) dan belanja mdal. Kualitas Pemegang Saham/Manajemen Kualitas manajemen merupakan salah satu faktr terpenting yang dievaluasi ICRA Indnesia dalam menentukan peringkat. Tetapi factr ini tidak berwujud dan sulit untuk diukur. Untuk prdusen baja, ICRA Indnesia melihat strategi manajemen dalam mengella biaya perusahaan dan prtfli prduk. ICRA Indnesia juga mengevaluasi bagaimana manajemen merespn siklus industri atau strategi yang diterapkan untuk mengurangi risik yang timbul dari siklus tersebut. Secara umum, rekam jejak kebijakan keuangan yang knservatif memberikan tingkat kenyamanan ekstra untuk pemeringkatan. Beberapa pin lain yang dinilai adalah: Pengalaman pemegang saham/manajemen dalam lini bisnisnya Kmitmen pemegang saham/manajemen pada lini bisnisnya Kebijakan penggunaan hutang, risik tingkat suku bunga dan risik mata uang Rencana untuk pryek baru, akuisisi, diversifikasi dan lain-lain Kekuatan dari perusahaan-perusahaan lain yang satu grup dengan perusahaan Kemampuan dan kesediaan grup untuk mendukung perusahaan dengan langkah-langkah seperti penyuntikan dana, jika diperlukan. Kesimpulan Peringkat kredit ICRA Indnesia merupakan representasi simblis atas pendapat saat ini terhadap risik kredit relatif yang terkait dengan instrumen yang dinilai. Pendapat ini dihasilkan setelah dilakukan evaluasi terhadap risik bisnis dan keuangan perusahaan secara rinci, kekuatan daya saingnya, kemungkinan arus kas selama umur instrumen yang dinilai dan kecukupan kas tersebut untuk pembayaran hutang serta kualitas manajemen. Sebagai catatan untuk diperhatikan, untuk perusahaan baja, perhatian khusus juga diberikan pada jaminan bahan baku, tingkat integrasi ke hilir/hulu, keragaman prduk, strategi manajemen untuk mengella siklus penurunan usaha dan pendekatan secara keseluruhan terhadap investasi dan pertumbuhan usaha. Cpyright, 2013, ICRA Indnesia. All Rights Reserved. Semua infrmasi yang tersedia merupakan infmasi yang diperleh leh ICRA Indnesia dari sumber-sumber yang dapat dipercaya keakuratan dan kebenarannya. Walaupun telah dilakukan pengecekan dengan memadai untuk memastikan kebenarannya, infrmasi yang ada disajikan 'sebagaimana adanya' tanpa jaminan dalam bentuk apapun, dan ICRA Indnesia khususnya, tidak melakukan representasi atau menjamin, menyatakan atau menyatakan secara tidak langsung, mengenai keakuratan, ketepatan waktu, atau kelengkapan dari infrmasi yang dimaksud. Semua infrmasi harus ditafsirkan sebagai pernyataan pendapat, dan ICRA Indnesia tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang dialami leh pengguna infrmasi dalam menggunakan publikasi ini atau isinya. *)Diadpsi, dimdifikasi dan diterjemahkan dari rating methdlgy fr steel cmpany dari ICRA Limited. ICRA Indnesia Page 6 f 6
Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja
Fitur Pemeringkatan ICRA Indonesia Juli 2014 Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja Industri baja memainkan peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. Baja merupakan komponen umum pada beberapa
Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 *
Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2014 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Tinjauan sekilas Industri real estate memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya
Metodologi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank
ICRA Indnesia Rating Feature January 2011 Metdlgi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank Lembaga pembiayaan bukan bank (Lembaga Pembiayaan) memainkan peran yang penting dalam pasar keuangan
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK N. 2 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Lapran Arus Kas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N. 2 tentang Lapran Arus Kas disetujui dalam Rapat Kmite Prinsip Akuntansi
PENDEKATAN UNTUK PEMERINGKATAN SURAT BERHARGA KOMERSIAL
ICRA Indonesia Rating Feature Desember 2012 PENDEKATAN UNTUK PEMERINGKATAN SURAT BERHARGA KOMERSIAL Metodologi ICRA Indonesia untuk pemeringkatan surat berharga komersial (SBK) yang merupakan instrumen
LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR MODEL LIMA KEKUATAN PORTER
L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR MODEL LIMA KEKUATAN PORTER Gambaran Umum Situasi Perusahaan dan Industri A. Gambaran Umum Situasi Perusahaan dan Industri 1. Pada lingkup industri
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN BAB IX PERENCANAAN, PENGELOLAAN, DAN EVALUASI USAHA JASA ALAT MESIN PERTANIAN Drs. Kadirman, MS. KEMENTERIAN PENDIDIKAN
