Merencanakan Penelitian Information Economics
|
|
|
- Agus Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Merencanakan Penelitian Information Economics Arrianto Mukti Wibowo, S.Kom., M.Sc. Perencanaan Penelitian Preliminary data collection Pengambilan data dari literatur, dokumen, buku: secondary data Pengambilan data dari interview, wawancara, observasi, dsb: primary data Latar belakang perusahaan 1. Asal & sejarah 2. Ukuran: asset, pegawai 3. Visi & Misi 4. Lokasi: kota, daerah, negara 5. Resources 6. Hubungan dengan institusi-institusi lain (pemerintah & bisnis) 7. Posisi keuangan selama 5-10 tahun terakhir Tujuannya adalah untuk mendapatkan rasa terhadap problem yang dihadapi perusahaan. Sehingga saat mencari jawaban, kita sudah memiliki beberapa option yang secara tidak sadar sudah nyangkut di kepala kita karena tahu latar belakang perusahaan. Contoh dalam IE a. Sebuah konsultan multi-nasional besar yang memiliki 500 pegawai, merencanakan untuk membangun sebuah knowledge management system. Alasan investasi tersebut bisa ditebak, karena tidaklah memungkinkan untuk sharing informasi secara manual. (lihat latar belakang 2 dan 4) b. Bank Mandiri saat peleburannya memiliki beberapa option dalam mengembangkan lebih lanjut aplikasi core-bankingnya. Hal ini disebabkan karena masing-masing dari bank yang merger, memiliki sistem tersendiri (lihat latar belakang 1) Faktor Filosofi & Struktur Manajemen Contohnya (ada yang bisa N/A pada beberapa penelitian) 1. Struktur organisasi 2. Kebijakan organisasi 3. Strategi organisasi 4. Filosofi perusahaan (bisa dengan diskusi/wawancara) 1
2 5. Jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi 6. Spesialisasi 7. Jalur komunikasi 8. Kontrol / kendali 9. Proses bisnis & workflow Masalahnya adalah kadang-kadang suatu teknologi tidak dipahami dengan benar manfaatnya oleh top management, sehingga tidak align dengan filosofi perusahaan. Bisa dipergunakan untuk: 1. Mengetahui apakah jargon qualitas nomor satu benar-benar penting & dilaksanakan, atau hanya sekedar lip service 2. Apakah perusahaan termasuk pemain aman atau risk-taker 3. Apakah punya rencana jangka panjang & jangka pendek? Contoh dalam IE: a. Jika Singapore Airline menerapkan strategy bisnis Quality is number one, maka seharusnya aplikasi CRM exist, dan seharusnya terjadi Strategic match. b. Jika sebuah perusahaan yang pimpinannya mengerti teknologi dan memahami pentingnya perubahan bagi perusahaan, maka kemungkinan akan muncul jenis investasi yang termasuk dalam kategori Value Innovation. c. Yang paling penting di sini adalah memahami business process. Saat sebuah business process di reengineer (dalam hal ini BPR yang ITenabled), sudah pasti diharapkan proses lebih efektif dan efisien. (lihat BPR Hammer & Champy 1993). Contoh: kasus proses pemberian kredit di sebuah bank, tanpa melibatkan credit analyst dan credit risk manager. Ini bisa terkait ke Cost Benefit Anlysis. Studi Kepustakaan Bisa memfokuskan peneliti pada hal-hal yang penting dan menjadi perhatian. Kegunaan 1. Tidak ada variabel yang penting yang ketinggalan / lupa diteliti. Jadi meskipun dalam preliminary interview tidak ditemukan, tetapi karena penting, maka nanti dalam pengambilan data yang sebenarnya harus diambil. 2. Menyatukan secara kreatif ide-ide yang sudah pernah ditemukan orang-orang sebelumnya. Jadi bisa menjadi kerangka untuk investigasi lebih lanjut. 3. Tidak melakukan reinventing the wheel 4. Meningkatkan kualitas penelitian 2
