BAB II KAJIAN LITERATUR
|
|
|
- Susanto Hardja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II KAJIAN LITERATUR Engineering is a great profession. There is the satisfaction of watching a figment of the imagination emerge through the aid of science to a plan on paper. Then it moves to realization in stone or metal or energy. Then it brings jobs and homes to men. Then it elevates the standards of living and adds to the comforts of life. That is the engineer's high privilege. - Herbert Hoover, on the Profession of Engineering (from his memoirs) Dalam bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang berkaitan dengan prinsip kerja the Hoverboard. Hukum Newton menjabarkan apa yang terjadi pada benda yang bergerak. Karena the Hoverboard merupakan benda yang bergerak, maka ketiga Hukum Newton harus dipatuhi. Kemudian, karena dimensinya kecil, maka deformasi (defleksi) pada board yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang timbul harus diperhitungkan dengan teliti. Tinggi layang pada the Hoverboard lalu dapat dihitung dengan menggunakan prinsip mekanika fluida, berikut karakterisitik fan yang diperlukan. Prinsip kerja hovercraft yang merupakan prinsip kerja dari the Hoverboard akan dibahas pada sub-bab selanjutnya. Walaupun masih jarang, namun ada percobaan serupa dan produk serupa yang sudah komersial yang akan dipakai sebagai referensi dalam perancangan awal the Hoverboard ini. 2.1 Hukum Newton Setiap objek yang mengalami pergerakan akan mematuhi ketiga Hukum Newton. 8
2 Hukum pertama Newton menyatakan bahwa objek akan tetap melakukan apa yang sedang mereka lakukan, sampai ada yang mengganggunya. Apabila suatu objek sedang bergerak, maka objek tersebut akan tetap bergerak terus selama tidak ada gaya yang mengganggunya. Demikian juga apabila objek sedang diam. Keadaan demikian dinamakan keadaan setimbang. Ketika objek berada dalam kesetimbangan, maka jumlah gaya-gaya yang sedang bekerja padanya adalah nol, atau diformulasikan sebagai F = 0. Hukum kedua menyatakan bahwa gaya yang dihasilkan suatu objek akan sebanding dengan massanya (m) dan percepatan (a) yang dialaminya. Dalam bentuk formulasi, F = m a. Sedangkan hukum ketiga menyatakan bahwa dari setiap aksi yang dikenakan pada suatu objek akan menimbulkan reaksi dari objek yang bersangkutan yang sama besarnya dan berlawanan arah, F aksi = F. reaksi 9
3 2.2 Mekanika Material Setelah memahami hukum Newton yang menjelaskan mengenai pergerakan suatu objek, sekarang akan dibahas mengenai deformasi material yang menjadi objek dimana gaya-gaya tersebut bekerja Deformasi Deformasi yang akan dibahas pada penelitian ini hanya mengenai deformasi elastis saja, tidak termasuk deformasi plastis yang menyebabkan material berubah bentuk secara permanen. Sebagai permulaan, akan diambil contoh pembebanan satu titik pada ujung batang kantiliver seperti pada Gambar 2.1. Dengan pembebanan seperti itu, maka setiap elemen pada akan dikenai beban tarik, lentur, dan putar, yang akan menyebabkan material terdefleksi. Sifat intensif (sifat bawaan) material akan menentukan seberapa besar deformasi ini akan terjadi. Gambar 2.1 Defleksi sederhana Besarnya defleksi yang terjadi dapat didapatkan dari persamaan 3 FL δ = (2.1) 3EI dengan E adalah Modulus Young yang merupakan sifat intensif material, dan I adalah momen inersia dari objek yang dapat dihitung dengan rumus 3 bh I = (2.2) 12 10
4 Kemudian Gambar 2.2 menjelaskan konfigurasi yang berbeda, yaitu pembebanan satu titik di tengah dan dua tumpuan. adalah Gambar 2.2. Pembebanan dengan 2 tumpuan Dengan pembebanan seperti itu, maka akan terjadi defleksi yang besarnya PL 3 δ = max EI (2.3) Gambar 2.3. Defleksi akibat pembebanan dengan 2 tumpuan Prinsip Kekakuan Kekakuan merupakan ketahanan suatu objek elastis terhadap deformasi atau defleksi karena gaya yang dikenakan padanya. Kekakuan merupakan sifat ekstensif material. Besarnya kekakuan diberikan oleh P k = (2.4) δ 11
5 dengan P adalah gaya yang dikenakan (dalam Newton), dan δ merupakan defleksi yang terjadi (dalam meter). Kekakuan terhadap momen disebut kekakuan putar (rotational stiffness), yang diberikan oleh M k = (2.5) θ dengan M adalah momen yang dikenakan (dalam Newton meter), dan θ merupakan defleksi yang terjadi (dalam radian). 2.3 Mekanika Fluida Prinsip Bernoulli Pada ilmu mekanika fluida, prinsip Bernoulli menyatakan bahwa untuk fluida inkompresibel, tanpa adanya kerja yang dikenakan pada fluida, kenaikan kecepatan fluida terjadi secara simultan dengan penurunan tekanan atau penurunan energi potensial fluida. Prinsip ini ditemukan oleh Daniel Bernoulli. Prinsip Bernoulli sebenarnya ekuivalen dengan prinsip kekekalan energi. Prinsip ini menjelaskan bahwa penjumlahan dari semua bentuk energi mekanik pada fluida di sepanjang streamline (garis aliran) adalah sama di semua titik pada streamline tersebut. Untuk mencapai kondisi ini maka jumlah energi kinetik dan energi potensial harus konstan. Apabila fluida mengalir keluar dari reservoir, jumlah dari semua bentuk energi adalah sama di sepanjang streamline, karena di dalam reservoir energi per unit massa (jumlah tekanan dan potensial gravitasi ρ gh ) adalah sama dimanapun. Partikel fluida kemudian hanya bergerak karena tekanan dan beratnya sendiri. Apabila fluida mengalir secara horizontal dan sepanjang streamline, kecepatan meningkat hanya karena fluida dipindahkan dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Dan apabila kecepatannya menurun, maka hal ini hanya disebabkan karena fluida dipindahkan dari daerah bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi. Konsekuensinya, pada fluida 12
