BAB III KAJIAN LAPANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III KAJIAN LAPANGAN"

Transkripsi

1 BAB III KAJIAN LAPANGAN 3.1. BAILAMOS DANCE SCHOOL Profil Bailamos Dance School Bailamos adalah sanggar tari yang berstandarisasi internasional menggunakan silabus untuk Balet dari Royal Academy of Dance(RAD), London dan silabus untuk Ballroom dance, Salsa, dan Hiphop dari United Kingdom Alliance. Guru-guru di Bailamos Dance School tidak hanya dari lokal tetapi guru-guru Internasional yang memiliki sertifikat. Didirikan pada tahun 2007 oleh swasta. Buka setiap hari pada pukul WIB WIB Lokasi Bailamos Dance School beralamat di Kompleks Zaho Center, Jalan Demangan Baru No 1, Yogyakarta. Untuk masuk lokasi sangat mudah untuk dijangkau dengan berbagai kendaraan, terlebih lagi terletak di dekat Mall Ambarukmo Program Kegiatan Bailamos Dance School membuka 3 kelas, yakni Academy Class, Open Class, dan Children Class Open Class Ditujukan yang ingin belajar balet di usia remaja / dewasa. Materi pelajaran yang diberikan adalah dasar-dasar ballet klasik ditambah dengan latihan-latihan untuk pembentukkan postur tubuh serta menjaga kebugaran, tanpa Ujian Kenaikan Tingkat. Durasi latihan +/- 60 menit / kelas, dengan jadwal 1 x seminggu Academy Class 49

2 50 Sebuah program yang menarik yang dirancang untuk calon penari dan koreografer profesional. Di Academy Class para siswa akan di bimbing teknik dasar menari. Syarat peserta minimal berusia 3,5 tahun hingga dewasa Children Class Sebuah program yang diperuntukan bagi anak usia 3,5 9 tahun, yang bertujuan untuk memperkenalkan Creative Movement melalui Dance, Mime & Music. Materi pelajaran di kelas diberikan melalui permainan yang diramu dalam rangkaian gerak dengan iringan musik sehingga mudah dicerna oleh anak-anak. Selain untuk kebugaran jasmani dan pembentukan sikap tubuh, berguna juga untuk meningkatkan keterampilan, menguasai irama, dan koordinasi gerak yang baik serta melatih kreatifitas Periode Kenaikan Tingkat Penilaian langsung diberikan oleh guru kelas masing-masing melalui laporan perkembangan anak setiap bulan Juni dan Desember. Lama belajar maksimum 8-12 bulan per tingkatan kelas. Ujian Kenaikan Tingkat dilaksanakan 1 tahun sekali dengan jadwal, penguji dan sertifikat dari The Royal Academy of Dance, London, United Kingdom Elemen Pembentuk Ruang Lantai Gambar 3.1. Studio Tari 1 Bailamos Dance School

3 51 Lantai pada studio tari menggunakan lantai kayu khusus menari atau yang disebut sprung floor. Lantai sprung floor sudah diakui keamanannya secara Internasionel untuk menari. Sedangkan lantai pada lobby, menggunakan keramik Ceiling Ceiling pada Bailamos Dance School menggunakan gypsum board di semua ruangan. Gypsum dapat membantu sistem akustik tetapi hanya untuk frekuensi suara yang kecil Dinding Gambar 3.2. Studio Tari 2 Bailamos Dance School Dinding pada studio tari dipenuhi oleh cermin yang membantu selama latihan serta diberi barrier kayu atau pegangan tangan untuk memudahkan dalam menjaga keseimbangan Furniture Gambar 3.3. Lobby Bailamos Dance School

4 52 Furniture pada lobby terdapat seperangkat meja resepsionis beserta almari yang terbuat dari bahan kayu. Lemari tersebut digunakan untuk menyimpan kostum dan piala. Serta sofa untuk para orang tua yang menunggu anaknya sedang latihan menari. Furniture yang ada pada Bailamos Dance School sangat kurang terlebih kostum menari sangat banyak jumlahnya Sistem Interior Pencahayaan Gambar 3.4. Lobby 2 Bailamos Dance School Sistem pencahayaan pada lobby menggunakan downlight dan ditepi resepsionis terdapat skylight sehingga memudahkan cahaya matahari masuk sebagai pencahayaan alami. Pencahayaan pada salah satu studio di Bailamos Dance School sudah cukup baik selain pencahayaan buatan juga memanfaatkan jendela untuk meghantarkan cahaya alami masuk ke dalam studio tari Penghawaan Akustik Penghawaan memakai system penghawaan buatan berupa ac split, namun apabila diperlukan penghawaan alami dapat dilakukan dengan sirkulasi udara terdapat pada bagian atas pintu/lubang ventilasi. Pada studio terdapat box speaker yang diletakkan pada samping kiri dan kanan ruangan. Tetapi tidak ada sistem akustik khusus untuk ini, hanya menggunakan lantai kayu yang kekuatan meyerap suara tidak terlalu besar dan ceiling gypsum boars.

5 GEDUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI Sejarah Gambar 3.5. Tampak depan GWO Sriwedari Kawasan Sriwedari merupakan kawasan wisata budaya yang mempunyai nilai sejarah dalam perkembangannya. Sriwedari yang berumur kurang lebih satu abad. Pada Raja PB X yang bertahta tahun M, dibangunlah suatu taman di wilayah Kadipolo. Taman tersebut difungsikan sebagai hiburan bagi keluarga Raja dan abdi dalem Keraton Surakarta. Pembanggunan tersebut dilakukan pada hari Rebo Wage 28 Maulud 1831 atau 17 juli 1901 M yang disebut taman sriwedari. Pada masa pemerintahan PB XI yang bertahta pada tahun ada penambahan Gedung Wayang Orang dan Ketoprak. Dengan adanya UU No. 5 tahun 1992 tentang cagar budaya sebagai landasan hukum untuk melindungi peninggalan sejarah yang berumur 50 tahun dan pada No. 8 tahun 1994 tentang pariwisata dan kebijakan provinsi daerah TK 1 Jawa Tengah yang berlaku hingga tahun 2006, maka mulailah ada pembenahan pada Gedung Wayang Orang Sriwedari pada fasilitas pementasan,kapasitas pengunjung pada ruang pementasan Gedung Wayang Orang Sriwedari adalah 400 kursi Lokasi Gedung Wayang Orang Sriwedari beralamat di Jalan Slamet Riyadi 275 Solo. Bangunan GWO terletak di sisi selatan dalam kompleks Taman Sriwedari. Lokasi tepatnya adalah di sebelah selatan THR Sriwedari. Bangunan yang menghadap ke

