REVIEW METODE PENDETEKSIAN GOD CLASS
|
|
|
- Irwan Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) p-issn: Vol. 3, No. 4, Desember 2016, hlm e-issn: REVIEW METODE PENDETEKSIAN GOD CLASS Divi Galih Prasetyo Putri 1, Muhammad Shulhan Khairy 2, Siti Rochimah 3 1 Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada 2,3 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] (Naskah masuk: 1 Oktober 2016, diterima untuk diterbitkan: 26 Desember 2016) Abstrak Code mengacu pada konsep mengenai pola atau aspek desain pada sistem perangkat lunak yang dapat menimbulkan masalah dalam proses pengembangan, penggunaan, atau perawatan sebagai dampak dari implementasi yang buruk dari desain perangkat lunak. Code dapat menurunkan aspek understandability dan maintainability program. Program yang mengandung God juga cenderung lebih sulit untuk dirawat dibandingkan dengan program yang sama namun tidak mengandung God. God atau dapat juga disebut Blob merupakan sebuah kelas yang terlalu banyak berisi fungsionalitas didalamnya. Kelas-kelas seperti ini mengolah dan mengakses banyak informasi sehingga sulit dipahami. Pada penelitian ini akan dibahas metodemetode untuk mendeteksi adanya God. Selain itu juga dibandingkan kelebihan serta kekurangan metodemetode yang telah dianalisa. Dari pencarian literatur yang dilakukan, didapatkan 3 buah metode, metode pertama menggunakan cara deteksi dalam bentuk rule card, metode kedua menggunakan rule card dan catatan histori perubahan pada sebuah perangkat lunak, dan metode ketiga adalah pendeteksian berdasarkan contoh kelas yang dideteksi manual sebagai kecacatan perangkat lunak. Dari ketiga metode tersebut, metode ketiga dinilai sebagai yang terbaik berdasarkan nilai presisi dan recall-nya. Kata kunci: Blob, God Abstract Code smell referring to the concept about a pattern or design aspects on a software system that can make a problem in the process of development, using, or maintenance as the impact of bad implementation of software design. Code smell can lower software understandability and maintainability. A software that containing god class will be more difficult to maintain compared with a same software but doesn t have a god class. God class, also called blob is a class that has too many functionality. A god class process and access a lot of information. On this research will be discussed methods to detect a god class. We also compared the advantage and disadvantage about analysed method. From the literature we search, there are 3 methods, first method using detection with a rule card, the second method using rule card and history changes of a software, and the third method is detection by examples classes that detected manually as a software defect. And our research result is the third method is the best method based on its precision and recall. Keywords: Blob, God 1. LATAR BELAKANG Code mengacu pada konsep mengenai pola atau aspek desain pada sistem perangkat lunak yang dapat menimbulkan masalah dalam proses pengembangan, penggunaan, atau perawatan sebagai dampak dari implementasi yang buruk dari desain perangkat lunak. Pada penelitian terdahulu telah dikaji mengenai dampak Code terhadap frekuensi perubahan pada kode program. Code dapat menurunkan aspek understandability dan maintainability program. Jika sebuah perangkat lunak sulit untuk dimengerti dan dirawat oleh pengembang selanjutnya maupun tim perawat perangkat lunak, maka dapat merugikan pengembang sistem karena 292 proses maintenance merupakan proses yang sangat penting dengan biaya yang cukup besar. Dalam sebuah penelitian diketahui bahwa program yang mengandung God dan Shotgun Surgery lebih sering mengalami perubahan. Program yang mengandung God juga cenderung lebih sulit untuk di-maintenance dibandingkan dengan program yang sama namun tidak mengandung God. Pada (Sjøberg, et al., 2013) aspek maintenance terkena dampak terbesar jika terdapat Code, termasuk God. God atau dapat juga disebut Blob merupakan sebuah kelas yang berisi terlalu banyak fungsionalitas didalamnya. Kelas-kelas seperti ini mengolah dan mengakses banyak informasi sehingga sulit dipahami. Padahal seharusnya sebuah kelas memiliki fungsi yang spesifik, sehingga konsep modularitas dalam pemrograman berorientasi objek
2 Putri, dkk, Review Metode Pendeteksian 293 tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak sulitnya perawatan perangkat lunak kedepannya. God juga salah satu jenis Code yang paling sering muncul dalam perangkat lunak. Jenis lainnya adalah Duplicate Code, Data, Schizophrenic dan Long Method, hal ini dibahas pada penelitian (Fontana, et al., 2013). Selain itu terdapat juga penelitian (de F. Carneiro, et al., 2010) yang melakukan visualisasi adanya Code, termasuk God. Dari referensi literatur terkait pendeteksian Code, telah banyak dikembangkan metode untuk mendeteksi adanya Code pada sebuah sistem. Paper ini memiliki kontribusi dalam pembahasan metode-metode untuk mendeteksi adanya God. Selain itu juga membandingkan kelebihan serta kekurangan metode-metode yang telah dianalisa. Dari kontribusi ini diharapkan akan terdapat studi-studi selanjutnya tentang pendeteksian God agar permasalahan tersebut dapat diminimalisir untuk pengembang perangkat lunak kedepannya. 2. PENELITIAN TERKAIT Telah dibahas mengenai 22 tipe dari Code dengan karakteristik yang berbeda dan efek yang berbeda pada sistem, hal ini dibahas pada (Fowler, 1999). Berbagai macam Code tersebut mempengaruhi struktur dari kode dan membuka peluang untuk dilakukan refactoring. Salah satu jenis Code adalah God yang mengacu pada kelas yang menjadi sentral dari sistem, dibahas pada penelitian (Lanza, et al., 2005). Penelitian tersebut juga mengajukan sebuah matriks untuk mendeteksi God. Pada penelitian sebelumnya (Zhang & Hall, 2011) telah dibuat studi literatur mengenai perkembangan penelitian terhadap Code dari tahun Penelitian lainnya (Hamid & Ilyas, 2013) menyusun sebuah studi literatur terhadap kakas bantu pendeteksi Code. Disini dibandingkan kemampuan dua buah kakas bantu dalam mendeteksi dua jenis Code yaitu Feature Envy dan God. Dari beberapa penelitian terkait tersebut, belum ada penelitian yang secara khusus melakukan studi terhadap metode-metode pendeteksian Code terutama untuk jenis God. Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi. 3. METODE PENELITIAN 3.1. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan studi literatur pada penelitianpenelitian sebelumnya, paper ini bertujuan untuk mempelajari metode pendeteksian God dan melakukan analisis terhadap hasilnya. Untuk itu dibentuklah research questions sebagai berikut: RQ1: Metode-metode apa saja yang telah dikembangkan untuk mendeteksi adanya God? RQ2: Bagaimana hasil dalam pendeteksian God pada setiap metode? RQ3: Apa saja efek yang ditimbulkan oleh God terhadap sistem? 3.2. Prosedur Pencarian Sebelum melakukan proses studi literatur perlu dilakukan proses pencarian literatur yang memiliki kesesuaian dengan topik dan research question yang telah ditentukan. Pencarian dilakukan pada sumbersumber elektronik berikut: - ( dan - Scrience ( Pencarian hanya dilakukan pada dua sumber karena kedua sumber tersebut adalah sumber jurnal maupun paper konferensi yang banyak dikenal dan menjadi sumber rujukan penelitian dimanapun, peneliti juga hanya memiliki akses pada dua sumber elektronik tersebut. Untuk pencarian pada repositori literatur direct dilakukan pencarian hanya untuk literatur dengan akses terbuka, karena literatur dengan akses tertutup tidak dapat dibuka kecuali memiliki akses penuh pada sumber tersebut. Berbeda halnya dengan literatur IEEE Xplore yang dapat diakses secara penuh dengan koneksi internet dalam kampus. Pada proses pencarian literatur ditetapkan beberapa kata kunci pencarian: - Software Evolution Bad Code - Software Evolution Bad - Software Evolution Code - Bad God - Code God - Software Quality God 3.3. Proses Seleksi Studi Pada subbab ini akan dibahas tentang hasil pencarian kata kunci diatas pada dua sumber elektronik yang telah diterangkan sebelumnya.
