BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Ratna Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Madrasah Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat menengah sederajat SMU yang berciri khas Agama Islam di bawah Kementerian Agama. Madrasah ini dahulunya PGAN 6 tahun yang dialih fungsikan menjadi MAN pada tahun 1990 yang berlokasi di Jl. Mulawarman, namun karena sempit dan tidak memungkinkan, maka sejak tahun 1984 dipindahkan ke Jl. Pramuka Km.6 RT.20 No.28 kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, dengan luas tanah 18, 172 m 2 dan keliling 591 m 2. Kemudian sejak tahun 1998 oleh Dirjen Pembinaan Kelembagaan Islam dijadikan sebagai MAN Model kawasan Kalimantan Selatan. MAN 2 Model Banjarmasin mempunyai akreditasi A (sangat baik/unggul) berdasarkan SK. Akreditasi Nomor A/Kw.17.4/4/PP.03.2/MA/08/2005 yang dikeluarkan pada tanggal 25 Pebruari Pada tahun 2005 MAN 2 Model Banjarmasin juga menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah sebagai sekolah/madrasah berprestasi di bidang lingkungan hidup. Pada tahun 2006 menerima penghargaan sebagai Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional oleh Kementerian Agama RI, pada saat Departemen Agama RI. 44
2 45 2. Visi, Misi, dan Nilai-nilai yang dikembangkan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin a. Visi saing tinggi. meliputi: Mewujudkan peserta didik yang Islami, berkualitas, terampil, dan berdaya b. Misi 1) Menyelenggarakan pendidikan terpadu antara dunia dan akhirat. 2) Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi mutu, berilmu, terampil, cerdas, dan mandiri, sehingga mampu bersaing di dunia Internasional. 3) Menyelenggarakan pendidikan yang hasilnya memberikan kepuasan kepada masyarakat. 4) Menyelenggarakan pendidikan dengan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. c. Nilai-nilai yang dikembangkan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Mengembangkan dan memeliharan nilai-nilai yang ada di madrasah, 1) Aqidah Islam, Akhlaqul Karimah, dan Nilai Ilmiah 2) Kekeluargaan dan Kebersamaan 3) Mandiri, Hemat, dan Bertanggung Jawab 4) Sederhana dan Kreatif
3 46 3. Periodesasi Kepemimpinan Yang pernah menjabat Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin beserta masa jabatannya. Sebagaimana tabel berikut. Tabel Data Periodesasi Kepemimpinan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Tahun Pelajaran No Nama Masa Jabatan 1. Drs. H. Mulkani Drs. H. Haberi, B Drs. H. M. Nurdin. U (hanya 11 bulan) 4. Drs. H. Saberi Ismail Drs H. Haberi Drs. H Abdurrachman, M. Pd Drs H. Bakhruddin Noor 2010-sekarang 4. Keadaan Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Keadaan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin pada tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 978 orang. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah setempat, namun ada juga yang berasal dari luar wilayah. Adapun Latar belakang peserta didik bermacam-macam, tidak hanya berasal dari MTs saja tetapi juga berasal dari lulusan SMP baik yang swasta maupun negeri. Sebagaimana tabel berikut. Tabel Data Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Tahun Pelajaran No Tingkatan Peserta didik Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1. Kelas X Kelas XI Kelas XII Jumlah
4 47 5. Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Guru dan karyawan di MAN 2 Model terlihat sudah memadai untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik. Terlihat dari banyaknya jumlahnya serta kualitas dari latar belakang pendidikannya. Sebagaimana tabel berikut. Tabel Data Guru dan Karyawan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Tahun Pelajaran No Guru/ GTT/ PNS Karyawan Honor Jumlah 1. Magister (S.2) Sarjana (S.1) Sarjana Muda Karyawan/ TU Total 81 Keterangan 6. Keadaan Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Sarana prasarana sudah terlihat memadai untuk proses pelajaran, baik untuk kegiatan kurikuler maupun untuk kegiatan ekstakurikuler. Tabel Rincian Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Tahun Pelajaran No Jenis Prasarana Jumlah Ruang 1. Ruang Kelas Perpustakaan 1 3. Ruang Kepala Madrasah 1 4. Ruang Dewan Guru 1 5. Ruang Tata Usaha 1 6. Masjid 1 7. Lab. Kimia 1 8. Lab. Fisika 1 9. Lab. Biologi 1
5 48 Lanjutan Tabel Rincian Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin No Jenis Prasarana Jumlah Ruang 10. Lab Internet/TI Ruang Workshop Ket. Tata Busana Ruang/ Bengkel Ket. Elektronik Ruang/ Bengkel Ket. Otomotif Ruang Baca Ruang Audio Visual / Multimedia Gedung PPDBB Gedung Serba Guna/ Aula Koperasi Guru/Peserta didik Kantin Madrasah Ruang Osis Ruang PMR/UKS Ruang Pramuka Parkir Kendaraan Guru Parkir Kendaraan Peserta didik Gudang Ruang Piket Ruang Wakamad 1 B. Penyajian Data Data yang disajikan ini adalah data tentang Manajemen Peserta didik dan faktor-faktor yang memengaruhi Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin. Data yang di sajikan oleh penulis merupakan hasil penelitian di lapangan yang digali melalui teknik observasi, wawancara, dengan kepala madrasah, wakamad kesiswaan, kepala TU, pegawai BP, dan salah satu wali kelas yang dijadikan sebagai responden dan informan dalam penelitian ini serta teknik documenter. Seluruh data yang didapatkan penulis disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif yaitu dengan mengemukakan data yang diperoleh ke dalam bentuk
6 49 penjelasan melalui uraian kata sehingga menjadi kalimat yang mudah untuk dipahami. Untuk memudahkan dalam memahami data yang disajikan penulis, maka penulis membaginya menjadi dua sub bahasan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, yaitu Manajemen Peserta didik dan faktor-faktor yang memengaruhi Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin. 1. Data tentang Manajemen Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Untuk mengetahui bagaimana Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin, penulis telah memperoleh data dari wawancara dengan kepala madrasah, wakamad kesiswaan, kepala TU, pegawai BP, dan salah satu wali kelas, dan melengkapinya dengan dokumentasi, serta melakukan observasi langsung di lapangan. Berikut ada beberapa indikator yang digunakan penulis, yaitu: a. Perencanaan Peserta didik Perencanaan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dilakukan oleh kepala madrasah yang secara langsung mengadakan konsultasi dengan wakamad peserta didik, komite madrasah, serta bendahara. Adapun hal-hal yang direncanakan yaitu mengenai apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut para peserta didik baru serta hal-hal yang akan dilakukan selama peserta didik melakukan pembelajaran misalnya mengenai pembiayaan, daya tampung dan berapa banyak jumlah peserta didik yang akan diterima. 1 Hasil dari perencanaan mengenai kesiswaan dituang ke dalam program tahunan yang di pegang oleh 1 Bakhruddin Noor, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin, Wawancara Pribadi, Kamis, 23 Mei 2013
