MEDIA MATRASAIN VOL 8 NO 1 MEI 2011
|
|
|
- Irwan Suryadi Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ADAPTASI SENI FAUVISME PADA PERANCANGAN ARSITEKTUR Disusun oleh : Dian Arista Lubis 1), Alvin J. Tinangon 2) 1) 2) Mahasiswa Pro Arsitektur Unsrat Staf Pengajar Pro Arsitektur Unsrat ABSTRAK Karya tulis ini meneliusuri tentang konsep-konsep dasar seni lukis, kemuan adaptasikan ke lingkup wilayah arsitektur. merupakan suatu seni inovatif, menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, terutama hal penggunaan warna. Warna-warna gunakan terkesan liar atau tidak sesuai kaidah-kaidah lukis sebelumnya. Dimana seni terdahulu, selalu memprioritaskan kemiripan situasi baik warna ataupun objektifitas pemangan tangkap oleh indera pelihat Konsep-konsep dasar kemuan menja karteristik dari itu senri, adaptasikan ke lingkup arsitektur, pada dasarnya sudah berri atas pondasi seni. hal ini lakukan untuk mencegah timbulnya stagnasi dari seorang arsitek, sering terlihat pada hasil-hasil perancangan belakangan ini, yaitu desain monotone berulang. Dalam implementasi seni ke perancangan arsitektur, gunakan strategi transformasi, mana bahasa seni adaptasikan ke bahasa arsitektur kemuan olah tinjauan perancangan arsitektur, dapat melahirkan konsep-konsep perancangan arsitektur. Kata kunci : Fauvisme, Adaptasi, Perancangan. 1. PENDAHULUAN ri orang menghayatinya (Soedarso Seni merupakan sesatu murni. Sp, 2000). Seorang seniman, harus bisa Layaknya sebuah kunci gunakan menginterpretasikan rasa ada pada untuk memasuki dunia pikir seseorang. Seni rinya, suatu karya seni. adalah segala kegiatan hasil karya Adapula beberapa hal penting harus manusia mengutarakan pengalaman selalu pegang teguh berseni adalah batinnya karena sajikan secara unik sikap batin tidak steriotip, serta menarik, memungkinkan timbulnya orijinalitas, kesegaran, kepribaan sang pengalaman atau kagiatan batin pula pada penikmat seni. 82
2 Suatu karya seni tidak buat suatu mutlak. Melainkan merupakan sebagai hasrat untuk memenuhi kebutuhan suatu manusia paling pokok. Namun lebih kronologis suatu kejaan. condong kebutuhan klasik modern tidak memiliki suatu secara spiritual. Oleh karena itu, terkag batasan waktu jelas. Modern dapat definisi tentang seni itu senri seringkali artikan sebagai suatu pemenuhan syarat, berbeda- karenakan yaitu kreativitas. Dalam artian, seorang seseorang mendekati seni, memilih seniman akan menyebut rinya modern, peraturan parameter menuntunnya, saat menciptakan suatu karya baru berdasarkan seleranya senri. Atau bisa katakan, seni merupakan produk dari kembangkannya. Istilah kesenian modern pemilihan berekpresi. biasanya hubungkan seni memilih mengesampingkan trasi masa lalu atas meum (jalan) mana akan a tempuh, nama semangat eksperimentasi. Seniman untuk mengekspresikan rasa ada pada modern bereksperimen cara pang rinya. baru gagasan segar mengenai alam Dengan kepada beda. pemenuhan Hal meum ini untuk seni,seseorang dapat kelompokkan berdasarkan Misalnya saja, inovasi-inovasi Setiap hal lakukan materi fungsi seni. Kecenderungan melibatkan perasaan dapat katakan sebagai terhadap abstraksi merupakan karakteristik seni. Misalnya saja, seni musik, seni rupa, dari sebagian besar karya seni modern (Anne seni tari, seni lukis. Walaupun meum Ahaira,2009). tempuh berbeda- beda, namun inti dari ber-seni hanyalah mencari suatu keharmonisan rasa seseorang. Segkan pengelompokan berdasarkan karateristik lukisan itu senri, dapat lihat dari ke-khas-an hasil karya Begitu pula halnya seni lukisan. Karakter sorot lukis. Dimana seni lukis, seseorang mengklasifikasikan haruskan untuk melibatkan perasaannya aspek warna, bentuk, serta teknik lukis dari mengharkan sesuatu ada karya tersebut. Misalnya saja seni pikiranya, pada suatu mea. Meskipun lukis dadaisme, kubisme, surrealisme, serta rasa seni lukis. Dimana dari merupakan esensi inti, namun tidak sekit semua seni tersebut, memiliki sudut seniman sudah beracuan pada gaya- pang karateristik tersenri dari gaya seni terdahulu. Pengelompokan penikmat seni. ber-seni lukis permainan pengelompokan seni itu senri tidak dapat hindari. Dimulai lukisan, melingkupi Aliran pelopori oleh Henri Matisse ini lebih mengacu kepada kebebasan pengelompokan berdasarkan zaman seni, berekspresi warna bentuk, hingga banngkan memikirkan detail lukisan pengelompokan berdasarkan karateristik lukisan itu senri. Pada dasarnya menonjolkan keaslian serta pengelompokan objektifitas. Seni selalu bertujuan untuk berdasarkan zaman bukanlah merupakan menciptakan realitas baru dari pengalaman 83
3 nyata. Cipta inilah mendorong seni Fauvisme merupakan suatu masuk ke arsitektur, bahkan secara seni lukis lahirkan pada awal abad rakal, menjerumuskan arsitektur ke ke-xx. Dua tokoh penggagas seni ini seni (Alvin J. Tinangon, 2006). Meskipun adalah Henri Matisse and André Derain. demikian, pengadaptasian seni ke Mereka berdua terinspirasi dari gaya lukis perancangan arsitektur, tidaklah mudah. Paul Gaguin, kebanyakan memaparkan Tidak hanya dari segi teknis, namun secara lukisan-lukisan suasana objektif visualisasipun, realistis, kemuan gantikan oleh tidak hanya cerminkan begitu saja sebagai bahasa paparan seni, layaknya pengaruh seni lainnya imajinatif. Paul Gaguin bukanlah seorang terhadap arsitektur. Untuk itu, munculah pelukis ber. Namun dari pertanyaan-pertanyaan menyebabkan pernyataannya kepada Paul Sérusier yaitu, rasa ingin tahu, sejauh mana konsep-konsep How do you see these trees? They are dapat adaptasi oleh arsitektur? yellow. So put it in yellow; this shadow, Serta apakah konsep-konsep perancangan rather