3 Sumber: 1. Internet 2. Dokumentasi 3. Majalah 4. Koran, dll. Beberapa referensi yang bisa dijadikan rujukan: a. Information Economics, hal b. Principles of Information Systems, Steven Alter, Bab 3, terutama halaman 94. Cara menuliskan hasil studi literatur, lihat halaman 42 (Sekaran 92). Munculnya variabel Dari preliminary study & literature, akan muncul variabel-variabel yang akan diteliti. Variabel: hal-hal, faktor-faktor Variabel ini kemudian di-masukkan ke dalam perhitungan. Kerangka konsep Kerangka teori: model konseptual mengenai beberapa faktor yang penting dalam problem kita. Biasanya kerangka teori sudah ada dalam textbook, tinggal diidentifikasi variabel-variabelnya dan diambil datanya. Namun dalam beberapa hal, kita juga harus membangun kerangka / model konseptualnya terlebih dahulu, sehingga kita bisa mengidentifikasi variabel-variabelnya. Contoh dalam IE: a. lihat halaman 113 (Parker 88) b. benefit dari internet banking, dari sebuah aktifitas yakni transfer / pembayaran Internet banking: Pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja Pembayaran kapan saja Rata-rata ke bank per bulan Tidak perlu ke bank Pembayaran lebih cepat Penghematan bahan bakar kendaraan Penghematan waktu Kepercayaan yg lebih tinggi dari mitra bisnis Harga bensin ($) / liter Jarak rata-rata dari rumah/kantor ke ATM Pendapatan ($) per jam Rata-rata waktu antre Rata-rata waktu ke ATM pp 3
4 Variabel-variabel dari kerangka teori harus teridentifikasi secara jelas. Kaitan antar variabel juga harus jelas. Misalnya: 1. Nilai ujian 2. Jumlah mahasiswa yang tidak masuk 3. Motivasi Variabel bisa kuantitatif dan bisa kualitatif. Contoh variabel kualitatif: Dalam kasus internet banking di atas, jika orang memang merasa lebih aman dengan tidak memegang uang tunai banyakbanyak, dia mungkin tidak perlu mengkuantisir keamanan yang lebih tinggi. Dalam IE, hal ini berkaitan dengan variable yang bersifat scoring. Variabel yang kualitatif sifatnya relatif lebih sulit diukur. Dependent variable & independent variable Dependent variabel adalah variabel yang menjadi perhatian penelitian. Dalam kasus IE, tentunya variabel yang bernilai moneter pada worksheet cashflow. Misalnya: - total gaji pegawai yang tidak perlu dikeluarkan - total ongkos bensin yang tidak perlu dikeluarkan (contoh dari I-banking di atas) Independent variable adalah variabel yang mempengaruhi dependent variable. Dalam IE, independent variable umumnya adalah adanya investasi IT. Dalam contoh di atas, I.V.-nya adalah keputusan penggunaan internet banking (sang nasabah harus mengeluarkan biaya, misalnya untuk membeli token KeyBCA misalnya). Diantara independent variable dengan dependent variable, ada banyak variable variable lainnya, yang termasuk dalam moderating variable dan intervening variable. Untuk menyederhanakan, kita sebut saja kedua jenis variabel itu sebagai variabel perantara. (Penjelasan dapat dilihat di Sekaran 92). Internet banking: Pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja Independent variable Tidak perlu ke bank Rata-rata ke bank per bulan Penghematan waktu Pendapatan ($) per jam Rata-rata waktu antre Rata-rata waktu ke ATM pp lost earning recovered (Rp.) Dependent variable 4
5 Unit Analisis Yakni tingkat kumpulan data yang akan dianalisis. Contohnya: 1. individual 2. dyads (pasangan) 3. groups Tetapi groups ini pun dalam kenyataannya bisa macam-macam, misalnya: 1. negara 2. perusahaan 3. sektor industri 4. divisi Dalam IE, unit analisis umumnya adalah pilihan-pilihan investasi. Time Horizon 1. Cross-Sectional Study Pengambilan data dilakukan 1x dalam periode tertentu (mis 1 minggu). Disebut juga one-shot study. Misalnya: pengambilan data mengenai kebutuhan belanja pelanggan berusia remaja. 2. Longitudinal Study Kadang-kadang diperlukan pemahaman mengenai pengaruh waktu pada penelitian. Sebaiknya juga harus ada argumentasi mengapa waktu berpengaruh. Misalnya pengaruh pada pola barang belanjaan ibu-ibu selama sebelum bulan puasa, selama bulan puasa, masa lebaran, dan sesudahnya. Pada IE, hampir pasti adalah longitudinal study. Operasionalisasi Konsep Disebut juga operasionalisasi konsep. Ada variabel yang jelas-jelas bisa diukur, misalnya posisi keuangan, jumlah komputer, sistem operasi yang dipakai. Tapi ada beberapa hal yang sulit diukur, misalnya: - kepuasan user IT di sebuah perusahaan - evaluasi belajar - motivasi seorang karyawan Tambahan lagi, dalam IE, jika tidak menggunakan scoring, sebuah konsep harus bisa dioperasionalisasikan dalam nilai moneter (Rp. Atau $). 5