6 yang mengalir secara horizontal, kecepatan tertinggi terjadi pada daerah bertekanan terendah, dan kecepatan terendah ada pada daerah bertekanan tertinggi. Persamaan Aliran Inkompresibel Pada umumnya, liquid dapat dianggap memiliki massa jenis yang konstan, tanpa memperhatikan tekanan. Maka dari itu, liquid dapat dianggap sebagai fluida inkompresibel dan aliran liquid dapat dianggap sebagai aliran inkompresibel. Bernoulli melakukan percobaannya pada liquid sehingga persamaannya sebenarnya hanya valid untuk aliran inkompresibel. Persamaan Bernoulli terkadang valid untuk aliran gas apabila tidak terjadi transfer energi kinetik dan energi potensial dari aliran gas ke proses ekspansi atau kompresi. Apabila tekanan dan volume gas berubah bersamaan, berarti ada kerja yang dilakukan atau dikenakan pada gas. Pada kasus ini, persamaan Bernoulli tidak dapat diasumsikan valid. Apabila proses yang berlangsung pada gas secara keseluruhan adalah isobarik (tekanan konstan) atau isokhorik (volume konstan), maka tidak ada kerja yang dilakukan atau dikenakan pada gas. Menurut hukum gas ideal, proses isobarik atau isokhorik umumnya merupakan jalan satu-satunya untuk menjamin massa jenis gas yang konstan. Massa jenis gas juga proporsional dengan rasio tekanan dan temperatur absolut, dan bagaimanapun rasio ini bervariasi dengan kompresi atau ekspansi, tanpa memperhatikan berapapun jumlah panas yang ditambahkan atau dibuang. Pengecualian adalah apabila perpindahan panasnya adalah nol, seperti pada siklus termodinamik yang lengkap, atau pada proses isentropik (entropi konstan/ frictionless adiabatic). Maka pada kasus ini persamaan Bernoulli dapat digunakan apabila kecepatan gas di bawah kecepatan suara, sedemikian sehingga variasi massa jenis gas di sepanjang streamline dapat diabaikan. Aliran adiabatik di bawah 0,3 Mach dianggap sudah cukup pelan. Wujud dari persamaan Bernoulli adalah 2 P v + ρ 2 + gh = kons tan ta (2.6) 13
7 dengan P adalah tekanan di suatu titik (N/m 2 ) ρ adalah massa jenis fluida pada semua titik pada fluida (kg/m 3 ) V adalah kecepatan fluida di suatu titik (m/s) g adalah percepatan yang diakibatkan oleh gaya gravitasi (m/s 2 ) h adalah tinggi titik di atas bidang referensi (m) dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: o Fluida kerjanya adalah fluida inkompresibel (walaupun tekanannya bervariasi, massa jenisnya harus tetap konstan) o Streamline tidak boleh masuk ke dalam boundary layer (lapisan batas). Persamaan Bernoulli tidak dapat diaplikasikan dimana terjadi gaya viskos, seperti pada lapisan batas. Penurunan Persamaan Bernoulli untuk Fluida Inkompresibel Persamaan Bernoulli untuk fluida inkompresibel dapat diturunkan dengan mengintegrasikan persamaan Euler, atau dengan menggunakan hukum kekekalan energi pada dua bagian pada sebuah streamline, dengan mengabaikan viskositas, kompresibilitas, dan efek termal. Penurunan paling mudah adalah pertama mengabaikan gravitasi dan memperhatikan penyempitan dan pelebaran di dalam pipa lurus, seperti pada tabung Venturi. Persamaan gerak untuk fluida yang sesumbu dengan pipa adalah (2.7) Pada aliran tunak, v = v( x), sehingga 14
8 (2.8) Dengan ρ konstan, maka persamaan gerak dapat dituliskan sebagai atau (2.9) dengan C adalah konstanta, yang kadang diartikan sebagai konstanta Bernoulli. C bukan merupakan konstanta universal, tapi lebih cenderung mengarah pada konstanta dari sistem fluida tertentu. Dari penurunan rumus tersebut, tidak ada kerja yang berasal dari luar sistem. Prinsip kerja dan energi dapat diturunkan dengan manipulasi sederhana dari persamaan momentum. Gambar 2.4. Perangkat Bernoulli Dengan menggunakan prinsip kekekalan energi dalam bentuk kerja dan energi kinetik: W = ΔKE Sehingga, kerja yang dilakukan oleh gaya-gaya pada fluida penurunan energi potensial akan meningkatkan energi kinetik. 15
9 Kemudian kerja yang dlakukan oleh gaya-gaya tersebut adalah (2.10) Penurunan energi potensial adalah Peningkatan energi kinetik adalah (2.11) (2.12) Dengan menggabungkan persamaan-persamaan ini, maka atau (2.13) (2.14) Dengan melakukan pembagian dengan Δt, ρ dan A 1 V 1 (laju aliran fluida, =A 2 V 2, apabila fluida inkompresibel) Atau seperti telah dinyatakan pada paragraf pertama, (2.15) (2.16) Pembagian lebih lanjut dengan, akan menghasilkan persamaan berikut. (2.17.a) 16
10 Suku tengah,, disebut head elevasi. Walaupun tinggi (height) digunakan pada bahasan ini,, melambangkan energi internal fluida karena tingginya di atas bidang referensi. Massa yang jatuh bebas dari ketinggian mencapai kecepatan (pada ruang vakum) akan v = 2gh, atau dalam bentuk head, 2 v h v = (2.18) 2g 2 v Suku dinamakan head kecepatan, yang dinyatakan dalam ukuran 2g panjang, yang melambangkan energi internal dari fluida karena pergerakannya. Tekanan hidrostatik p dinyatakan sebagai p = ρgh, atau dapat dinyatakan p sebagai head : ψ =. (2.19) ρg p Suku dinamakan head tekanan, yang dinyatakan juga dalam ukuran ρg panjang, yang melambangkan energi internal karena tekanan yang terjadi dalam kontainer. Saat head karena kecepatan digabungkan dengan head karena tekanan statik dengan elevasi di atas bidang referensi, akan didapatkan hubungan sederhana yang berguna untuk fluida inkompresibel. (2.17.b) Apabila pers.2.16 dikalikan dengan massa jenis fluida, akan didapatkan persamaan dengan tiga suku tekanan. (2.20) 17
