1 PENDAHULUAN Latar Belakang
|
|
|
- Leony Yuwono
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang ditimbulkan banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business opportunities), tetapi banyak pula pada beberapa kasus dampak faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints). Perusahaan yang memiliki sistem organisasi yang baik dengan dukungan visi, misi dan rencana bisnis yang baik, tidak menjamin sukses dalam meraih laba (keuntungan), bahkan banyak perusahaan ini mengalami penurunan dalam kinerja usahanya hanya karena kesalahan dalam menafsirkan skenario dan asumsi pengaruh lingkungan luar tersebut. Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan kawasan ASEAN, banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen domestik dan investor modal asing. Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia, terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan-perusahaan swasta domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan (joint ventures) dan waralaba (franchising). Perubahan lingkungan ekonomi yang terjadi meliputi segala kejadian atau permasalahan penting di bidang perekonomian nasional yang dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Faktor ini meliputi juga kondisi perekonomian internasional dan perkembangan pasar suatu masyarakat perekonomian. Faktor lingkungan ekonomi nasional mencakup antara lain berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah di bidang perekonomian serta arah dan target agregat ekonomi makro. Sedangkan faktor perubahan lingkungan non-ekonomi merupakan peristiwa atau isu yang menonjol di bidang politik, keamanan, kehidupan penduduk, aspek sosial dan aspek budaya yang mempengaruhi roda kehidupan berusaha suatu perusahaan. Kondisi perubahan juga terjadi di dalam negeri, dimana perubahan lingkungan industri yang ada di sektor manufaktur dan jasa pada tahun mengalami penurunan ekspor kenegara Eropa dan Amerika sebagai dampak adanya krisis yang terjadi disejumlah negara tersebut. Perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternal sangat mempengaruhi permintaan jasa inspeksi dan pengujian, dimana permintaan pengguna jasa ini sebagian besar adalah korporasi/perusahaan yang bergerak dalam industri ekspor/impor, pada sebagian pelanggan di Indonesia cenderung merelokasi pasar tujuan ekspor kenegara-negara lain yang tidak memerlukan perusahaan jasa inspeksi dan pengujian akibat regulasi yang tidak terlalu ketat terhadap standar tertentu. Dampak dari faktor eksternal perusahaan yang bersifat makro seperti nilai mata uang dan inflasi menjadi sangat penting bagi perusahaan. Ketergantungan kepada mata uang selain rupiah akan semakin memberatkan beban, yang akhirnya akan berdampak negatif kepada asumsi-asumsi awal yang dibuat pada saat penyusunan anggaran perusahaan. Berdasarkan data Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI) tahun 2010, jumlah perusahaan global yang telah menggandeng perusahaan lokal dan perusahaan lokal murni dalam bidang jasa inspeksi dan pengujian berjumlah lebih dari 90 (sembilan puluh) anggota yang memperebutkan pasar dan segmen yang sama dibidang jasa inspeksi dan pengujian. Kondisi ini akan memicu tingkat persaingan yang sangat ketat
2 2 dalam menawarkan dan memberikan jasa yang sama melalui berbagai strategi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan. Lingkungan bisnis yang kompetitif turbulen menyebabkan kompleksnya masa depan yang akan dimasuki oleh perusahaan, sehingga diperlukan pemikiran sebagian besar anggota organisasi untuk menggambarkan secara jelas kondisi masa depan yang akan diwujudkan perusahaan. Konsensus/kesepakatan dari berbagai personil yang dilibatkan untuk merumuskan berbagai sasaran yang akan dituju perusahaan ke masa depan sehingga perlu ada penyelarasan rencana dengan kondisi lingkungan yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi perusahaan dalam mencapai kinerja yang baik PT SUCOFINDO (Persero) atau SCI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada 5 (lima) bisnis jasa yaitu jasa pengujian (testing), inspeksi, sertifikasi, pelatihan dan konsultasi, perlu menyelaraskan strategi bersaing dan berkompetisi agar mampu mengimbangi tekanan yang ada. Penyelarasan strategi disesuaikan dengan perubahan lingkungan eksternal, yang antara lain berlakunya pasar bersama Asean pada tahun Ancaman dan peluang perlu dikelola secara lebih sistematik menjadi rencana kegiatan yang dapat dijalankan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan kompetitor yang akan datang dari negara-negara yang tergabung dalam komunitas Asean. Jasa inspeksi dan pengujian merupakan jasa pihak ketiga yang akan memastikan bahwa suatu produk telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pemastian ini biasanya dilaksanakan dalam setiap transaksi perdagangan yang dipersyaratkan dalam hubungan jual beli antara produsen dan pembeli (buyer) di luar negeri. Dalam bidang konsultansi, perusahaan membantu para pengguna jasa untuk dapat menjalankan prinsip produk yang bermutu agar diterima oleh pasar luar negeri. Kemampuan dalam mencari peluang-peluang untuk memperbesar pasar atau memperkenalkan produk/jasa baru kepada para pengguna jasa dapat saja dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan produsen (customization services) sebagai nilai tambah dalam proses pemberian jasa. SCI sebagai salah satu pemain utama dalam bidang jasa inspeksi dan pengujian, telah memiliki jaringan pelayanan di 33 Cabang dan memberikan pelayanan jasa/produk sebanyak 152 jasa. Perbandingan kinerja usaha (audited) dengan sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dapat dilihat pada Tabel 1 yang menunjukkan bahwa pencapaian kinerja SCI periode tahun , belum tercapai sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang ditetapkan oleh Pemegang Saham. Pertumbuhan pendapatan operasi periode tersebut menurun sejak tahun 2007 dari 22,6 % menjadi 4,0% ditahun Demikian juga dengan kinerja pertumbuhan perolehan laba sebelum pajak berfluktuatif sejak tahun 2007 sebesar 125,1% dibanding tahun sebelumnya, sementara ditahun 2010 menjadi -7,7% dibanding tahun sebelumnya. Tabel 1 Perbandingan realisasi kinerja dengan RJPP Uraian RJPP (Rp. Juta) Realisasi Kinerja (Rp. Juta) Deviasi (Rp. Juta) Deviasi (%) 21,8-7,1-15,8-18,6 Sumber : Laporan kinerja (audited)
3 Pelanggan dikategorikan berdasarkan kontribusi pelanggan dengan nilai sebesar 1) pelanggan retail dengan nilai dibawah 100 juta, 2) pelanggan silver dengan nilai juta, 3) pelanggan gold dengan nilai juta, 4) pelanggan diamond dengan nilai juta, 5) pelanggan platinum dengan nilai diatas 500 juta. Tujuan pembagian tersebut digunakan sebagai dasar pengelolaan akun pelanggan agar lebih intens dalam berhubungan. Data pada Tabel 2 memperlihatkan 87% pendapatan operasi hanya dikontribusikan oleh 365 pelanggan platinum selama tahun 2011 dengan total kontribusi pendapatan sebesar Rp. 1,144 milyar. 3 Tabel 2 Pendapatan operasi berdasarkan kategori pelanggan Nilai (Rp. Juta) Kategori Jumlah Pelanggan Kontribusi (Rp. Juta) Kontribusi (%) < 100 Retail Silver Gold Diamond >500 Platinum Total Laba bersih perusahaan setelah pajak (earning after tax) periode tahun dalam Tabel 3, cenderung mengalami penurunan, sehingga diperlukan langkah-langkah strategi dalam peningkatan kemampulabaan perusahaan yang baik. Tabel 3 Kinerja usaha periode tahun Uraian Pendapatan (Rp. Milyar) Pertumbuhan Pendapatan (%) Total Biaya (Rp. Milyar) Pertumbuhan Biaya (%) Laba Bersih setelah Pajak Prosentase Laba Bersih thp Pendapatan (%) Sumber : Laporan kinerja (audited) Rasio keuangan perusahaan menunjukan ada hambatan dalam penyediaan uang kas dan kegiatan keuangan lainnya yang akan menjadi satu faktor penghambat dalam proses ekspansi perusahaan seperti pada Tabel 4. Rasio Kas ditahun 2011 sebesar 66,3% mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada rekanan atau pihak lain dinilai masih rendah, dan kondisi ini mengakibatkan perusahaan harus mengambil kredit modal kerja kepada pihak Bank yang di tahun 2011 besaran bunga pinjaman yang harus dibayarkan sebesar Rp. 6,6 Milyar. Tabel 4 Rasio keuangan periode tahun Rasio Keuangan Cash Ratio (%) Umur Piutang(hari) Bunga pinjaman (Rp. Juta) Pembayaran Rekanan (Hari) Sumber : Laporan Keuangan PT SCI (diolah)
4 4 Pengembangan produk dan inovasi membutuhkan pembiayaan kas yang besar, sementara dengan pencapaian pendapatan operasi yang tidak sesuai anggaran pada periode tahun , diperkirakan perusahaan mengalami kesulitan dalam proses pendanaannya, karena kegiatan pengembangan tidak langsung berwujud menjadi pendapatan operasi pada tahun pertama pengembangan, serta diperlukan waktu yang cukup lama dalam memperkenalkan produk/jasa baru pada calon pelanggan atau pelanggan lama. Perubahan lainnya yang terjadi adalah pasar pemerintah yang selama ini memberikan kontribusi sekitar 17,8% dari total pendapatan operasi ditahun 2010 akan semakin mengecil, dikarenakan belanja pemerintah