6 Contoh dalam kasus Internet Banking di atas: Kepercayaan yg lebih tinggi dari mitra bisnis Kesediaan untuk kembali mensupply Kesediaan memberikan potongan harga Kesediaan memberikan prioritas dalam delivery Dengan melakukan operasionalisasi konsep, kita mereduksi level abstraksi sehingga kita bisa melakukan pengukuran. Tetapi harus kita sadari pula bahwa operasionalisasi konsep bisa: 1. tidak menyertakan dimensi & elemen yang harusnya ikut, atau justru 2. menyertakan dimensi & elemen yang seharusnya tidak ikut. Hal ini disebabkan karena keterbatasan nalar manusia! Contoh pertanyaan yang berkaitan dengan operasionalisasi konsep dapat dilihat di halaman 155 (Uma Sekaran 1992). Yang tidak termasuk Operasionalisasi Konsep Korelasi sebab-akibat tidak termasuk dalam opersionalisasi konsep. Misalnya, kesuksesan bukanlah definisi operasional dari motivasi untuk berprestasi. Mengapa? Meskipun kita merasa bahwa sebagain besar orang yang sukses itu punya motivasi tinggi, tetapi bisa jadi orang yang memiliki motivasi tinggi menemukan kegagalan (belum sukses). Kesuksesan dengan motivasi untuk berprestasi mungkin memiliki korelasi tinggi, tetapi kita tidak bisa mengukur motivasi untuk berprestasi dengan cara mengukur kesuksesan. Hal-hal berikut ini tidak boleh dimasukkan ke dalam definisi operasional: penyebab alasan akibat hal yang berkorelasi Contoh dalam IE: Lihat Business Factor #2: Competitive Advantage. Kita sudah mengambil contoh SIA. Coba kita lihat contoh lain. 6
7 Misalnya ada penyelenggara telepon seluler, dan penyelenggara tersebut mengambil strategi focused, misalnya khusus untuk remaja. Sistem informasi apa yang dibutuhkan untuk mendukung strategi focused segmen remaja? Bisa: bandwidth besar untuk saling bertukar gambar multimedia, fitur ramalan bulan, dsb. Catatan: Anda harus tahu perilaku remaja seperti apa! Contoh lain. Sebuah pabrik perakitan mobil menempuh penggunaan TQM untuk meningkatkan kualitas produksi. Sistem informasi apa yang paling menunjang? Kemungkinan MRP application yang terhubung dengan DSS pada setiap bagian produksi. Catatan: Anda harus tahu TQM itu apa sebelum bisa menurunkan strategy competitive advantage dari pabrik itu! Pengambilan Data Pemilihan sample Sebenarnya, kita tidak bisa mengambil satu sampel saja, lantas menganggap bahwa semua yang lain sama dengan sampel itu. Misalnya, pernah ada kelompok MTI yang menghitung IE dari Sistem Informasi Akademik. Rupanya mereka hanya mengambil sampel dari mahasiswa Fasilkom UI yang berjumlah 500 orang. Lantas untuk mendapatkan semua mahasiswa jurusan S1 di UI, mereka mengalikan 500 ini dengan jumlah fakultas, yakni 12. Ini jelas salah, karena belum tentu fakultas lain jumlah mahasiswanya. Kemudian mereka menganggap bahwa kelulusan mahasiswa S1 UI ratarata adalah 8 semester, berdasarkan data dari Fasilkom UI. Apakah benar? Belum tentu! Karena ada jurusan di fakultas lain yang rata-rata kelulusannya 5 tahun (karena wajib menulis skripsi). Jadi harus dipahami bahwa kita tidak bisa melakukan generalisasi berdasarkan hanya satu sampel saja! Namun memang, karena memang saat ini Anda masih belajar, tidak apa membuat asumsi-asumsi, misalnya mengasumsikan bahwa rata-rata waktu lulus adalah 8 semester. Tetapi saat pekerjaan sebenarnya nanti, harus disadari bahwa bisa terjadi bias kalau tidak dilakukan pemilihan sampel dengan baik. Pemilihan responden/informan Pemilihan responden juga sangat penting. Jika anda ingin tahu bagaimana strategi perusahaan, siapa yang lebih baik ditanya: manager TI atau direktur perusahaan? Contoh lain: jika ingin bertanya level inventory di gudang selama beberapa bulan terakhir ini, lebih baik Anda bertanya kepada siapa, manager TI atau manager operasi? Perhatikan, selain diwawancarai atau diberikan kuesioner 7