11 Perlu dicatat bahwa tekanan sistem adalah konstan pada persamaan Bernoulli ini. Apabila tekanan statik dari sistem (suku paling kanan) meningkat, dan apabila tekanan karena adanya elevasi (suku tengah) konstan, maka akan diketahui bahwa tekanan dinamik (suku paling kiri) harus menurun. Dengan kata lain, apabila kecepatan fluida meningkat dan tidak diakibatkan karena perbedaan elevasi, akan diketahui bahwa hal tersebut pasti diakibatkan karena tekanan statik yang menahan aliran. Ketiga persamaan tersebut sebenarnya hanya merupakan penyederhanaan dari kesetimbangan energi dari sistem Prinsip Bantalan Udara Gambar 2.5. Bantalan Udara 2 P1 V1 P2 V2 + + gz1 = + + gz2 ρ 2 ρ 2 2 w s (2.21) 18
12 P2 V P3 V + + gz2 = + + gz3 (2.22) ρ 2 ρ 2 Dari persamaan energi, akan didapatkan Wweight ws = (2.23) Aρ Sedangkan dari persamaan Bernoulli, kemudian didapatkan 2P2 V 3 = (2.24) ρ V 3 merupakan kecepatan udara yang keluar melalui gap. Massrate m& = ρq (2.25) Luas Penampang A = lw. (2.26) Luas penampang yang masuk dalam perhitungan adalah penampang yang dibatasi oleh skirt, bukan luas penampang board. Kemudian tekanan yang terjadi di dalam plenum chamber adalah Wweight P2 = (2.27) A Dan flowrate udara yang keluar melalui gap dihitung dengan 2W weight Q = V3 Aperimeter = 2h( l + w). (2.28) ρlw Sehinga daya mekanik yang dilakukan oleh fan adalah 3 W W & weight = [ wsm] = PQ = 2h( l + w) ρ (2.29) ( lw) Fan Fan yang digunakan sebagai pensuplai udara mempunyai 2 tugas, yaitu menghasilkan tekanan yang diperlukan untuk mengangkat beban di atasnya, dan menghasilkan flow yang diperlukan untuk mengkompensasi flow yang keluar melalui gap. 19
13 Standar AMCA (Air Movement & Control Association) R63 mengklasifikasikan fan menjadi 3 kelas performa (Kelas I, II, dan III) yang didasarkan pada kriteria operasi minimum. Gambar 2.6. Standar AMCA 20
14 Fan curve merupakan representasi grafis dari performa fan. Kurva ini sangat berguna pada saat pemilihan fan. Kurva ini biasanya terlampir pada setiap pembelian fan. Apabila dicermati lebih lanjut, kurva fan terdiri dari 4 buah kurva terpisah: Kurva Tekanan Statik vs Volume Kurva inilah yang biasa dianggap sudah menggambarkan performa kurva, karena data yang dibutuhkan adalah tekanan statik dan volume yang mampu dihasilkan oleh fan. Kurva Efisiensi Statik vs Volume Kurva in menggambarkan efisiensi performa fan secara kasar. Kurva Daya vs Volume Kurva ini memberikan informasi mengenai berapa daya yang ditarik oleh fan untuk titik operasi yang ditentukan. Kurva Sistem Kurva sistem mendefinisikan laju volume aliran versus karakteristik tekanan sistem dimana fan akan dipasang. 21
15 Gambar 2.7. Contoh Fan Curve Seperti halnya pompa, setiap fan juga memiliki karakteristik tekanan yang sebanding dengan flow yang dihasilkan seperti ilutrasi berikut. Titik operasi W adalah dimana tekanan yang dihasilkan minimal adalah (beban di atas struktur A dibagi dengan luas penampangnya. 22
16 Kemudian tinggi gap dapat diketahui dari formulasi pressure drop flow, V h 1 h 2 ΔP V = K ρ 2 2 (2.30) (Sumber: Gerhard, PM; Gross, RJ. Fundamentals of Fluid Mechanics, 1992),dengan V merupakan kecepatan flow, dan K adalah konstanta rugi (loss coefficient) untuk geometri sudden contraction 2 D 2 K 0,42 1. (2.31) D1 (Sumber: Gerhard, PM; Gross, RJ. Fundamentals of Fluid Mechanics, 1992) Maka nilai variabel h 2 adalah nilai gap (h). 2.4 Hovercraft Hovercraft, atau Air-Cushion Vehicle (ACV), merupakan kendaraan amfibi atau kapal, yang didesain agar dapat berjalan di atas permukaan tanah atau air, yang didukung oleh bantalan yang berupa udara. Gambar 2.8. Hovercraft 23
17 Hovercraft sudah digunakan dalam berbagai aplikasi, baik secara komersial atau militer, sejak penemuannya pada tahun 1716 oleh Emanuel Swedenborg, seorang desainer, filsuf, dan teologis berkebangsaan Swedia. Prinsip Kerja Hovercraft Hovercraft mampu melayang dengan menggunakan kombinasi gaya angkat (lift) dan gaya dorong (thrust). Yang pertama harus diberikan adalah gaya lift, kemudian gaya thrust. Gaya lift diberikan oleh blower dengan sisi discharge menghadap ke bawah. Untuk menciptakan gaya lift diperlukan adanya skirt untuk menciptakan plenum chamber. Setelah gaya lift tercipta baru gaya thrust dapat diberikan. 24
18 Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah plenum chamber, yaitu ruangan yang dibatasi oleh bagian bawah board dan skirt. Karena blower menyuplai udara ke bawah secara kontinu, maka ruangan ini harus tersekat sempurna sedemikian sehingga udara hanya dapat keluar, yaitu melaui gap, hanya jika tekanan yang terjadi di dalamnya sudah mampu mengatasi beban di atasnya. Oleh karena itu, pemasangan skirt harus dilakukan dengan teliti dan penuh perhitungan. Besarnya tekanan yang diperlukan adalah sebesar berat struktur keseluruhan (F platform ) dibagi dengan luas penampangnya (A platform ), seperti terlihat pada ilustrasi. Gambar 2.9. Tekan an yang dibutuhkan hovercraft 25
19 2.5 Produk Komersial Gambar Airboard AIRBOARD SPECIFICATIONS Dimensions: Diameter Height incl. handle Deck height 1600 mm (5 ft 3ins) 1200 mm (4 ft 0 ins) 300 mm (1ft 0 ins) Control & Performance Top speed Incline/ascent Steering Braking Hand Controls Emergency Cut-off Maximum obstacle height 25km/h (15mph) subject to conditions 30 degrees weight shift weight shift & throttle release throttle, clutch safety lanyard to engine kill switch 40mm (1-1/2 ins) General: 26
