BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Suharto Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Penilaian kinerja dengan ROA (Return on Asset) ROA yang didapatkan untuk setiap perusahaan sampel tentu saja berbeda-beda dikarenakan dari net incomenya dan total asset yang berbeda-beda dari setiap perusahaan. Perolehan nilai ROA, mengunakan dua variabel; yaitu net income dengan total asset yang digunakan. Dalam tabel 4-1 dapat dilihat ROA dari masing-masing perusahaan. Tabel 4-1 Nilai ROA (Return on Asset) Symbol Nama Perusahaan ISAT Indosat Tbk 8.55% 7.18% 5.91% IATG Infoasia Teknologi Global Tbk 10.79% 8.46% 4.93% TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 21.48% 26.12% 29.27% BLTA Berlian Laju Tanker Tbk 5.68% 8.26% 14.79% CMPP Centris Multi Persada Pratama Tbk -4.53% 0.23% % HITS Humpuss Intermoda Transportasi Tbk 7.22% 7.23% 9% MIRA Mitra Rajasa Tbk -6.97% 1.41% 2.65% TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk 14.03% 20.19% 3.79% SMDR Samudera Indonesia Tbk 12.79% 17.23% 4.19% ZBRA Zebra Nusantara Tbk 1.07% 1.14% % AVERAGE 7.01% 9.75% 3.75% Dari tabel diatas bisa kita lihat bahwa ada beberapa perusahaan yang menghasilkan ROA yang negatif di beberapa tahun. Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Centris 52
2 Multi Persada Pratama Tbk, yang memiliki ROA negatif di tahun 2004 dan 2006, lainnya adalah PT Mitra Rajasa Tbk di tahun Hal ini terjadi karena laba yang dihasilkan perusahaan-perusahaan tersebut adalah negatif. Pada tahun ROA terbesar diperoleh oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memang dari tahun ke tahun tercatat sebagai perusahaan yang memiliki laba perusahaan yang cukup besar. Hal ini dikarenakan PT Telekomunikasi Indonesia merupakan pemimpin pasar dalam industri telekomunikasi yang mempunyai market share yang sangat besar dalam pasar telekomunikasi Indonesia. Maka dari itu bisa dibilang PT Telekomunikasi Indonesia telah sangat matang dimana ia mempunyai ROA konstan berkisar di 20%-an. Nilai ROA yang besar menunjukkan bahwa manajemen telah berhasil menggunakan asset secara efisien dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan Dengan menghitung rata-rata ROA dari perusahaan sampel yang diteliti, didapatkan bahwa ROA rata-rata pada tahun 2004 adalah sebesar 7,01%, dengan membandingkan rata-rata ROA dengan ROA masing-masing perusahaan, dapat kita lihat bahwa pada tahun 2004 terdapat enam perusahaan yang menghasilkan ROA diatas ratarata, yaitu PT,Indosat Tbk, PT Infoasia Teknologi Global Tbk, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Pelayaran Tempura Emas Tbk, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Pada tahun 2005, rata-rata ROA naik menjadi 9,75%, di tahun ini perusahaan yang mempunyai ROA di atas rata-rata hanya tiga perusahaan, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, PT Pelayaran Tempura Emas dan PT Samudera Indonesia. Sedangkan pada tahun 2006, rata-rata ROA dari perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian menurun drastis menjadi 3,75%. Perusahaan yang berada di atas ROA rata-rata adalah PT Indosat Tbk, PT Infoasia Teknologi Global, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Berlian Laju Tanker, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, dan PT Pelayaran Tempura Emas. 53
3 Fenomena menarik terjadi pada PT Centris Multri Prasada Pratama Tbk, yang mengalami kenaikan ROA cukup besar dari tahun 2004 ke 2005, namun dari tahun mengalami penurunan yang sangat tajam. Hal tersebut dikarenakan PT Centris Multri Persada Pratama Tbk mengalami kerugian yang cukup besar pada periode tersebut. 4.2 Analisis Penilaiaan kinerja dengan ROE (Return on Equity) Return on Equity menunjukkan seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan terhadap jumlah yang diinvetstasikan oleh pemegang saham yang masuk ke dalam balance sheet, komponen dari perhitungan ini adalah net income dan sharholder s equity. Dalam tabel 4-2 dapat dilihat ROE dari masing-masing perusahaan. Tabel 4-2 Nilai ROE (Return on Equity) Symbol Nama Perusahaan ISAT Indosat Tbk 18.07% 16.44% 13.31% IATG Infoasia Teknologi Global Tbk 19.85% 14.55% 7.62% TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 59.66% 69.73% 78.36% BLTA Berlian Laju Tanker Tbk 14.88% 32.51% 38.77% CMPP Centris Multi Persada Pratama Tbk -8.4% 0.47% % Humpuss Intermoda Transportasi Tbk 19.77% 15.89% 16.45% HITS MIRA Mitra Rajasa Tbk % 6.04% 11.62% TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk 26.18% 40.61% 9.81% SMDR Samudera Indonesia Tbk 28.39% 36.86% 10.15% ZBRA Zebra Nusantara Tbk 2.1% 2.21% % AVERAGE 15.22% 23.53% 10.65% Dari hasil perhitungan nilai ROE terhadap 10 perusahaan yang termasuk dalam industri telekomunikasi dan transportasi di atas, diperoleh ROE untuk tiga tahun masa penelitian. Pada tahun 2004, nilai ROE tertinggi diperoleh PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yakni sebesar 59.66%. Tahun berikutnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kembali 54
