BAB IV PEMODELAN POMPA DAN ANALISIS
|
|
|
- Yuliani Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV PEMODELAN POMPA DAN ANALISIS Berdasarkan pemodelan aliran, telah diketahui bahwa penutupan LCV sebesar 3% mengakibatkan perubahan kondisi aliran. Kondisi yang paling penting untuk dicermati adalah perubahan laju aliran massa di sisi masuk. Pemodelan pompa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penurunan laju aliran massa terhadap beban yang ditanggung pompa. Karena keterbatasan perangkat lunak, hanya dapat diketahui perubahan gaya yang dialami impeller pompa akibat penurunan laju aliran massa yang melewatinya. 4.1 Sistematika Pemodelan Sama halnya dengan pemodelan aliran, pemodelan pompa juga memerlukan beberapa tahapan. Tahapan dalam pemodelan pompa disajikan dengan diagram alir pada Gambar 4.1. Gambar 4.1 Diagram alir pemodelan pompa 58
2 4. Pembuatan Model Untuk dapat membuat model yang sesuai, diperlukan data dimensi yang memadai. Akan tetapi, data dimensi HWP yang ingin dimodelkan tidak lengkap. Tidak terdapat data mengenai bentuk dan dimensi impeller yang digunakan. Oleh karena itu, pembuatan model HWP dilakukan dengan pendekatan. HWP adalah submersible pump yang memiliki panjang poros sekitar 1 meter. Namun demikian, pemodelan hanya dilakukan pada bagian utama pompa yang terdiri dari impeller dan sudu pengarah. Hal ini dilakukan agar pembuatan model menjadi lebih mudah dan fleksibel. Dengan hanya memodelkan bagian tersebut, dapat dilakukan pemodelan dengan lebih leluasa. Model dapat dengan mudah dibesarkan atau dikecilkan untuk mendapatkan model yang memberikan laju aliran massa mendekati kondisi sebenarnya. HWP adalah jenis pompa mixed flow. Oleh karena itu, model didekati dengan bentuk default impeller mixed flow yang diberikan oleh GAMBIT. Dengan bantuan bentuk default, hanya diperlukan untuk memasukkan jumlah sudu untuk dapat membuat sebuah impeller. Karena HWP memilki empat buah sudu pada impellernya, maka dibuat impeller dengan empat buah sudu. Ukuran impeller kemudian disesuaikan dengan bentuk dasar dan dimensi casing aslinya. Gambar teknik HWP yang diberikan oleh produsen dapat dilihat pada lampiran A. Pada dasarnya metode pembuatan model pompa sama dengan metode pembuatan model sistem, yakni dengan menggunakan GAMBIT. Oleh karena itu, tidak perlu lagi membahas perosedur secara mendetail. Berdasarkan gambar dari produsen HWP, berhasil dibuat model pompa yang disajikan pada Gambar 4.. impeller guide vane aliran 150 mm 1000 mm Gambar 4. Model HWP 59
3 Model tersebut kemudian dibagi menjadi tiga zona kontinum. Selain kontinum, didefinisikan juga dua bidang batas. Jenis bidang batas dan kontinum yang digunakan disajikan pada Tabel 4.1. Khusus untuk bidang batas discharge, jenis bidang batas yang digunakan berbeda untuk tujuan yang berbeda. Untuk validasi model pompa, digunakan bidang batas pressure outlet karena ingin diketahui laju aliran massa yang dihasilkan pompa. Untuk simulasi perubahan laju aliran massa, digunakan bidang batas mass flow inlet karena ingin didefinisikan laju aliran massa di discharge. Tabel 4.1 Jenis bidang batas dan kontinum model pompa Bidang Batas Kontinum Nama Bidang Batas dan Kontinum Inlet Discharge Fluida inlet Fluida impeller Fluida discharge Jenis Pressure inlet Pressure outlet (simulasi validasi) Mass flow inlet (simulasi Air Air Air Δ m& ) Pada model yang telah dibuat, dilakukan proses meshing volume. Karena bentuk yang rumit, maka bentuk mesh yang digunakan adalah Tet/Hybrid untuk keseluruhan volume. Jumlah mesh seluruh volume adalah 5156 elemen. 4.3 Validasi Model Karena keterbatasan data dimensi HWP, maka diperlukan validasi untuk mendapatkan model yang mendekati kondisi sebenarnya. Kedekatan model dengan kondisi sebenarnya didefinisikan dalam bentuk laju aliran massa yang dihasilkan pompa. Apabila model yang dibuat menghasilkan laju aliran massa kurang dari 3307,99 kg/s, maka model perlu diperbesar. Apabila laju aliran massa lebih dari 3307,99 kg/s, maka model perlu diperkecil. Pembesaran atau pengecilan ini dilakukan sampai didapatkan model dengan laju aliran massa mendekati 3307,99 kg/s. Untuk dapat mengetahui laju aliran massa yang dihasilkan pompa, perlu dilakukan simulasi tunak. Bidang batas yang digunakan untuk sumulasi ini telah dijelaskan pada bagian pembuatan model. Kondisi batas untuk tiap bidang batas perlu dihitung berdasarkan hasil simulasi aliran. 60