20 Total payload, incl. rider Operating time Construction Finish colour Starting Engine Fuel tank capacity Fuel type Approx. shipping weight Approx. shipping package size (TBC) 120kg (220Ib) 1.5 hours on full tank of fuel Kevlar Fibre glass/high-impact plastic shell Aluminium frame, Rubber skirt Silver, Blue, Red, Yellow or Black Electric key-start, Battery included Briggs & Stratton 4-stroke 5 litre (1.3 US gal) 85 Octane unleaded (TBC) 150kg (330 lb) incl. shipping package 800mm H x 1800mm W x 1800mm L (32 ins H x 6 ft W x 6ft L) 2.6 Percobaan Serupa Ultra-Simple Hovercraft Gambar Ultra Simple Hovercraft 27
21 2.6.2 Hovercraft dengan Menggunakan Vacuum Cleaner 1,5 HP Gambar Home-made hovercraft Anak ini menggunakan vacuum cleaner tuanya yang mempunyai daya 1,5 hp dengan menggunakan papan plywood yang berbentuk lingkaran sebagai alasnya. 28
Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida. Karena jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap.
Fluida Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida. Karena jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap. Molekul-moleku1di dalam fluida mempunyai kebebasan
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PERANCANGAN AWAL PAPAN LUNCUR LAYANG (Preliminary Design of the Hoverboard) TUGAS SARJANA Karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung Oleh
BAB II. 2.1 Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro. lebih kecil. Menggunakan turbin, generator yang kecil yang sama seperti halnya PLTA.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro atau biasa disebut PLTMH adalah pembangkit listrik tenaga air sama halnya dengan PLTA, hanya
TRANSFER MOMENTUM FLUIDA DINAMIK
TRANSFER MOMENTUM FLUIDA DINAMIK Fluida dinamik adalah fluida dalam keadaan bergerak atau mengalir. Syarat bagi fluida untuk mengalir adalah adanya perbedaan besar gaya antara dua titik yang dijalani oleh
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN Mata Kuliah : Fisika Dasar 1 Kode/SKS : FIS 1 / 3 (2-3) Deskrisi : Mata Kuliah Fisika Dasar ini diberikan untuk mayor yang memerlukan dasar fisika yang kuat, sehingga
Principles of thermo-fluid In fluid system. Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng Mechanical Engineering Department Faculty of Engineering University of Indonesia
Principles of thermo-fluid In fluid system Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng Mechanical Engineering Department Faculty of Engineering University of Indonesia Sifat-sifat Fluida Fluida : tidak mampu menahan gaya
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antarmolekul
BAB V DESAIN. Gambar 5.1. Desain awal the Hoverboard. Aplikasi material pada gambar hanya untuk memperjelas konstruksi
BAB V DESAIN Setelah melakukan analisa teoretik dan percobaan, maka dibuat suatu rancangan yang akan lebih baik dari kedua model yang sudah dibuat. Gambar 5.1 menunjukkan penampakan keseluruhan rancangan
BAB II DASAR TEORI. m (2.1) V. Keterangan : ρ = massa jenis, kg/m 3 m = massa, kg V = volume, m 3
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antar molekul
PROSES ADIABATIK PADA REAKSI PEMBAKARAN MOTOR ROKET PROPELAN
PROSES ADIABATIK PADA REAKSI PEMBAKARAN MOTOR ROKET PROPELAN DADANG SUPRIATMAN STT - JAWA BARAT 2013 DAFTAR ISI JUDUL 1 DAFTAR ISI 2 DAFTAR GAMBAR 3 BAB I PENDAHULUAN 4 1.1 Latar Belakang 4 1.2 Rumusan
Selanjutnya untuk menurunkan persamaan yang menyatakan Hukum Bernoulli tersebut dapat dikemukakan dengan gambar sebagai berikut.
HUKUM BERNOULLI Persamaan dasar dalam hidrodinamika telah dapat dirintis dan dirumuskan oleh Bernoulli secara baik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan gejala fisis yang berhubungan dengan dengan
SOAL TRY OUT FISIKA 2
SOAL TRY OUT FISIKA 2 1. Dua benda bermassa m 1 dan m 2 berjarak r satu sama lain. Bila jarak r diubah-ubah maka grafik yang menyatakan hubungan gaya interaksi kedua benda adalah A. B. C. D. E. 2. Sebuah
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi fluida
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antar molekul
1/24 FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) FLUIDA. menu. Mirza Satriawan. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta
1/24 FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) FLUIDA Mirza Satriawan Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: [email protected] Pendahuluan Dalam bagian ini kita mengkhususkan diri pada materi
Prinsip ketetapan energi dan ketetapan t momentum merupakan dasar penurunan persamaan aliran saluran. momentum. Dengan persamaan energi
Prinsip ketetapan energi dan ketetapan t momentum merupakan dasar penurunan persamaan aliran saluran terbuka disamping ketetapan momentum. Dengan persamaan energi dan persamaan momentum dapat dibedakan
Fisika Dasar I (FI-321) Mekanika Zat Padat dan Fluida
Fisika Dasar I (FI-321) Topik hari ini (minggu 11) Mekanika Zat Padat dan Fluida Keadaan Zat/Bahan Padat Cair Gas Plasma Kita akan membahas: Sifat mekanis zat padat dan fluida (diam dan bergerak) Kerapatan
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan pernyataan BENAR atau SALAH. Jika jawaban anda BENAR, pilihlah alasannya yang cocok dengan jawaban anda. Begitu pula jika
IRVAN DARMAWAN X
OPTIMASI DESAIN PEMBAGI ALIRAN UDARA DAN ANALISIS ALIRAN UDARA MELALUI PEMBAGI ALIRAN UDARA SERTA INTEGRASI KEDALAM SISTEM INTEGRATED CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 SKRIPSI Oleh IRVAN DARMAWAN 04 04 02
FLUIDA. Standar Kompetensi : 8. Menerapkan konsep dan prinsip pada mekanika klasik sistem kontinu (benda tegar dan fluida) dalam penyelesaian masalah.
