DRAFT JUDUL : OPTIMALISASI COST DAN TIME DENGAN SQL TUNING PADA APLIKASI PROFIN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DRAFT JUDUL : OPTIMALISASI COST DAN TIME DENGAN SQL TUNING PADA APLIKASI PROFIN"

Transkripsi

1 DRAFT JUDUL : OPTIMALISASI COST DAN TIME DENGAN SQL TUNING PADA APLIKASI PROFIN Alvian Osalindo Fransiskus Martin Suparto Darudiato Universitas Bina Nusantara ABSTRAK Salah satu tujuan dalam melakukan SQL Tuning adalah untuk mengoptimalkan cost dan time pada suatu query Dalam SQL tuning kali ini, menggunakan metode menurut alapati Adapun metode tersebut dengan cara melakukan penulisan SQL yang efisien, menggunakan Index dengan tepat dan menambahkan Hint Optimizer Hasil dalam SQL Tuning ini yaitu dapat mengoptimalkan cost dan time yang digunakan Kata Kunci : SQL, Tuning, Cost, Time One of the purposes in doing SQL Tuning is to optimize the cost and time at a query SQL tuning in this time, using the method according to Alapati The method is a way to writing efficient SQL, use the Index to the right and adding Optimizer Hint This results in a SQL Tuning which can optimize the cost and time used Keyword : SQL, Tuning, Cost, Time PENDAHULUAN Dewasa ini data telah menjadi sumber daya yang tidak terpisahkan dalam kelangsungan hidup perusahaan Sistem aplikasi penerbangan menggunakan data untuk mengelola penerbangan Sistem aplikasi rumah sakit mengakses data yang dipakai untuk mencari data pasien, dokter, maupun obatobatan Selain itu, sistem aplikasi perbankan dan asuransi juga menggunakan data untuk mengelola data pelanggan Optimalisasi kinerja akses data telah menjadi parameter yang wajib dipenuhi di dalam setiap perusahaan Seiring dengan bertambahnya jumlah data yang kian terus meningkat dan formulasi query yang belum optimal, kinerja akses data akan menjadi lambat Jika hal ini terjadi, maka akan mengganggu arus lalu lintas proses bisnis pada perusahaan Akibat jumlah data yang kian terus meningkat dan formulasi query yang belum optimal, maka diperlukan optimalisasi akses data pada basis data Basis data merupakan teknologi yang digunakan untuk media penyimpanan dan pengelolaan data-data tersebut Menurut Sukheja dan Singh (2011, p307), pada zaman ini kebutuhan akan basis data sudah sangat mendesak Hal ini disebabkan karena adanya desentralisasi dalam infrastruktur IT pada suatu perusahaan akibat proses merger, akuisisi, maupun

2 aplikasi khusus corporate Oleh karena itu, diperlukan basis data untuk mendukung pengelolaan data-data tersebut PT VWX menggunakan aplikasi ProFin untuk mengelola seluruh proses keuangan perusahaan secara terpusat Seiring dengan bertambahnya jumlah data dan formulasi query yang belum optimal, maka proses pengaksesan data pada aplikasi ProFin menjadi lambat Oleh karena itu PT VWX memerlukan proses peningkatan kinerja akses data Melalui proses SQL tuning, diharapkan akan mengoptimalkan efisiensi perusahaan sehingga arus lalu lintas proses bisnis pada PT VWX menjadi lebih baik dari sebelumnya Menurut Karthik, Reddy, dan Vanan (2012, p418), SQL tuning dapat mengurangi tekanan pada basis data ketika melakukan pengeksekusian query dan membuat penggunaan basis data menjadi lebih efisien serta memori yang diperlukan menjadi lebih kecil Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis query yang belum optimal pada aplikasi ProFin dan melakukan SQL tuning pada aplikasi ProFin untuk mengoptimalkan kinerja akses data dengan memprioritaskan pada cost dan time Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui permasalahan dari query yang belum optimal pada aplikasi ProFin, mengurangi cost pada resource yang digunakan ketika mengeksekusi query, mengurangi time yang diperlukan untuk mengakses data sehingga pihakpihak yang terkait dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada tanpa dilakukan penambahan hardware ataupun software METODE PENELITIAN Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1 Metode Analisis a Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang akurat mengenai PT VWX, akan dilakukan observasi di PT VWX Selain itu juga, akan dilakukan studi literatur, baik dari buku-buku maupun jurnal-jurnal yang berhubungan dengan SQL tuning untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam membuat laporan ini b Analisis Sistem Berjalan Melakukan analisis sistem yang berjalan dengan penggunaan rich picture untuk menjabarkan proses bisnis keuangan yang terkait dalam penelitian ini dan penggunaan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menggambarkan konsep logika basis data pada aplikasi ProFin yang akan digunakan dalam SQL tuning 2 Metode Tuning Metode tuning yang digunakan adalah metode tuning menurut Alapati, antara lain: a Penulisan SQL yang efisien Melakukan restrukturisasi terhadap penulisan sintaks query yang digunakan untuk menghasilkan kinerja akses data yang lebih optimal berbasis pada cost dan time b Penggunaan Index yang tepat Membuat index sesuai dengan kebutuhan untuk menurunkan cost dan mempercepat time sehingga kinerja akses data menjadi lebih optimal c Penambahan Hint Optimizer Menggunakan hint optimizer untuk memaksa optimizer dalam menentukan access method yang diinginkan dalam mengeksekusi query sehingga proses pengaksesan data menjadi lebih optimal dari sebelumnya HASIL DAN BAHASAN 1 Case View IP_RCP_HDR View IP_RCP_HDR dipakai untuk menampilkan data receipt header yang berdasarkan pada Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS, Table PORCV_SHIPMENT_LINES, dan Table POPO_LINES_ALL

3 Gambar 1 Tampilan Entity Relationship Diagram Pada Case View IP_RCP_HDR Sebelum Tuning Tabel 1 Tampilan Query Case View IP_RCP_HDR Sebelum Tuning SELECT RSLPO_HEADER_ID, SUM (PLAUNIT_PRICE * RSLQUANTITY_RECEIVED) RCP_ COST FROM PORCV_SHIPMENT_HEADERS RSH, PORCV_SHIPMENT_LINES RSL, POPO_LINES_ALL PLA WHERE RSHSHIPMENT_HEADER_ID = RSLSHIPMENT_HEADER_ID AND RSLPO_LINE_ID = PLAPO_LINE_ID GROUP BY RSLPO_HEADER_ID; Apabila query yang terdapat pada tabel 1 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 2 untuk Explain Plan dan gambar 3 untuk Query Viewer dan menghasilkan output seperti gambar 4 Gambar 2 Tampilan Explain Plan Pada Case View IP_RCP_HDR Sebelum Tuning Gambar 3 Tampilan Query Viewer Pada Case View IP_RCP_HDR Sebelum Tuning