6 54 arah utara ini dapat dengan mudah dikenali dari papan nama gedung yang terpajang jelas di bagian atas depan lobi gedung Elemen Pembentuk Ruang Lantai Gambar 3.6. Panggung pertunjukan GWO Sriwedari Lantai pada Gedung Wayang Orang Sriwedari menggunakan keramik putih 40x40cm, serta keramik merah muda 30x30cm disepanjang jalan menuju panggung. Adapun lantai pada panggung memiliki elevasi 1 meter Ceiling Ceiling pada Gedung Wayang Orang Sriwedari menggunakan eternit finishing warna putih di semua ruangan. Sedangkan ceiling pada panggung pentas diberi microphone agar dialog pelakon wayang terdengar sampai belakang kursi penonton Dinding Gambar 3.7. Loket GWO Sriwedari

7 55 Dinding dari loket sampai ruang pertunjukan pun menggunakan cat warna putih, serta jendela dengan kaca transparan. Dinding pada panggung menggunakan kain berlayer-layer sebagai backdrop atau latar tempat suatu cerita Sistem Interior Pencahayaan Gambar 3.8. Tata Cahaya GWO Sriwedari Karena setiap ada pementasan dimulai pada malam hari maka pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan buatan. Jenis lampu yang digunakan antara lain : Lampu TI, Lampu Spot, Pencahayaan khusus Penghawaan Gambar 3.9. Penghawaan GWO Sriwedari Penghawaan memakai system penghawaan buatan berupa ac split, namun apabila diperlukan penghawaan alami dapat dilakukan dengan sirkulasi udara terdapat pada bagian atas pintu/lubang ventilasi.

8 Akustik Untuk pementasan biasanya pemain menggunakan pengeras suara berupa seperangkat sound system, box speaker yang diletakkan pada samping kiri dan kanan ruang audiens. Untuk menghindari cacat suara seperti gema yang berkempanjangan dapat diatasi dengan banyaknya bukaan ventilasi disepanjang dinding Furniture Furniture pada lobby terdapat seperangkat meja resepsionis beserta almari yang terbuat dari bahan kayu. Namun dikarenakan sudah tidak dipakai terlihat kurang terawat. Sebelumnya meja tersebut digunakan untuk penonton mencari informasi jadwal pementasan wayang orang, namun dikarenakan semakin sedikitnya pengunjung yang datang meja resepsionis tersebut tidak digunakan seperti pada fungsinya. Gambar Tempat make up pemain GWO Sriwedari Pada ruang rias pemain terdapat seperangkat meja rias cermin beserta kursi, meja rias menggunakan bahan kayu dan cermin untuk berias sebelum pementasan dan kursi fabrikasi dari plastik. Gambar Tempat make up pemain GWO Sriwedari

9 57 Furniture pada ruang penonton dibedakan menjadi 2 berupa kursi dari spon finishing oscar warna merah dan hitam untuk kursi penonton VIP pada deretan depan. Terdapat juga kursi dari kayu dengan rangka besi untuk penonton kelas biasa pada deretan belakang Pola Penataan Ruang Loket pembelian tiket pertunjukan berada di sisi barat GWO Sriwedari. Sementara untuk bagian dalam Gedung Wayang Orang ini terbagi dalam beberapa ruang. Lokasi untuk penonton terbagi dalam dua lantai yaitu lantai satu yang mampu menampung ratusan penonton dengan kursi dan lantai dua atau balkon yang mampu menampung puluhan penonton. Dibelakang balkon terdapat ruang kontrol suara dan lampu yang yang merupakan salah satu hal penting untuk Gedung Wayang Orang Sriwedari. Panggung pertunjukan terbagi dalam beberapa ruas. Ruas pertama berada di depan bawah adalah ruas untuk para pengiring pertunjukan lengkap dengan gamelannya. Ruas kedua adalah panggung pertunjukan yang memiliki backdrop bergambar yang dapat dinaik turunkan. Pada lantai satu Gedung Wayang Orang Sriwedari kursi penonton terbagi dalam dua ruas. Ruas barat dan timur dibagi oleh jalan kecil sebagai akses penonton yang terletak tepat di bagian tengah gedung. Sementara akses naik ke balkon adalah tangga yang terletak di samping kanan dan kiri ruangan. Untuk panggung sendiri berupa panggung procenium atau satu arah. Panggung prosenium merupakan panggung konvensional yang memiliki ruang prosenium atau suatu bingkai gambar melalui mana penonton menyaksikan pertunjukan. Arah dari panggung ini hanya satu jurusan yaitu kearah penonton saja, agar pandangan penonton lebih terpusat kearah pertunjukan. Para pemeran diatas panggung juga agar lebih jelas dan memusatkan perhatian penonton. Dalam kesadaran itulah maka keadaan pentas prosenium harus dapat memenuhi fungsi melayani pertunjukan dengan sebaik-baiknya.

10 THE ROYAL BALLET SCHOOL Sejarah Gambar Tampak Depan The Royal Ballet School (sumber:http// diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB) Sekolah balet terbesar di dunia ini didirikan pada tahun 1926, ketika Dame de Ninette Valois terinspirasi untuk menciptakan sebuah sekolah balet yang berkualitas tinggi, ia berkolaborasi dengan Lilian Baylis Manajer Old Vic Theatre. Tujuan utama didirikan sekolah balet ini agar Inggris dapat melahirkan balerina dari tempatnya sendiri, karena selama ini banyak balerina Inggris yang bersekolah di sekolah balet di Rusia. Selain itu, metode pengajarannya juga menekankan pada kesenian, musikalitas, dan kualitas teknik balet itu sendiri Lokasi Berada di jantung negara Inggris yakni 46 Floral St, London WC2E 9DA, Inggris Fasilitas White Lodge Fasilitas untuk siswa siswi balet yang berusia tahun. Jumlah siswa hanya dibatasi 126 siswa. Fasilitas ini terdapat 5studio balet kecil dan 1 studio besar, salah satunya yang paling terkenal studio bernama Fonteyn Studio Theater. Fonteyn Studio Theater berkapasitas 250 kursi. Selain studio, juga terdapat kamar tidur, ruang makan, kolam renang indoor, lapangan tenis, lapangan futsal, tenis meja, dan ruang santai.

