BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hendra Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Sukabumi. Penelitian berlangsung pada bulan Juli sampai dengan September 0. Hasil data dikumpulkan mulai dari bulan Agustus sampai dengan September 0.. Metode Penelitian dan Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner (daftar pertanyaan). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Metode tersebut dapat digunakan jika narasumber atau responden yang diwawancarai adalah orang yang ahli atau berkecimpung dalam suatu bidang, sebagai contoh penelitian tentang makanan maka sumber datanya atau narasumbernya ialah orang yang ahli makanan (Sugiyono 00). Metode purposive sampling atau judgement, dimana penentuan sampel didapat dari pertimbangan pewawancara, dengan catatan bahwa responden yang diwawancarai ialah orang yang ahli atau berkecimpung dibidang penelitian yang sedang diteliti atau responden tersebut telat memenuhi kriteriakriteria yang telah ditentukan oleh pewawancara (Fauzi 00).. Jenis Data Sumber data yang digunakan dalam penelitan ini adalah data primer dan data sekunder (Tabel ). Menurut Irwandi (00) dalam Yuliriane (0), data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau alat pengambil data sebagai sumber informasi berupa wawancara, kuesioner, atau observasi. Data sekunder diperoleh dengan studi kepustakaan dari instansi terkait. 8
2 9 Data primer diperoleh dari responden dalam hal ini rumah tangga nelayan yang terlibat langsung dengan kegiatan rumah tangga nelayan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perikanan, dan bukubuku yang relevan dengan penelitian. Tabel. Data primer dan data sekunder penelitian Jenis Data Data Sumber Sekunder Data Jumlah Nelayan Jenis dan Jumlah Kapal / Alat Tangkap Produksi Harga Ikan Balai Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu Primer Sosio Demografi Pola Usaha / Data Ekonomi Nelayan Pola Pengeluaran Tabungan Hutang Nelayan dan Anggota Keluarga Nelayan (Istri, Anak, dan Anggota keluarga lainnya).4 Metode Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif bertujuan untuk menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan situasi yang terjadi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta serta hubungan antar variabel untuk mendapatkan kebenaran, sedangkan metode kuantitatif bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan variabel, dan fenomenafenomena yang terjadi saat sekarang dan menyajikan apa adanya (Sugiono 00). Adapun kriteriakriteria yang harus dianalisis dalam penelitian ini dijelaskan pada sub bab berikutnya..4. Analisis Bagi Hasil Nelayan Rumpon Analisis bagi hasil dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang didapat oleh nelayan rumpon di Palabuhanratu. Sistem bagi hasil nelayan rumpon yang ada di PPN Palabuhanratu yaitu dengan cara menghitung nilai produksi dikurangi biaya operasi, perbekalan, ongkos lelang, dan biaya iuran.
3 0 Bagi hasil yang dimaksud adalah cara pembagian hasil bersih (penggarap : pemilik) dari masingmasing nelayan rumpon yang berkisar antara 50% : 50% sampai 50% : 75%..4. Analisis Pendapatan Rumah Tangga Buruh Nelayan Rumpon Pendapatan rumah tangga berasal dari tiga sumber, yaitu suami, istri dan sumber lainnya. Menurut Mardiana (004), pendapatan rumah tangga dapat dihitung dengan: TPRN = PN + PAN + PIN Dimana : TPRN = Pendapatan rumah tangga PN = Pendapatan suami PAN = Pendapatan istri PIN = Pendapatan sumber lain Berdasarkan konsep garis kemiskinan menurut Sajogyo (997), mengukur kemiskinan didasarkan jumlah rupiah pengeluaran rumah tangga yang disertakan dengan jumlah kilogram beras per orang pertahun, dibagi wilayah pedesaan dan perkotaan. Berdasarkan wilayahnya, yaitu: A. Wilayah Pedesaan :. Miskin : < 0 kg. Miskin Sekali : < 40 kg. Paling Miskin : < 80 kg B. Wilayah Perkotaan :. Miskin : < 480 kg. Miskin Sekali : < 80 kg. Paling Miskin : < 40 kg.4. Analisis Pengeluaran Keluarga Pengeluaran Rumah Tangga yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan hidup dalam jangka waktu satu tahun yang terdiri