4 Gambar 4 Data Grid Pada Case View IP_RCP_HDR Sebelum Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 2, besaran cost secara keseluruhan yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RCP_HDR sebelum tuning sebesar (CPU cost) dan 2604 (IO cost) Pada sequence poin 2, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table PORCV_SHIPMENT_LINES Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table PORCV_SHIPMENT_LINES, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 4, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table POPO_LINES_ALL Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table POPO_LINES_ALL, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 6, terdapat fungsi Merge Join untuk Table PORCV_SHIPMENT_LINES dan Table POPO_LINES_ALL yang dipakai untuk menyeleksi hasil query Adapun besaran cost yang dihasilkan pada fungsi Merge Join, disebabkan karena adanya fungsi Sorting Join pada Table PORCV_SHIPMENT_LINES (lihat sequence poin 3) dan Table POPO_LINES_ALL (lihat sequence poin 5) Berdasarkan tampilan pada gambar 3, pada kolom execution time, terlihat bahwa diperlukannya waktu rata-rata sebesar 316 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan seperti pada gambar 4 Setelah Tuning Tabel 2 Query Case View IP_RCP_HDR Setelah Tuning SELECT /*+ CARDINALITY (RSH 1)*/ RSLPO_HEADER_ID, SUM (PLAUNIT_PRICE * RSLQUANTITY_RECEIVED) RCP_COST FROM PORCV_SHIPMENT_HEADERS RSH, PORCV_SHIPMENT_LINES RSL, POPO_LINES_ALL PLA WHERE RSHSHIPMENT_HEADER_ID = RSLSHIPMENT_HEADER_ID AND RSLPO_LINE_ID = PLAPO_LINE_ID GROUP BY RSLPO_HEADER_ID; Apabila query yang terdapat pada tabel 2 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 5 untuk Explain Plan dan gambar 6 untuk Query Viewer dan menghasilkan output seperti gambar 7 Gambar 5 Explain Plan Pada Case View IP_RCP_HDR Setelah Tuning Gambar 6 Query Viewer Pada Case View IP_RCP_HDR Setelah Tuning

5 Gambar 7 Data Grid Pada Case View IP_RCP_HDR Setelah Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 5, pada baris select statement, besaran nilai cost yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RCP_HDR setelah tuning sebesar (CPU cost) dan 43 (IO cost) dimana hasilnya lebih kecil dibandingkan besaran nilai cost sebelum tuning, (CPU cost) dan 2604 (IO cost) (lihat gambar 2) Berdasarkan tampilan pada gambar 6, pada kolom execution time, diperlukan waktu rata-rata sebesar 553,33 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan dimana hasilnya lebih lambat dibandingkan kondisi sebelum tuning, 316 msec (lihat gambar 3) Hasil dari query case View IP_RCP_HDR setelah tuning dapat dilihat pada gambar 7 dimana hasilnya sama dengan query case View IP_RCP_HDR sebelum tuning (lihat gambar 4) 2 Case View IP_RCP_M View IP_RCP_M dipakai untuk menampilkan data receipt detail yang berdasarkan pada Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS dan Table PORCV_SHIPMENT_LINES Gambar 8 Tampilan Entity Relationship Diagram Pada Case View IP_RCP_M Sebelum Tuning Tabel 3 Tampilan Query Case View IP_RCP_M Sebelum Tuning SELECT RSHRECEIPT_NUM, RSLQUANTITY_RECEIVED, RSLPO_HEADER_ID, RSLPO_LINE_ID FROM PORCV_SHIPMENT_HEADERS RSH, PORCV_SHIPMENT_LINES RSL WHERE RSHSHIPMENT_HEADER_ID = RSLSHIPMENT_HEADER_ID; Apabila query yang terdapat pada tabel 3 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 9 untuk Explain Plan dan gambar 10 untuk Query Viewer dan menghasilkan output seperti pada gambar 11

6 Gambar 9 Tampilan Explain Plan Pada Case View IP_RCP_M Sebelum Tuning Gambar 10 Tampilan Query Viewer Pada Case View IP_RCP_M Sebelum Tuning Gambar 11 Data Grid Pada Case View IP_RCP_M Sebelum Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 9, besaran cost secara keseluruhan yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RCP_M sebelum tuning sebesar (CPU cost) dan 882 (IO cost) Pada sequence poin 1, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 2, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table PORCV_SHIPMENT_LINES Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table POPO_RCV_SHIPMENT_LINES, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 3, terdapat fungsi Hash Join untuk Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS dan Table PORCV_SHIPMENT_LINES yang dipakai untuk menyeleksi hasil query Adapun digunakannya fungsi Hash Join, disebabkan karena tidak terpanggilnya salah satu fungsi Index baik pada Table PORCV_SHIPMENT_HEADERS dan Table PORCV_SHIPMENT_LINES Berdasarkan tampilan pada gambar 10, pada kolom execution time, terlihat bahwa diperlukannya waktu rata-rata sebesar 199,67 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan seperti pada gambar 11 Setelah Tuning Tabel 4 Query Case View IP_RCP_M Setelah Tuning SELECT /*+ PARALLEL(RSL ) */ RSHRECEIPT_NUM, RSLQUANTITY_RECEIVED, RSLPO_HEADER_ID, RSLPO_LINE_ID FROM PORCV_SHIPMENT_HEADERS RSH, PORCV_SHIPMENT_LINES RSL

7 WHERE RSHSHIPMENT_HEADER_ID = RSLSHIPMENT_HEADER_ID; Apabila query yang terdapat pada tabel 4113 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 4119 untuk Explain Plan dan gambar 4120 untuk Query Viewer Gambar 12 Explain Plan Pada Case View IP_RCP_M Setelah Tuning Gambar 13 Query Viewer Pada Case View IP_RCP_M Setelah Tuning Gambar 14 Data Grid Pada Case View IP_RCP_M Setelah Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 12, pada baris select statement, besaran nilai cost yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RCP_M setelah tuning sebesar (CPU cost) dan 5 (IO cost) dimana hasilnya lebih kecil dibandingkan besaran nilai cost sebelum tuning, (CPU cost) dan 882 (IO cost) (lihat gambar 9) Berdasarkan tampilan pada gambar 13, pada kolom execution time, diperlukan waktu rata-rata sebesar 421 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan dimana hasilnya lebih lambat dibandingkan kondisi sebelum tuning, 199,67 msec (lihat gambar 10) Hasil dari query case View IP_RCP_M setelah tuning dapat dilihat pada gambar 14 dimana hasilnya sama dengan query case View IP_RCP_M sebelum tuning (lihat gambar 11) 3 Case View IP_RECALC_PR_V View IP_RECALC_PR_V dipakai untuk menampilkan data rekalkulasi untuk nilai purchase request yang berdasarkan pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL dan Table APPSIP_PR_DETIL