4 menjadi peringkat satu sebagai perusahaan yang memiliki nilai ROE paling tinggi. Kemudian di tahun 2006, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menjadi perusahaan yang memperoleh nilai ROE tertinggi dengan nilai 78.36%. Memang kedigdayaan Telkom tak tertandingi lagi dalam masalah kinerja berdasarkan return on equity, dilihat dari net income Telkom yang sangat tinggi dan tumbuh dari tahun ke tahun, hal ini terutama karena naiknya penjualan dari bagian telepon selular dan interkoneksi. Dengan menghitung rata-rata ROE dari perusahaan sampel yang diteliti, didapatkan bahwa ROE rata-rata pada tahun 2004 adalah sebesar 15.22%. Dengan membandingkan rata-rata ROE dengan ROE masing-masing perusahaan, dapat kita lihat bahwa pada tahun 2004 terdapat enam perusahaan yang menghasilkan ROE diatas rata-rata, yaitu PT Indosat Tbk, PT Infoasia Teknologi Global Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, PT Pelayaran Tempura Mas Tbk, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Pada tahun 2004 dua perusahaan memiliki ROE negatif, yaitu PT Centris Multi Persada Pratama Tbk, PT Mitra Rajasa Tbk. Pada tahun 2005, rata-rata ROE naik menjadi 23.53%, disebabkan ROE dari beberapa perusahaan naik drastis. Di tahun ini perusahaan yang mempunyai ROE di atas rata-rata hanya empat perusahaan, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, PT Berlian Laju Tanker, PT Pelayaran Tempura Emas dan PT Samudera Indonesia. Sedangkan pada tahun 2006, rata-rata ROE dari perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian menurun menjadi 10.65%. Perusahaan yang berada di atas ROE rata-rata adalah PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Berlian Laju Tanker, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, PT Mitra Rajasa Tbk. 55
5 4.3 Analisis Penilaiaan kinerja dengan EPS (Earning per Share) EPS merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengahsilkan keuntungan bersih per lembar harga saham. EPS menggambarkan ukuran profitabilitas perusahaan seperti ROA dan ROE. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh perusahaan berarti semakin tingggi EPS yang diperoleh perusahaan. Semakin besar EPS berarti pemegang saham akan memperoleh proporsi besar pada return atas saham yang dimilikinya. Tabel 4-3 Nilai EPS (Earning per Share) Symbol Nama Perusahaan ISAT Indosat Tbk IATG Infoasia Teknologi Global Tbk TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk BLTA Berlian Laju Tanker Tbk CMPP Centris Multi Persada Pratama Tbk HITS Humpuss Intermoda Transportasi Tbk MIRA Mitra Rajasa Tbk TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk SMDR Samudera Indonesia Tbk 1, , ZBRA Zebra Nusantara Tbk AVERAGE EPS yang tinggi mengindikasikan perusahaan memiliki kinerja yang cukup baik dalam kegiatan operasionalnya yang berdampak pada kekayaan pemegang saham. Bisa kita lihat dari tabel 4-3 di atas bahwa nilai EPS ada beberapa yang negatif seperti PT Centris Multi Persada Pratama Tbk yang menghasilkan EPS negatif pada tahun 2004 dan 2006 dan juga PT Zebra Nusantara yang memiliki EPS negatif pada tahun EPS tertinggi untuk tahun 2004 diraih oleh PT Samudera Indonesia Tbk dengan Rp 1.226,70. 56
6 Pada tahun ini penjualan dari PT Samudera Indonesia naik 25% dimana laba usaha naik 259% dan laba bersih naik 365%. Kemudian di tahun 2005, PT Samudera Indonesia Tbk kembali mencetak EPS tertinggi dengan Rp 2.092, 94, hal ini disebabkan pendapatan dan laba usaha meningkat signifikan karena ekonomi yang baik pada awal 2005, dimana belum terjadi kenaikan harga BBM dan peningkatan suku bunga. Nilai EPS yang cukup tinggi ini menandakan perusahaan telah meningkatkan kekayaan pemegang saham. Di tahun 2006, terjadi penurunan EPS yang sangat tajam dari PT Samudera Indonesia Tbk menjadi Rp 366,42, hal ini dikarenakan PT Samudera Indonesia mengalami penurunan net income yang sangat drastis dengan growth %. Pada tahun ini EPS tertinggi diraih PT Telekomunikasi Indonesia dengan Rp 545,91 dengan peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 396,51.Pada tahun ini Telkom melakukan buy back saham senilai Rp 2 triliun. Dengan buy back ini, saham yang akan mendapatkan dividend dan net income lebih kecil, sehingga EPS Telkom lebih tinggi. Dengan begitu saham Telkom bisa memberikan keuntungan yang lebih kepada investor. Dengan menghitung rata-rata EPS dari perusahaan sampel yang diteliti, didapatkan bahwa EPS rata-rata pada tahun 2004 adalah sebesar Rp 228,774, dengan membandingkan rata-rata EPS dengan EPS masing-masing perusahaan, dapat kita lihat bahwa pada tahun 2004 terdapat 4 perusahaan yang menghasilkan EPS diatas rata-rata, yaitu PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Di tahun 2005 rata-rata EPS adalah sebesar Rp 331,769. perusahaan yang mempunyai EPS di atas rata-rata, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Samudera Indonesia. Sedangkan pada tahun 2006, rata-rata EPS dari perusahaanperusahaan dalam industri telekomunikasi menurun drastis menjadi Rp 100,208. Perusahaan yang berada di atas EPS rata-rata adalah PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi 57