DUKUNGAN OJK ATAS PROGRAM INVESTASI DI LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA
DUKUNGAN OJK ATAS PROGRAM INVESTASI DI LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA Disampaikan leh Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Pada acara Indnesia Eximbank Investr Gathering 2017 Jakarta, 7 Februari 2017
PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows. Presented by: Dwi Martani
PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement f Cash Flws Presented by: Dwi Martani LAPORAN ARUS KAS Infrmasi arus kas entitas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan entias dalam menghasilkan kas dan
PERINGKAT PERUSAHAAN (Catatan Metodologi)*
Fitur Pemeringkatan ICRA Indonesia Oktober 2014 PERINGKAT PERUSAHAAN (Catatan Metodologi)* PENDAHULUAN Jasa pemeringkatan perusahaan ICRA Indonesia berupaya untuk memberikan opini tentang kualitas kredit
JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL. Yang dibimbing oleh Roro Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E.
JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL Disusun dan diajukkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Operasinal (Praktikum) Yang dibimbing leh Rr Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E. Disusun Oleh :
Bab II LANDASAN TEORI
Bab II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Energi Energi yang bersifat abstrak yang sukar dibuktikan, tetapi dapat dirasakan adanya. Energi atau yang sering disebut tenaga, adalah suatu pengertian yang sering
Metodologi Pemeringkatan Perusahaan Kelapa Sawit
Fitur Pemeringkatan ICRA Indonesia April 2015 Metodologi Pemeringkatan Perusahaan Kelapa Sawit Pendahuluan Sektor perkebunan terutama kelapa sawit memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena
Metodologi Pemeringkatan Kemampuan Membayar Klaim untuk Perusahaan Asuransi Umum*
Fitur Pemeringkatan ICRA Indonesia Desember 2014 Metodologi Pemeringkatan Kemampuan Membayar Klaim untuk Perusahaan Asuransi Umum* Pemeringkatan ICRA Indonesia untuk kemampuan membayar klaim (atau Claims
Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan
Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan Lapran Kajian ke-5 Ar5 ( Assessment Reprt 5) IPCC Pkja Basis Ilmiah Salah satu kegiatan utama Intergvermental Panel n Climate Change (IPCC) adalah menyusun Lapran Kajian
Manajemen Proyek. Manajemen
Manajemen Pryek Manajemen Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengrganisasian, pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengellaan sumber daya yang dimiliki suatu rganisasi untuk mencapai
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
45 BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan PT. Cahaya Ragam Sakti 3.1.1 Sejarah Berdirinya PT. Cahaya Ragam Sakti PT. Cahaya Ragam Sakti pada awalnya merupakan perusahaan yang didasari leh ide
LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG I BAB
LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 009-013 I BAB I LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 009-013 A. VISI DAN MISI DAERAH V isi merupakan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa kmitmen murni,
PT ICRA Indonesia (ICRA Indonesia) PERINGKAT KREDIT PERUSAHAAN (METODOLOGI)*
PT ICRA Indonesia (ICRA Indonesia) PERINGKAT KREDIT PERUSAHAAN (METODOLOGI)* Tujuan dasar peringkat kredit perusahaan adalah memberikan pendapat tentang resiko kredit relatif yang terkait dengan instrumen
Metodologi Pemeringkatan Perusahaan Perhotelan
ICRA Indonesia Rating Feature Desember 2012 Metodologi Pemeringkatan Perusahaan Perhotelan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak daerah wisata dengan berbagai ragam jenis wisata. Dengan
BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS dan PEMBAHASAN 4.1 Prfil Perusahaan PT. Megah Lestar Packind adalah perusahaan yang bergerak di bidang Percetakan kardus yang mulai berdiri sejak 9 Maret 1988 dengan lkasi yang bertempat
II. LANDASAN TEORI. Pada dasarnya pasar modal sama seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat
II. LANDASAN TEORI 2.1 Pasar Mdal 2.1.1 Pengertian Pasar Mdal Pada dasarnya pasar mdal sama seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Di pasar mdal, yang diperjualbelikan
Dalam menentukan harga setiap usaha mungkin memiliki strategi yang berbeda-beda. Namun
CHAPTER V Harga menurut Philip Ktler (2001 : 439) ialah sebagai berikut, charged fr a prduct r service. Mre bradly, price is the sum f all the value that cnsumer exchange fr the benefits f having r using.