8 Gambar 15 Tampilan Entity Relationship Diagram Pada Case View IP_RECALC_PR_V Sebelum Tuning Tabel 5 Tampilan Query Case View IP_RECALC_PR_V Sebelum Tuning SELECT SEGMENT1, ORG_ID FROM (SELECT DISTINCT SEGMENT1, ORG_ID FROM POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL WHERE AUTHORIZATION_STATUS = 'APPROVED' AND ATTRIBUTE5 = 'BUDGET CLOSED' MINUS SELECT DISTINCT SEGMENT1, ORG_ID FROM POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL, APPSIP_PR_DETIL WHERE AUTHORIZATION_STATUS = 'APPROVED' AND ATTRIBUTE5 = 'BUDGET CLOSED' AND SEGMENT1 = PR_NUMBER); Apabila query yang terdapat pada tabel 5 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 16 untuk Explain Plan dan gambar 17 untuk Query Viewer dan menghasilkan output seperti pada gambar 18 Gambar 16 Tampilan Explain Plan Pada Case View IP_RECALC_PR_V Sebelum Tuning Gambar 17 Tampilan Query Viewer Pada Case View IP_RECALC_PR_V Sebelum Tuning

9 Gambar 18 Data Grid Pada Case View IP_RECALC_PR_V Sebelum Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 16, besaran cost secara keseluruhan yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RECALC_PR_V sebelum tuning sebesar (CPU cost) dan 3976 (IO cost) Pada sequence poin 1, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 3, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 5, terdapat sebuah kondisi Full Table Scan pada Table APPSIP_PR_DETIL Adapun terdapatnya kondisi Full Table Scan pada Table APPSIP_PR_DETIL, disebabkan karena tidak terpanggilnya fungsi Index Pada sequence poin 7, terdapat fungsi Merge Join untuk Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL dan Table APPSIP_PR_DETIL yang dipakai untuk menyeleksi hasil query Adapun besaran cost yang dihasilkan pada fungsi Merge Join, disebabkan karena adanya fungsi Sorting Join pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL (lihat sequence poin 3) dan Table APPSIP_PR_DETIL (lihat sequence poin 5) Pada sequence poin 9, terdapat fungsi operator Minus untuk menyeleksi query Adapun dipakainya operator Minus menyebabkan adanya fungsi Sorting Unique untuk menyeleksi query pada Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL (lihat sequence poin 2) dan Table POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL (lihat sequence poin 4) serta Table APPSIP_PR_DETIL (lihat sequence poin 6) Berdasarkan tampilan pada gambar 17, pada kolom execution time, terlihat bahwa diperlukannya waktu rata-rata sebesar 798 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan seperti pada gambar 18 Setelah Tuning Tabel 6 Query Case View IP_RECALC_PR_V Setelah Tuning SELECT SEGMENT1, ORG_ID FROM (SELECT /*+CARDINALITY(SS 1)*/ DISTINCT SEGMENT1, ORG_ID FROM POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL SS WHERE AUTHORIZATION_STATUS = 'APPROVED' AND ATTRIBUTE5 = 'BUDGET CLOSED' AND NOT EXISTS( SELECT /*+PARALLEL(S ) MERGE_AJ */ DISTINCT SEGMENT1, ORG_ID

10 FROM POPO_REQUISITION_HEADERS_ALL T, APPSIP_PR_DETIL S WHERE AUTHORIZATION_STATUS = 'APPROVED' AND ATTRIBUTE5 = 'BUDGET CLOSED' AND SEGMENT1 = PR_NUMBER AND SEGMENT1=SSSEGMENT1 AND ORG_ID=SSORG_ID)) Apabila query yang terdapat pada tabel 6 dieksekusi, maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar 19 untuk Explain Plan dan gambar 20 untuk Query Viewer dan menghasilkan output seperti pada gambar 21 Gambar 19 Explain Plan Pada Case View IP_RECALC_PR_V Setelah Tuning Gambar 20 Query Viewer Pada Case View IP_RECALC_PR_V Setelah Tuning Gambar 21 Data Grid Pada Case View IP_RECALC_PR_V Setelah Tuning Berdasarkan tampilan pada gambar 19, pada baris select statement, besaran nilai cost yang diperlukan untuk mengeksekusi query case View IP_RECALC_PR_V setelah tuning sebesar (CPU cost) dan 1019 (IO cost) dimana hasilnya lebih kecil dibandingkan besaran

11 nilai cost sebelum tuning, (CPU cost) dan 3976 (IO cost) (lihat gambar 16) Berdasarkan tampilan pada gambar 20, pada kolom execution time, diperlukan waktu rata-rata sebesar 774,67 msec untuk menampilkan hasil output secara keseluruhan dimana hasilnya lebih cepat dibandingkan kondisi sebelum tuning, 798 msec (lihat gambar 17) Hasil dari query case View IP_RECALC_PR_V setelah tuning dapat dilihat pada gambar 21 dimana hasilnya sama dengan query case View IP_RECALC_PR_V sebelum tuning (lihat gambar 18) SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada aplikasi ProFin, maka simpulan yang dapat ditarik adalah : 1 Melalui SQL tuning, kinerja pengaksesan data pada aplikasi ProFin menjadi lebih optimal dari segi cost dan time 2 Optimalisasi kinerja pengaksesan data dari segi cost berupa adanya penurunan nilai CPU cost dan IO cost Penurunan nilai CPU cost dan IO cost merupakan indikator bahwa sumber daya yang diperlukan untuk mengeksekusi query menjadi berkurang 3 Optimalisasi kinerja pengaksesan data dari segi time berupa adanya penurunan nilai execution time Penurunan nilai execution time merupakan indikator bahwa waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi query menjadi lebih cepat Saran Adapun saran-saran yang dianjurkan adalah : 1 Melakukan SQL tuning pada aplikasi lainnya yang digunakan oleh PT VWX 2 Melakukan tuning lainnya seperti memory tuning, disk I/O tuning, dan contention tuning agar lebih optimal REFERENSI Alapati, S R (2009) Expert Oracle Database 11g Administration New York: Apress Karthik, P, Reddy, G T, & Vanan, E K (2012) Tuning the SQL Query in order to Reduce Time IJCSI International Journal of Computer Science, Vol 9, 418 Sukheja, D, & Singh, U K (2011) A Novel Approach of Query Optimization for Distributed Database Systems IJCSI International Journal of Computer Science Issues, Vol 8, 307 RIWAYAT PENULIS Alvian Osalindo Lahir di Jakarta pada tanggal 21 agustus 1990 Penulis menamatkan pendidikan s1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang ilmu Sistem Informasi pada tahun 2013 Fransiskus Martin Lahir di kotatanggerang pada tanggal 4 September 1991 Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang ilmu Sistem Informasi pada tahun 2013

