Articulatio Temporo Madibularis (TMJ)
|
|
|
- Susanti Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SYSTEMA DIGESTIVUS Systema digestivus meliputi traktus gastrointestinalis/canalis alimentarius/digestive tube dan organ-organ tambahannya (organa accecoria). Untuk memudahkan memahami keseluruhan sistem ini maka secara embryologis traktus gastrointestinalis menjadi tiga traktus gastrointestinalis superior, media dan traktus gastrointestinalis inferior. Pembagian secara embryologis ini didasarkan pada asal vaskularisasinya 1. Traktus gastrointestinalis superior yaitu dari mulut hingga papilla duodeni mayor. Bagian ini berasal dari pharyngealgut dan foregut 2. Traktus gastrointestinalis media yaitu dari papilla duodeni mayor hingga ke pertengahan colon tranversum. Bagian ini berasal dari midgut 3. Traktus gastrointestinalis inferior yaitu dari pertengahan colon transversum hingga ke anus. Bagian ini berasal dari hindgut. Gambar 1. Perkembangan traktus digestivus; A. traktus digestivus bersala dari perkembangan endoderm yang membentuk tabung yang meluas dari stomatodeum ke cloaca. Traktus digestivus embryonal (embryonic gut) dibagi menjadi empat bagian yaitu: pharyngeal gut, fore gut, mid gut, dan hind gut; B. Perkembangan lebih lanjut masing-masing embryonic gut. Selain itu para klinisi (ahli bedah) sering mengelompokkan perdarahan yang terjadi pada traktus gastrointestinal menjadi dua yaitu: perdarahan dari traktus gastrointestinalis atas dan perdarahan dari traktus gastrointestinalis bawah. Batas patokan kedua jenis perdarahan ini adalah ligamentum treitz (ligamentum suspensorium duodeni). Untuk kepentingan radiologi (endoscopy) para klinisi juga mengelompokkan esophagus, gaster, dan duodenum kedalam esophagogastroduodenoscopy [EGD] atau upper GI endoscopy. Sedangkan bagian distal terhadap juncti ileocaecal (colon dan anus) lower GI endoscopy (colonoscopy, sigmoideoscopy, dan anoscopy).
2 Canalis alimentarius (traktus digestivus) merupakan saluran musculomembranous sepanjang sembilan meter (pada cadaver) terbentang dari mulut ke anus. Organ-organ penyusunnya dari atas kebawah adalah: Cavum oris, Pharynx, Esophagus, Gaster (Ventriculus), Intestenum Tenue (duodenum, jejenum, ileum), Intestinum Crassum (Caecum, Colon, Rectum), Canalis Ani dan Anus. Selain organ untama penyusun traktus digestivus tersebut, terdapat beberapa organ accesorius yang meliputi: Arcus dentalis, Glandula salivarius, Hepar dan Sistem biliar, dan Pancreas. Sebelum membicarakan mengenai regio oralis (mulut) kita akan meninjau sedikit mengenai rangka (tulang-tulang) yang menyusun regio ini. Cranium disusun oleh sekelompok tulang-tulang yang dapat dibedakan berdasarkan asal embryologinya yaitu: Neurocranium dan viscerocranium. Neurocranium telah dibahas pada modul sebelumnya (tulang pelindung otak). Viscero cranium merupakan tulang-tulang wajah (ossa fasciei) yang berasalah dari mensencym embryonik arcus pharyngealis (branchialis). Tulang-tulang wajah yang terkait dengan fungsi mengunyah (matikasi) adalah os. Mandibulae (rahang bawah), os. Maxillae (rahang atas), dan os. Palatina (tulang langit-langit). Sendi yang terlibat dalam kegiatan mengunyah adalah articulatio temporomadibularis (TMJ=Temporo-Mandibular Joint). Struktur anatomi ketiga tulang tersebut akan diperdalam pada waktu praktikum. Articulatio Temporo Madibularis (TMJ) TMJ merupakan sendi synovialis jenis gynglimus/engsel (hinge joint) yang mengalami modifikasi (tipe planar). Sendi engsel murni memungkinkan gerakan satu bidang aja (biaxial), tetapi TMJ bisa bergerak dalam 3 bidang (multiaxial). Permukaan sendi disusun oleh facies aricularis caput mandibulae, tuberculum articularis os temporalis, dan fossa madibularis. Permukaan sendi dilapisi oleh jaringan fibrocartilaginea (umumnya sendi synovial disusun oleh cartilago hyalin. Capsul TMJ bersifat longgar terdiri dari ligamentum intrinsik dan ekstrinsik. Ada satu ligamentum intrinsik yaitu lig. Temporomadibularis (lig. Intrinsik lateralis) yang mengencangkan TMJ kelateral dan mencegah dislokasi sendi ke posterior. Ligamentum enkstrinsik ada dua yaitu lig. Stylomandibularis dan lig. Sphenomandibularis keduanya kurang berperan dalam penguatan TMJ.
3 Gambar 2. Articulatio Temporo-madibularis Untuk membuka mulut cukup lebar caput mandibula harus bergerak ke anterior (gliding) sampai caput mandibulae berada inferior terhadap tuberculum articularis os. Temporalis. Jika gerakan keanterior caput mandibulae ini terjadi unilateral memungkinakan gerakan mengunyah bergantian atau gerakan menggerus (grinding). Jika gerakan tersebut terjadi bilateral bersamaan maka akan terjadi gerakan protrusi (memajukan dagu) atau sebaliknya retrusi (menarik dagu) jika begeser ke posterior. Gerakan TMJ dikendalikan oleh sekelompok otot yang disebut musculi masticatoria (otot-otot pengunyah). Gerakan mengunyah (mastikasi) dilakukan oleh empat otot yang menggerakkan articulatio temporomandibularis (TMJ=temporomandibular joint). Semua otot mastikasi dinervasi oleh nervus V cabang 3 (N. Mandibularis) berbeda dengan otot-otot ekspresi wajah yang semuanya diinervasi oleh nervus facialis. Nervus mandibullaris memberikan cabang-cabang sesuai dengan nama otot-otot tersebut. Nama otot Origo Insersio Fungsi M. Temporalis Fossa temporalis Processus coronoideus Menganggkat (ujungnya dan permukaan medialnya), margo anterior ramus mandibulae M. Masseter Processus Angulus mandibulae zygomaticus os. Facies lateralis ramus Maxillaris, mandibulae Arcus zygomaticus M. Pterygoideus lateral Facies infratemporalis Facies lateralis lempeng pterygoideus lateral Caput superior: TMJ Caput infeior: fovea pterygoideus mandibula: mengatupkan rahang Retrusi dagu (menarik dagu kebelakang) Manggangkat mandibula Protrusi dagu (memajukan dagu) Berkerja secara bilateral protusi dagu dan menurunkan dagu Bekerja secara sendiri (unilateral): menggeser rahang kearah kontralateral. Gerakn bergantian mengunyah ke lateral (gerakan menggiling graham kekiri-kanan)
4 M. Pterygoideus medial Facies medialis lempeng pterygoideus lateral Processus pyramidalis os palatinus Tuberositas maxillaris Permukaan medial ramus mandibulae (dibawah foramen mandibularis) Bersinergi dengan masseter untuk menggangkat mandibula, protusi, gerakan bergantian menyebabkan gerakan menggerinda Pada dasarnya gerakan TMJ adalah gerakan os. Mandibulae terhadap os. Maxilla yang diam. Berikut gerakan TMJ beserta otot yang terlibat. Gerakan mandibulae Elevasi (mengatupkan mulut) Depresi (membuka mulut) Protrusi (memajukan dagu) Retrusi (menarik dagu) Gerakan lateral (grinding dan chewing) Otot yang berperan M. temporalis, M. massetericus, M. pterygoideus medial Penggerak utama adalah gravitasi, dibantu oleh pterygoideus lateralis, suprahyoideus dan infrahyoideus Penggerak utama adalah pterygoides lateral, dibantu oleh masseter dan pterygoideus medial Temporalis dan masseter Temporal ipsilateral, pterygoideus contralateral, dan masseter Gambar 3. Berbagai macam gerakan pada TMJ Dislokasi TMJ merupakan kejadian yang cukup sering terjadi. Terkadang sewaktu melakukan gerakan menggigit dengan gigitan yang besar (makan buah-buahan, berteriak, menguap) menyebabkan kontraksi berlebihan m. pterygoideus lateral dan menyebabkan dislokasi caput mandibulae. Pada keadaan ini gerakan ke anterior caput mandibulae melewati tuberculum articularis os. Temporalis sehingga caput kaluar dari fossa articularis. Pada keadaan ini, mandibula tidak bida dikatupkan. Selain dislokasi keluhan yang juga sering muncul adalah yang diistilahkan dengan TMJ syndrom, yaitu