11 Convert Garden Gambar Floral Street pada The Royal Ballet School (sumber:http// diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB) Fasilitas untuk siswa siswi balet yang berusia tahun. Jumlah siswa hanya dibatasi 180 siswa. Fasilitas ini terdapat 4 studio balet, perpustakaan, studio seni, audiovisual, studio pilates dan ruang fisioterapi. Keunikan dari Convert Garden ialah adanya jembatan spektakuler yang disebut Floral Street menghubungkan Convert Garden dan Royal Opera House Elemen Pembentuk Ruang Lantai Gambar Studio Balet pada The Royal Ballet School (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB)

12 60 Menggunakan sprung floor atau lantai busa dan dilapisi material vynil yang sudah diakui sebagai lantai standart tari internasional karena tidak licin, tahan gores, dan tidak menyimpan panas terlalu lama. Adapun lantai pada lobby menggunakan vynil roll tekstur kayu, sedangkan lantai pada ruang santai menggunakan vynil roll warna merah Ceiling Gambar Lobby The Royal Ballet School (sumber: http//www. royalballetschool.com diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB) Semua ruangan pada The Royal Ballet School ini menggunakan gypsum board sebagai ceiling kecuali studio balet yang juga berfungsi sebagai ruang pentas mini menggunakan perforated aluminium atau aluminium berongga. Hanya saja penggunaan lampu dekoratifnya berbeda disetiap ruangan, Dinding Dinding pada The Royal Ballet School menggunakan dominasi cat warna putih. Adapun studio balet menggunakan cat warna kuning dan dipenuhi oleh cermin yang membantu selama latihan serta diberi barrier kayu atau pegangan tangan untuk memudahkan dalam menjaga keseimbangan. Tidak ada wall decorativ dengan pemasangan khusus hanya figura foto atau lukisan Sistem Interior Pencahayaan Pencahayaan di The Royal Ballet School sudah cukup baik selain pencahayaan buatan juga memanfaatkan jendela untuk meghantarkan cahaya alami. Contohnya studio balet, studio memiliki jendela yang besar-besar agar

13 61 cahaya matahari masuk ke dalam studio. Sedangkan pencahayaan pada ruangan lain, contohnya lobby, menggunakan decorativ lamp di tepi ceiling. Adapun pencahayaan pada ruang pentas mini terdapat lampu khusus untuk pentas, seperti Follow Spot light dan flood light Penghawaan Penghawaan memakai system penghawaan buatan berupa ac split, namun apabila diperlukan penghawaan alami dapat dilakukan dengan sirkulasi udara terdapat pada bagian atas pintu/lubang ventilasi Akustik Gambar Studio sekaligus R. Pentas The Royal Ballet School (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB Pada studio menggunakan piano sebagai sumber suara. Sistem akustik pada studio baik sekali dengan perforated aluminium atau aluminium berongga. Ceiling yang berongga membantu sistem akustik sebagai pemecah suara agar tidak menggema Furniture Gambar Ruang Santai The Royal Ballet School (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul 09.15WIB

14 62 Sebagian besar furniture dibuat dengan kebutuhan masing-masing. Meja lobby dibuat dari kayu unfinish. Sedangkan kursi dan sofa santai menggunakan bahan upholestery dan kain oskar berwarna krem. Kursi penonton pada studio sekaligus ruang pentas berwarna merah maroon NAMARINA DANCE ACADEMY Profil Gambar Tampak Depan Namarina Dance Academy (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul WIB) Namarina adalah institusi pendidikan non-formal yang bergerak di bidang tari ballet, jazz dan fitness (kebugaran). Didirikan pada tahun 1956 oleh almarhumah nanny lubis yang kemudian dilanjutkan oleh maya tamara sebagai principal / artistic director. Dalam ruang lingkup asia tenggara, namarina merupakan institusi seni terutama tari balet yang tertua. Namarina memiliki total jumlah murid sekitar orang, dengan 1 studio pusat dan 6 studio cabang yang tersebar di area Jakarta Lokasi Saat ini Namarina telah berkembang dan tersebar di beberapa wilayah Jakarta, yaitu Jl. Halimun (sebagai Studio Pusat), Kebayoran, Tebet, Bintaro, Jakarta Barat dan Pondok Indah.

15 Program Kegiatan Balet 1) Children Class Tingkatan kelas-kelas ballet yang diperuntukan bagi anak usia 3 9 tahun. Materi pelajaran di kelas diberikan melalui permainan rangkaian gerak dengan iringan musik sehingga mudah dicerna oleh anak-anak. Durasi latihan +/- 50 menit dengan jadwal 1 x seminggu. 2) Ballet for Adult Ditujukan bagi mereka yang ingin belajar ballet di usia remaja / dewasa. Materi pelajaran yang diberikan adalah dasar-dasarballet klasik ditambah dengan latihan-latihan untuk pembentukkan postur tubuh serta menjaga kebugaran, tanpa Ujian Kenaikan Tingkat. Durasi latihan +/- 60 menit / kelas, dengan jadwal 1 x seminggu. 3) Ballet on Sunday Ditujukan bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti kelas di hari biasa. Materi pelajaran yang diberikan adalah dasar-dasar Classical Ballet dan pembentukan postur tubuh serta kebugaran, yang di kemas dalam bentuk permainan. Durasi latihan ± 60 menit dengan jadwal 1x seminggu. 4) General Graded Syllabus / Approved Exam Centre (AEC) Kurikulum The Royal Academy of Dance (RAD), London, UK. Materi yang diberikan untuk murid Grade 4 ke atas. Durasi latihan +/- 60 menit / kelas, dengan jadwal 2 x seminggu. 5) Vocational Graded Syllabus / RAD Approved Venue (RAV) Materi yang diberikan untuk Vocational Graded adalahclassical Ballet dengan kurikulumthe Royal Academy of Dance (RAD), London, UK. Durasi latihan +/ menit / kelas, dengan jadwal 2 x seminggu Jazz 1) Jazz Balet Ditujukan bagi yang ingin belajar tarian jazz dicampur dengan balet. 2) Jazz Hiphop

16 64 Ditujukan bagi yang ingin belajar tarian jazz dicampur dengan hip hop Fitnes 1) Gymnastic for kids Olahraga senam untuk anak-anak dibawah 12 tahun dengan permainan. 2) Keep Fit Olahraga dengan senam ataupun menari untuk dewasa Sunday Class Segala jenis tarian dari balet, jazz, dan fitnes di hari Minggu bagi orang yang tidak sempat olahraga dan menari di hari biasa Periode Kenaikan Tingkat Penilaian langsung diberikan oleh guru kelas masing-masing melalui laporan perkembangan anak setiap bulan Juni dan Desember. Lama belajar maksimum 8-12 bulan per tingkatan kelas. Ujian Kenaikan Tingkat dilaksanakan 1 tahun sekali dengan jadwal, penguji dan sertifikat dari The Royal Academy of Dance, London, United Kingdom Elemen Pembentuk Ruang Lantai Gambar Studio Tari Namarina Dance Academy (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul WIB )