Draft Judul : OPTIMALISASI TIME DAN BUFFER GETS DENGAN SQL TUNING PADA SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PT.XYZ

Draft Judul : OPTIMALISASI TIME DAN BUFFER GETS DENGAN SQL TUNING PADA SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PT.XYZ Draft Judul : OPTIMALISASI TIME DAN BUFFER GETS DENGAN SQL TUNING PADA SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PT.XYZ PENDAHULUAN Edbert Giovanni Suryadi Keithsen Chusny Suparto Darudiato Di era modernisasi ini, semakin

Lebih terperinci

Optimasi Query. Optimasi Perintah SQL Informasi Jalur Akses Query Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan akses data

Optimasi Query. Optimasi Perintah SQL Informasi Jalur Akses Query Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan akses data Bab 4 Optimasi Query POKOK BAHASAN: Optimasi Perintah SQL Informasi Jalur Akses Query Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan akses data TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini,

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA SISTEM BASIS DATA SIDJP CORE Gambaran Umum Direktorat Jendral Pajak

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA SISTEM BASIS DATA SIDJP CORE Gambaran Umum Direktorat Jendral Pajak BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA SISTEM BASIS DATA SIDJP CORE 3.1 Organisasi Direktorat Jenderal Pajak 3.1.1 Gambaran Umum Direktorat Jendral Pajak Direktorat Jenderal Pajak

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 5 SISTEM BASIS DATA JOIN

PRAKTIKUM 5 SISTEM BASIS DATA JOIN Mochammad Yusa Sistem Basis Data 1 PRAKTIKUM 5 SISTEM BASIS DATA JOIN Praktikan Mengetahui Asisten Laboratorium NIM. NIM. A. TUJUAN Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Mampu menginputkan data dan record

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penting. Hal yang paling dasar dari teknologi informasi adalah data. Data akan

BAB 1 PENDAHULUAN. penting. Hal yang paling dasar dari teknologi informasi adalah data. Data akan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di zaman modern ini, peranan teknologi informasi dalam sebuah organisasi menjadi sangat penting.

Lebih terperinci

Hendra Setiawan ( )

Hendra Setiawan ( ) Hendra Setiawan (15.52.0657) Query Database Query ini sendiri atau sering disebut SQL (Structured Query Language) adalah suatu bahasa (language) yang digunakan untuk mengakses database. (Solichin, 2010).

Lebih terperinci

PERBANDINGAN CROSS-PRODUCT DAN SUBSET QUERY PADA MULTIPLE RELASI DENGAN METODE COST-BASED

PERBANDINGAN CROSS-PRODUCT DAN SUBSET QUERY PADA MULTIPLE RELASI DENGAN METODE COST-BASED PERBANDINGAN CROSS-PRODUCT DAN SUBSET QUERY PADA MULTIPLE RELASI DENGAN METODE COST-BASED Metta Santiputri 1) Mira Chandra Kirana 1) Anni 2) 1) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Batam E-mail:

Lebih terperinci

Untuk mencoba contoh-contoh perintah join, silahkan eksekusi query create+insert dibawah ini:

Untuk mencoba contoh-contoh perintah join, silahkan eksekusi query create+insert dibawah ini: JOIN Dalam menampilkan sebuah data seringkali kita perlu menggunakan lebih dari 1 tabel, 2 tabel, bahkan lebih, karena data yang akan ditampilkan terletak pada beberapa tabel. Setiap tabel biasanya memiliki

Lebih terperinci

Analisis Perbandingan Optimasi Query Nasted Join dan Hash Join pada MySQL Server

Analisis Perbandingan Optimasi Query Nasted Join dan Hash Join pada MySQL Server Melany, Analisis Perbandingan Optimasi Query 31 Analisis Perbandingan Optimasi Query Nasted Join dan Hash Join pada MySQL Server Comparative Analysis and Optimization Query Nasted Join Hash Join in MySQL

Lebih terperinci

OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX

OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX ============================================================================== OPTIMALISASI QUERY DALAM BASIS DATA MY SQL MENGGUNAKAN INDEX Ridho Pamungkas Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknik, UNIPMA,

Lebih terperinci

Modul 3 : Query Penggabungan Tabel

Modul 3 : Query Penggabungan Tabel Modul 3 : Query Penggabungan Tabel Tujuan Praktikum - Mahasiswa dapat membedakan perbedaan macam-macam join tabel. - Mahasiswa mampu melakukan query untuk join tabel. - Mahasiswa dapat membedakan union,

Lebih terperinci

Perbandingan Cross-Product dan Subset Query pada Multiple Relasi dengan Metode Cost-Based

Perbandingan Cross-Product dan Subset Query pada Multiple Relasi dengan Metode Cost-Based Perbandingan - dan Subset pada ple Relasi dengan Metode Cost-Based Metta Santiputri 1) Mira Chandra Kirana 1) Anni 2) 1) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Batam E-mail: [email protected],

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran : Basis Data PROGRAM STUDI : Teknik Informatika PERTEMUAN : 1 Kompetensi Dasar : Mahasiswa dapat melakukan instalasi MySQL (XAMPP) serta melakukan konfigurasi user 1. Mahasiswa mampu melakukan instalasi

Lebih terperinci

Optimasi Query. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Optimasi Query. by: Ahmad Syauqi Ahsan 05 Optimasi Query by: Ahmad Syauqi Ahsan Optimasi Query 2 Misalkan anda diberi kesempatan untuk mengunjungi 15 kota yang berbeda di Eropa. Satu-satunya batasan yang ada adalah "Waktu". Apakah anda mempunya

