BAB III ANALISA DATA
|
|
|
- Susanto Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III ANALISA DATA 3.1 Aspek Lingkungan Lokasi dan Kawasan Gambar 3.1 Site Plan Hotel Mulia (Sumber: Google Maps) Hotel Mulia Senayan, Jakarta merupakan hotel mewah yang berada di lokasi dan kawasan strategis. Lokasi yang berada di kawasan pusat bisnis, yang memiliki akses mudah menuju pusat perbelanjaan dan juga tempat-tempat komersial serta hiburan di Jakarta, seperti Jakarta Convention Center (JCC), Lapangan Golf Senayan, MPR/DPR, Senayan City, Stasiun Palmerah dan Stadion Utama Gelora Bung Karno. 95
2 a. Jakarta Convention Center (JCC) HOTEL MULIA JCC terletak di sebelah Timur Hotel Mulia. Gambar 3.2 Site Plan (Hotel Mulia - JCC) (Sumber: Google Maps) b. Lapangan Golf Senayan HOTEL MULIA Lapangan Golf Senayan terletak di sebelah selatan Hotel Mulia. Gambar 3.3 Site Plan (Hotel Mulia - L. Golf Senayan) (Sumber: Google Maps) 96
3 c. Stadion Gelora Bung Karno HOTEL MULIA Stadion Utama Gelora Bung Karno terletak di sebelah Tenggara Hotel Mulia. Gambar 3.4 Site Plan (Hotel Mulia Stadion GBK) d. Senayan City (Sumber: Google Maps) HOTEL MULIA Senayan City terletak di sebelah selatan Hotel Mulia. Gambar 3.5 Site Plan (Hotel Mulia - Senayan City) (Sumber: Google Maps) 97
4 Gambar 3.6 Block Plan Hotel Mulia (Sumber: Google Earth) Hotel Mulia Senayan, Jakarta adalah hotel yang memiliki kawasan cukup luas. Hotel mewah ini menyediakan berbagai macam fasilitas terbaik di dalam maupun lingkungan sekitar hotel, seperti salah satunya area parkir yang luas, lapangan tenis dan kolam renang terbaik yang berada di luar kawasan hotel, serta jalan-jalan yang sangat familiar di pusat distrik bisnis yang mudah dijangkau dari wilayah manapun. Hotel Mulia berada tepat di Jl. Asia Afrika Senayan yang bisa dilalui baik dari arah permata hijau, kuningan dan slipi melalui jalanjalan besar yang berada di bagian depan atau belakang hotel. 98
5 3.1.2 Analisa Konteks Pada Tapak Kondisi Sekitar Tapak Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta Indonesia Stasiun Palmerah Gelora Bung Karno Jakarta Convention Center Senayan Golf Course Senayan City Plaza Senayan Gambar 3.7 Tapak Hotel Mulia (Sumber: Google Maps) 99
6 Hotel Mulia ini terletak di kawasan pusat bisnis, yang berada di Jalan Asia Afrika Senayan.Yang dimana kawasan tersebut diangggap sebagai kawasan pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan.karena di sekitar Hotel Mulia terdapat banyak gedung perkantoran seperti Wisma Senayan, TVRI dan lain sebagainya.dan juga terdapat pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Plaza Senayan dan sebagainya. Sebagai daerah kawasan bisnis maka dapat memudahkan para businessman/ usahawan dalam melakukan kegiatan aktifitasnya. Sebagai contoh jikalau para usahawan ingin melakukan kegiatan meeting atau rapat bersama pengusahawan lainya, maka dapaat dilakukan pada executive lounge di hotel bisnis seperti hotel mulia ini, yang dimana hotel mulia ini berada di kawasan pusat bisnis. Maka memudahkan para usahawan dalam menjangkaunya. Dan juga sebagai daerah kawasan perbelanjaan karena selain terdapat menara-menara gedung perkantoran dan terdapat juga pusat perbelanjaan yaitu Plaza Senayan dan Senayan City. Kondisi alam pada Hotel Mulia yang berada di kawasan Jakarta Selatan ini beriklim tropis, karena Negara Indonesia termasuk dalam iklim tropis.di lingkungan sekitar hotel Mulia adalah daratan rendah Pulau Jawa dengan ketinggian 121 meter di atas permukaan laut.hotel 100
7 mulia ini menghadap ke arah Barat sehingga mendapat cahaya matahari yang cukup di pagi hari Faktor Cahaya Bangunan Hotel Mulia ini menghadap ke arah Timur sehingga cahaya matahari pada pagi hari dan sore hari yang diperoleh pada bangunan ini sangat cukup.secara keseluruhan bangunan ini menggunakan jendela yang bermaterialkan kaca sehingga pantulan cahaya matahari masih dapat masuk dari luar tetapi tidak menyilaukan mata dan dapat juga menghemat dalam penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari. Gambar 3.8 Faktor Cahaya Hotel Mulia (Sumber: Google Earth) 101
8 Faktor Suara Lingkungan di sekitar bangunan Hotel Mulia ini adalah gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan yang memungkinakan adanya kebisingan.tetapi walaupun demikian, penggunaan material yang berkualitas seperti karpet dan bahan penyerap suara lainnya (green wool, quiet glue pro dan rock wool) membuat suara yang masuk dari luar tidak terdengar. Gambar 3.9 Peredam Suara 102
9 Faktor Udara Udara yang ada di Hotel Mulia sangat bergantung pada pemakaian Air Conditioner (AC) karena letaknya yang berada di pusat kota menyebabkan udara sekitar Hotel Mulia cenderung agak panas. Namun, dengan adanya system penghawaan yang baik pada hotel tersebut maka saat pengunjung berada di dalam hotel tidak akan merasakan udara yang lembab dan panas. Gambar 3.10 Pendingin Ruangan 103
10 Faktor View Dari Dalam ke Luar Bangunan Pemandangan sekitar bangunan Hotel Mulia terbilang sangat indah karena letaknya berada di tengah kota sehingga pusat gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat olahraga dan lampu-lampu kota pada malam hari dapat memperindah pemandangan dari dalam hotel. Gambar 3.11 View Dari Dalam Hotel ke Luar Hotel (Lapangan Tenis, L. Golf Senayan dan Jl. Asia Afrika) (Sumber: Google Earth dan Dokumen Pribadi) View dari dalam hotel ke luar hotel sangat bergantung pada posisi pengunjung/tamu hotel berada di suatu ruangan atau kamar yang dipilih. View dari depan gedung adalah view lapangan golf senayan, lapangan ABC, stadion gelora bung karno dan Jl. Asia Afrika. 104
11 3.2 Aspek Bangunan Jenis Massa Bangunan Bentuk massa bangunan Hotel Mulia berbentuk persegi panjang, hal ini terlihat pada bentuk asli gedung yang didukung juga melalui pencitraan bangunan yang terlihat dari sisi manapun. Dilihat dari segi eksterior gedung, bentuk bangunan dari Hotel Mulia Senayan adalah bentuk vertical ke atas dengan layout bangunan berbentuk persegi panjang sebagai dasarnya sesuai dengan kondisi fisik denah tanah tempat didirikannya bangunan Sirkulasi Dalam Bangunan Bangunan Hotel Mulia merupakan bangunan yang memiliki macam fungsi, dimana di dalamnya terdapat restaurant, ballroom, fitness center, dan sebagainya.untuk itu harus ada pembagian sirkulasi yang jelas antara pengelola gedung, para pengunjung, area parkir dan barang masuk/keluar sehingga para penghuni hotel tidak merasa sesak. Alur sirkulasi yang disediakan untuk pengunjung hotel dapat dilakukan melalui lift yang disediakan hotel. Sedangkan untuk pengelola dan staff hotel dilakukan melalui lift dan tangga darurat. 105