blue, paint it pure ultramarine; these red muncul akan dapa mendobrak leaves? bersifat Put it emosional vermilion. perancangan arsitektur monotone menggambarkan bahwa ada luapan emosi tidak kasus-kasus campuran daya imajinasi pada lukisan perancangan arsitektur belakangan ini, tersebut. Fauvisme itu senri, merupakan bersikap kaku menuju pada kematian suatu gebrakan kebebasan melukis. karakter seni arsitektur. Dalam, seorang pelukis tidak perlu ekspersif? melihat terpaku 2. PEMBAHASAN pada kaidah-kaidah melukis trasional justru bersifat membekukan karya mereka senri. I. KRONOLOGI FAUVISME Penamaan Fauvisme atau Les Fauvisme sebenarnya muncul Fauves ( bahasa Perancis), berikan sebagai inovasi baru, timbulkan dari oleh seorang kritikus seni bernama Louis kejenuhan Vauxcelles, pada awalnya terkejut merupakan suatu langkah awal berani melihat warna membuka mata beberapa kaum pelukis segerombolan pelukis-pelukis muda dunia, akan kebebasan ber-seni lukis pada saat itu seg mengadakan pameran menerobos kaidah-kaidah trasional karya-karya salon akan pemakaian warna bentuk. Dalam d Automne, sekaligus sebagai deklarasi awal gaya impressionisme senri, para pelukis mana gebrakan pematahan aturan- sudah mulai menggunakan warna-warna aturan seni buat. Kelompok berani (kontras warna asli) menyebut pameran mereka sebagai cage des namun, masih mengejar gradasi-gradasi dari fauves berarti, sangkar binatang- nada warna nyata objek lukis. Namun, binatang liar., seorang seniman dapat keberanian lukis memainkan mereka Improssionisme, menumpahkan emosi ide-ide ada 84
4 pada rinya, melalui bentuk-bentuk lebih bebas mengeluarkan ekspresi warna tidak biasa (berlebihan). karakter ada pada rinya, mengharkan suatu karya seni hasil tidak biasa. I.I Gaya teknik Dalam beberapa seni lukis, dapati bahwa ada dari adalah kebebasan ber-seni. Seperti mengatur karya seni, sehingga terciptalah artian secara harafiah, berarti sebuah binatang liar. Dengan hal itu, karakter aturan-aturan Esensi dari karya, menginkasikan kelompok mana condong kepada sikap karya tersebut mengacu. Misalnya saja, pemberontakan dari kekakuan kaidah-kaidah Kubisme mengharuskan seni. Namun kebebasan tersebut, tidak karya seni tersebut meniggalkan beberapa ketentuan-ketentuan mengacu pada bentuk-bentuk geometri menja ciri khas dari itu bisa rekayasa sedemikian rupa. Atau senri. Ciri khas dapat kita lihat Naturalisme, realisme, dari luapan emosi begitu berkoar-koar, impressionisme, lebih mengutamakan seperti halnya warna-warna kontras keadaan awal suatu situasi (baik warna bentuk-bentuk tidak begitu detail, ataupun bentuk) tanpa banyak kontribusi sehingga menimbulkan kesan unik pada emosi daya imajinasi dari seniman lukisan. bentukan nya. Beberapa seniman lukis prancis, Berbeda naturalisme, mengemukakan cara realisme, impressionisme, ataupun melihat suatu keadaan atau situasi nyata, lainnya, kemuan interpretasikan daya substansi berlebihan nya, lebih mengacu pada rasa khayal mereka senri. atau emosi seniman. Seorang fauvism, bisa Henri Matisse The Roofs of Collioure (oil on canvas, 1905) Misalnya saja, lukisan The Roofs of Collioure André Derain Pool of London (oil on canvas, 1906) Petersburg tampilan warna oleh Henri Matisse, berbeda. Atau lukisan The Pool of London, menggambarkan suatu situasi kota St. karya André Derain mengekspresikan 85
5 situasi perairan London begitu sibuk, Seperti halnya seniman lain, cara mengiterpretasikan warna cerah Seorang pelukis pasti akan menemukan titik pada bagian depan lukisan, kemuan jenuh atau kekosongan ide, biasa secara perlahan berubah menja warna sebut stagnasi. Dengan kejenuhan lembut pada bagian belakang. Hal ini tersebut, munculah sebuah motivasi dari lakukan maksud mengekspose, para seniman, pada akhirnya mencoba mengekspersikan situasi terja pada mencari jalan keluar untuk menemukan inti lukisan tersebut. André Derain, berhasil sebuah mea penampungan luapan emosi membuat komposisi baik mereka. Pada permulaan abad ke-20, Henri mengharkan sesuatu Matisse mendobrak beberapa seniman muda, aturan- aturan lukis, seperti halnya melukis termasuk memperhatikan gradasi warna Braque, André Derain, Raoul Dufy, spectrum warna. Dalam lukisannya, André Maurice de Vlaminck merevolusi dunia seni Derain mampu membuat konflik antara Paris lukisan-lukisan panorama warna-warna cerah warna lembut, untuk sosok liar, beraneka warna, membentuk sesuatu harmonis. ekspresif. Oleh para kritikus karya mereka Untuk itu, seorang fauvism tidak pelukis pra-kubisme Georges sebut ber Fauvisme. Dua versi karya Henri Matisse, The mendasarkan pada estetika karya har. Namun lebih pada kesan naluriah Dance, terpapar dari lukisan tersebut. Menurut kariernya seorang fauvism, modern. Karya spiritual memiliki hubungan lukisannya, menandai titik penting perkembangan tersebut lukisan mencerminkan lebih kekaguman Matisse pada seni primitif, berkualitas, banngkan mengejar seperti warna hangat intens dari figur- pendapat tentang estetika dari pengamat figur lukisan warna latar hijau karya itu senri. kebiruan sejuk serta rangkaian gerak I.II Sejarah perkembangan ritmik sosok telanjang seg menari Fauvisme merupakan suatu mengungkapkan cita hedonisme Dimana, kemunculan seni lukis ini, Ahaira,2009). menimbulkan dunia mencoba menambahkan warna-warna ini, tidak biasa pada lukisan mereka. Walapun lukis gebrakan pemakaian warna-warna cerah terdahulu,mana pelukis hanya melukis sudah terlihat pada masa impressionisme pemagan pos impresionisme, namun pada masa tangkap oleh indera pelihat atau secara, lebih jelas terasa. Karena tidak realistis, kemuan bingkai hanya mengandalkan pencahayaan pada kanvas suatu benda situasi, namun pencahayaan alami meyerupai keadaan juga tidak memperdulikan adab-adab lukis nyata. pada biasanya lebih menonjolkan perlukisan. Dikarenakan mendobrak 86 adab-adab atau suatu momen pewarnaan cat, emosional seni muncul pada awal abad ke-xx. kontroversi pembebasan Mereka mulai (Anne
