BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ratna Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. FLOW OF WORK berikut: Flow of Work dari metodologi penelitian tesis ini dapat digambarkan sebagai Gambar 3.1. Flow of Work 30
2 31 Hal utama dalam melakukan penelitian ini adalah interview client, untuk mengidentifikasi kebutuhan atau masalah yang dimiliki saat ini oleh perusahaan. dengan menggunakan data-data yang didapat melalui media dan dilakukannya nethnography, kemudian dilakukan analisa stakeholder. Dalam melakukan analisa stakeholder, penelitian dilakukan menggunakan in depth interview dan observasi yang dibantu oleh digital Ethnography sebagai alat-alat pembantu dalam mengumpulkan data-data. Pada waktu analisa berlangsung, proses dapat kembali melihat step awal seperti melihat kembali media dan data-data sebelumnya. Hasil dari dilakukannya studi Ethnography pada stakeholder, analisa dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan hasil akhir dari penelitian ini. 2.3.METODE KUALITATIF Metode kualitatif adalah teknik penelitian menggunakan cara observasi atau wawancara untuk mendapatkan pengetahuan mendalam terhadap pengertian dari suatu individu berdasarkan interpretasi tersembunyi, pengertian dan motivasinya dalam mengambil suatu keputusan. (Cooper, p214). Kualitatif riset mengambil data dari beberapa sumber, seperti: Suatu Individu Organisasi Tulisan (publikasi) Lingkungan sekitar.
3 32 Kualitatif riset bertujuan untuk mendapatkan pengertian mendalam dari suatu situasi yang ingin diketahui dengan cara mengeksplorasi permasalahan, identifikasi faktor dan penyusunan teori. Kualitatif riset sangat ideal untuk mendapatkan suatu gambaran dari apa yang dirasa, emosi, motivasi, persepsi, pengertian bahasa konsumen, atau perilaku konsumen sebagai individu. Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data primer didalam metodologi kualitatif. Wawancara dilakukan berbeda-beda tergantung jumlah responden yang diikuti selama wawancara berlangsung, tingkatan struktur, dan jumlah dari wawancara yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Wawancara dapat dilakukan secara individu atau grup. Peneliti memilih tipe wawancara seperti: Wawancara tidak terstruktur tidak ada pertanyaan khusus atau topik yang akan dibicarakan setiap wawancaran berlangsung. (biasanya dimulai dengan cerita responden) Wawancara semi-struktur biasanya dimulai dengan beberapa pertanyaan spesifik dan diikuti dengan pemikiran responden yang berhubungan dengan pertanyaan) Wawancara terstruktur biasanya menggunakan pertanyaan khusus yang hampir sama dengan questionnaire untuk memandu jalannya pertanyaan dan cara tertentu pada waktu pertanyaan dijawab tetapi pertanyaan dilakukan dengan alur awal sampai akhir. Didalam wawancara terstruktur menghasilkan lebih banyak perbandingan langsung dari responden. Perubahan pertanyaan sudah dibuang dan perbedaan
4 33 jawaban juga sudah dianggap betul. Dan didalam wawancara terstruktur, pertanyaan dari pewawancarapun sudah dibuat sedemikian rupa. Sehingga kurang alami. Maka dari itu riset kualitatif lebih banyak menggunakan wawancara tidak terstruktur atau wawancara semi struktur. Didalam riset kualitatif, wawancara tidak terstruktur atau wawancara semi struktur dibedakan menjadi beberapa cara, yaitu: Tergantung dari berkembangnya dialog antara responden dan pewawancara Dibutuhkan kreatifitas dari pewawancara Menggunakan kemampuan dari pewawancara untuk mendapatkan lebih banyak bentuk data Menggunakan pengalaman dari pewawancara untuk mendapatkan kejelasan yang lebih dalam dan menggali jawaban lebih lengkap Teknik riset kualitatif yang kedua adalah observasi dimana, pengetahuan paling banyak didapat dari dilakukannya observasi. Kecenderungan manusia dalam mencoba sesuatu hal baru secara tidak sadar ia akan melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi dilakukan secara natural seperti mencium baunya, melihat gerakgerik, merasakan atau stimuli dari berbagai indra. Beberapa observasi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi prosesnya dilakukan secara tidak disengaja. Selain dari kumpulan data-data visual, observasi juga melibatkan mendengar testimoni, membaca tulisan terkait, mencium, dan merasa. Namun, lebih jauh lagi peneliti lebih memfokuskan pendekatan Studi Ethnography di dalam pengumpulan datanya.
