MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN
|
|
|
- Leony Yuwono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 1 Hak Cipta 2015 pada Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan modul peserta yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka Pelatihan Asesor Kompetensi. Modul peserta ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Badan Nasional Serifikasi dan Profesi, dan dipergunakan dalam pelaksanaan pelatihan asesor kompetensi. Modul ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Badan Nasional Sertifikasi Profesi Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen Badan Nasional Sertifikasi Profesi.-- Edisi Revisi Jakarta : Badan Nasional Sertifikasi Profesi, viii,.. hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Pelatihan Asesor Kompetensi ISBN.. 1. Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen I. Judul II. Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi XXX.X Kontributor Naskah : Endang Irwansyah, Nes Yendri, Irwan Penelaah : Surono, Hendra Pribadi, Inez Mutiara Tedjosumirat Penyelia : Asrizal Tatang Penerbitan : Instruksional Desainer : Nur Uswatun Hasanah Cetakan Ke-1, 2015 Disusun dengan huruf Arial, 11 Pt
2 2 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas diterbitkannya modul pelatihan berbasis kompetensi unit kompetensi MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN untuk tenaga skema sertifikasi asesor yang akan digunakan untuk melatih calon asesor sesuai dengan modul yang telah ditetapkan. Tenaga-tenaga tersebut diharapkan mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing. Penyusunan modul ini dilaksanakan dalam rangka harmonisasi dengan negara-negara mitra bisnis Indonesia dan dilakukan melalui workshop Master Asesor, uji coba dan validasi oleh Pleno BNSP. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan modul ini, terutama kepada tim Master Asesor. Kami menyadari bahwa modul ini masih belum sempurna. Kami sangat menghargai apabila ada masukan untuk penyempurnaannya, yang selalu akan dikaji ulang secara periodik. Akhir kata, diharapkan modul ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kredibilitas asesor kompetensi dan dapat turut serta membangun kompetensi bangsa dengan kompeten. Jakarta, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi
3 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI... 3 Pendahuluan... 5 Acuan Normatif... 6 Definisi... 6 Persyaratan Dasar Mengidentifikasi gambaran umum tentang asesmen kompetensi STANDAR KOMPETENSI Elemen1 : Menentukan Pendekatan Asesmen...21 Aktifitas Aktifitas Aktifitas Elemen 2 : Mempersiapkan Rencana Asesmen Aktifitas Aktifitas Aktifitas Elemen 3 : Kontekstualisasi Aktifitas Aktifitas Aktifitas Elemen 4 : Mengorganisasikan Asesmen Aktifitas Aktifitas Aktifitas 3..65
4 4 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Pra Asesmen Asesmen Mandiri Kisi-kisi Peta Kompetensi Lampiran... 78
5 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 5 PENDAHULUAN 1.1. Umum. Unit kompetensi ini menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk merencanakan dan mengorganisasikan proses asesmen dalam penerapan sistem asesmen berbasis kompetensi. Unit ini juga memperlihatkan cara mengases kompetensi terhadap seorang peserta sertifikasi dan juga cara memilih dan menetapkan alat/perangkat asesmen yang dibutuhkan. Unit ini juga berisikan kompetensi dalam merencanakan proses asesmen serta pengorganisasiannya sedemikian rupa agar asesmen dapat dilaksanakan dengan efektif. Aspek kritis pada unit ini adalah pengembangan suatu rencana asesmen yang akan digunakan sebagai panduan oleh asesor dalam pelaksanaan asesmen berbasis kompetensi. Unit ini juga mencakup kontekstualisasi acuan pembanding asesmen serta penetapan perangkat asesmen yang sesuai dengan lingkungan dimana asesmen akan dilaksanakan serta pengorganisasian personil, bahan serta sumber daya fisik yang diperlukan dalam proses asesmen. Perencanaan asesmen ini berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas tentang tanggungjawab asesor maupun personil terkait lainnya dalam melaksanakan langkahlangkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan asesmen terhadap peserta. Kompetensi ini digunakan untuk perencanaan dan pengorganisasian suatu proses asesmen, termasuk asesmen bagi seorang atau lebih peserta sertifikasi terhadap satu atau lebih unit standar kompetensi. Kompetensi ini dapat diaplikasikan pada konteks sebuah strategi asesmen dimana seluruh dokumen-dokumen kerangka kerja untuk asesmen ditujukan pada suatu level kualifikasi. Pada konteks ini, rencana asesmen perlu ditambah dengan detail tentang pengaturan organisasi yang spesifik untuk asesmenpada unit/unit-unit kompetensi. Asesor juga harus berpartisipasi dalam validasi asesmen Ruang Lingkup. Ruang lingkup modul pelatihan ini mencakupi persyaratan dasar penggunaan pedoman ini, topik pembelajaran dan asesmen. Unit ini merupakan bagian dari klaster dari skema sertifikasi asesmen kompetensi.
6 6 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Modul ini merupakan pedoman bagi lembaga pendidikan dan pelatihan, para pelatih, para master asesor dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pelatihan asesor kompetensi menuju registrasi asesor BNSP. ACUAN FORMATIF a. Pedoman BNSP 301. Pedoman Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Profesi b. TAAASS401C Merencanakan dan Mengorganisasikan asesmen. (terlampir). DEFINISI 1. Sertifikasi kompetensi kerja Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan/atau standar khusus. 2. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Standar kompetensi kerja internasional Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi multinasional dan digunakan secara internasional 4. Standar kompetensi kerja khusus Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh organisasi untuk memenuhi tujuan organisasinya sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki ikatan kerja sama dengan organisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang memerlukan 5. Profesi Bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu yang diakui oleh masyarakat Catatan: menggunakan batasan dalam Peraturan Presiden RI No.8 Tahun Proses sertifikasi Kegiatan lembaga sertifikasi profesi dalam menentukan bahwa seseorang memenuhi persyaratan sertifikasi (3.8), yang mencakup pendaftaran, penilaian, keputusan sertifikasi, pemeliharaan sertifikasi, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat (3.10) maupun logo atau penanda (mark).
7 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 7 7. Skema sertifikasi Paket kompetensi (3.11) dan persyaratan spesifik (lihat 8.3 dan 8.4) yang berkaitan dengan kategori jabatan atau keterampilan tertentu dari seseorang. 8. Persyaratan Sertifikasi Kumpulan persyaratan yang ditentukan, termasuk persyaratan skema sertifikasi yang harus dipenuhi dalam menetapkan atau memelihara sertifikasi. 9. Pemilik skema Organisasi yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi (3.7). Catatan: Organisasi tersebut adalah lembaga sertifikasi profesi itu sendiri, lembaga pemerintah, atau lainnya. 10. Sertifikat Dokumen yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi, yang menunjukkan bahwa orang yang tercantum namanya telah memenuhi persyaratan sertifikasi (3.8). Catatan: Lihat Kompetensi Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Catatan: untuk Pedoman ini yang dimaksudkan dengan kompetensi adalah kompetensi kerja, dan merujuk pada batasan/definisi yang digunakan dalam UU No.13 Tahun Kualifikasi Penguasaan capaian pembelajaran yang menyatakan kedudukannya dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Catatan: menggunakan batasan dalam Peraturan Presiden RI No.8 Tahun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Catatan: menggunakan batasan dalam Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden RI No.8 Tahun Asesmen Proses penilaian kepada seseorang terhadap pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi (3.7).
8 8 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 15. Uji kompetensi Tatacara yang merupakan bagian dari asesmen (3.14) untuk mengukur kompetensi peserta sertifikasi menggunakan satu atau beberapa cara seperti tertulis, lisan, praktek, dan pengamatan, sebagaimana ditetapkan dalam skema sertifikasi (3.7). 16. Penguji kompetensi atau asesor kompetensi Orang yang mempunyai kompetensi (3.11) dan mendapatkan penugasan resmi untuk melakukan dan memberikan penilaian dalam uji kompetensi yang memerlukan pertimbangan atau pembenaran secara profesional. 17. Penyelia uji kompetensi Orang yang diberikan kewenangan oleh lembaga sertifikasi profesi untuk melakukan administrasi atau mengawasi pelaksanaan uji kompetensi, tetapi tidak melakukan proses penilaian terhadap kompetensi peserta sertifikasi. 18. Personil Individu, internal atau eksternal, dari lembaga sertifikasi profesi yang melaksanakan kegiatan sertifikasi untuk lembaga tersebut. 19. Pemohon sertifikasi Orang yang telah mendaftar untuk diterima mengikuti proses sertifikasi (3.6). 20. Peserta sertifikasi Pemohon sertifikasi (3.19) yang telah memenuhi persyaratan dan telah diterima mengikuti proses sertifikasi (3.6) 21. Ketidakberpihakan Perwujudan atau bentuk dari objektivitas. Catatan 1: Objektivitas berarti bahwa benturan/konflik kepentingan tidak terjadi, atau dapat diselesaikan, agar tidak menyebabkan pengaruh yang merugikan terhadap kegiatan sertifikasi. Catatan 2: Istilah lain yang bermanfaat dalam menjelaskan unsur ketidakberpihakan adalah: kemandirian, bebas dari benturan kepentingan, bebas dari bias, lack of prejudice, kenetralan, keadilan, keterbukaan berpikir, even handedness, detachment, keseimbangan. 22. Keadilan Penyediaan kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan bagi tiap peserta sertifikasi (3.20) dalam proses sertifikasi (3.6). 23. Validitas Bukti bahwa asesmen (3.14) telah dilakukan menggunakan ukuran-ukuran yang ditetapkan dalam skema sertifikasi (3.7).
9 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Keandalan Indikator sejauh mana nilai hasil uji kompetensi (3.15) konsisten untuk uji kompetensi yang dilakukan pada waktu dan tempat berbeda, metode uji yang berbeda, dan asesor kompetensi (3.16) yang berbeda. 25. Banding Permintaan oleh pemohon sertifikasi (3.19), peserta sertifikasi (3.20), atau pemegang sertifikat untuk peninjauan kembali atas keputusan yang telah dibuat oleh lembaga sertifikasi profesi terkait dengan status sertifikasi yang mereka harapkan. 26. Keluhan Pernyataan ketidakpuasan, selain banding (3.25), oleh individu atau organisasi terhadap lembaga sertifikasi profesi berkaitan dengan hal-hal yang diharapkan dari kegiatan lembaga sertifikasi profesi, atau pemegang sertifikat. 27. Pemangku kepentingan Individu, kelompok atau organisasi yang dipengaruhi oleh kinerja pemegang sertifikat atau lembaga sertifikasi profesi. Contoh: pemegang sertifikat, pengguna layanan dari pemegang sertifikat, pimpinan dari pemegang sertifikat, konsumen, pemerintah. Pemangku kepentingan juga seringkali disebut sebagai para pihak yang berkepentingan atau disebut lebih singkat sebagai para pihak. 28. Penilikan atau surveilan Pemantauan berkala, selama periode sertifikasi, terhadap pemegang sertifikat untuk memastikan kepatuhannya terhadap persyaratan yang ditetapkan dalam pedoman, standar atau skema sertifikasi. 29. Asesor kompetensi adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan dan/atau menilai ujian 30. Peserta asesmen kompetensi adalah pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi. 31. Proses sertifikasi adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan, mencakup permohonan, evaluasi, keputusan sertifikasi, survailen dan sertifikasi ulang. 32. Sistem sertifikasi adalahkumpulan prosedur dan sumber daya untuk melakukan proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasinya, untuk menerbitkan sertifikat kompetensi termasuk pemeliharaannya. 33. Surveillance adalah monitoring berkala, dalam periode sertifikasi personil untuk tetap menjamin kompetensinya selama memegang sertifikat kompetensi.
10 10 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N PERSYARATAN DASAR a. Kelembagaan pelatihan Kelembagaan pendidikan dan pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan untuk skema sertifikasi asesmen kompetensi khususnya unit merencanakan dan mengorganisasikan asesmen seharusnya adalah lembaga pendidikan/pelatihan yang telah diakreditasi oleh lembaga akreditasi pendidikan dan pelatihan dengan ruang lingkup sesuai dengan unit kompetensi tersebut. b. Pelatih Pelatih dalam pelaksanaan pelatihan untuk skema sertifikasi asesmen kompetensi khususnya unit merencanakan dan mengorganisasikan asesmen harus pelatih bersertifikat kompetensi dengan kualifikasi Master Asesor dan/atau pelatih berbasis kompetensi dengan ruang lingkup skema sertifikasi asesmen kompetensi. Untuk menggunakan modul ini pelatih harus kompeten dan mengembangkan klaster kompetensi mengembangkan lingkungan pembelajaran, klaster disain program pelatihan dan pengembangan penyampaian dan fasilitasi program pelatihan. c. Peserta Peserta pelatihan pada skema sertifikasi klaster asesmen kompetensi ini adalah personil yang telah mempunyai kualifikasi atau kompetensi bidang tertentu yang menjadi ruang lingkup kompetensi yang akan diases. MENGIDENTIFIKASI GAMBARAN UMUM TENTANG ASESMEN KOMPETENSI. a. Gambaran umum asesmen. Gambaran umum dalam sistem asesmen dapat digambarkan dibawah ini dimana konsep asesmen direfleksikan dalam unit-unit kompetensi yang terkait. Dalam panduan ini kita hanya akan membahas unit kompetensi merencanakan dan mengorganisasikan asesmen b. Siklus asesmen. Proses asesmen merupakan siklus yang tidak terputus yang mencakupi: pesiapan, perencanaan, pelaksanaan, perekaman, pelaporan dan review suatu asesmen. Setiap tahap proses ini merupakan komponen kritis dalam sistem asesmen secara luas. Gambar dibawah menunjukkan delapan step dalam siklus asesmen
11 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 11 Siklus Asesmen 1.Mengembangkan Kontek asesmen 8.Mendukung proses banding 2.Mempersiapkan peserta 7.Review proses asesmen 3.Merencanakan pengumpulan bukti 6.Merekam dan melaporkan temuan 4.Mengumpulkan bukti dan mengambil keputusan 5. Memberikan umpan balik
12 12 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N c. Asesmen berbasis kompetensi Asesmen berbasis kompetensi adalah proses pengumpulan bukti dan membuat keputusan apakah seorang Peserta sertifikasi mencapai atau tidak kompetensinya berdasarkan kriteria dalam persyaratan atau standar asesmen, hal ini karena Peserta sertifikasi sedang diases berdasarkan kriteria tetap atau acuan (benchmark) yang ditetapkan, seperti unit kompetensi. Hal ini berbeda dengan asesmen berdasarkan norma (norm referenced assessment), dimana unjuk kerja Peserta sertifikasi dibandingkan, diases, dan diranking terhadap unjuk kerja Peserta sertifikasi lainnya. Secara asesmen berbasis kompetensi dapat digambarkan seperti dibawah ini. d. Asesmen dalam Sistem sertifikasi kompetensi nasional. Asesmen kompetensi dapat dilakukan untuk berbagai tujuan seperti dalam pendidikan berbasis kompetensi, pemastian dan pemeliharaan kompetensi dalam industri, serta asesmen dalam rangka sertifikasi kompetensi. Pada bahasan ini akan difokuskan pada asesmen dalam rangka sistem sertifikasi kompetensi nasional, yang mencakupi sislatkernas, sistem sertifikasi kompetensi, ketelusuran sistem sertifikasi, skema sertifikasi dan skema generik uji kompetensi.