7 Indonesia, PT Berlian Laju Tanker, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Dalam tiga tahun periode penelitian, terdapat beberapa perusahaan dengan EPS negatif. 4.4 Analisis Penilaiaan kinerja dengan EVA (Economic Value Added) Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai EVA yang berbeda-beda untuk setiap perusahaan selama periode Komponen dalam perhitungan nilai EVA sangat banyak, seperti contohnya adalah NOPAT, invested capital, dan WACC. Penilaian kinerja perusahaan dengan metode EVA lebih mencerminkan kondisi kinerja operasi yang sebenarnya. Berikut nilai EVA dari masing-masing perusahaan pada industri telekomunikasi dan transportasi. Tabel 4-4 Nilai EVA (Economic Value Added) (dalam jutaan Rupiah) Symbol Nama Perusahaan ISAT Indosat Tbk 991,243 1,330, ,822 IATG Infoasia Teknologi Global Tbk 30,829 19,951 3,623 TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 5,798,028 6,954,481 8,785,965 BLTA Berlian Laju Tanker Tbk 73, , ,634 CMPP Centris Multi Persada Pratama Tbk 87,440-7,733-32,845 HITS Humpuss Intermoda Transportasi Tbk 18,118 15,726 38,586 MIRA Mitra Rajasa Tbk -2, ,413 TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk 28,843 95, SMDR Samudera Indonesia Tbk 6, ,597-62,853 ZBRA Zebra Nusantara Tbk -5,452-6,471-12,002 Sumber: Data hasil olahan sendiri Dari tabel 4-4 di atas, ada beberapa perusahaan yang menghasilkan EVA yang negatif, artinya banyak perusahaan yang sebenarnya menghancurkan nilai. Pada tahun 2004, ada beberapa perusahaan yang menghasilkan EVA negatif, yaitu PT Mitra Rajasa Tbk dan PT 58
8 Zebra Nusantara Tbk. Begitupun pada tahun 2005, beberapa perusahaan menghasilkan EVA yang negatif, yaitu PT Centris Multi Persada Pratama Tbk, PT Mitra Rajasa Tbk, dan PT Zebra Nusantara Tbk. Sedangkan pada tahun 2006 yang memiliki EVA negatif semakin banyak, yaitu PT Centris Multi Persada Pratama Tbk, PT Mitra Rajasa Tbk, PT Pelayaran Tempura Mas, PT Samudera Indonesia Tbk dan PT Zebra Nusantara Tbk. Nilai EVA negatif ini mengisyaratkan bahwa tingkat pengembalian yang diperoleh tidak dapat menutupi biaya modal yang dikeluarkan. Akibatnya perusahaan belum dapat menciptakan nilai (create value). Umumnya nilai EVA negatif yang dihasilkan perusahaan-perusahaan tersebut disebabkan oleh biaya modal rata-rata tertimbang yang terlalu besar. Untuk tahun 2005, mungkin penyebab utamanya adalah suku bunga tinggi di tahun 2005 yang membuat biaya modal perusahaan meningkat. Ditambah kenaikan harga BBM di Oktober 2005 yang mengakibatkan aktivitas bisnis menjadi sedikit lemah karena mengakibatkan daya beli konsumen turun. Akan tetapi, ada pula perusahaan yang memiliki EVA negatif dikarenakan memang pada dasarnya mereka masih aktif melakukan investasi yang hasilnya baru bisa berbuah beberapa tahun mendatang. Pencetak EVA terbesar untuk tahun 2004 sampai 2006 dipegang oleh PT Telekomunikasi Indonesia, yang menunjukkan perusahaan tersebut telah mampu memberikan nilai tambah ekonomis kepada para pemegang saham dan pemodal. 4.5 Analisis Market Value Added Berikut ini merupakan hasil perhitungan kinerja masing-masing perusahaan berdasarkan metode MVA: 59
9 Tabel 4-5 Nilai MVA (Market Value Added) (dalam jutaan rupiah) Symbol Nama Perusahaan ISAT Indosat Tbk 17,204,158 15,404,922 21,477,755 IATG Infoasia Teknologi Global Tbk 538, ,705-43,866 TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 79,143,964 95,651, ,547,311 BLTA Berlian Laju Tanker Tbk 1,235,340 2,314,895 4,103,760 CMPP Centris Multi Persada Pratama Tbk -71,681-85,128-49,546 HITS Humpuss Intermoda Transportasi Tbk 435, ,416 1,169,864 MIRA Mitra Rajasa Tbk -1,185-5,188-5,261 TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk 115, , ,403 SMDR Samudera Indonesia Tbk -667, , ,085 ZBRA Zebra Nusantara Tbk -26,219-36,902-24,089 Sumber: Data hasil olahan sendiri Hasil perhitungan MVA sangat dipengaruhi oleh pasar karena memperhitungkan harga per lembar saham perusahaan yang berubah-ubah dari tahun ke tahun sesuai dengan ekspetasi pasar, selain itu nilai MVA juga dipengaruhi oleh jumlah saham yang beredar. Dari tabel 4-5 di atas, dapat kita lihat bahwa nilai MVA sendiri bervariasi, kebanyakan menghasilkan MVA yang positif namun ada juga