BAB III PROSES PENGERJAAN SISTEM INSTALASI FIRE HYDRANT
|
|
|
- Ari Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III PROSES PENGERJAAN SISTEM INSTALASI FIRE HYDRANT 3.1 Syarat Umum Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran yang diuraikan di sini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor dalam hal pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan, dalam hal ini Syarat-syarat Umum Teknis Pekerjaan Mekanikal/Elektrikal adalah bagian dari Syarat-Syarat Teknis ini : 1. Semua pekerjaan instalasi pemadam kebakaran seperti yang disebut pada lingkup pekerjaan harus dilaksanakan dengan persetujuan Direksi/Pengawas dan memenuhi semua persyaratan yang disyaratkan oleh instansi yang berwenang, seperti Departemen Tenaga Kerja, Departemen PU, dll. 2. Pemasangan instalasi Pemadam Kebakaran ini harus sesuai dengan spesifikasi ini dan semua peraturan yang berlaku di Indonesia umumnya dan wilayah DKI Jaya khususnya. 3. Biaya pengadaan peralatan, perlengkapan/material untuk instalasi pemadam kebakaran ini harus sudah termasuk bea masuk, perizinan, biaya pemeriksaan oleh pejabat yang berwenang, biaya penyimpanan (gudang) dan biaya-biaya yang diperlukan untuk pengadaan perlengkapan pemadam kebakaran juga biaya penyediaan peralatan bantu, testing, comisioning dan biaya pemeliharaan selama 12 (dua belas) bulan setelah penyelesaian pekerjaan. 4. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi, Kontraktor diwajibkan untuk menyerahkan shop drawing mengenai jalur pemasangan pipa setepatnya termasuk detail dan metode. Universitas Mercu Buana 11
2 3.2 Lingkup Pekerjaan Yang dicakup dalam pekerjaan ini adalah pengertian bekerjanya instalasi pemadam kebakaran (fire hydrant dan fire extinguisher) di dalam dan di luar bangunan sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya, seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Termasuk di dalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material, instalasi dan testing terhadap seluruh material, serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum di dalam gambar maupun pada spesifikasi/ syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah : Pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek, pemasangan bahan, material, peralatan dan perlengkapan sistem pemadam kebakaran (fire hydrant dan fire extinguisher) sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjuk pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan, walaupun tidak tercantum pada Syarat-syarat Teknik Khusus atau gambar dokumen. Perincian umum pekerjaan instalasi pemadam kebakaran ini adalah sebagai berikut : 1. Pengadaan dan pemasangan pipa-pipa fire hydrant lengkap beserta fitting-fitting-nya dan alat-alat bantunya. 2. Pengadaan dan pemasangan hydrant box, hydrant pillar, fire extinguisher, siamese connection, gate valve, check valve, safety valve, foot valve, strainer, pressure switch, pressure gauge, fire department connection/landing valve (valve untuk hubungan Dinas Pemadam Kebakaran setempat) dan peralatan lainnya. 3. Pengadaan dan pemasangan pompa fire hydrant beserta motor listriknya. Universitas Mercu Buana 12
3 4. Pengadaan dan pemasangan pressure tank (tangki tekan), lengkap berikut accessoriesnya. 5. Pengadaan tenaga kerja beserta peralatan yang digunakan untuk pelaksanaan instalasi. 6. Pengujian instalasi fire hydrant terhadap kebocoran dengan tekanan hidrostatis, baik secara bagian (partial) maupun secara keseluruhan (overall). 7. Pengujian sistem kerja fire hydrant secara keseluruhan dan mengadakan pengamatannya, sampai sistem berfungsi dengan baik. 8. Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali. 3.3 Material 1. P i p a. Semua pipa, dari diameter 1-6, di dalam gedung maupun di luar gedung dan branch pipe (pipa cabang) dari bahan Pipa hitam Sch.40 yang memenuhi standar BS 1387/1967. Gambar 3.1 : Pipa hitam Sch.40 ( Sumber : Brosur Supplier ) Universitas Mercu Buana 13
4 2. Accessories. `1. Fitting. Untuk Pipa hitam standar BS 1387/1967 Medium Class, fitting harus terbuat dari material yang sama (pipa hitam). 2. Valves. Gambar 3.2 : Fitting Fitting ( Sumber : Brosur Supplier ) Seluruh valve dan flexible joint yang dipakai di pemipaan fire hydrant harus dari jenis fire fighting valves yang mempunyai tekanan kerja 150 psi dan tekanan test 300 psi (kelas 150) serta dilengkapi dengan ball drip valve, automatic release valve, discharge pressure gauge dan water level gauge device. Gambar 3.3 : Flexible Joint,Gate Valve,Strainer & Check Valve ( Sumber : Brosur Supplier ) Universitas Mercu Buana 14
5 3. Pressure Gauge. Pressure gauge harus mempunyai penunjuk skala dengan diameter minimum 3" dengan skala 0 sampai 2 x tekanan kerja maksimum (20 bar). Gambar 3.4 : Pressure Gauge ( Sumber : Brosur Supplier ) 3. Hydrant Box dan Fitting untuk Fire Departement. 1. Indoor hydrant box dilengkapi dengan hose rack, landing valve untuk Fire Department (Dinas Pemadam Kebakaran) 2 1/2" dengan bentuk kopling yang sesuai, fire hose diameter 1-1/2" sepanjang 30 meter dan nozzlenya. 2.Outdoor hydrant box dilengkapi dengan hose rack, fire hose diameter 2-1/2" sepanjang 30 meter dan nozzlenya. Box ini harus dilengkapi dengan kunci yang anak kuncinya diletakkan pada sebuah kotak kaca pada pintu box tersebut. 3. Hydrant box setaraf dari merek APPRON. 4.Penawaran harus disertakan dengan brosur lengkap dan pemilihan ditandai dengan warna dengan jelas (di-stabillo). Universitas Mercu Buana 15