13 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 13 KLASIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP) L i s e n s i LSP-P3 LSP-P2 LSP-P1 ind LSP-P1 VET S e r t i f i k a s i K o m p e t e n s i Memastikan dan Memelihara Kompetensi Kerja untuk Sektor dan atau profesi tertentu Memastikan dan Memelihara Kompetensi Kerja terhadap SDM Lembaga Induknya dan SDM jejaring kerja nya Memastikan dan Memelihara Kompetensi Kerja terhadap SDM Lembaga Induknya Memastikan dan Memelihara Kompetensi Kerja terhadap Peserta didiknya berbasis kompetensi dan SDM mitra Iinduknya
14 14 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N
15 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 15 SERTIFIKASI DAN KETELUSURAN KESESUAIAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PP, ISO 17024, PEDOMAN BNSP Koordinasi Pembinaan Kementerian/ Lembaga Lisensi LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI LEMBAGA PROTAP BNSP SERTIFIKASI., ISO GUIDE PROFESI 65 LEMBAGA PROTAP BNSP SERTIFIKASI., ISO GUIDE 65 PROFESI PEDOMAN BNSP, ISO Asesor Lisensi ISO 19011, ISO 17024, ISO Pedoman BNSP 201 : 2014 verifikasi LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI LEMBAGA PROTAP BNSP SERTIFIKASI., ISO GUIDE PROFESI 65 TEMPAT PROTAP BNSP UJI., KOMPETENSI ISO GUIDE 65 PEDOMAN BNSP, QMS Sertifikasi LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI LEMBAGA PROTAP BNSP SERTIFIKASI., ISO GUIDE PROFESI 65 PESERTA PROTAP BNSP UJI., KOMPETENSI ISO GUIDE 65 SKKNI Asesor Kompetensi SKKNI ASESMEN Pedoman BNSP Harmonization On Conformity Assessment And Its Traceability International Organization For Standardization (ISO): Standard For QMS ASEAN RECOGNISE ACCREDITATION ORGANISATION International Labour Organization ILO: Guidelines On Competency Standard And Certification Development Regional Mutual Recognition Arrangement on Competency Standardization and Certification Accreditation Authority Give accreditation to Vocational Education and training organisations ISO Technical regulations Accreditation/Certification Authority Give accreditation to Certtification organisations ISO technical regulations Vocational Education and Training Bodies ILO- CBT+ technical regulations Personel Certification Bodies Certify personel ILO-CBA, ISO technical regulations PERSONEL (have an assurance) STANDARDS OF COMPETENCE (RMCS)
16 16 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N JENIS-JENIS SKEMA SERTIFIKASI Skema Sertifikasi Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia Skema Sertifikasi Kualifikasi Okupasi Nasional Skema Sertifikasi berdasar Paket Kompetensi (cluster)
17 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 17
18 18 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Standar Kompetensi: Merencanakan dan MengorganisasikanAsesmen P Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen Deskripsi Unit Unit ini memberikan spesifikasi persyaratan kompetensi untuk merencanakan dan mengorganisasikan proses asesmen, mencakupi RCC & RPL dalam sistem asesmen berbasis kompetensi. Keterangan Unit ini menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk merencanakan dan menyusun proses asesmen dalam sistem asesmen berbasis kompetensi. Elemen 1. Menentukan pendekatan asesmen Kriteria Kinerja 1.1. Peserta sertifikasi diidentifikasi/dikonfirmasi, kemudian tujuan dan konteks asesmen/rpl ditetapkan/dikonfirmasi kepada orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika 1.2. Keputusan jalur asesmen dibuat, apakah asesmen dilakukan melalui RPL, jalur pembelajaran dan asesmen atau pendekatan kombinasi 1.3. Strategi asesmen diakses dan bila perlu digunakan untuk memandu pengembangan rencana asesmen 1.4. Acuan pembanding asesmen/rpl diidentifikasi/dikonfirmasi dan diakses 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 2.1. Acuan pembanding asesmen diinterpretasi guna menentukan bukti dan jenis-jenis bukti yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi sesuai dengan aturan-aturan bukti 2.2. Apabila standar kompetensi digunakan sebagai acuan pembanding, semua komponen standar kompetensi dipaparkan untuk menetapkan dan mendokumentasikan bukti yang akan dikumpulkan 2.3. Setiap dokumen terkait untuk mendukung perencanaan proses asesmen diperoleh dan diinterpretasikan 2.4. Metode asesmen/rpl dan perangkat asesmen dipilih/dikonfirmasi berdasarkan bukti yang akan dikumpulkan untuk memenuhi prinsip-prinsip asesmen 2.5. Bahan dan sumber daya fisik spesifik yang diperlukan dalam pengumpulan bukti diidentifikasi dan didokumentasi
19 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 19 Elemen Kriteria Kinerja 2.6. Peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen diklarifikasi, dimintakan persetujuan dan didokumentasikan 2.7. Jangka waktu dan periode waktu pengumpulan bukti ditentukan dan semua informasi yang akan dimasukkan ke dalam rencana asesmen didokumentasikan Rencana asesmen dikonfirmasi dengan personel yang relevan 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen 3.1. Karakteristik peserta sertifikasi dan setiap kelonggaran yang diperlukan untuk penyesuaian yang wajar dan/atau kebutuhankebutuhan spesifik diidentifikasi/diklarifikasi dengan orang yang relevan, dan kemudian didokumentasikan 3.2. Bila diperlukan, standar-standar kompetensi dikontekstualisasikan, untuk mencerminkan lingkungan tempat pelaksanaan asesmen, sesuai dengan panduan kontekstualisasi 3.3. Metode dan perangkat asesmen yang dipilih diperiksa, bila perlu disesuaikan guna menjamin penerapan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan: berbagai kontekstualisasi standar kompetensi penyesuaian yang beralasan kegiatan asesmen terintegrasi kapasitas untuk mendukung RPL 3.4. Perangkat asesmen yang disesuaikan ditinjau untuk memastikan bahwa spesifikasi standar kompetensi masih dapat terpenuhi 3.5. Rencana asesmen diperbaharui, sebagaimana diperlukan, untuk merefleksikan kebutuhan kontekstualisasi yang sedang berjalan, perubahan dalam persyaratan sumberdaya organisasi atau perubahan dalam merespon pelaksanaan asesmen 3.6. Rencana asesmen disimpan dan ditelusuri sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan hukum/organisasi/etika 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 4.1. Persyaratan bahan dan kebutuhan sumber daya fisik yang telah teridentifikasi diatur sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan hukum/ organisasi/etika 4.2. Bila diperlukan, dukungan spesialis apapun yang dibutuhkan untuk asesmen diorganisasikan dan diatur sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika
20 20 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Elemen Kriteria Kinerja 4.3. Peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen diorganisasikan 4.4. Strategi komunikasi efektif dengan orang yang terlibat dalam proses asesmen ditetapkan guna mendorong terjadinya arus komunikasi yang teratur dan didapatkannya umpan balik 4.5. Penyimpanan rekaman asesmen dan pelaporannya dikonfirmasi PETA UNIT KOMPETENSI 1. Menentukan pendekatan asesmen MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN 1. Menentukan pendekatan asesmen 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen
21 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 21 Elemen 1 : Menentukan pendekatan asesmen TUJUAN PEMBELAJARAN Sebagai bagian dari kegiatan perencanaan dan pengorganisasian, anda akan memerlukan sebuah pendekatan untuk asesmen, dan hal ini mencakup : 1.1. Mengidentifikasi peserta sertifikasi dan mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen; 1.2. Membuat keputusan jalur asesmen; 1.3. Mengakses strategi asesmen; dan 1.4. Mengkonfirmasikan acuan pembanding untuk asesmen Mengidentifikasi peserta sertifikasi dan mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen Ketika anda merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi dan mengkonfirmasi siapa pemohon sertifikasi/peserta yang akan diases. Identifikasi terhadap peserta sertifikasi dilakukan tidak sebatas pada identitasnya saja tetapi juga terhadap potensi yang dikumpulkan oleh peserta sertifikasi sebagai acuan awal dalam menentukan pendekatan metode asesmen yang akan dilakukan. Selanjutnya merupakan hal penting bahwa anda memahami tujuan asesmen dan hal ini harus dikonfirmasikan kepada semua orang yang terlibat dalam proses. Pada tahap akhir, anda harus mendiskusikan dan mengkonfirmasikan tujuan asesmen kepada peserta sertifikasi serta tim asesor yang terlibat didalam proses asesmen. Tujuan asesmen ini penting karena beberapa alasan. Hal ini akan mempengaruhi pilihan anda terhadap acuan pembanding (benchmark) asesmen, persiapan rencana asesmen dan cara bagaimana bukti dikumpulkan. Hal yang lebih penting lagi, tujuan asesmen (dan hasilnya) akan berdampak kepada setiap peserta sertifikasi yang terlibat didalam proses. Asesmen yang berhasil dapat mendorong peserta sertifikasi untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar di tempat kerja serta memiliki kapasitas belajar yang lebih tinggi. Ketidak berhasilan asesmen dapat menyebabkan peserta sertifikasi tidak dapat memenuhi tanggungjawab mereka saat ini di tempat kerjadan oleh karena itu memerlukan pelatihan lanjut. Secara sederhana, tujuan suatu asesmen adalah alasan mengapa asesmen itu dilaksanakan dan banyak alasan lainnya, termasuk :
22 22 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N pengakuan kompetensi terkini dari peserta sertifikasi; menentukan pencapaian kompetensi peserta sertifikasi terhadap pembelajaran yang diikuti; menentukan progres peserta sertifikasi terhadap pencapaian kompetensi; menentukan kebutuhan peserta sertifikasi terhadap bahasa, kemampuan baca tulis dan perhitungan; mensertifikasi kompetensi peserta sertifikasi melalui penerbitan sertifikat kompetensi; menetapkan progres peserta sertifikasi terhadap kualifikasi; menetapkan kebutuhan pelatihan peserta sertifikasi; mengukur kinerja pekerjaan Peserta sertifikasi; mengklasifikasi dan mendukung pengembangan karir karyawan; dan memenuhi persyaratan organisasi dan lingkungan kerja. Konteks suatu asesmen adalah lingkungan dimana hal itu akan dilakukan, baik yang akan dilakukan di tempat kerja maupun di suatu lingkungan yang disimulasikan. Sebagaimana halnya dengan tujuan asesmen, anda memerlukan diskusi dan konfirmasi konteks asesmen ini dengan setiap orang yang terlibat didalam proses. Konteks yang berbeda akan mempengaruhi pemilihan metoda asesmen, seperti dalam contoh berikut ini : Jika asesmen terjadi pada suatu organisasi pelatihan, seorang peserta sertifikasi harus diobservasi pada lingkungan yang disimulasikan Jika asesmen terjadi di tempat kerja, mungkin dipersyaratkan untuk melaksanakan asesmen diluar jam kerja normal, sehingga proses kerja yang ada tidak terganggu Jika anda bermaksud untuk melaksanakan tanya jawab di tempat kerja, anda perlu untuk mengatur tempat yang tenang dari proses kerja Jika anda bermaksud menggunakan laporan dari pihak ketiga, peserta sertifikasi anda akan membutuhkan akses ke pihak ketiga yang dapat mengevaluasi kinerja mereka berkaitan dengan acuan pembanding asesmen. Lingkungan yang disimulasikan. Asesmen pada lingkungan yang disimulasikan mungkin diperlukan karena : pekerjaan atau penempatan kerja yang sesuai tidak selalu tersedia untuk peserta sertifikasi; beberapa tempat kerja mungkin tidak membolehkan penerapan beberapa unit kompetensi; atau pelaksanaan asesmen di tempat kerja mungkin tidak dapat diterima oleh pemilik perusahaan.
23 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 23 Agar valid dan reliabel, lingkungan yang disimulasikan harus menyerupai situasi pekerjaan yang sebenarnya (dalam hal ini mereka harus menampilkan sedekat mungkin apa yang berlangsung di tempat kerja). Jika anda bermaksud menggunakan suatu lingkungan yang disimulasikan, anda harus memiliki pengalaman pada praktek di tempat kerja yang relevan dan terkini serta familier terhadap acuan pembanding asesmen di tempat kerja. Dalam memutuskan untuk menggunakan pendekatan simulasi, anda harus memastikan adanya peluang untuk : mengujikan peralatan secara menyeluruh; menggunakan peralatan dan perangkat lunak yang berlaku; merefleksikan tekanan dan batas waktu; menunjukkan kompleksitas dari pemenuhan multi tugas; melibatkan prioritas diantara tugas-tugas yang menantang; sesuai dengan keinginan pengguna (termasuk hal yang sulit); bekerja dengan orang lain dalam sebuah tim; berkomunikasi dengan kelompok lain; menemukan, mendiskusikan dan menguji pemecahan terhadap masalah; mengeksplorasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja; jawaban berorientasi praktis serta pertanyaan-pertanyaan pengetahuan yang aplikatif; dan menunjukan level ekspresi tertulis dan verbal yang cukup terhadap persyaratan kerja Konteks asesmen digunakan juga untuk menggambarkan dan mendokumentasikan sejumlah faktor lain didalam asesmen proses, termasuk : pengaturan kerjasama; pendekatan yang terintegrasi terhadap asesmen (termasuk unit-unit kompetensi terkait); mekanisme jaminan mutu; pengalokasian biaya dan honor; proses enrolmen; periode waktu selama asesmen akan berlangsung; banyaknya kesempatan untuk mengumpulkan bukti pada sejumlah situasi; hubungan antara unit-unit kompetensi dan bukti untuk mendukung asesmen/rcc; hubungan antara unit-unit kompetensi dan aktifitas pembelajaran; hubungan antara unit-unit kompetensi dan tempat kerja Peserta sertifikasi; siapa yang secara aktual akan melaksanakan proses asesmen.
24 24 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Sementara ada hal-hal esensial yang anda konfirmasikan dengan peserta sertifikasi mengenai tujuan dan konteks asesmen, ada beberapa orang yang dapat anda ajak diskusi mengenai tujan dan konteks asesmen, termasuk : staf dari tempat kerja peserta sertifikasi (manager, supervisor, team leader); staf dari tempat pelatihan (pelatih, koordinator pelatihan); para pakar teknik dan tenaga ahli perwakilan karyawan dan pengusaha anggota asosiasi profesi Adapun cara untuk mengidentifikasi asesi dan mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen adalah : 1. Mengakses dan mempelajari form aplikasi permohonan sertifikasi yang diajukan peserta yang berisikan data-data peserta, tujuan asesmen serta konteks asesmen termasuk bukti-bukti yang dikumpulkan. 2. Mengakses dan mempelajari skema sertifikasi terkait 3. Mendiskusikan dan mengklarifikasi tujuan dan konteks asesmen dengan peserta, tim asesor dan pihak-pihak lain, termasuk : bagian sertifikasi LSP komite skema ketua/personil TUK staf dari tempat kerja asesi (manager, supervisor, team leader); staf dari tempat pelatihan (pelatih, koordinator pelatihan); para pakar teknik dan tenaga ahli Ketika anda mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen, adalah penting bahwa mereka memenuhi persyaratan legal, organisasional dan etika. Gunakan daftar cek berikut ini untuk mendukung pendekatan anda.
25 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Menentukan jalur pendekatan asesmen Ketika merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, perlu disadari bahwa pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai cara. Pembelajaran formal merupakan sebuah program terstruktur untuk mencapai suatu kualifikasi atau penghargaan/ijazah, sementara pembelajaran non formal merupakan program terstruktur tetapi tidak untuk mencapai suatu kualifikasi atau penghargaan/ijazah. Pembelajaran informal adalah pengembangan keterampilan melalui pengalaman (termasuk pekerjaan terkait, sosial, keluarga, hobi atau kegiatan lainnya). Pada asesmen berbasis kompetensi, ada dua pendekatan yang digunakan untuk mengases peserta sertifikasi : Jalur pembelajaran dan asesmen Proses RPL 1. Jalur pembelajaran dan asesmen melibatkan peserta sertifikasi yang diases sebagai bagian dari pembelajaran formal. Jika anda memutuskan pada pendekatan ini, anda akan menggunakan dua jenis kegiatan asesmen :
26 26 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Asesmen dalam proses pembelajaran Asesmen Formatif Asesmen Sumatif Dilakukan dalam periode belajar Untuk tujuan keputusan formal: Pada dasarnya merupakan kesimpulan dari seluruh asesmen formatif 2. RPL adalah proses untuk mengases peserta sertifikasi pada jalur pembelajaran formal, non formal dan informal untuk menentukan pengembangan terhadap mereka yang telah mencapai persyaratan acuan pembanding asesmen (tanpa perlu untuk mengikuti program pembelajaran). Sejumlah istilah digunakan untuk menggambarkan RPL pada sektor pendidikan dan pelatihan kejuruan, termasuk : jalur asesmen; jalur pengakuan keterampilan; dan proses pengakuan kompetensi terkini Setelah mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen, anda perlu memutuskan yang mana asesmen akan dilakukan apakah melalui proses RPL, jalur pembelajaran dan asesmen atau kombinasi dari keduanya.
