Prinsip-prinsip Perkembangan
|
|
|
- Susanti Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAGIAN KE-13 Prinsip-prinsip Perkembangan Sesudah mempelajari materi ke-13 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami prinsip-prinsip di dalam perkembangan, seperti : diferensiasi, induksi dan tumbuh. 143
2 13.1. Diferensiasi. Perkembangan suatu organisme pada umumnya terjadi secara preformatif, artinya bahwa suatu miniatur organisme yang lengkap sudah terdapat di dalam sel telur dan sperma. Pembuahan berfungsi untuk membentuk miniatur organisme tersebut agar bertambah besar atau tumbuh saja. Proses perkembangan tersebut meliputi proses-proses pertumbuhan, diferensiasi, interaksi seluler, pergerakan sel dan metabolisme. Tumbuh berarti terjadi penambahan masa, yaitu dalam hal ukuran/volume dan jumlah sel. Diferensiasi merupakan proses yang menyebabkan terjadinya spesialisasi sel atau biosintesis spesifik. Interaksi seluler berarti ada pengaruh suatu sel atau kelompok sel terhadap yang lain. Gerak merupakan perubahan posisi sel tunggal atau sebagai jaringan, yang dalam hal ini disebut gerak morfogenetik. Sedangkan metabolisme merupakan pembentukan dan penggunaan energi, yang merupakan proses dasar kehidupan dan perkembangan. Kelima proses tersebut tidak dapat dipisahkan dan selalu terjadi dalam ukuran waktu yang bersamaan pada individu atau sel. Dengan demikian membahas salah satu proses yang menyebabkan sekelompok sel memperoleh bentuk dan fungsi tertentu yang tidak dimiliki oleh kelompok yang lain. Sebagai contoh sel yang terdiferensiasi adalah : 1. Sel saraf yang dapat menghantarkan impuls. 2. Sel otot yang dapat mengadakan kontraksi. 3. Sel epidermis merupakan pelindung jaringan di sebelah dalamnya. Diferensiasi merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan. Tanpa proses diferensiasi suatu organisme tidak akan dapat menjalankan berbagai fungsi fisiologinya, tidak akan dapat menjalankan eksistensinya. Diferensiasi terjadi selama ontogeni organisme dan kemampuannya akan menurun apabila organisme mengalami penuaan. Proses diferensiasi yang paling menyolok terjadi selama periode prenatal dan terjadi metamorfosis. Selama stadium pembelahan, blastomer masih serupa satu sama lain dengan menampilkan fungsi-fungsi fisiologi yang umum. Sel-sel itu masih pluripoten artinya masih mampu berdiferensiasi dalam berbagai jalur. Nasib akhir yang dialaminya akan tergantung dari interaksi antara gen dengan lingkungan intra seluler dan ekstra seluler, bahkan lingkungan secara keseluruhan akan turut berperan sekalipun mungkin tidak langsung. Pada kebanyakan hewan, diferensiasi baru terjadi setelah melewati tahap blastula, yaitu setelah terjadi gerakan-gerakan morfogenetik dan pemisahan kelompok- 144
3 kelompok sel yang membuat lingkungan ekstraseluler berbeda-beda tergantung dari prinsipnya. Akibat dari perbedaan lingkungan ekstraseluler itu akan terjadi diferensiasi. Gambar Contoh Diferensiasi Jaringan Epitel pada Bagian Kulit Ayam Berbagai Tipe Diferensiasi. Diferensiasi dapat terjadi pada tingkat sel atau tingkat organ dan fungsi. Proses diferensiasi tersebut akan mencakup perubahan intraseluler dan interseluler. Diferensiasi intraseluler terjadi pada semua sel organisme. Perubahan-perubahan selalu terjadi selama perjalanan waktu sehingga struktur dan fungsinya menjadi benar-benar terspesialisasi. Contoh yang sangat menyolok ialah pada perkembangan spermatozoa. Spermatozoa fungsinya sangat terspesialisasi, yang semata-mata hanya untuk membuahi sel telur. Selama proses diferensiasi, nampak jelas terjadi perubahan struktural dan yang paling menyolok adalah adanya pemanjangan sel sehingga sangat memungkinkan untuk bergerak bebas. Badan Golgi, mitokondria dan sentriola yang berpindah tempat dan terbentuknya akrosom di daerah kepada spermatozoa merupakan gejala diferensiasi. 145
4 Gambar Contoh diferensiasi tingkat sel yang terjadi pada spermatozoa. Diferensiasi interseluller merupakan perubahan yang terjadi di antara sel satu sama lain, baik antara dua sel atau lebih maupun di dalam populasi sel. Diferensiasi ini disebut juga diferensiasi dalam ruang. Contohnya ialah sel pial neural, ada yang menjadi sel pigmen dan ada yang menjadi sel ganglion tergantung dari tempat yang dihuninya, sel ektoderm dapat menjadi epidermis atau sel saraf, sel-sel bakal pancreas ada yang menjadi bagian endokrin dan ada yang menjadi bagian eksokrin. Diferensiasi organ dan fungsi terjadi oleh adanya proliferasi sel, diferensiasi seluler dan gerak morfogenetik di dalam dan sekitar wilayah bakal organ sehingga dicapai bentuk dan fungsi definitif yang berbeda satu sama lain. Diferensiasi organ atau jaringan acap kali ditentukan oleh jaringan-jaringan di dekatnya. Proses ini disebut diferensiasi tidak bebas ( dependent differentiation atau induksi, yang berlangsung secara hierarkis. 146
