BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Doddy Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 72 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Penerapan PSAK No. 105 Tentang Sistem Bagi Hasil Deposito Mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. 1. Penerapan sesuai dengan PSAK No. 105 Tabel 4.1 Komparasi PSAK No. 105 dan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. No PSAK PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Ket. No Paragraf 4 Dalam posisinya dengan nasabah, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sesuai bertindak sebagai pengelola dana (mudharib) sekaligus sebagai pemilik dana (shahibul maal). Ketika suatu entitas bertindak sebagai mudharib maka jenis mudharabah yang berlaku adalah mudharabah mutlaqah, sebab nasabah pada umunya memberikan kebebasan kepada perusahaan dalam pengelolaan investasinya, namun entitas seharusnya menginformasikan kepada nasabah kemana dananya akan diinvestasikan. Sebaliknya, ketika perusahaan bertindak sebagai pemilik dana maka jenis mudharabah yang berlaku adalah mudharabah muqayyadah, artinya suatu jenis mudharabah dimana pemilik dana memberi batasan kepada pengelola dana.
2 73 2. Paragraf 5 Dalam hal ini, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. bertindak sebagai pengelola Sesuai dana (mudharib) dan nasabah sebagai pemilik dana (shahibul maal). Hal ini terjadi karena deposito mudharabah merupakan dana syirkah temporer atau investasi tidak terikat sehingga yang berlaku adalah mudharabah mutlaqah. 3. Paragraf 6 Dana syirkah temporer merupakan investasi dengan akad mudharabah Sesuai mutlaqah dimana pemilik dana (shahibul maal) memberikan kebebasan kepada pengelola dana (mudharib/bank) dalam pengelolaan investasinya dan akan memperoleh bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati. Dana syirkah temporer terdiri dari deposito mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk., 4. Paragraf 10 Nisbah telah ditetapkan pada saat awal akad mudharabah, nisbah ini akan Sesuai menentukan bagian keuntungan masing-masing antara pemilik dana dan pengelola dana. Dalam deposito mudharabah mutlaqah yang terdapat pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk., nisbah telah ditentukan oleh bank dalam hal ini bertindak sebagai pengelola dana. 5. Paragraf 11 Pembagian hasil usaha mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Sesuai dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil (revenue sharing). Berdasarkan prinsip ini, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit). Besarnya nisbah sudah ditetapkan pada awal akad antara pihak bank (mudharib) dengan nasabah pemilik dana (shahibul maal). 6. Paragraf 25 Dana yang diterima dari pemilik dana yaitu nasabah dalam akad mudharabah Sesuai khususnya dalam kasus ini deposito mudharabah diakui sebagai dana syirkah 73
3 74 temporer pada laporan neraca konsolidasi harian PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk sebesar jumlah kas yang diterima. Pada akhir periode akuntansi, dana syirkah temporer tersebut diukur sebesar nilai tercatatnya. Dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas atau nilai wajar asset non kas yang diterima. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Kas/Aset Non Kas xxx Cr. Dana Syirkah Temporer xxx 7. Paragraf 26 Dana syirkah temporer yang diterima oleh pengelola dana diakui sebagai aset Sesuai sesuai dengan ketentuan pada paragraph sebelumnya yakni pada paragraf 12 dan paragraf Paragraf 27 Pengelola dana mengakui pendapatan atas penyaluran dana syirkah temporer Sesuai secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik dana. Ilustrasi jurnal ketika menerima pendapatan bagi hasil dari penyaluran kembali dana syrikah temporer, adalah sebagai berikut : Dr. Kas/Piutang xxx Cr. Pendapatan yang Belum Dibagikan xxx 9. Paragraf 28 Dalam prakteknya, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk menggunakan metode Sesuai revenue sharing dalam menetapkan besarnya bagi hasil dan nisbah telah sesuai dengan yang disepakati diawal akad antara nasabah dengan pihak bank. 74
4 Paragraf 29 Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer merupakan bagian bagi Sesuai hasil milik pihak ketiga yang didasarkan pada prinsip mudharabah mutlaqah atas hasil pengelolaan dana mereka oleh bank dengan menggunakan sistem revenue sharing. Jumlah pendapatan margin dan bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dan dari aset produktif lainnya yang akan dibagikan kepada nasabah penyimpan dana dan bank, dihitung secara proporsional sesuai dengan alokasi dana nasabah dan bank yang dipakai dalam pembiayaan yang diberikan dan aset produktif lainnya yang disalurkan. Dari jumlah pendapatan margin dan bagi hasil yang tersedia untuk nasabah tersebut kemudian dibagihasilkan ke nasabah penabung dan deposan sebagai shahibul maal dan bank sebagai mudharib sesuai dengan porsi nisbah bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dan aset produktif lainnya yang memakai dana bank, seluruhnya menjadi milik bank. Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi hak porsi pemilik dana. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Beban Bagi Hasil Mudharabah xxx Cr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx 75
