TINJAUAN PUSTAKA Polisakarida Mengandung Manan
|
|
|
- Vera Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 3 TINJAUAN PUSTAKA Polisakarida Mengandung Manan Hemiselulosa merupakan molekul heteropolimer yang bercabang-cabang. Umumnya, hemiselulosa merupakan struktur kimia kompleks yang disusun oleh gula pentosa (arabinosa, xylosa) dan heksosa (manosa, glukosa, galaktosa) pada rantai utamanya. Struktur bercabang memungkinkan hemiselulosa berada dalam bentuk amorfus yang lebih rentan terhadap hidrolisis. Manan adalah polisakarida tanaman yang merupakan polimer dari gula manosa yang merupakan salah satu penyusun hemisellulosa. Di alam manan banyak terdapat terutama sebagai bagian dari hemiselulosa dinding sel tumbuhan dan alga, juga tersimpan pada akar, endosperm biji dan umbi tanaman. Salah satu manan yang sangat umum adalah o-asetil-galaktoglukomanan yang terkandung hingga 25% berat kering dari kayu lunak (softwood). Namun, berbagai tipe polisakarida manan lainnya juga dijumpai pada berbagai tanaman yang berfungsi sebagai polisakarida struktural dan sebagai cadangan energi. Manan sebagai komponen hemiselulosa dikelompokkan menjadi 4 subfamili yaitu manan, glukomanan, galaktomanan, dan galaktoglukomanan (Hilge et al. 1998). Manan disusun oleh manosa, glukomanan tersusun dari manosa dan glukosa, galaktomanan tersusun dari manosa dan galaktosa, sedangkan galaktoglukomanan tersusun dari manosa, galaktosa, dan glukosa (Moreira & Filho 2008). Manan merupakan polisakarida hemiselulosa utama pada kelompok gimnosperma (kayu lunak), dan sebaliknya merupakan polisakarida hemiselulosa minor pada angiosperma. -1,4-manan yang tidak tersubstitusi, terdiri dari rantai utama residu -manopiranosa yang merupakan komponen struktur penting pada beberapa alga dan tanaman termasuk kopi. Dari sisi konformasi rantai individu polisakarida, -1,4-manan ini mirip dengan selulosa dan tidak larut dalam air. Manan dari kayu keras (hardwood) disusun oleh ikatan -1,4 manopiranosa dan glukopiranosa, sementara kayu lunak (softwood) terdiri dari dua tipe asetilasi galaktoglukomanan yang berbeda. Kedua tipe ini terdiri dari glukosa, manosa dan galaktosa dengan rasio 1:3:1 dan 1:4:1. Pada biji legum, galaktomanan larut dalam air merupakan karbohidrat cadangan utama (20% dari berat kering total). Galaktomanan ini memiliki -galaktosa yang berikatan dengan O-6 residu manosa dan juga mungkin memiliki beberapa residu -D-glukosa tergabung dalam rantai utama. Selanjutnya, residu manosa dapat diasetilasi pada posisi C-2 dan C-3. Struktur manan dapat dilihat pada Gambar 1.
2 4 (A) Manan (B) Galaktomanan (C) Glukomanan galaktosa (D) Galaktoglukomanan Gambar 1 Struktur heteromanan : (A) manan disusun oleh manosa dengan ikatan -1,4; (B) galaktomanan yang disusun oleh rantai utama manosa dan mempunyai rantai samping galaktosa yang dihubungkan oleh ikatan -1,4; (C) glukomanan disusun oleh glukosa dan manosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosida,1-4 dan (D) galaktoglukomanan yang disusun oleh rantai utama glukosa dan manosa serta mempunyai rantai samping galaktosa (Dhawan and Kaur. 2007). Galaktomanan Galaktomanan adalah polisakarida netral yang dijumpai sebagai material simpanan di dalam endosperm biji tanaman legum tertentu dan bungkil inti kelapa sawit (Jorgensen et al. 2010). Bungkil inti kelapa sawit mengandung 78% serat hemiselulosa dalam bentuk manan dan 12% dalam bentuk selulosa. Berbeda dengan manan tersubstitusi, galaktomanan larut dalam air dan mampu menyerap
3 5 air, sehingga memberikan fungsi menahan air untuk benih. Struktur kimia galaktomanan terdiri dari struktur utama linier -(1 4)D-manopiranosil, dan rantai sisi -(1 6) galaktopiranosil. Galaktomanan dapat dikenali berdasarkan rasio manosa/galaktosa, distribusi galaktosa dan berat molekulnya. Kelarutan dan viskositas galaktomanan dipengaruhi oleh rasio manosa/galaktosa yang mana bervariasi antara 1-5. Selanjutnya distribusi substituen dapat bervariasi yang mana juga mempengaruhi sifat fisik dari galaktomanan. Dua contoh galaktomanan yang sudah dikarakterisasi dengan baik dan diproduksi secara komersial adalah galaktomanan dari endosperm biji Ceratonia siliqua and Cyamopsis tetragonolobus, masingmasing dikenal dengan locust bean gum dan guar gum. Galaktomanan dari locust bean gum memiliki rasio manosa:galaktosa sekitar 5:1 dengan berat molekul , sedangkan guar gum galaktomanan memiliki rasio manosa:galaktosa sekitar 2:1 dengan berat molekul Galaktomanan ini memiliki sifat pembentuk gel yang kuat sehingga sering digunakan sebagai pengental, penstabil dan pelapis dalam industri makanan dan pakan, kosmetik, obat dan kertas (Hagglund 2002). Enzim Mananase dan Pemanfaatannya Mananase adalah enzim yang mampu menguraikan polisakarida manan dan heteromanan (galaktomanan, glukomanan, dan galaktoglukomanan) dengan memutuskan ikatan -1,4 glikosida. Ada dua tipe enzim mananase yang terlibat dalam penguraian manan, yaitu ekso-mananase dan endo- -mananase (Sae-Lee 2007). Enzim ekso-mananase atau -manosidase (1,4- -D-manopyranoside hydrolase) adalah enzim yang memotong ikatan -1,4 manosida dan melepaskan manosa dari bagian ujung yang tidak tereduksi dari suatu manan, heteromanan, atau mano-oligosakarida. Sebaliknya, endo- -mananase (1,4- -D-manan manohydrolase) adalah enzim yang memotong secara acak ikatan glikosida pada bagian tengah manan untuk menghasilkan mano-oligosakarida atau monosakarida (Gambar 2) (Moreira & Filho 2008). Enzim mananase ini ditemukan diantaranya pada Aspergillus niger, Aspergillus awamori, Aspergillus fumigatus, Aspergillus aculatus, Clostridium butyricum, Sclerotium rolfsii, Saccharomyces cereviceae, Streptomyces lividans, Bacillus subtilis, Bacteroides ovatus, Tricoderma reesei, Pichia pastoris (Dhawan & kaur 2007; Sae-Lee 2007; Moreira & Filho 2008). Penguraian manan sangat dipengaruhi oleh tingkat dan pola substitusi rantai utama dan jenis enzim mananase yang digunakan.