by : Andika Putra Utami; Yunike Rahmi; Dewi Permata Sari; Bismatullah; Ismadi
Manajemen Risik K3 di Perusahaan Pertambangan Psted n 21 Januari 2011 by Aria Gusti by : Andika Putra Utami; Yunike Rahmi; Dewi Permata Sari; Bismatullah; Ismadi Pendahuluan Pertambangan memiliki peran
Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan
Jenis Infrmasi yang Terbuka dan Dikecualikan Kelmpk Infrmasi Publik yang diatur dalam UU KIP mencakup Infrmasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; Infrmasi Publik yang wajib diumumkan
DITOPANG BISNIS MODEL YANG KOKOH, ADARO ENERGY BUKUKAN LABA INTI SEBESAR US$148 JUTA Pasar batubara masih menghadapi periode yang penuh tantangan
NEWS RELEASE Jakarta, 31 Agustus 2015 Informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Cameron Tough, Corporate Secretary & Investor Relations Division Head [email protected] DITOPANG BISNIS MODEL YANG KOKOH,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat CV. KARDUS COMMUNICATION Cirebn Semua bidang usaha membutuhkan sarana periklanan untuk mempublikasikan uasaha yang dijalankan sehingga para knsumen mengetahui
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK N. 3 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Lapran Keuangan Interim Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N.3 tentang Lapran Keuangan Interim disetujui dalam Rapat Kmite
JUDUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. INDOMATRA BUSANA JAYA
JUDUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. INDOMATRA BUSANA JAYA NAMA : Nidya Indra R Dsen Pembimbing : Niayah Erwin SE,MM Latar Belakang Sebagaimana kita ketahui setiap
STUDI KELAYAKAN AGRIBISNIS
2012 STUDI KELAYAKAN AGRIBISNIS Seri Analisis Pryek 5/24/2012 1. Pengertian Studi Kelayakan Sebelum menyusun Prpsal usaha pada uumnya dilakukan studi kelayakan usaha terlebih dahulu. Studi kelayakan usaha
NILAI-NILAI BERSAMA KEMITRAAN PLATFORM PANTAU GAMBUT
NILAI-NILAI BERSAMA KEMITRAAN PLATFORM PANTAU GAMBUT Dkumen ini mendefinisikan misi, tujuan, tata kella, dan prinsip-prinsip perasinal Pantau Gambut yang perlu disepakati bersama leh para rganisasi mitra.
PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN. Latar Belakang
PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Kegiatan sewa guna usaha (leasing) diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indnesia pada tahun 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan
ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN (BAB 1) ASTRIED P. ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN
ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN (BAB 1) ASTRIED P. ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN Analisis Penggunaan Rasi Keuangan (BAB 1) Astried P. ANALISIS PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN A. ANALISIS KEUANGAN (FINANCIAL
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metde Penilaian Investasi Metde Penilaian Investasi yang digunakan untuk menganalisis kelayakan penambahan gudang pada PT. Prima Lintas Express dapat dikatakan layak
MODUL MATA KULIAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
MODUL MATA KULIAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK MATERI: STANDAR AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK MODUL 4 AKUNTANSI DOSEN: Dr. Arif Setyawan, SE, MSi, Ak PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PELUANG USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMEH. Oleh : Riesky Febrian NIM : Kelas : S1.SI.2A
PELUANG USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMEH Oleh : Riesky Febrian NIM : 10.12.4366 Kelas : S1.SI.2A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 1. Pendahuluan Ikan gurami merupakan ikan asli perairan Indnesia yang sudah menyebar
Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Farmasi*
Fitur Pemeringkatan ICRA Indonesia Mei 2015 Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Farmasi* Tinjauan sekilas Sektor farmasi di Indonesia telah tumbuh dua digit sejak tahun 2009 didorong oleh permintaan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Berdasarkan System Develpment Life Cycle (SDLC) metde waterfall yang digunakan dalam pembuatan aplikasi penentuan harga jual, terdapat beberapa tahapan yang terdiri
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah populasi jiwa serta kepadatan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah ppulasi 8.389.443 jiwa serta kepadatan penduduk sebesar 12.682,1/ 2 km, diperkirakan akan terus bertambah. Pertumbuhan penduduk
PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN
PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN a. Penilaian Praktikum: 1. Penilaian praktikum terdiri dari 2 kelmpk nilai: tugas kelmpk dinilai leh pembimbing asistensi yang bersangkutan
KEBIJAKAN MANAGEMEN RESIKO
1. Risiko Keuangan Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak di antisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Kebijakan
INSPEKTORAT. Laporan Keuangan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2013
INSPEKTORAT Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Lapran Keuangan Untuk Peride Yang Berakhir 31 Desember 2013 Jalan Pramuka N. 33 Jakarta 13120 KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang
BUKU INDIKASI KAWASAN HUTAN & LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI TAHUN 2003
BUKU INDIKASI KAWASAN HUTAN & LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI TAHUN 2003 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki nilai eknmi, eklgi dan ssial
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang berskala nasional yaitu PT.Cipta
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang berskala nasional yaitu PT.Cipta Graha Sejahtera yang beralamat di Jalan Kendal No. 4 A-B, Menteng
RESPON PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING TERHADAP KONDISI KRISIS EKONOMI
Seminar Nasinal Peternakan clan Vetermer 1000 RESPON PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING TERHADAP KONDISI KRISIS EKONOMI Kats kunch Respn, ayam ras pedaging, pendapatan ELAN MAssutAN', A. PRIYANTO, dan U. KusNAD12
Pengertian Gaji dan Upah Definisi Menurut Para Ahli Unsur serta Sistem Pengawasan Intern
Pengertian Gaji dan Upah Definisi Menurut Para Ahli Unsur serta Sistem Pengawasan Intern Pengertian Gaji dan Upah adalahapapun akan dilakukan leh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu mendapatkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Harahap (2011:105) mendefinisikan laporan keuangan sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sebagai negara agraris, Indnesia memiliki kekayaan alam dan hayati yang sangat beragam yang jika dikella dengan tepat, kekayaan tersebut mampu diandalkan menjadi andalan
VISI MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KAB. LOMBOK BARAT