27 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 27 Adapun cara untuk membuat keputusan jalur asesmen adalah : 1. Mengakses dan mempelajari status peserta, apakah sebagai bagian dari pembelajaran atau bukan 2. Mengakses dan memverifikasi bukti-bukti yang diajukan peserta terhadap pencapaian aturan-aturan bukti Tujuan dan Jalur Asesmen Sementara anda perlu memastikan asesmen yang anda lakukan sesuai dengan strategi asesmen yang telah terdefinisi dengan jelas, anda tidak perlu untuk mengembangkan strategi asesmen. Pengembangan strategi asesmen terdapat pada unit kompetensi berikut ini : Bagaimanapun, anda perlu untuk mengakses strategi asesmen yang tersedia untuk memandu pengembangan rencana asesmen anda. Sebuah strategi asesmen biasanya mengidentifikasi : acuan pembanding (benchmark) asesmen; pengaturan RPL (termasuk panduan kepada peserta sertifikasi bagaimana mengumpulkan bukti); metoda dan perangkat asesmen; pengaturan organisasional untuk asesmen (termasuk sumber daya manusia dan fisik, peran dan tanggung jawab serta pengaturan kerjasama); aturan pemaketan kualifikasi (termasuk usulan pemaketan unit-unit kedalam bentuk kualifikasi); pengaturan spesifik dari panduan paket pelatihan asesmen; dan mekanisme jaminan mutu (termasuk validasi) dan strategi manajemen risiko Adapun cara untuk mengakses strategi asesmen yang tersedia adalah : 1. Mengakses dan mempelajari perencanaan asesmen yang sudah tersedia (bila ada) 2. Mengakses acuan pembanding yang ditetapkan 3. Mengakses skema sertifikasi 1.4. Mengkonfirmasikan acuan pembanding untuk asesmen Setelah memiliki akses terhadap strategi asesmen, anda dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasikan acuan pembanding yang akan anda gunakan untuk mengembangkan rencana asesmen. Acuan pembanding asesmen adalah kriteria terhadap peserta sertifikasi yang diases (atau pembelajaran sebelumnya yang direkognisi).
28 28 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Pada sektor pendidikan dan pelatihan vokasi, sebagian besar acuan pemanding adalah unit-unit kompetensi. Pada lingkungan yang lain, acuan pembanding untuk asesmen dapat mencakupi : kriteria asesmen dari kurikulum kursus; kode-kode pelaksanaan/praktis; pedoman dan parameter kursus; persyaratan lisensi; level dan indikator sistem pelaporan nasional; peraturan, persyaratan dan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja; persyaratan organisasional prosedur operasi standar; dan spesifikasi kinerja dan produk Setiap unit kompetensi menggambarkan aktifitas kerja yang spesifik, kondisi-kondisi yang dikerjakan dan bukti yang mungkin dikumpulkan untuk menetapkan apakah kegiatan dilaksanakan dengan cara yang kompeten. Gunakan tabel berikut ini untuk mengklarifikasi bagian-bagian yang berbeda dari sebuah unit kompetensi. Tabel klarifikasi komponen-komponen unit kompetensi Apa yang anda butuhkan untuk mengetahui Aktifitas kerja Apa Aktifitas kerjanya? Apa cakupan Aktifitas kerjanya? Bagaimana unit diterapkan di tempat kerja? Ketrampilan apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan Aktifitas pekerjaan? Level ketrampilan apa yang dibutuhkan? Pengetahuan dan ketrampilan apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan Aktifitas kerja Kondisi atau persyaratan apa yang dibutuhkan untuk menjalankan Aktifitasnya Bukti apa yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa seorang personil kompeten Dimana seharusnya bukti kompetensi di kumpulkan dan apakah sumberdaya yang dibutuhkan untuk mengumpulkan bukti-bukti Metode asesmen yang seharusnya digunakan? Apakah ada peluang untuk integrasi asesmen Dimana informasi didapatkan? Judul unit Deskripsi unit Aplikasi unit kompetensi Elemen KUK Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan Batasan variabel Aspek kritis Konteks dan sumberdaya spesifik dari asesmen Metode asesmen Informasi panduan penilaian
29 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 29 Asesmen terintegrasi Kompetensi individual jarang dilaksanakan di tempat kerja yang tertutup. Peran kerja yang khusus selalu melibatkan sejumlah tugas yang berhubungan, dan setiap pendekatan asesmen harus merefleksikan hal ini. Sering diistilahkan asesmen terintegrasi atau holistik, asesmen berkelanjutan dari beberapa unit terkait adalah aktifitas yang efektif, efisien dan otentik, karena : a) merefleksikan secara lebih dekat aktifitas pekerjaan sebenarnya; dan b) menghemat waktu, kertas kerja dan mengurangi biaya Asesmen terintegrasi mengkombinasikan pengetahuan, pengertian, pemecahan masalah, keterampilan teknik, sikap kerja dan etika kedalam satu aktifitas asesmen. Adalah penting untuk tidak membebani asesmen dengan terlalu banyak unit, sehingga Peserta sertifikasi memiliki kesulitan dalam melengkapi bukti dari setiap unitnya (dan anda akan mengalami kesulitan untuk memutuskan volume bukti). Tidak ada aturan yang tegas dan cepat terkait dengan asesmen terintegrasi, tapi direkomendasikan untuk tidak lebih dari empat atau lima unit yang diintegrasikan dalam satu aktifitas asesmen Asesmen terintegrasi harus direncanakan secara hati-hati, dan pada langkah awal adalah mengelompokkan unit-unit yang relevan. Informasi ini diidentifikasi dari setiap pedoman bukti, dimana unit-unit terkait sering direkomendasikan untuk asesmen terintegrasi. Bagaimanapun, anda tidak dibatasi oleh rekomendasi ini dan dapat mengelompokkan unitunit untuk asesmen terintegrasi (mempersiapkan relevansi dan keterkaitan mereka terhadap tempat kerja dan peran kerja dalampertanyaan). Adapun cara untuk mengkonfirmasi acuan pembanding asesmen adalah : 1. Mengakses dan mempelajari daftar unit kompetensi yang diajukan oleh peserta dalam form aplikasi 2. Mengakses skema sertifikasi dan mengidentifikasi daftar unit kompetensi yang dipersyaratkan 3. Mengidentifikasi acuan pembanding lain, dapat mencakup standar/spesifikasi produk, standar kinerja, standar kurikulum/silabus dan lain-lain 4. Mengkonfirmasikan acuan pembanding dengan pihak terkait yang dapat mencakup peserta, tim asesor, LSP, TUK, komite skema dan lain-lain
30 30 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Aktifitas Elemen 1 : Aktifitas 1 (Menjawab pertanyaan) 1.1. Jelaskan bagaimana cara mengidentifikasi asesi dan mengkonfirmasikan tujuan dan konteks asesmen! 1.2. Jelaskan bagaimana cara membuat keputusan jalur asesmen! 1.3. Jelaskan bagaimana cara mengakses strategi asesmen! 1.4. Jelaskan bagaimana cara mengkonfirmasikan acuan pembanding untuk asesmen! Aktifitas 2 (Penugasan/Praktek) 2.1. Lakukan identifikasi dan konfirmasi mengenai tujuan dan konteks asesmen 2.2. Tentukan keputusan jalur asesmen yang akan dipilih 2.3. Lakukan akses terhadap strategi asesmen yang ada 2.4. Konfirmasikan acuan pembanding asesmen Asesmen Elemen 1 : Lakukan latihan penugasan dengan mengisi form FR-MMA Bagian 1!
31 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 31 FR.MMA Judul Skema Sertifikasi : Tanggal : No. Skema Sertifikasi : TUK : Sewaktu/Tempat Kerja/Mandiri*) *) coret yang tidak sesuai LSP : Tim/Nama Asesor : 1. Menentukan pendekatan asesmen Nama Peserta sertifikasi (kelompok : ogen) 1.1. Tujuan asesmen : Sertifikasi RCC RPL Pencapaian Proses pembelajaran Lainnya: Konteks asesmen : TUK simulasi/tempat kerja* kerja* dengan karakteristik produk/sistem/tempat 1.2. Pendekatan/Jalur asesmen : Mengikuti proses kerja ditempat kerja Proses pembelajaran (Sumatif dan formatif) Hasil akhir proses pelatihan. Strategi asesmen : Mengikuti*: Benchmark asesmen (unit kompetensi) RPL arrangements 1.3 Metode dan alat asesmen, Pengorganisasian asesmen, Aturan paket kualifikasi, Persyaratan khusus, Mekanisme jaminan mutu 1.4 Acuan pembanding/ benchmark : Standar kompetensi/standar produk/standar sistem/regulasi teknis/sop: (tuliskan)
32 32 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 1. Menentukan pendekatanases men Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen ELEMEN 2 : Mempersiapkan rencana asesmen TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menetapkan pendekatan asesmen, sekarang anda perlu mempersiapkan sebuah rencana asesmen, dan hal ini akan mencakup: 2.1. Menginterpretasikan acuan pembanding (benchmark) asesmen; 2.2. Memaparkan semua komponen standar kompetensi; 2.3. Menginterpretasikan dokumen terkait; 2.4. Mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen; 2.5. Mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik; 2.6. Mendokumentasikan rencana asesmen 2.7. Mengkonfirmasikan rencana asemen; dan 2.8. Mengkonfirmasikan rencana asesmen 2.1. Menginterpretasikan acuan pembanding asesmen Ketika mempersiapkan rencana asesmen, anda akan memerlukan acuan pembanding asesmen didepan anda. Setelah membacanya secara keseluruhan, anda harus
33 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 33 memutuskan bukti yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi terhadap setiap pembanding. Dalam asesmen berbasis kompetensi, bukti adalah informasi, material dan produk yang mendukung klaim peserta sertifikasi untuk mendemonstrasikan kompetensi terhadap acuan pembanding asesmen. Sementara ada tiga jenis utama bukti, terdapat banyak metoda pengumpulan bukti (metoda asesmen), dan setiap kombinasinya dapat digunakan. Asesor dan Peserta sertifikasi akan mengumpulkan bukti dari rentang sumber daya, dan hal ini seharusnya selalu berkaitan dengan pekerjaan Peserta sertifikasi pada saat ini maupun pekerjaan mendatang. Gunakan tabel berikut ini untuk membedakan tiga jenis bukti utama dan metoda-metoda yang digunakan untuk mengumpulkan bukti. TABEL TIPE BUKTI DAN METODE PENGUMPULAN BUKTI Jenis Bukti Bukti Langsung Metoda Pengumpulan Bukti (Asesmen) observasi aktifitas kerja dalam kondisi sebenarnya/kondisi kerja yang disimulasikan mengkaji hasil produksi dan proyek-proyek di tempat kerja mengkaji laporan pihak ketiga dari sejumlah sumber, termasuk : - pencapaian otentik sebelumnya - buku catatan kompetensi - diskusi dengan pengusaha, supervisor dan teman sekerja Bukti Tidak Langsung - bukti pelatihan - asesmen kinerja - surat referensi - laporan dari pengusaha, dan/atau supervisor - testimoni-testimoni - laporan-laporan kerja mengkaji jawaban-jawaban pertanyaan lisan, tertulis pertanyaan yang diatur komputer, termasuk : - pertanyaan tertutup/terbuka Bukti Tambahan - respon pertanyaan-pertanyaan tepilih (ketika Asesi memilih jawaban) - respon pertanyaan-pertanyaan terstruktur (ketika Asesi melengkapi jawaban)
34 34 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N - pertanyaan-pertanyaan wawancara - presentasi lisan - asesmen mandiri - ujian-ujian tertulis mengkaji dokumentasi detail pencapaian saat ini dan sebelumnya, termasuk: - bukti portofolio - deskripsi kerja - jurnal/log book (buku catatan harian) - dokumentasi pengakuan kompetensi terkini - dokumentasi pembelajaran sebelumnya - catatan-catatan pelatihan - histori kerja (contoh : CV) - catatan-catatan pekerjaan (job sheets) mengkaji foto-foto, video, dan catatan audio visual mengkaji proyek, penugasan, presentasi dan lembar kerja mengkaji latihan-latihan simulasi, studi kasus dan permainan peran Bukti yang anda identifikasi tersebut harus memenuhi aturan-aturan bukti. Aturan-aturan bukti memberikan pedoman pada pengumpulan bukti untuk memastikan bahwa bukti-bukti adalah valid, asli, terkini dan memadai. Valid Semua bukti yang terkumpul memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark). Asli (Authentic) Bukti yang dikumpulkan adalah milik peserta sertifikasi. Terkini (Current) Bukti yang terkumpul terkini. Memadai (Sufficient) Semua bukti dinyatakan cukup memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark).
35 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 35 Adapun cara untuk menginterpretasikan acuan pembanding asesmen adalah : 1. Menyiapkan acuan pembanding yang sudah ditetapkan, mencakup : unit-unit kompetensi, SOP/prosedur kerja terkait, spesifikasi produk, standar kinerja dan lain-lain 2. Mendeskripsikan bukti-bukti yang dibutuhkan untuk setiap KUK 3. Mengkaitkan bukti-bukti yang sudah disiapkan peserta dengan setiap KUK/Elemen 2.2. Memaparkan semua komponen unit kompetensi Asesmen yang anda rencanakan dan organisasikan harus diarahkan kepada acuan pembanding asesmen. Jika anda mengidentifikasi unit-unit kompetensi sebagai acuan pembanding, pendekatan asesmen anda harus merefleksikan seluruh bagian dari unit, termasuk : Deskripsi unit Elemen-elemen Kriteria unjuk kerja Batasan variabel, mencakup : - Konteks variable - Peralatan dan perlengkapan - Peraturan yang diperlukan - Norma dan standar Panduan penilaian, mencakup : - Konteks penilaian - Persyaratan kompetensi - Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan - sikap kerja yang diperlukan - Aspek kritis Dimensi kompetensi Unit kompetensi tidak satu dimensi tapi ada empat dimensi. Mereka diarahkan lebih kepada tugas-tugas kerja individu, karena mereka menggambarkan aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk berpartisipasi secara efektif di tempat kerja, dan ini termasuk kemampuan untuk mentransfer dan mengaplikasikan kepada situasi yang baru. Untuk memastikan asesmen anda memenuhi dimensi kompetensi, anda perlu memastikan setiap Peserta sertifikasi dapat :
36 36 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N melaksanakan tugas-tugas individu (task skill) mengatur sejumlah tugas yang berbeda didalam satu pekerjaan (task management skill) merespon ketidakteraturan dan masalah-masalah dalam pekerjaan rutin (contingency management skill) memenuhi tanggungjawab dan harapan-harapan dari lingkungan kerja (job/role environment skill), termasuk bekerja dengan orang lain. Adapun cara untuk membaca suatu unit kompetensi adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :
37 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 37 Langkah yang terakhir sangat penting, karena keterkaitan didalam unit menentukan cara bagaimana seharusnya diases. Ketika membaca sebuah unit, pastikan anda mencari : bagaimana kriteria unjuk kerja dikembangkan didalam batasan variabel (melalui kata yang ditulis miring/italic) bagaimana aspek-aspek kritis untuk asesmen merangkum informasi yang dapat diases (dan membantu anda untuk memvisualisasikan unit secara keseluruhan) apakah pengetahuan yang disyaratkan dapat ditunjukkan melalui kriteria unjuk kerja bagaimana keterampilan yang dipersyaratkan merefleksikan dan sesuai dengan keterampilan employability bagaimana konteks asesmen, sumber daya spesifik dan metoda asesmen membantu cara anda merencanakan kegiatan pengumpulan bukti bagaimana petunjuk informasi asesmen mengidentifikasi unit relevan lainnya yang mungkin diases pada saat bersamaan 2.3. Menginterpretasi dokumen yang terkait rencana asesmen Kegiatan ini diawali dengan mengidentifikasi dan memperoleh dokumen-dokumen yang terkait dengan rencana asesmen untuk kemudian diinterpretasikan sesuai dengan dengan kebutuhan. Dokumen yang terkait dengan dapat meliputi : Informasi yang dikemukakan di dalam standar kompetensi tentang sumber daya yang dibutuhkan untuk asesmen, konteks asesmen, dan metode asesmen yang tepat kegiatan asesmen sebagaimana diidentifikasi oleh modul terakreditasi/diturunkan dari standar kompetensi yang relevan persyaratan yang dijabarkan dalam Panduan Asesmen pada Paket Pelatihan yang relevan kegiatan asesmen sebagaimana dikemukakan pada bahan pendukung yang berkaitan dengan standar kompetensi yang relevan berbagai persyaratan K3, perundangan, kode etik, standar dan panduan indikator dan level kompetensi pada SKKNI persyaratan kinerja untuk praktek demonstrasi kerja spesifikasi produk Adapun cara menginterpretasi dokumen tekait adalah : 1. Mengidentifikasi dan memperoleh dokumen-dokumen terkait yang dibutuhkan. 2. Menginterpretasikan dokumen-dokumen tersebut sesuai dengan kebutuhan
38 38 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 2.4. Mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen Setelah menetapkan bukti dan jenis-jenis bukti yang dipersyaratkan untuk mendemonstrasikan kompetensi terhadap acuan pembanding, anda perlu memilih metoda dan perangkat yang sesuai.. Anda juga perlu untuk mengkonfirmasikan bahwa perangkat dan metode asesmen memenuhi strategi asesmen. Metode-metode merupakan teknik-teknik khusus yang digunakan untuk mengumpulkan bukti, sedangkan perangkat asesmen adalah instrumen dan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan bukti. Metode-metode asesmen mencakup : melaksanakan aktifitas kerja sebenarnya (mengobservasi Peserta sertifikasi di tempat kerja mereka); melaksanakan aktifitas terstruktur (memfasilitasi simulasi atau bermain peran); mendengarkan/membaca apa pendapat orang lain tentang Peserta sertifikasi (laporan pihak ketiga); bertanya kepada Peserta sertifikasi (memfasilitasi pertanyaan lisan dan tertulis) mengkaji bukti-bukti historis sehubungan pembelajaran Peserta sertifikasi sebelumnya; dan mengkaji item-item yang diproduksi Peserta sertifikasi (produk, proyek, portofolio) Perangkat asesmen mencakup : profil-profil ukuran kinerja yang dapat diterima; template dan proformas pertanyaan dan aktifitas yang spesifik daftar cek bukti dan observasi daftar cek evaluasi dan contoh pekerjaan; materi asesmen mandiri Terdapat beberapa cara untuk mengases kompetensi Peserta sertifikasi terhadap acuan pembanding, dan metoda asesmen yang anda pilih terganung beberapa faktor, termasuk: jumlah waktu dan sumber yang tersedia; karakter dan kebutuhan Peserta sertifikasi; persyaratan bukti dari acuan pembanding; peluang untuk mengintegrasikan asesmen; dan resiko-resiko dan persyaratan yang berhubungan dengan konteks asesmen yang berbeda (termasuk persyaratan lisensi dan implikasi legal mengases kompetensi).
39 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 39 Dengan memilih perangkat dan metoda-metoda yang efektif, asesmen yang akananda lakukan akan memenuhi prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti. Prinsip-prinsip asesmen yang mencakup valid, reliabel, fleksibel, dan adil harus diterapkan dalam usaha menjamin mutu dari hasil asesmen. Empat prinsip asesmen tersebut sangat penting untuk mencapai asesmen yang efektif dalam sistem sertifikasi kompetensi serta pelatihan berbasis kompetensi. Suatu asesmen dianggap adil bila tidak merugikan peserta tertentu, terbuka, bebas dari penyimpangan, mendukung peserta. Valid Seluruh aktifitas asesmen mengacu kepada acuan pembanding (benchmark) yang digunakan. Asesmen dianggap valid bila asesmen tersebut menilai apa yang diperlukan untuk dinilai Reliabel Instruksi yang diberikan kepada peserta sertifikasi memastikan penerapan yang konsisten pada aktifitas asesmen dan jika digunakan oleh asesor yang berbeda, dalam situasi yang berbeda dan peserta sertifikasi yang berbeda, hasilnya tetap konsisten. Asesmen dianggap dapat dipercaya bila hasil-hasilnya dinterpretasikan secara konsisten dari konteks ke konteks dan dari orang ke orang Fleksibel Seluruh Aktifitas asesmen memenuhi kebutuhan peserta sertifikasi dan organisasi. Asesmen dianggap fleksibel bila dapat memenuhi kebutuhan serangkaian konteks. Suatu asesmen dianggap tidak fleksibel jika hal itu menolak hasil belajar sebelumnya atau gagal memberi kesempatan seorang peserta kesempatan kedua atau ketiga untuk diases. Adil Aktifitas-aktifitas asesmen memenuhi kebutuhan dan karakteristik peserta sertifikasi serta bebas dari bias dan memberikan kesempatan bagi peserta sertifikasi yang memiliki kebutuhan khusus. Suatu asesmen dianggap adil bila tidak merugikan peserta tertentu, terbuka, bebas dari penyimpangan, mendukung peserta. Adapun cara untuk mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen adalah :
40 40 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 1. Memilih dan menetapkan metode asesmen sesuai dengan bukti dan jenis bukti yang telah ditetapkan 2. Menetapkan perangkat asesmen bedasarkan pilihan metode asesmen 3. Mengkonfirmasikan metode dan perangkat asesmen dengan pihak terkait 2.5. Mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik Bahan dan sumber daya fisik pada proses asesmen dibutuhkan untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan asesor dalam melaksanakan asesmen. Oleh karena itu penting untuk mencantumkan bahan dan sumber daya tersebut pada rencana asesmen untuk menjadi acuan bagi asesor, TUK dan pihak terkait lainnya. Setiap batasan variabel pada unit kompetensi berisi peralatan dan perlengkapan yang mengidentifikasi sumber spesifik yang dipersyaratkan untuk asesmen. Tetapkan sebuah unit yang anda gunakan sebagai acuan pembanding dalam proses asesmen dan anda bisa mengakses sumber-sumber yang dipersyaratkan yang terdapat pada Pedoman Bukti. Bahan dan sumber daya asesmen, dapat meliputi : persyaratan dokumen asesor dan peserta sertifikasi, termasuk standar kompetensi dan perangkat asesmen mesin dan peralatan teknologi alat pelindung diri (APD) tempat asesmen teknologi yang adaptif penyesuaian fisik lingkungan asesmen Adapun cara mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik asesmen adalah : 1. Mengakses dan mempelajari unit kompetensi pada bagian batasan variabel mengenai peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan 2. Mengkonfirmasikan bahan dan sumber daya fisik dengan pihak TUK untuk kebutuhan kontekstualisasi 2.6. Mengklarifikasi peran dan tanggung jawab orang yang terlibat Dalam pelaksanaannya proses asesmen melibatkan beberapa pihak, dan yang harus tercakup didalamnya adalah asesor dan peserta/peserta sertifikasi. Sedangkan pihak lainnya yang terlibat dapat mencakup :
41 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 41 bagian sertifikasi LSP personil TUK lead asesor kompetensi manager/supervisor teknisi/tenaga ahli koordinator pelatihan Klarifikasi dengan pihak-pihak yang terlibat mengenai peran dan tanggung jawabnya masing-masing harus dilakukan untuk memastikan bahwa mereka memahami, mendukung serta memberikan persetujuan terhadap perencanaan yang sudah disiapkan. Adapun cara untuk mengklarifikasi pihak-pihak yang terlibat adalah : 1. Mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam asesmen 2. Menjelaskan dan mendiskusikan peran dan tanggungjawab masing-masing pihak dalam proses asesmen 2.7. Menentukan waktu asesmen dan mendokumentasikan rencana asesmen Langkah berikutnya adalah menentukan waktu pelaksanaan asesmen. Ada dua hal yang perlu ditentukan mengenai waktu pelaksanaan ini, yaitu kapan akan dilaksanakan (periode waktu/hari dan tanggal) serta berapa lama pelaksanaannya (jangka waktu). Hal ini penting untuk ditetapkan dan diinformasikan kepada pihak-pihak yang terlibat langsung seperti asesor dan peserta sertifikasi maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk bisa menjadwalkan kegiatan asesmen ini pada agenda masing-masing sesuai dengan peluangt waktu yang dimiliki. Setelah mengkonfirmasikan perangkat dan metoda asesmen yang sesuai dan efektif, sekarang anda siap untuk mendokumentasikan rencana asesmen. Rencana asesmen biasanya dikembangkan sehubungan dengan setiap orang yang terlibat dalam proses asesmen, seperti mereka mengidentifikasi langkah-langkah kunci dan tindakan-tindakan yang perlu diambil. Rencana asesmen anda akan memastikan setiap orang mengetahui apa yang akan terjadi selama asesmen. Sebagai dokumen perencanaan yang lengkap, rencana asesmen seharusnya mencakup : tujuan asesmen; konteks asesmen;
42 42 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N acuan pembanding asesmen; seluruh informasi dan dokumentasi asesmen yang relevan; daftar personal yang terlibat dalam proses asesmen; perangkat dan metoda asesmen yang dinominasikan; setiap kemungkinan untuk mengintegrasikan unit-unit kompetensi yang terkait dalam proses asesmen; persyaratan-persyaratan laporan K3; setiap bahaya-bahaya K3 yang teridentifikasi; setiap sumber-sumber fisik dan materi yang dipersyaratkan; setiap kebutuhan khusus asesmen; pengaturan organisasi untuk asesmen sebuah outline tahapan asesmen, jangka waktu dan target tanggal; dan prosedur asesmen mandiri Peserta sertifikasi. Adapun cara untuk menentukan waktu asesmen dan mendokumentasikan rencana asesmen adalah : 1. Merencanakan jadwal asesmen yang mencakup hari, tanggal, waktu dan durasi asesmen 2. Mengkonfirmasikan jadwal asesmen dengan pihak-pihak yang terlibat 3. Mendokumentasikan rencana asesmen dengan pengisian bagian 2 pada form perencanaan dan pengorganisasian asesmen 2.8. Mengkonfirmasikan rencana asesmen Setelah semua informasi dalam rencana asesmen didokumentasikan maka langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasikan rencana asesmen tersebut dengan personil yang relevan. Personil yang harus dikonfirmasikan terkait dengan rencana asesmen adalah : manager/kepala bagian sertifikasi LSP lead asesor kompetensi tim asesor kepala/koordinator TUK manager/supervisor perusahaan (TUK Mandiri) Adapun cara mengkonfirmasikan rencana asesmen adalah : 1. Mengidentifikasi personil relevan yang akan dimintakan konfirmasinya 2. Menjelaskan dan mendiskusikan rencana asesmen dengan personil relevan yang sudah ditentukan
43 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 43 Aktifitas Elemen 2 : Aktifitas 1 (Menjawab pertanyaan) 1.1 Jelaskan bagaimana cara menginterpretasikan acuan pembanding (benchmark) asesmen; 1.2 Jelaskan bagaimana cara memaparkan semua komponen standar kompetensi; 1.3 Jelaskan bagaimana cara menginterpretasikan dokumen terkait; 1.4 Jelaskan bagaimana cara mengkonfirmasikan metoda dan perangkat asesmen; 1.5 Jelaskan bagaimana cara mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik; 1.6 Jelaskan bagaimana cara mengklarifikasi peran dan tanggungjawab orang yang terlibat 1.7 Jelaskan bagaimana cara menentukan waktu dan mendokumentasikan rencana asesmen; 1.8 Jelaskan bagaimana cara mengkonfirmasikan rencana asemen. Aktifitas 2 (Penugasan/Praktek) 1.1 Lakukan interpretasi acuan pembanding (benchmark) asesmen; 1.2 lakukan pemaparan semua komponen standar kompetensi; 1.3 lakukan interpretasi dokumen terkait; 1.4 Lakukan konfirmasi metoda dan perangkat asesmen; terkait?
44 Observasi Demonstrasi Verifikasi PortoFolio Verifikasi Pihak Ketiga Tes Lisan Tes Tertulis Wawancara Studi Kasus Lainnya.. 44 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 1.5 Lakukan identifikasi bahan dan sumber daya fisik; 1.6 Lakukan klarifikasi peran dan tanggungjawab terhadap orang yang terlibat 1.7 Lakukan penentuan waktu dan pendokumentasian rencana asesmen; 1.8 Konfirmasikan rencana asemen. Aktifitas 5 Lakukan latihan penugasan dengan mengisi formulir FR-MMA Bagian 2 2. Mempersiapkan Rencana Asesmen(pada bagian ini kalau lebih dari 2 unit sisipkan sesuai dengan jumlah unit kompetensi) Kode Unit : Judul Unit : ELEMEN : Kriteria Unjuk Kerja Bukti-bukti Jenis Bukti Metode dan Perangkat Asesmen Ceklis (CL), CLP : Verifikasi Portofolio, VPK: Verifikasi Pihak Ketiga, DPL: Daftar Pertanyaan Lisan, DPT: Daftar Pertanyaan Tertulis, SK : Studi Kasus, PW: Pertanyaan Wawancara) (L,TL,T) CL CL PL PT Catatan : *) L = Buklti langsung, TL = Bukti tidak langsung, T = Bukti tambahan
45 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 45 Pemenuhan terhadap seluruh bagian unit standar kompetensi : (bila tersedia) Batasan Variabel Ya Panduan Asesmen Ya Peran dan tanggung jawab Tim/Personil terkait: *) Khusus persetujuan Peserta sertifikasi dapat dilakukan pada saat Konsultasi Pra Uji dan ditanda tangani pada formulir khusus persetujuan rencana asesmen. Nama Jabatan/pekerjaan Peran dan tanggung jawab dalam asesmen Paraf/tanggal Sumber Daya Fisik/ Material Jangka dan periode waktu asesmen Demonstrasi : Tes Lisan : Metode lain yang dipilih : Tanggal Asesmen : Durasi per metode : 1. Observasi Demonstrasi :... menit (Pk... s/d Pk...) 2. Tes Lisan :... menit (Pk... s/d Pk... ) 3. Metode lain yang dipilih Lokasi asesmen Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen 1. Menentukan pendekatanases men 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen
46 46 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N ELEMEN3 : Kontekstualisasi dan pengkajian rencana asesmen Kewajiban asesor dalam hal contextualise ini dikemukan dalam KUK 3.2 untuk kemudian hasilnya diaplikasikan sebagaimana dikemukakan KUK 3.3 dan KUK 3.5. Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana sesorang asesor melakukan kontekstualisasi pada perencanaan asesmen. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempersiapkan rencana asesmen, sekarang anda perlu mengkontekstualisasi dan mengkajinya, hal ini mencakup : 3.1. Mengidentifikasi/mengklarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik Peserta sertifikasi; 3.2. Mengkontekstualkan acuan pembanding asesmen; 3.3. Mengkaji metode dan perangkat asesmen; 3.4. Mengkaji perangkat asesmen yang disesuaikan; 3.5. Meng-update/memperbaharui rencana asesmen; dan 3.6. Menyimpan dan menelusuri rencana asesmen Mengidentifikasi/mengklarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik Peserta sertifikasi Setelah mempersiapkan rencana asesmen, anda perlu untuk mempertimbangkan karakteristik peserta sertifikasi. Jika anda bekerja pada organisasi yang besar, anda seharusnya mendiskusikan kebutuhan peserta sertifikasi dengan lead assessor atau ketua bidang/manager sertifikasi anda. Jika anda bekerja pada organisasi yang lebih kecil, anda dapat melaksanakannya sendirian. Setelah mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap peserta sertifikasi, anda boleh melakukan penyesuaian yang beralasan terhadap perangkat dan metoda asesmen. Pada topik pembelajaran sebelumnya, disampaikan bahwa asesmen harus fleksibel dan adil. Salah satu cara terbaik untuk memenuhi prinsip-prinsip asesmen adalah menggunakan metoda dan perangkat yang sesuai dengan karakteristik peserta sertifikasi anda, termasuk:
47 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 47 tingkat pengalaman kerja mereka; tingkat dan pengalaman asesmen sebelumnya; tingkat kemampuan berbahasa, baca tulis dan hitung mereka; setiap ketidakmampuan fisik yang berdampak terhadap asesmen mereka; setiap ketidakmampuan intelektual yang berdampak terhadap asesmen mereka; setiap kondisi medis yang berdampak terhadap asesmen mereka; setiap perbedaan pada kemajuan belajar mereka; kepercayaan dan spiritual mereka; latarbelakang budaya, imej dan persepsi mereka; dan usia dan jenis kelamin mereka. Anda dapat secara beralasan menyesuaikan metoda dan perangkat asesmen dalam merespon karakteristik Peserta sertifikasi anda, dan penyesuaian meliputi: melakukan perhitungan terhadap persyaratan bahasa, baca tulis dan berhitung mereka; menyediakan dukungan pelayanan pribadi (pembaca, penterjemah); menggunakan teknologi adaptif atau peralatan khusus; menjadwalkan sesi asesmen yang fleksibel untuk kelonggaran karena kelelahan atau kesehatan; menyediakan material asesmen dalam berbagai format; membuat penyesuaian terhadap lingkungan fisik atau tempat; mempertimbangkan usia, jenis kelamin, budaya, tradisi dan kepercayaan; mengatur anggota dari komunitas mereka untuk hadir dalam asesmen; dan memperbaiki metoda dan perangkat asesmen yang diusulkan. Gunakan template berikut ini untuk mengidentifikasi karakteristik peserta sertifikasi anda dan menentukan penyesuaianyang beralasan yang boleh dibuat untuk memenuhi kebutuhan mereka.sementara metoda dan perangkat asesmen mungkin secara beralasan disesuaikan, mereka harus terus memelihara integritas acuan pembanding asesmen dan memenuhi penerapan yang seimbang dari prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti.
