BAB 14 MENSKOR DAN MENILAI
|
|
|
- Budi Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 14 MENSKOR DAN MENILAI Bagian terpenting dalam pengukuran dengan tes adalah penyusunan teks. Apabila semua tes disusun sebaik-baiknya maka sebagian besar dari tujuan penyusunan tes tercapai, selain itu menskor (memberi Angka) dan menilai merupakan pekerjaan yang menuntut ketekunan dari penilai, ditambah dengan kebijaksanaan. Dalam menskor dapat menggunakan tiga macam alat bantu. Pertama, Kunci jawaban. Kedua, kunci skoring. Terakhir Pedoman penilaian. Keterangan dan pengunaannya dalam bentuk tes A. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberiaan Skor untuk Tes Bentuk Betul Salah. Yang dimaksud bentuk tes betul salah dengan kunci jawaban adalah deretan jawaban yang kita persiapan untuk pertanyaan/ soal yang disusun, sedangkan kunci skoring adalah alat yang digunakan untuk mempercepat pekerjaan skoring Guna menentukan angka dalam tes B-S, kita dapat menggunakan dua cara yaitu 1. Tanpa Hukuman/ Denda : Apabila banyaknya angka yang diperoleh siswa sebanyak jawaban yang cocok kunci. Rumusnya adalah S = R W 2. Dengan hukuman atau dengan denda : Karena diragukan adanya unsur tebakan. Rumusnya adalah S = T 2W B. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberian Skor untuk Tes Bentuk Pilihan Ganda (multiple choice) Dalam tes pilihan ganda, teste diminta untuk melingkari salah satu pilihan jawaban yang disediakan. Untuk menentukan jawaban dalam bentuk ini, langkahnya sama dengan soal bentuk betul-salah. Untuk soal yang jumlah lebih
2 dari 30 buah, sebaiknya menggunakan lembar jawaban dan nomor-nomor urutannya sehingga tidak memakan tempat. Dalam menentukkan angka untuk tes bentuk pilihan ganda, ada 2 macam cara pula yaitu dengan hukuman dan tanpa hukuman. Tanpa hukuman apabila banyaknya angka yang dihitung dari banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban. Sedangkan dengan hukuman menggunakan rumus, yaitu : S =! (!) (!!!) C. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberian Skor untuk Tes Bentuk Jawaban Singkat (short answer test) Tes jawaban singkat adalah bentuk tes yang menghendaki jawaban berbentuk kata atau kalimat pendek. Bentuk tes ini digolongkan kedalam bentuk tes objektif. Tes bentuk isian, dianggap setaraf dengan tes jawaban singkat. Bentuk ini merupakan deretan jawaban sesuai yang sesuai dengan nomornya.contohnya : berat jenis, mengembun, komunitas, populasi, energi. D. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberian Skor untuk Tes Bentuk Menjodohkan (matching) Tes bentuk menjodohkan adalah tes bentuk pilihan ganda, dimana jawaban-jawaban dijadikan satu, demikian pula pertanyaan-pertanyaannya. Sehingga pilihan jawabannya lebih banyak. Satu kesulitannya adalah bahwa jawaban yang dipilih, dibuat sedemikian rupa sehingga jawaban yang satu tidak diperlukan bagi pertanyaan lain. E. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberian Skor untuk Tes Bentuk Uraian (essay test) Sebelum menyusun sebuah tes uraian, sebaiknya terlebih dahulu menentukkan pokok-pokok jawaban yang kita kehendaki. Dengan demikian, akan mempermudah kita dalam pekerjaan mengoreksi tes itu. Ada sebuah saran dalam menentukkan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan pada saatkita mengoreksi dan memberi angka tes bentuk uraian. Sarannya adalah : 1. Membaca soal pertama dari seluruh siswa mengetahui situasi jawaban. 2. Menentukkan untuk soal pertama.