5 STUDI ETHNOGRAPHY Berasal dari antropologi, Ethnography adalah metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Berdasarkan tulisan Maulana (2007), Definisi dari Ethnography adalah adalah suatu studi atau riset tentang perilaku masyarakat atau konsumen yang dipelajari langsung dari habitatnya atau dari lingkungan naturalnya. Ethnography berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia tergerak untuk melakukan sesuatu. Karena alasan itu, metode Ethnography ini mulai dilirik dunia bisnis untuk membantu mengungkapkan keinginan konsumen terdalam yang sering tidak bisa didapatkan dari metode riset konsumen lainnya seperti survei atau fokus grup. Ethnography memberi dunia bisnis alat untuk melihat kedalam perkembangan budaya yang sedang tren saat ini, atau faktor gaya hidup yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berinteraksi dengan produk seperti alat rumah tangga ataupun jasa. Salah satu contoh hasil dari studi Ethnography, seseorang memberikan pertanyaan bahwa ia menyukai makanan sehat, namun memesan secangkir kopi full cream. Seperti pernyataan Arnould (2001), profesor marketing dari University of Nebraska, Ethnography is a way to get up close and personal with consumers.. Sedangkan menurut Maulana (2007), Ethnography adalah suatu studi atau riset tentang perilaku masyarakat atau konsumen yang dipelajari langsung dari habitatnya atau dari lingkungan naturalnya. Konsumen dipelajari di tempat ia tinggal,
6 35 di tempatnya bekerja, bagaimana perilakunya saat berbelanja, saat bergaul dengan rekan-rekannya dan lain-lain. Seiring dengan berkembangnya jaman dan teknologi saat ini, ada banyak cara untuk memudahkan pengambilan data melalui studi Ethnography. Saat ini metode Ethnography yang dikenal yaitu Nethnography dan digital Ethnography. Nethnography adalah studi Ethnography yang dikerjakan secara online. Observasi bisa dilakukan dalam diskusi-diskusi di mailing list, yang diikuti dengan eksplorasi secara lebih mendalam melalui online chatting dengan responden sedangkan digital Ethnography adalah observasi dengan bantuan kamera digital, baik berupa video maupun foto, yang digunakan untuk melengkapi data yang dikumpulkan periset. Responden akan dilihat dari kegiatan sehari-harinya seperti foto-foto yang menggambarkan kegiatannya yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas. Video juga bisa menjadi acuan dalam menjelaskan suatu perilaku konsumen, sehingga analisa menjadi lengkap. 3.4 MENGAPA MENGGUNAKAN STUDI ETHNOGRAPHY? Melalui Ethnography peneliti akan mendapatkan unspoken needs dari konsumen, dimana banyak sekali kebutuhan konsumen yang tidak dapat terucap begitu saja dari mereka dan tidak bisa disampaikan secara langsung ke perusahaan, yang dimana apabila bisa digali lebih dalam, akan menjadi sebuah kekuatan baru yang sangat potensial bagi sebuah perusahaan untuk mengembangkan strategi