48 48 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Tabel karakteristik dan penyesuaian yang beralasan. Karakteristik Peserta sertifikasi dan Penyesuaian yang Beralasan karakteristik Isu Potensial Rentang kemungkinan metoda dan perangkat Rendahnya kemampuan baca tulis atau berhitung Orang-orang yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris Peserta sertifikasi dengan kecacatan Peserta sertifikasi dengan usia lanjut Menulis, Membaca, Perhitungan Keyakinan Menulis, Membaca, Berbicara Keyakinan Budaya dan perbedaan agama Berbicara Membaca Menulis Pergerakan Pendengaran Perbedaan usia dengan asesor Keyakinan Keterbatasan teknologi Asesmen verbal menggunakan pertanyaanpertanyaan pra penetapan (hal ini dapat dicatat atau seseorang yang lain dapat menjadi juru tulis) Presentasi dan demonstrasi dapat digunakan daripada tulisan Gunakan diagram-diagram dan bentuk-bentuk visual ketika melakukan pertanyaan, atau bagi Peserta sertifikasi untuk menjelaskan jawaban-jawaban Demonstrasi Penggunaan diagram Hasil produksi Mengorganisasikan waktu asesmen yang sesuai dengan Peserta sertifikasi untuk beribadah atau jadwal ulang terhadap kegiatan-kegiatan khusus keagamaan Daftar cek observasi menggunakan teknologi adaptif seperti halnya Braile untuk orang yang tidak dapat melihat. Memberikan pertanyaan dan mendapatkan bantuan dari penterjemah untuk orang yang mengalami gangguan pendengaran Menggunakan penterjemah, pembaca, attendant career atau scribe untuk menuliskan jawabanjawaban Observasi terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan pada peralatan atau lingkungan yang telah disesuaikan Gunakan studi kasus daripada permainan peran dimana beberapa Peserta sertifikasi merasa tidak nyaman Memastikan ukuran huruf tidak terlalu kecil pada petunjuk-petunjuk untuk Peserta sertifikasi
49 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 49 kesehatan Jenis kelamin Peserta sertifikasi dengan tingkat pendidikan rendah Peserta sertifikasi yang saat ini dikembalikan menjadi tenaga kerja Tanggungjawab keluarga Kelelahan Lemahnya konsentrasi Efek-efek medis Budaya kerja untuk wanita yang bekerja pada perdagangan non tradisional Perbedaan jenis kelamin asesor Membaca Menulis Berhitung Keterbatasan keterampilan belajar keyakinan keyakinan Persyaratan menjaga untuk anggota keluarga Tugas-tugas asesmen yang lebih pendek diperbolehkan Instruksi-instruksi spesifik pada proyek yang dapat dilakukan pada berbagai tingkatan Memperbolehkan periode waktu yang lebih panjang untuk menyelesaikan tugas Menggunakan juru tulis atau perekam audio Menggunakan asesor yang berjenis kelamin sama (jika sesuai) Memastikan perangkat asesmen agar tidak spesifik pada jenis kelamin tertentu pada isinya Periksa jika bahasa, membaca atau berhitung mungkin berdampak kepada asesmen Demonstrasi dan pertanyaan lisan, mungkin merekam jawaban-jawaban atau menggunakan juru tulis Membacakan setiap informasi tertulis kepada Peserta sertifikasi atau menggunakan gambargambar untuk instruksi Gunakan tugas-tugas asesmen singkat Memastikan Peserta sertifikasi memahami prosedur di tempat kerja, termasuk K3 Jika mendemonstrasikan ditempat kerja, tentukan waktu ketika tidak terlalu banyak orang disekitarnya Memastikan waktu dan tempat asesmen tidak bentrok dengan tanggungjawab menjaga Adapun cara untuk mengidentifikasi/mengklarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik peserta adalah : 1. Mengidentifikasi kebutuhan khusus peserta pada saat pendaftaran atau pada aktifitas konsultasi pra asesmen. 2. Melakukan penyesuaian yang beralasan terhadap metode dan perangkat asesmen sesuai dengan kebutuhan peserta (bisa mengacu ke tabel karakteristik).
50 50 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 3. Memastikan penyesuaian yang dilakukan tetap memelihara integritas acuan pembanding dan memenuhi prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti Kontekstualisasi acuan pembanding asesmen Anda mungkin menemukan situasi dimana unit-unit kompetensi yang anda identifikasi sebagai acuan pembanding tidak secara penuh mencerminkan lingkungan kerja asesmen yang sudah anda rencanakan. Dengan merubah kalimat pada beberapa bagian unit, anda dapat secara lebih baik merefleksikan lingkungan kerja untuk asesmen. Hal ini dikenal sebagai kontekstualisasi suatu unit kompetensi, dan hal ini harus dikerjakan sejalan pedoman kontekstualisasi yang diatur oleh departemen terkait. Pedoman kontekstualisasi dapat anda temukan pada training paket yang anda gunakan. Kontekstualisasi dapat hanya melibatkan penyediaan Informasi tambahan pada batasan variabel dan panduan penilaian, dan perubahan ini harus tidak mengurangi keluasan unit, mengurangi portabilitas atau membatasi penggunaannya. Pedoman kontekstualisasi Unit-unit dapat dikontekstualisasi untuk mengakomodasi persyaratan spesifik industri. Sementara hasil-hasil yang dimaksudkan dari unit dipelihara, penyesuaian dan modifikasi dapat dibuat dengan menambahkan detail pada unit untuk memenuhi konteks spesifik pekerjaan pada industri. Kontekstualisasi harus dibuat hanya ketika dibutuhkan, dan seharusnya menyediakan informasi tambahan yang relevan untuk : batasan variabel (sepanjang perubahan tidak mengurangi keluasan aplikasi kompetensi atau mengurangi portabilitasnya), yang mencakup konteks variabel, peralatan dan perlengkapan, peraturan serta norma dan standar dan/atau panduan penilaian, terdiri dari aspek-aspek kritis asesmen atau sumber-sumber spesifik asesmen. Batasan variabel pada standar ini mengemukakan bahwa kontekstualisasi berarti: Mengubah susunan kata beberapa bagian komponen suatu standar kompetensi untuk merefleksikan lingkungan operasional asesmen yang ada. Untuk memahami maksud kata-kata di atas, kita perlu memahami bahwa konteks asesmen/ RPL diantaranya: Bagian dari proses pendaftaran Lingkungan dimana proses asesmen/rpl dilakukan, termasuk bekerja secara langsung/ simulasi.
51 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 51 Kesempatan unutk mengumpulkan bukti pada sejumlah situasi Hubungan antara standar komptensi dan bukti untuk mendukung rekognisi pembelajaran lampau. Seseorang yang melaksanakan asesmen/rpl Hubungan antara standar kompetensi dan kegiatan belajar Pengaturan hubungan kerjasama Periode waktu selama pelaksanaan asesmen Pembagian pembiyaan, bila ada Mekanisme penjaminan mutu Gambaran konteks di atas memberikan kesempatan bagi para asesor untuk mengembangkan perencanaan asesmen yang lebih relevan kepada peserta sertifikasi. Yang perlu di ingat adalah selalu mengikuti skema sertifikasi. Adapun cara untuk mengkontekstualisasikan acuan pembanding adalah : 1. Mengidentifikasi kondisi tempat kerja terkini yang mencakup regulasi, perkembangan sistem dan teknologi (termasuk peralatan dan perlengkapan) serta standar yang belum tercakup pada unit kompetensi. 2. Menetapkan penyesuaian yang diperlukan pada unit, khususnya pada bagian batasan variabel dan panduan penilaian. Contoh aplikasi: KODE UNIT : IMG.PA JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : : Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s/d 25 Ton Unit ini kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan rutin dan mengidentifikasi hasil pemeriksaan rutin yang digunakan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton. 2. Perlengkapan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton, mencakup :
52 52 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 2.1 Tool set, Alat pelindung diri (sarung tangan, sepatu safety, kacamata, pakaian kerja) 2.2 SOP dan manual operasi. 3. Tugas untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton, meliputi : 3.1. Melakukan pemeriksaan rutin sebelum mengoperasi Kran Mobil Mengidentifikasi hasil pemeriksaan rutin Kran Mobil. 4. Peraturan untuk melaksanakan unit ini meliputi : 4.1. Undang-Undang tentang K Kebijakan dan tata tertib perusahaan tentang K3. Langkah-langkah Kontekstualisasi Batasan Variabel : Kontekstualisasi untuk : 4. Peraturan untuk melaksanakan unit ini meliputi : 4.1. Undang-Undang tentang K3. bukanlah mengcopy paste tetapi dengan menuliskan (sebagai contoh, khusus untuk point 4.1 saja): Dalam rangka pelakasanaan asesmen digunakan Undang-undang tentang K3: Daftar Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Undang-undang Uap tahun 1930 (Stoom Ordonnantie) Undang Undang No 23 Tahun 1948 tentang Pengawasan Perburuhan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Undang-Undang No. 03 Tahun 1992 : Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja Undang-undang Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Apa yang kita lakukan di atas termasuk dalam kegiatan : menyesuaikan perencanaan asesmen dengan mempertimbangkan batasan variabel yang merefleksikan lingkungan operasional dimana asesmen tersebut akan dilaksanakan. Pastikan kepada peserta sertifikasi dan pihak-pihak yang terlibat bahwa kontekstualisasi yang asesor lakukan sudah sesuai dengan pekerjaan peserta sertifikasi.
53 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 53 Asesmen/ Rekognisi Pembelajaran lampau Lingkungan Kerja Batasan Variabel Skema Sertifikasi KONTEKSTUALISASI 3.3. Pengkajian perangkat dan metode asesmen Setelah membuat kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik peserta sertifikasi dan menyeseuaikan acuan pembanding asesmen untuk merefleksikan lingkungan kerja dimana asesmen akan dilakukan, sekarang anda perlu untuk menyesuaikan metoda dan perangkat asesmen untuk memastikan bahwa perangkat dan metode: mencakup unit-unit yang dikontekstualisasi membolehkan penyesuaian beralasan yang diidentifikasi untuk Peserta sertifikasi menggabungkan aktifitas asesmen terintegrasi; dan memiliki kapasitas untuk mendukung proses RCC. Daftar cek berikut ini menyediakan beberapa pertanyaan yang dapat anda gunakan untuk melihat apakah metoda dan perangkat asesmen yang anda sesuaikan memenuhi prinsipprinsip asesmen dan aturan-aturan bukti.
54 54 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 3.3. Memeriksa metoda dan perangkat asesmen yang dipilih (sesuai/tidak sesuai) dengan skema sertifikasi Bila diperlukan penyesuaian Metode dan perangkat asesmen dipertimbangkan terhadap : Catatan (Tuliskan bila ada penyesuaian) Berbagai kontekstualisasi Standar Kompetensi Penyesuaian yang beralasan Kegiatan asesmen terintegrasi Kapasitas untuk mendukung RPL Adapun cara untuk mengkaji metode dan perangkat asesmen adalah : 1. Mengidentifikasi penyesuaian/kelonggaran yang dilakukan terhadap peserta yang memiliki kebutuhan spesifik 2. Mengidentifikasi penyesuaian unit-unit kompetensi khususnya pada batasan variabel dan panduan penilaian terhadap lingkungan kerja asesmen 3. Melakukan penyesuaian terhadap metode dan perangkat asesmen berdasarkan hasil kontekstualisasi peserta dan unit kompetensi 3.4. Mengkaji perangkat asesmen yang disesuaikan Penyesuaian yang dilakukan terhadap perangkat asesmen harus tetap mengacu dan memenuhi spesifikasi standar kompetensi yang menjadi acuan pembanding asesmen. Hal ini sesuai dengan penerapan aturan bukti dan prinsip asesmen yang terkait dengan validitas, dimana keutuhan dari unit kompetensi tetap harus dipertahankan dan dipastikan untuk mendapatkan hasil pengumpulan bukti yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Spesifikasi standar kompetensi mencakup semua bagian dari format standard kompetensi yang berlaku, baik itu SKKNI, Standar Internasional maupun Standar Khusus Meninjau Perangkat asesmen yang disesuaikan terhadap spesifikasi standar kompetensi (Ya/Tidak) Catatan (Tuliskan bila ada)
55 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 55 Adapun cara untuk mengkaji perangkat asesmen yang disesuaikan adalah sebagai berikut : 1. Mengkaji perangkat asesmen yang telah dilakukan penyesuaian 2. Memastikan bahwa spesifikasi standar kompetensi masih terpenuhi sesuai dengan penerapan validitas pada prinsip asesmen dan aturan bukti 3.5. Memperbaharui rencana asesmen Setelah mengkaji rencana asesmen anda, sekarang anda perlu untuk meng-update-nya untuk memastikan hal itu merefleksikan setiap kebutuhan kontekstualisasi yang ada, setiap perubahan persyaratan organisasi dan setiap perubahan dalam merespon pelaksanaan asesmen. Anda juga perlu untuk menyimpan rencana asesmen anda sesuai dengan kebijakan dan prosedur LSP anda, yang meliputi : akses dan proses penyesuaian beralasan; pengaturan kerjasama; persyaratan kerahasiaan dan pribadi; persyaratan legal (termasuk anti diskriminasi); keterkaitan dengan sistem dan proses sumber daya manusia/hubungan industri; keterkaitan dengan keseluruhan sistem manajemen mutu; pengaturan saling pengakuan; kode-kode praktek industri yang relevan; laporan, rekaman dan sistem pembukaan kembali untuk asesmen (RCC); dan proses validasi, evaluasi dan audit internal. Adapun cara untuk memperbaharui perencanaan asesmen adalah : 1. Mengidentifikasi metode dan perangkat asesmen yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik peserta dan kontekstualisasi unit standar kompetensi. 2. Memasukkan hasil penyesuaian metode dan perangkat asesmen kedalam perencanaan asesmen. Gunakan tabel berikut ini untuk mendokumentasikan bidang-bidang dimana anda dapat meningkatkan proses perencanaan asesmen. Hal ini akan memastikan anda mengadopsi pendekatan peningkatan berkelanjutan untuk aktifitas asesmen dimasa mendatang.
56 56 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N REKAMAN UPDATE RENCANA ASESMEN 3.6. Menyimpan dan menelusuri rencana asesmen Rencana asesmen yang sudah didokumentasikan haruslah disimpan sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang berlaku di LSP, TUK maupun tempat relevan lainnya serta dapat ditelusuri dan diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka penggunaan maupun kaji ulang rencana asesmen dalam rangka perbaikan atau penyesuaian. Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang dimaksud dapat meliputi : seleksi peserta sertifikasi alasan dan tujuan asesmen berbasis kompetensi rekaman asesmen/manajemen data/manajemen informasi pengakuan kompetensi terkini/pengakuan terhadap pembelajaran sebelumnya kebutuhan asesor, kualifikasi, pemeliharaan keterkinian kompetensi prosedur pelaporan asesmen banding asesmen keluhan / pengaduan-pengaduan peserta sertifikasi validasi evaluasi / internal audit biaya-biaya / penggunaan jasa pihak ketiga akses dan kesetaraan/penyesuaian yang beralasan pengaturan kemitraan kaitan dengan sumber daya manusia atau sistem hubungan industrial kaitan dengan sistim manajemen mutu secara keseluruhan
57 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 57 Adapun cara untuk menyimpan dan menelusuri rencana asesmen adalah : 1. Mengidentifikasi rencana asesmen yang telah diperbaharui/di-update 2. Mendokumentasikan hasil pembaharuan rencana asesmen sesuai dengan prosedur yang berlaku di LSP. Aktifitas Elemen 3 : Aktifitas 1 (Menjawab Pertanyaan) 1.1 Jelaskan bagaimana cara mengidentifikasi/ 1.2 mengklarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik Asesi! 1.3 Jelaskan bagaimana cara mengkontekstualisasi acuan pembanding asesmen! 1.4 Jelaskan bagaimana cara meninjau perangkat asesmen yang disesuaikan! 1.5 Jelaskan bagaimana cara meng-update/memperbaharui rencana asesmen! 1.6 Jelaskan bagaimana cara menyimpan dan menelusuri rencana asesmen! Aktifitas 2 (Penugasan/Praktek) 2.1. Lakukan identifikasi/klarifikasi kelonggaran terhadap kebutuhan spesifik Asesi! 2.2. Lakukan kontekstualisasi acuan pembanding asesmen! 2.3. Lakukan pemeriksaan metoda dan perangkat asesmen!