3 294 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), Vol. 3, No. 4, Desember 2016, hlm Tabel 1. Hasil pencarian literatur dengan penyaringan kata kunci Sumber Elektronik Kata Kunci Total hasil pencarian secara keseluruhan berjumlah 110 dokumen. Pencarian ini hanya dilakukan dengan penyaringan kata kunci. Kemudian dilakukan seleksi berdasarkan inclusion dan exclusion criteria sebagai berikut. Tabel 2. Daftar inclusion criteria dan exclusion criteria Inclusion Criteria Literatur merupakan paper jurnal atau paper conference. Literatur diterbitkan pada rentang tahun Literatur menggunakan bahasa inggris. Literatur dapat diakses secara online. Literatur yang berkaitan dengan God dan metode deteksinya. Software Evolution Bad Code Total 16 Software Evolution 3 Bad 4 Total 7 Software Evolution 9 Code 11 Total 20 0 Bad 26 God Total 26 3 Code 25 God Total 28 7 Software Quality 6 God Total 13 Total 110 Hasil Pencarian 12 4 Exclusion Criteria Literatur dengan topik yang sama. Literatur sebelum tahun Literatur yang tidak berkaitan dengan God dan metode deteksinya. Tabel 3. Hasil pencarian literatur dengan penyaringan tambahan tahun publikasi Sumber Kata Kunci Tahun Hasil Elektronik Publikasi 8 Software Evolution Bad Code Sekarang Total 11 Software Evolution Sekarang 3 Bad Total 5 Software Evolution Sekarang 6 Code Total 11 Bad Sekarang 19 God Total 19 Code Sekarang 18 God Total 20 Software Quality Sekarang 4 God Total 5 Total 71 Tabel 4. Hasil pencarian literatur dengan penyaringan tambahan jenis literatur Sumber Kata Tahun Filter Hasil Elektronik Kunci Publikasi Paper Software Ya 8 Evolution Sekarang 3 Bad Code Total 11 Software Ya 2 Evolution Sekarang 3 Bad Total 5 Software Ya 5 Evolution Sekarang 6 Code Total 11 Bad Ya 0 Sekarang 16 God Total 16 Ya 2 3
4 Putri, dkk, Review Metode Pendeteksian 295 Code God Sekarang 12 Total 14 Software Ya 1 Quality Sekarang 4 God Total 5 Total 62 Total Hasil Pencarian 110 Literatur Gambar 1. Diagram hasil penyaringan literatur Dari seleksi yang dilakukan berdasarkan tahun publikasi, tipe paper, dan kesesuaian judul maupun abstrak dengan topik didapatkan jumlah paper yang akan digunakan untuk dilakukan analisa sebanyak 10 buah paper. Penyeleksian paper dilakukan dengan tahun publikasi mulai 2010 sampai saat ini (2014). Kemudian dari jumlah yang didapat dari seleksi pertama dilakukan seleksi referensi, yang diambil adalah paper jurnal ilmiah dan paper konferensi. Hal ini dilakukan karena penulis memandang bahwa topik yang akan dibahas seharusnya berkaitan dengan perkembangan beberapa tahun terakhir, dan pastinya penelitian yang berkembang beberapa tahun terakhir sudah mencakup penelitian pada tahun-tahun sebelumnya. Manual Hasil Pencarian dengan Filter Tahun Publikasi 71 Literatur Hasil Pencarian dengan Filter Paper Jurnal dan Paper Conference Metode Deteksi 62 Literatur Semi Otomatis Hasil Pencarian dengan Filter Kesesuaian dengan Topik, Judul, Abstrak, dan Konklusi 10 Literatur Otomatis Gambar 2. Skema pembagian kategori metode deteksi God Literatur Detecting Bad in Source Code Using Change History Information DECOR: A method for the specification and detection of code and design smells Design Defect and Correction by Example Mining Version History for Detecting Code Tabel 5. Daftar literatur utama Setelah itu penyeleksian didasarkan pada kesesuaian literatur yang ada dengan topik yang dibahas, kemudian dilanjutkan dengan kesesuaian topik dengan abstraksi, dan isi secara umum. Literatur mengenai metode deteksi God yang akan digunakan dalam review ini adalah metode-metode yang tergolong semi-automated atau automated. Sedangkan metode yang tergolong manual tidak digunakan dalam review. Seleksi studi atau dokumen pada dasarnya terdiri dari beberapa tahap. Menghilangkan kesamaan isi atau metode antar dokumen dan melakukan penyaringan yang lebih dalam mengenai faktor-faktor eksklusi dan inklusi yang telah didefinisikan tidak dapat dilakukan hanya dengan memilah berdasarkan tahun publikasi dan jenis paper. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi lebih dalam dengan mengkaji judul, abstrak, metode, hasil, dan konklusi dari setiap literatur sehingga didapatkan literatur yang paling sesuai untuk kemudian dapat di-review. Beberapa dokumen pada Tabel 5 merupakan hasil dari studi kualitas dan literatur-literatur ini yang akan dijadikan literatur utama untuk melakukan review. 4. GOD CLASS (Palomba, et al., 2013) (Moha, et al., 2010) (Kessentini, et al., 2011) (Palomba, et al., 2014) God dapat diartikan sebagai kelas yang menjadi pusat dari sistem. Kelas ini menjalankan sebagian besar pekerjaan dan hanya mendelegasikan peran-peran kecil pada kelas lain. Kelas ini juga banyak menggunakan data dari kelas lain. Pendeteksian God memiliki 3 faktor, yaitu penggunaan kelas secara langsung yang lebih banyak daripada beberapa atribut dari kelas lain, kompleksitas fungsional sebuah kelas yang tinggi, dan kohesi antar kelas rendah. Dari ketiga faktor tersebut apabila dipenuhi, maka sebuah kelas dapat dikatakan terdapat Code jenis God.