6 Gambar 3.5 : Indoor & Out door Hydrat box ( Sumber : Brosur Supplier ) 4. Fire Extinguisher. 1.Fire extinguisher yang dipasang di dalam bangunan adalah dari jenis multy purpose dry powder (kelas ABC) dengan waktu penyemprotan yang bisa diatur dan dilengkapi dengan pressure gauge. Semprotan memanfaatkan tekanan seluruh tabung, tanpa cartridge. Bahan powder : amonium phosphate dan amonium sulphate Berat isi : 16 kg Lama pancaran : 15 detik (min) Jarak pancaran : 5-7 meter Bahan pendorong : N2 2. Untuk ruang mesin digunakan multy purpose dry powder kelas ABC dengan waktu penyemprotan yang bisa diatur dan dilengkapi dengan pressure gauge. Semprotan memanfaatkan tekanan seluruh tabung, tanpa cartridge. Bahan powder : amonium phosphate dan amonium sulphate Berat isi : 16 kg Lama pancaran : 18 detik Universitas Mercu Buana 16
7 Jarak pancaran : 8-10 meter Bahan pendorong : N2 Perlengkapan : trolley Gambar 3.6 : Fire Extinguisher ( Sumber : Brosur Supplier ) 5. Hydrant Pillar dan Siamese Connection. 1. Hydrant pillar dan siamese connection yang digunakan adalah dari jenis 2 way 2-1/2". Kopling disesuaikan dengan jenis kopling dinas kebakaran setempat, lengkap dengan tutup dan rantainya. 2. Selain ball valve pada outletnya, hydrant pillar juga harus dilengkapi dengan main valve dan fasilitas drainnya. 3. Penawaran hydrant pillar dan siamese connection harus disertai brosur lengkap dan ditandai warna untuk pemilihannya (setaraf ex APPRON). 4. Setiap hydrant pillar harus dilengkapi dengan sebuah outdoor hydrant box lengkap dengan fire hose sepanjang 30 meter berdiameter 2-1/2" dan nozzle berdiameter 2-1/2". 5. Hydrant pillar, siamese connection dan outdoor hydrant box harus dipasang di atas pondasi beton dan diberi angkur. Universitas Mercu Buana 17
8 Gambar 3.7 : Hydrant pillar & siamese connection ( Sumber : Brosur Supplier ) 6. Pompa. Kontraktor harus memasang pompa hydrant sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi. Pompa hydrant dipasang di dalam rumah pompa dan dilengkapi dengan control panel yang memenuhi peraturan lokal. 1. Spesifikasi teknis jockey pump sebagai berikut : Type : Horizontal multi stage centri fugal pump. Impeller harus statically and dynamically balanced. Kapasitas : 100 USGPM Total Head : 80 meter Efficiency : 70 % (minimum) Stage : Single Daya Motor : 42 kw (min) Voltage : 380 V / 3 ph / 50 Hz (rating belitan 380/660 V) Putaran : 2900 rpm Pompa setaraf ex Torishima, Caprari dan motor setaraf ex GAE. Universitas Mercu Buana 18
9 2. Spesifikasi teknis Main Electric Pump sebagai berikut : Type : Horizontal single stage centrifugal pump. Impeller harus statically and dynamically balanced. Kapasitas : 1000 USGPM Total Head : 80 meter Efficiency : 70 % (minimum) Stage : Single Daya Motor : 119 kw (min) Voltage : 380 V / 3 ph / 50 Hz (rating belitan 380/660 V) Putaran : 2900 rpm Pompa setaraf ex Torishima, Caprari dan motor setaraf ex GAE. 3. Spesifikasi Diesel Pump a. Pompa Jenis : Single state horizontal centrifugal pump Debit : 1000 USGPM Head : 80 m Efisiensi : 70 % (min) Kecepatan putar : 2900 rpm b. Motor Penggerak (Diesel) Jenis : In line internal combustion Daya Poros : 119 HP (min) Kopling : Direct, base skid mounted Kecepatan putar : 2900 rpm Universitas Mercu Buana 19
10 4. Flow / head characteristic : - Pada kondisi shut off (zero flow) tekanan tidak melebihi 120 % x total head. - Pada kondisi aliran 150 % dari kapasitas maka tekanan (head) tidak kurang dari 65 % x total head - Critical speed pompa/impeller minimum 25 % lebih besar dari operating speed. - Discharge assembly harus dari bahan epoxy coated cast iron atu SAE 63 Bronze. - Shaft top, shaft line, shaft coupling dan shaft impeller harus dari bahan stainless steel. - Column pipe harus dari bahan epoxy coated steel dengan flange 316 stainless steel. - Bearing harus dari bahan SAE 63 Bronze. - Bowl assembly dan impeller harus dari bahan SAE 63 Bronze. - Suction manifold harus dari bahan SAE 63 Bronze. - Basket atau type strainer dari bahan SAE 63 Bronze. - Merk yang ditawarkan harus disertai brosur dan diberi tanda pewarnaan dengan Stabillo. Gambar 3.8 : Diesel pump,electric Pump & Jockey Pump ( Sumber : Brosur Supplier ) Universitas Mercu Buana 20
11 6. Panel Kontrol. Panel kontrol harus memenuhi standar lokal (dinas PMK setempat), dibuat kokoh, serta `diberi label Fire Controller Panel. Merk yang ditawarkan harus disertai brosur yang diberi tanda untuk pemilihannya. Gambar 3.9 : Panel Kontrol Hydrant ( Sumber : Brosur Supplier ) 7. Pressure Tank. Kapasitas : 1000 liter Tekanan : 15 kg/cm2 Accessories : - safety valve - pressure gauge - pressure switch - peil glass & gate valve Gambar 3.10 : Pressure Tank ( Sumber : Brosur Supplier) Universitas Mercu Buana 21