8 Pengambilan data: 1. kuesioner 2. wawancara: buatlah terlebih dahulu panduan wawancara 3. observasi: buatlah terlebih dahulu panduan observasi 4. group discussion 5. dokumen / catatan perusahaan, misalnya: data keuangan, data QC, dsb. Buatlah daftar variabel yang hendak dicari, dan kemana kira-kira dokumen penunjang itu bisa didapatkan. Contoh: bagaimana bisa tahu bahwa Sistem Informasi baru mengakibatkan peningkatan akurasi perhitungan accounting? Lihat jumlah adjustment dalam trial balance, sebelum dan sesudah dipergunakannya Sistem informasi baru. Pencarian data Iterasi pertama: - pengambilan data untuk membuat kerangka konsep - output: kerangka konseptual, panduan observasi/wawancara/diskusi untuk iterasi kedua. Iterasi kedua - pengambilan data untuk mendapatkan variabel. - output: data untuk dimasukkan dalam kerangka konsep, dan selanjutnya dimasukkan dalam kerangka IE Parker88. Pengolahan Data Gunakan model dari Parker88. 8
BAB IV ELEMEN DARI RANCANGAN PENELITIAN
BAB IV ELEMEN DARI RANCANGAN PENELITIAN Buku: Research Methods for Business, Uma Sekaran, John Wiley & Sons, New York, 1992 Dosen: Arrianto Mukti Wibowo Research Design (R.D.) Research Design: dalam hal
BAB III METODOLOGI PENGEMBANGAN
BAB III METODOLOGI PENGEMBANGAN 3.1. Analisis dan Pemberian Bobot Nilai Metode yang digunakan dalam memberikan bobot nilai untuk IE versi kedua (Parker, 1996) diambil dari IE versi pertama (Parker, 1988).
ANALISIS INVESTASI IMPLEMENTASI APLIKASI SAP MODUL SALES DISTRIBUTION DENGAN PENDEKATAN INFORMATION ECONOMIC STUDI KASUS PT EXCELCOMINDO PRATAMA
ANALISIS INVESTASI IMPLEMENTASI APLIKASI SAP MODUL SALES DISTRIBUTION DENGAN PENDEKATAN INFORMATION ECONOMIC STUDI KASUS PT EXCELCOMINDO PRATAMA SKRIPSI Oleh Vina Anggrainy 1100055890 Widi Pratama 1100056571
LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan Menggunakan
BAB VII METODE PENGAMBILAN DATA
BAB VII METODE PENGAMBILAN DATA Buku: Research Methods for Business, Uma Sekaran, John Wiley & Sons, New York, 1992 Dosen: Arrianto Mukti Wibowo Metode pengambilan data: 1. interview tatap muka 2. interview
BAB IV ANALISA RETURN ON INVESTMENT
BAB IV ANALISA RETURN ON INVESTMENT 4.1 Biaya pembangunan Proyek VPN Sub bab ini akan membahas biaya pembangunan proyek VPN yang terdiri dari biaya pemasangan, pemeliharaan dan manfaat yang diperoleh dari
LAMPIRAN 1. Kuesioner Portfolio Domain Bisnis
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Portfolio Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Evaluasi Investasi Sistem dan Teknologi
LAMPIRAN. KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT INDOSAT, Tbk
9 LAMPIRAN KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT INDOSAT, Tbk Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan nilai korporasi perusahaan. Pertanyaan di bawah berhubungan dengan nilai-nilai dan resiko-resiko yang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada saat ini persaingan didalam dunia bisnis semakin ketat sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada saat ini persaingan didalam dunia bisnis semakin ketat sehingga berbagai cara dilakukan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan para kompetitornya. Salah satu
BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Tabel 3.1 Metode yang Digunakan. Metode. Penelitian. T-1 Deskriptif Studi kasus Organisasi Cross
