Agung Purnama Aziz, Mohammad Heykal, S.E, M.Si
|
|
|
- Inge Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Menggunakan Pendekatan Laba-Rugi (Income Statement Approach) dan Nilai Tambah (Value Added Statement) Berdasarkan Rasio ROA, ROE, LBAP, NPM dan BOPO Agung Purnama Aziz, Mohammad Heykal, S.E, M.Si Universitas Bina Nusantara, Jln. Daan mogot km.11 komp.departemen agama no.45 kedaung kali Angke Cengkareng Jakarta barat 11710, Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan perbedaan perbankan syariah menggunakan pendekatan laba rugi (income statement approach) dan nilai tambah (value added Statement approach) yang diukur menggunakan rasio keuangan ROA, ROE, LBAP, NPM dan BOPO. Objek yang digunakan adalah laporan keuangan pada periode tahun dari Bank Syariah Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank syariah BRI, Bank Syariah BNI, Bank Syariah Mega Indonesia dan Bank Panin Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio keuangan ROA, ROE, LBAP, NPM tedapat perbedaan yang signifikan antara Income Statement Approach dan Value Added Statement, sedangkan pada rasio BOPO tidak terdapat perbedaan dan bila dilihat secara keseluruhan tingkat profitabilitas menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara Income Statement Approach dan Value Added Statement. Oleh sebab itu, ada baiknya Bank Syariah bersedia menerbitkan Value Added Statement sebagai tambahan laporan keuangan yang diterbitkan. Karena Value Added Statement memberikan informasi berkaitan dengan pendistribusian bagi hasil yang diperoleh bank. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Perbankan Syariah, Laba-Rugi, Nilai Tambah PENDAHULUAN Perbankan syariah merupakan perluasan jasa perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan dan menghendaki pembayaran imbalan yang tidak didasarkan pada sistem bunga, melainkan atas dasar prinsip syariah sebagaimana terdapat pada syariah Islam. Masyarakat sebagai pihak yang paling berperan dalam pengguna jasa perbankan pada umumnya memiliki pengaruh terhadap berbagai bentuk pelayanan yang diberikan oleh bank untuk menarik simpati masyarakat khususnya yang memliki prinsip syariah islam dalam penerapannya. Perbankan syariah mempunyai potensi dan
2 peluang yang lebih besar dalam peranannya sebagai sumber pembiayaan bagi hasil perekonomian dan kemajuan Indonesia dimasa mendatang. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada periode tertentu mencakup aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dananya. Kepercayaan pemilik dana terhadap bank merupakan faktor yang sangat membantu dan mempermudah pihak manajemen bank untuk menyusun perencanaan strategi bisnis yang baik. Berisi latar belakang, kajian pustaka, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Peneliti menggunakan rasio keuangan ROA, ROE, LBAP, NPM dan BOPO dalam analisa laporan keuangan untuk mempermudah proses pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Dalam laporan nilai tambah terdapat aspek revaluasi sebagai komponen laporan nilai tambahnya yang perlu di ukur menggunakan rasio ROA, ROE, LBAP dan BOPO. Karena dalam revaluasi tersebut mempengaruhi nilai aktiva dan total nilai tambah yang berasal laba bersih dalam laporan nilai tambah tersebut, sehingga perlunya rasio yang tepat untuk mengukur kinerja keuangan dari laporan nilai tambah. Sedangkan rasio NPM digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba di tinjau dari total pendapatannya. METODE PENELITIAN Penulisan ini menggunakan metoda studi kepustakaan yang merupakan segala usaha yang dilakukan oleh penulis untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Adapun data yang dilakukan melalui studi pustaka yang dilakukan dengan mengkaji buku-buku litelatur, jurnal, dan makalah untuk memperoleh landasan teoritis yang komprehensif tentang bank syariah umum serta mengeksplorasi laporan-laporan keuangan dari bank berupa laporan tahunan. Adapun media internet yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi perkembangan bank adalah serta dari web setiap perusahaan perbankan syariah yang diteliti yaitu dari Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, Bank Mega Syariah dan Bank Panin Syariah. Metoda analisis yang digunakan pada penulisan ini adalah dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis uji beda t-test (independent sample t-test) dengan penggunaan software spss yang merupakan spss yang baru diterbitkan, dengan harapan data yang akan diteliti akan lebih akurat dan mennjadi data yang diharapkan oleh peneliti dalam penyelesaian pengambilan kesimpulan nantinya dalam penulisan ini. Uji beda t atau Independent sample t-test digunakan untuk menguji tingkat signifikan pengaruh variabel-variabel secara individual (partial). Apabila t hitung yang diperoleh lebih besar dari t Tabel berarti t hitung signifikan artinya hipotesis diterima. Sebaliknya apabila t hitung yang diperoleh lebih kecil dari t tabel berarti t hitung tidak signifikan artinya hipotesis ditolak. Selain itu pengujian ini bisa dilakukan dengan melihat p-value dari masing-masing variabel. Apabila p-value < 5% maka hipotesis diterima dan apabila p-value > 5% maka hipotesis ditolak (Ghozali, 64:2013).