3 3. Memberikan angka untuk soal pertama. 4. Membaca soal pertama dari seluruh siswa untuk mengetahui situasi jawaban, kemudian dilanjutkan dengan memberi angka untuk soal kedua. 5. Mengulangi langkah-langkah tersebut bagi soal-soal ketiga, keempat, dan seterusnya, sehingga seluruh soal diberi angka. 6. Menjumlahkan skor-skor yang telah dituliskan pada setiap soal, dan terdaptlah skor untuk bagian soal yang berbentuk uraian. Untuk mengurangi masuknya unsur subjektivitas dalam penilaian seperti itu, kita dapat menentukkan sendiri aspek-aspek yang menjadi bagian dari penilaian, misalnya untuk penilaian ujian skripsi : a. Mutu skripsi yang tersusun, meliputi unsur metodologi dan pembahasan teoretik. b. Cara dan kemampuan mempertahankan kebenaran pendapatnya. c. Luasnya materi pendukung yang digunakan untuk menjawab. Dalam menentukan nilai ditiap-tiap aspek, kita dituntut untuk memberikan pertimbangan yang didasari oleh kebijaksanaan. Kita bisa mengmbil salah satu dari dua cara dibawah ini, yaitu : Ø Bertitik tolak dari batas bawah, yaitu berpikir dari pekerjaan yang paling jelek diberi nilai berapa, kemudian dibandingkan hasil pekerjaan yang kita hadapi dengan nilai batas bawah tersebut. Ø Bertitik tolak dari plafon atau batas atas. Dengan cara ini kita berpikir mengenai kesempurnaan pekerjaan, tetpi diukur menurut ukuran mahasiswa, bukan diukur dengan kemampuan dosen atau ahli-ahli yang kita kagumi. Cara-cara ini dapat juga kita terapkan untuk pekerjaan kita menilai tugastugas atau apa saja yang sifatnya relatif, yang kebanyakan berupa unjuk kerja atau penampilan (performance). F. Kunci Jawaban dan Kunci Pemberian Skor untuk Tugas
4 Kunci jawaban untuk memeriksa tugas merupakan pokok-pokok yang harus dimuat dalam pekerjaan siswa. Hal ini untuk kriteria tentang isi tugas, namun sebagai kelengkapan dalam pemberian nilai skor dengan menggunakan satu tolak ukur tertentu. Tolak ukur yang disarankan dalam buku ini adalah sebagai ukuran dari keberhasilan tugas, yaitu : v Ketetapan waktu penyerahan tugas. v Bentuk fisik pengerjaan tugas yang menandakan keseriusan mahasiswa dalam mengerjakan tugas. v Sistematika yang menunjukkan alur keruntutan pikiran. v Kelengkapan isi menyangkut ketuntasan penyelesaian dan kepadatan isi. v Mutu hasil tugas, yaitu kesesuaian hasil dengan garis-garis yang sudah ditentukan oleh dosen. Dalam mempertimbangkan nilai akhir perlu dipikirkan peranan masingmasing asoek kriteria tersebut. Misalnya : A1 ketetapan waktu, diberi bobot 2 A2 bentuk fisik, diberi bobot 1 A3 sistematika, diberi bobot 3 A4 kelengkapan isi, diberi bobot 3 A5 mutu hasil, diberi bobot 3 Maka nilai akhir untuk tugas tersebut diberikan dengan rumus :!"# = 2. Perbedaan Antara Skor dan Nilai 2 x A1 + 1 x A2 + 3 x A3 + 3 x A4 + 3 x A5 12 Skor adalah hasil pekerjaan menskor yang diperoleh dengan menjumlahkan angka-angka bagi setiap soal tes yang dijawab betul oleh siswa. Sedangkan nilai adalah angka ubahan dari skor dengan menggunakan acuan tertentu, yaitu acuan normal atau acuan standar. Pengubahan skor menjadi nilai dapat dilakukan untuk skor tunggal, misalnya sesudah memperoleh skor ulangan harian atau untuk skor gabungan dari beberapa ulangan dalam rangka memperoleh nilai akhir untuk rapor. Sebelum kita
5 membicarakan pada pengubahan skor menjadi nilai secara lebih lanjut, kami mengajak para pembaca unutk terlebih dahulu memahami skor yang akan diubah. Secara rinci skor dibedakan atas 3 macam, yaitu : 1. Skor yang diperoleh (obtained score) adalah sejumlah biji yang dimiliki oleh teste sebagai hasil mengerjakan tes. Kelemahan-kelemaha butir tes, situasi yang tidak mendukung, kecemasan dan faktor lainnya dapat berakibat pada skor yang diperoleh. 2. Skor sebenarnya (true score) atau skor univers-skor alam (universe score), adalah nilai hipotetis yang sangat tergantung dari perbedaan individu, berkenaan dengan pengetahuan yang dimiliki secara tetap. 3. Skor kesalahan (error score), perbedaan antara skor yang diperoleh dan skor sebenarnya disebut dengan istilah kesalahan dalam pengukuran atau kesalahan skor, atau skor kesalahan. Hubungan antara ketiga macam skor tersebut adalah sebagai berikut : 3.Norm-Referenced dan Criterion- Referenced Sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai penggunaan normrefernced dan criteration-reference. Dalam penggunaan criteration-reference, siswa dibandingkan pada sebuah standar tertentu yaitu satndar mutlak (standar 100). Sedangkan dalam penggunaan norm-referenced, prestasi belajar seorang siswa dibandingkan dengan siswa lain dalam kelompoknya. Kualitas seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas kelompokknya. Jadi ukurannya adalah relatif. Untuk itu dikatakan diukur dengan standar-relatif.