30 BAB 3 METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Tabel 3.1 Metode yang Digunakan Tujuan Jenis Metode Unit Time Horizon Penelitian Penelitian Penelitian Analisis T-1 Deskriptif Studi kasus Organisasi
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2007/2008
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2007/2008 ANALISA INVESTASI IMPLEMENTASI SAP MODUL SALES DISTRIBUTION DI PT. BLUE
BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. 4.1 Langkah-langkah Evaluasi Investasi Sistem dan Teknologi Informasi. dengan menggunakan Metode Information Economics
BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN 4.1 Langkah-langkah Evaluasi Investasi Sistem dan Teknologi Informasi dengan menggunakan Metode Information Economics Evaluasi sistem dan teknologi informasi dengan metode
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN COORPORATE VALUE. Petunjuk: Berilah nilai bobot antara 0-5 dimana:
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN COORPORATE VALUE Petunjuk: Berilah nilai bobot antara - dimana: Tidak berhubungan sama sekali. Sangat sedikit hubungannya. Sedikit hubungannya Cukup berhubungan. Memiliki
Daftar Pertanyaan Wawancara. 2. Bagaimana struktur organisasi instansi, beserta tugas dan tanggung jawab tiap
L1 Daftar Pertanyaan Wawancara 1. Apa visi dan misi instansi? 2. Bagaimana struktur organisasi instansi, beserta tugas dan tanggung jawab tiap bagian? 3. Bagaimana proses bisnis instansi? 4. Sejak tahun
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA EVALUASI INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. FEMALINDO MEDIA SEJAHTERA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ECONOMICS
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semestar Ganjil 2006/2007 EVALUASI INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. FEMALINDO MEDIA
BAB I PENDAHULUAN. dalam persaingan (memiliki keunggulan bersaing/competitive advantage). Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan antara perusahaan dalam industri sangat ketat, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dalam
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Return on Investment (ROI) 4.1.1 Traditional Cost Benefit Analysis (TCBA) Teknik traditional cost benefit analysis merupakan sarana mengukur keuangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri Perbankan di Indonesia mengalami pasang surut yang cukup tajam sejak era Pasca Paket Oktober 1989 dengan dibukanya kemudahan ijin pendirian Bank di Indonesia.
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN CORPORATE VALUE. 0 Tidak berhubungan sama sekali. 1 Sangat sedikit hubungannya. 2 Sedikit berhubungan
LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN CORPORATE VALUE Petunjuk: Berilah skor antara dimana: Tidak berhubungan sama sekali Sangat sedikit hubungannya Sedikit berhubungan Cukup berhubungan Memiliki hubungan
ANALISIS SISTEM APLIKASI SAP-CRM DENGAN METODE INFORMATION ECONOMICS PADA PT XL AXIATA TBK
ANALISIS SISTEM APLIKASI SAP-CRM DENGAN METODE INFORMATION ECONOMICS PADA PT XL AXIATA TBK SKRIPSI Oleh : Omi Rahmawati 1200999974 Paulus Bayu Ardi Roosno 1200999980 Kelas / Kelompok : 08PAM / 03 Universitas
LAMPIRAN 1. KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT TELKOM DOMAIN BISNIS
LAMPIRAN. KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT TELKOM DOMAIN BISNIS Kuesioner ini dibuat untuk mengevaluasi nilai dan Risiko dalam investasi teknologi informasi (TI) yang diterapkan di PT TELKOM. Petunjuk:
Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom
Konsep E-Business Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Deskripsi Membahas mengenai bisnis internal, kolaborasi berbagai bentuk e-bisnis, serta keterkaitan e-business dengan e-commerce berbagai bentuk application.