12 3.4 Pemasangan Pipa 1. Pipa Tegak (Riser). Pipa dipasang dengan support dari besi / baja kanal serta U-klem sesuai dengan diameter pipa. Jarak antara support maksimal 3 m dan harus mempunyai jarak yang cukup terhadap lantai untuk memudahkan pemasangan. Gambar 3.11 : Detail Pipa Riser / Tegak (Sumber : Gambar Kerja /Shop Drawing) 2. Pipa Mendatar (Cross Main / Branch). Pipa dipasang dengan penggantung (hanger) sesuai dengan diameter pipa. Jarak antara penggantungan yang satu dengan yang lainnya maksimum 2 meter. Jarak antara pipa dengan dinding penggantung bisa disesuaikan dengan keadaan lapangan. Gambar 3.12 : Detail Pipa Mendatar (Sumber : Gambar Kerja /Shop Drawing) Gambar 3.13 : Pemasangan Pipa Mendatar ( Sumber : Hasil Pemotretan sendiri.) Universitas Mercu Buana 22
13 3. Pemasangan Pipa. Semua pipa dengan garis tengah sampai 2" (5 cm) dapat menggunakan sambungan ulir (screw), ujung dalam pipa dan ulir tersebut harus di ream agar gram yang ada di pipa hilang. Semua pipa sebelum disambungkan, bagian dalamnya harus dibersihkan terlebih dahulu. Pipa yang disambung dengan ulir (screw) harus menggunakan seal tape agar tidak bocor. Pipa yang berdiameter 2 1/2" ke atas harus memakai sambungan flens dan di antara flens tersebut harus dipasang packing pencegah kebocoran. 3.5 Pengecatan Pipa. 1. Kontraktor harus mengecat semua pipa, rangka panggantung rangka penyangga, semua unit yang dirakit di lapangan dan bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar (prime coating). Cat harus sesuai dengan persyaratan pengecatan yang sesuai dengan bahan masingmasing. 2. Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dipabriknya atau dinyatakan lain dalam spesifikasinya atau untuk bahan aluminium. Gambar 3.14 : Pengecatan Dilapangan ( Sumber : Hasil Pemotretan sendiri.) Universitas Mercu Buana 23
14 3.6 Pemasangan Unit Hydrant 1. Cara pemasangan Hydrant box Indoor maupun Outdoor adalah sebagai berikut: -. Marking lokasi penempatan hydrant box. - Buat pondasi hydrant box - Pasang hydrant box pada posisinya. - Lindungi hydrant box dari kotoran dan cat. - Accessories hydrant dipasang setelah kondisi proyek aman. Gambar 3.15 : Pemasangan Hydrant Box Dilapangan ( Sumber : Hasil Pemotretan sendiri.) 2. Cara pemasangan hydrant pillar adalah sebagai berikut : - Marking lokasi penempatan Hydrant pillar & Siamese connection - Gali lokasi marking dan jalur pipa yang menuju ke posisinya. -. Sambung instalasi pipa yang menuju ke lokasi Hydrant Pillar maupun Siamese connection. -. Pasang Hydrant pillar dan Siamese connection. Universitas Mercu Buana 24
15 Gambar 3.16 :Detail Hydrant Pillar & Siamesse Connection (Sumber : Gambar Kerja /Shop Drawing) 3.7 Peerjaan Ruang Pompa Pekerjaan ruang pompa adalah pekerjaan yang paling penting di dalam rangkaian system instalasi fire hydrant. Kontraktor harus sudah menyiapkan alat-alat untuk pemasangan di ruang pompa dengan material Utama dan peralatan bantu lainnya. Desain Ruang Pompa : - Desain Layout & ground tank - Desain peletakan unit pompa - Desain jalur pipa hydrant - Desain Peletakan panel Material Utama : - Terlampir di bab material di atas Universitas Mercu Buana 25
16 Gambar 3.17 : Denah Penempatan Pompa (Sumber : Gambar Kerja /Shop Drawing) Gambar 3.18 : Penempatan Pompa ( Sumber : Hasil Pemotretan sendiri.) Universitas Mercu Buana 26
17 3.8 Area proteksi fire hydrant Untuk satu indoor hydrant box radius proteksinya adalah 30 m Gambar 3.19 : Area Proteksi Hydrant Box ( Sumber : Gambar kerja /Shop drawing ) 3.9 Testing & Comissioning 1. Pengujian terhadap Kebocoran dan Tekanan. Semua pipa dan perlengkapanya sesudah dipasang harus diuji dengan hidrolis sebesar 15 kg/cm2 selama 18 jam. Selama pengujian berlangsung tidak boleh terjadi perubahan/penurunan tekanan. 2. Peralatan dan fasilitas untuk pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. 3. Pengujian harus disaksikan oleh Direksi/Pengawas dan Konsultan Perencana. Pengujian dilakukan dengan menjalankan seluruh sistem atau aparat yang dipakai dalam menghadapi bahaya kebakaran. Universitas Mercu Buana 27
18 3.10 Petunjuk Penggunaan Fire Hydrant 1. Menggelar Selang (Fire Hose) o Panggul selang dan lemparkan gulungan selang ke arah api. o Bila kurang panjang, tambah lagi dan sambungkan satu dengan yang lainnya. o Sambungkan pangkal selang (sisi betina) dengan hydrant pillar. 2. Pegang Nozzle o Ambil posisi dengan benar (kuda-kuda), setelah siap beri kode agar air segera dialirkan. o Tangan kiri pegang ujung Nozzle, tangan kanan pada pangkal Nozzle sambil dijepit dengan ketiak. 3. Mengalirkan air o Beri kode operator dengan tangan lurus ke atas. o Untuk menghentikan aliran air, tangan ditekuk dengan membuat gerakan melipat sebatas siku berulang-ulang Petunjuk Perawatan Fire Hydrant 1. Kunci Hydrant (wrench), Nozzle, dan Selang (Hose) harus dirawat dan disimpan dalam Hydrant Box. 2. Selang pemadam harus diperiksa secara visual minimal sekali dalam sebulan. 3. Nozzle harus diperiksa untuk mengetahui apakah mudah dioperasikan, retak atau korosi. 4. Selesai digunakan selang harus dikosongkan dan dikeringkan sebelum disimpan dalam box. Universitas Mercu Buana 28
BAB IV PEMBAHASAN & ANALISA
BAB IV PEMBAHASAN & ANALISA 4.1. Pembahasan Instalasi Pemipaan Sprinkler Pada instalasi pemipaan sprinkler terdapat satu riser (pipa tegak) dimana riser ini diameter pipanya adalah sebesar 100 mm yang
Jalan Erlangga No. 161 Sidoarjo Telp. : (031) Faks. : (031)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA KANTOR WILAYAH X SURABAYA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG SIDOARJO Jalan Erlangga No. 161 Sidoarjo 61214 Telp. :