5 sekumpulan gejala nyeri tumpul disekitar telinga, panas/nyeri sentuh pada otot masseter, ada suara clik pada waktu mumbuka menutup mulut, terabtas membuka mulut karena nyeri, nyeri kepala, dll. Bibir (Labium) Terdiri dari labium superior dan labium inferior. Terdapat alur yang menghubungkan bibir atas dengan hidung yang disebut philtrum. Bibir merupakan peralihan dari mukosa ke kulit, batas merah bibir dinamkan vermillion border. Bibir atas divaskularisasi oleh a. labialis superior cabang a. facialis dan a. infraorbitalis cabang a. maxillaris. Bibir bawah divaskularisi oleh a. labialis infeior (cabang a. facilais) dan a. mentalis (cabang a. maxillaris). Bibir atas diinervasi oleh N. V2 sedangakan bibir bawah oleh N V3. Aliran limfe dari bibir atas dan bibir bawah lateral menuju ke lnn. submandibularis sedangkan dari tengah bibir bawah menuju ke lnn. sub mentalis. Bucca (Pipi) Bucca disusun oleh m. Buccinatorius yang dilapisi oleh mukosa dari dalam dan kulit dari luar. Terdapat glandula buccalis diantara mucosa dengan m. Buccinatorius. Bucca divaskularisasi oleh a. buccalis yang dipercabangkan oleh a. maxillaris. Inervasi somatosensoris oleh N. V3 dan motoris oleh N. VII. Aliran limfe dari bucca menuju ke Lnn. Parotis. Gambar 4. Dinding cavum oris Cavum Oris (cavitas oralis/buccalis) Cavum oris terdiri dari 2 bagian yaitu vestibulum oris dan cavum oris proprium. Vestibulum yaitu ruangan diantara bibir dan mukosa pipi dengan gigi-gigi ketika
6 dikatupkan, sedangkan cavum oris proprium adalah ruangan yang dibatasi oleh gigi geligi dengan pharynx. Batas antara pharynx dengan cavum oris proprium disebut itsmus faucium sedangkaan celah mulut disebut rima oris. Cavum oris propium dibatasi di antero lateral oleh procesus alveolaris dan arcus dentalis, superior: palaaum durum dan palatum molle, posterior: isthmus faucium (istmus oropharyngeus), dan Inferior: diaphragma oris (m. mylohyoideus). Gingivae (Gums/Gusi) Gambar... Lantai cavum oris (diafragma oris) Merupakan sekumpulan jaringan ikat yang dibungkus oleh mukosa dan melekat erat dengan processus alveolaris mandibula dan processus alveolaris maxilla. Gingiva buccalis (dens molar mandibula) diinervasi oleh N. Buccalis (V3) sedangkan gingivae lingualis semua gigi mandibula diinervasi oleh N. Lingualis. Gingiva palatina premolar dan molar maxilla oleh n. Palatinus mayor dan gingiva palatina incisivus oleh n. Alveolaris superior. Palatum (Langit-Langit) Terdiri dari palatum durum dan palatum mollae. Palatum durum disusun oleh pars horizontalis os. palatinus dan proc. palatinus os maxillaris yang ditutup oleh mukosa. Terdapat 3 lubang yang terbuka kearah cavum oris yaitu fossa palatinus, foramen incisivus, formen palatina major dan minor. N. Nasopalatina dari cavum nasi masuk melalui canalis incisivus menuju fossa incisivus. Foramen palatina mayor akan dilalui oleh vasa dan nervus palatina mayor menuju ke anterior palatum durum. Foramina palatina minora akan dilalui oleh vasa dan nervus palatina minor yang menuju ke palatum molle. Palatum molle merupakan kumpulan 5 otot yang dilapisi oleh mukosa dan bersifat mobil. Otot tersebut yaitu M. Tensor veli palatini, levator veli palatini, palatoglossus, palatopharyngeus, uvulae. Pada bagian tepi bebas belakangnya terdapat tonjolan yang disebut uvula (anak lidah; m. uvulae yg dibungkus mukosa). Palatum molle diperkuat oleh aponeurosis palatina yang dibentuk oleh perluasan tendo m. Tensor veli paltini. Dentes (Gigi Geligi)
7 Berdasar fungsinya dapat dibagi menjadi incisivus (gigi seri), caninus (taring), premolar (geraham kecil), molar (geraham). Gigi susu (dantes decidui) Rahang atas Rahang bawah Molar Pre molar Caninus Incisivus Incisivus Caninus Pre molar Molar total kanan kiri Gigi permanen (dantes permanentes) Rahang atas Rahang bawah Molar Pre mola r Caninus Incisivus Incisivus Caninus Pre molar Molar total Lingua (Lidah) Lidah memiliki fungsi utama sebagai organ indera perasa (pengecap), membantu proses berbicara (vonasi), mengunyah (mastikasi) dan menelan (deglutisasi) makanan. Lidah dapat dibagi menjadi apex lingua (ujung), corpus lingua dan radix lingua (pangkal). Permukaanya dibagi menjadi facies superior (dorsum lingua), facies laeral, dan inferior lingua. Pada facies inferior terdapat frenullum lingua, pada sisi kanan dan kirinya terdapat penonjolan mukosa disebut plica fimbriata. Dorsum lingue dibagi dua oleh suatu alur yang disebut sulcus mediana. Sulcus mediana dimulai dari radix pada suatu cekungan yang disebut foramen cecum. Dari sini juga ada alur berjalan miring ke sisi kiri dan kanan lidah disebut sulcus terminalis. Sulcus ini membagi lidah menjdai 1/3 posterior dan 2/3 anterior. Bagain 1/3 posterior lidah ini terdiri dari glandula mociparaos dan folikel limfatik yang disebut tonsilla lungulis. Pada 2/3 anterior dorsum lingua dan facies lateralis terdapat tonjolan-tonjolan corium dermis yang disebut papilla. Macam-macam papilla antara lain: Papilla vallata (circumvalata): paling besar, berjumlah 8-12, berjejer didepan sulcus terminalis membentuk gambaran huruf V Papilla fungiformis: jumlahnya lebih banyak, terdapat utamanya di daerah sisi2 dan apex, berbentuk jamur. papilla filiformis: berbentuk kerucut, tersebar di 2/3 anterior, berbanjar diantara dua papilla vallata, dan di apex mereka berbaris tranversal Papilla foliata: lipatan mukosa pada sisi kiri dan kanan lidah dekat sulcus terminalis. Otot-otot lidah:
8 Nama otot Origo Insersio Fungsi Musculus ekstrinsic lingua: 1. M. Genioglossus Tuberculum mentalis superior Corpus os hyoid, dan sepanjang bawah lidah Protrude (menjulurkan) lidah, menarik tengan lidah kebawah 2. M. Hyoglossus Cornu mayor os Permukaan lateral Mendepresi lidah hyoid lidah 3. M. Styloglossus Proc. styloideus Permukaan lateral lidah Mengelevasi lidah Musculus intrinsic lingua: 4. M. Glossopalatinus 1. M. Longitudinalis linguae inferior 2. M. Longitudinalis linguae superior 3. M. Tranversus linguae 4. M. Verticalis linguae Aponeurosis palatina Margo lateral lidah Mendepressi palatum molle, mengecilkan istmus faucium, mengelevasi lidah dorsal Memendekkan lidah dan Memendekkan lidah, menggulung keatas ujung dan tepi lidah Memnyempit dan memanjangkan lidah Memipihkan dan melebarkan lidah *NB: Semua otot-otot lidah di inervasi oleh nervus hypoglossus (XII) kecuali m. Palatoglossus oleh vagus (X) Glandula Salivarius Gambar... Lidah Glandula salivarius terdiri dari 3 glandula utama (glandula salivarius primarius) yaitu glandula parotis, submandibularis, dan sublingualis. Selain itu terdapat beberapa glandula asesoria.