7 36 pemasaran dan inovasi produk, yang bisa meningkatkan value bagi perusahan. Perusahaan juga bisa mempelajari prilaku monsumennya untuk mendapatkan meaningful insight dari mereka. Selain itu melalui Ethnography pula, akan didapatkan wishing list dari konsumen, berdasarkan wishing list tersebut perusahaan dapat mendapatkan banyak masukan untuk perbaikan dan pengembangan terhadap inovasi inovasi yang dibuat oleh perusahaan. Menurut Maulana (2007) Ethnography merubah perspektif pemasar, membawa outside view (dalam hal ini konsumen) to the inside (dalam hal ini perusahaan). Pada studi Ethnography memungkinkan penulis untuk menyelami secara langsung kebiasaan, cara hidup dan pola pikir para konsumen, tanpa mengurangi tingkat personnal dan privasi mereka, sehingga akan lebih mudah bagi masyarakat untuk mengetahui consumer insight dari calon konsumen. Dalam membuat sebuah keputusan, apalagi bila keputusan itu erat kaitannya dengan kelanjutan cerita kehidupan seseorang, dapat dipastikan semua orang yang mengalaminya tidak akan gegabah dalam memutuskannya, ada banyak sekali pertimbangan yang pasti timbul, apa saja dampak negatif dan dampak positif yang mungkin saja bakal ia terima ketika ia memutuskan sesuatu. Ethnography dianggap paling tepat di dalam penelitian ini, karena dengan menggunakan studi Ethnography memungkinkan bagi peneliti untuk dapat mengetahui secara langsung apa saja yang menjadi perbincangan seputar teh hitam premium, dari situ akan digali banyak informasi mengenai hal hal yang menjadi pertimbangan dan hal hal yang mempengaruhi peminum teh sebagai konsumen dari
8 37 perusahaan. Dalam kegiatan ini pula nantinya responden dapat memberikan informasi dan masukan mengenai hal hal yang mereka inginkan dan mereka anggap perlu ada dari sebuah produk teh hitam premium. Pencarian data terhadap responden akan dilakukan menggunakan observasi. Observer as Participant berarti peneliti terlibat langsung dalam kehidupan responden dengan waktu yang ditentukan, hal ini di lakukan agar data data yang di peroleh akan semakin real karena merupakan data yang dihimpun langsung dari konsumennya. Hal ini serupa dengan yang dikemukakan oleh Prof.Dr.Noeng Muhadjir (2000) bahwa peneliti ethnografik mempelajari fenomena kejadian wajarnya. Berbeda dengan peneliti bukan Ethnografik yang menguji hubungan akibat dari suatu perlakuan khusus. Studi Ethnography menekankan tentang peran timbal balik anatara sejumlah variable yang berada dalam situasi wajar dan dalam konteks yang tidak dimanipulasikan. Bersamaan dengan dilakukannya observasi juga dilakukan In depth Interview atau wawancara secara mendalam dengan Responden ( Freddy Rangkuti, p,2003), dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tidak membatasi jawaban yang akan diberikan oleh responden. Pada fase 3, data hasil dari penelitian akan dianalisa lebih lanjut yang diharapkan dapat berguna bagi perusahaan sebagai tolok ukurnya dalam melakukan strategi pemasaran yang lebih inovatif.
9 SUMBER DATA Sumber data dari penelitian ini, didapat dari responden yang merupakan sampel data, sumber data mendukung seperti buku, tulisan dan observasi lingkungan sekitar selain dari responden. 3.6.POPULASI DAN SAMPLING Populasi dari penelitian ini terbagi ke dalam 3 kelompok, yaitu : Tipe Konsumen A adalah konsumen dari member Blesstea baik yang secara rutin meminum teh hitam Blesstea ataupun yang meminum sesekali saja. Tipe Konsumen B adalah konsumen yang mengkonsumsi teh hitam Blesstea tetapi tidak menjadi member dari Blesstea. Tipe Konsumen C adalah konsumen yang mengkonsumsi teh hitam selain Blesstea.