4 4.3.1 Perhitungan Kondisi Batas Tekanan total di inlet Jenis bidang batas yang dipilih untuk sisi inlet adalah pressure inlet, oleh karena itu perlu dicari tekanan statik dan tekanan totalnya. Untuk mencari tekanan di inlet, digunakan persamaan aliran. Titik acuan pertama yang dipilih adalah permukaan air di kondensor. Titik kedua adalah sisi inlet pompa. Ilustrasi posisi kedua titik yang dipilih dapat dilihat pada Gambar Kondensor HWP inlet Gambar 4.3 Posisi titik acuan perhitungan tekanan inlet pompa Tekanan di titik diketahui dengan menerapkan persamaan aliran berikut: p1 v1 p v + + z1 = + + z + ρg g ρg g h L (4.1) Karena permukaan kondensor luas, maka kecepatan di titik 1 dianggap nol. Kecepatan di titik dicari dengan menganggap m& yang dihasilkan pompa sama dengan m& hasil simulasi aliran, yaitu 3307,99 kg/s. Kecepatan aliran dihitung dengan persamaan berikut: m& 3307,99 v = = =,717 m / s (4.) ρ A 1,5 99 π 4 Data kondisi aliran di kedua titik disajikan pada Tabel 4.. Jarak antara titik 1 dan tidak jauh, sehingga dianggap head loss yang berpengaruh hanya head loss lokal. Head loss lokal antara kedua titik disajikan pada Tabel
5 Tabel 4. Data di dua titik dalam perhitungan tekanan statik di inlet pompa Data Titik 1 Titik tekanan (p) [Pa] ? ketinggian (z) [mm] kecepatan (v) [m/s] 0,717 Tabel 4.3 Head loss lokal dalam perhitungan tekanan statik di inlet pompa Komponen Jumlah K ΣK Diameter Pipa Pipa masuk 1 0,40 0,40 7'' Sambungan 0,04 0,08 7'' Elbow (standar 90 ) 1 0,70 0,70 7'' Tee Entry ke HWP 1 1,80 1,80 7'' Katup V-19 (terbuka penuh) 1 0,5 0,5 7'' dengan Dengan memasukkan seluruh data yang diketahui, maka Persamaan 4.1 menjadi: p = p 1 v ρ + ρ g ( z 1 v7" z ) ρ K 3307,99 v 7 " = = 1,7 m / s 0, π 4 Sehingga didapatkan nilai tekanan statik di titik sebagai berikut:,717 1,7 p = ,8(11,573 ( 1,55)) 99 3,3 = 58411, 04 Pa Tekanan total didapatkan dengan menambahkan tekanan statik dan dinamik, yaitu: p t v = p ρ (4.3),717 = 58411,04 99 = 607,55 Pa Tekanan statik di outlet Tekanan statik di inlet juga dicari dengan menerapkan persamaan aliran. Persamaan ini diterapkan pada dua titik acuan. Posisi kedua titik disajikan pada Gambar 4.4. Titik acuan yang pertama adalah sisi discharge pompa. Titik acuan yang kedua adalah sisi inlet sistem aliran yang telah dimodelkan sebelumnya. 6
6 1 discharge PT LCV HWP inlet Gambar 4.4 Posisi titik acuan perhitungan tekanan discharge pompa Tekanan di titik diketahui dengan menerapkan persamaan aliran berikut: p1 v1 p v + + z1 = + + z + ρg g ρg g h L (4.4) Karena permukaan kondensor luas, maka kecepatan di titik 1 dianggap nol. Kecepatan di titik 1 dicari dengan menganggap m& yang dihasilkan pompa sama dengan m& hasil simulasi aliran, yaitu 3307,99 kg/s. Kecepatan aliran di discharge dihitung dengan persamaan berikut: m& 3307,99 v 1 = = = 4,48 m / s (4.5) ρ A 1 99 π 4 Data aliran di kedua titik disajikan pada Tabel 4.4. Jarak antara titik 1 dan tidak jauh, sehingga head loss yang berpengaruh hanya dianggap head loss lokal.. Head loss lokal antara kedua titik disajikan pada Tabel 4.5. Tabel 4.4 Data di dua titik dalam perhitungan tekanan statik di discharge pompa Data Titik 1 Titik Tekanan (p) [Pa]? ,70 Ketinggian (z) [mm] Kecepatan (v) [m/s] 4,46 4,113 Tabel 4.5 Head loss lokal dalam perhitungan tekanan statik di discharge pompa Komponen Jumlah K ΣK Diameter Pipa Sambungan 1 0,04 0,04 40'' Elbow (standar 90 ) 1 0,70 0,70 40'' 63
7 Berdasarkan data aliran dan head loss yang diketahui, dapat dihitung tekanan statik di discharge, yaitu: ( v v1 ) v40" p1 = p + ρ + ρ g ( z z1) + ρ K (4.6) = , = 75186,58 Pa ( ,48 ) 4, ,8 (7,55 0,18) ,74 Spesifikasi aliran turbulen yang digunakan adalah Turbulent Intensity and Hydraulic Diameter. Sesuai dengan hasil perhitungan kecepatan di sisi inlet dan discharge, maka sifat aliran turbulen untuk sisi inlet dan discharge adalah: Inlet : - Diameter hidrolik = 1,5 m - Intensitas turbulensi =,318 Discharge : - Diameter hidrolik = 1 m - Intensitas turbulensi =, Simulasi Tunak Zona yang bergerak didekati dengan Moving reference frame. Fluida impeller didefinisikan sebagai fluida bergerak dengan kecepatan sesuai kecepatan pompa, yaitu 740 rpm. Sementara itu, sudu impeller dan poros impeller didefiniskan sebagai dinding bergerak dengan kecepatan sama dengan kecepatan fluida sekelilingnya, yaitu fluida impeller. Dengan memasukkan parameter simulasi diatas, didapatkan laju aliran massa yang dihasilkan pompa adalah 339,35 kg/s. Karena laju aliran massa yang dihasilkan kurang dari 3307,99 kg/s, maka model pompa perlu diperbesar. Setelah beberapa kali percobaan, pembesaran yang paling mendekati adalah pembesaran 1,05 kali dari model awal. Kecepatan aliran pada bidang batas berubah karena geometri bidang batas yang berubah. Perubahan kecepatan mengakibatkan perubahan kondisi batas tekanan dan sifat aliran turbulen. Kondisi batas pada model yang diperbesar 1,05 kali adalah: Inlet : - Tekanan total = 60777,14 Pa - Diameter hidrolik = 1,315 m - Intensitas turbulensi =,33 Discharge : - Tekanan statik = 75969,60 Pa - Diameter hidrolik = 1,05 m 64