6 bentuk sapuan-sapuan kuas tersebut rikan oleh André Breton pada lebih halus, cenderung tidak bertekstut Dalam ber-, cukup hanya seorang memindahkan seniman apa Perang Dunia I mengakhiri fase ini, tetapi menandai awalinya terdapat pikiran hatinya saja, ke gerakan kanvas, tanpa memperdulikan kejelasan Surealisme. Kelompok seniman, seperti de bentuk dari objek lukisnya. Stijl Bauhaus mengembangkana gagasan Setelah berkembang pesat Prancis, Fauvisme menjalar ke anti-seni, seperti sejumlah Dada baru mengenai keterkaitan seni, arsitektur, desain, penkan seni. Kesenian Jerman, kembangkan sebagai salah modern perkenalkan Amerika Serikat satu Armory Show pada 1913 melalui membebaskan para seniman dari kebiasaan seniman-seniman Eropa pindah ke keteraturan penggunaan warna, bentuk. Amerika serikat selama perang duna I Antara 1910 hingga akhir Perang Dunia I berlangsung. setelah pemberontakan Kubisme, Setelah Perang Dunia II, Amerika beberapa gerakan muncul Paris. Giorgio Serikat menja titik pusat gerakan seni de Chirico pindah ke Paris pada Juli baru. Dasawarsa 1950-an 1960-an Di tandai kota ini masa a kejayaan bergabung kemunculan Ekspresionisme saudaranya, Andrea (penyair pelukis Abstrak, Pop art, Op art, masih banyak Alberto lagi gerakan lain. Pada akhir 1960-an Savinio). Lewat saudaranya ini, Giorgio de 1970-an, Land art, Performance art, Chirico bertemu Pierre Laprade, anggota Conceptual art, bentuk-bentuk seni baru dewan juri pada Salon d'automne, tempat lain menarik perhatian para kurator a memamerkan tiga karyanya: Enigma of kritikus. Seni pertunjukan instalasi the Oracle, Enigma of an Afternoon, makin meluas. Sekitar periode ini, sejumlah Self-Portrait. seniman arsitek mulai menolak ide kenal nama Pada 1913, Giorgio de Chirico memamerkan karyanya Salon des modern menciptakan karya-karya Postmodern ((Anne Ahaira,2009). Indépents Salon d Automne, Walaupun berumur singkat (1898- karyanya mendapat perhatian dari Pablo 1910), namun sangat berpengaruh Picasso. Lukisan-lukisannya memukau pada misterius anggap penting pada awal membebaskan para seniman, dari kemunculan Surealisme. Song of Love kekakuan seni. Dengan gerakan ini, para (1914), merupakan salah satu karya de seniman bisa lebih mengekspresikan emosi Chirico paling terkenal. Lukisan itu mereka berintuisi akan keadaan merupakan contoh awal gaya Surealis, meski alam, permainan warna. perkembangan gaya lukis dunia, lukis sepuluh tahun sebelum gerakan 87
7 88
8 Dari timeline perkembangan karya seni memuaska rinya secara seni, dapatkan bahwa aya batiniah. pengaruh dari - terdahulu, baik Fauvisme tidak hanya mendapat teknik lukisan, ataupun karakter subjek pengaruh dari - seni lain, namun lukisan membentuk satu kesatuan yaitu sebagai pendobrak kebebasan berekpresi. seni, tentunya sangat lah Gaya melukis pengaruhi oleh beberapa seni lukis. - Warna. faktor warna, seni lainnya menjunjung tinggi banyak kebebasan Seperti ekspresionisme, abstrak, serta impresionisme, warna-warna kemas, pop art, menjunjung tinggi kebebasan tidak sesuai warna real (scene baik warna paparkan lihat pada saat itu) namun telah pada lukisan. pengaruhi impresionisme, pengaruhi oleh mana oleh permainan - II. sudah tidak sesuai warna asli DALAM BIDANG ARSITEKTUR melukis. spectrum tangkap IMPLEMENTASI mata SENI LUKIS Selain - seni lukis, ada juga bagian dari big seni lainnya secara langsung. - berekspresi warna. Sehingga seringkali warna lukisan pemangan - juga berpengaruh pada perkembangan juga menuntut aya ekspresi rasa (emosi) meninggalkan jejak teknik lukis dari senimannya. Dalam hal ini, mengenai bertekstur bentuk oleh cat big arsitektur mana katakan menggumpal, kemuan adopsi oleh Markus Zahnd bahwa seni juga oleh merupakan salah satu aspek dasar Bentuk. Objek pembentuk cerita lukisan membentuk pengaruhi oleh - seperti lukisan, arsitektur juga tidak bisa realisme naturalisme. Dimana lepas dari proses mengandalkan daya, pemangan tangkap imajinasi, intuisi rangkum mata, tetap menja objek inti, namun suatu kreatifitas ilmu.beberapa tidak hanya seni lukis, juga telah implementasikan tegaskan komposisi warna pada ke proses pendekatan perancangan lukisan. arsitektur. Misalnya saja futurisme. Tekstur. Aliran secara impresionisme detail. Objek arsitektur. Seperti halnya Teknik. Dalam teknik lukis, Seperti halnya seni, wilayah mengadopsi sebagian besar lukis arsitektur, sense dari seorang arsitek juga pointilisme, lebih mengemukakan sangat garis-garis pendek berkembang Dimana emosi daya imajinasi dari secara horizontal. Kemuan garis-garis perancang akan lebih memunculkan karakter pendek ini padukan ekspresi menuju pada elemen estetika akan warna serta tambahkan luapan arsitektur. Oleh karena itu,pembentukan emosi dari pelukis untuk menja suatu arsitektur sebagai gabungan antara elemen perlukan merancang. 89