58 58 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Aktifitas Lakukan peninjauan perangkat asesmen yang disesuaikan! 2.4. Lakukan update/perbaharui rencana asesmen! 2.5. Lakukan penyimpanan dan penelusuran rencana asesmen! Aktifitas 3 Lakukan penugasan/praktek dengan mengisi formulir FR- MMA bagian 3 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen : 3.1. Karakteristik peserta sertifikasi: Penyesuaian kebutuhan spesifik peserta sertifikasi: 3.2. Kontekstualisasi standar kompetensi terhadap tempat kerja : (untuk mengakomodasi persyaratan spesifik tempat kerja, pada batasan variabel dan pedoman bukti) Pada batasan variabel : Diisi dengan penyesuaian yang diperlukan terhadap isi batasan variabel, diantaranya: 1. Kontek variabel 2. Peralatan dan Perlengkapan 3. Peraturan yang diperlukan 4. Norma dan Standar Apabila tidak ada kontekstualisasi maka diisi "sesuai dengan standar kompetensi" Pada panduan penilaian : Diisi dengan penyesuaian yang diperlukan terhadap isi batasan variabel, diantaranya: 1. Konteks Penilaian 2. Persyaratan kompetensi 3. Pengetahuan dan Ketrampilan 4. Sikap Kerja 5. Aspek Kritis Apabila tidak ada kontekstualisasi maka diisi "sesuai dengan standar kompetensi" 3.3. Memeriksa metoda dan perangkat asesmen yang dipilih (sesuai/tidak sesuai) dengan skema sertifikasi
59 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 59 Bila diperlukan penyesuaian Metode dan perangkat asesmen dipertimbangkan terhadap : Catatan (Tuliskan bila ada penyesuaian) Berbagai kontekstualisasi Standar Kompetensi Penyesuaian yang beralasan Kegiatan asesmen terintegrasi Kapasitas untuk mendukung RPL 3.4. Meninjau Perangkat asesmen yang disesuaikan terhadap spesifikasi standar kompetensi (Ya/Tidak) Catatan (Tuliskan bila ada penyesuaian) Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen 1. Menentuka n pendekatan asesmen 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen ELEMEN 4 Mengorganisasikan asesmen
60 60 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengkontekstualisasi dan mengkaji rencana asesmen, sekarang anda perlu untuk mengorganisasikan pengaturan asesmen, dan hal ini akan mencakup : 4.1. Mengatur persyaratan bahan dan sumberdaya fisik; 4.2. Mengatur dukungan tenaga ahli; 4.3. Mengorganisasikan peran dan tanggungjawab orang yang terlibat 4.4. Menetapkan strategi komunikasi yang efektif; 4.5. Mengkonfirmasikan penyimpanan rekaman dan laporan asesmen 4.1. Mengatur persyaratan bahan dan sumberdaya fisik Informasi mengenai kebutuhan bahan dan sumber daya fisik sudah ditetapkan pada perencanaan asesmen seperti yang tercantum pada form FR.POA.01. Pihak-pihak yang terlibat, seperti asesor, personil TUK, manager/supervisor dan pihak lainnya diharapkan dapat menyiapkan dan mengatur ketersediaan bahan dan sumber daya fisik tersebut sebelum asesmen dilaksanakan dalam rangka mendukung kelancaran dan keberhasilan proses asesmen. Berdasarkan konteks asesmen, mungkin anda perlu mendapatkan bahan dan sumber daya tertentu untuk proses asesmen, dan hal ini dapat mempengaruhi jadwal waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan bukti. Anda perlu mempertimbangkan hal-hal seperti transportasi, akses terhadap teknologi, ketersediaan peralatan, penyesuaian fisik terhadap lingkungan dan sumber-sumber asesmen. Bahan-bahan dan sumber daya yang anda atur untuk asesmen harus sesuai dengan seluruh persyaratan K3 dan tidak meningkatkan biaya asesmen. Adapun cara untuk mengatur bahan dan sumber daya fisik adalah : 1. Mengidentifikasi bahan dan sumber daya fisik yang diperlukan untuk proses asesmen seperti yang tercantum pada form POA.01 bagian Mengatur penggunaan bahan dan sumber daya fisik berdasarkan metode asesmen yang digunakan 3. Memastikan bahan dan sumber daya fisik tersedia dan dalam kondisi siap untuk digunakan
61 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 61 PENGATURAN BAHAN DAN SUMBERDAYA FISIK No. BAHAN DAN SUMBERDAYA FISIK STATUS KET Mengatur dukungan tenaga ahli/spesialis Setelah mengatur bahan-bahan dan sumber daya fisik yang digutuhkan, anda juga perlu untuk mengorganisasikan dan mengatur dukungan spesialis yang dibutuhkan dalam proses asesmen, termasuk: masukan dari lead assessor dan tim asesmen; masukan dari pengembang kebijakan dan para ahli keselamatan; masukan dari otoritas regulasi; bantuan dari pihak ketiga; dukungan untuk mengendalikan atau mengisolasi peserta sertifikasi dan asesor; dan pengembangan aktifitas asesmen online. Ketika pengaturan untuk proses RPL identik terhadap jalur belajar dan asesmen tersebut, ada beberapa perbedaan yang penting. Jika anda telah menetapkan bahwa proses RPL lebih cocok untuk Peserta sertifikasi tertentu, anda perlu untuk : menjelaskan dan mengklarifikasi proses RPL; mengidentifikasi dan menginterpretasi acuan pembanding asesmen; menjelaskan tipe bukti yang dipersyaratkan oleh acuan pembanding; menyediakan peluang up-front dan asesmen mandiri terhadap acuan pembanding; Adapun cara untuk mengatur dukungan spesialis adalah : 1. Mengidentifikasi kemungkinan adanya kebutuhan tenaga ahli/spesialis dalam proses asesmen
62 62 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 2. Menjelaskan dan mendiskusikan dengan tenaga ahli terkait mengenai bentuk dan pengaturan dukungan yang diperlukan Mengorganisasikan peran dan tanggungjawab personil Peran dan tanggung jawab personil telah ditentukan, diklarifikasi dan disetujui oleh seluruh personil yang terlibat seperti yang telah dilakukan pada elemen 2 unit ini. Untuk selanjutnya adalah mengorganisasikan mereka untuk bekerja sesuai dengan peran dan tanggungjawabnya masing-masing mulai dari proses persiapan, pelaksanaan dan setelah selesai pelaksanaan asesmen. Pengorganisasian tersebut dapat mencakup pengaturan kegiatan lead asesor/asesor, peserta sertifikasi, pihak TUK, pihak industri/perusahaan/organisasi serta pihak relevan lainnya. Pengaturan terhadap personil terkait sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya tersebut adalah agar terjadi kerjasama dan koordinasi yang optimal selama proses asesmen berlangsung. Adapun cara untuk mengorganisasikan personil adalah : 1. Mengidentifikasi peran dan tanggung jawab setiap personil yang terlibat dalam proses asesmen 2. Mengatur penerapan peran dan tanggung jawab setiap personil 3. Menjelaskan dan mendiskusikan pengaturan peran tanggung jawab tehadap setiap personil Form berikut ini dapat membantu pengorganisasian personil yang terlibat dalam proses asesmen : Nama personil/pihak Ringkasan peran dan tanggung jawab Pengaturan Hasil 4.4. Menetapkan strategi komunikasi efektif Dalam mengorganisasikan seluruh personil yang terlibat diperlukan suatu koordinasi diantara mereka dengan menerapkan strategi komunikasi yang efektif. Hal ini diperlukan
63 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 63 untuk mendorong terjadinya arus komunikasi yang teratur dan didapatkannya umpan balik dari setiap pihak untuk mengoptimalkan proses dan hasil asesmen. Strategi komunikasi yang efektif dapat mencakup : wawancara, baik secara berhadapan ataupun melalui telepon , memo, korespondensi rapat koordinasi video conferencing/koordinasi berbasis elektronik diskusi fokus grup Adapun cara untuk menetapkan strategi komunikasi yang efektif adalah : 1. Mengidentifikasi berbagai strategi komunikasi yang dapat diterapkan dalam proses asesmen (sebelum, selama dan setelah proses asesmen) 2. Menggunakan strategi komunikasi yang tepat untuk berkomunikasi dengan setiap personil yang terlibat 3. Mengatur strategi komunikasi yang tepat antar personil yang terlibat Form berikut ini dapat digunakan untuk menentukan dan menerapkan strategi komunikasi yang efektif : Nama personil/pihak Jenis komunikasi yang digunakan Hasil 4.5. Mengkonfirmasi penyimpanan rekaman dan laporan asesmen Rekaman asesmen serta laporan asesmen merupakan dokumen yang penting dalam sistem asesmen dan sertifikasi kompetensi, terutama sebagai acuan dalam pengambilan keputusan sertifikasi oleh LSP serta ketelurusan terhadap setiap kegiatan asesmen yang tellah dilaksanakan. Rekaman asesmen juga merupakan hal yang konfidensial, dimana hanya pihak-pihak tertentu yang dapat mengaksesnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
64 64 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Dengan demikian mengkonfirmasikan bahwa rekaman dan laporan asesmen telah ditangani dan disimpan dengan baik dan aman harus dipastikan telah dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh pihak LSP. Adapun cara untuk mengkonfirmasi penyimpanan rekaman dan laporan asesmen adalah : 1. Mengidentifikasi setiap rekaman dan laporan asesmen yang perlu disimpan/ didokumentasikan oleh LSP. 2. Mengkonfirmasikan dengan pihak terkait di LSP bahwa rekaman dan laporan asesmen telah disimpan/didokumentasikan di LSP sesuai dengan prosedur yang berlaku Aktifitas Elemen 4 : Aktifitas 1 (Menjawab Pertanyaan) 1.1 Jelaskan bagaimana cara mengatur persyaratan bahan dan sumberdaya fisik! 1.2 Jelaskan bagaimana cara mengatur dukungan tenaga ahli! 1.3 Jelaskan bagaimana cara mengorganisasikan peran dan tanggungjawab orang yang terlibat! 1.4 Jelaskan bagaimana cara menetapkan strategi komunikasi yang efektif! 1.5 Jelaskan bagaimana cara mengkonfirmasikan penyimpanan rekaman dan laporan asesmen! Aktifitas 2 (Latihan Penugasan/Praktek) 2.1 Jelaskan bagaimana cara mengatur persyaratan bahan dan sumberdaya fisik! 2.2 Jelaskan bagaimana cara mengatur dukungan tenaga ahli! 2.3 Jelaskan bagaimana cara mengorganisasikan peran dan tanggungjawab orang yang terlibat! 2.4 Jelaskan bagaimana cara menetapkan strategi komunikasi yang efektif! 2.5 Jelaskan bagaimana cara mengkonfirmasikan penyimpanan rekaman dan laporan asesmen!
65 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 65 Aktifitas 3 Aktifitas 5 Lakukan penugasan/praktek dengan mengisisi form MMA Bagian 4 4. Mengorganisasikan asesmen : 4.1. Pengaturan sumber daya asesmen Sumber daya Asesmen : Diuraikan pengaturan sumber daya yang dibutuhkan dalam proses asesmen 4.2. Pengaturan dukungan spesialis 4.3. Pengorganisasian personil yang terlibat Personil : 4.4. Strategi Komunikasi dengan Personil terkait (pilih yang sesuai) Wawancara, baik secara berhadapan maupun melalui telepon , memo, korespondensi Rapat Video Conference/Pembelajaran Berbasis Elektronik Fokus Group 4.5. Penyimpanan Rekaman Asesmen dan Pelaporan Mengacu pada SOP tentang penyimpanan di LSP, misalnya : seluruh rekaman asesmen diserahkan kepada Bagian Sertifikasi pada LSP
66 66 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Konfirmasi rencana asesmen dengan pihak yang relevan : Nama Jabatan Paraf/Tanggal Manager Sertifikasi/Direktur LSP Pejabat dari peserta sertifikasi (Lemdiklat, Perusahaan/Instansi) PRA-ASESMEN Pra-Asesmen adalah proses rutin dalam mengases pengetahuan dan keterampilan Peserta sertifikasi terhadap acuan pembanding sebelumnya untuk masuk kedalam jalur belajar dan asesmen atau proses RPL. Ini merupakan langkah yang penting dalam mengorganisasikan sebuah proses asesmen, hal ini untuk memastikan sumber-sumber anda dan kontribusi finansial dari Peserta sertifikasi secara efektif dan efisien. Anda dapat menggunakan asesmen up-front untuk : merencanakan asesmen untuk Peserta sertifikasi individual maupun grup; memastikan Peserta sertifikasi mencari keuntungan dengan mengikuti proses RPL formal; mengumpulkan bukti untuk mendukung klaim Peserta sertifikasi untuk RPL; menetapkan apakah Peserta sertifikasi memerlukan dukungan kebutuhan khusus; memastikanpeserta sertifikasi menerima pelayanan asesmen dan dukungan yang memenuhi kebutuhan mereka. Asesmen up-front adalah sebuah langkah sebelum proses RPL formal. Ini adalah dimana anda mengumpulkan informasi mengenai pembelajaran formal, non-formal dan informal sebelumnya dari Peserta sertifikasi, dan mendorong mereka untuk mencari pengakuan melalui RPL. Sebagai hasilnya anda dapat menggunakan asesmen up-front sebagai langkah awal untuk mengumpulkan bukti kedepan, dan tabel berikut ini secara garis besar menunjukkan beberapa tipe bukti yang tidak tercakup.
67 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 67 Asesmen mandiri Asesmen mandiri adalah bentuk bukti yang cepat, convenient dan hemat biaya, dan ini merupakan metoda terbaik untuk mengumpulkan informasi mengenai pembelajaran formal, nonformal dan informal dari Peserta sertifikasi. Sebuah struktur asesmen mandiri yang baik meminta Peserta sertifikasi untuk mempertimbangkan apakah mereka memiliki pengalaman melakukan tugas tertentu dan apakah mereka memiliki tugas-tugas yang sama pada konteks yang lain. Adalah penting untuk mendorong orang untuk jujur. Kebanyakan orang lebih keras terhadap dirinya dibandingkan dengan orang lain, dan untuk mereka yang tidak jujur secara cepat akan diketahui. Asesmen 1. Untuk memastikan pencapaian kompetensi peserta pelatihan, maka harus dilakukan asesmen kompetensi dalam rangkaian akhir pelatihan. 2. Untuk mendemonstrasikan unit ini peserta pelatihan harus memberikan bukti dalam proses asesmen, bahwa peserta harus: 2.1 Telah dapat mengembangkan rencana asesmen; dan 2.2 Mengorganisasikan sumberdaya dan personel untuk mendukung proses asesmen. 2.3 Minimum 2 kali pengalaman membuat perencanaan dan pengorganisasian asesmen. 3. Asesmen kompetensi harus memastikan peserta mampu untuk: 3.1 Menjelaskan bagaimana tujuan asesmen diidentifikasi; 3.2 Mengembangkan struktur rencana asesmen yang menjelaskan pemilihan/seleksi metode, peangkat dan lingkungan asesmen; 3.3 Memodifikasi/ penyesuaian perangkat asesmen untuk mengakomodasi kebutuhan khusus peserta asesmen; 3.4 Kontekstualisasi asesmen; 3.5 Mengembangkan strategi komunikasi dengan personil yang relevan dengan proses asesmen; 3.6 Mengidentifikasi sumberdaya/ bantuan khusus yang dibutuhkan melalui proses asesmen; dan ; 3.7 Mengidentifikasi persyaratan rekaman dan pelaporan.
68 68 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N ASESMEN MANDIRI Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri sendiri terhadap unit kompetensi yang telah dipelajari pada modul ini. 1. Pelajari seluruh standar Kriteria Unjuk Kerja (KUK), batasan variabel, panduan penilaian dan aspek kritis serta yakinkan bahwa anda sudah benar-benar memahami seluruh isinya. 2. Laksanakan penilaian mandiri dengan mempelajari dan menilai kemampuan yang anda miliki secara obyektif terhadap seluruh daftar pertanyaan yang ada: Ya atau Tidak 3. Siapkan bukti-bukti dari Aktifitas atau bukti lainnya terhadap unit kompetensi, serta cocokkan setiap bukti yang ada terhadap setiap elemen/kuk, batasan variabel, pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan serta aspek kritis Unit Kompetensi : Nomor : P Judul : MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASI ASESMEN Elemen Kompetensi : 1. MENENTUKAN PENDEKATAN ASESMEN Komponen asesmen mandiri Apakah Anda dapat? 1.1 Mengidentifikasi/mengkonfirmasikan kandidat dan tujuan dan konteks asesmen ditetapkan/dikonfirmasikan kepada orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika? Ya Penilaian Tidak Bukti-bukti Pendukung Kriteria Unjuk Kerja 1.2 Membuat Keputusan, apakah asesmen dilakukan melalui RPL, jalur pembelajaran dan asesmen atau kombinasi keduanya.? 1.3 Memperoleh strategi asesmen dan digunakan untuk memandu pengembangan rencana asesmen, bila perlu? 1.4 Mengidentifikasi/mengkonfirmasikan dan memperoleh Acuan pembanding (benchmark)? Elemen Kompetensi : 2. MEMPERSIAPKAN RENCANA ASESMEN Kriteria Unjuk Kerja 2.1. Menginterpretasikan acuan pem-banding asesmen untuk menentukan bukti dan jenis-jenis bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi sesuai dengan aturan-aturan mengenai bukti?