VISI MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KAB. LOMBOK BARAT 4.1. Visi dan Misi Visi adalah gambaran realistis masa depan yang ingin diwujudkan dalam kurun waktu
SUPPLY CHAIN MANAJEMENT ( SCM )
SUPPLY CHAIN MANAJEMENT ( SCM ) (TUGAS UJIAN TENGAH SEMETER) Disusun leh : Abdillah A.G 08.11.1935 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA
BAB 2. LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN
BAB 2 LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Layanan Purna Jual Menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indnesia N. 634/MPP/Kep/9/2002 tentang ketentuan dan tata cara pengawasan
BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Prfil Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT.Tiara Utffar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pertambangan mineral
Bambang Hendrawan, Nurbadriyah Program studi Akuntansi Politeknik Batam
Vl II (2), 2010 ISSN : 2085-3858 Perbedaan Besaran Piutang Tunggakan Listrik Sebelum dan Sesudah Kenaikan Tarif Listrik Batam : Sebuah Tpik Tugas Akhir Prgram Studi Akuntansi di Pliteknik Batam Bambang
BAB 3 GAMBARAN UMUM PT ANUGERAH PANGAN PRIMA LESTARI
BAB 3 GAMBARAN UMUM PT ANUGERAH PANGAN PRIMA LESTARI 3.1. Prfil Perusahaan 3.1.1.Lg Perusahaan PT Anugerah Pangan Prima Lestari memiliki Lg : Burung & Gandum. Burung : Lebar dalam kegiatan perasinya dan
STUDI HARMONISASI LOGISTIK INDONESIA Kuesioner Operasi ekspedisi muatan laut petikemas
STUDI HARMONISASI LOGISTIK INDONESIA Kuesiner Operasi ekspedisi muatan laut petikemas Terima kasih atas partisipasi Anda dalam survei singkat yang akan membantu kami menemukan rintangan dalam 'Rantai paskan
RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013
Lampiran 1 RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 PENDAHULUAN Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dkumen pembangunan yang disusun untuk kurun waktu
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Hamidullah (2004) melakukan penelitian dengan judul Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Untuk Memprediksi Kondisi Keuangan Perusahaan Pada PT. Agro Max
TUGAS ARTIKEL RENCANA WIRAUSAHA
TUGAS ARTIKEL RENCANA WIRAUSAHA Oleh : MOCH AFIF BAHTIYAR NIM : 04113029 PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 1. ALASAN PENDIRIAN USAHA Mendirikan usaha sendiri
BAB I PENDAHULUAN. memfasilitasi investor untuk berinvestasi, untuk mendapatkan pengembalian yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Dalam era persaingan global setiap negara ingin bersaing secara internasional, sehingga dalam hal ini kebijakan yang berbeda diterapkan untuk memfasilitasi investor
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sejarah Singkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Direktrat Jenderal Bea dan Cukai 2.1.1 Sejarah Singkat Direktrat Jenderal Bea dan Cukai Bea dan Cukai merupakan institusi glbal yang hampir semua negara
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
64 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria ptimasi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan usaha adalah dengan studi kelayakan bisnis yang berdasarkan beberapa aspek,
LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA
LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA TAHUN 2015 LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA TAHUN 2015 Knglmerasi
BAB I PENDAHULUAN. BAB I Pendahuluan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setelah adanya deregulasi dalam pasar modal dan situasi kebijakan uang ketat yang mulai berlaku pada tahun 1991, banyak perusahaan melakukan go public
USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH SEBAGAI DINAMISATOR DAN STABILISATOR PEREKONOMIAN INDONESIA
USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH SEBAGAI DINAMISATOR DAN STABILISATOR PEREKONOMIAN INDONESIA Sunars Fakultas Eknmi Universitas Slamet Riyadi Surakarta ABSTRACT Indnesia just cnvalesce frm ecnmic crisis
Rangkuman Bab 14. Pembeli dapat melakukan :
Rangkuman Bab 14 Memahami Penetapan Harga Harga bukan hanya angka-angka di label harga. Harga mempunyai banyak bentuk-bentuk dan melaksanakan banyak fungsi. Sepanjang sejarah, harga ditetapkan melalui
Analisis Kredit. Analisa Laporan Keuangan Kelas CA. Nadia Damayanti Ranita Ramadhani
Analisis Kredit Analisa Laporan Keuangan Kelas CA Nadia Damayanti 115020300111008 Ranita Ramadhani 115020300111037 ANALISIS KREDIT LIKUIDITAS DAN MODAL KERJA Likuiditas adalah kemampuan untuk mengubah
BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfomansinya agar dapat unggul
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknlgi yang semakin maju dan semakin pesat membuat perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfmansinya agar dapat unggul dalam persaingan sekarang
Kabupaten :. Kelompok Hutan :.