9 seni pegetahuan merupakan sesuatu II.I Adaptasi pada perancangan mutlak. Seperti katakan Gehry, arsitektur My approach to architecture is fferent. I Fauvisme pada dasarnya berada search out the work of artist and use art as a pada ruang lingkup seni lukis. Dimana means inspiration memiliki ciri khas atau karateristik ( Pada dasarnya, tersenri dunia seni. Melihat keaa seni arsitektur itu senri, perancangan arsitektur pada saat ini, mana memiliki esensi sama. Yaitu sebagai bentuk konsep perancangan suatu mea untuk mencapai suatu tampilkan bangunan kurang lebih keselarasan. seni, seorang seniman memiliki wujud hampir serupa, mencapai kemuan mengakibatkan kematian ekspresi of keselarasan akan jiwanya, segkan arsitektur, seperti arsitektur. ungkapkan oleh Vitruvius bukunya penan De Architectura, seorang arsitek baiknya terapannya pada big arsitektur. Berikut menyelaraskan ini merupakan skema tempuh hubungan antara aspek Estetika (Venustas), kekuatan (Firmitas), kajian teori seni menerapkan strategi desain tranformasi. serta aspek kegunaan (Utilitas). KARATERISTIK FAUVISME (Bahasa seni) ADAPTASI ARSITEKTURal (Bahasa arsitektur) TRANSFORMAS I Ide- ide ARSITEKTURAL TRANSFORMAS I KONSEP ARSITEKTURAL 90 Untuk itu, perlukan
10 Dalam konteks ini, itu senri pada desain arsitektur. permasalahannya terletak pada, bagaimana Berikut merupakan bentuk pengaplikasian bahasa-bahasa seni strategi desain cara mengadaptasikan, dapat terjemahkan ke karateristik seni (bahasa seni/ lingkup bahasa arsitektur. Atau bahasa bentuk, bagaimana caranya bahasa dwi- perancangan arsitektur (bahasa arsitektur/ matra transformasikan ke bahasa bahasa tri-matra. implementasikan ke lima aspek rupa penerapan dari dwi-matra), tri-matra) ke lingkup kemuan semantik arsitektur (Markus Zhand, 2009). Dalam proses adaptasi ini, terja pemaknaan karateristik dari seni NO. 1 FAUVISME ARSITEKTUR (Bahasa dwi-matra) (Bahasa tri-matra) Tidak sesuai keadaan nyata/ Ekspresif / imajinatif TINJAUAN ARSITEKTURAL 1. Bentuk unreal 2. skala (ukuran) 3. pattern (warna & pola) 4. material (bahan & tekstur) 5. posisi (letak) 2. Konflik warna (liar) Ke-Kontras-an / visual storsi 1. Bentuk 2. skala (ukuran) 3. pattern (warna & pola) 4. material (bahan & tekstur) 5. posisi (letak) 3. Brushstrokes,horizontal strokes, horizontal 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. posisi (letak) 4. Bentuk tidak detail Abstrak, undetail 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. material (bahan & tekstur) 4. posisi (letak) 5. Bertekstur kuat Hard texture 1. pattern (warna & pola) 2. material (bahan & tekstur) Warna-warna murni Tidak ada shang Warna-warna dasar 1. pattern (warna & pola) (ungradation) 2. material (bahan & tekstur) Solid 1. Bentuk 2. pattern (warna & pola) 3. material (bahan & tekstur) 91
11 Dari tabel atas, dapatkan bahwa perancangan. Dalam konsep terapan lingkup seni arsitektur sangatlah erat, kaitannya. menggunakan Sehingga, peng-adaptasian material material tekstur solid, konsep-konsep, dapat langsung tekstur kasar, warna- aplikasikan lima aspek pembentuk warna tegas dapat memperlihatkan bentuk ke-kontras-an sifat bangunan secara perancangan arsitektur yaitu (wujud), skala (ukuran), pattern (warna pola), material (bahan tekstur), visual. 5. Posisi (letak), biasanya aspek ini, menkut perancangan ruang serta posisi (letak). Dalam peng-adaptasian seni luar, mana akan terlihat tata letak ke perancangan arsitektur, bangunan dapatkan konsep terapan ke konsep-konsep perancangan sebagai berikut : 1. Dalam sirkulasinya. Dalam lingkup arsitektur, posisi atau tata letak bentuk, aspek itu senri atur berdasarkan mewajibkan bentuk ekspresif, penyesuaian konsep atau daya imajinasi, solid, abstrak, aya ke-kontras-an strokes secara visual, aya strokes pada secara horizontal, bagian-bagian melupakan konsep ke-kontras-an secara interior ataupun eksterior, serta pengembangan secara pengembangan tidak visual. horizontal. 2. Konsep skala (ukuran) terapkan pada perancangan baiknya, 3. PENUTUP I. KESIMPULAN menggunakan konsep imajinatif, 3. serta sesuaikan ke-kontras-an sangat objek,untuk lebih menonjolkan point of pemakaian warna bentuk, kemuan interest dari perancangan itu senri. tunjuk Dalam aspek pattern (warna pola), pemakaian warna-warna secara natural memang merupakan ciri khas inti pelukisan objek secara sesuai dari teknik sebagai aya gerakan kaidah-kaidah pendobrak kemuan penangkapan indera. Dimana penggunaan ke arsitektur warna secara liar merupakan ciri khas inti konsep warna ekspresif, dari kelompok ini. Fauvisme sangat meng- abstrak,kembangkan pola agungkan kebebasan ekspresi emosi memiliki pola ber-seni lukis. Ada pun teknik-teknik tekstur jelas, warna-warna dasar wajibkan secara tersirat, hanya solid, aya strokes, storsi maksudkan sebagai pemberi identitas ke- secara visual khasan itu. Seperti halnya melukis sirkulasi Material horizontal, (bahan tekstur), merupakan tampilan inti dapat merubah 92 menolak, adaptasikan 4. Fauvisme sebagai seni image sebuah objek tidak meniru pemangan tangkap secara objektif, penggunaan warna-warna dasar, tidak aya teknik
12 shang, warna-warna solid, serta Soedarso, Sejarah Perkembangan Seni garis-garis lukis tidak detail, sehingga Rupa Modern, Jakarta, CV. Stuo tidak menojolkan bentuk. Delapan Puluh Enterprise,2000. Setelah menelaah seni lukis Antoniades, C. Anthony, Poetics of, akhrinya dapatilah substansi- Architecture. New York, Van Nostrand substansi Reinhold,Co, inti kemuan adaptasikan ke konsepkonsep perancangan arsitektur. Dimana Tinangon, Alvin, Manifestasi Seni Kubistis Ber-Arsitektur arsitektur itu senri, memang sudah berri (Majalah TEKNO vol. 04), Manado, atas pondasi seni. kaitan antara seni Departemen arsitektur sangatlah erat. Dalam arsitektur, Universitas Sam Ratulangi, Fakultas daya imajinasi ekspresi seorang arsitek Teknik, sangatlah perlukan,untuk menghindari aya kematian jiwa dari perancangan arsitek itu senri. Untuk itu, arsitek-arsitek, baiknya sering mengembangkan strategi- Penkan Nasional Santosa, Hery, Aliran Seni Lukis Eropa, ngans strategi desain untuk menghindari stagnasi. II. SARAN Dalam hal pengkajian, seni masih sangat kurang. Di karenakan sejarah perkembangan sangat singkat. Untuk itu, pengakajian kaitannya arsitektur masih sangat sempit. Masih terbatas pada penggunaan warna, bentuk, material. Segkan untuk pola hubungan ruang, belum terbahas temukan konsepnya. Untuk itu, sarankan agar tema tentang kaitan seni arsitektur, terutama, untuk kaji lebih men. DAFTAR PUSTAKA Zhand, Markus, Pendekatan Dalam Perancangan Arsitektur, Yogyakarta, Kanisius Kusmiati, Artini,Dimensi Estetika Pada Karya Arsitektur Dan Desain, Jakarta, Djambatan,