5 Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi diferensiasi dapat dikelompokkan menjadi : 1. Faktor intraseluler ialah perbedaan regional yang terdapat di dalam sitoplasma. Perbedaan itu menyebabkan terjadi interaksi nukleositoplasmik yang berbeda sehingga terjadi diferensiasi. 2. Faktor ekstraseluler yaitu adanya perbedaan lingkungan yang dapat membuat sel yang sama mengalami perkembangan yang berbeda. Faktor-faktor tersebut ialah : a. Hormon Contoh : - estrogen yang dapat menyebabkan epitel vagina menjadi pipih dan mengalami penandukan. - Terjadinya metamorfosis pada larva katak oleh karena tiroksin. b. Vitamin Epidermis yang dikultur dalam medium yang mengandung vitamin A akan menjadi kolumner dan dapat menghasilkan mukus, tidak lagi mengalami penandukan seperti keadaan normalnya. c. Jaringan-jaringan yang berdekatan Jaringan-jaringan yang berdekatan dapat saling berinteraksi satu sama lain; salah satu berperan sebagai indikator, yang lain sebagai jaringan reaktif. substansi tertentu dari indikator akan dilakukan ke dalam sel-sel jaringan reaktif sehingga dapat berdiferensiasi. Substansi kimia itu adalah protein dan dalam beberapa percobaan ternyata dapat dilakukan tanpa kontak langsung, melainkan melewati suatu filter dengan ukuran pori tertentu. d. Interaksi epitel mesenkim Interaksi ini merupakan keadaan istimewa untuk diferensiasi berbagai organ tertentu. Berbagai epitel hanya akan berdiferensiasi menjadi organ tertentu bila didekatnya terdapat mesenkim dan sebaliknya. Differensiasi selalu didasari oleh adanya proses kimiawi tertentu di dalam sitoplasma terutama sintesis protein. Diferensiasi merupakan refleksi dari munculnya protein urutan polipeptida tertentu sesuai dengan urutan DNA dalam waktu dan jumlah yang tetap. Elemen struktural atau bentuk sekret yang dibentuk setelah sel terdiferensiasi ada yang tetap intraseluler (misalnya miosin dan keratin) tetapi ada pula yang menjadi ekstra seluler letaknya (misalnya kolagen). Hasil diferensiasi itu beraneka ragam, maka 147
6 protein yang dihasilkanpun bermacam-macam. Dikenal adanya miosis dalam sel otot, keratin dalam sel otot, keratin dalam sel rambut, kristalin dalam lensa mata, hemoglobin dalam sel darah dan lain-lainnya. Produksi protein selama diferensiasi terjadi secara berurutan, jenis yang satu sesudah jenis yang lain. Sebagai contoh pada perioda embrional, hemoglobin yang terbentuk dalam sel darah adalah hemoglobin embrio. Sedangkan pada perioda fetus dan saat lahir disintesa hemoglobin fetus kemudian baru hemoglobin dewasa Induksi Induksi embrionik merupakan salah satu prinsip perkembangan yang penting, yang disebut juga diferensiasi tidak bebas atau diferensiasi terikat. Hal tersebut disebabkan karena diferensiasi hanya terjadi apabila ada interaksi antara 2 macam sel atau jaringan yang berbeda. Kedua macam jaringan yang berperan tersebut adalah : a. Jaringan induktor/organisator yaitu sel-sel jaringan yang memberi rangsangan kepada sel-sel jaringan reaktif/jaringan responsif untuk bereaksi/berespons. b. Jaringan reaktif/jaringan responsif/jaringan kompeten merupakan sel-sel dari jaringan yang tanggap terhadap rangsangan induktor. Jaringan induktor dapat pula dibedakan menjadi 2 macam : a. Induktor spesifik disebut juga induktor normal atau induktor homogen, yaitu jaringan korda mesoderm yang dapat menginduksi ektoderm menjadi sistem neural. Hasil induksinya disebut juga induksi spesifik dan tersebar secara geografis sepanjang sumbu antero posterior atap arkenteron dan menentukan jenis-jenis struktur yang akan terdiferensiasi dari ektoderm yang menutupinya. Tipe induksi ini dijumpai dalam perkembangan normal suatu organisme. b. Induktor non spesifik, ialah yang menyebabkan terdiferensiasinya suatu jaringan dan interaksi 2 macam sel-sel dari jaringan diluar perkembangan normal. Induktornya disebut juga induktor abnormal atau heterogen, dapat dari semua macam jaringan, misalnya ekstrak hati atau ginjal dan sumsum tulang belakang. Induksi primer merupakan diferensiasi neural pada jaringan ektoderm sebagai jaringan reaktif oleh aksi atau rangsangan sel-sel korda mesoderm pada atap arkenteron di bawahnya, yang berlaku sebagai jaringan induktor. Spemann (1938) menyebut kelompok sel korda mesoderm dan jaringan endoderm seperti di atas sebagai organizer atau organization center oleh karena mempunyai kapasitas untuk berdiferensiasi sendiri 148