Lebih terperinci

ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM

ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM ANALISA PERFORMANSI PERTITIONING TABEL PADA RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM Eko Purwanto¹, Kiki Maulana², Kusuma Ayu Laksitowening³ ¹Teknik Informatika,, Universitas Telkom Abstrak Besarnya data

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN APLIKASI FIRA MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE TUNING ORACLE DATABASE STUDI KASUS PADA PT. FINNET INDONESIA FAJAR TRIO ATMOJO

PENGEMBANGAN APLIKASI FIRA MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE TUNING ORACLE DATABASE STUDI KASUS PADA PT. FINNET INDONESIA FAJAR TRIO ATMOJO PENGEMBANGAN APLIKASI FIRA MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE TUNING ORACLE DATABASE STUDI KASUS PADA PT. FINNET INDONESIA FAJAR TRIO ATMOJO 41813110072 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Lebih terperinci

MODEL SELEKSI MATERIALIZED VIEW UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI QUERY PADA DATA WAREHOUSE

MODEL SELEKSI MATERIALIZED VIEW UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI QUERY PADA DATA WAREHOUSE MODEL SELEKSI MATERIALIZED VIEW UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI QUERY PADA DATA WAREHOUSE Jajang Kavita dan Suparto Darudiato Laporan Teknis Jakarta, 12/05/2012 Menyetujui : Pembimbing Suparto Darudiato,

Lebih terperinci

TABLE JOIN SQL SERVER 2005

TABLE JOIN SQL SERVER 2005 i TABLE JOIN SQL SERVER 2005 Disusun untuk : Membuat Laporan Table Join SQL SERVER 2005 Oleh : CHOIRUL FADHOLANII NIM : 0931140068 POLITEKNIK NEGERI MALANG Tahun 2011 DAFTAR ISI 1 DAFTAR GAMBAR 2 1 1.

Lebih terperinci

PERANCANGAN dan PEMBUATAN APLIKASI PENGOPTIMAL SQL QUERY. Naskah Publikasi

PERANCANGAN dan PEMBUATAN APLIKASI PENGOPTIMAL SQL QUERY. Naskah Publikasi PERANCANGAN dan PEMBUATAN APLIKASI PENGOPTIMAL SQL QUERY Naskah Publikasi Program Studi Magister Teknologi Informasi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik diajukan oleh Ogi Sigit Pornawan 17930/PS/MTI/05

Lebih terperinci

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel Sistem Basis Data 1 Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel 2 SQL SQL (Structured Query Language) Bahasa standar yang

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Basis Data, Komparasi, Stored Procedure. vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: Basis Data, Komparasi, Stored Procedure. vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Tugas Akhir ini membahas analisis tentang bagaimana komparasi waktu eksekusi antara DBMS PostgreSQL dan DBMS Oracle yang masing-masingnya mempunyai kelebihan dalam mengolah basis data. Analisis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB. Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk

BAB II LANDASAN TEORI Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB. Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Database 2.1.1 Membangun Aplikasi Database Oracle dengan VB KONEKSI DATABASE Koneksi database adalah sebuah modul (obyek) yang bekerja untuk menghubungkan aplikasi dengan sebuah

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 3 CONDITIONAL SQL MIKA PURNAMASARI NASTADINA

LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 3 CONDITIONAL SQL MIKA PURNAMASARI NASTADINA LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 3 CONDITIONAL SQL MIKA PURNAMASARI NASTADINA LABORATORIUM REKAYASA PERANGKAT LUNAK TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010-2011 I. Tujuan

Lebih terperinci

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS Materi 1. Era Informasi 2. Strategi dan Peluang Yang Kompetitif 3. Database dan Database Warehouse 4. Desain Database 5. Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas 6. E-Commerce DESAIN DATABASE Pertemuan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar...v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii

DAFTAR ISI. Kata Pengantar...v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii DAFTAR ISI Kata Pengantar...v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii I. Administration dan Feature...1 1.1 Install FixPack...1 1.2 Membuat bufferpool...4 1.3 Membuat tablespace...7 1.4 Membuat index...14

Lebih terperinci

perkembangan yang diraih, namun ada juga kegagalan dan ketidakstabilan pada masingmasing Database Engine. Database yang bekerja 24 jam dan yang memili

perkembangan yang diraih, namun ada juga kegagalan dan ketidakstabilan pada masingmasing Database Engine. Database yang bekerja 24 jam dan yang memili Analisis Kecepatan Proses Insert Query Pada Tabel Terpartisi Di Database Engine Oracle Dan SQL Server Widhya Wijaksono Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma [email protected]

Lebih terperinci

Oracle Academic Initiative

Oracle Academic Initiative Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya BAB 6 : Aggregate Data dg Fungsi

Lebih terperinci

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemanfaatan teknologi telah diadaptasi oleh banyak sektor untuk memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan pekerjaannya. Salah satu aspek yang paling merasakan

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK INFORMATIKA Halaman Jurnal: Halaman LPPM STMIK DCI:

JURNAL TEKNIK INFORMATIKA Halaman Jurnal:  Halaman LPPM STMIK DCI: JUTEKIN Vol 5 No. 1 (2017) ISSN : 2338-1477 EISSN : 2541-6375 JURNAL TEKNIK INFORMATIKA Halaman Jurnal: http://jurnal.stmik-dci.ac.id/index.php/jutekin/ Halaman LPPM STMIK DCI: http://lppm.stmik-dci.ac.id

Lebih terperinci

Karena VIEW dibentuk tanpa mencantumkan nama kolom baru, maka v1 mewarisi kolom yang yang dipilih pada tabel mahasiswa_xxx.