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
16 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Sistem pemadam kebakaran atau sistem fire fighting disediakan digedung sebagai preventif (pencegahan) terjadinya kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem sprinkler,
Instalasi hydrant kebakaran adalah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui
Teknik Perpipaan Instalasi hydrant kebakaran adalah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa-pipa dan slang kebakaran. Sistem ini terdiri
BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN
BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN 3.1. Perhitungan Jumlah Hidran, Sprinkler dan Pemadam Api Ringan Tabel 3.1 Jumlah hidran, sprinkler dan pemadam api ringan Indoor No Keterangan Luas Hydrant
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA
Sidang Lisan PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA Lia Wimayanti JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI
TUGAS AKHIR ANALISA INSTALASI PEMIPAAN DAN PENGGUNAAN POMPA PADA GEDUNG ASRAMA HAJI DKI JAKARTA
TUGAS AKHIR ANALISA INSTALASI PEMIPAAN DAN PENGGUNAAN POMPA PADA GEDUNG ASRAMA HAJI DKI JAKARTA Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Mesin Universitas Mercu Buana Disusun
MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK
BAB III MEMBUAT STANDAR OPERA SIONA L PR OSEDUR PADA UNIT WA TER TRUC K MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK 1.1 Bagian-Bagian Utama water truck. Pada bagian ini dijelaskan nama-nama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian Dalam pengujian ini bahan yang digunakan adalah air. Air dialirkan sling pump melalui selang plastik ukuran 3/4 menuju bak penampung dengan variasi jumlah
BAB III. Analisa Dan Perhitungan
Laporan Tugas Akhir 60 BAB III Analisa Dan Perhitungan 3.1. Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan pada tanggal 14 mei 014 di gedung tower universitas mercubuana dengan data sebagai berikut : Gambar
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN
BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN 3.1. Rancangan Alat Uji Pada penelitian ini alat uji dirancang sendiri berdasarkan dasar teori dan pengalaman dari penulis. Alat uji ini dirancang sebagai
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN SISTEM FIRE HYDRANT DI TOWER SAPHIRE DAN AMETHYS APARTEMEN EASTCOAST RESIDENCE SURABAYA
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN SISTEM FIRE HYDRANT DI TOWER SAPHIRE DAN AMETHYS APARTEMEN EASTCOAST RESIDENCE SURABAYA DESIGN OF PLUMBING AND FIRE HYDRANT SYSTEM IN SAPHIRE AND AMETHYS TOWER EASTCOAST
MARABUNTA MACHINDO Hydraulic and Hard Chrome Specialist CNC Miling and CNC Lathe
SPESIFIKASI PERALATAN Specification Equipment CAR LIFTING 1. HIDROLIS PLATFOR H West Model Piston : Standart Chrome 20 Mikron ( Hard Chrome Process ) Kapasitas angkat : 4000 Kg ( syarat dan ketentuan )*
Material : Stainless Steel AISI 304; Besi karbon yang dicat (penutup depan & belakang)
CAP COMBI 1400 CL (4,400 L Tangki Lumpur + 2,450 L Air, total 6,850 L) Peralatan kombinasi yang diperuntukkan untuk menyedot & membersihkan saluran dan cairan apapun (tidak termasuk limbah berbahaya),
telah aus 3) Penggantian Komponen {Discard Task) dan Intervalnya Pekerjaan Penggantian
nspeksi Interval Sistem 2level.3 dilakukan yang J3 pemeliharaan Pekerjaan 635 d CO CO diatur sudah stop screw tepat yang steering Inspeksi gears mengetahui untuk oli ada/tidaknya tie dan link drag Inspeksi
"CAP COMBI 2600 CL" (10,000 L tangki lumpur L air, total 15,250 L)
"CAP COMBI 2600 CL" (10,000 L tangki lumpur + 5250 L air, total 15,250 L) Peralatan kombinasi yang diperuntukkan untuk menyedot & membersihkan saluran dan cairan apapun (tidak termasuk limbah berbahaya),
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PRODUKSI Dalam perkitan hydraulic power unit ada beberapa proses dari mulai sampai selesai, dan berikut adalah alur dari proses produksi Gambar 4.1
BAB III PERENCANAAN HYDRANT
BAB III PERENCANAAN HYDRANT Dalam perencanaan hydrant, terlebih dahulu harus diketahui spesifikasi dan jenis bangunan yang akan digunakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemasangan instalasi
PERANCANGAN ULANG FIRE PROTECTION SYSTEM
PERANCANGAN ULANG FIRE PROTECTION SYSTEM PADA FUEL SUPPLY SYSTEM UTILITY WORK MENGGUNAKAN SOFTWARE PIPE FLOW EXPERT (STUDY KASUS PT. PERTAMINA DPPU JUANDA) Bagus Faisal Darma Arif NRP. 2112 105 022 Dosen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian jenis pengujian. Pengujian adalah penelitian dengan melakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian adalah metode yang digunakan untuk mendekatkan permasalahan yang diteliti sehingga dapat menjelaskan dan membahas permasalahan
SISTEM PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN 2 (alat pemadam kebakaran aktif)
Pertemuan ke-13 Materi Perkuliahan : Sistem penanggulangan bahaya kebakaran 2 (springkler dan hydrant dll) SISTEM PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN 2 (alat pemadam kebakaran aktif) 1. KRITERIA DESAIN 1.1