4 dari pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran untuk bukan makanan. Total pengeluaran rumah tangga dapat dirumuskan sebagai berikut : Ct = C + C Dimana : Ct = Total pengeluaran rumah tangga (Rp/Tahun) C = Pengeluaran untuk makanan (Rp/Tahun) C = Pengeluaran untuk non makanan (Rp/Tahun) C= c + c + c + c4 + c5 + c6 + c7 + c8 c = Pengeluaran untuk perumahan, bahan bakar, penerangan dan komunikasi c = Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa c = Pengeluaran untuk pendidikan c4 = Pengeluaran untuk kesehatan c5 = Pengeluaran untuk pakaian dan alas kaki c6 = Pengeluaran untuk barangbarang tahan lama c7 = Pengeluaran untuk rekreasi c8 = Pengeluaran untuk pengeluaran lainlain Berdasarkan pada kriteria kemiskinan menurut Direktorat Tata Guna Tanah yang didasarkan pada kebutuhan Sembilan bahan pokok dalam setahun, yaitu 00 kg beras, 5 kg ikan asin, 6 kg gula pasir, 6 kg minyak goreng, 9kg garam, 60 L minyak tanah, 0 batang sabun, 4 m tekstil kasar, m batik kasar. Penggunaan Sembilan bahan pokok dalam pengukuran tingkat konsumsi rumah tangga didasarkan pada kebutuhan pangan dan non pangan dari masyarakat (Sajogyo 997)..4.4 Nilai Tukar Nelayan (NTN) Konsep nilai tukar nelayan yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN), yang pada dasarnya merupakan indikator
5 untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan. NTN dapat dirumuskan sebagai berikut : NTN = Yt/Et Yt = YFt + YNFt Et = EFt + EKt Dimana : YFt = Total penerimaan nelayan dari usaha perikanan YNFt = Total penerimaan nelayan dari non perikanan EFt = Total pengeluaran nelayan untuk usaha perikanan Et = Total pengeluaran keluarga nelayan periode t EKt = Total pengeluaran nelayan untuk konsumsi keluarga nelayan t = Periode waktu (bulan, tahun, dll).4.5 Analisis Tingkat Kesejahteraan Pada penelitian ini, pengukuran tingkat kesejahteraan mengacu pada sebelas kriteria BPS dalam SUSENAS 00 yang dimodifikasi. Modifikasi dilakukan dengan memasukan kriteria kemiskinan Sajogyo pada indikator pendapatan rumah tangga dan kriteria kemiskinan Direktorat Jendral Tata Guna Tanah pada indikator konsumsi rumah tangga. Keterangan lebih lengkap mengenai indikator kesejahteraan berdasarkan kriteria BPS yang sudah di modifikasi dapat dilihat pada Tabel.
6 Tingkat Kesejahteraan diukur berdasarkan kriteria yang digunakan Biro Pusat Statistik (BPS) dalam SUSENAS 99 yaitu sebelas indikator kesejahteraan. Secara umum tingkat kesejahteraan dapat dirumuskan sebagai berikut : TK= I+ I +I+ I4 +I5 + I6 + I7 + I8 + I9+ I0 + I Dimana: TK = Tingkat Kesejahteraan I = Pendapatan rumah tangga I = Konsumsi/pengeluaran rumah tangga I = Keadaan tempat tinggal I4 = Fasilitas tempat tinggal I5 = Kesehatan anggota rumah tangga I6 = Kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan I7 = Kemudahan memasukan anak ke jenjang pendidikan I8 = Kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi I9 = Kehidupan beragama I0 = Rasa aman dari tindakan kejahatan I = Kemudahan dalam melakukan olah raga Apabila tingkat kesebelas indikator kesejahteraan tersebut setiap indikatornya memiliki skor tertinggi, maka jumlah total skor adalah 5. Nilai ini merupakan jumlah skor tertinggi (Tabel ). Jika kesebelas indikator memiliki nilai terendah untuk masingmasing indikator, maka jumlah total skor adalah yang merupakan jumlah skor terendah. Range score diperoleh dengan mengurangkan jumlah skor tertinggi dari sebelas indikator kesejahteraan (5) dengan skor terendah (), kemudian hasil pengurangan tersebut dibagi tiga, maka akan didapat nilai 8 sebagai range score. Berdasarkan range score tersebut, penentuan tingkat kesejahteraan dikelompokkan ke dalam bagian, yaitu: a) Skor antara 7 5 (Tingkat kesejahteraan tinggi) b) Skor antara 9 6 (Tingkat kesejahteraan sedang) c) Skor antara 8 (Tingkat kesejahteraan rendah)