8 - Intensitas turbulensi =,40 Dengan memasukkan kondisi batas tersebut, didapatkan laju aliran massa sebesar 376,48 kg/s. Perbedaan laju aliran massa model dan acuan adalah: m& mod el m& acuan 376, ,99 Δm& = 100% = 100% = 0,95% (4.7) m& 3307,99 acuan Karena perbedaan laju aliran massa keluaran pompa terhadap hasil simulasi aliran bernilai kecil, maka model dapat dianggap valid. 4.4 Simulasi Perubahan Laju Aliran Massa Simulasi ini dilakukan pada kondisi transien. Kondisi transien diperlukan untuk melihat lonjakan gaya sesaat pada waktu kondisi batas laju aliran massa diubah. Prosedur simulasi mirip dengan simulasi tunak. Perbedaannya hanya terletak pada pendekatan zona bergerak dan kondisi batas di sisi discharge. Pada simulasi ini, zona bergerak didekati dengan Moving mesh pada volume fluida impeller. Pendekatan Moving mesh berarti mesh pada volume fluida impeller bergerak secara relatif terhadap volume lainnya. Kecepatan putar fluida impeller, sudu impeller, dan poros impeller adalah 740 rpm. Kondisi batas yang digunakan di sisi discharge adalah Mass flow inlet. Kondisi ini dipilih agar nilai laju aliran massa dapat diganti, sehingga dapat dilihat perubahan gaya pada impeller. Keseluruhan kondisi batas dapat dilihat pada Tabel 4.6. Nilai laju aliran massa yang pertama dimasukkan adalah 3307,99 kg/s. Berdasarkan hasil simulasi aliran, terjadi penurunan laju aliran massa sebesar 197,87 kg/s. Oleh karena itu, setelah beberapa detik (pompa dianggap telah stabil) dilakukan perubahan parameter laju aliran massa menjadi 3110,1 kg/s. Tabel 4.6 Kondisi batas simulasi pompa Inlet Kondisi batas Tekanan total Diameter hidrolik Nilai 60777,14 Pa 1,315 m Discharge Intensitas turbulensi,33 Laju aliran massa 3307,99 kg/s (awal) 3110,1 kg/s (akhir) Diameter hidrolik 1,05 m Intensitas turbulensi,4 65
9 Selain kondisi batas, parameter lain yang harus dimasukkan adalah besarnya time step size. Time step size minimum untuk simulasi sebuah mesin berputar dirumuskan sebagai berikut: time step size min ( s) waktu 1 putaran 1 1 min 740 rpm 60 s = 0,08 s (4.8) Oleh karena itu, dipilih time step size = 0,01 s. Time step size 0,01 s diambil sebagai kondisi ekstrem. Time step size 0,01 s berarti penurunan laju aliran massa sebesar 197,87 kg/s terjadi pada rentang waktu 0,01 detik, padahal penurunan laju aliran massa tersebut terjadi selama 0,6 s. Dengan demikian, lonjakan gaya terdeteksi lebih besar dari kondisi yang sebenarnya. Hasil simulasi yang ingin dipantau adalah gaya pada impeller pompa. Gaya yang terjadi dapat diwakili oleh koefisien drag (Cd). Besarnya koefisien drag selama simulasi dapat diplot pada tampilan di FLUENT. Dengan demikian, dapat dilihat terjadinya lonjakan gaya yang terjadi berdasarkan lonjakan nilai koefisien drag saat laju aliran massa diperkecil. Setelah dilakukan simulasi transien dengan perubahan laju aliran massa, diperoleh grafik Cd pada arah x, y, dan z seperti pada Gambar 4.5. Pada grafik Cd impeller arah z terlihat lonjakan Cd saat laju aliran massa diperkecil. Gaya bernilai minus diakibatkan oleh pemilihan sumbu yang dilakukan. Namun, pada grafik Cd arah x dan y tidak terlihat adanya lonjakan. Fluktuasi Cd pada arah x dan y yang terjadi hanya diakibatkan oleh perubahan posisi impeller pada tiap time step. Oleh karena itu, penurunan laju aliran dianggap hanya memiliki pengaruh yang signifikan pada gaya impeller arah z. Besarnya lonjakan Cd dan gaya dapat diketahui dengan membuka laporan hasil simulasi yang diberikan oleh FLUENT. Ringkasan laporan mengenai perubahan gaya yang terjadi pada arah z akibat penurunan laju aliran massa disajikan pada Tabel 4.7. Tabel 4.7 Gaya arah z pada impeller hasil simulasi pompa Besaran m& = 3307,99 kg/s m& = 3110,1 kg/s stabil lonjakan stabil Cd , , ,5 Gaya (N) , , ,64 66
10 Cd impeller arah z F naik m& = 3307,99 kg/s m& = 3110,1 kg/s lonjakan Cd impller arah y Cd impller arah x Gambar 4.5 Grafik Cd impeller pompa 4.5 Analisis Hasil Simulasi Pompa Dari hasil simulasi, diketahui bahwa penurunan laju aliran massa memiliki pengaruh yang cukup berarti pada gaya impeller arah z. Kenaikan gaya pada impeller pompa dapat dihitung dalam bentuk persentase terhadap gaya awal. Pada kondisi stabil, gaya impeller arah z berubah sebesar: ΔF ( m& = 3110,1 kg / s) F( m& = 3307,99 kg / s) F( m& = 3307,99 kg / s) Fstabil (%) = 100 % ,64 N = 98371,1 N ( 98371,1 N ) 100 % = 3,50 % Pada kondisi ekstrem (terjadi lonjakan sesaat), gaya impeller arah z berubah sebesar: ΔF ( m& = 3110,1 kg / s) F( m& = 3307,99 kg / s) F( m& = 3307,99 kg / s) Flonjakan (%) = 100 % ,1 N = 98371,1 N ( 98371,1 N ) 100 % = 7,77 % (4.9) (4.10) 67