3 HASIL DAN BAHASAN Berdasarkan hasil analisis data diatas didapatkan bahwa: Hasil analisis pada hipotesis pertama menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio ROA antara income statement approach dan value added approach pada tahun 2010 sampai dengan 2014 karena tingkat signifikansi ROA < 0,05 sehingga menerima H1. Selain itu berdasarkan analisis deskriptif terhadap ROA selama periode penelitian, dari dua pendekatan tersebut, secara kuantitatif Value Added Approach memiliki rasio ROA yang lebih tinggi walaupun terdapat selisih kecil dibandingkan dengan Income Statement Approach. Rasio ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan, sehingga semakin tinggi nilai ROA mengindikasikan bahwa bank telah mempunyai tingkat keuntungan yang besar dalam memanfaatkan aset yang dimiliki. Hasil analisis pada hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio ROE antara income statement approach dan value added approach pada tahun 2010 sampai dengan 2014 karena tingkat signifikansi ROE < 0,05 sehingga menerima H2. Selain itu berdasarkan analisis deskriptif terhadap ROE selama periode penelitian, dari dua pendekatan tersebut secara kuantitatif Value Added Approach memiliki rasio ROE yang lebih tinggi walaupun terdapat selisih kecil dibandingkan dengan Income Statement Approach. Rasio ROE merupakan indikator penting bagi para pemegang saham dan calon investor untuk mengukur kemampuan bank dalam memperoleh laba bersih yang dikaitkan dengan pembayaran deviden, sehingga semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh perusahaan sehingga rentabilitas bank semakin baik. Hasil analisis pada hipotesis ketiga menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio perbandingan laba bersih dengan aktiva produktif antara income statement approach dan value added approach pada tahun 2010 sampai dengan 2014 karena tingkat signifikansi perbandingan laba rugi dengan aktiva produktif < 0,05 sehingga menerima H3. Selain itu berdasarkan analisis deskriptif terhadap perbandingan laba bersih dengan aktiva produktif selama periode penelitian, dari dua pendekatan tersebut secara kuantitatif Value Added Approach memiliki rasio perbandingan laba bersih dengan aktiva produktif yang lebih tinggi walaupun terdapat selisih kecil dibandingkan dengan Income Statement Approach. Hasil analisis pada hipotesis keempat menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio NPM antara income statement approach dan value added approach pada tahun 2010 sampai dengan 2014 karena tingkat signifikansi NPM < 0,05 sehingga menerima H4. Rasio NPM digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih ditinjau dari sudut operating incomenya, sehingga semakin tinggi rasio NPM suatu bank menunjukkan hasil yang semakin baik. Hasil analisis pada hipotesis kelima menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio BOPO antara income statement approach dan value added approach pada tahun 2010 sampai dengan 2014 karena tingkat signifikansi BOPO > 0,05 sehingga menolak H5. Rasio BOPO digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya, sehingga rasio yang tinggi menunjukkan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil
4 Tabel 4.9 Independent Samples Test Untuk kelima analisis perbedaan Kinerja Variabel Sig (2 Tailed) Keterangan Kesimpulan ROA 0,043 P<0,05 Berbeda ROE 0,013 P<0,05 Berbeda NPM 0,002 P<0,05 Berbeda LBAP 0,001 P<0,05 Berbeda BOPO 1,000 P>0,05 Tidak Berbeda Sumber: data sekunder dengan SPSS Hasil penelitian ini mendukung penelitian Wahyuni Wiranti (2013) yang juga meneliti tentang ISA dan VAS dengan mengambil objek penelitian Bank Syariah Mandiri (BSM). Dalam penelitian Wahyuni hanya menggunakan empat variabel yaitu ROA, ROE, NPM dan BOPO, sedangkan dalam penelitian ini ditambahkan variabel laba bersih dengan aktiva produktif. Secara kuantitatif keempat variabel yang telah dibuktikan oleh Wahyuni juga memperoleh hasil yang sama yaitu antara ISA dan VAS mempunyai perbedaan dimana rasio yang diperoleh dengan ISA lebih rendah daripada menggunakan VAS. sedangkan rasio BOPO tidak terbukti mempunyai perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan value added approach diketahui perolehan nilai tambah (laba) ke-6 Perbankan Syariah yang diuji tahun lebih besar jika dibandingkan perolehan laba bersih yang menggunakan income statement approach seperti yang tertera pada Tabel Perbedaan nilai yang begitu besar ini disebabkan adanya perbedaan konsep kepemilikan dan konsep