4 6 -manosidase -galaktosidase Gambar 2 Penguraian galaktomanan oleh enzim -manosidase dan - galaktosidase (Van Zyl et al. 2010). Pemanfaatan bakteri penghasil enzim mananase yang mampu menguraikan polisakarida kompleks jaringan tanaman menjadi molekul sederhana seperti mano-oligosakarida dan manosa memiliki peranan yang penting pada industri pulp dan kertas, pakan ternak, pangan dan industri deterjen (Dhawan & Kaur 2007). Pada industri pangan enzim mananase belum banyak dimanfaatkan. Saat ini enzim mananase telah ditemukan dari berbagai sumber seperti mikroba, tumbuhan dan hewan, namun yang paling umum dimanfaatkan adalah mananase yang berasal dari mikroba. Enzim mananase yang dihasilkan dari sumber yang berbeda memiliki karakteristik dan spesifisitas yang berbeda (Moreira & Filho 2008). Secara umum, enzim mananase menunjukkan aktivitas yang tinggi pada ph dan suhu o C. Stabilitas termal bervarisasi antara 10 menit hingga 8 jam pada suhu yang berbeda. Enzim mananase ini juga berbeda dalam hal parameter kinetik dan titik isoelektrik. Salah satu cara yang tepat untuk mempelajari mekanisme hidrolisis manan adalah dengan mengidentifikasi dan memonitor waktu pelepasan produk hidrolisis. Informasi yang berhubungan dengan mekanisme enzim pengurai manan dapat diperoleh dengan fraksionasi menggunakan kromatografi, identifikasi dengan standar yang sesuai menggunakan spektroskopi NMR dan kuantifikasi produk reaksi. Karena heterogenitas manan, kehadiran enzim pengurai manan dengan spesifisitas yang berbeda, menghasilkan produk hidrolisis yang berbeda. Misalnya, -manosidase yang berukuran 58 kda dan Streptomyces rolfsii menguraikan manotetraosa, manotriosa dan manobiosa menjadi manosa. Disisi lain, -mananase yang berukuran 42 kda menguraikan manotetraosa dan manotriosa menjadi manobiosa (Sachslehner 2000). -mananase yang berukuran 61 kda dari sumber yang sama menunjukkan tipe penguraian yang acak, dengan penurunan kekentalan larutan manan yang lebih lambat dibandingkan dengan - mananase yang berukuran 42 kda.
5 7 Pengembangan Oligosakarida dari Polisakarida Manan Oligosakarida merupakan kelompok polimer karbohidrat yang mendapat perhatian sebagai komponen pangan fungsional. Oligosakarida adalah sakarida yang memiliki derajat polimerisasi Secara struktur oligosakarida terdiri dari 2-10 residu monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida dan dapat diuraikan menjadi monosakarida dengan bantuan asam atau enzim tertentu. Oligo sakarida sebagai komponen pangan fungsional sangat potensial meningkatkan kualitas pangan. Oligosakarida dapat mempengaruhi sifat fisika-kimia dari makanan dan memiliki fungsi fisiologis seperti perbaikan pertumbuhan mikroflora bermanfaat bifidobacteria di dalam usus, meningkatkan penyerapan mineral, memperbaiki kadar gula dan kolesterol darah, dan sebagai anti-karsiogenisitas. Penelitian tentang produksi oligosakarida untuk pangan sudah dimulai sejak tahun 1970an di Jepang (Nakakuki 2002). Saat ini Jepang mendominasi penelitian dan produksi oligosakarida di dunia. Berbagai oligosakarida yang dihasilkan dan sifatnya disajikan pada Tabel 1 dan 2. Sebagian besar dari oligosakarida yang dihasilkan menggunakan bahan dasar pati, sukrosa dan laktosa, sedangkan oligosakarida yang berasal dari manan masih belum banyak dikembangkan. Penelitian tentang produksi oligosakarida dari manan (mano-oligosakarida) dan sifat fungsionalnya masih perlu dikembangkan. Mano-oligosakarida sudah diisolasi dari biji kopi dan ivory nut. Hasil penelitian sebelumnya pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa manooligosakarida dari biji kopi efektif untuk menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa mano-oligosakarida dari biji kopi masuk ke usus besar tanpa dicerna terlebih dahulu. Di usus besar, kemudian, mano-oligosakarida ini dicerna menjadi sakarida rantai pendek yang penting untuk pertumbuhan bakteri positif bagi kesehatan tubuh. Tabel 1 Berbagai oligosakarida. Bahan Dasar Pati sukrosa Laktosa Xylan, agar, mannan, kitin, kitosan. Sumber: Nakakuki 2002 Produk Malto-oligosakarida: maltosa, maltoheptaosa Isomalto-oligosakarida: isomaltosa, panosa, isomaltotrios Siklodextrin: - Siklodextrin, - Siklodextrin, - Siklodextrin Lain-lain: maltitol, gentio-oligosakarida, trehalosa, nigerosa. Glikosilsukrosa, frukto-oligosakarida, palatinosa (isomaltulosa), laktosukrosa, xylosukrosa, raffinosa, stachyosa, trehalulosa. Galakto-oligosakarida, laktosukrosa, laktulosa, laktiol Xylo-oligosakarida, agaro-oligosakarida, manooligosakarida, kitin/kitosan oligosakarida.