11 Dengan menganggap kondisi yang terjadi adalah kondisi ekstrem, maka dapat diambil kesimpulan bahwa akibat penurunan laju aliran massa sebesar 197,1 kg/s terjadi kenaikan gaya impeller pada arah z sebesar 7,77%. Kenaikan gaya sebesar ini seharusnya tidak terlalu mempengaruhi kinerja pompa. Namun demikian, dalam penelitian ini tidak dapat disimpulkan pengaruh nyata kenaikan gaya sebesar 7,77% terhadap pompa. Besar pengaruh kenaikan gaya bergantung pada struktur dari HWP. Ditinjau dari segi struktur, kenaikan gaya arah z berpengaruh langsung terhadap pembebanan terhadap poros dan bantalan cylindrical thrust bearing. Apabila dikaitkan dengan kerusakan yang sering terjadi pada pompa, maka elemen yang paling sering terkena dampak dari kenaikan gaya adalah poros, sedangkan bantalan hampir tidak pernah rusak. Poros pompa sering mengalami bending sehingga menjadi melengkung. Kerusakan pada poros ditentukan oleh struktur dari poros tersebut. Poros HWP terdiri dari tiga tingkat, yaitu: upper, medium, dan lower shafft. Antar tingkat poros dihubungkan dengan kopling. Karakteristik kopling antar poros menjadi faktor penting untuk dianalisis. Untuk dapat mentransmisikan gaya dari impeller menuju bantalan, diperlukan sambungan yang kaku. Berdasarkan data kerusakan HWP, medium shaft adalah bagian poros yang paling sering rusak karena mengalami bending. Kerusakan ini mungkin diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain: kopling yang kurang kaku, unbalance impeller pompa, misalignment antar poros, modus getar di poros pompa, dan faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis elemen hingga pada struktur pompa untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh kenaikan gaya impeller arah z sebesar 7,77%. 68
BAB V PERBANDINGAN SISTEM AKTUASI KATUP
BAB V PERBANDINGAN SISTEM AKTUASI KATUP 5.1 Perbandingan Dengan Sistem Terdahulu Sistem aktuasi katup terdahulu menggunakan tekanan di titik ukur sebagai masukan terhadap sistem pengendali FCV15. FCV15
BAB III PEMODELAN ALIRAN DAN ANALISIS
BAB III PEMODELAN ALIRAN DAN ANALISIS 3.1 Sistematika Pemodelan Untuk mengetahui pengaruh penutupan LCV terhadap kondisi aliran, perlu dilakukan pemodelan aliran. Pemodelan hanya dilakukan pada sebagian
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
EVALUASI PENGARUH PENUTUPAN KATUP LCV TERHADAP KENAIKAN GAYA PADA IMPELLER POMPA SIRKULASI AIR HWP PLTP DARAJAT II TUGAS SARJANA Karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengenalan Sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengenalan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Darajat Unit II milik Chevron Geothermal Indonesia memiliki sistem sirkulasi air dari kondensor menuju cooling tower (CT)
Bab 4 Perancangan dan Pembuatan Pembakar (Burner) Gasifikasi
Bab 4 Perancangan dan Pembuatan Pembakar (Burner) Gasifikasi 4.1 Pertimbangan Awal Pembakar (burner) adalah alat yang digunakan untuk membakar gas hasil gasifikasi. Di dalam pembakar (burner), gas dicampur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PERHITUNGAN PARAMETER PENSTOCK
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PERHITUNGAN PARAMETER PENSTOCK Diameter pipa penstock yang digunakan dalam penelitian ini adalah 130 mm, sehingga luas penampang pipa (Ap) dapat dihitung
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN 3.1. Rancangan Alat Uji Pada penelitian ini alat uji dirancang sendiri berdasarkan dasar teori dan pengalaman dari penulis. Alat uji ini dirancang sebagai
ANALISIS CASING TURBIN KAPLAN MENGGUNAKAN SOFTWARE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS/CFD FLUENT
ANALISIS CASING TURBIN KAPLAN MENGGUNAKAN SOFTWARE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS/CFD FLUENT 6.2.16 Ridwan Arief Subekti, Anjar Susatyo, Jon Kanidi Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Komplek LIPI,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 RANCANGAN OBSTACLE Pola kecepatan dan jenis aliran di dalam reaktor kolom gelembung sangat berpengaruh terhadap laju reaksi pembentukan biodiesel. Kecepatan aliran yang tinggi
Bab IV Analisis dan Pengujian
Bab IV Analisis dan Pengujian 4.1 Analisis Simulasi Aliran pada Profil Airfoil Simulasi aliran pada profil airfoil dimaskudkan untuk mencari nilai rasio lift/drag terhadap sudut pitch. Simulasi ini tidak
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: ( Print) B-192
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-192 Studi Numerik Pengaruh Baffle Inclination pada Alat Penukar Kalor Tipe Shell and Tube terhadap Aliran Fluida dan Perpindahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id 23 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Validasi Permodelan Validasi permodelan impeller pompa sentrifugal ini berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Rajendran dan Purushothaman.