9 1. Glandula Parotidea (para = sekeliling, otic = telinga) Merupakan yang paling besar diantara ketiga glandula diatas. Terletak di sisi kiri dan kanan wajah, tepat di antero-inferior meatus acusticus eksterna, diposterior ramus mandibulae, di anterior processus mastoideus. Berbentuk baji jika dilihat dari lateral. Memiliki permukaan lateral, anteromedial, dan posteromedial. Permukaaan superficialnya (lateral)nya terdapat lamina superficialis fascia cervicalis, nervus auricularis major, fascia superficilais (subcutis). Ada tiga struktur yang menembus bangunan in yaitu nervus facialis, vena retromandibular, arteri carotis ekternus. Glandula ini memiliki saluran yang menyalurkan produknya ke dalam cavum oris disebut Ductus Parotideus (Ductus Stensen). Ductus parotideus meninggalkan glandula parotis kemudian menyilang m. Masseter dan berbelok pada margo anterior otot ini ke dalam, menembus corpus adiposum pipi dan m. Buccinator dan bermuara pada mukosa bucca setinggi Dens molar kedua atas. Vaskularisasi glandula parotis berasal dari cabang a. carotis eksterna dan a. temporalis superficialis sedangkan venanya mengalirkan darahnya ke vena retromandibularis. Cairan limfe dialirkan ke Lnn. Cervicalis superficial dan profunda. Inervasi somatosensoris dibawa oleh n. Auricularis mayor. Motorisnya berasal dari ganglion oticum melalui N. Auriculotemporalis. Komponen parasimpatis berasal dari N.IX dan sympatis dari segmen thoracalis. 2. Glandula Submandibularis Glandula submandibularis terletak di sepanjang corpus mandibula, memiliki ductus submaxillaris (ductus Wharton) yang bermuara pada kedua sisi frenulum lingualis. Muaranya tersebut membuat mukosa menonjol sehingga disebut papilla sublingualis. Vaskularisasi berasal dari a. submentalis dan inervasi berasal dari ganglion submandibularis membawa parasimpatik dari N. VII dan ganglion cervicale superior membawa simpatikus. Aliran limfe menuju ke Lnn. Cervicalis propunda 3. Glandula Sublingualis Glandula sublingualis terletak di bawah lamina mucosa lantai cavum oris. Batasbatasnya: Superior oleh lamina mucosa, Inferior oleh m. Mylohyoideus, posterior oleh glandula maxillaris, lateral oleh mandibulla, medial oleh m. Genioglossus. Ductus ekretoriusnya berjumlah 8 20 buah dan bermuara disepanjang plica lingualis yang nanti akan bergabung menjadi ductus sublingualis minor (ductus Rivinus) dan ductus sublingualis mayor (ductus Bartholini). Vaskularisasi berasal dari cabang a. sublingualis. Inervasi Gln. Sublingualis sama dengan submandibularis. PHARYNX Pharynx dapat dibagi menjadi 3 bagian: nasopharynx, orpharynx, dan laryngopharynx 1. Nasopharynx (pars nasalis pharyngis)
10 Terletak dipsterior cavitas nasalis dari basis cranii sampai ke palatum molle. Nasopharynx selalu paten (tidak seperti 2 bagian yang lain). Dianteriornya terdapat celah (lubang) yang menghubungkannya dengan cavum nasi yaitu choana. Pada dinding lateralnya terdapat muara dari tuba auditoria (ostium pharyngea tuba auditorius). Ostium itu berbentuk segitiga yang dibatasi oleh penonjolan mukosa (torus tubarius) yang diakibatkan oleh ujung medial cartilago tuba. Dari tepi bawah torus, terdapat lipatan mukosa vertikal (plica salpingopharyngeus) ke bawah yang berisi m. Salpingopharyngeus. Ada lipatan mukosa yg lebih kecil (plica salpingopalatina) dari atas torus menuju palatum. Dibelakang muara tuba auditorius terdapat cekungan dalam disebut recessus pharyngealis (fossa Rosenmuller). Pada mukosa atapnya terdapat jaringan lymphoid yang disebut tonsila pharyngealis. Diatas tonsila ini (pada atap) terdapat cekungan mukosa disebut bursa pharyngealis. 2. Oropharynx (pars oralis pharyngis) Dimulai setinggi palatum molle hingga setinggi level os hyoid (atau batas atas epiglottis). Berhubungan dengan cavum oris proprium melalui istmus faucium. Istmus faucium (istmus oropharyngealis)merupakan celah yang dibentuk oleh sepasang lipatan mucosa berbentuk cekung kedalam (arcus palatoglossus) yang berisi m. Palatoglossus. Tepat diposterior (dan sedikit lebih medial) lipatan mucosa ini ada lipatan mucosa lagi (arcus palatopharyngealis) yang berisi m. Palatopharyngealis. Diantara kedua arcus ini terdapt kumpulan jaringan lymphoid yang disebut tonsila palatina (amandel). 3. Laryngopharynx (pars laryngea pharyngis) Dimulai dari setinggi os hyoid hingga setinggi cartilago cricoidea. Pada dinding anterior atas terdapat celah masuk ke larynx (aditus laryngeus) Otot-otot pharynx: a. Musculus instriksik pharynx Otot konstriktor ini merupakan penyususn dinding pharynx. Pada dinding posterior masing-masing otot bersati pada garis tengah membentuk raphe pharyngealis. Sesuai namanya otot ini berfungsi mengkontriksikan (menyempitkan) pharynx. Muskulus konstriktor terdiri dari 3: Nama otot M. Constrictor pharyngis superior M. Constrictor pharyngis media Perelekatan posterior Rhape pharyngealis Rhape pharyngealis Perlekatan anterior Inervasi Fungsi Rahpe pterygomandibular, mandibula, hamulus pterygoideus cornu mayus os hyoid dan lig. stylohyoideus Cabang pleksus pharyngeus (N X) Cabang pleksus pharyngeus Kontriksi pharyng Kontriksi pharyng M. Constricror pharyngis inferior Rhape pharyngealis Cartilago cricoidea, m. Cricothyroideus, dan cartilago thyroidea Cabang pleksus pharyngeus + cabang n. Laryngeus sup dan recurrent Kontriksi pharyng
11 b. Musculus ekstrinsik pharynx ESOPHAGUS Esophagus merupakan tabung muscular yang bisa kolaps (tidak seperti trachea). Panjangnya sekitar 25cm dan terletak di posterior trachea. Esophagus bermula tepat di inferior laryngopharynx (merupakan lanjutan laryngopharynx) dan terus berjalan ke inferior melewati mediastinum tepat di anterior columna vertebralis. Kemudian esophagus menembus diaphragma dan berakhir ketika membentuk gaster. Lubang tempat esophagus menembus diaphragma disebut hiatus esophageus. Klinis: Melalui hiatus esophageus ini terkadang ada bagian gaster yang menonjol ke cavum thoracica, keadaan ini disebut hernia hiatal. Secara anatomis esophagus dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: pars cervicalis (C VI T1), pars thoracica (T1- hiatus esophageus), pars abdominalis (hiatus esophageus ostium cardiaca). Esophagus berjalan di kanan aorta toracica dan ketika menembus diaphragma esophagus menyilang aorta dan menembus diaphragma di kiri. Dari luar esophagus tampak memiliki tiga penyempitan yaitu: Ada tiga penyempiutan esophagus yaitu: 1. Constrictio pharyngoesophagialis pada pangkal esophagus 2. Constrictio bronchoaortica posterior bronchus principalis dextra 3. Constrictio diaphragmatica ketika melewati hiatus esophageus Klinis: pada tabung saluran cerna bisa terjadi diverticulum. Diverticulum adalah suatu penonjolan (berbentuk kantong) dari dinding saluran cerna. Coba anda cari tahu lebih lanjut definisi dan klasifikasi diverticulum. Pada esophagus ada tiga macam diverticulum yaitu: 1. hypopharyngeal diverculum (Zenker s diverticulum) pemebntukan diverticulum tepat pada pertemuan laeyngopharynx dan esophagus. 2. True traction diverticulum penonjolan seluruh komponen dinding esophagus membentuk kantong (tidak ada hubungannya dengan titik lemah). Diverticulum ini terjadi akibat proses inflamasi yang meluas (misalnya: limfangitis). Sehingga diverticulum ini sering ditemukan pada daerah persilangan esophagus dengan bronchus (diverticulum parabronchial) 3. False pulsion diverticulum herniasi tunika mukosa melalui titik lemah pada tunika muskularis. Pada kondisi ini kantong divertikulum tidak memiliki tunika muskularis. Hal ini terjadi karena meningkatnya tekanan intraesophagus (sewaktu menelan). Contoh: diverticulum parahiatal dan epiphrenica Esophagus memiliki lapisan otot-otot circular dan longitudinal. Pada 1/3 superior esophagus, ototnya berupa otot lurik (skelet), pada 1/3 inferior ototnya berupa otot halus, dan pada 1/3 bagian tengah berupa otot campuran.