yang menghasilkan MVA yang negatif. Perusahaan yang memiliki MVA positif menunjukkan bahwa pihak manajemen perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemegang saham, artinya market valuenya lebih besar dari book valuenya, begitu pula sebaliknya, MVA yang negatif menandakan bahwa perusahaan menghancurkan nilai bagi pemegang sahamnya. Perusahaan-perusahaan yang memiiliki MVA positif yang konsisten dari tahun ke tahun adalah PT Indosat Tbk, PT Telekomunkasi Indonesia, PT Berlian Laju Tanker, PT Humpuss Intermoda Transportasi dan PT Pelayaran Tempura Mas. Perusahaan-perusahaan yang menghasilkan MVA yang positif umumnya ditentukan oleh harga saham yang tinggi dari tahun ke tahun sehingga menghasilkan market value yang besar. Selama tiga tahun periode penelitian, pencetak MVA terbesar diperoleh oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Nilai MVA yang 60
10 tinggi, dapat diintrepretasikan bahwa manajemen dalam hal ini telah berhasil memberikan kesejahteraan kepada para pemegang sahamnya. Atau dengan kata lain manajemen telah berhasil menciptakan wealth bagi shareholders-nya. 4.6 Analisis statistik Pemilihan Model Estimasi Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan Chow-test. Uji ini dilakukan agar dapat menentukan antara penggunaan metode pooled least square (common method) atau fixed effect. Dalam pengujian ini, hipotesis nol nya adalah common intercept (common method), sementara yang menjadi hipotesis alternatif adalah fixed effect. Hasil Chow-test terhadap data penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4-6 Uji CHOW test F-hitung (CHOW stat) F-Tabel Dari hasil uji yang terdapat pada tabel diatas terhadap model yang diteliti, diketahui bahwa nilai CHOW Statistics > F tabel, maka tolak H 0, maka model yang bisa kita gunakan adalah model fixed effect. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji Hausman sebagai kelanjutan dari estimasi CHOW. Uji Hausman dilakukan untuk memilih apakah akan menggunakan fixed effect atau random effect. Dalam uji ini, hipotesis nol adalah random effect, dan hipotesis alternatifnya adalah fixed effect. Hasil Uji Hausman adalah sebagai berikut: 61
11 Tabel 4-7 Uji Hausman Hausman Score Chi Table Dari hasil uji Hausman di atas diketahui bahwa Hausman Score < Chi Table, maka H 0 tidak dapat ditolak sehingga metode estimasi pada penelitian ini menggunakan random effect Pengujian Pelanggaran Asumsi Klasik Uji Asumsi Otokorelasi Uji ini dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson. Dengan menggunakan uji ini dapat diketahui apakah terdapat autokorelasi antar sesama urutan pengamatan dari waktu ke waktu. Angka Durbin Watson (DW) dibandingkan dengan nilai kritis statitiknya (d L dan d U ), dari tabel DW pada n=10 dan k=4, maka diperoleh nilai d U = 2,414 dan d L = 0,376. Dari hasil output diperoleh angka durbin watson (DW) sebesar 1,4364. Ternyata nilai DW berada di antara d L dan d U, maka sesuai dengan BAB III, tidak dapat diputuskan apakah terdapat otokorelasi atau tidak. Namun demikian, model GLS (Generalized Least Square) juga bisa mengatasi masalah otokorelasi. Karena model regresi sudah menggunakan GLS maka dapat disimpulkan permasalahan otokorelasi sudah dapat teratasi. 62
12 Uji Multikolinearitas Tabel 4-8 Correlation Matrix ROA ROE EPS EVA ROA ROE EPS EVA Dari hasil diatas, tidak terdapat hubungan antara variabel penjelas yang lebih dari 0,8. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada model ini Analisis Korelasi Tabel 4-9 Uji Korelasi MVA ROA ROE EPS EVA MVA ROA ROE EPS EVA Dari matrik korelasi di atas, dapat dilihat bahwa pengukuran kinerja internal ROA, ROE, dan EVA berkorelasi positif terhadap MVA, sedangkan EPS berkorelasi negatif. Tanda positif menunjukkan hubungan yang searah, yaitu semakin tinggi variabel 63
13 independen maka diikuti peningkatan MVA. Korelasi tertinggi adalah dengan ROA, yaitu sebesar 0,624 diikuti oleh ROE sebesar 0,301, kemudian EVA sebesar 0,263 dan EPS sebesar -0, Sebeleum melakukan analisa regresi lebih lanjut, sebenarnya kita bisa menduga bahwa EVA tidaklah merupakan penegukuran kinerja yang paling unggul dibandingkan dengan pengukuran lain dalam menjelaskan MVA Analisis Regresi Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X (independen), yaitu ROA, ROE, EPS, EVA terhadap variabel Y (dependen), yaitu MVA yang diukur dengan koefisien regresi. Dengan ini dilakukan menggunakan program E- views. Tabel 4-10 Ringkasan Output Model R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared S.D. dependent var S.E. of regression Sum squared resid Sumber: Data hasil olahan sendiri Analisis Signifikansi Tabel 4-11 Koeifien dan Probabilitas Variabel Independen Variabel Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C ROA? ROE? EPS? EVA?