6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak
6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak dalam seni lukis Julukan aliran ini adalah Binatang Jalang,
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ LINLS KE INTERNET TUJUAN
1 FAUVISME FAUVISME A.
FAUVISME 1FAUVISME A. Konsep Seni Fauvisme Di Perancis pada akhir abad ke 19 berkembang aliran Fauvisme, aliran ini merambah ke beberapa tempat di Eropa dengan landasan kekaryaan yang berpegang pada konsep
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Batasan Masalah Karya seni mempunyai pengertian sangat luas sehingga setiap individu dapat mengartikannya secara berbeda. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, karya
ALIRAN NEO KLASIKISME
ALIRAN NEO KLASIKISME Aliran Neo Klasikisme adalah gerakan untuk mempertegas kembali (neo) kepada aliran klasikisme. Muncul system pendidikan bersifat akademis ditambah dengan Royal Academic kian memperkokoh
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR Jolanda Srisusana Atmadjaja Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian karya arsitektur dapat dilakukan melalui
HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :
BAB III TINJAUAN KHUSUS III.1 Pengertian Tema Pengertian Ekspresi, adalah : Ungkapan tentang rasa, pikiran, gagasan, cita-cita, fantasi, dan lain-lain. Ekspresi merupakan tanggapan atau rangsangan atas
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis
7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis Avant Garde dalam bahasa Perancis berarti "garda terdepan"
Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis
A. Pemilihan Ide Pengkaryaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Lingkungan Pribadi Ide Lingkungan Sekitar Kontemplasi Stimulasi Sketsa Karya Proses Berkarya Apresiasi karya Karya Seni Bagan 3.1 Proses
BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Deskripsi Proyek Judul : Topik : Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara Ekspresionisme Tema : Pengolahan Bentuk Kampus yang Ekspresif dalam Menaungi Kegiatan
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Sebuah karya seni dapat terlihat dari dorongan perasaan pribadi pelukis. Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya. Hal itu di awali
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA A. Implementasi Teoritis Penulis menyadari bahwa topeng merupakan sebuah bagian peninggalan prasejarah yang sekarang masih mampu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan pemberontakan artistik terhadap standar umum seni di akhir abad ke 19 di Perancis. Daripada melukis
ESTETIKA BENTUK Pengertian. Estetika adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang
ESTETIKA BENTUK Pengertian Estetika adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang Rasa keindahan itu akan muncul apabila terjalin perpaduan yang serasi dari elemen
I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan
I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan Perancangan desain produk furnitur rak buku dengan gaya pop art, furnitur yang dibuat ialah furnitur rak buku dengan menampilkan berbagai macam
NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA DUA DIMENSI Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 PENGERTIAN NIRMANA Berasal dari dua akar kata, yakni nir yang artinya
BAB I PENDAHULUAN. dengan apa yang ingin diutarakan pengarang. Hal-hal tersebut dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara tentang fenomena kesusastraan tentu tidak lepas dari kemunculannya. Hal ini disebabkan makna yang tersembunyi dalam karya sastra, tidak lepas dari maksud pengarang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Perkembangan dunia kesenirupaan saat ini sudah sangat pesat sekali dengan inovasi bahan dan media dari karya seni rupa yang sudah beragam dan kadang tidak
Skripsi Museum Keroncong
III.1 Pengertian Metafora BAB III TINJAUAN KHUSUS Dalam bidang arsitektur, metafora berarti mengumpamakan bangunan sebagai sesuatu yang lain. Cara menampilkan perumpamaan tersebut adalah dengan memindahkan
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN 1. Tematik A. Implementasi Teoritis Kehidupan dunia anak-anak yang diangkat oleh penulis ke dalam karya Tugas Akhir seni lukis ini merupakan suatu ketertarikaan penulis terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Seni lukis ini memiliki keunikan tersendiri dalam pemaknaan karyanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seni lukis merupakan bagian dari seni rupa yang objek penggambarannya bisa dilakukan pada media batu atau tembok, kertas, kanvas, dan kebanyakan pelukis memilih
I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seni pada dasarnya digunakan untuk mewakili perasaan manusia. Melalui seni lukis seseorang dapat menuangkan ide atau gagasannya ke dalam bentuk visual yang menggambarkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Karya sastra merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, selain memberikan hiburan juga sarat dengan nilai, baik nilai keindahan maupun nilai- nilai ajaran