BAB 1 PENDAHULUAN. (TI) sebagai sebuah investasi untuk mendukung tujuan perusahaan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini setiap perusahaan dalam menjalankan bisnisnya selalu berusaha untuk meningkatkan keunggulan dalam beberapa hal diantaranya yaitu persaingan pasar, meningkatkan
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN AKTIVITAS DAN STRATEGI
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN AKTIVITAS DAN STRATEGI 1 Sistem akuntansi memainkan peranan penting dalam mengukur kegiatan dan hasil kerja dari kegiatan tersebut, juga dalam menentukan reward
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian hipotesis, yaitu untuk menguji hipotesis yang umumnya menjelaskan tentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Subijanto Dj, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan Latar Belakang Pendirian Perusahaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di PT. Sigma Cipta Caraka dengan lokasi kantor pusat data (Datacenter), gedung German Center, lantai 5, Jalan Kapten Subijanto Dj,
BAB 3 METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. Jenis dan Metode Penelitian Deskriptif / Survey. Deskriptif / Studi kasus
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Merancang peta strategi yang Jenis dan Metode Penelitian Deskriptif / Desain Penelitian Unit Analisis Organisasi
STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT PENGGUNAAN SISTEM PENGOLAHAN TRANSAKSI PADA PT. JAYA BETON PERKASA PALEMBANG
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Teori Business Process Business process merupakan sekumpulan kegiatan yang mengubah sejumlah inputs menjadi sejumlah outputs (baik barang maupun jasa) untuk orang-orang lain
BAB 1 PENDAHULUAN. Peta bisnis telekomunikasi mengalami perubahan sangat cepat dari sisi teknologi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peta bisnis telekomunikasi mengalami perubahan sangat cepat dari sisi teknologi, regulasi, struktur pasar, maupun persaingan. Dari sisi teknologi, diawali dengan munculnya
KONTRADIKSI PRODUKTIVITAS TEKNOLOGI INFORMASI: SEBUAH ANALISIS EKSISTENSI MOBILE BRANCH PADA BANK MUAMALAT KOTA SURABAYA
ب سم ه للا الهرحمن الهرحي م KONTRADIKSI PRODUKTIVITAS TEKNOLOGI INFORMASI: SEBUAH ANALISIS EKSISTENSI MOBILE BRANCH PADA BANK MUAMALAT KOTA SURABAYA Latar Belakang Rumusan Masalah dan Tujuan Mengetahui
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai nilai keuntungan yang didapat dari sebuah investasi Teknologi Informasi (TI), dalam hal ini adalah investasi untuk pembuatan dan pembelian
LAMPIRAN 1 LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN SWOT. Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan nilai yang nantinya berpengaruh terhadap
LAMPIRAN 1 LEMBAR KUESIONER PEMBOBOTAN SWOT Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan nilai yang nantinya berpengaruh terhadap strategi di dalam perusahaan. Petunjuk Bobot : Berilah bobot antara 0-1 dengan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi sepeda motor Y di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama PT. A. Pada tahun 2000 perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. bagian input, proses, output. Tanpa ketiga itu sistem informasi tidak dapat berjalan. nantinya akan kita sajikan bagi masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi adalah kumpulan informasi di dalam sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di dalam pengambilan keputusan bisnis
PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6. Pemasaran. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si
PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6 Pemasaran Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si Definisi Pemasaran Kotler dan Lane (2007): Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Teknologi informasi (TI) yang terus berkembang memberi berbagai kemudahan bagi banyak dunia bisnis dalam meningkatkan efisiensi. Manfaatnya yang besar khususnya
Sistem Pengelolaan Kearsipan Dokumen Proyek Perencanaan Perawatan Melalui Komputerisasi
2016 Sistem Pengelolaan Kearsipan Dokumen Proyek Perencanaan Perawatan Melalui Komputerisasi Dibuat Oleh : GKM PERAWAN AYI HERDIANA 0000072 EDI YANTO 0000185 RAMDANI 0000115 AMPERA US. 0000143 DIAN RUDDYANA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Program Studi Strata I Skripsi Sarjana Komputer
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Strata I Skripsi Sarjana Komputer ANALISIS MANFAAT KELAYAKAN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW INFORMATION ECONOMICS
Jakarta, 1 Maret Tim GFP
KATA PENGANTAR Segenap puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Tesis ini disusun guna melengkapi persyaratan kurikulum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manajemen sumber daya manusia pada dasarnya merupakan langkahlangkah perencanaan, penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan jaman, nasabah bank memerlukan aplikasi SMS Banking untuk mendukung bisnis dan mempersingkat waktu transaksi. Penggunaan aplikasi SMS Banking memungkinkan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Profile Perusahaan PT. Tatalogam Lestari, yang berproduksi pertama kali pada tahun 1994, adalah produsen genteng metal terbesar di Indonesia dan sudah mampu berbicara