Nama :... Kelas :... FLUIDA Standar Kompetensi : 8. Menerapkan konsep dan prinsip pada mekanika klasik sistem kontinu (benda tegar dan fluida) dalam penyelesaian masalah. Kompetensi dasar : 8.. Menganalisis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Fluida Fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir. Istilah fluida mencakup zat cair dan gas karena zat cair seperti air atau zat gas seperti udara dapat mengalir.
MEKANIKA FLUIDA A. Statika Fluida
MEKANIKA FLUIDA Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida, jelas bahwa bukan benda tegar, sebab jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap. Molekul-molekul
BAB 2 ENERGI DAN HUKUM TERMODINAMIKA I
BAB 2 ENERGI DAN HUKUM TERMODINAMIKA I Bab ini hanya akan membahas Sistem Tertutup (Massa Atur). Energi Energi: konsep dasar Termodinamika. Energi: - dapat disimpan, di dalam sistem - dapat diubah bentuknya
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Power Loss Power loss adalah hilangnya daya yang diakibatkan kesalahan pengemudi dalam melakukan pemindahan gigi transmisi yang tidak sesuai dengan putaran mesin seharusnya, sehingga
Doc. Name: SBMPTN2016FIS999 Version:
SBMPTN 2016 Fisika Latihan Soal Doc. Name: SBMPTN2016FIS999 Version: 2016-08 halaman 1 01. Sebuah bola ditembakkan dari tanah ke udara. Pada ketinggian 9,1 m komponen kecepatan bola dalam arah x adalah
Klasisifikasi Aliran:
Klasisifikasi Aliran: 1) Aliran Invisid dan Viskos 2) Aliran kompresibel dan tak kompresible 3) Aliran laminer dan turbulen 4) Aliran steady dan unsteady 5) Aliran seragam dan tak seragam 6) Aliran satu,
MEKANIKA FLUIDA. Ferianto Raharjo - Fisika Dasar - Mekanika Fluida
MEKANIKA FLUIDA Zat dibedakan dalam 3 keadaan dasar (fase), yaitu:. Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, sekalipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda padat. 2. Fase
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Fluida Aliran fluida atau zat cair (termasuk uap air dan gas) dibedakan dari benda padat karena kemampuannya untuk mengalir. Fluida lebih mudah mengalir karena ikatan molekul
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN 3.1 DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 Rancang bangun Circular Hovercraft Proto-X1 adalah jenis light hovercraft yang dibuat dengan
BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Tipikal struktur mekanika (a) struktur batang (b) struktur bertingkat [2]
BAB II TEORI DASAR 2.1. Metode Elemen Hingga Analisa kekuatan sebuah struktur telah menjadi bagian penting dalam alur kerja pengembangan desain dan produk. Pada awalnya analisa kekuatan dilakukan dengan
BAB II ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA. beberapa sifat yang dapat digunakan untuk mengetahui berbagai parameter pada
BAB II ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA.1 Sifat-Sifat Fluida Fluida merupakan suatu zat yang berupa cairan dan gas. Fluida memiliki beberapa sifat yang dapat digunakan untuk mengetahui berbagai parameter pada
SILABUS Mata Pelajaran : Fisika
SILABUS Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI/1 Standar Kompetensi: 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar Alokasi per Semester: 72 jam
BAB II SISTEM VAKUM. Vakum berasal dari kata latin, Vacuus, berarti Kosong. Kata dasar dari
BAB II SISTEM VAKUM II.1 Pengertian Sistem Vakum Vakum berasal dari kata latin, Vacuus, berarti Kosong. Kata dasar dari kata vacuum tersebut merupakan Vakum yang ideal atau Vakum yang sempurna (Vacuum
PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA
PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA Pengenalan Statika Fluida (Hidrostatik) Hidrostatika adalah ilmu yang mempelajari perilaku zat cair dalam keadaan diam. Konsep Tekanan Tekanan : jumlah gaya tiap satuan luas
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasar I (FI-321) Topik hari ini (minggu 11) Statika dan Dinamika Fluida Pertanyaan Apakah fluida itu? 1. Cairan 2. Gas 3. Sesuatu yang dapat mengalir 4. Sesuatu yang dapat berubah mengikuti bentuk
MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA
MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA 13321070 4 Konsep Dasar Mekanika Fluida Fluida adalah zat yang berdeformasi terus menerus selama dipengaruhi oleh suatutegangan geser.mekanika fluida disiplin ilmu
FLUIDA DINAMIS. GARIS ALIR ( Fluida yang mengalir) ada 2
DINAMIKA FLUIDA FLUIDA DINAMIS SIFAT UMUM GAS IDEAL Aliran fluida dapat merupakan aliran tunak (STEADY ) dan tak tunak (non STEADY) Aliran fluida dapat termanpatkan (compressibel) dan tak termanfatkan
MODUL KULIAH : MEKANIKA FLUIDA DAN HIROLIKA
MODUL KULIAH : MEKANIKA FLUIDA DAN SKS : 3 HIROLIKA Oleh : Acep Hidayat,ST,MT. Jurusan Teknik Perencanaan Fakultas Teknik Perencanaan dan Desain Universitas Mercu Buana Jakarta 2011 MODUL 12 HUKUM KONTINUITAS
Panduan Praktikum 2009
PERCOBAAN 3 BERNOULLI S PRINCIPLE A. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari pelaksanaan percobaan ini adalah untuk : 1. Mendemonstrasikan hukum Bernoulli 2. Mengukur tekanan sepanjang venturi tube 3. Mengetahui
Tarikan/dorongan yang bekerja pada suatu benda akibat interaksi benda tersebut dengan benda lain. benda + gaya = gerak?????