7 50 wakamad kesiswaan. Kemudian dari program tahunan yang telah ada, wakamad kesiswaan membuat program manajemen kesiswaan secara lebih rinci lagi sehingga dapat lebih memudahkan untuk pelaksanaan manajemen kesiswaan tersebut. 2 b. Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) Kebijakan penerimaan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dengan memperhatikan kebijakan yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dan didasarkan faktor kondisional, yakni berdasarkan daya tampung kelas baru yang tersedia dan memperhitungkan jumlah peserta didik yang tinggal di kelas satu sehingga dapat ditentukan berapa jumlah peserta didik yang dapat diterima. Kemudian mempertimbangkan peserta didik yang dapat diterima tersebut berdasarkan prestasi yang didapatnya dari sekolah asal dan didasarkan hasil tes masuk. Untuk penerimaan peserta didik Tahun Pelajaran 2013/2014 diperkirakan akan menempati 9 kelas dengan masing-masing kelas berjumlah 36 orang peserta didik. Adapun untuk calon peserta didik baru untuk tahun ini berasal dari MTs dan SMP, baik yang berstatus swasta, maupun negeri. Semua calon peserta didik baru diseleksi berdasarkan hasil tes masuk yang sudah ditetapkan oleh madrasah. Tes masuk ada 3 kriteria. Pertama; tes umum atau tes tertulis, meliputi; mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Agama. Kedua; tes baca tulis al-qur an. Dan ketiga; tes wawancara. 3 Untuk calon peserta didik baru yang beprestasi yaitu dengan ketetentuan (ranking 1-10 untuk negeri) dan (ranking 1-5 untuk swasta) tidak diikutsertakan 2 Ibid 3 Ibid
8 51 dalam tes umum atau tes tertulis atau dinyatakan telah lulus tes tertulis, sedangkan untuk tes baca tulis al-qur an dan wawancara tetap diharuskan untuk mengikutinya. Jadi, secara keseluruhan ketentuan untuk diterima akan dilihat berdasarkan hasil tes tertulis, tes baca tulis al-qur an dan wawancara. Sedangkan ketetentuan diterimanya peserta didik yang berprestasi hanya berdasarkan baca tulis al-quran dan wawancara. Untuk pelaksanaan tes baca tulis al-quran dan wawancara dilakukan pada saat pengambilan formulir. Sedangkan pelaksanaan tes umum atau tes tertulis dilakukan satu minggu setelah pelaksanaan tes baca tulis al-quran dan wawancara atau dua hari sebelum pengunguman penerimaan peserta didik baru. 4 Sistem seleksi yang dilakukan yaitu dengan terlebih dahulu memenuhi persyaratan administratif, yaitu sebagai berikut: Mengisi formulir pendaftaran Fotocopy raport semester 1 s.d 6 yang dilegalisir masing-masing 1 lembar Fotocopy surat tanda lulus yang dilegalisir sebanyak 2 lembar Fotocopy daftar nilai yang dilegalisir sebanyak 2 lembar Fotocopy akta lahir 2 lembar Piagam prestasi ( jika ada) yang dilegalisir oleh kepala sekolah Berkas dimasukkan ke dalam (map yang disediakan oleh panitia) Foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar, dan foto 2 x 3 sebanyak 2 lembar 4 Mahmudah, Kepala Tata Usaha dan Anggota Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru, Wawancara Pribadi, Kamis, 03 Juni 2013
9 52 Membayar biaya tes sebesar Rp Setelah penyeleksian administratif sudah dilaksanakan, kemudian melaksanaan penyeleksian berdasarkan tes akademik sebagaimana tersebut di atas. Dan apabila persyaratan administratif ini belum lengkap, maka tidak dapat mengikuti seleksi akademik. Akan tetapi biasanya para panitia penerimaan peserta didik akan menyeleksi pada saat penyerahan map dari setiap calon peserta didik, apabila kurang langsung dikembalikan dan diminta untuk langsung melengkapi. Apabila memang terhalang oleh sesuatu hal yang tidak dapat dilaksnakan pada saat ketentuan yang telah diberikan, maka untuk persyaratan administratif tersebut dapat menyusul setelahnya. 6 Prosedur untuk penerimaan peserta didik baru dilakukan dengan membentuk panitia penerimaan peserta didik baru. Panitia penerimaan peserta didik baru dibentuk setiap tahun pelajaran baru dengan ketetapan yang telah diputuskan oleh kepala madrasah dan diberikan SK. Setelah panitia penerimaan peserta didik baru terbentuk, maka para panitia tersebut membuat brosur dan membuat pengunguman peserta didik baru tentang penerimaan peserta didik baru dengan menempel di madrasah dan membagikan brosur ke sekolah/madrasah pada jenjang MTs/SMP. Kemudian menyediakan waktu dan tempat untuk pendaftaran. 7 5 Hasil observasi dan dokumentasi penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2013/2014, Kamis, 3 Juni Endah Sumarini, op. cit., Kamis, 18 Juni Mahmudah, loc. cit.
10 53 Isi dari pengunguman atau brosur tersebut, yaitu mengenai gambaran singkat sekolah, persyaratan administratif peserta didik, cara mendaftar, waktu dan tempat pendaftaran, dan biaya pendaftaran, serta waktu dan tempat seleksi. Setelah itu maka dibukalah pendaftaran calon peserta didik baru yang dilaksanakan selama dua minggu. Panitia selalu aktif melayani untuk pendaftaran calon peserta didik baru dan menunggu penyerahan blanko dari para calon peserta didik baru yang mendaftar tersebut, dan panitia juga menyeleksi data dari map yang berisi tentang semua persyaratan yang harus dipenuhi. Setelah penyeleksian adminnistratif tersebut, para panitia bertugas untuk melakukan tes akademik. Setelah tes selesai dilaksanakan, maka para panitia mengadakan rapat untuk memutuskan peserta didik yang akan diterima. Setelah mendapatkan keputusan secara musyawarah, maka dibuat pengunguman mengenai calon peserta didik yang diterima. Lalu para calon peserta didik baru yang sudah diterima tersebut melakukan daftar ulang dalam jangka waktu dua minggu dan peserta didik yang sudah secara resmi diterima di catat ke dalam buku induk. 8 Masalah yang dihadapi Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dalam penerimaan peserta didik baru yaitu banyaknya peserta didik yang mendaftar sedangkan untuk daya tampung masih kurang, sehingga yang diterima sebagai peserta didik baru hanya sepertiga dari calon yang sudah mendaftar Hasil observasi penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2013/2014, Kamis, 3 Juni 9 Endah Sumarini, op. cit., Kamis, 23 Mei dan Bakhruddin Noor op. cit., Kamis, 23 Mei
11 54 c. Pengelompokkan Peserta didik Pengelompokkan Peserta didik ke dalam kelas-kelas di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dilakukan secara homogen, yakni dikelompokkan secara acak oleh wakamad kesiswaan agar tidak menimbulkan kecemburuan antar sesama wali kelas. Selain itu, pengelompokkan seperti ini dilakukan karena pihak madrasah memandang semua peserta didiknya itu mempunyai kemampuan yang relatif sebanding sehingga tergantung dari pihak madrasahnya sendiri dalam memberikan pendidikan. Selain itu, pengelompokkan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin ini berdasarkan bidang studi yaitu dengan menyediakan penjurusan, dan berdasarkan minat yakni dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler. d. Pengaturan kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik Batasan kehadiran masing-masing peserta didik dalam satu tahun yaitu 85%. Adapun sebab-sebab ketidakhadiran peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin kebanyakan dikarenakan sakit. Sedangkan untuk ijin hanya sebagian. Alasan ijinpun kebanyakan bersumber dari keluarga, yakni karena diharuskan untuk berpartisipasi dalam acara keluarga. Dari pihak madrasahpun memberikan ijin dengan alasan karena umur para peserta didik di Madrasah Aliyah memang sudah selayaknya dilibatkan dalam acara-acara keluarga. Untuk catatan kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik ini dimuat di dalam daftar kehadiran yang dipegang oleh setiap wali kelas dan guru Endah Sumarini, op. cit., Kamis, 23 Mei 2013