14 Dari hasil uji T, Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa variabel independen ROE, EPS dan EVA memiliki t-stat > α (α=10%), maka tidak dapat menolak H0, berarti variabel independen yatu ROE, EPS, EVA yang terdapat dalam model tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menjelaskan variabel dependen, yaitu MVA. Sedangkan variabel ROA memiliki t-stat < α (α=10%), maka tolak H0, berarti variabel independen (ROA) memiliki pengaruh yang signifikan dalam menjelaskan variabel dependen Analisis adjusted R 2 Nilai Adjusted R 2 berkisar antara 0-1, semakin mendekati 1, maka kemampuan model menjelaskan pergerakan variabel terikat semakin baik. Dari tabel 4-11 diatas kita bisa lihat bahwa adjusted R 2 atau koefisien determinasi dari model ini adalah sebesar yang artinya variabel independen (EVA, ROA, ROE, EPS) dapat menjelaskan variabel dependennya (MVA) sebesar 67,74%, dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain selain variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Persamaan Regresi dari model ini adalah: MVA = ROA ROE EPS EVA +ε Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa variabel ROA mempunyai sensitivitas sebesar 2, terhadap MVA, yang artinya kenaikan ROA sebesar 1 satuan maka akan menaiikan MVA sebesar 2,2822 satuan. Koefisien variabel ROA yang positif mengindikasikan bahwa hubungan antara variabel ROA dengan variabel MVA adalah searah. Dimana kenaikan satu satuan ROA akan meningkatkan MVA sebesar 2,2822 satuan. Sedangkan sensitivitas untuk ROE terhadap MVA adalah sebesar 0,388, artinya kenaikakan 1 satuan ROE akan meningkatkan MVA sebesar 0,388 satuan. Pada hasil regresi ini, dapat dilihat bahwa koefisien variabel ROE bernilai positif, ini mengindikasikan bahwa hubungan antara variabel ROE dengan variabel MVA 65
15 berhubungan searah. Akan tetapi seperti telah diungkapkan di atas bahwa hubungan antara ROE dan MVA adalah tidak signifikan. Nilai koefisien EPS adalah sebesar , nilai koefisien EPS menunjukkan tanda negatif, yang mengindikasikan bahwa ada hubungan yang tidak searah antara variabel EPS dengan variabel MVA, akan tetapi hubungan ini tidak dapat dijelaskan dikarenakan sesuai interpretasi di atas hubungan antara EPS dengan MVA adalah tidak signifikan. Sedangkan untuk variabel EVA didapatkan koefisien sebesar , nilai koefisien yang negatif mengindikasikan hubungan yang tidak searah antara EVA dan MVA, namun hubungan ini tidak dapat dijelaskan dikarenakan sesuai dengan intrepretasi di atas bahwa hubungan antara EVA dan MVA adalah tidak signifikan. Dalam penelitian ini hanya variabel ROA yang ditemukan signifikan terhadap variabel MVA. Hal ini mungkin disebabkan karena perusahaan-perusahaan dalam industri telekomunikasi dan transportasi adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki asset yang cukup besar. Selain itu, karena variabel MVA merupakan variabel yang dipengaruhi oleh kekuatan pasar, maka sangat dipengaruhi oleh perilaku investor. Alasan lainnya dikarenakan adanya keterbatasan data yang ada, dikarenakan jumlah perusahaan sampel cukup sedikit. Faktor-faktor lain yang juga mungkin berpengaruh adalah karakteristik industri di mana perusahaan beroperasi dan isu-isu di pasar seperti akuisisi, merger, ataupun keputusan manajemen lainnya yang dapat mempengaruhi investor. 66
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. independent variable yaitu profitabilitas (X1) dan struktur modal (X2).
48 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini, objek penelitian yang menjadi variabel bebas atau independent variable yaitu profitabilitas (X1) dan struktur modal (X2).