teori dalam akuntansi yang digunakan. Dari hasil interpretasi tersebut, dapat disimpulkan adanya perbedaan penerapan teori yang digunakan dalam Laporan Laba Rugi dan Laporan Nilai Tambah. Laporan Laba Rugi menggunakan Entity Theory (ET) yang menekankan pendapatan operasi utamanya untuk dibagihasilkan dan hanya dikhususkan untuk pemilik modal, sedangkan Laporan Nilai Tambah menggunakan Syariah Enterprise Theory (SET) yang lebih menerapkan prinsip keadilan dimana nilai tambah akan didistribusikan kepada semua pihak yang terlibat dalam menghasilkan nilai tambah tersebut. Adanya perbedaan penerapan teori yang digunakan dalam income statement approach dan value added approach menyebabkan hasil analisis kinerja keuangan (ROA, ROE, perbandingan laba bersih dengan aktiva produktif / LBAP, dan NPM) menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. Untuk rasio BOPO tidak dibuktikan adanya perbedaan secara signifikan karena pendapatan operasional dan biaya operasional dalam value added approach bersifat tetap seperti yang diperlakukan dalam income statement approach. Sehingga perolehan nilai tambah (laba) dengan menggunakan value added approach menunjukkan hasil yang lebih esar dibandingkan dengan laba yang diperoleh dengan menggunakan income statement approach.
5 SIMPULAN DAN SARAN Kinerja keuangan yang diwakili oleh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), perbandingan laba bersih dengan aktiva produktif (LBAP) dan Net Profit Margin (NPM) pada tahun menunjukkan antara income statement approach dan value added approach terdapat perbedaan yang signifikan. Walaupun secara kuantitatif besarnya keempat rasio tersebut pada income statement approach dibawah value added approach. Kinerja keuangan yang diwakili rasio Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) pada tahun menunjukkan antara income statement approach dan value added statement approach tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini dikarenakan pendapatan operasional dan biaya operasional dalam value added statement approach bersifat tetap seperti yang diperlakukan dalam income statement approach. Secara keseluruhan tingkat profitabilitas (rasio ROA, ROE, LBAP dan NPm) perbankan syariah yang diukur dengan menggunakan income statement approach dan value added approach mempunyai perbedaan yang signifikan. Menurut hasil penulisan ini besarnya rasio yang diperoleh dengan income statement approach lebih rendah dibandingkan dengan value added approach. Terkait dengan signifikan perbedaan kinerja keuangan perbankan syariah berupa perhitungan rasio antara laba rugi (Income Statement Approach) dan nilai tambah (Value Added Statment Approach) hasil yang didapat adalah : Terdapat perbedaan antara income statement approach dan value added approach, perhitungan rasio yang diwakili oleh tingkat signifikansi ROA = 0,043 atau < 0,05 sehingga menerima H1, tingkat signifikansi ROE = 0,013 atau < 0,05 sehingga menerima H2, tingkat signifikansi LBAP = 0,002 atau < 0,05 sehingga menerima H3 dan tingkat signifikansi NPM = 0,001 atau < 0,05 sehingga menerima H4, sedangkan BOPO = atau > 0,05 sehingga menolak H5 maka dengan itu Value Added Statement atau VAS lebih mengutamakan prinsip keadilan dalam mendistribusikan nilai tambah kepada pemilik modal, karyawan, kreditor, dan pemerintah (Triyuwono 120:2010). Sehingga dalam penulisan ini diperoleh nilai tambah (laba) yang lebih tinggi dibandingan dengan laba yang diperoleh berdasarkan income statement approach. Perbedaan tersebut merupakan signifikan kinerja keuangan perbankan syariah yang berupa perhitungan rasio yang digunakan pada pendekatan laba rugi (income statement approach) dan Nilai Tambah (value added approach) REFERENSI Beck, Thorsten, Asli Demirgüç-Kunt, and Ouarda Merrouche. (2013) Journal of Banking & Finance 37.2 Ewa Karmimski. (2009). The Levy, Economic Institute Working Paper. El Moussawi, Chawki, and Hassan Obeid. (2011). International Management Review 7.1 Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Semarang. Badan Penerbit Undip. Godfrey, Jayne, Allan Hodgson, Ann Tarca, Jane Hamilton, and Scott Holmes, Accounting Theory, 7th Ed. John Wiley & Sons, Inc. Ismail. (2011). Bank dan lembaga keuangan syariah. Kencana. Jakarta