12 55 Adapun untuk pencatatan kehadiran dan ketidakhadiran dilakukan oleh masing-masing guru mata pelajaran yang mengabsen para peserta didik setiap jam mata pelajaran sesuai jam tugas mengajar mereka. Sedangkan wali kelas melakukan absensi hanya sekali dalam sehari, hal ini berhubung karena wali kelas juga merupakan guru mata pelajaran yang setiap jam pelajaran bisa berada di kelas yang lain. Dan catatan dari kehadiran dan ketidakhadiran ini akan memengaruhi untuk kenaikan kelas. 11 e. Pengaturan Kedisiplinan Peserta didik Pengaturan kedisiplinan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin yaitu dengan menetapkan tata tertib berdasarkan sistem poin. Hukuman untuk peserta didik yang melanggar tata tertib tersebut akan diberikan teguran atau peringatan maupun dikeluarkan dari madrasah. Ketentuan hukuman yang diberikan kepada peserta didik tergantung kesalahannya dengan penentuan poin yang telah ditetapkan. Apabila peserta didik sudah mendapat poin karena melakukan pelanggaran dengan jumlah poin masih kurang dari 30, maka diberi teguran dan diberi peringatan secara tertulis yang diketahui oleh orangtua. Apabila poin mencapai maka orangtua peserta didik tersebut dipanggil dan diberi peringatan pertama (skorsing 1 hari dan diberi tugas tertentu). Apabila jumlah poin 61-99, maka orangtua peserta didik tersebut dipanggil dan diberi peringatan kedua (skorsing 3 hari dan diberi tugas tertentu). Apabila lebih dari 100 poin, maka orangtua dipanggil, dan peserta didik diserahkan kembali kepada orangtua (dikeluarkan). Sebagaimana data terlampir. 11 Marfu ah, salah satu wali kelas di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin,Wawancara Pribadi, Banjarmasin, 8 April 2013
13 56 Untuk penanganan dalam masalah kedisiplinan ini, wakamad kesiswaan melakukan kerja sama dengan pegawai BP. f. Kenaikan kelas dan penjurusan Kenaikan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model didasarkan hasil dari nilai ulangan dengan maksimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas, dan ditentukan pula oleh absensi kehadiran dengan ketentuan sebagaimana perhitungan di atas. Jurusan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin ada empat, yaitu jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. 12 Untuk penetapan penjurusan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model dengan memprioritaskan minat. Untuk mengetahui minat dari masing-masing peserta didik dilakukan dengan cara membagikan angket untuk diisi dengan pilihan pertama, kedua, dan ketiga. Selain itu juga tergantung daya tampung untuk masing-masing jurusan, apabila daya tampung untuk pilihan pertama sudah tidak mencukupi, maka dilihat dari dari nilai mata pelajaran jurusan tertinggi hingga nilai terendah sampai memenuhi daya tampung yang telah disediakan, apabila daya tampung yang tersedia tidak mencukupi lagi sedangkan masih ada peserta didik yang tersisa dari pilihan pertama, maka akan jatuh pada pilihan berikutnya. Sedangkan apabila daya tampung mencukupi, maka peserta didik yang memilih sesuai minatnya dapat diterima seluruhnya. Untuk nilai pemilihan jurusan seperti yang telah dijabarkan di atas didasarkan nilai ketentuan mata pelajaran masing-masing jurusan. Adapun mata pelajaran masing-masing jurusan yaitu sebagai berikut: 12 Endah Sumarini, Wakamad Kesiswaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin,Wawancara Pribadi, 23 Mei 2013
14 57 Jurusan IPA meliputi mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi. Jurusan IPS meliputi mata pelajaran sejarah, ekonomi, geografi, dan sosiologi Jurusan Bahasa meliputi mata pelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia Jurusan Agama meliputi mata pelajaran SKI, Aqidah Akhlak, Qur an Hadits, dan Fiqih. g. Perpindahan Peserta didik Perpindahan Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model hanya disebabkan oleh mutasi. Penyebab mutasi ekstern kebanyakan bersumber dari keluarga, khusunya karena mengikuti orang tua pindah, sedangkan untuk mutasi intern biasanya karena mereka ingin memilih teman dan untuk perpindahan jurusan karena mereka merasa tidak sanggup dengan jurusan yang mereka ambil. Persentasi perpindahan peserta didik keluar untuk tahun pelajaran hanya 5 orang. 13 Untuk mutasi intern seperti pindah jurusan sudah dapat diatasi dengan melakukan penjurusan dengan memprioritaskan minat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan setelah penjurusan ditetapkan, madrasah masih memberikan masa tenggang bagi peserta didik apabila masih ingin pindah jurusan, yakni dengan cara melapor kepada wakamad peserta didik dengan alasan yang kuat. Apabila masa tenggang tersebut sudah habis dan masih ada peserta didik yang ingin mutasi intern, maka maksimal hanya seminggu selama dia berada di jurusan asal. 13 Endah Sumarini, op. cit., Kamis, 3 Juni 2013
15 58 Mengenai permasalahan ingin pindah jurusan ini, peserta didik juga dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan para pegawai Bimbingan Konseling. Lalu kemudian melapor dengan wakamad kesiswaan. 14 Peserta didik yang mutasi ekstern dicatat di dalam daftar mutasi. Sedangkan untuk mutasi intern tidak dilakukan pembukuan, cukup melapor kepada wakamad peserta didik dengan alasan yang kuat. Adapun untuk peserta didik yang drop out di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin tidak ada. h. Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan Ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sangat banyak dan begitu berkembang, terlihat dari banyaknya lomba yang diikuti dan prestasi yang diperoleh sebagaiman data terlampir. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan dengan ditetapkannya para pembina dari setiap kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan di luar jam kegiatan kurikuler yaitu setelah berakhirnya jam pelajaran di sekolah hingga sore hari. 15 Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin yaitu dua puluh lima kegiatan yang jadwal pelaksanaanya dibagi dari hari senin sampai sabtu, sebagaimana data terlampir Pegawai BK Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin,Wawancara, Kamis, 23 Mei 15 Endah Sumarini, loc. cit