12 1. Pars cervicalis Pars cervicalis berjalan diantara trachea dengan vertebra cervicale. Mendapat pasokan darah dari cabang arteri thyroidea inferior dan drainase darah dari daerah ini oleh vena thyroidea inferior. Vasa lymphatica dari daerah bermuara ke Lnn. Paratrachealis dan Lnn. Cervicalis profunda inferior. 2. Pars thoracalis Pars thoracalis berjalan diantara vertebra thracalis dan trachea. Awalnya pars thoracalis ini membelok ke kiri tetapi karena desakan arcus aorta maka esophagus tergeser kearah linea mediana lagi. Ductus thoracicus biasanya berada pada sisi kiri esophagus. Setelah melewati arcus aorta, esophagus kembali mirin kekiri untuk menembus diafragma. Lubang tempat esophagus menembus diafragma disebt hiatus esophagus. Hiatus esophagus berupa bangunan dikelilingi otot, dibentuk oleh oleh crus diafragma dextra dan terletak setinggi level V Th X dan di kiri linea mediana. Hiatus ini berperan sebagai spincter esphangealis inferior yang dapat menyempit dan melebar. Spincter ini berperan untuk mencegah terjadinya gerakan membalik (reflux) isi gaster ke esophagus. Spincter eshophagus inferior penting secara klinis terkait dengan penyakti GERD (Gastroesophangeal Reflux Disease) 3. Pars abdominalis Bagian ini merupakan bagian paling pendek yaitu diantara hiatus eshophagus hingga ke orificim cardiaca (junctio gastroesophangealis). Orificium cardiaca terletak setinggi VTh XI dan cartiolago costa VII sinistra. Junctio gastroesophangealis diatandai dengan daerah tansisi mukosa yang disebut garis Z. Pars abdominalis yang pendek ini terletak ekstraperitonral. Vaskularisasi pars abdominalis oleh arteri gastrica sinistra (cabang trunkus celiacus) dan arteri phrenica inferior sinistra. Drainase pars abdominalis terutama ke sistem porta hepatica melalui vena gastrica sedangkan pars thoracalis darah didrainase ke sitem vena sistemik melalui vena esophangealis yag akan bermuara ke vena azygos. Kedua sistem vena ini saling beranastomosis dan membentuk anastomosis porto-sistemik yang memiliki arti klinis penting terkait kejadian varises esophagus. Drainase lymphatic ke Lnn. Gstrica sinistra yang akan diterukan ke Lnn. Cealiaca. Inervasi esophagus: Inervasi esophagus dibagi dua dan sifat inervasinyapun berbeda. Esophagus ½ superior esophagus oleh saraf somatik motorik dan sensorik. Serabut saraf somatik (motorik dan sensorik) tersebut berasal dari cabang nervus laryngeus reccurent dan serabut vasomotor (simpatis) berasal dari plexus yang mengikuti arteri thyroidea inferior (berasal dari trunkus symphaticus cervicalis). Sementara itu esophagus ½ inferior diinervasi oleh sistem motorik otonom (simpatis dan parasimpatis) dan sensoris visceralis. Serabut parasympatis berasal dari nervus vagus sedangkan sympatis berasal dari truncus symphaticus cervicalis melalui nervus splanchnicus mayor (pars abdominalis).
13 1. Simpatis: serabut presinaptik bersal dari T2-T6, kemudian bersinap di trunkus simpatikus, serabut postsinaptik berjalan menuju plexus esophagus 2. Parasimpatis: berasal dari n. vagus (nucleus dorsalis vagus), serabut menuju plexus esophagus kecuali serabut yang menuju ke pars cervicalis. Serabut yang menuju pars cervicalis esophagus mengikuti n. laryngeus recurrent. Gambar. Inervasi esophagus Catatan: Sewaktu melewati cavum thoracic nervus vagus berjalan di sisi kanan dan kiri esophagus sehingga disebut nervus vagus dextra dan sinistra. Tetapi ketika nervus vagus memberikan ramus ke plexus esopahgus, nervus tersebut mulai berputar posisi ke anterior dan psoterior esophagus. Selanjutnya dinamai truncus vagalis anterior dan posteiror. Mikroanatomi esophagus Otot esophagus memiliki karakter unik yaitu: otot 1/3 atas esophagus merupakan otot skelet, 1/3 tengah adalah campuran otot skelet dan otot polos, dan 1/3 bawah adalah otot polos. Pada pangkal dan ujung esophagus tunica muscularisnay menebal membentuk suatu spincter. Pada pangkal esophagus ada spincter esophagus superior dan pada ujung esophageus ada spincter esophageus inferior. Dalam terminologi inggris lebih dikenal dengan istilah UES (upper esophangealis spincter) dan LES (lower esophangealis spincter). UES berupa otot skletet yang mengatur perpindahan makanan dari pahryng ke esophagus sedangkan LES adalah otot polos yang mengatur perpindahan makanan dari esophagus ke gaster. Fungsi spincter: pada kenyataannya fungsi spinter esophagus-gaster tidak hanya dilakukan oleh LES saja, bahkan kalau bisa dikatakan bukan LES yang berperan utama dalam fungsi spincter esophagus-gaster melainkan adalah diaphagma. Bagian diaphragma yang mengelilingi hiatus esiphagus adalah crus dexter. Crus dexter diaphragma memainkan peran utama dalam mencegah terajdinya reflux isi lambung ke esophagus. Oleh sebab itu crus dextra disebut juga spincter externus dan LES disebut spincter internus. Tinjauan klinis: GERDs (Gastroesophageal Reflux Deseases)
14 Gaster (ventriculus; lambung) Gaster bertindak sebagai blender dan reservoir (penampung) ada sistem digestivus. Fungsi utamanya adalah digesti secara kimiawi. Gastric juice (getah lambung) secara bertahap merubah makanan menjadi campuran semiliquid yang dikenal dengan istilah kimus. Bentuk gaster tidak tetap (berubah bentuk terkait fungsinya) dan sangat bervariasi diantara individu. Gaster dapat dibagi menjadi 4 bagian: cardia, fundus, corpus, dan pylorus. Cardia adalah bagian lambung disekeliling orificium cardiale. Fundus adalah bagian superior gaster yang melebar yang mengisi kubah diafragma kiri, batas bawahnya adalah biadang horizontal yang melewati orificium cardiale. Bagian superior fundus dapat naik mencapai level spatium intercostalis V. Cekungan antara esophagus dan fundus disebut incisura cardiale. Fundus dapat diisi oleh udara, makanan, atau gabungan keduanya. Corpus merupakan bagian terbesar gaster yang terletak diantara fundus dan antrum pyloricum. Pylorus merupakan bagian gaster yang berbentuk corong. Bagian yang lebarnya disebut antrum pyloricum dan bagian yg menyempitnya disebut canalis pyloricum, dan berakhir sebagai penebalan muskuler dari otot polos circuler yang membentuk m. spincter pyloricum. Spincter pyloricum mengatus pengosongan isi lambung. Lambung memiliki dua curvatura yaitu curvatura mayor dan curvatura minor. Curvatura minor membentuk batas cekung lambung yang lebih pendek di aspet dekstra, pada bagian ini terdapat incisura angularis yaitu tekukan yang merupakan batas antara corpus dengan pylorus. Curvatura mayor merupakan cekungan yang lebih panjang di sinistra. Vaskularisasi Gaster kaya vaskularisasi dari cabang-cabang trunkus celiacus. Suplai darah gaster diperoleh dari anastomosis yang terdapat pada curvatura minor dan mayor. Pada curvatura minor terdapat anastomosis antara a. gastrica sinistra dan dextra sedangkan pada curvatura mayor terdapat anatomosis a. gastro-omentalis sinistra dan dextra. Bagian fundus memperoleh darah dari a. gastrica brevis dan a. gastrica posterior. Venavena gaster berjalan paralel dengan arteri. Vena gastrica dextra dan sinistra bermuara langsung ke vena porta sedangkan vena gastrica brevis dan v. Gastro-omentalis sinistra bermuara ke vena lienalis lebih dahulu, baru kemudian ke vena mesenterica superior yang akhirnya bermuara ke vena porta hepatica. Inervasi Parasimpatis berasal dari trunkus vagalis anterior (utamanya nervus vagus sinistra) dan trunkus vagalis posterior (utamanya nervus vagus dextra). Simpatis berasal dari T6-T9 melalui nervus splancnicus mayor menuju ke plexus celiacus. Vaskularisasi Viscera Abdomen
15 Viscera abdomen disuplay oleh aorta pars abdominalis. Aorta descenden setelah melwati cavita thoracic masuk cavitas abdominalis setelah menembus diafragma melalui hiatus aorticus (setinggi ThXII). Aorta abdominalis berakhir dengan bercabang menjadi dua (bifurcatio aorta) setinggi L IV.