6 8 Pemanfaatan Oligosakarida Sebagai Pangan Fungsional Awalnya oligosakarida digolongkan sebagai anti nutrisi karena dapat menyebabkan timbulnya gas dalam perut (flatulensi). Contohnya adalah rafinosa, stakiosa dan verbaskosa yang terdapat dalam bahan pangan nabati seperti kacangkacangan (misalnya kedelai) dan beberapa jenis umbi-umbian (misalnya ubi jalar). Itu sebabnya mengapa pengolahan bahan-bahan pangan tersebut selalu mengupayakan penurunan kadar oligosakarida atau dihilangkan sama sekali. Akan tetapi penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa oligosakarida berguna karena dapat mencegah tumbuhnya bakteri yang merugikan dalam usus. Karena itu pandangan terdahulu terhadap senyawa tersebut menjadi berubah dan dalam proses pengolahan perlu diupayakan agar oligosakarida dapat dipertahankan. Di Jepang banyak industri yang memproduksi oligosakarida untuk dijual sebagai bahan pangan fungsional (functional food). Sifat sifat kimia fisika, biologi dari oligosakarida dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Sifat fungsional oligosakarida. Sifat fisika kimia Tingkat kemanisan, tingkat pahit, higroskopis, aktivitas air, stabilisasi bahan aktif (protein, warna, rasa). Sifat biologi Kecernaan, ketidakcernaan, non-kariogenisitas, antikariogenisitas, aksi bakteriostatik, perbanyakan selektif bifidobacteria, meningkatkan serum lipid dan gula darah. Sifat lain Substrat khusus enzim, inhibitor enzim, elisitor. Sumber: Nakakuki 2002 Oligosakarida seperti rafinosa, stakhiosa dan verbaskosa serta yang lainnya (laktulosa, galaktosil-sukrosa, galakosil-laktosa, dan xylo-oligosakarida), tidak dapat dicerna dalam usus karena manusia tidak mempunyai enzim-enzim untuk mencernanya. Akibatnya oligosakarida tersebut tidak dapat diserap usus. Tetapi oligosakarida akan difermentasi dan digunakan sebagai sumber energi oleh bakteri-bakteri yang terdapat dalam saluran pencernaan. Oligosakarida yang tidak dicerna dan diserap dalam usus kecil, akan difermentasi oleh bakteri-bakteri yang terdapat dalam usus besar, dan selanjutnya akan mengubah komposisi bakteri usus dimana bakteri yang menguntungkan yaitu bifidobacterium (bakteri bifidus) dan lactobacillus bertambah jumlahnya, sedangkan bakteri yang merugikan seperti clostridium, coliform, dan enterococci menurun jumlahnya. Keuntungan yang dapat diberikan oleh bakteri bifidus dari segi kesehatan dan gizi adalah : (1) mempertahankan keseimbangan mikroflora dalam usus agar tetap normal, (2) mempunyai aktivitas anti karsinogen, (3) menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah, (4) mensintesisi vitamin B kompleks, dan (5) meningkatkan penyerapan kalsium oleh usus (Muchtadi D 1996). Di Jepang saat ini terdapat sekitar 35 macam oligosakarida yang diproduksi industri dan telah diizinkan digunakan sebagai functional food, misalnya dicampurkan kedalam minuman ringan, cokelat, cookies, gum, permen dan lainlain dengan tujuan memperbaiki mikroflora usus, mencegah karies gigi, antidiabetes dan lainnya.
7 9 Produksi Oligosakarida Oligosakarida terdapat secara alami pada bermacam-macam bahan pangan nabati, namun pihak industri lebih tertarik memproduksi oligosakarida secara bioteknologi menggunakan enzim-enzim yang diisolasi dari bakteri dengan bahan dasar sukrosa, laktosa dan senyawa turunan dari pati. Dari degradasi polisakarida manan dapat diproduksi manosa, mano-oligosakarida, galaktosa dan glukosa. Perusahaan ajinomoto General foods berhasil mengembangkan paten untuk produk kopi dengan kandungan mano-oligosakarida yang merupakan turunan dari manan yang banyak terkandung pada ampas kopi (Toeda 2002). Manooligosakarida berhasil diidentifikasi sebagai fungsi prebiotik baru bagi mikroflora bakteri di dalam sistem pencernaan. Selain itu mano-oligosakarida diprediksi memiliki fungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan intensitas terikatnya bakteri pathogen seperti Salmonella enteriditis dan E.coli pada sel karena kemiripan strukturnya dengan sakarida yang ada dipermukaan sel makhluk hidup. Karbohidrat manan merupakan polisakarida yang spesifik banyak terdapat di Indonesia, terutama dari hasil samping industri kelapa sawit. Ada sekitar 2 juta ton bungkil inti kelapa sawit yang dihasilkan per tahun. Selain itu juga terdapat umbi porang yang sama sekali tidak dikonsumi oleh masyarakat kita. Budidaya umbi porang meningkat seiring dengan tingginya permintaan dari Jepang. Melihat kepentingan dan ketersediaan bahan material manan dan adanya koleksi isolat mikroba potensial lokal penghasil enzim mananase, diharapkan pada tahap awal dapat dilakukan analisis produksi mano-oligosakarida (Yopi et al. 2007).