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio. sampel penelitian dengan rincian sebagai berikut :
44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengumpulan Data Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio (DER), price to earning ratio (PER), dan earning pershare (EPS) terhadap return
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. untuk menggambarkan kinerja keuangan adalah analisa rasio. Rasio-rasio ini
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN IV.1 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Kinerja merupakan hasil yang dicapai oleh perusahaan. Salah satu teknik untuk menggambarkan kinerja keuangan adalah analisa
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series
44 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Kelayakan Data 4.1.1 Uji Stasioner Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series stasioner (tidak ada akar akar unit) atau tidak
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Deskriptif Rata-rata Standar Deviasi
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab 4 akan membahas lebih dalam mengenai proses pengolahan data, dimulai dari penjelasan mengenai statistik deskriptif sampai dengan penjelasan mengenai hasil dari analisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 Kerangka penelitian. memperhitungkan tingkat return yang dikehendaki dan biaya-biaya modal
28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran untuk mengadakan penelitian ini secara sistematis dapat digambarkan sebagai berikut : EVA (X1) ROA (X2) ROE (X3) Harga Saham (Y)
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2012. Peneliti mengambil sampel sesuai
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. variabel dependen yang digunakan dalam model analisis regresi linear berganda.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis dan pembahasan yang tersaji pada bab ini akan menunjukkan hasil dari analisis data berdasarkan pengamatan variabel independen maupun variabel dependen yang
1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga.
LAMPIRAN Lampiran 1. Evaluasi Model Evaluasi Model Keterangan 1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. 2)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perbankan Indonesia. kategori bank, diantaranya adalah Bank Persero, Bank Umum Swasta Nasional
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum 4.1.1. Gambaran Umum Perbankan Indonesia Dilihat dari segi kepemilikannya, Bank di Indonesia dibedakan menjadi enam kategori bank, diantaranya adalah Bank
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN IV.1 Analisis Deskriptif IV.1.1 Gambaran Mengenai Return Saham Tabel IV.1 Descriptive Statistics N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Return Saham 45 2.09-0.40
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan Bank Central Asia (BCA) secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah
V. PEMBAHASAN Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri dan Perdagangan, Hotel dan Restoran di Pulau Jawa
72 V. PEMBAHASAN 5.1. Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri dan Perdagangan, Hotel dan Restoran di Pulau Jawa Pulau Jawa merupakan salah satu Pulau di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk
Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Terhadap Return Saham pada PT Mustika Ratu Tbk periode
Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Terhadap Return Saham pada PT Mustika Ratu Tbk periode 2008-2012 Annisa yuliawati 28211119 3EB04 BAB 1: Latar Belakang Pasar modal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Dalam penelitian ini, sampel yang dijadikan objek penelitian adalah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dari tahun 2011 sampai dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang diteliti, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.1 Deskripsi Objek Penelitian Objek yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas variabel-variabel yang diteliti, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. syarat kriteria BLUE (Best Unbiased Estimato). model regresi yang digunakan terdapat multikolinearitas.
81 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Kausalitas Penelitian ini menggunakan analisis model GLS (General Least Square). Metode GLS sudah memperhitungkan heteroskedastisitas pada variabel independen
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
80 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Sampel Data Penelitian ini menggunakan data panel seimbang dengan jumlah sampel perusahaan sebanyak 60 perusahaan yang secara konsisren terhadap di Bursa Efek Indonesia
: Gianita Safitri NPM : Dosen Pembimbing : Aji Sukarno SE., MM
ANALISIS PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA), MARKET VALUE ADDED (MVA) DAN ARUS KAS OPERASI (AKO) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE Nama : Gianita Safitri NPM : 23213716 Jurusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Indonesian Stock Exchange (IDX) atau dari BEI (Bursa Efek Indonesia) dari tahun 2006 sampai dengan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI sejak awal periode 2010-2014. Dari 14 perusahaan tercatat ada
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. mengetahui hubungan antara variabel bebas net profit margin, return on asset,
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, berdasarkan permasalahan yang diteliti, penelitian ini digolongkan kepada
BAB III METODE PENELITIAN. dalam penelitian ini adalah perusahaan transportasi yang telah go public atau telah
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan sejak Desember 2013 sampai dengan Maret 2014. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang masuk
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Heterokidastisitas Dalam uji white, model regresi linier yang digunakan dalam penelitian ini diregresikan untuk mendapatkan nilai residualnya. Kemudian
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari
54 V. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas hasil dari estimasi faktor-faktor yang memengaruhi migrasi ke Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Adapun variabel
DAFTAR ISI vi. Halaman Judul...i Halaman Pernyataan..ii Persetujuan Pembimbing..iii KATA PENGANTAR..iv ABSTRAK..v
ABSTRAK Untuk melakukan penilaian kinerja perusahaan, diperlukan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sekarang cukup populer adalah pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan Economic Value Added (EVA)
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Statistik deskriptif dalam penelitian ini meliputi nilai statistik deskriptif variabel return, CR, ROA, DER, EPS dan Beta. Dari