ERYATI DARWIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
ERYATI DARWIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS TRACTUS DIGESTIVUS CAVUM ORIS PHARYNX OESOPHAGUS VENTRICULUS/GASTER INTESTINUM TENUE INTESTINUM CRASSUM KELENJAR PENCERNAAN KELENJAR PADA DINDING TRACTUS
BAB 5 LARYNX DAN PHARYNX
BAB 5 LARYNX DAN PHARYNX PENDAHULUAN DESKRIPSI SINGKAT: Bab ini membicarakan perbedaan larynx dan pharynx. Pada pembahasan larynx dibicarakan tentang cartilago-cartilago yang terdapat di situ, articulatio,
CAVUM ORIS 2.1 Batas-Batas Cavum Oris 2.2 Pembagian Cavum Oris
CAVUM ORIS Cavum oris (rongga oral) adalah jalan asuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Rongga vestibulum (buccal) terletak diantara gigi dan
BAB 2 ANATOMI SENDI TEMPOROMANDIBULA. 2. Ligamen Sendi Temporomandibula. 3. Suplai Darah pada Sendi Temporomandibula
BAB 2 ANATOMI SENDI TEMPOROMANDIBULA Sendi adalah hubungan antara dua tulang. Sendi temporomandibula merupakan artikulasi antara tulang temporal dan mandibula, dimana sendi TMJ didukung oleh 3 : 1. Prosesus
ORGAN-ORGAN SYSTEMA RESPIRATORIUM : 1. NASUS 2. PHARYNX 3. LARYNX 4. TRACHEA 5. 2 BRONCHI PRIMARII 6. BRONCHIOLUS & SALURAN-SALURAN UDARA YANG LEBIH
ORGAN-ORGAN SYSTEMA RESPIRATORIUM : 1. NASUS 2. PHARYNX 3. LARYNX 4. TRACHEA 5. 2 BRONCHI PRIMARII 6. BRONCHIOLUS & SALURAN-SALURAN UDARA YANG LEBIH KECIL 7. PULMO DAN PLEURA 8. OTOT-OTOT RESPIRASI DAN
OSTEOLOGI AXIALE I D R H. H E R L INA P R AT IWI
OSTEOLOGI AXIALE I D R H. H E R L INA P R AT IWI SKELETON AXIALIS SKELETON AXIALIS Ossa Craniofascialis Columna Vertebrae Ossa Cranii Ossa Fasciei OSSA CRANII (NEUROCRANII) Os. Occipitale Os. Sphenoidale
PENDAHULUAN OIeh : drg. Emut Lukito, SU, Sp.KGA
PENDAHULUAN OIeh : drg. Emut Lukito, SU, Sp.KGA MUSCULUS /OTOT Otot terdiri atas jaringan otot. Sifat istimewa otot adalah dapat berkerut/kontraksi sehingga mengakibatkan gerakan organ di sekitarnya. Jaringan
Sistem Pencernaan. Dr. Hernadi Hermanus
Sistem Pencernaan Dr. Hernadi Hermanus Pencernaan Seluruh proses yang membebaskan nutrien dari makanan, memecahnya menjadi komponen komponen kimia oleh aksi enzim dan diabsorbsi oleh tubuh. Proses pencernaan
LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 1 : RONGGA MULUT BLOK 3 DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4. TUTOR : drg. Aria Fransiska AGUNG PUTRA SAKTI ( )
LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 1 : RONGGA MULUT BLOK 3 DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4 TUTOR : drg. Aria Fransiska AGUNG PUTRA SAKTI (1411412011) CLARISA KHAIRANI (1411411017) FIKRI AL HAFIZ (1411411020) FIRANDA
SYSTEMA DIGESTORIUM (Sistem pencernaan) Struktur dan Fungsi Umum Ontogeni a. Tractus Digestivus (Saluran pencernaan)
SYSTEMA DIGESTORIUM (Sistem pencernaan) Struktur dan Fungsi Umum Sistem pencernaan secara umum dapat digambarkan sebagai suatu struktur memanjang, berkelok-kelok yang diawali oleh suatu lubang, disebut
Anatomi-Fisiologi SISTEM PERNAFASAN (Respiratory System) by : Hasty Widyastari
Anatomi-Fisiologi SISTEM PERNAFASAN (Respiratory System) by : Hasty Widyastari Fungsi Pertukaran gas O2 dengan CO2 Mengambil O2 dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh dan mentranspor CO2 yang dihasilkan
ANATOMI KLINIS KELENJAR THYROID MEGA SARI SITORUS. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
ANATOMI KLINIS KELENJAR THYROID MEGA SARI SITORUS Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB I ANATOMI & TOPOGRAFI KELENJAR THYROID Kata thyroid berarti organ berbentuk perisai segi
ANATOMI LIDAH MANUSIA. Oleh : Kelas 1A
ANATOMI LIDAH MANUSIA Oleh : Kelas 1A Putu Diah Sandi Dewi I Made Dwi Tresna Saputra Annisa Pratiwi Ketut Yuni Handayani (P07120216029) (P07120216030) (P07120216031) (P07120216032) KEMENTERIAN KESEHATAN
Pemeriksaan Neurologis : Fungsi Nervus Cranialis
Pemeriksaan Neurologis : Fungsi Cranialis Cara pemeriksaan nervus cranialis : N.I : olfaktorius (daya penciuman) : pasien memejamkan mata, disuruh membedakan yang dirasakan (kopi, tembakau,alkohol, dll)
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA. Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat melakukan gerakan meluncur dan rotasi pada saat mandibula berfungsi. Sendi ini dibentuk oleh kondilus mandibula
Gambar 1 urutan tingkat perkembangan divertikulum pernapasan dan esophagus melalui penyekatan usus sederhana depan
EMBRIOLOGI ESOFAGUS Rongga mulut, faring, dan esophagus berasal dari foregut embrionik. Ketika mudigah berusia kurang lebih 4 minggu, sebuah divertikulum respiratorium (tunas paru) Nampak di dinding ventral
BAB 2 ANATOMI SEPERTIGA TENGAH WAJAH. berhubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. 7
BAB 2 ANATOMI SEPERTIGA TENGAH WAJAH Sepertiga tengah wajah dibentuk oleh sepuluh tulang, dimana tulang ini saling berhubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. 7 2.1 Tulang-tulang yang
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. SUSUNAN SALURAN PENCERNAAN Terdiri dari : 1. Oris 2. Faring (tekak) 3. Esofagus 4. Ventrikulus
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN SUSUNAN SALURAN PENCERNAAN Terdiri dari : 1. Oris 2. Faring (tekak) 3. Esofagus 4. Ventrikulus 5. Intestinum minor : Duodenum Jejenum Iliem 6. Intestinum mayor : Seikum Kolon
BAB 8 SISTEMA RESPIRATORIA
BAB 8 SISTEMA RESPIRATORIA PENDAHULUAN DESKRIPSI SINGKAT : Bab ini membicarakan tentang sistema respiratoria yang melibatkan organ-organ seperti hidung, pharynx, larynx, trachea, bronchus, bronchiale,
Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Lambung. Anak Agung K Tri K
Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Lambung Anak Agung K Tri K 111 0211 075 ANATOMI LAMBUNG (GASTER) Bentuk : seperti huruf J Letak : terletak miring dari regio hipochondrium kiri cavum abdominis mengarah
ASISTENSI II PRAKTIKUM BIOLOGI VERTEBRATA. Rizka Apriani Putri, M.Sc FMIPA UNY
ASISTENSI II PRAKTIKUM BIOLOGI VERTEBRATA Rizka Apriani Putri, M.Sc FMIPA UNY [email protected] Biologi Vertebrata 2015/2016 ASISTENSI ACARA II DAN III : ANATOMI DAN MORFOLOGI KATAK ANATOMI DAN MORFOLOGI
GASTRO INTESTINAL TRACT
GASTRO INTESTINAL TRACT Definisi : Kumpilan organ yang berfungsi untuk mencernakan makanan Terdiri atas: Mulut Faring Oesofagus Lambung/ventriculus/gaster Intestinum Tenue Intestinum Crassum Anus MULUT
BAB 4 CAVUM ORIS, LINGUA, PERKEMBANGAN GIGI DAN SUSUNAN MIKROSKOPISNYA
BAB 4 CAVUM ORIS, LINGUA, PERKEMBANGAN GIGI DAN SUSUNAN MIKROSKOPISNYA PENDAHULUAN DESKRlPl SINGKAT: Bab ini membicarakan tentang pembagian cavum oris menjadi cavum oris propium dan vestibulum oris lengkap
Cranium (tengkorak) dibentuk oleh tulang-tulang pipih yang jumlahnya ada 22
REGIO FACEI DAN COLLI dr. Ulfa Elfiah, Mkes. PSIK CRANIUM Cranium (tengkorak) dibentuk oleh tulang-tulang pipih yang jumlahnya ada 22 Cranium dapat dibagi menjadi: - neuro-cranium a. calvarium ( Atap tengkorak)
Yang perlu dikenal kembali baik bentuk, letak dan bangunan-bangunannya adalah :
ANATOMI LEHER Collum terletak antara cranium dan thorax. Batas atas dibentuk oleh tepi bawah mandibula,angulus mandibulae, processus mastoideus, linea nuchae superior dan protuberantia occipitalis externa.