KOMSEP KARYA SENI. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP:
KOMSEP KARYA SENI Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP: 19750525 200112 1002 JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA 2013 0 A. Pendahuluan Saat ini kita dapat melihat
Munandar dalam Satriani (2011, hlm. 2) bahwa Kreativitas merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) kesenian diubah menjadi seni budaya, sesuai kurikulum itu pula mata pelajaran seni budaya mencakup
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Riset Ide Kemunafikan merupakan salah satu fenomena dalam masyarakat, oleh karena itu riset idenya merupakan forming dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tema mengenai parodi sebagai bentuk sindiran terhadap situasi zaman, banyak ditemukan sepanjang sejarah dunia seni, dalam hal ini khususnya seni lukis, contohnya Richard
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan
305 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Penjelasan yang terkait dengan keberadaan seni lukis
pribadi pada masa remaja, tentang kebiasaan berkumpul di kamar tidur salah seorang teman
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: THREE GIRLS IN THE BEDROOM Judul : Three Girls in the Bedroom Ukuran : 100x100 cm Tahun : 2006 Media : Oil on canvas Dipamerkan pada acara: Pameran Seni Rupa dengan
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian ini adalah lukisan Tetet Cahyati yang bertema Bandung merupakan lukisan ekspresivisme-abstrak yang bersumber gagasan dari
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
50 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Perwujudan Karya Seni Kemajuan yang tengah dialami oleh kaum feminis (perempuan) merupakan suatu titik puncak kejenuhan atas ideologi patriarki, penulis sendiri
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Kucing adalah hewan yang memiliki karakter yang unik dan menarik. Tingkah laku kucing yang ekspresif, dinamis, lincah, dan luwes menjadi daya
BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni lukis adalah karya seni rupa dua dimensional yang menampilkan citra visual melalui unsur titik, garis, bidang, tekstur, dan warna. Sebagai karya seni murni,
BAB III METODE PENCIPTAAN
BAB III METODE PENCIPTAAN Manusia membuat suatu karya seni dengan maksud atau tujuan yang berbeda-beda, perkembangan karya seni dan daya guna nya sendiri tidak lepas dari perkembangan kebutuhan manusia.
SENI RUPA KONTEMPOLER. Presentation. Disusun Oleh: XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7
SENI RUPA KONTEMPOLER Presentation Disusun Oleh: XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 XII IPA 7 Start Seni Rupa Kontemporer Tujuan Pembelajaran Definisi Contoh Karya Ciri - Ciri Referensi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I ( RPP I ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu : SMP NEGERI 3 KALASAN : Seni Budaya (Seni Rupa) : IX (sembilan) /1 (Satu) : 3 X 40 menit A. Kompetensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Seni 1. Pengertian Seni Menurut Soedarso (1988: 16-17) bahwa kata seni berasal dari bahasa Sansekerta sani yang berarti pemujaan, palayanan, donasi, permintaan atau mata pencaharian
ESTETIKA ABAD KE-20 SUSANNE K. LANGER. Oleh : Ritter Willy Putra Christina Abigail Daniz Puspita
ESTETIKA ABAD KE-20 SUSANNE K. LANGER Oleh : Ritter Willy Putra 12120210157 Christina Abigail 12120210195 Daniz Puspita 12120210208 Fifiani Lugito 12120210231 Harryanto 12120210370 Fakultas Seni dan Desain,
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Tema kekerasan terhadap anak (child abuse) akan diwujudkan dalam suatu bentuk karya seni rupa. Perwujudan tema tersebut didukung dengan adanya
BAB 1 PENDAHULUAN. diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah sarana penyucian jiwa dan pengenalan unsur rohani dari diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa dan hati pendengarnya.
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA A. Implementasi Teoritis Mengamati anak-anak baik dalam kehidupan dirumah ataupun diluar rumah, memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa kecil
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.
68 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya, hal itu diawali dengan adanya dorongan perasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori/Metode Teori membuat Komik. Dalam bukunya, Scott McCloud mengatakan bahwa komik adalah
14 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori/Metode 4.1.1 Teori membuat Komik Dalam bukunya, Scott McCloud mengatakan bahwa komik adalah Gambar-gambar dan lambing-lambang yang terjukstaposisi dalam turutan
BAB I DEFINISI OPERASIONAL. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan
1 BAB I DEFINISI OPERASIONAL A. LATAR BELAKANG MASALAH Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia, karya seni merupakan suatu
BAB I PENDAHULUAN. menghawatirkan, baik dari segi penyajian, maupun kesempatan waktu dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fenomena saat ini, keberadaan seni tradisi yang terdapat di daerah mulai menghawatirkan, baik dari segi penyajian, maupun kesempatan waktu dalam penyajian.
BEELAJAR MENCIPTAKAN RUANG MELALUI GAMBAR ANAK-ANAK Oleh: Taswadi. Abstrak
BEELAJAR MENCIPTAKAN RUANG MELALUI GAMBAR ANAK-ANAK Oleh: Taswadi Abstrak Anak-anak memiliki dunianya sendiri yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Usia anak-anak sering disebut dengan masa bermain.