Karena VIEW dibentuk tanpa mencantumkan nama kolom baru, maka v1 mewarisi kolom yang yang dipilih pada tabel mahasiswa_xxx. Praktikum 5 VIEW DAN INDEX Tujuan : Praktikan mampu memahami view dan index. Alat dan Bahan : 1. Buku literatur mengenai sistem database, terutama yang menggunakan DBMS SQL Server 2000, khususnya mengenai

Lebih terperinci

Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC)

Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC) Pertemuan 4 1 Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC) 2 Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: information retrieval, rekomendasi, wanita, web portal UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

ABSTRAK. Kata Kunci: information retrieval, rekomendasi, wanita, web portal UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ABSTRAK Perancangan aplikasi berbasis web portal tentang wanita ini bertujuan untuk membantu wanita mendapatkan informasi yang dibutuhkan zaman sekarang ini. Perancangan website ini menggunakan konsep

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii. I. Pengenalan... 1

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii. I. Pengenalan... 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... v Ucapan Terima Kasih... vi Daftar Isi... vii I. Pengenalan... 1 II. Database Design... 7 2.1 Bufferpool... 7 2.2 Tablespace... 8 2.3 Log... 10 2.4 Concurrency... 10 2.4.1

Lebih terperinci

Abstrak BAB I PENDAHULUAN

Abstrak BAB I PENDAHULUAN Abstrak Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya dalam bidang komputer sangat membantu manusia dalam melakukan pekerjaan sehingga mendapatkan hasil

Lebih terperinci

Database Systems: Lab. Actvity 3: Fungsi-Fungsi MySql Advance. Pendahuluan. Pendahuluan

Database Systems: Lab. Actvity 3: Fungsi-Fungsi MySql Advance. Pendahuluan. Pendahuluan 1 Database Systems: Lab. Actvity 3: Fungsi-Fungsi MySql Advance Agenda. Pendahuluan Fungsi Having Fungsi SubSelect 2 Pendahuluan Pendahuluan Merealisasikan pemodelan data konseptual menggunakan tipe tabel

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. aplikasi pencarian judul buku terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat

BAB III PERANCANGAN. aplikasi pencarian judul buku terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat BAB III PERANCANGAN 3.1 Peralatan Pendukung Peralatan pendukung digunakan untuk menunjang keberhasilan dalam pengembangan software. Peralatan pendukung yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi pencarian

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem Informasi, Kuliner, Website. iii

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem Informasi, Kuliner, Website. iii ABSTRAK Perkembangan kota Bandung menjadikan Bandung sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Hal ini juga dikarenakan kota Bandung memiliki banyak macam atau variasi makanan yang lezat. Namun banyak wisatawan

Lebih terperinci

Oracle Academic Initiative

Oracle Academic Initiative Oracle Academic Initiative Oracle9i Introduction to SQL Oleh: Tessy Badriyah, SKom.MT Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Oracle Academic Initiative Halaman

Lebih terperinci

Macam - Macam Perintah Pada SQL

Macam - Macam Perintah Pada SQL Macam - Macam Perintah Pada SQL Secara umum SQL hanya memiliki 3 komponen penting, yang digunakan untuk mendefinisikan, memanipulasi serta sebagai pengontrol data yang ada pada sebuah database. Komponen

Lebih terperinci

SUBQUERY SKALAR DAN TEKNOLOGI CACHING PADA ORACLE DATABASE. Iwan Tanto

SUBQUERY SKALAR DAN TEKNOLOGI CACHING PADA ORACLE DATABASE. Iwan Tanto Media Informatika Vol. 10 No. 3 (2011) SUBQUERY SKALAR DAN TEKNOLOGI CACHING PADA ORACLE DATABASE Iwan Tanto Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. Juanda 96 Bandung 40132 e-mail:

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem informasi petty cash pada PT. ZC Industries (Swagelok Medan) menggunakan metode tidak tetap yang meliputi analisa sistem yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah 1. BAB 1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Database merupakan komponen yang sangat penting dalam pembangunan aplikasi berbasis teknologi informasi. Dalam berbagai jenis aplikasi, database digunakan

Lebih terperinci

SUBQUERY-2. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA

SUBQUERY-2. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA SUBQUERY-2 MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA [email protected] Sasaran Pembelajaran Mampu menulis multiple-column subquery Mampu menyelesaikan kasus menggunakan correlated

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. begitu cepat, menyebabkan setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang barang atau

BAB 1 PENDAHULUAN. begitu cepat, menyebabkan setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang barang atau 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, menyebabkan setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang barang atau jasa

Lebih terperinci

SIMULASI OPTIMASI QUERY PADA FEDERATED DATABASE

SIMULASI OPTIMASI QUERY PADA FEDERATED DATABASE SIMULASI OPTIMASI QUERY PADA FEDERATED DATABASE Andika Pratama Putra¹, Dhinta Darmantoro², Kusuma Ayu Laksitowening³ ¹Teknik Informatika,, Universitas Telkom Abstrak Salah satu kekurangan transaksi query

Lebih terperinci

Arsitektur Basis Data Oracle

Arsitektur Basis Data Oracle Arsitektur Basis Data Oracle Oracle pertama kali dicetuskan oleh Larry Elisson beserta dua temannya pada tahun 1977. Nama Oracle diambil dari proyek milik CIA di mana dia sebelumnya bekerja. (Wikipedia)

Lebih terperinci

Satuan Acara Perkuliahan

Satuan Acara Perkuliahan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah : Sistem Basis Data Kode Mata Kuliah / SKS: KK-1057 / 3 SKS Semester : Ganjil / Genap Dosen : Dini Yuristia, S.T. Hari, jam, ruang : Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG M O D U L S Q L SISTEM BASIS DATA 2 Disusun oleh : Siti Yuliyanti, ST SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG Jl. Brigjen Katamso No.92 Km 2.5 Tanjungpinang Kepulauan Riau November 24, 2010 SQL

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai

Lebih terperinci

Relational Database & Pemodelan Data [Review]

Relational Database & Pemodelan Data [Review] Modul ke: 02 Alen Fakultas FASILKOM Relational Database & Pemodelan Data [Review] Pemrograman Basis Data & SQL Boby Hartanto, S.Kom,M.M. Program Studi Sistem Informasi Basis Data Relasional Pada pembuatan

Lebih terperinci

SUBQUERY VIEW JOIN PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011. Rizki Arif Firdaus

SUBQUERY VIEW JOIN PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011. Rizki Arif Firdaus SUBQUERY VIEW JOIN PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011 SubQuery Subquery merupakan bentuk query yang berada dalam query lain atau disebut juga nested query atau subselect. Dengan kata lain, dimungkinkan

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Pengembangan Web

Perangkat Lunak Pengembangan Web Perangkat Lunak Pengembangan Web Pertemuan 5 Database I Program Diploma IPB - Aditya Wicaksono, SKomp 1 Apa itu SQL? Structured Query Language SQL adalah bahasa standar untuk mengakses database SQL memungkinkan

Lebih terperinci

Tutorial Database Oracle Chapter3 Menampilkan Data Menggunakan Perintah SQL SELECT

Tutorial Database Oracle Chapter3 Menampilkan Data Menggunakan Perintah SQL SELECT Tutorial Database Oracle Chapter3 Menampilkan Data Menggunakan Perintah SQL SELECT Oleh: Ardie Jocong Pada Tutorial ketiga ini, saya akan memberikan tutorial bagaimana Menampilkan data yang telah dibuat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi sudah merupakan satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi merupakan suatu kebutuhan

Lebih terperinci

Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server.

Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server. Penerapan Basis Data Terpartisi dalam Rancang Bangun Sistem Penggajian-Pengupahan dengan Model Jaringan Client-Server. Oleh : Yulis Dwi Anto (04410100036) Pembimbing : 1) Januar Wibowo,S.T., M.M 2) Tegar

Lebih terperinci

Analisis Implementasi Penanganan Distributed Heterogenous Database pada Arsitektur Cloud

Analisis Implementasi Penanganan Distributed Heterogenous Database pada Arsitektur Cloud Analisis Implementasi Penanganan Distributed Heterogenous Database pada Arsitektur Cloud Ria Aniansari 1, Warih Maharani 2, Alfian Akbar Gozali 3 Fakultas Informatika IT Telkom Bandung Jl. Telekomunikasi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: penjadwalan, data lembur, data kasbon, absensi, desktop, sistem informasi.

ABSTRAK. Kata Kunci: penjadwalan, data lembur, data kasbon, absensi, desktop, sistem informasi. ABSTRAK Perkembangan teknologi memang sangat cepat dan sangat membantu dalam melakukan pekerjaan untuk efektivitas dan efisiensi waktu. Tetapi tidak bisa dipungkiri masih saja terdapat orang yang belum

Lebih terperinci

Schema Objects. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA

Schema Objects. MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA Schema Objects MI2154 SQL LANJUT Dedy Rahman Wijaya, S.T., M.T., OCA [email protected] Sasaran Memahami tujuan penciptaan index Mampu menciptakan index Mampu membedakan private & public

Lebih terperinci

Gambar 7. Tahapan Proses penelitian

Gambar 7. Tahapan Proses penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Alur Penelitian Secara umum, metode penelitian yang digunakan tersusun dalam suatu diagram alur penelitian yang dapat disajikan Gambar 7. Diagram alur tersebut memperlihatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Informasi Dan Data Informasi di jaman modern seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap individu maupun suatu organisasi. Karena informasi dapat digunakan sebagai bahan

Lebih terperinci

PERANCANGAN PROGRAM. struktur/hirarki menu, State Transition Diagram (STD), modul dan pseudocode, serta

PERANCANGAN PROGRAM. struktur/hirarki menu, State Transition Diagram (STD), modul dan pseudocode, serta BAB 4 PERANCANGAN PROGRAM 4. Perancangan Program Dalam perancangan program aplikasi ini, terlebih dahulu dibuat rancangan struktur/hirarki menu, State Transition Diagram (STD), modul dan pseudocode, serta

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PELAYANAN SALON BERBASIS WEB (Studi Kasus Alexa salon Yogyakarta)

LAPORAN SKRIPSI. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PELAYANAN SALON BERBASIS WEB (Studi Kasus Alexa salon Yogyakarta) LAPORAN SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PELAYANAN SALON BERBASIS WEB (Studi Kasus Alexa salon Yogyakarta) Diajukan oleh : Andrean Thomas Sinaga NIM : 08230042 Kepada PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BASIS DATA 1 (MI) KODE / SKS KK / 2 SKS Minggu Pokok Bahasan ke dan TIU 1. 1. PENGENALAN BASIS DATA Basis Data Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar 1.1 Perbedaan sistem file tradisional dengan sistem file basis data dan keterbatasannya 1.2

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian DBMS (Database Management System)

BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian DBMS (Database Management System) 21 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian DBMS (Database Management System) Database Management System atau DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam memelihara dan menggunakan koleksi

Lebih terperinci

PENINGKATAN UNJUK KERJA MYSQL DALAM INPUT DAN OUTPUT DATA. Jaeni 1

PENINGKATAN UNJUK KERJA MYSQL DALAM INPUT DAN OUTPUT DATA. Jaeni 1 PENINGKATAN UNJUK KERJA MYSQL DALAM INPUT DAN OUTPUT DATA Jaeni 1 Abstraksi Proses input data dan output data pada mysql membutuhkan waktu proses. Waktu proses yang baik adalah waktu sedikit yang mempercepat

Lebih terperinci

JIKA DIIBARATKAN SQL dan RDBMS Joko Nurjadi

JIKA DIIBARATKAN SQL dan RDBMS Joko Nurjadi Refre PCMEDIA JIKA DIIBARATKAN manusia, database adalah sahabat yang patuh dan mengerti pada setiap perintah yang diberikan, sayangnya terkadang tidak berlaku sebaliknya, kita tidak patuh dan tidak mengerti

Lebih terperinci

Pengantar Basis Data SISTEM BASIS DATA I. WAN H. Manihuruk, S.kom

Pengantar Basis Data SISTEM BASIS DATA I. WAN H. Manihuruk, S.kom Pengantar Basis Data SISTEM BASIS DATA I WAN H. Manihuruk, S.kom Outline Database DBMS Levels of Abstraction Data Models Database Language Database Kumpulan file / tabel / arsip yang saling berhubungan

Lebih terperinci

MENAMPILKAN DATA MENGGUNAKAN SQL SELECT

MENAMPILKAN DATA MENGGUNAKAN SQL SELECT PENGENALAN SQL MENAMPILKAN DATA MENGGUNAKAN SQL SELECT Pendahuluan Untuk menampilkan data-data dari sebuah tabel, maka di perlukan perintah SQL SELECT. SELECT select_list FROM table_source [ WHERE search_condition

Lebih terperinci

ESTIMASI QUERY. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, M.Kom

ESTIMASI QUERY. Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, M.Kom ESTIMASI QUERY Sistem Basis Data Gentisya Tri Mardiani, M.Kom Estimasi Biaya Query Optimizer query akan membuat informasi statistik yang tersimpan dalam katalog DBMS untuk memperkirakan besarnya biaya

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data Data adalah dokumentasi dari fakta-fakta mentah yang mewakili kejadian atau transaksi yang terjadi di dalam suatu organisasi namun belum terorganisir dan tersusun ke dalam