ALAT PERNAFASAN DIBAGI MENJADI 2, YAITU:
RESPIRATORY SYSTEM histology ALAT PERNAFASAN DIBAGI MENJADI 2, YAITU: Pars Conductoria: Memasukkan udara dari luar menuju komponen yang dapat meneruskan O 2 menuju aliran darah, dan juga sebaliknya. Pars
HASIL DAN PEMBAHASAN
7 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Fisik Anjing Lokal Hewan yang digunakan adalah anjing lokal berjumlah 2 ekor berjenis kelamin betina dengan umur 6 bulan. Pemilihan anjing betina bukan suatu perlakuan
BAB I. RONGGA MULUT DAN JARINGAN SEKITARNYA
BAB I. RONGGA MULUT DAN JARINGAN SEKITARNYA Cavum oris dikelilingi oleh labium oris dan pipi pada bagian samping dan anterior, palatum molle dan palatum durum di bagian atas dan dasar mulut bagian bawah.
by Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis
SISTEM PENCERNAAN MANUSIA 2 : ORGAN PENCERNAAN by Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis Page 1 Istilah Pencernaan Ingesti : pergerakan makanan Digesti Absorpsi : penyederhanaan bentuk makanan : penyerapan
Penulis : 1. Drg. Hj. Hetty Anggrawati K., M.Kes., AIFO 2. Drg. Sagung Agung Putri Dwi Astuti, M.Kes
Hak Cipta dan Hak Penerbitan dilindungi Undang-undang Cetakan pertama, Oktober 2017 Penulis : 1. Drg. Hj. Hetty Anggrawati K., M.Kes., AIFO 2. Drg. Sagung Agung Putri Dwi Astuti, M.Kes Pengembang Desain
31 Pasang saraf spinalis dan fungsinya
31 Pasang saraf spinalis dan fungsinya Sumsum tulang belakang adalah struktur yang paling penting antara tubuh dan otak. Sumsum tulang belakang membentang dari foramen magnum di mana ia kontinu dengan
BAB I PENDAHULUAN. 2. Tujuan a. Tujuan umum Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami konsep Sistem Saraf Spinal
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Seluruh aktivitas didalam tubuh manusia diatur oleh sistem saraf. Dengan kata lain, sistem saraf berperan dalam pengontrolan tubuh manusia. Denyut jantung, pernafasan,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kanalis Mandibularis Kanalis mandibularis adalah saluran yang memanjang dari foramen mandibularis yang terletak pada permukaan medial ramus. Kanalis ini dialiri oleh inferior
OSTEOLOGI THORAX, TRUNCUS DAN PELVIS DEPARTEMEN ANATOMI FK USU
OSTEOLOGI THORAX, TRUNCUS DAN PELVIS DEPARTEMEN ANATOMI FK USU OSTEOLOGI DINDING THORAX 1 THORAX Bgn tubuh yg terdapat diantara leher dan abdomen Rangka dinding thorax ( compages thoracis ), dibentuk oleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saluran pernafasan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Saluran Pernafasan Saluran pernafasan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan. Pada bagian anterior saluran pernafasan terdapat
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR
ANATOMI HUMERUS DAN FEMUR A. HUMERUS (arm bone) merupakan tulang terpanjang dan terbesar dari ekstremitas superior. Tulang tersebut bersendi pada bagian proksimal dengan skapula dan pada bagian distal
ANATOMI WAJAH. Pendahuluan
ANATOMI WAJAH Pendahuluan Anatomi dari wajah adalah penting untuk pemahaman perilaku, fungsi, dan penampilan dari wajah dan kepala. Fascia superficial wajah dan kulit kepala memiliki komponen profunda
Fungsi Sistem Pencernaan Pada Manusia
Fungsi Sistem Pencernaan Pada Manusia Setiap manusia memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sari makanan dapat diangkut oleh darah dalam bentuk molekul-molekul yang kecil dan sederhana. Oleh
31 Pasang Saraf Spinal dan Fungsinya
31 Pasang Saraf Spinal dan Fungsinya January 22, 2015 Tedi Mulyadi 0 Comment Saraf spinal Sistem saraf perifer terdiri dari saraf dan ganglia di luar otak dan sumsum tulang belakang. Fungsi utama dari
SPINAL CORD & PERIPHERAL NERVE
Anatomi Blok 1.5 Bismillahirrahmanirrahim. SPINAL CORD & PERIPHERAL NERVE Pembagian Sistem Saraf Anatomis SN SNC Encephalon Medulla spinalis Cerebrum Truncus cerebri Cerebellum Diencephalon Mesencephalon
Gambar 2.1 Os radius 2. Os. Ulna
Anatomi antebrachii 1. Os. Radius Adalah tulang lengan bawah yang menyambung dengan humerus dan membentuk sendi siku. Radius merupakan os longum yang terdiri atas epiphysis proximalis, diaphysis, dan epiphysis
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI DEDI
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI DEDI Sal. Nafas Atas ANATOMI SISTEM RESPIRASI Pengaturan pernafasan Sal. Nafas bawah Proses kegiatan ventilasi difusi perfusi PENGERTIAN UMUM Pernafasan juga merupakan
Anatomi dan fisiologi tenggorokan Anatomi Tenggorokan 8
Anatomi dan fisiologi tenggorokan 2.3.1 Anatomi Tenggorokan 8 Tenggorokan merupakan bagian dari leher depan dan kolumna vertebra, terdiri dari faring dan laring. Bagian terpenting dari tenggorokan adalah
Praktikum Biologi Vertebrata. Rizka Apriani Putri, M.Sc /
Praktikum Biologi Vertebrata Rizka Apriani Putri, M.Sc / [email protected] Jurdik Biologi, FMIPA UNY 2016 Sumbu (axis ) Bidang Penampang - Penting dalam keseragaman istilah dalam deskripsi morfologis
PERKEMBANGAN ORGAN PENCERNAAN & SISTEM RESPIRASI EMBRIOLOGI VETERINER
PERKEMBANGAN ORGAN PENCERNAAN & SISTEM RESPIRASI EMBRIOLOGI VETERINER PELIPATAN TUBUH (EMBRYONIC FOLDING) 1. PELIPATAN CRANIAL 2. PELIPATAN CAUDAL 3. PELIPATAN LATERAL Embrio flat silinder Membentuk usus
THORACIC WALL CARDIOVASCULAR SYSTEM
Anatomi Blok 1.2 THORACIC WALL Apertura thoracica superior dibatasi oleh: VT 1, pasangan costa 1 & kartilago costalis 1, tepi atas manubrium Apertura thoracica inferior dibatasi oleh: VT 12, pasangan costa
OSTEOLOGI EXTREMITAS INFERIOR
BLOK BASIC BIOMEDICAL SCIENCES OSTEOLOGI EXTREMITAS INFERIOR DEPARTEMEN ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Dimulai dari regio Glutea (posterior) dan dari regio Inguinal (anterior)
ANATOMI DAN ASPEK KLINIS DIAPHRAGMA THORAX
ANATOMI DAN ASPEK KLINIS DIAPHRAGMA THORAX Dr. DWI RITA ANGGRAINI NIP. 132303374 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2005 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha
DINDING THORAX GLANDULA MAMMAE DAN MEDIASTINUM
Nama dosen : Dr.dr.Sitti Rafiah, M.Si Judul mata kuliah : Biomedik 1 Standar kompetensi : Area kompetensi 5 : Landasan ilmiah Ilmu Kedokteran Kompetensi Dasar : Memahami ilmu kedokteran dasar pada sistem