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengguji hipotesis sehingga termasuk dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengguji hipotesis sehingga termasuk dalam metode eksplanasi ilmu, menyatakan hubungan satu variabel menyebabkan perubahan variabel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran nilai variabel - variabel yang menjadi sampel. Adapun hasil perhitungan statistik deskriptif
PENGARUH FAKTOR - FAKTOR FUNDAMENTAL SAHAM PT. UNILEVER INDONESIA, TBK TAHUN : Faishal Febrian NPM :
PENGARUH FAKTOR - FAKTOR FUNDAMENTAL SAHAM PT. UNILEVER INDONESIA, TBK TAHUN 2008-2013 Nama : Faishal Febrian NPM : 23214823 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dini Tri Wardani, SE., MMSI LATAR BELAKANG
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mengenai pengaruh variable independen (Current Ratio, Debt To Equity Ratio,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Analisis Hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan model regresi berganda. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai pengaruh
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22 kabupaten tertinggal dengan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Tahap Evaluasi Model 5.1.1. Tahap Evaluasi Pemilihan Model Estimasi model, untuk mengetahui pengaruh belanja pemerintah daerah per fungsi terhadap pertumbuhan ekonomi 22
HASIL ANALISA DATA ROE LDA DA SDA SG SIZE
HASIL ANALISA DATA STATISTIK DESKRIPTIF Date: 06/15/16 Time: 11:07 Sample: 2005 2754 ROE LDA DA SDA SG SIZE Mean 17.63677 0.106643 0.265135 0.357526 0.257541 21.15267 Median 11.00000 0.059216 0.251129
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penulis menggunakan program SPSS versi Dalam penelitian ini, variabel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini diperoleh dari hasil analisis data yang akan disajikan dibawah ini. Untuk lebih membantu dalam melakukan perhitungan yang akurat, penulis menggunakan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti nilai minumum, maksimum, mean, dan standard deviasi dari masing-masing
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik dekriptif menggambarkan tentang ringkasan datadata penelitian seperti nilai minimum, maksimum, rata rata dan standar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. maksimum. Penelitian ini menggunakan current ratio (CR), debt to equity ratio
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data pada variabel-variabel penelitian yang digunakan
BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Uji Kualitas Instrumen dan Data Uji kualitas data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik. Asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskriptif Objek Penelitian Perusahaan yang digunakan didalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesian
BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
72 BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini alat analisis data yang digunakan adalah model regresi linear klasik (OLS). Untuk pembuktian kebenaran hipotesis dan untuk menguji setiap variabel
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran PT. Bank Central Asia, Tbk merupakan salah satu bank go public di Indonesia, yang secara periodik wajib menyampaikan laporan keuangannya. Pengukuran kinerja
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki beberapa perusahaan, dan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Metode Pengumpulan Data 4.1.1. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan pertambangan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
55 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Obyek pada penelitian ini adalah perusahaan yang masuk kedalam Jakarta Islamic Index pada tahun 2015. Jakarta Islamic Index melakukan penyaringan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Profil Responden Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu peneliti dapat memperoleh data secara tidak langsung dari perusahaan. Data dalam penelitian ini diperoleh
BAB 1 PENDAHULUAN. Globalisasi ini pasar merupakan suatu fenomena yang tidak dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi ini pasar merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari baik oleh pribadi maupun perusahaan, sehingga perusahaan berlomba-lomba dalam meningkatkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Deskripsi Objek Penelitian Kemampuan laba (profitabilitas) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio kemampulabaan akan memberikan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan industri asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2010-2013.
BAB IV HASIL PENELITIAN. 2004:12). Variabel dalam penelitian ini adalah leverage (DAR), profitabilitas
BAB IV HASIL PENELITIAN A. STATISTIK DESKRIPTIF Uji statistik deskriptif dilakukan untuk mengindikasikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian adalah data normal dan homogen (Syamsul Hadi, 2004:12).
BAB IV HASIL PENGUJIAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
BAB IV HASIL PENGUJIAN Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh size, financial leverage
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN IV.1 Pengaruh Pinjaman yang diberikan oleh Bank terhadap Perusahaan Sektor Consumer Goods Industry Pada bagian ini akan diperlihatkan hasil pengolahan data pada sektor
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
132 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik beberapa simpulan
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Data Panel Guna menjawab pertanyaan penelitian sebagaimana telah diutarakan dalam Bab 1, dalam bab ini akan dilakukan analisa data melalui tahap-tahap yang telah
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Tabel 5.1 Deskripsi Variabel Penelitian Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation ROE 50,0174,3480,166018,0794598 DER 50,1536 2,6783,631622,5626124
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa komponen-komponen laporan keuangan yang diperoleh dari
: Berkat Kristian Zega NPM : Pembimbing : Anne Dahliawati, SE., MM
ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK PERIODE 2008-2012 Nama : Berkat Kristian Zega NPM : 29211191 Jurusan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. provinsi. Dalam satu karesidenan terdiri dari beberapa kapupaten atau kota.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian Karesidenan adalah sebuah pembagian administratif dalam sebuah provinsi. Dalam satu karesidenan terdiri dari beberapa kapupaten atau kota.