5 296 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), Vol. 3, No. 4, Desember 2016, hlm Gambar 3. Faktor yang menjadi parameter untuk mendeteksi God 5. METODE DETEKSI GOD CLASS 5.1. DETEX DETEX adalah sebuah teknik deteksi yang memungkinkan software engineers untuk mendefinisikan Code secara spesifik pada abstraksi tingkat tinggi menggunakan unified vocabulary dan domain-specific language yang didapatkan dari domain analisis. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan algoritma deteksi secara otomatis. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan deteksi: - Domain analysis Pada langkah ini dilakukan analisa secara mendalam terhadap domain dari Code untuk menentukan konsep utama dari deskripsi yang diberikan. Dari konsep utama tersebut didapatkan vocabulary, taxonomy, dan klasifikasi dari Code. Pada Gambar 4 dan Gambar 5 adalah contoh konsep utama dan taxonomy. - Specification Spesifikasi dilakukan menggunakan Domain Specification Language (DSL) dalam bentuk rule card berdasarkan vocabulary dan taxonomy yang didapatkan dari proses sebelumnya. Rule card mendefinisikan properti yang harus dimiliki oleh sebuah kelas untuk dapat digolongkan sebagai Code. Penggunaan DSL memungkinkan software engineer atau expert untuk menentukan sendiri spesifikasi rule dari Code. - Algorithm Generation Algoritma dibuat secara otomatis menggunakan metamodel dan parser. Sebuah framework digunakan untuk memungkinkan algoritma dibuat secara otomatis. - Deteksi dilakukan pada model dari sistem yang didapatkan baik melalui proses forward engineering ataupun reverse engineering pada sebuah sistem. Validasi pada metode ini dilakukan oleh independent engineer untuk memastikan apakan sebuah kelas memang merupakan Code. Subjek validasi adalah 4 antipattern beserta spesifikasinya yang didapatkan dari (Brown, et al., 1998) dan (Fowler, 1999). Spesifikasi yang didapatkan tersebut kemudian diproses secara otomatis untuk membentuk algoritma deteksi.validasi dilakukan terhadap model hasil reverse engineering dari 10 open source sistem dengan bahasa pemrograman java, antara lain: ARGOUML, AZUREUS, GANTTPROJECT, LOG4J, LUCENE, NUTCH, PMD, QUICKUML, dan 2 versi dari XERCES. Hasil validasinya menunjukkan bahwa metode ini memiliki presisi sebesar 88.6% dan recall sebesar 100%. Gambar 4. Contoh taksonomi metode DETEX The Blob (also called God class) corresponds to a large controller class that depends on data stored in surroundung data classes. A large class declares many fields and methods with a low cohesion. A controller class monopolises most of the processing done by a system, takes most of the decisions, and closely directs the processing of other classes. Controller classes can be identified using suspicious names such as Process, Control, Manage, System, and so on. A data class contains only data and performs no processing on these data. It is composed of highly cohesive fields and accesors. Gambar 5. Contoh konsep utama metode DETEX
6 Putri, dkk, Review Metode Pendeteksian 297 RULE_CARD : Blob { RULE : Blob {ASSOC: associated FROM: main ONE TO: Data MANY } ; RULE : main {UNION LargeLowCohesion Controller } ; RULE : LargeLowCohesion {UNION Large LowCohesion } ; RULE : Large { (METRIC: NMD + NAD, VERY_HIGH, 20) } ; RULE : LowCohesion { (METRIC: LCOM5, VERY_HIGH, 20) } ; RULE : Controller {UNION (SEMANTIC: METHODNAME, {Process, Control, Ctrl, Command, Cmd, Process, Proc, UI, Manage, Drive}) (SEMANTIC: CLASSNAME, {Process, Control, Ctrl, Command, Cmd, Process, Proc, UI, Manage, Drive, System, Subsystem})} ; } ; RULE : Data {(STRUCT: METHOD_ACCESSOR, 90) } ; Gambar 6. Rule card yang digunakan untuk deteksi God 5.2. History Changes Analysis Metode ini dijalankan berdasarkan history data pada setiap perubahan yang dilakukan dalam sebuah program. Hipotesa yang diajukan adalah bahwa ketika sebuah perubahan terjadi, kelas yang tergolong Blob atau God juga akan mengalami perubahan sebanyak α% dan melibatkan paling tidak satu kelas lain. HIST memanfaatkan analisa terhadap histori program untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam melakukan deteksi. Untuk melakukan deteksi terhadap Blob atau God digunakan rule card pada Gambar Defect by Example Metode ini memanfaatkan repository yang berisi data code yang sudah digolongkan sebagai defect atau smell. Dari data yang didapat kemudian dihasilkan aturan pendeteksian berbentuk kombinasi dari matriks kualitas perangkat lunak. Skema pendeteksiannya dapat dilihat pada Gambar 8. Metode ini memanfaatkan Genetic Programming untuk mencari aturan yang sesuai. Populasi pada algoritma ini merepresentasikan kemungkinan aturan yaitu berupa kombinasi matriks kualitas. Seperti algoritma genetic pada umumnya, populasi pertama yang telah terbentuk dihitung nilai fitness-nya. Setelah itu, individu dengan nilai fitness tertinggi akan digunakan dalam proses crossover. Hasil dari proses crossover kemudian dimutasi untuk menghasilkan populasi yang baru. Proses ini dilakukan sampai memenuhi batas iterasi dan dihasilkan aturan terbaik untuk melakukan deteksi. Fungsi yang digunakan untuk melakukan perhitungan fitness value pada metode ini dapat dilihat pada persamaan dibawah ini. Pada Persamaan (1) t adalah jumlah kelas yang dideteksi, p adalah jumlah kelas contoh yang tergolong bad smell. a bernilai 1 ketika kelas yang terdeteksi terdapat pada contoh, dan sebaliknya untuk a yang bernilai 0. Validasi untuk metode ini dilakukan terhadap 4 open source sistem dengan bahasa pemrograman java antara lain, Xerces-J, ArgoUML,Quick UML, dan GanttProject. Prosedur validasinya menggunakan 4- fold cross validation, yaitu teknik model validasi untuk menilai hasil analisis statistikal yang menghasilkan dataset independen. Hasil deteksi sebuah sistem dievaluasi menggunakan 3 sistem lain sebagai contoh defect. Nilai presisi dan recall yang dihasilkan dari metode ini sebesar 96% dan 99.5%.Pada penelitian ini validasi dilakukan oleh beberapa mahasiswa pascasarjana untuk memastikan hasil deteksi dengan dasar definisi dari setiap Code. Deteksi dilakukan terhadap git history dari 8 project java antara lain: Apache Ants, Apache Tomcat, Jedits, dan 5 project Android API. Hasil deteksi menunjukkan tingkat presisi dan recall dari metode sebesar 76% dan 61%. f norm = p i=1 a i p t + i=1 a i p 2 Gambar 7. Skema pendeteksian defect (1)