5 76 Jurnal saat pengelola dana membagi hasil : Dr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx Cr. Kas xxx 11. Paragraf 30 Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana diakui Sesuai sebagai beban pengelola dana. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Beban xxx Cr. Utang lain-lain/kas xxx 76
6 77 Tabel 4.2 LAPORAN DISTRIBUSI BAGI HASIL Tanggal 31 Desember 2011 (Diaudit) (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS-POS SALDO RATA- RATA PENDAPATAN YANG HARUS DIBAGI HASIL PORSI PEMILIK DANA BAGI HASIL RATE OF RETURN NISBAH 1 Giro Wadiah a. Bank - - 0,00 % - 0,00 % b. Non Bank - - 0,00 % - 0,00 % 2 Tabungan Mudharabah ,00% ,42% 3 Deposito Mudharabah Bank dan Non Bank a. Rupiah 1 bulan ,00% ,50% 3 bulan ,00% ,60% 6 bulan ,00% ,82% 12 bulan ,00% ,93% b. Valas 1 bulan ,00% ,50% 3 bulan ,00% 98 1,67% 6 bulan ,00% 91 1,85% 12 bulan ,00% 89 2,02% Total
7 78 Tabel 4.3 Data-data Perhitungan Pembagian Hasil Usaha Sumber Dana Penyaluran Dana Pendapatan Saldo Ratarata Prinsip Wadiah Prinsip Bagi Hasil Tabungan Wadiah Pembiayaan Mudharabah Giro Wadiah - Pembiayaan Musyarakah Sub Total - Sub Total Prinsip Jual Beli Prinsip Mudharabah Murabahah Deposito Mudharabah Salam & Salam Paralel - Tabungan Mudharabah Istishna & Istishna Paralel Sub Total Sub Total Prinsip Ujroh (Sewa) Ijarah & IMB Sub Total Pendapatan Dari Penyertaan 108 Lainnya TOTAL PENYALURAN , Perhitungan Kolom Pendapatan yang Harus Dibagi Hasil Mudharabah : Rp Penyaluran Dana : Rp ,50 Pendapatan Cash Basis : Rp
8 79 Pendapatan yang harus dibagi hasil 1. Pendapatan Tabungan Mudharabah x = ,71 seharusnya Pendapatan Deposito Mudharabah Rupiah a) x = ,3 seharusnya (1 bulan) b) x = ,57 seharusnya (3 bulan) c) x = ,16 seharusnya (6 bulan) d) x = 6.845,13 seharusnya (12 bulan) Pendapatan Deposito Mudharabah Valas a) x = ,48 seharusnya (1 bulan) b) x = 640,61 seharusnya 518 (3 bulan) c) x = 534,50 seharusnya 433 (6 bulan) d) x = 478,46 seharusnya 387 (12 bulan)
9 80 Perhitungan : Bagi hasil Porsi Pemilik Dana 1) Tabungan Mudharabah = x 22 % = ) Deposito Mudharabah Rupiah a) 1 bulan = x 50 % = b) 3 bulan = x 51 % = c) 6 bulan = x 53 % = d) 12 bulan = x 54 % = ) Deposito Mudharabah Valas a) 1 bulan = x 17 % = b) 3 bulan = 518 x 19 % = 98 c) 6 bulan = 433 x 21 % = 91 d) 12 bulan = 387 x 23 % = 89 80
10 81 Rate Of Return 1) Tabungan Mudharabah = x 365 x 100 % = 2,42 % ) Deposito Mudharabah Rupiah a) 1 bulan = x 365 x 100 % = 5,50 % b) 3 bulan = x 365 x 100 % = 5,60 % c) 6 bulan = x 365 x 100 % = 5,82 % d) 12 bulan = x 365 x 100 % = 5,93 % ) Deposito Mudharabah Valas a) 1 bulan = x 365 x 100 % = 1,50 % b) 3 bulan = 98 x 365 x 100 % = 1,67 %
11 82 c) 6 bulan = 91 x 365 x 100 % = 1,85 % d) 12 bulan = 89 x 365 x 100 % = 2,02 % Penyajian Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatat. Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan : a. Dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah. b. Bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan sebagai pos bagi hasil yang belum dibagikan di kewajiban. 82
12 83 DANA SYIRKAH TEMPORER BUKAN BANK Tabungan mudharabah Pihak ketiga Pihak berelasi Jumlah Deposito berjangka mudharabah Pihak ketiga Pihak berelasi Jumlah Jumlah dana syirkah temporer dari bukan bank BANK Tabungan mudharabah (ummat) Deposito berjangka mudharabah Jumlah dana syirkah temporer dari bank Surat berharga yang diterbitkan Investasi mudharabah antar bank Sukuk mudharabah subordinasi Jumlah surat berharga yang diterbitkan JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN SEGERA SIMPANAN Giro wadiah Pihak ketiga Pihak berelasi Jumlah giro wadiah Tabungan wadiah - pihak ketiga Jumlah SIMPANAN DARI BANK LAIN BAGI HASIL YANG BELUM DIBAGIKAN
13 84 3. Pengungkapan Pengelola dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas pada : a. Isi kesepakatan utama usaha mudharabah, seperti porsi dana, pembagian hasil usaha mudharabah. b. Rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya. c. Penyaluran dana yang berasal dari mudharabah muqayyadah. d. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101 : Penyajian Laporan Keuangan Syariah. B. Ketentuan Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Deposito syariah adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bank. Produk deposito pada Bank Muamalat berdasarkan pada akad mudharabah mutlaqah. Prinsip mudharabah mutlaqah adalah prinsip yang digunakan di dalam menjalankan transaksi deposito dengan menggunakan mekanisme pooling of fund, dimana bank diberi kewenangan tanpa ada batasan apapun untuk mendapatkan keuntungan. 84
14 85 Dana yang telah nasabah investasikan akan dikelola oleh bank secara produktif dan profesional ke dalam bentuk pembiayaan untuk masyarakat sesuai dengan prinsip syariah. Hasil usaha yang diperoleh akan dibagihasilkan antara nasabah dan bank sesuai dengan porsi bagi hasil atau nisbah yang telah disepakati pada saat akad terjadi. Deposito mudharabah adalah jenis investasi pada bank dalam mata uang rupiah dan valuta asing yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo. Deposito tersebut dapat diperpanjang otomatis / ARO (Automatic Roll Over). Berdasarkan jangka waktunya, deposito syariah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk terdiri dari : a. Deposito 1 bulan b. Deposito 3 bulan c. Deposito 6 bulan d. Deposito 12 bulan Bila nasabah menginginkan deposito syariah dicairkan sebelum jatuh tempo, maka nasabah dikenakan denda dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku dan diakui sebagai pendapatan operasional lainnya. Bagi hasil 85