KARBOHIDRAT DALAM BAHAN MAKANAN
KARBOHIDRAT KARBOHIDRAT DALAM BAHAN MAKANAN Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah yang salah satunya disebabkan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tongkol jagung merupakan limbah tanaman yang setelah diambil bijinya tongkol jagung tersebut umumnya dibuang begitu saja, sehingga hanya akan meningkatkan jumlah
BIOKIMIA Kuliah 1 KARBOHIDRAT
BIOKIMIA Kuliah 1 KARBOHIDRAT 1 Karbohidrat Karbohidrat adalah biomolekul yang paling banyak terdapat di alam. Setiap tahunnya diperkirakan kira-kira 100 milyar ton CO2 dan H2O diubah kedalam molekul selulosa
15... Stand ar Amilase Nilai Aktifitas Enzim Amilase Anali sis Statistik Aktifitas Enzim Amilase... 50
15... Stand ar Amilase... 48 16... Nilai Aktifitas Enzim Amilase... 49 17... Anali sis Statistik Aktifitas Enzim Amilase... 50 18... Hasil Analisa Total Koloni Kapang, Jamur, Bakteri... 53 19... Doku mentasi
PENGARUH LAMA FERMENTASI Saccharomyces cereviceae TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poiret)
PENGARUH LAMA FERMENTASI Saccharomyces cereviceae TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Poiret) Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Semua karbohidrat berasal dari tumbuhtumbuhan
KARBOHIDRAT Semua karbohidrat berasal dari tumbuhtumbuhan 6 CO2 + 6 H2O Sinar matahari C 6H12O6 +6 O2 klorofil Fungsi Sumber energi Pemberian rasa manis pada makanan Penghemat protein Pengatur metabolisme
KARBOHIDRAT. Pendahuluan. Pertemuan ke : 3 Mata Kuliah : Kimia Makanan / BG 126
Pertemuan ke : 3 Mata Kuliah : Kimia Makanan / BG 126 Program Studi : Pendidikan Tata Boga Pokok Bahasan : Karbohidrat Sub Pokok Bahasan : 1. Pengertian karbohidrat : hasil dari fotosintesis CO 2 dengan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Gambar 2 menunjukkan adanya penambahan biomass dari masing-masing ikan uji. Biomass rata-rata awal ikan uji perlakuan A (0 ml/kg) adalah sebesar 46,9 g sedangkan pada
BAB I PENDAHULUAN. iles dan merupakan tanaman lokal Indonesia yang banyak tumbuh di hutan. Porang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Porang (Amorphophallus oncophyllus) termasuk salah satu jenis tanaman iles iles dan merupakan tanaman lokal Indonesia yang banyak tumbuh di hutan. Porang
bermanfaat bagi kesehatan manusia. Di dalam es krim yoghurt dapat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Badan Standarisasi Nasional (1995), es krim adalah jenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau dari campuran susu, lemak hewani
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Saliva yang terbentuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saliva adalah cairan oral kompleks yang terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Saliva yang terbentuk di rongga
BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO) sehat adalah suatu keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO) sehat adalah suatu keadaan sejahtera yang meliput fisik, mental,dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
Hasil. rumen domba. efektivitas. cairan Aktifitas enzim (UI/ml/menit) , Protease. Enzim
22 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Efektivitas Cairan Rumen Domba Penelitian Tahap 1 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui volume enzim cairan rumen domba dan lama waktu inkubasi yang tepat untuk penurunan
PRODUKSI ENZIM MANANASE
LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI MOLEKULAR PRODUKSI ENZIM MANANASE KHAIRUL ANAM P051090031/BTK BIOTEKNOLOGI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 PRODUKSI ENZIM MANANASE Pendahuluan Indonesia mempunyai
TINJAUAN PUSTAKA. dalam meningkatkan ketersediaan bahan baku penyusun ransum. Limbah
TINJAUAN PUSTAKA Ampas Sagu Pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan ternak merupakan alternatif dalam meningkatkan ketersediaan bahan baku penyusun ransum. Limbah mempunyai proporsi pemanfaatan yang besar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gaplek (Manihot esculenta Crantz) Gaplek (Manihot Esculenta Crantz) merupakan tanaman perdu. Gaplek berasal dari benua Amerika, tepatnya dari Brasil. Penyebarannya hampir
A. Senyawa organik sintesis
A. Senyawa organik sintesis Paham lama : senyawa dalam jasad hidup berbeda dengan senyawa lain karena adanya semacam gaya gaib (vital force), para ahli kimia tidak mencoba membuat senyawa organik di laboratorium.
I. PENDAHULUAN. Ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang dapat digunakan sebagai pengganti
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok karena mengandung karbohidrat sebesar 27,9 g yang dapat menghasilkan kalori sebesar
KARBOHIDRAT. Karbohidrat berasal dari kata karbon (C) dan hidrat atau air (H 2 O). Rumus umum karborhidrat dikenal : (CH 2 O)n
KARBOHIDRAT Dr. Ai Nurhayati, M.Si. Februari 2010 Karbohidrat berasal dari kata karbon (C) dan hidrat atau air (H 2 O). Rumus umum karborhidrat dikenal : (CH 2 O)n Karbohidrat meliputi sebagian zat-zat
KARBOHIDRAT PROTEIN LEMAK KIMIA KESEHATAN KELAS XII SEMESTER 5
KARBOHIDRAT PROTEIN LEMAK n KIMIA KESEHATAN KELAS XII SEMESTER 5 SK dan KD Standar Kompetensi Menjelaskan sistem klasifikasi dan kegunaan makromolekul (karbohidrat, lipid, protein) Kompetensi Dasar Menjelaskan
PENDAHULUAN. Permen jelly merupakan makanan semi basah yang biasanya terbuat dari
PENDAHULUAN Latar Belakang Permen jelly merupakan makanan semi basah yang biasanya terbuat dari campuran sari buah dan air dengan penambahan bahan pembentuk gel yang dapat membuat teksturnya menjadi kenyal.
Gambar 2 Penurunan viskositas intrinsik kitosan setelah hidrolisis dengan papain.
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh konsentrasi papain terhadap hidrolisis kitosan Pengaruh papain dalam menghidrolisis kitosan dapat dipelajari secara viskometri. Metode viskometri merupakan salah satu
PENGARUH LAMA FERMENTASI Rhizopus oligosporus TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas)
PENGARUH LAMA FERMENTASI Rhizopus oligosporus TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas) Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah
HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Umum Penelitian. Tabel 3. Pertumbuhan Aspergillus niger pada substrat wheat bran selama fermentasi Hari Fermentasi
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian Selama fermentasi berlangsung terjadi perubahan terhadap komposisi kimia substrat yaitu asam amino, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral, selain itu juga
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara kepulauan, umumnya daerah sepanjang pesisir pantai di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai negara kepulauan, umumnya daerah sepanjang pesisir pantai di Indonesia banyak ditumbuhi pohon kelapa. Kelapa memberikan banyak hasil misalnya kopra yang
POLISAKARIDA. Shinta Rosalia Dewi
POLISAKARIDA Shinta Rosalia Dewi Polisakarida : polimer hasil polimerisasi dari monosakarida yang berikatan glikosidik Ikatan glikosidik rantai lurus dan rantai bercabang Polisakarida terbagi 2 : Homopolisakarida
I. PENDAHULUAN. Bioetanol merupakan suatu bentuk energi alternatif, karena dapat. mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak dan sekaligus
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bioetanol merupakan suatu bentuk energi alternatif, karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak dan sekaligus pemasok energi nasional. Bioetanol
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA HIDROLISIS AMILUM (PATI)
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA HIDROLISIS AMILUM (PATI) Di Susun Oleh : Nama praktikan : Ainutajriani Nim : 14 3145 453 048 Kelas Kelompok : 1B : IV Dosen Pembimbing : Sulfiani, S.Si PROGRAM STUDI DIII ANALIS
BAB I PENDAHULUAN. Bioetanol merupakan salah satu alternatif energi pengganti minyak bumi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bioetanol merupakan salah satu alternatif energi pengganti minyak bumi yang ramah lingkungan. Selain dapat mengurangi polusi, penggunaan bioetanol juga dapat menghemat
HASIL DAN PEMBAHASAN
46 HASIL DAN PEMBAHASAN Komponen Non Struktural Sifat Kimia Bahan Baku Kelarutan dalam air dingin dinyatakan dalam banyaknya komponen yang larut di dalamnya, yang meliputi garam anorganik, gula, gum, pektin,
1. PENDAHULUAN. kelapa sawit terbesar di dunia. Luas perkebunan sawit di Indonesia dari tahun ke
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bungkil inti sawit (BIS) merupakan salah satu hasil samping agroindustri dari pembuatan minyak inti sawit. Perkebunan sawit berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk
I. PENDAHULUAN. Diversifikasi produk olahan kelapa yang cukup potensial salah satunya adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar belakang dan Masalah Diversifikasi produk olahan kelapa yang cukup potensial salah satunya adalah pengembangan santan menjadi minuman susu kelapa. Santan kelapa sebagai bahan baku
PENDAHULUAN. sebagai penghasil telur dan daging sehingga banyak dibudidayakan oleh
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ayam kampung merupakan salah satu jenis unggas lokal yang berpotensi sebagai penghasil telur dan daging sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat terutama yang bertempat
I. PENDAHULUAN. Yogurt adalah bahan makanan yang terbuat dari susu yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yogurt adalah bahan makanan yang terbuat dari susu yang difermentasikan oleh bakteri asam laktat. Yogurt mempunyai rasa yang unik yaitu mempunyai rasa asam dan memiliki
I. PENDAHULUAN. pemecahan masalah biaya tinggi pada industri peternakan. Kelayakan limbah pertanian
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak merupakan salah satu cara pemecahan masalah biaya tinggi pada industri peternakan. Kelayakan limbah pertanian dijadikan
1 Kontrol (S0K) 50, , , ,285 93, , Inokulum (S1I) 21, , , , ,752 2.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Asam Lemak Bebas Rantai Pendek 3.1.1. Profil Asam Lemak Rantai Pendek (Short-Chain Fatty Acid/SCFA) Tabel 2. Profil analisis kandungan asam lemak rantai pendek/short chain
BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan adalah produk fermentasi berbasis susu. Menurut Bahar (2008 :
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konsumsi produk pangan hasil fermentasi semakin meningkat seiring berkembangnya bioteknologi. Produk-produk fermentasi dapat berbahan dari produk hewani maupun
KARBOHIDRAT PROTEIN LEMAK
KARBOHIDRAT PROTEIN LEMAK Kimia SMK KELAS XII SEMESTER 2 SMKN 7 BANDUNG SK DAN KD Standar Kompetensi Menjelaskan sistem klasifikasi dan kegunaan makromolekul (karbohidrat, lipid, protein) Kompetensi Dasar
I. PENDAHULUAN. menurun. Penurunan produksi BBM ini akibat bahan bakunya yaitu minyak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada masa sekarang produksi bahan bakar minyak (BBM) semakin menurun. Penurunan produksi BBM ini akibat bahan bakunya yaitu minyak mentah nasional menipis produksinya.
BIOKIMIA Kuliah 2 KARBOHIDRAT
BIOKIMIA Kuliah 2 KARBOHIDRAT 1 2 . 3 . 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biokimia Kuliah 2 POLISAKARIDA 17 POLISAKARIDA Sebagian besar karbohidrat dalam bentuk polisakarida. Suatu polisakarida berbeda
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Onggok Sebelum Pretreatment Onggok yang digunakan dalam penelitian ini, didapatkan langsung dari pabrik tepung tapioka di daerah Tanah Baru, kota Bogor. Onggok
BAB I PENDAHULUAN. Potensi kelapa sawit di Indonesia cukup besar, data tahun1999 menunjukkan
11 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) dari famili Arecaceae merupakan salah satu sumber minyak nabati, dan merupakan primadona bagi komoditi perkebunan. Potensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ditumbuhkan dalam substrat. Starter merupakan populasi mikroba dalam jumlah
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Fermentasi Fermentasi merupakan suatu proses perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme (Suprihatin, 2010). Proses
I. PENDAHULUAN. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu hasil pertanian yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi, sumber vitamin (A, C,
KIMIA. Sesi BIOMOLEKUL L KARBOHIDRAT A. PENGGOLONGAN
KIMIA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 21 Sesi NGAN BIOMOLEKUL L KARBOHIDRAT Karbohidrat adalah kelompok senyawa aldehid dan keton terpolihidroksilasi yang tersusun dari atom C, H, dan O. Karbohidrat
I. PENDAHULUAN. Persediaan bahan bakar fosil yang bersifat unrenewable saat ini semakin
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persediaan bahan bakar fosil yang bersifat unrenewable saat ini semakin menipis seiring dengan meningkatnya eksploitasi manusia untuk pemenuhan kebutuhan akan bahan bakar
DISAKARIDA. - Suatu senyawa yang bila dihirolisa menghasilkan dua monosakarida :
DISAKARIDA Disakarida : - Suatu senyawa yang bila dihirolisa menghasilkan dua monosakarida : Sukrosa : glukosa + fruktosa Laktosa : Glukosa + galaktosa Maltosa : 2 glukosa Selobiosa : 2 glukosa - Kedua
KARBOHIDRAT DALAM PAKAN KUCING
KARBOHIDRAT DALAM PAKAN KUCING (06 Jul 2017) Karbohidrat dalam Pakan Kucing Apa yang dimaksud dengan Karbohidrat? Karbohidrat merupakan golongan senyawa organik yang terdiri dariunsur Carbon (C), Hidrogen
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di Indonesia produk pangan hasil fermentasi semakin meningkat seiring berkembangnya bioteknologi. Hasil olahan fermentasi yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, permintaan masyarakat terhadap produk pangan fungsional semakin meningkat. Global Industry Analysis memprediksi pertumbuhan produk pangan fungsional mencapai
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Produk pertanian yang melimpah menyediakan limbah hasil pertanian yang melimpah pula. Umumnya limbah hasil pertanian ini masih mengandung sejumlah nutrien,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Biskuit merupakan makanan kecil (snack) yang termasuk ke dalam kue kering dengan kadar air rendah, berukuran kecil, dan manis. Dalam pembuatan biskuit digunakan bahan
TINJAUAN PUSTAKA. nabati seperti bungkil kedelai, tepung jagung, tepung biji kapuk, tepung eceng
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Ikan Nila BEST Ikan nila adalah ikan omnivora yang cenderung herbivora sehingga lebih mudah beradaptasi dengan jenis pakan yang dicampur dengan sumber bahan nabati seperti
PENENTUAN AKTIVITAS ENZIM MANANASE DARI BERBAGAI MIKROORGANISME DI INDONESIA DAN PERANANNYA DALAM BIDANG PANGAN: KAJIAN PUSTAKA
AGROINTEK Volume 11, No. 1 Maret 2017 14 PENENTUAN AKTIVITAS ENZIM MANANASE DARI BERBAGAI MIKROORGANISME DI INDONESIA DAN PERANANNYA DALAM BIDANG PANGAN: KAJIAN PUSTAKA Hermawan Seftiono Program Studi
Sejumlah zat gizi wajib dicantumkan dalam Informasi Nilai Gizi berkenaan dengan beberapa kondisi berikut :
Sejumlah zat gizi wajib dicantumkan dalam Informasi Nilai Gizi berkenaan dengan beberapa kondisi berikut : a. Produk pangan mengandung zat gizi tersebut dalam jumlah tertentu, atau b. Zat gizi tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara produsen kelapa utama di dunia. Hampir semua daerah di Indonesia dapat dijumpai tanaman kelapa. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang
PERTEMUAN 2 PERCOBAAN KARBOHIDRAT TUGAS PRAKTIKUM : MENGIDENTIKASI LARUTAN SAMPEL, APAKAH TERMASUK MONO, DI ATAU POLISAKARIDA DAN APA JENISNYA.
PERTEMUAN 2 PERCOBAAN KARBOHIDRAT TUGAS PRAKTIKUM : MENGIDENTIKASI LARUTAN SAMPEL, APAKAH TERMASUK MONO, DI ATAU POLISAKARIDA DAN APA JENISNYA. PENDAHULUAN Karbohidrat disebut juga sakarida. Karbohidrat
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Hasil analisis proksimat bahan uji sebelum dan sesudah diinkubasi disajikan pada Tabel 2. Hasil analisis proksimat pakan uji ditunjukkan pada Tabel 3. Sementara kecernaan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pupuk Organik Cair Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan sebagian unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Peran pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman
KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA POHON (Manihot utilissima Pohl) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA
KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA POHON (Manihot utilissima Pohl) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA SKRIPSI Untuk Memenuhui sebagian persyaratan Guna mencapai
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumber energi berbasis fosil (bahan bakar minyak) di Indonesia diperkirakan hanya cukup untuk 23 tahun lagi dengan cadangan yang ada sekitar 9.1 milyar barel (ESDM 2006),
Disaccharides 14/04/2014 OLIGOSAKARIDA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL. Gula Sederhana. Klasifikasi Karbohidrat
Klasifikasi Karbohidrat OLIGOSAKARIDA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis oligosakarida, sifat-sifatnya, manfaatnya bagi kesehatan serta pemanfaatannya
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. baik oleh industri atau rumah tangga, sedangkan kapasitas produksi tepung terigu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki konsumsi yang besar terhadap produk tepung terigu baik oleh industri atau rumah tangga, sedangkan kapasitas produksi tepung terigu nasional masih belum
I. PENDAHULUAN. nilai gizi yang sempurna ini merupakan medium yang sangat baik bagi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Susu merupakan bahan makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi. Hampir semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita terdapat dalam susu. Susunan nilai gizi yang sempurna ini
TINJAUAN PUSTAKA. Onggok merupakan limbah dari industri tapioka yang berbentuk padatan yang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Onggok Onggok merupakan limbah dari industri tapioka yang berbentuk padatan yang diperoleh pada proses ekstraksi. Pada proses ekstraksi ini diperoleh suspensi pati sebagai filtratnya
PENGARUH LAMA FERMENTASI Rhizopus oligosporus TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG TEMPE KEDELAI (Glycine max)
PENGARUH LAMA FERMENTASI Rhizopus oligosporus TERHADAP KADAR OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG TEMPE KEDELAI (Glycine max) Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1
PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP GIZI TELUR
PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP GIZI TELUR Sri Anggraeni Zainuddin Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin Makassar Jl. Sahabat 01 Unhas Tamalanrea E-mail:[email protected] ABSTRAK Tujuan penulisan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Yogurt adalah pangan fungsional yang menarik minat banyak masyarakat untuk mengkonsumsi dan mengembangkannya. Yogurt yang saat ini banyak dikembangkan berbahan dasar
PENDAHULUAN. absorpsi produk pencernaan. Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usus halus merupakan organ utama tempat berlangsungnya pencernaan dan absorpsi produk pencernaan. Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat banyak villi. Pada permukaan
Proses Pembuatan Madu
MADU PBA_MNH Madu cairan alami, umumnya berasa manis, dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (floral nektar); atau bagian lain dari tanaman (ekstra floral nektar); atau ekskresi serangga cairan
Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi) Ditulis pada September 27, 2012
Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi) Ditulis pada September 27, 2012 Sel disusun oleh berbagai senyawa kimia, seperti karbohidrat, protein,lemak, asam nukleat dan berbagai senyawa atau unsur anorganik.
I. PENDAHULUAN. membuat kita perlu mencari bahan ransum alternatif yang tersedia secara
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ayam broiler merupakan salah satu ternak yang penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Ransum merupakan faktor yang penting dalam peningkatan produksi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya status ekonomi masyarakat dan banyaknya iklan produk-produk pangan menyebabkan perubahan pola konsumsi pangan seseorang. Salah satunya jenis komoditas pangan
KONSEP DASAR ILMU GIZI. Rizqie Auliana, M.Kes
KONSEP DASAR ILMU GIZI Rizqie Auliana, M.Kes [email protected] DEFINISI Ilmu yg mempelajari segala sesuatu ttg makanan dalam hubungannya dg kesehatan optimal. Kata gizi berasal dari bhs Arab ghizda
SERAT MAKANAN OLEH : TENSISKA NIP :
SERAT MAKANAN OLEH : TENSISKA NIP :132 086 635 JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2008 I. PENDAHULUAN Dua dasa warsa terakhir ini baru terungkap
I. PENDAHULUAN. itu, diperlukan upaya peningkatan produksi etanol secara besar-besaran
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) saat ini meningkat. Bahan bakar fosil tersebut suatu saat dapat habis karena eksploitasi terus menerus dan tidak dapat diperbaharui.
BAB I PENDAHULUAN. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia ke arah peningkatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia ke arah peningkatan kecerdasan dan produktivitas kerja merupakan salah satu sasaran pembangunan di Indonesia. Salah satu
STUDI PEMBUATAN GUM XANTHAN DARI AMPAS TAHU. MENGGUNAKAN Xanthomonas campestris (KAJIAN KONSENTRASI KULTUR DAN PENAMBAHAN GULA) SKRIPSI
STUDI PEMBUATAN GUM XANTHAN DARI AMPAS TAHU MENGGUNAKAN Xanthomonas campestris (KAJIAN KONSENTRASI KULTUR DAN PENAMBAHAN GULA) SKRIPSI Oleh : Asri Maulina NPM : 103301009 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
BAB I PENDAHULUAN Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Yogurt merupakan produk semi solid yang dibuat dari susu standarisasi dengan penambahan aktivitas simbiosis bakteri asam laktat (BAL), yaitu Streptococcous thermophilus
PRODUKSI GULA REDUKSI DARI BAGASSE TEBU MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK MENGGUNAKAN CRUDE ENZYME SELULASE DAN XYLANASE
PRODUKSI GULA REDUKSI DARI BAGASSE TEBU MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK MENGGUNAKAN CRUDE ENZYME SELULASE DAN XYLANASE Penyusun: Charlin Inova Sitasari (2310 100 076) Yunus Imam Prasetyo (2310 100 092) Dosen
5.1 Total Bakteri Probiotik
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Total Bakteri Probiotik Berdasarkan hasil pengamatan (Lampiran 3) menunjukkan bahwa perlakuan penambahan bakteri L. acidophilus pada perbandingan tepung bonggol pisang batu
TINJAUAN PUSTAKA. Manan
5 TINJAUAN PUSTAKA Manan Manan merupakan senyawa hemiselulosa yang terdapat di alam dan merupakan polisakarida kedua yang sangat melimpah setelah selulosa. Manan dapat diklasifikasikan menjadi macam tipe
I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia. Sekitar 30 % ubi kayu dihasilkan di Lampung. Produksi tanaman ubi kayu di Lampung terus meningkat
II. TINJAUAN PUSTAKA. banyak jumlahnya. Menurut Basse (2000) jumlah kulit pisang adalah 1/3 dari
8 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kulit Pisang Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Menurut Basse (2000) jumlah kulit pisang adalah 1/3 dari buah pisang yang belum
PENGARUH PERENDAMAN DALAM LARUTAN GULA TERHADAP PERSENTASE OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine max)
PENGARUH PERENDAMAN DALAM LARUTAN GULA TERHADAP PERSENTASE OLIGOSAKARIDA DAN SIFAT SENSORIK TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine max) Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1
Madu tidak hanya bermanfaat dalam bidang pangan, tapi juga bermanfaat dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Karena kandungan madu yang kaya akan
Bab I Pendahuluan Sejak zaman dahulu, madu telah menjadi produk penting yang digunakan oleh berbagai suku bangsa sebagai bagian dari bahan makanan dan minuman [1]. Madu merupakan suatu cairan manis dan
BAB I PENDAHULUAN. juga non-pangan. Enzim yang penting dan sering dimanfaatkan di dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Salah satu industri pangan yang sangat berkembang adalah industri yang memanfaatkan enzim dalam proses pengolahannya. Pemanfaatan enzim tidak hanya dikembangkan secara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Jagung digunakan sebagai salah satu makanan pokok di berbagai daerah di Indonesia sebagai tumbuhan yang kaya akan karbohidrat. Potensi jagung telah banyak dikembangkan menjadi berbagai
PENDAHULUAN. Sumber utama karbohidrat, diantaranya adalah serealia (contoh gandum, jagung,
18 PENDAHULUAN Latar Belakang Karbohidrat merupakan senyawa organik yang jumlahnya paling banyak dan bervariasi dibandingkan dengan senyawa organik lainnya yang terdapat di alam. Sumber utama karbohidrat,
I. PENDAHULUAN. (Dendrocalamus asper) dan bambu legi (Gigantochloa ater). Keunggulan dari
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rebung merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di masyarakat. Rebung pada pemanfaatannya biasa digunakan dalam kuliner atau makanan tradisional masyarakat
I. PENDAHULUAN. zat kimia lain seperti etanol, aseton, dan asam-asam organik sehingga. memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi (Gunam et al., 2004).
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Enzim merupakan senyawa protein yang disintesis di dalam sel secara biokimiawi. Salah satu jenis enzim yang memiliki peranan penting adalah enzim selulase. Enzim selulase
TOKSIKOLOGI PAKAN TERNAK
TOKSIKOLOGI PAKAN TERNAK PB MG III: ANTINUTRISI POLISAKARIDA BUKAN PATI (NON STARCH POLYSACCHARIDES, NSP) OLEH: Catootjie L. Nalle, Ph.D. Politani Negeri Kupang DEFINISI SERAT BAHAN PAKAN Trowell (1974):
I. PENDAHULUAN. hasil produksi pengembangan ayam broiler akan semakin tinggi.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peternakan di Indonesia dewasa ini sudah berkembang sangat pesat, seiring dengan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya kebutuhan gizi terutama protein yang berasal
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu produk olahan susu di Indonesia yang berkembang pesat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu produk olahan susu di Indonesia yang berkembang pesat adalah es krim. Produk ini banyak digemari masyarakat, mulai dari anak anak hingga dewasa karena rasanya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Serat Di Indonesia sayur cukup mudah diperoleh, petani pada umumnya menanam guna mencukupi kebutuhan keluarga. Pemerintah juga berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan
I. PENDAHULUAN. pengepresan (Abbas et al., 1985). Onggok yang dihasilkan dari proses pembuatan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Industri tapioka merupakan salah satu industri yang cukup banyak menghasilkan limbah padat berupa onggok. Onggok adalah limbah yang dihasilkan pada poses pengolahan