69 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 69 Komponen asesmen mandiri Apakah Anda dapat? 2.2. Menggunakan standar-standar kompetensi sebagai acuan pembanding (benchmark), semua bagian komponen standar kompetensi, dipaparkan dalam menetapkan dan mendokumentasikan bukti yang akan dikumpulkan? Penilaian Ya Tidak Bukti-bukti Pendukung 2.3. Memperoleh dan menginterpretasikan Dokumentasi terkait apa pun untuk mendukung perencanaan proses asesmen? 2.4. Memilih dan mengkonfirmasikan metode-metode dan alat-alat asesmen, yang memaparkan bukti yang akan dikumpulkan sesuai dengan prinsipprinsip asesmen? 2.5. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan bahan spesifik dan sumber-sumber fisik yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti? 2.6. Mengklarifikasi, menyetujui dan mendokumentasikan peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen? 2.7. Mendokumentasikan penentuan jangka waktu dan periode waktu untuk pengumpulan bukti dan memasukkan semua informasi yang akan dimasukkan ke dalam rencana asesmen? 2.8. Mengkonfirmasikan rencana asesmen dengan personel yang relevan? Elemen Kompetensi : 3. MENEMPATKAN DALAM KONTEKS DAN MENINJAU RENCANA ASESMEN 3.1. Mengidentifikasi/mengklarifikasi dengan orang yang relevan Karakteristik kandidat dan izin apa pun untuk penyesuaian yang wajar dan/atau kebutuhan-kebutuhan spesifik dan didokumentasikan? Kriteria Unjuk Kerja 3.2. Bila diperlukan, standar-standar kompetensi ditempatkan dalam konteks, untuk mencerminkan lingkungan operasi dimana asesmen akan terjadi, sesuai dengan pedoman penempatan konteks? 3.3. Memeriksa dan melakukan penyesuaian metode dan alat asesmen yang dipilih, bila diperlukan, untuk memastikan agar penerapan yang berkelanjutan dapat dipertimbangkan?
70 70 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Komponen asesmen mandiri Apakah Anda dapat? 3.4. Melakukan penyesuaian yang wajar terhadap penempatan konteks apa pun pada standar kompetensi, bila diidentifikasi, membuat integrasi kegiatan-kegiatan asesmen, bila sesuai dan memiliki kemampuan praktek untuk mendukung penerapan atas pengakuan kompetensi saat ini? 3.5. Meninjau alat-alat asesmen yang disesuaikan untuk memastikan spesifikasi standar-standar kompetensi masih dibahas? 3.6. Memutakhirkan rencana asesmen, sebagaimana diperlukan, untuk mencerminkan kebutuhan kontekstualisasi yang berkelanjutan, perubahan apa pun dalam kebutuhan sumber organisasi atau perubahan-perubahan sebagai respons terhadap pelaksanaan asesmen? Penilaian Ya Tidak Bukti-bukti Pendukung 3.7. Menyimpan dan mentelusuri rencana asesmen sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan hukum/organisasi/etika? Elemen Kompetensi : 4. MENGATUR SUSUNAN ASESMEN 4.1. Mengidentifikasi material dan mengatur kebutuhan sumber fisik sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan hukum/organisasi/etika? Kriteria Unjuk Kerja 4.2. Menyusun dukungan spesialis apa pun untuk asesmen dan diatur sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika, bila diperlukan? 4.3. Mengatur peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen? 4.4. Menetapkan strategi-strategi komunikasi yang efektif untuk mendorong arus komunikasi yang teratur dan umpan balik (feedback) dengan orang relevan yang terlibat dalam proses asesmen? 4.5. Mengkonfirmasikan penyimpanan catatan dan penyusunan laporan untuk asesmen?
71 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 71 PETA UNIT KOMPETENSI Kisi-kisi berikut ini akan memberikan anda peta aktifitas dan asesmen yang dipersyaratkan dalam unit kompetensi ini. Elemen Kriteria Unjuk Kerja Halaman Kegiatan Tugas Asesmen 1.1 Peserta sertifikasi diidentifikasi/ dikonfirmasi, kemudian tujuan dan konteks asesmen/rpl ditetapkan/dikonfirmasi kepada orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/ etika 1. Menentukan pendekatan asesmen 1.2 Keputusan jalur asesmen dibuat, apakah asesmen dilakukan melalui RPL, jalur pembelajaran dan asesmen atau pendekatan kombinasi 1.3 Strategi asesmen diakses dan bila perlu digunakan untuk memandu pengembangan rencana asesmen 1.4 Acuan pembanding asesmen/rpl diidentifikasi/dikonfirmasi dan diakses
72 72 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Elemen Kriteria Unjuk Kerja Halaman Kegiatan Tugas Asesmen 2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl 2.1 Rencana asesmen diikuti Acuan pembanding asesmen diinterpretasi guna menentukan bukti danjenisjenis buktiyang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi sesuai dengan aturan-aturan bukti 2.2 Apabila standar kompetensi digunakan sebagai acuan pembanding, semua komponen standar kompetensi dipaparkan untuk menetapkan dan mendokumentasikan bukti yang akan dikumpulkan 2.3 Setiap dokumen terkait untuk mendukung perencanaan proses asesmen diperoleh dan diinterpretasikan 2.4 Metode asesmen/rpl dan perangkat asesmen dipilih/dikonfirmasi berdasarkan bukti yang akan dikumpulkan untuk memenuhi prinsip-prinsip asesmen 2.5 Bahandan sumber daya fisik spesifik yang diperlukan dalam pengumpulan bukti diidentifikasi dan didokumentasi 2.6 Peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen diklarifikasi, dimintakan persetujuan dan didokumentasikan 2.7 Jangka waktu dan periode waktu pengumpulan bukti ditentukan dan semua informasi yang akan dimasukkan ke dalam rencana asesmen didokumentasikan. 2.8 Rencana asesmen dikonfirmasi dengan personel yang relevan
73 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 73 Elemen Kriteria Unjuk Kerja Halaman Kegiatan Tugas Asesmen 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen 3.1 Karakteristikpeserta sertifikasi dan setiap kelonggaran yang diperlukan untuk penyesuaian yang wajar dan/atau kebutuhankebutuhan spesifik diidentifikasi/ diklarifikasi dengan orang yang relevan, dan kemudian didokumentasikan 3.2 Bila diperlukan, standarstandar kompetensi dikontekstualisasikan, untuk mencerminkan lingkungan tempat pelaksanaan asesmen, sesuai dengan panduan kontekstualisasi 3.3 Metode dan perangkat asesmen yang dipilih diperiksa, bila perlu disesuaikan guna menjamin penerapan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan: berbagai kontekstualisasi standar kompetensi penyesuaian yang beralasan kegiatan asesmen terintegrasi kapasitas untuk mendukung RPL 3.4 Perangkat asesmen yang disesuaikan ditinjau untuk memastikan bahwa spesifikasi standar kompetensi masih dapat terpenuhi 3.5 Rencana asesmen diperbaharui, sebagaimana diperlukan, untuk merefleksikan kebutuhan kontekstualisasi yang sedang berjalan, perubahan dalam persyaratan sumberdaya organisasi atau perubahan dalam merespon pelaksanaan asesmen 3.6 Rencana asesmen disimpan dan ditelusuri sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan hukum/ organisasi/etika
74 74 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 4. Mengorganisasikan asesmen/rpl 4.1 Persyaratan bahan dan kebutuhan sumber daya fisik yang telah teridentifikasi diatur sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen maupun persyaratan hukum/ organisasi/etika 4.2 Bila diperlukan, dukungan spesialis apapun yang dibutuhkan untuk asesmen diorganisasikan dan diatur sesuai dengan persyaratan hukum/organisasi/etika 4.3 Peran dan tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam proses asesmen diorganisasikan 4.4 Strategi komunikasi efektif dengan orang yang terlibat dalam proses asesmen ditetapkan guna mendorong terjadinya arus komunikasi yang teratur dan didapatkannya umpan balik 4.5 Penyimpanan rekaman asesmen dan pelaporannya dikonfirmasi Persyaratan Keterampilan Halaman Kegiatan Tugas Asesmen keterampilan analisis dan interpretasi untuk: menguraikan substansi/ isi standar kompetensi menginterpretasi perangkat asesmen dan informasi lainnya mengidentifikasi kebutuhan peserta sertifikasi membuat keputusan berbasis bukti hasil asesmen keterampilan observasi untuk: mengakui pembelajaran terdahulu peserta sertifikasi menentukan kesiapan peserta sertifikasi dalam pelaksanaan asesmen mengobservasi kinerja peserta sertifikasi mengidentifikasi peserta sertifikasi sekiranya membutuhkan asistensi selama pelaksanaan asesmen keterampilan meneliti dan mengevaluasi untuk: mengakses persyaratan individu pelaksana dan sumber daya asesmen mengakses kebijakan dan prosedur sistem asesmen mengakses kebijakan dan prosedur RPL mengevaluasi bukti
75 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 75 mengevaluasi proses asesmen keterampilan kognitif untuk: menghargai bukti dan membuat keputusan memperhatikan dan merekomendasikan penyesuaian yang wajar keterampilan membuat keputusan: mengakui pembelajaran terdahulu peserta sertifikasi membuat keputusan atas pencapaian kompetensi peserta sertifikasi keterampilan literasi untuk: membaca dan menginterpretasi informasi yang relevan tentang pelaksanaan asesmen mempersiapkan kebutuhan dokumentasi dan informasi yang diperlukan untuk proses asesmen keterampilan komunikasi/interpersonal untuk: menjelaskan pengertian asesmen, termasuk proses RPL, kepada peserta sertifikasi memberikan innstruksi yang jelas dan tepat mengajukan pertanyaan secara efektif menyampaikan klarifikasi mendiskusikan proses asesmen dengan pihak terkait lainnya memberikan umpan balik yang sesuai kepada peserta sertifikasi mendiskusikan hasil asesmen dengan peserta sertifikasi menggunakan bahasa secara tepat dengan peserta sertifikasi dan lingkungan asesmen mempertahankan suatu hubungan kerja yang baik dengan peserta sertifikasi sikap yang harus dimiliki: kemauan untuk memandu dan mendukung peserta sertifikasi mampu memberi semangat kepada peserta sertifikasi, menerima dan memanfaatkan umpan balik sensitif terhadap perbedaan keperluan setiap individu beretika dalam pelaksanaan asesmen
76 76 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Persyaratan Pengetahuan Halaman Kegiatan Tugas Asesmen asesmen berbasis kompetensi mencakup: pelatihan dan pendidikan vokasi sebagai suatu sistem berbasis kompetensi asesmen berpatokan kriteria/keunggulan atas asesmen perpatokan norma menyetujui kriteria yang digunakan pada pelatihan dan pendidikan vokasi di tingkat nasional atau penjelasan yang dikemukakan standar kompetensi tentang spesifikasi kinerja suatu pekerjaan/fungsi kerja dan keterampilan/pengetahuan pelaporan asesmen berbasis kompetensi standar kompetensi sebagai basis kualifikasi prinsip-prinsip asesmen berbasis kompetensi struktur dan penggunaan standar kompetensi prinsip-pronsip asesmen dan penerapannya aturan bukti dan penerapannya pengertian tujuan asesmen dan konteks asesmen, termasuk RPL berbagai metode asesmen, termasuk kecocokannya dalam pengumpulan berbagai jenis bukti; persyaratan sumber daya dan kaitannya dengan biaya pengertian penyesuaian yang wajar dan penerapannya metodologi evaluasi dasar yang cocok untuk tinjauan pengalaman individu jenis dan bentuk bukti, termasuk penggunaan perangkat asesmen yang relevan untuk pengumpulan berbagai jenis bukti pada asesmen berbasis kompetensi pengetahuan praktis tentang hambatan dan proses terkait perangkat dan metode asesmen sistem asesmen serta kebijakan dan prosedur asesmen yang digunakan oleh industri, organisasi atau otoritas pelatihan kebijakan dan prosedur RPL yang digunakan oleh organisasi perhatian terhadap budaya yang sensitif dan kebersamaan kebijakan relevan lainnya, perundangan, kode etik dan standar nasional, misalnya: hak paten keamanan informasi plagiatisme paket pelatihan/standar kompetensi persyaratan lisensi
77 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 77 persyaratan industri/tempat kerja persyaratan rekaman informasi dan kerahasiaan anti diskriminasi termasuk kesamaan kesempatan, pencemaran nama baik, diskriminasi ketidakmampuan hubungan tempat kerja persetujuan perusahaan/penghargaan industri tanggungjawab K3 berkaitan dengan rencana dan pengorganisasian asesmen, seperti: persyaratan pelaporan bahaya dan insiden prosedur darurat dan prosedur penggunaan alat pelindung diri penggunaan peralatan secara aman dan pemeliharaannya informasi sumber daya K3
78 78 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N LAMPIRAN FR-MMA. 01. MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN Judul Skema Sertifikasi : Tanggal : No. Skema : LSP : TUK : Sewaktu/Tempat Kerja/Mandiri*) Tim/Nama Asesor : 1. Menentukan pendekatan asesmen 1.1. Nama Asesi (kelompok homogen) : Tujuan asesmen : Sertifikasi RCC RPL Pencapaian Proses pembelajaran Lainnya: Konteks asesmen : TUK simulasi/tempat kerja* dengan karakteristik produk/sistem/tempat kerja* 1.2. Pendekatan/Jalur asesmen : Mengikuti proses kerja ditempat kerja Proses pembelajaran (Sumatif dan formatif) Hasil akhir proses pelatihan. 1.3 Strategi asesmen : 1.4 Acuan pembanding/ : Mengikuti*: Benchmark asesmen (unit kompetensi) RPL arrangements Metode dan alat asesmen, Pengorganisasian asesmen, Aturan paket kualifikasi, Persyaratan khusus, Mekanisme jaminan mutu Standar kompetensi/standar produk/standar sistem/regulasi teknis/sop: (tuliskan) benchmark 2. Mempersiapkan Rencana Asesmen (pada bagian ini kalau lebih dari 2 unit sisipkan sesuai dengan jumlah unit kompetensi) Kode Unit : Judul Unit :
79 Observasi Demonstrasi Observasi PortoFolio Obsevasi dari Pihak Ketiga Tes Lisan Tes Tertulis Wawancara Observasi Hasil Proyek Studi Kasus Lainnya Observasi Demonstrasi Observasi PortoFolio Obsevasi dari Pihak Ketiga Tes Lisan Tes Tertulis Wawancara Lainnya Observasi Demonstrasi Verifikasi PortoFolio Verifikasi Pihak Ketiga Tes Lisan Tes Tertulis Wawancara Lainnya M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 79 ELEMEN : Kriteria Unjuk Kerja Bukti-bukti dan Jenis Bukti (L, TL dan T)* Metode dan Perangkat Asesmen (CL: Ceklis, CLP : Verifikasi Portofolion, PK: Verifikasi Pihak Ketiga, PL: Pertanyaan Lisan, PT: Pertanyaan Tertulis, PW: Pertanyaan Wawancara, L: Lainnya) ELEMEN : Kriteria Unjuk Kerja Bukti-bukti dan Jenis Bukti (L, TL dan T)* Metode dan Perangkat Asesmen (CL: Ceklis, OPK: Observasi Pihak Ketiga, PL: Pertanyaan Lisan, PT: Pertanyaan Tertulis, PW: Pertanyaan Wawancara, L: Lainnya) ELEMEN : Kriteria Unjuk Kerja Bukti-bukti dan Jenis Bukti (L, TL dan T)* Metode dan Perangkat Asesmen (CL: Ceklis, OPK: Observasi Pihak Ketiga, PL: Pertanyaan Lisan, PT: Pertanyaan Tertulis, PW: Pertanyaan Wawancara, L: Lainnya) Catatan : *) L = Buklti langsung, TL = Bukti tidak langsung, T = Bukti tambahan Pemenuhan terhadap seluruh bagian unit standar kompetensi : (bila tersedia) Batasan Variabel Panduan Asesmen Kompetensi Kunci Ya Ya Ya
80 80 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Peran dan tanggung jawab Tim/Personil terkait: *) Khusus persetujuan Asesi dapat dilakukan pada saat Konsultasi Pra Uji dan ditanda tangani pada formulir khusus persetujuan rencana asesmen. Nama Jabatan/pekerjaan Peran dan tanggung jawab dalam asesmen Paraf/tanggal Jangka dan periode waktu asesmen Tanggal Asesmen : Durasi per metode : 1. Observasi Demonstrasi :... menit (Pk... s/d Pk...) 2. Tes Lisan :... menit (Pk... s/d Pk... ) 3. Metode lain yang dipilih Lokasi asesmen 3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana asesmen : 3.1. Karakteristik asesi : Penyesuaian kebutuhan spesifik asesi: 3.2. Kontekstualisasi standar kompetensi : (untuk mengakomodasi persyaratan spesifik industri, pada batasan variabel dan pedoman bukti) Pada batasan variabel : Diisi dengan penyesuaian yang diperlukan terhadap isi batasan variabel : 1. Kontek variabel 2. Peralatan dan Perlengkapan 3. Peraturan yang diperlukan 4. Norma dan Standar Pada panduan penilaian : 1. Konteks Penilaian 2. Persyaratan kompetensi 3. Pengetahuan dan Ketrampilan 4. Sikap Kerja 5. Aspek Kritis 3.3. Memeriksa metoda dan perangkat asesmen yang dipilih (sesuai/tidak sesuai) dengan skema sertifikasi Bila diperlukan penyesuaian Metode dan perangkat asesmen dipertimbangkan terhadap : Catatan (Tuliskan bila ada penyesuaian) 1. Berbagai kontekstualisasi Standar Kompetensi 2. Penyesuaian yang beralasan 3. Kegiatan asesmen terintegrasi 4. Kapasitas untuk mendukung RPL
81 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Meninjau Perangkat asesmen yang disesuaikan terhadap spesifikasi standar kompetensi (Ya/Tidak) Catatan (Tuliskan bila ada) 4. Mengorganisasikan asesmen : 4.1. Pengaturan sumber daya asesmen Sumber daya Asesmen : 4.2. Pengaturan dukungan spesialis 4.3. Pengorganisasian personil yang terlibat Personil : Strategi Komunikasi (pilih yang sesuai) Wawancara, baik secara berhadapan maupun melalui telepon , memo, korespondensi Rapat Video Conference/Pembelajaran Berbasis Elektronik Fokus Group 4.5. Penyimpanan Rekaman Asesmen dan Pelaporan - Konfirmasi dengan pihak yang relevan : Nama Jabatan Paraf/Tanggal
82 82 M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N Penyusun Rencana dan Pengorganisasi Asesmen : Nama Asesor : No. Reg. Tanda tangan/ Tanggal Diverifikasi oleh Manajemen Sertifikasi Nama : Jabatan : Tanda tangan/ Tanggal
PEDOMAN PELAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LSP KEPADA BNSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 02/BNSP.211/X/2013 Tentang PEDOMAN PELAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LSP KEPADA BNSP Versi 1 Oktober
MANUAL OPERASIONAL WEBSITE DAN APLIKASI SERTIFIKASI BNSP-LSP
BNSP KEGIATAN HARMONISASI BNSP-LSP MANUAL OPERASIONAL WEBSITE DAN APLIKASI SERTIFIKASI BNSP-LSP FAVE HOTEL JAKARTA 2015 Versi 1.0 Desember 2015 Lampiran : Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 42/Permentan/SM.200/8/2016 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SEKTOR PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 04/BNSP.305/X/2013 Tentang PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Versi 1
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP
Lampiran : Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 04/BNSP.305/X/2013 Tanggal : 21 Oktober 2013 PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Versi 1 Oktober 2013 DAFTAR ISI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL
PEDOMAN PERSYARATAN UMUM ASESOR LISENSI, LEAD ASESOR DAN FASILITATOR SISTEM MANAJEMEN MUTU LSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 13/BNSP.218/XII/2013 Tentang PEDOMAN PERSYARATAN UMUM ASESOR LISENSI, LEAD ASESOR DAN FASILITATOR
MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P
MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P.854900.041.01. RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN TP1. Menentukan pendekatan asesmen TP2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl. TP3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana
Badan Nasional Sertifikasi Profesi =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP PEDOMAN BNSP 304
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 304 =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi 1 / 17 KATA PENGANTAR 2 /
B N S P M O D U L P MENGASES KOMPETENSI. Badan Nasional Sertifikasi Profesi
B N S P M O D U L P. 8 5 4 9 0 0. 0 4 2. 0 1 MENGASES KOMPETENSI Badan Nasional Sertifikasi Profesi Hak Cipta 2015 pada Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN
Menetapkan : PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KESESUAIAN - PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 1 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KESESUAIAN - PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2/ BNSP/VIII/2017 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2/ BNSP/VIII/2017 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI
SKEMA SERTIFIKASI AHLI KESELAMATAN JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN
LM2 MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN P.854900.04301 ACUAN NORMATIF Regulasi teknis: PP 23/2004 tentang BNSP PP 31/2006 tentang SISLATKERNAS PERMENAKERTRANS 05/2012 tentang penyusunan dan penetapan SKKNI
Pertama : Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini merupakan acuan bagi Lembaga Sertifikasi Profesi untuk pembentukan tempat uji kompetensi.