6 M. Amrullah Reza. (2014). Analisis perbandingan kinerja keuangan perbankan syariah menggunakan income statment dan value added statement. IIUM Journal of Economics and Management 9, volume 2 no. 4 (2014). Muhammad dan Dewi. (2009). Pengantar Akuntansi Syari ah dan management perbankan, Jakarta. Salemba Empat. Nurhayati, Sri dan Wasilah. (2009). Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta. Salemba Empat. Sekaran, U. (2011). Research Methods For Busines Metodologi Penelitian Untuk Bisnis Buku I Edisi 4. Jakarta. Penerbit Salemba Empat. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeda. Triyuwono, Iwan dan Moh. As udi, (2010), Akuntansi Syariah Memformulasikan Konsep Laba dalam Konteks Metafora Zakat. Jakarta. Salemba Empat. Wahyuni Waranti. (2013). Analisis komperatif kinerja keuangan bank syariah berdasarkan income statement approach dan value added approach pada bank mandiri di indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol 32 No.1 :1-12. Wiroso. (2011). Akuntansi transaksi syariah. Ikatan Akuntansi Indonesia Yaya, Shahul Hameed. (2004). Objectives and Characteristics of Islamic Accounting: Percepation of Muslim Accounting Academician in Yogyakarta, Indonesia. International Conference Pan Pacific. Kuala Lumpur. RIWAYAT PENULIS Agung Purnama Aziz Jakarta, 3 Juni 1993 Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara budang Akuntansi pada Penulis aktif di organisasi lingkungan sebagai ketua, pada organisasi perfilman (produksi film) sebagai finance/keuangan.
BAB V PENUTUP. Income Statement dan Shariah Value Added Statement tahun 2007 sampai dengan
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data laporan keuangan Bank Syariah Mandiri berupa Income Statement dan Shariah Value Added Statement tahun 2007 sampai dengan 2011 dan hasil analisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktudan TempatPenelitian Penelitian untuk penulisan skripsi ini berlangsung pada bulan Oktober, 2014 s.d selesai. Penelitian ini berusaha menemukan perbandingan kinerja keuangan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan data yang diinput dari Laporan keuangan triwulan periode tahun 2009-2011 maka dapat dihitung rasio-rasio keuangan
Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Bank Syariah Berdasarkan Income Statement Approach Dengan Value Added Statement
ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2014, 2 (1) : 30-40 ISSN 0000-0000, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2013 Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Bank Syariah Berdasarkan Income Statement
KOMPARASI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH BERBASIS PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business) Volume 1, Nomor 2, Oktober 2016 ISSN: 2527-3434 (PRINT) - ISSN: 2527-5143 (ONLINE) Page: 157-169 KOMPARASI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN
BAB I PENDAHULUAN. tinggi bahkan melebihi tinggi dari rata-rata perbankan syari ah dunia. 1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbankan syari ah di Indonesia mulai berkembang pesat dari yang bukan apa-apa pada tingkat dunia sekarang sudah bersaing dibawah negaranegara islam lain seperti Iran,
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INCOME STATEMENT DAN PENDEKATAN SHARIATE VALUE ADDED STATEMENT
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INCOME STATEMENT DAN PENDEKATAN SHARIATE VALUE ADDED STATEMENT Elyanti Rosmanidar 1) 1) Alumni Magister Ilmu Akuntansi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan pada semua bank syariah dan bank konvensional yang berada di Bursa Efek Indonesia. Adapun ruang lingkup penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penulisan penelitian ini dilakukan pada 13 April 2013 sampai dengan selesai dengan memperoleh data dari internet dan buku-buku di perpustakaan
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN INCOME STATEMENT APPROACH DAN VALUE ADDED APPROACH (Studi pada Bank Syariah di Indonesia)
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN INCOME STATEMENT APPROACH DAN VALUE ADDED APPROACH (Studi pada Bank Syariah di Indonesia) Program Studi Ekonomi Islam, Fak. Syariah IAIN Walisongo
Majalah Ilmiah UPI YPTK, Volume 18, No 2,Oktober 2011 ISSN :
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BANK SYARI AH (Studi Kasus pada PT Bank Syahriah Mandiri) Ir. Zefriyenni, MM, Fakultas Ekonomi Universitas
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN NILAI TAMBAH DAN LABA RUGI
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN NILAI TAMBAH DAN LABA RUGI (Studi KasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2012-2013) NASKAH PUBLIKASI Diajukan