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA 4.1 DATA Selama penelitian berlangsung, penulis mengumpulkan data-data yang mendukung penelitian serta pengolahan data selanjutnya. Beberapa data yang telah terkumpul
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial fluida, atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial
BAB I PENDAHULUAN. memindahkan fluida dari suatu tempat yang rendah ketempat yang. lebih tinggi atau dari tempat yang bertekanan yang rendah ketempat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pandangan Umum Pompa Pompa adalah suatu jenis mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu tempat yang rendah ketempat yang lebih tinggi atau dari tempat yang bertekanan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan
IRVAN DARMAWAN X
OPTIMASI DESAIN PEMBAGI ALIRAN UDARA DAN ANALISIS ALIRAN UDARA MELALUI PEMBAGI ALIRAN UDARA SERTA INTEGRASI KEDALAM SISTEM INTEGRATED CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 SKRIPSI Oleh IRVAN DARMAWAN 04 04 02
BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN
BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 PERANCANGAN ALAT PENGUJIAN Desain yang digunakan pada penelitian ini berupa alat sederhana. Alat yang di desain untuk mensirkulasikan fluida dari tanki penampungan
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisa aliran berkembang..., Iwan Yudi Karyono, FT UI, 2008
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Suatu sistem transfer fluida dari suatu tempat ke tempat lain biasanya terdiri dari pipa,valve,sambungan (elbow,tee,shock dll ) dan pompa. Jadi pipa memiliki peranan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Kenaikan tekanan cairan tersebut
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA Untuk mendapatkan koefisien gesek dari saluran pipa berpenampang persegi, nilai penurunan tekanan (pressure loss), kekasaran pipa dan beberapa variabel
(Indra Wibawa D.S. Teknik Kimia. Universitas Lampung) POMPA
POMPA Kriteria pemilihan pompa (Pelatihan Pegawai PUSRI) Pompa reciprocating o Proses yang memerlukan head tinggi o Kapasitas fluida yang rendah o Liquid yang kental (viscous liquid) dan slurrie (lumpur)
TUGAS KHUSUS POMPA SENTRIFUGAL
AUFA FAUZAN H. 03111003091 TUGAS KHUSUS POMPA SENTRIFUGAL Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia pompa diperlukan dalam berbagai. bidang, selain dalam bidang industri, pertambangan, pertanian dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia pompa diperlukan dalam berbagai bidang, selain dalam bidang industri, pertambangan, pertanian dan rumah tangga. Pompa memang sangat penting
STUDI NUMERIK : MODIFIKASI BODI NOGOGENI PROTOTYPE PROJECT GUNA MEREDUKSI GAYA HAMBAT
STUDI NUMERIK : MODIFIKASI BODI NOGOGENI PROTOTYPE PROJECT GUNA MEREDUKSI GAYA HAMBAT GLADHI DWI SAPUTRA 2111 030 013 DOSEN PEMBIMBING DEDY ZULHIDAYAT NOOR, ST, MT, PhD PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Perangkat Penelitian Penelitian ini menggunakan perangkat sebagai berikut : 1. Laptop merk Asus tipe A45V dengan spesifikasi, 2. Aplikasi CFD Ansys 15.0 3.2 Diagram Alir
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Perpipaan Dalam pembuatan suatu sistem sirkulasi harus memiliki sistem perpipaan yang baik. Sistem perpipaan yang dipakai mulai dari sistem pipa tunggal yang sederhana
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan teori pompa beberapa parameter yang berkaitan dengan kenerja pompa. Semua karateristik, teori perhitungan dan efisiensi di jelaskan
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: ( Print) B-198
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-198 Studi Numerik Pengaruh Baffle Inclination pada Alat Penukar Kalor Tipe U Tube terhadap Aliran Fluida dan Perpindahan Panas
BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT. Massa jenis cairan : 1 kg/liter. Kapasitas : liter/menit = (1250 gpm) Kondisi kerja : Tidak kontinyu
Tugas Akir BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT 4.1 Data data Perencanaan Jenis cairan : Air Massa jenis cairan : 1 kg/liter Temperatur cairan : 5ºC Kapasitas : 4.731 liter/menit (150 gpm) Kondisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pompa adalah mesin yang mengkonversikan energi mekanik menjadi energi tekanan. Menurut beberapa literatur terdapat beberapa jenis pompa, namun yang akan dibahas dalam perancangan
BAB IV HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS
31 BAB IV HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS 4.1 DESAIN PIPA PENSTOCK Desain Pipa Penstock yang akan berkaitan dengan besar debit air yang mengalir melalui Pipa Penstock. Jadi debit optimum air (Qopt)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1. MESIN-MESIN FLUIDA Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial
POMPA SENTRIFUGAL. Oleh Kelompok 2
POMPA SENTRIFUGAL Oleh Kelompok 2 M. Salman A. (0810830064) Mariatul Kiptiyah (0810830066) Olyvia Febriyandini (0810830072) R. Rina Dwi S. (0810830075) Suwardi (0810830080) Yayah Soraya (0810830082) Yudha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Prosedur Penggunaan Software Ansys FLUENT 15.0
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat Penelitian Pada penelitian ini menggunakan software jenis program CFD Ansys FLUENT 15.0 dengan diameter dalam pipa 19 mm, diameter luar pipa 25,4 dan panjang pipa
BAB II DASAR TEORI 2.1 Teori Aliran Fluida Inkompresibel Dalam Pipa Aliran Laminar dan Turbulen
BAB II DASAR TEORI.1 Teori Aliran Fluida Inkompresibel Dalam Pipa Massa jenis fluida berariasi antara satu dengan lainnya. Untuk fluida tertentu, massa jenis berariasi terhadap temperatur dan tekanan.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pompa Pompa adalah peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fluida yang dimaksud berupa cair, gas dan uap. yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi potensial
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mesin-Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 1, (2016) ISSN: ( Print) B36
B36 Simulasi Numerik Aliran Tiga Dimensi Melalui Rectangular Duct dengan Variasi Bukaan Damper Edo Edgar Santosa Putra dan Wawan Aries Widodo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antarmolekul
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
PERANCANGAN INSTALASI POMPA SENTRIFUGAL DAN ANALISA NUMERIK MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER CFD FLUENT 6.1.22 PADA POMPA SENTRIFUGAL DENGAN SUCTION GATE VALVE CLOSED 25 % SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk
BAB III ANALISA IMPELER POMPA SCALE WELL
BAB III ANALISA IMPELER POMPA SCALE WELL 3.1 Metode Perancangan Pada Analisa Impeller Didalam melakukan dibutuhkan metode perancangan yang digunakan untuk menentukan proses penelitian guna mendapatkan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Simulasi Distribusi Suhu Kolektor Surya 1. Domain 3 Dimensi Kolektor Surya Bentuk geometri 3 dimensi kolektor surya diperoleh dari proses pembentukan ruang kolektor menggunakan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM 4.1 Pengujian Pompa Reciprocating Pengujian kinerja pompa ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja pompa setelah proses modifikasi, yang meliputi ketangguhan sistem
Menghitung Pressure Drop
Menghitung Pressure Drop Jika di dalam sebuah pipa berdiameter dan panjang tertentu mengalir air dengan kecepatan tertentu maka tekanan air yang keluar dari pipa dan debit serta laju aliran massanya bisa
BAB II DASAR TEORI. m (2.1) V. Keterangan : ρ = massa jenis, kg/m 3 m = massa, kg V = volume, m 3
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antar molekul
BAB V Pengujian dan Analisis Mesin Turbojet Olympus
BAB V Pengujian dan Analisis Mesin Turbojet Olympus Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian serta analisis hasil pengujian yang dilakukan. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil pengujian terhadap
1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA
1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA 1. Centrifugal pumps (pompa sentrifugal) Sifat dari hidrolik ini adalah memindahkan energi pada daun/kipas pompa dengan dasar pembelokan/pengubah aliran (fluid
SIMULASI NUMERIK ALIRAN FLUIDA PADA TINGKAT PERTAMA KOMPRESOR DALAM INSTALASI TURBIN GAS DENGAN DAYA 141,9MW MENGGUNAKAN CFD FLUENT 6.3.
1 SIMULASI NUMERIK ALIRAN FLUIDA PADA TINGKAT PERTAMA KOMPRESOR DALAM INSTALASI TURBIN GAS DENGAN DAYA 141,9MW MENGGUNAKAN CFD FLUENT 6.3.26 SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh
Boundary condition yang digunakan untuk proses simulasi adalah sebagai berikut :
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil dari simulasi penelitian fluktuasi tekanan pada kondensasi Steam pada pipa konsentrik dengan pendinginan searah pada ruang anulus dengan menggunakan
Tugas Akhir. PERANCANGAN POMPA AXIAL SUBMERSIBLE (Studi kasus instalasi pengendali banjir Mulyosari Surabaya)
Tugas Akhir PERANCANGAN POMPA AXIAL SUBMERSIBLE (Studi kasus instalasi pengendali banjir Mulyosari Surabaya) Disusun oleh Nama : NUR FATAH RAHMAN NRP : 10810064 DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. HERU MIRMANTO,
PERANCANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DINGIN DARI TANGKI ATAS MENUJU HOTEL PADA THE ARYA DUTA HOTEL MEDAN
PERANCANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DINGIN DARI TANGKI ATAS MENUJU HOTEL PADA THE ARYA DUTA HOTEL MEDAN SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik HATOP
TUGAS AKHIR ANALISA MINIMALISASI WATER HAMMER DENGAN VARIASI PEMILIHAN GAS ACCUMULATOR PADA SISTEM PERPIPAAN DI PT.