17 65 Lantai pada studio tari menggunakan lantai kayu khusus menari atau yang disebut sprung floor. Lantai sprung floor sudah diakui keamanannya secara Internasionel untuk menari. Sedangkan lantai pada lobby dan kantin, menggunakan keramik. Ruang ganti menggunakan vynil roll tekstur kayu Ceiling Ceiling pada Namarina Dance Academy menggunakan gypsum board di semua ruangan. Gypsum dapat membantu sistem akustik tetapi hanya untuk frekuensi suara yang kecil Dinding Dinding pada studio tari menggunakan dominasi cat warna putih dan dipenuhi oleh cermin yang membantu selama latihan serta diberi barrier kayu atau pegangan tangan untuk memudahkan dalam menjaga keseimbangan Sistem Interior Pencahayaan Gambar Studio Tari 2 Namarina Dance Academy (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul WIB ) Pencahayaan di Namarina Dance Academy sudah cukup baik selain pencahayaan buatan juga memanfaatkan jendela untuk meghantarkan cahaya alami. Contohnya studio tari, studio memiliki jendela yang besar-besar agar cahaya matahari masuk ke dalam studio. Pada ruangan lain menggunakan

18 66 downlight seperti lobby, ruang ganti, dan kantin. Jika cahaya dari matahari dapat menembus ke dalam, maka penggunaan lampu diminimalisir Penghawaan Penghawaan memakai system penghawaan buatan berupa ac split, namun apabila diperlukan penghawaan alami dapat dilakukan dengan sirkulasi udara terdapat pada bagian atas pintu/lubang ventilasi Akustik Pada studio terdapat box speaker yang diletakkan pada samping kiri dan kanan ruangan. Tetapi tidak ada sistem akustik khusus untuk ini, hanya menggunakan lantai kayu yang kekuatan meyerap suara tidaklah terlalu besar dan ceiling gypsum boads. Sehingga, sistem akustik kurang baik Furniture Gambar Ruang Kostum Namarina Dance Academy (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul WIB ) Furniture pada ruang kostum di Namarina Dance Academy terdiri dari storage build in yang terbuat multipleks dengan finishing duco putih. Pertimbangan storage build in dari lantai sampai ceiling sangat bagus dikarenakan mengurangi debu menempel pada atas storage. Sedangkan furniture di lobby terdapat sofa dan meja.

19 67 Gambar Kantin Namarina Dance Academy (sumber: http// diakses 23 April 2015 pukul WIB ) Pada kantin, furniture didominasi warna putih untuk meja penjual. Di desain seperti mini bar. Sofa pengunjung diberi upholestery garis-garis putih dan kuning, meja makan juga bulat terbuat dari metal. Keseluruhan furniturenya cukup baik.

LAMPIRAN. usia 3 9 tahun, yang bertujuan untuk memperkenalkan Creative. sikap tubuh, berguna juga untuk meningkatkan keterampilan, menguasai

LAMPIRAN. usia 3 9 tahun, yang bertujuan untuk memperkenalkan Creative. sikap tubuh, berguna juga untuk meningkatkan keterampilan, menguasai LAMPIRAN Kurikulum Balet berdasarkan hasil survey : 1. Namarina a. Kelas Children Classes Adalah tingkatan kelas - kelas ballet yang diperuntukan bagi anak usia 3 9 tahun, yang bertujuan untuk memperkenalkan

Lebih terperinci

BAB III STUDI LAPANGAN

BAB III STUDI LAPANGAN BAB III STUDI LAPANGAN A. Perpustakaan Grhatama Pustaka Berlokasi di Jl. Janti, Banguntapan Bantul, D.I. Yogyakarta. Jam layanan untuk hari Senin-Jumat : 08.00 s.d. 22.00 WIB, hari Sabtu : 08.00 s.d. 16.00

Lebih terperinci

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious BAB IV SINTESA PEMBAHASAN 4.1 Gaya Dan Tema Perancangan Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada klien akan interior Hotel Mulia

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Pusat es krim merupakan fasilitas yang dirancang untuk penikmat es krim. Pusat es krim menyediakan berbagai jenis es krim dan kebutuhan mengenai es krim bagi masyarakat terutama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pergeseran gaya hidup masyarakat, terutama masyarakat perkotaan, memberikan pengaruh yang begitu besar. Salah satunya dalam hal olah tubuh tidak hanya monoton olahraga

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Tujuan Perancangan 3

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Tujuan Perancangan 3 ABSTRAK Keinginan manusia untuk berolahraga memotivasi dibuatnya suatu sarana olahraga yang dapat menampung berbagai jenis olahraga, dengan tujuan agar minat dan keinginan yang beragam terhadap berbagai

Lebih terperinci

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA

KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA 2011 KONSEP PERANCANGAN INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA RUMAH TINGGAL BAPAK Ir. Budiman, M.A. Jl. Merdeka Barat 12 Jakarta Designed by: Karina Larasati NIM. 00987654333 JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FBS UNY

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris

Lebih terperinci

Daftar Isi. Judul Kata Pengantar. Daftar Foto

Daftar Isi. Judul Kata Pengantar. Daftar Foto Daftar Isi Judul Kata Pengantar Abstrak.. Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Foto Daftar Tabel ii iii v viii x xi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang. 1 1.1.1 Sekolah Musik 1 1.1.2 Musik.. 2 1.2 Tema dan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Konsep Perancangan Didalam sebuah perancangan interior, fasilitas sangat menunjang dalam aktifitas yang dilakukan di dalamnya. Fasilitas merupakan hal penting dalam mendesain

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia seni di Indonesia saat ini sudah berkembang dari zaman ke zaman dan semakin dikenal oleh masyarakatnya. Dari zaman ke zaman seni mengalami banyak perubahan

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN TAMAN KANAK - KANAK SEKOLAH INTERNASIONAL BINA NUSANTARA SERPONG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN TAMAN KANAK - KANAK SEKOLAH INTERNASIONAL BINA NUSANTARA SERPONG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN TAMAN KANAK - KANAK SEKOLAH INTERNASIONAL BINA NUSANTARA SERPONG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LAPORAN TUGAS AKHIR Semester Genap Tahun 2013/2014 Oleh Dhyarga Oktavian

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN INTERIOR IV.1. Konsep Perancangan Konsep Perancangan hotel resort merupakan kesimpulan dari analisis Perancangan hotel resort. Konsep Perancangan hotel resort di pantai Jakarta

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN 5.1. Gaya dan Tema dalam Perancangan Konsep pada Fitness Center, interior desain yang ditampilkan oleh Fitness Center ini bergaya Modern Retro. Tema perancangan

Lebih terperinci

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO KONSEP MAKRO & KONSEP MAKRO Pemilihan langgam Post-modern di rasa lebih sesuai pengaplikasian nya pada konsep desain interior clubhouse eastcoast residence ini, ditambah dengan nuansa natural. Konsep ini

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. Ieke Coffe and Gelato (survei café es krim) 1. Lokasi: Jl. Yos Sudarso No. 197 Solo. Merupakan jalan utama ke arah Solo Baru. Letaknya di pinggir jalan. 2. Aktivitas a. Pengunjung:

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN A. KONSEP PERUANGAN 1. Konsep Kebutuhan Ruang Berdasarkan analisa pola kegiatan dari pelaku pusat tari modern, mak konsep kebutuhanruang pada area tersebut adalah