7 298 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), Vol. 3, No. 4, Desember 2016, hlm Gambar 8. Tree yang digunakan untuk merepresentasikan detection rule 6. Hasil Komparasi Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa metode dengan nilai presisi dan recall terbaik berhasil didapatkan oleh metode ketiga, yaitu pendeteksian God secara otomatis berdasarkan contoh kelas yang terdeteksi manual sebagai defect. Berdasarkan studi yang dilakukan, hal ini disebabkan pembangunan aturan pendeteksian dilakukan berdasarkan contoh kelas yang sudah dideteksi sebagai God. Semakin baik dan lengkap data yang digunakan sebagai contoh maka aturan pendeteksian akan menjadi semakin lengkap dan mampu mendeteksi dengan lebih baik. Namun hal ini juga yang menjadi kekurangan utama dari metode ini, yaitu aturan yang dihasilkan bergantung pada data training yang digunakan. 7. DAMPAK DARI GOD CLASS God berpotensi membahayakan desain sebuah sistem karena berupa agregasi dari berbagai abstraksi dan kelas-kelas lain baik yang digunakan maupun tidak. Hal ini seringkali dikarenakan banyaknya penggunaan kelas yang tidak mematuhi kaidah pemrograman berbasis objek, dimana satu kelas seharusnya hanya memiliki sebuah tugas tertentu. Dari implementasi yang tidak mengikuti kaidah pemrograman berbasis objek akan mengakibatkan terhambatnya evolusi perangkat lunak karena struktur perangkat lunak akan sulit dimengerti dan dirawat kedepannya. Dampak lainnya adalah tingginya biaya perawatan perangkat lunak, hal ini diakibatkan sulitnya perawatan yang berkorelasi dengan tingginya biaya perawatan. 8. KESIMPULAN Studi literatur dilakukan untuk mengetahui metode-metode pendeteksi God dan dampak dari God tersebut pada sistem. Dari proses seleksi literatur yang dilakukan, didapatkan 3 metode untuk mendeteksi salah satu jenis Bad, God. Metode-metode tersebut adalah metode pendeteksian dengan dasar pendeteksian berupa aturan deteksi. Perbedaan antar metode tersebut adalah proses pendeteksiannya, terdapat metode yang dapat mendeteksi God secara semiotomatis dan terdapat juga yang dapat mendeteksi Tabel 6. Hasil komparasi metode Literatur Metode Hasil Input & Output (Moha, et Algoritma Precision: Input: al., 2010) deteksinya dibuat 52% Deskripsi (Palomba, dalam bentuk Recall: mengenai et al., rule card 49% Code 2013) menggunakan (Olbrich DSL yang Output: & Cruzes, didapatkan dari 2010) analisis domain setiap bad smell (Palomba, et al., 2013) (Olbrich & Cruzes, 2010) (Palomba, et al., 2014) (Kessenti ni, et al., 2011) secara mendalam. Memanfaatkan rule card pada (Moha, et al., 2010) dan data perubahan yang terjadi pada software. Membangun aturan pendeteksian secara otomatis berdasarkan contoh kelas yang terdeteksi manual sebagai defect. Precision: 76% Recall: 61% Precision: 96% Recall: 99.5% Input: Versioning system address Output: Affected Components Input: Contoh defect class & quality metrics Output: Generated rules Dataset 10 Open source java system 8 Java Project 4 Open source java project Implementasi Ya Ya Tidak Kekurangan Pembangunan rule card secara manual membutuhkan usaha yang lebih Tidak bisa mendeteksi kelas yang belum pernah mengalami perubahan Aturan-aturan yang dihasilkan sangat bergantung pada data training Kelebihan Expert dan engineer dapat dengan mudah menspesifikasikan aturan pendeteksian. Nilai presisi yang lebih baik dari algoritma sebelumnya. Aturan pendeteksian dibangun secara otomatis.
8 Putri, dkk, Review Metode Pendeteksian 299 secara otomatis. Pada metode DECOR (Moha, et al., 2010) menggunakan cara deteksi semi-otomatis dalam pembentukan algoritma deteksi dari rule card. Metode ini menghasilkan prosentase presisi sebesar 88.6% dan recall 100%. Metode kedua (Palomba, et al., 2013) menggunakan rule card dan catatan histori perubahan pada sebuah perangkat lunak. Hasil yang didapat adalah prosentase presisi sebesar 76% dan recall 61%. Metode ketiga (Kessentini, et al., 2011) adalah pendeteksian berdasarkan contoh class yang dideteksi manual sebagai defect perangkat lunak. Hasil dari metode ini adalah yang terbaik dibandingkan dengan kedua metode sebelumnya yaitu dengan prosentase presisi 96% dan recall 99.5%. God memiliki dampak terhadap understandability dan maintainability yang mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk perawatan. IEEE TRANSACTIONS ON SOFTWARE ENGINEERING, Volume 39, pp ZHANG, M. & HALL, T., Code Bad s: a review of current knowledge. Journal of Software Maintenance and Evolution, 23(3), pp DAFTAR PUSTAKA BROWN, W. J., MALVEAU, R. C. & MOWBRAY, T. J., Anti Patterns: Refactoring Software, Architectures, and Project in Crisis. s.l., s.n. DE F. CARNEIRO, G. et al., Identifying Code s with Multiple Concern Views. s.l., s.n. FONTANA, F. A. et al., Investigating the Impact of Code s on System s Quality: An Empirical Study on Systems of Different Application Domains. s.l., s.n. FOWLER, M., Refactoring-Improving the Design of Existing Code. s.l., s.n. HAMID, A. & ILYAS, M., A Comparative Study on Code Tools. s.l., s.n. KESSENTINI, M., KESSENTINI, W. & SAHRAOUI, H., Design Defect and Correction by Example. s.l., s.n. LANZA, M., MARINESCU, R. & S, D., Object Oriented Metrics in Practice. New York: Springer. MOHA, N., GUE HE NEUC, Y.-G. & DUCHIEN, L., DECOR: A method for the specification and detection of code and design smells. s.l., s.n. OLBRICH, S. M. & CRUZES, D. S., Are all Code s Harmful? A Study of God es and Brain es in the Evolution of three Open sources Systems. s.l., s.n. PALOMBA, F., BAVOTA, G. & PENTA, M. D., Detecting Bad in Source Code Using Change History Information. s.l., s.n. PALOMBA, F., BAVOTA, G. & PENTA, M. D., Mining Version Histories for Detecting Code s. s.l., s.n. SJØBERG, D. I. et al., Quantifying the Effect of Code s on Maintenance Effort.
ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Salah satu bidang kajian dalam bidang teknologi informasi adalah rekayasa perangkat lunak. Dalam rekayasa perangkat lunak, terdapat konsep yang mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan
METODE NON- HEURISTIC UNTUK DETEKSI REFACTORING NON-SOURCE CODE (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW)
METODE NON- HEURISTIC UNTUK DETEKSI REFACTORING NON-SOURCE CODE (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Ratih Nindyasari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus Email: [email protected]
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN POLA MODEL-VIEW- CONTROLLER (MVC)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN POLA MODEL-VIEW- CONTROLLER (MVC) Rangga Sanjaya Fakultas Teknik, Universitas BSI Jalan Sekolah Internasional No. 1-6, Bandung 40282, Indonesia
IMPLEMENTASI METODE ALGORITMA GENETIKA PADA APLIKASI OTOMASI PENJADWALAN PERKULIAHAN ANDRE ARSYAN JORDIE
IMPLEMENTASI METODE ALGORITMA GENETIKA PADA APLIKASI OTOMASI PENJADWALAN PERKULIAHAN ANDRE ARSYAN JORDIE 1112001029 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BAKRIE JAKARTA
STUDI EMPIRIS HUBUNGAN METRIK KOHESI DENGAN KECENDERUNGAN KESALAHAN PADA APLIKASI BERORIENTASI OBJEK
STUDI EMPIRIS HUBUNGAN METRIK KOHESI DENGAN KECENDERUNGAN KESALAHAN PADA APLIKASI BERORIENTASI OBJEK Roni Yunis 1, Arwin Halim 2 STMIK Mikroskil Jl. Thamrin no 112, 124, 140 Medan 20212 [email protected]
KUANTIFIKASI PENGARUH KLONING DAN KOMPLEKSITAS KODE TERHADAP CACAT PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK
KUANTIFIKASI PENGARUH KLONING DAN KOMPLEKSITAS KODE TERHADAP CACAT PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK Bayu Priyambadha 1), Siti Rochimah 2) 1) Program Studi Teknik Informatika, Program Teknologi Informasi dan
PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA
1 Latar Belakang PENDAHULUAN Desain berorientasi objek merupakan suatu konsep yang banyak digunakan oleh pengembang perangkat lunak saat ini. Hal ini dikarenakan kemudahan yang ditawarkan di dalam desain
PENGKOMBINASIAN POHON KEPUTUSAN DATA PENCILAN KELAS DAN POHON KEPUTUSAN DATA NORMAL UNTUK PENINGKATAN AKURASI PREDIKSI CACAT PERANGKAT LUNAK
PENGKOMBINASIAN POHON KEPUTUSAN DATA PENCILAN KELAS DAN POHON KEPUTUSAN DATA NORMAL UNTUK PENINGKATAN AKURASI PREDIKSI CACAT PERANGKAT LUNAK Utomo Pujianto 1, Daniel Oranova Siahaan 2 1 Jurusan Teknik
Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016
Adam Hendra Brata Teknik Informatika FILKOM UB Semester Genap 2015/2016 TUJUAN PERKULIAHAN Memahami pemodelan perancangan dengan pendekatan berorientasi objek AGENDA PERKULIAHAN Pemodelan perancangan berorientasi
Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android
Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android Nurmala Dewi ([email protected]), Muhammad Rachmadi ([email protected]) Jurusan Sistem Informasi STMIK GI MDP Abstrak: Tujuan dari penulisan penelitian
ABSTRAK. Kata Kunci: computer based test, software metric, rekrutmen, turnover pegawai, autograder. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Seiring dengan terjadinya turnover pegawai dalam sebuah perusahaan, menjadikan perusahaan harus memiliki standar tertentu untuk dapat menerima calon pegawai barunya. Dalam proses rekrutmen pegawai,
ABSTRAK. Kata kunci : Information Retrieval system, Generalized Vector Space Model. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Information retrieval (IR) system adalah sistem yang secara otomatis melakukan pencarian atau penemuan kembali informasi yang relevan terhadap kebutuhan pengguna. Kebutuhan pengguna, diekspresikan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN URGENSI MAINTAINAIBILITY PADA SISTEM INFORMASI DI ORGANISASI
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN URGENSI MAINTAINAIBILITY PADA SISTEM INFORMASI DI ORGANISASI Oleh: Achmad Rizki P056133742.54E E54 Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA
I.1 Latar Belakang Masalah Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi media penyimpanan elektronik, setiap organisasi dapat menyimpan
BAB. I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi media penyimpanan elektronik, setiap organisasi dapat menyimpan datanya secara elektronik dan bersifat
Perancangan Sistem Penjadwalan Asisten Dosen Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus: STIKOM Bali)
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Perancangan Sistem Penjadwalan Asisten Dosen Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus: STIKOM Bali) I Made Budi Adnyana
Sistem Informasi Penggajian Program Diploma Komputer Universitas Sriwijaya
Jurnal Generic, Vol. 8, No. 1, Maret 2013, pp. 183~189 ISSN: 1907-4093 (print), 2087-9814 (online) 183 Sistem Informasi Penggajian Program Diploma Komputer Universitas Sriwijaya Ahmad Reza Fahlevi 1 1
ABSTRAK. Kata Kunci : Algoritma Genetika, Pemrosesan Bahasa Alami, Twiter, Tweet, Semantic Relatedness. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dengan munculnya berbagai media sosial, banyak orang yang menuliskan bermacam-macam hal, salah satunya memberikan menuliskan motivasi. Dengan demikian, dibuatlah penelitian untuk membuat sebuah
PENERAPAN KONSEP SAAS (SOFTWARE AS A SERVICE) PADA APLIKASI PENGGAJIAN
PENERAPAN KONSEP SAAS (SOFTWARE AS A SERVICE) PADA APLIKASI PENGGAJIAN Andy Prasetyo Utomo Fakultas Teknik, Program Studi Sistem Informasi Universitas Muria Kudus Email: [email protected] ABSTRAK Salah
Pemrograman Berbasis. Strategy dan Observer Pattern
Pemrograman Berbasis Komponen 2 Strategy dan Observer Pattern Background Programming is always change But this changes are sometime the same So, there will be something - a pattern to be used in programming