untuk kegiatan konsultasi dan survey dalam rangka penyusunan kebijakan pemerintah diturunkan dalam rencana pengeluaran anggaran belanja pemerintah. Perusahaan perlu membangun dan mengembangkan berbagai inisiatif perubahan strategis kedepan, yang secara sistematik dalam kaitannya mengangkat pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasi dengan cara melakukan kajian mengenai bisnis, model operasi dan fungsi dukungan bisnis agar selaras dan berjalan lebih dinamis mengarah kepada pertumbuhan industri sejenis. Visi perusahaan saat ini adalah menjadi perusahaan yang paling terpercaya dan menguntungkan dalam memberikan pemastian di Indonesia dan Asean, dimana terkandung makna yang sangat jelas bahwa perusahaan akan melakukan ekspansi kedepan menuju pasar Asean dalam kerangka pemanfaatan peluang diera terbukanya pasar Asean ditahun Perusahaan akan secara aktif memanfaatkan peluang dan ancaman dalam bersaing dengan para kompetitor yang akan masuk pada tahun 2015 dengan mempertimbangkan kelemahan dan kekuatan dinternal perusahaan. Kesepakan atas pemberlakuan pembukaan akses pasar bersama Asean telah tertuang dalam salah satu deklarasi pembentukan komunitas Asean ditahun 2008, dimana kelompok negaranegara yang tergabung dalam Negara Asean akan menjadikan regional/wilayah Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi yang dapat membangkitkan iklim ekonomi regional disesuaikan dengan kekuatan kompetitif masing-masing negara Perumusan Masalah Menghadapi kondisi persaingan di bidang jasa inspeksi dan pengujian yang semakin ketat, maka SCI perlu menyusun perencanaan strategik yang tepat, komprehensif dan mampu melihat pasar jauh ke depan agar tetap dapat bertahan dan tumbuh lebih baik. Visi Perusahaan saat ini adalah Menjadi perusahaan jasa yang paling terpercaya dan menguntungkan dalam memberikan pemastian di Indonesia dan ASEAN, mengandung beberapa makna strategik yang harus diraih yaitu : (1) menjadi perusahaan terpercaya dan menguntungkan, dan (2) mempertahankan pasar didalam negeri dan ekspansi pasar di luar negeri khususnya pasar Asean. Perkembangan zona perdagangan wilayah ASEAN yang telah dimplementasikan pada beberapa subsektor kegiatan perdagangan dan jasa, menimbulkan konsekuensi adanya ancaman dari perusahaan jasa inspeksi dan pengujian yang berasal dari luar negara Asean tetapi memiliki Cabang di wilayah Asean dapat segera merealisasikan pembukaan kantor Cabang di Indonesia. Dengan demikian perusahaan harus mempersiapkan secara sistematik dan terarah mengenai rencana kedepan agar pencapaian visi dan misi dapat diimplementasikan dalam 5 (lima) tahun. Pemilihan strategi dan inisiatif perusahaan dalam mengimplementasikan visi dan misi menjadi sangat penting pada saat kondisi internal perusahaan belum sepenuhnya mendukung untuk melakukan ekspansi. Perusahaan harus dapat mengidentifikasikan secara jelas faktor strategis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga perusahaan secara
5 cepat dapat merespon untuk penyempurnaan strategi pilihan yang paling efektif dalam penyusunan dan perumusan strategi baru dalam menghadapi perubahan sehingga mampu berkompetisi dengan pesaing dari luar negeri. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang berjudul Perencanaan Strategis SCI untuk Ekspansi Pasar Asean adalah sebagai berikut : 1) Analisa visi, misi dan budaya perusahan, 2) mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam kerangka perluasan pasar di wilayah Asean, 3) menganalisa portofolio bisnis yang akan dikembangkan dalam perluasan pasar/wilayah, 4) menganalisa kondisi masa depan industri jasa inspeksi dan pengujian, 5) memformulasikan perencanaan strategis perusahaan terkait dengan penyusunan tujuan, sasaran dan kebijakan SCI dalam mengimplementasikan visinya dalam 5 tahun. Manfaat Penelitian Hasil penelitian Perencanaan Strategis SCI untuk Ekspansi Menuju Pasar Asean diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : a. Manfaat bagi SCI adalah sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk menyusun strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan global dan pasar Asean yang akan dibuka pada tahun b. Manfaat bagi kalangan akademis adalah masukan ilmiah berdasarkan hasil kajian dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan, terutama dalam menyusun solusi suatu permasalahan yang dihadapi dalam dunia bisnis. c. Manfaat bagi pemerintah adalah sebagai bahan masukan dalam menyusun kebijakan mengenai strategi bersaing menghadapi