7 secara cepat serta mempunyai kesanggupan untuk menginduksi sistem saraf pusat. Jadi merupakan bagian yang mengorganisir proses perkembangan. Tipe induksi yang telah diuraikan di atas merupakan induksi primer dan tentu ada pula induksi sekunder, tersier dst. Sel-sel dari jaringan yang menginduksi disebut induksi primer atau organisator primer. Induksi neural mempunyai keistimewaan karena kebanyakan dari induksi-induksi selanjutnya memerlukan setelah terlaksananya induksi primer ini. Jadi proses induksi ini berantai dan hierarkis, yang sangat penting dalam diferensiasi dan pembentukan berbagai organ tubuh. Selain itu induksi juga dapat dibedakan menjadi : a. Homoiogenik (homotipik), bila hasil induksi sama dengan sel-sel jaringan induktornya. b. Heterogenik (heterotipik) bila hasil induksi tidak sama dengan sel-sel jaringan induktornya. Baik homotipik maupun heterotipik, keduanya dapat dijumpai pada induksi primer. Pada kedua tipe induksi di atas, tipe hanya induktor yang harus kompeten menginduksi, tetapi sel-sel reaktifpun harus dapat memberikan respons atau harus tanggap terhadap rangsangan induktornya. Jadi dalam proses induksi harus ada aksi timbal balik dari kedua komponen tersebut. Pada umumnya, makin tua umur dari suatu jaringan induktor kemampuannya untuk menginduksi makin menurun, sampai akhirnya ia tidak mampu lagi merangsang sel-sel reaktif yang telah terdiferensiasi. Kemampuan sel-sel suatu jaringan untuk reaktif atau tanggap terhadap rangsangan induktornya disebut kompetensi. Kemampuan untuk berkompetensi tinggi pada awal gastrulasi dan menurun pada stadium akhir, serta paling rendah pada stadium neural. Pada stadium awal dari perkembangan normal organisme, di samping nasib normal ( prospective fate ) suatu jaringan, iapun mampu untuk membentuk struktur atau organ lain. Telah dibuktikan bahwa ada dua faktor kimia yang terlibat dalam aksi induktor primer yaitu faktor neuralisasi pada ektoderm dan faktor mesodermalisasi pada mesoderm. Kedua faktor inilah yang melaksanakan induksi spesifik. Namun demikian kedua faktor tersebut juga dijumpai pada induktor non spesifik misalnya pada hati dan ginjal telah dijumpai adanya neuralisasi, sedangkan pada jaringan sumsum tulang belakang telah dibuktikan adanya mesodermalisasi. Hasil induksi dari neuralisasi adalah struktur-struktur arkensifalik dan mesodermalisasi adalah struktur-struktur deuterensefalik. Kedua macam faktor induktor tersebut di atas bekerja secara regional terhadap ektoderm. Jadi untuk 149
8 mendeterminasi suatu perkembangan perlu adanya proporsi yang serasi antara kedua faktor di atas. Bila neuralisasi yang lebih banyak maka struktur-struktur yang terbentuk adalah arkensefalik dan kalau mesodermalisasi yang lebih banyak maka struktur-struktur deuterensefalik dan spino caudal yang terbentuk. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa mekanisme induksi adalah suatu pelaluan/transfer suatu substansi kimia dari induktor ke dalam sitoplasma sel-sel suatu jaringan reaktif, kemudian masuk ke dalam inti untuk mengontrol kerja gen sehingga jaringan reaktif berespons. Proses induksi berakhir pada proses morfogenesis organ-organ dan embrio secara keseluruhan. Adanya induksi dengan penelitian yang berkaitan maka dapat dimanfaatkan untuk transpalasi/pencangkokan. Jenis-jenis transpalasi yang umum digunakan dalam penelitian induksi adalah : a. Autoplastik yaitu transplantasi jaringan dari individu yang sama. b. Homoplastik yaitu transpalantasi jaringan antara 2 spesies yang sama. c. Heteroplastik yaitu transplantasi jaringan antara 2 spesies yang berlainan dari genus yang sama. d. Xenoplastik yaitu transplantasi antara 2 genus yang berbeda. Embrio dari mana jaringan diambil untuk transplantasi disebut donor dan embrio yang menerima transplantasi disebut host. Kemampuan suatu jaringan embrional untuk tanggap terhadap suatu stimulus morfogenetik pada periode perkembangan tertentu disebut kompetensi. Kompetensi dapat dianalisis secara eksperimen sedangkan potensi tidak dapat dianalisis secara eksperimen tetapi dapat menggambarkan pengamatan struktural sesudah perioda perkembangan. Kompetensi merupakan kesanggupan komplemen-komplemen enzim dari sel-sel embrional untuk menyelaraskan ratio metabolisme tertentu. Oleh karena itu kompetensi selalu bertalian dengan rangsangan tertentu dan dengan respon yang sesuai. Mekanisme induksi masih sangat sedikit terungkapkan, walaupun data mengenai induksi telah banyak diketahui. Beberapa peneliti telah mengembangkan teorinya yang sebagian besar masih bersifat hipotesis, di antaranya adalah teori yang mengatakan bahwa mekanisme induksi merupakan pelaluan/transfer suatu substansi kimia dan jaringan induktor ke dalam sitoplasma sel-sel jaringan reaktif yang kemudian masuk ke dalam inti untuk mengontrol kerja gen sehingga jaringan reaktif respon. Sedangkan mekanisme tidak langsung, mengatakan bahwa substansi yang dilepaskan oleh induktor bereaksi dulu dengan faktor yang ada dalam sitoplasma sel kompeten. Reaksi tersebut kemudian menghasilkan suatu zat yang dapat mengaktifkan/menghentikan aktivitas gen sehingga 150