12 a. Alur Sirkulasi Staff Hotel Datang Parkir Area Pintu Masuk Khusus Karyawan/Staff (Service Entrance) Security & Time Keeper Locker Ruang Kerja Gambar 3.12 Skema Pola Sirkulasi Pihak Staff Hotel (Sumber:Dokumen Pribadi) b. Alur Sirkulasi Karyawan Hotel Datang Parkir Area Pintu Masuk Khusus Karyawan/Staff (Service Entrance) Security & Time Keeper Uniform Room Locker Ruang Kerja Gambar 3.13 Skema Pola Sirkulasi Pihak Karyawan Hotel (Sumber:Dokumen Pribadi) 106
13 c. Alur Sirkulasi Pengunjung/Tamu Hotel Yang Menginap Datang Parkir Tamu Main Entrance Main Lobby Front Desk Guest Room Fasilitas Gambar 3.14 Skema Pola Sirkulasi Tamu Yang Menginap (Sumber:Dokumen Pribadi) d. Alur Sirkulasi Pengunjung/Tamu Hotel Yang Tidak Menginap Datang Parkir Tamu Main Entrance Main Lobby Front Desk Fasilitas Publik Gambar 3.15 Skema Pola Sirkulasi Tamu Yang Tidak Menginap (Sumber:Dokumen Pribadi) 107
14 3.2.3 Analisis Struktur Bangunan System struktur yang digunakan pada bangunan Hotel Mulia ini adalah struktur beton, konstruksi ini biasa digunakan pada bangunan bertingkat.struktur pada kolom bangunan Hotel Mulia rata-rata berukuran 60x60 cm. Kolom berukuran 60x60 cm sebanyak 39 kolom pada lobby. Gambar 3.16 Struktur Bangunan Hotel Mulia (Sumber:Dokumen Pribadi) Bahan Bangunan Bahan bangunan menggunakan material seperti, cordan paku beton, kerangka besi, batu bata, semen, kaca dan stainless steal. 108
15 3.2.5 Utilitas Bangunan Fasilitas Umum yang tersedia di Hotel Mulia, diantaranya driver lounge yang di dalamnya terdapat musholla, area santai dan kamar mandi umum. Driver lounge ini berjumlah satu dan berada di semi basement pada Hotel Mulia. Selain itu, terdapat area parkir di semi basement dan area belakang lantai 2. Area parkir di semi basement dapat digunakan secara umum, namum area parkir yang ada di area belakang lantai 2 hanya dapat digunakan oleh valet service. Sedangkan genset room berada di lantai dasar dan berjumlah satu. Gambar 3.17 Fasilitas Umum Hotel Mulia (Sumber:Dokumen Pribadi) 109
16 3.3 Aspek Manusia Analisa Pelaku Kegiatan dan Cara Melakukan Kegiatan Manusia yang terlibat di dalam hotel dibagi menjadi dua, yaitu pihak pengelola hotel dan pihak tamu atau pengunjung yang berkunjung atau menginap di hotel tersebut.pelaku kegiatan memiliki kegiatan atau aktifitas yang berbeda sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya masing-masing. a. Flow Kegiatan dan Cara Melakukan Kegiatan Pengelola dan Tamu Pada Area Lobby Hotel 1 Menyambut Tamu dan 2 mengucapkan selamat datang Menyerahkan Formulir Registrasi Tamu dan meminta identitas tamu guna data check-in 6 5 Menyimpan registrasi tamu sebagai data front office sesuai dengan nomer kamar Mempersilahkan tamu ke kamar sesuai tipe yang dipilih dan nomer kamar yang diberikan 4 3 Mempersilahkan kepada tamu untuk mengisi formulir registrasi dengan lengkap Memberi Penjelasan mengenai formulir registrasi yang harus diisi 7 Membawakan tas/koper 8 tamu ke kamar Mempersilahkan dan mengantar tamu ke kamar Gambar 3.18 Flow Kegiatan Pada Area Lobby Hotel (Sumber:Dokumen Pribadi) 110
17 Cara Melakukan kegiatan berdasarkan flow Bell Boy Resepsionis 1 kegiatan di atas, yaitu: 1. Resepsionis dan Bell Boy:Berdiri tegak sambil mengangkat kedua tangan menyapa Tamu tamu yang datang. Tamu: Berdiri 2. Resepsionis: Berdiri tegak Tamu: Berdiri Bell Boy: Duduk 3. Resepsionis: Berdiri Tamu: Berdiri Bell Boy: Duduk 2 Resepsionis Tamu Resepsionis 3 Tamu 4. Resepsionis: Duduk Tamu: Duduk Bell Boy: Duduk 4 Resepsionis Tamu 5. Resepsionis: Duduk mengolah data Tamu: Duduk santai Bell Boy: Berdiri menunggu mengantar tamu Bell Boy Resepsionis Tamu 5 111
18 6. Resepsionis: Berdiri 6 Resepsionis Tamu: Berdiri Bell Boy: Berdiri Bell Boy Tamu 7. Resepsionis: Berdiri Tamu: Berdiri Bell Boy: Mendorong Trolly Resepsionis 7 Bell Boy Tamu 8. Resepsionis: Berdiri tegak sambil mengangkat kedua tangan mempersilahkan tamu ke kamar. Tamu: Berjalan. Bell Boy: Berjalan dengan mendorong trolly Resepsionis 8 Bell Boy Tamu 112
19 b. Flow Kegiatan dan Cara Melakukan Kegiatan Pengelola dan Tamu Pada Area Kamar Hotel 1 Tiba di kamar sesuai Masuk ke kamar dan merapikan 2 nomer kamar yang sudah tas/koper atau bawaan yang diberikan dibawa 4 Keluar kamar menikmati fasilitas hotel atau pergi keluar hotel untuk urusan tertentu 3 Melakukan kegiatan di kamar (Istrirahat atau mandi atau makan atau menonton tv atau bekerja) Gambar 3.19 Flow Kegiatan Pada Area Kamar Hotel (Sumber:Dokumen Pribadi) Cara Melakukan kegiatan berdasarkan flow kegiatan di atas, yaitu: 1. Bell Boy: Berdiri membungkuk membukakan pintu kamar Tamu: Berdiri 1 Bell Boy 2. Bell Boy: Berdiri/membungkuk membereskan 2 tas/koper dan bawaan tamu Tamu: Berjalan melihat-lihat kamar Tamu Bell Boy 113
20 3. Bell Boy: Berjalan keluar kamar dan kembali bekerja Tamu: Tidur atau berbaring atau duduk santai atau berdiri 3 Bell Boy Tamu Tamu Tamu Tamu 4. Tamu: Berjalan keluar kamar 4 Tamu 114
21 3.4 Analisa dan Program Kebutuhan Analisa Perilaku Tamu Terhadap Kebutuhan Ruang Tamu yang datang ke Hotel Mulia sangatlah beragam, mulai dari kalangan menengah sampai kalangan atas.tujuan utama dalam merancang bangunan (hotel) ini adalah untuk memfasilitasi aktivitas masyarakat perkotaan, salah satu yang utama adalah pebisnis. Berdasarkan data analisis, secara umum dapat disimpulkan karakteristik pengunjung bisnis diantaranya: a. Sebagian besar datang dari masyarakat golongan ekonomi menengah keatas yang umumnya memiliki prioritas lebih terhadap faktor kenyamanan, keindahan suasana dan service yang diberikan sebuah sarana akomodasi. b. Sebagaimana karakter dasar masyarakat perkotaan, pebisnis terbiasa dengan segala sesuatu yang cepat maka hal-hal yang berkaitan harus serba simple, efisien dan compact Analisa Perilaku Staff Terhadap Kebutuhan Ruang Staff atau pengelola Hotel Mulia terhitung banyak, mulai dari bagian office sampai bagian teknis. Untuk itu diperlukan analisa yang baik agar para staff yang bekerja merasa nyaman dan terfasilitasi kebutuhanya sesuai dengan pekerjaan mereka pada bagian nya masing 115
22 masing. Berdasarkan data analisis, secara umum dapat disimpulkan karakter staff Hotel Mulia yaitu: a. Staff Hotel Mulia memiliki jam kerja yang terbagi menjadi beberapa shift, sehingga mereka terbiasa dengan segala sesuatu yang teratur dan terarah. b. Staff Hotel Mulia juga sangat menaati SOP yang telah dibuat hotel sehingga mereka terbiasa bekerja secara professional, tepat waktu dan disiplin. 3.5 Pengelompokkan Ruang Di dalam membuat perencanaan tata ruang di dalam suatu hotel bisnis, diperlukan pengelompokan ruang.pengelompokan ruang di hotel bisnis dibagi menjadi beberapa area, yakni ruang yang bisa untuk tamu dan pengelola/staff dan hanya khusus untuk pengelola/staff hotel Ruang Untuk Tamu a. Area Publik Area public merupakan area yang dapat bebas dilalui atau digunakan oleh siapa saja, bisa tamu, pengelola dan staff hotel. Area public ini meliputi entrance (pintu masuk utama) dan lobby. 116