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 5 / BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI,
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI GENERAL BANKING TINGKAT II Kualifikasi Jabatan Kepala Cabang Sertifikat V KKNI
2015 SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI Kualifikasi Jabatan Kepala Cabang Sertifikat V KKNI Disusun berdasarkan SKKNI bidang General Banking untuk memastikan dan memelihara kompetensi bankir di bidang General
PEDOMAN PELAKSANAAN ASESMEN KOMPETENSI
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 09/BNSP.301/XI/2013 Tentang PEDOMAN PELAKSANAAN ASESMEN KOMPETENSI Versi 2 Nopember 2013 Lampiran
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
PENGANTAR. Jakarta, Maret Pedoman Pelatihan dan Sertifikasi Asessor/ Master Asesor Kompetensi Draft Final 1 / 23
PENGANTAR Pada konteks pelaksanaan uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi, seorang Asesor Uji Kompetensi memiliki peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai kualitas uji kompetensi
TUGAS PELATIHAN ASESOR
TUGAS PELATIHAN ASESOR A. MERENCANAKAN & MENGORGANISASIKAN ASESMEN (MMA) 1. Jelaskan proses sertifikasi kompetensi? Jawab: pendaftaran, asesmen mandiri, konsultasi pra asesmen, pelaksanaan asesmen 2. Kapan
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN
Visi Menjadi LSP terbaik di Indonesia yang melahirkan profesional handal dan berdaya saing global dalam upaya pemberantasan korupsi
Profil LSP KPK Dalam upaya mendukung percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia agar lebih efektf, profesional, dan berdampak, KPK membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bersifat indenpenden.
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK LANSEKAP
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 12/BNSP.214/XII/2013 Tentang PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK Versi 0 Desember 2013 Lampiran :
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36/Permentan/SM.200/6/2015 TENTANG
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36/Permentan/SM.200/6/2015 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN (MPA)
BNSP MODUL P.854900.043.01 2015 MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN (MPA) Modul pelatihan Badan Nasional Sertifikasi Profesi M E N G E M B A N G K A N P E R A N G K A T A S E S M E N i Hak Cipta 2015 pada
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DALAM NEGERI PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi Skema sertifikasi Kompetensi Manajer Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) Skema sertifikasi Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) merupakan skema
SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
PEDOMAN PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 03/BNSP.302/X/2013 Tentang PEDOMAN PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI Versi 1 Oktober 2013 Lampiran
2016, No Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan
No.1799, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. LPK. Akreditasi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA PELATIHAN KERJA
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI KOMPUTER PANDUAN MUTU. NomorDokumen : 01/LSPKOMPUTER/PM/VII/2015 NomorSalinan : 00 Edisi : 1 Status Distribusi :
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI KOMPUTER NomorDokumen : 01/LSPKOMPUTER/PM/VII/2015 NomorSalinan : 00 Edisi : 1 Status Distribusi : X Terkendali Tak terkendali Perhatian : Dokumen ini tidak boleh disalin/dikopi
Komite Akreditasi Nasional
PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga
Pedoman BNSP 301 Rev DAFTAR ISI
DAFTAR ISI Kata Pengantar.. Surat Keputusan... Daftar Isi 1. Ruang Lingkup.. 2. Acuan Normatif.... 3. Istilah dan Definisi... 3.1. Kompetensi Kerja... 3.2. Asesmen Kompetensi... 3.3. Sertifikasi Kompetensi
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI
Nomor : Kep. 19.2 / BNSP / II /2009 Tanggal : 9 Pebruari 2009 Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 301 Rev 1 2009 PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI Badan Nasional Sertifikasi Profesi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi Skema sertifikasi Kompetensi Auditor Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL
MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER COPYWRITING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
LEGALISASI SERTIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI. Disampaikan Oleh : SULISTYO
LEGALISASI SERTIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI Disampaikan Oleh : SULISTYO Tanggal 22 April 2013 PENGERTIAN DASAR SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKASI SERTIFIKASI merupakan suatu proses untuk mendapatkan
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI CHIEF INFORMATION OFFICER Skema sertifikasi Chief Information Officer merupakan skema okupasi yang telah dikembangkan oleh Komite Skema sertifikasi
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2
2017 LSP DOMPET DHUAFA SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2 Disusun berdasarkan SKKNI tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional
PANDUAN MUTU 1. RUANG LINGKUP
1. RUANG LINGKUP Hal : 1 dari 45 Panduan mutu ini berisi prinsip-prinsip dan persyaratan sistem manajemen mutu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri sebagai lembaga yang melaksanakan sertifikasi kompetensi
Badan Nasional Sertifikasi Profesi. ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang)
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 207-2007 ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang) Badan Nasional Sertifikasi Profesi DAFTAR
Darmawansyah, ST, M.Si /
Darmawansyah, ST, M.Si 08180676099 / 085213401980 [email protected] PROFIL SDM INDONESIA FEB 2015 5,46 juta penganggur menjadi prioritas untuk ditingkatkan kompetensinya Sumber : diolah dari berita
2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1032, 2017 KEMEN-ESDM. Standardisasi Kompetensi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2017 TENTANG STANDARDISASI
Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel
Pedoman KAN 801-2004 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi lembaga yang ingin mendapat akreditasi sebagai Lembaga Sertifikasi
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI,
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER ILLUSTRATION LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
SKEMA SERTIFIKASI DIREKTUR TINGKAT 1 BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)
2017 SKEMA SERTIFIKASI DIREKTUR TINGKAT 1 BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) Ditetapkan tanggal: 01 Juni 2017 Disahkan tanggal: 01 Juni 2017 Oleh: Oleh: Joko Suyanto Ketua Dewan Sertifikasi I Nyoman Yudiarsa
S O P PEMBERIAN SERTIFIKAT KOMPETENSI
Halaman : 1 / 10 1 Tujuan : Melakukan pengendalian dan memastikan terlaksananya proses sertifikasi kompetensi sampai dengan pemberian sertifikasi kompetensi kepada peserta 2 Ruang lingkup : Meliputi prosedur
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI 2006 DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan 1. Ruang Lingkup dan Acuan 2. Acuan Normatif 3. Istilah dan Definisi 4.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA FUNDAMENTAL LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI
2016 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PIHAK PERTAMA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI Disusun oleh Komite Skema Sertifikasi yang merupakan
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE PENERANGAN JALAN UMUM (PJU)
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan PLTS Tipe PJU dikembangkan oleh Komite Skema Sertifikasi
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
SKEMA SERTIFIKASI Analisa Laboratorium Kimia
2016 Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Samarinda () SKEMA SERTIFIKASI Disusun Berdasarkan Kebutuhan Kompetensi Laboratorium Industri Pembuatan Pupuk, Pencairan Gas Alam, Fraksinasi Minyak Bumi
Indonesia Kompeten Pengembangan Program Sertifikasi Profesi Berbasis Kompetensi
Indonesia Kompeten Pengembangan Program Sertifikasi Profesi Berbasis Kompetensi Disampaikan oleh: Ir. Surono MPhil Ketua Komisi Harmonisasi dan Kelembagaan BNSP Email: [email protected] 2013 PROSES
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 PELAKSANA PRODUKSI CAMPURAN ASPAL PANAS
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 PELAKSANA PRODUKSI CAMPURAN ASPAL PANAS PEMBINAAN KOMPETENSI KELOMPOK KERJA NO. KODE : - I BUKU INFORMASI DAFTAR ISI
FORM APL-01 FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-01 FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI CLUSTER PELAKSANA PEMERIKSAAN KUALITAS AIR NAMA ASESI NAMA ASESOR FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN
Ir. Drs, Asrizal Tatang, MT Ketua Komisi Pelaksanaan Sertifikasi BNSP
KEBIJAKAN DAN PENGEMBANGAN SKEMA SERTIFIKASI LSP P1 SMK Ir. Drs, Asrizal Tatang, MT Ketua Komisi Pelaksanaan Sertifikasi BNSP Disampaikan Pada Acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Sertifikasi
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PAM.MM01.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal, serta data pekerjaan anda pada saat ini.
BERITA NEGARA. No.364, 2012 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI. Standar. Kompetensi. Kerja. Nasional. Indonesia. Pencabutan.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.364, 2012 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI. Standar. Kompetensi. Kerja. Nasional. Indonesia. Pencabutan. PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK
PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN BAB I PENDAHULUAN
5 2013, No.640 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45/PERMENTAN/OT.140/4/2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1606, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Kompetensi Pemerintahan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 108 TAHUN 2017 TENTANG KOMPETENSI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
PANDUAN MUTU PIHAK 1. Disahkan Oleh : Direktur LSP STMIK IKMI CIREBON
PANDUAN MUTU PIHAK 1 Perhatian: Dokumen ini tidak boleh disalin/dikopi atau digunakan untuk keperluan komersial atau tujuan lain baik seluruhnya maupun sebagian tanpa ijin sebelumnya dari Direktur LSP
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA KOMUNIKASI LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER TECHNICAL SUPPORT LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 45/Permentan/OT.140/4/2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN
PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 45/Permentan/OT.140/4/2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a.
Mempersiapkan Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan CALON TUK UB MALANG LSP/TUK/ ASOSIASI
Mempersiapkan Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan CALON TUK UB MALANG LSP/TUK/ ASOSIASI STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA Surat Keputusan MENAKERTRAN RI No. 81 Tahun 2012 Sektor : Jasa Kemasyarakatan
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan Instalasi Biogas Konstruksi
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER BASIC PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
FORM APL-01 FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-01 FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI CLUSTER AHLI PENGENDALIAN KEHILANGAN AIR NAMA ASESI NAMA ASESOR FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
DRAFT PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR. /PERMEN-KP/2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA KOMUNIKASI LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
=================================== Pengembangan Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
Badan Nasional Sertifikasi Profesi RANCANGAN 1 PEDOMAN BNSP 219-2012 =================================== Pengembangan Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Badan Nasional Sertifikasi
PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar
Kata Pengantar Pertama-tama, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang atas izinnya revisi Pedoman Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), yaitu Pedoman KNAPPP
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Asesi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini. a. Data Pribadi
STRATEGI PUSTAKAWAN SUKSES UJI SERTIFIKASI
STRATEGI PUSTAKAWAN SUKSES UJI SERTIFIKASI Sukirno Pustakawan Madya Fakultas Kedokteran UGM [email protected] Abstrak Menurut Permenpan dan RB No. 9 Tahun 2014 pada Bab X Pasal 33, pada ayat (1) disebutkan
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN 604 BNSP 2012
Nomor : 326/BNSP/VI/ 2012 Tanggal : 11 Juni 2012 BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PEDOMAN 604 BNSP 2012 =================================== PEDOMAN ADVOKASI / BIMBINGAN TEKNIS LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
i KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Uji Kompetensi merupakan suatu bentuk penilaian berbasis kompetensi telah dicanangkan
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER ARCHITECTULAR PHOTOGRAPHY LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU PAM.MM02.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI NOMOR : KEP.218/LATTAS/XII/2012
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 51 Lt. 6A Telepon (021) 52961311, Faximile (021) 52960456 Jakarta
FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI AHLI MANAJEMEN AIR MINUM TINGKAT UTAMA NAMA PESERTA NAMA ASESOR FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI : CLUSTER AHLI MANAJEMEN
MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA KERJA MELALUI PROGRAM SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA. oleh
MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA KERJA MELALUI PROGRAM SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA oleh Ir. SUMARNA F. ABDURRAHMAN, MSc KETUA KOMITE TETAP SISTEM KOMPETENSI SDM KADIN - INDONESIA KONDISI DAN MASALAH TANTANGAN
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI TEKNISI PEMBESARAN UDANG
KOMPETENSI Disusun atas dasar permintaan otoritas kompeten bidang budidaya perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Lembaga Sertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia untuk membangun, memelihara