DINAMIKA PARTIKEL GAYA Tarikan/dorongan yang bekerja pada suatu benda akibat interaksi benda tersebut dengan benda lain Macam-macam gaya : a. Gaya kontak gaya normal, gaya gesek, gaya tegang tali, gaya
Dinamika. DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya.
Dinamika Page 1/11 Gaya Termasuk Vektor DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya. GAYA TERMASUK VEKTOR, penjumlahan gaya = penjumlahan
TRANSFER MOMENTUM FLUIDA STATIK
TRANSFER MOMENTUM FLUIDA STATIK Fluida statik adalah fluida dalam keadaan diam. Sudah kita ketahui bahwa fluida tidak mampu menahan perubahan bentuk karena tidak sanggup menahan shear stress atau gaya
TUGAS AKHIR ANALISA PERANCANGAN SISTEM ANGKAT INTEGRATED HOVERCRAFT KAPASITAS 150 KG MENGGUNAKAN MIXED FLOW FAN BERDAYA KAPASITAS 1200 PA
TUGAS AKHIR ANALISA PERANCANGAN SISTEM ANGKAT INTEGRATED HOVERCRAFT KAPASITAS 150 KG MENGGUNAKAN MIXED FLOW FAN BERDAYA KAPASITAS 1200 PA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana
Uji Kompetensi Semester 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB Soal No. 1 Seorang berjalan santai dengan kelajuan 2,5 km/jam, berapakah waktu yang dibutuhkan agar ia sampai ke suatu tempat yang
MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT MEKANIKA Pengukuran, Besaran & Vektor 1. Besaran yang dimensinya ML -1 T -2 adalah... A. Gaya B. Tekanan C. Energi D. Momentum E. Percepatan 2. Besar tetapan Planck adalah
Analisa Efisiensi Turbin Vortex Dengan Casing Berpenampang Lingkaran Pada Sudu Berdiameter 56 Cm Untuk 3 Variasi Jarak Sudu Dengan Saluran Keluar
Analisa Efisiensi Turbin Vortex Dengan Casing Berpenampang Lingkaran Pada Sudu Berdiameter 56 Cm Untuk 3 Variasi Jarak Sudu Dengan Saluran Keluar Ray Posdam J Sihombing 1, Syahril Gultom 2 1,2 Departemen
Respect, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 205. Kolom. Pertemuan 14, 15
Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TS 05 SKS : 3 SKS Kolom ertemuan 14, 15 TIU : Mahasiswa dapat melakukan analisis suatu elemen kolom dengan berbagai kondisi tumpuan ujung TIK : memahami konsep tekuk
DINAMIKA FLUIDA II. Makalah Mekanika Fluida KELOMPOK 8: YONATHAN SUROSO RISKY MAHADJURA SWIT SIMBOLON
Makalah Mekanika Fluida KELOMPOK 8: YONATHAN SUROSO 12300041 RISKY MAHADJURA 12304716 SWIT SIMBOLON 12300379 Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program
FLUIDA DINAMIS. Ciri-ciri umum dari aliran fluida :
FLUIDA DINAMIS Dalam fluida dinamis, kita menganalisis fluida ketika fluida tersebut bergerak. Aliran fluida secara umum bisa kita bedakan menjadi dua macam, yakni aliran lurus alias laminar dan aliran
BAB IV PEMODELAN POMPA DAN ANALISIS
BAB IV PEMODELAN POMPA DAN ANALISIS Berdasarkan pemodelan aliran, telah diketahui bahwa penutupan LCV sebesar 3% mengakibatkan perubahan kondisi aliran. Kondisi yang paling penting untuk dicermati adalah
PERANCANGAN KOMPRESOR TORAK UNTUK SISTEM PNEUMATIK PADA GUN BURNER
TUGAS SARJANA MESIN FLUIDA PERANCANGAN KOMPRESOR TORAK UNTUK SISTEM PNEUMATIK PADA GUN BURNER OLEH NAMA : ERWIN JUNAISIR NIM : 020401047 DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)
Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure) Disiapkan oleh: Bimastyaji Surya Ramadan ST MT Team Teaching: Ir. Chandra Hassan Dip.HE, M.Sc Pengantar Fluida Hidrolika Hidraulika merupakan satu topik
PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM
PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Franciscus Manuel Sitompul 1,Mulfi Hazwi 2 Email:[email protected] 1,2, Departemen
Antiremed Kelas 11 Fisika
Antiremed Kelas 11 Fisika Persiapan UAS 02 Doc Name: AR11FIS02UAS Version : 2016-08 halaman 1 01. Miroslav Klose menendang bola sepak dengan gaya rata-rata sebesar 40 N. Lama bola bersentuhan dengan kakinya
Tegangan Dalam Balok
Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 05 SKS : SKS Tegangan Dalam Balok Pertemuan 9, 0, TIU : Mahasiswa dapat menghitung tegangan yang timbul pada elemen balok akibat momen lentur, gaya normal, gaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kompresor merupakan suatu komponen utama dalam sebuah instalasi turbin gas. Sistem utama sebuah instalasi turbin gas pembangkit tenaga listrik, terdiri dari empat komponen utama,
FLUIDA BERGERAK. Di dalam geraknya pada dasarnya dibedakan dalam 2 macam, yaitu : Aliran laminar / stasioner / streamline.
FLUIDA BERGERAK ALIRAN FLUIDA Di dalam geraknya pada dasarnya dibedakan dalam 2 macam, yaitu : Aliran laminar / stasioner / streamline. Aliran turbulen Suatu aliran dikatakan laminar / stasioner / streamline
BAB II TEORI DASAR. unloading. Berdasarkan sistem penggeraknya, excavator dibedakan menjadi. efisien dalam operasionalnya.