23 b. Area Semi Publik Area semi public merupakan area yang hanya dilalui atau digunakan oleh orang-orang tertentu, misalnya tamu yang akan menginap, tamu undangan suatu acara dan pengelola/staff dengan wilayah kerja area tersebut. Area semi public meliputi recepcionist, cashier counter, ballroom dan business center. c. Area Service Area service meliputi valet parking, restaurant, swimming pool dan gym.area ini juga bisa dilalui oleh tamu dan pengelola/staff hotel dengan wilayah kerja area service. d. Area Semi Private Area semi private merupakan area pribadi yang dilalui oleh orangorang tertentu, seperti tamu yang menginap dan pengelola/staff hotel dengan wilayah kerja guest room Ruang Untuk Pengelola/Staff Ruang untuk pengelola/staff adalah keempat area yang bisa dilalui tamu hotel dan satu area private yang hanya bisa dilalui para pengelola/staff hotel.area private merupakan area yang sangat pribadi yang dimana hanya dapat dilalui oleh orang-orang khusus. Area ini meliputi ruang kerja manajemen atau back office dari hotel. 117
24 3.6 Analisa Hubungan Antar Ruang Ruang yang ada di Hotel Mulia sangat beragam dan terbagi menjadi lima area yaitu area private, area semi private, area semi public, area public dan area service. Untuk lebih jelasnya, dapat digambarkan melalui skema hubungan antar ruang yang ada di bawah ini. Area Private Office Area Semi Private Guest Room Area Semi Publik a. Recepcionist b. Cashier Counter c. Ballroom d. Business Center Area Publik a. Entrance b. Lobby Area Service a. Valet Parking b. Restaurant c. Swimming Pool d. Gym e. Toilet Front Officer Security HK Staff Tamu F&B Gambar 3.20 Skema Hubungan Antar Ruang 118
25 3.7 Analisa Besaran Ruang No. Ruangan Fasilitas Dimensi Jumlah 1. LOBBY 2. RECEPTIONIST - Sofa lobby - Meja sofa lobby - Kursi - Meja bulat lobby - Kabinet file - Meja receptionist - Kabinet file - Kursi cm x 50 cm cm x 80 cm - 57 cm x 57 cm - 50 cm cm x 57 cm cm x 100 cm cm x 57 cm - 57cm x 57 cm = 356 m m 2 = 26,25 % = 21 m m 2 = 1,6 % 3. RESERVATION ROOM - Meja operator reservation - Kursi cm x 70 cm - 57 cm x 57 cm = 35 m m 2 = 2,6 % 4. MEETING ROOM - Meja metting - Kursi metting cm x 80 cm - 57 cm x 57 cm = 19,08 m m 2 = 1,4 % 5. IT ROOM - Kursi kerja - Meja kerja - 50 cm x 50 cm cm x 60 cm = 7,035 m m 2 = 0,55 % 6. GENERAL MANAGER - Meja kerja GM - Kursi kerja GM - Kabinet file cm x 60 cm - 57 cm x 57 cm cm x 60 cm = 13,09 m m 2 = 1,94 % 119
26 7. SECRETARY - Meja kerja - Kursi kerja - Kabinet file cm x60 cm - 57 cm x 57 cm cm x60 cm = 17,86 m m 2 = 1,3 % 8. RUANG TUNGGU TAMU OFFICE - Meja kerja - Kursi kerja cm x 120 cm - 57 cm x 57 cm = 64 m m 2 = 4,6 % 9. ROYAL SUITE - Spring bed - Nakas - Meja rias - Kursi rias - Meja cabinet - Lemari - Meja tv - Sofa panjang - Meja sofa kamar - Meja ruang tv ruang keluarga - Kursi ruang keluarga - Meja makan - Kursi makan - Kursi kerja - Meja kerja - Sofa ruang kerja - Meja sofa ruang kerja - Kursi sofa ruang kerja - Sofa ruang tamu - Kursi ruang tamu - Meja ruang cm x 150 cm - 50 cm x 50 cm - 60 cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm cm x 40 cm cm x 80 cm cm x 50 cm cm x 50 cm - 45 cm cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm - 50 cm - 50 cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm cm x 60 cm cm x 50 cm - 56 cm - 57 cm x 57 cm cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm cm x 50 cm = 120 m m 2 = 8,63 % 120
27 tamu - Bathup - Closet duduk - Wastafel - Urinoir cm x 66 cm - 50 cm x 50 cm - 50 cm x 50 cm 10. BARON SUITE 11. JUNIOR SUITE - Spring bed - Nakas - Meja tv - Meja rias - Kursi rias - Sofa tunggal kamar - Lemari - Meja cabinet - Meja kerja - Kursi kerja - Meja ruang kerja - Meja tv ruang keluarga - Sofa tunggal ruang keluarga - Sofa ruang tamu - Meja sofa tamu - Closet - Bathup - Wastafel - Spring bed - Nakas - Meja tv - Meja rias - Kursi rias - Lemari - Meja kerja - Kursi kerja - Meja tv ruang keluarga - Sofa tunggal ruang keluarga - Meja tamu - Kursi tamu cm x 150 cm - 50 cm x 50 cm cm x 50 cm - 60 cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm - 90 cm x 70 cm cm x 80 cm cm x 50 cm cm x 60 cm - 57 cm x 57 cm - 45 cm cm x 50 cm - 90 cm x 70 cm cm x 70 cm - 43 cm - 50 cm x 50 cm cm x 66 cm - 50 cm x 50 cm cm x 150 cm - 50 cm x 50 cm cm x 50 cm - 60 cm x 50 cm - 57 cm x 57 cm cm x 80 cm cm x 60 cm - 57 cm x 57 cm cm x 50 cm - 90 cm x 70 cm - 43 cm - 57 cm x 57 cm = 63 m m 2 = 4,53 % = 60 m m 2 = 4,32 % 121
28 - Closet - Bathup - Wastafel - 50 cm x 50 cm cm x 66 cm - 50 cm x 50 cm 12. DINING LOUNGE 13. STORAGE 14. PANEL ROOM - Meja bulat - Kursi - Meja bar - Sofa - Meja - 50 cm - 57 cm x 57 cm cm x 57 cm cm x 50 cm cm x 50 cm = 122 m m 2 = 9,78 % = 32 m m 2 = 2,3 % = 30,5 m m 2 = 2,2 % 15. TOILET - Wastafel - Closet - Urinoir - 50 cm x 50 cm - 50 cm x 50 cm - 50 cm x 50 cm = 33 m m 2 = 2,65 % 16. MUSHOLA - Karpet cm x 400 cm = 13 m m 2 = 0,93 % TOTAL: 100 % Sirkulasi 30 % 1390 m2 122
29 3.8 Zoning, Grouping dan Layout Zoning TERPILIH TERPILIH Gambar 3.21 Zoning Lobby Hotel 1 a. Zoning satu (Lobby) Zona pengunjung bersifat public dan luas Zona pengunjung berdekatan dengan zona penerima sehingga memudahkan akses bagi pengunjung Zona pengelola di letakan di bagian belakang sehingga menciptakan kesan privat Zona service di letakan di tempat yang mudah di jangkau oleh pengunjung maupun staff Zona penunjang yang mudah di jangkau pengunjung 123
30 Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.22 Zoning Lobby Hotel 2 b. Zoning dua (Lobby) Zona penerima bersifat cukup luas Zona penerima berdekatan dengan zona penerima sehingga memudahkan pengunjung untuk menjangkaunya Zona service di letakan di tempat yang mudah di jangkau oleh pengunjung maupun staff Zona pengelola di letakan di bagian belakang sehingga menciptakan kesan privat Zona penunjang yang mudah di jangkau pengunjung 124
31 Kekurangan: - Zona pengunjung yang tidak luas - Zona pengelola di letakan berjauhan dengan zona penerima sehingga menyulitkan karyawan penerima berhubungan dengan karyawan pengelola. Gambar 3.23 Zoning Lobby Hotel 3 c. Zoning tiga (Lobby) Zona penerima memiliki tempat yang cukup luas serta berhadapan langsung dengan pintu entrance. Zona pengunjung yang berdekatan dengan zona penerima sehingga memudahkan pengunjung untuk menjangkaunya. Zona service di letakan ditempat yang mudah di jangkau pengunjung. 125