9 jaringan rekatif respons. Kedua macam mekanisme tersebut terlihat, bahwa zat aktif dalam induksi embrionik lebih luas sebarannya dan jauh lebih kompleks mekanisme kerjanya dari apa yang diduga sebelumnya. Zat induktor yang dapat berdifusi mungkin ditransfer dari satu sel ke sel lainnya pada awal perkembangan embrio. Jarakyang berdekatan antara sel induktor dan sel kompeten menyebabkan induksi lebih efektif Tumbuh Telah dikemukakan bahwa tumbuh adalah penambahan masa, khususnya ukuran/volume dan jumlah sel. Pertumbuhan masing-masing sel merupakan hal yang penting dari pertumbuhan badan yang multiseluler. Namun demikian karena ukuran selnya maka pengukuran pertumbuhan masing-masing sel dalam jaringan menjadi sangat sulit. Pertumbuhan organisme multiseluler didasarkan pada pertumbuhan sel-selnya, hubungan antara sel yang tumbuh dan pertumbuhan organismenya. Hal tersebut bukan berarti bahwa secara menerus organisme bertambah ukurannya tetapi biosintesis terjadi pada semua tingkatan yang kompleks dari tingkat molekuler sampai tingkat organisme. Dengan demikian berarti bahwa sintesis komponen seluler, penambahan ukuran sel, penambahan jumlah sel dan penambahan organ atau ukuran organisme terjadi pada pertumbuhan. Pengukuran pertumbuhan dalam unit-unit penambahan ukuran atau jumlah atau keduanya sebagai suatu kecepatan pertumbuhan. Kurve pertumbuhan berbentuk S yang dilukiskan dalam persamaan matematis sebagai berikut : d y d t = ry (b y) y = jumlah/ukuran t = waktu r = konstante kecepatan b = faktor pembatas Daftar Bacaan Balinsky. (1976). An Introduction to Embryology. Fourth Edition. W.B. Saunders Company. Philadelphia. Carlson, Bruce M. (1988). Patten's Foundations of Embryology. Fifth Edition. Mc Graw Hill Book Company. New York. Gilbert, S. F. (1991). Developmental Biology. 4-th. Edition. Sinauer Association Inc., Massachusetts. 151
Neurulasi BAGIAN KE-10
BAGIAN KE-10 Neurulasi Sesudah mempelajari materi ke-10 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami proses neurulasi. Neurulasi merupakan proses pembentukan sistem syaraf yang berkembang dari
Selaput Embrio BAGIAN KE-12
BAGIAN KE-12 Selaput Embrio Sesudah mempelajari materi ke-12 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami proses pembentukan selaput embrio dan manfaatnya bagi perkembangan embrio selanjutya.
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANLatihan Soal 1.3. igotik. Embrionik. Pasca lahir
1. Metamorfosis merupakan tahap pada fase... SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANLatihan Soal 1.3 igotik Embrionik Pasca embrionik Pasca lahir Fase Pasca Embrionik Yaitu pertumbuhan
ASPEK MOLEKULER PERKEMBANGAN
ASPEK MOLEKULER PERKEMBANGAN Pada dasarnya perkembangan organisme multiseluler merupakan manifestasi kegiatan masing-masing sel yang diorganisir dalam sistem hidup. Kegiatan sel dalam perkembangan yang
Pembelahan Zygot Awal dan Blastulasi
BAGIAN KE-8 Pembelahan Zygot Awal dan Blastulasi Sesudah mempelajari materi ke-8 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami proses pembelahan awal zygot menjadi blastomer-blastomer. Pembelahan
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN Standar Kompetensi: Memahami konsep tumbuh kembang tumbuhan, hewan, dan manusia Kompetensi Dasar: Memahami konsep tumbuh kembang hewan Click to edit Master subtitle
Gastrulasi BAGIAN KE-9
BAGIAN KE-9 Gastrulasi Sesudah mempelajari materi ke-9 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami proses gastrulasi. Gastrulasi merupakan pergerakan sel-sel blastomer yang sangat dinamis mereposisi
Gambar di nomerin de... : Neurulasi primer (Gilbert, 2003)
Neurulasi Pembentukan Aksis (Sumbu) Pembentukan Sistem Saraf Pusat Mamalia Ada empat tahapan perubahan dari sel pluripoten yaitu epiblast menjadi sel prekursor sel saraf atau disebut neuroblas, yaitu:
Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ
Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ STRUKTUR TUBUH MANUSIA SEL (UNSUR DASAR JARINGAN TUBUH YANG TERDIRI ATAS INTI SEL/ NUCLEUS DAN PROTOPLASMA) JARINGAN (KUMPULAN SEL KHUSUS DENGAN BENTUK & FUNGSI
MODUL PERKEMBANGAN HEWAN : FERTILISASI. Oleh Siti Pramitha Retno Wardhani, S.Si
MODUL PERKEMBANGAN HEWAN : FERTILISASI Oleh Siti Pramitha Retno Wardhani, S.Si Tahapan-tahapan utama perkembangan hewan: 1. Fertitisasi 2. Cleavage 3. Gastrulasi 4. Organogenesis Fertilisasi Fertilisasi
Embriogenesis. Titta Novianti
Embriogenesis Titta Novianti EMBRIOGENESIS Proses embriogenesis adalah rangkaian proses yang terjadi sesaat setelah terjadi pembuahan sel telur oleh sperma Proses embriogenesis meliputi; fase cleavage
Sub Bab Gastrulasi mengatur kembali blastula untuk membentuk sebuah embrio berlapis tiga dengan perut primitif
UNIT TUJUH BENTUK DAN FUNGSI HEWAN BAB 47 Perkembangan Hewan Sub Bab mengatur kembali blastula untuk sebuah embrio berlapis tiga perut primitif Teks Asli Penghapusan Penyisipan Teks Dasar Proses morfogenetik
URAIAN MATERI 1. Kultur sel tunggal Sejalan dengan kemajuan teknologi DNA, ilmuwan telah mengembangkan dan menyempurnakan metode untuk melakukan
URAIAN MATERI 1. Kultur sel tunggal Sejalan dengan kemajuan teknologi DNA, ilmuwan telah mengembangkan dan menyempurnakan metode untuk melakukan kloning pada organisme multiseluler melalui kultur sel tunggal.