10 TEKNIK PENGUMPULAN DATA Data primer dikumpulkan melalui pendekatan studi Ethnography, dimana akan dilakukan observasi secara lebih mendalam dan mendetail terhadap ke 60 sampel konsumen tipe A yang sudah dipilih. Dengan menggunakan metode Nethnography baik itu melalui media milist, messenger ataupun , dan menggunakan metode Digital Ethnography dengan menggunakan media perekaman elektronik seperti digital kamera, sound recording ataupun video camera reording.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 1.1 Flow of Work Flow of Work dari metodologi penelitian tesis ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar Error! No text of specified style in document.-1 Flow of Work Hal utama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan didalam thesis ini adalah sesuai dengan permasalahan, ruang lingkup dan tujuan dari penelitian yaitu analisa secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Membangun brand yang kuat bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan. Salah satu kunci untuk membangun brand yang sukses 14 adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah bersifat kualitatif dengan metode Ethnography, yaitu suatu metode penelitian yang mengamati, mengobservasi perilaku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini dijelaskan mengenai proses penelitian, model, metode dan teknik analisa yang akan digunakan, serta penentuan objek, waktu dan lokasi penelitian. 3.1. Alur Proses
BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman di Indonesia berkembang dengan pesat seiring
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Industri makanan dan minuman di Indonesia berkembang dengan pesat seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian, politik dan sosial budaya Indonesia. Besarnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Alur metodologi penelitian yang akan dilakukan dalam riset ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Literature Review Permasalahan Studi Kualitatif Usability Interview
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tahapan Penelitian Dalam bab ini akan menguraikan bagaimana proses penelitian dari awal perumusan masalah sampai didapat temuan dan saran. Secara umum tahapan penelitian
BAB 2 METODE PENELITIAN
BAB 2 METODE PENELITIAN 2.1 Pendekatan Penelitian Industri dairy Indonesia dinilai sangat menguntungkan. Jumlah penduduk yang besar (227 juta orang) dan tingkat konsumsi susu yang masih rendah (8.4 liter/orang/tahun
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yang akan kami lakukan dalam thesis ini dibagi menjadi 2 tahap seperti yang tercermin dalam bagan berikut ini : Tahap 1 Identifikasi Masalah Rancangan
BAB III METODE PENELITIAN. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif
48 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Karena dalam pelaksanaannya peneliti akan secara langsung
BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan studi kasus. Menurut Sugiyono (2012), metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Menurut Sugiyono (2012), metode penelitian kualitatif
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian 3.1 Pendekatan Penelitian Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring trend gaya hidup masyarakat sekarang ini, industri kafe dan restoran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring trend gaya hidup masyarakat sekarang ini, industri kafe dan restoran di Indonesia semakin meningkat pesat. Sekjend Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Creswell (Herdiansyah, 2010) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan antara seseorang dengan orang lain dan sebagai proses interaksi antara kedua
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi ini komunikasi sangat di perlukan untuk menjembatani hubungan antara seseorang dengan orang lain dan sebagai proses interaksi antara kedua belah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Paradigma Dalam penelitian ini, penulis menggunakan paradigma penelitian konstruktivisme. Aliran konstruktivisme menyatakan bahwa realitas itu ada dalam beragam bentuk
BAB II METODE PENELITIAN
30 BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, Menurut Sugiyono (2010:14) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