32 Zona penunjang yang mudah di jangkau pengunjung Kekurangan: - Zona pengelola di bagi menjadi dua area sehingga membuat komunikasi menjadi sulit. - Zona pengunjung yang kurang luas TERPILIH TERPILIH G a m b a r 3.24 Zoning Kamar Royal Suite 1 d. Zoning satu (Kamar Royal Suite) Zona relaxasi yang luas Zona service yang luas Terdapat zona sosialisasi yang luas dan tepat karena berada di dekat entrance Zona relaxasi berdekataan dengan zona service Terdapat zona kerja yang luas 126
33 Terdapat zona sosialisasi yang memadai Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.25 Zoning Kamar Royal Suite 2 e. Zoning dua (Kamar Royal Suite) - Zona service yang luas - Terdapat zona kerja yang luas - Terdapat zona sosialisasi yang luas dan tepat karena berada di dekat entrance Kekurangan: - Zona relaxasi yang sempit dan kurang tepat 127
34 - Zona kerja terlalu luas serta sirkulasi yang kurang baik G a m b a r 3.26 Zoning Kamar Royal Suite 3 f. Zoning tiga (Kamar Royal Suite) Zona relaxsasi yang luas Zona service yang luas Zona sosialisasi yang luas Kekurangan: 128
35 - Zona service terletak di dekat entrance - Zona sosialisai terlalu dekat dengan zona relaxasi - TERPILIH Gambar 3.27 Zoning Baron Suite1 g. Zoning satu (Kamar Baron Suite) Zona service berdekatan dengan Zona relaxas Zona Relaxasi yang luas Terdapat zona sosialisasi yang luas Zona sosialisasi berdekatan dengan entrance 129
36 Zona sosialisasi yang luas Kekurangan: Tidak ada Gambar 3.28 Zoning Baron Suite2 h. Zoningdua(Kamar Baron Suite) Zona service yang luas Terdapat zona sosialisasi yang sangat luas Zona sosialisasi berdekatan dengan entrance 130
37 Kekurangan: - Zona kerja berada di zona relaxasi - Zona sosialisasi terlalu luas Gambar 3.29 Zoning Baron Suite3 i. Zoningtiga(Kamar Baron Suite) Zona Relaxasi yang luas Terdapat zona sosialisasi yang luas Zona sosialisasi berdekatan dengan entrance 131
38 Kekurangan: - Zona kerja terlalu sempit - Zona sosialisasi terlalu luas TERPILIH Gambar 3.30 Zoning Junior Suite1 j. Zoning satu(kamar Junior Suite) Zona service berdekatan dengan Zona relaxasi Zona Relaxasi yang luas Terdapat zona sosialisasi yang luas 132
39 Zona sosialisasi berdekatan dengan entrance Zona sosialisasi yang luas Zona kerja yang luas Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.31 Zoning Junior Suite2 k. Zoningdua(Kamar Junior Suite) Zona service yang luas Zona relaxasi yang luas 133
40 Terdapat zona sosialisasi yang sangat luas Kekurangan: - Zona kerja berada di dekat entrance - Zona sosialisasi terlalu luas Gambar 3.32 Zoning Junior Suite3 l. Zoningtiga(Kamar Junior Suite) Zona Relaxasi yang luas Terdapat zona service yang luas 134
41 Zona sosialisasi berdekatan dengan entrance Kekurangan: - Zona kerja terlalu sempit - Zona sosialisasi terlalu luas Grouping TERPILIH Gambar 3.33 Grouping Lobby Hotel 1 a. Grouping satu (Lobby) Area receptionist berdekatan dengan area lobby 135
42 Area metting room terletak di bagian sebelah kiri office agar memberikan kesan privat Area lounge yang berdekatan dengan lobby Area office terletak berdekatan dengan area receptionist Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.34 Grouping Lobby Hotel 2 b. Grouping dua (Lobby) Area receptionis berdekatan dengan lobby Area lounge berdekatan dengan lobby 136
43 Area metting room terletak di bagian sebelah kiri office agar memberikan kesan privat Kekurangan: - Area receptionist yang agak jauh dari pintu entrance - Area resceptionist yang berjauhan dengan office sehingga sulit jika ingin berkomunikasi Gambar 3.35 Grouping Lobby Hotel 3 c. Grouping tiga (Lobby) Area metting room di bagian sebelah kiri office agar memberikan kesan privat 137
44 Area receptionist yang berdekatan dengan lobby dan entrance Kekurangan: - Area office di bagi menjadi dua bagian yang terpisah - Area lounge yang terlalu berdekatan dengan entrance sehingga menyebakan rasa kurang nyaman - Area receptionist yang jauh dengan office sehingga sulit jika ingin berkomunikasi TERPILIH Gambar 3.36 Grouping Kamar Royal Suite 1 138
45 d. Grouping satu (Kamar Royal Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Toilet berada di dekat pintu masuk sehingga mudah di jangkau pengguna ruang Ruang keluarga yang berdekatan dengan ruang tidur dan ruang makan Ruang kerja tepat berada di tengah ruangan Ruang tamu yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Tidak ada - Gambar 3.37 Grouping Kamar Royal Suite 2 139
46 e. Grouping dua (Kamar Royal Suite) Ruang tamu dekat dengan pintu masuk Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk sehingga memudahkan bagi pengguna ruang Ruang kerja yang sangat luas Kekurangan: - Kamar tidur yang terlalu sempit - Kamar mandi berhadapan dengan kamar tidur Gambar 3.38 Grouping Kamar Royal Suite 3 140
47 f. Grouping tiga (Kamar Royal Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Ruang kerja yang berada di tengah ruangan Kekurangan: - Ruang tamu berada terlalu jauh dari pintu masuk - Ruang keluarga tepat berda di dekat pintu masuk - Ruang makan yang letaknya terlalu dekat dengan pintu masuk TERPILIH Gambar 3.39 Grouping Kamar Baron Suite 1 141
48 g. Grouping satu (Kamar Baron Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Toilet berada di dekat pintu masuk sehingga mudah di jangkau pengguna ruang Ruang keluarga yang berdekatan dengan ruang tamu Ruang tamu yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.40 Grouping Kamar Baron Suite 2 142
49 h. Grouping dua (Kamar Baron Suite) Ruang tamu dekat dengan pintu masuk Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk sehingga memudahkan bagi pengguna ruang Kekurangan: - Kamar tidur yang terlalu sempit - Ruang kerja yang berada satu ruangan dengan ruang tidur Gambar 3.41 Grouping Kamar Baron Suite3 143
50 i. Grouping tiga (Kamar Baron Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Ruang tamu berada di dekat pintu masuk Kekurangan: - Ruang kerja terlalu sempit - Ruang keluarga yang terlalu luas TERPILIH Gambar 3.42 Grouping Kamar Junior Suite 1 144
51 j. Grouping satu (KamarJunior Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Toilet berada di dekat pintu masuk sehingga mudah di jangkau pengguna ruang Ruang keluarga yang berdekatan dengan ruang tamu Ruang tamu yang berdekatan dengan pintu masuk Ruang kerja yang memadai Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.43 Grouping Kamar Junior Suite 2 145
52 k. Grouping dua (KamarJunior Suite) Kamar tidur yang cukup luas Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk sehingga memudahkan bagi pengguna ruang Kamar mandi dalam kamar yang cukup luas Kekurangan: - Ruang kerja berada dekat pintu masuk - Ruang kerja yang sempit Gambar 3.44 Grouping Kamar Junior Suite 3 146
53 l. Grouping tiga (KamarJunior Suite) Kamar tidur yang luas Kamar mandi yang cukup luas Ruang tamu berada di dekat pintu masuk Kekurangan: - Ruang kerja terlalu sempit - Ruang keluarga yang terlalu luas Layout TERPILIH Gambar 3.45 Layout Lobby Hotel 1 147