KONTRAK PERKULIAHAN SPH II
KONTRAK PERKULIAHAN SPH II Tujuan Umum: Mahasiswa mampu menjelaskan proses perkembangan hewan sejak terbentuknya gamet, pembuahan, pembelahan segmentasi (cleavage), diferensiasi awal dan lanjut hingga
EMBRIOLOGI MAS BAYU SYAMSUNARNO MK. FISIOLOGI HEWAN AIR
EMBRIOLOGI MAS BAYU SYAMSUNARNO MK. FISIOLOGI HEWAN AIR AWAL KEHIDUPAN SEL TELUR SPERMATOZOA ZIGOT EMBRIO Fertilisasi/Pembuahan Diawali dengan masuknya sperma ke dalam sel telur melalui mikropil pada khorion
Metamorfosis BAGIAN KE-14
BAGIAN KE-14 Metamorfosis Sesudah mempelajari materi ke-14 ini mahasiswa diharapkan dapat : Mengenal dan memahami proses dan aspek-aspek perkembangan pasca-embrional berupa metamorfosis. 152 Pada umumnya
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANLATIHAN SOAL. Pernyataan yang merupakan ciri dari pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor...
1. Perhatikan pernyataan di bawah ini 1). Bersifatreversible 2). Bersifat irreversible 3). Menuju ke arah dewasa 4). Jumlah dan ukuran sel semakinmeningkat 5). Perubahan dari kecil jadi besar SMP kelas
4/18/2015 MORFOGENESIS BY : I GEDE SUDIRGAYASA GAMBARAN UMUM MEKANISME MORFOGENE SIS TOPIK GASTRULASI ORGANOGEN ESIS
MORFOGENESIS BY : I GEDE SUDIRGAYASA GAMBARAN UMUM MEKANISME MORFOGENE SIS TOPIK GASTRULASI ORGANOGEN ESIS 1 2 MORFOGENESIS PADA HEWAN MELIBATKAN PERUBAHAN TERTENTU DALAM BENTUK SEL, POSISI, DAN KELANGSUNGAN
1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Pengertian pertumbuhan adalah Proses pertambahan volume dan jumlah sel sehingga ukuran tubuh makhluk hidup tersebut bertambah besar. Pertumbuhan bersifat irreversible
ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel
ORGANISASI KEHIDUPAN Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Kata sel berasal dari bahasa latin cellulae, yang berarti bilik kecil.
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11 1. Bagian sel yang berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel adalah http://www.primemobile.co.id/assets/uploads/materi/bio-7-11a.png
SEL, JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN
SEL, JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN Tujuan 1. Mengamati struktur sel 2. Membandingkan sel prokariotik dan eukariotik 3. Mengetahui bagian-bagian sel dan dapat menyebutkan fungsi dari bagian-bagian sel
A. Deskripsi Mata Kuliah BI 517 Perkembangan Hewan dan Tumbuhan: S-1, 3 SKS, Semester 5
A. Deskripsi Mata Kuliah BI 517 Perkembangan Hewan dan Tumbuhan: S-1, 3 SKS, Semester 5 Mata kuliah ini bersifat interdisipliner dengan menerapkan konsep-konsep biologi yang pernah diterima mahasiswa dalam
Karakteristik Organisme Hidup. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Tema-tema dalam Mempelajari Kehidupan. Organisasi Biologi
UNSYIAH Universitas Syiah Kuala Pengantar Biologi MPA-107, 3 (2-1) Kuliah 10 STRUKTUR & PERKEMBANGAN: HEWAN Tim Pengantar Biologi Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah Keanekaragaman hewan dengan berbagai modifikasi
SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN)
SISTEMA ENDOKRINUM (= SISTEM ENDOKRIN) Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin. kelenjar endokrin ialah suatu kelompok sel-sel khusus yang menghasilkan suatu produk kimia organik khas yang
PEMBAHASAN Siklus Hidup C. trifenestrata Studi Perkembangan Embrio C. trifenestrata
PEMBAHASAN Siklus Hidup C. trifenestrata Tahapan hidup C. trifenestrata terdiri dari telur, larva, pupa, dan imago. Telur yang fertil akan menetas setelah hari kedelapan, sedang larva terdiri dari lima
JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA
JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi jaringan embrional 2. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringan epitelium 3. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringanjaringan
S E L. Suhardi, S.Pt.,MP
S E L Suhardi, S.Pt.,MP Foreword Struktur sel, jaringan, organ, tubuh Bagian terkecil dan terbesar didalam sel Aktivitas metabolisme sel Perbedaan sel hewan dan tumbuhan Metabolisme sel Fisiologi Ternak.
PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.
PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur. PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara
PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN
PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN Tingkat-tingkat tingkat Organisasi Struktural Pada jaringan hewan, fungsi berkorelasi dengan struktur Sistem-sistem organ hewan saling bergantung satu sama lain Pengantar
FISIOLOGI DAN METABOLISME, PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN REPRODUKSI
OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA- PT) BIDANG BIOLOGI (TES II) 22 MARET 2017 WAKTU 120 MENIT FISIOLOGI DAN METABOLISME, PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP N 1 Berbah Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VIII / I Alokasi Waktu : 80 menit (1 x pertemuan) A. Standar Kompetensi 1. Memahami berbagai
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72)
Gb. 5.12. STRUKTUR FOSPOLIPID (Campbell, 1999:72) Rumus Umum Asam Amino (Campbell, 1999: 73) H H O N C C H R OH GUGUS AMINO GUGUS KARBOKSIL Tabel 5.1 Gambaran Umum Fungsi Protein (Campbell, 1999: 74) JENIS
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1. Fakultas/Prodi : FMIPA / Pendidikan Biologi Biologi 2. Mata Kuliah : Biologi Perkembangan (BIC 232) 3. Jumlah SKS : 2 4. Semester : Gasal (V) / 100 menit 5. Kompetensi
DR.ETI YERIZEL,MS FK-UNIBA
DR.ETI YERIZEL,MS FK-UNIBA Dikenal di Dunia Kedokteran sejak th 1950 Ditemukan sel penyusun sum-sum tulang yg mampu membentuk seluruh jenis sel darah di dalam tubuh manusia, selanjutnya disebut Stem cell
Pertumbuhan dan Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Pertumbuhan dan Perkembangbiakan pada Tumbuhan Pada kegiatan belajar ini, Anda akan mempelajari pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan merupakan suatu proses
EMBRIOGENESIS DAN INDUKSI EMBRIO (BAGIAN II) LABORATORIUM EMBRIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Indikator pencapaian: Definisi dan tahapan embriogenesis (pembelahan, blastulasi,
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.1
1. Perhatikan nama-nama bagian sel berikut ini! dinding sel inti sel kloroplas Lisosom sentriol Bagian sel yang tidak dimiliki oleh sel hewan adalah... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan
KONSEP DASAR EMBRIOLOGI: TINJAUAN TEORETIS
Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1: 96-101, Juni 2014 ISSN: 2085-8019 KONSEP DASAR EMBRIOLOGI: TINJAUAN TEORETIS M. Haviz Program Studi Tadris Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar Jl. Sudirman No. 137
JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN
JARINGAN DASAR HEWAN Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi
Gambar tahap perkembangan embrio ikan lele
Perkembangan embrio diawali saat proses impregnasi, dimana sel telur (ovum) dimasuki sel jantan (spermatozoa). Proses pembuahan pada ikan bersifat monospermik, yakni hanya satu spermatozoa yang akan melewati
Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri
Kompetensi Dasar : Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Indikator : 1. Menyebutkan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia.
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran
Sel melakukan kontak dengan lingkungannya menggunakan permukaan sel, meliputi: 1. Membran plasma, yakni protein dan lipid 2. Molekul-molekul membran yang menonjol ke luar sel Melalui permukaan sel ini,
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLATIHAN SOAL BAB 10
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLATIHAN SOAL BAB 10 1. Urutan organisasi kehidupan dari yang paling rendah ke yang paling tinggi adalah A. B. C. D. Sel-jaringan-organ-sistem organ-
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS KD 3.8. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda
http://aff.fkh.ipb.ac.id Lanjutan EMBRIOGENESIS DAN INDUKSI EMBRIO (BAGIAN II) LABORATORIUM EMBRIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Konsep Organiser, yang menjelaskan tentang proses
FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN
FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar Endokrin Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat
URAIAN MATERI A. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio Fertilisasi adalah proses penyatuan atau peleburan inti sel ovum (ovum) dengan inti sel
URAIAN MATERI A. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio Fertilisasi adalah proses penyatuan atau peleburan inti sel ovum (ovum) dengan inti sel spermatozoa yang membentuk makhluk hidup menjadi zigot. Meskipun
RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER (RPS)
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Jalan Semarang 5, Malang 65145, Telepon: (0341) 562-180
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam Biologi adalah makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Makhluk
Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo
Jaringan Hewan Compiled by Hari Prasetyo Tingkatan Organisasi Kehidupan SEL JARINGAN ORGAN SISTEM ORGAN ORGANISME Definisi Jaringan Kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk
BASIC STEM CELL. Pembimbing : Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, sp.ot,
BASIC STEM CELL Pembimbing : Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, sp.ot, Introducing stem cells A life story Stem cell merupakan sel yang belum berdeferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang
Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah BIOLOGI PERKEMBANGAN Kode BI 704 Nama Dosen 1. DR. ADI RAHMAT, M.Si 2. DR. AIDA T.