Lebih terperinci

APLIKASI PENGOLAH DATA GUDANG PADA PT ALAM JAYA WIRASENTOSA PALEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008

APLIKASI PENGOLAH DATA GUDANG PADA PT ALAM JAYA WIRASENTOSA PALEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008 APLIKASI PENGOLAH DATA GUDANG PADA PT ALA JAYA WIRASENTOSA PALEBANG DENGAN ENGGUNAKAN PEROGRAAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008 Ferly Alza Hakim Jurusan anajemen Informatika POLITEKNIK PalComTech Palembang

Lebih terperinci

PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL

PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL PERTEMUAN 10 PEMBUATAN TABEL Tujuan Pembelajaran : Memahami object utama dari database Membuat table Memahami tipe data yang digunakan pada saat pendefinisian kolom pada table Merubah definisi table Drop,

Lebih terperinci

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement

BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL. 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement BAB 2 : Dasar Penulisan Statemen SQL 2.1. Sasaran Mengetahui kemampuan dari SQL SELECT Statement Dapat membuat perintah SQL dengan SELECT Statement 2.2. Dasar Statement SELECT Sintak (cara penulisan) dari

Lebih terperinci

ANALISIS OPTIMASI QUERY PADA DATA MINING

ANALISIS OPTIMASI QUERY PADA DATA MINING ANALISIS OPTIMASI QUERY PADA DATA MINING Ermatita Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya E-mail: [email protected] Abstrak Data mining is currently being used by

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 4

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 4 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 4 Berlaku mulai : Genap/2007 JUDUL MATA KULIAH : STRUCTURE QUERY LANGUAGE II NOMOR KODE / SKS : 390103045

Lebih terperinci

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL Pengenalan Database Management System MySQL Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL 2 Jelaskan perbedaan antara data dengan informasi 3 Data vs.

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PERTEMUAN 5 & 6 STRUCTURE QUERY LANGUAGE STRUCTURE QUERY LANGUAGE SQL adalah bahasa query baku untuk DBMS. SQL diambil sebagai bakuan sejak tahun 1992.

Lebih terperinci

MENAMPILKAN DATA DARI BANYAK TABEL

MENAMPILKAN DATA DARI BANYAK TABEL BAB 5 MENAMPILKAN DATA DARI BANYAK TABEL TUJUAN BELAJAR: Dapat menulis statement SELECT yang mengakses data ke lebih dari satu tabel dengan menggunakan operator JOIN. Menampilkan data yang tidak memenuhi

Lebih terperinci

Riyanto

Riyanto SQL (Structured Query Language) Riyanto [email protected] http://www.masto.co.cc Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : 56505 / Sistem Basis Data Revisi 1 Satuan Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : 01 September 2014 Jml Jam kuliah dalam seminggu

Lebih terperinci

PEMILIHAN RUMAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHT PRODUCT DENGAN VISUALISASI LOKASI OBJEK

PEMILIHAN RUMAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHT PRODUCT DENGAN VISUALISASI LOKASI OBJEK PEMILIHAN RUMAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHT PRODUCT DENGAN VISUALISASI LOKASI OBJEK Dwi Ely Kurniawan 1, Selly Tri Amanda 2 1,2 Teknik Informatika, Politeknik Negeri Batam Jl. Ahmad Yani, Batam Center, Batam

Lebih terperinci

2.2. Fitur Produk Perangkat Lunak Fitur Pengolahan Data Fakultas Fitur Pengolahan Data Jurusan

2.2. Fitur Produk Perangkat Lunak Fitur Pengolahan Data Fakultas Fitur Pengolahan Data Jurusan Abstract This search engine application is a tool used in topic research concerning practical work and final assignment made by Maranatha Christian University s students. The users can do research based

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL)

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) Structure Query Language (SQL) adalah bahasa query standar yang digunakan untuk mengakses basis data relasional. SQL mempunyai kemampuan sebagai berikut : a. Query (memperoleh

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PENERAPAN METODE TUNING PADA BASIS DATA FUNDING

ANALISIS DAN PENERAPAN METODE TUNING PADA BASIS DATA FUNDING ANALISIS DAN PENERAPAN METODE TUNING PADA BASIS DATA FUNDING Indrajani Information Systems Department, School of Information Systems, BINUS University Jl.KH.Syahdan no.9 Kemanggisan Palmerah Jakarta Indonesia

Lebih terperinci

Pertemuan DDL INDIKATOR. Modul Teori Database Aknela

Pertemuan DDL INDIKATOR. Modul Teori Database Aknela Pertemuan 15-16 DDL INDIKATOR 1. Memahami object utama dari database 2. Membuat table 3. Memahami tipe data yang digunakan pada saat pendefinisian kolom pada table 4. Merubah definisi table 5. Drop, rename

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Documenting the population, village clerks

ABSTRACT. Keywords: Documenting the population, village clerks ABSTRACT This study aims to create and design an information system that can help improve the efficiency of time and costs in managing the process of population census. The goal is to analyze population

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Latar Belakang Universitas 3.1.1 Sejarah Universitas Pada mulanya BINUS UNIVERSITY merupakan tempat computer training untuk jangka waktu pendek dinamakan Modern

Lebih terperinci

OPTIMASI SQL RETREIVAL DATABASE DENGAN PERBANDINGAN DBMS ORACLE DAN MYSQL

OPTIMASI SQL RETREIVAL DATABASE DENGAN PERBANDINGAN DBMS ORACLE DAN MYSQL OPTIMASI SQL RETREIVAL DATABASE DENGAN PERBANDINGAN DBMS ORACLE DAN MYSQL Helda Yudiastuti Manajemen Informatika, Fakultas Vokasi, Universitas Bina Darma Palembang E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

Perancangan CASE Tools Untuk Mendesain. Conceptual Data Model dan Physical Data Model. Dengan Pendekatan Berorientasi Objek SKRIPSI.

Perancangan CASE Tools Untuk Mendesain. Conceptual Data Model dan Physical Data Model. Dengan Pendekatan Berorientasi Objek SKRIPSI. Perancangan CASE Tools Untuk Mendesain Conceptual Data Model dan Physical Data Model Dengan Pendekatan Berorientasi Objek SKRIPSI Oleh: Stephanie Dewi Sugiharto 1000835770 Chandra 1000836400 Hendri Heriyanto

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Variabel Berikut variabel yang digunakan dalam pemecahan masalah pada penelitian ini yaitu: - Data historis penjualan yang kemudian digunakan untuk menentukan target

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisa perancangan sistem adalah framework Zachman yang akan dijabarkan dalam masing-masing kolomnya yang terdiri dari What,

Lebih terperinci