54 a. Alternatif layout satu (Lobby) Area lobby luas dan berdekatan dengan entrance Area receptionist berdekatan dengan lobby dan entrance Tersedia bangku di ruang lobby yang memadai Meja bell captain berdekatan dengan receptionist Tersedia sofa longe yang memadai di ruang lobby Kekurangan: - Tidak ada - Gambar 3.46 Layout Lobby Hotel 2 148
55 b. Alternatif layout dua (Lobby) Area lounge berdekatan dengan pintu masuk lobby Meja receptionist yang langsung berhadapan dengan entrance Memiliki area lounge yang memadai Kekurangan: - Sirkulasi ruang yang kurang baik - Meja bell captain jauh dengan meja receptionist - Area lobby yang kurang luas Gambar 3.47 Layout Lobby Hotel 3 149
56 c. Alternatif layout tiga (Lobby) Area lounge berdekatan dengan pintu masuk lobby Meja bell captain berdekatan dengan pintu masuk Meja receptionist yang langsung berhadapan dengan entrance Kekurangan: - Sirkulasi pada lobby kurang baik - Area lounge yang kurang memadai TERPILIH Gambar 3.48 Layout Kamar Royal Suite 1 150
57 d. Alternatif layout satu (Kamar Royal Suite) Memiliki kamar yang luas dan sirkulasi yang baik Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Ruang kerja yang berada di tengah ruangan Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.49 Layout Kamar Royal Suite 2 151
58 e. Alternatif layout dua (Kamar Royal Suite) Ruang kerja yang sangat luas Ruang keluarga berdampingan dengan ruang makan Ruang tamu berada di dekat pintu masuk Kamar mandi yang cukup luas Kekurangan: - Kamar tidur yang sempit - Sirkulasi ruang yang kurang baik - Ruang kerja yang terlalu luas Gambar 3.50 Layout Kamar Royal Suite 3 152
59 f. Alternatif layout tiga (Kamar Royal Suite) Kamar tidur yang luas Ruang kerja yang memadai Ruang makan yang memadai untuk empat orang Kekurangan: - Ruang tamu yang berdekatan dengan kamar tidur - Ruang keluarga yang terletak di dekat pintu masuk TERPILIH Gambar 3.51 Layout Kamar Baron Suite1 153
60 g. Alternatif layout satu (Kamar Baron Suite) Memiliki kamar yang luas dan sirkulasi yang baik Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Ruang kerja yang berada di pojok ruangan Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.52 Layout Kamar Baron Suite2 154
61 h. Alternatif layout dua(kamar Baron Suite) Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Ruang kerja berda di ruang kamar - Ruang kamar yang sempit Gambar 3.53 Layout Kamar Baron Suite3 155
62 i. Alternatif layout tiga(kamar Baron Suite) Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Kamar tidur yang luas Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Sirkulasi kamar yang kurang baik TERPILIH Gambar 3.54 Layout Kamar Junior Suite1 156
63 j. Alternatif layout satu(kamar JuniorSuite) Memiliki kamar yang luas dan sirkulasi yang baik Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Ruang kerja yang berada di pojok ruangan Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Tidak ada Gambar 3.55 Layout Kamar Junior Suite 2 157
64 k. Alternatif layout dua (Kamar Junior Suite) Memiliki kamar mandi yang luas Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Ruang kerja berda di dekat pintu masuk - Ruang tamu yang jauh dari pintu masuk - Sirkulasi ruang yang kurang baik Gambar 3.56 Layout Kamar Junior Suite 3 158
65 l. Alternatif layout tiga (Kamar JuniorSuite) Memiliki kamar yang luas dan sirkulasi yang baik Memiliki kamar mandi yang luas Ruang tamu yang memadai Toilet yang berdekatan dengan pintu masuk Kekurangan: - Ruang kerja yang berada di tengah ruang - Sirkulasi ruang yang kurang baik 159
BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious
BAB IV SINTESA PEMBAHASAN 4.1 Gaya Dan Tema Perancangan Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada klien akan interior Hotel Mulia
STUDI AKTIVITAS. STUDI AKTIVITAS UMUM PENGUNJUNG / TAMU AKTIFITAS TEMPAT WAKTU KETERANGAN Datang memarkir kendaraan. Parkir Tamu
STUDI AKTIVITAS STUDI AKTIVITAS UMUM PENGUNJUNG / TAMU AKTIFITAS TEMPAT WAKTU KETERANGAN Datang memarkir kendaraan Parkir Tamu Mencari informasi Resepsionis Bebas Insidentil Menunggu Lounge Beristirahat
BAB IV ANALISA PERANCANGAN
BAB IV 4.1 Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya. 4.1.1 Analisa Pelaku
Jumlah Luasan (m²) Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Kapasitas Sirkulasi. (260m²) 3 Bus. 30 m²/bus. (650 m²)
2.4 Kebutuhan Ruang 2.4.1 Kuantitatif Besarnya ruang dan jumlah ruang diperngaruhi oleh kapasitas dalam ruangan dan jumlah penggunan dalam suatu ruangan. Perhitungan standar besaran ruang diperoleh dari
BAB III : DATA DAN ANALISA
BAB III : DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik Gambar 29. Lokasi Tapak 1. Data Teknis Lokasi : Area Masjid UMB, JL. Meruya Selatan Luas lahan : 5.803 m 2 Koefisien Dasar Bangunan : 60 % x 5.803
BAB IV: KONSEP PERANCANGAN
BAB IV: KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep Dasar Perancangan 4.1.1. Konsep Desain Hotel Convention ini memiliki konsep yang berintegritas dengan candi prambanan yang iconik, serta dapat mengedukasikan bagi
Tabel Analisa Kebutuhan Ruang Berdasarkan Kegiatan dari Pengguna: Pengguna Kegiatan Ruang Sifat Ruang
Tabel Analisa Berdasarkan Kegiatan dari Pengguna: Pengguna Kegiatan Sifat Tamu, Check in/check out Recepsionist Publik Administrasi Pusat Informasi Front Office Publik Operator Penitipan Barang Menunggu
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL 6.1. Program Ruang Berdasarkan tapak terpilih, dilakukan perhitungan kembali untuk mengoptimalkan jumlah kamar. Perhitungan ini sama seperti perhitungan
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan Beberapa hal yang menjadi dasar perencanaan dan perancangan Asrama Mahasiwa Bina Nusantara: a. Mahasiswa yang berasal dari
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY DAN KAMAR HOTEL MULIA SENAYAN JAKARTA DENGAN GAYA MODERN KLASIK. Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta Indonesia
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY DAN KAMAR HOTEL MULIA SENAYAN JAKARTA DENGAN GAYA MODERN KLASIK Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta 10270 Indonesia Disusun Oleh: Nama : Denny Kurniawan Nim : 41711010027 PROGRAM
DENAH ALTERNATIF 1 LANTAI 1
LANTAI 1 pada denah alt.1, area resepsionis menghadap ke arah entrance sehingga memudahkan akses bagi tamu hotel. Security & bellboy station diletakkan di sebelah kanan entrance juga memudahkan bellboy
BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Perancangan Tapak 5.1.1 Pencapaian Pejalan Kaki Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki Sisi timur dan selatan tapak terdapat jalan utama dan sekunder, untuk memudahkan
BAB IV ANALISA PERENCANAAN
BAB IV ANALISA PERENCANAAN 4.1. Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya.