TERDIRI DARI REN VESICA URINARIA URETHRA
TERDIRI DARI REN URETER VESICA URINARIA URETHRA REN / GINJAL Letak : posterior cavum abdomen lateral columna vertebralis retroperitoneal setinggi ka : V Th XII V L III (hepar) ki : V Th XI V L II sumbunya
Fungsi nervus trokhlearis Fourth Nerve Palsy ( FNP ) Lesi setingkat nukleus
Nervus trochlearis sangat unik karena serabut sarafnya yang berjalan ke dorsal akan menyilang garis tengah sebelum keluar ke brainstem, akibatnya lesi setinggi nukleus akan bersifat kontralateral sedangkan
Portal Hypertension. Penyebab
Portal Hypertension Portal hypertension adalah peningkatan tekanan darah pada sistem pembuluh darah yang disebut sistem vena porta. Vena yang berasal dari lambung, usus, limpa, dan pankreas bergabung menjadi
BAB 9 SISTEMA DIGESTIVA
BAB 9 SISTEMA DIGESTIVA PENDAHULUAN DESKRIPSI SINGKAT : Bab ini membicarakan tentang sistema digestiva yang melibatkan organ-organ cavum oris,. epiglottis, pharynx, oesophagus, gaster, duodenum, illeum
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Foramen Mentale Foramen mentale adalah suatu saluran terbuka pada korpus mandibula. Melalui foramen mentale dapat keluar pembuluh darah dan saraf, yaitu arteri, vena
[1] <ANATOMI SISTEM PENCERNAAN>
16 Desember 2009 dr. Dirwan Suryo Soularto Sebelumnya, aq minta maaf lagi y, coz!. Lagi2 aq kbagian ngedit kul yg slidenya pake B.inggris. Jadinya aq ngartiinnya pun, dengan bahasa Inggris yg pas2an. Hehehe,,
Anatomi makroskopik dan mikroskopik hepar
Anatomi makroskopik dan mikroskopik hepar 1. Anatomi makroskopik hepar Hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh dan mempunyai banyak fungsi. Tiga fungsi dasar hepar: a. membentuk dan mensekresikan
BAB I PENDAHULUAN. dimana pada pria membentuk sebuah kantong tertutup sedangkan pada wanita berhubungan
BAB I PENDAHULUAN Peritoneum merupakan membran serosa pada tubuh yang terbesar dan paling kompleks, dimana pada pria membentuk sebuah kantong tertutup sedangkan pada wanita berhubungan dengan rongga ekstraperitoneal
Nyeri Ulu Hati. Skenario 1
Skenario 1 Nyeri Ulu Hati Seorang wanita berusia 21 tahun, datang ke dokter Puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati dan mual sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan akan bertambah bila penderita terlambat makan
PERGERAKAN MAKANAN MELALUI SALURAN PENCERNAAN
PERGERAKAN MAKANAN MELALUI SALURAN PENCERNAAN FUNGSI PRIMER SALURAN PENCERNAAN Menyediakan suplay terus menerus pada tubuh akan air, elektrolit dan zat gizi, tetapi sebelum zat-zat ini diperoleh, makanan
SYSTEMA NERVOSUM (Sistem saraf)
SYSTEMA NERVOSUM (Sistem saraf) Systema Nervosum mempunyai 3 fungsi yaitu: 1. sebagai penerima rangsang dan reseptor sensoris (baik yang berasal dari luar atau dalam organ/tubuh) yang kemudian dibawa ke
STRUKTUR, MORFOLOGI, LOKALISASI, VASKULARISASI DAN INNERVASI SISTEM RESPIRASI dr. Faqi nurdiansyah Hendra
Judul Blok : Biomedik 1 (5 SKS) Standar Kompetensi : Area Kompetensi 5 : Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Kompetensi Dasar : Menerapkan Ilmu Biomedik pada Sistem Respirasi Indikator : Menerapkan prinsip-prinsip
ALAT GENITALIA. Departemen Anatomi FK USU
ALAT GENITALIA Departemen Anatomi FK USU Embriologi Kelenjar kelamin tidak memperlihatkan ciri-ciri ii ii bentuk maupun hingga minggu ke-7 kehamilan Pada manusia sel-sel benih primodial nampak pada tahap
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pharynx merupakan suatu kantong fibromuskuler yang berbentuk seperti
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Pharynx Pharynx merupakan suatu kantong fibromuskuler yang berbentuk seperti corong yang besar di bagian atas dan sempit di bagian bawah. Pharynx terletak di belakang
Anatomi Vertebra. Gambar 1. Anatomi vertebra servikalis. 2
Anatomi Vertebra Tulang belakang (vertebra) dibagi dalam dua bagian. Di bagian ventral terdiri atas korpus vertebra yang dibatasi satu sama lain oleh discus intervebra dan ditahan satu sama lain oleh ligamen
Struktur dan Mekanisme Saluran Pencernaan. Roykedona Lisa Triksi
Struktur dan Mekanisme Saluran Pencernaan Roykedona Lisa Triksi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Pendahuluan Kita manusia sebagai makhluk hidup tentu memerlukan makanan
OTOT DAN SKELET Tujuan 1. Mengidentifikasi struktur otot 2. Mempelajari mekanisme otot pada saat berkontraksi 3. Mengetahui macam-macam otot
OTOT DAN SKELET Tujuan. Mengidentifikasi struktur otot. Mempelajari mekanisme otot pada saat berkontraksi. Mengetahui macam-macam otot berdasarkan lokasi 4. Mengetahui macam-macam kerja otot yang menggerakan
11/29/2013 PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENGINDERAAN PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU BEBERAPA KESAN TIMBUL DARI LUAR YANG MENCAKUP PENGLIHATAN, PENDENGARAN,
TERMINOLOGI. GELIGI GELIGI Gigi sulung/gigi susu/deciduoust teeth. Normal anak-anak mempunyai 20 gigi susu yang susunannya sebagai berikut:
TERMINOLOGI RAHANG 1. Maksila adalah rahang atas. 2. Mandibula adalah rahang bawah Garis median adalah garis vertikal yang melalui: tengah-tengah dari muka dan yang seolah-olah membagi muka menjadi dua
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Dibentuk oleh processus palatines ossis maxilla dan lamina horizontalis
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Palatum Palatum merupakan bagian yang memisahkan rongga mulut, rongga hidung, dan sinus maksilaris. Terdiri dari : 2.1.1. Platum durum Dibentuk oleh processus palatines ossis
OSTEOLOGI VERTEBRALIS II (LUMBALIS, SACRUM, COCCYGEA, STERNUM & COSTAE)
OSTEOLOGI VERTEBRALIS II (LUMBALIS, SACRUM, COCCYGEA, STERNUM & COSTAE) Oleh: drh. Herlina Pratiwi, M.Si Columna vertebralis thorax Vertebrae cervicalis Vertebrae thorachalis Vertebrae lumbalis Vertebrae
Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.
Pengertian Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan dan lainnya. Sistem Saraf tersusun dari
Anatomi Sinus Paranasal Ada empat pasang sinus paranasal yaitu sinus maksila, sinus frontal, sinus etmoid dan sinus sfenoid kanan dan kiri.