TUGAS AKHIR ANALISA MINIMALISASI WATER HAMMER DENGAN VARIASI PEMILIHAN GAS ACCUMULATOR PADA SISTEM PERPIPAAN DI PT. KALTIM PRIMA COAL Chairul Anwar 2107100021 Dosen Pembimbing : NUR IKHWAN, ST., M. Eng.
BAB 2 LANDASAN TEORI. menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah bertekanan
Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-13 Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin Rahmat Taufiqurrahman dan Vivien Suphandani
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA 4. 1. Perhitungan Pompa yang akan di pilih digunakan untuk memindahkan air bersih dari tangki utama ke reservoar. Dari data survei diketahui : 1. Kapasitas aliran (Q)
Bab 3 Pengenalan Perangkat Lunak FLUENT
Bab 3 Pengenalan Perangkat Lunak FLUENT FLUENT adalah perangkat lunak dalam komputer yang digunakan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas. Aliran dan perpindahan panas dari berbagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pompa Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat lain yang diinginkan. Pompa beroperasi dengan membuat
TUGAS AKHIR BIDANG KONVERSI ENERGI PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN POMPA DENGAN PEMASANGAN TUNGGAL, SERI DAN PARALEL
TUGAS AKHIR BIDANG KONVERSI ENERGI PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN POMPA DENGAN PEMASANGAN TUNGGAL, SERI DAN PARALEL Oleh: ANGGIA PRATAMA FADLY 07 171 051 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini terdiri dari 2 buah pipa yang terbuat dari bahan yang berbeda dan ukuran diameter yang berbeda. Pipa bagian dalam terbuat dari tembaga dengan diameter dalam
Ilham Budi Santoso Moderator KBK Rotating.
Ilham Budi Santoso Moderator KBK Rotating [email protected] [email protected] Definisi Pompa : peralatan yang digunakan untuk memindahkan cairan dengan cara menaikkan tingkat energi cairan.
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
PERANCANGAN INSTALASI POMPA SENTRIFUGAL DAN ANALISA NUMERIK MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER CFD FLUENT 6.1.22 PADA POMPA SENTRIFUGAL DENGAN SUCTION GATE VALVE OPEN 100 % SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk
PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT
MEKANISME KERJA POMPA SENTRIFUGAL RANGKAIAN SERI NAMA : YUFIRMAN NPM : 20407924 PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT JURUSAN TEK NIK MESIN UNIVERSITAS GUNADARMA 2014 LATAR BELAKANG Pompa adalah
Losses in Bends and Fittings (Kerugian energi pada belokan dan sambungan)
Panduan Praktikum Fenomena Dasar 010 A. Tujuan Percobaan: Percobaan 5 Losses in Bends and Fittings (Kerugian energi pada belokan dan sambungan) 1. Mengamati kerugian tekanan aliran melalui elbow dan sambungan.
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan terhadap energi merupakan hal mendasar yang dibutuhkan dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat. Seiring dengan meningkatnya taraf hidup serta kuantitas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat Penelitian Pada Penelitian ini dilakukan secara numerik dengan metode Computer Fluid Dynamic (CFD) menggunakan software Ansys Fluent versi 15.0. dengan menggunakan
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump) Diklat Teknis Kedelai Bagi Penyuluh Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Kedelai Pertanian dan BABINSA KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Mikrohidro atau biasa disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik
ANALISIS PERFORMA CIRCULATING WATER PUMP PADA INDUSTRI PEMBANGKITAN (STUDI KASUS PLTU BOLOK NTT)
ANALISIS PERFORMA CIRCULATING WATER PUMP PADA INDUSTRI PEMBANGKITAN (STUDI KASUS PLTU BOLOK NTT) Heru Mirmanto 1, Nur Ikhwan 1 1 Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember, e-mail: [email protected]
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Hasil Penelitian Penelitian sling pump jenis kerucut variasi jumlah lilitan selang dengan menggunakan presentase pencelupan 80%, ketinggian pipa delivery 2 meter,
ANALISA PERANCANGAN INSTALASI GAS
Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri 2018 ISSN 2085-4218 ANALISA PERANCANGAN INSTALASI GAS UNTUK RUMAH SUSUN PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR Surya Bagas Ady Nugroho 1), 2. Ir. Rudi Hermawan,
SIMULASI PENGARUH NPSH TERHADAP TERBENTUKNYA KAVITASI PADA POMPA SENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER COMPUTATIONAL FLUID DYANAMIC FLUENT
SIMULASI PENGARUH NPSH TERHADAP TERBENTUKNYA KAVITASI PADA POMPA SENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER COMPUTATIONAL FLUID DYANAMIC FLUENT Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi fluida
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi fluida Fluida dapat didefinisikan sebagai zat yang berubah bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser. Fluida mempunyai molekul yang terpisah jauh, gaya antar molekul
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengetahuan Dasar Pompa Pompa adalah suatu peralatan mekanis yang digerakkan oleh tenaga mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat
BAB II DASAR TEORI. bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa. kerja dinamis (non positive displacement pump).