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Koentjaranigrat (seniman). Majalah Versus Vol 2 edisi Februari 2009
BB I PENDHULUN 1.1. LTR BELKNG, sebagai suatu bentuk ekspresi seniman memiliki sifat-sifat kreatif, emosional, individual, abadi dan universal. Sesuai dengan salah satu sifat seni yakni kreativ, maka seni
BAB I PENDAHULUAN. Harry Atmami, 2015 Seni Kinetik Mitos Situ Bagendit Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Pasca impresionisme yang muncul pada tahun 1839 merupakan awal dari seni rupa modern. Saat itu seni rupa banyak memberikan alternatif dan masalah yang sulit
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak awal keberadaannya, seluruh manusia di muka bumi ini memerlukan suatu tempat untuk bernaung maupun berlindung, baik yang bersifat tetap maupun sementara.
2015 PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Tokoh pahlawan atau superhero Indonesia sepertinya sudah lama sekali hilang di dunia perfilman dan media lainnya di tanah air. Tidak bisa dipungkiri, hal
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS CRASH
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS CRASH Jenis Karya Judul Ukuran Media/Teknik Tahuan Pembuatan Pencipta : Lukisan : Crash (Tabrakan) : 60 cm x 80 cm : Cat Akrilik di atas Kanvas : 2007 : Drs. Bambang Prihadi,
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Dalam pemilihan material yang akan digunakan untuk membuat sebuah rak, perlu memperhatikan juga unsur kelestarian bagi lingkungan. Penggunaan kayu
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Gagasan atau ide merupakan hal yang harus dimiliki seorang pencipta karya seni dalam proses penciptaan karya seni. Subjektifitas dari seorang
Bab I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada awalnya sebelum muncul huruf, peradaban manusia lebih dulu mengenal herogliph (simbol) di dinding goa - goa. Bahkan bangsa Mesir pun yang dikenal sebagai
BAB I PENDAHULUAN. suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dihayati oleh penyairnya ke dalam suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang terhadap
pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan seni merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Salah satu pendidikan
TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM
TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM A. DEFINISI PERANCANGAN RUANG DALAM/ DESAIN INTERIOR Desain interior atau perancangan ruang dalam merupakan ilmu yang mempelajari tentang menata, merencanakan dan
II. KAJIAN PUSTAKA. A. Sumber Pustaka. sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang. Kupu-kupu memiliki banyak jenis dan memiliki
II. KAJIAN PUSTAKA A. Sumber Pustaka 1. Rujukan Serangga bersayap sisik ini biasanya memiliki sayap yang sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang bersayap indah, terdapat beberapa
Metode Penciptaan Serikat Serangga Dalam Penciptaan Seni Kriya Oleh: I Nyoman Suardina, S.Sn.,Msn
Metode Penciptaan Serikat Serangga Dalam Penciptaan Seni Kriya Oleh: I Nyoman Suardina, S.Sn.,Msn Dalam proses penciptaan karya seni kriya, tentu melalui berbagai tahapan. Tahapan tersebut harus terstruktur,
Meng- abadi -kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X G-48 Meng- abadi -kan Arsitektur dalam Rancangan Gedung Konser Musik Klasik Surabaya Fanny Florencia Cussoy, dan I Gusti Ngurah Antaryama
Bentuk Analogi Seni Pertunjukan dalam Arsitektur
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) G 70 Bentuk Analogi Seni Pertunjukan dalam Arsitektur Laksmi Dewayani dan Nur Endah Nuffida Departemen Arsitektur, Fakultas
Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN. terhadap tumbuhan paku sejati (Pteropsida) ini sehingga menghasilkan pemikiran.
Proses Sumber Persiapan gagasan Sketsa Pengalaman Ide atau Gagasan Karya Pewarnaan Konsultasi BAB I I I Pengamatan Medium Pengafdrukan METODE PENCIPTAAN Media Teknik massa Pencetakan A. Implementasi Teoritik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam suatu kehidupan, bentuk materi maupun non-materi mengalami sebuah siklus perubahan yang natural terjadi dalam segala aspek kehidupan yang mencakup mulai dari
KOMPLEK GALERI SENI LUKIS di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR KOMPLEK GALERI SENI LUKIS di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini dikemukakan beberapa poin di antaranya latar belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini dikemukakan beberapa poin di antaranya latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan ruang lingkup penelitian. 1.1
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 6 SENI RUPA MODERN IMPRESIONISME, EXPRESIONISME, POINTILISME, FAUVISME, FUTURISME, DADAISME, KUBISME
SEJARAH SENI RUPA TOPIK 6 SENI RUPA MODERN IMPRESIONISME, EXPRESIONISME, POINTILISME, FAUVISME, FUTURISME, DADAISME, KUBISME TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ LINLS KE INTERNET
Struktur Arsitektur dalam Objek Rancang Pusat Komunitas Berperilaku Hijau Surabaya
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol.2, No.2 (Juli,2013) ISSN:2301-928X 1 Struktur Arsitektur dalam Objek Rancang Pusat Komunitas Berperilaku Hijau Surabaya Faranita Dwi Hapsari dan I Gusti Ngurah Antaryama Jurusan
GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA
LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA 1 UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN YUDISIUM UNTUK MENCAPAI DERAJAT SARJANA TEKNIK (S-1)
SEJARAH DESAIN. Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk
SEJARAH DESAIN Modul ke: Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7 Fakultas Desain dan Seni Kreatif Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Abstrak Berbagai Gaya Desain di dunia berkembang
BAB III METODE PENCIPTAAN
53 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide atau Gagasan Beberapa faktor dapat mempengaruhi sebagian karya dari ide yang dihasilkan seorang seniman, faktor tersebut bisa datang dari dalam maupun luar yang menjadikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI 1.1.1. Judul Perancangan Dalam pemberian suatu judul dalam perancangan dapat terjadinya kesalahan dalam penafsiran oleh pembacanya, maka dari itu dibuatlah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Tato merupakan salah satu karya seni rupa dua dimensi yang layak untuk dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Jika kita berbicara tentang peradaban manusia, tidaklah akan lepas dari persoalan seni dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya Jika kita berbicara tentang peradaban manusia, tidaklah akan lepas dari persoalan seni dan budaya yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri. Seni dan
BAB I PENDAHULUAN. Kelebihan yang utama adalah memiliki akal budi. psikis. Perbedaan yang paling terlihat antara perempuan dan laki-laki terutama
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penciptaan Diantara makhluk-makhluk yang diciptakan Tuhan manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, manusia memiliki berbagai kemampuan yang tidak dimiliki
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan kita. Pendidikan merupakan salah satu fasilitas kita sebagai manusia dan pendidik untuk merangsang
V. PENUTUP. A. Kesimpulan
V. PENUTUP A. Kesimpulan Menciptakan karya seni memerlukan banyaknya pertimbangan dari berbagai aspek, termasuk keseimbangan antara visualisasi karya yang didukung oleh pemahaman dari aneka referensi.