7 4 Tabel. Indikator Tingkat Kesejahteraan (menurut BPS dalam SUSENAS 00) yang dimodifikasi disertai variabel dan skornya. No. Indikator Kesejahteraan Pendapatan rumah tangga Berdasarkan konsep garis kemiskinan menurut Sajogyo yang menyertakan pendapatan perkapita per tahun dengan konsumsi beras perkapita pertahun. Konsumsi/pengeluaran rumah tangga Berdasarkan pada kriteria kemiskinan menurut Direktorat Tata Guna Tanah yang didasarkan pada kebutuhan 9 bahan pokok dalam setahun. Keadaan tempat tinggal. Atap: genting (5)/ asbes (4)/ seng ()/ sirap ()/ daun ().. Bilik: tembok (4)/ setengah tembok ()/ kayu ()/ bambu ().. Status: milik sendiri ()/ sewa ()/ numpang (). 4. Lantai: porselin (5)/ ubin (4)/ plester ()/ kayu ()/ tanah (). 5. Luas lantai: luas(.00m)()/ sedang (5000m)()/ sempit (<50m)() 4 Fasilitas tempat tinggal. Pekarangan: Luas (>00m)()/ cukup (5000m)()/ sempit (<50m)().. Hiburan: Video (4)/ TV ()/ Tape recorder ()/ radio ().. Pendingin: AC (4)/ Lemari es ()/ Kipas angin ()/ alami (). 4. Sumber penerangan: Listrik ()/ petromak ()/ lampu tempel (). 5. Bahan bakar: gas ()/ minyak tanah ()/ kayu arang(). 6. Sumber air: PAM (6)/ sumur bor (5)/ sumur (4)/ mata air ()/ air hujan ()/ sungai (). 7. MCK: kamar mandi sendiri (4)/ kamar mandi umum ()/ sungai ()/ kebun (). Kriteria Tidak miskin Miskin Miskin sekali Paling miskin Tidak miskin Hampir miskin Miskin Miskin sekali Permanen (skor 5) Semi permanen (skor 04) Non permanen (skor 59) Lengkap ( skor 7) Cukup ( skor 40) Kurang (skor 7) Bobot Skor 4 5% 6% % 4
8 5 No. Indikator Kesejahteraan 5 Kesehatan anggota rumah tangga Banyaknya anggota keluarga yang sering mengalami sakit dalam satu bulan Kemudahan mendapatkan pelayannan kesehatan dari tenaga medis. Jarak RS terdekat: 0 Km (4)/ 0.0 Km ()/ > Km ()/ missing (). Jarak ke poliklinik: 0Km(4)/ 0.0Km()/ >Km()/ missing (). Biaya berobat: terjangkau ()/ cukup terjangkau ()/ sulit terjangkau (). 4. Penanganan berobat: baik ()/ cukup ()/ jelek (). 5. Alat kontrasepsi: mudah didapat ()/ cukup mudah ()/ sulit (). 6. Konsultasi KB: mudah ()/ cukup ()/ sulit (). 7. Harga obatobatan: terjangkau ()/ cukup terjangkau ()/ sulit terjangkau (). Kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan. Biaya sekolah : terjangkau ()/ cukup terjangkau ()/ sulit terjangkau ().. Jarak sekolah: 0 Km ()/ 0.0 Km ()/ > Km().. Prosedur penerimaan: mudah ()/ cukup ()/ sulit (). Kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi. Ongkos dan biaya: terjangkau ()/ cukup ()/ sulit ().. Fasilitas kendaraan: tersedia ()/ cukup tersedia ()/ sulit tersedia (). Kepemilikan: sendiri()/ sewa ()/ ongkos (). Kriteria Bobot Skor Baik (<5% sering sakit) Cukup (550% 0% sering sakit) Kurang (>50% sering sakit) Mudah (skor 7) Cukup ( skor 6) Sulit (skor 7) Mudah (skor 89) Cukup (skor 67) Sulit (skor 5) Mudah (skor 79) Cukup (skor 56) Sulit (skor 4) %
9 6 No. Indikator Kesejahteraan 9 Kehidupan beragama 0 Rasa aman dari gangguan kejahatan Kemudahan dalam melakukan olahraga Frekuensi responden dalam melakukan olahraga dalam satu minggu Sumber: Badan Pusat Statistik (00). Kriteria Bobot Skor Toleransi tinggi Toleransi sedang Toleransi kurang Aman (tidak pernah mengalami kejahatan) Cukup aman (pernah mengalami kejahatan) Kurang aman (sering mengalami kejahatan) Mudah (sering melakukan olahraga) Cukup mudah (cukup sering melakukan olahraga) Sulit (kurang melakukan olahraga)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.. Keadaan Umum Tempat Penelitian Palabuhanratu merupakan salah satu kecamatan di daerah pesisir Teluk Palabuhanratu yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Sukabumi, Provinsi