liberalisasi perdagangan jasa yang akan berlaku di tahun Ruang Lingkup Penelitian Melalui visi dan misi perusahaan saat ini dan rencana besar perusahaan untuk memasuki melakukan ekspansi di kawasan Asean, maka ruang lingkup penulisan tesis ini adalah menyusun rencana strategis pada tatatan untuk dilaksankaan pada fungsi bisnis perusahaan, melalui tahapan dan sistematika perencanaan strategis. Evaluasi visi, misi dan budaya organisasi SCI, identifikasi faktor internal dan eksternal dalam menjalankan usaha jasa inspeski dan pengujian, serta pemahaman industri masa depan agar dalam penetapan strategi dapat dilaksanakan secara tepat dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnisnya. Dengan melakukan analisis faktor-faktor strategik perusahaan yang nyata terhadap kinerja, diharapkan dapat diketahui prioritas sasaran strategis dalam rangka penyusunan tujuan dan sasaran perusahaan, dan program kerja SCI periode tahun TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Manajemen Strategis Perumusan rencana strategis perusahaan disusun melalui tahapan yang secara teoritis harus dapat dilaksanakan secara tepat, mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang paling mempengaruhi. Setiap organisasi mesti mengambil pendekatan
6 Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan MB-IPB
BAB I PENDAHULUAN. setuju bahwa Indonesia sangat kecil kemungkinannya untuk terimbas krisis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter tahun 1997 yang lalu telah mengguncang hampir seluruh sendi perekonomian Indonesia. Padahal hingga Juli 1997 itu, hampir semua pihak setuju bahwa
BAB I PENDAHULUAN. saat ini secara langsung sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan-perusahaan di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia tahun 997 maupun krisis global saat ini secara langsung sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan-perusahaan
ASPEK TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LINGKUNGAN BISNIS. Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Matakuliah Lingkungan Bisnis
ASPEK TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LINGKUNGAN BISNIS Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Matakuliah Lingkungan Bisnis Disusun Oleh : NOVIE WIRAWAN ARIEF W 10.21.0540 S1 TI TRANSFER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha kecil, dalam arti umum di Indonesia, terdiri atas usaha kecil menengah (UKM) maupun industri kecil (IK) telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian nasional,
BAB 1 PENDAHULUAN. Untuk membantu dan mendorong kegiatan ekonomi perkembangan dunia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Perbankan ibarat jantungnya
I. PENDAHULUAN. Skala Usaha UK UM UB Jumlah (Unit/%) /99, /0, /0,01 Kesempatan kerja (%) 88,92 10,54 0,54 Nilai tambah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi bagian penting dari sistem perekonomian Nasional yaitu mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan lapangan usaha
Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan
KEBIJAKAN MANAGEMEN RESIKO
1. Risiko Keuangan Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak di antisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Kebijakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Di era globalisasi saat ini, tingkat daya saing menjadi tolak ukur yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi saat ini, tingkat daya saing menjadi tolak ukur yang wajib dimiliki dalam mewujudkan persaingan pasar bebas baik dalam kegiatan maupun
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 24 28 mulai menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian dunia. Tabel 1 menunjukkan
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dampak globalisasi di bidang ekonomi memungkinkan adanya hubungan saling terkait dan saling memengaruhi antara pasar modal di dunia. Dampak globalisasi di bidang ekonomi diikuti
BAB I PENDAHULUAN. yang ingin bertahan dan lebih maju perlu mengembangkan strategi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi dan informasi mendorong pertumbuhan dan persaingan di dunia industri semakin kuat. Perusahaanperusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN. dalam negeri harus mampu bersaing dengan perusahaan asing yang memasuki
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Berkembangnya perdagangan global dan liberal, menuntut perusahaan dalam negeri harus mampu bersaing dengan perusahaan asing yang memasuki wilayah pemasarannya.