Bab 3 METODOLOGI PENELITIAN. pendekatan terhadap subjek. Penelitian kualitatif memberikan peneliti
Bab 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian kualitatif sangat bergantung pada pandangan dan cara pendekatan terhadap subjek. Penelitian kualitatif memberikan peneliti informasi yang
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN KUALITATIF Metode pengumpulan data atau penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang berkualitas dan valid dengan tujuan agar data tersebut dapat
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN Saya mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian tentang Evaluasi Kompetensi Pustakawan Pelayanan Referensi di Perpustakaan
BAB III METODOLOGI PENELTIAN. terhadap objek yang diteliti. Secara ontologi aliran ini bersifat critical realism
BAB III METODOLOGI PENELTIAN 3.1. Paradigma Dalam penelitian ini, penulis menggunakan paradigma penelitian post positivisme. Salim (2001:40) menjelaskan Postpositivisme sebagai berikut: Paradigma ini merupakan
pertama di lapangan. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui informasi terkait strategi
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar Penelitian dilakukan pada PT Energi Mega Persada yang berada di Jalan HR. Rasuna Said, Komplek Rasuna Epicentrum, Bakrie Tower lantai 22 lantai 32. 3.2 Sumber
BAB I PENDAHULUAN. Dalam konteks teori perilaku konsumen, kepuasan lebih banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam konteks teori perilaku konsumen, kepuasan lebih banyak didefenisikan dari perspektif pengalaman konsumen setelah mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kualitatif menurut Herdiansyah (2010) adalah penelitian ilmiah
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Herdiansyah (2010) adalah penelitian ilmiah yang
RISET KUALITATIF DOSEN : DIANA MA RIFAH
RISET KUALITATIF DOSEN : DIANA MA RIFAH PENDAHULUAN Data primer dapat berupa data yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif Kapanpun sebuah masalah ditangani, riset kuantitatif harus didahului oleh riset
BAB I PENDAHULUAN UKDW. pada gadget dan kecenderungan beraktivitas di dunia maya (Vivanews,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini teknologi yang ada di seluruh dunia telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan teknologi ini membawa banyak perubahan dalam gaya hidup kita, misalnya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis bagi suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis bagi suatu perusahaan, dimana dengan adanya era globalisasi akan dapat memperluas pasar produknya dan
PERENCANAAN PRODUK PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
PERENCANAAN PRODUK PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK ENAM FASE PROSES PENGEMBANGAN GENERIK Fase 0 Perencanaan Fase 1 Pengembangan Konsep Fase 2 Perancangan tingkat Sistem Fase 3 Perancangan rinci Fase
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin majunya pembangunan yang terjadi di negara Indonesia secara tidak langsung dapat menyebabkan peningkatan daya beli masyarakat. Kebiasaan dan gaya
Teknik Pengumpulan data
Teknik Pengumpulan data (Penelitian Kualitatif) Aun Falestien Faletehan, S.Sos.I, M.Fil.I, MHRM Page 1 Proses Penelitian Kualitatif Merumuskan masalah penelitian Memilih lokasi yang relevan dengan masalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang akan menumbuhkan berbagai pengaruh bagi penggunanya. Masyarakat dituntut untuk lebih mampu memanfaatkan teknologi
2 Gambar 1.1 TOP 5 Teratas (Pembelian Produk/Jasa secara Online) Sumber : Nielsen Global Survey of E-Commerce, Q Konsumen digital Indonesia meni
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan The Nielsen Global Survey of E-Commerce di tahun 2014 mensurvei responden yang memiliki akses internet di 60 negara untuk mempelajari minat belanja online
1. Mengidentifikasi kasus untuk suatu studi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang
BAB I PENDAHULUAN. dalam situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Web 2.0 telah mengubah cara pengguna dan organisasi saling berinteraksi dan berkolaborasi. Meningkatnya popularitas interaksi sosial dalam situs
BAB III METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yang alamiah atau natural setting.