VII. ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN. 7.1 Pengaruh TMR terhadap Terciptanya Lapangan Usaha
VII. ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN 7. Pengaruh TMR terhadap Terciptanya Lapangan Usaha Keberadaan pariwisata memberikan dampak postif bagi pengelola, pengunjung, pedagang,
POTRET TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYAIKAN DI CIGANJUR JAKARTA SELATAN
Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora ISSN 4-0903 : eissn: 2443-2660 POTRET TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYAIKAN DI CIGANJUR JAKARTA SELATAN Vol. 20, No., Maret 208: 39-44
3 METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian di lapangan berlangsung pada Maret 0. Penelitian ini dilakukan di PPN Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Peta lokasi penelitian dapat dilihat
5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Aspek Teknik 5.1.1 Unit penangkapan payang Unit penangkapan payang merupakan kesatuan dari tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Ketiga unsur tersebut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - Oktober 2013, pengambilan sampel sudah dilaksanakan di Pantai Patra Sambolo, Kecamatan Anyer Kabupaten
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG IKAN SEGAR AIR TAWAR DI PASAR KIARACONDONG
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG IKAN SEGAR AIR TAWAR DI PASAR KIARACONDONG Bangbang Prayuda*,Atikah Nurhayati** dan Walim Lili** *) Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
Lampiran 1. Lokasi Tempat Penelitian
Lampiran 1. Lokasi Tempat Penelitian 61 62 Lampiran 2. Dokumentasi Penelitian Pantai Patra Sambolo 63 64 Lampiran 3. Kuisioner Penelitian KUISIONER PENELITIAN I. Identitas Responden 1. Nama :... 2. Umur
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar Dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang digunakan untuk mendapatkan data dan melakukan analisis sehubungan dengan
4 TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN
TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN.1 Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga Pendapatan dan konsumsi rumah tangga merupakan indikator kesejahteraan penting yang dikeluarkan oleh BPS (1991) dalam mengukur tingkat
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang digunakan untuk mendapatkan data dan melakukan analisis sehubungan dengan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan metode survey melalui pengamatan langsung di
40 III. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan metode survey melalui pengamatan langsung di lapangan dan menggunakan kuisioner, dengan populasi petani kopi di Kabupaten Lampung Barat. Secara rinci
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian, ini dilaksanakan di Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara, dengan waktu penelitian selama 2 (dua) bulan
14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS ; 1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang.
14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS ; 1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang. 2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan. 3. Jenis dinding tempat
BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG INDIKATOR KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUWANGI
1 BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG INDIKATOR KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI, Menimbang : a.
I. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. para ahli yang berkaitan dengan topik-topik kajian penelitian yang terdapat dalam
I. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR Untuk memberikan arah jalannya penelitian ini akan disajikan beberapa pendapat para ahli yang berkaitan dengan topik-topik kajian penelitian yang terdapat dalam buku-buku
BAB I PENDAHULUAN. Masalah ini menjadi perhatian nasional dan penanganannya perlu dilakukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan dan kerawanan pangan. Masalah ini menjadi perhatian nasional dan penanganannya perlu dilakukan secara terpadu
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses yang berkesinambungan (sustainable development) yang dilakukan secara berencana dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menteri
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Unit Penangkapan Payang Alat tangkap
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Unit Penangkapan Payang Payang merupakan unit penangkapan ikan yang memiliki konstribusi terbesar dalam penyediaan stok ikan pada tahun 2011, yaitu sebesar 62,88% dari total volume
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Untuk memberikan arah jalannya penelitian ini akan disajikan beberapa pendapat
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Untuk memberikan arah jalannya penelitian ini akan disajikan beberapa pendapat para ahli yang berkaitan dengan topik-topik kajian penelitian
PENGARUH KETIMPANGAN GENDER TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PADA RUMAH TANGGA BURUH TANI
29 PENGARUH KETIMPANGAN GENDER TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PADA RUMAH TANGGA BURUH TANI Bab berikut menganalisis pengaruh antara variabel ketimpangan gender dengan tingkat kemiskinan pada rumah tangga
PERMOHONAN BANTUAN UANG DUKA. Kepada Yth. BUPATI KUDUS Melalui Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus
PERMOHONAN BANTUAN UANG DUKA Form : I Kepada Yth. BUPATI KUDUS Melalui Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus Di - K U D U S Dengan hormat, yang bertanda tangan di bawah ini,
BAB III METODE PENELITIAN
13 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Mei 2012 dan bertempat di hutan Desa Pasir Madang, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor, Jawa Barat. 3.2. Alat dan Bahan
METODE PENELITIAN. Jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai
32 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Data primer Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara
'8~ ~ 'P~ 'Pol. 11?1. 1P> TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN BAGAN MOTOR TELUK BANTEN, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN
'8~ ~ 'P~ 'Pol. 11?1. 1P>. 2 744-2007 TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN BAGAN MOTOR TELUK BANTEN, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN Mount Prosperity of Bagan Motor Fisherman of Say Banten, Serang Regency,.."'::"'-..
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Keadaan Umum Tempat Penelitian Palabuhnratu merupakan daerah pesisir di selatan Kabupaten Sukabumi yang sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Sukabumi. Palabuhanratu terkenal
Karakteristik Keluarga : Besar Keluarga Pendidikan Suami Pekerjaan Suami Pendapatan Keluarga Pengeluaran Keluarga. Persepsi Contoh terhadap LPG
KERANGKA PEMIKIRAN Program konversi minyak tanah ke LPG dilakukan melalui pembagian paket LPG kg beserta tabung, kompor, regulator dan selang secara gratis kepada keluarga miskin yang jumlahnya mencapai.
METODE PENELITIAN. Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja), yaitu dengan
METODE PENELITIAN Metode Penentuan Daerah Penelitian Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja), yaitu dengan pertimbangan bahwa daerah dipilih secara cermat agar sesuai dengan kondisi yang
IV. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011.
24 IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Pengambilan data di lapangan dilakukan pada bulan April Mei 2011. Kegiatan penelitian meliputi tahap studi pustaka, pembuatan proposal, pengumpulan
RINGKASAN EKSEKUTIF HASIL PENDATAAN SUSENAS Jumlah (1) (2) (3) (4) Penduduk yang Mengalami keluhan Sakit. Angka Kesakitan 23,93 21,38 22,67
RINGKASAN EKSEKUTIF HASIL PENDATAAN SUSENAS 2015 Dalam kaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan, meningkatnya derajat kesehatan penduduk di suatu wilayah, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SUKOHARJO
NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017 NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SUKOHARJO NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 29 TAHUN 2016 T E N T A N G INDIKATOR LOKAL KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN CIAMIS
1 BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 29 TAHUN 2016 T E N T A N G INDIKATOR LOKAL KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN CIAMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang
METODE PENELITIAN Desain Penelitian Teknik Penarikan Contoh
METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Cross sectional study dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik
III. METODOLOGI PENELITIAN. PENELITIAN YANG PENELITI LAKUKAN INI ADALAH KAJIAN MENGENAI KESEJAHTERAAN
III. METODOLOGI PENELITIAN. PENELITIAN YANG PENELITI LAKUKAN INI ADALAH KAJIAN MENGENAI KESEJAHTERAAN 31 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian yang peneliti lakukan ini adalah
PETA LOKASI PENELITIAN 105
14 3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu dan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cisolok,
IV. METODE PENELITIAN. Halimun Salak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan data untuk keperluan penelitian dilakukan di Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Taman Nasional Gunung Halimun
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang peneliti lakukan ini adalah kajian mengenai kesejahteraan
31 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian yang peneliti lakukan ini adalah kajian mengenai kesejahteraan masyarakat repong damar Desa Bandarjaya di Kecamatan Bengkunat Kabupaten
PROVINSI JAWA TENGAH
PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 59 TAHUN 203 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI RUMAH TANGGA MISKIN KABUPATEN SRAGEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, Menimbang :
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Lokasi Penelitian Kabupaten Gorontalo Utara merupakan wilayah administrasi yang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
o. 04/04/62/Th. I, 2 Mei 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/10/62/Th.VIII, 1 Oktober 2014 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Pada September 2014 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat
Gambar 2 Metode Penarikan Contoh
17 METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan disain Cross Sectional Study, yaitu data dikumpulkan pada satu waktu untuk memperoleh gambaran karakteristik contoh
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Kesehatan Anak 4.2. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di ruang Perawatan Bayi Sehat (R. X) dan
PADUAN WAWANCARA PENELITIAN. : Fenomena Kemiskinan Pada Masyarakat Petani Sawah. : Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung
PADUAN WAWANCARA PENELITIAN Judul Skripsi Lokasi Penelitian : Fenomena Kemiskinan Pada Masyarakat Petani Sawah : Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung I. Identitas Informan 1. Nama : 2. Tempat Tanggal
3 METODE PENELITIAN. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2009 di PPN Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.