BAB II TEORI DASAR 2.1 Hydraulic Excavator Secara Umum. 2.1.1 Definisi Hydraulic Excavator. Excavator adalah alat berat yang digunakan untuk operasi loading dan unloading. Berdasarkan sistem penggeraknya,
Udara. Bahan Bakar. Generator Kopel Kompresor Turbin
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cara Kerja Instalasi Turbin Gas Instalasi turbin gas merupakan suatu kesatuan unit instalasi yang bekerja berkesinambungan dalam rangka membangkitkan tenaga listrik. Instalasi
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI. Flow Meter Berbasis Beda Tekanan Pada peralatan pengukur aliran berbasis perbedaan (penurunan) tekanan, aliran dihitung dengan mengukur pressure drop yang terjadi pada aliran yang
Fisika Umum (MA101) Zat Padat dan Fluida Kerapatan dan Tekanan Gaya Apung Prinsip Archimedes Gerak Fluida
Fisika Umum (MA101) Topik hari ini: Zat Padat dan Fluida Kerapatan dan Tekanan Gaya Apung Prinsip Archimedes Gerak Fluida Zat Padat dan Fluida Pertanyaan Apa itu fluida? 1. Cairan 2. Gas 3. Sesuatu yang
Mekanika Fluida II. Karakteristik Saluran dan Hukum Dasar Hidrolika
Mekanika Fluida II Karakteristik Saluran dan Hukum Dasar Hidrolika 1 Geometri Saluran 1.Kedalaman (y) - depth 2.Ketinggian di atas datum (z) - stage 3.Luas penampang A (area cross section area) 4.Keliling
Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu
A. TEORI SINGKAT A.1. TEORI SINGKAT OSILASI Osilasi adalah gerakan bolak balik di sekitar suatu titik kesetimbangan. Ada osilasi yang memenuhi hubungan sederhana dan dinamakan gerak harmonik sederhana.
SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 2 Tanggal Berlaku : September Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran
SILABUS MATAKULIAH Revisi : 2 Tanggal Berlaku : September 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11.54102/ Fisika I 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4. Bobot sks :
MODUL- 2. HIDRODINAMIKA Kode : IKK.365 Materi Belajar -2
MODUL- 2. HIDRODINAMIKA Kode : IKK.365 Materi Belajar -2 Pendidikan S1 Pemintan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Program Studi Imu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas
SOAL MID SEMESTER GENAP TP. 2011/2012 : Fisika : Rabu/7 Maret 2012 : 90 menit
Mata Pelajaran Hari / tanggal Waktu SOAL MID SEMESTER GENAP TP. 2011/2012 : Fisika : Rabu/7 Maret 2012 : 90 menit Petunjuk : a. Pilihan jawaban yang paling benar diantaraa huruf A, B, C, D dan E A. Soal
Antiremed Kelas 11 FISIKA
Antiremed Kelas FISIKA Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARFIS0UAS Version : 205-02 halaman 0. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r= 5t 2 +, maka kecepatan rata -rata antara
Rumus Minimal. Debit Q = V/t Q = Av
Contoh Soal dan tentang Fluida Dinamis, Materi Fisika kelas 2 SMA. Mencakup debit, persamaan kontinuitas, Hukum Bernoulli dan Toricelli dan gaya angkat pada sayap pesawat. Rumus Minimal Debit Q = V/t Q
DINAMIKA FLUIDA. nurhidayah.staff.unja.ac.id
DINAMIKA FLUIDA [email protected] nurhidayah.staff.unja.ac.id Fluida adalah zat alir, sehingga memiliki kemampuan untuk mengalir. Ada dua jenis aliran fluida : laminar dan turbulensi Aliran laminar
FISIKA 2015 TIPE C. gambar. Ukuran setiap skala menyatakan 10 newton. horisontal dan y: arah vertikal) karena pengaruh gravitasi bumi (g = 10 m/s 2 )
No FISIKA 2015 TIPE C SOAL 1 Sebuah benda titik dipengaruhi empat vektor gaya yang setitik tangkap seperti pada gambar. Ukuran setiap skala menyatakan 10 newton. Besar resultan gayanya adalah. A. 60 N
1. Pada gambar dibawah ini, tekanan hidrostatis yang paling besar berada pada titik. a. A b. B
Paket 1 1. Pada gambar dibawah ini, tekanan hidrostatis yang paling besar berada pada titik. a. A b. B A C c. C E d. D B e. E D 2. A 1 F 1 F 2 A 2 A 2 Perhatikan gambar, jika A1: A2 = 1: 10, dan gaya F1=
FISIKA XI SMA 3
FISIKA XI SMA 3 Magelang @iammovic Standar Kompetensi: Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar: Merumuskan hubungan antara konsep torsi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dasar tentang turbin air Turbin berfungsi mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanik yang kemudian diubah lagi menjadi energi listrik pada generator.
Bab IV Analisis dan Pengujian
Bab IV Analisis dan Pengujian 4.1 Analisis Simulasi Aliran pada Profil Airfoil Simulasi aliran pada profil airfoil dimaskudkan untuk mencari nilai rasio lift/drag terhadap sudut pitch. Simulasi ini tidak
SASARAN PEMBELAJARAN
1 2 SASARAN PEMBELAJARAN Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan gerak partikel melalui konsep gaya. 3 DINAMIKA Dinamika adalah cabang dari mekanika yang mempelajari gerak benda ditinjau dari penyebabnya.
Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.
Contoh Soal dan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. a) percepatan gerak turunnya benda m Tinjau katrol : Penekanan pada kasus dengan penggunaan persamaan Σ τ = Iα dan Σ F = ma, momen inersia (silinder
g ) 102.( 6 10 ) 2 10
6. Sebuah bola ditembakkan dari tanah ke udara. Pada ketinggian 9, m komponen kecepatan bola dalam arah x adalah 7,6 m/s dan dalam arah y adalah 6, m/s. Jika percepatan gravitasi g = 9,8 m/s, maka ketinggian
TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA
J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI Dosen: Tim Dosen Fisika Jurusan Teknik Sipil FT-UB 1 Indikator : 1. Konsep usaha sebagai hasil
Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram
Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram Andrea Sebastian Ginting 1, M. Syahril Gultom 2 1,2 Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Suatu benda dikatakan memiliki energi jika benda tersebut dapat melakukan usaha.