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bertujuan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen). Obyek
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini menekankan pada proses perolehan data untuk memperoleh hasil
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan gaya hidup menjadi tren di masa sekarang. Gaya hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan gaya hidup menjadi tren di masa sekarang. Gaya hidup merupakan pola konsumsi yang merefleksikan pilihan individu Sebuah coffee shop yang marak dan tumbuh
PERTEMUAN 12 MENGAMATI PENGGUNA
PERTEMUAN 12 MENGAMATI PENGGUNA Pengenalan Pengamatan melibatkan melihat dan mendengarkan dari pengguna. Melihat pengguna berinteraksi dengan perangkat lunak, meskipun dengan pengamatan biasa,memberitahu
BAB I PENDAHULUAN. perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya gaya hiudp masyarakat yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang semakin maju membawa beberapa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya gaya hiudp masyarakat yang menjadi serba
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap daerah di Indonesia. Hal ini dapat dipahami mengingat semakin meningkatnya kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini sedang maraknya perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia dan telah menciptakan banyak inovasi dan keahlian baru disegala bidang informasi tersebut.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan tahapan-tahapan atau urutan proses penelitian mulai dari penelitian awal hingga penelitian akhir. Metodologi penelitian ini terdiri dari 6 tahapan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penggunaan pendekatan kualitatif ini bertujuan agar dapat memaparkan secara menyeluruh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivis yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tetapi terbentuk
BAB I PENDAHULUAN. dianggap sebagai sebuah hobi yang mahal. Hal ini disebabkan karena untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Hobi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan kesenangan tersedendiri. Ada berbagai kegiatan yang bisa seseorang lakukan untuk dijadikan
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam mencari dan menyampaikan informasi. Internet. Hal inilah yang disebut dengan e-commerce. Salah satu aplikasi dari e-
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, Internet telah menjadi salah satu media informasi yang paling banyak digunakan. Sangat mudah bagi para user (pengguna)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi
BAB III PERUMUSAN MASALAH
BAB III PERUMUSAN MASALAH 3.1 Latar Belakang Masalah Indonesia dengan jumah penduduk lebih dari 220 juta, ditambah kunjungan wisatawan manca negara sekitar 5 juta per tahun merupakan pasar yang empuk bagi
BAB I PENDAHULUAN. berkembang. Pemasaran yang ada dalam perusahaan sangatlah penting melihat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang.
Bab I. Pendahuluan. Teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kehidupan
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penelitian Teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang pesat, hampir seluruh kehidupan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar SOCIETY+ Coffee Bar & Lounge merupakan sebuah konsep kafe yang membidik pangsa pasar kelas premium (kelas A). Mulai dari menu makanan yang beragam, mulai
1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Untuk menunjang keberhasilan suatu program pemasaran. promosi merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan. Sangat penting bagi konsumen untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif umumnya digunakan untuk memahami fenomena-fenomena
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang pesat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang pesat memberikan berbagai pengaruh bagi para penggunanya. Dalam perkembangannya, teknologi memberikan
BAB I PENDAHULUAN. muncul krisis atau menjadi juru bicara saja, kini peran PR telah berkembang jauh lebih
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran Public Relations (PR) telah jauh berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dari sebelumnya dianggap hanya berperan seperti pemadam kebakaran saat muncul krisis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Pengetahuan Komunikasi Notoatmodjo (2012) mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif atau kualitataif dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif. Menurut Patton (dalam Poerwandari, 2009), pemilihan pendekatan kuantitatif
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat dan cepat. Beragam inovasi muncul seiring dengan majunya teknologi masa kini. Teknologi informasi memungkinkan kita
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian Ditinjau dari tujuan dan kasus yang diangkat dalam penelitian ini, maka subjek yang diambil harus memenuhi kriteria tertentu, oleh karena itu, teknik
BAB V KESIMPULAN. maupun hasrat belanja seseorang. Sistem belanja digital telah disuguhkan sebagai
83 BAB V KESIMPULAN Online shop kini telah menjadi gaya baru dalam pemenuhan kebutuhan maupun hasrat belanja seseorang. Sistem belanja digital telah disuguhkan sebagai sebuah kemajuan jaman, di mana segala
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Interaksi sosial orang dengan HIV/AIDS dalam pemudaran stigma diteliti dengan pendeketan kualitatif. Pendeketan ini dipilih karena aspek interaksi dalam
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sendiri. Penelitian terkait judi online pada kalangan
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penentuan lokasi penelitian harus benar-benar dipertimbangkan sehingga dapat diperoleh data yang dibutuhkan dan tercapainya tujuan penelitian itu sendiri.