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Konsep Makro Konsep makro merupakan konsep dasar perancangan bangunan secara makro yang bertujuan untuk menentukan garis besar hotel bandara yang akan dirancang. Konsep makro
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar perancangan meliputi pembahasan mengenai pemanfaatan penghawaan dan pencahayaan alami pada City Hotel yang bertujuan untuk
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PROYEK
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PROYEK 4.1. Profil Proyek Perencanaan Hotel Wisma NH berada di jalan Mapala Raya no. 27 kota Makasar dengan pemilik proyek PT Buanareksa Binaperkasa. Di atas tanah seluas 1200 m2
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Building form Bentuk dasar yang akan digunakan dalam Kostel ini adalah bentuk persegi yang akan dikembangkan lebih lanjut.
BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin
BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bagi Anak Putus Sekolah Di Sidoarjo dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin menurun.
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang didasarkan dengan perilaku manusia merupakan salah satu bentuk arsitektur yang menggabungkan ilmu pengetahuan
BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan
BAB V : KONSEP 5.1 Konsep Dasar Perancangan Dalam konsep dasar perancangan Bangunan Hotel dan Konvensi ini dipengaruhi oleh temanya, yaitu Arsitektur Hijau. Arsitektur Hijau adalah arsitektur yang berwawasan
BAGIAN DESKRIPSI HASIL RANCANGAN
a. Property Size Bangunan Karst Research Center memiliki property size sebagaimana tertulis pada tabel 5.1 di bawah ini. Tabel 5.1 Property Size Karst Research Center Semi- Basement Ground Floor 1st Floor
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN Konsep perancangan pada redesain kawasan wisata Gua Lowo di Kabupaten Trenggalek menggunakan tema Organik yang merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang
BAB V K O N S E P P E R A N C A N G A N
BAB V K O N S E P P E R A N C A N G A N V.1 Perancangan Siteplan Siteplan massa bangunan berorientasi kepada pantai Selat Sunda dan Gunung Krakatau. Pada siteplan ini jalan utama untuk memasuki kawasan
LAMPIRAN 1 MORFOLOGI KOTA BATAVIA DARI TAHUN 1627 SAMPAI Peta Kota Batavia pada tahun
LAMPIRAN 1 MORFOLOGI KOTA BATAVIA DARI TAHUN 1627 SAMPAI 1650 Peta Kota Batavia pada tahun 1627-1632 Peta Kota Batavia pada tahun 1635-1650 Sumber: Sejarah Kota Tua, UPT Kota Tua, 2005 LAMPIRAN 2 KEPUTUSAN
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 5.1. PROGRAM DASAR PERENCANAAN 5.1.1. Program Ruang Tabel 5.1.Rekapitulasi Program Ruang Hotel Bisnis No Ruang Kapasitas Luas KELOMPOK KEGIATAN
BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik
BAB V KONSEP V. 1. Konsep Dasar Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik tolak pada konsep perancangan yang berkaitan dengan tujuan dan fungsi proyek, persyaratan bangunan dan ruang
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. Konsep Perancangan Makro V.1.1. Konsep Manusia Pelaku kegiatan di dalam apartemen adalah: 1. Penyewa meliputi : o Kelompok orang yang menyewa unit hunian pada apartemen yang
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. SPECIAL THANKS... v. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR TABEL...xiii. DAFTAR BAGAN...xiv. ABSTRAK...