6 Kurva normal Intelligence QuoBent Y- Values Kurva Normal Prestasi Belajar Y- Values Penggunaan penilain dengan norma kelompok atau norma relatif ini, pertama kali dikemukakan pada tahun 1908 (Cureton 1971), dengan landasan dasar bahwa tingkat pencapaian belajar siswa akan tersebar berdasarkan kurva normal. Dengan demikian, dalam penggunaan kurva normal ini, tidak dapat dibantah lagi. Apabila standar relatif dan standar mutlak ini dihubungkan dengan pengubahan skor menjadi nilai, akan terlihat demikian : a. Dengan standar mutlak Pemberian skor terhadap siswa, didasarkan atas pencapaian siswa terhadap tujuan yang ditentukan. Nilai diperoleh dengan mencari skor rata-rata langsung dari skor asal (skor mentah). b. Dengan standar relatif Pemberian skor terhadap siswa juga didasarkan atas pencapaian siswa terhadap tujuan yang ditentukan. Nilai diperoleh dengan 2 cara :
7 I. Mengubah skor dari setiap ulangan, lalu diambil rataratanya. II. Menjumlah skor setiap ulangan, baru kemudian diubah ke nilai. Soal 1. Jika Soal terdiri dari bentuk betul salah sebanyak 50 buah atau lebih, sebaiknya dibuatkan lembar jawaban tes. Apa sebab? 2. Dapatkah soal bentuk isian dibuatkan kunci skoring dengan melubangi kertas? mengapa? 3. Pada waktu mengoreksi soal bentuk uraian, penilai dianjurkan membaca tiap tiap satu soal seluruh siswa. Tetapi langkah ini memiliki kelemahan juga. Coba ceritakan! 4. Untuk siswa yang kurang cerdas, mempunyai kesempatan pula untuk memperoleh nilai baik, yaitu apabila guru menggunakan norma kelompok dalam penilaiannya. Coba jelaskan, bilamanakah siswa tersebut mendapat nilai tinggi?
PENILAIAN ACUAN PATOKAN dan PENILAIAN ACUAN NORMATIF
PENILAIAN ACUAN PATOKAN dan PENILAIAN ACUAN NORMATIF PENGOLAHAN DAN KONVERSI SKOR MENTAH MENJADI SKOR STANDAR (NILAI) 1. PENGOLAHAN DAN KONVERSI SKOR MENTAH MENJADI NILAI DILAKUKAN DENGAN MENGACU PADA
Objective Test. Multiple choices untuk pengukuran yang lebih efektif dan efisien. 27 Maret Evaluasi Pembelajaran Komputer. Taufik Ikhsan Slamet
Objective Test Multiple choices untuk pengukuran yang lebih efektif dan efisien 27 Maret 2015 Concept Tes objektif disebut sebagai tes dikotomi (dichotomously scored item) karena jawabannya antara benar
TEKNIK PENILAIAN NON TES
TEKNIK PENILAIAN NON TES Penilaian Unjuk Kerja Dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cocok untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan
PENILAIAN HASIL BELAJAR. Dr. Wuri Wuryandani,M.Pd. Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
PENILAIAN HASIL BELAJAR Dr. Wuri Wuryandani,M.Pd. Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Penilaian Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
BAB VI SIFAT,TEKNIK DAN RAGAM ALAT EVALUASI PENDIDIKAN
BAB VI SIFAT,TEKNIK DAN RAGAM ALAT EVALUASI PENDIDIKAN A.SIFAT SIFAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM Sifat-sifat evaluasi yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam adalah sebagai berikut (Muhaimin, 1993:
BENTUK-BENTUK TES fungsinya
Penggolongan tes berdasarkan fungsinya sebagai alat pengukur perkembangan kemajuan belajar siswa maka tes terdiri atas: 1) tes seleksi (ujian saringan) 2) tes awal (pre-test) 3) tes akhir (post-test) 4)
KONSTRUKSI TES SEBAGAI ALAT UKUR HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR. Oleh: Mohammad Harijanto
KONSTRUKSI TES SEBAGAI ALAT UKUR HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Oleh: Mohammad Harijanto Abstrak : Tes merupakan salah satu jenis alat ukur hasil belajar yang paling banyak digunakan di Sekolah Dasar.