Kata kunci : Kinerja Keuangan, Perbankan Syariah, Syariah Enterprise Theory, Laporan Nilai Tambah, ROA, ROE, LBAP, NPM, BOPO
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business) Volume 1, Nomor 2, Oktober 2016 P-ISSN: 2527-3434 ;E-ISSN: 2527-5143 Page: 157-169 KOMPARASI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH
BAB I PENDAHULUAN. sosialisme. Sistem tersebut mengacu pada prinsip-prinsip yang sebenarnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem ekonomi yang berkembang dewasa ini adalah sistem kapitalisme dan sosialisme. Sistem tersebut mengacu pada prinsip-prinsip yang sebenarnya bertentangan
ESTIMASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE
ESTIMASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE 2008-2011 Era Rizkita Alhamditia, Mohamad Heykal Universitas Bina Nusantara ABSTRAK Tujuan dari
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN INCOME STATEMENT APPROACH
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN INCOME STATEMENT APPROACH DAN VALUE ADDED APPROACH (Studi pada Bank Syariah di Indonesia) Comparative Analysis of Financial Performance
METODE PENELITIAN. Agar penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu
60 III. METODE PENELITIAN A. Variabel Operasional Agar penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dipahami berbagai unsur-unsur yang menjadi dasar dari suatu penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan Bank Syariah Manajemen suatu organisasi, baik yang berorientasi laba (profit oriented) maupun yang tidak, akan selalu dihadapkan dengan pengambilan keputusan untuk
BAB I PENDAHULUAN. lembaga yang menghimpun dana (Funding) dari masyarakat yang. kembali kepada masyarakat yang kekurangan dana (Deficit unit) untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perekonomian, sektor perbankan merupakan sektor yang mempunyai peranan penting bagi perkembangan perekonomian suatu negara. Peran tersebut diwujudkan dalam fungsi
BAB III METODE PENELITIAN. Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sampel Penelitian Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan bank konvensional yang
2015 PENGARUH PEMBIAYAAN BAGI HASIL TERHADAP PROFITABILITAS
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Bank syariah merupakan bank yang secara operasional berbeda dengan bank konvensional. Bank syariah tidak membebankan bunga kepada nasabah, akan tetapi menerima
BAB I PENDAHULUAN. Krisis yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berawal dari krisis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Krisis yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berawal dari krisis moneter sebagai akibat jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap valuta asing
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN MENGGUNAKAN SHARI AH VALUE ADDED APPROACH
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN MENGGUNAKAN SHARI AH VALUE ADDED APPROACH DAN INCOME STATEMENT APPROACH PERIODE 2007-2011 ARTIKEL ILMIAH DISUSUN OLEH OCTA EKA PRASETYA NIM
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Objek Penelitian Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem perbankan syariah. Prinsip Syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil,
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan investasi jangka panjang suatu perusahaan yang dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan suatu pasar keuangan untuk melakukan kegiatan investasi jangka panjang suatu perusahaan yang dapat diperjualbelikan dalam bentuk modal sendiri
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dan keuangan Islam (syariah) semakin pesat, demikian juga dengan perbankan dan akuntansi syariah mulai berkembang mengikuti perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. I.I Latar Belakang Masalah. Praktik ekonomi yang terjadi saat ini, baik yang dilakukan para praktisi maupun para
1 BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Masalah Praktik ekonomi yang terjadi saat ini, baik yang dilakukan para praktisi maupun para akademisi, lebih banyak menggunakan system ekonomi sekuler. Ekonomi sekuler
BAB III METODE PENELITIAN. antara kedua atau lebih objek yang diteliti. keuangannya dimulai dari tahun
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan bersifat komparatif (perbandingan) yaitu bersifat menguraikan sifat-sifat dan keadaan sebenarnya dari dua atau lebih objek penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. BUMN di Indonesia meliputi (BTN, BNI, BRI, dan Mandiri).