BAB I PENDAHULUAN. mempunyai potensi pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Fundamental
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ditengah kondisi melambatnya perekonomian global, Indonesia masih mempunyai potensi pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Fundamental perekonomian yang baik dan kebijakan
TUGAS LINGKUNGAN BISNIS. Lingkungan bisnis Eksternal. Nama : Aditya Tomy Prabayu NIM : Kelas : S1 TI 2N
TUGAS LINGKUNGAN BISNIS Lingkungan bisnis Eksternal Nama : Aditya Tomy Prabayu NIM : 10.11.4547 Kelas : S1 TI 2N STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Abstrak I. Abstrak Perubahan yang sangat cepat, yang terjadi
BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS. Dalam proyek akhir ini, dasar pemikiran awal mengacu kepada tantangan bisnis
BAB II EKSPLORASI ISU BISNIS 2.1 Conceptual Framework Dalam proyek akhir ini, dasar pemikiran awal mengacu kepada tantangan bisnis yang sedang dihadapi oleh PT Brantas Abipraya saat ini, bagaimana menumbuhkan
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional tersebut agar terlaksananya tujuan dan cita-cita bangsa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu rangkaian yang terencana menuju keadaan ke arah yang lebih baik. Tahun 1969 pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia mulai melaksanakan
I. PENDAHULUAN. signifikan terhadap manajemen setiap perusahaan. Persaingan bisnis tidak lagi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi sekarang ini memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan terhadap manajemen setiap perusahaan. Persaingan bisnis tidak lagi terbatas hanya pada
BAB I PENDAHULUAN. intermediasi, bank berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1. Latar Belakang Masalah Bank sebagai lembaga keuangan yang didasarkan pada unsur kepercayaan, memiliki tugas pokok sebagai perantara antara pihak yang membutuhkan
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan bisnis perbankan di Indonesia terus mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bank-bank dituntut untuk menjadi lebih dinamis terhadap perubahan agar siap bersaing
Bab I Pendahuluan I. 1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I. 1 Latar Belakang Penerapan Teknologi Informasi (TI) dalam suatu perusahaan memerlukan biaya yang besar dan memungkinkan terjadinya resiko kegagalan yang cukup tinggi. Di sisi lain
BAB I PENDAHULUAN. gelombang krisis ekonomi di dunia, bahkan berhasil menjadi negara yang meningkat di
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan salah satu dari segelintir negara yang berhasil menghadapi gelombang krisis ekonomi di dunia, bahkan berhasil menjadi negara yang meningkat
BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan tidak hanya diharapkan sebagai institusi pencipta kekayaan, namun diharapkan dapat menambah kekayaan tersebut.
BAB 1 PENDAHULUAN. upaya-upaya secara maksimal untuk menciptakan rerangka kebijakan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era perdagangan bebas atau globalisasi, setiap negara terus melakukan upaya-upaya secara maksimal untuk menciptakan rerangka kebijakan yang mampu menciptakan
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pasar modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk
Sebelum strategi diputuskan atau dipilih, perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan bisnis. Mengapa lingkungan Bisnis harus dianalisis?