tertentu. Penilaian performans menurut Nathan & Cascio (1986) berdasarkan pada analisis pekerjaan.
Bentuk-Bentuk Tes Bentuk tes yang digunakan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Objektif di sini dilihat dari sistem penskorannya, yaitu siapa saja yang memeriksa
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN)
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN) 3. Pembuatan Alat Evaluasi Ditinjau dari pembuatnya, alat evaluasi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu alat evaluasi buatan
BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR
BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR 1. Bentuk-Bentuk Tes a. Tes Subjektif Pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah evaluasi pembelajaran. Kompetensi tersebut sejalan dengan tugas dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, untuk mengukur pemahaman seseorang terhadap suatu materi yang diberikan sebelumnya, berbagai tes untuk mengukur pemahaman tersebut telah banyak
Untuk membuat tes pilihan ganda, aturan penyusunanya adalah sebagai berikut:
Langkah-langkah dalam penyusunan tes Urutan langkah yang dilakukan adalah: a Menentukan tujuan mengadakan tes b Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan c Mrumuskan tujuan instruksional
Tes dan Persyaratannya
Tes dan Persyaratannya Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno testum artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan
EVALUASI & REMEDIASI
EVALUASI & REMEDIASI TES Tes adalah suatu pertanyaan atau (seperangkat) tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas
E-LEARNING MANAGEMEN SYSTEM
KPL070 Materi Diklat : Tujuan : Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat: Memahami Konsep Penilaian, Pengujian dan evaluasi dalam e-learning Waktu : 2 jam Isi Materi : 1. Konsep Penilaian
MENGEMBANGKAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR
MENGEMBANGKAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR Dasar-Dasar Penyusunan Tes Hasil Belajar: Jenis THB (Tes dan Non tes) Macam-Macam Alat Penilaian (Tes) Keunggulan dan Kelemahan Jenis Tes Mengembangkan Alat Penilaian
Modul ke: Psikometri NORMA 2. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.