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Suatu benda dikatakan memiliki energi jika benda tersebut dapat melakukan usaha. Misalnya kendaraan dapat mengangkat barang karena memiliki
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gambaran Umum Hovercraft Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan diatas bantalan udara (air cushion) yang pergerakannya dihasilkan dari gaya angkat dan gaya dorong yang
PERSAMAAN BERNOULLI I PUTU GUSTAVE SURYANTARA P
PERSAMAAN BERNOULLI I PUTU GUSTAVE SURYANTARA P ANGGAPAN YANG DIGUNAKAN ZAT CAIR ADALAH IDEAL ZAT CAIR ADALAH HOMOGEN DAN TIDAK TERMAMPATKAN ALIRAN KONTINYU DAN SEPANJANG GARIS ARUS GAYA YANG BEKERJA HANYA
ANALISIS CANTILEVER BEAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOLUSI NUMERIK TUGAS KULIAH
ANALISIS CANTILEVER BEAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOLUSI NUMERIK TUGAS KULIAH Disusun sebagai salah satu syarat untuk lulus kuliah MS 4011 Metode Elemen Hingga Oleh Wisnu Ikbar Wiranto 13111074 Ridho
Publikasi Online Mahsiswa Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Volume 1 No. 1 (2018)
Publikasi Online Mahsiswa Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Volume 1 No. 1 (2018) ANALISA PENGARUH JUMLAH SUDU DAN LAJU ALIRAN TERHADAP PERFORMA TURBIN KAPLAN Ari Rachmad Afandi 421204156
W = p V= p(v2 V1) Secara umum, usaha dapat dinyatakan sebagai integral tekanan terhadap perubahan volume yang ditulis sebagai
Termodinamika Termodinamika adalah kajian tentang kalor (panas) yang berpindah. Dalam termodinamika kamu akan banyak membahas tentang sistem dan lingkungan. Kumpulan benda-benda yang sedang ditinjau disebut
Kinematika Sebuah Partikel
Kinematika Sebuah Partikel oleh Delvi Yanti, S.TP, MP Bahan Kuliah PS TEP oleh Delvi Yanti Kinematika Garis Lurus : Gerakan Kontiniu Statika : Berhubungan dengan kesetimbangan benda dalam keadaan diam
Fisika Umum (MA-301) Sifat-sifat Zat Padat Gas Cair Plasma
Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini (minggu 4) Sifat-sifat Zat Padat Gas Cair Plasma Sifat Atomik Zat Molekul Atom Inti Atom Proton dan neutron Quarks: up, down, strange, charmed, bottom, and top Antimateri
Uraian Materi. W = F d. A. Pengertian Usaha
Salah satu tempat seluncuran air yang popular adalah di taman hiburan Canada. Anda dapat merasakan meluncur dari ketinggian tertentu dan turun dengan kecepatan tertentu. Energy potensial dikonversikan
SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA. Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012
NAMA : KELAS : SOAL REMEDIAL KELAS XI IPA Dikumpul paling lambat Kamis, 20 Desember 2012 1. Sebuah partikel mula-mula dmemiliki posisi Kemudian, partikel berpindah menempati posisi partikel tersebut adalah...
FIsika FLUIDA DINAMIK
KTSP & K-3 FIsika K e l a s XI FLUIDA DINAMIK Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.. Memahami definisi fluida dinamik.. Memahami sifat-sifat fluida
Dasar-Dasar Perancangan Mesin
Dasar-Dasar Perancangan Mesin Pertemuan ke-4 Dhimas Satria Email : [email protected] Website : www.mesin.untirta.ac.id/dhimas No HP : 081327744433 Mekanika, Sistem Satuan, Konsep & Prinsip Dasar, Vektor,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. denganredesain parking bumper bahan komposit polymeric foam diperkuat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan tentang studi literatur yang berkaitan denganredesain parking bumper bahan komposit polymeric foam diperkuat TKKS yang diuji menggunakan
BAB FLUIDA. 7.1 Massa Jenis, Tekanan, dan Tekanan Hidrostatis
1 BAB FLUIDA 7.1 Massa Jenis, Tekanan, dan Tekanan Hidrostatis Massa Jenis Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Yang termasuk
LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu
NERACA ENERGI DAN EFISIENSI POMPA Oleh Rizqi Pandu Sudarmawan [0906557045], Kelompok 3 I. Neraca Energi Pompa Bila pada proses ekspansi akan menghasilkan penurunan tekanan pada aliran fluida, sebaliknya
FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI
FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI MASSA JENIS Massa jenis atau kerapatan suatu zat didefinisikan sebagai perbandingan massa dengan olum zat tersebut m V ρ = massa jenis zat (kg/m 3 ) m = massa
KERJA DAN ENERGI. r r. kx untuk pegas yang teregang atau ditekan, di mana. du dx. F x
9 30 KERJA DAN ENERGI 1. Kerja dilakukan pada benda oleh gaya ketika benda tersebut bergerak melalui jarak, d. Jika arah gaya konstan F membuat sudut θ dengan arah gerak, kerja yang dilakukan oleh gaya
Respect, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 205. Torsi. Pertemuan - 7
Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 05 SKS : 3 SKS Torsi Pertemuan - 7 TIU : Mahasiswa dapat menghitung besar tegangan dan regangan yang terjadi pada suatu penampang TIK : Mahasiswa dapat menghitung
PEGAS. Keberadaan pegas dalam suatu system mekanik, dapat memiliki fungsi yang berbeda-beda. Beberapa fungsi pegas adalah:
PEGAS Ketika fleksibilitas atau defleksi diperlukan dalam suatu system mekanik, beberapa bentuk pegas dapat digunakan. Dalam keadaan lain, kadang-kadang deformasi elastis dalam suatu bodi mesin merugikan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Radiator Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal mobil). Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Perpindahan Panas Perpindahan kalor (heat transfer) ialah ilmu untuk meramalkan perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan suhu di antara benda atau material.