15 86 berjalan akan diterima nasabah sesuai dengan jumlah hari pengendapan deposito. Terdapat beberapa keunggulan dari deposito mudharabah pada Bank Muamalat, antara lain sebagai berikut : 1. Dana aman dan terjamin (diikutsertakan dalam program penjaminan pemerintah yaitu LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). 2. Amanah, karena dana yang diinvestasikan akan dikelola secara produktif dan profesional sesuai dengan prinsip syariah. 3. Bagi hasil kompetitif. 4. Jangka waktu fleksibel sesuai dengan keinginan nasabah. 5. Pokok deposito dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over / ARO). 6. Dapat dijadikan sebagai jaminan pembiayaan. 7. Pengkreditan bagi hasil fleksibel, dapat dikreditkan ke rekening Bank Muamalat atau ditransfer ke rekening lain. Alur Produk : 1. Nasabah (shahibul maal) menginvestasikan dananya di bank (mudharib). 86
16 87 2. Bank menerima dana (maal) dari nasabah (shahibul maal) berdasarkan prinsip mudharabah, yaitu suatu perjanjian kerjasama antara pihak yang mempunyai modal (shahibul maal) dengan pihak bank (mudharib). 3. Nasabah harus memberikan persetujuan kepada bank umum untuk mengelola keseluruhan dananya dalam kegiatan operasional bank dengan menandatangani aplikasi pembukaan rekening dan akad mudharabah. 4. Bank dan pihak ketiga menyetujui pembagian keuntungan dari hasil investasi dana berdasarkan nisbah yang telah disepakati. C. Kebijakan dan Prosedur Umum Deposito Mudharabah Pada dasarnya kebijakan dan prosedur deposito mudharabah sama dengan tabungan mudharabah. Hanya ada beberapa bagian saja yang berbeda. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Sumber Dana Penempatan Deposito Mudharabah Sumber dana penempatan deposito syariah dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Tunai, yaitu dana yang bersumber dari : 1) Kas, transaksi penempatan deposito syariah dapat dibukukan langsung oleh kantor cabang atau kantor kas. 2) Cek Bank Muamalat, transaksi penempatan deposito syariah dapat dibukukan langsung oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu 87
17 88 memastikan keabsahan dan ketersediaan dana pada pemilik rekening cek. b. Non Tunai : 1) Debet Rekening Transaksi penempatan deposito syariah langsung dapat dibukukan oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu memastikan kesamaan data nasabah pada aplikasi permohonan deposito syariah dengan data pada rekening nasabah yang akan didebet, serta melakukan verifikasi tanda tangan nasabah. 2) Bilyet Giro Transaksi penempatan deposito syariah langsung dapat dibukukan oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu memastikan keabsahan dan ketersediaan dana pada rekening pemilik bilyet giro. 3) Sumber dana berasal dari transfer dari bank lain/rtgs (Real Time Gross Settlement). Transaksi penempatan deposito syariah baru dapat dilakukan oleh kantor cabang setelah dana efektif diterima kantor cabang. Setiap sumber dana penempatan deposito syariah harus memenuhi ketentuan prinsip mengenal nasabah / KYC (Know Your Customer). 88
18 89 2. Perhitungan dan Distribusi Bagi Hasil Deposito Mudharabah Dalam hal perhitungan bagi hasil pada bank muamalat dilakukan secara otomatis oleh sistem komputerisasi. Nisbah bagi hasil deposito mudharabah harus sesuai dengan nisbah yang tertera pada aplikasi penempatan deposito dan akad mudharabah yang telah ditandatangani oleh nasabah dan bank pada saat pembukaan rekening deposito mudharabah. Atas bagi hasil deposito mudharabah yang diterima oleh nasabah, akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Distribusi bagi hasil deposito mudharabah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a. Distribusi bagi hasil melalui rekening. b. Distribusi bagi hasil melalui transfer ke bank lain. c. Distribusi bagi hasil secara tunai. 3. Pencairan Deposito Mudharabah Deposito mudharabah hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo. Dalam pencairan yang dilakukan sebelum jatuh tempo maka nasabah akan dikenakan ganti rugi dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku dan diakui sebagai pendapatan operasional lainnya. Deposito yang dicairkan sebelum jatuh tempo, maka bagi hasil akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat pencairan deposito, nasabah wajib menyerahkan bilyet deposito yang asli maka 89
19 90 deposito secara otomatis tidak akan diperpanjang. Pencairan deposito mudharabah pada Bank Muamalat dapat dilakukan dengan dua cara : a. Pencairan deposito secara tunai. b. Pencairan deposito dengan surat kuasa. 4. Peraturan Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk a. Break Sebelum Jatuh Tempo 1) Pada dasarnya deposito mudharabah tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo (break), jika dilakukan akan dikenakan denda yang pembayarannya langsung disalurkan ke rekening infak dan bagi hasil bulan berjalan tidak dibayar. 2) Untuk jumlah nominal tertentu wajib meminta persetujuan kepada pejabat yang ditunjuk (treasury). b. Deposito Jatuh Tempo 1) Pencairan deposito saat jatuh tempo, hanya dapat dilakukan melalui rekening deposan yang bersangkutan di Bank Muamalat Indonesia. 2) Tidak diambil pada hari tanggal jatuh tempo, pada sore harinya wajib dipindahkan ke bagian Deposito Jatuh Tempo, tidak menerima nisbah bagi hasil. 90