16 59 Semua peserta didik diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal satu, dan boleh mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lebih dari satu apabila peserta didik tersebut memang merasa mampu dan tidak menggangu kegiatan kurikuler. 16 i. Buku Manajemen Peserta didik Buku-buku yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin meliputi: buku induk, kleper, daftar presensi, daftar mutasi peserta didik, daftar catatan pribadi peserta didik, daftar nilai, legger, Buku induk peserta didik; setelah peserta didik secara resmi diterima, maka semua peserta didik dicatat ke dalam buku induk. Di dalam buku induk memuat identitas peserta didik, identitas orangtua, dan nilai belajar peserta didik setiap semester. Pengisian buku induk dilakukan setiap selesainya ulangan oleh pegawai TU, dan sebagaian dari pegawai BK. 17 Kleper; dibuat untuk memudahkan pencarian data peserta didik secara keseluruhan, karena di dalam buku claver ini semua nama peserta didik disusun berdasarkan abjad secara keseluruhan, tidak per kelas ataupun perjenjang. Daftar persensi; di isi oleh wali kelas dan guru mata pelajaran, yang kemudian di serahkan kepada bagian pegawai BP untuk dilakukan penyalinan, yang nantinya sebagai bahan untuk mengisi raport dan sebagai bahan pertimbangan kenaikan kelas. 16 Dokumentasi Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Buku Konasi 17 Hasil Observasi Selama Masa Penelitian
17 60 Daftar mutasi, yakni untuk mengetahui peserta didik yang pindah ke sekolah lain atau dari sekolah lain yang pindah ke Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin. 18 Daftar catatan pribadi dibuat untuk mengetahui keadaan peserta didik dan memudahkan untuk memantau perkembagannya. Daftar catatan pribadi dipegang oleh pegawai BP yang ikut berperan bersama wakamad kesiswaan untuk mengatasi masalah peserta didik. Daftar catatn pribadi Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin disebut dengan buku konasi 19 Daftar nilai; dibuat oleh wali kelas yang kemudian diserahkan ke bagian tata usaha bersamaan dengan legger. Legger; pembuatan legger dilakukan oleh wali kelas setiap selesai ulangan. Setelah selesai maka diserahkan ke bagian tata usaha. Buku legger dijadikan sebagai panduan mengisi raport dan buku induk. 20 J. Kelulusan dan Alumni Proses kelulusan yaitu dengan tahapan; mengadakan acara perpisahan yang sudah dipersiapkan secara matang oleh wakamad kesiswaan dan semua wakamad yang lainnya. Selanjutnya mengadakkan pengukuhan, pengunguman kelulusan, serta penyerahan ijazah Mahmudah, op. cit., Kamis, 03 Juni Pegawai BK Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin, loc. cit. 20 Mahmudah, loc. cit. 21 Endah Sumarini, op. cit., Selasa, 18 Juni 2013
18 61 Dari pegawai TU juga menyiapkan SKHU sementara agar dapat digunakan peserta didik yang memerlukan sebelum keluarnya SKHU asli. Selain itu peserta didik yang akan keluar dari madrasah mengisi data mengenai kemana nanti mereka akan melanjutkan studi ataupun lainnya bersamaan saat pengambilan ijazah. Sehingga nantinya madrasah dapat memantau perkembangan peserta didiknya setelah mereka keluar dari madrasah. 22 Hubungan antara alumnus dengan madrasah terjaga dengan baik. Dan untuk peserta didik yang telah luluspun masih di data untuk mengetehui bagaimana keadaan mereka setelah lulus tersebut. 23 Selain itu terlihat dari adanya kegiatan reuni, para alumni yang mengabdikan dirinya sebagai pembina ekstarkurikuler tanpa meminta gaji, buka puasa bersama, bedah buku yang acaranya dibentuk oleh para alumni, serta pengarahan dari para alumni yang sudah sukses Data tentang Faktor yang Memengaruhi Manajemen Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin a. Sumber daya manusia 1) Latar belakang Kepala madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin mempunyai rincian jenjang pendidikan, sebagai berikut: SR (Sekolah Rakyat)-PGA (Pendidikan Guru Agama)-Sarjana Muda IAIN Antasari Banjarmasin-S1 UNLAM Banjarmasin Pegawai TU Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin,Wawancara, Kamis, 18 Juni 23 Mahmudah, op. cit., Kamis 18 Juni Endah Sumarini, op. cit., Selasa, 18 Juni Bakhruddin Noor, op. cit., Kamis 23 Mei 2013
19 62 Wakamad peserta didik di madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin bernama Dra. Endah Sumarini dengan latar belakang pendidikan FKIP Unlam Jurusan Matematika. 26 2) Pengalaman Pengalaman kepala madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin yaitu beliau sudah mempunyai pengalaman sebagai kepala marasah sebanyak 2 kali sebelum beliau menjabat sebagai kepala madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin. Sehingga saat beliau ditempatkan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin, beliau langsung menduduki jabatan kepala madrasah. Saat ini, beliau sudah menjabat di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin selama tiga tahun pelajaran yakni tahun pelajaran , dan Sedangkan pengalaman dari wakamad peserta didik madrasah Negeri 2 Model banjarmasin, yaitu sudah dua kali tahun pelajaran menjabat sebagai wakamad peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin, yakni dan Sepanjang beliau ditempatkan di madrasah sebelumnya, beliau selalu menjabat sebagai wakamad peserta didik dan sudah pernah mengikuti pelatihan ke luar kota sebanyak 2 kali. 28 Terlihat kalau beliau sudah sangat berpengalaman dalam melaksanakan manajemen peserta didik. Selama masa observasi pun memang terlihat sekali kalau beliau memang sudah mahir dan tidak canggung lagi dengan tugas 26 Endah Sumarini, op. cit., Kamis, 23 Mei Bakhruddin Noor, loc. cit. 28 Endah Sumarini, loc. cit.
20 63 beliau tersebut, sehingga hal ini sangat mendukung sekali untuk jalannya manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin. b. Sarana prasarana Selama observasi, terlihat sekali kalau sarana prasarana yang ada madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin sudah mendukung untuk melakukan pelaksanaan kegiatan-kegiatan peserta didik, terlihat dari lengkapnya ruangan untuk kebutuhan semua personil sekolah, khususnya untuk ruang belajar peserta didik, selain itu juga untuk kepentingan peserta didik untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu terus menerusnya didirikan bangunan-bangunan dan perbaikan secara berkesinambungan. 29 c. Dana Dana yang ada di madrasah Aliyah Negeri 2 Model banjarmasin sudah cukup memadai untuk kegiatan peserta didik. Adapun dana yang diperoleh oleh MAN 2 yaitu dari pemerintah dan dari komite sekolah. 30 B. Analisis Data Berdasarkan data yang sudah disajikan oleh penulis, maka dapat tergambarkan dengan jelas tentang Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dengan berbagai faktor yang telah disebutkan. Untuk mempermudah dalam pengambilan kesimpulan, maka data yang ada di analisis satu persatu dengan mengacu pada permasalahan Manajemen Peserta didik dan faktor- 29 Hasil Observasi Setiap Kali Berkunjung Selama Melakukan Penelitian Dan Dokumentasi 30 Bakhruddin Noor, loc. cit.