Kata Kunci: AHP, Algoritma, ANP, Profile Matching, Perbandingan, Rekrutmen. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Sistem rekrutmen kepanitiaan ini sebelumnya dikembangkan hanya dengan menggunakan metode profile matching. Guna memberikan perbandingan hasil akhir yang terbaik, maka diberikan tambahan metode
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN MASALAH PENELITIAN TKK6352 Metodologi Penelitian Name Chalifa Chazar Website script.id Email [email protected] Last update : Juli 2016 [email protected] Course Outline
Pemodelan Berorientasi Objek
1 Pemodelan Berorientasi Objek Reverse Engineering & Forward Engineering Adam Hendra Brata Materi Pertemuan 8 2 Reverse Engineering & Forward Engineering Forward Engineering Reverse Engineering Re-engineering
3. Masalah Penelitian
Course Outline 1. Pengantar Penelitian 2. Tahapan Penelitian 3. Masalah Penelitian 4. Literature Review 5. Struktur Penulisan Tesis 6. Kesalahan Penulisan Tesis 7. Metode Eksperimen 8. Pengujian Tesis
Kata kunci : citra, pendeteksian warna kulit, YCbCr, look up table
Pendeteksian Warna Kulit berdasarkan Distribusi Warna YCbCr Elrica Pranata / 0422002 Email : [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Marantha Jalan Prof. Suria Sumantri
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN DOSEN BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
Jurnal Teknologi Informatika dan Terapan Vol. 04, No 01, Januari Juni 2017 ISSN: 235-838X SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN DOSEN BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Diini Salma Lutfi
APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Edi Hadi Widodo
APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Edi Hadi Widodo 08.11.2027 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA YOGYAKARTA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Untuk menunjang kegiatan penelitian, dalam bab ini akan dijelaskan desain penelitian, metode penelitian yang digunakan, serta alat dan bahan penelitian. 3.1 Desain Penelitian
Versi Online tersedia di : JURNAL TECH-E (Online)
JURNAL TECH-E - VOL. 1 NO. 1 (2017) Versi Online tersedia di : http://bsti.ubd.ac.id/e-jurnal JURNAL TECH-E 2581-1916 (Online) Artikel Sistem Pakar Pemilihan Topik Judul Skripsi Dengan Metode Forward Chaining
BAB I. PENDAHULUAN. Legacy System adalah sistem yang sudah sangat lama beroperasi di dalam
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Legacy System adalah sistem yang sudah sangat lama beroperasi di dalam sebuah organisasi, namun memiliki peran yang sangat kritis di dalam kelangsungan hidup bisnis
APLIKASI SEGMENTASI TEKS DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN METODE RULE-BASED DAN STATISTICAL
APLIKASI SEGMENTASI TEKS DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN METODE RULE-BASED DAN STATISTICAL Rudy Adipranata 1), Meliana Ongkowinoto 2), Rolly Intan 3) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,
PENGGUNAAN PROGRAM CKJM UNTUK ANALISIS PAKET REMOTE METHOD INVOCATION. Abstrak
PENGGUNAAN PROGRAM CKJM UNTUK ANALISIS PAKET REMOTE METHOD INVOCATION Adi Kusjani, Berta Bednar Jurusan Teknik Komputer STMIK Akakom Yogyakarta [email protected] Abstrak Sistem Remote Method Invocation
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CSG3H3 RPL TEKNIK BERORIENTASI OBJEK Disusun oleh: Eko Darwiyanto PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN Rencana
SATUAN ACARA PERKULIAHAN ~ 1 ~
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : REKAYASA PERANGKAT LUNAK 2 FAKULTAS : TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN/JENJANG : TEKNIK INFORMATIKA / S1 TUJUAN UMUM : - Mahasiswa diharapkan dapat merancang dan membangun
Mengukur Tingkat Reusability dan Efficiency dari Kode Program dengan Pendekatan Fuzzy Logic
Mengukur Tingkat Reusability dan Efficiency dari Kode Program dengan Pendekatan Fuzzy Logic Arwin Halim 1, Alex Xandra Albert Sim 2, Gabyola 3, Hartono 4 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Mikroskil
PROTOTIPE SISTEM MANAJEMEN TUGAS AKHIR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TEKNOLOGI JAVA SERVER FACES (JSF) NASKAH PUBLIKASI. Oleh: Gita Indah Marthasari, S.
P2I PROTOTIPE SISTEM MANAJEMEN TUGAS AKHIR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TEKNOLOGI JAVA SERVER FACES (JSF) NASKAH PUBLIKASI Oleh: Gita Indah Marthasari, S.T Dibiayai oleh Anggaran Dana Pembinaan Pendidikan
PENERAPAN REFACTORING DALAM MAINTENANCE PERANGKAT LUNAK
PENERAPAN REFACTORING DALAM MAINTENANCE PERANGKAT LUNAK (STUDI KASUS: APLIKASI SISTEM INFORMASI PUSAT DATA DESA) TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Kelulusan Program Studi Strata 1, Program
ABSTRAK. Kata kunci : Algoritma Genetik, Penjadwalan. i Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Aplikasi penjadwalan sidang otomatis di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha ini dibuat dengan tujuan untuk melakukan pengembangan dan optimasi terhadap aplikasi penjadwalan
3. Masalah Penelitian pemahaman merupakan awal proses penelitian
Metodologi Penelitian Rudi Susanto [email protected] 086547296211 3. Masalah Penelitian pemahaman merupakan awal proses penelitian Course Outline 1. Pengantar Penelitian 2. Tahapan Penelitian 3. Masalah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertukaran informasi di zaman modern ini telah sampai pada era digital. Hal ini ditandai dengan semakin dibutuhkannya teknologi berupa komputer dan jaringan internet
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI Nadia R.W (0822084) Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. Drg.
SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran
SILABUS MATAKULIAH Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 54829 / Software Requirement Engineering 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu
OPTIMASI TEKNIK KLASIFIKASI MODIFIED K NEAREST NEIGHBOR MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
OPTIMASI TEKNIK KLASIFIKASI MODIFIED K NEAREST NEIGHBOR MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Optimization Techniques Modi ed k Nearest Neighbor Classi cation Using Genetic Algorithm Siti Mutro n 1, Abidatul
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan persaingan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan persaingan yang semakin global saat ini, menuntut setiap individu masyarakat untuk mampu mengembangkan
BAB III METODOLOGI 3.1. Prosedur Penelitian Identifikasi Masalah
BAB III METODOLOGI Dalam penelitian ini metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektik, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Maka
RANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK (Studi Kasus: Penilaian Kinerja Dosen Universitas Bina Darma)
RANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK (Studi Kasus: Penilaian Kinerja Dosen Universitas Bina Darma) Nyimas Sopiah 1 dan Muhammad Nasir 2 Dosen Universitas
1 BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat
PEMBUATAN APLIKASI STUDENT ACCESS SISTEM ABSENSI MAHASISWA DAN INFORMASI DAFTAR NILAI MAHASISWA PADA SISTEM OPERASI ANDROID Angga Tri Hendratno Univer
Student absent and Grade Information list Aplication System in Android Operating System Angga Tri Hendratno Undergraduate Program, Faculty of Industrial Engineering, 2010 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id
ABSTRAK. Kata kunci: temperamen, kepribadian, Hippocrates, sinonim, antonim, pembelajaran mesin. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Hubungan antar manusia sering kali mengalami gangguan karena perbedaan kepribadian. Tipe-tipe kepribadian pada dasarnya memiliki kesamaan dan perbedaan yang sudah dikelompokkan oleh teori Hippocrates,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penjadwalan adalah proses, cara, pembuatan menjadwalkan atau memasukkan dalam jadwal. Persoalan penjadwalan berkaitan dengan pengalokasian sumber daya ke dalam tugas-tugas
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Amalia Maya, Alkaff Muhammad, Sari Yuslena Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI
Penerapan Logika Samar dalam Peramalan Data Runtun Waktu
Penerapan Logika Samar dalam Peramalan Data Runtun Waktu Seng Hansun Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia [email protected] Abstract Recently, there are
MEMBANGUN TOOLBOX ALGORITMA EVOLUSI FUZZY UNTUK MATLAB
MEMBANGUN TOOLBOX ALGORITMA EVOLUSI FUZZY UNTUK MATLAB Syafiul Muzid 1, Sri Kusumadewi 2 1 Sekolah Pascasarjana Magister Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta e-mail: [email protected] 2 Jurusan
1 Framework Deteksi Bad Smell Code Semi Otomatis untuk Pemrograman Tim
Framework Deteksi Bad Smell Code Semi Otomatis untuk Pemrograman Tim Tugas Akhir Mata Kuliah Keamanan Perangkat Lunak (EL5215) Yusfia Hafid Aristyagama (23214355) Magister Teknik Elektro TMDG 09 Sekolah
Penerapan Data Mining Penjualan Sepatu Menggunakan Metode Algoritma Apriori
Penerapan Data Mining Penjualan Sepatu Menggunakan Metode Algoritma Apriori Erma Delima Sikumbang Komputerisasi Akuntansi AMIK BSI Jakarta Jl. RS Fatmawati No. 24 Pondok Labu Jakarta Selatan [email protected]
BAB 1 ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM
BAB 1 ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya. Biaya dihubungkan dengan proses informasi. Proses Informasi
DAFTAR ISI. viii. LEMBAR PENGESAHAN... i. PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN... ii. PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN...
ABSTRAK Salah satu algoritma yang dapat dipakai untuk memecahkan permasalahan penjadwalan kuliah adalah algoritma genetika. Algoritma genetika merupakan teknik pencarian pemecahan masalah yang berusaha
Pengembangan Alat Bantu Belajar Mengetik Cepat Berbasis Open Source
Pengembangan Alat Bantu Belajar Mengetik Cepat Berbasis Open Source 1 Dwi Sakethi, 2 Machudor Yusman, 3 Ajeng Savitri Puspaningrum 1 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila 2 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila
ABSTRAK. Kata Kunci: data tidak seimbang, klasifikasi, KSMOTE, boosting, SSO, support vector machine.
ABSTRAK Klasifikasi dalam data mining adalah proses untuk menemukan model atau fungsi yang mendeskripsikan dan membedakan kelas-kelas data atau konsep. Salah satu permasalahan klasifikasi adalah distribusi
Pengembangan Media Pembelajaran pada Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Berorientasi Objek dengan Visualisasi Bangun Datar Menggunakan Processing
Pengembangan Media Pembelajaran pada Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Berorientasi Objek dengan Visualisasi Bangun Datar Pengembangan Media Pembelajaran pada Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang pendahuluan. Isi dari bab ini adalah ulasan permasalahan dan hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan penelitian yang dilakukan, yaitu meliputi latar belakang,
BAB III. Metode Penelitian
BAB III Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan tindakan(actionresearch). Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2005:234) : Penelitian
MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING Muahamd Syukur¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
MENGUKUR KINERJA ALGORITMA GENETIK PADA PEMAMPATAN MATRIKS JARANG
MENGUKUR KINERJA ALGORITMA GENETIK PADA PEMAMPATAN MATRIKS JARANG Nico Saputro dan Joice Aritonang Email : [email protected], [email protected] A matrix that has lots of zero elements is called
Pemrograman Web Berbasis Framework. Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD
Pemrograman Web Berbasis Framework Pertemuan 13 : Pengembangan Project (Bag. 1) Hasanuddin, S.T., M.Cs. Prodi Teknik Informatika UAD [email protected] Pokok Bahasan Pendahuluan Requirement atau penelusuran
RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK
RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK Ahmad Chusyairi 1), Ema Utami 2) 1,2) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring Road Utara, Condongcatur,
APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER
APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER Alvi Fajar Purnama Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer - Universitas Komputer Indonesia e-mail : [email protected]