Lampiran : Peraturan Direktur Jenderal Bina Prduksi Kehutanan Nmr : P.05/VI-SET/2005 Tanggal : 3 Agustus 2005 FORMAT PROPOSAL TEKNIS PENAWARAN DALAM PELELANGAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DENGAN
TIME SERIES ANALYSIS DARI LAPORAN KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. TRIWULAN REKRUTMEN FINANCIAL ASSISTANT COMMUNITY
TIME SERIES ANALYSIS DARI LAPORAN KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. TRIWULAN 3 2011 REKRUTMEN FINANCIAL ASSISTANT COMMUNITY Araffy Meidi Rizky 13409001 Manajemen Rekayasa Industri 2012 ABSTRAK Laporan
AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian
AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN 2012-2014 Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Jakarta, 1 Februari 2012 Daftar Isi I. LATAR BELAKANG II. ISU STRATEGIS DI SEKTOR INDUSTRI III.
BAB I PENDAHULUAN. Sistem keuangan di negara-negara Asia mengalami perubahan yang berarti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem keuangan di negara-negara Asia mengalami perubahan yang berarti selama dekade 80-an sampai sekarang. Hampir semua negara Asia melakukan liberalisasi
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. suatu proses dalam memecahkan masalah agar suatu penelitian dapat tercapai. menggunakan beberapa rasio diantaranya:
56 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Rasi Kas yang Diteliti : Dalam bab ini akan dibahas mengenai data yang diperleh dan penyajian hasil perhitungan sejumlah variabel dan kemudian dianalisis. Analisis
BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini, menunjukkan bahwa industri ini memiliki potensi yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembang pesat dan semakin kuat nya persaingan bisnis di bidang tmtif saat ini, menunjukkan bahwa industri ini memiliki ptensi yang menjanjikan. Hal ini dapat
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
76 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Analisa-analisa yang penulis telah lakukan pada bab sebelumnya memiliki tujuan untuk dapat memberikan kesimpulan pada bab ini mengenai masalah-masalah yang
BAB I PENDAHULUAN. dari kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan salah satunya berupa informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap entitas usaha, baik badan hukum maupun perseorangan, tidak dapat terlepas dari kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan salah satunya berupa informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. Dalam era globalisasi sekarang ini, Indonesia mengalami kesulitan yang cukup besar terutama di bidang ekonomi terutama setelah terjadinya krisis ekonomi
Menggunakan P-Chart dan Diagram Ishikawa pada PT. Ungaran Multi. Engineering, Ungaran". Penelitian tersebut dilakukan di PT.
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian Almunir Yudha Putra Raharja, mahasiswa Universitas Islam Indnesia pada tahun 2004 dengan judul "Evaluasi Pengendalian Kualitas Prduk Menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. penting bagi setiap perusahaan, karena baik buruknya struktur modal akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu masalah dalam kebijaksanaan keuangan dalam perusahaan adalah masalah struktur modal. Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap
KOMITE AUDIT PEDOMAN KERJA KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) BAB I Tujuan Umum... 3
PEDOMAN KERJA KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) DAFTAR ISI Executive Summary BAB I Tujuan Umum... 3 BAB II Organisasi... 4 1. Struktur... 4 2. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang... 4 3. Hubungan dengan
Laba Bersih Kuartal AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar
LAPORAN PERS Untuk Segera Didistribusikan Laba Bersih Kuartal 1 2018 AGII Naik Lebih Dari 10% Year-On-Year dengan total melebihi Rp 30 miliar Jakarta, 1 Mei 2018 PT Aneka Gas Industri, Tbk (Stock Code:
Amnesti Pajak materi lengkap diperoleh dari pajak.go.id
Amnesti Pajak materi lengkap diperleh dari pajak.g.id Jul 2016 - Frm: www.itkind.rg (free pdf - Manajemen Mdern dan Kesehatan Masyarakat) 1 Daftar Isi Ruang Lingkup (ringkas)... 3 Tarif... 4 Repatriasi
Peran Penyaluran Kredit Non Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi: Perspektif dari Negara Emerging G20
Peran Penyaluran Kredit Nn Perbankan dan Pertumbuhan Eknmi: Perspektif dari Negara Emerging G20 Adriyant 1 Pendahuluan Krisis keuangan glbal tahun 2008 yang diawali dari keruntuhan sektr keuangan di Amerika