21 64 faktor yang mempengaruhi Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin. Menurut data di atas tentang Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin yang telah diuraikan, secara sederhana dibahas sebagai berikut: 1. Manajemen Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin sudah melaksanakan manajemen peserta didik. Terlihat dari hal-hal sebagai berikut: a. Perencanaan Peserta Didik Penyajian di atas telah menguraikan bahwa pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin melakukan perencanaan peserta didik secara musyawarah mengenai mengenai apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut para peserta didik baru serta hal-hal yang akan dilakukan selama peserta didik melakukan pembelajaran misalnya mengenai pembiayaan, daya tampung dan berapa banyak jumlah peserta didik yang akan diterima. Hal-hal yang direncanakan mengenai manajemen kesiswaan dituangkan ke dalam program tahunan dan secara rinci dimuat dalam program manajemen kesiswaan. Perencanaan dilakukan untuk memperoleh suatu kebijakan yang berkaitan erat dengan strategi penerimaan peserta didik baru baik berkaitan dengan kualifikasi
22 65 yang diharapkan, alat tes yang digunakan, dan jumlah peserta didik yang diterima atau daya tampung madrasah. 31 Perencanaan tersebut adalah rencana yang berwujud rumusan tertulis. 32 Hasil analisis penulis, perencanaan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin sudah cukup memadai. b. Penerimaan Peserta Didik Baru Penyajian di atas telah menguraikan bahwa penerimaan peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dengan berpedoman kepada kebijakan penerimaan peserta didik baru dibuat berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh dinas pendidikan kabupaten kota. 33 Dan berdasarkan faktor kondisional serta menetapkan persyaratan. Sistem penerimaan peserta didik baru dengan menggunakan sistem seleksi. Kriteria juga didasarkan daya tampung sekolah, acuan norma, dan acuan patokan. Selain itu membentuk panitia penerimaan peserta didik baru secara resmi. Berdasarkan hasil analisis, dalam penerimaan peserta didik baru yaitu adanya pedoman dalam pelaksanaannya. Hal ini agar tidak terjadi kesimpang siuran dengan apa yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada masing-masing madrasah. Serta memudahkan pula 31 Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2009), Cet ke-1, h Eka Prihatin, Manajemen Peserta Didik, Bandung: Alfabeta, 2011, Cet ke-1, h Ibid, h. 52
23 66 untuk madrasah dalam pelaksanaan penerimaaan peserta didik baru tersebut. Dan yang lebih berperan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru ini yaitu panitia penerimaan peserta didik baru. 34 c. Pengelompokkan peserta didik Penyajian di atas telah menguraikan bahwa Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin melakukan pengelompokkan terhadap peserta didiknya ke dalam masing-masing kelas secara heterogen. Pengelompokkan peserta didik secara heterogen memudahkan peserta didik dalam bersosialisasi di kelas, tetapi guru perlu menerapkan strategi pembelajaran efektif untuk kondisi kelas heterogen tersebut. 35 Berdasarkan hasil analisis, keputusan pengelompokkan ini seimbang kalau para peserta didik memang mempunyai kemampuan relatif yang sebanding antara peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya. Karena madrasah dari awal juga sudah melakukan penerimaan peserta didik secara selektif untuk menghasilkan peserta didik baru yang mempunyai kualitas-kualitas yang merata. Dan tidak menimbulkan kecemburuan pula antar wali kelas. d. Pengaturan kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik Penyajian di atas telah menguraikan bahwa pengaturan kehadiran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjaramsin dengan menetapkan absensi kehadiran sebanyak 85% untuk setiap kenaikan kelas. Untuk mengetahui kehadiran 34 Sulistyorini, op. cit., h. 106 ke. 1, h Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2005), Cet
24 67 tersebut maka dilakukan dengan pencatatan kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik ke dalam Daftar Kehadiran Siswa. Kehadiran peserta didik di madrasah adalah kehadiran dan keikutsertaan peserta didik secara fisik dan mental terhadap aktivitas madrasah pada jam-jam efektig di madrasah. 36 Peserta didik yang hadir di madrasah hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. 37 Hasil analisis penulis, pengaturan kehadiran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjaramsin ini memang akan menjadikan peserta didik untuk lebih rajin hadir mengikuti pelajaran, karena kehadiran dan ketidakhadiran mereka di catat di dalam Daftar Kehadiran Siswa, selain itu karena kehadiran dan ketidakhadiran mereka juga akan berpengaruh untuk kenaikan kelas. e. Pengaturan kedisiplinan Penyajian di atas telah menguraikan bahwa pengaturan kedisiplinan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjaramsin yaitu dengan menetapkan tata tertib kelas maupun sekolah dengan menggunakan sistem poin. Pengaturan kedisiplinan dilakukan untuk membiasakan peserta didik untuk melakukan hal-hal yang baik, positif, dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. 38 Pengaturan kedisiplinan dilakukan dengan teknik pembinaan disiplin kelas yang meliputi ekternal control, inner control, dan cooperatif control Eka Prihatin, op.cit, h Ibid,h Ibid, h Ibid, h. 96. Sulistyorini, op.cit, h. 109
25 68 Menurut analisis penulis, meskipun berbeda dengan teori namun secara umum, pengaturan kedisplinan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjaramsin yakni dengan sistem poin, sudah mewakili pengaturan disiplin dengan menggunkaan teknik cooperatif control. Dan ternyata sistem poin ini dapat menjadikan peserta didik lebih menjadi sadar sendiri apa yang harus mereka lakukan dan yang tidak baik untuk dilakukan. Selain itu sistem poin ini juga mencerminkan kalau madrasah sudah memberi kepercayaan penuh kepada peserta didiknya untuk bertindak, dan madrasah mendapat keuntungan, yakni akan lebih efesien dalam pengaturan kedisiplinan tersebut serta tidak dipandang terlalu otoriter. f. Kenaikan kelas dan penjurusan Penyajian di atas telah menguraikan bahwa kenaikan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model berdasarkan nilai ulangan dengan maksimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas dan berdasarkan ketentuan dari hasil perhitungan dari absensi kehadiran. Kenaikan kelas Boleh ada nilai tidak tuntas (nilai merah/nilai K) maksimal tiga mata pelajaran pada semester Berdasarkan analisis penulis, secara keseluruhan ketetapan ketentuan untuk kenaikan kelas sudah dilakukan dengan konsisten meskipun Madrasah Aliyah Negeri 2 Model tidak menetukan tidak tuntasya tersebut pada semester berapapun. Hanya menjumlahkan saat kenaikan kelas saja, dan hal ini lebih memudahkan untuk menentukan kenaikan kelas. 40 Eka Prihatin, op.cit, h. 138
26 69 Adapun untuk penentuan jurusan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin berdasakan minat masing-masing peserta didik. Kemudian baru dilihat daya tampung yang tersedia. Kemudian baru dilihat berdasarkan nilai mata pelajaran jurusan yang ingin diambil. Boleh ada nilai tidak tuntas (nilai merah/nilai K) maksimal tiga mata pelajaran pada semester 2. Dengan ketentuan mapel jurusan hanya boleh ada satu nilai tidak tuntas (nilai merah/nilai K). 41 Pengukuran minat dan bakat peserta didik didasarkan pada hasil prestasi belajar (angka-angka) yang dicapai dalam mata pelajaran-mata pelajaran yang dikuti. Berdasarkan hasil-hasil yang dicapai dalam berbagai mata pelajaran itulah seorang peserta didik diarahkan pada jurusan di mana ia memperoleh nilai-nilai baik pada mata pelajaran untuk mata pelajaran tersebut. 42 Menurut analisis penulis, minat memang menjadi faktor utama untuk menetapkan jurusan, agar peserta didik tidak akan melakukan pindah jurusan lagi setelah penetapan jurusan tersebut. Akan tetapi untuk nilai mata pelajaran masingmasing jurusan juga harus lebih diperhatikan, karena hal tersebut akan menjadi tolok ukur kemampuan peserta didik. g. Perpindahan peserta didik Berdasarkan penyajian data di atas, persentasi untuk mutasi ekstern ke madrasah lain untuk setiap tahunnya sangat sedikit. Kemudian untuk mutasi intern sudah ada jalannya pula untuk meminimalisir dengan ketentuan penjurusan sebagaimana yang telah disebutkan di atas. 41 Ibid, h Sulistyorini, op. cit., h. 113