45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di Pojok Bursa Efek Indonesia UIN Malang Jl. Gajayana no 50 Malang. Dengan mengambil data publikasi Bank Persero BUMN di Indonesia meliputi
III. METODE PENELITIAN. Indonesia ada dua macam yaitu bank konvensional dan bank syariah.
31 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran, dan yang tidak kalah pentingnya
Disusun Oleh : : Nina Rahayu Nurcahyani NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Budi Prijanto
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INCOME STATEMENT DAN SHARI ATE VALUE ADDED STATEMENT PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH Disusun Oleh : Nama : Nina
BAB V PENUTUP. Simpulan yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah : dengan menggunakan pendekatan Laba Rugi.
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Simpulan yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah : 1. Kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 yang dihitung dengan menggunakan
PENGARUH ROE, BOPO DAN NPL TERHADAP TINGKAT DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK SYARIAH
PENGARUH ROE, BOPO DAN NPL TERHADAP TINGKAT DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK SYARIAH Husni Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on equity
Nama : Martha Romadoni NPM : Kelas : 3EA13
ANALISA KINERJA KEUANGAN PT. PEGADAIAN Tbk BERDASARKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS Nama : Martha Romadoni NPM : 16209473 Kelas : 3EA13 LATAR BELAKANG Mengingat pegadaian merupakan
PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BEI TAHUN
PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BEI TAHUN 2014-2015 Anita Suwandani, Suhendro, Anita Wijayanti [email protected] FE UNIBA Surakarta
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH (Survei Pada PT Bank Muamalat Indonesia)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH (Survei Pada PT Bank Muamalat Indonesia) Putri Kartika P. Djoko Kristianto Fakultas Ekonomi Universitas
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang
49 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Pengambilan Sampel Populasi adalah kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan (Sanusi, 2011: 87). Jadi,
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Mandiri) HALAMAN JUDUL Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PT BANK DANAMON DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL PERIODE TAHUN
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PT BANK DANAMON DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL PERIODE TAHUN 2013-2015 JURNAL PENELITIAN Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH. Yudiana Febrita Putri 1. Isti Fadah 2
Suwandi, Sularso, Suroso, Pengaruh Kualitas Layanan... ISSN : 1412-5366 e-issn : 2459-9816 ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH Yudiana Febrita Putri 1 Isti Fadah 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikembangkan pada bab sebelumnya dan memaparkan hasil hipotesis.