MODUL MATA PELAJARAN IPA
KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Struktur sel tumbuhan dan hewan untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN
Histologi. Pertumbuhan dan perkembangan
Histologi Pertumbuhan dan perkembangan 1. Masa pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan manusia termasuk semua perubahan pada tubuh manusia dimulai dari pembentukan dari zigot sampai dewasa
STRUKTUR DAN FUNGSI SEL Oleh: Heru Nurcahyo
STRUKTUR DAN FUNGSI SEL Oleh: Heru Nurcahyo A. Sel sebagai Struktur Fungsional Terkecil dari Makhluk Hidup Struktur fungsional terkecil dari makhluk hidup (organisme) adalah sel. Sel merupakan suatu bangunan
Oleh : Ikbal Gentar Alam
Oleh : Ikbal Gentar Alam Embrio Ektoderm Mesoderm Endoderm Mesoderm membentuk mesenkim Mesenkim membentuk Jaringan-jaringan penyambung tubuh (jaringan ikat sejati, tulang rawan, tulang dan darah) Jaringan
SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG
SEL DAN JARINGAN MATERI BAHAN PELATIHAN UNTUK GURU-GURU SMA / MA OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPD UPI BANDUNG NANGRO ACEH DARUSSALAM 5-10 JULI 2007 1 SOAL TES SEL DAN JARINGAN Petunjuk: 1. Jawablah pertanyaan
Keanekaragaman Organisme Kehidupan
Keanekaragaman Organisme Kehidupan Salah satu ciri makhluk hidup adalah tubuhnya tersusun atas sel. Sel merupakan satuan atau unit terkecil dari makhluk hidup, seperti pencernaan makanan, bernafas, ekskresi,
KONTRAK PERKULIAHAN BIOLOGI PERKEMBANGAN HEWAN LANJUT
KONTRAK PERKULIAHAN BIOLOGI PERKEMBANGAN HEWAN LANJUT 1 Identitas Mata Kuliah Nama Mata kuliah/kode : Biologi Perkembangan Hewan lanjut/ IB212531 Prodi : Magister Ilmu Biologi Universitas Udayana Jumlah
REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT
REGULASI EKSPRESI GEN PADA ORGANISME EUKARYOT Morfologi dan fungsi berbagai tipe sel organisme tingkat tinggi berbeda, misalnya: neuron mamalia berbeda dengan limfosit, tetapi genomnya sama Difenrensiasi
Struktur Kulit (Cutaneous Membran) EPIDERMIS DERMIS SUBCUTANEOUS/Hypodermis
KULIT MANUSIA FUNGSI KULIT Membantu mengontrol temperatur tubuh Melindungi tubuh dari kuman Melindungi struktur dan organ vital dari perlukaan Terlibat dalam proses pembuangan sampah sisa metabolisme tubuh
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.1
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.1 1. Berikut ini yang termasuk fase-fase perkembangan manusia 1. Morula 2. Brastula 3. Grastula Dari pernyataan diatas yang menunjukkan
BAB 2 SEL PUNCA. Biologi sel punca merupakan bidang baru yang maju dan sangat pesat
BAB 2 SEL PUNCA Biologi sel punca merupakan bidang baru yang maju dan sangat pesat dengan penemuan-penemuan baru yang dilaporkan dari seluruh dunia. Selama bertahun-tahun para peneliti telah mencari cara
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor peternakan merupakan sektor yang strategis, mengingat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan mencerdaskan bangsa, sektor peternakan berperan penting melalui penyediaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tikus putih (Rattus norvegicus, L.) adalah sebagai berikut:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak kacang kedelai hitam (Glycine soja) terhadap jumlah kelenjar dan ketebalan lapisan endometrium
I. JARINGAN. A.Pengertian Jaringan
I. JARINGAN A.Pengertian Jaringan Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jadi, jaringan hamper dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak (multisluler). Setiap makhluk
BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia
KODE MK: IKF 207 DOSEN: DR.dr. BM.WARA KUSHARTANTI MS RUANG LINGKUP BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia yang terjadi pada makhluk hidup.
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. Pendahuluan...1 II. Tinjauan Pustaka...4 III. Kesimpulan...10 DAFTAR PUSTAKA...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. Pendahuluan...1 II. Tinjauan Pustaka...4 III. Kesimpulan...10 DAFTAR PUSTAKA...11 I. PENDAHULUAN Latar Belakang Munculnya uniseluler dan multi seluler
Sistem Saraf pada Manusia
Sistem Saraf pada Manusia Apa yang dimaksud dengn sistem saraf? Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh
XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th
21/24 November 2011 Tatap Muka 9: Heredity IV XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th Sel secara tepat mampu mengatur ekspresi gen. Sel
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a b c
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perkembangan Embrio Ikan Nilem Hasil pengamatan embriogenesis ikan nilem, setelah pencampuran sel sperma dan telur kemudian telur mengalami perkembangan serta terjadi fase
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 1. Sel Darah Merah Pemeriksaan darah dilakukan selama tiga puluh hari dari awal kebuntingan, yaitu hari ke-1, 3, 6, 9, 12, 15, dan 30. Pemilihan waktu pemeriksaan dilakukan
Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup A. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk
Jaringan Tubuh. 1. Jaringan Epitel. 2. Jaringan Otot. 3. Jaringan ikat/penghubung. 4. Jaringan Saraf
Jaringan Tubuh 1. Jaringan Epitel 2. Jaringan Otot 3. Jaringan ikat/penghubung 4. Jaringan Saraf Jaringan Epitel Tersusun atas lapisan-lapisan sel yang menutup permukaan saluran pencernaan, saluran pada
Determinasi & diferensiasi
Determinasi & diferensiasi Lima proses dalam perkembangan Pembelahan sel ( cell cleavage ) tidak ada pertambahan massa sel Perubahan bentuk/ morfogenesis Membentuk 3 D, migrasi sel Diferensiasi sel Sel
BAGIAN 1 PENGANTAR ENDOKRINOLOGI UMUM
BAGIAN 1 PENGANTAR ENDOKRINOLOGI UMUM Pada bagian ini, sesudah dipelajari diharapkan mahasiswa mampu mendiskripsikan dan menjelaskan tentang a. Sejarah Perkembangan Endokrinologi b. Pengertian dan fungsi
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengaruh pencekokan ekstrak rimpang rumput teki terhadap diameter oosit
40 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Oosit Pada Stadia Folikel Primer Pengaruh pencekokan ekstrak rimpang rumput teki terhadap diameter oosit pada stadia folikel primer dapat dilihat pada gambar 10.
FISIOLOGI HORMON STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN
FISIOLOGI HORMON Fisiologi hormon By@Ismail,S.Kep, Ns, M.Kes 1 STRUKTUR KELENJAR ENDOKRIN Sistem endokrin terdiri dari kelenjarkelenjar endokrin Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang
Modul. Biologi. Kelas XI. Jaringan Hewan. Disusun Oleh; Setyo Haryono,S.Pd NIP
Modul Biologi Kelas XI Hewan Disusun Oleh; Setyo Haryono,S.Pd NIP. 500152996 KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-nya jualah modul
SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS. Regita Tanara / B1
SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS Regita Tanara 102015121 / B1 SKENARIO Seorang anak 5 tahun dibawa ibunya ke UGD rumah sakit dengan keluhan jari telunjuknya memar akibat terjepit daun pintu IDENTIFIKASI
F I S I O L O G I Reproduksi dan Laktasi. 10 & 17 Februari 2014 Drh. Fika Yuliza Purba, M.Sc.