27 70 Untuk mengantisipasi mutasi intern, maka pada saat penjurusan usahakan menentukan jurusan-jurusan bagi peserta didik yang setepat-tepatnya dengan memanfaatkan berbagai data yang selengkapnya. 43 Selain itu tidak adanya peserta didik yang drop out. Untuk peserta didik yang mutasi sudah dilakukan pembukuan, walaupun hanya tertulis secara manual dalam lembaran kertas. Daftar mutasi peserta didik, untuk mengetahui keadaan jumlah peserta didik dengan tepat, sehingga madrasah harus mempunyai buku atau daftar mutasi peserta didik. Daftar mutasi ini digunakan untuk mencatat keluar masuk peserta didik dalam setipa bulan, semester, atau tahunan. Hal ini karena jumlah peserta didik tidak tetap, ada peserta didik pindahan dan ada pula peserta didik yang keluar. 44 Berdasarkan hasil analisis data, perpindahan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah dimuat dalam daftar mutasi sehingga lebih mudah dalam melakukan pengaturan. Dan mengenai persentasi peserta didik yang drop out sangat jarang dan hampir tidak pernah ada. Hal ini menandakan kalau madrasah ini memberikan pelayanan yang sudah memadai. h. Kegiatan ekstrakurikuler Berdasarkan penyajian data, Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang cukup banyak dengan beraneka ragam dan mewajibkan setiap peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal satu. 43 Sulistyorini, loc. cit. 44 Eka Prihatin, op.cit, h. 195
28 71 Kegiatan ekstrakurikuler merupakan beberapa kegiatan yang diberikan kepada peserta didik di lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menonjolkan potensi diri yang belum terlihat di luar kegiatan belajar mengajar, memperkuat potensi yang telah dimiliki peserta didik. Biasanya lembaga pendidikan memiliki lebih dari lima kegiatan ekstarkurikuler agar peserta didik dapat memilih kegiatan yang diminatinya. 45 Setiap peserta didik sebaiknya diwajibkan paling tidak mengikuti satu kegiatan ekstra kurikuler, agar memperoleh kesempatan mengembangkan diri. 46 Menurut analsis penulis, kegiatan ekstarkurikuler di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah dikelola dengan baik sehingga memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya. Dan juga memberikan peluang untuk menampilkan wajah madrasah dengan prestasi-prestasi dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut. i. Buku-buku manajemen peserta didik Semua data yang berkaitan dengan peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah dicatat di dalam buku masing-masing kebutuhan peserta didik, seperti buku induk, kleper, daftar presensi, daftar mutasi peserta didik, daftar catatan pribadi peserta didik, daftar nilai, dan legger. Dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kemajuan peserta didik ini diperlukan beberapa peralatan dan perlengkapan, yakni buku induk, kleper, daftar presensi, daftar mutasi peserta didik, daftar catatan pribadi peserta didik, daftar nilai, dan legger. Semua buku atau daftar tersebut saling melengkapi dan 45 Ibid, h Syafaruddin, op.cit., h. 265
29 72 berhubungan satu sama lain. Dengan demikian diharapkan dapat tercatat semua aspek yang diperlukan mengenai segala hal yang berhubungan dengan peserta didik. 47 Secara keseluruhan, Buku Manajemen Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah lengkap dan dikelola dengan baik. Menurut analisis penulis, dengan adanya buku-buku tersebut maka keadaan peserta didik akan selalu dapat dipantau. j. Kelulusan dan alumni Berdasarkan penyajian di atas, dapat dianalisis bahwa Madrasah Aliyah Negeri 2 Model selalu melakukan acara pelepasan peserta didik dan penyerahan ijazah kepada peserta didik kelas. 48 Selain itu juga melakukan pendataan bagi peserta didik yang akan keluar dari madrasah. Hasil analisis data, kalau acara untuk kelulusan, serta pelayanan untuk para peserta didik yang akan lulus sudah dilakukan dengan baik dan teratur. Selain itu dengan adanya data kelulusan, madrasah akan dapat terus menerus memantau bagaimana perkembangan lulusannya. Adapun hubungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model dengan alumnus dijalin denga cara mengadakan reuni akbar, alumni sebagai pembina ekstarkurikuler tanpa meminta gaji, buka puasa bersama, bedah buku yang acaranya dibentuk oleh para alumni, serta pengarahan dari para alumni yang sudah sukses. Hubungan antara madrasah dengan para alumni dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh para alumni, yang biasa disebut 47 Eka, op.cit., h Sulistyorini,op.cit., h
30 73 reuni. Dan dari hubungan madrasah dengan alumni ini, lembaga pendidikan bisa memanfaatkan hasil-hasilnya. 49 Berdasarka hasil analisis, dapat dikatakan kalau hubungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin dengan para alumnusya selalu dijaga dengan baik. 2. Faktor yang Memengaruhi Manajemen Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin a. Latar belakang pendidikan Dari penyajian data di atas, dapat di analisis ternyata latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh pelaksana menajemen keisswaan pada umumnya ratarata S1. Untuk lebih memperkaya ilmu manajemen, sudah seharusnya lebih meningkatkan latar belakang pendidikan, serta terus menerus mengikuti pelatihanpelatihan yang diadakan oleh instansi terkait yang berhubungan dengan masingmasing tugas mereka. Walaupun pelatihan dari instansi-instansi tertentu jarang mengadakan hal seperti demikian, alangkah baiknya jika pihak madrasah sendiri berinisitaif untuk mengadakan sebagi usaha untuk meningkatkan kompetensi para pelaksana. Selain itu madrasah juga menyediakan buku tentang pedoman pelaksanaan mnajamen keisswaan sehingga sangat membantu dalam memperlanacar tugas yang diberikan kepada mereka. 49 Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2011), Cet ke-4, h. 214
31 74 b. Pengalaman Dari penyajian data di atas, dapat di analisis bahwa berdasarkan pengalaman sekian lama bekerja, memang akan menambah keterampilan dan kecakapan dalam bekerja. Hal ini terlihat dari pengalaman kepala madrasah yang sudah pernah menjabat sebagai kepala madrasah sebanyak dua kali dan wakamad peserta didik yang selalu dijadikan sebagai wakamad peserta didik di sekolah yang pernah beliau tempati dulu. c. Dana Dari penyajian data di atas, dapat di analisis bahwa dana merupakan salah satu faktor yang penting. Terlihat dana yang tersedia di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah memadai dan dikelola dengan baik untuk melaksanakan kegiatankegiatan peserta didik sehingga dapat menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan manajemen peserta didik. d. Sarana prasarana Peranan sarana prasarana sangat menunjang dalam pelaksanaan manajemen peserta didik. Adapun Sarana prasarana yang ada Madrasah Aliyah Negeri 2 Model sudah begitu mencukupi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan peserta didik. Dari penyajian di atas dapat dianalisis bahwa keberadaan sarana prasarana yang cukup lengkap tersebut sangat menunjang kelancaran kegiatan dalam melaksanakan kegiatan manajemen peserta didik. Dan alangkah baiknya semua sarana prasarana yang ada tersebut dikelola terus menerus dengan baik, dan pembangunan-pembangunan lainnya juga terus diperbanyak.
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Lokasi Penellitian 1. Sejarah Berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat
BROSUR PANDUAN PPDB MAN 3 MALANG TAHUN PELAJARAN
PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MADRASAH TERPADU MAN 3 MALANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sekretariat: Jl. Bandung No. 7 Malang Tlp. (0341) 551357 Fax. 559779 A. Latar Belakang Penerimaan Peserta
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah singkat berdirinya MA Negeri 2 Model Banjarmasin
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah singkat berdirinya MA Negeri 2 Model Banjarmasin Pada mulanya MA Negeri 2 Model merupakan bangunan PGAN pada tanggal 25 April
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai 1. Gambaran Umum MAN 3 Barabai MAN 3 Barabai terletak di kelurahan Birayang sebagai ibu kota kecamatan Batang Alai Selatan
Drs. H. Imam Sujarwo, M.Pd NIP MAN P
I. PENDAHULUAN MAN 3 Malang sebagai Madrasah Model yang terakreditasi A (keputusan ketua Badan Akreditasi Propinsi No. 058/BAP-SM/TU/XI/2008) pada tahun pelajaran baru 2009/2010 membuka kesempatan bagi
1. Menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan Guru Mata Pelajaran
1. WAKASEK URUSAN KURIKULUM A. PROGRAM UMUM 1. Menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan Guru Mata Pelajaran 2. Membantu kepala sekolah mengurus kegiatan kurikulum intrakurikuler dan ekstrakurikuler
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI 2.1. Sejarah Umum Sekolah SMP Negeri 7 Medan pada awal mulanya merupakan sekolah dasar cina yang secara historis tidak jelas keberadaan tahun pendiriannya. Pada tahun 1964
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah
48 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat menengah atas sederajat (SMA) yang berciri khas agama Islam
PERATURAN SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Nomor : 800/ 303 /2010
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Jalan Kemakmuran 51 Telp. (0287) 551094 Karanganyar KEBUMEN 54364 Nomor : 800/ 303 /2010 Tentang PERATURAN AKADEMIK
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MTs Manahijul Huda MTs Manahijul Huda adalah salah satu jenjang pendidikan dibawah naungan Yayasan Manahijul Huda.Madrasah Tsanawiyah (MTs) didirikan
TRANSKIP WAWANCARA. 1. Peneliti: Apa Visi Misi MTs NU 07 Patebon dan bagaimana penjelasannya?