Minggu II. Business Environment Analysis Sebelum strategi diputuskan atau dipilih, perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan bisnis. Mengapa lingkungan Bisnis harus dianalisis? Pertama, perusahaan
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Indonesia menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi yang cukup kuat di Asia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh
DAFTAR PERTANYAAN PAPARAN PUBLIK INVESTOR SUMMIT AND CAPITAL MARKET EXPO 2014 TANGGAL 17 SEPTEMBER 2014 PT BANK MANDIRI PERSERO TBK
DAFTAR PERTANYAAN PAPARAN PUBLIK INVESTOR SUMMIT AND CAPITAL MARKET EXPO 2014 TANGGAL 17 SEPTEMBER 2014 PT BANK MANDIRI PERSERO TBK Bagaimana kinerja PT Bank Mandiri Persero (Tbk) dari awal 2014 sampai
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memasuki dekade 10 tahun terakhir, memperlihatkan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Industri perbankan memasuki dekade 10 tahun terakhir, memperlihatkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini pada awalnya dipicu dengan terjadinya krisis moneter nasional
BAB I PENDAHULUAN. Sebuah era baru ketika berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebuah era baru ketika berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, akan mengubah intensitas kompetisi pada seluruh sektor industri. ASEAN Economic
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dunia perbankan nasional belakangan ini menghadapi kondisi lingkungan perekonomian yang kompleks dan fluktuatif, salah satunya ancaman menyebarnya dampak negatif krisis keuangan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dana yang tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya di dalam pembangunan nasional. Dalam konteks pembangunan nasional maupun
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara berkembang yang sedang membangun, membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara berkembang yang sedang membangun, membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunan. Penanaman modal dapat dijadikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan perusahaan pada umumnya ditandai dengan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Keberhasilan perusahaan pada umumnya ditandai dengan kemampuan manajemen melihat kemungkinan dan kesempatan di masa yang akan datang, baik jangka pendek
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis dan persaingan antar perusahaan pada masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis dan persaingan antar perusahaan pada masa sekarang ini semakin ketat. Hal tersebut akan berdampak pada pelanggan, persaingan usaha dan perubahan.
BAB I PENDAHULUAN. barang, pesaing, perkembangan pasar, perkembangan perekonomian dunia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini laju pertumbuhan ekonomi dunia dipengaruhi oleh dua elemen penting yaitu globalisasi dan kemajuan teknologi yang menyebabkan persaingan diantara perusahaan
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri tekstil merupakan industri penting sebagai penyedia kebutuhan sandang manusia. Kebutuhan sandang di dunia akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perubahan teknologi yang begitu dinamis dan perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat telah memunculkan banyaknya pesaing-pesaing di dunia perekonomian. Para pesaing
1. PENDAHULUAN. perusahaan energi berkelas dunia yang berbentuk Perseroan, yang mengikuti
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan visi menjadi perusahaan energi berkelas dunia yang berbentuk Perseroan, yang mengikuti Peraturan Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. penanaman modal. Pembentukan modal dapat dikatakan sebagai kunci utama. tergolong dalam negara maju atau negara berkembang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan proses terjadinya kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan kekuatan ekonomi potensial yang diarahkan menjadi
BAB I PENDAHULUAN. Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 telah menelan banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 telah menelan banyak korban diberbagai negara Asia tenggara, seperti Singapura, Thailand Malaysia bahkan mengimbas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini dan dengan semakin maraknya krisis perekonomian dunia membuat banyak perusahaan harus berusaha semaksimal
BAB I PENDAHULUAN. Perbankan syariah telah berkembang begitu pesat di Indonesia dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan syariah telah berkembang begitu pesat di Indonesia dengan bermunculan bank-bank umum syariah maupun unit usaha syariah yang dimiliki oleh bank-bank konvensional.
BAB I PENDAHULUAN. Industri barang konsumsi atau consumer goods di Indonesia semakin tumbuh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri barang konsumsi atau consumer goods di Indonesia semakin tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai
I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Pelabuhan umum di Indonesia terdiri dari pelabuhan umum yang
I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pelabuhan umum di Indonesia terdiri dari pelabuhan umum yang diusahakan (komersial) dan pelabuhan umum yang tidak diusahakan. Pengelolaan pelabuhan umum yang tidak diusahakan
Resensi Buku. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Mahasiswa S3 Manajemen Strategi di Universitas Indonesia.