BAB III PERHITUNGAN PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN 3.1 PERHITUNGAN JUMLAH HIDRAN, SPRINKLER DAN PEMADAM
BAB III PERHITUNGAN PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN 3.1 PERHITUNGAN JUMLAH HIDRAN, SPRINKLER DAN PEMADAM API RINGAN. Tabel 3.1 Jumlah Hidran, Sprinkler dan Pemadam Api Ringan No Uraian Elevasi (m) Luas Bersih
BAB III DATA DAN PERANCANGAN
BAB III DATA DAN PERANCANGAN 3.1. Data Bangunan Berikut ini tabel 3.1. data bangunan pada gedung Oria Hotel beserta fungsi, kelas, dan klasifikasi bangunan : Tabel 3.1. Data Bangunan Gedung Oria Hotel
DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN
DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN koef; KELOMPOK NO. NAMA / JENIS BAHAN SATUAN HARGA SATUAN 1 2 3 4 6 A. BAHAN PIPA 1 Pipa PPN PN 10 1/2" (15 mm) M Rp 2 Pipa PPN PN 10 3/4" (20 mm) M Rp 3 Pipa PPN PN 10 1" (25
Perencanaan Ulang Instalasi Perpipaan dan Pompa pada Chlorination Plant PLTGU PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik
Perencanaan Ulang Instalasi Perpipaan dan Pompa pada Chlorination Plant PLTGU PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik Oleh : Dunung Sarwo Jatikusumo 2110 038 017 Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT Latar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Peralatan 3.1.1 Instalasi Alat Uji Alat uji head statis pompa terdiri 1 buah pompa, tangki bertekanan, katup katup beserta alat ukur seperti skema pada gambar 3.1 : Gambar
SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN
SPESIFIKASI TEKNIS Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN 1. Nama Kegiatan : Penataan Listrik Perkotaan 2. Nama pekerjaan : Penambahan Lampu Taman (65 Batang) 3. Lokasi : Pasir Pengaraian Pasal 2 PEKERJAAN
BAB IV HASIL DAN ANALISIS Prosedur Perencanaan Sistem Proteksi Kebakaran
BAB IV Bab IV Hasil dan Analisis HASIL DAN ANALISIS 4.1. Prosedur Perencanaan Sistem Proteksi Kebakaran Sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran merupakan suatu kombinasi dari berbagai sistem untuk
Perencanaan Sistem Plambing Dan Sistem Fire Hydrant Di Gedung Tower. A Apartemen Bersubsidi Puncak Permai Surabaya
Perencanaan Sistem Plambing Dan Sistem Fire Hydrant Di Gedung Tower A Apartemen Bersubsidi Puncak Permai Surabaya Design Plumbing and Fire Hydrant System of A Tower Building Puncak Permai Subsidized Apartment
BAB III PERENCANAAN SISTEM HYDRANT
BAB III PERENCANAAN SISTEM HYDRANT 3.1. Metode Pengambilan Data Penganbilan data ini dilakukan di gedung VLC (Vehicle Logistic Center) PT. X berdasarlan data dan kegiatan yang ada di gedung tersebut. Dengan
PERALATAN INDUSTRI KIMIA (MATERIAL HANDLING)
PERALATAN INDUSTRI KIMIA (MATERIAL HANDLING) Kimia Industri (TIN 4206) PERALATAN INDUSTRI KIMIA YANG DIBAHAS : I Material Handling II Size Reduction III Storage IV Reaktor V Crystallization VI Heat treatment
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN PROYEK
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN PROYEK UTILITAS AIR BERSIH Pompa Air Pipa Bak Kontrol Sambungan Pipa 1 Sambungan Pipa 2 Pipa Hidrostatik Katup Pompa Air Pemasangan Pipa Air Bersih Pemasangan pipa-ipa datar
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah air.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah air. 3.2. Alat Penelitian Sling pump skala laboratorium terdiri dari motor listrik, reducer, rangka sling
BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI
BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI Pasal 1 : Material Plafond 1. Material utama plafond adalah GYPSUM BOARD 9 MM DAN ACRILYC 5 MM dengan ukuran panel standard adalah 1220 mm x 2440 mm. 2. Material
KONDISI GEDUNG WET PAINT PRODUCTION
STANDAR APAR MENURUT NFPA 10/ No. Per 04/Men/1980 Terdapat APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran Tedapat label penempatan APAR Penempatan APAR mudah dilihat, mudah diambil, dan mudah digunakan pada saat
BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK
BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK 4.1 Perhitungan Beban Operasi System Gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat movable bridge kapasitas 100 ton yang akan diangkat oleh dua buah silinder hidraulik kanan
PERANCANGAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA PERKANTORAN DAN PABRIK LABEL MAKANAN PT XYZ DENGAN LUAS BANGUNAN 1125 M 2
129 PERANCANGAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA PERKANTORAN DAN PABRIK LABEL MAKANAN PT XYZ DENGAN LUAS BANGUNAN 1125 M 2 Muhammad Al Haramain 1*, Riki Effendi 2, Febri Irianto 3 1,2,3 Program Studi Teknik
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING PADA KERETA API SANCAKA SERTA STASIUN SURABAYA (GUBENG SEMUT)
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING PADA KERETA API SANCAKA SERTA STASIUN SURABAYA (GUBENG SEMUT) OLEH : CANDRA DWI RISTIKA (3306 100 084) DOSEN PEMBIMBING : Ir. DIDIK BAMBANG S., MT. JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi: 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pada perhitungan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Pada perhitungan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 5.1.1. Distribusi air bersih Hasil perhitungan di gedung Robotika ITS Surabaya
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
PERANCANGAN SISTEM PEMADAM TERINTEGRASI DAN ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LISTRIK PADA ELECTRICITY BUILDING PLANT DAN SERVER ROOM (PT
ASSALAMMUALAIKUM PERANCANGAN SISTEM PEMADAM TERINTEGRASI DAN ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LISTRIK PADA ELECTRICITY BUILDING PLANT DAN SERVER ROOM (PT.SCHERING-PLOUGH)) HANA FATMA WT LATAR BELAKANG
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN MESIN ECM SINGLE AXIS. Alat-alat utama yang digunakan pada pembutan mesin ECM ini diantara lain :
BAB III METODOLOGI PEMBUATAN MESIN ECM SINGLE AXIS Dalam bab ini akan membahas tentang segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan pembuatan Mesin ECM single axis seperti alat dan bahan yang digunakan
BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN
BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN Setiap melakukan penelitian dan pengujian harus melalui beberapa tahapan-tahapan yang ditujukan agar hasil penelitian dan pengujian tersebut sesuai dengan standar yang ada. Caranya
ANALISIS EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR KAMPUNG DAMAI BALIKPAPAN
1 ANALISIS EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR KAMPUNG DAMAI BALIKPAPAN Puji Saksono Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Balikpapan ABSTRAK Dengan kemajuan ilmu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pompa Pompa adalah alat untuk memindahkan fluida dari tempat satu ketempat lainnya yang bekerja atas dasar mengkonversikan energi mekanik menjadi energi kinetik.
SPESIFIKASI TEKNIS BELANJA MODAL PENGADAAN MESIN POMPA AIR TAHUN ANGGARAN 2017 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI RIAU
SPESIFIKASI TEKNIS BELANJA MODAL PENGADAAN MESIN POMPA AIR TAHUN ANGGARAN 2017 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI RIAU NO NAMA BARANG SPESIFIKASI JUMLAH 1 Mesin Pompa portable Mesin Penggerak
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 PROSEDUR PERANCANGAN SISTEM PENGKONDISIAN UDARA. Penentuan Kondisi Ruang. Termal Dalam Gedung
32 BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 PROSEDUR PERANCANGAN SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MULAI Fungsi Penentuan Kondisi Ruang Termal Dalam Gedung Data Gedung Perhitungan Beban Pendingin Data Cuaca & ` Iklim
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian terhadap aliran campuran air crude oil yang mengalir pada pipa pengecilan mendadak ini dilakukan di Laboratorium Thermofluid Jurusan Teknik Mesin. 3.1 Diagram Alir
SPRINKLER DI GUDANG PERSONAL WASH PT. UNILEVER INDONESIA TBK. Wisda Mulyasari ( )
PERANCANGAN FOAM WATER SPRINKLER DI GUDANG PERSONAL WASH PT. UNILEVER INDONESIA TBK Oleh : Wisda Mulyasari (6507 040 018) BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Undang no 1 tahun 1970, pasal 3 ayat (1) huruf
σa = Tegangan tarik ijin kg/cm 2
PELAKSANAAN TES DAN INSPEKSI INSTALANSI PENSTOCK 1. Uraian Dengan selesainya pekerjaan pemasangan, telah dilaksanakan tes dan inspeksi sesuai dengan ketentuan dalam dokumen kontrak dan Prosedur metode
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi : 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
PT. MERAK ENERGI INDONESIA
TRAINING ( FIRE FIGHTING SYSTEM ) Oleh Muhamad walid ak PT. MERAK ENERGI INDONESIA PENDAHULUAN Fire Fighting adalah merupakan suatu system proteksi gedung terhadap bahaya kebakaran yang metode proteksinya
TUGAS AKHIR ANALISA SYSTEM FIRE FIGHTING PADA APARTEMEN THE PAKUBUWONO RESIDENCE
TUGAS AKHIR ANALISA SYSTEM FIRE FIGHTING PADA APARTEMEN THE PAKUBUWONO RESIDENCE Disusun Oleh : Nama : Faisal Muchtar Yunus N I M : 41305120009 Program Studi : Teknik Mesin - LEMBAR PENGESAHAN ANALISA
PERENCANAAN ULANG INSTALASI POMPA PENYALUR BASE OIL DI PT PERTAMINA PRODUCTION UNIT GRESIK
TUGAS AKHIR KONVERSI ENERGI PERENCANAAN ULANG INSTALASI POMPA PENYALUR BASE OIL DI PT PERTAMINA PRODUCTION UNIT GRESIK Putra Aditiawan 2108030043 Dosen pembinmbing: Dr.Ir.Heru Mirmanto,MT GAMBAR INSTALASI
PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK
PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK A. DEFINISI - Pengangkutan Pekerjaan pemindahan pipa dari lokasi penumpukan ke
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)
MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump) Diklat Teknis Kedelai Bagi Penyuluh Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Kedelai Pertanian dan BABINSA KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN
5/9/2014 Created by PNK3 NAKERTRANS 1
Bagian PROTEK.KEB 5/9/2014 Created by PNK3 NAKERTRANS 1 5/9/2014 Created by PNK3 NAKERTRANS 2 Phenomena kebakaran 5/9/2014 Created by PNK3 NAKERTRANS 3 Lapis I Pet. Peran Kebakaran Lapis II Fire Men FIRE
PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT
MEKANISME KERJA POMPA SENTRIFUGAL RANGKAIAN SERI NAMA : YUFIRMAN NPM : 20407924 PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT JURUSAN TEK NIK MESIN UNIVERSITAS GUNADARMA 2014 LATAR BELAKANG Pompa adalah
Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN
BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN 42 5.1. Spesifikasi Bangunan a. Bak Pengumpul Ukuran : lihat gambar as built. Jumlah ruang : 2 ruang. Material : Beton tebal 15 cm, besi 10 mm satu lapis.