BAB II DASAR TEORI 2.1. Dasar Teori Pompa 2.1.1. Definisi Pompa Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mesin - mesin fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida ( energi kinetik
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012
PERANCANGAN POMPA SUBMERSIBEL UNTUK KEPERLUAN PENYEDIAAN AIR DI ISTANA BUSINESS CENTER MEDAN BERKAPASITAS 19,5 M 3 /JAM DENGAN HEAD TOTAL 42 M SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. Banyak macam pompa air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Banyak macam pompa air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Salah satunya adalah pompa sentrifugal. Pompa irigasi ini dipakai untuk memompa air dari sungai maupun
BAB IV DESIGN DAN ANALISA
BAB IV DESIGN DAN ANALISA Pada bab ini penulis hendak menampilkan desain turbin air secara keseluruhan mulai dari profil sudu, perhitungan dan pengecekan kekuatan bagian-bagian utama dari desain turbin
SIMULASI NUMERIK UJI EKSPERIMENTAL PROFIL ALIRAN SALURAN MULTI BELOKAN DENGAN VARIASI SUDU PENGARAH
SIMULASI NUMERIK UJI EKSPERIMENTAL PROFIL ALIRAN SALURAN MULTI BELOKAN DENGAN VARIASI SUDU PENGARAH Syukran 1* dan Muh. Haiyum 2 1,2 Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh-Medan
DESAIN DAN PERHITUNGAN TEORITIS POMPA SENTRIFUGAL DENGAN STUDI KASUS DI PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA
DESAIN DAN PERHITUNGAN TEORITIS POMPA SENTRIFUGAL DENGAN STUDI KASUS DI PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA Briyan Oktama 1, Tulus Burhanudin Sitorus 2 1,2 Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hidrodinamika 2.1.1 Definisi Hidrodinamika Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan gerak liquid atau lebih dikhususkan pada gerak air. Skala
BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan dan Alat 3.1.1. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah : Air 3.1.2. Alat Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Dasar Teori Pompa Sentrifugal 2.1.1. Definisi Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal adalah suatu mesin kinetis yang mengubah energi mekanik menjadi energi fluida menggunakan
Gambar 3-15 Selang output Gambar 3-16 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk Gambar 3-17 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk
DAFTAR ISI Halaman Judul... i Lembar Pengesahan Dosen Pembimbing... ii Lembar Pengesahan Dosen Penguji... iii Halaman Persembahan... iv Halaman Motto... v Kata Pengantar... vi Abstrak... ix Abstract...
BAB I PENDAHULUAN. dimana telah diciptakan suatu peralatan yang modern dalam hal mempercepat dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, dimana telah diciptakan suatu peralatan yang modern dalam hal mempercepat dan mempermudah suatu
SIMULASI ALIRAN FLUIDA PADA POMPA HIDRAM DENGAN TINGGI AIR JATUH 2.3 M DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CFD
SIMULASI ALIRAN FLUIDA PADA POMPA HIDRAM DENGAN TINGGI AIR JATUH 2.3 M DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CFD SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik HERTO
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Karakteristik profil temperatur suatu aliran fluida pada dasarnya dapat diketahui dengan menggunakan metode Computational fluid dynamics (CFD). Pengaplikasian metode CFD digunakan
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA Untuk mendapatkan koefisien gesek pada saluran pipa berpenampang persegi, nilai penurunan tekanan (pressure loss), kekasaran pipa dan beberapa variabel
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dalam sistem instalasi pemipaan fenomena kavitasi sering tidak diperhatikan, sedangkan kavitasi sendiri adalah salah satu kerugian di dalam sistem instalasi pemipaan.
PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM
PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Franciscus Manuel Sitompul 1,Mulfi Hazwi 2 Email:[email protected] 1,2, Departemen
Bab 4. Analisis Hasil Simulasi
Bab 4 Analisis Hasil Simulasi Pada bab ini, akan dilakukan analisis terhadap hasil simulasi skema numerik Lax-Wendroff dua langkah. Selain itu hasil simulasi juga akan divalidasi dengan menggunakan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat Penelitian Pada penelitian ini software yang digunakan untuk simulasi adalah jenis program CFD ANSYS 15.0 FLUENT. 3.1.1 Prosedur Penggunaan Software Ansys 15.0 Setelah
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN
BAB III DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 DAN PROSES OPTIMASI DESAIN 3.1 DESAIN CIRCULAR HOVERCRAFT PROTO X-1 Rancang bangun Circular Hovercraft Proto-X1 adalah jenis light hovercraft yang dibuat dengan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SAMPUL DALAM... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... INTISARI... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i SAMPUL DALAM... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN... iv INTISARI... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR TABEL...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Prinsip Dasar Alat uji Bending 2.1.1. Definisi Alat Uji Bending Alat uji bending adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengujian kekuatan lengkung (bending)
BAB 3 PEMODELAN 3.1 PEMODELAN
BAB 3 PEMODELAN 3.1 PEMODELAN Pemodelan gas burner dengan menggunakan software fluent bertujuan untuk melihat pengaruh kecepatan injeksi udara tangensial terhadap perubahan kecepatan, tekanan dan turbulensi
PERENCANAAN POMPA SENTRIFUGAL DENGAN KAPASITAS 1,5 M 3 / MENIT
TUGAS AKHIR PERENCANAAN POMPA SENTRIFUGAL DENGAN KAPASITAS 1,5 M 3 / MENIT Disusun : ARDHY WIDYAN PRASETYO NIM : D200050054 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015
ANALISA PERHITUNGAN EFISIENSI CIRCULATING WATER PUMP 76LKSA-18 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP MENGGUNAKAN METODE ANALITIK
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi ANALISA EFISIENSI CIRCULATING WATER PUMP 76LKSA-18 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP MENGGUNAKAN METODE ANALITIK *Eflita Yohana, Ari