Modul ke: Psikometri NORMA 2 Fakultas PSIKOLOGI Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Norma dalam Psikometri Pengertian dan Jenis Norma Norma adalah penyebaran skorskor
Kegiatan Belajar. Mengembangkan tes. A. TES OBJEKTIF 1. Benar-salah 2. Menjodohkan 3. Pilihan ganda
Kegiatan Belajar Mengembangkan tes A. TES OBJEKTIF 1. Benar-salah 2. Menjodohkan 3. Pilihan ganda B. TES URAIAN 1. Uraian terbatas (Restricted Question) 2. Uraian terbuka (Open Ended Question) A. TES BENAR-SALAH
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Tempat penelitian merupakan lokasi yang dijadikan penelitian untuk mendapatkan data yang di butuhkan. Penelitian ini dilakukan di SLB
TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB 1 Oleh: Hujair AH. Sanaky 2 1. EVALUASI HASIL BELAJAR
TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB 1 Oleh: Hujair AH. Sanaky 2 1. EVALUASI HASIL BELAJAR Mengukur : Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran [kuantitatif] - mengetahui
TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PENGUKURAN
TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PENGUKURAN A. Teknik Pemberian Skor Pemberian Skor (Skoring) adalah proses pengubahan atau jawaban jawaban soal tes menjadi angkaangka yang pasti atau dengan kata lain pemberian
MATERI KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN
MATERI KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN A. Pendekatan Penilaian Hasil Belajar Sebelum melakukan proses evaluasi terlebih dahulu kita harus melakukan pengukuran dengan alat yang disebut tes. Hasil pengukuran
TEORI PENGUKURAN. Wahyu Widhiarso [ Fakultas Psikologi UGM ] LOGO
TEORI Wahyu Widhiarso [ Fakultas Psikologi UGM ] LOGO PENGERTIAN Pengukuran Measurement the process of assigning numbers or labels to objects, events, or people, according to a particular set of rules
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian merupakan tempat yang dipilih oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian. Penelitian
TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR
I. Pendahuluan TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR *) Oleh; D. Tiala Secara umum telah diketahui, bahwa melakukan evaluasi merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Psikometri Kode Mata Kuliah : PSI-206 Jumlah SKS : 3 Waktu Pertemuan : 150 menit Kompetensi Dasar : 1. Penguasaan metodologi penelitian psikologi Indikator
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk memperoleh data, informasi keterangan serta hal-hal lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian
LISAN TULISAN OBSERVASI SKALA PENILAIAN SOSIOMETRI STUDI KASUS CHECKLIST
BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN TES URAIAN DAN TES OBJEKTIF LISAN INDIVIDUAL KELOMPOK ESAI BERSTRUKTUR BEBAS TULISAN TERBATAS ALAT PENILAIAN TES OBSERVASI OBJEKTIF B-S MENJDHKAN MELENGKAPI NON TES KUESIONER/WAWANCARA
BAB 9. TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU
BAB 9. TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU 1. Tes Standar Pengertian tes standar secara sempit adalah tes yang disusun oleh satu tim ahli, atau disusun oleh lembaga yang khusus menyelenggarakan secara professional.
EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 KOMPTENSI (TIK) Dapat Merancang Sistem Penilaian Hasil Belajar INDIKATOR Menyusun perencanaan tes hasil belajar
CARA MENSKOR SOAL ESSAY
CARA MENSKOR SOAL ESSAY MENSKOR DAN MENILAI MENSKOR = MENENTUKAN ANGKA MELALUI KUNCI JAWABAN (menentukan jawaban benar) KUNCI SKORING (menyeleksi jawaban benar dan salah) PEDOMAN PENILAIAN (menentukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan 1. Pengukuran Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukur sesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkan
Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya suatu tes hasil belajar dapat dipakai untuk menyatakan :
A. Latar Belakang Masalah Seringkali pengembang intruksional termasuk pengajar menyusun tes setelah proses instruksional berakhir. Ia menyusunnya dalam waktu yang singkat berdasarkan isi pelajaran yang
ATURAN UMUM PENULISAN SOAL
ATURAN UMUM PENULISAN SOAL 1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami 2. Jangan mengutip langsung kalimat dari buku 3. Bila merupakan pandangan seseorang, sebutkan tokohnya 4. Tidak memberi isyarat jawaban
JENIS DAN PERENCANAAN EVALUASI P E R T E M U A N K E 4
JENIS DAN PERENCANAAN EVALUASI P E R T E M U A N K E 4 JENIS EVALUASI 1. EVALUASI SUMATIF BERTUJUAN UNTUK: Mengetahui kecakapan atau keterampilan yang dikuasai siswa Meramalkan kecakapan siswa dalam menyelesaikan
Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Volume 2 Nomor 3 Tahun 2015
PEDOMAN PENSKORAN Sumaryanta PPPPTK Matematika, Yogyakarta, [email protected] Abstrak. Salah satu aspek yang mempengaruhi keakuratan dan keadilan hasil penilaian adalah ketepatan guru dalam mengoreksi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan komponen penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, didefinisikan
TIPS MEMBUAT SOAL YANG BAIK
TIPS MEMBUAT SOAL YANG BAIK A. PENDAHULUAN Sebagai guru, kita dihadapkan pada persoalan bagaimana kita mengajar, bagaimana kita menguji dan bagaimana kita mengevaluasi/menilai kemampuan siswa. Namun ada
Pengembangan Tes Bentuk Uraian
Pengembangan Tes Bentuk Uraian 10 April 2015 Jenis Tes Heaton (1988) membagi tes menjadi empat bagian, yaitu tes prestasi belajar (achievement test), tes penguasaan (proficiency test), tes bakat (aptitude
ALAT-ALAT PENILAIAN PENDIDIKAN
Pertemuan ke 5 ALAT-ALAT PENILAIAN PENDIDIKAN ALAT PENILAIAN TEKNIK NON TES TEKNIK TES Rating Scale Questionnaire Check list Interview Observation Curiculum vitae Tes diagnostik Tes formatif Tes sumatif
SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN PAI (KE-2) PROGRAM PASCA SARJANA STAIN SALATIGA
SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN PAI (KE-2) PROGRAM PASCA SARJANA STAIN SALATIGA MERUMUSKAN TUJUAN EVALUASI (Apakah tujuan evaluasi yang akan saya lakukan?) Rincian (luas) pengetahuan yang akan diukur. Aspek
I. PENDAHULUAN. mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Undang-Undang Nomor 20 Tahun. Berdasarkan hal itu pemerintah terus berupaya mewujudkan kualitas
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
PEMBUATAN TES TERTULIS
PEMBUATAN TES TERTULIS BENTUK SOAL 1. SOAL JAWABAN SINGKAT 2. SOAL BENAR- SALAH 3. SOAL MENJODOHKAN 4. SOAL PILIHAN GANDA 5. SOAL URAIAN SOAL JAWABAN SINGKAT KARAKTERISTIK: SOAL YANG MENUNTUT PESERTA TES
PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF. Heri Retnawati
PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF Heri Retnawati TUJUAN TES Prestasi Mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran Mengetahui keberhasilan guru dalam pembelajaran Memberikan remidi atau pengayaan?
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI
BAHAN AJAR (MINGGU KE 12) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA BIDANG STUDI FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI 2 1. Pengertian Bobot, Skor dan Nilai Bobot = bilangan yang dikenakan terhadap
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN. Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd Latar Belakang siswa menganggap soal uraian lebih sulit dibandingkan dengan soal pilihan tes uraian adalah tes yang subjektif, tes
Inisiasi IV ASESMEN PEMBELJARAN SD
Inisiasi IV ASESMEN PEMBELJARAN SD Saudara-saudara mahasiswa PGSD S-1 PJJ, selamat bertemu kembali dalam kegiatan tutorial bersama saya Yuni Pantiwati sebagai tutor mata kuliah Asesmen Pembelajaran SD.
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PENILAIAN PEMBELAJARAN (SMP / SMA) OLEH: DRS. TAUFIK RAHMAN, MPd. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1 KONSEP DASAR PENILAIAN PENILAIAN PENDIDIKAN: KEGIATAN MENILAI YG TERJADI DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN PENILAIAN
PENILAIAN ACUAN KRITERIA (PAK)
PENILAIAN ACUAN KRITERIA (PAK) Tujuan penggunaan tes acuan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Dimaksudkan untuk
ASSESSMENT LITERACY (ASESMEN LITERASI) MUTMAINNA EKAWATI
ASSESSMENT LITERACY (ASESMEN LITERASI) MUTMAINNA EKAWATI 1200979 ASESMEN LITERASI KRISIS DALAM PROFESI MENGAJAR The National Commision on Teaching and America s Future (NCTAF) 1. perlunya meningkatkan
Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar
Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar Uraian Materi 1. Menelaah Kualitas Soal Tes Bentuk Objektif Sebagaimana telah anda pelajari sebelumnya, bahwa analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan penelitian deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2014:4)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2014:4) metologi
SILABI. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran. : memahami dan menjelaskan definisi pengukuran
SILABI 1. Fakultas / Program Studi : FMIPA / Pendidikan Fisika 2. Mata Kuliah & Kode : Teori dan Teknik Pengukuran Pendidikan / 3. Jumlah SKS : Teori 2 SKS 4. Semester dan Waktu : VIII / 100 menit 5. Kompetensi
Kuesioner. Bentuk tes yang memberikan kemudahan dalam skoring adalah tes objektif 2.