Resensi Buku Judul: CHINDIA, How China and India Are Revolutionizing Global Business Editor: Pete Engardio Penerbit: McGraw-Hill Companies Tahun: 2007 Tebal: 384 termasuk Reference dan Indeks Oleh: Mas
BAB 1 PENDAHULUAN. krisis moneter yang telah melumpuhkan perekonomian di Indonesia sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang sampai saat ini masih berada dalam sebuah krisis multi dimensional. Krisis ini dimulai dari awal tahun 1998 yang disebut dengan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
51 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas analisa kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dan kemudian dilakukan penelitian berdasarkan teori-teori dan konsep yang tercantum
BAB I PENDAHULUAN. yang penuh patriotisme, Indonesia berusaha membangun perekonomiannya. Sistem perekonomian Indonesia yang terbuka membuat kondisi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dinamika perekonomian Indonesia telah melewati berbagai proses yang begitu kompleks. Semenjak Indonesia mengecap kemerdekaan melalui perjuangan yang penuh patriotisme,
BAB I PENDAHULUAN. seluruh penghasilan saat ini, maka dia dihadapkan pada keputusan investasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam menentukan proporsi dana atau sumber daya yang mereka miliki untuk konsumsi saat ini dan di masa mendatang. Kapan
I. PENDAHULUAN. untuk memperoleh laba dan meningkatkan nilai perusahaan (Weston dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan apapun jenis usahanya secara umum mempunyai tujuan yaitu untuk memperoleh laba dan meningkatkan nilai perusahaan (Weston dan Copeland,1992:8). Namun
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini hampir semua negara-negara di dunia menganut sistem pasar bebas
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini hampir semua negara-negara di dunia menganut sistem pasar bebas sehingga terkait satu sama lain. Aliran dana bebas keluar masuk dari satu negara ke negara
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA, Menimbang : a. bahwa usaha mikro, kecil dan
BAB I PENDAHULUAN. PT. PINDAD (persero) merupakan perusahaan industri manufaktur dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian PT. PINDAD (persero) merupakan perusahaan industri manufaktur dalam bidang keamanan dan pertahanan yang berorientasi pada laba dan selalu berupaya mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN. batas negara yang telah membawa dampak pada kemajuan yang pesat di segala
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi menyebabkan perekonomian berkembang tanpa mengenal batas negara yang telah membawa dampak pada kemajuan yang pesat di segala bidang. Salah satunya
BAB I PENDAHULUAN. pangsa pasar terbesar di dunia. Pertumbuhan industri penerbangan juga cenderung
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang penelitian Industri penerbangan merupakan salah satu sektor industri yang memiliki pangsa pasar terbesar di dunia. Pertumbuhan industri penerbangan juga cenderung relatif
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini kegiatan privatisasi Badan Usaha Milik Negara atau disingkat BUMN menjadi isu yang sangat kontroversial. Privatisasi BUMN yang banyak dijalankan terutama di
BAB 1 PENDAHULUAN. modal dan menawarkan sahamnya di masyarakat/publik (go public). Perusahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini pasar modal memegang peranan penting bagi keberlangsungan perusahaan, baik perusahaan perbankan maupun perusahaan non bank. Munculnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan demi kemakmuran para pemegang saham. Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan dunia bisnis
2013, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan
No.130, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Rencana Jangka Panjang. Rencana Kerja. Anggaran. Persero. Penyusunan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28/PMK.06/2013
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. mengakibatkan perusahaan dituntut untuk meningkatkatkan daya saingnya dalam
1 BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Kondisi persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif, mengakibatkan perusahaan dituntut untuk meningkatkatkan daya saingnya dalam industri maupun strategi keunggulan
I. PENDAHULUAN. Penggunaan amplas di Indonesia sudah lama dikenal oleh. masyarakat namun pada saat itu penggunaannya masih terbatas untuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggunaan amplas di Indonesia sudah lama dikenal oleh masyarakat namun pada saat itu penggunaannya masih terbatas untuk usaha tertentu saja, yaitu untuk produk yang terbuat
BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat untuk mengumpulkan dana guna membiayai kegiatan-kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan disegala bidang harus terus dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Untuk melaksanakan pembangunan, pemerintah tidak bisa
BAB I PENDAHULUAN. tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era Otonomi Daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia bahwa Sampai dengan September ini konsumsi semen di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Konsumsi semen di Indonesia sebagaimana diungkapkan oleh Agung (2013) sebagai sekretaris di salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia bahwa Sampai dengan September
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa masyarakat adil dan makmur
BAB I PENDAHULUAN. pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, perdagangan, pengangkutan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang tonggak perekonomiannya berada di beberapa sektor, yaitu industri pengolahan, pertanian, peternakan, kehutanan
BAB I PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Adapun tujuan akhir yang ingin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era persaingan industri manufaktur yang berkembang bebas saat ini, perusahaan diharapkan mampu menghasilkan produk bermutu bagi konsumen untuk mencapai tujuan