ABSTRAK Dalam penulisan makalah yang berjudul Laporan Perancangan Desain Interior Hotel Bisnis Bintang Lima dengan Tema Urban Oasis ini, penulis memaparkan seperti apa perancangan yang dilakukan berdasarkan
BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4
BAB III STUDI LAPANGAN III. III. A. OBSERVASI A.1. Syariah Hotel Lor In Solo Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4 terbesar di kota Solo. Hotel yang memiliki luasan yang tidak
Gambar 4. Blok Plan Asrama UI. Sumber : Survei. Untuk kamar AC diletakkan pada lantai 1 agar mudah dalam
Gambar 4. Blok Plan Asrama UI Sumber : Survei Untuk kamar AC diletakkan pada lantai 1 agar mudah dalam perawatan atau maintenance AC tersebut. Kamar untuk yang memakai AC merupakan kamar yang paling besar
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A)
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) CITY HOTEL BINTANG 5 DI PALEMBANG (Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post-modern Contextualism) TUGAS AKHIR PERIODE 138 Diajukan sebagai salah satu
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang didasarkan dengan perilaku manusia merupakan salah satu bentuk arsitektur yang menggabungkan ilmu pengetahuan
BAB IV DATA PROYEK Deskripsi Umum Proyek
BAB IV DATA PROYEK 4.1. Deskripsi Umum Proyek Nama Peroyek : Perancangan Interior Pada Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Medical Care di Jakarta. Sifat Proyek : Fiktif
DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL i iv v BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Tujuan dan Sasaran 3 1.2.1 Tujuan 3 1.2.2 Sasaran 3 1.3 Manfaat 3 1.3.1 Subjektif 3 1.3.2 Objektif 3
Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan BANGUNAN NON RUMAH TINGGAL
1. Peraturan Teknis a. Jarak bebas Bangunan Gedung / Industri KDB KLB 3 3 Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan BANGUNAN NON RUMAH TINGGAL GSB GSJ GSJ Intensitas bangunan (KDB/KLB), dimaksudkan agar menjaga
BAB III ANALISA DATA PROYEK
BAB III ANALISA DATA PROYEK 3.1. Aspek Lingkungan 3.1.1. Lokasi dan Luas Kawasan Glassio Hotel letaknya sangat sempurna baik untuk keperluan bisnis maupun berwisata di Jakarta. Properti ini memiliki berbagai
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Analisa Lahan Perencanaan Dalam Konteks Perkotaan 4.1.1 Urban Texture Untuk Urban Texture, akan dianalisa fungsi bangunan yang ada di sekitar tapak yang terkait dengan tata
The Dharmawangsa Hotel Last Updated Saturday, 21 January 2012
The Dharmawangsa Hotel Last Updated Saturday, 21 January 2012 The Dharmawangsa Hotel Jakarta Indonesia adalah salah satu hotel mewah dan nyaman, terletak di jantung Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia,
BAB VI HASIL RANCANGAN. perancangan tapak dan bangunan. Dalam penerapannya, terjadi ketidaksesuaian
BAB VI HASIL RANCANGAN Hasil perancangan yang menggunakan konsep dasar dari prinsip teritorial yaitu privasi, kebutuhan, kepemilikan, pertahanan, dan identitas diaplikasikan dalam perancangan tapak dan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1. Konsep Dasar Konsep dasar yang melatarbelakangi perancangan stasiun tv TPI didasarkan pada empat isu utama, yaitu : Pembagian sirkulasi yang sederhana, jelas, dan efisien
Sampit. Desain Shopping Arcade ini juga merespon akan natural setting, Dalam aktivitas urban, desain Shopping Arcade dapat menjadi
ZDhoppinq Arcade Mahendrata - 015 12131 X BAB IV LAPORAN PERANCANGAN 4.1 Perkembangan desain 4.1.1 Kriteria Desain Shopping Arcade Desain Shopping Arcade yang dirancang di kota Sampit ini merupakan suatu
Minggu 2 STUDI BANDING
1 Minggu 2 STUDI BANDING TUJUAN Tujuan dari Studi Banding adalah belajar dari karya-karya arsitektur terdahulu menganalisis dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya. Dalam mata kuliah Perancangan Arsitektur,
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Pelaku Kegiatan Pelaku pelaku yang melakukan aktivitas pada hotel diantaranya adalah : a. Pengunjung Pengunjung hotel
BAB IV ANALISA. Kegiatan Bisnis Lobby Kamar Hotel
BAB IV ANALISA IV.1 Analisa Aspek Manusia IV.1.1 Pelaku, Jenis dan Urutan Kegiatan Di dalam sebuah bangunan Hotel, terdapat 2 jenis pelaku kegiatan yaitu tamu hotel dan pengelola hotel. Kegiatan utama
BAB III: DATA DAN ANALISA
BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik 3.1.1 Lokasi Site Gambar 6 Lokasi Site Makro Gambar 7 Lokasi Site Berdampingan Dengan Candi Prambanan Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 26 Lokasi
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1. Program Dasar Perencanaan 6.1.1. Program Ruang Tabel 6.1. Rekapitulasi Program Ruang JENIS RUANG JUMLAH (UNIT) LUAS TOTAL (m 2 ) INDOOR Ruang Kegiatan Hunian
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan Green design merupakan sebuah terapan konsep bangunan yang dapat menyelesaikan atau memahami permasalahan sebuah bangunan.
BAB IV PROGRAMING. 4.1 Analisa Existing Asumsi Lokasi
BAB IV PROGRAMING 4.1 Analisa Existing 4.1.1 Asumsi Lokasi Dalam sebuah perancangan interior, pemilihan lokasi sangatlah penting. Karena dengan pemilihan lokasi yang tepat maka orang akan lebih mudah dalam
BAB II DESKRIPSI PROYEK
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Umum Proyek ini merupakan proyek fiktif yang diirencanakan pada lahan kosong yang berada di Jalan Soekarno-hatta dan diperuntukan untuk pertandingan renang internasional dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar 661,52 km² dengan penduduk berjumlah kurang lebih 10.187.595 jiwa. Jakarta merupakan metropolitan
BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan
BAB 6 HASIL RANCANGAN 6.1 Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan 6.1.1 Bentuk Tata Massa Konsep perancangan pada redesain kawasan wisata Gua Lowo pada uraian bab sebelumnya didasarkan pada sebuah
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN A. KONSEP PERUANGAN 1. Konsep Kebutuhan Ruang Berdasarkan analisa pola kegiatan dari pelaku pusat tari modern, mak konsep kebutuhanruang pada area tersebut adalah
BAB IV ANALISA DATA. Gambar 4.1 Master Plan Lokasi Sumber : Google Maps
BAB IV ANALISA DATA 4. Aspek Lingkungan 4.. Pertimbangan lokasi Gambar 4. Master Plan Lokasi Sumber : Google Maps Yusan bridal terletak di Jl. Buku Dikrama, Lenteng Agung 26, Jakarta Selatan. Jl. Buku
BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,
BAB II PEMROGRAMAN Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya kota Medan. Hal ini terkait dengan berbagai bidang yang juga mengalami perkembangan cukup pesat seperti bidang
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Apartemen merupakan sebuah bangunan yang terdiri lebih dari satu hunian yang sifatnya berupa unit-unit hunian, dalam hal ini perancangan apartemen ini dibuat untuk para pebisinis diluar kota Bandung
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan. Kostel. yang ada didalam. Pelaku kegiatan dalam Kostel ini adalah :
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan Dasar dari perencanaan dan perancangan Kostel (kos-kosan hotel) dengan penerapan arsitektur berkelanjutan hemat energi: Rancangan
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan 1. Ada beberapa fasilitas fisik di kamar tidur 1 yang belum ergonomis, yaitu tempat tidur ukuran double, meja rias, kursi rias dan console table. 2. Fasilitas
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan V.1.1 Topik dan Tema Proyek Hotel Kapsul ini menggunakan pendekatan sustainable design sebagai dasar perencanaan dan perancangan.
BAB IV KONSEP PERANCANGAN INTERIOR IV.1. Konsep Perancangan Konsep Perancangan hotel resort merupakan kesimpulan dari analisis Perancangan hotel resort. Konsep Perancangan hotel resort di pantai Jakarta
Kebutuhan Ruang Ruang Aktifitas
Lampiran I I.I. Kebutuhan Ruang Hotel Beserta Aktifitas Entrance hall Tempat bertemu dan berkumpul Receptionist Checkin dan checkout, memberikan informasi Concierge Pusat informasi Lobby Lounge Tempat
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka
BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY
81 BAB V KESIMPULAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan V.1.1 Keterkaitan Konsep dengan Tema dan Topik Konsep dasar pada perancangan ini yaitu penggunaan isu tentang Sustainable architecture atau Environmental
ABSTRAK. Kata Kunci : Akomodasi, Wisata & Aktivitas
ABSTRAK Seiring berjalannya waktu maka gaya hidup manusia berubah-ubah, seiring ke zaman modern manusia beradaptasi dengan kemampuan teknologi dan juga manusia menginginkan kenyamanan. Kenyamanan merupakan
BAB IV ANALISA. seperti pencapaian lokasi hingga lingkungan yang memadai.