Lampiran 1 Kuesioner No Pernyataan 1. Bentuk tes yang memberikan kemudahan dalam skoring adalah tes objektif 2. Saya cenderung membuat soal yang mudah supaya tidak direpotkan dengan her (remidi) 3. Supaya
TEKNIK TES DAN NONTES SEBAGAI ALAT EVALUASI HASIL BELAJAR MAKALAH. Diajukan untuk memenuhi tugas. Mata Kuliah: Evaluasi Pembelajaran PAI
TEKNIK TES DAN NONTES SEBAGAI ALAT EVALUASI HASIL BELAJAR MAKALAH Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah: Evaluasi Pembelajaran PAI Dosen Pengampu: Eka Diana, M. Pd. I Penyusun:Lailatur Rizqiyah (1530304667)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian Dalam kegiatan penelitian, metode dapat diartikan sebagai cara atau prosedur yang harus ditempuh untuk menjawab masalah penelitian. Prosedur ini merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Perbandingan metode..., Heninggar Septiantri, FASILKOM UI, 2009
1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang penelitian beserta perumusan masalah, tujuan, dan ruang lingkup penelitian, yang dilanjutkan dengan penjelasan tahapan penelitian dan sistematika
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), yaitu suatu
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi
Perancangan Alat Ukur
Modul ke: Perancangan Alat Ukur Fakultas Psikologi Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Mahasiswa dapat memahami tata cara penyusunan tes prestasi untuk mengukur kemampuan kognitif. Dian Misrawati,
Modul ke: Teori Tes. Klasik vs Modern. Fakultas PSIKOLOGI. Mutiara Pertiwi, M.Psi. Program Studi PSIKOLOGI.
Modul ke: Teori Tes Klasik vs Modern Fakultas PSIKOLOGI Mutiara Pertiwi, M.Psi Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Teori Tes Klasik Template Modul Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan
Lanjutan Persyaratan Tes
PERSYARATAN DAN BENTUK TES Oleh : Amat Jaedun Pascasarjana UNY T E S. Tes adalah sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih, ditanggapi, atau tugas-tugas yang
BAB I PENDAHULUAN. prasarana pendidikan, sistem penilaian dan pengelolaan pendidikan. Pembenahan semua komponen pendidikan, pada tahun terakhir ini
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat bergantung pada berbagai unsur, antara lain program pendidikan, guru, siswa, sarana dan prasarana pendidikan,
PENDEKATAN PENILAIAN Grading Nilai
PENDEKATAN PENILAIAN Grading Nilai CORRECTION FOR GUESSING Jawaban salah Skor = Jawaban benar - ----------------------- ( n 1 ) n = jumlah alternatif pilihan yang disediakan PENILAIAN dan PENDEKATAN PENILAIAN
2014 KOMPARASI METODA NEDELSKY DAN ANGOFF DALAM PENETAPAN STANDARD SETTING KELULUSAN UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam praktik pendidikan, guru senantiasa dihadapkan pada keputusankeputusan dalam memberikan label pada setiap karakteristik atribut siswa. Pemberian atribut
PRINSIP DAN ALAT EVALUASI
PRINSIP DAN ALAT EVALUASI 1. Prinsip Evaluasi Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triangulasi atau hubungan erat tiga komponen, antara lain: (a) Tujuan pembelajaran
Jenis dan Karakteristik Soal. Oleh : Toto Fathoni
Jenis dan Karakteristik Soal Oleh : Toto Fathoni 1. Pilihan Berganda. Keunggulannya antara lain : (a) pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, (b) dapat meliputi ruang lingkup materi yang luas,
METODE PENILAIAN PEMBELAJARAN
METODE PENILAIAN PEMBELAJARAN Oleh: Indrawati Dosen P-Fisika PMIPA FKIP Universitas Jember Disampaikan pd Pelatihan Pedagogik Dasar/Pekerti di LP3 Universitas Jember Rabu, September 2016 Permenristek-dikti
BAB III METODE PENELITIAN
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan
KUIS PERSIAPAN MENGHADAPI UPM
KUIS PERSIAPAN MENGHADAPI UPM Evaluasi Proses Hasil Belajar Biologi Perhatian : Anda hanya menjawab di lembar jawaban yang Anda buat dengan pilihan a, b, c atau d saja, tidak usah di tulis/di ketik lagi
UNIT 7 STRATEGI PEMBELAJARAN Suwarna, dkk PENDAHULUAN
UNIT 7 STRATEGI PEMBELAJARAN Suwarna, dkk PENDAHULUAN Saudara-saudara mahasiswa yang super, sebagai guru atau calon guru kita dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengadministrasikan, mengolah dan melaporkan
BAB II KAJIAN TEORETIK