48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, membuktikan hipotesis yang telah dikembangkan pada bab sebelumnya
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian komparatif yakni penelitian yang dilakukan dengan maksud
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
117 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan dari hipotesis yang diajukan sebagai berikut : Berdasarkan
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 5.1. Analisis Perkembangan Penyaluran Kredit Dalam pelaksanaan aktivitas operasional bank, salah satu upaya yang dilakukan oleh setiap perbankan adalah peningkatan kinerja
BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam perekonomian suatu negara sebagai lembaga perantara keuangan. Bank adalah
NPM : Pembimbing. : Lonella Dwita. : Mella Sri Kencanawati,SE., MMSI
Analisis Perbandingan Perkembangan Asset dan Tingkat kepercayaan Masyarakat Sebelum dan Setelah Terjadinya Krisis Global pada Bank Syariah di Indonesia SEMINAR PENULISAN ILMIAH Diajukan guna melengkapi
BAB 1 PENDAHULUAN. pembangunan ekonomi Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena pasar modal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sehubungan dengan investasi pada pasar modal, pemerintah Indonesia beranggapan bahwa pasar modal merupakan sarana yang dapat mendukung percepatan pembangunan
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK DENGAN PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. Nama : Sarah Natya
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK DENGAN PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK Nama : Sarah Natya Dosen Pembimbing: Erny Pratiwi, SE, MMSI Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bank merupakan salahsatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank merupakan salahsatu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara keuangan yang menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang kekurangan dana
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan dari SPSS 12.0 for windows, yaitu dengan metode regresi berganda serta pembahasan
ANALISIS PERBANDINGAN KINRJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN PEN
ANALISIS PERBANDINGAN KINRJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN PENDEKATAN NILAI TAMBAH DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE 2002-2011 THE COMPARATIVE ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORMANCE
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGETAHUI KINERJA KEUANGAN PT.ASTRA INTERNATIONAL, Tbk
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGETAHUI KINERJA KEUANGAN PT.ASTRA INTERNATIONAL, Tbk Nama Npm : 22209237 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Jonathan Lingga Saputra : Bertilia Lina Kusrina, SE., MM. LATAR
BAB 1 PENDAHULUAN. juga terdapat dalam Al-Qur an surat Al- Baqarah ayat 275, yang potongan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank syariah adalah bank yang menjalankan sistemnya berdasarkan prinsip syariah. Terdapat dua jenis yaitu Bank Umum Syariah (BUS), dan Bank Perkreditan Rakyat
merupakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan maupun dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Untuk dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Suatu perusahaan dalam pemenuhan keburuhan dananya berasal dari dua sumber, yaitu sumber intern
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak
BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari website masing-masing bank syariah.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BANK INDONESIA
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BANK INDONESIA ( Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bank Indonesia tahun 2011-2013
BAB I PENDAHULUAN. Perbankan di Indonesia semakin diramaikan dengan berdirinya bank-bank
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan di Indonesia semakin diramaikan dengan berdirinya bank-bank umum syariah dan juga unit-unit usaha syariah. Tumbuhnya perbankan syariah tersebut memberikan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah penilaian kinerja keuangan dan return saham perbankan yang melakukan merger dan akuisisi. Penilaian kinerja keuangan dan return
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DAN BANK UMUM KONVENSIONAL
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DAN BANK UMUM KONVENSIONAL (Studi kasus pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional di Indonesia, periode 2010-2012) ABSTRAK Megawati Naipulu
ANALISIS RASIO PROFITABILITAS Analisis Rasio Profitabilitas Terhadap Laporan Keuangan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2015, 3 (2): 519-530 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2015 ANALISIS RASIO PROFITABILITAS Analisis Rasio Profitabilitas Terhadap Laporan Keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan mencerminkan kinerja suatu perusahaan dan berguna bagi para pemakainya, baik pihak eksternal maupun internal dalam melakukan pengambilan
BAB I PENDAHULUAN. Pelaporan keuangan merupakan sarana yang digunakan perusahaan untuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaporan keuangan merupakan sarana yang digunakan perusahaan untuk menyediakan dan menyampaikan informasi keuangan bagi pihak investor, kreditur, dan pemakai eksternal
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat, membuat masyarakat semakin membutuhkan teknologi informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan
ANALISIS PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS BANK (PERIODE )
ANALISIS PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS BANK (PERIODE 2006-2008) Hendianto Noviansyah, ST Jl. Krukut Raya, Coridia Residence No.28, Krukut, Limo, Depok 16512. [email protected]
Perbandingan Kinerja Keuangan Lima Bank Dengan Aset Terbesar
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN, Vol.2, No.2 Desember 2017, 237-248 E-ISSN: 2528-0163 237 Perbandingan Kinerja Keuangan Lima Bank Dengan Aset Terbesar Hartanti Manajemen Perpajakan; Akademi Manajemen Keuangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam perekonomian suatu negara. Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini, informasi
4 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian
4 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian mengenai pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM),
PENILAIAN KINERJA KEUANGAN 5 PERUSAHAAN PERBANKAN TERBESAR PERIODE MENGGUNAKAN DUPONT SYSTEM
PENILAIAN KINERJA KEUANGAN 5 PERUSAHAAN PERBANKAN TERBESAR PERIODE 2010-2012 MENGGUNAKAN DUPONT SYSTEM Theresia Lesmana Accounting and Finance Department, Faculty of Economic and Communication, BINUS University