20 91 c. Deposito Berjangka Dijaminkan 1) Pada komputer (KIBLAT) harus dirubah flag menjadi dijaminkan. 2) Perubahan status (pemblokiran dan pelepasan) harus mendapat persetujuan dari komite pembiayaan. d. Pemberian Spesial Nisbah 1) Pembagian keuntungan dengan nisbah selain yang normal sesuai keputusan ALCO (Asset and Liability Committee) yang berlaku. 2) Tidak ada spesial rate, yang ada spesial nisbah (nisbah khusus yang berbeda dengan nisbah umum). e. PPH 21 Atas Bagi Hasil 1) Terdapat beberapa lembaga, untuk lembaga yang dibebaskan dari pajak harus memberikan, Surat Keterangan Bebas Pajak dari dinas pajak yang berwenang. 2) Bagi hasil yang diterima deposan tetap dikenakan pajak pendapatan (PPh 21) sesuai ketentuan yang berlaku f. Pembayaran Bagi Hasil Pembayaran Bagi Hasil pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk dilakukan setiap ulang tanggal pada saat penempatan deposito awal. 91
21 92 D. Bank Syariah Sebagai Pengelola Dana (Penghimpunan Dana Bank Syariah) 1. Akun Pada Akuntansi Pengelola Dana a. Akun Laporan Posisi Keuangan (Neraca) 1) Dana Syirkah Temporer 2) Bagi Hasil Diumumkan Belum Dibagi 3) Aset Mudharabah / Persediaan 4) Hutang Kepada LKS b. Akun Laporan Laba Rugi 1) Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil 2) Kerugian Mudharabah 92
22 93 E. Transaksi Akuntansi Mudharabah (Bank Syariah Sebagai Pengelola Dana) 1. Jurnal Deposito Mudharabah a. Bank syariah menerima setoran tunai atas nama Maskaryo sebesar Rp sebagai investasi deposito mudharabah untuk jangka waktu satu bulan dengan nisbah 65 untuk nasabah dan 35 untuk bank syariah. Dr. Kas Rp Cr. Dana Syirkah Temporer Rp (Dep. Mudharabah a/n Maskaryo) b. Dibayar deposito mudharabah yang telah jatuh tempo atas nama Maskaryo sebesar Rp Bagi hasil sebesar Rp setelah dikurangi PPh 21 sebesar Rp Dr. Dana Syirkah Temporer Rp (Dep. Mudharabah a/n Maskaryo) Dr. Hak Pihak Ke-3 Atas Bagi Hasil Rp Cr. Titipan PPh 21 Rp Cr. Kas/Rek. Nasabah Rp
23 94 2. Jurnal Tabungan Mudharabah a. Diterima setoran tunai pembukaan rekening tabungan mudharabah atas nama Zaenab sebesar Rp Dr. Kas/Rek. Zaenab Rp Cr. Dana Syirkah Temporer Rp (Tab. Mudharabah a/n Zaenab) b. Zaenab melakukan penarikan tabungan atas namanya melalui counter teller sebesar Rp Dr. Dana Syirkah Temporer Rp (Tab. Mudharabah a/n Zaenab) Cr. Kas Rp c. Dibayarkan bagi hasil tabungan mudharabah untuk Zaenab sebesar Rp dan atas pembayaran bagi hasil tersebut dipotong pajak 15 %. Dr. Hak Pihak Ke-3 Atas Bagi Hasil Rp Cr. Kas/Rek. Zaenab Rp Cr. Titipan Kas Negara Rp
24 95 3. Perhitungan Deposito Mudharabah (Tutup Buku Akhir Bulan) Penempatan simpanan berjangka satu bulan pada tanggal 25 Juni Tutup buku akhir bulan pada tanggal 29 Juni a. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 1) So rata-rata harian rek x HBH x Return Produk 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi (hari) Return Produk : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari : % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp x 4 x / (365 x 100) = Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Hasil nisbah umum Tambahan : (80-65) / 65 x Total b. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 2) So rata2 harian rek x HBH x (Nisbah Nasabah x Return Total Pendptn 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah 95
25 96 Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi (hari) Return Total Pendapatan : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari : % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp x 4 x (0.65 x 9.125) / (365 x 100) = Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp x 4 x (0.80 x 9.125) / (365 x 100) = c. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 3) So rata-rata harian rek x HI Per Mil x Nisbah Nasabah 1000 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari HI Per Mil : Rp 7.5 Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp / 1000 x 7.5 x 0.65 = (seharusnya 3.250) Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp / 1000 x 7.5 x 0.80 = (seharusnya 4.000) 96
26 97 Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama, jangka waktu investasi sama. d. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 4) Saldo rata rek individu x Pendapatan Kelompok Produk Total Saldo Produk Perhitungan simpanan berjangka Ahmad Saldo simpanan berjangka Ahmad : Rp Total Saldo Produk : Rp Hasil Pendapatan Kelompok Produk : Rp Bagi hasil Ahmad (Nisbah 65) Rp / Rp x Rp = Rp (seharusnya 3.250) Bagi hasil Ahmad (misal : nisbah 80) Rp / Rp x Rp = Rp (seharusnya 4.000) Catatan : hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama, khususnya nisbah dan jangka waktu. 97