BAB I PENDAHULUAN. yang mencolok untuk dijadikan daya tariknya. Selain kemasan. hal yang penting dalam pemasaran produk.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap produk berkeinginan mempunyai kemasan yang beragam dan bisa menarik perhatian calon konsumennya, hal ini terjadi pada produkproduk yang beredar di pasaran
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi semakin banyak dimanfaatkan sebagai media informasi dan komunikasi. Salah satu implementasi dari media informasi dan komunikasi yang banyak
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman
I. PENDAHULUAN. dengan semakin sering munculnya iklan-iklan baru dari merek-merek lama di
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Intensitas penayangan iklan melalui media televisi di Indonesia dalam perkembangannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini ditandai dengan semakin sering munculnya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Model persaingan dunia bisnis untuk sekarang sangatlah ketat, dimana tingkat mobilitas yang tinggi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Seperti internet yang
3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja dan belajar sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan di beberapa media teknologi yang didapat dari internet, kios
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan di beberapa media teknologi yang didapat dari internet, kios interaktif dan CD-ROM, sampai TV digital dan radio pada saat ini telah membawa kita ke dalam
Minggu 6 Data dari Aspek Pembuat
Minggu 6 Data dari Aspek Pembuat Sumber : Buku Metodologi Penelitian Visual Dr. Didit Widiatmoko, Drs. MSn. Data dari Aspek Pembuat Aspek pembuat pada karya visual secara langsung adalah PERANCANG atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia usaha saat ini sudah menjadikan informasi sebagai pilar penting dalam berjalannya kegiatan operasional suatu perusahaan demi tercapainya
BAB I PENDAHULUAN. semakin cepat. Hal tersebut memiliki pengaruh pada perilaku konsumen yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi selalu berkembang, dan perkembangannya setiap hari semakin cepat. Hal tersebut memiliki pengaruh pada perilaku konsumen yang menginginkan informasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan kegiatan pencarian data, penyelidikan dan percobaan dalam suatu bidang tertentu yang dimaksudkan dan dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dan prinsip-prinsip
Etnografi, Inovasi di Dunia Marketing
Etnografi, Inovasi di Dunia Marketing SOFYAN ANSHORI Alliance, Groups & Communities Manager of PDMA Indonesia, Praktisi Etnografi [email protected] Ultimately, what s interesting about ethnography
BAB III METODE PENELITIAN. Ketepatan metode yang digunakan dalam penelitian merupakan alat atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Ketepatan metode yang digunakan dalam penelitian merupakan alat atau cara guna menuju berhasilnya suatu penelitian. Metode yang dapat dipergunakan untuk berhasilnya
BAB 1 PENDAHULUAN. yang semakin cepat dan tepat agar tidak kalah bersaing. Dalam meningkatkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Perkembangan usaha
BAB I PENDAHULUAN. mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif ialah penelitian yang bermaksud untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. teknologi sangat terasa cepat di segala aspek kehidupan. Perkembangan teknologi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di zaman yang semakin maju ini dampak perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat terasa cepat di segala aspek kehidupan. Perkembangan teknologi semakin
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Terbanggi Besar yang terletak di Jalan Ahmad Yani Poncowati, Kecamatan Terbanggi
METODE PENELITIAN. penegasan identitas diri di kalangan siswa SMA dilakukan di Daerah Istimewa
METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai penggunaan produk distro sebagai bentuk penegasan identitas diri di kalangan siswa SMA dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Topik mengenai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami fenomena yang dialami
BAB I PENDAHULUAN. paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Sejarah mencatat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Media informasi dewasa ini berkembang amat pesat, baik media cetak, elektronik maupun media internet. Dalam hal ini peningkatan dalam penyampaian informasi
Produksi Media PR AVI
Produksi Media PR AVI Modul ke: Pengantar dan Signifikanasi Produksi Media PR AVIl Fakultas Fakultas Ilmu KOmunikasi Hendrata Yudha S.sos, M.ikom Program Studi Public Relations www.mercubuana.ac.id Tolok
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dengan cara mengumpulkan, menyusun dan menginterpretasikan data.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Agar mencapai hasil yang maksimal, perlu metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar Penelitian 3.1.1 Sumber Data 3.1.1.1 Data Primer Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Penelitian kualitatif, yaitu pendekatan induktif untuk menemukan atau mengembangkan pengetahuan yang memerlukan keterlibatan peneliti dalam mengidentifikasi