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN III. A. Tinjauan Umum Lokasi proyek berada di Kota Surakarta atau biasa dikenal dengan nama Kota Solo. Dahulu "Sala" adalah dusun yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II dari tiga

Lebih terperinci

Putih Abu Hitam Coklat

Putih Abu Hitam Coklat KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM Tema yang saya terapkan pada tugas Perancangan Ruang Dalam ini adalah konsep Kontemporer. Karakteristik dari konsep kontemporer adalah konsep ruang yang terkesan terbuka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia seni tari di Indonesia mulai berkembang sejak zaman prasejarah. Berbagai jenis tarian masuk ke Indonesia pada saat zaman jajahan seperti drama musical, kontemporer,

Lebih terperinci

BAB III. TINJAUAN LAPANGAN 1. Kidspaces World of Discovery, Jakarta Selatan a. Sejarah Singkat

BAB III. TINJAUAN LAPANGAN 1. Kidspaces World of Discovery, Jakarta Selatan a. Sejarah Singkat BAB III TINJAUAN LAPANGAN 1. Kidspaces World of Discovery, Jakarta Selatan a. Sejarah Singkat Kidspace merupakan pusat aktivitas anak usia 6 bulan 15 tahun, menyajikan berbagai fasilitas yang memadukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan jaman, banyak kegiatan yang dapat berdampak positif maupun negatif bagi kehidupan masyarakat. Salah satu kegiatan yang berdampak

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN 5.1. Gaya dan Tema dalam Perancangan Perancangan interior Sing a Song Family Karaoke ini mengambil gaya modern dan tema Pop Art, karena ingin menciptakan suasana

Lebih terperinci

PUSAT TARI BALET DENGAN KONSEP MODERN

PUSAT TARI BALET DENGAN KONSEP MODERN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR PUSAT TARI BALET DENGAN KONSEP MODERN DI JAKARTA PUSAT TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagaian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Program Studi Desain

Lebih terperinci

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen. BENTUK Bentuk yang digunakan dapat berupa transformasi dari bentuk Tongkonan, ragam hias tradisional Makassar dan Toraja, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan budaya Makassar dan Toraja. Untuk menciptakan

Lebih terperinci

Gambar 5. 1 Citra ruang 1 Gambar 5. 2 Citra ruang 2 2. Lounge Lounge merupakan salah satu area dimana pengunjung dapat bersantai dan bersosialisasi de

Gambar 5. 1 Citra ruang 1 Gambar 5. 2 Citra ruang 2 2. Lounge Lounge merupakan salah satu area dimana pengunjung dapat bersantai dan bersosialisasi de BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 5.1 Konsep Citra Ruang Konsep citra ruang yang ingin dicapai adalah ruangan yang memberikan suasana kondusif kepada pengguna perpustakaan. citra ruang dimana pengguna

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan Konsep yang didesain perancang dengan mengandalkan imajinasi tentang ruangan yang akan digunakan di masa depan, biasanya material menggunakan bahan

Lebih terperinci

Desain Interior Hotel Alila dengan Langgam Modern Luxury Nuansa Budaya Jawa

Desain Interior Hotel Alila dengan Langgam Modern Luxury Nuansa Budaya Jawa G272 Desain Interior Hotel Alila dengan Langgam Modern Luxury Nuansa Budaya Jawa Timotius Disa dan R. Adi Wardoyo Departemen Desain Interior, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan 1. Perancangan interior Sekolah Tinggi Musik Pukul merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks di mana melibatkan banyak aspek di dalamnya. Di antaranya adalah

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. OBSERVASI 1. Stasiun Gambir Jakarta Pusat Merupakan Stasiun yang terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia dan terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Dibangun pada dasawarsa

Lebih terperinci

BAB V KONSEP DAN EKSEKUSI DESAIN

BAB V KONSEP DAN EKSEKUSI DESAIN BAB V KONSEP DAN EKSEKUSI DESAIN 5.1 Konsep Desain 5.1.1 Konsep secara umum Konsep Bandung Art and Design College secara umum menggunakan pendekatan berdasarkan citra dan misi utama dari BADC ini. Citra

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. TINJAUAN UMUM 1. Asumsi Lokasi Pertimbangan perancangan lokasi secara umum. Dalam penentuan lokasi The Rolling Stones Music Center diperlukan suatu pertimbangan yang matang dan

Lebih terperinci

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic BAB V KONSEP 5.1 Kerangka Konsep Konsep Sekolah Fotografi Darwis Triadi adalah sebuah sekolah fotografi yang didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Andreas Darwis Triadi pada tahun 2003.

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan. Latar Belakang. Latar Belakang Topik

Bab I. Pendahuluan. Latar Belakang. Latar Belakang Topik Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Topik Menari adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan diri kita secara lebih spontan. Sesuai dengan perkembangan jaman,

Lebih terperinci

BAB IV Analisa Proyek Pembangunan ROYAL HAMPTON PARK APARTMENT PONDOK INDAH 4.1 Keikutsertaan Praktikan Dalam Proyek Selama masa kerja praktik di PT CNP INTERNATIONAL, saya dalam praktiknya diberi tugas

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 1.1 Penerapan konsep frame pada bangunan Konsep frame pada bangunan ini diterapkan ke dalam seluruh bagian ruangan, meliputi lantai, dinding dan langit-langit. Konsep tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia. dan lagu tersebut. Perpaduan antara olah gerak tubuh dan musik inilah yang

BAB I PENDAHULUAN Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia. dan lagu tersebut. Perpaduan antara olah gerak tubuh dan musik inilah yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1.1. Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia Makin berkembangnya pola pikir manusia dari tahun ke tahun, makin berkembang pula kreativitas manusia tersebut.

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN BAB 4 KONSEP PERANCANGAN 4.1 Tema Interior Konsep desain pada perancangan fasilitas Pusat Pengembangan Kreativitas Anak ini menggunakan pendekatan terhadap konsep fungsi dan citra. Fasilitas ini mengambil

Lebih terperinci

ELEMEN ESTETIS. Topeng Cepot pada Dinding. Ukiran pada partisi

ELEMEN ESTETIS. Topeng Cepot pada Dinding. Ukiran pada partisi AUDITORIUM BENTUK WARNA MATERIAL Menggunakan sistem dinding panel berporiyang terdiri dari dua konfigurasi : 1. Konfigurasi penyerap (pori terbuka) 2. Konfigurasi pemantul (pori tertutup) Dan dapat di

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN LAPANGAN

BAB III TINJAUAN LAPANGAN BAB III TINJAUAN LAPANGAN A. BIANGLALA Daycare, Playgroup and Kindergaten 1. Sejarah Singkat Bianglala Kindergarten, Play Group, and Day Care adalah Lembaga Pendidikan Non Profit bagi anak usia dini yang

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-133

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-133 JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-133 Desain Interior Sinepleks Brylian Plaza Kendari Berkonsep New Experience dengan Langgam Neo-Gothic R. Adi Wardoyo, Firman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia seni di Indonesia sudah berkembang sejak zaman prasejarah seni sudah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia seni di Indonesia sudah berkembang sejak zaman prasejarah seni sudah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia seni di Indonesia sudah berkembang sejak zaman prasejarah seni sudah dikenal oleh masyarakatnya. Dari zaman ke zaman seni mengalami banyak perubahan.