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur disektor 5 (consumer goods industry) periode 2008-2010. Berikut ini peneliti
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. standar deviasi suatu data. Hasil analisis deskiptif didapatkan dengan. Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif
50 A. Statistik Deskriptif BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data, analisis ini dilakukan dengan melihat nilai maksimum, minimum, mean,dan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Se propinsi
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan data yang berupa laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota Se propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
BAB III METODE PENELITIAN Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data. merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data panel dan merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi
Dari tabel di atas, diperoleh nilai dari Durbin-Watson sebesar 2.284, di. mana angka tersebut bernilai lebih besar dari 2, yang berarti terdapat
76 a Predictors: (Constant), Debt to Equity, Current, Return on Assets, Price Earning, Debt, Assets Turnover, Earning per Share, Return on Equity b Dependent Variable: Imbal hasil Dari tabel di atas, diperoleh
BAB IV PEMBAHASAN. Nilai tambah ekonomis (EVA) merupakan nilai yang di dapatkan shareholder dari hasil
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Analisa dan Evaluasi EVA Nilai tambah ekonomis (EVA) merupakan nilai yang di dapatkan shareholder dari hasil kinerja menejemen dalam mengelola modal yang di berikan pada perusahaan.
ABSTRAK. Pengaruh Economic Value Added Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam LQ-45
Abstrak vii ABSTRAK Pengaruh Economic Value Added Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam LQ-45 Pada penelitian ini, penulis menganalisa pengaruh Economic Value Added (EVA)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian Dalam penelitian ini obyek penelitianya adalah Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
61 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskripsi menjelaskan karakteristik dari masing-masing variabel yang terdapat dalam penelitian, baik variabel dependen maupun independen
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Sampel Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2011-2013. Teknik yang digunakan dalam
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) pada periode
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Analisis Deskripsi Data Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) pada periode 1993-2013 kurun waktu
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN 4.1. Analisis Perhitungan pada Variabel Independen 4.1.1. Analisis Price to Book Value (PBV) Price to Book Value berfokus pada nilai ekuitas perusahaan. Price to Book
ISSN : e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 444
ISSN : 2355-9357 e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 444 PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), dan EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM (Studi pada Perusahaan
BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. semua variabel independen tidak signifikan pada tingkat 1%.
A. Uji Kualitas Data 1. Uji Heteroskedastisitas BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidakstabilan varians dari residual
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel-variabel independen
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Deskripsi Data Penelitian Jenis data yang digunakan adalah data panel yang berbentuk dari tahun 2006 sampai tahun 2013 yang mencakup 33 propinsi di Indonesia. Penelitian ini
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Berikut hasil
:Anggun Kartika Wati Npm :
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL INTERNAL TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Kasus Pada Industri Rokok yang Go Public di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode tahun 2009-2013 Nama :Anggun Kartika Wati Npm : 10210852
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Jakarta Islamic Index (JII) diluncurkan oleh PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT. Danareksa Investment Management (DIM) pada pertengahan tahun
Pengaruh Return on Assets Dan Return on Equity terhadap Earning Per Share pada PT. Bank Muamalat Indonesia
Pengaruh Return on Assets Dan Return on Equity terhadap Earning Per Share pada PT. Bank Muamalat Indonesia Yunina, SE.,M.Si, Ak Nazir, SE., M.Si Ghazali Syamni, SE., M.Sc Abstract The purpose of this research
Kata Kunci : Struktur Aktiva, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, dan Struktur Modal
PENGARUH STRUKTUR AKTIVA, PROFITABILITAS, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL (Studi pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2011-2015) THE INFLUENCE
WENI APRILIA / / 4eb15 Dr. RENNY NUR AINY
PENGARUH RETURN ON INVESMENT (ROI) DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP HARGA SAHAM STUDI KASUS PT. UNILEVER INDONESIA TBK WENI APRILIA / 21208280 / 4eb15 Dr. RENNY NUR AINY LATAR BELAKANG PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum dan Objek Penelitian Manufaktur adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan barang mentah menjadi barang siap pakai.perusahaan manufaktur saat ini
BAB III METODE PENELITIAN
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yang menjadi penelitian adalah seluruh perusahaan LQ 45 yang listing di BEI pada tahun 2010-2014, dimana perusahaan tersebut
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Unit Analisis Data 1. Data Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas mengenai proses pengolahan data untuk menguji hipotesis yang telah dibuat
Muhammad Syukri Hamdi
ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS, LEVERAGE KEUANGAN, UKURAN, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Muhammad Syukri
Prosiding Akuntansi ISSN:
Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561 Pengaruh Return On Asset (ROA) Dan Return On Equity (ROE) Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang akurat. Berdasarkan statistik deskriptif diperoleh hasil sebagai berikut :
45 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Statistik Dekriptif Dalam analisa data menggunakan teknik regresi sederhana, data sampel yang digunakan harus melalui uji asumsi klasik (normalitas data) terlebih
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT XL Axiata Tbk. ("XL") didirikan pada tanggal 8 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. 1. Analisis Model Regresi dengan Variabel Dependen PAD. a. Pemilihan Metode Estimasi untuk Variabel Dependen PAD
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Analisis Model Regresi dengan Variabel Dependen PAD a. Pemilihan Metode Estimasi untuk Variabel Dependen PAD Cross-section F Pemilihan model estimasi