Anatomi Sinus Paranasal Ada empat pasang sinus paranasal yaitu sinus maksila, sinus frontal, sinus etmoid dan sinus sfenoid kanan dan kiri. Sinus paranasal merupakan hasil pneumatisasi tulang-tulang kepala,
ANATOMI WAJAH EMBRIOLOGI
ANATOMI WAJAH Wajah adalah bagian anterior dari kepala, dengan batas kedua telinga di lateral, dagu di inferior dan garis batas tumbuhnya rambut di superior. Wajah terbentuk dari tulang belakang dan jaringan
SYSTEMA CARDIOVASCULARE (Sistem Peredaran)
SYSTEMA CARDIOVASCULARE (Sistem Peredaran) Fungsi Umum Sistem peredaran berfungsi untuk mengangkut udara pernafasan (O 2 dan CO 2 ), makanan yang telah diserap dan usus halus menuju bagian tubuh yang memerlukan,
CARNIVOR-1 (Osteology) Anatomi Veteriner Makro-3 Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya 2017
CARNIVOR-1 (Osteology) Anatomi Veteriner Makro-3 Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya 2017 SKELETON AXIALIS Ossa Craniofascialis Ossa Cranii Ossa Fasciei V. Cervicalis V. Thoracalis Columna
PENDAHULUAN dan OSTEOLOGI UMUM. by : Hasty Widyastari
ANATOMI PENDAHULUAN dan OSTEOLOGI UMUM by : Hasty Widyastari Posisi Posisi Anatomi : Berdiri tegak, kedua lengan disamping lateral tubuh, kedua telapak tangan membuka kedepan Posisi Fundamental : Berdiri
menghubungkan os maxilla dengan os palatinum pada tengkorak koleksi Laboratorium FKH IPB tidak terlihat jelas, sedangkan pada tengkorak orangutan
BAB 5 PEMBAHASAN Tengkorak orangutan berukuran relatif besar jika dibandingkan dengan tengkorak manusia. Tengkorak orangutan mempunyai panjang ± 24,5 cm, lebar ± 19,5 cm dan tinggi ± 19 cm, serta bobot
`BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Palatum adalah atap rongga mulut, secara anatomi palatum terbagi
`BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Palatum 2.1.1 Definisi Palatum Palatum adalah atap rongga mulut, secara anatomi palatum terbagi menjadi palatum durum dan palatum mole. Dua pertiga anteriornya adalah palatum
Anatomi Dasar Panggul : Dibuat Mudah dan Sederhana. Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K)
Anatomi Dasar Panggul : Dibuat Mudah dan Sederhana Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) OUTLINE: Tujuan Pendahuluan Tulang dan ligamen Otot-otot dasar panggul Jaringan Penyambung Viseral DeLancey Level Derajat
Sistem Kardiovaskuler COR (JANTUNG)
Sistem Kardiovaskuler COR (JANTUNG) dr. Ch. Tri Nuryana, M.Kes Terdiri atas: Cor (jantung) sbg pemompa darah Vasa darah sbg jalur transpor Darah sbg medium transpor Fungsi: transpor nutrien & O2, ekskresi
BAB 6 PERKEMBANGAN CRANIUM DAN WAJAH
BAB 6 PERKEMBANGAN CRANIUM DAN WAJAH PENDAHULUAN DESKRIPSI SINGKAT: Bab ini menjelaskan tentang bagaimana proses terjadinya pembentukan cranium dan wajah. Penekanan pembahasan terutama pada perkembangan
ANATOMI SISTEM PENGECAPAN & PENGHIDU
ANATOMI SISTEM PENGECAPAN & PENGHIDU Dr. Simbar Sitepu, AAI Dr. Lita Feriyawati, M.Kes DEPARTEMEN ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SISTEM PENGECAPAN PENGECAPAN (Gustation, special
Yusuf Hakan Çavusoglu. Acute scrotum : Etiology and Management. Ind J Pediatrics 2005;72(3):201-4
Akut skrotum merupakan suatu keadaan timbulnya gejala nyeri dan bengkak pada skrotum beserta isinya yang bersifat mendadak dan disertai gejala lokal dan sistemik.1 Gejala nyeri ini dapat semakin menghebat
D aftar Isi. Memperoleh wawasan baru bersama PROMETHEUS...v Mengapa PROMETHEUS?...vii Terima kasih... ix
D aftar Isi Memperoleh wawasan baru bersama PROMETHEUS...v Mengapa PROMETHEUS?...vii Terima kasih... ix Struktur dan perkembangan sistem organ pada embrio 1 Rongga tubuh 1.1 Definisi, tinjauan, dan evolusi
Pelipatan tubuh, Perkembangan Sistem Pernafasan dan Pencernaan. Lab. Embriologi FKH-IPB
Pelipatan tubuh, Perkembangan Sistem Pernafasan dan Pencernaan Lab. Embriologi FKH-IPB Isi Pendahuluan Perkembangan usus primitif (Endoderm) Pelipatan tubuh embrio (embryonic folding) dan pembentukan rongga
OSTEOLOGI VERTEBRAE I
OSTEOLOGI VERTEBRAE I Oleh: drh. Herlina Pratiwi, M.Si Columna vertebralis thorax Vertebrae cervicalis Vertebrae thorachalis Vertebrae lumbalis Vertebrae sacralis Vertebrae coccygealis costae sternum Columna
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Saliva 2.1.1 Pengertian dan fungsi saliva Saliva adalah cairan yang tidak berwarna dengan konsistensi seperti lendir. Saliva merupakan sekresi yang berkaitan dengan mulut
Systema Respiratorium (Sistem Pernapasan)
Systema Respiratorium (Sistem Pernapasan) Alat pernapasan pada Vertebrata meliputi: insang (branchia), paru-paru (pulmo). Pada dasarnya alat-alat tersebut berbeda bentuknya tetapi sama fungsinya. Masing-masing
DESKRIPSI FOTO X-Ray. Foto Schedel AP/Lateral. o Besar dan bentuk calvaria normal/tidak
DESKRIPSI FOTO X-Ray Foto Schedel AP/Lateral o Besar dan bentuk calvaria normal/tidak o Tabula eksterna, diploe dan tabula interna ada fraktur?, kalsifikasi? o Vaskular marking (garis pembuluh darah) ada/tidak,
FISIOLOGI PENGUNYAHAN PADA SISTEM STOMATOGNATI. perawatan terhadap penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem pengunyahan 3.
FISIOLOGI PENGUNYAHAN PADA SISTEM STOMATOGNATI Suhartini Bagian Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember ABSTRACT The masticatory system is part of stomatognatic systems that is a functional
11/29/2013. Paru-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Paru-paru memilki :
Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat menghangatkan udara sebelum sampai
ANATOMI JANTUNG MANUSIA
ANATOMI JANTUNG MANUSIA Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut
BAB II KLAS III MANDIBULA. Oklusi dari gigi-geligi dapat diartikan sebagai keadaan dimana gigi-gigi pada rahang atas
BAB II KLAS III MANDIBULA 2.1 Defenisi Oklusi dari gigi-geligi dapat diartikan sebagai keadaan dimana gigi-gigi pada rahang atas dan gigi-gigi pada rahang bawah bertemu, pada waktu rahang atas dan rahang
Gambar 1. Anatomi Palatum 12
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Palatum 2.1.1 Anatomi Palatum Palatum adalah sebuah dinding atau pembatas yang membatasi antara rongga mulut dengan rongga hidung sehingga membentuk atap bagi rongga mulut. Palatum
OSTEOLOGI AXIALE II COLLUMNA VERTEBRALIS (VERTEBRAE CERVICALIS)
OSTEOLOGI AXIALE II COLLUMNA VERTEBRALIS (VERTEBRAE CERVICALIS) Oleh: drh. Herlina Pratiwi Columna vertebralis thorax Vertebrae cervicalis Vertebrae thorachalis Vertebrae lumbalis Vertebrae sacralis Vertebrae
Buku 2: RKPM. Modul Fungsi Kardiovaskuler
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta Buku 2: RKPM Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan Modul Pembelajaran Pertemuan ke-1 Modul
Penanganan sialolitiasis
Hatta Hasan: Penanganan sialolitiasis 35 Penanganan sialolitiasis Hatta Hasan S Bagian Bedah Mulut Fakultas kedokteran gigi Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia ABSTRACT The health of layer of oral
EMBRIOLOGI SISTEM PENCERNAAN. dr. Al-Muqsith, M.Si
EMBRIOLOGI SISTEM PENCERNAAN dr. Al-Muqsith, M.Si Pembentukan Usus Mulai pembentukan: mudigah 7 somit (22 hari) akibat pelipatan mudigah ke arah cephalo caudal dan lateral rongga yg dibatasi endoderm sebagian
BAB 2 PROTRUSI DAN OPEN BITE ANTERIOR. 2.1 Definisi Protrusi dan Open Bite Anterior
BAB 2 PROTRUSI DAN OPEN BITE ANTERIOR 2.1 Definisi Protrusi dan Open Bite Anterior Protrusi anterior maksila adalah posisi, dimana gigi-gigi anterior rahang atas lebih ke depan daripada gigi-gigi anterior
M.Biomed. Kelompok keilmuan DKKD
SISTEM PERKEMIHAN By: Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed Kelompok keilmuan DKKD TUJUAN PEMBELAJARAN Mhs memahami struktur makroskopik sistem perkemihan (Ginjal, ureter, vesika urinaria dan uretra) dan struktur