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Touch of Batik merupakan konsep yang menggabungkan dua latar belakang yang berbeda, yaitu batik hasil karya seni Indonesia pada gayastreetstyle. Batik yang diangkat
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis Alasan penulis mengangkat momen keluarga sebagai sumber ide dalam penciptaan seni grafis, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME yang telah memberi
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia disatupadukan dari kebudayaan nasional dan kebudayaan. daerah. Kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak puncak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. Keaneka ragaman kebudayaan dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia disatupadukan dari kebudayaan
melodi dan keharmonisan dari nada dan suara yang disusun '). Seni
BAB I PENDAHULUAN 1.1. BATAM MUSIC CENTER Dengan penekanan pada: Pembentukan citra bangunan yang atraktif sebagai konsep dasar landmark kota Batam 1.1.1. PENGERTIAN JUDUL MUSIC Apabila diartikan, musik
Unsur dasar senirupa. Pertemuan ke 1
Unsur dasar senirupa Pertemuan ke 1 Titik Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar. Titik dapat dikembangkan menjadi garis dan bidang. Titik merupakan unsur penting dalam seni rupa. Sebagai
BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan
33 BAB III METODE PENCIPTAAN Setiap orang pasti mempunyai kegelisahan terhadap suatu persoalan yang ada didalam dirinya ataupun dilingkungan sekitar, sehingga menumbuhkan gagasan untuk keluar dari kegelisahan
BAB I PENDAHULUAN. beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tujuan, kebutuhan, dan keinginan yang beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup seseorang.
BAB III PROSES PERANCANGAN. A. Bagan Pemecahan Masalah. Perancangan Motif Batik Geometri
BAB III PROSES PERANCANGAN A. Bagan Pemecahan Masalah A. Perancangan Motif Batik Geometri Permasalahan: 1. Pemahaman konsep perancangan. 2. Perancangan motif batik Geometri 3. Visualisasi bentuk dan warna
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI DIPAMERKAN PADA PAMERAN SENIRUPA IKATAN KELUARGA ALUMNI SEKOLAH SENI RUPA INDONESIA 20-26 NOVEMBER 2011 DI TAMAN BUDAYA SURAKARTA SK DEKAN : 0614/UN.34.12/KP/2011
SEJARAH DESAIN. Gaya Desain Konstruktivisme Modul 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk
SEJARAH DESAIN Modul ke: Gaya Desain Konstruktivisme Modul 7 Fakultas Desain dan Seni Kreatif Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Gaya Desain Konstruktivisme Abstract
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS. A. Implementasi Teoritis
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS A. Implementasi Teoritis Istilah kata celeng berasal dari sebagian masyarakat Jawa berarti babi liar. Jika dilihat dari namanya saja, sudah nampak bahwa
belajar, belajar seraya bermain, dengan demikian anak akan memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan di Taman kanak-kanak/ TK merupakan pendidikan yang menjadi pondasi dari seluruh pendidikan yang akan ditempuh di jenjang selanjutnya. TK/ taman kanak-kanak
HASIL DAN PEMBAHASAN
27 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas estetika pohon-pohon dengan tekstur tertentu pada lanskap jalan dan rekreasi yang bervariasi. Perhitungan berbagai nilai perlakuan
Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan. Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) Checklist Keterangan
Form Evaluasi - Dokumen DPBK Nama Penyusun : Ariesa Pandanwangi Fakultas/Jurusan : Seni Rupa Desain / Seni Rupa Murni Mata Kuliah : SEJARAH SENI RUPA MODERN Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan
BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori
BAB 4 KONSEP 4.1 Landasan Teori Landasan teori berfungsi sebagai arah & batasan dalam konsep berfikir sehingga proses perancangan media interaktif ini berada pada arah dan ruang lingkup yang jelas dan
1.4 Metodologi Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Seni dan desain (art and design) dipandang sebagai dua elemen menyatu yang tidak terpisahkan. Tiap perkembangan seni selalu diikuti oleh visualisasi
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Perkembangan zaman menjadi salah satu faktor munculnya teknologi baru dalam segala bidang. Beberapa teknologi dibuat karena adanya
BAB I PENDAHULUAN. Aliran musik Grunge merupakan sebuah inovasi dari aliran musik rock
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aliran musik Grunge merupakan sebuah inovasi dari aliran musik rock dan punk yang sudah ada sebelumnya. Yang tentunya tidak terlepas dari pengaruh perkembangan musik
BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran manusia. Dalam musik terdapat lirik lagu dan alunan musik yang harmonis, dapat membawa seseorang
LUKISAN BASUKI ABDULLAH DAN MAKNANYA
LUKISAN BASUKI ABDULLAH DAN MAKNANYA 2017 Judul : "Kakak dan Adik" Nama seniman : Basuki Abdullah tahun : 1971 ukuran : 65 x 79 cm. Lukisan Basuki Abdullah yang berjudul Kakak dan Adik (1978) ini merupakan
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritis 1. Tema Karya yang di Angkat Penulis mengangkat bentuk visualisasi gaya renang indah ke dalam karya seni grafis karena berenang merupakan salah satu bagian
II. TINJAUAN PUSTAKA. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang bersifat imajinatif yang lahir
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Puisi Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang bersifat imajinatif yang lahir dari perasaan penyair dan diungkapkan secara berbeda-beda oleh masing-masing
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA. Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn.
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn. KONSEP DASAR PENDIDIKAN SENI Seni dalam Pendidikan Pendidikan melalui Seni (Education through Art) SENI DALAM