I. INTRODUCTION TO SOFTWARE ENGINEERING. 1. What and Why Sofware Engineering?
I. INTRODUCTION TO SOFTWARE ENGINEERING 1. What and Why Sofware Engineering? 1.1 Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak) Ekonomi dari semua bangsa-bangsa maju tergantung pada perangkat lunak Semakin
ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT In a Rat Race game, there is only one way in and one way out. The objective of this game is to find the shortest way to reach the finish. We use a rat character in this game, so the rat must walk
BAB III METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Server Biro Sistem Informasi (BSI)
BAB III METODOLOGI 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Server Biro Sistem Informasi (BSI) yang berlokasi di Gedung AR Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMISI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SAM RATULANGI
E-journal Teknik Informatika, Volume 4, No. 2 (2014), ISSN : 2301-8364 1 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMISI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Shalahudin A.P. Djafar 1), Stanley D.S. Karouw
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas
SISTEM REKONSTRUKSI MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS OBJEK PEMBELAJARAN GRANULAR
SISTEM REKONSTRUKSI MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS OBJEK PEMBELAJARAN GRANULAR A.A. Gede Yudhi Paramartha, I Ketut Purnamawan, Ni Wayan Marti, Putu Hendra Suputra Jurusan Manajemen Informatika, Universitas
PEMBUATAN APLIKASI KUIS PERANGKAT KOMPUTER BERBASIS ANDROID
Jurnal Ilmiah DASI Vol. 14 No. 04 Desember 2013, hlm 21-26 ISSN: 1411-3201 PEMBUATAN APLIKASI KUIS PERANGKAT KOMPUTER BERBASIS ANDROID Catur Priyo Pambudi 1), Heri Sismoro 2) 1) Teknik Informatika STMIK
Implementasi Sistem Informasi Showroom Mobil (SISMOB) dengan Pemrograman Berbasis Objek (Studi Kasus: UD. Tomaru Oto)
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 9, September 2018, hlm. 2967-2974 http://j-ptiik.ub.ac.id Implementasi Sistem Informasi Showroom Mobil (SISMOB) dengan
PREPROCESSING DATA DAN REPRESENTASI ORGANISME ALGORITMA SYMBIOTIC ORGANISMS SEARCH PADA PERMASALAHAN PENJADWALAN PRAKTIKUM PERGURUAN TINGGI
PREPROCESSING DATA DAN REPRESENTASI ORGANISME ALGORITMA SYMBIOTIC ORGANISMS SEARCH PADA PERMASALAHAN PENJADWALAN PRAKTIKUM PERGURUAN TINGGI Hendrawan Armanto 1), C. Pickerling 2), Eka Rahayu Setyaningsih
SIKLUS REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SDLC)
SIKLUS REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SDLC) 1. Pengertian DLC atau Software Development Life Cycle adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi
Bab III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras
Bab III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini menggunakan ala penelitian berupa perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu: a. Perangkat keras 1. Processor Intel Core
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Teknologi semakin hari semakin berkembang. Teknologi membantu orang untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari menjadi mudah dan efesien. Mikrokontroler salah satunya yaitu sebuah chip yang dipasangkan
Tujuan Perkuliahan. PENGANTAR RPL (Pert. 2 chapter 1 Pressman) Agenda. Definisi Software (Perangkat Lunak) Lunak) 23/09/2010
Tujuan Perkuliahan PENGANTAR RPL (Pert. 2 chapter 1 Pressman) Oleh : Sarwosri, S.Kom, M.T. Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. Memberikan gambaran tentang perangkat lunak, rekayasa perangkat lunak. Memberikan
RANCANGAN PEMBELAJARAN
RANCANGAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM SEMESTER: 4 KODE : KI091318 SKS: 4 JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA FTIF ITS PROGRAM : S1 DOSEN: KOMPETENSI UTAMA / TIU : untuk mengidentifikasi
REKAYASA PERANGKAT LUNAK 1
1 REKAYASA PERANGKAT LUNAK 1 PENDAHULUAN 2 DESKRIPSI MATA KULIAH Sifat : WAJIB Prasyarat : Struktur Data, Basis Data, IMK Bobot : 3 SKS 3 PENILAIAN 10% kehadiran (min. 80%) + 20% tugas/quiz + 30% uts +
Bab 1 PENDAHULUAN UKDW
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit merupakan masalah yang sangat penting bagi manusia yang harus diselesaikan dengan baik dan benar. Dalam hal ini adalah masalah penyakit pada ikan khususnya
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN DAN PENJUALAN BARANG DI PERUSAHAAN DAGANG DODOL JUWITA GARUT BERBASIS DEKSTOP
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN DAN PENJUALAN BARANG DI PERUSAHAAN DAGANG DODOL JUWITA GARUT BERBASIS DEKSTOP Bunyamin 1, Sri Rahayu 2, Anas Kariman 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi
Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika No. 2 Yogyakarta 1), 2),
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Peningkatan Nilai Recall dan Precision pada Penelusuran Informasi Pustaka Berbasis Semantik (Studi Kasus : Sistem Informasi
BAB III METODE PENELITIAN. Tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: keputusan tingkat kesehatan.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan, seperti tingkat kesehatan masyarakat baik
PENGEMBANGAN APLIKASI CONTROLLING TUGAS AKHIR BERBASIS WEB SISI KOORDINATOR, DAN PEMANGKU KEPUTUSAN
ISSN : 2302-7339 Vol. 13 No. 1 2016 PENGEMBANGAN APLIKASI CONTROLLING TUGAS AKHIR BERBASIS WEB SISI KOORDINATOR, DAN PEMANGKU KEPUTUSAN Ridwan Setiawan 1, Linda Hastuti Agustin Aslina 2 Jurnal Algoritma
APLIKASI PERMAINAN AMAZING PLACE BERBASIS WEB. Aqmarina Putri Dwayaza
APLIKASI PERMAINAN AMAZING PLACE BERBASIS WEB Aqmarina Putri Dwayaza 6301104162 Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Terapan [email protected] Abstrak Proyek akhir ini membahas tentang
Unified Modelling Language (UML)
Unified Modelling Language (UML) Tatik yuniati Abstrak Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah bahasa yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem
PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP
PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN SPAREPART DI BENGKEL ANUGRAH JAYA MOTOR BERBASIS DESKTOP Nugraha Setiadi 1, Ridwan Setiawan 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga
PERSYARATAN PRODUK. 1.1 Pendahuluan Latar Belakang Tujuan
BAB 1 PERSYARATAN PRODUK Bab ini membahas mengenai hal umum dari produk yang dibuat, meliputi tujuan, ruang lingkup proyek, perspektif produk, fungsi produk dan hal umum yang lainnya. 1.1 Pendahuluan Hal
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan mengenai dasar awal pada pembuatan laporan tugas akhir. Dasar awal tersebut terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan dilakukan
ALOKASI PEMBEBANAN UNIT PEMBANGKIT TERMAL DENGAN MEMPERHITUNGKAN RUGI-RUGI SALURAN TRANSMISI DENGAN ALGORITMA GENETIKA PADA SISTEM KELISTRIKAN BALI
ALOKASI PEMBEBANAN UNIT PEMBANGKIT TERMAL DENGAN MEMPERHITUNGKAN RUGI-RUGI SALURAN TRANSMISI DENGAN ALGORITMA GENETIKA PADA SISTEM KELISTRIKAN BALI TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan
REKAYASA PERANGKAT LUNAK MATERI TM 14
MATA KULIAH: REKAYASA PERANGKAT LUNAK MATERI TM 14 Konsep dan Teknik Pemeliharaan Perangkat Lunak Pemeliharaan Korektif, Adaptif, Perfektif, Prefentif Di susun oleh: NAMA : RAHMAT JAENURI NIM : 41814120237