Lampiran 1 TRANSKIP WAWANCARA Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2016. Tempat : Ruang tamu MTs NU 07 Patebon Waktu : 08:00 s/d 09:00. Narasumber : Siti Simyanah S.Ag (Kepala Sekolah). 1. Peneliti: Apa Visi
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin adalah sekolah tingkat menengah sederajat SMU
MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH
MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH PENGERTIAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK Manajemen Peserta Didik (pupil personnel administration): suatu layanan yang memusatkan perhatian kepada pengaturan, pengawasan,
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Letak Geografis MA PIP (Pendidikan Islam Parigi) Madrasah Aliyah PIP (Pendidikan Islam Parigi) terletak di Jalan
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin Madrasah Aliyah PP Al-Istiqamah Banjarmasin berlokasi di Jalan Pekapuran
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2013 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kebun Bunga Terbentuknya dan berdirinya Pendidikan Madrasah Negeri Kebun Bunga
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS PENYELENGGARA
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011 Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA Jl. Palabuhanratu Km.29 Desa/Kec.Warungkiara Telp/Fax (0266)320248 Website:
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 3 Banjarmasin
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 3 Banjarmasin Cikal bakal berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin berasal dari
KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA
KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 Peraturan Akademik DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA : Jl. Raya Solo Jogya Km 13, Pucangan, Kartasura, ( 0271 ) 780593
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN Anjir Muara km. 20 Madrasah Tsanawiyah Negeri Anjir Muara Km. 20 terletak di jalan Trans Kalimantan
Semua anak usia sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan pada satuan pendidikan.
I. Pendahuluan Satuan Pendidikan merupakan institusi pendidikan yang mempunyai peran yang sangat vital untuk menyiapkan sumber daya manusia yang ideal sebagaimana tertuang dalam tujuan pendidikan Nasional,
Panduan PMB UM. Mataram
DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar... i Daftar isi... ii Daftar lampiran... xi Jalur Prestasi... 1 Jalur Prestasi Akademik dan Jalur Prestasi Non Akademik A. Jalur Prestasi Akademik... 1 B. Jalur Prestasi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Bimbingan Konseling yang dilaksanakan atau dipraktekan sebagai upaya untuk membantu individu-individu yang memerlukan bantuan diperlukan adanya berbagai persiapan-persiapan
BAB IV HASIL PENELITIAN. keadaan dari obyek yang erat kaitannya dengan penelitian. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 26 Surabaya
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Yang dimaksud dengan gambaran umum obyek penelitian adalah gambaran yang menerangkan tentang keberadaan situasi dan kondisi atau keadaan dari obyek
BAB I PENDAHULUAN. yang berat, yaitu tantangan internal dan eksternal. Secara internal kita telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum pendidikan nasional kita sedang menghadapi dua tantangan yang berat, yaitu tantangan internal dan eksternal. Secara internal kita telah dihadapkan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Umum Sejarah dan Lokasi Penelitian SEJARAH/PROFIL SEKOLAH 1. Nama Madrasah : MAN 1 BANJARMASIN 2. Alamat : a. Jalan : Kampung Melayu Darat b. Kelurahan :
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pembelajaran maka Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan mata kuliah lapangan yakni Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ). Sasaran
Pembuatan Sistem Administrasi SMU Katolik X Sidoarjo
Pembuatan Sistem Administrasi SMU Katolik X Sidoarjo Silvia Rostianingsih, Alfred Giovanni Sugianto, Liliana Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Departemen Pendidikan Nasional. Sosialisasi KTSP
Departemen Pendidikan Nasional PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD/MI LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik
MA NEGERI 19 JAKARTA
PENDAHULUAN Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat Maha hidup yang telah menciptakan ayat-ayat Qur aniyah dan Kauniyah sebagai pelita yang membimbing kehidupan manusia. Shalawat
Materi Wawancara Apa Visi dan Misi MTs Muhammadiyah Kemuning?
: 01/W/22-04/2015 Nama Informan : Bapak Diyanto Tanggal : 22 April 2015 Disusun Jam : Pukul 08.00-10.00 WIB Apa Visi dan Misi MTs Muhammadiyah Kemuning? 1. Visi Terwujudnya tamatan yang beriman, bertaqwa,
BAB I MAJELIS PERWAKILAN KELAS (MPK)
BAB I MAJELIS PERWAKILAN KELAS (MPK) A. Tentang MPK 1. MPK berasal dari perwakilan resmi dari masing masing kelas yang dipilih berdasarkan musyawarah kelas dan disetujui oleh wali kelas 2. Anggota MPK
Program Kerja Kesiswaan MTs. Wachid Hasyim Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018
Program Kerja Kesiswaan MTs. Wachid Hasyim Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018 I. PENDAHULUAN Sekolah merupakan tempat/wahana pembentukan kepribadian siswa secara utuh. Disamping transfer ilmu pengetahuan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. pada tanggal 6 Juli 1968 berdasarkan SK Menteri Agama No.124 dengan nomor
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian MTsN Kelayan yang berlokasi di Kelayan A Gang Setuju Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan Kodya Banjarmasin. Didirikan
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 13 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 13 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 370 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH ALIYAH BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 370 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH ALIYAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Madrasah Aliyah selanjutnya dalam keputusan
PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA
PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA Departemen Pendidikan Nasional LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Kondisi Fisik
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. wilayah Propinsi Kalimantan Selatan, dan Kota Banjarmasin terbagi dalam 5
34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sekilas tentang Madrasah Tsanawiyah Negeri Banjar Selatan 2 Banjarmasin Kota Banjarmasin merupakan bagian dari Kota yang
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN. A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan
BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan 1. Sejarah MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan Mengenai sejarah berdirinya MTs Salafiyah Wonoyoso
BAHAN PRESS RELEASE PERSIAPAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012
BAHAN PRESS RELEASE PERSIAPAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 I. Dasar 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 58 ayat (2);
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin adalah suatu lembaga pendidikan sekolah dasar
1) Identitas Sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat sehingga kegiatan PPL ini harus senantiasa
BUPATI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR 05 TAHUN 2013
SALINAN BUPATI MAROS BUPATI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR 05 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAROS, Menimbang Mengingat : a. bahwa Diniyah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada MTs Hayatul Islam Pemurus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada MTs Hayatul Islam Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Subjek dalam penelitian
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 369 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH TSANAWIYAH BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 369 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH TSANAWIYAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Madrasah Tsanawiyah selanjutnya dalam
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 ADIWERNA
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 ADIWERNA Jl. Raya II Po Box 24 Telp (0283) 443768 / Fax. (0283) 445494 Adiwerna Kab.Tegal 52194, Website:
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN 2016-2017 KEMENTERIAN AGAMA KANTOR WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016 KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA DAERAH
GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI
GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN BEASISWA BAGI CALON MAHASISWA DAN MAHASISWA DI PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan dasar terpenting dalam system nasional yang menentukan kemajuan bangsa. Dalam hal ini Pendidikan nasional sangat berperan penting untuk mengembangkan kemampuan dan
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan
BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka
20 BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG 2.1. Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka kota Tangerang berbenah terutama dalam bidang pendidikan
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG
SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DENGAN RAHMAT
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
70 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai 1. Gambaran Umum MAN 3 Barabai MAN 3 Barabai terletak di kelurahan Birayang sebagai ibu kota kecamatan Batang Alai
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN WAJIB DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG,
PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016
PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang Sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas Nomor : 20 Tahun 2003 mengamanatkan bahwa : Pendidikan adalah usaha
BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
PEDOMAN SISTEM PENERIMAAN DIDIK BARU SMA PLUS NEGERI 7 BENGKULU T.P. 2012/2013
PEDOMAN SISTEM PENERIMAAN DIDIK BARU SMA PLUS NEGERI 7 BENGKULU T.P. 2012/2013 A. LANDASAN HUKUM 1. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan)
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN A. Sejarah Ringkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Medan diresmikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi pada tahun 1985. Perkembangan Sekolah Menengah
BAB IV HASIL PENELITIAN. Ds. Lekisrejo, Kec. Lubuk Raja, Kab. OKU, Sumatra Selatan. MA Al Falaah
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Madrasah Aliyah (MA) Al Falaah terletak di Batumarta III. Blok D, Ds. Lekisrejo, Kec. Lubuk Raja, Kab. OKU, Sumatra Selatan.