BAB II KAJIAN TEORETIK 2.1 Tinjauan Tentang Kualitas Berbicara tentang pengertian atau definisi kualitas dapat berbeda makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat bergantung
MENGANALISIS BUTIR SOAL. Revoltje O.W. Kaunang Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo
MENGANALISIS BUTIR SOAL Revoltje OW Kaunang Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Abstrak: Salah satu tujuan dari analisis butir soal adalah untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra eksperimen
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra eksperimen dengan one group pre-test and post-test design, (desain kelompok tunggal dengan
BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran. Evaluasi itu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Evaluasi merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran. Evaluasi itu sendiri adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas II SD Negeri 2 Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan sebelum diadakan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan desain pembelajaran yang dikembangkan,
AlphaMath ZUHROTUNNISA ABSTRACT:
ZUHROTUNNISA ANALISIS HASIL UKK MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTs NEGERI 1 RAKIT BANJARNEGARA Oleh: Zuhrotunnisa Guru Matematika MTs Negeri 1 Rakit Banjarnegara [email protected] ABSTRACT: This research is
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. desain True Eksperimental Design dengan menggunakan metode The Post-test
43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Data Hasil Penelitan Sebagaimana telah dijelaskan pada BAB III bahwa penelitian ini memiliki desain True Eksperimental Design dengan menggunakan metode The
Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua/ 2 (dua) : Kegiatan Sehari-hari
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua/ 2 (dua) Tema : Kegiatan Sehari-hari Waktu : 3 Minggu Standar Kompetensi PKn Membiasakan hidup bergotong royong
Validitas, Reliabilitas, dan Analisis Soal Uraian
Validitas, Reliabilitas, dan Analisis Soal Uraian Jumat, Definisi Tes Uraian Tes uraian adalah tes (seperangkat soal yang berupa tugas dan pertanyaan) yang menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan
MATA KULIAH STATISTIK PENDIDIKAN MENGUBAH SKOR MENJADI NILAI. Dosen Pengampu: Christina Kartika Sari Lina Dwi Khusnawati
MATA KULIAH STATISTIK PENDIDIKAN MENGUBAH SKOR MENJADI NILAI Dosen Pengampu: Christina Kartika Sari Lina Dwi Khusnawati MENGUBAH SKOR MENJADI NILAI Statistik Pendidikan Selain penyusunan tes, pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Intelegensi merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki manusia yang mana dapat membuat manusia berbuat secara terarah, dapat berpikir secara rasional, dan dalam menghadapi
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses pembebasan peserta didik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses pembebasan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran, dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3).
Asesmen Pembelajaran
Asesmen Pembelajaran [Menggunakan PAN dan PAP dalam Pemberian Nilai] Disusun oleh: TIM AHLI 2 1. Tina Dwi Lestari (06131181419013) 2. Venny Astriani (06131181419016) 3. M. Imam Santoso (06131181419021)
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR NOTASI MUSIK MENGGUNAKAN APLIKASI ENCORE DI SMA NEGERI 7 PURWOREJO
Upaya Peningkatan Hasil... (Zuhid Abdullah) 1 UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR NOTASI MUSIK MENGGUNAKAN APLIKASI ENCORE DI SMA NEGERI 7 PURWOREJO INCREASING LEARNING OUTCOME OF MUSIC NOTATION BY USING ENCORE
Nama Sekolah :... I. STANDAR KOMPETENSI I. PKn 1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Nama Sekolah :... Tema : TEMPAT UMUM Kelas/Semester : III / 1 Alokasi Waktu : 2 minggu I. STANDAR KOMPETENSI I. PKn 1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda II.
Validitas Isi Instrumen Tes Uas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Validitas Isi Instrumen Tes Uas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Rani Setiawaty 1, Tety Bekti Sulistyorini 2, Margono 3, Laili Etika Rahmawati 4 1 Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah