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN. Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan

BAB IV KONSEP DESAIN. Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan 73 BAB IV KONSEP DESAIN IV.1 Konsep Ruang (Citra Ruang) Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan dengan bergaya futurisctic. Konsep fun ini diartikan sebagai sesuatu

Lebih terperinci

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data METODE DESAIN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.2 Tahapan Pengumpulan Data METODE DESAIN Dalam tahap pengumpulan data dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu : data primer data kuisioner owner data sekunder

Lebih terperinci

HASIL PERANCANGAN ... BAB IV. 4.1 Deskripsi Umum Projek

HASIL PERANCANGAN ... BAB IV. 4.1 Deskripsi Umum Projek BAB IV HASIL PERANCANGAN 4.1 Deskripsi Umum Projek Tema yang dibahas dalam perancangan ini adalah Reborn, merupakan bagian dari kehidupan atau perjalanan yang tampak dari kacang hijau, pada saat itu kita

Lebih terperinci

A. IDE GAGASAN PERANCANGAN

A. IDE GAGASAN PERANCANGAN BAB V KONSEP DESAIN A. IDE GAGASAN PERANCANGAN Perencanaan dan perancangan Music Center ini merupakan proyek perancangan fasilitas komersial yang dapat menunjang kegemaran masyarakat terhadap band The

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Konsep Sebuah konsep desain tempat pendidikan yang ramah lingkungan dengan membawa suasana yang asri membawa kehangatan keluarga dalam sebuah wadah pendidikan. Anak anak

Lebih terperinci

Konsep Lantai. Studio Balet. Area Lobby. Perpustakaan. Tugas Akhir. Perancangan Interior Sekolah Balet di Surabaya dengan Nuansa Fairy

Konsep Lantai. Studio Balet. Area Lobby. Perpustakaan. Tugas Akhir. Perancangan Interior Sekolah Balet di Surabaya dengan Nuansa Fairy Konsep Lantai Studio Balet Lantai dengan konsep Fairy biasanya berkesan mewah. Mewah karena berdasarkan pada kehidupan putri dan pangeran di dalam kastil yang megah dan indah Aplikasi konsep fairy tale

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) commit to user

BAB V PENUTUP. Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) commit to user digilib.uns.ac.id 101 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Ide Gagasan Ide gagasan perancangan desain interior Resort ini berupa konsep Bali Style. Bali Style merupakan konsep yang sering digunakan pada bangunan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DESAIN. dikawasan pusat keramaian dengan lokasi yang strategis.

BAB IV ANALISA DESAIN. dikawasan pusat keramaian dengan lokasi yang strategis. BAB IV ANALISA DESAIN A. ANALISA EKSISTING 1. Asumsi Lokasi Dasar pertimbangan penentuan siteplan Museum Film Horor mengambil lokasi di daerah Jakarta Pusat lebih tepatnya di JL. Cikini Raya (kawasan TIM).

Lebih terperinci

DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar A Gambar Gambar Gambar 2.18.

DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar A Gambar Gambar Gambar 2.18. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Logo Badan Tenaga Nuklir Nasional... 20 Gambar 2.2. Struktur Organisasi Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN... 23 Gambar 2.3. Site Plan Gedung PSTNT-BATAN...

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2 BAB IV ANALISA PROYEK 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2 Dimensi dan 3 Dimensi, selain itu juga membantu memberikan masukan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PROYEK. 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Rumah Beryl. 1. Membantu membenahi layout yang diberikan owner kepada perusahaan.

BAB IV ANALISA PROYEK. 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Rumah Beryl. 1. Membantu membenahi layout yang diberikan owner kepada perusahaan. BAB IV ANALISA PROYEK 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Rumah Beryl Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai drafter 2 Dimensi dan 3 Dimensi, selain itu juga membantu memberikan masukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Sekolah Tinggi Musik Bandung 1

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Sekolah Tinggi Musik Bandung 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan musik adalah bidang studi terkait dengan pengajaran dalam musik. Bidang studi ini mencakup semua aspek pembelajaran, termasuk psikomotor (pengembangan kemampuan),

Lebih terperinci

BAB III STUDI LAPANGAN

BAB III STUDI LAPANGAN BAB III STUDI LAPANGAN A. Museum Purbakala Sangiran 1. Lokasi Salah satu objek wisata menarik yang berada di kabupaten Sragen adalah Museum Sangiran, yang terletak di kaki Gunung Lawu (±17km dari Kota

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan HEPOL BUILDING HANNINE RESTO Suasana khas Korea Budaya Korea Hanok Nyaman Tenang Gedung Perkantoran Bangunan dengan konsep modern Restoran Korea

Lebih terperinci

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis)

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) 101 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Ide Gagasan Ide gagasan perancangan desain interior Resort ini berupa konsep Zen. Zen merupakan konsep yang terinspirasi dari konsep interior Jepang, yang memadukan antara

Lebih terperinci

BAB III PERMASALAHAN & DATA SURVEY PEMBANDING

BAB III PERMASALAHAN & DATA SURVEY PEMBANDING BAB III PERMASALAHAN & DATA SURVEY PEMBANDING A. Permasalahan Umum Permasalahan umum ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai apa saja yang berkaitan dengan desain interior sebuah showroom mobil.

Lebih terperinci

Alamat : Jl. Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta, Kota Jakarta Utara.

Alamat : Jl. Boulevard Bukit Gading Raya, Jakarta, Kota Jakarta Utara. LAPORAN OBSERVASI AWAL 1. PROFIL OBJEK OBSERVASI Gambar Hotel BnB Kelapa Gading, Jakarta sumber : http://www.laterooms.com/en/hotel-reservations/277724_the-bnb-jakarta-kelapagading-jakarta.aspx Nama objek

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Gaya dan Tema Perancangan Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya modern etnik. Pemilihan gaya modern etnik berdasarkan

Lebih terperinci

Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing

Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing Perancangan Interior Gedung Singapore International School dengan Konsep Learning by Playing ABSTRAK Desain interior merupakan bagian yang sangat penting dalam pembuatan bangunan tidak terkecuali juga

Lebih terperinci

Nama : Beni Kusuma Atmaja NIM : Kelas : 02 Topik : Ruang Konser

Nama : Beni Kusuma Atmaja NIM : Kelas : 02 Topik : Ruang Konser Nama : Beni Kusuma Atmaja NIM : 13307080 Kelas : 02 Topik : Ruang Konser Gedung Konser adalah bangunan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan konser musik. Gedung konser adalah hasil inovasi arsitektur

Lebih terperinci

SANGGAR DANSA Dl YOGYAKARTA

SANGGAR DANSA Dl YOGYAKARTA DEWI KARTIKA SARI 99512013 Ir. H. Munichy B. Edrees, M. Arch Tugas Akhir Periode III Jurusan Arsiterktur Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 2003/2004 LAPORAN PERANCANGAN SANGGAR DANSA Dl YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN

BAB III KONSEP PERANCANGAN BAB III KONSEP PERANCANGAN Dalam perancangan pusat Informasi dan kegiatan Muslim Tionghoa Lau Tze ini, banyak hal hal yang telah di jelaskan pada bab bab sebelumnya yang akan diterapkan pada perancangan.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Penghargaan ini berguna untuk memotivasi mereka menampilkan musik yang terbaik. Dan tolak

ABSTRAK. Penghargaan ini berguna untuk memotivasi mereka menampilkan musik yang terbaik. Dan tolak ABSTRAK Ruang konser merupakan suatu tempat dimana para pemusik mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini berguna untuk memotivasi mereka menampilkan musik yang terbaik. Dan tolak ukur seorang dapat bermain

Lebih terperinci

Bab IV. Konsep Perancangan

Bab IV. Konsep Perancangan Bab IV Konsep Perancangan 4.1 Konsep Perancangan Konsep perancangan pada proyek ini didasari oleh tinjauan data mengenai sifat dan karakteristik pasien, dimana beberapa dari pasien dewasa maupun anak-anak

Lebih terperinci

II.2.2 Fleksibilitas panggung.. 18 II.3 Jenis Pementasan dan Fasilitas 19 II.3.1 konser musik. 19 II.3.2 Latihan Musik II.3.3 Studio Musik Rekam

II.2.2 Fleksibilitas panggung.. 18 II.3 Jenis Pementasan dan Fasilitas 19 II.3.1 konser musik. 19 II.3.2 Latihan Musik II.3.3 Studio Musik Rekam DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PENGESAHAN ii CATATAN DOSEN PEMBIMBING. iii HALAMAN PERNYATAAN iv HALAMAN PERSEMBAHAN. v KATA PENGANTAR. vi ABSTRAKSI.. viii DAFTAR ISI.. ix DAFTAR GAMBAR. xii DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN LAPANGAN

BAB III TINJAUAN LAPANGAN BAB III TINJAUAN LAPANGAN A. TINJAUAN UMUM Gambar 3.3 peta lokasi (sumber gambar : google map) Surakarta adalah kota karisidenan yang sedang berkembang baik dari segi perekonomian, perdagangan, maupun

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Umum Proyek ini merupakan proyek fiktif yang diirencanakan pada lahan kosong yang berada di Jalan Soekarno-hatta dan diperuntukan untuk pertandingan renang internasional dan

Lebih terperinci

BAB VI HASIL RANCANGAN. dalam perancangan yaitu dengan menggunakan konsep perancangan yang mengacu

BAB VI HASIL RANCANGAN. dalam perancangan yaitu dengan menggunakan konsep perancangan yang mengacu 153 BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Di dalam perancangan Sekolah Seni Pertunjukan Tradisi Bugis terdapat beberapa input yang dijadikan dalam acuan perancangan. Aplikasi yang diterapkan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kental kehidupannya

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kental kehidupannya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kental kehidupannya dengan seni. Salah satu seni yang cukup berkembang saat ini adalah seni teater. Perkembangan ini terlihat

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Kerangka Berpikir Konsep Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep 105 106 Dari kerangka berpikir diatas dapat penulis memilih konsep Batik Pekalongan : The Diversity of Culture

Lebih terperinci

INTERIOR PERPUSTAKAAN TK DESIGNED BY. HOLME scompany

INTERIOR PERPUSTAKAAN TK DESIGNED BY. HOLME scompany INTERIOR PERPUSTAKAAN TK DESIGNED BY HOLME scompany R U A N G STANDAR D P ERANCANGAN... Ruang yang baik untuk perkembangan anak-anak TK, yaitu ruangan yang menyediakan area-area aktivitas tersendiri yang

Lebih terperinci

Abstrak. Key word : ballet, dance, modern, school, Bandung. viii

Abstrak. Key word : ballet, dance, modern, school, Bandung. viii Abstrak Balet suatu seni tari yang menggunakan kekuatan, kelenturan, elegan dan indah. Tari ballet muncul dari Italia sekitar tahun 1500. Ballet menjadi sangat popular di Prancis pada tahun 1661. Ketertarikan

Lebih terperinci

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4 BAB III STUDI LAPANGAN III. III. A. OBSERVASI A.1. Syariah Hotel Lor In Solo Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4 terbesar di kota Solo. Hotel yang memiliki luasan yang tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ludruk merupakan sebuah drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelar di panggung. Pertunjukan kesenian yang berasal dari Jombang

Lebih terperinci

b e r n u a n s a h i jau

b e r n u a n s a h i jau 01 TOW N H O U S E b e r n u a n s a h i jau Penulis Imelda Anwar Fotografer M. Ifran Nurdin Kawasan Kebagusan di Jakarta Selatan terkenal sebagai daerah resapan air bagi kawasan ibukota sekaligus permukiman

Lebih terperinci

Kajian Tentang Jawa Timur

Kajian Tentang Jawa Timur Kajian Tentang Jawa Timur Indonesia terkenal dengan julukan kepulauan seribunya, bermacam-macam budaya yang ada di Indonesia membuat kekayaan negeri ini semakin diakui dunia. Pusat kepemimpinan Negara

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROYEK. Data umum dari proyek perancangan ini adalah sebagai berikut : Kel. Mengger Kec. Bandung Kidul

DESKRIPSI PROYEK. Data umum dari proyek perancangan ini adalah sebagai berikut : Kel. Mengger Kec. Bandung Kidul BANDUNG ICE SKATING CENTER II. DESKRIPSI PROYEK 2.1 Umum Data umum dari proyek perancangan ini adalah sebagai berikut : a. Lokasi : Jl. Batu Nunggal Indah Kel. Mengger Kec. Bandung Kidul b. Luas Lahan

Lebih terperinci

Gambar 5.2 Mind Mapping Perawat dan Pengunjung Gambar 5.3 Mind Mapping Site dan Bangunan 1

Gambar 5.2 Mind Mapping Perawat dan Pengunjung Gambar 5.3 Mind Mapping Site dan Bangunan 1 BAB V KONSEP PERANCANGAN INTERIOR 5. 1. Dasar dan Tujuan Setelah melewati proses analisis, penulis mengambil tema refreshment atau penyegaran sebagai konsep desain yang akan diterapkan pada perancangan

Lebih terperinci

1. Tingkat pendengaran (listening level), biasanya besaran ini dinyatakan dengan besaran dba.

1. Tingkat pendengaran (listening level), biasanya besaran ini dinyatakan dengan besaran dba. ika penerimanya adalah manusia atau orang, bukan mikrophone untuk perekaman misalnya, maka karakteristik medan suara yang diterima itu dapat dinyatakan dengan 4 parameter utama yaitu : KONSEP DASAR AKUSTIK

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Zoning dan Grouping 4.1.1 Analisa Zoning Zoning 1 Gambar 4.1. Zoning 1 Zona private memiliki view langsung melihat keluar. Tetapi terletak jauh dari zona public,

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB IV TINJAUAN KHUSUS BAB IV TINJAUAN KHUSUS 4.1. Perencanaan Bahan 4.1.1. Perencanaan Lantai Lantai dasar difungsikan untuk area parkir mobil, area service, pantry, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi tamu.

Lebih terperinci

STUDI SUBJEKTIF KELAYAKAN GEDUNG KESENIAN DAN KEBUDAYAAN RUMENTANG SIANG BANDUNG DARI SEGI AKUSTIK

STUDI SUBJEKTIF KELAYAKAN GEDUNG KESENIAN DAN KEBUDAYAAN RUMENTANG SIANG BANDUNG DARI SEGI AKUSTIK UJIAN TENGAH SEMESTER TF3204 AKUSTIK STUDI SUBJEKTIF KELAYAKAN GEDUNG KESENIAN DAN KEBUDAYAAN RUMENTANG SIANG BANDUNG DARI SEGI AKUSTIK Disusun Oleh: Ahmad Rifqi Muchtar (13305086) PROGRAM STUDI TEKNIK

Lebih terperinci

Bab III. Aspek Tanah dan Arsitektural Desain. : Puri Indah, Jakarta Barat

Bab III. Aspek Tanah dan Arsitektural Desain. : Puri Indah, Jakarta Barat Bab III Aspek Tanah dan Arsitektural Desain 3.1 Peta dan Tapak Tanah Nama usaha Peruntukan lahan Letak tapak : Tridith Venue : Bangunan serbaguna : Puri Indah, Jakarta Barat Luas tapak : 4.068 m² Luas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan 13.466 pulau 1, yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku

Lebih terperinci

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Hasil Rancangan Kawasan Perancangan kawasan terdapat beberapa input yang dijadikan dalam acuan perancangan. Aplikasi yang diterapkan dalam perancangan kawasan yaitu dengan menggunakan

Lebih terperinci

DESKRIPSI KARYA PATRIA PARK APARTMENT NYOMAN DEWI PEBRYANI S.T.,M.A NIP NIDN

DESKRIPSI KARYA PATRIA PARK APARTMENT NYOMAN DEWI PEBRYANI S.T.,M.A NIP NIDN DESKRIPSI KARYA PATRIA PARK APARTMENT NYOMAN DEWI PEBRYANI S.T.,M.A NIP. 198502082009122004 NIDN. 008028501 FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) DENPASAR 2013 1 DAFTAR ISI HALAMAN

Lebih terperinci

BAB 4. Analisis dan Bahasan

BAB 4. Analisis dan Bahasan BAB 4 Analisis dan Bahasan 4.1 Konsep Perancangan Makanan kini tak lagi hanya menjadi sekedar pengisi perut. Masyarakat kini menyadari makanan dengan segi kultural yang varian telah menjadi lifestyle yang

Lebih terperinci

Studi Pustaka. Definisi. Sejarah. Balet di Indonesia. Klasifikasi. Atribut. Tugas Akhir

Studi Pustaka. Definisi. Sejarah. Balet di Indonesia. Klasifikasi. Atribut. Tugas Akhir Studi Definisi Balet adalah sebuah bentuk tarian dengan tradisi, teknik, metode dan bentuk gerakan yang unik yang membedakan dari bentuk tari teater yang lain. Balet lahir di Itali dan berkembang pesat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN 7 BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN A. Pengertian Judul 1. Gorontalo Menunjukan sebuah nama lokasi/daerah yaitu Provinsi Gorontalo merupakan hasil pemekaran dari provinsi sebelumnya Provinsi Sulawesi Utara.

Lebih terperinci

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan 1. Ada beberapa fasilitas fisik di kamar tidur 1 yang belum ergonomis, yaitu tempat tidur ukuran double, meja rias, kursi rias dan console table. 2. Fasilitas

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL & PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL & PEMBAHASAN 1 BAB 4 HASIL & PEMBAHASAN Pengaplikasian wall treatment menggunakan bata exposed, lantai bermaterial concrete tanpa finishing Penerapan modul atau bentuk abstrak dan geometris pada furnitur dan partisi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISISA DATA SURVEY

BAB 3 ANALISISA DATA SURVEY 3.1.Data Survey 3.1.1. Analisa Lokasi BAB 3 ANALISISA DATA SURVEY Gambar 8 Site plan (Foto : Luqman Hakim,2015) Gambar 8 Fasad Bangunan (Foto : Luqman Hakim,2015) Judul : Sekolah Tinggi Dan Studio Musik

Lebih terperinci

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain yang digunakan pada proyek Komples Wisata Budaya di Kota

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain yang digunakan pada proyek Komples Wisata Budaya di Kota BAB V KAJIAN TEORI 5.1 Kajian Teori Penekanan Desain 5.1.1 Teori Tema Desain Tema desain yang digunakan pada proyek Komples Wisata Budaya di Kota Solo menggunakan langgam arsitektur Neo-Vernakular. Arsitektur

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam konsep dasar pada perancangan Fashion Design & Modeling Center di Jakarta ini, yang digunakan sebagai konsep dasar adalah EKSPRESI BENTUK dengan

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. American's People Encyclopedia, New York: Groiller, 1964.

DAFTAR PUSTAKA. American's People Encyclopedia, New York: Groiller, 1964. DAFTAR PUSTAKA American's People Encyclopedia, New York: Groiller, 1964. Anas, Biranul, Indonesia Indah Batik. Jakarta: Yayasan Harapan Kita/BP3 Taman Mini Indonesia Indah, 1995. Benge, Sophie, The tropical

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR 4.1 Latar Belakang Pemilihan Tema Tema yang diangkat untuk mendukung bangunan perpustakaan umum ini adalah Dinamis dan Ceria. Adapun yang melatar belakangi pemilihan

Lebih terperinci

Manajemen Produksi Pertunjukan Studi Kasus: Pementasan

Manajemen Produksi Pertunjukan Studi Kasus: Pementasan Manajemen Produksi Pertunjukan Studi Kasus: Pementasan Oleh: Eko Santosa Salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam proses penciptaan teater adalah manajemen. Dalam teater bahasan manajemen

Lebih terperinci