27 98 4. Perhitungan Deposito Mudharabah (ulang tanggal) Penetapan bagi hasil di Bank Muamalat dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung HI-1000 (baca: Ha-i-seribu), yakni angka yang menunjukkan hasil investasi yang diperoleh dari penyaluran setiap Rp dana nasabah. Sebagai contoh: HI-1000 bulan Januari 2009 adalah 9,99. Hal tersebut berarti bahwa dari setiap Rp ,- dana nasabah yang dikelola Bank Muamalat akan menghasilkan Rp. 9,99 (HI sebelum bagi hasil). Apabila nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank untuk deposito 1 bulan adalah 50:50, maka dari Rp. 9,99 tersebut, untuk porsi nasabah dikalikan dahulu dengan 50% sehingga untuk setiap Rp ,- dana yang dimiliki, nasabah akan memperoleh bagi hasil sebesar Rp. 4,99 (berarti HI-1000 nasabah = 4,99 rupiah). Secara umum hal tersebut dirumuskan sebagai berikut : Rata-Rata Dana Nasabah Nisbah Nasabah Bagi Hasil Nasabah = X HI-1000 X
28 99 Sebagai contoh, seorang nasabah (Pak Slamet) menyimpan deposito Mudharabah di Bank Muamalat pada bulan Juni senilai Rp ,- dengan jangka waktu 1 bulan. Diketahui nisbah deposito 1 bulan 50:50. HI untuk bulan Juni 10,93. Maka untuk mengetahui nilai bagi hasil yang akan didapatkan Pak Slamet adalah : Rp ,- 50 Bagi Hasil Nasabah = X 10,93 X Bagi Hasil Nasabah = Rp. 54,650,- a. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 1) So rata-rata harian rek x HBH x Return Produk 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi (hari) : 25 Juni sampai 25 Juli = 30 hari Return Produk : % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp x 30 x / (365 x 100) =
29 100 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Hasil nisbah umum Tambahan : (80-65) / 65) x Total b. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 2) So rata2 harian rek x HBH x (Nisbah Nasabah x Return Total Pendptn 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi (hari) : 25 Juni sampai 25 Juli = 30 hari Return Total Pendapatan : % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp x 30 x (0.65 x 9.125) / (365 x 100) = Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp x 30 x (0.80 x 9.125) / (365 x 100) = c. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 3) So rata-rata harian rek x HI Per Mil x Nisbah Nasabah
30 101 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp Hari Investasi : 30 hari HI Per Mil : Rp 7.5 Bagi hasil dengan nisbah : 45 % Rp / 1000 x 7.5 x 0.45 = Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp / 1000 x 7.5 x 0.80 = Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama, terutama jangka waktu investasi individu dengan n hari sama. d. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 4) Saldo rata rek individu x Pendapatan Kelompok Produk Total Saldo Produk Perhitungan simpanan berjangka Ahmad Saldo simpanan berjangka Ahmad : Rp Total Saldo Produk : Rp Hasil Pendapatan Kelompok Produk : Rp
31 102 Bagi hasil Ahmad (Nisbah 65) Rp / Rp x Rp = Rp Bagi hasil Ahmad (missal : nisbah 80) Rp / Rp x Rp = Rp (seharusnya ) Catatan : hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama, khususnya nisbah dan jangka waktu. 102
IV.3 DANA SYIRKAH TEMPORER
IV.3 DANA SYIRKAH TEMPORER A. Definisi 01. Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lain dimana Bank mempunyai hak untuk mengelola
BAB 1V PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan melakukan evaluasi terhadap pembiayaan
BAB 1V PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan melakukan evaluasi terhadap pembiayaan mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Evaluasi ini dilaksanakan untuk menganalisis apakah seluruh rangkaian
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Penerapan Pembiayaan Murabahah Pada PT. Bank Muamalat Indonesia,
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Penerapan Pembiayaan Murabahah Pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk menerapkan murabahah pesanan yang bersifat mengikat. PT. Bank Muamalat Indonesia,
KERANGKA DASAR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH. Budi Asmita, SE Ak, Msi Akuntansi Syariah Indonusa Esa Unggul, 2008
KERANGKA DASAR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH Budi Asmita, SE Ak, Msi Akuntansi Syariah Indonusa Esa Unggul, 2008 1 FUNGSI BANK SYARIAH Manajer Investasi Mudharabah Agen investasi Investor Penyedia jasa keuangan
BAB IV PEMBAHASAN. Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan deposito ib mudharabah Bank
BAB IV PEMBAHASAN A. Prosedur Pelaksanaan Deposito ib Mudharabah Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan deposito ib mudharabah Bank Nagari Cabang Syariah Padang. 1. Prosedur Pembukaan Rekening a. Permohonan
BAGIAN XI LAPORAN LABA RUGI
BAGIAN XI LAPORAN LABA RUGI XI.1. PENGERTIAN 01. Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode yang menunjukkan komponen laba rugi.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL. penelitian, dalam hal ini adalah data dari Bank Syariah Muamalat dan Bank DKI
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL Pada bab ini melakukan analisis dan pembahasan terhadap data yang diperoleh dari penelitian, dalam hal ini adalah data dari Bank Syariah Muamalat dan Bank DKI (konvensional).
Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah. Elis Mediawati, S.Pd.,S.E.,M.Si.
Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah Elis Mediawati, S.Pd.,S.E.,M.Si. Syarat Transaksi sesuai Syariah a.l : Tidak Mengandung unsur kedzaliman Bukan Riba Tidak membahayakan pihak sendiri atau pihak lain.