Lampiran 1 Tabel Bahan-bahan Isolasi
Lampiran 1 Tabel Bahan-bahan Isolasi No. Jenis Jangkauan Suhu ( o C) Konduktivitas Thermal (mw/m. o C) Densitas (Kg/m 3 ) Penerapan 1 Super Isolasi Linde hampa -240 s/d 1100 0,0015-0,72 berbagai banyak
BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN 4.1 Material. Material Konstruksi meliputi seluruh bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses konstruksi, dari
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan
BAB IV LANGKAH PENGERJAAN
BAB IV LANGKAH PENGERJAAN 4.1 Peralatan yang Digunakan Sebelum melakukan instalasi hal utama yang pertama dilakukan adalah menyiapkan peralatan. Peralatan yang digunakan pada instalasi sistem refrigerasi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin Fluida Mesin fluida adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial fluida, atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi potensial
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pompa Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat lain yang diinginkan. Pompa beroperasi dengan membuat
ANALISA PERHITUNGAN DAYA POMPA PADA SPRINKLER SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA GEDUNG TOWER LANTAI 7 UNIVERSITAS MERCU BUANA SKRIPSI
ANALISA PERHITUNGAN DAYA POMPA PADA SPRINKLER SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA GEDUNG TOWER LANTAI 7 UNIVERSITAS MERCU BUANA SKRIPSI HAIRUN NIZAR 41308010044 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JAKARTA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut : Studi literatur, yaitu dengan mempelajari beberapa referensi
BOILER FEED PUMP. b. Pompa air pengisi yang menggunakan turbin yaitu : - Tenaga turbin :
BOILER FEED PUMP A. PENGERTIAN BOILER FEED PUMP Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN FIRE HYDRANT DI TOWER B APARTEMEN BERSUBSIDI PUNCAK PERMAI SURABAYA Lia Wimayanti dan Ir. Hari Wiko Indaryanto, M. Eng Jurusan Teknik Lingkungan FTSP Institut Teknologi
APLIKASI POMPA HYDRAM UNTUK PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI INDONESIA. Teknologi Tepat Guna
APLIKASI POMPA HYDRAM UNTUK PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI INDONESIA Teknologi Tepat Guna Sebagai solusi Agro Industry OVERVIEW Negara Indonesia yang sebagian besar penduduknya masih mengandalkan pertanian,
RANCANG BANGUN INSTALASI SISTEM PNEUMATIK PADA BENGKEL SEPEDA MOTOR KAPASITAS 5 PIT
RANCANG BANGUN INSTALASI SISTEM PNEUMATIK PADA BENGKEL SEPEDA MOTOR KAPASITAS 5 PIT Ir. Syawalludin,MM,MT 1.,Andre Mahendra 2 Lecture 1,College student 2,Departement of machine, Faculty of Engineering,
BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DI KABUPATEN BADUNG
BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DI KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang
9. Pengetahuan Pompa Pemadam Kebakaran SUBSTANSI MATERI 9.1. Fungsi utama pada unit PKP-PK
9. Pengetahuan Pompa Pemadam Kebakaran Modul Diklat Basic PKP-PK 9.1 9.2 Fungsi utama pada unit PKP-PK 9.1.1 Dapat mengisap air dari segala sumber air bila diperlukan misalnya bak air, hidran, sungai,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Tabel 5.1 Hasil perhitungan data NO Penjelasan Nilai 1 Head kerugian mayor sisi isap 0,14 m 2 Head kerugian mayor sisi tekan 3,423 m 3 Head kerugian minor pada
PENGARUH PUTARAN MOTOR PENGGERAK POMPA JENIS POMPA MMO 65-5 TERHADAP EFISIENSI POMPA DENGAN DEBIT 74,3 M 3 /H SAAT PERFORMANCE TEST PRODUKSI POMPA
Abstrak PENGARUH PUTARAN MOTOR PENGGERAK POMPA JENIS POMPA MMO 65-5 TERHADAP EFISIENSI POMPA DENGAN DEBIT 74,3 M 3 /H SAAT PERFORMANCE TEST PRODUKSI POMPA M. Denny Surindra Jurusan Teknik Mesin Politeknik
BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT. Massa jenis cairan : 1 kg/liter. Kapasitas : liter/menit = (1250 gpm) Kondisi kerja : Tidak kontinyu
Tugas Akir BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT 4.1 Data data Perencanaan Jenis cairan : Air Massa jenis cairan : 1 kg/liter Temperatur cairan : 5ºC Kapasitas : 4.731 liter/menit (150 gpm) Kondisi
PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS PENGELOLAAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RSUP H ADAM MALIK MEDAN. (Kepala keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit)
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS PENGELOLAAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RSUP H ADAM MALIK MEDAN (Kepala keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit) Pertanyaan : 1. Apakah RSUP H Adam Malik mempunyai
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA Untuk mendapatkan koefisien gesek pada saluran pipa berpenampang persegi, nilai penurunan tekanan (pressure loss), kekasaran pipa dan beberapa variabel
BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS PASAL 1 LINGKUP PEKERJAAN
BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS PASAL 1 LINGKUP PEKERJAAN 1. Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi : I. Perbaikan/Rehab dermaga TPI/PPI 2. Sarana bekerja dan tata cara pelaksanaan. a. Untuk kelancaran
BAB III METODELOGI STUDI KASUS. Mulai. Studi literatur dan kajian pustaka
BAB III METODELOGI STUDI KASUS 3.1 Diagram Alir Studi Kasus Mulai Studi literatur dan kajian pustaka Pengumpulan data Pengamatan di lapangan Pengamatan daily report Interview Dokumentasi Data input: Tekanan
MENINGKATKAN KAPASITAS DAN EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL DENGAN JET-PUMP
MENINGKATKAN KAPASITAS DAN EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL DENGAN JET-PUMP Suhariyanto, Joko Sarsetyanto, Budi L Sanjoto, Atria Pradityana Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya Email : - ABSTRACT - ABSTRAK
TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA
TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar-dasar Pompa Sentrifugal Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat
BAB I PENDAHULUAN. misalnya untuk mengisi ketel, mengisi bak penampung (reservoir) pertambangan, satu diantaranya untuk mengangkat minyak mentah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan pompa sangat luas hampir disegala bidang, seperti industri, pertanian, rumah tangga dan sebagainya. Pompa merupakan alat yang
Pompa Hydram Sebagai Penyedia Air Baku Lahan Pertanian
Executive Summary Pompa Hydram Sebagai Penyedia Air Baku Lahan Pertanian Disiapkan Oleh: PT. SOMERFIELD INDONESIA GRAHA BUMIPUTERA LT.6 SUITE 607 PHONE/FAX: 022-4202373 JL. ASIA AFRIKA NO. 141-149 BANDUNG
BAB IV RANCANGAN RESERVOIR DAN PERLENGKAPAN PIPA
BAB IV RANCANGAN RESERVOIR DAN PERLENGKAPAN PIPA 4.1. Umum Pipa merupakan komponen utama dalam perencanaan sistem distribusi 60 sampai 80 % biaya adalah untuk belanja pipa. Komponen lain yang merupakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Pompa Pompa adalah suatu mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ketempat lainnya, melalui suatu media aluran pipa dengan cara menambahkan energi
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA Untuk mendapatkan koefisien gesek dari saluran pipa berpenampang persegi, nilai penurunan tekanan (pressure loss), kekasaran pipa dan beberapa variabel
REKAP RENCANA ANGGARAN BIAYA
REKAP RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN LOKASI : GEDUNG KANTOR DINAS PERHUBUNGAN : KABUPATEN BENGKALIS URAIAN PEKERJAAN I MEKANIKAL A PENYEDIAAN DAN SUPLAI AIR BERSIH 110,710,400.00 B INSTALASI PIPA AIR
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan. Adapun alat-alat yang dipergunakan
BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT 4.1 Peralatan Dalam pekerjaan proyek konstruksi peralatan sangat diperlukan agar dapat mencapai ketepatan waktu yang lebih akurat, serta memenuhi spesifikasi
ANALISA PERENCANAAN POMPA HYDRANT PEMADAM KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DELAPAN BELAS
Tugas Akhir ANALISA PERENCANAAN POMPA HYDRANT PEMADAM KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DELAPAN BELAS Tugas Akhir ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Meraih Gelar Sarjana Program Studi S1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
31 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PELAKSANAAN Mulai perawatan Pemeriksaan dan penyetelan pada mesin oil sealed rotary vacuum pump model P450 Membongkar dan memperbaiki komponen tersebut
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Instalasi air Bersih
267 5.1 Kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.1 Kesimpulan Instalasi air Bersih Dari analisa Perencanaan instalasi air bersih pada gedung kantor Politekik Kediri diperoleh beberapa kesimpulan sebagai
PERANCANGAN HIDRAN DAN GROUNDING TANGKI DI STASIUN PENGUMPUL 3 DISTRIK 2 PT.PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD CEPU. Aditya Ayuningtyas
PERANCANGAN HIDRAN DAN GROUNDING TANGKI DI STASIUN PENGUMPUL 3 DISTRIK 2 PT.PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD CEPU Aditya Ayuningtyas Latar Belakang SP 3 Distrik 2 Nglobo Ledok PT.Pertamina EP Field Cepu
Kiswanto, Teguh Sulistyo, Muhammad Taufiq, Yuyut S
KEHANDALAN SISTEM HIDRAN GEDUNG RSG-GAS DENGAN CARA PENAMBAHAN CATU DAYA LISTRIK DARI DISEL BRV 30 Kiswanto, Teguh Sulistyo, Muhammad Taufiq, Yuyut S Sub Bidang Sistem Elektrik Bidang Sistem Reaktor Pusat
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK 4.1. Lingkup Pekerjaan MECHANICAL & ELECTRICAL Waktu melaksanakan kerja praktek dimulai dari tanggal 07 Maret 2016 dan berakhir pada tanggal 07 Mei 2016. Jadwal kerja praktek
Tugas Akhir D3 Teknik Mesin DISNAKER ITS
Dosen Pembimbing : Atria Pradityana, ST, MT Instruktur Pembimbing : Jiwo Mulyono, S.Pd Oleh : Ardika Oki P. S. 2108.039.001 Puji Wahyu R. 2108.039.007 Abstrak Tujuan dan Manfaat Batasan Masalah Visual