BAB I PENDAHULUAN. kemajuan. Pada situasi persaingan perbankan, bank-bank membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan jasa produk perbankan semakin meningkat, seiring meningkatnya pengetahuan atau kemajuan. Pada situasi persaingan
LAMPIRAN KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT TOYOTA ASTRA MOTOR
LAMPIRAN KUESIONER PEMBOBOTAN KORPORASI PT TOYOTA ASTRA MOTOR Petunjuk: Berilah skor antara - dimana: Tidak berhubungan sama sekali Sangat sedikit hubungannya Sedikit berhubungan Cukup berhubungan 4 Memiliki
BAB I PENDAHULUAN. memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil kegiatan studi kelayakan yang dimulai dari pengumpulan, analisa dan pengolahan data dengan menggunakan metode Information Economics pada rencana
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini bersifat asosiatif, penelitian asosiatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini bersifat asosiatif, penelitian asosiatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel
ABSTRAK. Keywords : customer attitude, kualitas layanan online, service loyalty. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam era saat ini, teknologi informasi (TI) bagi sebuah bank menjadi sesuatu yang wajib dipenuhi. Beberapa alasan keharusan tersebut, antara lain pengembangan core banking system yang bersifat
BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, persaingan antar perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, persaingan antar perusahaan telah menjadi semakin ketat sehingga menyebabkan setiap perusahaan harus memperbaiki kegiatan
Tipe-tipe Sistem Informasi
Tipe-tipe Sistem Informasi OPERATIONS SUPPORT SYSTEM (OSS) OSS memproduksi berbagai bentuk informasi yang digunakan secara internal atau eksternal. Namun demikian sistem informasi ini tidak ditujukan untuk
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT Faktor Domain Bisnis 1. Strategic Values 1.1. Strategic Match Dititikberatkan pada tingkat/derajat dimana semua proyek teknologi informasi atau sistem informasi
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DSLAM PADA TELKOM MSC (MAINTENANCE SERVICE CENTER)
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DSLAM PADA TELKOM MSC (MAINTENANCE SERVICE CENTER) RENDI NUGROHO (5209100124) DOSEN PEMBIMBING : DR. APOL PRIBADI SUBRIADI, ST, MT OUTLINE Sekilas Tentang PT. TELKOM MSC (Maintenance
Business Process and Information Systems. Didi Supriyadi - Pertemuan ke-3 Sistem Informasi Manajemen ST3 Telkom
Business Process and Information Systems Didi Supriyadi - Pertemuan ke-3 Sistem Informasi Manajemen ST3 Telkom Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti perkuliahan pokok bahasan ini mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan saat ini telah masuk dalam era digital dan teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan saat ini telah masuk dalam era digital dan teknologi informasi dimana layanan yang diberikan kepada para nasabah tidak hanya layanan yang bersifat konvensional,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Layanan jasa profesional atau biasa disebut Professional Services berkemban g menjadi pasar yang menjanjikan pada era sekarang ini. Bidang usaha ini berkembang karena
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis dewasa ini membutuhkan sumberdaya manusia yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan bisnis dewasa ini membutuhkan sumberdaya manusia yang terampil dengan kompetensi yang memadai yang akan menunjang pada peningkatan kompetensi dari perusahaan.
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Peminatan Corporate Information System Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2005/2006 ANALISIS SISTEM APLIKASI YANG BERJALAN DAN RENCANA PROYEK
BAB 3 TATA LAKSANA SISTEM YANG BERJALAN
BAB 3 TATA LAKSANA SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan CV. Kurnia Agung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan alat alat tulis untuk digunakan oleh konsumen akhir. CV. Kurnia Agung
Minggu-14. Product Knowledge and Price Concepts
Product Knowledge and Price Concepts Minggu-14 Menciptakan Nilai, Kepuasan, dan Loyalitas Pelanggan (1) (building customer value, satisfaction, and loyalty) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penjualan memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan karena menyangkut berlangsungnya proses operasi perusahaan. Dalam pelaksanaan penjualan, tidak dapat dipungkiri kita menghadapi kendala-kendala
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Referensi : 1. Management Information Systems : A Managerial End User Perspective, James A. O'Brien 2. Management Information Systems, Raymond McLeod, Jr. Sistem Informasi dan
DAFTAR ISI. ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii
DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian... 1 1.2 Identifikasi Masalah... 11 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian... 12 1.4 Manfaat Penelitian...
Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service terhadap Citra Perusahaan
SKRIPSI Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service terhadap Citra Perusahaan (Kasus Bank BNI 46 Semarang) Dosen Pembimbing : Dr. Phil. Yudi Perbawaningsih, M.Si. Diajukan guna Melengkapi Tugas Akhir
BAB 1 PENDAHULUAN. serta layak untuk dikonsumsi dan produk mana yang tidak layak untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini konsumen sudah mahir membedakan produk mana yang baik serta layak untuk dikonsumsi dan produk mana yang tidak layak untuk dikonsumsi. Sama halnya dengan
BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi merupakan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun untuk sekedar hiburan. Teknologi berkembang
ANALISIS SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA UD. SUMBER MUTIARA RANTAUPRAPAT
ANALISIS SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA UD. SUMBER MUTIARA RANTAUPRAPAT Pieter Octaviandy Program Studi Sistem Informasi STMIK TIME MEDAN [email protected] Abstrak Penulisan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Skema Kerangka Pemikiran 80 Penentuan dasar permasalahan Adalah tahapan dimana digunakan untuk menentukan skripsi yang akan dibuat, beserta penentuan ruang lingkup pembuatan
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan otonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan otonomi daerah yang semakin gencar dicanangkan oleh pemerintah saat ini dalam memacu pembangunan nasional,
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1. Kesimpulan Hasil Analisis Budaya perusahaan merupakan salah satu aspek yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Hasil analisis mengenai budaya perusahaan yang
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
136 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Kerangka Pikir Metode yang akan digunakan dalam studi kelayakan Human Resource Information Systems (HRIS) ini adalah metode Information Economics (IE). Buku yang digunakan
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.
BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian
STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT BENGKEL MANAJEMEN SYSTEM PADA PT. THAMRIN BROTHERS CABANG INDRAPURA PALEMBANG
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D (2009, p2) yang dibuat
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Alur /Kerangka Desain Penelitian Dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D (2009, p2) yang dibuat oleh Sugiyono, dikutip bahwa: Metodologi penelitian
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
484 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Kesimpulan ini disusun merujuk kepada hasil dan pembahasan penelitian studi tentang Struktur, Pelaksanaan, Perangkat, dan Pengendalian Sistem Manajemen
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Objek
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN Bab ini terdiri dari dua bagian, yaitu objek penelitian dan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah pembiayaan kredit
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Abstrak
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2003/2004 ANALISIS MANFAAT IMPLEMENTASI M-BINUS DENGAN MENGGUNAKAN INFORMATION ECONOMICS
==========================================
Isi dapat dicopy dengan mencantumkan nama penulis. By Tatag Lindu Bhakti, S.T., M.Eng. Silakan kunjungi website saya di www.tatag.net ========================================== Penjelasan 10 critical success
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Jenis penelitian Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan sebenarnya dari obyek penelitian. Kegiatan ini dilakukan dengan mengawasi dan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN By : Sri Rezeki Candra Nursari 3 SKS Penilaian : Genap TA 2012/2013 UAS = 35% UTS = 30% ABSEN = 5% TUGAS = 30% Jumlah = 100% Tugas kirim ke : [email protected] Literatur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pengamatan dilakukan terhadap karyawan PT. Inhutani I Kantor Direksi Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Dengan penelitian asosiatif
BAB I PENDAHULUAN. dari perkembangan teknologi informasi tersebut dapat dibuktikan dalam acara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi yang semakin berkembang menimbulkan dampakdampak dalam berbagai bidang kehidupan terutama dalam bidang bisnis, dampak dari perkembangan
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil tahun 2005/2006 MENGEVALUASI KINERJA APLIKASI K SOFT DAN MENENTUKAN PRIORITAS PENERAPAN APLIKASI SHAGA ERP DENGAN
Bab 3 METODE PENELITIAN
Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis.
BAB. I PENDAHULUAN. Pentingnya teknologi informasi dalam bisnis tidak diragukan lagi. Banyak
BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pentingnya teknologi informasi dalam bisnis tidak diragukan lagi. Banyak perusahaan di dunia berkeinginan untuk mengubah dirinya menjadi pembangkit daya (power house)
BAB I PENDAHULUAN. Apakah Anda puas dengan hasil investasi perusahaan Anda pada inovasi? Persentase responden yang menjawab ya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada kebanyakan perusahaan, investasi dalam inovasi mengikuti siklus boom-bust. Survei tahunan yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Industri mengkonfirmasi
[Analisis dan Portofolio ]
Rekayasa SI [Analisis dan Portofolio ] ASEP WAHYUDIN,S.KOM, M.T. FKOM Universitas Kuningan 1 Inbound Logistics Operations Outbound Logistics Marketing and Sales Service Support Activities Value Chain Analysis
III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode
III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode deskriptif adalah