AKUNTANSI BANK SYARIAH
AKUNTANSI BANK SYARIAH Akuntansi Perbankan Syariah Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (KDPPLK Bank Syariah) landasan konseptual jika tidak diatur, berlaku KDPPLK umum,
Pertemuan Minggu IX : Pembiayaan Syariah
Pertemuan Minggu IX : Pembiayaan Syariah Terdapat tiga jenis pembiayaan di bank syariah yaitu: a. pembiayaan berbasis bagi hasil. b. pembiayaan berbasis jual beli. c. pembiayaan berbasis sewa beli. Pembiayaan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. mudharabah pada Unit Usaha Syariah (UUS) PT. Bank DKI. Dilaksanakannya
36 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis melakukan evaluasi terhadap bagi hasil pembiayaan mudharabah pada Unit Usaha Syariah (UUS) PT. Bank DKI. Dilaksanakannya evaluasi ini untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat PT Bank Mega Syariah Indonesia Sejarah kelahiran Bank Mega Syariah Indonesia berawal dari akuisisi PT Bank Umum Tugu oleh
AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH
AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH SESI 9: Akuntansi Akad Mudharabah Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA 2 DEFINISI Secara harfiah mudharabah berasal dari kata dharb di muka bumi yang artinya melakukan perjalanan
BAB IV PEMBAHASAN. Implementasi Sistem Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip. Mudharabah Di Bank Jabar Banten Syariah
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Implementasi Sistem Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip Mudharabah Di Bank Jabar Banten Syariah IV.1.1 Prinsip Bagi Hasil dan Risiko Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Mudharabah
AKUNTANSI BANK SYARIAH. Imam Subaweh
AKUNTANSI BANK SYARIAH Imam Subaweh Akuntansi Perbankan Syariah Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (KDPPLK Bank Syariah) landasan konseptual jika tidak diatur, berlaku
PRODUK SYARIAH DI INDONESIA
PRODUK SYARIAH DI INDONESIA Semarang,21 Maret 2017 OLEH : Dr.Oyong Lisa,SE.,MM,CMA,Ak,CA,CIBA,CBV STIE WIDYA GAMA LUMAJANG BANK SYARIAH Menurut UU No 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Bank Syariah
BAB IV PEMBAHASAN. 1. Pembukaan Simpanan Berjangka (SIJANGKA)
BAB IV PEMBAHASAN A. Prosedur Simpanan Berjangka (SIJANGKA) Di KJKS BMT Walisongo Semarang 1. Pembukaan Simpanan Berjangka (SIJANGKA) a. Syarat syarat pembukaan Simpanan Berjangka (SIJANGKA), antara lain
AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH
AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH SESI 3: Laporan Keuangan Entitas Syariah Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH KAREKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN SYARIAH Karakteristik
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Dari analisa yang penulis lakukan di perusahaan, baik dengan cara observasi maupun wawancara, dapat diketahui bagaimana Penerapan cara perhitungan bagi hasil Deposito Mudharabah
BAB IV PEMBAHASAN. A. Implementasi Prinsip Mudharabah Muthlaqah pada BNI ib Deposito
BAB IV PEMBAHASAN A. Implementasi Prinsip Mudharabah Muthlaqah pada BNI ib Deposito Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : March-2016 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : March-2016 (dalam Jutaan Rupiah) POS - POS NOMINAL ASET 1.Kas 963,586 2.Penempatan pada Bank Indonesia 3,334,641 3.Penempatan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d January-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d January-2017 (dalam Jutaan Rupiah) POS - POS NOMINAL ASET 1.Kas 686,276 2.Penempatan pada Bank Indonesia
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : January-2015 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : January-2015 (dalam Jutaan Rupiah) POS - POS NOMINAL ASET 1.Kas 1,207,521 2.Penempatan pada Bank Indonesia 2,279,196
AKUNTANSI MUDHARABAH (psak 105)
Disampaikan oleh Wiroso AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH AKUNTANSI MUDHARABAH (psak 105) This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated, quoted, or reproduced
Soal UTS Semester Gasal 2015/2016 Mata Kuliah : Akuntansi Syariah
Soal UTS Semester Gasal 2015/2016 Mata Kuliah : Akuntansi Syariah 1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari revenue sharing,gross profit sharing dan profit sharing dalam mudharabah! Buatlah contoh perhitungannya!
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum sistem ekonomi yang melakukan kegiatan perekonomian akan berakhir dengan transaksi. BNI Syariah sebagai bank yang menjalankan kegiatan perbankannya berdasarkan
BAGIAN IV AKAD BAGI HASIL
BAGIAN IV AKAD BAGI HASIL IV.1. PEMBIAYAAN MUDHARABAH A. Definisi 01. Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
30 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tinjauan pustaka yang dijelaskan pada bab II, maka dalam bab ini saya akan membahas perlakuan akuntansi pendapatan atas pembiayaan mudarabah pada bank
LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN 29 /SEOJK.05/2015 TENTANG LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 29 /SEOJK.05/2015 TENTANG LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO -2- PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO YANG MENJALANKAN KEGIATAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN UNIT SYARIAH PT AJB BUMIPUTERA 1912 PER 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah)
L1 LAPORAN POSISI KEUANGAN UNIT SYARIAH PT AJB BUMIPUTERA 1912 PER 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah) ASET Kas dan setara kas 19,808.11 Tagihan kontribusi 0.00 Tagihan investasi 0.00 Tagihan hasil
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
52 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tujuan pustaka yang di jelaskan pada bab II, maka dalam bab ini saya akan membahas perlakuan akuntansi pendapatan atas pembiayaan mudharabah pada bank