3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2009 di PPN Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. 3.2 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan
PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KRITERIA PENDUDUK MISKIN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KRITERIA PENDUDUK MISKIN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ummul Hairah [email protected] Program Studi Teknik Informatika
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
o. 04/04/62/Th. I, 2 Mei 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/12/62/Th.VIII, 1 Desember 2014 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Pada November 2014 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat
Lampiran 1 KUISIONER PENELITIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA BUNIWANGI KECAMATAN PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI
LAMPIRAN Lampiran 1 KUISIONER PENELITIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA BUNIWANGI KECAMATAN PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI A. Identitas Responden 1. Nama :... 2. Umur :. 3. Dusun/RT/RW
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/10/62/Th.IX, 1 Oktober 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Pada September 2015 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat
KUESIONER PERAN IBU. Lampiran:
Lampiran: KUESIONER PERAN IBU Petunjuk Pengisian 1. Untuk pertanyaan A, B, C, D diharapkan mengisi jawaban sesuai kolom yang tersedia dan memilih satu jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban
PERAN PELABUHAN PERIKANAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN RAWAI TUNA DI PPN PALABUHANRATU, SUKABUMI NURUL UTAMI RAHARJO
PERAN PELABUHAN PERIKANAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN RAWAI TUNA DI PPN PALABUHANRATU, SUKABUMI NURUL UTAMI RAHARJO DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di dua Desa dengan pola hutan rakyat yang berbeda dimana, desa tersebut terletak di kecamatan yang berbeda juga, yaitu:
KEMISKINAN OLEH HERIEN PUSPITAWATI
KEMISKINAN OLEH HERIEN PUSPITAWATI KRITERIA KEMISKINAN BPS GARIS KEMISKINAN Kota Bogor tahun 2003: Rp 133 803/kap/bln Kab Bogor tahun 2003: Rp 105 888/kap/bln UNDP US 1/kap/day tahun 2000 US 2/kap/day
SENSUS PENDUDUK 1980
SP 80 - s TANPA RANGKAP DAFTAR RUMAH TANGGA REPUBLIK INDONESIA BIRO PUSAT STATISTIK SENSUS PENDUDUK 1980 PENCACAHAN SAMPLE RAHASIA I PENGENALAN TEMPAT KODE 1. Propinsi 1 2. Kabupaten / Kotamadya *) 3 3.