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. Hulu Sungai Tengah. Dengan Nomor Statistik Sekolah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Barabai yang beralamat di Jalan H. Damanhuri Komplek Mesjid Agung Barabai Kecamatan Barabai
Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii
KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan... 3 C. Ruang Lingkup... 3 BAB II JUDUL BAB II... 4 A. Pengertian Peminatan,
PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
A. Latar Belakang PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dimaksudkan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Anjir Pasar
72 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Anjir Pasar SMA Negeri 1 Anjir Pasar terletak di Jalan Trans Kalimantan Km. 28 Kec. Anjir
BAB IV LAPORAN PENELITIAN
36 BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran umum lokasi penelitian 1. Sejarah singkat madrasah ibtidaiyah Al-Muhajirin banjarmasin Madrasah Al-Muhajirin yang berlokasi di Jl. Pramuka. Km. 6.Rt.31. No.37 Gang
PANDUAN PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH PADA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH DAN SEKOLAH LUAR BIASA KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PANDUAN PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH PADA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH DAN SEKOLAH LUAR BIASA KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN DEMAK TAHUN
PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PACITAN PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PACITAN PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Jalan Letjend. Suprapto No. 49 Telp./Fax. (0357) 881086 Pacitan Website: http://www.sman1-pacitan.sch.id,
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin Penelitian ini dilaksanakan dikelas V B SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin tahun
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MTs NEGERI 30 JAKARTA TAHUN PEMBELAJARAN
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MTs NEGERI 30 JAKARTA TAHUN PEMBELAJARAN 2018-2019 Madrasah Tsanawiyah Negeri 30 Jakarta Jl. Masjid Al Akbar Munjul Cipayung Jaktim Telp. 021-22876772
KETENTUAN KHUSUS. 2. Sekolah Dasar (SD)
KETENTUAN KHUSUS A. Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Akademis 1. Taman Kanak-kanak (TK) a. Pendaftaran Calon Peserta Didik Dilaksanakan pada tanggal 27 s.d. 30 Juni 2016 dari pukul 08.00 s.d. 14.00
BAB 1 P E N D A H U L U A N
BAB 1 P E N D A H U L U A N Program Bimbingan Konseling merupakan acuan dasar untuk pelaksanaan kegiatan satuan layanan bimbingan konseling. Perencanaan ini dibuat bersama oleh personil sekolah yang terkait
BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN. 3.1 Kerangka Berpikir. Gambar 3.1 Kerangka Berpikir
BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN 3.1 Kerangka Berpikir Gambar 3.1 Kerangka Berpikir 48 49 3.2 Gambaran Perusahaan 3.2.1 Sejarah Singkat Perusahaan SMP Negri 5 sebelumnya adalah sebuah Asrama Belanda, kemudian
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1
PANDUAN PENYUSUNAN KTSP DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.
PENGUMUMAN Nomor: 366.A/Dt.I.II/KP.00.2/5/2018
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat 10710 Telepon (021) 3811244 3811642 3811658 3811679 3811779 3812216 (Hunting)
BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Salah satu sekolah yang menjadi tempat PPL UNY Yogyakarta adalah SMA PIRI 1 Yogyakarta yang terletak di Jalan Kemuning 14 Yogyakarta. Secara garis besar SMA PIRI 1
BAB IV HASIL PENELITIAN
42 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMAN I Tabukan Kabupaten Barito SMAN I Tabukan berdiri pada tahun 2006 dengan SK Nomor: 422 Tahun 2006 dan Nomor
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. yang dimiliki SMAN 2 Tanjung adalah sebagai berikut: a. Nama Sekolah : SMAN 2 Tanjung
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Profil Sekolah Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Tanjung Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Secara umum keadaan sekolah, sarana dan prasarana
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.
I. STANDAR ISI 1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 01 Salam Babaris Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Salam Babaris terletak di Desa Salam Babaris
WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALI KOTA KEDIRI NOMOR 26 TAHUN 2010
WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALI KOTA KEDIRI NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK PADA TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, DAN SMK DI KOTA KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2012
KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2012 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MASUK SMP/MTs, SMA/MA DAN SMK KOTA METRO TAHUN
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat 10710 Telepon (021) 3811244 3811642 3811658 3811679 3811779 3812216 (Hunting)
BAB III GAMBARAN UMUM SMA SANTA THERESIA. Pos No.2, sebuah sekolah yang didirkan oleh para biarawati Ursulin pada tahun 1960.
BAB III GAMBARAN UMUM SMA SANTA THERESIA III.1 Latar Belakang SMA Santa Theresia III.1.1 Sejarah SMA Santa Theresia Asal sekolah Santa Theresia adalah sekolah Santa Ursula yang berlokasi di Jalan Pos No.2,
Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Lampiran 1 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Lampiran 2 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 309 TAHUN 2012
KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 309 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAM PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA RAUDATUL ATHFAL/BUSTANUL ATHFAL
APLIKASI PROGRAM SELEKSI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH PERCONTOHAN (UNGGULAN) TAHUN 2014
SUBDIT MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA APLIKASI PROGRAM SELEKSI MADRASAH DINIYAH
I. PENDAHULUAN. dalam lingkungan yang lebih luas, harus dapat ditumbuh kembangkan melalui
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keanekaragaman disiplin berdasarkan norma atau nilai yang telah dimiliki masyarakat Indonesia yang majemuk, baik dalam lingkungan tradisi maupun dalam lingkungan yang
PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1
PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi
dipraktikkan di sekolah atau lembaga pendidikan dengan program studi mahasiswa. Pada program PPL tahun 2015 ini, penulis mendapatkan lokasi
BAB I PENDAHULUAN Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat sehingga kegiatan PPL ini harus senantiasa direncanakan sebaik
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Martapura Sejak berdiri tahun 1958-1969 bernama Yayasan Pendidikan Sinar Harapan, kemudian berubah
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memiliki bobot 3 SKS dan merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa UNY yang mengambil jurusan kependidikan. Program
PENGUMUMAN Nomor: 12.i/PPM/VIII/2013
PENGUMUMAN Nomor: 12.i/PPM/VIII/2013 Assalamu alaikum Wr. Wb. Dalam upaya peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan profesionalitas guru madrasah, Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan