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S - P O S A S E T 1 Kas 41,584 2 Penempatan pada Bank Indonesia 422,578 3 Penempatan Pada Bank Lain 11,908 4 Tagihan
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip Mudharabah
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip Mudharabah Di Bank Harta Insan Karimah 4.1.1 Prinsip Bagi Hasil dan Risiko Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Mudharabah di Bank
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S A S E T 1 Kas 39,019 2 Penempatan pada Bank Indonesia 249,762 3 Penempatan Pada Bank Lain 7,898 4 Tagihan Spot
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data Berdasarkan landasan teori yang telah dijelaskan pada BAB II, maka dalam hal ini penulis akan membahas penerapan akuntansi untuk pembiayaan
BAB IV. ANALISIS MEKANISME TRANSAKSI PRODUK DEPOSITO ib HASANAH DOLLAR PADA BNI SYARIAH PEKALONGAN
BAB IV ANALISIS MEKANISME TRANSAKSI PRODUK DEPOSITO ib HASANAH DOLLAR PADA BNI SYARIAH PEKALONGAN Deposito ib Hasanah Dollar adalah simpanan dari pihak ketiga kepada pihak bank yang penarikannya hanya
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
No. P O S - P O S A S E T 1 Kas 41,082 2 Penempatan pada Bank Indonesia 345,788 3 Penempatan Pada Bank Lain 16,465 4 Tagihan Spot dan Forward - 5 Surat Berharga Dimiliki 516,288 6 Tagihan atas Surat Berharga
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH 30/06/2016 ( dalam jutaan rupiah ) 30 June 2016 A S E T 1 Kas 42,019 2 Penempatan pada
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH 30/06/2016 ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S 30 June 2016 A S E T 1 Kas 42,019 2 Penempatan pada Bank Indonesia 356,327 3 Penempatan Pada Bank
BAB II LANDASAN TEORI. Tinjauan Umum Tentang Bagi Hasil Dan Bonus Simpanan
BAB II LANDASAN TEORI Tinjauan Umum Tentang Bagi Hasil Dan Bonus Simpanan A. Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S - P O S A S E T 1 Kas 42,728 2 Penempatan pada Bank Indonesia 278,397 3 Penempatan Pada Bank Lain 8,137 4 Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
( dalam jutaan rupiah ) No. P O S - P O S A S E T 1 Kas 39,973 2 Penempatan pada Bank Indonesia 406,000 3 Penempatan Pada Bank Lain 17,105 4 Tagihan Spot dan Forward - 5 Surat Berharga Dimiliki 791,573
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
( dalam jutaan rupiah ) No. P O S P O S A S E T 1 Kas 41,706 2 Penempatan pada Bank Indonesia 347,754 3 Penempatan Pada Bank Lain 10,700 4 Tagihan Spot dan Forward 5 Surat Berharga Dimiliki 1,117,687 6
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
( dalam jutaan rupiah ) No. P O S P O S A S E T 1 Kas 48,333 2 Penempatan pada Bank Indonesia 764,263 3 Penempatan Pada Bank Lain 14,967 4 Tagihan Spot dan Forward 5 Surat Berharga Dimiliki 1,038,431 6
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Akuntansi dan Bank Syariah 1. Pengertian Akuntansi Syariah Akuntansi syariah adalah teori yang menjalankan bagaimana mangalokasikan sumber-sumber yang ada secara adil bukan pelajaran
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
( dalam jutaan rupiah ) No. P O S P O S A S E T 1 Kas 35,855 2 Penempatan pada Bank Indonesia 291,612 3 Penempatan Pada Bank Lain 9,621 4 Tagihan Spot dan Forward 5 Surat Berharga Dimiliki 963,028 6 Tagihan
LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN BANKMEGA SYARIAH 31 Desember 2015 ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S 31 Desember 2015 ASET 1. Kas 43,444 2. Penempatan pada Bank Indonesia 460,426 3. Penempatan Pada
BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO. 105 TENTANG AKUNTANSI MUDHARABAH DI KJKS BMT HUDATAMA SEMARANG
BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO. 105 TENTANG AKUNTANSI MUDHARABAH DI KJKS BMT HUDATAMA SEMARANG A. Analisis Kesesuaian Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi
BAB IV PEMBAHASAN. sebelumnya yaitu jenis penghimpunan dana berdasarkan prinsi wadiah pada PT Bank
BAB IV PEMBAHASAN Bab ini akan membahas secara detail dan menyeluruh mengenai hasil penelitian sehingga mendapatkan jawaban dari masalah penelitian yang ada pada bab sebelumnya yaitu jenis penghimpunan
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Bulanan Bank Panin Syariah Tanggal : 31 Juli 2015
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Bulanan Bank Panin Syariah Tanggal : 31 Juli 2015 (dalam jutaan rupiah) NO. ASET 31 Juli 2015 1 Kas 15.083 2 Penempatan Pada Bank Indonesia 1.152.160 3 Penempatan Pada
LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN BANKMEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN BANKMEGA SYARIAH 30 April 2015 ( dalam jutaan rupiah ) No. P O S 30-Apr-15 ASET 1 Kas 88,175 2 Penempatan pada Bank Indonesia 365,703 3 Penempatan Pada Bank Lain
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN No. P O S - P O S A S E T 1 Kas 41,695 2 Penempatan pada Bank Indonesia 292,775 3 Penempatan Pada Bank Lain 8,291 4 Tagihan Spot dan Forward - 5 Surat Berharga
Ringkasan Informasi Produk
I. Definisi, Manfaat dan Ketentuan Produk Ringkasan Informasi Produk Tabungan Bisnis ib Tabungan Bisnis adalah Tabungan dalam mata uang rupiah dengan akad Mudharabah Mutlaqah yang ditujukan untuk keperluaan
BAB IV PEMBAHASAN. 1 Wawancara dengan Ajeng selaku Teller
BAB IV PEMBAHASAN A. Teknis dan Proses Pembukaan dan Pencairan Warkat Deposito Syariah 1. Teknis dan proses pembukaan warkat deposito syariah Dalam pembukaan rekening deposito harus mempunyai buku tabungan
AKUNTANSI PENGHIMPUNAN DANA
PERBANKAN SYARIAH Modul ke: AKUNTANSI PENGHIMPUNAN DANA Fakultas FEB AFRIZON Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id AKUNTANSI PENGHIMPUNAN DANA SUMBER Yaya R., Martawiredja A.E., Abdurahim A. (2009).
MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH SESI 2: Laporan Keuangan dan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA Perbandingan LK Perbankan BANK KONVENSIONAL (PSAK 1) 1. Neraca 1. Neraca
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN No. P O S P O S A S E T 1 Kas 46,488 2 Penempatan pada Bank Indonesia 293,339 3 Penempatan Pada Bank Lain 9,763 4 Tagihan Spot dan Forward 5 Surat Berharga Dimiliki
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d September-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d September-2017 POS - POS ASET 1.Kas 757,210 2.Penempatan pada Bank Indonesia 5,502,934 3.Penempatan pada bank lain 399,346 4.Tagihan spot
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d May-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d May-2017 POS - POS ASET 1.Kas 782,107 2.Penempatan pada Bank Indonesia 4,826,956 3.Penempatan pada bank lain 1,003,937 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d March-2018 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d March-2018 POS - POS ASET 1.Kas 582,922 2.Penempatan pada Bank Indonesia 4,162,538 3.Penempatan pada bank lain 902,795 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d January-2018 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d January-2018 POS - POS ASET 1.Kas 746,080 2.Penempatan pada Bank Indonesia 5,555,480 3.Penempatan pada bank lain 266,388 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d August-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d August-2017 POS - POS ASET 1.Kas 687,730 2.Penempatan pada Bank Indonesia 7,055,294 3.Penempatan pada bank lain 462,437 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d October-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d October-2017 POS - POS ASET 1.Kas 647,132 2.Penempatan pada Bank Indonesia 5,358,506 3.Penempatan pada bank lain 658,832 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d October-2017 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d October-2017 POS - POS ASET 1.Kas 792,451 2.Penempatan pada Bank Indonesia 7,001,434 3.Penempatan pada bank lain 556,633 4.Tagihan spot dan
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d February-2018 (dalam Jutaan Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PERIODE : Januari s/d February-2018 POS - POS ASET 1.Kas 682,062 2.Penempatan pada Bank Indonesia 4,393,965 3.Penempatan pada bank lain 492,498 4.Tagihan spot dan
KODIFIKASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH
KODIFIKASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia 2008 DAFTAR ISI A. Penghimpunan Dana I. Giro Syariah... A-1 II. Tabungan Syariah... A-3 III. Deposito Syariah... A-5 B. Penyaluran
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Prosedur Pembiayaan Mudharabah pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di PT. Bank Muamalat Indonesia 1. Persyaratan Umum Pembiayan Mudharabah pada UKM (Pembiayaan
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 30 September 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 313,560 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,481,105 3. Penempatan pada bank lain 188,547 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 2,676,764 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 30 November 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 305,164 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,912,206 3. Penempatan pada bank lain 150,117 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 4,638,292 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Januari 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 257,925 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,648,638 3. Penempatan pada bank lain 146,191 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 2,240,254 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Januari 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 338,473 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,585,212 3. Penempatan pada bank lain 179,570 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 4,356,593 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Juli 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 350,433 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,502,524 3. Penempatan pada bank lain 183,265 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 2,027,408 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Mei 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 333,301 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,039,654 3. Penempatan pada bank lain 313,211 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 5,086,845 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Juli 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)
No. POS-POS ASET 1. Kas 423,058 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,808,697 3. Penempatan pada bank lain 268,331 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki 6,024,713 6. Tagihan atas surat
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per ASET 1. Kas 262,761 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,315,425 3. Penempatan pada bank lain 294,323 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per ASET 1. Kas 318,105 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,814,178 3. Penempatan pada bank lain 170,775 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per ASET 1. Kas 340,455 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,328,325 3. Penempatan pada bank lain 339,045 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per ASET 1. Kas 294,934 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,608,417 3. Penempatan pada bank lain 162,287 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga dimiliki
DAFTAR PUSTAKA. Antonio, Muhammad Syafi i, 2002, Bank Syariah, Dari Teori ke Praktek, Gema Insani Press, Jakarta.
70 DAFTAR PUSTAKA Antonio, Muhammad Syafi i, 2002, Bank Syariah, Dari Teori ke Praktek, Gema Insani Press, Jakarta. Baiquni, M. S, 2010, Akuntansi Istishna Paralel Perbankan. http://ekonomipolitikislam.blogspot.com/2010/08/akuntansi-istishnaparalel-perbankan.html,
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) PT BANK BRISYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per No. POS-POS ASET 1. Kas 223,597 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,206,363 3. Penempatan pada bank lain 151,775 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) PT BANK BRISYARIAH
LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per No. POS-POS ASET 1. Kas 270,383 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,906,040 3. Penempatan pada bank lain 127,253 4. Tagihan spot dan forward - 5. Surat berharga
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-May-2017
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31May2017 (dalam jutaan rupiah) NO. ASET 31 Mei 2017 1 Kas 23,599 2 Penempatan Pada Bank Indonesia 929,766 3 Penempatan Pada Bank Lain 502
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-Jan-2017
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31Jan2017 (dalam jutaan rupiah) NO. ASET 31 Januari 2017 1 Kas 18,103 2 Penempatan Pada Bank Indonesia 966,004 3 Penempatan Pada Bank Lain
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-Dec-2016
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31Dec2016 (dalam jutaan rupiah) NO. ASET 31 Desember 2016 1 Kas 17,462 2 Penempatan Pada Bank Indonesia 1,107,608 3 Penempatan Pada Bank
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Pembiayaan Mudharabah berdasarkan PSAK No. 105 dan PAPSI 2003. 1. Kebijakan umum pembiayaan mudharabah PT Bank Syariah Mandiri menetapkan sektor-sektor
ANALISIS PERBANDINGAN BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BUNGA DEPOSITO PADA BANK KONVENSIONAL
ANALISIS PERBANDINGAN BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BUNGA DEPOSITO PADA BANK KONVENSIONAL Nama : Suci Lestari NPM : 26210706 Kelas : 3EB14 Jurusan : Akuntansi Latar Belakang
PERBANKAN SYARIAH SISTEM DAN OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH AFRIZON. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi.
PERBANKAN SYARIAH Modul ke: SISTEM DAN OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH Fakultas FEB AFRIZON Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id Definisi Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 28-Feb-2017
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 28Feb2017 (dalam jutaan rupiah) NO. ASET 28 Februari 2017 1 Kas 18,597 2 Penempatan Pada Bank Indonesia 972,822 3 Penempatan Pada Bank Lain