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Landasan teori merupakan konsepsional bagi penulis mengenai cara yang akan digunakan dalam memecahkan masalah yang akan diteliti. Untuk lebih
PETA LOKASI PENELITIAN 105
91 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian lapang dilakukan pada bulan Mei - Juni 2009 bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. 106 20 ' 10 6 0 '
BAB VI KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN RUMAHTANGGA PETANI PESERTA PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN (P3TIP)
58 BAB VI KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN RUMAHTANGGA PETANI PESERTA PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN (P3TIP) Bab ini mendeskripsikan karakteristik demografi individu petani
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN MINI PURSE SEINE DI PPN PENGAMBENGAN, JEMBRANA, BALI
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN MINI PURSE SEINE DI PPN PENGAMBENGAN, JEMBRANA, BALI Prosperity Level Analysis of Employer and Crew Mini Purse Seine in PPN Pengambengan, Jembrana, Bali Ratih Wijayaningrum,
PETUNJUK PELAKSANAAN BANTUAN SOSIAL PEMBANGUNAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KABUPATEN KARAWANG
I. PENDAHULUAN LAMPIRAN : NOMOR : 38 TAHUN 2011 TANGGAL : 23 DESEMBER 2011 a. Latar Belakang Salah satu program pembangunan Kabupaten Karawang adalah Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni merupakan Program
BAB I PENDAHULUAN. keterbukaan sosial dan ruang bagi debat publik yang jauh lebih besar. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia kini adalah negara dengan sistem demokrasi baru yang bersemangat, dengan pemerintahan yang terdesentralisasi, dengan adanya keterbukaan sosial dan
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/04/62/Th.X,1 April PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Selama Februari, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 96,42 Persen Nilai Tukar
III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Menurut
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 3), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perikanan Tangkap Secara umum usaha perikanan tangkap dapat dibedakan berdasarkan jenis alat tangkap yang digunakan, antara lain gill net, payang, dogol, pancing tonda, dll,
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
21 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. M. Nazir (1986: 63) mengungkapkan bahwa: Metode deskriptif adalah suatu metode
III. METODE PENELITIAN. kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan,
III. METODE PENELITIAN Dalam pelaksanaan studi terdiri dari beberapa tahapan proses penelitian antara lain tahap persiapan, tahap pengumpulan data, dan tahap analisis. Tahapan kegiatan ini dimaksudkan
I. PENDAHULUAN. dan pada umumnya penduduk negara ini tinggal di daearah pedesaan yang bekerja
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia sebagai negara agraris dimana sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan sektor yang memegang peranan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 01/07/72/Th. XII, 01 Juli 2009 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan Juni 2009 di Kota Palu terjadi inflasi sebesar 0,15 persen, dengan indeks dari 115,86 pada Mei 2009 menjadi 116,03
STUDI PEMETAAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG
Riptek, Vol.2, No.2, Tahun 2008, Hal.: 1 6 STUDI PEMETAAN KEMISKINAN DI KOTA SEMARANG Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Unisbank Semarang Abstrak Kemiskinan sampai saat ini masih menjadi
BAB I PENDAHULUAN. diperbaharui, karena memiliki proses pembentukan yang cukup lama serta
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Minyak bumi merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, karena memiliki proses pembentukan yang cukup lama serta jumlah dan persediaan yang terbatas.
Daftar Pertanyaan Kuesioner
Daftar Pertanyaan Kuesioner Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni di Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar No. Responden
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DANAU PULAU BESAR DAN DANAU BAWAH DI KECAMATAN DAYUN KABUPATEN SIAK PROPINSI RIAU
Jurnal Perikanan dan Kelautan 16,1 (2011) : 21-32 ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DANAU PULAU BESAR DAN DANAU BAWAH DI KECAMATAN DAYUN KABUPATEN SIAK PROPINSI RIAU Hendrik
III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif, karena penelitian ini
24 III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif, karena penelitian ini bermaksud menggambarkan secara sistematis tentang bagaimana gambaran pendapatan
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/11/62/Th.IX, 2 November 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Pada Oktober 2015 Nilai T ukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 32/06/32/Th XIX, 2 Juni PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN NILAI TUKAR PETANI MEI SEBESAR 103,94 (2012=100) Nilai Tukar Petani
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN
y BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 57/10/32/Th XVII, 1 Oktober PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN NILAI TUKAR PETANI SEPTEMBER SEBESAR 105,95 (2012=100) Nilai
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 03/02/62/Th.X,1 Februari 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) Pada Januari 2016 NTP Kalimantan Tengah tercatat sebesar 96,94 atau
BAB I PENDAHULUAN. oleh orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh anak-anak yang dianggap masih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak-anak pada dasarnya merupakan kaum lemah yang harus dilindungi oleh orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh anak-anak yang dianggap masih membutuhkan bimbingan orang
PPN Palabuhanratu. PPN Palabuhanratu ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' '
9 3 METODOLOGI PENELITIAN 3. Waktu dan Tempat Pengumpulan data di lapangan dilaksanakan pada bulan Juli 00 hingga Januari 0 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Peta
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/01/62/Th. XI, 3 Januari 2017 Selama Desember, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 98,81 Persen dan
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN
BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 23/05/32/Th XIX, 2 Mei PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL SEBESAR 102,87 (2012=100) Nilai Tukar Petani