BAB IV ANALISA IV.1. ANALISA ASPEK LINGKUNGAN IV.1.1. Analisis Pemilihan Tapak Penentuan tapak dilakukan melalui perbandingan 2 tapak yang dipilih sebagai alternatif dalam memperoleh tapak dengan kriteria-kriteria
BAB I PENDAHULUAN. makanannya, dan kawasan perbelanjaannya. Kota Bandung berkembang dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siapa yang tidak tahu dengan kota Bandung? Bandung dikenal dengan kota bunga. Kota Bandung sangat terkenal dengan keindahannya, keberanekaragaman makanannya,
BAB IV: KONSEP. c) Fasilitas pendukung di hotel (event-event pendukung/pengisi kegiatan kesenian di hotel)
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Dasar Menitikberatkan HERITAGE sebagai acuan dasar konsep perancangan agar menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan wujud produknya, meliputi antara lain: a) Aspek arsitektural
Bab III. Aspek Tanah dan Arsitektural Desain. : Puri Indah, Jakarta Barat
Bab III Aspek Tanah dan Arsitektural Desain 3.1 Peta dan Tapak Tanah Nama usaha Peruntukan lahan Letak tapak : Tridith Venue : Bangunan serbaguna : Puri Indah, Jakarta Barat Luas tapak : 4.068 m² Luas
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Simpulan dalam laporan ini berupa konsep perencanaan dan perancangan yang merupakan hasil analisa pada bab sebelumnya. Pemikiran yang melandasi proyek kantor yang
DAFTAR ISI. Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Halaman Persembahan Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Bagan Daftar Tabel Abstraksi
DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Halaman Persembahan Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Bagan Daftar Tabel Abstraksi i ii iii iv v x xiii xiv xv BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. yang mampu mengakomodasi kebutuhan dari penghuninya secara baik.
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan Pemikiran yang melandasi perancangan dari bangunan kostel ini adalah adanya kebutuhan akan hunian khususnya kos-kosan bertaraf
STUDI PUSTAKA STYLE DAN TEMA
STUDI PUSTAKA STYLE DAN TEMA 2.11 Style dan Tema 3Sum Pub & Lounge Desain Interior Pengunjung Menjual minuman Style Dinamis Liquid / Cairan Modern Futuristik Transparan Dekonstruktif Fantastik - Menginginkan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN IV. 1 ZONING DAN GROUPING Gambar 4.1Zoning lantai 1 ANALISIS ZONING Peletakkan area semi private terjaga privasinya dan tidak mengganggu pengunjung yang datang. Area Private
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. kendaraan dan manusia akan direncanakan seperti pada gambar dibawah ini.
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan Tapak 5.1.1 Pintu Masuk Kendaraan dan Manusia Dari analisa yang telah dibahas pada bab sebelumnya pintu masuk kendaraan dan manusia akan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk 15.173 jiwa/km2 per tahun 2014 (Kepadatan Penduduk menurut Provinsi, Badan Pusat
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Perancangan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia 5.1.1. Gaya Perancangan Gaya arsitektur yang dipakai pada bangunan Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Setia ini direncanakan
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Nusantara ini dibagi menjadi beberapa bagian kegiatan, yaitu :
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Konsep Perancangan Kegiatan. Konsep perancangan kegiatan dalam Asrama Mahasiswa Universitas Bina Nusantara ini dibagi menjadi beberapa bagian kegiatan, yaitu
BAB 6 PENUTUP 6.1 Kesimpulan 1.1 Reservasi 1.2 Check-in
6-1 BAB 6 PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dalam upaya untuk menjaga tingkat kepuasan pelanggan agar mereka tidak beralih ke hotel lain berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis menunjukan bahwa: 1. Harapan
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 LATAR BELAKANG... 1 1.2 TUJUAN DAN SASARAN...
BAB 1 PENDAHULUAN. Department, Purchasing Department, dan Security Department.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai faisilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha dan Pemerintah Daerah
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN CATATAN DOSEN PEMBIMBING HALAMAN PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRAK DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN CATATAN DOSEN PEMBIMBING HALAMAN PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL i ii iii v vi viii xi xiv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data
METODE DESAIN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.2 Tahapan Pengumpulan Data METODE DESAIN Dalam tahap pengumpulan data dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu : data primer data kuisioner owner data sekunder
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung merupakan kota metropolitan dan kota wisata, yang perekonominnya berkembang pesat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN
DESAIN PREMIS Seiring berkembangnya kawasan wisata Baturaden mengharuskan kawasan tersebut harus juga meningkatkan kualitas dalam sektor penginapan. Masih minimnya penginapan berbintang seperti hotel resort
BAB II URAIAN TEORITIS TENTANG HOUSEKEEPING. Housekeeping berasal dari kata house yang berarti rumah dan keeping ( to
BAB II URAIAN TEORITIS TENTANG HOUSEKEEPING 2.1 PENGERTIAN HOUSEKEEPING Housekeeping berasal dari kata house yang berarti rumah dan keeping ( to keep ) yang berarti memelihara, merawat, atau menjaga. Jadi
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1 KONSEP TAPAK DAN RUANG LUAR IV.1.1 Pengolahan Tapak dan Ruang Luar Mempertahankan daerah tapak sebagai daerah resapan air. Mempertahankan pohon-pohon besar yang ada disekitar
18 HOME LIVING desember 2013
18 desember 2013 Passive Solar Home Design FOTOGRAFER IRKHAM AR LOKASI PANTAI INDAH KAPUK, JAKARTA BARAT Memiliki lokasi rumah yang kaya akan sinar matahari tentu menjadi kelebihan yang harus dioptimalkan.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia pariwisata, hotel mempunyai peran yang sangat penting dimana hotel merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih seseorang atau beberapa orang
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Makro 5.1.1 Site terpilih Gambar 5.1 Site terpilih Sumber : analisis penulis Site terpilih sangat strategis dengan lingkungan kampus/ perguruan tinggi
BAB VI KONSEP RANCANGAN
BAB VI KONSEP RANCANGAN Lingkup perancangan: Batasan yang diambil pada kasus ini berupa perancangan arsitektur komplek Pusat Rehabilitasi Penyandang Cacat Tubuh meliputi fasilitas terapi, rawat inap, fasilitas
BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tapak Setelah merangkum hasil dari analisa dan studi tema maka dijadikan acuan untuk mengeluarkan konsep tapak dengan pendekatan ruang publik dengan cara sebagai berikut: a. Memberikan
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Konsep Perencanaan dan Perancangan Topik dan Tema Proyek Hotel Kapsul ini memiliki pendekatan Sustainable Design yang secara lebih fokus menitik beratkan kepada
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. PT. BMW Indonesia ini adalah adanya kebutuhan perusahaan untuk memenuhi
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan Pemikiran yang melandasi perancangan dari proyek Pusat Pelatihan Otomotif PT. BMW Indonesia ini adalah adanya kebutuhan perusahaan
Persyaratan dan Kriteria Hotel Resort Bintang 4
Lampiran 4.1 Persyaratan dan Kriteria Hotel Resort Bintang 4 Untuk membangun sebuah Hotel Resort khususnya Bintang 4 harus memperhatikan persyaratan dan kriteria bangunan sebagai berikut : 1. Lokasi dan
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Tropis merupakan salah satu bentuk arsitektur yang dapat memahami kondisi iklim tropis beserta permasalahannya.
BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab
BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Dasar Rancangan Hasil rancangan pada Perancangan Kompleks Gedung Bisnis Multimedia di Malang ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan Topik dan Tema Proyek wisma atlet ini menggunakan pendekatan behavior/perilaku sebagai dasar perencanaan dan perancangan.
KAWASAN WISATA BUNGA KOTA BANDUNG BAB VI HASIL PERANCANGAN
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Peta situasi Gambar 6.1 Site Plan Pada gambar 6.1 merupakan desain siteplan dari Kawasan Wisata Bunga. Kawasan tersebut terbagi ke dalam empat zona, yaitu zona pendidikan dan