F I S I O L O G I Reproduksi dan Laktasi 10 & 17 Februari 2014 Drh. Fika Yuliza Purba, M.Sc. Kebuntingan dan Kelahiran Kebuntingan Fertilisasi: Proses bersatunya/fusi antara sel kelamin betina (oosit)
HASIL DAN PEMBAHASAN
20 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tingkat Proliferasi Berdasarkan Population Doubling Time (PDT) Population Doubling Time (PDT) adalah waktu yang diperlukan oleh populasi sel untuk menjadikan jumlahnya dua
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.5
1. Organisme yang termasuk organisme uniseluler... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.5 Jamur kancing Singa Amoeba Melinjo Kunci Jawaban : C Organisme uniseluler adalah organisme
Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
JARINGAN HEWAN Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. A. JARINGAN EPITEL Jaringan epitel merupakan jaringan penutup yang melapisi
Jaringan adalah kumpulan dari selsel sejenis atau berlainan jenis termasuk matrik antar selnya yang mendukung fungsi organ atau sistem tertentu.
Kelompok 2 : INDRIANA ARIYANTI (141810401016) MITA YUNI ADITIYA (161810401011) AYU DIAH ANGGRAINI (161810401014) NURIL NUZULIA (161810401021) FITRI AZHARI (161810401024) ANDINI KURNIA DEWI (161810401063)
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu usaha yang mutlak dibutuhkan untuk mengembangkan budi daya ikan adalah penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat. Selama ini
ILMU DASAR KEPERAWATAN 1
MODUL PRAKTIKUM ILMU DASAR KEPERAWATAN 1 Disusun Oleh Febriana Dwi Wahyuni, M.Si. PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2017 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan
CIRI ESENSIAL MAKHLUK HIDUP PERBEDAAN TUMBUHAN DAN HEWAN
CIRI ESENSIAL MAKHLUK HIDUP PERBEDAAN TUMBUHAN DAN HEWAN By Luisa Diana Handoyo, M.Si. Page 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu : Menjelaskan ciri esensial
THE TOUR 03/10/2012 VESICLE
THE TOUR Vesicles VESICLE Kecil, btk bola bermembran tunggal Sel mpy bbrp tipe vesicle yg berbeda peranan Vesicle dpt berfusi dg membran sel utk lepas isinya ke luar sel Tipe vesicle : a) Lisosom b) Peroksisom
STEM CELL SEL PUNCA FIKES UMM
STEM CELL SEL PUNCA FIKES UMM History 1908 kata stem cell diperkenalkan oleh Alexander Maksimov 1981 isolasi stem cell pada embrio 1998 aplikasi sel punca untuk kloning 2007 nobel tentang sel punca dan
III. SINYAL TRANSDUKSI
III. SINYAL TRANSDUKSI III.a. pengantar jalur sinyal Sel-sel mengatur aktivitasnya utk beradaptasi dg perubahan kondisi lingkungan Organisme yg hidup bebas (spt ragi dan bakteri) merespon perubahan suhu,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
11 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah anak, rataan bobot lahir, bobot sapih, total bobot lahir, dan jumlah anak sekelahiran pada kelompok domba kontrol dan superovulasi, baik yang tidak diberi dan diberi
Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon)
Modul ke: Peristiwa Kimiawi (Sistem Hormon) Fakultas PSIKOLOGI Ellen Prima, S.Psi., M.A. Program Studi PSIKOLOGI http://www.mercubuana.ac.id Pengertian Hormon Hormon berasal dari kata hormaein yang berarti
II. TINJAUAN PUSTAKA. elektromagnet. Berdasarkan energi yang dimiliki, gelombang elektromagnetik dapat
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Medan Elektromagnetik dan pengaruhnya Medan elektromagnetik adalah medan yang terjadi akibat pergerakan arus listrik. Interaksi antara medan listrik dan medan magnet tersebut menghasilkan
BAB V ENDOKRINOLOGI A. PENDAHULUAN
BAB V ENDOKRINOLOGI A. PENDAHULUAN Pokok bahasan endokrinologi memberikan penjelasan mengenai sistem pengaturan tubuh yang diatur oleh hormon. Dalam endokrinologi telah dibahas berbagai macam aspek tentang
Mekanisme penyerapan Ca dari usus (Sumber: /16-calcium-physiology-flash-cards/)
92 PEMBAHASAN UMUM Berdasarkan bukti empiris menunjukkan bahwa pegagan yang kaya mineral, bahan gizi dan bahan aktif telah lama digunakan untuk tujuan meningkatkan fungsi memori. Hasil analisa kandungan
Tugas Kelompok. Bentuk tersedia bagi tumbuhan Fungsi Gejala Kahat. Kelompok: N, P, K, Ca, Mg, S, B, Cu, Cl, Fe, Mn, Mo, Zn
Unsur Hara Tugas Kelompok Bentuk tersedia bagi tumbuhan Fungsi Gejala Kahat Kelompok: N, P, K, Ca, Mg, S, B, Cu, Cl, Fe, Mn, Mo, Zn Unsur hara Esensial Non esensial Mako Mikro Unsur Hara esensial Syarat
EMBRIOGENESIS DAN INDUKSI EMBRIO (BAGIAN I) LABORATORIUM EMBRIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Indikator pencapaian: Definisi dan tahapan embriogenesis (pembelahan, blastulasi,
